ARTIKEL PELUMASAN

Disusun Oleh: ABDUL MAJID AZ Nim Kelas : 210053 : II B (FABRIKASI)

Fungsi Pelumas (Lubricant) 1.PELUMAS (LUBRICANT) Pelumas merupakan suatu bentuk cairan yang sngat diperlukan untuk semua mesin yang bergerak. Mencegah kontak langsung dengan komponen yang saling bergesekan. kemudian melepaskan panas tersebut di tangki. sehingga akan mencegah terjadinya oksidasi yang menyebabkan karat. 4. kemudia dibawa ke tangki dan diendapkan serta di saring oleh oil filter. Sebagai Media Pendingin Menyerap panas dari komponen yang dilalui oleh oli. 5. ring piston dan liner. Oli merupakan jenis liquid lubricant sedangkan grease merupakan salah satu bentuk solid lubricant. Mengurangi gesekan sehingga akan mengurangi keausan. atau mengubah energi hidrolis ke kinetis kemudian energi mekanis(torque converter). b. B. Sebagai Pembersih Membersihkan dengan cara membawa kotoran dari komponen yang dilalui oli tersebut. Sebagai Media Pemindah Tenaga Dengan cara mengubah energi hidrolis menjadi energi mekanis (silinder). Bentuk Pelumas Telah diuraikan diawal. Sebagai Penyekat Mencegah kebocoran. 6. 3. Membentuk Lapisan Film a. Sebagai Anti Karat Dengan cara melindungi komponen agar tidak kontak langsung langsung dengan udara (oksigen). agar bagian yang sangat penting dapat berfungsi dengan baik dan tahan lama.Terdapat dua jenis lubricant yang biasa digunakan pada pemakaian sehari–hari yaitu Solid Lubricant dan Liquid Lubricant. bahwasannya bentuk pelumas ada dua macam yaitu . 2. misalnya melapisi (mengisi) clearance antara piston. A.

Oxidation inhibitor memperbaiki sifat oli terhadap peristiwa oksidasi. Base Oil Oli (Oil) dibuat dari “ base oil “ dan “ aditive “ (bahan tambahan). c. b. Klasifikasi Oil . Terdapat tiga jenis base oil yang digunakan: a. Liquid Lubricant (Oil) A. Anti foam memperbaiki sifat oli agar oli tidak mudah berbusa. B. Anti Rust / corrosion memperbaiki sifat oli memisahkan debu dan mencegah korosin. 1. dll.solidLubricant (grase) dan Liquid Lubricant (oli). Natural oil ( Minyak nabati ) : Minyak ini dikenal sebagai white oil yang sering digunakan untuk keperluan industri makanan dan kosmetik.Naptanic base oil dan Aromatic base oil. Mutu oli tidak dapat diketahui hanya dengan melihat bentuk fisik maupun Merasakannya dengan pancaindra. Additive Additive adalah bahan tambahan yang berfungsi untuk memperbaiki sifat–sifat mutu oil seperti: a. Viskositas Index ( VI ) improves memperbaiki nilai viskositas oli. Dispersant. b. d. Syntetic oil (Bahan Kimia). Crude oil ( minyak bumi ) : Parrafinis base oil. Additive 15 – 20%. g. Anti wear memperbaiki sifat oli untuk mencegah terjadinya keausan. Base oil ini didapatkan dari unsur-unsur kimia yang direaksikan satu sama lain sehingga menghasilkan unsur lain berupa bahan yang digunakan untuk bahan dasar oli (base oil). Komposisi antara base oil dan additive adalah sebagai berikut: Base oil 80 – 85 % . Oli terbuat dari 80 – 85 % bases oil dan 15 – 20 % additive. C. Extreme pressure – memperbaiki ketahanan oil terhadap tekanan. c. f. e.

and CF. AGMA3. Viskositas grade adalah angka yang menunjukkan tingkat kekentalan pelumas. AGMA ( American Gear Manufaturer Association ) dengan skala AGMA1. Viskositas Indeks Viskositas Index adalah bilangan atau angka yang menunjukkan kestabilan kekentalan oil terhadap perubahan temperatur. SD. Oli berubah kekentalannya akibat pengaruh panas atau temperatur oli akan menjadi encer akibat panas. d. Kekentalan kinematis pelumas diuji menggunakan beberapa metode uji. AGMA2.8A.8. c. Brake Oil. SC. AGMA4. ISO ( International Standardization Organization ) dengan skala 32 – 1500. Berdasarkan pada nilai viskositas kinematis tersebut oli dikelompokkan pada grade–grade tertentu dalam viskositas grade. Hidraulik Oil. API ( American Petroleum Institute) • Oli untuk Gasoline Engine : SA. e. SB. CB. CC. Salah satunya menggunakan metode uji dengan standard viskositas kinematis yang dinyatakan dalam centi stoke ( cST). SAE90 dst.Oli diklasifikasikan ke dalam 5 macam jenis oli: a. b. Terhadap beberapa standard kekentalan oil yang dikeluarkan beberapa badan sebagai pedoman standard kekentalan pelumas. E. Automatic Trasmission Fluid (ATF). D. Oli berdasar viskositas indexnya dikelompokkan menjadi empat golongan: • Rendah bila nilai viskositas indexnya 1 – 29. Engine oil. . SAE20W-50.5. SAE ( Society Of Automatic Engineers ) dengan skala SAE10. d. SAE30.6. c. Gear Oil.7. b. and SESF • Oli untuk Diesel Engine : CA. SAE20. • Sedang bila nilai viskositas indexnya 30 – 79. yang diukur berdasar atas angka kekentalan kinematisnya. CD.SAE40. a. Viscosity Semua jenis oli tersebut memiliki sifat kekentalan.

Pelumas yang digunakan pada mesin harus sesuai dengan spesifikasi yang direkomendasikan oleh pembuat mesin. 4. G Flash Point Oli dengan flash point rendah lebih mudah terbakar. Mesran. F.Jenis Produk Pelumas Spesifikasi pemakaian: 1. Pour Point Pour point menunjukkan temperatur terendah oli dapat mengalir. Contoh berikut menunjukkan oli dengan viskositas grade yang sama tetapi viskositas indexnya berbeda. I. flash point merupakan nilai yang lebih menunjukkan temperatur penyalaan oli. Contoh berikut menjelaskan jenis produk dan spesifikasi pemakaian yang berbeda. Mesran B Dianjurkan untuk melumasi mesin diesel putaran tinggi beban ringan dengan turbocharge dan mesin bensin yang memerlukan pelumas jenis ini. . Dianjurkan untuk melumasi kendaraan dengan bahan bakar bensin dengan menghendaki pelumasan yang sempurna. pour point tinggi mengakibatkan oli susah mengalir sehingga mengakibatkan kemampuan masuk kedalam celah-celah yang kecil ketika cuaca dingin menjadi buruk. 2. H. Mesran 30 memiliki viskositas index yang lebih tinggi dibanding mesran B-30 karena memiliki ketahanan temperatur yang lebih baik.• Tinggi bila nilai viskositas indexnya 80 – 100. Meditran Dianjurkan untuk pelumas mesin diesel non turbocharge yang memakai bahan bakar solar dan mesin bensin yang memerlukan pelumas jenis ini. Demulsibility Kemampuan oli untuk memisahkan diri dari air. 3. Meditran S D Dianjurkan untuk pelumas mesin diesel yang dilengkapi dengan supercharge dan menggunakan bahan bakar solar. Foor Ball Test Suatu pengetesan yang dilakukan untuk menentukan kemampuan lapisan pelumas untuk menahan beban gesekan dan keausan metal.

. Pada temperatur 25ºC dengan alat one quarter scale cone equipment. debu. Semakin kental/keras grease angka penetrasinya semakin kecil. • Drop point atau titik leleh adalah titik suhu pada saat grease mulai mencair akibatpanas. bahan-bahan kimia.J. misalnya: panas matahari. Solid Lubricant Grease merupakan pelumas berbentuk padat. yang membagi tingkat kekerasan grease menjadi 9 tingkat kekerasaan (000~ 6). Penetuan kekerasan ini diuji berdasar persyaratan uji ASTM D217 ( American Standard Testing and Material ) dengan mengukur jarak penetrasi grease ( 1/10 mm ). Kerusakan Oli Pelumas Kerusakan oli pelumas dapat terjadi karena dua hal sebagai berikut: 1. Grease dengan kemampuan penetrasi tinggi akan mamapu memberikan pelumasan pada celah yang kecil dengan baik. sedangkan grease diklasifikasikan berdasarkan tingkat kekerasaan (consistency). 2. Drop point menentukan suhu kerja maksimum grease yang biasanya ditentukan dibawah drop point. B. Deteriorasi Adalah kerusakan oli yang disebabkan oleh pengaruh dari dalam system itu sendiri. Klasifikasi Grease Pelumas diklasifikasikan berdasar tingkat kekentalan. Spesifikasi Grease Spesifiaksi grease dipengaruhi oleh ciri fisik grease yang menetukan kemampuan grease sebagai pelumas: • Penetration atau penetarsi adalah kemampuan grease melakukan penetrasi dipengaruhi oleh kekentalan grease. reaksi kimia. tekanan. 2. Klasifikasi tingkat kekerasan grease ditentukan oleh National Lubricating Institute (NLGI). A. kondensasi. Terbuat dari minyak pelumas yang didapatkan dengan campuran sabun metalic atau non sabun metalic dan additive.misalnya: suhu kerja. Kontaminasi Adalah kerusakan oli yang disebabkan oleh pengaruh dari luar sistem.

API memutuskan untuk memindahkan langsung dari API Service Classification SH ke SJ guna menghindari kebingungan dengan singkatan SI yang dipergunakan untuk the System International d’Unites (International System for Units) dan “pengapian busi SJ untuk Gasoline Engine Warranty Maintenance Service 1996 API SJ dan sebelumnya yang beroperasi dengan prosedur pemeliharaan yang direkomendasikan pabrikan kendaraan. Sistem klasifikasi itu merupakan suatu cara untuk mengklasifikasi pelumas menurut kualitas kinerjanya serta keterkaitannya dengan jenis tugas yang dimaksud. kendaran sport. Pelumas yang memenuhi persyaratan API SL telah diuji sesuai standard American Chemistry Council (ACC) Product Approval Code of Practice and Testing Guidelines. SL dan SM (pemakaian terbatas) sekarang ini yang masih ada. Ditambah memenuhi persyaratan bench test untuk wet filterability. SL-2001 Tugas Mesin Bensin Katagori SL diambil untuk memberikan depskripsi tentang pelumas mesin bensin yang dipergunakan dalam tahun 2001. pelumas dari kategori ini melebihi persyaratan kinerja minimum dari API Service Kategori SH utamanya dalam sifat distilasi dan tingkat penguapan. Ini dipergunakan khususnya untuk tugas mesin bensin dewasa ini atau kendaraan penumpang sebelumnya.10 mass %. D.Tersedia pertama mulai tanggal 15 Oktober 1996. SG dan kategori sebelumnya telah direkomendasikan. Pokok-pokok Pelumasan Yang Benar • Pastikan bahwa jenis pelumas yang digunakan sesuai untuk setiap titik/bagian pelumasan .C. ASTM (American Society for Testing and Materials) dan SAE (Society of Automotive Engineers) membentuk sistem klasifikasi pelumas API bersama-sama. Klasifikasi Pelumas MESIN MENURUT API API (American Petroleum Institute). Klasifikasi “S” service station/mesin pengapian busi : Hanya 4 (empat) klasifikasi API “S” service kategori SJ. API Service kategori SJ juga memperkenalkan suatu batas kandungan fosfor sebesar 0. API Service kategori SJ dapat dipergunakan di mana API SH. pembentukan buih dalam temperatur tinggi. SH. vans dan truk ringan yang beroperasi sesuai prosedur pemeliharaan yang disarankan oleh pembuat kendaraan. dan pembentukan deposit temperatur tinggi. gelation index.

Apapun bentuk kemasan / tempat pelumaa bila sudah pernah dibuka dan isinya sudah dipakai haruslah ditutup kembali. • Gunakan lap untuk membersihkan hose. dengan posisi tutup membentuk garis. horizontal ( jam tiga atau sembilan). • Bila oleh suatu sebab drum harus disimpan berdiri. Bila tidak mungkin posisikan drum miring agar air hujan tidak mengenai tutup. • Berikan pelumasan dengan peralatan yang bersih dan cegah terjadinya kontaminasi pelumas. drum harus terlepas dari tanah dan dilepaskan dengan posisi terbalik ( tutup dibawah ). • Berikan pelumasan atau penggantian pelumas dengan cara yang tepat dan sesuai petunjuk OMM ( Operation And Maintenance Manual ).sesuai rekomendasi pembuat mesin. Bila penyimpanan drum yang belum dibuka diluar tidak dapat dihindarkan maka beberapa tindakan pencegahan harus dilakukan. Pelumas sedapat mungkin di bawah atap sehingga tidak terpengaruh cuaca. • Berikan pelumasan atau penggantian pada selang waktu yang tetap sesuai rekomendasi pembuat mesin. . Yaitu: • Drum sebaiknya disimpan dengan posisi tidur. pipa atau peralatan lain. Penyimpanan dan penanganan pelumas. E. • Berikan pelumasan dalam jumlah yang tepat sesuai petunjuk perawatan dan pengoperasian. tetapi jangan gunakan lap dari bahan katun wool lepas yang cenderung meninggalkan serat pada saat digunakan lap. • Jaga agar pelumas tetap bersih dengan cara menutup tempatnya dan menjaga kebersihan ruang penyimpanannya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful