1

SEJARAH FILSAFAT
I.FILSAFAT YUNANI 1.1. Pendahuluan Untuk mempelajari pemikiran filsafat, kita cenderung memulai mempelajari munculnya pemikiran filsafat Yunani, yang dapat dipandang sebagai sumber (tonggak) munculnya filsafat Barat. Hal ini dikaremakan bahwa filsafat Yunani merupakan pemikiran ilmiah yang pertama kali, dan kemudian berkembang sampai abad Modern, dengan membentuk suatu keseluruhan yang tidak dapat terpisahkan antara satu sama lain. Pemikiran filsafat ini yang mempengaruhi seuruh pemikiran ilmu dan filsafat di dunia ini. Dikatakan bahwa pada saat itu peranan mitologi di Yunani merupakan salah satu yang dominant untuk dipercaya sebagai suatu hal yang benar. Semula semua pertanyaan yang muncul mengenai asal mula dan kejadian-kejadian mengenai alam semesta dapat dijawab melalui mitologi, dan jawaban tersebut dapat lolos dari control rasio. Para filsuf pertama menerima kebenaran atas keterangan yang diberikan mengenai asal mula alam semesta beserta kejadiannya melalui mitologi. Namun semakin lama mereka mulai meragu-kan atas jawaban tersebut berdasarkan mitos. Kemudian orang mulai berpikir, bertanya-tanya dan berspekulasi untuk mencari jawaban dengan menggunakan rasionya. Oleh karena itu pada saat itu awal lahirnya filsafat pertama kali di Yunani dikatakan mulainya mitos diganti dengan logos (kebenaran yang semula didasarkan atas keterangan dari dongeng-dongeng/mitos diganti dengan menggunakan rasio). Munculnya pemikiran filsafat di Yunani ini pertama kali sekitar abad ke-6 SM, dimana orang mulai meragukan (tidak puas) terhadap ketersngan-keterangan yang bersumber pada mitos-mitos (dongeng-dongeng) tentang asal mula dan kejadian-kejadian dalam alam semesta yang selama ini mereka yakini sebagai suatu kebenaran. Yang menarik perhatian mereka ialah perubahan alam semesta dan kejadian-kejadian yang selama ini dapat mereka saksikan terusmenerus.Mereka mulai bertanya-tanya, dan kemudian berusaha untuk mencari jawaban sendiri mengenai apakah sebenarnya alam semesta ini? Apa asas terdalam yang terdapat dibelakang segala perubahan alam semesta yang tiada henti-hentinya ini, mungkin-kah yang beranek macam dalam alam semesta ini dipulangkan kepada yang satu? Jadi pemikiran mereka diarahkan untuk mencari inti, arche, atau asas terdalam mengenai alam semesta, sehingga dalam sejarah pemikiran mereka disebut filsafat alam. Seorang pemikir yang pertama kali berusaha mencari inti sari alam semesta ialah ialah: Thales (abad ke-6 SM) dari Miletos. Menurut dia bahwa yang menjadi asas (inti) alam semesta ialah air. Hal ini dimungkinkan karena tanpa air semua mahkluk hidup tidak akan hidup, dan air terdapat dimana-mana, dapat berujud benda padat, benda cair dan udara (uap). Anaximandros (610 – 540 SM) menolak pendapat Thales. Menurut dia bahwa asas pertama alam semesta ialah ‘to apeiron’ (tidak terbatas). Karena ekkrisis (penceraian) maka dari ‘to apeiron’ dilepaskan anasir-anasir yang berlawanan (panas – dingin, basah – kering). Apabila diantara anasir-anasir yang berlawanan tersebut ada yang dominant, maka muncul-lah hukum yang mengusahakan adanya keseimbangan lagi. Penceraian mengakibatkan gerak putting beliung yang memisahkan antara yang dingin dari yang panas, kemudian yang panas membalut yang dingin. Gerak tersebut menyebabkan terjadinya bola rasaksa, yang dingin berada ditengah-tengah yang panas. Karena panas air lepas dari tanah dan menjadi kabut. Udara menekan bola sehingga bola meletus menjadi sejumlah lingkaran yang berpusat satu.

2

Anaximanes (585 – 525 SM) menolak pendapat Anaximandros. Menurut dia bahwa asas segala sesuatu ialah udara dengan melalui proses pemadatan dan pengenceran. Apabilaudara semakin padat muncullah berturut-turut angin,air, tanah dan batu, sebaliknya apabila udara menjadi lebih encer muncullah api. Pytagoras (500SM) berpendapat bahwa asas segala sesuatu adalah bilangan. Hal ini dimungkinkan karena unsur-unsur bilangan terdapat pada segala sesuatu yang ada. Unsuru nsur tersebut ialah ganjil dan genap, terbatas dan tak terbatas. Suatu keselarasan dihasilkan oleh hal-hal yang selalu berlawanan, yaitu bilangan ganjil dan genap. Seluruh kenyataan di dunia ini disusun dari bilangan-bilangan dan mewujudkan suatu keseluruhan yang harmonis. Menurut Pytagoras ada sepuluh asas yang saling berlawanan yaitu ganjil – genap, kiri – kanan, laki-laki – perempuan, satu – banyak, baik – buruk, diam – bergerak, lurus – bengkok, persegi – bulat panjang, gelap – terang, terbatas – tak terbatas, Herakleitos (500 SM) filsafatnya dikenal dengan filsafat menjadi, karena menurut dia bahwa segala sesuatu yang ada selalu dalam keadaan bergerak, berubah ters menerus scara abadi dan tidak ada yang tetap. Pendapat ini dirumuskan dengan istilah panta rei (semua menjadi). Oleh karena itu hakikat segala sesuatu adalah menjadi. Sedangkan asas dari segala sesuatu adalah api, karena segala sesuatu keluar dari api dan kembali lagi ke api. Api adalah lambing perubahan. Parmenides (515 – 440 SM) pendapatnya bertentangan dengan Herakleitos. Menurut dia bahwa hakikat kenyataan adalah keseluruhan yang bersatu, tidak bergerak dan tidak berubah. Pengetahuan indra adalah pengetahuan semu yang tidak tetap. Sedangkan pengetahuan budi ialah pengetahuan yang sebenarnya, pengetahuan yang tetap. Parmenides berpendapat bahwa yang merupakan realitas bukan yang bergerak, berubah dan bermacammacam, melainkan yang tetap. Dengan kata lain realitas bukan ‘menjadi’ melainkan ‘ada’ sebagai suatu kesatuan.Parmenides mengatakan bahwa diluar ‘ada’ tentu ‘tidak ada’ ‘Tidak ada’ bukan realitaskarena tidak mungkin dipikirkan, tidak mungkin dikenal dan tidak mungkin diketahui. Hanya ‘ada’ yang dapat dipahami. Sehingga ada dan berpikir identik. ‘Ada’ yang tetap dan hanya satu ‘ada’, yang tidak berawal dan tidak dahulu dan kemudian. ‘Ada’ ini hanya ‘ada’ belaka yang tidak mungkin terbagi lebih dari satu. Oleh karena itu filsafatnya dikenal dengan filsafat ‘ada’. Sebelum masa Sokrates terdapat beberapa ahli pikiryang mengikuti pendapat Parmenides. Mereka dikenal deengan sebutan kaun Elea. Diantara merka ialah: Zeno yang membuktikan bahwa: a). Gerakan itu tidak ada dan tidak mungkin (contoh batu yang dilempar, sebetulnya batu itu tidak bergerak melainkan setiap saat berada ditempat tertentu, yaitu disini, kemudian disitu, disana dan seterusnya). b). Tidak ada kejamakan (missal sepotong kayu yang dibatasi oleh titik ujung dan titik pangkal dapatvdibagi menjadi beberapa bagian yang tidak terhing ga sehingga titik potongan kayu yang terdiri dari titik ujung dan titik pangkal itu tidak dapat dibagi lagi). c). Tidak ada ruang kosong(seandainya ada ruang kosong, ruang kososng tersebut akan mengambil tempat lain nya. Demikian seterusnya. Anaxagoras berpendapat bahwa unsure terdalam segala sesuatu adalah ’spermata’ (banyak biji) yang sifatnya berjenis-jenis. Dari banyak biji tersebut dapat dikatakan bahwa semuanya terdapat dalam semuanya, dalam arti bahwa tiap-tiap biji mengandung segala kemungkinan.

karena mereka beranggapan tidak mungkin keliru. Metode ini yang oleh Sokrates disebut maiutika (ilmu kebidanan) yaitu tugasnya seperti seorang bidan yang menolong lahirnya kebenaran (pengetahuan yang sejati). Semua penganutvajaran filsafat ada disitu. terkurung (terkumpul) dengan badan. Jaman Keemasan Sekitar abad ke-5 SM. manusia ini atau manusia itu. Tetapi karena suatu sebab maka jiwa berada di dunia ini. Seorang tokoh sofis yang terkenal ialah Protogoras. Kayunya adalah hule (materi. Dia murid Plato. yaitu dunia idea dan dunia pengalaman. Menurut dia bahwa setiap benda konkrit terdiri dari dua unsur. Menurut pengakuannya bahwa dia bukan pemilik kebijaksanaan melainkan mencari kebijaksanaan (mencari kebenaran pengetahuan yang sejati). sehingga dalam perdebatan mereka harus menang.Athena menjadi pusat kebudayaan seluruh Yunani dibawah kekuasaan Perikles. namun kualitas ‘atom’ tidak dapat dibedakan. baik tergantung dari orang yang menilainya. Jiwa manusia yang sekarang ini berada di duniapengalaman dan teringat akan ide-ide setempat yang dahulu dikenalnya. Contoh segi tiga. satu. tidak berubah-ubah dan hanya dikenal dengan budi. Aristoteles (384 – 322 SM). begitu pula sebaliknya. Dia hidup ditengah-tengah kaum sofis dan menentang ajaran sofis. 1. yang sifatnya umum.Disamping itu terdapat juga golongan Sofis (sofoi = kebijaksanaan). Menurut Aristotelesbahwa ide manusia itu tidak ada (tidak terdapat). yang bermacam-macam coraknya. bermacam-macam. disampingitu gerak atom secara kebetulan. yaitu hule (materi) dan morfe (bentuk). Sesuatu dianggap benar. yaitu dengan mengamat-amati yang konkrit. Sokrates menggunakan cara berpikir induktif. Namun di dunia pengalaman pancaindra kita dapat mengenal berbagai macam segitiga yang selalu berubah-ubah. Yang dapat dikenal melalui pancaindra kita. yang ada ialah manusia kongrit. tetepi kemudianmenolak pandangan Plato tentang ide.3 Demokritos berpandapat bahwa yang menjadi asas segala sesuatuvadalah ‘atom’ (tidak dapat dibagi) yang jumlahnya tidak terbatas. berubah-ubah dan tidak sempurna. Menurut dia bahwa seluruh realitas itu terbagi atas dua dunia. Ide ini menjadi contoh semua hal yang ada di dunia pengalaman. Menurut Plato jiwa manusia itu semula berasal dari dunia ide. Sofis artinya orang-orang yang sudah memiliki kebijaksanaan. .2. Plato (428 – 348 SM). kemudian dihilangkan yang berbeda dan muncullah yang sama. maka kemudian lahirlah pengetahuan yang sejati. Contoh patung kuda yang terbuat dari kayu. Bentuk dan posisi ‘atom’ berbeda-beda. karena kebenaran itu sebetulnya telah terkandung di dalam yang konkrit. Menurut mereka bahwa kebenaran adalah sesuatu yang relatif. bentuk tidak lepasa dari materi. kenal dengan ide-ide setempat. Sifat dunia pengalaman tidak tetap. Dunia ide adalah ide itu sendiri yang sifatnya tetap. Materi tidak akan lepas dari bentuk. yang biasanya disebut definisi umum. Jadi cara untuk menjadi bayang-bayang itu tidak semacam dan tidak sempurna. Segitiga yang ada di duniapengalaman ini tidak lain adalah bayang-bayang yang berasal dari dunia ide. Manusia adalah ukuran segala-galanya. Sokrates (470 – 400 SM). Di dunia ide hanya dikenal adanya satu segitiga yang tetap dan tidak berubah. Mereka ini adalah orang-orang(guru) yang berkeliling untuk mrlatih kaum muda dalam kemahiran berpidato. sehingga di dunia ini manusia merupakan baying-bayang ide. Dunia pengalaman adalah dunia baying-bayang. Jadi menurut Plato dikatakan bahwa kita mencapai pengertian (ide) didunia pengalaman ini tidak lain adalah ingat. dan mereka tidak perlu lagi mencari kebijaksanaan.Berkumpulnya jumlah ‘atom’ tertentu merupakan hal tertentu.

Karena materi pertama suatu benda merupakan suatu benda kongkrit. yaitu dengan budinya. Jiwa tidak mungkin ada tanpa badan. satu tetap dan umum. Menurut aliran ini bahwa alam dengan Tuhan adalah sama. Menurut Aristoteles pengetahuan indra bukan ilmu. Epikurisme didirikan oleh Epikuros. Filsafatnya ditujukan untuk memberikan kebahagiaan kepada manusia. Oleh karena itu ia harus merupakan harmoni dari harmoni alam. Jiwa manusia itupun benda juga. Menurut Aristoteles ada dua macam pengetahuan yaitu pengetahuan indra untuk mencapai yang kongkrit dan pengetahuan budi untuk mencapai intinya. yang dikenal melalui pancaindra. dan pemikiran-nya merupakan perpaduan dari filsafat teoritis yang menuju ke filsafat praktis. 3. Keteraturan seluruh ala mini merupakan harmoni. tetapi lebih halus. Keharmonisan ini bias terjadi apabila manusia hidup selaras dengan dirinya sendiri. Oleh karena itu ilmu pengetahuan dimungkinkan atas dasar bentuk yang terdapat dalam setiap benda kongrit. sedangkan kuda adalah morfe (bentuknya). Menurut aliran ini bahwa pengetahuan berdasarkan pengalaman indra. satu persatu. Namun sebenarnya tidak terdapat yang umum. melainkan sifat-sifat yang terdapat pada hal-hal yang kongrit. Disamping itu manusia adalah bagian dari alam. Menurut aliran ini bahwa dasar yang sedalam-dalamnya bagi semua hal yang ada di alam ini ialah atom. yang dipusatkan pada cara hidupnya. Mater pertama adalah prinsip yang sama sekali tidak ditentukan dan terbuka untuk menerima bentuk. Dengan demikian orang yang dapat dikatakan bijaksana ialah orang yang dapat mengatur nafsunya untuk menselaraskan hidupnya dengan harmoni alam. Yang sungguh-sungguh ada hanyalah yang dapat dicapai oleh pancaindra. dan bentuknya suatu benda kongrit merupakan benda tertentu. Begitu pula pengetahuan umum. yang tidak sama dan hanya memandangyang sama. Aturan yang ada di alam ini timbul dari alam. sehingga jaman itu disebut jaman Hellenisme. Ajarannya didasarkan pada etika dan logika. 1. Dengan demikian orang yang dikatakan bijaksana adalah apabila orang tersebut dapat mengatur hidupnya menurut budinya.4 bahan). Pada waktu itu kebudayaan Yunani berkembang ke seluruh wilayah kekuasaan Alexander Agung (Romawi). Cara budi untuk mencapai pengetahuan umum dengan mengabstraksi obyek-obyek kongrit. Pengetahuan budi ini oleh Aristoteles disebut idea tau pengertian. Pada umumnya pemikirannya hanya didasarkan pada pemikiran yang sudah ada. dan aturan ini yang merupakan nasib. melainkan yang membimbing ke ilmu. Oleh karena itu tidak mungkin ada hidup setelah badan tidak ada. dan ini tidak ada kaitannya dengan kekuatan dewa (Tuhan). Jadi pengetahuan budi merupakan putusan yang terdapat pada ilmu.Hal ini terjadi pada masa kejayaan Alexander Agung (323 SM) ketika menguasai seluruh wilayah Yunani. Idea tau pengertian ini bukan realitas tersendiri di dunianya sendiri. bermacammacam dan berubah-ubah. sedangtkan bentuk ialah prinsip yang menentukan. yang didirikan oleh Zeno. dan mungkin keduanya sesuai dengan obyeknya. Karena gerak atom maka terjadilah bermacam-macam benda. Agar manusia di dunia ini dapat hidup dengan tenang maka orang tidak perlu takut baik kepada . Kedua pengetahuan ini adalah pengetahuan sesungguhnya. karena ilmu hanya mengenai yang umum. Budi mengolah pengetahuan yang dikenal melalui pancaindra tersebut dengan meninggalkan yang bermacam-macam. Aliran-aliran yang muncul pada jaman itu antara lain: Stoisme. jenis tertentu (seperti hewan tertentu atau tumbuh-tumbuhan tertentu) akibatnya dapat dikenal oleh rasio. Jaman Hellenisme Semenjak sepeninggal Aristoteles tidak ada ahli piker yang menyamai dia. mutlak dan tetap.

Neoplatonisme. Demikian pula tentang kematian. maka dapatlah ia naik dan kembali kepada “Yang Satu”. Namun didalam tumbuh dan berkembangnya filsafat Yunani di Benua Eropa dalam suasana lain. Proses ini tidak akan merubah atau mengurangi sedikitpun kesempurnaan ‘Yang Satu’ (Tuhan). karenaapabila manusia mati jiwanya ikut mati. yaitu dimilikinya pengetahuan segala sesuatu secara mendalam. Walaupun demikian filsafat Yunani telah menghasilkan pandangan hidup ataupan dangan dunia. karena pada waktu itu Injil belum diturunkan. FILSAFAT EROPA 2. 1. Namun pada abad Permulaan agama merupakan sesuatu yang amat utama. yang memungkinkan tumbuh dan berkembang menjadi rindang. melainkan tunasnya yang baru. berbuat adil. Semula di dalam filsafat Yunaniorang sengaja mencari kebijaksanaan melalui budinya. Karena segala sesuatuyang ada merupakan pancaran dari “Yang Satu” maka tugas manusia ialah untuk kembali kepada “Yang Satu”. Semua makhluk yang ada di dunia ini merupakan pancaran dari ‘Yang Satu’ (Tuhan). yaitu dari atas ke bawah dan dari bawah ke atas. Tokoh aliran ini ialah Plotinos (204 – 270). Oleh karena itu dalam realitasnya terdapat gerakandua arah. maka besar pengaruh alam pikiran Yunani kepada Romawi. sampai pada pengetahuan ide-ide. Tetapi apabila terlalu banyak kesenangan orang menjadi gelisah. sehingga dapat mengatasi segala pikiran dan kesadaran sampai pada ketakjuban yang bahagia. Dari roh muncul jiwa. Dikatakan demikian karena alam pikiran Eropa merupakan sesuatu yang baru. melainkan filsafat eropa menyatakan adanyaunsur baru.5 marah dewa. yang ada dalam dirinya sendiri). Halini dapat dipahami bahwa pada waktu itu orangorang Yunani berfilsafat belum mengenal wahyu sejati (Injil). Manusiadapat hidup bahagia apabila kesenangannya dapat terpenuhi dengan bebas. menyelami diri sendiri secara sempurna (menyelami “Yang Satu”. Semula dari ‘Yang Satu’ muncul roh yang menjiwai alam semesta. dan setelah dikuasai oleh kerajaan Romawi. Untuk dapat mencapai “Yang Satu” itu harus melalui tiga tahap. Orang tidak perlu takut mati. mati maupun kepada nasib. Filsafat Abad Permulaan danAbad Pertengahan SetelahYunani mengalami kemegahan serta menunjukkan adanya hasil budaya yang tinggi. dan dari jiwa muncul materi. dan berani mengendalikan diri. yaitu: Pertama pencucian diri. Ini bukan berarti bahwa filsafat Eropa berlainan sama sekali dengan filsafat Yunani.Namun apabila manusia tertarik oleh dunia dan segala tenaga beserta pikirannya tercurah pada dunia. yaitu suatu ajaran filsafat yang berusaha untuk menghidupkan kembali ajaran-ajaran Plato yang telah dipengaruhi oleh aliran-aliran filsafat lain. yaitu berbuat kebajigan. 2. namun pohon filsafat itu bukan merupakan pohon baru dan lain. Orang dapat dikatakan bijaksana apabila dapat membatasi diri. maka lupalah dia akan derajat yang sejati. Wahyu atau firman Tuhan merupakan unsur baru. sehingga pada waktu itu di Eropa muncul dua aliran yaitu: . Ibarat matahari meskipun telah memancar-kan sinar namun tidak akan kehabisan sinar. terutama dalam mencari kesenangan rohani. penerangan. Ketiga. Ia menyatakan bahwa semua yang ada di alam ini berasal dari ‘Yang satu’. Kedua. memiliki pengetahuan yang baik. Sebaliknya apabila manusia dapat memandangi keindahan dunia dengan sewajarnya. karena segala sesuatu yang terjadi di alam ini diakibatkan oleh gerak atom. dan semua yang ada ini berusaha untuk kembali kepada ‘Yang Satu’.

