MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA TENTANG KONSEP LISTRIK DENGAN METODE DEMONSTRASI PADA SISWA KELAS VI SD NEGERI SUKOSARI

01 KECAMATAN KASEMBON KABUPATEN MALANG TAHUN 2006 / 2007 BAB I PENDAHULUAN PTK IPA SD

A. Latar Belakang Masalah Dalam proses belajar mengajar, pembelajaran mengandung arti suatu kegiatan yang dilaksanakan guru dan siswa secara bersama-sama. Inti dari pembelajaran tersebut adalah terjadi proses memberi dan menerima, diakhiri evaluasi yang sengaja dilakukan guru untuk mengetahui seberapa jauh tingkat pemahaman siswa. Berdasarkan hasil pengamatan guru dalam proses belajar mengajar, mata pelajaran IPA, kurang diminati siswa sebab dianggap sulit sehingga prestasi belajar siswa pada umumnya rendah. (Dyah H. 2002). Salah satu indikator rendahnya hasil belajar siswa pemanfaatan KIT IPA pada kegiatan belajar pada mata pelajaran tersebut belum maksimal. Pada umumnya metode yang digunakan dalam proses belajar mengajar IPA masih didominasi oleh metode ceramah, tanya jawab dan pemberian tugas. Sebaliknya strategi pembelajaran praktik dan demonstrasi oleh KIT IPA sering diabaikan, khususnya pada kegiatan pembelajaran konsep listrik. Untuk mengatasi hal tersebut, maka guru perlu memanfaatkan KIT IPA. Dengan menggunakan metode demonstrasi diharapkan siswa dapat berpartisipasi dan prestasi siswa dapat meningkat. B. Indentifikasi Masalah Mata pelajaran IPA di sekolah kurang diminati siswa karena dianggap menjenuhkan. Oleh karena itu perlu upaya perbaikan managemen proses pembelajaran dengan metode dan pendekatan yang tepat. Dalam rangka membangkitkan motivasi dan meningkatkan prestasi belajar, demonstrasi merupakan metode yang sesuai untuk meningkatkan prestasi siswa, khususnya pada pembelajaran konsep listrik. C. Rumusan Masalah Bertitik tolak dari latar belakang masalah, maka dapat dirumuskan masalah sebagai berikut : “Apakah metode demonstrasi dapat meningkatkan prestasi belajar siswa kelas VI Sekolah Dasar tentang konsep listrik” D. Tujuan Tujuan yang diharapkan dari hasil penelitian ini adalah sebagai berikut : 1. Meningkatkan prestasi belajar siswa kelas VI Sekolah Dasar tentang konsep listrik. Penelitian

E. Manfaat Manfaat Penelitian ini adalah : 1. Bagi Guru : meningkatkan proses dan hasil pembelajaran guru. 2. Bagi Murid : Pelajaran IPA lebih menarik dan menyenangkan.

Penelitian

Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa metode mengajar adalah cara yang paling tepat.” Sumartono (1992 : 18) dengan demikian hasil belajar IPA dapat diartikan sebagai sesuatu yang menunjukkan hasil belajar yang telah dicapai oleh siswa setelah mempelajari IPA. faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar digolongkan menjadi tiga kelompok yaitu :  Faktor stimulus. faktor individual sangat besar sekali pengaruhnya terhadap kegiatan belajar siswa. 1980 : 783). Yang dimaksud dengan metode mengajar menurut T. (W. Semua metode mengajar itu dapat diterapkan. Faktor Individual Selain kedua faktor di atas.J. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Prestasi Belajar Menurut Wasty Sumanto. Raka Joni. 3. penegasan serta suasana lingkungan eksternal yang diterima. “metode adalah cara. Dengan cara-cara yang dilaksanakan untuk mencapai tujuan pengajaran. “Metode adalah cara yang teratur dan terpikir baik-baik untuk mencapai suatu maksud tertentu.  Faktor metode mengajar. bagaimana guru mengajar suatu materi pelajaran secara terarah. 2. Berikut ini akan dijelaskan secara garis besar mengenai ketiga faktor tersebut : 1. (T. 1986 : 646). Faktor Metode Mengajar Metode mengajar guru sangat mempengaruhi terhadap belajar siswa. efisien dan sistematis untuk mencapai tujuan belajar. yang dalam fungsinya merupakan alat untuk mencapai tujuan”. dengan kata lain metode yang dipakai guru sangat menentukan dalam mencapai prestasi belajar siswa. 2. 1980 : 80) Jadi jelaslah bahwa metode menentukan pencapaian tujuan pengajaran. Pengertian Prestasi Belajar “Prestasi belajar adalah suatu nilai yang menunjukkan hasil belajar yang tinggi yang dicapai menurut anak dalam mengejar sesuatu pada waktu tertentu. (Winarno Surachmand. cara menyelidiki (mengajar dan sebagainya)”. 3. .S Poerwadarminta. Faktor Stimulus Yang dimaksud dengan faktor stimulus adalah segala hal di luar individu yang merangsang untuk mengadakan reaksi atau perubahan. Raka Joni dalam bukunya “Strategi Belajar Belajar” adalah sebagai berikut : Metode mengajar adalah cara. Tinjauan Tentang Metode Mengajar Banyak metode mengajar digunakan oleh para guru dalam proses belajar mengajar.  Faktor individu. yang fungsinya merupakan alat untuk mencapai tujuan.BAB II KAJIAN PUSTAKA PTK IPA SD 1. bahwa pertumbuhan dan usia seiring dengan pertumbuhan dan perkembangannya. Semakin dewasa individu semakin meningkat pula kematangan berbagai fungsi fisiologisnya.

Hasil belajar siswa dianalisa berdasarkan ketuntasan belajar siswa yakni 80% dari jumlah siswa sudah mencapai 70% taraf penguasaan konsep yang diberikan. Data hasil observasi dicatat sebagai catatan bebas. Data mengenai hasil belajar siswa disaring melalui hasil tes. Data hasil tes ini diperlukan untuk mengetahui ketuntasan hasil belajar siswa. B. Metode Analisa Data Data hasil observasi pembelajaran dianalisa.Salah satunya adalah metode demonstrasi. Subjek Penelitian Subjek PTK ini adalah siswa-siswa kelas VI SD Negeri Sukosari 01 Kecamatan Kasembon Tahun Pelajaran 2006 / 2007 sebanyak 19 anak. A. kemudian ditafsirkan berdasarkan kajian pustaka dan pengetahuan guru. Metode Pengumpulan Data Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi selama dan sesudah pembelajaran berlangsung. Selama proses pembelajaran dilakukan observasi dan pengukuran hasil pembelajaran sebagai bahan refleksi. Dengan harapan agar diperoleh data yang akurat dan diambil tindakan yang tepat. BAB III METODE PENELITIAN PTK IPA SD Kegiatan penelitian ini menggunakan rancangan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). soal tersebut dibuat oleh guru sendiri. C. . berdasarkan masalah tersebut disusun perencanaan pembelajaran tentang konsep listrik dengan menggunakan metode Demonstrasi. Silahkan teman download PTK IPA SD dibawah ini semoga dengan ptk ini teman teman terbantu dalam menyusun ptk yang dijadikan bahan serifikasi atau sebagai pedoman dalam membuat ptk. Identifikasi masalah pembelajaran kelas ditemukan bahwa siswa-siswa kelas VI SD Negeri Sukosari 01 kurang berminat belajar IPA dan hasil belajar mereka masih rendah.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful