P. 1
Korupsi Dalam Pandangan Islam

Korupsi Dalam Pandangan Islam

|Views: 290|Likes:
Published by Hari Nugraha

More info:

Published by: Hari Nugraha on May 09, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/05/2015

pdf

text

original

Kata Pengantar

Alhamdulillah, saya panjatkan syukur ke hadirat Allah ‘Azza wa Jalla, Tuhan yang Maha Esa, pencipta seluruh manusia dan mahluk di alam semesta ini. Saya memuji, ruku’, serta sujud kepada Allah, dzat yang Maha Besar, Maha Mulia, Maha Suci, Maha Agung dan Maha Cepat Perhitungannya. Ya Allah, limpahkanlah curahan shalawat serta salam kepada Nabi Muhammad saw., hamba dan utusan-Mu yang mulia, nabi pembawa cahaya, penyampai wahyu dan amanah-Mu yang sangat jujur terpercaya, serta penutup para nabi. Saya haturkan pula salam sejahtera kepada keluarga Nabi, sahabat-sahabatnya, serta para pengikutnya hingga akhir zaman nanti.

Adalah kewajiban bagi para ahli waris, selain mengurus, memandikan, memberi kain kafan, menshalatkan, serta menguburkan jenazah pewaris, juga harus bertanggung jawab dalam menunaikan segala wasiat, pembayaran hutang serta pembagian warisan secara adil diantara mereka. Allah swt. telah menetapkan tata cara pembagian warisan ini di dalam AlQur’an secara detail, agar tidak ada ahli waris yang terzhalimi dalam menerima hak warisannya, dan agar semua ahli waris dapat menerima secara ikhlas ketetapan pembagian tersebut, karena yang menetapkan adalah Allah yang Maha Mengetahui dan Maha Adil.

Maka pada kesempatan umur yang masih Allah berikan ini, saya mencoba untuk menghadirkan kepada rekan-rekan semua FaraidWeb 1.0, yang berisi kumpulan teori tentang ilmu faraid, yaitu ilmu yang mengatur tata cara pembagian harta warisan berdasarkan syariat Islam. Selain teori ilmu faraid dan tata cara perhitungannya, di dalam software ini disertakan pula contoh-contoh soal serta jawabannya yang dijelaskan tata cara perhitungannya (jalan-jalannya), sehingga bagi pembaca yang awam mudah-mudahan akan lebih mudah dalam memahaminya.

Hendaknya masing-masing kita berupaya dan bersungguh-sungguh dalam mempelajari ilmu faraid ini, kendatipun awalnya mungkin terasa sulit. Sesungguhnya Allah telah berjanji sebanyak dua kali di dalam surat yang sama, bahwa sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. “Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (Q.S. Alam Nasyrah – 5,6).

Pendidikan Agama Islam

Page 1

Semoga software ini dapat menjadi salah satu referensi bagi para pembaca dalam mempelajari ilmu faraid. ampunan-Nya serta surga-Nya yang seluas langit dan bumi. dan semoga software ini akan memberikan manfaat yang sebanyakbanyaknya kepada kaum muslimin dan muslimah dimanapun berada. dan Dia akan membalas amal-amal hamba-Nya yang ikhlas. dengan keridhaan-Nya. DAFTAR ISI Halaman : Daftar Isi 1 Pendidikan Agama Islam Page 2 . Saya berdo’a kepada Allah. Cukuplah Allah sebagai tujuan kita. semoga software ini akan menjadi amal saleh bagi penyusunnya yang dapat diharapkan untuk menjadi bekal yang kekal di dunia dan di akhirat nanti.

padahal kamu mengetahui Pendidikan Agama Islam Page 3 . Ada sebagian yang menggunakan istilah “ikhtilas” untuk menyebutkan prilaku koruptor. Sementara itu terdapat pengungkapan “Ghulul” dan mengistilahkan “Akhdul Amwal Bil Bathil”. Latar Belakang Terdapat banyak ungkapan yang dapat di pakai untuk menggambarkan pengertian korupsi. Akan tetapi tidak terlalu menjauh dari hakikat dan pengertian korupsi itu sendiri. supaya kamu dapat memakan sebahagian daripada harta benda orang lain itu dengan (jalan berbuat) dosa. meskipun tidak seutuhnya benar.BAB I PENDAHULUAN A. sebagaimana disebutkan oleh al-qur’an dalam surat al-baqarah : 188 ُ َ ِ َّ ُ ْ ُ َ ِ َْ ِ ْ ُ َ َ ْ ُ َ ْ ُ َ َ ْ‫وال تأْكلُوا أَموالَكم ب ْينكم بالباطِ ل وتدْ لُوا بها إِلَى الحكام لِتأْكلُوا فريقا ً مِن‬ َ ِ َِ َ‫أَموال الناس باْلِ ْثم وأَ ْنتم تعلَمون‬ ُ ْ َ ْ ُ َ ِ ْ ِ ِ َّ ِ َ ْ Dan janganlah sebahagian kamu memakan harta sebahagian yang lain di antara kamu dengan jalan yang bathil dan (janganlah) kamu membawa (urusan) harta itu kepada hakim. meskipun dalam kamus di temukan arti aslinya yaitu mencopet atau merampas harta orang lain.

sebab dipercaya oleh public. Penyalahgunaan dari kepercayaan tersebut dilihat sebagai penghianatan terhadap kepercayaan yang diberikan. Dengan kata lain korupsi mulai dikenal saat sistem politik modern dikenal. dan hilangnya sebuah kepercayaan. dan dikelolo oleh rakyat dan diperuntungkan oleh rakyat. Sejarawan Onghokham Menyebutkan bahwa korupsi ada ketiak orang mulai melakukan pemisahan antara keuangan pribadi dan keuangan umum. khususnya dalam soal keuangan dianggap sebagai tindakan korupsi. Dunia hantu merupakan sebuah ilusi-fantasi yang mengimplikasikan terhadap dunia ketidak jujuran. Sehingga tidak salah apabila ada yang memberikan definisi korupsi dengan ungkapan “Akhdul Amwal Hukumah Bil Bathil” apapun istilahnya. Mengapa saya mengungkapkan dunia hantu. sebab dunia hantu merupakan dunia yang tidak tampak wujut jasadnya. baik berupa uang atau lainnya. dan pemisahan tersebut tidak ada dalam konsep kekuasaan tradisoanal. Semenjak itulah penyalahgunaan wewenang demi kepentingan pribadi. Pendidikan Agama Islam Page 4 . Demokrasi yang muncul di akhir abad ke 18 dibarat melihat pejabat sebagai orang yang diberi wewenang.Realitanya praktikal korupsi yang selama ini terjadi ialah berkaitan dengan pemerintahan sebuah Negara atau public office. korupsi laksana dunia hantu dalam kehidupan manusia. kebohongan. B. Konsepsi mengenai korupsi baru timbul setelah adanya pemisahan antara kepentigan keuangan pribadi dari seorang pejabat Negara dan keuangan jabatannya. Konsep demokrasi sendiri mensyaratkan suatu sistem yang dibentuk oleh rakyat. Prinsip ini muncul dibarat setelah adanya revolusi perancis dan dinegara-negara Anglo-sakson. misalnya Ingris dan amerika serikat yang timbul pada abad ke 19. akan tetapi hanya dapat dirasakan dampaknya. Istilah Korupsi. Secara garis besar korupsi merupakan persoalan klasik yang telah lama ada. sebab esensi korupsi merupakan prilaku yang menyimpang dari norma-norma yang berlaku di pemerintahan yang terletak pada penggunaan kekuasaan dan wewenang yang terkadung dalam suatu jabatan di sau pihak dan di pihak lain terdapat unsure perolehan atau keuntungan.

karena raja adalah Negara itu sendiri. Istilah korupsi data pula mengacu pada pemakaian dana pemerintah untuk tujuan pribadi. Adapun pengertian korupsi dalam arti modern baru terjadi apabila terdapat konsepsi dan pengaturan pemisahan keuangan pribadi. martabat. Sangsi tindak pidana Korupsi Dalam Perspektif Islam. akan tetapi menyangkut pula terhadap korupsi politik dan administratif.Konsep politik yang semacam itu sudah barang tentu berbeda dengan apa yang ada pada konsep kekuasaan tradisional. Ia tidak mengenal pemisahan antara raja dengan Negara yang dipimpinnya. Seorang administrator yang memanfaatkan kedudukannya untuk menyras pembayaran tidak resmi dari para investor (domestik maupun asing) memakai sumber pemerintah. Seorang raja atau pemimpin dapat saja menerima upeti dari bawahannya atau raja menggunakan kekuasaan atau kekayaan Negara guna kepentingan pribadi atau keluarganya. Dalam konsep kekuasaan tradisional raja atau pemimpin merupakan Negara itu sendiri. hal tersebut yang memunculkan kosepsi anti korupsi. sebab seorang raja tradisional tidak dianggap sebagai koruptor apabila menggunakan uang Negara. C. Pendidikan Agama Islam Page 5 . Akan tetapi secara tidak disadari sebenarnya konsepsi mengenai anti korupsi sudah ada sejak lama. status. kekuasaan pilitik yang ada ditangan raja bukan berasal dari rakyat dan rakyat sendiri menganggap wajar apabila seorang raja memperoleh manfaat pribadi dari kekuasaanya. Perbuatan tersebtu tidak dianggap sebagai korupsi. bahkan sebelum pemisahan kekuasaan politik secara modern dikenal. Dengan demikian korupsi dapat didefinisikan sebagai suatu tindak penyalahgunaan kekayaan Negara (dalam konsep modern) yang melayani kepentingan umum untuk kepentingan pribadi atau perindividu. keduduka. Justru dimana tidak adanya pemisahan antara keuangan dari raja atau pejabat Negara dengan Negara. atau kewenangannya yang resmi untuk keuntungan pribadi dapat pula dikategorikan melakukan tindakan korupsi. Definisi ini tidak hanya menyangkut korupsi moneter yang konvensional. Akan tetapi praktek korupsi sendiri seperti halnya suap menyuap sering ditemui ditengah masyarakat tanpa harus melibatkan hubungan Negara.

Sebagai aturan pokok islam membolehkan menjatuhkan hukuan ta’zir atas perbuatan maksiat apabila dikehendaki oleh kepentingan umum. Tujuan hukuman tersebut adalah memberikan rasa jera guna menghentikan kejahatan yang telah ia lakukan. Akan tetapi pelaku korupsi dikenakan hukuman ta’zir atas kemaksiatan tersebut. Dalam bentuk lain. sumpah palsu.Islam sebagai sistem nilai memegang peranan penting untuk memberikan pencerahan nila. dan lain sebagainya. dan rukun dalam masyarakat. dan saling menasehati. akan tetapi jungan pensalehan social. islam juga mengembangkan bentuk peraturan perundangan yang tegas. sistem pengawasan administrative dan managerial yang ketat. apakah ia adalah seorang pejabat ataukah lainnya. artinya perbuatanperbuatan dan keadaan yang dapat dijatuhi hukuman ta’zir tidak mungkin ditentukan hukumannya sebelumnya. Dalam pensalehan social ini islam mengembangkan semangat untuk mengubah kemungkaran. Sifat tersebut merugikan kepentingan dan ketertiban umum. sehingga dapat diciptakan rasa dama. Pada dasarnya islam mengembangkan semongat control social. semangat saling mengingatkan. Korupsi merupakan perbuatan maksiat yang dilarang oleh syara’ meskipun nash tidak menjelaskan had atau kifarahnya. Oleh sebab itu dalam memberikan dan menetapkan hukuman bagi pelaku korupsi seharusnya tidak pandang bulu. menipu. Lebih jauh islam tidak hanya berkomitmen dengan upaya pensalehan individu. diantaranya ialah mengkhianati janji. dan Pendidikan Agama Islam Page 6 . yaitu hati nurani. Sebagaimana yang terdapat dalam hadis nabi yang diriwayatkan oelh ahmad dan tirmizy. penyadaran moral. sistim yang mengembangkan bentuk peraturan perundangan yang tegas. perampok dan perampas/pencopet. Nabi bersabda : Tidak ada (hukuman) potong tangan bagi pengkhianat. sebab hal tersebut tergantung pada sifat-sifat tertentu. dan apabila sifat tersebut tidak ada maka perbuatan tersebut tidak lagi dilarang dan tidak dikenakan hukuman. perbaikan mental atau penyempurnaan akhlak dengan memanfaatkan potensi baik setiap individu. yang artinya : Diriwayatkan oleh Jabir RA dari nabi SAW.Ahmad dan Tirmizy). Perbuatan maksiat mempunyai beberapa kemiripan. Maka perbuatan tersebtu termsuk dalam jarimah ta’zir yang penting. (HR.

Syariat islam sendiri tidak menentukan macam-macam hukuman untuk ta’zir. melainkan harus menjatuhkan hukuman ta’zir yang sesuai untuknya. dengan memperhatikan ketentuan-ketentuan umum islam dalam menjatuhkan hukuman yaitu: 1. akan tetapi hanya menyebutkan sekumpulan hukuman. Tujuan penjatuhan hukuman. dimulai dari hukuman yang seringan-ringannya. ancaman. 4. Jarimah sendiri yang dikenal dengan hukuman ta’zir ada dua jenis yaitu : Pendidikan Agama Islam Page 7 . yaitu semua sama kedudukannya didepan hukum. jadi jenis hukumannya disebut dengan Uqubah Mukhayyarah (hukuman pilihan). 2. Meskpun sangsi hukuman bagi pelaku korupsi tidak dijelaskan dalam nash secara tegas. Hukuman ini dijatuhkan unutk memberikan pelajaran terhadap terpidana agar ia tidak mengulangi kejahatan yang pernah ia lakukan.apabila perbuatan tersebtu telah dibuktikan didepan pengadilan maka hakim tidak boleh membebaskannya. 1. 3. maka nabi membebaskannya. dimana ia pernah menahan seorang lakilaki yang dituduh mencuri unta setelah diketahui buktinya ia tidak mencurinya. dengan kewenagan yang dimilikinya. Efektifita hukuman dalam menghadapi korupsi tanpa harus merendahkan martabat pelakunya. Perjatuhan hukuman ta’zir untuk kepentingan dan ketertiban umum ini merujuk terhadap perbuatan rasulullah saw. seperti nasehat. akan tetapi perampasan dan penghianatan dapat diqiyaskan sebagai penggelapan dan korupsi. sampai hukuman yang seberat-beratnya. Penerapan sepenuhnya diserahkan terhadap hakim (penguasa). pengertian dan jenis-jenis ta’zir Ta’zir ialah hukuman terhadap terpidana yang tidak ditentukan secara tegas bentuk sangsinya didalam nash. seorang hakim tidak punya pilihan lain kecuali menerapkannya. yaitu menjaga dan memelihara kepentingan umum. Tanpa ada pilih kasih. Sepadan dengan kejahatannya sehingga terasa adil. Kejahatan yang telah ditetapkan sanksi hukuman oleh nash. Seorang hakim dapat mempertimbangkan dan menganalisa bedat dan ringannya perbuatan yang dilakukan oleh pelaku korupsi. ia dapat menetapkan hukuman yang sesuai dengan kadar kejahatan dan keadaan pelakunya.

Hukuman ta’zir dapat diterapkan kepada pelaku korupsi. Ketiga unsur tersebut telah jelas dilarang dalam syari’at islam. 2) Penghianatan atau penyalahgunaan wewenang. yaitu : 1) Perampasan harta orang lain. Pada jarimah qadzaf dihukum ta’zir bagi yang mengqadzaf dengan tuduhan berciuman bukan berzina. seperti jarimah penghianatan terhadap sesuatu amanah yang telah diberikan jarimah pembakaran. Meskipun seorang hakim diberi kebebasan untuk mengenakan ta’zir. 2. Dapat diketahui bahwa korupsi termasuk dalam salah satu jarimah yang tidak disebutkan oleh nash secara tegas. apabila tidak terpenuhi salah satu rukunnya seperti pada jarimah pencurian dihukum ta’zir bagi orang yang mencuri barang yang tidak disimpan dengan baik. Penerapan Ta’zir bagi pelaku korupsi. Selanjutnya tergantung kepada kebijaksanaan akal sehat keyakinan dan rasa keadilan hakim yang didasarkan pada rasa keadilan masyarakat untuk menentukan hukuman bagi pelaku korupsi. oleh sebab itu ia tidak termasuk dalam jenis jarimah yang hukumannya adalah had dan qishash. b. meskipun harta yang dihasikan sipelaku korupsi melebihi dari nashab harta curian yang hukumannya potong tangan. jarimah yang dikenakan hukuman had dan qishash. hal ini disebabkan oleh masuknya syubhat. akan tetapi Pendidikan Agama Islam Page 8 . suap dan lain sebagainya. Pada jarimah zina dihuk ta’zir bagi yang menyetubuhi pada selain pada oral sex.a. Jarimah yang tidak dikenakan hukuman had dan qishash. Akan tetapi disamakan atau diqiyaskan pada hukuman pencurian yang berupa pencurian pengambilan uang hasil curian. Tidak bisa disamakan dengan hukuman terhadap pecuri yaitu potong tangan. Dalam jarimah sendiri korupsi ada tiga unsure yang dapat dijadikan pertimbangan bagi hakim dalam menentukan besar hukuman. 3) Kerjasama atau kongkalikong dalam kejahatan. atau bagi orang yang mencuri barang yang tidak mencapai nishab pecurian. Korupsi sama halnya seperti hokum Ghasab.

yaitu hukuman yang dijatuhkan atas harta kekayaan seseorang. seperti diyat. melainkan untuk kemaslahatan yang bersifat mendidik. yaitu hukuman yang berkaitan dengan kejiwaan seseorang. yaitu hukuman yang dikenakan pada bagan manusia seperti hukuman mati atau hukuman dera. seperti peringatan dan ancaman. 3) Pidana atas harta (Al-Uqubah Al-Maliyah). Hukuman hanya akan dijatuhkan apabila kejahatan tersebut secara meyakinkan telah diperbuatnya. Batas minimal hukuman ta’zil tidak dapat ditentukan. Mengenai Uqubah sendiri dibagi menjadi dua yaitu : 1) Pidana atas jiwa (Al-Uqubah Al-Nafsiyah). atau lupa. Terkadang seseorang dihukum ta’zir dengan memberinya nasehat atau teguran. dan lain sebagainya. Adaya kesengajaan seseorang dihukum karena kejahatan apabila ada unsur kesengajaan untuk berbuat jahat. Hukuman hanya dilimpahkan kepada orang yang berbuat jarimah. bisa berupa perkataan. b. tidak boleh orang yang tidak berbuat jahat dikenai hukuman. c. tindakan atau diasingkan. Meskipun demian karena kelalaian salah atau lupa tetap diberikan hukuman. d. 4) Pidana atas kemerdekaan. Pendidikan Agama Islam Page 9 . terkadang juga seorang dihukum ta’zir dengan mengusirnya dengan meninggalkannya sehingga ia bertaubat. Uraian tersebut menegaskan bahwa hukuman jarimah ta’zir sangatlah bervariasi mulai dari pemberian teguran sampai pada pemenjaraan dan pengasingan. Berhati-hati dalam menentukan hukuman. salah. yaitu hukuman yang dijatuhkan kepada kemerdekaan manusia seperti hukuman pengasingan (Al-Hasb) atau penjara (Al-Sijn). denda. 2) Pidana atas badan (Al-Uqubah Al-Badaniyyah). tidak ada kesengajaan berarti karena kelalaian. akan tetapi adalah semua hukuman menyakitkan bagi manusia. membiarkan tidak dihukum dan menyerahkannya kepada allah apabila tidak cukum bukti. dan perampasan. meskipun bukan hukuman kejahatan.dalam menentukan hukuman seorang hakim hendaknya memperhatikan ketentuan umum perberian sangsi dalam hokum pidana islam yaitu : a.

malang.154-155 Pendidikan Agama Islam Page 10 . h. [3] Laden 149 [4] [5] Ibid. 149 Ibid. Tindak Pidana Korupsi (Sinar Grafika. 02. 1992). 2005). (Jakarta. 337 Marpaung. Jakarta. 188 Sidik sunaryo. 150 [6] Munawar Fuad Noeh. Islam dan Gerakan Moral Anti Korupsi. Zikrul Hakim.[1] [2] Al-qur’an. Sistem Peradilan Pidana (Unmuh. 1997).

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->