P. 1
Metabolisme Mikroba (Drg. Depi)

Metabolisme Mikroba (Drg. Depi)

|Views: 129|Likes:

More info:

Published by: Tito Lastanto Sejati Lastanto on May 09, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/23/2015

pdf

text

original

METABOLISME MIKROBA

Depi Praharani S. Bagian Mikrobiologi

Metabolisme karbohidrat
 monosakarida: glukosa; disakarida: laktosa, sukrosa & maltosa; polisakarida: amilum, selulosa  sintesis polisakarida  anabolisme

Metabolisme protein
 Dengan adanya ensim protease, protein dirombak menjadi peptidapeptida dan menjadi asam amino. Asam amino ini dapat memasuki siklus Kreb’s.

Metabolisme lemak
 Lemak adalah ester dari gliserol dan asam-asam lemak. Dengan adanya ensim lipase, lemak dihidrolisa menjadi gliserol dan asam lemak  Gliserol dirombak secara glikolisis  Asam lemak melalui proses beta oksidasi dirubah menjadi asetil Ko-A dan dapat dioksidasi melalui siklus Kreb’s

Biooksidasi (respirasi)
 Mrp reaksi pemindahan elektron scr biologi, ada atau tdk ada oksigen  Bila oksigen digunakan sbg aseptor elektron (hidrogen) yg terakhir  respirasi aerob  Bila aseptor elektron (hidrogen) bukan oksigen  respirasi anaerob

 Pada respirasi aerob  glukosa  piruvat  Acetil Co A memasuki Tri Carboxylic Acid Cycle (TCA cycle = Kreb’s cycle)  energi (ATP)

Siklus Krebs (siklus trikarboksilat)
 Adl urut-urutan reaksi siklus yg mrp urutan reaksi umum yg terakhir dlm metabolisme senyawa karbon yg berasal dari karbohidrat, asam lemak & asam amino

 Misalnya asam piruvat masuk ke dlm siklus  dirubah mjd asetil koenzim A & asam oksaloasetat (dari asam piruvat oleh proses karboksilasi)  Asetil koenzim A & asam oksaloasetat bergabung  asam sitrat  sitrat kmd mengalami serangkaian

reaksi yg dikenal sbg siklus asam sitrat (siklus Krebs / siklus trikarboksilat)  Reaksi keseluruhan menghasilkan oksidasi sempurna  asam piruvat mjd CO2 & H2O

 Bila dlm respirasi anaerob digunakan bahan organik sbg aseptor elektron (hidrogen)  fermentasi

Fermentasi
 Proses oksidasi biologi dlm keadaan anaerob  Sbg substrat adl karbohidrat  Yg bekerja sbg pembawa hidrogen (elektron)  NAD atau NADP, sbg aseptor hidrogen akhir  bahan organik  asam piruvat

 Dpt dilakukan oleh jasad fakultatif anaerob (misalnya Saccharomyces cereviseae), mikrobia obligat (misalnya Lactobacillus sp)  Hasil akhir fermentasi tdk dipengaruhi oleh ada tdk nya oksigen

 Clostridium sp  memfermentasi glukosa mjd butil alkohol, alkohol lainnya & asam tertentu  Lactobacillus lactis  memfermentasi glukosa mjd asam laktat  Lactobacillus brevis  menghasilkan asam laktat & asam cuka, ethanol & karbondioksida

 Pada fermentasi terdapat 3 jalur untuk memecah glukosa (glikolisis), yaitu: 1. Embden-Meyerhof Parnas Pathway (EMP-Pathway)  glukosa  glukosa 6 fosfat  fosfogliseral dehid  fosfogliserat  fosfoenolpiruvat  piruvat  total dihasilkan 2 ATP

2. Pentose Phosphate Pathway (Hexose Monophosphate Shunt = HMP-shunt)  glukosa  glukosa 6 fosfat  6 fosfoglukonat  pentosa fosfat  utk bakteri yg tdk punya ensim aldolosa & triosa PO4 isomerase

3. Entner-Duodoroff Pathway  merupakan jalur tambahan disamping jalur EMP Pathway & HMP shunt, dijumpai pada Psedudomonas  glukosa  6 fosfoglukonat  ketodeoksiglukonat  piruvat + gliseraldehid

Asam piruvat
 hasil antara (intermediate product) yg penting pd banyak proses biooksidasi glukosa  dpt pula dicapai melalui metabolisme zat gula lainnya (selain glukosa), metabolisme asam lemak & asam amino

 Mrp stasiun pusat (grand central station)  mrp titik datang & per ginya macam-macam substrat & hasil metabolisme  Berperan sbg aseptor elektron pd kebanyakan proses fermentasi pd banyak sel  Direduksi mjd asam laktat

 Didekarboksilasi menghasilkan alkohol sbg hasil akhir  Mrp sumber bahan utk membangun asam amino, asam lemak, aldehid atau bahan pembangun sel lainnya yg penting

 Pemindahan elektron pd jasad yg aerob & fakultatif anaerob dilakukan oleh sistem cytochrom • cytochrom jarang dijumpai dlm sel yg tdk dpt menggunakan oksigen sbg aseptor hidrogen terakhir • jasad yg anaerob dpt mengguna kan oksigen yg terikat dlm bentuk senyawa (misalnya sulfat & karbonat)

• cytochrom mrp gol enzim porfirin protein yaitu enzim yg mengandung koenzim Fe porfirin  reaksi redoks yg reversible tjd pd atom Fe dari Fe porfirin

 Senyawa yg mempunyai sifat dpt menyimpan energi  senyawa kaya energi  senyawa 1,3-difosfo asam gliserat  tdp 2 gugusan fosfat yg masing-masing terikat pd gugusan karboksil & gugusan alkohol

 Ikatan fosfat yg berenergi tinggi  ekivalen P  Adenotrifosfat (ATP) : • senyawa kaya energi yg umum tdp pd jasad • mrp gudang energi bagi jasad hidup • mempunyai 2 gugusan fosfat yg kaya energi & 1 gugusan fosfat yg berenergi rendah

 Yg berfungsi sbg penangkap energi di dlm jasad hidup  senyawa adenosindifosfat (ADP)  menangkap 1 ekivalen P  ATP  melepaskan 1 ekivalen P  ADP  Reaksi perubahan ATP jadi ADP  jembatan penghubung antara reaksi yg menghasilkan energi & yg memerlukan energi

 Beberapa mcm reaksi metabolisme yg dpt mendorong terbentuknya ATP  fosforilasi tingkat substrat (glikolisis / fermentasi), fosforilasi oksidatif & fosforilasi fotosintetik

Fosforilasi oksidatif

 Tjd selama proses perjalanan hidrogen (elektron) dari substrat melalui enzim dehidrogenase & cytochrom sampai aseptor elektron terakhir (respirasi aerob)  Pd respirasi aerob, fosforilasi oksidatif tjd dlm mitokondria yg mengandung enzim utk pemindahan elektron tsb

Fosforilasi fotosintetik
 Cahaya matahari mrp sumber energi  Ada 2 fase reaksi yaitu : • fase reaksi dlm keadaan terang (menggunakan cahaya) • fase reaksi dlm keadaan gelap

 Yg terpenting adl fase reaksi dlm keadaan terang  cahaya diabsorpsi oleh chlorofil  chlorofil aktif & membebaskan elektron  sebagian energinya utk memecahkan H2O scr fotolisis  terbentuk atom hidrogen & oksigen  sebagian lagi utk merubah ADP + P mjd ATP

 Hasil fotolisis dibebaskan ke udara, hidrogennya akn diikat oleh aseptor hidrogen (NADP)  NADPH2  terbentuk energi dlm jml besar  Mikrobia yg dpt melakukan fotosintesa  bakteri yg mempunyai pigmen fotosintetik & golongan algae  Pigmen yg tdp pd bakteri fotosintetik mirip dg chlorofil pd tumbuhan

tingkat tinggi  Chlorofil pd bakteri yg berwarna ungu (purple bacteria) mengandung pigmen karotenoid  Pd beberapa algae pigmen fotosintetiknya disebut fikobilin  ganggang merah (Cyanophyceae) & ganggang biru (Rhodophyceae)

 Chlorofil bakteri dpt mengabsorpsi cahaya yg dekat dg daerah cahaya infra merah  bakteri dpt melakukan fotosintesa dg cahaya yg tdk dpt dilihat mata manusia

Kesimpulan
 Reaksi fermentasi & glikolisis menghasilkan 4 ATP  2 ATP dipakai  hasil bersih 2 ATP  Hasil akhir proses tsb (alkohol & asam laktat) dioksidasikan utk menghasilkan energi lebih banyak melalui siklus Krebs  hasil akhir CO2 & H2O

Bioluminesensi
 Proses biooksidasi yg ditemukan pd beberapa bakteri, fungi & jasad tingkat tinggi  Energi kimia dirubah mjd energi sinar (cahaya)  Tjd dari pengambilan elektron substrat yg diteruskan scr langsung dari NADH2 ke FMN (flavin

 mononukleotide)  elektron tsb dipindahkan ke molekul oksigen melalui reaksi enzimatik khusus yg dpt menghasilkan cahaya  Jadi energi cahaya dpt dirubah mjd energi kimia (pembentukan energi pd fotosintesa ATP) & energi kimia dpt dirubah mjd cahaya (bioluminesensi)

Biosintese
 Senyawa penyusun sel hidup tdd makromolekul yg terbentuk dari molekul yg lebih kecil (monomer) melalui proses penggabungan yg sebagian besar mrp proses anhidrosintese atau polimerisasi

 Bila satuan molekul yg menyusun polimer sama (identik)  homopolimer  contoh : amilum (satuan molekulnya alfa glukose), selulose (satuan molekulnya beta glukose)  Bila polimer tersusun dari satuan yg sejenis tetapi tdk sama atau tdd bermacam-macam satuan molekul  heteropolimer  contoh : prote-

tein (satuan molekulnya asam amino), mukokompleks (satuan molekulnya asam murat & peptide)  Tipe polimerisasi : • polimerisasi scr penambahan (additional polymerization)  reaksi berlangsung spontan atau krn daya katalise dari oksigen,

ion H+ atau OH- atau beberapa logam; rumus empirisnya mrp penggandaan dari rumus empiris monomer yg berpolimerisasi • anhidroppolimerisasi (polimerisasi krn kondensasi)  tiap monomer digabungkan dg monomer berikutnya dg mengambil H+ dari monosatunya & OH- dari monomer lain-

nya shg terbentuk molekul air; rumus empirisnya tdk mrp penggandaan rumus empiris monomernya krn dibebaskannya molekul air; pd umumnya memerlukan sedikitnya 2 mcm enzim yaitu enzim yg mengaktifkan monomer & enzim yg dpt menarik OH- & H+ shg menyebabkan penggabungan

monomer yg kehilangan ion-ion itu  Polimerisasi mrp proses endothermik  energinya berasal dari biooksidasi bahan makanan  energi tsb dirubah mjd ikatan fosfat ATP atau senyawa sejenisnya  energi dilepaskan lagi bila tjd hidrolise

Penambatan nitrogen scr biologi (fiksasi N2)
 Beberapa jenis mikrobia dpt menggunakan nitrogen utk pertumbuhannya

 2 tipe penambatan nitrogen oleh mikrobia : 1. penambatan N2 simbiotik • adl hasil kerja sama yg mutualistik antara tumbuhan tingkat tinggi dg mikrobia tertentu, jika masing-masing jasad tadi hidup sendiri-sendiri tdk mampu menambat N2

• contoh : simbiose tanaman leguminose dg bakteri dari genus Rhizobium 2. penambatan N2 yg non simbiotik • adl jasad-jasad yg hidup bebas & mampu menambat N2 sbg satu-satunya sumber nitrogen utk hidupnya

• contoh : ganggang biru (Cyanophyceae), bakteri dari genus Clostridium, Azotobacter  proses penambatan N2 mrp proses reduksi  N2 direduksi mjd NH3 (amonia) utk memenuhi kebutuhan sintese

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->