Manusia sebagai . Dengan kata lain bahwa Renaisance ini merupakan yang menjebatani antara abad pertengahan dengan abad modern. Anggapan dari aliran ini bahwa satu-satunya kebijaksanaan ialah kebenaran yang difirmankan Tuhan. Filsafat modern ini meliputi dua jaman yaitu jaman yang disebut Renaissance dan Aufklarung. 2. Menu-rut mereka hanya pengetahuan yang berlandaskan pengalaman itu yang sempurna. 2. Aliran ini dalam permulaan sejarah Eropa disebut patristik dengan tokoh Tertulinus (160 – 222) dan Agustinus (354 – 430) Pada jaman kekuasaan Karl Agung. Petrus Abaelardus (1079 – 1143) dan Thomas Aquino (1225 – 1308). 1. didirikanlah sekolah-sekolah calon pemimpin gereja (masyarakat katolik). kebebasan tindakan perasaan dan kehendak. baik yang tertulis maupun yang tidak tertulis. 2. Sebagai dasar munculnya aliran baru tersebut ialah kesadaran individu tentang yang kongrit. Yang menjadi inti persoalan pada waktu itu ialah tentang adanya Tuhan.6 a.13 sistem filsafat di Eropa dapat dikatakan merupakan keseluruhan yang ditandai dengan munculnya aliran-aliran baru. 2. maka kebijaksanaan manusia juga berasal dari Tuhan. etika dan politik dengan menggunakan sarana filsafat. Renaissance Renaissance (kelahiran kembali) adalah suatu masa yang mendahului munculnya jaman modern. terutama kepada manusia. Orang tidak menganggap lagi bahwa dirinya sebagai viator mundi (orang yang berziarah ke dunia) melainkan sebagai faber mundi (orang yang menciptakan dunia). antropologi. Jaman ini sering disebut jaman subyektivitas. karena filsafat Yunani dianggap kebijaksanaan kafir. Diakui bahwa budi dapat mencapai kebenaran. agama Katolik menyebar di seluruh Eropa. hubungan iman dengan akal budi. b. karena manusia adalah ciptaan Tuhan. namun tidak diakui bahwa seluruh filsafat Yunani mencapai kebenaran. satu persatu. Pada jaman ini orang berkeinginan untuk mengembalikan kebudayaan kuna. Manusia di dewa-dewakan. Filsafat Modern Pada abad ke. Aliran kedua ini juga menerima metode-metode filsafat untuk mencapai kebenaran. Aliran yang menolak filsafat Yunani. yang akan mencapai pengetahuan sesungguhnya. melainkan kepada dunia. Sedangkan ahli-ahli pikir waktu itu seperti Anselimus (1033 – 1109). Untuk memperlancar misinya. baik untuk menyebarkan agama Katolik maupun untuk meperdalam pengetahuan agama. Dalam perkembangan selanjutnya muncullah orang-orang cerdas dari kalangan masyarakat katolik yang kenal benar filsafat Yunani. Diantara mereka itulah para pemipin masyarakat Katolik (gereja) yang disebut bapa atau pater (Latin). karena mereka beranggapan bahwa kebuadaan lama adalah kebudayaan yang sempurna. yang terjadi di Eropa. Aliran yang menerima filsafat Yunani sebagai kebijaksanaan manusia. Yang diajarkan pada waktu itu ialah artes liberares (seni merdeka) dan dialektika (meliputi seluruh filsafat). hakikat Tuhan. sehingga pada jaman itu disebut jaman Scholastik. Pada waktu itu di Eropa telah terjadi organisasi masyarakat Katolik yang teratur. pengamatan. karena seluruh sejarah filsafat pada jaman ini dapat dilihat sebagai suatu rantai perkembangan pemikiran mengenai subyektivitas. Orang tidak lagi memusatkan perhatiannya kepada Tuhan dan surga. dan tidak boleh dikatakan bahwa filsafat Yunani itu seluruhnya keliru. Mereka kemudian menggunakan kebijaksanaan untuk mengabdi kepada agama. Katolik. Semua filsafat pada jaman ini menyelidiki segi-segi subyektivitas manusia ”aku” sebagai pusat pemikiran. di sana sini merupakan tujuan adanya sehingga aliran ini disebut humanisme.

Menurut dia bahwa pengetahuan diperoleh melalui pengalaman. Empirisme Empirisme berpendapat bahwa ilmu pengetahuan yang berguna. Sedangkan pengetahuan dengan menggunakan akal hanya berupa . 1). Seluruh azas filsafatnya bersifat praktis untuk menguasai hukum-hukum (kekuatan-kekuatan) alam. Semenjak jaman inilah ilmu berkembang dengan pesat. sehingga terbentuk filsafat materialisme. Metode induksi yang dia terapkan ialah dengan mengamat-amati alam semesta tanpa prasangka.1626). yaitu suatu ilmu pengetahuan tentang efek-efek (akibatakibat. dan benar itu diperoleh melalui indranya. maka kemudian dibuat ringkasan (rangkuman). bahkan merupakan satu-satunya dasar dan sumber pengetahuan. Selain itu pada masa kini orang memandang adanya dua sumber pengetahuan yaitu pengalaman (empiri) dan akal (rasio). Dpl. Dalam perkembangan selanjutnya terjadilah penyempurnaan pemikiran yang dialami oleh beberapa tokoh. Dengan demikian maka metode ini akan naik dari pengenalan fakta ke pengenalan hukum hingga bentuk-bentuk tertentu yang lebih tinggi dan bersifat tunggal. Diantara mereka itu adalah: Francis Bacon (1561. Dia peletak dasar ilmu pengetahuan yang baru.7 individu (perorangan) dan kongrit menjadi pusat pandangan dan pengetahuan. Thomas Hobes (1588 – 1679). Empiri (pengalaman) memegang peranan amat penting bagi pengetahuan. Dia menggunakan metode induksi. namun ada juga diantara mereka yang berfilsafat serta mengadakan sistem filsafat. Dalam menyusun sistem filsafat dia menggunakan metode ilmu alam yang bersifat matematis. Pada umum-nya kaum empirisme ini tidak mau berfilsafat. metode induksi ini merupakan suatu proses penyisihan (pelenyapan) mengenai semua sifat yang tidak termasuk sifat tunggal. penampakan-penampakan) seperti yang kita peroleh dengan merasionalisasikan pengetahuan yang kita mliki dari sebab-sebab asalnya (pengalaman. pasti. Menurut Bacon metode empiris ini dapat menunjukkan bagaimana menyusun data-data yang telah diamati dan diperlukan bagi ilmu pengetahuan. Setelah itu menetapkan fakta-faktaber dasarkan percobaan-percobaan yang dilakukan berulang kali dengan berbagai macam cara. Pengalaman ini yang memberi jaminan kepastian. yang bermanfaat untuk hidup. Tugas ilmu pengetahu-an ialah untuk mengusahakan penemuan-penemuan yang dapat meningkatkan kemakmuran hidup. Suatu benda jatuh dalam ruang kosong kecepatannya tetap. namun apabila dalam ruang yang ada gerak hawa yang berlawanan dengan gerak kejatuhan maka kecepatannya berubah. Pengetahuan yang sebenarnya ialah pengetahuan dari dunia fakta (alam) yang diteri-ma melalui indranya. Apabila fakta-fakta tersebut telah ditetapkan. Oleh karena itu pengalaman merupakan sumber pengetahuan sejati. Nikolaus Kopernikus menyatakan bahwa Matahari berada di pusat jagat raya. pengamatan). Dia berusaha mempersatukan empirisme dengan rasionalisme matematis. Menurut dia filsafat adalah ilmu pengetahuan bersifat umum. Karena dia takut dikucilkan dari gereja maka pendapatnya baru diterbitkan setelah dia meninggal dunia. melainkan harus menyusun dan mengaturnya. dan bumi memiliki dua macam gerak yaitu perputaran sehari-hari pada porosnya dan perputaran tahunan mengelilingi Matahari. demikian pula metodenya. Galileo Galilei menemukan pentingnya akselerasi. yaitu perubahan kecepatan dalam arah besarnya maupun arah geraknya. Namun pada umumnya orang memberikan tekanan pada salah satu dari keduanya tersebut sehingga timbul dua aliran yang saling bertentangan yaitu aliran empirisme dan aliran rasionalisme. Kita tidak boleh hanya mengumpulkan fakta-fakta saja.

Yang menyebabkan kita dapat memiliki pengetahuan yang tepat (substansi) itu tidak lain dikarenakan perulangan pengalaman yang sering kali terjadi. Sebagai bahan kritikan ialah pengertian substansi dan kausalitas (sebab akibat). Dia ingin menyelidiki pengetahuan manusia. karena menggunakan prinsip-prinsip empirisme dengan carapaling radikal. namun halnya sendiri tidak dapat kita kenal. Misalnya ada pukulan kemudian ada rasa sakit. karenayang benar-benarnyata hanyalah gerak dari bagian kecil benda itu. Sedangkan sensation merupakan sesuatu yang mempunyai hubungan dengan dunia luar. Pernyataan ini sesungguhnya tidak benar. Pengertian umum hanya nama saja bagi gambaran yang ada dalam ingatan kita. Sedangkan yang bersentuhan dengan kita adalah sifat-sifat atau gejala-gejala dari hal tersebut. Pengetahuan hanya disebabkan oleh pengalaman kita. Yang kita kenal hanyalah urut-urutan kejadian. dan realitas yang bersifat bendawi tidak tergantung pada gagasan. Namun setiap pengetahuan harus diawali dengan sensation. Segala kejadian adalah gerak. Tujuan filsafati ialah untuk mencari sebab-sebab dengan menggunakan pengertianpengertian yang menggambarkan fakta-fakta yang diungkapkan dengan kata-kata. yang kemudian kita mengatakan bahwa yang menyebabkan rasa sakit adalah pukulan. Dunia adalah keseluruhan sebab akibat. Hobes termasuk seorang filosof materialis pertama yang menerangkantentang ’yang ada’ secara mekanis. Menurut Hobes tidak semua benda yang diamati itu nyata. Selain itu Hobes dikenal seorang penganut sensualisme karena mengenai pengetahuan dia menguta-makan sensus (indra) dan pengetahuan yang benar baginya hanyalah pengetahuan indra. seperti kertas putih (merupakan tabula rasa) yang seluruh isinya berasal dari pengalaman.Dikatakanmaterialis karena segala yang ada bersifat bendawi. Pengalaman adalah seluruh totalitas pengamatan yang disimpan dalam ingatan yang digambarkan dengan harapan masa depan. termasuk kesadaran.8 pengertian-pengertian tentang gambaran atau tanda-tanda yang dimiliki oleh jiwa dan diucapkan dengan kata-kata. 2). Rasionalisme . David Home (1711 – 1776). namun tidak dapat meraih dan tidak dapat mengerti yang sesungguhnya. Kesan tersebut disebabkan oleh hal diluar kita. karena jiwa manusia itu waktu dilahirkan masih bersih. Menurut dia bahwa seluruh pengetahuan kita tidak lain adalah jumlah dari pengalaman kita. Oleh karena itu setiap pengetahuan dapat diperoleh karena terjadi kerja sama antara sensation dan reflection yang akan menghasilkan ide-ide tunggal. Begitu pula mengenai pengetahuan yang tetap dan umum. Dia menganalisa pengertian substansi. Reflection ialah pengenalan intuitif yang memberikan pengetahuan yang lebih baik dan lebih penuh pada manusia. Dia menggunakan istilah reflection dan sensation. Oleh karena itu manusia tidak lebih dari suatu bagian alam yang mengelilingi-nya. Di dalam budi kita tidak ada sesuatu ideyang tidak sesuai dengan kesan. itu semuanya tidak ada. Sedangkan gejala benda yang menunjukkan sifat benda itu ternyata hanyalah perasaan yang ada pada si pengamat. Namun anggapan ini sebenarnya tidak ada. dan ini hanya khayalanbelaka. Kita merasa sakit setelah ada pukulan. Dia dikenal sebagai seorang empirisme yang konsekuen. sehingga kita beranggapan bahwa kita mempunyai pengertian sesuatu hal. sampai sejauh mana dapat mencapai kebenaran dan bagaimana cara mencapainya. Namun pengalaman batin ini apabila tanpa sensasi manusia tidak dapat memiliki suatu pengetahuan apapun. Dari peristiwa itu muncullah asosiasi antara pukulan dan rasa sakit. John Locke (1632 – 1704). Dia menggabungkan teori empirisme dengan ajaran rasionalisme.

a). Dengan keragu-raguan ini segera tampak kepastian dan kebenaran yang tidak perlu diragukan lagi. Sifat substansi tersebut mutlak tidak terbatas. yang essensinya ialah ada-nya. Oleh karena itu segala yang dipikirkan tentu ada padanya. pemberian Tuhan sebagai pedoman hidup maka tidak mungkin salah. Sebagai contoh ilmu pasti. Spinoza (1632 – 1677). Pengalaman hanya dipakai untuk meneguhkan pengetahuan yang telah didapat oleh akal. merupakan pemberian Tuhan sebagai bekal hidup sebelum orang itu dilahirkan. Allah sebagai wujud yang sama sekali sempurna. karena cogito adalah jelas dan terpilah-pilah. baik ilmu maupun filsafat. Hal ini dikarenakan bahwa tidak ada pangkal dan metode yang sama. Ia ragu-ragu terhadap segala sesuatu. karena kesadaran tampak pada tindakan budi yang menjadi pangkal untuk bertindak selanjutnya. Ketiga ide bawaan itu ialah pemikran. Tindakan budi yang terang benderang ini adalah bawaan. yang pasti dan dapat dipercaya. dengan membuang jauh segala kepas-tian. Aku adalah sesuatu yang berpikir. Yang benar hanyalah tindakan budi yang terang benderang (idees claires et distinctes). dengan alasan bahwa pengetahuan yang diperoleh melalui rasio memenuhi persyaratan ilmiah dengan menerapkanmetode deduktif. serta untuk mengadakan sistem filsafat. Rasio akan membawa orang kepada kebenaran dan memberi pimpinan dalam segala pikiran. Sebagai dasar segala-galanya diterimanya sesuatu yang mutlak. suatu substansi yang seluruh hakikat dan tabiatnya terdiri dari pikiran yang keberadaanya tidak memerlukan tempat (sesuatu yang bersifat bendawi). Pemikiran. bahkan dirinya sendiri diragukan. Karena idea terang benderang ini bawaan. tidak terbatas. Allah dan keluasan. c). Dia dijuluki bapak filosof modern. tidak lain adalah Allah. Keluasan. . . Tokohtokoh rasionalisme ini antara lain: Rene Descartes (1596 -1650). Keragu-raguan ini adalah suatu cara berpikir. Oleh Descartes hal ini dirumuskan cogito ergo sum (saya berpikir maka saya ada). Ia mulai menggunakan metode baru yang disebut metode keragu-raguan. Saya memahami diri saya sebagai mahkluk yang berpikir harus diterima juga bahwa pemikiran merupakan hakikat saya b). Descartes berpendapat bahwa dalam dirinya dapat ditemukan tiga ”ide bawaan” (innateideas) yang sudah ada pada dirinya sejak manusia itu lahir. yang terdapat pada idea. yang tidak berdasarkan pada yang lain. Karena saya mempunyai ide ’sem-purna’ ini diakibatkan oleh adanya wujud yang sempurna.9 Rasonalisme beranggapan bahwa sumber pengetahuan yang dapat dipercaya hanyalah akal (rasio). Materi sebagai keluasan (ekstensi) sebagaimana hal itu dilukiskan dan dipelajari oleh ahli-ahli ilmu ukur. Menurut dia tidak ada keterangan yang memuaskan. yang dijamin oleh Tuhan. Bahkan filsafat yang dimajukan sering bertentangan satu sama lain.Kepastian yang terdapat pada kesadaran inilah yang dijadikan pangkal pikiran dan filsafat. Cogito (aku berpikir) adalah pasti. sebab yang berpikir itu ada yaitu saya. Ini adalah pengetahuan lamgsung yang disebut kebenaran filsafat pertama (primum philosophicum). yang disebut substansi. Oleh karena itu ciri khas kebenaranya dapat dipastikan ”jelas dan terpilahpilah”. Dengan keragu-raguan ini maka nampaklah pada dirinya bahwa ia berpikir. Menurut dia aturan hukum yang terdapat pada semua hal tidak lain adalah aturan hukum yang mutlak. Dia mencita-citakan suatu sistem yang berdasarkan rasionalisme.

sedangkan satu sama lain tidak ada hubungannya. baik mengenai unsur-unsur positif maupun unsur-unsur negatif. Aufklarung (Pencerahan atau Fajar Budi). Hubungan antara jiwa dengan tubuh. Pada umumnya sikap Pencerahan memusuhi atau paling tidak mencurigai agama wahyu. Kedua-duanya merupakan satu kasatuan yaitu dalam substansi tunggal. sehingga segala sesuatu dapat berjalan dengan sesuai dengan hukum-hukum tersebut. Menurut dia banyak terdapat substansi dan jumlah substansi itu tidak terhingga. Jiwa merupakan monade dan tubuh terdiri dari banyak monade. Dengan demikian jaman Pencerahan merupakan tahap baru dalam proses emansipasi ahli-ahli pikir di Barat. Jiwa dapat bekerja sama dengan tubuh. Leibniz (1646 – 1716). 2. karena Tuhan mengadakan ’harmoni’ antara monade-monade (satu keseluruhan yang ditentukan sebelumnya). Pada saat penciptaan monade diatur sedemikian rupa sehingga peristiwa dalam suatu monade ada reaksinya terhadap monade yang lain. termasuk agama Kristen ditaklukkan akal. Metode yang digunakan dalam filsafat ialah metode induksi dengan berpangkal dari gejala-gejala. Aufklarung adalah nama suatu jaman yang meliputi abad ke. Atas dasar pendapat tersebut dia menentang segala kepercayaan yang berdasarkan wahyu. dimana manusia mencari cahaya baru dalam rasionya. 2. Keyakinan yang asasi yaitu: . Salah satu gejala pencerahan yang muncul dalam alam filsafat di Inggris dikenal ’deisme’ (suatu aliran yang mengakui adanya yang menciptakan alam semesta ini. 2. Pemikiran pada jaman itu sangat dipengaruhi ilmu pengetahuan alam dari Issac Newton yang memberikan landasan dasar kepada fisika klasik dan menjanjikan suatu perkembangan yang tiada batasnya. Jiwa merupakan ’monade’ tetapi juga materi yang terdiri dari banyak ’monade’.10 Ada dua sifat substansi yaitu budi (jiwa. Contoh dua arloji yang menunjukkan waktu dengan cara yang persis sama. Eduard Herbert (1581 – 1648). Kesalahan manusia tersebut ialah karena manusia tidak mau memanfaatkan akalnya. Menurut Herbert bahwa akal memiliki otonomi mutlak di bidang agama. Manusia dapat menenuaika tugasnya untuk berbakti kepada Tuhan dengan hidup yang sesuai dengan hukum-hukum akali. karena masingmasing monade tertutup. Pemikiran Berkley bermuara pada idealisme yang olehnya disebut imaterialisme. yang masing-masing mengandung segala macam dan tingkatan ada. Menurut Immanuel Kant Aufklarung adalah jaman manusia keluar dari keadaan akil balik yang disebabkan oleh kesalahan manusia sendiri. . Pandangan Herbert ini kemudian dikembangkan lebih lanjutsekitar akhir abad ke. Hal ini dikarenakan bahwa Tuhan telah memasukkan hukum-hukum dunia kedalamnya. tetapi setelah alam semesta diciptakan Tuhan menyerahkan alam semesta ini kepada nasibnya sendiri). Dia adalah tokoh Pencerahan di Inggris. Substansi itu ia beri nama ’monade’.18 yang diawali jaman renaissance. Satu monade tidak dapat mempengaruhi monade yang lain. Oleh karena itu semboyan orang pada waktu itu: ”Hendaklah anda berani berpikir sendiri”. dan mencoba untuk mengembalikan kepada beberapa asas (hukum) yang bersifat umum. Dioa menyangkal adanya satu dunia yang ada di luar kesadaran.Monade’ ini tidak bersifat jasmani dan tidak dapat dibagi-bagi. pemikiran) dan keluasan (tubuh). George Berkley (1685 – 1753).17 dan awal abad ke-18. Dia berusaha meneguhkan kebenaran-kebenaran dasar alamiah terhadap segala keraguan dibidang agama. Voltaire menyebutnya jaman Aufklarung ini jaman Pencerahan (jaman akali).

diantaranya materialisme. Keadaan yang baru ini menim-bulkan persoalan baru pula. Dia seorang filsof yang menekankan pada perasaan subyektivitasnya. yang meneruskan azas mekanisme. yang tidak sesat. yang senantiasa berbuat sesuai dengan asas-asas yang tetap. Tidak ada sesuatu kecuali roh yang dalam realitas kongrit adalah pribadi-pribadi yang berpikir. ’Kehendak umum’ ini akan menjadi kekuatan yang memaksa apabila terjadi contact social (perjanjian kemasyarakatan). Pada waktu itu filsafat di Perancis lebih erat hubungannya dengan kehidupan politik. maka ia meninggalkan rasionalisme dan . sosial. Hanya pengamatan yang ada. seperti muncul persaingan dan percekcokan. Oleh karena itu kebebasan harus diambil alih. Jaman prakritis ialah jaman ketika ia menganut rasionalis-me. Kritisisme Immanuel Kant (1724 – 1804) adalah seorang tokoh kritsisme yang hidup pada jaman prakritis dan jaman kritis. Pengamatan terjadi karena hubungan antara pengamatan indra yang satu dengan pengamatan indra yang lain (penglihatan dengan peraba). kepentingan. kepentingan dan kehendak perorangan justru ditetapkan 3). Manusia alamiah adalah manusia yang baik.. Di Perancis hasil pemikiran diberikan dalam bentuk populer sehingga filsafat dapat diterima oleh golongan yang lebih luas. Contact social yaitu apabila orang meninggalkan kehendan. Namun karena terpengsruh oleh David Hume. Menurut Rousseau didalam hidup bermasyarakat keuntungan-keuntungan secara alamiah harus tetap dipelihara. karena usaha mereka untuk membebaskan diri dari keadaan alamiah. dimana kebebasan dan kesamaan yang dinikmati orang pada jaman alamiah tetap dipertahankan sejauh hidup bermasyarakat memungkinkan. dimana hidup perorangan harus digantungkan pada undang-undang sebagai pengungkap-an asli ’kehendak umum’. sedangkan dalam perjanjian biasa hak. ’Kehendak semua orang’ ialah kehendak sebagai hasil kepu-tusan suara terbanyak. Sedangkan obyek yang dikenal adalah penggabungan bagian gambaran yang diamati. sebab kebudayaan meru-sak martabat manusia.11 a. b. Bentuk persekutuan harus ditemukan. Tidak ada perbedaan antara pengalaman lahiriah dengan pengalaman batiniah. Disamping itu ada macam-macam aliran. Yang ada hanyalah benda-benda yang diamati. Pengertian ’kehendak umum’ harus dibedakan dengan ’kehendak semua orang’. sedangkan ’kehendak umum’ ditentukan pada kepentingan umum yang senantiasa mengikuti hal-hal yang benar. Menurut dia pengeta-huan kita bersandar pada pengamatan. sedangkan pengamatan identik dengan gagasan yang diamati. Jean Jacques Rousseau (1712 – 1778). Pangkal pikir Berkley terdapat dibidang teori pengalaman. namun di dalam menghambakan diri pada perasaan meng-gunakan akalny yang tajam. Realitas itu terletak di dalam pengamatan. Hal ini yang menyebabkan filsafatnya memasuki pandangan umum dan memberikan pimpinan dalam kejadian-kejadian kema-syarakatan. Manusia yang biadab lebih tinggi bila dibandingkan dengan orang Perancis yang beradab. d. Tidak ada perbedaan antara dunia rohani dengan dunia badani. dan hak-hak sendiri. dan kebudayaan. c. Di luar pengamatan tidak ada benda kongrit. manusia yang dilahirkan dari kandungan alam. Menurut Rousseau kebudayaan bertentangan dengan alam. Oleh karena itu perlu menciptakan aturan-aturan guna melindungi milik pribadi. Kesengsaraan yang diderita oleh orangpada waktu itu dipandang sebagai hukum surga. Segala realitas diluar manusia tergantung pada kesadaran. Gambaran ini tidak menggambar-kan sesuatu realitas yang adadi luar kita.

c. yaitu unsur-unsur yang lepas dari pengalaman (Descartes dengan ideaidea bawaan). Kritik ini dianggap sebagai usaha untuk mendamaikan rasionalisme dengan empirisme. melainkan hanya dituntut. Oleh karena itu subyek merupakan pusat segala tindakan. dan kemudian yang sama sekali lain. dapat disadari dan merupakan suatu keseluruhan. Pengerian umum adalah hasil pembentukan budi. Ada tiga hal yang harus diandaikan agar tingkah laku kita tidak menjadi mustahil. dan subyek mengenal mendapat perhatian istimewa dari filsuf-filsuf berikutnya. Empirisme menekankan unsur aposteriori. tetapi harus diinsafi baik-baik bahwa ketiga hal itu tidak dibuktikan. Rasionalisme mementingkan unsur apriori dalam pengalaman. Tujuan bersifat subyektif apabila obyeknya diarahkan kepada dirinya sendiri.12 menyusullah kritisisme. maksudnya mengerti persesuaian kedua kawasan. Kritik der praktischen vernunft (kritik atas rasio praktis). 3. imortalitas jiwa dan adanya Tuhan (Allah). yang mutlak. Dari masing-masing pandangan tersebut berat sebelah. kemudian dioleh ole budi. Pengetahua umum harus melalui indra. Subyek merupakan sesuatu yang kongrit. sedangkan tujuan bersifat obyektif apabila terdapat keselarasan antara satu sama lain dari benda-benda alam. 4). Perintah ini sifatnya mutlak (imperatif katagoris) yang tidak mengenal pertanyaan ”untuk apa?” Misalnya ”Jangan mengambilmilik orang lain”. 2. Aliran ini disebut kritisisme karena setelah terpengaruh oleh David Hume (empirisme) membawa keragu-raguan terhadap budi. Kelainan sifat filsafat sesudah Immanuel Kant ini dapat disebut filsafat dewasa ini. Idealisme . Kritisisme ialah pemikiran yang dimulai dengan menyelidiki kemampuan dan batasbatas rasio. tetapi apa syarat-syarat untuk mencapai kebenaran? Maka Kant akan mengadakan penyelidikan (mengadakan kritik) pengetahuan budi serta diterangkan mengapa pengetahuan budi itu mungkin. Tiga kerangka utama yang disebut kritisisme ialah: a. Yang dimaksud rasio praktis ialah rasio yang memberi perintah kepada kehendak kita (mengatakan apa yang harus kita lakukan). Ketiga hal tersebut ialah kebebasan kehendak. Kritik der urteilkraft (kritik atas daya pertimbangan). Pada jaman ini Kant mengubah wajah filsafat secara radikal. 2. Filsafat Dewasa ini Pada jaman ini perasaan subyek sangat besar. Dari individu mereka mencoba untuk bertemu dengan bukan aku. tertentu dan lain dar pada yang lain. Immanuel Kant mengakui bahwa budi dapat mencapai kebenaran. yaitu unsur-unsur dari pengalaman (Locke dengan ’tabula rasa’). Ketigahal ini oleh Kant disebut ’ketiga postulat dari rasio praktis’ yang diterima sebagai kepercayaan. berpikir. Dengan demikian bukan budi yang mengarahkan kepada benda.Tujuan bisa bersifatsubyektif dan bisa bersifat obyektif. Kritik der reinen vernunft (kritk rasio murn)i. maka bisa juga. Pertanyaan Kant :”Bagaimana ’keharusan’ itu mungkin. yaitu kawasan keperluan mutlak dibidang alam (kritik atas rasio murni) dan kawasan kebebasan dibidang tingkah laku (kritik atas rasio praktis) dengan menggunakan konsep finalis (tujuan). dan apa yang memungkinkan ’keharusan’ itu? Prinsip pokok ialah apabila kita harus. Das ding an sich (benda dalam dirinya sendiri) merupakan masa berikutnya. melainkan bendalah yang mengarahkan kepada budi untuk dibentuk. b. Kemudian Kant berusaha untuk menjelaskan bahwa pengalaman manusia itu merupakan perpaduan (sintesa) antara unsur-unsur apriori dengan unsur-unsur aposteriori. kongrit.

GWF Hegel (1770 – 1831). Sumber ini tidak boleh dianggap subyek atau obyek. dan GWF Hegel. Realitas seluruhnya adalah proses pemikiran yang memikirkan dirinya sendiri. atau suatu realitas obyektif. Filsafat Hegel menggunakan metode dialektika. Artinya luas rasio sama dengan luas realitas. Dengan kata lain bahwa realitas seluruhnya harus dianggap menciptakan dirinya sendiri (self creating). namun bagi Schelling . Roh selalu hadir dalam alam dan alam selalu hadir dalam roh. Menurut Fichte dualisme yang terdiri dari aku terhingga dan non-aku didamaikan lagi dalam praktis moral. Dualisme itu perlu agar praktis moral dapat dijalankan. Aktivitas Aku Absolut menghasilkan non-aku (alam semesta). Seluruh realitas bersifat subyektif sebagai hasil aktivitas subyek. Bukanya rasio manusia perseorangan. Oleh karena itu dalam diri manusia Allah menjadi sadar akan dirinya. Fase pertama tesis. Menurut dia realitas seluruh rasio harus disetarakan dengan satu subyek sehingga dalil Hegel berbunyi Semua yang riel bersifat rasional. Yang dimaksud subyek bukan perorangan tertentu. Tiga penganut idealisme ini antara lain: Johan Gottlieb . Perkembangan pemikiran Schelling dapat dibagi dalam beberapa periode. Baru pada manusia aktivitas Subyek absolut itu menciptakan kesadaran. Aku Absolut mengadakan non-aku untuk menciptakan bahan bagi aktivitas moral. sebagai suatu proses yang terus berkembang. Oleh karena itu alam tidak ditempatkan di bawah roh. Pada filsafat Fichte alam (non-aku) adalah hasil roh (Aku Absolut). dan alam maupun manusia merupakan syarat untuk mencapai kesadaran dirinya. Hegel sangat mengutamakan rasio. dan aku terhingga merupakan buah hasil dari itu juga. yang disebut Identitas Absolut atau Indeferensi Absolut. Menurut dia bahwa filsafat harus berpangkal dari suatu perbuatan Aku Absolut. Menurut dia bahwa filsafat merupakan ilmu yang mendasari ilmu-ilmu lain sehingga disebut ”wissenschaftlehre” (ajaran tentang pengeta-huan). Prosesnya terdiri dari tiga fase. yaitu mendamaikan antara beberapa pendapat yang satu sama lain saling berlawanan. Taraf pemikiran inilah yang dianggap sebagai penghubung filsafat Fichte dengan filsafat Hegel. material maupun spiritual. Di sini perlu dibatasi yang bisa disebut filsafat identitas. sedangkan yang dimaksud metafisika monistis yaitu metafisika yang sangat menekankan pada kesatuan realitas seluruhnya. roh (Aku Absolut) tidak memiliki preoritas terhadap alam atas atau alam sebaliknya.13 Para idealisme menyangkal adanya ’Das ding an sich’(realitas pada dirinya sendiri). Filsafat Hegel ini dalam aliran sastra disebut ”Romantika”. Dengan cara ini Fichte mendamaikan pertentangan antara rasio teoritis dengan rasio praktis (yang terdapat pada Kant). . FWJ Schelling. Tindakan aku Absolut ini serentak mengadakan diri sebagai aku yang dibatasi non-aku. Dasar pemikiran mereka bahwa realitas seluruhnya (termasuk alam dan manusia) merupakan buah hasil aktivitas Subyek Absolut (aktivitas rohani) yang sifatnya tidak terhingga. Namun hasil ini diperoleh dengan cara tidak sadar. karena semua bentuk perlawanan terdapat dalam bentuk kesatuan yang belum terpisahkan. dan semua yang rasional bersifat riel”. namun alam dan roh seakan-akan membentuk kutub yang derajatnya sama. Ada tiga sistem idealisme yang dapat dipandang sebagai metafisika monistis. Dari identitas Absolut ini keluarlah alam serta roh dengan realitasnya. sehingga idealisme Fichte disebut idealisme praktis. JG Fichte (1762 – 1814). namun dalam periode terahkir ia mencurahkan perhatiannya pada agama dan mistik. Dengan kata lain non-aku (alam semesta) merupakan buah hasil aktivitas Aku Absolut. Aktivitas subyek itu tidak boleh dianggap sebagai pemikiran sadar. Kedua-duanya berasal dari sumber yang netral. melainkan subyek absolut atau Tuhan.Fichte. FWJ Schelling (1775 – 1854). melainkan rasio Subyek Absolut. Dari fase pertama (tesis) ini kemudian muncul fase kedua antitesis (lawan dari tesis).

sedangkan realitas menurut hakikatnya adalah kehendak. Seluruh pikirannya terpusatkan pada evolusi. Jadi prinsip filsafat ialah hukum evolusi yang sama sekali bersifat umum dan diterapkan pada berbagai macam ilmu. Sintesis ini akan menjadi tesis baru yang tingkatannya lebih tinggi. Jalan estetis adalah kesenian. 5). namun kehendak manusia itu tidak pernah dipuaskan. Dengan adanya sintesis ini maka tesis dengan anti tesis menjadi aufgehoben (tidak ada/tidak berlaku lagi). Apabila setiap ilmu menggunakan prinsip-prinsip yang berlaku pada lapangan masing-masing. Pertentangan dari keduanya tersebutakan didamaikan oleh sintesis. . Hal ini mengaki-batkan munculnya bentuk-bentuk hidup yang semakin lama semakin tinggi (contoh manusia adalah salah satu bentuk hidup dari perkembangan tersebut). Oleh karena itu segala mahkluk menghasilkan keturunan yang berlebih-lebihan sehingga diantara mahklukmahkluk hidup tersebut timbul perang untuk hidup. Dia mengajarkan evolusi dan perang untuk hidup (the strugal for live). Contoh ”ada” merupakan tesis. Dia berpendapat bahwa setiap ilmu harus membatasi diri pada pengertian fenomena. Dalam diri manusia kehendak metafisis mencapai kesadaran. Dengan demikian mustahil percobaan-percobaan untuk merancang semua metafisika. Evolusionisme.14 Kemudian munyusul fase ketiga sintesis. Jenis yang tetap dapat hidup dan melang-sungkan keturunannya ialah jenis yang dapat bertahan dalam perang. Tugas filsafat ialah mempersatukan pengertian fenomena. Proses ini akan berlangsung terus menerus. Dengan demikian manusia dapat mencapai kelepasan (nirwana). Untuk mengatasi kesengsaraan tersebut ada dua jalan yaitu jalan estetis dan jalan etis. yaitu bahwa dalam bidang religius kebenaran tidak dapat dicapai. ini sebagian ”ada” dan sebagian ”tidak ada”. khususnya musik. Gagasan-gagasan tentang evolusi menguasai seluruh ilmu pengetahuan. Kebenaran dalam tesis dan antitesis tetap akan disimpan dalam sintesis. maka filsafat harus mencari suatu prinsip yang berlaku untuk segala macam fenomena. pengenalan kita hanya menyangkut fenomena. yang mendamaikan tesis dengan antitesis. dalam bentuk yang lebih sempurna. Schopenhauer memiliki pandangan dunia yang pesimis. yaitu ”menjadi”. Jalan yang paling efektif ialah jalan etis. Aliran ini mengatakan bahwa segala sesuatu akan berkembang menurut hukum mekanikan dengan berlakunya hukum strugal of the life dan survival of the fities.Namun kesenian ini hanya dapat melupakan kesengsaraan yang sifatnya sementara. Menurut dia bahwa yang absolut tidak dapat dikenal meskipun dibelakang fenomena terdapat yang absolut. Kemu-dian muncul ”ketidak adaan” merupakan antitesis. Keturunan yang berlebih-lebihan. Dibelakang fenomena itu tinggal ’the great unknowable’. Tokoh evolusionisme ialah: Charles Robert Darwin (1809 – 1882). Herbert Spencer (1820 – 1903). Ia berpendapat bahwa: a). Dalam perang ini yang lemah tidak bisa bertahan dan tidak dapat melangsungkan kehidupan keturunannya. kecuali hanya mengenal fenomena-fenomena saja karena. sehingga jenis dari mahkluk hidup yang lemah akan musnah. yaitu bahwa hidup di dunia ini sengsara. Gejala biologi yang terus berubah yang tampak pada segala mahkluk hidup/ b). Dia berpendapat bahwa realitas seluruhnya bersifat subyektif. Hukum pewarisan c). Arthur Schopenhauer (1788 – 1860). yaitu dengan memadamkan segala hawa nafsu secara radikal dan melepaskan diri dari segala keinginan. Jenis yang menang dalam perang ini akan mewarisi sifat-sifat yang kuat kepada keturunannya. Dia adalah seorang agnotis.

dan dipandang sebagai gejala yang khusus. kita melakukan seperti apa adanya kemudian berusaha menyusun fakta-fakta tersebut menurut hukum-hukum tertentu. Pada jaman ini pemikiran dapat dibagi menjadi tiga tahap. sedangkan ilmu pengetahuan dibatasi pada bidang gejala saja. ’sebabpertama’ dan ’tujuan terakhir’. Mengenai susunan ilmu pengetahuan. 3.15 Spencer mengartikan evolusi secara mekanis. yaitu ketika orang-orang menganggap bahwa benda-benda berjiwa.matamatika merupakan ilmu paling fondamen-tal dan menjadi pembantu bagi semua ilmu yang lain. Positivisme Positivisme berasal dari kata positif yang berpangkal dari apa yang telah diketa-hui. 6). kemudian kita berusaha untuk menyesuai-kan diri dengannya. Pada jaman ini dihasilkan ilmu pengetahuan yang sebenarnya. Jaman positif yaitu jaman manusia membatasi diri pada fakta-fakta yang disajikan kepadanya. Perbedaanya bahwa positivisme membatasi pada pengalaman obyektif sedangkan empirisme disamping membatasi pada pengalaman obyektif juga pengalaman subyektif (batiniah). Tahap kedua. Sedangkan sosiologi (yang pertama kali dibentuk oleh Comte) merupakan puncak dari segala usaha ilmiah yang mengambil obyek penyelidikan gejala-gejala kemasyarakatan. yang disebut alam. Kemudian kita melihat ke masa depan. Jaman teologis. Jaman metafisi yang sebenarnya hanya merupakan perubahan dari jaman teologis.1857). sehingga aliran ini menolak metafisika dan filsafat. dan setiap dewa mengusai suatu lapangan tertentu (politeisme) c). namun dia tidak mengakui tujuan evolusi sebagai keseluruhan. Kesamaan antara positifisme dengan empirisme ialah bahwa keduanya mengutama-kan pengalaman. orang berusaha menetapkan relasi persamaan atau urutan yang terdapat antara fakta. ketika orang percaya kepada dewa-dewa. Pada kenyataan kongrit dapat dianggap merupakan suatu proses yang tiada henti-hentinya. Ajaran tersebut meliputi tiga jaman yaitu: 1. Ajarannya berkaitan dengan tanggapan perkrm-bangan pengetahuan manusia. Pada jaman ini orang mengarahkan rohaninya kepada hakikat ’batiniah’. dimana materi dan gerak selalu disusun kembali apabila puncak evolusi telah dilewati. gejala apa akan tampak. b). dimana kekuatan adikodrati (dewa-dewa) diganti dengan konsep-konsep dari prinsip-prinsip abstrak dengan pengada-pengada lahiriah. August Comte (1798. Tahap pertama paling bersahaja (primitif). Tahap ketiga yaitu ketika orang mengganti bermacam-macam dewa dengan satu tokoh tertinggi (monoteisme). Menurut diabahwa evolusi merupakan puncak suatuv proses yang kemudian muncul suatu dissolution (penghancuran). Dalam observasi yang menggunakan rasio. yaitu fakta-fakta positif. yaitu: a). Menurut pandangan positivisme. bahwa hukum-hukum gerak mengakibatkan bagian-bagian material mencapai deferensiasi dan integrasi yang semakin besar. Oleh karena itu selaku pencipta sosiologi dia . Semua uraian di luar fakta (kenyataan) dikesampingkan. kemudian disatukan kedalam sesuatu yang bersifat umum. 2. yaitu orang percaya bahwa dibelakang setiap kejadian tersirat suatu kehendak yang khusus. baik manusia perorangan maupun manusiasebagai keseluruhan. Apa yang dapat diketahui scara positif adalah yang tampak.

Ketegangan ini semakin lama semakin . Tokoh-tokoh materialisme. Perbedaan materialisme dengan positifisme ialah bahwa positifisme membatasi diri pada fakta. Kedua golongan ini bertentangan satu sama lain. melainkan untuk mengubah dunia. Pengalaman adalah dasar kesusilaan. dalam beberapa detik masih berdenyut. sedangkan materialisme berangapan bahwa realitas seluruhnya terdiri dari materi. Dia mengingkara prinsip hidup pada umumnya dengan membuktikan jiwa tanpa badan (bahan) tidak akan hidup. oleh karena itu positifisme menolak metafisika. Lametre (1709 – 1751) yang beranggapan bahwa manusia tidak lain dari pada mesin. Tetapi ternyata hidup manusia ini ditetapkan oleh keadaan ekonomi. Hubungan aku dan engkau merupakan inti kebahagiaan. Dalam masyarakat purba muncul tingkatan masyarakat karena keahlian pekerjaan dan adanya milik sehingga munculgolongan orang yang berada (kapitalis) dan orang tidak berada (proletar). seperti yang dianut oleh kalangan ilmu pengetahuan alam. Feuer Bach (1804 – 1872). Menurut dia satu-satunya yang ada ialah alam. Karl Marx (1818 -1883). Pada awalnya masyarakat tidak mengenal pertentangan tingkat masyarakat. Kebahagiaan orang lain sama pentingnya dengan kebahagiaan dirinya sendiri. Oleh karena itu usaha untuk mencapai kebahagiaan dirinya harus mengindahkan kebahagiaan orang lain. Pengetahuan ialah pengalaman. yaitu dengan mengadakan susunan masyarakat yang lebih sempurna. Marx menghubungkan ekonomi dengan filsafat. 7). Materialisme Materialisme adalah suatu pandangan hidup yang mencari dasar segala-galanya termasuk kehidupan manusia di dalam alam kebendaan semata-mata dengan mengesampingkan segala sesuatu yang mengatasi alam indrawi. dan tujuannya cenderung pada alam (cenderung akan kepuasan hidup). Materialisme ini ada dua macam yaitu: a. namun tidak mungkin ada katak tanpa badan. Oleh karena itu setiap benda atau kejadian dapat dijabarkan kepada materi atau salah satu proses materi. Dari Hegel diterima metode dialektika (materialisme dialektika) dan rapat hubungan antara filsafat dengan masyarakat. Semua hasil tindakanhanyalah endapan keadaan ekonomi. demikian pula tentang binatang. Materialisme ilmiah yang meneruskan materialisme masa aufklarung. Dpl bahwa materialisme menganggap yang ada hanyalah materi. yang para pengikutnya menganggap bahwa prinsip materialisme merupakan hasil ilmu pengetahuan . Segala sesuatu yang lain yang kita sebut roh (jiwa) itu tidak merupakan suatu kenyataan yang berdiri sendiri.16 menghantar ilmu pengetahuan masuk ke dalam taraf positif dan praktis. Tugas filsafat bukan untuk menerangkan dunia. b. Kepuasan ialah kebahagiaan manusia dan kesusahan tidak lain usaha untuk mencapai kebahagiaan yang biasanya dilakukan di dunia. sehingga tidak ada bedanya antara manusia dengan binatang. Contoh jantung katak yang dikeluarkan dari tubuhnya. sedangkan badan (bahan) tanpa jiwa dapat hidup (bergerak). sedangkan keadaan ditentukan dalam keadaan sejarah. Dia terpengaruh oleh Hegel dan Feuer Bach. Materialisme yang timbul sebagai reaksi terhadap idealisme. Teorinya diadakan bukan untuk tahu dan mau melainkan untukmengabdi pada tindakan. Dari Feuer Bach diterima cara menerangkan kerohkanian yang jasmani dan mengarahnya segala minat kepada manusia yang hidup dalam masyarakat.

muncullah masa masyarakat tidak bertingkat. Patokan pragmatisme adalah manfaat bagi hidup. tetapi alamkodrat dipandang dari segi kemasyarakata. Satu-satunya bahan (materi) asli adalah ’pengalaman murni’. dan dapat memperkaya hidup serta kemungkinan-kemungkinan hidup. lahir di New York. Menurut James bahwa akal ditaklukkan oleh perbuatan. Menurut dia bahwa tugas filsafat ialah memberikan garisgaris arah perbuatan dalam kenyataan hidup. Adapun masyarakat itu hasil berkembang yang disebut sejarah. Oleh karena itu kesadaran tidak boleh diberi tempat diantara asas-asas pertama. Oleh karena itu penyelidikan dengan nilai adalah suatu instrumen. Jadi informasi tersebut sebagai pembuka jalan baru bagi perbuatan-perbuatan berikutnya. karena gerak sejarah terjadi oleh manusia sendiri. TujuanMarx ialah memberi arah kepada manusia kemana jalan sejarah. berlakuumum. Aliran ini bersedia menerima segala sesuatu asal membawa akibat pragtis. Tokoh-tokoh pragmatisme iala: William James (1842 – 1910). yaitu suatu usaha untuk menyusun suatu teori .Pikiran inilah yang menuju sasaran pengetahuan. Pada masa ini milik adalah ada pada masyarakat. begitu pula kebenaran mistis. bersifat tetap. Menurut James tidak ada kebenaran yang mutlak. John Dewey (1859 -1952). Dengan kata lain perkembangan masyarakat tidak lain adalah perkembangan dari materi (bahan). Menurut Marx manusia terbentuk oleh alam kodrat. yang diperlukan bagi pemikiran kita di kemudian hari. Setelah mendapat informasi kita akan mendapat suatu keyakinan yang disebut ’kepercayaan’ Informasi ini merupakan persiapan yang diperlukan bagi perbuatan. ’Pengalaman murni’ ialah perubahan-perubahan langsung yang terus-menerus dari hidup ini. sedangkan pegangannya ialah logika pengamatan.17 meningkat sehingga meletus revolusi Kaum proletar akan mengambil alih kekuasaan kaum kapitalis. yaitu negara. Penyelidikan berkaitan dengan penyusunan kembali pengalaman yang dilakukan dengan sengaja. Pengalaman pribadi dapat diterima. sedangkan akal dan per-buatan hanya berfungsi sebagai pemberi informasi bagi praktek hidup. Apabila masa diktator proletar ini sudah lewat. Pertimbangan itu benar jika bermanfaat bagi pelakunya. asal bermanfaat. Segala yang kita anggap benar dalam perkembangan pengalaman senanti-asa berubah. 8). Oleh karena itu filsafat harus berpijak pada pengalaman dan menyelidiki serta mengolah pengalamansecara aktif dan kritis sehingga filsafat dapat menyusun sistem norma-norma dan nilai-nilai. dan lepas dari akal yang mengenal. Pragmatisme Pragmatisme adalah aliran yang mengajarkan bahwa yang benar adalah apa yang dapat membuktikan adanya akibat yang bermanfaat secara praktis. Menurut Dewey bahwa penyelidikan adalah tranformasi yang terperinci (terawasi) dari suatu keadaan tak tentu menjadi suatu keadaan tertentu. Hal ini dikarenakan bahwa pengalaman kita berjalan terus. dan di dalam praktek apa yang kita anggap benar dapat dikoreksi oleh pengalaman berikutnya. Negara ini bukan nasional melainkan internasional (kumpulan bangsa-bangsa sedunia). Pemikiran kita berpangkal pada pengalaman dan bergerak kembali menuju pengalaman. Sedangkan yang mendorong perkembangan masyarakat adalah kekuatan-kekuatan materi yang ada pada masyarakat. Nilai pertimbangan kita tergantung pada akibat-nya. Menurut dia bahwa kesadaran adalah sebutan sesuatu yang tidak mewujudkan suatu kesadaran lahiriah. berdiri sendiri.Kesadaran ialah suatu fungsi yang didalamnya terdapat arus gejala-gejala yang berlangsung terus-menerus tiada henti-hentinya.

Filsafat Hidup Filsafat ini munculmenjelang akhir abad ke 19 dan awal abad ke 20. Dari masing-masing bagian menempati tempatnya sendiri-sendiri dan bekerja menurut hukumhukum yangtelah ditentukan. Jagad raya dan manusia dipandang sebagai mesin yang terdiri dari banyak bagian. Pada tumbuh-tumbuhan perkembangan kan-das dalam bentuk-bentuk tanpa kesadaran. Karena akal adalah hasil perkembangan dalam proses hidup. dan berkembangmelawan penekanan materi.18 yang logis dan tepat dari konsep-konsep. Evolusi tersebut berkembang ke arah bermacam-macam. yang menyebabkan lajunya perkembangan industrialisasi. Ilmu yang menyelidiki jiwapun berbuat demikian. yaitu suatu perkembangan yang menciptakan dan meliputi segala kesadaran. kemudian memikirkan kembali unsur-unsur tersebut dalam ruang dan waktu. dibongkar. dibedakan antara unsur yang satu dengan unsur yang lain. baik yang berlaku untuk ilmu fisika maupun persoalan-persoalan sosial dan moral. Fungsi intuisi ialah untuk mengenal hakikat pribadi (aku) dengan lebih murni. dan bagian yang lain. Menurut Dewey mengenal adalah berbuat. 9). Henri Bergson (1859 – 1941). yang memiliki fungsi praktis. Intuisi adalah suatu bentuk naluri pemikiran yang dinamis. Satu-satunya cara yang dapat dipercaya adalah dengan menggunakan metode induktif. Guna menyelami hakikat kenyataansiperlukan institusi. Namun akal tidak dapat menyelami hakikat segala kenyataan. seperti ginjal mengeluarkan air kencing.berbeda dengan pemikiran akal. kenyataan itu dianalisa. yang memiliki kecepatan tetap berbuat secara bebas untuk keluar darigenggaman materi. Menurut dia bahwa hidup adalah tenaga ekplosip yang ada semenjak dunia ini ada. Oleh karena itu akal berguna sekali untuk pemikiran ilmu. Apabila akal ingin mengerti keadaan suatu hakikat kenyataan. segala hidup dan segala kenyataan yang dalam perkembangannya terus menerus menciptakan bentuk-bentuk baru serta menghasilkan kekayaan baru. dan untuk mengenal hakikat seluruh kenyataan. kemudian disusun kembali. Kerja roh manusia sebagai akibat proses badani yang berjalan karena keharusan. dimana ilmu dan teknologi berkembang dengan cepatnya. Sedangak pada manusia perkembangan akan berlangsung terus sampai pada akal. Hal ini menyebabkan segala pemikiran diarahkan pada hal-hal yang badani. Dalam rangka pandangan ini yang benar ialah apa yang disetujui oleh semua orang yang menyelidiki. Berdasarkan perkembangan ini Bergson mengakui adanya evolusi. Manusia memiliki akal yang muncul karena penyesuaian manusia yang digunakan untuk menciptakan dan mengubah alat kerja bagi dirinya sendiri secara bebas. sedangkan materi bergerak ke bawah. . Dalam hidup praktisakal menggunakan pengertian-pengertian untuk mengabdikan perubahan-perubahan yang ada. Pada binatang perkembangan akan kandas pada materi. Hal ini menyebabkan hidup terbagi menjadi arus yang menuju banyak arah yang sebagian ditundukkan oleh materi. kecakapan untuk menyimpulkan serta meninjau dengan sadar. jantung memompa darah dan otak mengeluarkan buah pikiran. Akal digunakan untuk menyelidiki segala sesuatu. yaitu suatu tenaga rohani yang dapat melepaskandiri dari akal. ditafsirkan. Segala sesuatu dianalisa. dibongkar dalam banyak unsur. pertimbangan-pertimbangan yang penyimpulannya dalam bentuk bermacam-macam mengenai konsekwensi-konsekwensi di masa depan. maka akal dapat menyesuaikan diri dengan dunia sekitarnya. Bila digambarkan perkembangan hidup ini bergerak ke atas. Kadar kebenaran akan tampak dalam pengujian oleh pengalaman-pengalaman dalam praktek. dan ditempatkan yang satu disamping yang lain.

Fenomen juga tidak perlu suatu peristiwa. bernilai relatif. apa yang menampakkandiri seperti apa adanya. Edmud Husserl (1859 – 1983) adalah pelopor fenomenologi. Reduksi fenomenologis yaitu penyaringan pengalaman kita untuk mendapatkan fenomena dalam ujudnya yang murni. Reduksi eiditis. Fenomena yang menyodorkan diri secara nyata ada itu tidak boleh kita terima begitu saja. b. Semua pendapat tentang rumah tersebut kita tempatkan diantara tanda kurung dahulu dan sisanya mewujudkan rumah yang nampak pada kita. apa yang jelas dihadapan kita. yaitu sesuatu yang benar-benar ada di luar kita.19 Kerja intuisi ialah baik apa yang terjadi dalam kesadaran maupun di luar kesadaran dalam kenyataan. Apabila tindakan ini berhasil maka kita menemukan gejala sebenarnya. Menurut para pengikutfilsuf fenomenologisuatufenomen tidak perlu harus diamati dengan indra. hakikat sesuatu yang kita lihat. sebab fenomen dapat juga dilihat(ditilik) secara rohani tanpa melewati indra. Keputusan itu harus ditangguhkan (ditempatkan diantara tanda kurung). Menurut para pengikut fenomenologi. Masyarakat tertutup ialah masyarakat yangmenjadi sumber kewajiban-kewajiban moral dan adat-istiadat. Semua gejala tersebut kita tinjau kembali. reduksi editis dan reduksi transendental. Misalnya ada banyak pendapat tentang rumah. masa kini dan masa depan saling berpautan. Reduksi transendental. . kita tidak boleh tergesa-gesa mengatakan ”ada rumah”. dimana masa lampau. c. mana yang termasuk inti sari dan mana yang tidak. dan moral tertutup dengan moral terbuka. hakikat gejala) dan hasilnya ’penilik hakikat’ Inilah pengertian sejati. Menurut dia bahwa didalam hidup sehari-hari kita yakin suatu pengertian bersifat obyektif. fenomen ialah ”apa yang menampakkandiri dalam dirinya sendiri”. Bergson membedakan antara masyarakat tertutup dengan masyarakat terbuka. Oleh karena itu kita harus mencari pengertian yang sebenarnya dengan menerobos segala gejala yang menampakkan diri. yang harus ditempatkan diantara tanda kurung dahulu ialah eksistensi dan segala sesuatu yang tidak ada hubungan timbal-balik dengan kesadaran murni dengan tujuan agar supaya dari obyek tersebut orang sampai pada apa ada pada subyeknya. Fenomenologi Fenomenologi adalah suatu aliran yang membicarakan fenomena atau segala sesuatu yang menampakkan diri. 10). sedangkan masyarakat terbuka ialah masyarakat yang pada dasarnya meliputi seluruh umat manusia. Namun apabila kita berpikir lebih mendalam. menuju pada ’barangnya sendiri’ dan harus sampai pada hakikat segala sesuatu dengan menggunakan ’reduksi’ (penyaringan). Fenomenologi disini dimaksudkan sebagai suatu metode berpikir tertentu yang teliti secara khas. Disini kita akan sampai pada hakikat rumah. Misalnya setelah melihat rumah. Menurut Husserl reduksi ini terdiri dari reduksi fenomenologis. saling kait-mengkait dan merupakan suatu kesinambungan yang menciptakan perubahan hal-hal yang baru. sedangkan moral terbuka ialah moral yang mutlak berlaku bagi seluruh umat manusia. Hal ini desebabkan bahwa setiap hari kita mengalami dunia yang ada di luar kita. Moral tertutup ialah moral yang berlaku bagi masyarakat tertentu. Dilihat dari kelangsungan yang murni. kita tidak mengerti sepenuhnya tentang segala sesuatu yang nanpak pada diri kita sehingga kita tidak dapat memastikan bahwa pengetahuan tentang dunia betul sama sekali. yaitu penyaringan segala sesuatu yang bukan eidos (inti sari. a.

yang dijangkti dunia benda. yang didalamnya mengandung suatu perpindahan . Menurut dia bahwa setiap hari orang dihadapkan dengan pertanyaan: ”Apa yang harus dilakukan dalam keadaan yang kongrit itu?” Patokan umum yang berlaku bagi seluruh umat manusia di segala jaman dan tempat tidak mungkin dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan hidup kongrit yang timbul sehari-hari. Agar supaya ada kepastian akan kebenaran pengertian kita harus mencari dalam Erlebnisse (pengalaman dengan sadar). yang mengalami segala pengalaman transendental. c). Sedangkan cara manusia berada di dunia ini bersama-sama dengan benda-benda. Aku dalam pengalaman ini adalah ’aku yang empiris’. merencanakan dan menjadi. dan antara sistem yang satu dengan sistem yang lain tidak sama. Soren Kerkergaard (1813 – 1855). Pada hakkatnya manusia terikat pada dunia sekitarnya. Sebenarnya eksistensialisme adalah suatu aliran filsafat yang bersifat tehnis. Persoalan yang kongrit yang timbul setiap hari itu oleh Kierkergaard disebut ”persoalan-persoalan eksistensial”. Untuk membedakan dua cara berada ini dalam filsafat eksistensialisme dibedakan bahwa benda-benda itu ”berada” sedangkan manusia ”bereksistensi”. Bereksistensi diartikan secara dinamis. Setelah ’aku yang empiris’ kita beri tanda kurung.20 Dpl metode fenomenologi diterapkan pada subyeknya sendiri. Tujuan filsafat eksistensialisme ialah untuk mengerti realitas seluruhnya. Sebab setiap orang dihadapkan dengan persoalannya sendiri yang khusus berlaku baginya. melainkan suatu ’menjadi’. Cara benda-benda berada di dunia ini tanpa disadari dan yang satu disamping yang lain tanpa hubungan. Cara manusia berada di dunia ini berbeda dengan cara berada benda-benda. Eksistensialisme Eksistensialisme adalah filsafat yang memandang bahwa segala gejala berpangkal pada eksistensi. yaitu berbuat. maka akan tinggal ’kesadaran murni’ atau ’aku murni’ yang tidak empiris lagi. Ciri-ciri tersebut ialah: a). Namun demikian ada ciri-ciri yang sama yang dapat dikatakan filsafat eksistensialisme. yaitu . maka Hegel ditinggalkannya. Eksistensialisme memberi tekanan pada pengalaman kongrit yang eksistensial. Oleh karena itu untuk sementara waktu ’aku yang empiris’ ini harus ditempatkan diantara tanda kurung.(misal aku sedang duduk). d). yang perhatiannya dipusatkan pada manusia. kepada sesama manusia. kepada perbuatannya dan kepada kesadaran murni. Menurut Hegel bahwa hidup yang kongrit itu hanya mewujudkan suatu unsur saja dalam proses perkembangan ide. Eksistensi adalah cara khas manusia berada. Dunia yang nampak kepada kita tidak dapat memberi kepastian kebenaran. Menurut Kierkergaard bahwa pertama-tama yang penting bagi manusia adalah keadaanya sendiri (eksistensinya sendiri). Eksistensi manusia bukan suatu ’ada’ yang statis. yaitu cara manusia berada di dalam dunia. 11). Kata eksistensi berarti keberadaan. Dengan Erlebnisse ini kita mengalami diri kita sendiri atau ’aku’ kita yang senantiasa berhubungan dengan dunia benda di luar kita. namun dalam filsafat eksistensi mempunyai arti khusus. Karena realitas manusia belum selesai maka harus dibentuk. dan benda-benda itu menjadi berarti karena manusia. Pandangan ini yang ditolak oleh Kierkergaard. b). ’Aku’ kita senantiasa berada dalam jasmaniah tertentu. yang terjilma dalam bermacam-macam sistem. Dia adalah pengikut Hegel. dan untuk menyadari apakah sebenarnya mengerti itu? Oleh karena itu orang harus mempunyai pengetahuan tentang manusia yang tahu. Tetapi karena dianggap mengaburkan hidup yang kongkrit.

yaitu orang berpaling dari alam luar dan mengarahkan perhatiannya kepada realitas yang ada di dalam diriya sendiri. Ia selalu terarahkan kepada yang lain. dan tidak menyelami serta tidak menyentuhnya. Ada – pada sendirinya ini ialah ada pada hal-hal jasmani. Ada ini tidak memiliki penentuan lebih lanjut. Stadium religius. yang terjadi dalam kebebasan dan keluar dari kebebasan karena pilihan manusia. Penyelenggaraan ini adalah suatu eksistensial. Jalan pikiran Heidegger bahwa ”ada” nampak pada eksistensi ”aku” dalam anasir dasar tertentu yang disebut existenzialen. Sedangkan ada – bagi sendirinya ini ialah kesadaran yang mempunyai sifat intensionalitas. yaitu diputuskannya segala ikatan umum. Stadium etis. dalam arti ia sadar (tahu) bahwa ia bukan yang lain. ialah ’sein zun tode’. 2). Perubahan atau perpindahan ini adalah perubahan atau perpindahan yang bebas. yang untuk dirinya tidak diperlukan diubah. Takut pada kepapaan sekarang dan amat sederhana. Paul Sartre (lahir 1905). ’Aku’ dapat mengatasi kerendahan diri karena takut. Jadi orang tersebut berpikir secara abstrak. tetapi dia sendiri berada di luar yang dipikirkan. Jadi eksistensi manusia adalah suatu eksistensi yang dipilih dalam kebebasan. Stadium aestetis. Kesungguhan tidak dipandang sebagai hal yang menyenangkan karena batinnya sendiri yang harus diubahnya. Maka ’aku’ merendahkan diri pada barang itu dan ’aku’ tidak sesungguhnya. Maka ternyata bahwa eksistensi manusia itu tidak lain menuju ajalnya ’dasein’. Menurut Sartra bahwa ada itu ada dua yaitu ada – pada sendirinya(l’etre-en-soi) dan ada bagi sendirinya (l’etre-pour-soi). Dengan demikian manusia dapat mengetahui eksistensinya. melainkan pada Kristus. Menurut Kierkergaard hidup manusia itu ada tiga stadia (tingkatan). Dalam hubungan yang mengandung penyelenggaraan pada barang di dunia ini ’aku’ kehilangan diri sendiri. takut pada pertanyaan ’dari mana’ yang meliputi masa lalu.21 perpindahan dari ’kemungkinan’ ke ’kenyataan’. Tiga tingkatan ini bukan merupakan peralihan melainkan pertentangan. Pada stadium ini orang dapat memikirkan segala sesuatu. sehingga mereka belum meninggalkan yang umum. Kesadaran yang . Martin Heidegger (lahir 1889) menerangkan dalam analisanya bahwa eksistensi manusia yang disebut ”dasein” itulah yang menjadi permulaan yang benar untuk pengetahuan ontologi atau pengetahuan filsafat tentang ada. misalnya sebagai ”ada” di dunia. tetapi tak terjawab oleh ’aku’ yang berfilsafat ini. dan disitu ada ’aku’ terjun ke maut. 3). Baginya tidak ada persoalan lain kecuali kesalahan (dosa)-nya sendiri. sehingga manusia berada dalam waktu yang berhubungan dengan keabadian. sehinnga dia dikenal seorang positivis atau rasionalis. Hal ini memberikan ’Dasein’ itu corak kemustahilan dan tak bertujuan. yang sebetulnya memberi dasar dan arti pada semuanya itu. Tetapi apabila ’aku’ tetap bertahan diri pada ’Dasein’ maka datanglah ’aku’ dari ada yang tidak sesungguhnya pada ada yang sesungguhnya dan asli. Renungan berpuncak pada tindakan etis. sehingga orang harus meloncat dari stadium yang satu ke stadium berikutnya. Tiga stadium tersebut ialah: 1). Pada stadium religius ini manusia sebagai subyek individu berhubungan dengan yang kongrit (yaitu Kristus) yang sungguh ada. yaitu orang berpikir tanpa gerak. takut terhempas ke arah masa datang. Disini minat manusia tidak lagi pada diri sendiri. Dalam stadium ini orang ingin mencari ukuran-ukuran umum. Tuhan yang hidup sebagai manusia dalam waktu. Bereksistensi berarti bereksistensi dalam suatu perbuatan yang harus dilakukan setiap orang bagi dirijya sendiri. Aku ini lagi menyelenggarakan. Pertanyaan eksistensi yang lebih tinggi ialah Tuhan. Segala sesuatu yang merupakan dunia ’bukan aku’.

Untuk merealisasikan cita-cita ini mala diciptakanlah oleh Tuhan. karena tidak mungkin aku menyamakan diri aku dengan aku yang sekarang ini.. karena apabila orang mau demikian maka orang membuat orang lain sebagai sesuatu hal. Di luar peniadaan itu hanya nihil. sehingga orang mengatakan bahwa Tuhan ini sudah cukup bagi dirinya sendiri (sebagai suatu hal) dan sebaliknya. Tetapo hal semacam ini mengandung kemustahilan. Dengan demikian tidak mungkin kesadaran itu bertemu dengan dirinya sendiri. Kesadaran tidak mungkin disamakan dengan dirinya. oleh karena itu mustahil adanya Tuhan. Kesadaran memang cenderung bersamaan dengan yang lain dan dengan dirinya sendiri. Yang disebut cinta itu sebenarnya usaha untuk mencapai kesamaan dengan yang lain dalam kesadaran.22 demikian ini oleh Sartre disebut peniadaan (neantisation). namun sia-sia. dan tidak mungkin disamakan dengan kesadaran orang lain. Inilah yang menimbulkan nihil di dunia. sehingga filsafat Sartre berahkir pada paham ateisme. Itulah merdeka. Jadi mau menjadi suatu hal dan kesadaran sekaligus. . Mungkin juga orang itu sendiri yang membuat dirinya sebagai sesuatu hal yang dikuasai oleh orang lain. ia pun kesadaran. sehingga tidak ada hubungan yang sebenarnya. Ini dikarenakan bahwa aku selalu mengatasi aku serta meniadakan segala sesuatu yang ada pada aku. ini pun tidak mungkin karena tidak ada hubungan yang sebenarnya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful