KEDUDUKAN PROFESI KEPERAWATAN DALAM SISTEM PELAYANAN KESEHATAN DI INDONESIA

2/17/2010 NURAD1K NO COMMENTS

A. Keperawatan Keperawatan adalah suatu bentuk pelayanan profesional yang merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan, didasarkan pada ilmu dan kiat keperawatan, berbentuk pelayanan bio-psikososial-spiritual yang komprehensif, ditujukan pada individu, keluarga, dan masyarakat, baik sakit maupun sehat yang mencakup seluruh proses kehidupan manusia. Dari pengertian tersebut diatas ada 4 ( empat ) elemen utama ( mayor elements) yang menjadi perhatian ( concern), Yaitu : 1. Keperawatan adalah ilmu dan kiat sains terapan ( applied science ), 2. Keperawatan adalah profesi yang berorientasi pada pelayanan _ helping health illness problem, 3. Keperawatan mempunyai empat tingkat klien : individu, keluarga, kelompok, dan komunitas dan, 4. Pelayanan Keperawatan mencakup seluruh rentang pelayanan kesehatan-3th level preventions dengan metodologi proskep . Adapun karakteristik keperawatan adalah sebagai berikut : 1. Otoritas (autority) mempengaruhi proses asuhan melalui peran professional. 2. Akotabilitas (accountability) tanggung jawab kepada klien, diri sendiri dan profesi serta mengambil keputusan yang berhubungan dengan asuhan. 3. Kolaborasi (collaboration) mengadakan hubungan kerja dan berbagai disiplin dalam mengakses masalah klien dan membantu klien menyelesaikannya. 4. Mengambil keputusan yang mandiri (independen dicicion making) membuat keperawatan pada tiap tahap proses keperawatan dalam menyelesaikan masalah klien. 5. Pembelaan/dukungan (advocacy) mengadakan intervensi untuk kepentingan klien. 6. Fasilitas (facilitation) mendesimalkan profesi demi organisasi dan system klien-keluarga dalam asuhan.

Keperawatan mendahulukan kepentingan kesehatan dari masyarakat yang bersifat humanistatik, yaitu : 1. Menggunakan pendekatan holistic 2. Dilaksanakan berdasarkan ilmu dan kiat keperawatan 3. Berpegang pada standar pelayanan asuhan keperawatan 4. Menggunakan kode etik keperawatan sebagai tuntutan utama dalam pelayanan keperawatan. B. Profesi 1. Winsley (1964) Profesi adalah suatu pekerjaan yang membutuhkan badan ilmu sebagai dasar untuk pengembangan teori yang sistematis guna menghadapi banyak tantangan baru, memerlukan pendidikan dan pelatihan yang cukup lama, serta memiliki kode etik dengan fokus utama pada pelayanan. 2. Schein E. H (1962) Profesi merupakan suatu kumpulan atau set pekerjaan yang membangun suatu set norma yang sangat khusus yang berasal dari perannya yang khusus di masyarakat.

C. Pelayanan keperawatan yang diberikan didasarkan pada ilmu pengetahuan 3. Memiliki kode etik 5. Adanya organisasi profesi.L. Berorientasi pada pelayanan masyarakat 2. 5. 4.Ciri-ciri profesi esensial suatu profesi adalah sbb: 1. jelas wilayah kerja keilmuannya dan aplikasinya. Pelayanan/askep yang dikembangkan bersifat humanistik/menyeluruh didasarkan pada kebutuhan klien. sosial. ilmu keperawatan dasar. Pendidikan berbasis keahlian pada jenjang pendidikan tinggi Di Indonesia berbagai jenjang pendidikan telah dikembangkan dengan mempunyai standar kompetensi yang berbeda-beda mulai D III Keperawatan sampai dengan S3 akan dikembangkan.E. Oleh karena itu sistem pemberian askep dikembangkan sebagai bagian integral dari sistem pemberian pelayanan kesehatan kepada masyarakat yang terdapat di setiap tatanan pelayanan kesehatan. wewenang. Profesi diperoleh melalui pendidikan dan pelatihan yang terencana. ilmu keperawatan klinis dan ilmu keperawatan komunitas. Pekerjaan profesi diatur oleh kode etik profesi serta diakui secara legal melalui perundangundangan 4. organisasi profesi ini sangat menentukan keberhasilan dalam upaya pengembangan citra keperawatan sebagai profesi serta mampu berperan aktif dalam upaya membangun keperawatan profesional dan berada di garda depan dalam inovasi keperawatan di Indonesia. Mempunyai body of knowledge Tubuh pengetahuan yang dimiliki keperawatan adalah ilmu keperawatan (nursing science ) yang mencakup ilmu–ilmu dasar (alam. Ciri-ciri profesi menurut Winsley. Otonomi Keperawatan memiliki kemandirian. Hughes. dan tanggung jawab untuk mengatur kehidupan profesi. Memberikan pelayanan kepada masyarakat melalui praktik dalam bidang profesi Keperawatan dikembangkan sebagai bagian integral dari Sistem Kesehatan Nasional. Pemberlakuan kode etik keperawatan Dalam pelaksanaan asuhan keperawatan. Didukung oleh badan ilmu ( body of knowledge ) yang sesuai dengan bidangnya. Adanya otonomi 4. Peraturan dan ketentuan yag mengatur hidup dan kehidupan profesi (standar pendidikan dan pelatihan.M ( 1985 ). berpedoman pada standar asuhan keperawatan dan etika keperawatan. mencakup otonomi dalam memberikan askep dan menetapkan standar asuhan keperawatan . 6. perilaku).(1964 ): 1.3. terus menerus dan bertahap 3. perawat profesional selalu menunjukkan sikap dan tingkah laku profesional keperawatan sesuai kode etik keperawatan. Keperawatan Sebagai Profesi 1. 3. Memiliki perhimpunan/organisasi profesi Keperawatan harus memiliki organisasi profesi. 2. 2. standar pelayanan dan kode etik) serta pengawasan terhadap pelaksanaan peraturanperaturan tersebut dilakukan sendiri oleh warga profesi Dikatakan juga oleh Shortridge.C ( 1963 ) Profesi merupakan suatu keahlian dalam mengetahui segala sesuatu dengan lebih baik dibandingkan orang lain (pasien). ilmu kesehatan masyarakat. ilmu biomedik.

6. sesuai kedudukannya dalam suatu sistem. Peran dipengaruhi oleh keadaan social baik dari dalam maupun dari luar dan bersifat stabil. Coordinator (perawat memanfaatkan semua sumber dan potensi yang ada baik materi maupun kemampuan klien secara terkoordinasi sehingga tidak ada intervensi yang terlewatkan maupun tumpang tindih). perencanaan.1239 Tahun 2001 ) 7. diagnosa. dimana telah menyelesaikan pendidikan formalnya yang diakui dan diberi kewenangan oleh pemerintah untuk menjalankan tugas dan tanggung jawab keperawatan secara professional sesuai dengan kode etik keperawatan. dengan menggunakan proses keperawatan meliputi : Pengkajian. ciri profesi yang telah disebutkan diatas dapat kita analisis bahwa keperawatan di Indonesia dapat dikatakan sebagai suatu profesi. E. F. observasi. dijelaskan perawat adalah seseorang yang telah lulus pendidikan keperawatan. Peran utamanya adalah memberikan asuhan keperawatan kepada klien meliputi treatmen keperawatan. 7. D. Dengan melihat definisi. dan evaluasi). 2. 3. pelaksanaan. perawat memperhatikan individu sebagai makhluk yang holistic dan unik. 4. Consultant (sebagai sumber informasi yang berkaitan dengan kondisi spesifik klien). 8. Counsellor (pembimbing). Jadi peran perawat yang dimaksud adalah cara untuk menyatukan aktifitas perawat dalam praktik. Client Advocate (pelindung klien). pendidikan kesehatan dan menjalankan treatment medical sesuai dengan pendelegasian yang diberikan. Peran Perawat Peran adalah seperangkat tingkah laku yang diharapkan oleh orang lain terhadap seseorang. Dimana setiap peran yang dinyatakan sebagai cirri tepisah demi untuk kejelasan. Fungsi Perawat Fungsi adalah suatu pekerjaan yang harus dilaksanakan sesuai dengan perannya. Kozier (1991) mengemukakan 3 (tiga) fungsi perawat : . Perawat Sesuai permenkes RI no. penyelenggaraan pendidikan. baik di dalam maupun di luar negeri sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. 5.1239 tahun 2001 tentang Registrasi dan Praktik Perawat. Educator (pendidik klien). meliputi : 1. Care Giver (pemberi asuhan keperawatan perawat dapat memberikan pelayanan keperawatan secara langsung dan tidak langsung kepada klien. riset keperawatan dan praktik keperawatan dalam bentuk legislasi keperawatan. Motivasi bersifat altruistik Masyarakat profesional keperawatan Indonesia bertanggung jawab membina dan mendudukkan peran dan fungsi keperawatan sebagai pelayanan profesional dalam pembangunan kesehatan serta tetap berpegang pada sifat dan hakikat keperawatan sebagai profesi serta selalu berorientasi kepada kepentingan masyarakat. Doheny ( 1982 )mengidentifikasi beberapa elemen peran perawat profesional. Change Agent (sebagai pembaharu). ( KepMenKes No. Dalam memberikan pelayanan/asuhan keperawatan. Collaborator (bekerja sama dengan tim).melalui proses keperawatan.

2. Pengertian tanggung jawab perawat Tanggung jawab perawat berarti keadaan yang dapat dipercaya dan terpercaya. Tanggung Jawab. Mendokumentasikan hasil keperawatan 7. Proses Keperawatan Yang Dinamis. Beberapa cara dimana perawat dapat mengkomunikasikan tanggung jawabnya : 1. maka perawat bersedia memberikan penjelasan . Sebutan ini menunjukan bahwa perawat professional menampilkan kinerja secara hati-hati. Menyampaikan perhatian dan rasa hormat pada klien (sincere intereset) Contoh : “Mohon maaf bu demi kenyamanan ibu dan kesehatan ibu saya akan mengganti balutan atau mengganti spreinya”. Lingkungan Praktik Keperawatan Profesional. Melaksanakan evaluasi terhadap tindakan 6. keterampilan. karena kecemasan akan muncul bila klien merasa tidak yakin bahwa perawat yang merawatnya kurang terampil. Dalam kondisi tertentu. Tindakan Mandiri Perawat Profesional. Merumuskan diagnosis keperawatan 3. Fungsi Keperawatan mandiri (independen). Melaksanakan tindakan keperawatan (termasuk tindakan medik yang dapat dilakukan perawat) 5. Bila perawat terpaksa menunda pelayanan. Melakukan tindakan diluar kewenangan dalam kondisi darurat yang mengancam nyawa sesuai ketentuan yang berlaku (Standing Order) di sarana kesehatan 10. • Sesuai Dengan : Wewenang. Pelayanan Keperawatan Bentuk Pelayanan : • Fisiologis • Psikologis • Sosial dan Kultural • Diberikan karena : • Ketidakmampuan • Ketidakmauan • Ketidaktahuan Dalam memenuhi kebutuhan dasar yang sedang terganggu H. Fungsi Keperawatan Ketergantungan (dependen). Kewenangan Perawat 1. Melaksanakan tindakan medis sebagai pendelegasian berdasarkan kemampuannya 9. Fokus Keperawatan • Respons Klien Terhadap : Penyakit. teliti dan kegiatan perawat dilaporkan secara jujur. Melakukan kegiatan konseling kesehatan kepada sistem klien 8. G. pengetahuan (integrity) dan kompetensi. 2. Pengobatan. Tanggung Jawab Perawat 1. Menyusun rencana tindakan keperawatan 4. Tenaga Kesehatan Lain. Menggunakan Pendekatan.1. Kepercayaan tumbuh dalam diri klien. dimana tidak ada tenaga yang kompeten. • Melalui Kerjasama Dengan : Klien. Klien tidak yakin bahwa perawat memiliki integritas dalam sikap. Fungsi Keperawatan kolaboratif (interdependen). Klien merasa yakin bahwa perawat bertanggung jawab dan memiliki kemampuan. perawat berwenang melaksanakan tindakan kesehatan diluar kewenangannya J. Melaksanakan pengkajian keperawatan 2. pengetahuan dan keahlian yang relevan dengan disiplin ilmunya. I. pendidikannya tidak memadai dan kurang berpengalaman. 3.

Tidak mendiskusikan klien lain di depan pasien dengan maksud menghina (derogatory) misalnya “ pasien yang ini mungkin harapan sembuhnya lebih kecil dibanding pasien yang tadi” 6. Pengertian tanggung jawab perawat menurut ANA Responsibility adalah : Penerapan ketentuan hukum (eksekusi) terhadap tugas-tugas yang berhubungan dengan peran tertentu dari perawat. secara retrosfektif atau prosfektif (Bertens. Tanggung jawab perawat ditunjukan dengan cara siap menerima hukuman (punishment) secara hukum kalau perawat terbukti bersalah atau melanggar hukum. Menurut pengertian tersebut. Pasal 6 Perawat wajib merahasiakan segala sesuatu yang diketahui sehubungan dengan tugas yang dipercayakan kepadanya kecuali jika diperlukan oleh yang berwenang sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. agar tetap kompeten dalam Pengetahuan. Menunjukan kepada klien sikap menghargai (respect) yang ditunjukkan dengan perilaku perawat. dari pagi sampai siang. agar memiliki tanggung jawab maka perawat diberikan ketentuan hukum dengan maksud agar pelayanan perawatannya tetap sesuai standar. Pengertian tanggung jawab menurut Berten . 1993:133). Sedangkan apabila perawat berorientasi pada kepentingan perawat . Perawat secara retrospektif harus bisa mempertanggung-jawabkan meskipun tindakan perawat tersebut diangap benar menurut pertimbangan medis. 1985). Berbicara dengan klien yang berorientasi pada perasaan klien (subjects the patiens desires) bukan pada kepentingan atau keinginan perawat misalnya “Coba ibu jelaskan bagaimana perasaan ibu saat ini”. Mengelak serta memberikan penjelasan mengenai perbuatannya. jangan mau dilayani terus” 5. mohon pengertiannya pak. Misalnya hukum mengatur apabila perawat melakukan kegiatan kriminalitas. membungkuk. memalsukan ijazah. “Mohon maaf pak saya memprioritaskan dulu klien yang gawat dan darurat sehingga harus meninggalkan bapak sejenak”. Misalnya bila perawat dengan sengaja memasang alat kontrasepsi tanpa persetujuan klien maka akan berdampak pada masa depan klien. 3. a. Sikap dan bekerja sesuai kode etik (ANA. b. Misalnya . tersenyum.dengan ramah kepada kliennya (explanantion about the delay). “ Apakah bapak tidak paham bahwa pekerjaan saya itu banyak. Klien tidak akan punya keturunan padahal memiliki keturunan adalah hak semua manusia. Menerima sikap kritis klien dan mencoba memahami klien dalam sudut pandang klien (see the patient point of view). melakukan pungutan liar dsb. 4. Pasal 7 Perawat tidak akan menggunakan pengetahuan dan keterampilan keperawatan untuk tujuan yang . Berdasarkan pengertain di atas tanggung jawab diartikan sebagai kesiapan memberikan jawaban atas tindakan-tindakan yang sudah dilakukan perawat pada masa lalu atau tindakan yang akan berakibat di masa yang akan datang. Pasal-pasalnya Pasal 5 Perawat senantiasa memelihara mutu pelayanan keperawatan yang tinggi disertai kejujuran profesional dalam menerapkan pengetahuan serta keterampilan keperawatan sesuai dengan kebutuhan individu keluarga dan masyarakat. bersalaman dsb. (1993:133) Responsibility : Keharusan seseorang sebagai mahluk rasional dan bebas untuk tidak. Misalnya perawat tetap bersikap bijaksana saat klien menyatakan bahwa obatnya tidak cocok atau diagnosanya mungkin salah. misalnya mengucapkan salam.

Memberikan pelayanan keperawatan di sarana kesehatan dan tatanan lainnya. Tanggung jawab utama perawat adalah kepada mereka yang membutuhkan asuhan keperawatan. Bangsa dan Tanah Air Pasal 17 Perawat senantiasa berperan secara aktif dalam menyumbangkan pikiran kepada pemerintah dalam meningkatkan pelayanan kesehatan dan keperawatan kepada masyarakat. 4. aliran politik dan agama yang dianut serta kedudukan sosial. Perawat dalam memberikan pelayanan keperawatan senantiasa memelihara suasana lingkungan yang menghormati nilai-nilai budaya. Pasal 8 Perawat dalam menunaikan tugas dan kewajibannya senantiasa berusaha dengan penuh kesadaran agar tidak terpengaruh oleh pertimbangan kebangsaan. keunikan klien. 4. Pasal 9 Perawat senantiasa mengutamakan perlindungan dan keselamatan pasien/klien dalam melaksanakan tugas keperawatan serta matang dalam mempertimbangkan kemampuan jika menerima atau mengalih tugaskan tanggung jawab yang ada hubungannya dengan keperawatan. Meningkatkan Kesehatan 2. kesukuan. Memberikan asuhan keperawatan pada individu. 2. 3. Mengurangi Penderitaan. imunisasi. warna kulit. Lingkup Praktik Keperawatan 1. jenis kelamin. kelompok dan masyarakat dalam menyelesaikan masalah kesehatan sederhana dan kompleks. jenis kelamin. Memulihkan Kesehatan 4. pelayanan KB. Tanggung Jawab Perawat Terhadap Pemerintah. pendidikan. Perawat wajib merahasiakan segala sesuatu yang diketahui sehubungan dengan tugas yang dipercayakan kepadanya kecuali diperlukan oleh yang berwenang sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. 3. adat-istiadat dan kelangsungan hidup beragama dari klien. dan tidak terpengaruh oleh pertimbangan kebangsaan. nasehat. keluarga. Tanggung Jawap Utama Perawat Tanggung jawab utama perawat antara lain adalah sebagai berikut : 1.bertentangan dengan norma-norma kemanusiaan. umur. aliran politik dan agama yang dianut serta kedudukan sosial. kesukuan. Perawat dan Klien Perawat dalam memberikan pelayanan keperawatan menghargai harkat dan martabat manusia. warna kulit. Mencegah Penyakit 3. konseling. 5. 2. Memberikan tindakan keperawatan langsung. pertolongan . Memberikan pengobatan dan tindakan medik terbatas. dalam rangka penyelesaian masalah kesehatan melalui pemenuhan kebutuhan dasar manusia dalam upaya memandirikan system klien.

KUHP Pasal 361 Jika kejahatan yang diterangkan dalam bab ini dilakukan dalam melakukan sesuatu jabatan atau pekerjaan. Melaksanakan program pengobatan secara tertulis dari dokter. KUHP Pasal 360 1.lamanya satu tahun. Barang siapa karena kesalahannya menyebabkan orang Luka Berat di hukum dengan hukuman penjara selama . Cakupan Tentang Perilaku Perawat • Tindak pidana terhadap nyawa. Tindakan keperawatan yang beresiko terhadap kemungkinan terjadinya sangsi hukum antara lain : • Perawatan luka • Monitoring cairan infuse • Monitoring pemberian O2 • Pemberian injeksi • Memasang sonde • Fixasi / pengikatan L. Barang siapa karena kesalahannya menyebabkan orang luka sedemikian rupa sehingga orang itu menjadi sakit sementara atau tidak dapat menjalankan jabatannya atau pekerjaannya sementara. dihukum penjara selama-lamanya lima tahun atau kurungan selama . K. • Luka berat : Penyakit / luka yang tak boleh harap akan sembuh lagi dengan sempurna atau mendatangkan bahaya maut. maka hukuman dapat ditambah dengan sepertiganya dan si tersalah dapat dipecat dari pekerjaannya.persalinan normal dan menulis permintaan obat/resep. Sanksi Hukum Membuka Rahasia KUHP . moral. KUHP Pasal 359 Barang siapa karena salahnya menyebabkan matinya orang. Berdasarkan kompetensi yang memenuhi standar dan memperhatikan kaidah etik. • Tindak terhadap tubuh • Tindak pidana yang berkenaan dengan Asuhan Keperawatan semata untuk tujuan komersial • Tindak pidana yang berkenaan dengan pelaksanan Asuhan Keperawatan tanpa keahlian atau kewenangan • Tindak pidana yang berkenaan dengan tidak dipenuhinya persyaratan administratif • Tindak pidana yang berkenaan dengan hak atas informasi • Tindak pidana yang berkenaan dengan produksi dan peredaran alat kesehatan dan sediaan informasi • Mengakibatkan orang mati atau luka karena salahnya. 5.lamanya lima tahun atau hukuman kurungan selama . hukum.lamanya 9 bulan atau hukuman kurungan selama lamanya 6 bulan.lamanya satu tahun. 2. Tinjauan Etik dan Hukum Dalam Praktik Keperawatan Aspek etiknya adalah kode etik keperawatan 1. dihukum dengan hukuman penjara selama .

Pasal 322 ” Barang siapa dengan sengaja membuka suatu rahasia. Yang menurut jabatannya atau pekerjaannya. dan ia harus betul-betul mengetahui bahwa ia harus wajib menyimpan rahasia itu • Bahwa kewajiban untuk menyimpan rahasia itu adalah akibat dari suatu jabatan atau pekerjaan sekarang maupun maupun yang dahulu pernah ia jabat • Membukanya rahasia itu dilakukan dengan sengaja Pasal 23 1. ia diwajibkan menyimpannya. 3. Penyembuhan penyakit dan pemulihan kesehatan diselenggarakan untuk mengembalikan status kesehatan akibat penyakit. baik yang sekarang maupun yang dahulu. 23 tahun 1992 Tentang Kesehatan Pasal 32 1. formulir catatan tindakan asuhan keperawatan serta formulir rujukan. N. Aspek Hukum 1.Undang No. Pelaksanaan pengobatan dan atau perawatan berdasarkan ilmu kedokteran atau ilmu keperawatan . Perawat senantiasa menjunjung tinggi nama baik profesi keperawatan dengan selalu menunjukkan perilaku profesional. 2. Penyembuhan dan atau perawatan dapat dilakukan berdasarkan ilmu kedokteran dan ilmu keperawatan atau cara lain yang dapat di pertanggungjawabkan. Persyaratan perlengkapan sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Perawat dan Praktik Perawat memelihara dan meningkatkan kompetensi di bidang keperawatan melalui belajar terus menerus. sesuai dengan standart perlengkapan asuhan keperawatan yang ditetapkan oleh organisasi profesi. Perawat dalam menjalankan praktik perorangan sekurang-kurangnya memenuhi persyaratan : • Memiliki tempat praktik yang memenuhi syarat kesehatan. Pengobatan dan atau perawatan dapat dilakukan berdasarkan ilmu kedokteran dan ilmu keperawatan atau cara lain yang dapat di pertanggungjawabkan. mengembalikan fungsi badan akibat cacat atau menghilangkan cacat. Undang . 2. M. menerima delegasi dan memberikan delegasi kepada orang lain. Perawat senantiasa memelihara mutu pelayanan keperawatan yang tinggi disertai kejujuran profesional dalam menerapkan pengetahuan serta ketrampilan keperawatan sesuai dengan kebutuhan klien. • Memiliki perlengkapan administrasi yang meliputi buku catatan kunjungan. Dihukum penjara selama-lamanya sembilan bulan” Pembuktian bahwa seseorang itu membuka rahasia : • Yang diberitahukan (dibuka) itu harus rahasia • Bahwa orang itu diwajibkan untuk menyimpan rahasia tersebut. Perawat dalam membuat keputusan didasarkan pada informasi yang kuat dan mempertimbangkan kemampuan serta kualifikasi seseorang bila melakukan konsultasi. • Memiliki perlengkapan untuk tindakan asuhan keperawatan maupun kunjugan rumah.

2. Tenaga kesehatan bertugas menyelenggarakan atau melakukan kegiatan kesehatan sesuai dengan bidang keahlian dan atau kewenangan tenaga kesehatan yang bersangkutan. 2. Perawat yang melaksanakan praktik perorangan / berkelompok harus memiliki SIPP. KepMenKes No. observasi keperawatan. 32 tahun 1996 tentang tenaga kesehatan BAB III Pasal 4 Tenaga kesehatan hanya dapat melakukan upaya kesehatan Setelah tenaga kesehatan yang bersangkutan Memenuhi ijin dari menteri 3. PP No.hanya dapat dilaksanakan oleh tenaga kesehatan yang mempunyai keahlian dan kewenangan untuk itu. melaksanakan tindakan keperawatan dan evaluasi keperawatan. perencanaan. 2. Pasal 55 Setiap orang berhak atas ganti rugi akibat kesalahan atau kelalaian yang dilakukan tenaga kesehatan. Penentuan ada tidaknya kesalahan atau kelalaian di tentukan oleh Majelis Disiplin Tenaga Kesehatan. Pasal 50 1. Terhadap tenaga kesehatan yang melakukan kesalahan atau kelalaian dalam melaksanakan profesinya dapat dikenakan tindakan disiplin. 3. Pelayanan tindakan medik hanya dapat dilakukan berdasarkan permintaan tertulis dari dokter. Perawat yang melaksanakan praktik keperawatan pada sarana pelayanan kesehatan harus memiliki SIK. Dalam melaksanakan asuhan keperawatan sebagaimanadimaksud huruf a dan b harus sesuai dengan standart asuhan keperawatan yang ditetapkan oleh organisasi profesi. Tenaga kesehatan dalam melakukan tugasnya berkewajiban untuk mematuhi standar profesi dan menghormati hak pasien. 1239/2001 tentang Registrasi dan Praktik Perawat BAB III Pasal 8 1. Tindakan keperawatan sebagaimana dimaksud pada butir a meliputi : intervensi keperawatan. Perawat dapat melaksanakan praktik keperawatan pada sarana pelayanan kesehatan. Pasal 17 . 2. praktik perorangan dan atau kelompok. Pasal 54 1. Pasal 53 1. penetapan diagnosa keperawatan. pendidikan dan konseling kesehatan. Tenaga kesehatan berhak memperoleh perlindungan hukum dalam melaksanakan tugas sesuai dengan profesinya. 2. BAB IV Pasal 15 Perawat dalam melaksanakan praktik keperawatan berwenang untuk : 1. Melaksanakan asuhan keperawatan yang meliputi pengkajian. 3.

M Nurs (honorous) 2002. Jakarta : Salemba Medika . perawat berwenang untuk melakukan pelayanan kesehatan diluar kewenangan sebagaimana dimaksud dalam pasal 15. Pasal 20 1.Perawat dalam melakukan praktik keperawatan harus sesuai dengan kewenangan yang diberikan. Peran Perawat Profesional dalam Sistem Kesehatan di Indonesia. 2004. 2. baik diselenggarakan oleh pemerintah maupun organisasi profesi. Pengantar Konsep Dasar Keperawatan. Salemba Medika Hidayat. DAFTAR PUSTAKA Azrul Azwar1997. UI: Indonesia Nursalam. A. Pasal 19 Perawat dalam melakukan praktik keperawatan harus senantiasa meningkatkan mutu pelayanan profesinya dengan mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi melalui pendidikan dan pelatihan sesuai dengan bidang tugasnya. Manajemen Keperawatan. Pelayanan dalam keadaan darurat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditujukan untuk penyelamatan jiwa. Dalam keadaan darurat yang mengancam jiwa seseorang / pasien. berdasarkan pendidikan dan pengalaman serta dalam memberikan pelayanan berkewajiban mematuhi standart profesi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful