LAPORAN PRAKTIKUM LAPANGAN BOTANI TUMBUHAN TINGGI “ MENGENAL BERBAGAI JENIS TUMBUHAN TINGKat tinggi” DI HUTAN KAWASAN BORO

-BORO KECEMATAN RANOMEETO KABUPATEN KONAWE SELATAN SULAWESI TENGGARA

OLEH : KELOMPOK vI (enam)
1.

Ahmad isal

(A1C2 08 001) (a1c2 08 048) (A1C2 08 019)

2. suharno
3. 4. 5. 6. 7.

NURUL APRIANI W. sukmawati salfia hasriani nurjana

(A1C2 08 066) (A1C2 08 022) (A1C2 08 035) (A1C2 08 108)

LABORATORIUM PENDIDIKAN UNIT BIOLOGI FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS HALUOLEO KENDARI 2010 BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Ilmu tumbuhan pada saat ini telah mengalami kemajuan yang demikian pesat, hingga bidang-bidang ilmu pengetahuan yang hanya semula merupakan cabang-cabang ilmu tumbuhan saja, sekarang ini telah menjadi ilmu yang berdiri sendiri-sendiri, seperti halnya morfologi tumbuhan yang mempelajari bentuk dan susunan tubuh tumbuhan pun sudah berkembang pesat. Morofologi Tumbuhan tidak hanya menguraikan bentuk dan susunan tubuh tumbuhan saja, tetapi juga bertugas untuk menentukan apakah fungsi masing-masing bagian itu dalam kehidupan tumbuhan, dan selanjutnya juga berusaha mengetahui dari mana asal bentuk dan susunan

tubuh yang demikian tadi. Selain itu Morfologi Tumbuhan harus pula dapat memberikan jawaban atas pertanyaan mengapa bagian-bagian tubuh tumbuhan mempunyai bentuk dan susunan yang beraneka ragam. Untuk mengetahui hal tersebut, tentunya tidak dapat lepas dari mata kuliah Praktikum Morffologi Tumbuhan yang dilakukan di dalam laboratorium maupun di lapangan untuk melihat secara jelas dan langsung bagaimana berbagai macam bentuk morfologi dari suatu tumbuhan. Tumbuhan-tumbuhan yang di praktekkan banyak terdapat disekitar kita. Segala sesuatu yang dikaji dalam Morfologi Tumbuhan tidak lepas dari bentuk dan susunan dari akar, batang, daun, buah, biji dan bunga. Untuk melihat berbagai macam hal tersebut, dalam wilayah Negara kita pun telah tersebar berbagai macam tumbuhan yang tersebar diseluruh pelosok nusantara. Indonesia merupakan salah satu Negara yang memiliki banyak hutan hujan tropis. Hutan hujan tropis adalah hutan yang berada di daerah tropis dengan iklim yang suhunya >24° C dan juga mempunyai curah hujan tinggi. Hutan tidak hanya berfungsi menyediakan bahan papan untuk manusia, tetapi juga merupakan paru-paru bagi bumi ini serta dapat mencegah banjir. Hutan memberikan pengaruh terhadap faktor alam yang lain. Faktor alam ini mencakup tiga faktor lingkungan yang saling berhubungan, yaitu iklim, tanah dan air. Adanya faktor alam tersebut akan

menyebabkan tumbuhnya beraneka ragam jenis tumbuhan dalam satu daerah tertentu. Kawasan pada daerah hutan tirta rimba moramo yang terletak di desa sumber sari, Kecamatan Moramo Kabupaten Konawe Selatan merupakan salah satu wilayah yang masuk dalam hutan hujan tropis. Hutan pada daerah permandian tersebut memiliki beraneka ragam jenis tumbuhan. Berdasarkan hasil pengamatan secara langsung di lapangan, wilayah kawasan ini memiliki berbagai jenis spesimen tumbuhan yang telah dikenali maupun yang belum dikenali baik dari hal akar, batang, daun, buah, biji, dan bunga. Berdasarkan latar belakang inilah maka dilakukan Praktikum Lapangan dengan tujuan mengidentifikasi berbagai jenis tumbuhan mulai dari akar, batang, daun, buah dan bunga yang ada di daerah Hutan Tirta Rimba Moramo.

B. Rumusan Masalah

Rumusan masalah pada penulisan laporan praktikum lapangan ini adalah:

Jenis batang apa pada sampel spesimen yang di temukan di hutan kawasan Tirta Rimba Moramo ? 3. batang. Jenis akar apa pada sampel spesimen yang ditemukan di hutan kawasan Tirta Rimba Moramo ? 2. Jenis buah apa pada sampel spesimen yang ditemukan di hutan kawasan Tirta Rimba Moramo ? C. daun dan buah yang terdapat di hutan kawasan Tirta Rimba Moramo. . Kecamatan Moramo. Jenis daun apa pada sampel spesimen yang ditemukan di hutan kawasan Tirta Rimba Moramo ? 4.1. Desa Sumber Sari. Tujuan Praktikum Tujuan dari praktikum lapangan ini adalah untuk mengetahui jenis-jenis spesimen tumbuhan baik akar. Kabupaten Konawe Selatan.

Sebagai bahan pustaka. daun dan buah yang terdapat di hutan kawasan Tirta Rimba Moramo. daun dan buah yang terdapat di hutan kawasan Tirta Rimba Moramo.D. batang. Sebagai bahan informasi bagi praktikan selanjutnya yang relevan dengan praktikum lapangan ini. Manfaat Praktikum Manfaat dari praktikum lapangan ini adalah : 1. batang. Sebagai bahan informasi bagi penulis mengenai jenis-jenis spesimen tumbuan baik akar. Sebagai bahan informasi bagi pembaca mengenai jenis-jenis spesimen tumbuhan baik akar. 2. 3. BAB II TINJAUAN PUSTAKA . 4.

Alat ini hanya terdapat batang saja dan tidak pernah terdapat pada bagian lain pada tubuh tumbuhan. Akar dapat di bagi menjadi beberapa kelompok yaitu: akar belit. akhirnya akan runtuh dan meninggalkan bekas pada batang. Pada waktu akan runtuh warna daun berubah menjadi kekuning-kuningan dan akhirnya menjadi perang. kaya akan suatu zat warna hijau daun yang dinamakan klorofil. Jadi daunnya yang telah tua. Bagian batang tempat duduk atau melekatnya daun dinamakan buku-buku (nodus) batang. Bagian tubuh tumbuhan ini mempunyai umur yang terbatas. kemudian mati dan runtuh dari batang mempunyai warna yang berbeda dengan daun yang masih segar (Tjitrosoepomo. yaitu akar yang tumbuh pada bagian batas atas tanah dan berfungsi untuk memanjat dengan cara membelit . Daun biasanya tipis melebar. dan di tempat di atas daun dinamakan ketiak daun (axilla).Daun merupakan suatu bagian tumbuhan yang penting dan pada umumnya tiap tumbuhan mempunyai sejumlah besar daun. 2002:8). Akar merupakan bagian tumbuh-tumbuhan yang masuk ke tanah sebagai alat penguat dan pengisap air dan zat makanan. oleh karena itu daun biasanya berwarna hijau dan menyebabkan tumbuhan atau daerah-daerah yang di tempati tumbuh-tumbuhan nampak hijau pula.

Biji berasal dari bakal biji.pohon penunjangnya. yang sebagai ciri khasnya adalah adanya suatu organ yang berupa biji (dalam bahasa yunani : sperma). yaitu akar yang tumbuh dari batang di atas tanah. akar liar. akar ini tumbuh lurus ke bawah dan bercabang banyak. seperti akar-akar yang tumbuh dari buku-buku batang jagung di atas permukaan tanah. yaitu akar yang tumbuh di luar daerah perakaran yang semestinya. akar napas. akar lekat. yang dapat disamakan dengan makrosporangium. akar tunjang. yang berfungsi antara lain untuk mengikatkan diri pada tumbuhan inangnya dan kerap kali juga merupakan organ fotosintesis (Sitorus. yaitu akar yang berada di atas tanah. Di dalamnya di . Tumbuhan biji merupakan golongan tumbuhan dengan tingkat perkembangan filogenetik tertinggi. akar tunggang. terutama terdapat pada tumbuhan memanjat dan epifin. akar isap. dan biasanya di miliki oleh tumbuhan pantai atau tumbuhan rawa. yang dalam perkembangan selanjutnya masuk ke dalam tanah dan sekaligus berfungsi sebagai penunjang batang. akar udara. yaitu akar yang tumbuh menembus kulit pohon inangnya. 2005:8). yaitu akar utama yang umumnya merupakan pengambangan radikula. yaitu akar-akar ramping yang keluar dari bagian pangkal batang. yaitu akar yang tumbuh dari bagian batang di atas tanah dan berfungsi untuk melekatkan batang tumbuhan tersebut pada pohon penunjangnya. yaitu akar yang menonjol di atas permukaan tanah berfungsi untuk melakukan pertukaran gas. akar serabut.

Jadi dari segi seksual. Pembentukan embrio melalui peleburan sel-sel kelamin kita kenal dengan istilah amfimiksi. Bentuk daun sangat bervariasi. memiliki tangkai daun. karena terjadi didahului oleh suatu peristiwa seksual. sedang terjadinya embrio tanpa melalui peristiwa perkawinan di sebut apomiksis (Tjitrosoepomo. Daun tumbuhan monokotil dan dikotil berbeda dalam hal susunan tulang daun . yang menyambungkan daun dengan buku batang. meskipun batang yang berwarna hijau juga melakukan fotosintesis. namun pada umumnya terdiri dari suatu helaian daun (blade) yang pipih dan tangkai daun yang disebut petiola. yaitu peeburan sel telur dengan sel kelamin jantan. sebaliknya tangkai daun tersebut membentuk suatu pelepah yang membungkus batang. 2004:1).hasilkan makrospora yang tidak pernah meninggalkan tempatnya. dalam lingkungan tumbuhan biji dapat kita jumpai embrio di dalam biji. dan di tempat itu selanjutnya berkembang menjadi makroportalium dengan arkegonium serta sel telurnya. Setelah terjadi pembuahan . termasuk pohon palem. rumput dan banyak tumbuhan monokotil lainnya diketahui tidak memiliki tangkai daun. Namun demikian. Beberapa tumbuhan monokotil. Daun adalah organ fotosintesis utama pada sebagian besar tumbuhan. dalam arti embrio tidak selalu merupakan hasil peristiwa seksual. zigot yang terbentuk berkembang menjadi embrio yang sementara tetap di tempat itu pula. Sementara itu bakal biji yang kemudian mengandung embrio itu berkembang menjadi alat reproduksi yang disebut biji.

Masing-masing diberi nama sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang dimuat dalam Kode Internasional Tata Nama Tumbuhan. Sebagian besar monokotil memiliki tulang daun utama pararel (sejajar) yang menjalar sepanjang helai daun. suku. Tiap divisi seterusnya berturut-turut dibagi-bagi lagi dalam takson yang lebih rendah. Alam tumbuhan yang ditaksir meliputi 300. marga dan jenis. yang selasin sebagai sarana referensi sekaligus memberikan indikasi untuk kategori takson yang mana nama-nama tersebut dimaksudkan (Tjitrosoepomo. daun tumbuhan dikotil umumnya memiliki banyak percabangan tulang daun utama (Campbell. . 1998 : 1). Sebaliknya. bangsa. yaitu kelas. 2003:298).utamanya.000 jenis tumbuhan itu dalam klasifikasinya dibagi-bagi menjadi sejumlah divisi.

Sitorus. Bandung. Taksonomi Tumbuhan. 2002. UGM-Press. . UGM-Press. Taksonomi Tumbuhan (Spermatophyta).. Yogyakarta. 2003. Yogyakarta. Pionir Jaya. Yogyakarta.A. 2004. Tjitrosoepomo. Tjitrosoepomo. Tjitrosoepomo. Kamus Besar Biologi. Morfologi Tumbuhan. Jakarta. 1998. Ronald H. UGM-Press. 2005.DAFTAR PUSTAKA Campbell. Biologi Jilid 2 Edisi ke-5. Erlangga. N. dkk..

dengan melakukan identifikasi jenisjenis spesimen tumbuhan yang ditemukan. dan dilanjutkan di Laboratorium Pendidikan Unit Biologi. . Kabupaten Konawe Selatan Sulawesi Tenggara. Desa Sumber Sari. Kecamatan Moramo. Waktu dan Tempat Praktikum Praktikum lapangan ini dilaksanakan pada hari sabtu. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. tanggal 9 Januari 2010 yang bertempat di Hutan Kawasan Tirta Rimba Moramo. Universitas Haluoleo.BAB III METODOLOGI PRAKTIKUM A.

pengolahan zat-zat makanan. selalu bersifat aktinomorf. meninggalkan udara dan cahaya. d. c. Variabel dan Indikator Praktikum 1. artinya dapat dengan sejumlah bidang di bagi menjadi dua bagian yang setangkup. b. juga tidak beruas. tidak berbuku-buku. Akar adalah bagian tumbuhan yang biasanya terdapat di dalam tanah. Buah adalah bagian tumbuhan yang terbentuk setelah terjadi penyerbukan dan pembuahan. penguapan air. dengan arah sumbu ke pusat bumi atau menuju air. Batang adalah bagian tumbuhan yang berbentuk panjang bulat seperti silinder atau dapat pula mempunyai bentuk lain. dan pernapasan. terdiri atas ruas-ruas yang masing-masing dibatasi oleh buku-buku. .B. Daun adalah bagian tumbuhan yang sangat penting yang berfungsi sebagai pengambilan zat-zat makanan. Variabel Praktikum a.

Kecamatan Moramo. C. Kabupaten Konawe Selatan. Instrumen dan Metode Praktikum 1. Instrumen Praktikum a. Alat . Indikator Praktikum Indikator praktikum ini adalah semua sifat dan ciri morfologi dari semua jenis spesimen tumbuhan yang terdapat di Hutan Kawasan Tirta Rimba Moramo yang terletak di Desa Sumber Sari.2.

5. Parang Kegunaan Mengambil spesimen yang bersifat keras yang tidak dapat di ambil dengan tangan 2. 9. Nama Alat 1. 7. Alat tulis Etiket gantung Selotip Koran Menandai spesimen yang telah diperoleh Menandai spesimen yang telah diperoleh Merekatkan spesimen pada koran Tempat melekatkan spesimen yang telah diperoleh 8.Alat-alat yang digunakan dalam praktikum lapangan ini adalah sebagai berikut: No. Kamera Mendokumentasikan gambar dari spesimen yang telah diperoleh 4. Gunting Buku panduan Untuk mengambil spesimen Panduan untuk mengidentifikasi spesimen yang telah diperoleh . 6. Kantung Plastik Tempat menyimpan spesimen yang telah diperoleh 3.

Metode Praktikum Metode praktikum yang digunakan pada praktikum lapangan ini adalah metode eksplorasi yakni menjelajahi lokasi praktikum sambil mengumpulkan sampel spesimen tumbuhan yang ditemukan pada lokasi praktikum. Mendokumentasikan sampel tumbuhan yang akan di ambil. daun dan buah yang menjadi objek penelitian. Prosedur Kerja Praktikum ini dilaksanakan di Hutan Kawasan Tirta Rimba Moramo dengan menelusuri hutan yang terdapat di sepanjang perjalanan menuju lokasi pemandian yang berjarak kurang lebih satu kilometer dari pintu masuk kawasan ini sampai pada berikut : a. batang. D.2. Mengambil sampel spesimen tumbuhan yang ditemukan di sepanjang perjalanan dengan melihat bagian-bagian morfologi yang mencirikan jenis tumbuhan baik akar. lokasi yang di tentukan dengan langkah-langkah sebagai . b.

Menyusun sampel-sampel yang telah diambil di atas koran dan melekatkannya dengan selotip. kemudian menuliskan kode pada sampel tersebut. Memasukkan sampel yang telah di beri etiket gantung ke dalam kantung plastik. Menandai sampel yang telah diambil dengan menggantungkan etiket pada bagian sampel. d.c. . e. Mengidentifikasi sampel yang telah di ambil sesuai dengan buku panduan yang digunakan. kemudian di satukan dan ditutup rapat dengan sasak. f.

dan juga telah di jadikan sebagai kawasan hutan lindung . . Hutan Tirta Rimba Moramo merupakan daerah yang lembab karena di sepanjang hutan terdapat aliran sungai yang berasal dari air terjun yang mengalir membelah hutan Moramo. Spesimen-spesiemen tumbuhannya sangat bervariasi. Karena keasrian dan kealamiannya. Kabupaten Konawe Selatan.BAB IV HASIL DAN DESKRIPSI A. sehingga sangat cocok dijadikan sebagai tempat penelitian untuk mata kuliah praktikum Morfologi Tumbuhan. Kawasan ini terletak di Desa Sumber Sari. Deskripsi Umum Lokasi Praktikum Hutan Tirta Rimba Moramo merupakan salah satu tempat objek wisata yang terkenal yang terdapat di Kendari. Kawasan hutan yang lembab ini dan terlindung dari sinar matahari menyebabkan daerah di sekitar kawasan permandian ini tumbuh berbagai jenis tumbuhan mulai dari golongan tumbuhan tingkat tinggi sampai golongan tumbuhan tingkat rendah. daerah ini dijadikan sebagai objek wisata. Provinsi Sulawesi Tenggara. Kecamatan Moramo.

B. Deskripsi Jenis-Jenis Akar a. Akar Tunggang Klasifikasi Regnum Divisio : Plantae : Spermatophyta . Deskripsi Spesimen Tumbuhan 1.

Akar pokok yang berasal dari akar lembaga ini memiliki bentuk lebih besar dari bagian-bagian akar lainnya. batang akar (corpus radicis). 2002) Deskripsi : Akar tunggang sering terdapat pada tumbuhan dikotil. yang kemudian dari akar pokok tumbuh cabang-cabang akar.Classis : Dicotyledonae (Tjitrosoepomo. Akar lembaganya tumbuh terus menjadi akar pokok. cabang akar (radix lateralis). rambut akar (pilus radicalis). . dan ujung akar (apex radicis). serabut-serabut akar dan juga rambut-rambut akar. terdiri dari pangkal akar (collum). tudung akar (calyptra). serabut akar (fibrilla radicalis).

akar Serabut Klasifikasi : Regnum Divisio : Plantae : Spermatophyta .b.

bentuknya menyerupai serabut. Akar lembaga dalam perkembangan selanjutnya mati. Terdiri dari pangkal akar (collum). serabut akar (fibrilla radicalis). rambut-rambut akar (pilus radicalis). dan ujung akar (apix radicis). 2002) Deskripsi : Akar serabut termasuk jenis akar pada tumbuhan monokotil. .Classis : Monocotyledonae (Tjitrosoepomo. Sejumlah akar yang kurang lebih sama besar dan semuanya langsung tumbuh dari pangkal batang.

Deskipsi Jenis-Jenis Batang a.2. Batang Herbaceus Klasifikasi : Regnum Divisio Classis Ordo : Plantae : Pteridophyta : Monocotyledonae :Ophioglassales .

karena memiliki klorofil. tidak mempunyai kambium. Berwarna hijau. serta memiliki arah pertumbuhan yang tegak lurus (erectus). licin (leavis). 2002) Deskripsi : Batang ini merupakan jenis batang yang berair atau lunak (herbaceus).Familia Genus Species : Ophioglassaceae : Helminthostachys : Helminthostachys zeylanica (Tjitrosoepomo. . sehingga pada batang ini juga merupakan tempat terjadinya fotosistesis sekaligus sebagai tempat penyimpanan cadangan makanan. Batang ini memiliki permukaan yang bulat (teres).

Klasifikasi : Regnum Divisio Classis Ordo : Plantae : Spermatophyta : Monocotyledonae : Pandanales .3. Daun Pandanus sp. Deskripsi Jenis-jenis Daun a.

dan hijau biru. bentuk daun sempit dan memanjang. berlilin. ppermukaan daunnya halus. duduk. Termasuk tumbuhan perdu dengan batang yang sedang dan tumbuh tegak. pada waktu rontok meninggalkan bekas berbentuk cincin.Familia Genus Species : Pandanaceae : Pandanus : Pandanus sp. bertulang daun sejajar. 1988:489) Deskripsi : Pandanus sp. berbentuk garis. daun terkumpul rapat. tumbuh dengan posisi menyirip. tepi daun dan lapisan bawah dari pada ibu tulang daun berduri tempel yang kecil dan tajam. ujung daun segitiga dan lancip. . dengan pangkal memeluk batang. (Tjitrosoepomo.

b. Daun pohon Kupu-kupu Bauhinia sp. Klasifikasi : Regnum Divisio : Plantae : Spermatophyta .

bagian terlebar berada di tengah-tengah helaian daun. hijau. bulat (orbicularis). berkerut (rogusus). ujung runcing (acutus). tepi rata (integer). tunggal menjari . pangkal berlekuku (emarginatus). Daun . . (Tjitrosoepomo.Classis Ordo Familia Genus Species : Dicotyledonae : Rosales : Caesalpiniaceae : Bauhinia : Bauhinia sp..2002) Deskripsi : Bauhinia sp. menjari (palminervis). tipis.

c. Daun Waru (Hibiscus tileaceus) .

Klasifikasi : Regnum Divisio Classis Ordo Familia Genus Species : Plantae : Spermatophyta : Dicotyledonae : Malvales : Malvaceae : Hibiscus : Hibiscus tiliaceus .

(Tjitrosoepomo. daun bertangkai. jantung (cordatus). Tangkai . berbulu halus (villosus). tak lengkap. bagian terlebarnya berada di tengah-tengah helaian daun. hijau. tebal. tunggal. menyirip (penninervis). bulat. . tepi rata (integer). Daun . 2002:269) Deskripsi : Waru (Hibiscus tiliaceus). hijau muda. ujung meruncing (acuminatus). pangkal berlekuk (emarginatus).

Pisang (Musa paradisiaca) Klasifikasi : Regnum : Plantae .c.

tunggal. memanjang (oblongus). hijau. 2002) Deskripsi : Pisang (Musa paradisiaca).tebal. Upih (vagina). lengkap. Helaian (lamina) . menyirip (penninervis). tepi rata (integer). licin (laevis). ujung tumpul (obtusus). .Divisio Classis Ordo Familia Genus Species : Spermatophyta : Monocotyledonae : Zingiberales : Musaceae : Musa : Musa paradisiaca (Tjitrosoepomo. balut membalut. Tangkai (petiolus) . pangkal berlekuk (emarginatus). kertas. Daun .

Buah Buni pada pisang (Musa paradisiaca) . Deskripsi jenis-jenis buah a.4.

2002) .Klasifikasi : Regnum Divisio Classis Ordo Familia Genus Species : Plantae : Spermatophyta : Monocotyledonae : Zingiberales : Musaceae : Musa : Musa paradisiaca (Tjitrosoepomo.

cukup tebal terdapat biji.buni. tipis. lapisan tengan (mesocarpium).Deskripsi : Pisang (Musa paradisiaca). tebal. Buah . lapisan luar (epicarpium). lapisan dalam (endocarpium). licin mengkilap. dapat di makan. berair. memiliki tiga lapisan kulit. sejati berdaging (tidak pecah jika masak). terjadi dari satu bunga dengan satu bakal buah. . agak kaku.

b. Buah Toho (Artocarpus elastica) Klasifikasi : .

terdiri atas tiga lapisan. lapisan tengah (mesocarpium). berair. tebal. kaku. Buah . tebal. lapisan dalam (endocarpium). lapisan luar (epicarpium). dari tangkai bunga yang tebal dan berdaging.Regnum Divisio Classis Ordo Familia Genus Species : Plantae : Spermatophyta : Dicotyledonae : Urticales : Moraceae : Artocarpus : Artocarpus elastica (Tjitrosoepomo. 2002) Deskrpsi : Toho (Artocaprus elastica). keras. terbentuk dari bunga majemuk. . berambut. semu majemuk. berbatasan dengan biji. tipis.

Simpulan .BAB V PENUTUP A.

Saran Saran yang dapat diajukan pada pelaksanaan praktikum ini adalah agar kedepannya pada saat pengidentifikasian spesimen diharapkan adanya bimbingan dari asisten.Berdasarkan rumusan masalah praktikum ini. agar praktikan tidak kewalahan ataupun keliru pada saat mengidentifikasi. Jenis-jenis spesimen daun yang ditemukan adalah daun bangun jantung pada waru (Hibiscus tiliaceus). Jenis-jenis spesimen akar yang diperoleh di sekitar daerah hutan kawasan Tirta Rimba Moramo adalah akar tunggang dan akar serabut. jenis-jenis buah yang ditemukan adalah buah sejati tunggal berdaging pada buah pisang (Musa paradisiaca) dan buah majemuk semu pada buah toho (Artocarpus elastica). Jenis-jenis spesimen batang yang ditemukan adalah batang bulat yang mengandung air (Herbaceus). 2. daun bangun tunggal menjari pada daun kupu-kupu (Bauhinia sp. maka dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa: 1. bangun memanjang pada daun pisang (Musa paradisiaca). 3. . 4. B. bangun garis pada nenas hutan (Ananas comosus).).

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful