P. 1
SEJARAH FILSAFAT

SEJARAH FILSAFAT

|Views: 324|Likes:
Published by Luna Lifiora

More info:

Published by: Luna Lifiora on May 09, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/02/2014

pdf

text

original

1

SEJARAH FILSAFAT
I.FILSAFAT YUNANI 1.1. Pendahuluan Untuk mempelajari pemikiran filsafat, kita cenderung memulai mempelajari munculnya pemikiran filsafat Yunani, yang dapat dipandang sebagai sumber (tonggak) munculnya filsafat Barat. Hal ini dikaremakan bahwa filsafat Yunani merupakan pemikiran ilmiah yang pertama kali, dan kemudian berkembang sampai abad Modern, dengan membentuk suatu keseluruhan yang tidak dapat terpisahkan antara satu sama lain. Pemikiran filsafat ini yang mempengaruhi seuruh pemikiran ilmu dan filsafat di dunia ini. Dikatakan bahwa pada saat itu peranan mitologi di Yunani merupakan salah satu yang dominant untuk dipercaya sebagai suatu hal yang benar. Semula semua pertanyaan yang muncul mengenai asal mula dan kejadian-kejadian mengenai alam semesta dapat dijawab melalui mitologi, dan jawaban tersebut dapat lolos dari control rasio. Para filsuf pertama menerima kebenaran atas keterangan yang diberikan mengenai asal mula alam semesta beserta kejadiannya melalui mitologi. Namun semakin lama mereka mulai meragu-kan atas jawaban tersebut berdasarkan mitos. Kemudian orang mulai berpikir, bertanya-tanya dan berspekulasi untuk mencari jawaban dengan menggunakan rasionya. Oleh karena itu pada saat itu awal lahirnya filsafat pertama kali di Yunani dikatakan mulainya mitos diganti dengan logos (kebenaran yang semula didasarkan atas keterangan dari dongeng-dongeng/mitos diganti dengan menggunakan rasio). Munculnya pemikiran filsafat di Yunani ini pertama kali sekitar abad ke-6 SM, dimana orang mulai meragukan (tidak puas) terhadap ketersngan-keterangan yang bersumber pada mitos-mitos (dongeng-dongeng) tentang asal mula dan kejadian-kejadian dalam alam semesta yang selama ini mereka yakini sebagai suatu kebenaran. Yang menarik perhatian mereka ialah perubahan alam semesta dan kejadian-kejadian yang selama ini dapat mereka saksikan terusmenerus.Mereka mulai bertanya-tanya, dan kemudian berusaha untuk mencari jawaban sendiri mengenai apakah sebenarnya alam semesta ini? Apa asas terdalam yang terdapat dibelakang segala perubahan alam semesta yang tiada henti-hentinya ini, mungkin-kah yang beranek macam dalam alam semesta ini dipulangkan kepada yang satu? Jadi pemikiran mereka diarahkan untuk mencari inti, arche, atau asas terdalam mengenai alam semesta, sehingga dalam sejarah pemikiran mereka disebut filsafat alam. Seorang pemikir yang pertama kali berusaha mencari inti sari alam semesta ialah ialah: Thales (abad ke-6 SM) dari Miletos. Menurut dia bahwa yang menjadi asas (inti) alam semesta ialah air. Hal ini dimungkinkan karena tanpa air semua mahkluk hidup tidak akan hidup, dan air terdapat dimana-mana, dapat berujud benda padat, benda cair dan udara (uap). Anaximandros (610 – 540 SM) menolak pendapat Thales. Menurut dia bahwa asas pertama alam semesta ialah ‘to apeiron’ (tidak terbatas). Karena ekkrisis (penceraian) maka dari ‘to apeiron’ dilepaskan anasir-anasir yang berlawanan (panas – dingin, basah – kering). Apabila diantara anasir-anasir yang berlawanan tersebut ada yang dominant, maka muncul-lah hukum yang mengusahakan adanya keseimbangan lagi. Penceraian mengakibatkan gerak putting beliung yang memisahkan antara yang dingin dari yang panas, kemudian yang panas membalut yang dingin. Gerak tersebut menyebabkan terjadinya bola rasaksa, yang dingin berada ditengah-tengah yang panas. Karena panas air lepas dari tanah dan menjadi kabut. Udara menekan bola sehingga bola meletus menjadi sejumlah lingkaran yang berpusat satu.

2

Anaximanes (585 – 525 SM) menolak pendapat Anaximandros. Menurut dia bahwa asas segala sesuatu ialah udara dengan melalui proses pemadatan dan pengenceran. Apabilaudara semakin padat muncullah berturut-turut angin,air, tanah dan batu, sebaliknya apabila udara menjadi lebih encer muncullah api. Pytagoras (500SM) berpendapat bahwa asas segala sesuatu adalah bilangan. Hal ini dimungkinkan karena unsur-unsur bilangan terdapat pada segala sesuatu yang ada. Unsuru nsur tersebut ialah ganjil dan genap, terbatas dan tak terbatas. Suatu keselarasan dihasilkan oleh hal-hal yang selalu berlawanan, yaitu bilangan ganjil dan genap. Seluruh kenyataan di dunia ini disusun dari bilangan-bilangan dan mewujudkan suatu keseluruhan yang harmonis. Menurut Pytagoras ada sepuluh asas yang saling berlawanan yaitu ganjil – genap, kiri – kanan, laki-laki – perempuan, satu – banyak, baik – buruk, diam – bergerak, lurus – bengkok, persegi – bulat panjang, gelap – terang, terbatas – tak terbatas, Herakleitos (500 SM) filsafatnya dikenal dengan filsafat menjadi, karena menurut dia bahwa segala sesuatu yang ada selalu dalam keadaan bergerak, berubah ters menerus scara abadi dan tidak ada yang tetap. Pendapat ini dirumuskan dengan istilah panta rei (semua menjadi). Oleh karena itu hakikat segala sesuatu adalah menjadi. Sedangkan asas dari segala sesuatu adalah api, karena segala sesuatu keluar dari api dan kembali lagi ke api. Api adalah lambing perubahan. Parmenides (515 – 440 SM) pendapatnya bertentangan dengan Herakleitos. Menurut dia bahwa hakikat kenyataan adalah keseluruhan yang bersatu, tidak bergerak dan tidak berubah. Pengetahuan indra adalah pengetahuan semu yang tidak tetap. Sedangkan pengetahuan budi ialah pengetahuan yang sebenarnya, pengetahuan yang tetap. Parmenides berpendapat bahwa yang merupakan realitas bukan yang bergerak, berubah dan bermacammacam, melainkan yang tetap. Dengan kata lain realitas bukan ‘menjadi’ melainkan ‘ada’ sebagai suatu kesatuan.Parmenides mengatakan bahwa diluar ‘ada’ tentu ‘tidak ada’ ‘Tidak ada’ bukan realitaskarena tidak mungkin dipikirkan, tidak mungkin dikenal dan tidak mungkin diketahui. Hanya ‘ada’ yang dapat dipahami. Sehingga ada dan berpikir identik. ‘Ada’ yang tetap dan hanya satu ‘ada’, yang tidak berawal dan tidak dahulu dan kemudian. ‘Ada’ ini hanya ‘ada’ belaka yang tidak mungkin terbagi lebih dari satu. Oleh karena itu filsafatnya dikenal dengan filsafat ‘ada’. Sebelum masa Sokrates terdapat beberapa ahli pikiryang mengikuti pendapat Parmenides. Mereka dikenal deengan sebutan kaun Elea. Diantara merka ialah: Zeno yang membuktikan bahwa: a). Gerakan itu tidak ada dan tidak mungkin (contoh batu yang dilempar, sebetulnya batu itu tidak bergerak melainkan setiap saat berada ditempat tertentu, yaitu disini, kemudian disitu, disana dan seterusnya). b). Tidak ada kejamakan (missal sepotong kayu yang dibatasi oleh titik ujung dan titik pangkal dapatvdibagi menjadi beberapa bagian yang tidak terhing ga sehingga titik potongan kayu yang terdiri dari titik ujung dan titik pangkal itu tidak dapat dibagi lagi). c). Tidak ada ruang kosong(seandainya ada ruang kosong, ruang kososng tersebut akan mengambil tempat lain nya. Demikian seterusnya. Anaxagoras berpendapat bahwa unsure terdalam segala sesuatu adalah ’spermata’ (banyak biji) yang sifatnya berjenis-jenis. Dari banyak biji tersebut dapat dikatakan bahwa semuanya terdapat dalam semuanya, dalam arti bahwa tiap-tiap biji mengandung segala kemungkinan.

tidak berubah-ubah dan hanya dikenal dengan budi. manusia ini atau manusia itu. Menurut mereka bahwa kebenaran adalah sesuatu yang relatif. yang biasanya disebut definisi umum. satu. Dia hidup ditengah-tengah kaum sofis dan menentang ajaran sofis. Ide ini menjadi contoh semua hal yang ada di dunia pengalaman.2.3 Demokritos berpandapat bahwa yang menjadi asas segala sesuatuvadalah ‘atom’ (tidak dapat dibagi) yang jumlahnya tidak terbatas. Mereka ini adalah orang-orang(guru) yang berkeliling untuk mrlatih kaum muda dalam kemahiran berpidato. namun kualitas ‘atom’ tidak dapat dibedakan. Segitiga yang ada di duniapengalaman ini tidak lain adalah bayang-bayang yang berasal dari dunia ide.Berkumpulnya jumlah ‘atom’ tertentu merupakan hal tertentu. Sokrates (470 – 400 SM). Menurut Plato jiwa manusia itu semula berasal dari dunia ide. kenal dengan ide-ide setempat. Contoh segi tiga. Jiwa manusia yang sekarang ini berada di duniapengalaman dan teringat akan ide-ide setempat yang dahulu dikenalnya. dan mereka tidak perlu lagi mencari kebijaksanaan. Plato (428 – 348 SM). Menurut dia bahwa seluruh realitas itu terbagi atas dua dunia. bentuk tidak lepasa dari materi. yang sifatnya umum. Metode ini yang oleh Sokrates disebut maiutika (ilmu kebidanan) yaitu tugasnya seperti seorang bidan yang menolong lahirnya kebenaran (pengetahuan yang sejati). Dunia pengalaman adalah dunia baying-bayang. Materi tidak akan lepas dari bentuk. Sifat dunia pengalaman tidak tetap. Jaman Keemasan Sekitar abad ke-5 SM.Disamping itu terdapat juga golongan Sofis (sofoi = kebijaksanaan). yang bermacam-macam coraknya. sehingga di dunia ini manusia merupakan baying-bayang ide. tetepi kemudianmenolak pandangan Plato tentang ide. Menurut dia bahwa setiap benda konkrit terdiri dari dua unsur. Menurut pengakuannya bahwa dia bukan pemilik kebijaksanaan melainkan mencari kebijaksanaan (mencari kebenaran pengetahuan yang sejati). 1. Contoh patung kuda yang terbuat dari kayu.Athena menjadi pusat kebudayaan seluruh Yunani dibawah kekuasaan Perikles. Manusia adalah ukuran segala-galanya. Sokrates menggunakan cara berpikir induktif. Sesuatu dianggap benar. Menurut Aristotelesbahwa ide manusia itu tidak ada (tidak terdapat). disampingitu gerak atom secara kebetulan. Dia murid Plato. Semua penganutvajaran filsafat ada disitu. Sofis artinya orang-orang yang sudah memiliki kebijaksanaan. Jadi menurut Plato dikatakan bahwa kita mencapai pengertian (ide) didunia pengalaman ini tidak lain adalah ingat. sehingga dalam perdebatan mereka harus menang. yang ada ialah manusia kongrit. Seorang tokoh sofis yang terkenal ialah Protogoras. Namun di dunia pengalaman pancaindra kita dapat mengenal berbagai macam segitiga yang selalu berubah-ubah. Di dunia ide hanya dikenal adanya satu segitiga yang tetap dan tidak berubah. terkurung (terkumpul) dengan badan. Jadi cara untuk menjadi bayang-bayang itu tidak semacam dan tidak sempurna. karena mereka beranggapan tidak mungkin keliru. begitu pula sebaliknya. karena kebenaran itu sebetulnya telah terkandung di dalam yang konkrit. baik tergantung dari orang yang menilainya. Dunia ide adalah ide itu sendiri yang sifatnya tetap. Kayunya adalah hule (materi. kemudian dihilangkan yang berbeda dan muncullah yang sama. Aristoteles (384 – 322 SM). yaitu hule (materi) dan morfe (bentuk). bermacam-macam. berubah-ubah dan tidak sempurna. Bentuk dan posisi ‘atom’ berbeda-beda. yaitu dunia idea dan dunia pengalaman. yaitu dengan mengamat-amati yang konkrit. . Yang dapat dikenal melalui pancaindra kita. Tetapi karena suatu sebab maka jiwa berada di dunia ini. maka kemudian lahirlah pengetahuan yang sejati.

Begitu pula pengetahuan umum. Pada waktu itu kebudayaan Yunani berkembang ke seluruh wilayah kekuasaan Alexander Agung (Romawi). Budi mengolah pengetahuan yang dikenal melalui pancaindra tersebut dengan meninggalkan yang bermacam-macam. dan ini tidak ada kaitannya dengan kekuatan dewa (Tuhan). yang dipusatkan pada cara hidupnya. dan aturan ini yang merupakan nasib. satu tetap dan umum. jenis tertentu (seperti hewan tertentu atau tumbuh-tumbuhan tertentu) akibatnya dapat dikenal oleh rasio. sedangkan kuda adalah morfe (bentuknya). yang didirikan oleh Zeno. Keharmonisan ini bias terjadi apabila manusia hidup selaras dengan dirinya sendiri. sedangtkan bentuk ialah prinsip yang menentukan. bermacammacam dan berubah-ubah.Hal ini terjadi pada masa kejayaan Alexander Agung (323 SM) ketika menguasai seluruh wilayah Yunani. Pada umumnya pemikirannya hanya didasarkan pada pemikiran yang sudah ada. mutlak dan tetap. Pengetahuan budi ini oleh Aristoteles disebut idea tau pengertian. Namun sebenarnya tidak terdapat yang umum. Menurut Aristoteles ada dua macam pengetahuan yaitu pengetahuan indra untuk mencapai yang kongkrit dan pengetahuan budi untuk mencapai intinya. yang dikenal melalui pancaindra. Menurut aliran ini bahwa dasar yang sedalam-dalamnya bagi semua hal yang ada di alam ini ialah atom. Karena gerak atom maka terjadilah bermacam-macam benda. karena ilmu hanya mengenai yang umum. Menurut Aristoteles pengetahuan indra bukan ilmu. Jadi pengetahuan budi merupakan putusan yang terdapat pada ilmu. Dengan demikian orang yang dikatakan bijaksana adalah apabila orang tersebut dapat mengatur hidupnya menurut budinya. yang tidak sama dan hanya memandangyang sama. Yang sungguh-sungguh ada hanyalah yang dapat dicapai oleh pancaindra. melainkan yang membimbing ke ilmu. Kedua pengetahuan ini adalah pengetahuan sesungguhnya. Jiwa tidak mungkin ada tanpa badan. Mater pertama adalah prinsip yang sama sekali tidak ditentukan dan terbuka untuk menerima bentuk. satu persatu. Menurut aliran ini bahwa alam dengan Tuhan adalah sama. dan bentuknya suatu benda kongrit merupakan benda tertentu. Ajarannya didasarkan pada etika dan logika. Aturan yang ada di alam ini timbul dari alam. Agar manusia di dunia ini dapat hidup dengan tenang maka orang tidak perlu takut baik kepada . dan mungkin keduanya sesuai dengan obyeknya. Menurut aliran ini bahwa pengetahuan berdasarkan pengalaman indra. Oleh karena itu ilmu pengetahuan dimungkinkan atas dasar bentuk yang terdapat dalam setiap benda kongrit. Oleh karena itu ia harus merupakan harmoni dari harmoni alam. Aliran-aliran yang muncul pada jaman itu antara lain: Stoisme. Filsafatnya ditujukan untuk memberikan kebahagiaan kepada manusia. Idea tau pengertian ini bukan realitas tersendiri di dunianya sendiri.4 bahan). melainkan sifat-sifat yang terdapat pada hal-hal yang kongrit. Keteraturan seluruh ala mini merupakan harmoni. 1. Oleh karena itu tidak mungkin ada hidup setelah badan tidak ada. yaitu dengan budinya. tetapi lebih halus. sehingga jaman itu disebut jaman Hellenisme. Cara budi untuk mencapai pengetahuan umum dengan mengabstraksi obyek-obyek kongrit. Karena materi pertama suatu benda merupakan suatu benda kongkrit. dan pemikiran-nya merupakan perpaduan dari filsafat teoritis yang menuju ke filsafat praktis. Epikurisme didirikan oleh Epikuros. Disamping itu manusia adalah bagian dari alam. Dengan demikian orang yang dapat dikatakan bijaksana ialah orang yang dapat mengatur nafsunya untuk menselaraskan hidupnya dengan harmoni alam. Jaman Hellenisme Semenjak sepeninggal Aristoteles tidak ada ahli piker yang menyamai dia. Jiwa manusia itupun benda juga. 3.

karena pada waktu itu Injil belum diturunkan. dan dari jiwa muncul materi. maka lupalah dia akan derajat yang sejati. Dari roh muncul jiwa. yaitu suatu ajaran filsafat yang berusaha untuk menghidupkan kembali ajaran-ajaran Plato yang telah dipengaruhi oleh aliran-aliran filsafat lain. Ibarat matahari meskipun telah memancar-kan sinar namun tidak akan kehabisan sinar. Walaupun demikian filsafat Yunani telah menghasilkan pandangan hidup ataupan dangan dunia. Halini dapat dipahami bahwa pada waktu itu orangorang Yunani berfilsafat belum mengenal wahyu sejati (Injil). Oleh karena itu dalam realitasnya terdapat gerakandua arah. Ia menyatakan bahwa semua yang ada di alam ini berasal dari ‘Yang satu’. berbuat adil. Namun didalam tumbuh dan berkembangnya filsafat Yunani di Benua Eropa dalam suasana lain. yaitu berbuat kebajigan. FILSAFAT EROPA 2. memiliki pengetahuan yang baik. yaitu dimilikinya pengetahuan segala sesuatu secara mendalam. mati maupun kepada nasib. yaitu dari atas ke bawah dan dari bawah ke atas. maka dapatlah ia naik dan kembali kepada “Yang Satu”. sehingga pada waktu itu di Eropa muncul dua aliran yaitu: . Dikatakan demikian karena alam pikiran Eropa merupakan sesuatu yang baru. melainkan filsafat eropa menyatakan adanyaunsur baru. Karena segala sesuatuyang ada merupakan pancaran dari “Yang Satu” maka tugas manusia ialah untuk kembali kepada “Yang Satu”. sehingga dapat mengatasi segala pikiran dan kesadaran sampai pada ketakjuban yang bahagia. dan semua yang ada ini berusaha untuk kembali kepada ‘Yang Satu’.5 marah dewa. namun pohon filsafat itu bukan merupakan pohon baru dan lain. penerangan. melainkan tunasnya yang baru. Manusiadapat hidup bahagia apabila kesenangannya dapat terpenuhi dengan bebas. sampai pada pengetahuan ide-ide. yaitu: Pertama pencucian diri. 1. yang ada dalam dirinya sendiri). dan berani mengendalikan diri. Sebaliknya apabila manusia dapat memandangi keindahan dunia dengan sewajarnya. Orang dapat dikatakan bijaksana apabila dapat membatasi diri. Semula dari ‘Yang Satu’ muncul roh yang menjiwai alam semesta. terutama dalam mencari kesenangan rohani. Demikian pula tentang kematian. yang memungkinkan tumbuh dan berkembang menjadi rindang. maka besar pengaruh alam pikiran Yunani kepada Romawi. karena segala sesuatu yang terjadi di alam ini diakibatkan oleh gerak atom. Tokoh aliran ini ialah Plotinos (204 – 270).Namun apabila manusia tertarik oleh dunia dan segala tenaga beserta pikirannya tercurah pada dunia. dan setelah dikuasai oleh kerajaan Romawi. Kedua. karenaapabila manusia mati jiwanya ikut mati. Semula di dalam filsafat Yunaniorang sengaja mencari kebijaksanaan melalui budinya. Orang tidak perlu takut mati. Namun pada abad Permulaan agama merupakan sesuatu yang amat utama. Filsafat Abad Permulaan danAbad Pertengahan SetelahYunani mengalami kemegahan serta menunjukkan adanya hasil budaya yang tinggi. Wahyu atau firman Tuhan merupakan unsur baru. Semua makhluk yang ada di dunia ini merupakan pancaran dari ‘Yang Satu’ (Tuhan). 2. Ketiga. Ini bukan berarti bahwa filsafat Eropa berlainan sama sekali dengan filsafat Yunani. Untuk dapat mencapai “Yang Satu” itu harus melalui tiga tahap. Neoplatonisme. Proses ini tidak akan merubah atau mengurangi sedikitpun kesempurnaan ‘Yang Satu’ (Tuhan). menyelami diri sendiri secara sempurna (menyelami “Yang Satu”. Tetapi apabila terlalu banyak kesenangan orang menjadi gelisah.

Sebagai dasar munculnya aliran baru tersebut ialah kesadaran individu tentang yang kongrit. Diakui bahwa budi dapat mencapai kebenaran. agama Katolik menyebar di seluruh Eropa. Menu-rut mereka hanya pengetahuan yang berlandaskan pengalaman itu yang sempurna. Orang tidak lagi memusatkan perhatiannya kepada Tuhan dan surga. b. Yang diajarkan pada waktu itu ialah artes liberares (seni merdeka) dan dialektika (meliputi seluruh filsafat). karena filsafat Yunani dianggap kebijaksanaan kafir. Jaman ini sering disebut jaman subyektivitas. Aliran kedua ini juga menerima metode-metode filsafat untuk mencapai kebenaran. karena manusia adalah ciptaan Tuhan. baik yang tertulis maupun yang tidak tertulis. kebebasan tindakan perasaan dan kehendak. yang terjadi di Eropa. Filsafat Modern Pada abad ke. Aliran yang menerima filsafat Yunani sebagai kebijaksanaan manusia. terutama kepada manusia. 2. namun tidak diakui bahwa seluruh filsafat Yunani mencapai kebenaran. Mereka kemudian menggunakan kebijaksanaan untuk mengabdi kepada agama. Aliran ini dalam permulaan sejarah Eropa disebut patristik dengan tokoh Tertulinus (160 – 222) dan Agustinus (354 – 430) Pada jaman kekuasaan Karl Agung. Renaissance Renaissance (kelahiran kembali) adalah suatu masa yang mendahului munculnya jaman modern. Petrus Abaelardus (1079 – 1143) dan Thomas Aquino (1225 – 1308). Katolik. Aliran yang menolak filsafat Yunani. 2. sehingga pada jaman itu disebut jaman Scholastik. pengamatan. Pada waktu itu di Eropa telah terjadi organisasi masyarakat Katolik yang teratur. baik untuk menyebarkan agama Katolik maupun untuk meperdalam pengetahuan agama. karena mereka beranggapan bahwa kebuadaan lama adalah kebudayaan yang sempurna. Anggapan dari aliran ini bahwa satu-satunya kebijaksanaan ialah kebenaran yang difirmankan Tuhan. melainkan kepada dunia.6 a. Manusia di dewa-dewakan. yang akan mencapai pengetahuan sesungguhnya. Dalam perkembangan selanjutnya muncullah orang-orang cerdas dari kalangan masyarakat katolik yang kenal benar filsafat Yunani. Pada jaman ini orang berkeinginan untuk mengembalikan kebudayaan kuna. Diantara mereka itulah para pemipin masyarakat Katolik (gereja) yang disebut bapa atau pater (Latin). karena seluruh sejarah filsafat pada jaman ini dapat dilihat sebagai suatu rantai perkembangan pemikiran mengenai subyektivitas. Dengan kata lain bahwa Renaisance ini merupakan yang menjebatani antara abad pertengahan dengan abad modern. hubungan iman dengan akal budi. Untuk memperlancar misinya. hakikat Tuhan. maka kebijaksanaan manusia juga berasal dari Tuhan. 2. didirikanlah sekolah-sekolah calon pemimpin gereja (masyarakat katolik). Sedangkan ahli-ahli pikir waktu itu seperti Anselimus (1033 – 1109). Manusia sebagai . 2. satu persatu. 1. etika dan politik dengan menggunakan sarana filsafat.13 sistem filsafat di Eropa dapat dikatakan merupakan keseluruhan yang ditandai dengan munculnya aliran-aliran baru. Yang menjadi inti persoalan pada waktu itu ialah tentang adanya Tuhan. antropologi. di sana sini merupakan tujuan adanya sehingga aliran ini disebut humanisme. dan tidak boleh dikatakan bahwa filsafat Yunani itu seluruhnya keliru. Filsafat modern ini meliputi dua jaman yaitu jaman yang disebut Renaissance dan Aufklarung. Orang tidak menganggap lagi bahwa dirinya sebagai viator mundi (orang yang berziarah ke dunia) melainkan sebagai faber mundi (orang yang menciptakan dunia). Semua filsafat pada jaman ini menyelidiki segi-segi subyektivitas manusia ”aku” sebagai pusat pemikiran.

namun ada juga diantara mereka yang berfilsafat serta mengadakan sistem filsafat. Menurut dia filsafat adalah ilmu pengetahuan bersifat umum. Dengan demikian maka metode ini akan naik dari pengenalan fakta ke pengenalan hukum hingga bentuk-bentuk tertentu yang lebih tinggi dan bersifat tunggal. Diantara mereka itu adalah: Francis Bacon (1561. Sedangkan pengetahuan dengan menggunakan akal hanya berupa . Seluruh azas filsafatnya bersifat praktis untuk menguasai hukum-hukum (kekuatan-kekuatan) alam. Empiri (pengalaman) memegang peranan amat penting bagi pengetahuan. Pengetahuan yang sebenarnya ialah pengetahuan dari dunia fakta (alam) yang diteri-ma melalui indranya. maka kemudian dibuat ringkasan (rangkuman). Nikolaus Kopernikus menyatakan bahwa Matahari berada di pusat jagat raya. Kita tidak boleh hanya mengumpulkan fakta-fakta saja. yaitu perubahan kecepatan dalam arah besarnya maupun arah geraknya. Empirisme Empirisme berpendapat bahwa ilmu pengetahuan yang berguna. Pada umum-nya kaum empirisme ini tidak mau berfilsafat. melainkan harus menyusun dan mengaturnya. Tugas ilmu pengetahu-an ialah untuk mengusahakan penemuan-penemuan yang dapat meningkatkan kemakmuran hidup. Menurut Bacon metode empiris ini dapat menunjukkan bagaimana menyusun data-data yang telah diamati dan diperlukan bagi ilmu pengetahuan. Apabila fakta-fakta tersebut telah ditetapkan. metode induksi ini merupakan suatu proses penyisihan (pelenyapan) mengenai semua sifat yang tidak termasuk sifat tunggal. sehingga terbentuk filsafat materialisme. namun apabila dalam ruang yang ada gerak hawa yang berlawanan dengan gerak kejatuhan maka kecepatannya berubah. pasti. Semenjak jaman inilah ilmu berkembang dengan pesat. yang bermanfaat untuk hidup. Menurut dia bahwa pengetahuan diperoleh melalui pengalaman. Oleh karena itu pengalaman merupakan sumber pengetahuan sejati. Karena dia takut dikucilkan dari gereja maka pendapatnya baru diterbitkan setelah dia meninggal dunia. Thomas Hobes (1588 – 1679). dan bumi memiliki dua macam gerak yaitu perputaran sehari-hari pada porosnya dan perputaran tahunan mengelilingi Matahari. Suatu benda jatuh dalam ruang kosong kecepatannya tetap. Pengalaman ini yang memberi jaminan kepastian. Dalam perkembangan selanjutnya terjadilah penyempurnaan pemikiran yang dialami oleh beberapa tokoh. yaitu suatu ilmu pengetahuan tentang efek-efek (akibatakibat. demikian pula metodenya. dan benar itu diperoleh melalui indranya. Metode induksi yang dia terapkan ialah dengan mengamat-amati alam semesta tanpa prasangka. bahkan merupakan satu-satunya dasar dan sumber pengetahuan. Dia berusaha mempersatukan empirisme dengan rasionalisme matematis. Dia menggunakan metode induksi. Dpl. 1). penampakan-penampakan) seperti yang kita peroleh dengan merasionalisasikan pengetahuan yang kita mliki dari sebab-sebab asalnya (pengalaman.7 individu (perorangan) dan kongrit menjadi pusat pandangan dan pengetahuan. Namun pada umumnya orang memberikan tekanan pada salah satu dari keduanya tersebut sehingga timbul dua aliran yang saling bertentangan yaitu aliran empirisme dan aliran rasionalisme.1626). Dalam menyusun sistem filsafat dia menggunakan metode ilmu alam yang bersifat matematis. Selain itu pada masa kini orang memandang adanya dua sumber pengetahuan yaitu pengalaman (empiri) dan akal (rasio). Dia peletak dasar ilmu pengetahuan yang baru. pengamatan). Galileo Galilei menemukan pentingnya akselerasi. Setelah itu menetapkan fakta-faktaber dasarkan percobaan-percobaan yang dilakukan berulang kali dengan berbagai macam cara.

Segala kejadian adalah gerak. Kita merasa sakit setelah ada pukulan. Namun pengalaman batin ini apabila tanpa sensasi manusia tidak dapat memiliki suatu pengetahuan apapun. Pengalaman adalah seluruh totalitas pengamatan yang disimpan dalam ingatan yang digambarkan dengan harapan masa depan. itu semuanya tidak ada. Begitu pula mengenai pengetahuan yang tetap dan umum. sehingga kita beranggapan bahwa kita mempunyai pengertian sesuatu hal. termasuk kesadaran. dan realitas yang bersifat bendawi tidak tergantung pada gagasan. Sebagai bahan kritikan ialah pengertian substansi dan kausalitas (sebab akibat). Namun setiap pengetahuan harus diawali dengan sensation. yang kemudian kita mengatakan bahwa yang menyebabkan rasa sakit adalah pukulan. karena jiwa manusia itu waktu dilahirkan masih bersih. Selain itu Hobes dikenal seorang penganut sensualisme karena mengenai pengetahuan dia menguta-makan sensus (indra) dan pengetahuan yang benar baginya hanyalah pengetahuan indra. Tujuan filsafati ialah untuk mencari sebab-sebab dengan menggunakan pengertianpengertian yang menggambarkan fakta-fakta yang diungkapkan dengan kata-kata. Menurut Hobes tidak semua benda yang diamati itu nyata. John Locke (1632 – 1704). David Home (1711 – 1776). seperti kertas putih (merupakan tabula rasa) yang seluruh isinya berasal dari pengalaman. Dia menganalisa pengertian substansi. Dia dikenal sebagai seorang empirisme yang konsekuen. Dia menggabungkan teori empirisme dengan ajaran rasionalisme. Sedangkan yang bersentuhan dengan kita adalah sifat-sifat atau gejala-gejala dari hal tersebut. Yang kita kenal hanyalah urut-urutan kejadian. namun tidak dapat meraih dan tidak dapat mengerti yang sesungguhnya. sampai sejauh mana dapat mencapai kebenaran dan bagaimana cara mencapainya. Di dalam budi kita tidak ada sesuatu ideyang tidak sesuai dengan kesan. Menurut dia bahwa seluruh pengetahuan kita tidak lain adalah jumlah dari pengalaman kita. Kesan tersebut disebabkan oleh hal diluar kita. karenayang benar-benarnyata hanyalah gerak dari bagian kecil benda itu. Rasionalisme . Reflection ialah pengenalan intuitif yang memberikan pengetahuan yang lebih baik dan lebih penuh pada manusia. Sedangkan gejala benda yang menunjukkan sifat benda itu ternyata hanyalah perasaan yang ada pada si pengamat. Oleh karena itu setiap pengetahuan dapat diperoleh karena terjadi kerja sama antara sensation dan reflection yang akan menghasilkan ide-ide tunggal. Misalnya ada pukulan kemudian ada rasa sakit. Sedangkan sensation merupakan sesuatu yang mempunyai hubungan dengan dunia luar. 2). Dunia adalah keseluruhan sebab akibat. Dia menggunakan istilah reflection dan sensation. Dia ingin menyelidiki pengetahuan manusia. namun halnya sendiri tidak dapat kita kenal. Namun anggapan ini sebenarnya tidak ada. Hobes termasuk seorang filosof materialis pertama yang menerangkantentang ’yang ada’ secara mekanis. Oleh karena itu manusia tidak lebih dari suatu bagian alam yang mengelilingi-nya. karena menggunakan prinsip-prinsip empirisme dengan carapaling radikal. Dari peristiwa itu muncullah asosiasi antara pukulan dan rasa sakit. Pernyataan ini sesungguhnya tidak benar. dan ini hanya khayalanbelaka.8 pengertian-pengertian tentang gambaran atau tanda-tanda yang dimiliki oleh jiwa dan diucapkan dengan kata-kata. Pengetahuan hanya disebabkan oleh pengalaman kita. Yang menyebabkan kita dapat memiliki pengetahuan yang tepat (substansi) itu tidak lain dikarenakan perulangan pengalaman yang sering kali terjadi.Dikatakanmaterialis karena segala yang ada bersifat bendawi. Pengertian umum hanya nama saja bagi gambaran yang ada dalam ingatan kita.

Hal ini dikarenakan bahwa tidak ada pangkal dan metode yang sama. Dengan keragu-raguan ini segera tampak kepastian dan kebenaran yang tidak perlu diragukan lagi. Ketiga ide bawaan itu ialah pemikran. Ini adalah pengetahuan lamgsung yang disebut kebenaran filsafat pertama (primum philosophicum).9 Rasonalisme beranggapan bahwa sumber pengetahuan yang dapat dipercaya hanyalah akal (rasio). Menurut dia aturan hukum yang terdapat pada semua hal tidak lain adalah aturan hukum yang mutlak. Tokohtokoh rasionalisme ini antara lain: Rene Descartes (1596 -1650). Keluasan. Dia dijuluki bapak filosof modern. Oleh karena itu segala yang dipikirkan tentu ada padanya. karena cogito adalah jelas dan terpilah-pilah. Bahkan filsafat yang dimajukan sering bertentangan satu sama lain. . Saya memahami diri saya sebagai mahkluk yang berpikir harus diterima juga bahwa pemikiran merupakan hakikat saya b). tidak terbatas. Karena idea terang benderang ini bawaan. . yang dijamin oleh Tuhan. yang disebut substansi. dengan membuang jauh segala kepas-tian. Menurut dia tidak ada keterangan yang memuaskan. yang terdapat pada idea. dengan alasan bahwa pengetahuan yang diperoleh melalui rasio memenuhi persyaratan ilmiah dengan menerapkanmetode deduktif. Cogito (aku berpikir) adalah pasti. Karena saya mempunyai ide ’sem-purna’ ini diakibatkan oleh adanya wujud yang sempurna. karena kesadaran tampak pada tindakan budi yang menjadi pangkal untuk bertindak selanjutnya. sebab yang berpikir itu ada yaitu saya. a). Tindakan budi yang terang benderang ini adalah bawaan. Sebagai contoh ilmu pasti. tidak lain adalah Allah. Aku adalah sesuatu yang berpikir.Kepastian yang terdapat pada kesadaran inilah yang dijadikan pangkal pikiran dan filsafat. yang essensinya ialah ada-nya. Spinoza (1632 – 1677). suatu substansi yang seluruh hakikat dan tabiatnya terdiri dari pikiran yang keberadaanya tidak memerlukan tempat (sesuatu yang bersifat bendawi). baik ilmu maupun filsafat. Pemikiran. Dengan keragu-raguan ini maka nampaklah pada dirinya bahwa ia berpikir. Materi sebagai keluasan (ekstensi) sebagaimana hal itu dilukiskan dan dipelajari oleh ahli-ahli ilmu ukur. Allah dan keluasan. Oleh Descartes hal ini dirumuskan cogito ergo sum (saya berpikir maka saya ada). Descartes berpendapat bahwa dalam dirinya dapat ditemukan tiga ”ide bawaan” (innateideas) yang sudah ada pada dirinya sejak manusia itu lahir. Allah sebagai wujud yang sama sekali sempurna. Ia ragu-ragu terhadap segala sesuatu. Keragu-raguan ini adalah suatu cara berpikir. bahkan dirinya sendiri diragukan. Sifat substansi tersebut mutlak tidak terbatas. pemberian Tuhan sebagai pedoman hidup maka tidak mungkin salah. yang tidak berdasarkan pada yang lain. serta untuk mengadakan sistem filsafat. Sebagai dasar segala-galanya diterimanya sesuatu yang mutlak. merupakan pemberian Tuhan sebagai bekal hidup sebelum orang itu dilahirkan. Dia mencita-citakan suatu sistem yang berdasarkan rasionalisme. Pengalaman hanya dipakai untuk meneguhkan pengetahuan yang telah didapat oleh akal. c). Oleh karena itu ciri khas kebenaranya dapat dipastikan ”jelas dan terpilahpilah”. Yang benar hanyalah tindakan budi yang terang benderang (idees claires et distinctes). yang pasti dan dapat dipercaya. Rasio akan membawa orang kepada kebenaran dan memberi pimpinan dalam segala pikiran. Ia mulai menggunakan metode baru yang disebut metode keragu-raguan.

Satu monade tidak dapat mempengaruhi monade yang lain. Manusia dapat menenuaika tugasnya untuk berbakti kepada Tuhan dengan hidup yang sesuai dengan hukum-hukum akali. pemikiran) dan keluasan (tubuh). Dengan demikian jaman Pencerahan merupakan tahap baru dalam proses emansipasi ahli-ahli pikir di Barat. karena Tuhan mengadakan ’harmoni’ antara monade-monade (satu keseluruhan yang ditentukan sebelumnya). Pandangan Herbert ini kemudian dikembangkan lebih lanjutsekitar akhir abad ke. Aufklarung adalah nama suatu jaman yang meliputi abad ke. 2. Kesalahan manusia tersebut ialah karena manusia tidak mau memanfaatkan akalnya. sedangkan satu sama lain tidak ada hubungannya. Eduard Herbert (1581 – 1648). . termasuk agama Kristen ditaklukkan akal. Aufklarung (Pencerahan atau Fajar Budi). baik mengenai unsur-unsur positif maupun unsur-unsur negatif.18 yang diawali jaman renaissance. sehingga segala sesuatu dapat berjalan dengan sesuai dengan hukum-hukum tersebut. Pada umumnya sikap Pencerahan memusuhi atau paling tidak mencurigai agama wahyu. Kedua-duanya merupakan satu kasatuan yaitu dalam substansi tunggal. 2. Menurut dia banyak terdapat substansi dan jumlah substansi itu tidak terhingga. Pemikiran Berkley bermuara pada idealisme yang olehnya disebut imaterialisme. Keyakinan yang asasi yaitu: . Jiwa dapat bekerja sama dengan tubuh. Jiwa merupakan ’monade’ tetapi juga materi yang terdiri dari banyak ’monade’.Monade’ ini tidak bersifat jasmani dan tidak dapat dibagi-bagi. Hubungan antara jiwa dengan tubuh. Pemikiran pada jaman itu sangat dipengaruhi ilmu pengetahuan alam dari Issac Newton yang memberikan landasan dasar kepada fisika klasik dan menjanjikan suatu perkembangan yang tiada batasnya. 2. Dia adalah tokoh Pencerahan di Inggris. Leibniz (1646 – 1716). karena masingmasing monade tertutup. Dia berusaha meneguhkan kebenaran-kebenaran dasar alamiah terhadap segala keraguan dibidang agama.10 Ada dua sifat substansi yaitu budi (jiwa. Atas dasar pendapat tersebut dia menentang segala kepercayaan yang berdasarkan wahyu. Contoh dua arloji yang menunjukkan waktu dengan cara yang persis sama. Menurut Immanuel Kant Aufklarung adalah jaman manusia keluar dari keadaan akil balik yang disebabkan oleh kesalahan manusia sendiri. Salah satu gejala pencerahan yang muncul dalam alam filsafat di Inggris dikenal ’deisme’ (suatu aliran yang mengakui adanya yang menciptakan alam semesta ini. Dioa menyangkal adanya satu dunia yang ada di luar kesadaran. Voltaire menyebutnya jaman Aufklarung ini jaman Pencerahan (jaman akali). Oleh karena itu semboyan orang pada waktu itu: ”Hendaklah anda berani berpikir sendiri”. dimana manusia mencari cahaya baru dalam rasionya. Menurut Herbert bahwa akal memiliki otonomi mutlak di bidang agama. Substansi itu ia beri nama ’monade’. tetapi setelah alam semesta diciptakan Tuhan menyerahkan alam semesta ini kepada nasibnya sendiri). dan mencoba untuk mengembalikan kepada beberapa asas (hukum) yang bersifat umum. George Berkley (1685 – 1753). yang masing-masing mengandung segala macam dan tingkatan ada. Pada saat penciptaan monade diatur sedemikian rupa sehingga peristiwa dalam suatu monade ada reaksinya terhadap monade yang lain. Jiwa merupakan monade dan tubuh terdiri dari banyak monade. Hal ini dikarenakan bahwa Tuhan telah memasukkan hukum-hukum dunia kedalamnya. Metode yang digunakan dalam filsafat ialah metode induksi dengan berpangkal dari gejala-gejala.17 dan awal abad ke-18.

seperti muncul persaingan dan percekcokan. Pengertian ’kehendak umum’ harus dibedakan dengan ’kehendak semua orang’. sedangkan pengamatan identik dengan gagasan yang diamati. Manusia alamiah adalah manusia yang baik. Bentuk persekutuan harus ditemukan. sedangkan dalam perjanjian biasa hak. b. yang tidak sesat. karena usaha mereka untuk membebaskan diri dari keadaan alamiah. Tidak ada sesuatu kecuali roh yang dalam realitas kongrit adalah pribadi-pribadi yang berpikir. c. sedangkan ’kehendak umum’ ditentukan pada kepentingan umum yang senantiasa mengikuti hal-hal yang benar. dan kebudayaan. dimana hidup perorangan harus digantungkan pada undang-undang sebagai pengungkap-an asli ’kehendak umum’. Jean Jacques Rousseau (1712 – 1778). Oleh karena itu perlu menciptakan aturan-aturan guna melindungi milik pribadi. Hanya pengamatan yang ada. Keadaan yang baru ini menim-bulkan persoalan baru pula. Pengamatan terjadi karena hubungan antara pengamatan indra yang satu dengan pengamatan indra yang lain (penglihatan dengan peraba). Jaman prakritis ialah jaman ketika ia menganut rasionalis-me. d. maka ia meninggalkan rasionalisme dan . Pada waktu itu filsafat di Perancis lebih erat hubungannya dengan kehidupan politik. Menurut Rousseau didalam hidup bermasyarakat keuntungan-keuntungan secara alamiah harus tetap dipelihara. Dia seorang filsof yang menekankan pada perasaan subyektivitasnya. Pangkal pikir Berkley terdapat dibidang teori pengalaman. Oleh karena itu kebebasan harus diambil alih. dan hak-hak sendiri. dimana kebebasan dan kesamaan yang dinikmati orang pada jaman alamiah tetap dipertahankan sejauh hidup bermasyarakat memungkinkan. Manusia yang biadab lebih tinggi bila dibandingkan dengan orang Perancis yang beradab. sosial. yang senantiasa berbuat sesuai dengan asas-asas yang tetap. Disamping itu ada macam-macam aliran. Namun karena terpengsruh oleh David Hume. Tidak ada perbedaan antara pengalaman lahiriah dengan pengalaman batiniah.. sebab kebudayaan meru-sak martabat manusia. diantaranya materialisme. kepentingan dan kehendak perorangan justru ditetapkan 3). Realitas itu terletak di dalam pengamatan. kepentingan. Tidak ada perbedaan antara dunia rohani dengan dunia badani. Menurut Rousseau kebudayaan bertentangan dengan alam. Di luar pengamatan tidak ada benda kongrit.11 a. Kesengsaraan yang diderita oleh orangpada waktu itu dipandang sebagai hukum surga. manusia yang dilahirkan dari kandungan alam. Gambaran ini tidak menggambar-kan sesuatu realitas yang adadi luar kita. Di Perancis hasil pemikiran diberikan dalam bentuk populer sehingga filsafat dapat diterima oleh golongan yang lebih luas. Contact social yaitu apabila orang meninggalkan kehendan. yang meneruskan azas mekanisme. Menurut dia pengeta-huan kita bersandar pada pengamatan. namun di dalam menghambakan diri pada perasaan meng-gunakan akalny yang tajam. Kritisisme Immanuel Kant (1724 – 1804) adalah seorang tokoh kritsisme yang hidup pada jaman prakritis dan jaman kritis. ’Kehendak umum’ ini akan menjadi kekuatan yang memaksa apabila terjadi contact social (perjanjian kemasyarakatan). Hal ini yang menyebabkan filsafatnya memasuki pandangan umum dan memberikan pimpinan dalam kejadian-kejadian kema-syarakatan. Segala realitas diluar manusia tergantung pada kesadaran. Yang ada hanyalah benda-benda yang diamati. Sedangkan obyek yang dikenal adalah penggabungan bagian gambaran yang diamati. ’Kehendak semua orang’ ialah kehendak sebagai hasil kepu-tusan suara terbanyak.

Filsafat Dewasa ini Pada jaman ini perasaan subyek sangat besar. yaitu kawasan keperluan mutlak dibidang alam (kritik atas rasio murni) dan kawasan kebebasan dibidang tingkah laku (kritik atas rasio praktis) dengan menggunakan konsep finalis (tujuan). Immanuel Kant mengakui bahwa budi dapat mencapai kebenaran. Idealisme . dapat disadari dan merupakan suatu keseluruhan. Ada tiga hal yang harus diandaikan agar tingkah laku kita tidak menjadi mustahil. tertentu dan lain dar pada yang lain. Kelainan sifat filsafat sesudah Immanuel Kant ini dapat disebut filsafat dewasa ini. dan subyek mengenal mendapat perhatian istimewa dari filsuf-filsuf berikutnya. 2. yang mutlak. Pengetahua umum harus melalui indra. Pertanyaan Kant :”Bagaimana ’keharusan’ itu mungkin. yaitu unsur-unsur dari pengalaman (Locke dengan ’tabula rasa’). tetapi apa syarat-syarat untuk mencapai kebenaran? Maka Kant akan mengadakan penyelidikan (mengadakan kritik) pengetahuan budi serta diterangkan mengapa pengetahuan budi itu mungkin. Kritik der praktischen vernunft (kritik atas rasio praktis). melainkan hanya dituntut. sedangkan tujuan bersifat obyektif apabila terdapat keselarasan antara satu sama lain dari benda-benda alam. Dengan demikian bukan budi yang mengarahkan kepada benda. melainkan bendalah yang mengarahkan kepada budi untuk dibentuk. Oleh karena itu subyek merupakan pusat segala tindakan. Kritik der urteilkraft (kritik atas daya pertimbangan). kemudian dioleh ole budi. Kritik der reinen vernunft (kritk rasio murn)i. Perintah ini sifatnya mutlak (imperatif katagoris) yang tidak mengenal pertanyaan ”untuk apa?” Misalnya ”Jangan mengambilmilik orang lain”. Subyek merupakan sesuatu yang kongrit. 4). imortalitas jiwa dan adanya Tuhan (Allah). tetapi harus diinsafi baik-baik bahwa ketiga hal itu tidak dibuktikan. Tiga kerangka utama yang disebut kritisisme ialah: a. Kritik ini dianggap sebagai usaha untuk mendamaikan rasionalisme dengan empirisme. Das ding an sich (benda dalam dirinya sendiri) merupakan masa berikutnya. Dari masing-masing pandangan tersebut berat sebelah. maka bisa juga. berpikir. Rasionalisme mementingkan unsur apriori dalam pengalaman. Ketiga hal tersebut ialah kebebasan kehendak. kongrit. yaitu unsur-unsur yang lepas dari pengalaman (Descartes dengan ideaidea bawaan). dan kemudian yang sama sekali lain. Kemudian Kant berusaha untuk menjelaskan bahwa pengalaman manusia itu merupakan perpaduan (sintesa) antara unsur-unsur apriori dengan unsur-unsur aposteriori. Kritisisme ialah pemikiran yang dimulai dengan menyelidiki kemampuan dan batasbatas rasio. Empirisme menekankan unsur aposteriori. maksudnya mengerti persesuaian kedua kawasan. Aliran ini disebut kritisisme karena setelah terpengaruh oleh David Hume (empirisme) membawa keragu-raguan terhadap budi. c. Yang dimaksud rasio praktis ialah rasio yang memberi perintah kepada kehendak kita (mengatakan apa yang harus kita lakukan). Dari individu mereka mencoba untuk bertemu dengan bukan aku. 3.Tujuan bisa bersifatsubyektif dan bisa bersifat obyektif.12 menyusullah kritisisme. Tujuan bersifat subyektif apabila obyeknya diarahkan kepada dirinya sendiri. Pada jaman ini Kant mengubah wajah filsafat secara radikal. dan apa yang memungkinkan ’keharusan’ itu? Prinsip pokok ialah apabila kita harus. Pengerian umum adalah hasil pembentukan budi. Ketigahal ini oleh Kant disebut ’ketiga postulat dari rasio praktis’ yang diterima sebagai kepercayaan. b. 2.

material maupun spiritual. yaitu mendamaikan antara beberapa pendapat yang satu sama lain saling berlawanan. Dasar pemikiran mereka bahwa realitas seluruhnya (termasuk alam dan manusia) merupakan buah hasil aktivitas Subyek Absolut (aktivitas rohani) yang sifatnya tidak terhingga. Yang dimaksud subyek bukan perorangan tertentu. roh (Aku Absolut) tidak memiliki preoritas terhadap alam atas atau alam sebaliknya. namun bagi Schelling . melainkan rasio Subyek Absolut. Aktivitas Aku Absolut menghasilkan non-aku (alam semesta). GWF Hegel (1770 – 1831). Filsafat Hegel ini dalam aliran sastra disebut ”Romantika”. Kedua-duanya berasal dari sumber yang netral. Aku Absolut mengadakan non-aku untuk menciptakan bahan bagi aktivitas moral. Filsafat Hegel menggunakan metode dialektika. yang disebut Identitas Absolut atau Indeferensi Absolut. Dengan kata lain non-aku (alam semesta) merupakan buah hasil aktivitas Aku Absolut. Baru pada manusia aktivitas Subyek absolut itu menciptakan kesadaran. FWJ Schelling (1775 – 1854).13 Para idealisme menyangkal adanya ’Das ding an sich’(realitas pada dirinya sendiri). Realitas seluruhnya adalah proses pemikiran yang memikirkan dirinya sendiri. Tindakan aku Absolut ini serentak mengadakan diri sebagai aku yang dibatasi non-aku. Dengan kata lain bahwa realitas seluruhnya harus dianggap menciptakan dirinya sendiri (self creating). Menurut Fichte dualisme yang terdiri dari aku terhingga dan non-aku didamaikan lagi dalam praktis moral. dan semua yang rasional bersifat riel”. sebagai suatu proses yang terus berkembang. Namun hasil ini diperoleh dengan cara tidak sadar. .Fichte. sehingga idealisme Fichte disebut idealisme praktis. namun alam dan roh seakan-akan membentuk kutub yang derajatnya sama. dan aku terhingga merupakan buah hasil dari itu juga. Perkembangan pemikiran Schelling dapat dibagi dalam beberapa periode. Menurut dia bahwa filsafat merupakan ilmu yang mendasari ilmu-ilmu lain sehingga disebut ”wissenschaftlehre” (ajaran tentang pengeta-huan). namun dalam periode terahkir ia mencurahkan perhatiannya pada agama dan mistik. Ada tiga sistem idealisme yang dapat dipandang sebagai metafisika monistis. Dari fase pertama (tesis) ini kemudian muncul fase kedua antitesis (lawan dari tesis). Oleh karena itu dalam diri manusia Allah menjadi sadar akan dirinya. Menurut dia bahwa filsafat harus berpangkal dari suatu perbuatan Aku Absolut. Fase pertama tesis. Pada filsafat Fichte alam (non-aku) adalah hasil roh (Aku Absolut). Menurut dia realitas seluruh rasio harus disetarakan dengan satu subyek sehingga dalil Hegel berbunyi Semua yang riel bersifat rasional. Dualisme itu perlu agar praktis moral dapat dijalankan. Hegel sangat mengutamakan rasio. Dengan cara ini Fichte mendamaikan pertentangan antara rasio teoritis dengan rasio praktis (yang terdapat pada Kant). FWJ Schelling. Prosesnya terdiri dari tiga fase. Dari identitas Absolut ini keluarlah alam serta roh dengan realitasnya. sedangkan yang dimaksud metafisika monistis yaitu metafisika yang sangat menekankan pada kesatuan realitas seluruhnya. Roh selalu hadir dalam alam dan alam selalu hadir dalam roh. JG Fichte (1762 – 1814). Sumber ini tidak boleh dianggap subyek atau obyek. Taraf pemikiran inilah yang dianggap sebagai penghubung filsafat Fichte dengan filsafat Hegel. Tiga penganut idealisme ini antara lain: Johan Gottlieb . melainkan subyek absolut atau Tuhan. Seluruh realitas bersifat subyektif sebagai hasil aktivitas subyek. Oleh karena itu alam tidak ditempatkan di bawah roh. Aktivitas subyek itu tidak boleh dianggap sebagai pemikiran sadar. Di sini perlu dibatasi yang bisa disebut filsafat identitas. dan alam maupun manusia merupakan syarat untuk mencapai kesadaran dirinya. atau suatu realitas obyektif. Bukanya rasio manusia perseorangan. karena semua bentuk perlawanan terdapat dalam bentuk kesatuan yang belum terpisahkan. Artinya luas rasio sama dengan luas realitas. dan GWF Hegel.

14 Kemudian munyusul fase ketiga sintesis. kecuali hanya mengenal fenomena-fenomena saja karena. Hal ini mengaki-batkan munculnya bentuk-bentuk hidup yang semakin lama semakin tinggi (contoh manusia adalah salah satu bentuk hidup dari perkembangan tersebut). Seluruh pikirannya terpusatkan pada evolusi. Tokoh evolusionisme ialah: Charles Robert Darwin (1809 – 1882). yaitu ”menjadi”. Dengan demikian manusia dapat mencapai kelepasan (nirwana). pengenalan kita hanya menyangkut fenomena. 5). yaitu dengan memadamkan segala hawa nafsu secara radikal dan melepaskan diri dari segala keinginan. Apabila setiap ilmu menggunakan prinsip-prinsip yang berlaku pada lapangan masing-masing. dalam bentuk yang lebih sempurna. Menurut dia bahwa yang absolut tidak dapat dikenal meskipun dibelakang fenomena terdapat yang absolut. Schopenhauer memiliki pandangan dunia yang pesimis. Aliran ini mengatakan bahwa segala sesuatu akan berkembang menurut hukum mekanikan dengan berlakunya hukum strugal of the life dan survival of the fities. Arthur Schopenhauer (1788 – 1860). Dalam perang ini yang lemah tidak bisa bertahan dan tidak dapat melangsungkan kehidupan keturunannya. yaitu bahwa hidup di dunia ini sengsara. Dengan demikian mustahil percobaan-percobaan untuk merancang semua metafisika. Jenis yang menang dalam perang ini akan mewarisi sifat-sifat yang kuat kepada keturunannya. . Jalan estetis adalah kesenian. Jalan yang paling efektif ialah jalan etis. Hukum pewarisan c). Untuk mengatasi kesengsaraan tersebut ada dua jalan yaitu jalan estetis dan jalan etis. Contoh ”ada” merupakan tesis. Kebenaran dalam tesis dan antitesis tetap akan disimpan dalam sintesis. Jenis yang tetap dapat hidup dan melang-sungkan keturunannya ialah jenis yang dapat bertahan dalam perang. Herbert Spencer (1820 – 1903). Ia berpendapat bahwa: a). Dia adalah seorang agnotis. Pertentangan dari keduanya tersebutakan didamaikan oleh sintesis. ini sebagian ”ada” dan sebagian ”tidak ada”. Dengan adanya sintesis ini maka tesis dengan anti tesis menjadi aufgehoben (tidak ada/tidak berlaku lagi). Dia berpendapat bahwa setiap ilmu harus membatasi diri pada pengertian fenomena. Gagasan-gagasan tentang evolusi menguasai seluruh ilmu pengetahuan. yang mendamaikan tesis dengan antitesis. yaitu bahwa dalam bidang religius kebenaran tidak dapat dicapai. maka filsafat harus mencari suatu prinsip yang berlaku untuk segala macam fenomena. sedangkan realitas menurut hakikatnya adalah kehendak. Jadi prinsip filsafat ialah hukum evolusi yang sama sekali bersifat umum dan diterapkan pada berbagai macam ilmu. Tugas filsafat ialah mempersatukan pengertian fenomena. Dalam diri manusia kehendak metafisis mencapai kesadaran. Evolusionisme. Gejala biologi yang terus berubah yang tampak pada segala mahkluk hidup/ b). Sintesis ini akan menjadi tesis baru yang tingkatannya lebih tinggi. khususnya musik.Namun kesenian ini hanya dapat melupakan kesengsaraan yang sifatnya sementara. Dibelakang fenomena itu tinggal ’the great unknowable’. sehingga jenis dari mahkluk hidup yang lemah akan musnah. Proses ini akan berlangsung terus menerus. Dia berpendapat bahwa realitas seluruhnya bersifat subyektif. namun kehendak manusia itu tidak pernah dipuaskan. Keturunan yang berlebih-lebihan. Kemu-dian muncul ”ketidak adaan” merupakan antitesis. Oleh karena itu segala mahkluk menghasilkan keturunan yang berlebih-lebihan sehingga diantara mahklukmahkluk hidup tersebut timbul perang untuk hidup. Dia mengajarkan evolusi dan perang untuk hidup (the strugal for live).

yaitu orang percaya bahwa dibelakang setiap kejadian tersirat suatu kehendak yang khusus. Pada jaman ini dihasilkan ilmu pengetahuan yang sebenarnya. bahwa hukum-hukum gerak mengakibatkan bagian-bagian material mencapai deferensiasi dan integrasi yang semakin besar. Ajaran tersebut meliputi tiga jaman yaitu: 1.1857). Sedangkan sosiologi (yang pertama kali dibentuk oleh Comte) merupakan puncak dari segala usaha ilmiah yang mengambil obyek penyelidikan gejala-gejala kemasyarakatan. dimana kekuatan adikodrati (dewa-dewa) diganti dengan konsep-konsep dari prinsip-prinsip abstrak dengan pengada-pengada lahiriah. Kemudian kita melihat ke masa depan. Oleh karena itu selaku pencipta sosiologi dia . Jaman teologis. Tahap ketiga yaitu ketika orang mengganti bermacam-macam dewa dengan satu tokoh tertinggi (monoteisme). Mengenai susunan ilmu pengetahuan. Apa yang dapat diketahui scara positif adalah yang tampak. Dalam observasi yang menggunakan rasio. yaitu: a).15 Spencer mengartikan evolusi secara mekanis.matamatika merupakan ilmu paling fondamen-tal dan menjadi pembantu bagi semua ilmu yang lain. Jaman metafisi yang sebenarnya hanya merupakan perubahan dari jaman teologis. Pada kenyataan kongrit dapat dianggap merupakan suatu proses yang tiada henti-hentinya. baik manusia perorangan maupun manusiasebagai keseluruhan. dimana materi dan gerak selalu disusun kembali apabila puncak evolusi telah dilewati. Ajarannya berkaitan dengan tanggapan perkrm-bangan pengetahuan manusia. b). Tahap pertama paling bersahaja (primitif). Menurut diabahwa evolusi merupakan puncak suatuv proses yang kemudian muncul suatu dissolution (penghancuran). yaitu ketika orang-orang menganggap bahwa benda-benda berjiwa. namun dia tidak mengakui tujuan evolusi sebagai keseluruhan. gejala apa akan tampak. ketika orang percaya kepada dewa-dewa. dan setiap dewa mengusai suatu lapangan tertentu (politeisme) c). yaitu fakta-fakta positif. kemudian kita berusaha untuk menyesuai-kan diri dengannya. Perbedaanya bahwa positivisme membatasi pada pengalaman obyektif sedangkan empirisme disamping membatasi pada pengalaman obyektif juga pengalaman subyektif (batiniah). Kesamaan antara positifisme dengan empirisme ialah bahwa keduanya mengutama-kan pengalaman. sehingga aliran ini menolak metafisika dan filsafat. ’sebabpertama’ dan ’tujuan terakhir’. 2. Pada jaman ini pemikiran dapat dibagi menjadi tiga tahap. August Comte (1798. Semua uraian di luar fakta (kenyataan) dikesampingkan. Menurut pandangan positivisme. kemudian disatukan kedalam sesuatu yang bersifat umum. Jaman positif yaitu jaman manusia membatasi diri pada fakta-fakta yang disajikan kepadanya. Positivisme Positivisme berasal dari kata positif yang berpangkal dari apa yang telah diketa-hui. yang disebut alam. 3. orang berusaha menetapkan relasi persamaan atau urutan yang terdapat antara fakta. sedangkan ilmu pengetahuan dibatasi pada bidang gejala saja. 6). Tahap kedua. kita melakukan seperti apa adanya kemudian berusaha menyusun fakta-fakta tersebut menurut hukum-hukum tertentu. Pada jaman ini orang mengarahkan rohaninya kepada hakikat ’batiniah’. dan dipandang sebagai gejala yang khusus.

Teorinya diadakan bukan untuk tahu dan mau melainkan untukmengabdi pada tindakan. Dia mengingkara prinsip hidup pada umumnya dengan membuktikan jiwa tanpa badan (bahan) tidak akan hidup.16 menghantar ilmu pengetahuan masuk ke dalam taraf positif dan praktis. Karl Marx (1818 -1883). yang para pengikutnya menganggap bahwa prinsip materialisme merupakan hasil ilmu pengetahuan . namun tidak mungkin ada katak tanpa badan. melainkan untuk mengubah dunia. Materialisme Materialisme adalah suatu pandangan hidup yang mencari dasar segala-galanya termasuk kehidupan manusia di dalam alam kebendaan semata-mata dengan mengesampingkan segala sesuatu yang mengatasi alam indrawi. sedangkan keadaan ditentukan dalam keadaan sejarah. Kepuasan ialah kebahagiaan manusia dan kesusahan tidak lain usaha untuk mencapai kebahagiaan yang biasanya dilakukan di dunia. Pengetahuan ialah pengalaman. sehingga tidak ada bedanya antara manusia dengan binatang. Menurut dia satu-satunya yang ada ialah alam. Marx menghubungkan ekonomi dengan filsafat. Tugas filsafat bukan untuk menerangkan dunia. Contoh jantung katak yang dikeluarkan dari tubuhnya. oleh karena itu positifisme menolak metafisika. Pada awalnya masyarakat tidak mengenal pertentangan tingkat masyarakat. Perbedaan materialisme dengan positifisme ialah bahwa positifisme membatasi diri pada fakta. Dari Feuer Bach diterima cara menerangkan kerohkanian yang jasmani dan mengarahnya segala minat kepada manusia yang hidup dalam masyarakat. Materialisme ini ada dua macam yaitu: a. dan tujuannya cenderung pada alam (cenderung akan kepuasan hidup). Materialisme ilmiah yang meneruskan materialisme masa aufklarung. Hubungan aku dan engkau merupakan inti kebahagiaan. Tokoh-tokoh materialisme. Semua hasil tindakanhanyalah endapan keadaan ekonomi. Tetapi ternyata hidup manusia ini ditetapkan oleh keadaan ekonomi. sedangkan badan (bahan) tanpa jiwa dapat hidup (bergerak). Dalam masyarakat purba muncul tingkatan masyarakat karena keahlian pekerjaan dan adanya milik sehingga munculgolongan orang yang berada (kapitalis) dan orang tidak berada (proletar). Kedua golongan ini bertentangan satu sama lain. Oleh karena itu usaha untuk mencapai kebahagiaan dirinya harus mengindahkan kebahagiaan orang lain. demikian pula tentang binatang. Dia terpengaruh oleh Hegel dan Feuer Bach. Feuer Bach (1804 – 1872). sedangkan materialisme berangapan bahwa realitas seluruhnya terdiri dari materi. 7). Dari Hegel diterima metode dialektika (materialisme dialektika) dan rapat hubungan antara filsafat dengan masyarakat. yaitu dengan mengadakan susunan masyarakat yang lebih sempurna. Segala sesuatu yang lain yang kita sebut roh (jiwa) itu tidak merupakan suatu kenyataan yang berdiri sendiri. Pengalaman adalah dasar kesusilaan. Materialisme yang timbul sebagai reaksi terhadap idealisme. Ketegangan ini semakin lama semakin . b. Dpl bahwa materialisme menganggap yang ada hanyalah materi. dalam beberapa detik masih berdenyut. Oleh karena itu setiap benda atau kejadian dapat dijabarkan kepada materi atau salah satu proses materi. Lametre (1709 – 1751) yang beranggapan bahwa manusia tidak lain dari pada mesin. Kebahagiaan orang lain sama pentingnya dengan kebahagiaan dirinya sendiri. seperti yang dianut oleh kalangan ilmu pengetahuan alam.

Tokoh-tokoh pragmatisme iala: William James (1842 – 1910). yang diperlukan bagi pemikiran kita di kemudian hari. Patokan pragmatisme adalah manfaat bagi hidup. Oleh karena itu penyelidikan dengan nilai adalah suatu instrumen. Oleh karena itu filsafat harus berpijak pada pengalaman dan menyelidiki serta mengolah pengalamansecara aktif dan kritis sehingga filsafat dapat menyusun sistem norma-norma dan nilai-nilai. Nilai pertimbangan kita tergantung pada akibat-nya. Menurut dia bahwa tugas filsafat ialah memberikan garisgaris arah perbuatan dalam kenyataan hidup. muncullah masa masyarakat tidak bertingkat.Kesadaran ialah suatu fungsi yang didalamnya terdapat arus gejala-gejala yang berlangsung terus-menerus tiada henti-hentinya. Menurut James bahwa akal ditaklukkan oleh perbuatan. Menurut dia bahwa kesadaran adalah sebutan sesuatu yang tidak mewujudkan suatu kesadaran lahiriah.17 meningkat sehingga meletus revolusi Kaum proletar akan mengambil alih kekuasaan kaum kapitalis. berdiri sendiri. Menurut James tidak ada kebenaran yang mutlak. Dengan kata lain perkembangan masyarakat tidak lain adalah perkembangan dari materi (bahan).Pikiran inilah yang menuju sasaran pengetahuan. tetapi alamkodrat dipandang dari segi kemasyarakata. Satu-satunya bahan (materi) asli adalah ’pengalaman murni’. Setelah mendapat informasi kita akan mendapat suatu keyakinan yang disebut ’kepercayaan’ Informasi ini merupakan persiapan yang diperlukan bagi perbuatan. Aliran ini bersedia menerima segala sesuatu asal membawa akibat pragtis. Penyelidikan berkaitan dengan penyusunan kembali pengalaman yang dilakukan dengan sengaja. Pengalaman pribadi dapat diterima. John Dewey (1859 -1952). bersifat tetap. karena gerak sejarah terjadi oleh manusia sendiri. Negara ini bukan nasional melainkan internasional (kumpulan bangsa-bangsa sedunia). Menurut Dewey bahwa penyelidikan adalah tranformasi yang terperinci (terawasi) dari suatu keadaan tak tentu menjadi suatu keadaan tertentu. lahir di New York. Pemikiran kita berpangkal pada pengalaman dan bergerak kembali menuju pengalaman. begitu pula kebenaran mistis. 8). Jadi informasi tersebut sebagai pembuka jalan baru bagi perbuatan-perbuatan berikutnya. Pada masa ini milik adalah ada pada masyarakat. Apabila masa diktator proletar ini sudah lewat. Sedangkan yang mendorong perkembangan masyarakat adalah kekuatan-kekuatan materi yang ada pada masyarakat. sedangkan akal dan per-buatan hanya berfungsi sebagai pemberi informasi bagi praktek hidup. Hal ini dikarenakan bahwa pengalaman kita berjalan terus. yaitu suatu usaha untuk menyusun suatu teori . berlakuumum. TujuanMarx ialah memberi arah kepada manusia kemana jalan sejarah. yaitu negara. sedangkan pegangannya ialah logika pengamatan. Pragmatisme Pragmatisme adalah aliran yang mengajarkan bahwa yang benar adalah apa yang dapat membuktikan adanya akibat yang bermanfaat secara praktis. dan di dalam praktek apa yang kita anggap benar dapat dikoreksi oleh pengalaman berikutnya. Pertimbangan itu benar jika bermanfaat bagi pelakunya. Oleh karena itu kesadaran tidak boleh diberi tempat diantara asas-asas pertama. Segala yang kita anggap benar dalam perkembangan pengalaman senanti-asa berubah. dan dapat memperkaya hidup serta kemungkinan-kemungkinan hidup. Menurut Marx manusia terbentuk oleh alam kodrat. dan lepas dari akal yang mengenal. ’Pengalaman murni’ ialah perubahan-perubahan langsung yang terus-menerus dari hidup ini. asal bermanfaat. Adapun masyarakat itu hasil berkembang yang disebut sejarah.

18 yang logis dan tepat dari konsep-konsep. dan berkembangmelawan penekanan materi. kemudian memikirkan kembali unsur-unsur tersebut dalam ruang dan waktu. yang menyebabkan lajunya perkembangan industrialisasi. Satu-satunya cara yang dapat dipercaya adalah dengan menggunakan metode induktif. Hal ini menyebabkan hidup terbagi menjadi arus yang menuju banyak arah yang sebagian ditundukkan oleh materi. yang memiliki kecepatan tetap berbuat secara bebas untuk keluar darigenggaman materi. yaitu suatu perkembangan yang menciptakan dan meliputi segala kesadaran. kenyataan itu dianalisa. baik yang berlaku untuk ilmu fisika maupun persoalan-persoalan sosial dan moral. pertimbangan-pertimbangan yang penyimpulannya dalam bentuk bermacam-macam mengenai konsekwensi-konsekwensi di masa depan. Apabila akal ingin mengerti keadaan suatu hakikat kenyataan. segala hidup dan segala kenyataan yang dalam perkembangannya terus menerus menciptakan bentuk-bentuk baru serta menghasilkan kekayaan baru. yang memiliki fungsi praktis. Guna menyelami hakikat kenyataansiperlukan institusi. Jagad raya dan manusia dipandang sebagai mesin yang terdiri dari banyak bagian. Akal digunakan untuk menyelidiki segala sesuatu. dibongkar dalam banyak unsur. maka akal dapat menyesuaikan diri dengan dunia sekitarnya. dan ditempatkan yang satu disamping yang lain. Berdasarkan perkembangan ini Bergson mengakui adanya evolusi. Ilmu yang menyelidiki jiwapun berbuat demikian. Oleh karena itu akal berguna sekali untuk pemikiran ilmu.berbeda dengan pemikiran akal. Intuisi adalah suatu bentuk naluri pemikiran yang dinamis. Kerja roh manusia sebagai akibat proses badani yang berjalan karena keharusan. Filsafat Hidup Filsafat ini munculmenjelang akhir abad ke 19 dan awal abad ke 20. Hal ini menyebabkan segala pemikiran diarahkan pada hal-hal yang badani. Kadar kebenaran akan tampak dalam pengujian oleh pengalaman-pengalaman dalam praktek. 9). Sedangak pada manusia perkembangan akan berlangsung terus sampai pada akal. Bila digambarkan perkembangan hidup ini bergerak ke atas. Pada tumbuh-tumbuhan perkembangan kan-das dalam bentuk-bentuk tanpa kesadaran. Fungsi intuisi ialah untuk mengenal hakikat pribadi (aku) dengan lebih murni. dan bagian yang lain. Segala sesuatu dianalisa. dimana ilmu dan teknologi berkembang dengan cepatnya. Dari masing-masing bagian menempati tempatnya sendiri-sendiri dan bekerja menurut hukumhukum yangtelah ditentukan. kecakapan untuk menyimpulkan serta meninjau dengan sadar. . dibongkar. yaitu suatu tenaga rohani yang dapat melepaskandiri dari akal. sedangkan materi bergerak ke bawah. Menurut dia bahwa hidup adalah tenaga ekplosip yang ada semenjak dunia ini ada. Namun akal tidak dapat menyelami hakikat segala kenyataan. Henri Bergson (1859 – 1941). seperti ginjal mengeluarkan air kencing. Evolusi tersebut berkembang ke arah bermacam-macam. Karena akal adalah hasil perkembangan dalam proses hidup. dan untuk mengenal hakikat seluruh kenyataan. Pada binatang perkembangan akan kandas pada materi. Menurut Dewey mengenal adalah berbuat. ditafsirkan. jantung memompa darah dan otak mengeluarkan buah pikiran. kemudian disusun kembali. Dalam rangka pandangan ini yang benar ialah apa yang disetujui oleh semua orang yang menyelidiki. dibedakan antara unsur yang satu dengan unsur yang lain. Dalam hidup praktisakal menggunakan pengertian-pengertian untuk mengabdikan perubahan-perubahan yang ada. Manusia memiliki akal yang muncul karena penyesuaian manusia yang digunakan untuk menciptakan dan mengubah alat kerja bagi dirinya sendiri secara bebas.

Disini kita akan sampai pada hakikat rumah. Hal ini desebabkan bahwa setiap hari kita mengalami dunia yang ada di luar kita. hakikat sesuatu yang kita lihat. Dilihat dari kelangsungan yang murni. Fenomen juga tidak perlu suatu peristiwa. Semua gejala tersebut kita tinjau kembali. 10). masa kini dan masa depan saling berpautan. sebab fenomen dapat juga dilihat(ditilik) secara rohani tanpa melewati indra. Fenomena yang menyodorkan diri secara nyata ada itu tidak boleh kita terima begitu saja.19 Kerja intuisi ialah baik apa yang terjadi dalam kesadaran maupun di luar kesadaran dalam kenyataan. Reduksi transendental. Fenomenologi Fenomenologi adalah suatu aliran yang membicarakan fenomena atau segala sesuatu yang menampakkan diri. c. kita tidak boleh tergesa-gesa mengatakan ”ada rumah”. b. . bernilai relatif. Keputusan itu harus ditangguhkan (ditempatkan diantara tanda kurung). reduksi editis dan reduksi transendental. a. mana yang termasuk inti sari dan mana yang tidak. Reduksi eiditis. Oleh karena itu kita harus mencari pengertian yang sebenarnya dengan menerobos segala gejala yang menampakkan diri. hakikat gejala) dan hasilnya ’penilik hakikat’ Inilah pengertian sejati. apa yang menampakkandiri seperti apa adanya. Menurut Husserl reduksi ini terdiri dari reduksi fenomenologis. Bergson membedakan antara masyarakat tertutup dengan masyarakat terbuka. Semua pendapat tentang rumah tersebut kita tempatkan diantara tanda kurung dahulu dan sisanya mewujudkan rumah yang nampak pada kita. Menurut para pengikutfilsuf fenomenologisuatufenomen tidak perlu harus diamati dengan indra. apa yang jelas dihadapan kita. dimana masa lampau. Menurut dia bahwa didalam hidup sehari-hari kita yakin suatu pengertian bersifat obyektif. Misalnya ada banyak pendapat tentang rumah. Menurut para pengikut fenomenologi. Reduksi fenomenologis yaitu penyaringan pengalaman kita untuk mendapatkan fenomena dalam ujudnya yang murni. sedangkan moral terbuka ialah moral yang mutlak berlaku bagi seluruh umat manusia. Moral tertutup ialah moral yang berlaku bagi masyarakat tertentu. Edmud Husserl (1859 – 1983) adalah pelopor fenomenologi. fenomen ialah ”apa yang menampakkandiri dalam dirinya sendiri”. saling kait-mengkait dan merupakan suatu kesinambungan yang menciptakan perubahan hal-hal yang baru. dan moral tertutup dengan moral terbuka. yaitu sesuatu yang benar-benar ada di luar kita. Misalnya setelah melihat rumah. Apabila tindakan ini berhasil maka kita menemukan gejala sebenarnya. yaitu penyaringan segala sesuatu yang bukan eidos (inti sari. kita tidak mengerti sepenuhnya tentang segala sesuatu yang nanpak pada diri kita sehingga kita tidak dapat memastikan bahwa pengetahuan tentang dunia betul sama sekali. sedangkan masyarakat terbuka ialah masyarakat yang pada dasarnya meliputi seluruh umat manusia. Namun apabila kita berpikir lebih mendalam. yang harus ditempatkan diantara tanda kurung dahulu ialah eksistensi dan segala sesuatu yang tidak ada hubungan timbal-balik dengan kesadaran murni dengan tujuan agar supaya dari obyek tersebut orang sampai pada apa ada pada subyeknya. Fenomenologi disini dimaksudkan sebagai suatu metode berpikir tertentu yang teliti secara khas. Masyarakat tertutup ialah masyarakat yangmenjadi sumber kewajiban-kewajiban moral dan adat-istiadat. menuju pada ’barangnya sendiri’ dan harus sampai pada hakikat segala sesuatu dengan menggunakan ’reduksi’ (penyaringan).

Sebenarnya eksistensialisme adalah suatu aliran filsafat yang bersifat tehnis. yang mengalami segala pengalaman transendental. Eksistensialisme memberi tekanan pada pengalaman kongrit yang eksistensial.20 Dpl metode fenomenologi diterapkan pada subyeknya sendiri. Cara benda-benda berada di dunia ini tanpa disadari dan yang satu disamping yang lain tanpa hubungan. melainkan suatu ’menjadi’. dan untuk menyadari apakah sebenarnya mengerti itu? Oleh karena itu orang harus mempunyai pengetahuan tentang manusia yang tahu. Pada hakkatnya manusia terikat pada dunia sekitarnya. d). kepada perbuatannya dan kepada kesadaran murni. Sedangkan cara manusia berada di dunia ini bersama-sama dengan benda-benda. Cara manusia berada di dunia ini berbeda dengan cara berada benda-benda. Dunia yang nampak kepada kita tidak dapat memberi kepastian kebenaran.(misal aku sedang duduk). Dia adalah pengikut Hegel. yang dijangkti dunia benda. merencanakan dan menjadi. 11). yaitu cara manusia berada di dalam dunia. Bereksistensi diartikan secara dinamis. Eksistensi manusia bukan suatu ’ada’ yang statis. Aku dalam pengalaman ini adalah ’aku yang empiris’. namun dalam filsafat eksistensi mempunyai arti khusus. Menurut dia bahwa setiap hari orang dihadapkan dengan pertanyaan: ”Apa yang harus dilakukan dalam keadaan yang kongrit itu?” Patokan umum yang berlaku bagi seluruh umat manusia di segala jaman dan tempat tidak mungkin dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan hidup kongrit yang timbul sehari-hari. c). Ciri-ciri tersebut ialah: a). Agar supaya ada kepastian akan kebenaran pengertian kita harus mencari dalam Erlebnisse (pengalaman dengan sadar). Soren Kerkergaard (1813 – 1855). dan benda-benda itu menjadi berarti karena manusia. Tujuan filsafat eksistensialisme ialah untuk mengerti realitas seluruhnya. maka akan tinggal ’kesadaran murni’ atau ’aku murni’ yang tidak empiris lagi. ’Aku’ kita senantiasa berada dalam jasmaniah tertentu. b). dan antara sistem yang satu dengan sistem yang lain tidak sama. yang terjilma dalam bermacam-macam sistem. Sebab setiap orang dihadapkan dengan persoalannya sendiri yang khusus berlaku baginya. Pandangan ini yang ditolak oleh Kierkergaard. Namun demikian ada ciri-ciri yang sama yang dapat dikatakan filsafat eksistensialisme. Dengan Erlebnisse ini kita mengalami diri kita sendiri atau ’aku’ kita yang senantiasa berhubungan dengan dunia benda di luar kita. Oleh karena itu untuk sementara waktu ’aku yang empiris’ ini harus ditempatkan diantara tanda kurung. Kata eksistensi berarti keberadaan. Setelah ’aku yang empiris’ kita beri tanda kurung. kepada sesama manusia. Menurut Hegel bahwa hidup yang kongrit itu hanya mewujudkan suatu unsur saja dalam proses perkembangan ide. Tetapi karena dianggap mengaburkan hidup yang kongkrit. Menurut Kierkergaard bahwa pertama-tama yang penting bagi manusia adalah keadaanya sendiri (eksistensinya sendiri). yaitu . Eksistensi adalah cara khas manusia berada. Eksistensialisme Eksistensialisme adalah filsafat yang memandang bahwa segala gejala berpangkal pada eksistensi. maka Hegel ditinggalkannya. yaitu berbuat. Karena realitas manusia belum selesai maka harus dibentuk. Persoalan yang kongrit yang timbul setiap hari itu oleh Kierkergaard disebut ”persoalan-persoalan eksistensial”. yang perhatiannya dipusatkan pada manusia. Untuk membedakan dua cara berada ini dalam filsafat eksistensialisme dibedakan bahwa benda-benda itu ”berada” sedangkan manusia ”bereksistensi”. yang didalamnya mengandung suatu perpindahan .

Baginya tidak ada persoalan lain kecuali kesalahan (dosa)-nya sendiri. sehinnga dia dikenal seorang positivis atau rasionalis. ialah ’sein zun tode’. sehingga orang harus meloncat dari stadium yang satu ke stadium berikutnya. Jadi orang tersebut berpikir secara abstrak. sehingga manusia berada dalam waktu yang berhubungan dengan keabadian. yang terjadi dalam kebebasan dan keluar dari kebebasan karena pilihan manusia. takut terhempas ke arah masa datang. dan tidak menyelami serta tidak menyentuhnya. Pada stadium religius ini manusia sebagai subyek individu berhubungan dengan yang kongrit (yaitu Kristus) yang sungguh ada. Aku ini lagi menyelenggarakan. Tetapi apabila ’aku’ tetap bertahan diri pada ’Dasein’ maka datanglah ’aku’ dari ada yang tidak sesungguhnya pada ada yang sesungguhnya dan asli. Jalan pikiran Heidegger bahwa ”ada” nampak pada eksistensi ”aku” dalam anasir dasar tertentu yang disebut existenzialen. Menurut Sartra bahwa ada itu ada dua yaitu ada – pada sendirinya(l’etre-en-soi) dan ada bagi sendirinya (l’etre-pour-soi). ’Aku’ dapat mengatasi kerendahan diri karena takut. 3). Dalam hubungan yang mengandung penyelenggaraan pada barang di dunia ini ’aku’ kehilangan diri sendiri. Disini minat manusia tidak lagi pada diri sendiri. Maka ’aku’ merendahkan diri pada barang itu dan ’aku’ tidak sesungguhnya. Martin Heidegger (lahir 1889) menerangkan dalam analisanya bahwa eksistensi manusia yang disebut ”dasein” itulah yang menjadi permulaan yang benar untuk pengetahuan ontologi atau pengetahuan filsafat tentang ada. Perubahan atau perpindahan ini adalah perubahan atau perpindahan yang bebas. Sedangkan ada – bagi sendirinya ini ialah kesadaran yang mempunyai sifat intensionalitas. Pada stadium ini orang dapat memikirkan segala sesuatu. Ia selalu terarahkan kepada yang lain. Menurut Kierkergaard hidup manusia itu ada tiga stadia (tingkatan). Ada ini tidak memiliki penentuan lebih lanjut. Kesungguhan tidak dipandang sebagai hal yang menyenangkan karena batinnya sendiri yang harus diubahnya. Renungan berpuncak pada tindakan etis. Kesadaran yang . yaitu orang berpaling dari alam luar dan mengarahkan perhatiannya kepada realitas yang ada di dalam diriya sendiri. sehingga mereka belum meninggalkan yang umum. Segala sesuatu yang merupakan dunia ’bukan aku’. Penyelenggaraan ini adalah suatu eksistensial. Stadium religius. tetapi dia sendiri berada di luar yang dipikirkan. yang untuk dirinya tidak diperlukan diubah. yaitu orang berpikir tanpa gerak. dan disitu ada ’aku’ terjun ke maut. Dalam stadium ini orang ingin mencari ukuran-ukuran umum. Dengan demikian manusia dapat mengetahui eksistensinya. Stadium etis. misalnya sebagai ”ada” di dunia. Paul Sartre (lahir 1905). tetapi tak terjawab oleh ’aku’ yang berfilsafat ini. Bereksistensi berarti bereksistensi dalam suatu perbuatan yang harus dilakukan setiap orang bagi dirijya sendiri. 2). Ada – pada sendirinya ini ialah ada pada hal-hal jasmani. Tuhan yang hidup sebagai manusia dalam waktu. Tiga tingkatan ini bukan merupakan peralihan melainkan pertentangan. dalam arti ia sadar (tahu) bahwa ia bukan yang lain. Pertanyaan eksistensi yang lebih tinggi ialah Tuhan. takut pada pertanyaan ’dari mana’ yang meliputi masa lalu. yaitu diputuskannya segala ikatan umum. Stadium aestetis. Takut pada kepapaan sekarang dan amat sederhana. melainkan pada Kristus. yang sebetulnya memberi dasar dan arti pada semuanya itu.21 perpindahan dari ’kemungkinan’ ke ’kenyataan’. Tiga stadium tersebut ialah: 1). Maka ternyata bahwa eksistensi manusia itu tidak lain menuju ajalnya ’dasein’. Jadi eksistensi manusia adalah suatu eksistensi yang dipilih dalam kebebasan. Hal ini memberikan ’Dasein’ itu corak kemustahilan dan tak bertujuan.

Dengan demikian tidak mungkin kesadaran itu bertemu dengan dirinya sendiri. Ini dikarenakan bahwa aku selalu mengatasi aku serta meniadakan segala sesuatu yang ada pada aku. Kesadaran memang cenderung bersamaan dengan yang lain dan dengan dirinya sendiri. karena apabila orang mau demikian maka orang membuat orang lain sebagai sesuatu hal. sehingga tidak ada hubungan yang sebenarnya. ia pun kesadaran. Jadi mau menjadi suatu hal dan kesadaran sekaligus. namun sia-sia. .22 demikian ini oleh Sartre disebut peniadaan (neantisation). Kesadaran tidak mungkin disamakan dengan dirinya. oleh karena itu mustahil adanya Tuhan. dan tidak mungkin disamakan dengan kesadaran orang lain. Yang disebut cinta itu sebenarnya usaha untuk mencapai kesamaan dengan yang lain dalam kesadaran. Inilah yang menimbulkan nihil di dunia. sehingga filsafat Sartre berahkir pada paham ateisme. karena tidak mungkin aku menyamakan diri aku dengan aku yang sekarang ini. Untuk merealisasikan cita-cita ini mala diciptakanlah oleh Tuhan. Tetapo hal semacam ini mengandung kemustahilan.. ini pun tidak mungkin karena tidak ada hubungan yang sebenarnya. Itulah merdeka. sehingga orang mengatakan bahwa Tuhan ini sudah cukup bagi dirinya sendiri (sebagai suatu hal) dan sebaliknya. Mungkin juga orang itu sendiri yang membuat dirinya sebagai sesuatu hal yang dikuasai oleh orang lain. Di luar peniadaan itu hanya nihil.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->