Upah menurut waktu Sistem upah dimana besarnya upah didasarkan pada lama bekerja seseorang.

Satuan waktu dihitung per jam, per hari, per minggu atau per bulan. Misalnya pekerja bangunan dibayar per hari / minggu.

2. Upah menurut satuan hasil Menurut sistem ini, besarnya upah didasarkan pada jumlah barang yang dihasilkan oleh seseorang. Satuan hasil dihitung per potong barang, per satuan panjang, atau per satuan berat. Misal upah pemetik daun teh dihitung per kilo.

3. Upah borongan Menurut sistem ini pembayaran upah berdasarkan atas kesepakatan bersama antara pemberi dan penerima pekerjaan. Misalnya upah untuk memperbaiki mobil yang rusak, membangun rumah dll.

4. Sistem bonus Sistem bonus adalah pembayaran tambahan diluar upah atau gaji yang ditujukan untuk merangsang (memberi insentif) agar pekerja dapat menjalankan tugasnya lebih baik dan penuh tanggungjawab, dengan harapan keuntungan lebih tinggi. Makin tinggi keuntungan yang diperoleh makin besar bonus yang diberikan pada pekerja.

5. Sistem mitra usaha Dalam sistem ini pembayaran upah sebagian diberikan dalam bentuk saham perusahaan, tetapi saham tersebut tidak diberikan kepada perorangan melainkan pada organisasi pekerja di perusahaan tersebut. Dengan demikian hubungan kerja antara perusahaan dengan pekerja dapat ditingkatkan menjadi hubungan antara perusahaan dan mitra kerja.

Kondisi seperti ini banyak terjadi di negara-negara maju dengan jumlah penduduk yang rendah seperti negara Jerman dan Inggris. kita bisa katakan bahwa pencari kerja adalah orang yang menawarkan jasa untuk bekerja. Kesepakatan Pemberi Kerja dan Penerima Kerja Permintaan dan penawaran kerja bertemu pada saat wawancara seleksi kerja. Sebaliknya. pemberi kerja dan pencari kerja lazimnya melakukan tawar menawar tentang jam kerja dan upahnya. Hal ini terkait dengan sumber daya unik yang mereka miliki. Upah minimum tiap-tiap daerah berbeda-beda. Begitu pula sebaliknya. maka orang tersebut bisa menawar dan mendapatkan tingkat upah yang tinggi. tingkat upah cenderung turun. Jadi jika seseorang memiliki keahlian atau ilmu yang jarang dimiliki oleh orang lain. Di Indonesia. Permintaan dan Penawaran Tenaga Kerja Secara umum tingkat upah bisa dianalisis dengan hukum penawaran dan permintaan tenaga kerja. ceteris paribus. 2.Kebijakan Upah Minimum Propinsi (UMP) dan Kebutuhan Hidup Minimum (KHM) Di Indonesia pemerintah menetapkan upah minimum yang harus dibayarkan oleh perusahaan. Dalam ilmu ekonomi. Karena penawaran tenaga kerja begitu besar. Dalam wawancara ini. Bahkan ada di antaranya yang bersedia menerima upah di bawah Upah Minimum Provinsi. Akan tetapi. jika permintaan akan pencari kerja lebih besar daripada penawaran tenaga kerja. jumlah pencari kerja begitu banyak. kita telah mengenal konsep kelangkaan. Jika penawaran lebih besar daripada permintaannya. karena memiliki keragaman sumberdaya. Para pencari kerja rela menerima upah lebih kecil asalkan mereka dapat bekerja. maka tingkat upah pun menjadi turun. . semakin tinggi nilainya. 1. adat istiadat dan kebudayaan serta struktur ekonomi dan kinerjanya. Dalam hal ini. sedangkan permintaan akan pencari jasa pencari kerja jauh lebih rendah dibandingkan penawarannya. Pada umumnya pekerja di Indonesia memiliki posisi tawar yang rendah dalam kesepakatan tentang upah dan jam kerja. Semakin langka suatu sumber daya. Sedangkan pemberi kerja adalah pihal yang meminta jasa dari pencari kerja. tentu saja adakalanya pencari kerja memiliki posisi tawar yang tinggi dan mendapatkan tingkat upah yang tinggi. tingkat upah cenderung tinggi.

d) Tekanan yang dapat diberikan oleh serikat buruh dan serikat pengusaha. Akan tetapi. Oleh karena itu. 25 Tahun 2000 tentang kewenangan pemerintah dan kewenangan provinsi sebagai daerah otonom. Sehubungan dengan hal itu maka upah yang diterima pekerja dapat dibedakan dua macam yaitu: Upah Nominal. yaitu sejumlah upah yang dinyatakan dalam bentuk uang yang diterima . Dengan adanya Peraturan Pemerintah No. c) Produktivitas marginal tenaga kerja. b) Peraturan undang-undang yang mengikat tentang upah minimum pekerja (UMR). Upah tenaga kerja yang diberikan tergantung pada: a) Biaya keperluan hidup minimum pekerja dan keluarganya. Artinya. provinsi-provinsi di Indonesia mulai menyeuaikan upah minimum regional di daerah mereka. Akibatnya. upah minimum yang harus diterima oleh pekerja juga berbeda. Definisi Upah. untuk penghasilan pekerja sampai dengan sebesar UMP atau upah minimum. Pajak penghasilan yang berhubungan dengan upah minimum provinsi atau upah minimum kabupaten/kota diatur oleh pemerintah melalui PP No. pajak penghasilan yang terutang atas penghasilan tersebut ditanggung oleh pemerintah. Untuk itu pemerintah melakukan perubahan peraturan tentang upah minimum. maka pemberlakuan Upah Minimum Regional (UMR) berubah menjadi Upah Minimum Provinsi (UMP) atau upah minimum kabupaten/kota. 5 Tahun 2003 mengenai Pajak Penghasilan Atas Penghasilan yang Diterima oleh Pekerja Sampai Dengan Sebesar Upah Minimum Provinsi atau Upah Minimum Kabupaten/Kota. namun masih di bawah atau sebesar UMP. e) Perbedaan jenis pekerjaan.3. penentuan upah berdasarkan kawasan ini masih dirasakan belum cukup untuk mewakili angka biaya hidup di setiap daerah. Dengan adanya peraturan baru ini. untuk kawasan yang berbeda. Upah Nominal. Upah Minimum Sebelum tahun 2000. dan Penghasilan Upah Tenaga Kerja Pemberian upah kepada tenaga kerja dalam suatu kegiatan produksi pada dasarnya merupakan imbalan/balas jasa dari para produsen kepada tenaga kerja atas prestasinya yang telah disumbangkan dalam kegiatan produksi. Ini berdasarkan pada perbedaan biaya hidup pekerja di setiap daerah. Upah yang diberikan oleh para pengusaha secara teoritis dianggap sebagai harga dari tenaga yang dikorbankan pekerja untuk kepentingan produksi. sehingga mungkin mengurangi kesejahteraan pekerja yang bersangkutan. Indonesia menganut sistem pengupahan berdasarkan kawasan (regional). Gaji. Upah Riil. Peraturan ini dibuat berdasarkan kenyataan bahwa masih banyak pekerja yang memperoleh penghasilan dalam sebulan di atas Penghasilan Tidak Kena Pajak. pekerja tersebut dikenakan PPh pasal 21 atas penghasilannya.

Upah Riil . berikut akan dikemukakan beberapa teori yang menerangkan tentang latar belakang terbentuknya harga upah tenaga kerja.secara rutin oleh para pekerja. Oleh ahli-ahli ekonomi modern. karena kita ketahui posisi kaum buruh dalam posisi yang sulit untuk menembus kebijakan upah yang telah ditetapkan oleh para produsen. upah kodrat dijadikan batas minimum dari upah kerja. Teori Upah Wajar (alami) dari David Ricardo Teori ini menerangkan: . Oleh karena itu sebaiknya para pengusaha selain dapat memberikan upah yang layak kepada pekerja dan keluarganya. adalah kemampuan upah nominal yang diterima oleh para pekerja jika ditukarkan dengan barang dan jasa. Sedangkan penawaran tenaga kerja tergantung pada jumlah dana upah yaitu jumlah modal yang disediakan perusahaan untuk pembayaran upah.Di pasar akan terdapat upah menurut harga pasar adalah upah yang terjadi di pasar dan ditentukan oleh permintaan dan penawaran. Berhubungan dengan kondisi tersebut maka teori ini dikenal dengan istilah “Teori Upah Besi”. yang diukur berdasarkan banyaknya barang dan jasa yang bisa didapatkan dari pertukaran tersebut. Penerapan sistem upah kodrat menimbulkan tekanan terhadap kaum buruh. Teori Upah Etika Menurut kaum Utopis (kaum yang memiliki idealis masyarakat yang ideal) tindakan para pengusaha yang memberikan upah hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan minimum. Teori Upah Tenaga Kerja Untuk mendapatkan gambaran yang jelas dalam hal upah dan pembentukan harga uapah tenaga kerja. . juga harus memberikan tunjangan keluarga.Upah menurut kodrat adalah upah yang cukup untuk pemeliharaan hidup pekerja dengan keluarganya. karena tidak sebanding antara jumlah tenaga kerja dengan penawaran tenaga kerja. Teori Dana Upah Teori upah ini dikemukakan oleh John Stuart Mill. . Untuk itulah Lassalle menganjurkan untuk menghadapi kebijakan para produsen terhadap upah agar dibentuk serikat pekerja. Menurut teori ini tinggi upah tergantung kepada permintaan dan penawaran tenaga kerja. Peningkatan jumlah penduduk akan mendorong tingkat upah yang cenderung turun. Teori Upah Besi Teori upah ini dikemukakan oleh Ferdinand Lassalle. Upah harga pasar akan berubah di sekitar upah menurut kodrat. merupakan suatu tindakan yang tidak “etis”.

.Pendapatan adalah nilai maksimal yang dapat dikonsumsi oleh seseorang dalam suatu periode dengan mengharapkan keadaan yang sama pada akhir periode seperti keadaan semula. pendapatan merupakanbalas jasa yang diberikan kepada pekerja atau buruh yang punya majikan tapi tidak tetap.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful