LAPORAN PRAKTIKUM LAPANGAN BOTANI TUMBUHAN TINGGI “ MENGENAL BERBAGAI JENIS TUMBUHAN TINGKat tinggi” DI HUTAN KAWASAN BORO

-BORO KECEMATAN RANOMEETO KABUPATEN KONAWE SELATAN SULAWESI TENGGARA

OLEH : KELOMPOK vI (enam)
1.

Ahmad isal

(A1C2 08 001) (a1c2 08 048) (A1C2 08 019)

2. suharno
3. 4. 5. 6. 7.

NURUL APRIANI W. sukmawati salfia hasriani nurjana

(A1C2 08 066) (A1C2 08 022) (A1C2 08 035) (A1C2 08 108)

LABORATORIUM PENDIDIKAN UNIT BIOLOGI FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS HALUOLEO KENDARI 2010 BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Ilmu tumbuhan pada saat ini telah mengalami kemajuan yang demikian pesat, hingga bidang-bidang ilmu pengetahuan yang hanya semula merupakan cabang-cabang ilmu tumbuhan saja, sekarang ini telah menjadi ilmu yang berdiri sendiri-sendiri, seperti halnya morfologi tumbuhan yang mempelajari bentuk dan susunan tubuh tumbuhan pun sudah berkembang pesat. Morofologi Tumbuhan tidak hanya menguraikan bentuk dan susunan tubuh tumbuhan saja, tetapi juga bertugas untuk menentukan apakah fungsi masing-masing bagian itu dalam kehidupan tumbuhan, dan selanjutnya juga berusaha mengetahui dari mana asal bentuk dan susunan

tubuh yang demikian tadi. Selain itu Morfologi Tumbuhan harus pula dapat memberikan jawaban atas pertanyaan mengapa bagian-bagian tubuh tumbuhan mempunyai bentuk dan susunan yang beraneka ragam. Untuk mengetahui hal tersebut, tentunya tidak dapat lepas dari mata kuliah Praktikum Morffologi Tumbuhan yang dilakukan di dalam laboratorium maupun di lapangan untuk melihat secara jelas dan langsung bagaimana berbagai macam bentuk morfologi dari suatu tumbuhan. Tumbuhan-tumbuhan yang di praktekkan banyak terdapat disekitar kita. Segala sesuatu yang dikaji dalam Morfologi Tumbuhan tidak lepas dari bentuk dan susunan dari akar, batang, daun, buah, biji dan bunga. Untuk melihat berbagai macam hal tersebut, dalam wilayah Negara kita pun telah tersebar berbagai macam tumbuhan yang tersebar diseluruh pelosok nusantara. Indonesia merupakan salah satu Negara yang memiliki banyak hutan hujan tropis. Hutan hujan tropis adalah hutan yang berada di daerah tropis dengan iklim yang suhunya >24° C dan juga mempunyai curah hujan tinggi. Hutan tidak hanya berfungsi menyediakan bahan papan untuk manusia, tetapi juga merupakan paru-paru bagi bumi ini serta dapat mencegah banjir. Hutan memberikan pengaruh terhadap faktor alam yang lain. Faktor alam ini mencakup tiga faktor lingkungan yang saling berhubungan, yaitu iklim, tanah dan air. Adanya faktor alam tersebut akan

menyebabkan tumbuhnya beraneka ragam jenis tumbuhan dalam satu daerah tertentu. Kawasan pada daerah hutan tirta rimba moramo yang terletak di desa sumber sari, Kecamatan Moramo Kabupaten Konawe Selatan merupakan salah satu wilayah yang masuk dalam hutan hujan tropis. Hutan pada daerah permandian tersebut memiliki beraneka ragam jenis tumbuhan. Berdasarkan hasil pengamatan secara langsung di lapangan, wilayah kawasan ini memiliki berbagai jenis spesimen tumbuhan yang telah dikenali maupun yang belum dikenali baik dari hal akar, batang, daun, buah, biji, dan bunga. Berdasarkan latar belakang inilah maka dilakukan Praktikum Lapangan dengan tujuan mengidentifikasi berbagai jenis tumbuhan mulai dari akar, batang, daun, buah dan bunga yang ada di daerah Hutan Tirta Rimba Moramo.

B. Rumusan Masalah

Rumusan masalah pada penulisan laporan praktikum lapangan ini adalah:

daun dan buah yang terdapat di hutan kawasan Tirta Rimba Moramo. batang. Jenis buah apa pada sampel spesimen yang ditemukan di hutan kawasan Tirta Rimba Moramo ? C. Desa Sumber Sari. Kabupaten Konawe Selatan. Jenis akar apa pada sampel spesimen yang ditemukan di hutan kawasan Tirta Rimba Moramo ? 2. Jenis daun apa pada sampel spesimen yang ditemukan di hutan kawasan Tirta Rimba Moramo ? 4. Kecamatan Moramo.1. Tujuan Praktikum Tujuan dari praktikum lapangan ini adalah untuk mengetahui jenis-jenis spesimen tumbuhan baik akar. . Jenis batang apa pada sampel spesimen yang di temukan di hutan kawasan Tirta Rimba Moramo ? 3.

batang. Sebagai bahan pustaka. daun dan buah yang terdapat di hutan kawasan Tirta Rimba Moramo.D. 3. Sebagai bahan informasi bagi praktikan selanjutnya yang relevan dengan praktikum lapangan ini. 4. Manfaat Praktikum Manfaat dari praktikum lapangan ini adalah : 1. 2. daun dan buah yang terdapat di hutan kawasan Tirta Rimba Moramo. Sebagai bahan informasi bagi pembaca mengenai jenis-jenis spesimen tumbuhan baik akar. batang. BAB II TINJAUAN PUSTAKA . Sebagai bahan informasi bagi penulis mengenai jenis-jenis spesimen tumbuan baik akar.

dan di tempat di atas daun dinamakan ketiak daun (axilla). Daun biasanya tipis melebar. kemudian mati dan runtuh dari batang mempunyai warna yang berbeda dengan daun yang masih segar (Tjitrosoepomo. 2002:8). Bagian batang tempat duduk atau melekatnya daun dinamakan buku-buku (nodus) batang. Alat ini hanya terdapat batang saja dan tidak pernah terdapat pada bagian lain pada tubuh tumbuhan. Jadi daunnya yang telah tua. yaitu akar yang tumbuh pada bagian batas atas tanah dan berfungsi untuk memanjat dengan cara membelit . akhirnya akan runtuh dan meninggalkan bekas pada batang. oleh karena itu daun biasanya berwarna hijau dan menyebabkan tumbuhan atau daerah-daerah yang di tempati tumbuh-tumbuhan nampak hijau pula. Akar merupakan bagian tumbuh-tumbuhan yang masuk ke tanah sebagai alat penguat dan pengisap air dan zat makanan. Bagian tubuh tumbuhan ini mempunyai umur yang terbatas. Pada waktu akan runtuh warna daun berubah menjadi kekuning-kuningan dan akhirnya menjadi perang.Daun merupakan suatu bagian tumbuhan yang penting dan pada umumnya tiap tumbuhan mempunyai sejumlah besar daun. Akar dapat di bagi menjadi beberapa kelompok yaitu: akar belit. kaya akan suatu zat warna hijau daun yang dinamakan klorofil.

akar lekat. yaitu akar yang menonjol di atas permukaan tanah berfungsi untuk melakukan pertukaran gas. dan biasanya di miliki oleh tumbuhan pantai atau tumbuhan rawa. yaitu akar yang tumbuh di luar daerah perakaran yang semestinya. akar ini tumbuh lurus ke bawah dan bercabang banyak. akar tunjang. yang dalam perkembangan selanjutnya masuk ke dalam tanah dan sekaligus berfungsi sebagai penunjang batang. yang berfungsi antara lain untuk mengikatkan diri pada tumbuhan inangnya dan kerap kali juga merupakan organ fotosintesis (Sitorus. 2005:8). Di dalamnya di . yaitu akar yang tumbuh menembus kulit pohon inangnya. terutama terdapat pada tumbuhan memanjat dan epifin. yaitu akar utama yang umumnya merupakan pengambangan radikula. akar serabut. akar liar. akar udara. yaitu akar yang tumbuh dari bagian batang di atas tanah dan berfungsi untuk melekatkan batang tumbuhan tersebut pada pohon penunjangnya.pohon penunjangnya. Biji berasal dari bakal biji. yang sebagai ciri khasnya adalah adanya suatu organ yang berupa biji (dalam bahasa yunani : sperma). akar isap. akar tunggang. seperti akar-akar yang tumbuh dari buku-buku batang jagung di atas permukaan tanah. akar napas. yaitu akar yang tumbuh dari batang di atas tanah. Tumbuhan biji merupakan golongan tumbuhan dengan tingkat perkembangan filogenetik tertinggi. yang dapat disamakan dengan makrosporangium. yaitu akar yang berada di atas tanah. yaitu akar-akar ramping yang keluar dari bagian pangkal batang.

dalam lingkungan tumbuhan biji dapat kita jumpai embrio di dalam biji. dalam arti embrio tidak selalu merupakan hasil peristiwa seksual. 2004:1).hasilkan makrospora yang tidak pernah meninggalkan tempatnya. sedang terjadinya embrio tanpa melalui peristiwa perkawinan di sebut apomiksis (Tjitrosoepomo. Daun tumbuhan monokotil dan dikotil berbeda dalam hal susunan tulang daun . Pembentukan embrio melalui peleburan sel-sel kelamin kita kenal dengan istilah amfimiksi. namun pada umumnya terdiri dari suatu helaian daun (blade) yang pipih dan tangkai daun yang disebut petiola. Bentuk daun sangat bervariasi. termasuk pohon palem. sebaliknya tangkai daun tersebut membentuk suatu pelepah yang membungkus batang. Beberapa tumbuhan monokotil. Jadi dari segi seksual. zigot yang terbentuk berkembang menjadi embrio yang sementara tetap di tempat itu pula. Setelah terjadi pembuahan . Daun adalah organ fotosintesis utama pada sebagian besar tumbuhan. yang menyambungkan daun dengan buku batang. dan di tempat itu selanjutnya berkembang menjadi makroportalium dengan arkegonium serta sel telurnya. karena terjadi didahului oleh suatu peristiwa seksual. memiliki tangkai daun. Sementara itu bakal biji yang kemudian mengandung embrio itu berkembang menjadi alat reproduksi yang disebut biji. rumput dan banyak tumbuhan monokotil lainnya diketahui tidak memiliki tangkai daun. yaitu peeburan sel telur dengan sel kelamin jantan. meskipun batang yang berwarna hijau juga melakukan fotosintesis. Namun demikian.

. Alam tumbuhan yang ditaksir meliputi 300. bangsa. 1998 : 1). daun tumbuhan dikotil umumnya memiliki banyak percabangan tulang daun utama (Campbell. suku. Sebaliknya. yaitu kelas.000 jenis tumbuhan itu dalam klasifikasinya dibagi-bagi menjadi sejumlah divisi. yang selasin sebagai sarana referensi sekaligus memberikan indikasi untuk kategori takson yang mana nama-nama tersebut dimaksudkan (Tjitrosoepomo. marga dan jenis. Sebagian besar monokotil memiliki tulang daun utama pararel (sejajar) yang menjalar sepanjang helai daun.utamanya. Tiap divisi seterusnya berturut-turut dibagi-bagi lagi dalam takson yang lebih rendah. 2003:298). Masing-masing diberi nama sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang dimuat dalam Kode Internasional Tata Nama Tumbuhan.

A. Erlangga. Sitorus. Kamus Besar Biologi.. dkk. 2003. Tjitrosoepomo. UGM-Press.DAFTAR PUSTAKA Campbell. Yogyakarta. Pionir Jaya. UGM-Press. Bandung. 2005. Taksonomi Tumbuhan (Spermatophyta). Biologi Jilid 2 Edisi ke-5. Morfologi Tumbuhan. UGM-Press. 1998. N. 2004. Tjitrosoepomo.. Taksonomi Tumbuhan. Tjitrosoepomo. Yogyakarta. Jakarta. . Ronald H. Yogyakarta. 2002.

BAB III METODOLOGI PRAKTIKUM A. . Kabupaten Konawe Selatan Sulawesi Tenggara. tanggal 9 Januari 2010 yang bertempat di Hutan Kawasan Tirta Rimba Moramo. dengan melakukan identifikasi jenisjenis spesimen tumbuhan yang ditemukan. Universitas Haluoleo. Kecamatan Moramo. Desa Sumber Sari. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. dan dilanjutkan di Laboratorium Pendidikan Unit Biologi. Waktu dan Tempat Praktikum Praktikum lapangan ini dilaksanakan pada hari sabtu.

tidak berbuku-buku. pengolahan zat-zat makanan. penguapan air. Akar adalah bagian tumbuhan yang biasanya terdapat di dalam tanah. Variabel Praktikum a. juga tidak beruas. dengan arah sumbu ke pusat bumi atau menuju air. d. dan pernapasan. c. b. terdiri atas ruas-ruas yang masing-masing dibatasi oleh buku-buku. Daun adalah bagian tumbuhan yang sangat penting yang berfungsi sebagai pengambilan zat-zat makanan. artinya dapat dengan sejumlah bidang di bagi menjadi dua bagian yang setangkup. . selalu bersifat aktinomorf.B. meninggalkan udara dan cahaya. Variabel dan Indikator Praktikum 1. Buah adalah bagian tumbuhan yang terbentuk setelah terjadi penyerbukan dan pembuahan. Batang adalah bagian tumbuhan yang berbentuk panjang bulat seperti silinder atau dapat pula mempunyai bentuk lain.

Kecamatan Moramo. Kabupaten Konawe Selatan. Alat . Instrumen Praktikum a. Indikator Praktikum Indikator praktikum ini adalah semua sifat dan ciri morfologi dari semua jenis spesimen tumbuhan yang terdapat di Hutan Kawasan Tirta Rimba Moramo yang terletak di Desa Sumber Sari.2. Instrumen dan Metode Praktikum 1. C.

Kamera Mendokumentasikan gambar dari spesimen yang telah diperoleh 4.Alat-alat yang digunakan dalam praktikum lapangan ini adalah sebagai berikut: No. Gunting Buku panduan Untuk mengambil spesimen Panduan untuk mengidentifikasi spesimen yang telah diperoleh . 6. Parang Kegunaan Mengambil spesimen yang bersifat keras yang tidak dapat di ambil dengan tangan 2. Nama Alat 1. 5. Alat tulis Etiket gantung Selotip Koran Menandai spesimen yang telah diperoleh Menandai spesimen yang telah diperoleh Merekatkan spesimen pada koran Tempat melekatkan spesimen yang telah diperoleh 8. Kantung Plastik Tempat menyimpan spesimen yang telah diperoleh 3. 9. 7.

2. b. daun dan buah yang menjadi objek penelitian. D. lokasi yang di tentukan dengan langkah-langkah sebagai . Metode Praktikum Metode praktikum yang digunakan pada praktikum lapangan ini adalah metode eksplorasi yakni menjelajahi lokasi praktikum sambil mengumpulkan sampel spesimen tumbuhan yang ditemukan pada lokasi praktikum. Mendokumentasikan sampel tumbuhan yang akan di ambil. Mengambil sampel spesimen tumbuhan yang ditemukan di sepanjang perjalanan dengan melihat bagian-bagian morfologi yang mencirikan jenis tumbuhan baik akar. batang. Prosedur Kerja Praktikum ini dilaksanakan di Hutan Kawasan Tirta Rimba Moramo dengan menelusuri hutan yang terdapat di sepanjang perjalanan menuju lokasi pemandian yang berjarak kurang lebih satu kilometer dari pintu masuk kawasan ini sampai pada berikut : a.

c. kemudian menuliskan kode pada sampel tersebut. Mengidentifikasi sampel yang telah di ambil sesuai dengan buku panduan yang digunakan. . Menandai sampel yang telah diambil dengan menggantungkan etiket pada bagian sampel. e. Memasukkan sampel yang telah di beri etiket gantung ke dalam kantung plastik. kemudian di satukan dan ditutup rapat dengan sasak. f. d. Menyusun sampel-sampel yang telah diambil di atas koran dan melekatkannya dengan selotip.

Hutan Tirta Rimba Moramo merupakan daerah yang lembab karena di sepanjang hutan terdapat aliran sungai yang berasal dari air terjun yang mengalir membelah hutan Moramo. Spesimen-spesiemen tumbuhannya sangat bervariasi. Kabupaten Konawe Selatan. daerah ini dijadikan sebagai objek wisata. Karena keasrian dan kealamiannya. Provinsi Sulawesi Tenggara. dan juga telah di jadikan sebagai kawasan hutan lindung .BAB IV HASIL DAN DESKRIPSI A. . Kawasan hutan yang lembab ini dan terlindung dari sinar matahari menyebabkan daerah di sekitar kawasan permandian ini tumbuh berbagai jenis tumbuhan mulai dari golongan tumbuhan tingkat tinggi sampai golongan tumbuhan tingkat rendah. Kawasan ini terletak di Desa Sumber Sari. Deskripsi Umum Lokasi Praktikum Hutan Tirta Rimba Moramo merupakan salah satu tempat objek wisata yang terkenal yang terdapat di Kendari. sehingga sangat cocok dijadikan sebagai tempat penelitian untuk mata kuliah praktikum Morfologi Tumbuhan. Kecamatan Moramo.

Akar Tunggang Klasifikasi Regnum Divisio : Plantae : Spermatophyta . Deskripsi Spesimen Tumbuhan 1.B. Deskripsi Jenis-Jenis Akar a.

rambut akar (pilus radicalis). batang akar (corpus radicis). dan ujung akar (apex radicis). serabut akar (fibrilla radicalis). terdiri dari pangkal akar (collum). . tudung akar (calyptra). Akar lembaganya tumbuh terus menjadi akar pokok.Classis : Dicotyledonae (Tjitrosoepomo. Akar pokok yang berasal dari akar lembaga ini memiliki bentuk lebih besar dari bagian-bagian akar lainnya. serabut-serabut akar dan juga rambut-rambut akar. yang kemudian dari akar pokok tumbuh cabang-cabang akar. 2002) Deskripsi : Akar tunggang sering terdapat pada tumbuhan dikotil. cabang akar (radix lateralis).

b. akar Serabut Klasifikasi : Regnum Divisio : Plantae : Spermatophyta .

dan ujung akar (apix radicis). Terdiri dari pangkal akar (collum). bentuknya menyerupai serabut. 2002) Deskripsi : Akar serabut termasuk jenis akar pada tumbuhan monokotil. . serabut akar (fibrilla radicalis).Classis : Monocotyledonae (Tjitrosoepomo. Sejumlah akar yang kurang lebih sama besar dan semuanya langsung tumbuh dari pangkal batang. rambut-rambut akar (pilus radicalis). Akar lembaga dalam perkembangan selanjutnya mati.

2. Deskipsi Jenis-Jenis Batang a. Batang Herbaceus Klasifikasi : Regnum Divisio Classis Ordo : Plantae : Pteridophyta : Monocotyledonae :Ophioglassales .

Familia Genus Species : Ophioglassaceae : Helminthostachys : Helminthostachys zeylanica (Tjitrosoepomo. 2002) Deskripsi : Batang ini merupakan jenis batang yang berair atau lunak (herbaceus). Batang ini memiliki permukaan yang bulat (teres). licin (leavis). . sehingga pada batang ini juga merupakan tempat terjadinya fotosistesis sekaligus sebagai tempat penyimpanan cadangan makanan. serta memiliki arah pertumbuhan yang tegak lurus (erectus). tidak mempunyai kambium. karena memiliki klorofil. Berwarna hijau.

3. Klasifikasi : Regnum Divisio Classis Ordo : Plantae : Spermatophyta : Monocotyledonae : Pandanales . Daun Pandanus sp. Deskripsi Jenis-jenis Daun a.

berbentuk garis. dengan pangkal memeluk batang. berlilin. dan hijau biru.Familia Genus Species : Pandanaceae : Pandanus : Pandanus sp. bentuk daun sempit dan memanjang. (Tjitrosoepomo. ujung daun segitiga dan lancip. Termasuk tumbuhan perdu dengan batang yang sedang dan tumbuh tegak. pada waktu rontok meninggalkan bekas berbentuk cincin. duduk. tepi daun dan lapisan bawah dari pada ibu tulang daun berduri tempel yang kecil dan tajam. ppermukaan daunnya halus. bertulang daun sejajar. 1988:489) Deskripsi : Pandanus sp. tumbuh dengan posisi menyirip. daun terkumpul rapat. .

b. Klasifikasi : Regnum Divisio : Plantae : Spermatophyta . Daun pohon Kupu-kupu Bauhinia sp.

. tipis. menjari (palminervis). bulat (orbicularis). hijau. (Tjitrosoepomo.2002) Deskripsi : Bauhinia sp. bagian terlebar berada di tengah-tengah helaian daun. tepi rata (integer). Daun . berkerut (rogusus).Classis Ordo Familia Genus Species : Dicotyledonae : Rosales : Caesalpiniaceae : Bauhinia : Bauhinia sp. tunggal menjari . pangkal berlekuku (emarginatus).. ujung runcing (acutus).

Daun Waru (Hibiscus tileaceus) .c.

Klasifikasi : Regnum Divisio Classis Ordo Familia Genus Species : Plantae : Spermatophyta : Dicotyledonae : Malvales : Malvaceae : Hibiscus : Hibiscus tiliaceus .

jantung (cordatus). tebal. daun bertangkai. tepi rata (integer). menyirip (penninervis). pangkal berlekuk (emarginatus). Daun . bulat.(Tjitrosoepomo. ujung meruncing (acuminatus). . tak lengkap. 2002:269) Deskripsi : Waru (Hibiscus tiliaceus). hijau muda. hijau. Tangkai . bagian terlebarnya berada di tengah-tengah helaian daun. berbulu halus (villosus). tunggal.

Pisang (Musa paradisiaca) Klasifikasi : Regnum : Plantae .c.

ujung tumpul (obtusus). . Upih (vagina). menyirip (penninervis).tebal. tepi rata (integer). Daun . licin (laevis). pangkal berlekuk (emarginatus). lengkap. memanjang (oblongus).Divisio Classis Ordo Familia Genus Species : Spermatophyta : Monocotyledonae : Zingiberales : Musaceae : Musa : Musa paradisiaca (Tjitrosoepomo. tunggal. balut membalut. kertas. Tangkai (petiolus) . 2002) Deskripsi : Pisang (Musa paradisiaca). Helaian (lamina) . hijau.

4. Buah Buni pada pisang (Musa paradisiaca) . Deskripsi jenis-jenis buah a.

Klasifikasi : Regnum Divisio Classis Ordo Familia Genus Species : Plantae : Spermatophyta : Monocotyledonae : Zingiberales : Musaceae : Musa : Musa paradisiaca (Tjitrosoepomo. 2002) .

cukup tebal terdapat biji. sejati berdaging (tidak pecah jika masak). tebal. agak kaku. licin mengkilap. lapisan luar (epicarpium). Buah .buni. tipis. dapat di makan. lapisan dalam (endocarpium). berair. . memiliki tiga lapisan kulit.Deskripsi : Pisang (Musa paradisiaca). lapisan tengan (mesocarpium). terjadi dari satu bunga dengan satu bakal buah.

b. Buah Toho (Artocarpus elastica) Klasifikasi : .

. 2002) Deskrpsi : Toho (Artocaprus elastica). Buah . tebal.Regnum Divisio Classis Ordo Familia Genus Species : Plantae : Spermatophyta : Dicotyledonae : Urticales : Moraceae : Artocarpus : Artocarpus elastica (Tjitrosoepomo. berbatasan dengan biji. kaku. lapisan dalam (endocarpium). dari tangkai bunga yang tebal dan berdaging. semu majemuk. tebal. lapisan tengah (mesocarpium). tipis. berair. terbentuk dari bunga majemuk. lapisan luar (epicarpium). terdiri atas tiga lapisan. keras. berambut.

BAB V PENUTUP A. Simpulan .

). Saran Saran yang dapat diajukan pada pelaksanaan praktikum ini adalah agar kedepannya pada saat pengidentifikasian spesimen diharapkan adanya bimbingan dari asisten. Jenis-jenis spesimen batang yang ditemukan adalah batang bulat yang mengandung air (Herbaceus). agar praktikan tidak kewalahan ataupun keliru pada saat mengidentifikasi. bangun garis pada nenas hutan (Ananas comosus). 3. daun bangun tunggal menjari pada daun kupu-kupu (Bauhinia sp.Berdasarkan rumusan masalah praktikum ini. 4. B. maka dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa: 1. 2. Jenis-jenis spesimen akar yang diperoleh di sekitar daerah hutan kawasan Tirta Rimba Moramo adalah akar tunggang dan akar serabut. bangun memanjang pada daun pisang (Musa paradisiaca). . jenis-jenis buah yang ditemukan adalah buah sejati tunggal berdaging pada buah pisang (Musa paradisiaca) dan buah majemuk semu pada buah toho (Artocarpus elastica). Jenis-jenis spesimen daun yang ditemukan adalah daun bangun jantung pada waru (Hibiscus tiliaceus).