Bank Garansi, apa dan bagaimana kegunaannya?

Apabila anda bergerak di bidang usaha konstruksi, istilah Bank Garansi tidak asing lagi. Pada saat anda ingin ikut tender, Pimpinan Proyek mensyaratkan anda memberikan Bank Garansi Tender (Tender Bond). Dan apabila anda memenangkan proyek tersebut, maka anda harus menyerahkan Performance Bond (Bank Garansi Pelaksanaan), untuk menjamin bahwa memang anda mampu melaksanakan proyek tersebut. Untuk memahami, apa dan bagaimana Bank Garansi, serta apa kegunaannya, di bawah ini saya akan mencoba menjelaskan berdasar pengalaman selama ini. Apa definisi Bank Garansi? Bank Garansi (atau disingkat BG) adalah perjanjian penanggungan atau borgtocht dimana Bank yang menjadi pihak ketiga (penanggung, guarantor, borg) bersedia bertindak sebagai penanggung bagi nasabahnya yang menjadi debitur dalam mengadakan suatu perjanjian (pokok) dengan pihak lain sebagai kreditur. Dalam bentuk warkat, dapat berupa Garansi Bank atau Standby L/C (letter of Credit).
 

Nasabah (A) atau tertanggung mengadakan Perjanjian Kerjasama dengan Pemimpin Proyek (X), untuk mengerjakan suatu proyek tertentu Nasabah akan mendatangi Bank, untuk memohon agar Bank bersedia memberikan penjaminan atas nama nasabah berupa Garansi Bank, untuk menjamin proyek antara nasabah (A) dan Pemimpin Proyek (X). Apabila dinilai memenuhi persyaratan, maka Bank akan mengeluarkan Bank Garansi atas nama nasabah A, untuk menjamin proyek yang dikerjakan.

Dasar hukum Bank Garansi, adalah perjanjian penanggungan (borgtocht) yang diatur dalam KUH Perdata pasal 1820 s/d 1850.Untuk menjamin kelangsungan Bank Garansi, maka penanggung mempunyai “Hak istimewa “ yang diberikan undang-undang, yaitu untuk memilih salah satu, menggunakan pasal 1831 KUH Perdata atau pasal 1832 KUH Perdata. Pasal 1831 KUH Perdata: Si penanggung tidaklah diwajibkan membayar kepada si berpiutang, selain jika si berutang lalai, sedangkan benda-benda si berutang ini harus lebih dulu disita dan dijual untuk melunasi utangnya. Sedangkan pasal 1832 KUH Perdata berbunyi: Si penanggung tidak dapat menuntut supaya benda-benda si berutang lebih dulu disita dan dijual untuk melunasi utangnya… Perbedaan kedua pasal tersebut menjelaskan, bahwa jika Bank menggunakan pasal 1831 KUH Perdata, apabila timbul cidra janji, si penjamin dapat meminta benda-benda si berhutang disita dan dijual terlebih dahulu. Sedangkan jika menggunakan pasal 1832 KUH Perdata, Bank wajib membayar Garansi Bank yang bersangkutan segera setelah timbul cidra janji dan menerima tuntutan pemenuhan kewajiban (klaim).

Dalam Bank Garansi, Bank wajib mencantumkan ketentuan yang dipilihnya dalam Bank Garansi yang bersangkutan, agar pihak yang dijamin maupun pihak yang menerima garansi mengetahui dengan jelas ketentuan mana yang dipergunakan. Apa yang harus ada dalam Bank Garansi? Isi Bank Garansi terdiri dari:
       

Judul “Garansi Bank” atau “Bank Garansi” Nama dan alamat Bank pemberi Bank Garansi Tanggal penerbitan Bank Garansi Transaksi antara pihak yang dijamin dengan penerima garansi Jumlah uang yang dijamin dengan Bank Garansi Tanggal mulai berlaku dan berakhirnya Bank Garansi Penegasan batas waktu penagihan klaim Pilihan berlakunya pasal 1831 atau 1832

Jenis dan macam Bank Garansi
  

Diberikan kepada pemborong atau kontraktor untuk mengerjakan proyek Diberikan untuk menjamin kredit (dapat berupa Standby L/C) Lainnya , seperti : a) BG untuk penangguhan bea cukai (misal: cukai tembakau, cukai alkohol, cukai pita kaset/DVD/VCD). b) BG untuk penebusan barang impor.c) Shipping Guarantee, untuk mengeluarkan barang dari pelabuhan.d) BG untuk pengadaan barang.e) BG untuk pembebasan bea masuk dan penangguhan PPN.

Sedangkan Bank Garansi yang umum digunakan dalam rangka proyek, untuk mendukung usaha konstruksi, adalah: 1. 2. 3. 4. Bid Bond/Tender Bond Performance Bond atau Bank Garansi Pelaksanaan Advance Payment Bond atau Bank Garansi Uang Muka Maintenance Bond atau Bank Garansi Pemeliharaan

Hal-hal yang harus diperhatikan dalam Bank Garansi: 1. 2. 3. 4. Waktu berlaku dan berakhirnya perjanjian pokok Waktu berlaku dan berakhirnya Garansi Bank Waktu terjadinya cidra janji yang secara sah masih dapat ditanggung oleh Garansi Bank Waktu selambat-lambatnya untuk pengajuan klaim oleh tertanggung.

Keempat hal di atas perlu mendapatkan perhatian, terutama bagi tertanggung, agar bilamana terjadi sesuatu yang tak diharapkan, maka klaim masih bisa dilakukan. Bagi tertanggung juga harus memperhatikan, apakah Bank Garansi tadi menggunakan pasal 1831 atau 1832, karena jika menggunakan pasal 1831, Bank tidak serta merta membayar klaim tersebut.

maka Bank dapat memberikan kredit konstruksi. Biasanya dalam SPP/SPK (Surat Perjanjian Pemborongan/Surat Perjanjian Kontrak) telah ditentukan. Catatan: Bahan diperoleh dari berbagai sumber (catatan. anda sudah mulai bisa mengerjakan proyek. biasanya kontra garansi dapat menggunakan uang tunai atau tabungan terbeku. PBI dan pengalaman selama ini). Namun jika perusahaan yang memproduksi produk tadi mau menerima Bank Garansi. dan baru membayar sesuai yang ditentukan dalam Bank Garansi tersebut. Dengan Bank Garansi pengadaan. anda harus menyerahkan Bank Garansi tender sebagai persyaratan untuk ikut tender. yang diperhitungkan dengan Bank Garansi uang muka. Dengan uang muka tersebut. pelatihan. anda bisa mengatur cash flow. pada awal ikut tender. Bilamana anda menang proyek yang diikuti. Mohon maaf jika tak dapat menjawab pertanyaan satu persatu. anda harus menyerahkan Jaminan pelaksanaan. anda sering harus membeli secara tunai atau kredit. stok barang yang akan dijual. maka anda hanya perlu menyerahkan Bank Garansi pengadaan untuk dapat memperoleh stok barang dagangan tadi. Karena jumlahnya relatif kecil. bahwa anda berhak mendapat uang muka sebesar 20% (misalnya). dengan syarat anda menyerahkan jaminan uang muka atau Advance Payment Bond. karena pelatihan tentang masalah Bank Garansi ini minimal memerlukan waktu 3 sesi. Bila anda bergerak dibidang usaha perdagangan. untuk meyakinkan pada pemilik proyek bahwa anda mampu menyelesaikan proyek tersebut. Apabila usaha anda dinilai layak oleh Bank. sehingga tak mungkin bisa dijawab melalui blog .Kegunaan Bank Garansi Kapan anda memerlukan Bank Garansi? Apabila anda seorang kontraktor. untuk menyelesaikan proyek.

Anda membutuhkan Performance Bond supaya Anda yakin bahwa proyek dilaksanakan sesuai dengan kesepakatan baik dalam hal kualitas. Untuk itu. apabila pihak yang dijamin tidak memenuhi kewajibannya. Anda membutuhkan Advance Payment Bond. Biasanya sebagai pemilik proyek (bouwheer). Setelah proyek selesai. Anda memerlukan Retention/Maintenance Bond sebelum serah terima dilakukan supaya Anda yakin bahwa pelaksana proyek akan melakukan kewajiban layanan purna jual berupa perbaikan-perbaikan dan pemeliharaan dalam jangka waktu tertentu. Anda mungkin memiliki banyak proyek yang pelaksanaannya akan diserahkan kepada pihak lain. Dalam proses tender. waktu dan spesifikasinya. Anda mengadakan tender sebagai cara memilih calon kontraktor atau supplier yang memenuhi syarat. Dalam hal ini bank dapat memebrikan jasa Bank Garansi untuk meningkatkan keyakinan Anda dan sekaligus meminimalkan risiko kerugian. Definisi Bank Garansi adalah jaminan pembayaran yang diberikan kepada pihak penerima jaminan. Namun tetap ada kemungkinan bahwa proyek tidak dilaksanakan sesuai dengan rencana sehingga Anda mengalami kerugian. Ilustrasi Misalkan Anda merencanakan untuk membangun sebuah hotel sehingga Anda mengundang beberapa kontraktor atau supplier untuk ikut berpartisipasi. Anda meminta kepada peserta untuk menyerahkan Bid Bond supaya mereka tidak membatalkan diri secara tiba-tiba setelah ditunjuk sebagai pemenang tender. Untuk mencegah hilangnya uang muka karena pemenang proyek cidera janji. Setelah itu. Anda memberikan uang muka kepada pemenang tender untuk mulai melaksanakan proyek tersebut. Anda memerlukan keyakinan bahwa pihak lain tersebut akan memenuhi komitmennya sesuai dengan kontrak. Jenis Bank Garansi Lainnya .MENGENAL BANK GARANSI Dalam mengimplementasikan rencan bisnis.

Retention/Maintenance Bond adalah jaminan pemeliharaan. jaminan warranty.Dalam praktek. customs bond dan lain lain. sehingga Anda perlu menjelaskan usaha Anda secara terbuka kepada Bank. Pada dasarnya Bank Garansi tersebut digunakan untuk menjamin supaya tidak terjadi cidera janji oleh pihak yang berkewajiban. Periksa masa berlaku Bank Garansi sesuai dengan jangka waktu proyek Anda. . Laksanakan kewajiban sesuai dengan yang diperjanjikan dengan pihak penerima jaminan sehingga tidak terjadi klaim atas Bank Garansi yang diterbitkan. Hal-hal Yang Perlu Diperhatikan Bagi Penerima Bank Garansi Pastikan keaslian dan keabsahan Bank Garansi dengan cara menghubungi bank penerbit. Advance Payment Bond adalah jaminan uang muka. Bagi Pihak yang dijamin Bank Garansi Perhatikan biaya-biaya yang harus dibayar dalam rangka penerbitan Bank Garansi. Catatan: Bid Bond disebut juga Tender Bond adalah jaminan penawaran. Performance Bond adalah jaminan pelaksanaan. Proses penerbitan Bank Garansi sama halnya dengan proses pemberian kredit. Periksa dan pahami syarat-syarat klaim untuk memudahkan Anda melakukan klaim apabila diperlukan. mungkin Anda menemukan bank garansi khusus seperti garansi kepada maskapai pelayaran.

Karena pihak pemohon gagal janji. bila suatu perusahaan telah dinyatakan menang dalam tender. dengan tujuan untuk menangguhkan pembayaran pajak kepada Bea cukai atau lembaga pemerintah. tetapi perusahaan tersebut tidak dapat melaksanakan kewajiban dalam tender. Pihak Beneficiary/Penerima Bank Garansi : Pihak yang diuntungkan/pihak yang menerima klaim atas bank garansi Kondisi Bank Garansi : Bank Garansi dicairkan/diklaim bila pihak pemohon bank garansi inkar janji/wan prestasi kepada pihak beneficiary. Ada 3 pihak dalam suatu Bank Garansi yaitu : 1. Banyak pihak pelaku dunia usaha berkata. Customs Bonds/Surety Bond : Bank Garansi yang diterbtkan untk kepentingan pihak Bea Cukai atau lembaga pemerintahan lainnya. perlu memberikan performance bond kepada pemilk tanah bahwa kontraktor membangun gedung tersebut sesuai dengan perjanjiannya. ”Minta saja Bank Garansi untuk Jaminannya. mari kita lihat ilustrasi dibawah ini: I. maka pihak beneficiary terpaksa menagih kepada pihak penjamin yaitu pihak bank penerbit bank garansi Ada beberapa jenis Bank Garansi yang sering ditemui dalam dunia usaha : 1. Pihak Penjamin (Bank) adalah Bank atau lembaga keuangan yang diijinkan untuk menerbitkan Bank Garansi 3.” Jadi apa sesungguhnya Bank Garansi itu ? Bank Garansi adalah suatu jaminan yang diterbitkan oleh Bank untuk menjamin pihak lain. Bila kontraktor wan prestasi. Ini untuk mengantisipasi. maka pemilik tanah akan mencairkan bank garansi itu ke Bank penerbit Bank Garansi. . Pihak Pemohon yaitu : Pihak yang mengajukan permohonan ke Bank agar diterbitkan suatu Bank Garansi sesuai dengan kebutuhannya 2. Performance Bond : Bank Garansi diterbitkan untuk kepentingan suatu proyek Contoh : Kontraktor untuk membangun statu gedung. Untuk memudahkan memahami bank garansi ini. bila pihak pertama (pihak pemohon bank garansi) wan prestasi kepada pihak lain atas perjanjian yang telah disepakati. Alasan penangguhan pajak ini bisa dikarenakan barang yang diimpor itu akan diekspor kembali 2.GUNANYA BANK GARANSI Mungkin kita sering mendengar kata Bank Garansi / Jaminan Bank / Bank Guarantee (BG). maka Bank Garansi ini akan dicairkan 3. Bid Bond : Bank Garansi yang diterbitkan untuk kepentingan mengikuti suatu tender.

Jasa layanan perbankan tersebut selaras dengan amanat pasal 1 butir 2 Undang – Undang Perbankan. (Irwan Santoso) ASPEK HUKUM GARANSI BANK Oleh ESTHER DWI MAGFIRAH PENDAHULUAN Dalam suatu aktivitas bisnis. yang menyebutkan bahwa Bank umum adalah bank yang dapat memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran. pelaku bisnis memanfaatkan jasa lembaga keuangan seperti perbankan. Namun pemilik tanah juga khawatir bila kontraktor setelah menerima uang muka/down payment kemudian ingkar janji. Karena kekhawatiran itu. 11 / 110 / Kep / Dir / UPPB tanggal 28 maret 1979 tentang pemberian Jaminan oleh Bank dan Pemberian jaminan oleh lembaga keuangan bukan Bank. Untuk mengantisipasi hal tersebut. kinerja pelaku usaha akan mengalami hambatan. Salah satu jasa lembaga perbankan dalam menunjang aktivitas bisnis tersebut adalah bank garansi. menyebutkan : . Selain contoh-contoh Bank Garansi diatas. GARANSI BANK Istilah garansi berasal dari bahasa Inggris guarantee atau guaranty yang berarti menjamin atau jaminan. biasanya pemilik uang muka/down payment kepada kontraktor. Tanpa kelancaran transaksi finansial. pemilik tanah minta Advance Payment Bond dari Kontraktor sebelum uang muka dibayarkan ke kontraktor. Biasanya nama/jenis Bank Garansi disesuaikan dengan perjanjian/proyek yang dikerjakan. Pasal 1 butir 1 Surat Keputusan Direksi Bank Indonesia (SKBI) No. Artikel ini akan mendeskripsikan secara singkat tentang eksistensi lembaga garansi bank dalam menunjang kelancaran aktivitas bisnis. para pihak yang terlibat dalam satu transaksi bisnis kerap kali mengikutsertakan pihak ketiga untuk menjamin likuiditas dana.4. masalah pembiayaan menempati posisi yang signifikan. masih banyak jenis-jenis bank garansi dalam dunia usaha. Untuk memulai satu perjanjian/proyek. Penerbitan bank garansi merupakan salah satu jasa layanan yang ditawarkan perbankan untuk membantu kelancaran dunia usaha. Guna mengakomodasi kepentingan itulah. Advance Payment Bond : Bank Garansi yang diterbitkan karena kontraktor telah menerima uang muka dari pemilik tanah.

pasal tersebut menentukan bahwa penaggungan (jaminan) harus ditentukan secara tegas meski tidak harus secara tertulis. garansi bank merupakan suatu perjanjian tertulis yang isinya bank menyetujui untuk mengikatkan diri kepada penerima jaminan guna memenuhi kewajiban terjamin dalam suatu jangka waktu tertentu dan dengan syarat – syarat tertentu berupa pembayaran sejumlah uang tertentu apabila terjamin di kemudian hari ternyata tidak memenuhi kewajibannya kepada penerima jaminan. Tanggal mulai berlaku serta jangka waktu garansi bank 4. Terjamin tunduk kepada intruksi – intruksi dan peraturan – peraturan yang dikeluarkan pemerintah dan bank indonesia serta kelaziman perbankan 8. 1981 : 9) PERJANJIAN GARANSI Kesepakatan pemberian garansi bank oleh perbankan kepada terjamin dituangkan dalam suatu perjanjian yang disebut perjanjian bank garansi vide pasal 1824 KUH Perdata. Terjamin tunduk kepada ketentuan – ketentuan dan peraturan – peraturan tentang pemberian garansi bank yang ditetapkan oleh bank 7. maka bank akan menerima fee dari terjamin berupa sejumlah uang tertentu yang disebut provisi. Tempat kedudukan (domisili) terjamin dan bank 5. 2. Pihak penjamin Pihak terjamin Pihak penerima jaminan : pihak yang memberikan jaminan (pihak bank) : pihak yang dijamin (nasabah) : pihak yang menerima jaminan Jadi. Atas pemberian garansi bank trsebut. ada tiga pihak yang terlibat yaitu : 1. Berdasarkan surat perjanjian garansi bank tersebut bank akan memberikan surat garansi bank kepada terjamin untuk diserahkan kepada penerima jaminan. Menurut Anwari (1981 : 26) Surat Perjanjian Garansi Bank memuat syarat minimal sebagai berkut : 1. Biaya garansi bank yang harus dibayar oleh terjamin oleh . Jumlah tertinggi garansi bank 3. Namun sebagaimana lazimnya. suatu perjanjian perbankan selalu dituangkan dalam bentuk akta tertulis untuk menjamin kepentingan hukum para pihak.Jaminan adalah warkat yang diterbitkan oleh bank atau lembaga keuangan bukan bank yang mengakibatkan kewajiban membayar terhadap pihak yang menerima jaminan apabila jaminan pihak yang dijamin cidera janji (wanprestasi). Jumlah provisi ini dihitung atas dasar prosentase tertentu dari jumlah garansi bank untuk jangka waktu tertentu pula (Anwari. Macam jaminan lawan yang diserahkan oleh jaminan kepada bank serta nilainya 6. Dalam garansi bank. Tujuan penggunaan garansi bank 2. 3.

Tanggal mulai berlaku dan berakhirnya garansi bank 7. SKBI No. Nama dan alamat bank pemberi garansi 3. Terjamin memberi kuasa yang tak dapat dicabut kembali kepada bank untuk sewaktu – waktu mencairkan jaminan lawan guna melunasi hutang terjamin sebagai akibat dilaksanakannya pembayaran garansi bank maupun hutang lainnya yang timbul sehubungan dengan pemberian garansi bank tersebut. Transaksi antar pihak yang dijamin dengan penerimaan jaminan 5. 11 / 110 tahun 1979 tidak memberikan definisi tentang perjanjian garansi bank. mengharuskan bank untuk : 1. SKBI tersebut hanya menentukan hal – hal minimal yang harus dipenuhi dalam satu garansi bank. Jumlah uang yang dijamin oleh bank 6.9. lembaga perbankan diwajibkan untuk bersikap selektif dalam melakukan aktivitas untuk meminimalisasi risiko. SEBI No. 3. Menurut Munir Fuady (1997 : 202) untuk membatasi risiko dalam penerbitan garansi bank. Syarat – syarat yang terlebih dahulu harus dipenuhi untuk berlakunya garansi bank Ketentuan bahwa garansi bank dapat diubah atau dibatalkan secara sepihak Sebagaimana diketahui. Tanggal penerbitan garansi bank 4. Pasal 2 butir 2 SKBI mengatur syarat minimal dalam garansi bank sebagai berikut : 1. Meneliti bonafiditas pihak yang dijamin Meneliti sifat dan menilai transaksi yang akan dijamin sehingga dapat diberikan jaminan yang sesuai Menilai jumlah jaminan yang akan diberikan bank Menilai kemampuan pihak yang akan dijamin untuk memberikan kontra jaminan yang cukup sesuai dengan kemungkinan terjadinya resiko. Penegasan batasn waktu klaim 8. 11 / 11 UPPB tanggal 28 Maret 1979. 2. Berdasarkan prudential banking (prinsip kehati – hatian bank). atau pernyataan bahwa penjamin (bank) melepaskan bank istimewanya untuk menuntut supaya benda – benda terjamin (nasabah) lebih dahulu disita dan dijual untuk melunasi hutangnya vide pasal 1832 KUHPerdata. Judul garansi bank atau bank garansi 2. 2. dalam pemberian garansi bank. Pernyataan bahwa penjamin (bank) akan memenuhi pembayaran denganterlebih dahulu menyita dn menjual benda – benda terjamin (nasabah) untuk melunasi hitungannya sesuai dengan pasal 1831KUHPerdata. Jaminan lawan . garansi harus melakukan penilaian secara seksama terhadap calon nasabah. 4. pihak bank mensyaratkan adanya jaminan lawan (counter garanty) yang nilainya ditentukan oleh kebijakan bank namun biasanya setara dengan nilai jaminan yang tercantum dalam garansi bank. Pasal 2 butir 3 SKBI menentukan hal yang tidak dimuat dalam garansi bank sebagai berikut : 1.

Barang tidak bergerak 7. Surat – surat berharga 5. deposito. lembaga garansi bank merupakan bentuk dari perjanjian penanggungan ( borghtoch ) yang diatur dalam Buku III KUHPerdata dalam pasal 1820 – 1850 KUHPerdata. Performance bond. 1981 : 23 ASPEK HUKUM GARANSI BANK Sebagaimana diuraikan di atas. payment bond bid bond dan advance Nilai Garansi 100 % 100 % 100 % 100 % 150% 150% 150% 150% <nilai garansi bank Sumber : Anwari. Dana giro yang dibekukan 3. Uang tunai yang disetor ke bank 2. Harta tak berwujud seperti tagihan dan hal lain yang sifatnya serupa dengan itu 8. Harta kekayaan lain yang dapat diterima oelh bank 9. . Deposito 4. Barang bergerak 6. melainakn bias berupa giro. Pasal 1820 KUHPerdata menyebutkan bahwa : Penanggungan adalah suatu perjanjian dengan nama seorang pihak ketiga guna kepentingan si berpiutang mengikatkan diri untuk memenuhi perikatnya si berhutang manakala orang ini sendiri tak memenuhinya.tersebut tidak harus dalam bentuk uang tunai. atau lainnya yang dianggap aman oleh bank Tabel 1 Jumlah nilai Masing _ masing Jenis Counter Garanty Jumlah Jaminan Lawan 1. surat – surat berharga. Dengan demikian. bahwa garansi bank diterbitkan oleh perbankan untuk meminjam pelaksanaan prestasi yang dijanjikan terjamin kepada penerima jaminan apabila terjamin tidak melakukan prestasi tersebut.

Perjanjian garansi bersifat assesoir. Berdasarkan ketentuan pasal 1820 – 1821 KUHPerdata. Eksistensi lembaga keuangan seperti perbankan dalam sistem perekonomian adalah untuk menghimpun dan menyalurkan dana dari dan untuk masyarakat termasuk kalangan dunia bisnis.q dana masyarakat tanpa harus mengurangi efisiensi dan efektifitas penyaluran dana termasuk dalam penerbitan garansi bank bagi pelaku bisnis yang memerlukan fasilitas tersebut. Apabila dalam durasi waktu yang telah ditentukan. Hak – hak yang terbit dari suatu garansi bersifat kontraktual bukan hak kebendaan. Apabila langkah tersebut masih menyisakan hutang bagi terjamin kepada pihak bank maka terjamin harus membayar hutang tersebut dalam suatu jangka waktu tertentu. Gurantor merupakan target setelah debitor. Berdasarkan hal ini. termasuk ketentuan mengenai perjanjian jaminan ( penaggungan hutang ) dalam pasal 1820 – 1850 KUHPerdata menganut sistem terbuka. Garansi tidak bisa dipersangkakan ( Fuady. Adanya kepastian pencairan transaksi kuangan dari pihak perbaankan melalui penerbitan garansi bank memberikan kontribusi yang urgen bagi kesinambungan kinerja dunia usaha. perjanjian garansi bank merupakan perjanjian assesoir ( perjanjian tambahan ) yang menyertai suatu perjanjian pokok. Dalam pelaksananan perjanjian garansi bank. PENUTUP Kebutuhan akan likuiditas dana dalam bisnis akan sangat mempengaruhi kelancaran aktivitas usaha. Peraturan dalam hukum perjanjian bersifat pelengkap yang berarti ketentuan tersebut disediakan oleh pembentuk undang – undang untuk dipergunakan oleh para pihak yang membuat perjanjian apabila ternyata mereka kurang lengkap atau belum mengatur suatu hal tertentu. Akibat – akibat hukum yang timbul dari suatu perjanjian jaminan antara penjamin dan penerima jaminan diatur dalam 1831 – 1838 KUHPerdata sedangkan akibat – akibat hukum yang muncul antara penjamin dan terjamin ditentukan dalam pasal 839 – 1844 KUHPerdata. 3. 4. apabila terjamin tidak melakukan kewajibannya kepada penerima jaminan maka pihak bank yang harus menunaikan kewajiban tersebut dengan membayar sejumlah uang seperti yang tertera dalam garansi bank.Sebagaimana perjanjian jaminan pada umumnya. Perjanjian pokok yang dibuat oleh pihak terjamin dan penerima jaminan merupakan dasar dari dibuatnya perjanjian garansi bank. Para pihak bebas menentukan sendiri isi perjanjian diantara mereka. ada beberapa karakteristik dari perjanjian penanggungan sebagai berikut : 1. Dengan dilaksanakannya pembayaran garansi bank kepada penerima jaminan. 2. . Pihak bank akan segera mencairkan counter garanty yang telah diberikan terjamin untuk membayar kembali dana yang diserahkan bank kepada pihak penerima jaminan. 5. terjamin tidak melunasi hutangnya maka hubungan hukum antara penjamin (bank ) dengan terjamin (nasabah) berubah menjadi hubungan kreditor dengan debitor dalam suatu perjanjian kredit biasa. maka diantara terjamin dan bank dibuat akta perjanjian kredit untuk jangka waktu yang ditentukan pihak bank. Ketentuan tentang perjanjian yang diatur dalam buku III KUHPerdata. Kedudukan kreditur bersifat konkuren. 1997: 200 ). Namun dalam pelaksanaannya pihak perbankan harus tetap tegas pada prinsip prudential banking untuk meminimalisasi resiko bagi pihak bank c. maka jumlah yang dibayarkan itu menjadi hutang terjamin kepada bank.

Jakarta. Munir Fuady. CONTOH PENGGUNAAN BANK GARANSI Dalam mengimplementasikan sebuah rencana bisnis. Untuk itu. 28 Maret 1979. Anda memerlukan keyakinan bahwa pihak lain tersebut akan memenuhi komitmennya sesuai dengan kontrak. 1981. 11 / 11 / UPPD. Himpunan Peraturan Garansi Bank. Anda mungkin memiliki banyak proyek yang pelaksanaannya akan diserahkan kepada pihak lain. Bank Indonesia. 1997. Misalkan Anda merencanakan untuk membangun sebuah resort sehingga Anda mengundang beberapa kontraktor atau supplier untuk ikut berpartisipasi. Bank Indonesia. 1985. Anda mengadakan tender sebagai cara memilih calon kontraktor atau supplier yang memenuhi syarat.DAFTAR PUSTAKA Ahmad Anwari. Pradnya Paramita. Jakarta. Surat Keputusan Direktur Bank Indonesia No. 1992. Dalam hal ini anda dapat menggunakan jasa Bank Garansi untuk meningkatkan keyakinan Anda dan sekaligus meminimalkan risiko kerugian. Garansi Bank Menjamin Usaha Anda. Bandung. 28 Maret 1979. Anda memerlukan Retention/Maintenance Bond sebelum serah terima dilakukan supaya Anda yakin bahwa pelaksana proyek akan melakukan kewajiban layanan purna jual berupa perbaikan-perbaikan dan . Surat Edaran Bank Indonesia No. Jakarta. Pembiayaan Perusahan Masa Kini (Tinjauan Hukum Bisnis). UPN. ______________. Setelah itu. Anda membutuhkan Advance Payment Bond. Anda membutuhkan Performance Bond supaya Anda yakin bahwa proyek dilaksanakan sesuai dengan kesepakatan baik dalam hal kualitas. Namun tetap ada kemungkinan bahwa proyek tidak dilaksanakan sesuai dengan rencana sehingga Anda mengalami kerugian. Dalam proses tender. Citra Aditya. Anda memberikan uang muka kepada pemenang tender untuk mulai melaksanakan proyek tersebut. Anda meminta kepada peserta untuk menyerahkan Bid Bond supaya mereka tidak membatalkan diri secara tiba-tiba setelah ditunjuk sebagai pemenang tender. Setelah proyek selesai. 11 / 110 / Kep / Dir / UPPD. waktu dan spesifikasinya. Kitab Undang – Undang Hukum Perdata. Biasanya sebagai pemilik proyek (bouwheer). Subekti Dan Tjitrorosudibyo. Untuk mencegah hilangnya uang muka karena pemenang proyek cidera janji. Aksara Pustaka.

customs bond dan lain lain. jaminan warranty. Pada dasarnya Bank Garansi tersebut digunakan untuk menjamin supaya tidak terjadi cidera janji oleh pihak yang berkewajiban.pemeliharaan dalam jangka waktu tertentu. mungkin Anda menemukan bank garansi khusus seperti garansi kepada maskapai pelayaran. Jenis Bank Garansi Lainnya Dalam praktek. .

biasanya tiap-tiap bank mempunyai model atau formulir khusus yang rumusannya berbeda. Garansi adalah bentuk warkat yang diterbitkan oleh bank yang mengakibatkan kewajiban membayar terhadap pihak yang menerima garansi apabila pihak yang dijamin cidera janji/wanprestasi.1 Pengertian Bank Garansi. Dari pengertian mengenai bank garansi menurut Surat Keputusan Direksi Bank Indonesia Nomor:23/88/KEP/DIR tanggal 18 Maret 1991.28 Pengertian Bank Garansi menurut Surat Keputusan Direksi Bank Indonesia Nomor:23/88/KEP/DIR tanggal 18 Maret 1991 tentang pemberian bank garansi oleh bank adalah: a. yaitu: 1. Nama dan alamat bank pemberi bank garansi. Garansi lainnya yang terjadi karena perjanjian bersyarat sehingga dapat menimbulkan kewajiban finansial bagi bank.1. Dari Ketentuan KUHPerdata.Pustaka Sinar Harapan. Dalam pemberian Bank Garansi. disebut Terjamin (Debitur) 3. Bank garansi artinya garansi atau jaminan yang diberikan oleh bank.2 Syarat Umum pemberian Bank Garansi.Likuidasi Bank dan Perlindungan Nasabah. Kata Garansi berasal dari bahasa Belanda ‘Garantie’ yang artinya jaminan. Agar bank mempunyai pedoman yang lengkap dalam pelaksanaan pemberian Bank Garansi. Garansi dalam bentuk penandatangan kedua dan seterusnya atas surat-surat berharga seperti aval dan endosemen dengan hak regres yang dapat menimbulkan kewajiban membayar bagi bank. maka dapat diketahui ada tiga pihak dalam pemberian bank garansi. namun maksud dan isinya sama. apabila pihak yang dijamin melanggar janji /wanprestasi. disebut penerima jaminan. Op Cit. Op Cit. Nasabah sebagai pihak yang dijamin.29. c.2.3. Sehingga ketentuan-ketentuan KUHPerdata berlaku pula dalam Perjanjian Bank Garansi. maksudnya bank menjamin pihak yang dijamin (nasabah) memenuhi suatu kewajiban apabila yang 26 Marulak Pardede. Bank garansi artinya garansi/jaminan yang diberikan oleh bank. Hal 1 27 Totok Budisantoso dan Sigit Triandaru. .dkk. dimana Bank dalam hal ini bertindak sebagai penanggung. disebut Penjamin 2.1. maka menurut Surat Keputusan Direksi Bank Indonesia Nomor:23/88/KEP/DIR tanggal 18 Maret 1991 ditetapkan syarat-syarat pemberian bank garansi yaitu sekurang-kurangnya harus memuat hal-hal sebagai berikut: 1. merupakan pihak ketiga (Kreditur) 28 Thomas Suyatno. Judul „Garansi Bank‟ atau „Bank Garansi‟ 2. Bank Garansi adalah perjanjian penanggungan hutang (Borgtoch) sebagaimana diatur dalam Buku III Bab XVII yaitu Pasal 1820 sampai dengan Pasal 1850. Hal 59 2. hal 98 dijamin dikemudaian hari ternyata tidak memenuhi kewajiban kepada pihak lain sesuai dengan persetujuan.3. Bank sebagai pemberi jaminan. b. Pihak yang menerima jaminan. Jakarta. 1998.

bank dikenakan pembatasan dalam hal jumlah (nilai) yang boleh dikeluarkan.3.3. Bank Garansi Pita Cukai Tembakau Bank Garansi yang diberikan kepada Kantor Bea Cukai sebagai jaminan . Bank asing dilarang memberikan Bank Garansi untuk perusahaan yang diluar Jakarta. Bank umum dan bank pembangunan pemerintah dilarang memberikan bank garansi jangka menengah dan panjang kepada pengusaha non pribumi dalam rangka pengadaan barang modal. Jaminan nominal yang dijamin oleh Bank. Tanggal penerbitan bank garansi.4 Jenis-Jenis Bank Garansi.Dalam valuta asing baik untuk penduduk atau bukan penduduk 4.Dalam rupiah untuk kepentingan bukan penduduk. Hal 221. Jenis transaksi antara pihak yang dijamin dengan penerima jaminan bank. 2. 4. deposito dan tabungan dalam rupiah maupun valuta asing) atau dari 2 × modal sendiri. 6.1.Syarat yang terlebih dahulu harus dipenuhi untuk berlakunya bank garansi tersebut. 2. Bank dilarang memberikan bank garansi untuk kredit yang diberikan atau untuk dana yang diterima oleh bank lain. Tanggal mulai berlaku dan berakhirnya bank garansi. Op Cit. Maksimal pemberian Bank Garansi diambil dari jumlah yang tertinggi dari perhitungan: 40% × dana pihak ketiga (giro.3 Larangan dan Batasan dalam pemberian Bank Garansi Dalam menerbitkan Bank Garansi. Penegasan batas waktu pengajuan klaim. Dalam memberikan Bank Garansi. 5. Bank Garansi Pembelian Bank Garansi yang diberikan kepada Supplier atau pabrik sebagai jaminan pembayaran atas pembelian barang-barang oleh nasabah atau pihak yang dijamin oleh bank. Jenis Bank Garansi pada dasarnya sesuai dengan tipe perjanjian dan fungsi penjaminan Bank Garansi dalam perjanjian. 5. 2. 3.3.1. a) dengan terlebih dahulu menyita dan menjual benda-benda penerima jaminan bank untuk melunasi hutang-hutangnya sesuai dengan Pasal 1831 KUHPerdata b) melepaskan hak istimewanya untuk menuntut supaya benda-benda si berhutang (Penerima jaminan) lebih dahulu disita dan dijual untuk melunasi hutang-hutangnya sesuai dengan Pasal 1832 KUHPerdata. 8. . beberapa jenis Bank Garansi yang ada antara lain adalah:31 1. Pernyataan bahwa penjamin (bank) akan memenuhi pembayaran: 29 Muhammad Djumhana. . Untuk melindungi serta memberikan kepastian hukum terhadap masyarakat yang menerima bank garansi maka bank tidak boleh memuat: .30 2. Bank dilarang memberikan jaminan: . 7. bank terkait oleh suatu ketentuanketentuanketentuan maupun larangan-larangan yang ditaati antara lain: 1.Ketentuan bahwa bank garansi boleh diubah atau dibatalkan secara sepihak.

Meskipun para Sarjana memberikan pengertian perjanjian yang tidak sama. suatu perjanjian atau verbintenis mengandung pengertian: Suatu hubungan hukum kekayaan atau harta benda antara dua orang atau lebih yang memberikan tuntutan hak pada satu pihak untuk memperoleh prestasi dan sekaligus mewajibkan pada pihak lain untuk menunaikan prestasi. hal 127 Bank Garansi yang diberikan kepada Kantor Bea Cukai sebagai jaminan pembayaran bea masuk atas barang-barang yang dikeluarkan dari pelabuhan milik nasabah. dalam hal ini pihak yang dijamin adalah pabrik rokok. 5. Bank Garansi yang diberikan kepada pemilik proyek (Bouwheer) untuk kepentingan kontraktor atau leveransir yang akan mengikuti tender atas suatu proyek. adanya tujuan tertentu dan adanya kata sepakat (konsensus). Bank Garansi yang diberikan kepada pemilik proyek (Bouwheer) untuk kepentingan kontraktor atau leveransir guna menjamin pemeliharaan atas proyek yang telah diselesaikan oleh kontraktor tersebut. Op Cit.Kata “perbuatan” terlalu luas pengertiannya karena dengan . akan tetapi pengertian itu mempunyai unsur-unsur yang sama. 6. Bank Garansi Uang Muka (Advance Payment Bond). Bank Garansi Penanggungan Bea Masuk. yaitu: .pembayaran pita cukai tembakau atas rokok yang dijual oleh pabrik rokok. Hal ini dikarenakan disatu sisi terlalu luas dan disisi lain kurang lengkap. 4.3. Bank Garansi yang diberikan kepada pemilik proyek (Bouwheer) untuk kepentingan kontraktor atau leveransir guna menjamin pelaksanaan pekerjaan atau proyek oleh kontraktor atau leveransir tersebut. Perjanjian diatur dalam buku III BW (KUHPerdata) mengenai perjanjian atau verbintenissenrecht. Bank Garansi Tender (Bid Bond). hal 61 Budisantoso dan Sigit Triandaru. dalam hal ini pihak yang dijamin adalah kontraktor atau leveransir tersebut. 7. Salah satu syarat agar kontraktor atau leveransir dapat mengikuti tender adalah menyerahkan Bank Garansi.1 Pengertian Perjanjian. Bank Garansi Pelaksanaan (Performance Bond).dkk.2 Perjanjian Pada Umumnya 2. Bank Garansi yang diberikan kepada pemilik proyek (Bouwheer) untuk kepentingan kontraktor atau leveransir atas uang muka yang diterima oleh kontraktor tersebut. Yahya Harahap. dimana dalam Pasal 1313 KUHPerdata diberikan definisi perjanjian.33. Pengertian Perjanjian menurut Subekti adalah: Suatu peristiwa dimana seorang berjanji kepada orang lain atau dimana dua orang tersebut berjanji kepada orang itu untuk melaksanakan suatu hal. adanya obyek.2. yaitu: ‘ Perjanjian sebagai suatu persetujuan yaitu suatu perbutan dimana satu orang atau lebih mengikatkan dirinya terhadap satu orang atau lebih’ Pasal 1313 KUHPerdata tidak memberikan batasan yang jelas. yaitu: adanya para pihak (subyek). Bank Garansi Pemeliharaan (Retention Bond).3. Op cit.32 Menurut M. 3. 2. 30 Thomas 31 Totok Suyatno.

Op Cit. hal demikian ini diatur dalam Pasal 108 dan Pasal 34 Subekti. Intermasa..34 Baik yang belum dewasa maupun yang ditaruh dibawah pengampuan apabila melakukan perbuatan hukum harus diwakili oleh wali mereka. Para pihak harus cakap menurut hukum. 2000. Segi-segi hukum perjanjian. Bandung.Hal 6 didalamnya perbuatan melawan hukum. 33 M. c) orang perempuan dalam hal-hal ditetapkan oleh UndangUndang telah dilarang untuk membuat perjanjian tertentu. Jakarta. dimana prestasi atau objek tersebut adalah suatu yang logis dan praktis itulah sebabnya Pasal 1320 (3) KUHPerdata menentukan bahwa objek atau prestasi dari perjanjian harus memenuhi syarat yaitu objeknya harus tertentu. 2.2. b) mereka yang ditaruh di bawah pengampuan. Sedangkan yang menjadi obyek dari suatu perjanjian adalah prestasi itu sendiri. Maka. Misalnya subyek dari perjanjian utang piutang adalah pihak kreditur yang berhak atas prestasi dan pihak debitur yang wajib melaksanakan prestasi. Ketentuan mengenai seorang bersuami tidak boleh melakukan perbuatan hukum tertentu tanpa ijin dari suaminya. Subyek dari suatu perjanjian adalah bertimbal balik sesuai dengan jenis perjanjiannya. dikatakan kurang lengkap karena dengan kalimat tersebut perjanjian yang termasuk di dalamnya hanyalah perjanjian sepihak sehingga perjanjian yang sifatnya timbal balik tidak termasuk di dalamnya.2 Syarat Sahnya Perjanjian Suatu perjanjian dinyatakan sah apabila dipenuhi empat syarat seperti yang ditegaskan dalam Pasal 1320 KUHPerdata.3. Hal 45 110 KUHPerdata. Sepakat atau Konsensus para pihak yang melakukan perjanjian. Hukum Perjanjian. maka perlu ditambahkan kata “ saling “ dalam definisi Pasal 1313 KUHPerdata. . 1982.Kalimat”satu orang atau lebih mengikatkan dirinya terhadap satu orang lain/lebih”. 2. Pada umumnya orang dikatakan cakap melakukan perbuatan hukum apabila ia sudah dewasa. Sifat Bank Garansi adalah suatu perjanjian tambahan atau accesoir. yaitu: 1. Berarti para pihak harus sepenuhnya berhak dan berwenang melakukan perjanjian. yaitu adanya Bank Garansi tergantung atau mengikuti dari perjanjian pokoknya. artinya umur 21 tahun atau sudah kawin walaupun belum 21 tahun. padahal perbuatan yang dimaksud dalam definisi tersebut adalah perbuatan hukum.. Menurut ketentuan Pasal 1330 KUHPerdata yang dikatakan tidak cakap membuat Perjanjian adalah: a) orang yang belum dewasa. hal 1 Yahya Harahap. kedua pasal tersebut menurut Surat Edaran . Alumni.kata itu seakan-akan semua perbuatan termasuk juga 32 Subekti. Hal ini dinyatakan dengan tanda tangan atau paraf pada tiap lembar atau coretan dalam perjanjian tersebut. Namun. Yaitu: kedua belah pihak yang mengadakan perjanjian harus sama – sama menyetujui syarat dan ketentuan yang ada dalam perjanjian. Bank Garansi berakhir apabila perjanjian pokoknya juga berakhir.

maka syarat sahnya perjanjian dapat dibedakan menjadi dua. Syarat Obyektif Adalah syarat yang menyangkut pada obyek perjanjian tersebut. 2. Hal 20 1. kesusilaan dan kelayakan atau ketertiban umum. . 2. Asas Kebebasan Berkontrak. Syarat Subyektif Adalah suatu syarat yang menyangkut pada subyek-subyek perjanjian itu atau dengan perkataan lain syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh mereka yang membuat perjanjian dimana hal ini meliputi kesepakatan mereka mengikatkan dirinya dan kecakapan pihak yang membuat perjanjian. Selanjutnya dalam Pasal 1334 KUHPerdata dinyatakan pula bahwa barang-barang yang baru akan ada dikemudian hari dapat menjadi pokok suatu perjanjian. Dilihat dari syarat-syarat tersebut. 3. 4.2. Op cit. .Setiap orang bebas untuk mengadakan/tidak mengadakan perjanjian. Isi dan tujuan yang menyebabkan adanya perjanjian harus didasarkan hal-hal yang tidak bertentangan dengan Undang-Undang.Mahkamah Agung Nomor: 3 Tahun 1963 yang diperkuat dengan Pasal 31 Undang-Undang Nomor: 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan sudah tidak berlaku lagi. Dari bunyi Pasal 1338 KUHPerdata. Apabila syarat obyektif ini tidak dipenuhi maka perjanjian ini batal demi hukum atau batal dengan sendirinya artinya sejak semula tidak pernah dilahirkan suatu perjanjian dan tidak pernah ada suatu perikatan. Asas Konsensualitas. Suatu hal tertentu atau Objek tertentu Berdasarkan Pasal 1333 ayat 1 KUHPerdata. Apabila syarat subyektif ini tidak dipenuhi maka perjanjian dapat dibatalkan 2.3 Asas-Asas Perjanjian Asas-asas yang ada dalam suatu perjanjian adalah: 1. disebutkan bahwa suatu perjanjian harus mengenai suatu barang yang paling tidak ditentukan jenisnya.3. Suatu sebab yang halal. mengandung arti bahwa: . Dengan demikian jelas bahwa yang dapat menjadi pokok perjanjian adalah barang-barang yang sudah ada maupun barang-barang yang masih akan ada. Yaitu: para pihak dalam perjanjian bebas menentukan isi atau materi dari perjanjian sepanjang tidak bertentangan dengan ketertiban umum atau kesusilaan dan hukum/Undang-Undang sebagaimana diatur dalam Pasal 1338 KUHPerdata. yaitu:35 35 Subekti.Setiap orang bebas untuk menentukan bentuk perjanjian yang dibuatnya. yaitu meliputi suatu hal tertentu dan suatu sebab yang halal. Dalam Pasal 1333 ayat 2 KUHPerdata. Yaitu perjanjian timbul atau lahir sejak detik tercapainya kesepakatan selama para pihak tidak menentukan lain. . disebutkan bahwa tidaklah menjadi halangan bahwa jumlah barang tidak ditentukan asal saja jumlah itu kemudian dapat dihitung/ditentukan.Setiap orang bebas untuk mengadakan perjanjian dengan siapapun yang dikehendakinya.

. para pihak yang telah menjanjikan sesuatu akan memperoleh jaminan yaitu apa yang telah diperjanjikan itu akan dijamin pelaksanaannya. dan Undang-Undang”.36. misalnya dengan meninggalnya salah satu pihak dalam perjanjian menyebabkan pemberian kuasa berakhir. Oleh karena itu dalam asas ini dapat diketahui adanya kewajiban bagi para pihak ketiga (Hakim) untuk menghormati perjanjian yang telah dibuat oleh para pihak.4 Berakhirnya Perjanjian Suatu perjanjian pada umumnya berakhir apabila. tetapi juga untuk segala sesuatu yang menurut sifatnya perjanjian diharuskan oleh kepatutan. atau karena alasan-alasan yang oleh Undang-Undang dinyatakan cukup untuk itu. menambah. Dengan adanya kepastian hukum maka. Mengenai berakhirnya suatu perjanjian dapat terjadi karena: 1. 36 R. namun kebebasan tersebut tidaklah bersifat mutlak.Setiap orang bebas menentukan isi dan syarat-syarat perjanjian yang dibuatnya.Setiap orang bebas untuk menentukan ketentuan-ketentuan hukum yang berlaku bagi perjanjian yang dibuatnya. kebiasaan.2.3. Hal 1 Dengan adanya asas Pacta Sun Servanda berarti para pihak harus mentaati perjanjian yang telah mereka buat seperti halnya mentaati Undang-Undang. . Meskipun Pasal 1338 ayat 1 KUHPerdata menentukan adanya kebebasan bagi setiap orang untuk mengadakan perjanjian. Para pihak / Undang-Undang menentukan terjadinya suatu peristiwa tertentu maka perjanjian akan hapus. 2. Hal ini disebutkan dalam Pasal 1339 ayat 1 KUHPerdata yang mengatakan bahwa “Perjanjian-perjanjian tidak hanya mengikat untuk hal-hal yang tegas dinyatakan didalamnya. Bina Cipta.. 1994.Setiawan. Asas kekuatan mengikatnya perjanjian (Pacta Sun Servanda) Para pihak harus memenuhi apa yang telah diperjanjikan dengan kata lain perjanjian yang dibuat secara sah oleh pihak adalah mengikat bagi mereka yang membuat. Ditentukan oleh para pihak dalam perjanjian. Pokok-Pokok Hukum Perikatan. 2. mengurangi/bahkan menghapus ketentuan-ketentuan yang merupakan isi dari perjanjian yang telah disepakati oleh para pihak. tujuan dari perjanjian tersebut telah tercapai. Bandung. maksudnya yaitu apabila diantara para pihak tersebut melanggar perjanjian yang dibuatnya. bebas tidak berarti sebebas-bebasnya tetapi ada pembatasan yaitu tidak dilarang oleh Undang-Undang serta tidak bertentangan dengan ketertiban umum dan kesusilaan. Asas Pacta Sun Servanda disebut juga asas kepastian hukum. 3. maka akan ada sanksi hukumnya sebagaimana ia melanggar UndangUndang. Oleh karena itu akibat dari asas Pacta Sun Servanda adalah perjanjian itu tidak dapat ditarik kembali selain dengan sepakat kedua belah pihak. 3. Maksudnya. artinya hakim tidak boleh mencampuri isi perjanjian tersebut yaitu bahwa pihak ketiga tersebut diperkenankan untuk mengubah. Masing-masing pihak telah saling memenuhi prestasi yang telah diperjanjikan sebagaimana yang mereka kehendaki dalam mengadakan perjanjian tersebut. Ditentukan oleh Undang-Undang mengenai batas berlakunya.

Masing-masing pihak memiliki tujuan dan maksud tertentu dengan penerbitan bank garansi. Pihak penerima jaminan/Bouwheer (Pihak Ketiga) 2. 6.3. dimana sifat hak adalah absolut. 2. Pernyataan penghentian persetujuan oleh para pihak dalam perjanjian yang bersangkutan.1. Agar terjadi hubungan hukum diperlukan pihak-pihak yang melakukan hal itu yang disebut sebagai subyek hukum. Berakhirnya suatu perjanjian karena putusan hakim. Pernyataan berakhirnya suatu perjanjian harus ada pada perjanjian yang sifatnya sementara. dengan adanya pengelompokkan oleh hukum maka terjadilah hubungan hukum. dimana subyek hukum itu meliputi manusia (Natuurlijke Persoon). Hak adalah segala sesuatu yang harus kita terima. yaitu hanya dapat dituntut kepada orang-orang tertentu saja/tidak setiap orang. Citra Aditya Bakti.37. Adapun pihak-pihak yang terlibat dalam proses pemberian fasilitas bank garansi adalah: 1. misalnya perjanjian sewa-menyewa. Pihak penjamin (Bank) 2. 5.38 . sedangkan yang menjadi sasaran dari jalinan hubungan tersebut disebut objek hukum.4.3.1 Hubungan antara Pihak penjamin (Bank) dengan Pihak yang dijamin (Nasabah) dan Hubungan hukum antara Supplier dengan Distributor Hubungan hukum adalah hubungan antara dua/lebih subyek hukum yang dapat menimbulkan hak dan kewajiban.1 Hubungan hukum antara Pihak penjamin (Bank) dengan Pihak yang dijamin (Nasabah) Hubungan antara Pihak penjamin (Bank) dengan Pihak yang dijamin (Nasabah) diawali dengan adanya kepercayaan nasabah untuk menyimpan uangnya pada bank. Sedangkan kewajiban adalah hukum yang apriori harus dilakukan. 1996. Karena bank mempunyai kegiatan usaha sebagai lembaga penghimpun dan penyalur dana kepada masyarakat terutama guna membiayai investasi perusahaan. dan relatif. Berakhirnya perjanjian karena tujuan perjanjian tersebut telah tercapai.3. Hukum yang ada diciptakan untuk memberikan petunjuk-petunjuk tingkah laku. Bandung. 37 Satjipto Rahardjo. 7.3 Bank Garansi dalam pelaksanaan perjanjian kerjasama antara Supplier dengan Distributor dalam hal Debitur melanggar janji (Wanprestasi) Penerbitan bank garansi oleh bank melibatkan berbagai pihak yang berkepentingan. yaitu dapat dituntut kepada siapapun dimana benda itu berada. dimana peraturan hukum berfungsi untuk mengatur setiap peristiwa hukum yang akan menimbulkan suatu akibat hukum. yaitu sebagai lembaga perantara keuangan (Financial Intermediaries) sebagai prasarana pendukung yang sangat penting untuk menunjang kelancaran perekonomian. Subyek hukum adalah pendukung hak dan kewajiban (pembawa kepentingan).3. Ilmu Hukum. Bank mempunyai peran penting bagi aktivitas perekonomian. pejabat (Ambtenar) dan Lingkungan hidup. Dengan persetujuan para pihak. Hukum memberikan kualifikasi terhadap hubungan-hubungan tertentu yang dipilihnya. badan hukum (Rechts persoon).3. Pihak yang dijamin (Nasabah) 3. Hal 40 2.

Jika telah terjadi sesuatu yang tidak diinginkan/yang dapat merugikan pihak supplier (distributor ingkar janji) .3. maka penerbitan bank garansi sampai dengan pencairannya memerlukan berbagai persyaratan. Untuk melakukan kegiatan usaha tersebut pihak supplier meminta jaminan bank garansi kepada nasabah (distributor). .Hak Bank adalah menerima sejumlah jaminan lawan milik nasabah dan menerima komisi/provisi/fee atas penerbitan bank garansi. Hubungan hukum antara supplier dengan distributor adalah diawali dengan adanya Surat Penunjukkan sebagai distributor oleh supplier yang kemudian diikuti dengan adanya surat perjanjian kerjasama.Kewajiban Nasabah adalah memberikan sejumlah jaminan lawan (Counter Guarantee) kepada bank. hal 10 2. 38 Totok Budisantoso dan Sigit Triandaru. Op cit. Tahaptahap/ Proses penerbitan sampai dengan pencairan bank garansi adalah sebagai berikut: Pertama. Kedua.Kewajiban Bank adalah memberikan jaminan pembayaran kepada pihak penerima jaminan apabila nasabah yang dijamin ingkar janji. agar pihak supplier terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan seperti adanya cidera janji/wanprestasi yang dilakukan oleh distributor. . Untuk memperoleh bank garansi maka distributor mengajukan permohonan kepada bank dan bank akan menerbitkan bank garansi. sedangkan Distributor adalah pihak yang ditunjuk untuk memasarkan suatu barang/produk.2 Hubungan hukum antara Supplier dengan Distributor Hubungan antara supplier dengan distributor diawali dengan adanya perjanjian kerjasama. Hubungan hukum tersebut adalah: 1. 2. dimana perjanjian kerjasama tersebut dibuat dan disepakati oleh kedua belah pihak.1. . Untuk memperoleh jaminan dari bank. Keempat. apabila distributor memenuhi syarat seperti yang telah dipersyaratkan. – Hak Nasabah adalah menerima jaminan dari bank untuk membiayai suatu usaha. Pihak distributor mengajukan bank garansi kepada bank dengan maksud pihak distributor akan melakukan kegiatan usaha milik supplier.Hubungan hukum dalam pemberian fasilitas bank garansi antara pihak yang dijamin (nasabah) dengan pihak pemberi jaminan (bank) akan menimbulkan adanya kewajiban dan hak diantara masing-masing pihak. Perjanjian kerjasama yang dibuat oleh supplier dengan distributor dilakukan dengan maksud untuk pemasaran suatu produk atau untuk memperlancar kegiatan usaha. . Dalam pelaksanaan perjanjian kerjasama tersebut pihak supplier biasanya meminta bank garansi atas barang/produk yang akan dipasarkan oleh pihak distributor. Supplier adalah pihak yang menyediakan suatu barang/produk. Ketiga. maka supplier dapat langsung membawa bank garansi asli yang dipegangnya di bank untuk dicairkan.3. Sertifikat bank garansi yang telah diterbitkan diberikan kepada nasabah dan bank garansi asli diserahkan distributor kepada supplier. termasuk telah menyetor jaminan lawan.

Bagi Kreditur (Penerima Jaminan).3.3. sekalipun ia sendiri berhalangan memenuhinya. bahwa prestasi yang menjadi hak kreditur akan tetap terpenuhi pada waktunya. Pihak bank akan memberikan ganti rugi dengan cara mencairkan jaminan lawan yang diserahkan oleh distributor sebelumnya. Hubungan hukum tersebut adalah: 1. sehingga distributor dapat mengembalikan bank garansi asli kepada distributor sehingga distributor dapat mengembalikan ke bank. Hubungan hukum antara supplier dengan distributor dalam melaksanakan perjanjian kerjasama akan menimbulkan kewajiban dan hak diantara supplier dengan distributor. Bagi Debitur (Terjamin). 2.2 Fungsi Bank Garansi Bank Garansi sebagai jaminan dalam pelaksanaan perjanjian kerjasama adalah merupakan salah satu jasa yang diberikan oleh bank. Bank Garansi berfungsi sebagai sarana pendukung untuk memberikan jaminan kepercayaan kepada kreditur. Dalam dunia usaha persoalan Bank Garansi ini merupakan persoalan yang hidup dan sangat berpengaruh pada jalannya usaha dalam dunia bisnis. .Hak distributor adalah menerima barang/produk yang diberikan oleh supplier dan mendapatkan sejumlah keuntungan/provisi atas pemasaran produk milik supplier. Bank Garansi berfungsi sebagai jaminan terlaksananya pemenuhan prestasi dalam suatu perjanjian. .Kelima. Jika dalam pelaksanaan perjanjian kerjasama tidak terjadi masalah. dimana bank memberikan jaminan kepada penerima garansi untuk memenuhi kewajiban pihak yang dijamin (nasabahnya) dengan tujuan memberikan bantuan yang sifatnya menunjang nasabah yang akan melakukan transaksi yang tidak membutuhkan kredit dari bank. antara lain:39 1. – Hak supplier adalah menerima dan mendapatkan kepastian pembayaran atas barang/produk yang telah diberikan kepada distributor. maka pihak supplier akan mengembalikan bank garansi asli kepada distributor. Bank Garansi berfungsi sebagai salah satu sarana untuk memberikan bantuan fasilitas berbentuk jaminan untuk membantu memperlancar transaksi yang dibuat oleh nasabah dan . . Keenam. Secara Umum bank garansi mempunyai fungsi yang sama bagi masing-masing pihak.Kewajiban distributor adalah memasarkan barang/produk tersebut dengan baik dan membayarkan apa yang menjadi kewajibannya atas pengiriman/hasil pemasaran produk milik supplier 2. Fungsi Bank Garansi seperti ini memperlancar terjadinya transaksi yang dibuatnya. Bank dalam hal ini bertindak sebagai penjamin yang akan membayar sejumlah uang kepada pihak supplier apabila distributor ingkar janji tidak dapat memenuhi kewajibannya/cidera janji.Kewajiban supplier adalah mengirimkan barang/produk sesuai dengan yang telah diperjanjikan. Bagi Bank (Penjamin). 2. 3.

3. Bandung. Hal 48 Untuk Bank Garansi dalam Valuta Asing. Dalam rangka mempermudah pengeluaran barang dari daerah pelabuhanan di Indonesia kedalam peredaran.krediturnya dan memperoleh keuntungan dari biaya-biaya yang harus dibayar oleh nasabah serta dengan adanya jaminan lawan yang diberikan. advance payment guarantee. Bank mengambilalih posisi kredibilitas nasabah terhadap pihak yang dijamin.41 Di dalam Surat Edaran Bank Indonesia Nomor: 23/7/UKU Tahun 1991. Memperlancar kegiatan usaha. yaitu:40 a. Mengenai Dunia Perbankan. 4. Yogyakarta. Bank Indonesia telah menetapkan ketentuan-ketentuan sebagai berikut:42 1. dianggap cukup efektif dan efisien dalam membantu memperlancar lalu lintas hukum khususnya dalam transaksi perdagangan. 41 Ruddy Tri Santoso. Melaksanakan pembangunan proyek perjanjian antar kontraktor untuk memperkecil/mengurangi risiko bila pihak kontraktor wanprestasi. CV Utomo. industri dan jasa bagi para anggota masyarakat dalam hal ini para pihak yang terlibat dalam suatu perjanjian kerjasama antara supplier dengan distributor dalam hal pembelian dan pemasaran suatu produk/barang. maka kredibilitas bank juga akan meningkat dimata para nasabahnya. Berdasarkan fungsi dari Bank Garansi tersebut maka dapat diketahui keuntungan dari penggunaan jasa Bank Garansi. Bank Garansi dalam valuta asing diberikan untuk mengikuti tender yang diadakan oleh pihak-pihak di Indonesia dalam rangka project aid dan pembelian-pembelian pemerintah non project aid atas permintaan dan tanggungan bank di luar negeri yang bonafid. Mendapatkan keterangan pemasukan daerah pabean atas barangbarang yang L/C-nya telah dibayar penuh oleh pihak importir. Op Cit. Selain itu Bank Garansi merupakan salah satu sarana untuk meningkatkan usaha perbankan dalam bidang perkreditan. Hal 140 40 Johanes c. Hal 133 Ibrahim. Pembelian barang untuk kepentingan usaha perusahaan. Bank sebagai Lembaga Intermediasi dalam Hukum Positif. Andi. 1997. Meningkatkan kepercayaan yang diperlukan oleh relasi usaha b. 2. pembelian produk yang tidak diproduksi di dalam negeri. 2004. 4. Bank Devisa pemerintah diperbolehkan memberikan bank garansi dalam valuta asing kepada konsultan. dan eksportir Indonesia sehubungan dengan tender dan pelaksanaan kontrak di Timur Tengah. 2. Penggunaan Bank Garansi sebagai suatu lembaga jaminan yang berbentuk khusus. untuk penangguhan pembayaran bea masuk dan pungutan-pungutan yang lain. Bank Garansi dapat dipergunkan untuk keperluan seperti: 1. kontraktor. Bank Garansi dalam valuta asing hanya diberikan untuk memenuhi persyaratan sebagai bid bond. 3. dan performance bond. Garansi Bank dalam valuta asing diberikan untuk kepentingan kontraktor dalam negeri yang mengikuti tender dan melaksanakan . 39 OP Simorangkir.

Pengeluaran Garansi Bank seperti tersebut pada buti 1 dan 2 diatas diperkenankan apabila permohonannya disertai rekomendasi dari Menteri Perdagangan dan Koperasi dan Tim Koordinasi Kegiatan Ekspor Timur Tengah. Hal 8. kesusilaan dan ketertiban umum. karena Buku Ke-III BW (Kitab Undang-Undang Hukum Perdata yang mengatur mengenai perikatan menganut sistem terbuka. kesusilaan dan Undang-Undang. Perjanjian kerjasama antara supplier dengan distributor dengan tujuan untuk melakukan pemasaran dan pembelian barang/produk. Asas ini dapat dilihat dalam Pasal 1338 ayat 1 KUHPerdata yang mengatakan bahwa: Semua perjanjian yang dibuat secara sah berlaku sebagai Undang-Undang bagi mereka yang membuatnya. Berbagai macam bentuk perjanjian yang dilakukan oleh masyarakat dan belum ada pengaturannya secara khusus oleh Undang-Undang ini disebut dengan perjanjian tidak bernama. Sesuai dengan ketentuan Pasal 1319 KUHPerdata bahwa semua perjanjian baik bernama maupun tidak bernama harus tunduk pada ketentuan umum yang berlaku dalam KUHPerdata.3. Dengan demikian. Didalam Pasal 1319 KUHPerdata. Perjanjian Pemborongan dan Perjanjian Kerja dan dalam KUHDagang: Perjanjian Wessel dan Perjanjian Asuransi Sesuai dengan dianutnya salah satu asas perjanjian yaitu asas kebebasan berkontrak. Sehingga.3 Pengertian melanggar janji (Wanprestasi) dalam pelaksanaan bank garansi dalam perjanjian kerjasama antara supplier dengan distributor Setiap orang diberi kebebasan yang seluas-luasnya untuk mengadakan perjanjian yang berisi apa saja. walaupun mungkin di dalamnya tersangkut benda sebagai obyeknya. dimana masing-masing subyek hukum diberikan hak untuk membuat perjanjian asalkan . 5. yaitu perjanjian yang oleh Undang-Undang diberikan suatu nama khusus yang disebut perjanjian bernama dan perjanjian yang didalam Undang-Undang tidak dikenal dengan suatu nama tertentu yang disebut dengan perjanjian tidak bernama. seperti: dalam KUHPerdata: Jual Beli. maka akan muncul bentuk-bentuk perjanjian baru di masyarakat. perjanjian dikenal ada dua. juga terdapat asas kebebasan membuat perjanjian. 2. 42 Huyarso dan Anwari Achmad.pembangunan proyek yang dibiayai dengan dana bantuan luar negeri.43 Di dalam perjanjian bernama. nama-nama yang dimaksud adalah nama-nama yang diberikan oleh Undang-Undang dan diatur secara khusus olehnya. dapat dikatakan bahwa. Contoh dari perjanjian bernama. Hukum perjanjian selain menganut sistem terbuka. setiap subyek hukum dapat membuat perjanjian dengan bentuk dan mengenai apa saja asalkan tidak bertentangan dengan UndangUndang. Sewa Menyewa. Sifat hukum perjanjian adalah mengatur hubungan hukum antara subyek hukum yang satu dengan subyek hukum yang lain. merupakan salah satu contoh perjanjian yang muncul karena asas kebebasan berkontrak.3. asalkan tidak melanggar ketertiban umum. maka didalam kehidupan sehari-hari terdapat bermacammacam perjanjian lain yang belum diatur dalam Undang-Undang. Op Cit. Perjanjian sebenarnya adalah suatu peristiwa dimana seorang berjanji kepada orang lain atau dimana orang itu saling berjanji untuk melaksanakan sesuatu hal.

. baik yang bergerak maupun yang tidak bergerak. yang dalam hukum perdata dikenal dua macam jaminan. Op Cit. 1992. 2. mengikatkan diri untuk memenuhi perikatannya si berutang. hal ini memungkinkan salah satu atau beberapa kreditur tidak mendapat bagian untuk pelunasan hutangnya. Kewajiban untuk menyerahkan sesuatu barang. Hukum Perjanjian. Hal 33 ‘Segala Kebendaan si berhutang. Untuk mencapai tujuan yang dikehendaki oleh para pihak dalam suatu perjanjian. 2. Jaminan ini tampak jelas dalam rumusan Pasal 1131 KUHPerdata yang berbunyi: 44 Subekti. Satrio. Prestasi ada 3 macam. 43 J.tidak bertentangan dengan Undang-Undang. Gadai. Jaminan Kebendaan. Apabila salah satu pihak tidak melaksanakan kewajibannya karena kesalahan baik karena kesengajaan/karena kelalaiannya. juga jaminan secara umum itu berlaku bagi semua kreditur. Adapun wanprestasi yang dapat terjadi dapat berupa:44 1. 4. jaminan yang bersifat umum itu sering dirasakan kurang memberikan rasa aman bagi si berpiutang (kreditur). Hal 115 Dalam hukum perjanjian ada suatu beban bagi seseorang untuk melakukan kewajibannya. dan Fiduciaire eigendoms overdracht. Hak Tanggungan.Bandung. Jaminan Perorangan atau Penanggungan Hutang (Borgtocht/Guaranty) Mengenai jaminan perorangan atau penangungan hutang oleh Pasal 1820 KUHPerdata diberikan pengertian sebagai berikut: ‘Penanggungan adalah suatu persetujuan dengan mana seorang pihak ketiga. maka tidak jarang dalam suatu perjanjian. 3. Melakukan sesuatu yang menurut perjanjian tidak boleh dilakukan. 3. Karena selain kekayaan si debitur pada suatu saat akan habis. maka pihak yang demikian dikatakan ingkar janji/wanprestasi. Salah satu pihak dalam perjanjian yang bersangkutan tidak melaksanakan/melakukan apa yang disanggupi/yang telah diperjanjikan. pihak Kreditur meminta kepada Debitur agar diberikan jaminan khusus. Pelaksanaan hak dan kewajiban antara para pihak itu dilindungi oleh hukum. Melaksanakan apa yang diperjanjikan tetapi tidak sebagaimana yang diperjanjikan. manakala orang itu sendiri tidak memenuhinya’ Salah satu bentuk penanggungan hutang yang mengalami . para pihak berkewajiban untuk melaksanakan segala sesuatu yang menjadi hak dan kewajiban. Kewajiban untuk tidak melakukan suatu perbuatan. sesuai dengan asas hukum perdata yang mengatakan bahwa: „Semua harta kekayaan seseorang menjadi tanggungan atas segala hutang yang dibuatnya‟. Maka jika debitur berhutang pada beberapa orang. baik yang sudah ada maupun yang baru akan ada di kemudian hari. 2. Melakukan apa yang diperjanjikan tetapi terlambat. Menurut Pasal 1234 KUHPerdata. Kewajiban untuk melaksanakan suatu perbuatan. Dengan adanya alasan tersebut. yaitu: 1. kesusilaan dan ketertiban umum (Pasal 1337 KUHPerdata). yaitu: 1. Kewajiban dalam perjanjian itu disebut Prestasi. menjadi tanggungan untuk segala perikatan perseorangan’ Meskipun demikian. guna kepentingan si berpiutang. misalnya: Hipotik. Citra Aditya Bakti.

Pemberian jaminan semacam ini yang merupakan salah satu usaha yang dilakukan oleh Bank maupun Lembaga Keuangan Bukan Bank.45 Atas pemberian bank garansi maka bank menerima imbalan jasa dari pihak terjamin berupa sejumlah uang yang disebut Provisi/komisi. Surat Berharga atau harta kekayaan berupa barang-barang bergerak/tidak bergerak. maka kedua belah pihak antara supplier/pabrik dan distributor bersepakat menetapkan suatu bank sebagai penjamin terhadap hal-hal yang tidak diinginkan. Bank meminta lebih dulu kepada si terjamin untuk memberikan jaminan lawan (Counter Guarante) yang nilai tunainya sekurang-kurangnya sama dengan jumlah uang yang ditetapkan sebagai jaminan. dalam prakteknya dimungkinkan terjadi pihak yang dijamin (distributor) lalai menjalankan kewajibannya untuk memenuhi prestasinya berupa pembayaran sejumlah uang atas pemberian sejumlah produk/barang milik supplier untuk dipasarkan. Untuk mengatasi kesulitan-kesulitan yang mungkin terjadi. apabila pihak yang dijamin dikemudian hari gagal memenuhi kewajiban yang diperjanjikan atas transaksi/perjanjian yang dibuat bersama pihak lain/penerima jaminan. . sehingga dapat menimbulkan kewajiban bagi Bank yang memberikan jaminan untuk membayar. Di dalam pelaksanaan perjanjian bank garansi dalam perjanjian kerjasama antara supplier dengan distributor. industri dan jasa adalah Bank Garansi. Untuk mengatasi resiko atas pengeluaran Bank Garansi. Bank yang akan dipilih oleh keduanya tentunya dengan sendirinya Bank yang dipercaya dan dikenal bonafiditasnya. Bank Garansi merupakan salah satu jasa yang diberikan oleh Bank berupa jaminan pembayaran sejumlah uang tertentu kepada penerima jaminan. Perjanjian antara supplier dengan distributor dilakukan berdasarkan prinsip bahwa supplier menginginkan Bank Garansi sebagai agunan untuk menutupi kemungkinan resiko pemasaran barang yang sudah diberikan kepada pihak Distributor / pembayaran atas pembelian barang.perkembangan sangat pesat dewasa ini sejalan dengan perkembangan dunia ekonomi terutama dalam bidang perdagangan. Didalam praktek mungkin dapat terjadi bahwa pihak yang dijamin tidak menepati janji (Wanprestasi). Bank dan Lembaga Keuangan Bukan Bank dapat memberikan jaminan. Perjanjian yang dapat dilayani dengan Bank Garansi tidak hanya dibatasi pada perjanjian tertentu. deposito. Jaminan ini dapat berupa uang tunai/ Simpanan Giro. Lazimnya provisi dihitung atas dasar prosentase tertentu dari jumlah bank garansi untuk jangka waktu tertentu.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful