2.2 Alat Ukur Sipat Ruang (Theodolit) 2.2.

1 Konstruksi Theodolit Secara umum konstruksi theodolit terdiri dari 3 bahagian utama, yaitu : 1. a. b. c. 1. d. e. f. g. h. 1. i. j. k. Bahagian Bawah. 3 sekrup penyama rata Tabung sumbu I Lingkaran horizontal /piringan mendatar dengan skalanya. Bahagian Tengah Sumbu I (vertikal) Tangan Alhidade horizontal dengan garis indeks Nivo tabung dengan garis arahnya Badan Pesawat Tangan alhidade vertikal dengan garis indeks Bahagian Atas Sumbu II / sumbu horizontal Teropong dengan alat bidiknya Lingkaran vertical / piringan tegak dengan skalanya

Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar 1. Gambar 1. Skema sederhana pesawat Theodolit. Dalam praktikum Ilmu ukur tanah ini, jenis pesawat Theodolit yang digunakan adalah Theodolit jenis digital elektronik atau Electronic Digital Theodolite (EDT). Bahagian-bahagian dari pesawat theodolit ini dapat dilihat pada Gambar 2. Gambar 2. Bahagian-bahagian alat Elektronic Digital Theodolite (EDT) Keterangan dan fungsi bahagian-bahagian Theodolit (EDT).

Mikrosekrup vertikal/Sekrup penyetel halus untuk gerak vertikal Untuk memutar teropong secara vertikal (apabila klem pengunci vertikel telah dikencangkan) untuk memposisikan objek pada perpotongan benang silang (jika keras.1. Set 0 : Pengaturan sudut horizontal untuk metoda repetisi. Klem pengunci vertikal Untuk mengunci teropong agar tidak dapat digerakkan secara vertikal 1. 9. b. dengan memutar ke kiri atau ke kanan untuk memperjelas objek / memfokuskankan bayangan. dan dapat diatur dengan 3 sekrup penyama rata. Monitor / Layar digital Untuk pembacaan skala lingkaran vertikal (V) dan horizontal (H). 1. dan dengan memutar lensa ke kiri atau ke kanan dapat memperjelas garis salib sumbu. c. 1. : untuk merubah bacaan sudut horizontal secara kanan dan kiri. d. 1. Cincin Fokus Untuk mengatur diafragma. 1. yaitu untuk membidik objek agar bayangan objek masuk dalam teropong. Garis Bidik kasar / vizier (Vizier / alat bidik) Untuk membidik objek secara kasar. Mikrosekrup horizontal/ sekrup penyetel halus untuk gerak horizontal Untuk memutar teropong secara horizontal (apabila klem pengunci horizontal telah dikencangkan) untuk memposisikan objek pada perpotongan benang silang (jika keras jangan dipaksa) 1. a. jangan dipaksa) 1. 1. Lensa Okuler Untuk melihat objek dengan mata. Klem pengunci gerakan horizontal . Tombol – tombol untuk pengaturan : % : untuk mengubah bacaan sudut vertikal dari seksagesimal ke persen dan sebaliknya. Nivo tabung Untuk menyetel posisi sumbu II pesawat secara horizontal. : untuk mengatur pencahayaan layar digital.

1. Tiga sekrup penyama rata Untuk mengatur posisi gelembung nivo berada pada titik tengah / puncak. kencangkan sekrup statip.Untuk mengunci badan pesawat agar tidak dapat diputar secara horizontal. dengan jenis baterai A2 (sebelum pesawat dimasukkan ke kotaknya pastikan baterainya telah dikosongkan). Alat duga Optik Untuk melihat dan memposisikan sumbu I berimpit dengan titik berdiri pesawat atau titik tertentu dibumi 1. 2. Penutup Tombol Pengatur Nivo kotak Berfungsi untuk menyetel posisi sumbu I berada pada posisi vertical. 1. . Lensa Objektif Untuk mendekatkan bayangan objek agar terlihat lebih jelas. 1. Badan pesawat Untuk menempatkan bahagian – bahagian pesawat.2. 1. Kotak baterai Tempat baterai yang berjumlah 4 buah. Klep pembuka tutup baterai Untuk membuka dan memasang kotak baterai. 1. 1. Pasang statip diatas titik yang tentu dipermukaan tanah sedemikian rupa sehingga kaki-kakinya membentuk piramida sama sisi. 21. Tombol (switch) ON / OFF Untuk menghidupkan dan mematikan pesawat 1. Kompas magnetik Untuk menentukan arah utara. tancapkan dengan cukup kuat kedalam tanah. dan dapat digunakan untuk mencari azimuth 2.2 Cara pemasangan dan penyetelan Theodolit Langkah – langkah atau cara kerja pemasangan dan penyetelan pesawat theodolit adalah sebagai berikut : 1. Dasar pesawat theodolit Untuk bertumpunya pesawat theodolit. 1.

3. statip harus dicabut kembali dan dipindahkan. dan pesawat theodolit sudah siap digunakan(sumbu I sudah vertical dan sumbu II sudah horizontal). untuk memudahkan pengaturan nivo tabung dan nivo kotak dan pastikan titik tengah kepala statip berimpit dengan titik /patok. 6. Jika posisi tidak tepat. 4. dengan cara (gambar 3) sbb: Arahkan nivo tabung sejajar dengan garis penghubung sekrup A dan B Ketengahkan gelembung nivo tabung dengan memutar sekrup A dan B secara bersamaan keluar sama keluar kedalam sama kedalam c. tekan tombol power (switch) pada keadaan ON. f. d. 5. Bila kedua nivo telah seimbang. 2. a. Posisikan theodolit pada titik yang tentu (jika ada) dengan memasang unting – unting atau melihat alat duga optik. (nivo kotak akan mengikut seimbang) e. . Setelah presisi. b. ulangi penyetelan 5a s/d 5e.dan usahakan kepala statip sedatar mungkin. Ketengahkan gelembung nivo tabung dengan 3 sekrup penyama rata. jika terlalu jauh. Ambil pesawat theodolit dengan hati – hati dan pasang pada kepala statip. Bila ternyata belum seimbang. kendurkan kunci kepala statip dan geser pada posisi yang dikehendaki. Suatu theodolit dapat dikatakan dalam keadaan baik atau laik pakai untuk pengukuran apabila : Ø Sumbu I tegak lurus Sumbu II Ø Garis bidik tegak lurus sumbu II Ø Kesalahn indeks pada skala lingkaran tegak harus = 0 Ø Sumbu nivo alhidade (nivo tabung) tegak lurus sumbu I Gambar 3. Pastikan gelembung nivo tabung dan nivo kotak tetap ditengah-tengah walaupun pesawat diputar ke segala arah. putar badan pesawat 90˚ Ketengahkan kembali gelembung nivo tabung hanya dengan sekrup C saja. Penyetelan gelembung nivo dengan 3 sekrup penyama rata.

Seandainya gelembung nivo sudah berada di tengah-tengah. . 2.3. kemudian sekrup pengunci (pengontrol) pada kaki tiga dikuatkan. Tabung diafragma. 6. 2. 8. Sekrup pengunci dengan kaki tiga (statip) 12. 3.2 Cara Pemasangan dan Penyetelan Waterpass Pada dasarnya pemasangan pesawat Water pass ini hampir sama dengan pengaturan pemasangan pesawat Theodolit.1 Konstruksi Waterpass Dalam pemakaian waterpass ini dibutuhkan alat bantu lain. 7. Lensa objektif Nivo Lensa okuler Garis bidik Kaki penyangga Dasar alat Sekrup pengunci Garis arah nivo Sekrup koreksi nivo (nivo konsuidensi) 10.2. Tabung objektif. Bahagian – bahagian dari alat penyipat datar (waterpass) secara sederhana dapat dilihat pada gambar 3 dibawah ini : Gambar 4. Cuma saja pada Water pass yang digunakan pada praktikum ini tidak mempunyai 3 sekrup penyama rata. dengan benang silangnya. 9. 2.3. yaitu dengan mengatur nivo (gelembung nivo) agar berada di tengahtengah dengan sekrup pengontrol yang terdapat di dasar alat. 5. Sekrup pengatur (penyama rata) 2. yaitu baak ukur. 4. yaitu : 1. Tapi pengaturannya. dengan lensa objektifnya. Sekrup koreksi diafragma (memperjelas objek) 11.4 Penggunaan Teropong Dalam konstruksi lama teropong terdiri dari 3 tabung.3 Alat Ukur Penyipat Datar / Waterpass 2. Dan pesawat Water pass sudah siap untuk dipakai. Bahagian-bahagian sederhana dari pesawat Waterpass Keterangan : 1.

dengan lensa okuler sebagai lup. fukus. (3) berhimpitan a. b. untuk menjatuhkan bayangan tepat pada diafragma dinamakan juga tabung membidikannya. Arahkanlah terlebih dahulu teropong ke tempat yang jauh dan terang (objek) dengan cara Tabung objektif dengan lensa objektif dan diafragma. Apabila benda telah dapat ditangkap dengan garis bidik kasar. Karena ukuran lensa mata kita tidak sama. 2. Usahakan garis benang silang (garis salib sumbu) a dan b kelihatan bayangannya a’ dan b’ cukup terang. Bila bayangan telah jatuh berhimpitan dengan diafragma.gerakanlah mata ke atas dan ke bawah. Tabung lensa penolong. Pemeriksaan berhimpitnya bayangan benda dengan diafragma (1) dan (2) belum berhimpitan. . dengan lensa okuler sebagai lup. tandanya bayangan tersebut belum tepat berhimpitan dengan diafragma. Gambar 5. kemudian pergunakan lensa okuler untuk melihat diafragma sampai terang. 3. tetap saja mempunya 3 tabung seperti konstruksi baru. maka pastilah bayangannya telah ada dalam teropong. Dalam konstruksi baru. 3. Kalau bayangan nya juga ikut bergerak (gambar 4).maka dengan sendirinya bayangan tersebut kelihatan dan benang silang pun kelihatan. hanya ditambah dengan lensa-lensa dan prisma untuk memperjelas bayangan dan memperpendek teropong. 2. Untuk memeriksa apakah bayangan itu betul-betul telah jatuh tepat berhimpitan pada benang silang. kemungkinan tabung lensa okuler terpaksa harus dimaju mundurkan. Dalam konstruksi teropong yang modern. Umumnya. Langkah-langkah penggunaan teropong pada alat ukur : 1.3. setiap teropong yang modern dibantu dengan garis bidik kasar/vizier untuk membantu mengarahkan ke sasaran. Tabung okuler. Benda AB yang kita bidik akan ditangkap oleh lensa objektif dan menghasilkan bayangan A’B’ itu behimpitan dengan diafragma dengan mempergunakan lensa okuler yang digerakkan dengan cincin focus. Tabung okuler. yaitu : 1. teropong terdiri dari 3 tabung juga.

mistar ini mempunyai panjang 3. Statip 2. 4 bahkan ada yang 5 meter. Pembidikan yang benar dengan teropong 2. dan membantu mencari sudut azimuth.1 Statip Berguna sebagai tempat diletakkannya theodolit. merah-putih. Kesemuanya ini dimaksudkan agar memudahkan dalam pembacaan rambu.5.5.Gambar 6.5. hitam-putih. tiap-tiap blok merah. ketiga kaki statip ini dapat dinaik turunkan dengan melonggarkan sekrup pengatur kaki. setiap 5 blok tersebut berbentuk huruf E yang menyatakan 5 cm.4 Kompas Berguna untuk menentukan arah mata angin. putih atau hitam menyatakan 1 cm. b. Gambar 8. dll. Unting-unting 2. Gambar 9. Skala rambu ini dibuat dalam cm.3 Unting-unting Unting-unting berguna dalam penyentringan alat ukur yang tidak memiliki alat duga optik . waterpass dll. Gambar 10. agar memudahkan kita dalam menyelesaikan pengukuran.5 Alat Bantu Pengukuran Ada beberapa alat bantu dalam pengukuran yaitu : 2. a.5. Gambar 7. unting-unting ini terdiri dari benang yang diberi pemberat. Tiap-tiap meter diberi warna yang berlainan.2 Rambu Ukur Alat ini berbentuk mistar ukur yang besar. Rambu Ukur atau Baak Ukur 2. Kompas BAB III . tiap 2 buah E menyatakan 1 dm.

dan pengukuran yang akan dilaksanakan dalam praktikum ini adalah meliputi : A. C. Ilustrasi Sudut Horizontal Pengukuran sudut mendatar (horizontal) dapat dilakukan dengan dua cara. . b. c.PENGUKURAN 3. B. Dengan pemasangan yang baik pesawat di titik P. Misalkan titik A dan titik B. yaitu cara reiterasi dan cara repetisi. maka pada layar akan ditampilkan pada pembacaan Horizontal 0o0’0”. Pengukuran sudut cara Repetisi Pengukuran sudut cara repetisi dengan pemakaian pesawat Theodolit digital elektronik ini. kemudian baca besaran sudut horizontal pada arah PA dan arah PB. Ilustrasi ini dapat dilihat pada gambar 9 APB = A’PB’ merupakan sudut horizontal Gambar 11. Tentukan terlebih dahulu titik-titik yang akan diukur sudutnya dengan Pesawat Theodolit (T). setelah diproyeksikan dengan bidang horizontal. Besar sudut A’PB’adalah = bacaan arah PB dikurang bacaan arah PA (bacaan kanan – bacaan kiri). Pengukuran Reiterasi Pengukuran sudut dengan cara reiterasi dapat dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut : a. A. Pengukuran sudut Horizontal Pengukuran sudut Vertikal Pengukuran Sudut Jurusan (dengan menggunakan kompas pada theodolit) Pengukuran sudut Horizontal Sudut Horizontal adalah sudut antara 2 arah dari satu titik. cukup dengan menekan tombol set 0 pada arah PA.1 Pengukuran Sudut Pengukuran sudut dapat dilakukan dengan alat penyipat ruang (Theodolit).

Hanya saja perlu diperhatikan tanda untuk sudut kanan dan kiri. Untuk pembacaan sudut luar biasa dilakukan dengan cara memutar teropong 180o kearah vertikal. dapat hanya dengan menekan tombol (%) pada pesawat. Kemudian dilakukan pembacaan. Untuk mendapatkan sudut kiri. Lain halnya dengan pembacaa sudut Vertikal pada pesawat theodolit sederhana. Untuk pengecekan kebenaran pengukuran sudut horizontal dapat dilakukan dengan cara : Ø Pengukuran sudut biasa dan sudut luar biasa. C. Cara nya yaitu dengan mengarahkan teropong pada titik A (dengan panah ). lakukan pengukuran sekali lagi dengan posisi panah ( 400g. Pengukuran sudut biasa dan sudut luar biasa pada satu titik dapat dilakukan dengan cara mengukur sudut biasa suatu titik A dari pesawat (T). Jumlah sudut kanan dan sudut kiri yang didapatkan sama dengan 360o atau Sudut vertikal adalah sudut antara sebuah arah dengan bidang horizontal (elevasi dan depresi) atau antara sebuah arah dengan bidang vertikal (sudut zenith). Pengukuran Azimuth . dan akan ditampilkan secara langsung hasilnya. Pengukuran ini dapat dilakukan berulang-ulang agar lebih teliti. Hasil yang didapat adalah sudut kanan. Ilustrasi Sudut Vertikal Pada saat pengukuran sudut horizontal dititik A dan titik B. sehingga vizier pada teropong berada di bawah. Jika kita ingin pembacaan sudut Vertikal ini dalam satuan persen (%). Bentuk bacaan skalanya bermacam-macam. Hasil yang didapatkan adalah besaran sudut ATB. Hubungan antara persentase sudut Vertikal dengan seksagesimal dapat kita lihat pada gambar 9. Pada theodolit sederhana pembacaan sudut horizontal dan sudut vertikal dapat dilihat pada lensa pembacaan sudut dalam skala nonius. B. Gambar 12. Kemudian teropong diarahkan ke titik A selisih pembacaan sudut biasa dan sudut luar biasa adalah 180o Ø Pengukuran sudut kanan dan sudut kiri Pada pesawat EDT yang digunakan dalam praktikum ini tersedia fasilitas sudut kanan dan sudut kiri.Kemudian dilakukan pembacaan pada arah PB. Ilustrasi ini dapat dilihat pada gambar 10. dapat dilakukan sekaligus pembacaan sudut vertikal dan dapat dilihat hasilnya pada layar pembacaan dalam satuan seksagesimal. Pengukuran Sudut Vertikal ). Tapi pada pesawat EDT yang kita gunakan tidak ada penyetelan nivo konsuidensi. salah satunya dapat dilihat pada gambar 10 di bawah ini. kita harus menyetel terlebih dahulu nivo konsuidensi membentuk huruf U.

yaitu pembacaan benang atas (ba). sedang tinggi titik A diketahui = Ha dan titik B terletak lebih tinggi daripada titik A. Dalam praktikum ini kita akan mencobakan pengukuran beda tinggi yang diambil dari antara dua titik yang dimaksud. Untuk koreksi pembacaan bt dilakukan perhitungan : . 3. Yang dibaca pada skala lingkaran mendatar adalah suatu sudut yang dinamakan azimuth. Dilakukan pembacaan. dan karena menggunakan ujung utara jarum magnit. Pengukuran beda tinggi ini dapat dilakukan dengan 3 cara . Azimuth adalah suatu sudut yang dimulai dari arah utara. searah putaran jarum jam. Hb = Ha + h.Pengukuran sudut Azimuth dapat diukur dengan bantuan kompas yang ada pada pesawat theodolit (lihat gambar 8b. Untuk itu perlu diulang lagi sampai pembacaan yang benar. Hal yang sama seperti point 3 dan 4 dilakukan untuk titik B (muka). 1. Hasil nya sebagai rata-rata. dan diakhiri pada ujung obyektif garis bidik atau garis yang dimaksud. 4. Pengukuran diambil dari satu titik sembarang. 5.) 3. 2. Baak ukur ditempatkan pada titik A dan titik B dan kedudukannya harus vertical (dibuktikan dengan bacaan benang tengah . maka pembacaan dapat dikatakan salah. misalkan titik A dan titik B. Dilakukan pembidikan teropong Water pass pada baak ukur di titik A (belakang). dan yang besarnya sama dengan angka pembacaan. harus sama dengan pembacaan bt. maka titik B. Setelah pesawat siap untuk dipakai kemudian dilakukanlah pengukuran dengan langkah-langkah sebagai berikut : 1. Tentukan titik-titik yang akan diukur beda tingginya. yaitu . 2. Pengukuran diambil dari antara dua titik dimaksud. dinamakan pula azimuth magnetis. Seandainya angka yang didapat tidak sama. Yang harus diingat pada waktu sebelum pembacaan adalah pengaturan nivo konsidensi berbentuk huruf U. benang tengah (bt) dan benang bawah (bb). metoda ini dapat dilakukan dengan cara memposisikan kompas pada arah utara magnetis. atau waterpass. Pengukuran diambil dari salah satu titik dimaksud.). dilakukan perhitungan rata-rata bt untuk titik A dan B. Untuk koreksi yang lebih baik.2 Pengukuran Beda Tinggi Pengukuran beda tinggi dapat dilakukan dengan alat penyipat datar. kemudian set 0 pada keadaan tersebut. Maksud dari pengukuran ini adalah menentukan beda tinggi antara dua titik. Bila beda tinggi h diketahui antara dua titik A dan B. 3.

Pelaksanaan nya yaitu dengan jalan menempatkan baak ukur tepat dan tegak lurus pada objek yang akan . Waterpass Pengukuran jarak dengan waterpass. diperlukan alat bantu yang disebut baak ukur (gambar 6). Ø Gunakan pita ukur yang baik.3.3. Ø Jika jarak melebihi panjang pita. EDM (Electronic Distance Meter) Dengan alat ini diperlukan alat tambahan berupa reflaktor yang berfungsi mengembalikan gelombang elektromagnetik yang dipancarkan oleh EDM kembali ke alat tersebut agar dapat dilakukan pemrosesan perhitungan jarak. pita atau rantai ukur harus dalam keadaan tegang dan datar. yaitu : Ø Jika jarak yang diukur adalah jarak mendatar. 3. Jadi alat ini memberikan hasil secara digital dan hasilnya lebih teliti 2.3 Pengukuran Jarak 3. ada beberapa cara yang harus diperhatikan dalam menggunakan cara ini. maka pengukuran dilakukan secara bertahap.1 Secara Konvensional Cara ini menggunakan pita ukur atau rantai ukur.2 Secara Elektronis 1. Ø Pengukuran dilakukan pulang pergi untuk satu slag pengukuran. Ilustrasi Pengukuran Beda Tinggi 3.Sehingga didapat angka rata-rata dari bt A dan bt B 6. Beda tinggi antara titik A dan titik B adalah selisih bt B dengan bt A (belakang – muka) Catatan : Ø Pembacaan di B dinamakan pembacaan muka Ø Pembacaan di A dinamakan pembacaan belakang Gambar 13.

saat ini GPS sudah banyak digunakan orang di seluruh dunia dalam berbagai bidang aplikasi yang menuntut informasi tentang posisi. maka satelit GPS bisa diterima diseluruh permukaan bumi dengan penampakan antara 4 sampai 12 buah satelit. Maka hasil perhitungan jaraknya adalah : Contoh : (gambar 7) Pembacaan ba Pembacaan bb 3. Dengan susunan orbit tertentu. kecepatan.1 Pengertian GPS GPS. arah. yaitu diatas 3 GHz / 3×109Hz). bagi banyak orang secara simultan. SHF. Alat penerima GPS secara pasif menerima sinyal ini. BAB IV GLOBAL POSITIONING SYSTEM (GPS) 4. kecepatan. Sistem ini didesain untuk memberikan posisi dan kecepatan tiga-dimensi serta informasi mengenai waktu. dengan 21 satelit aktif dan 3 buah satelit sebagai cadangan. satelit tersebut mengitari bumi pada orbit pendek yang terdiri dari 24 susunan satelit. singkatan dari Global Positioning System (Sistem Pencari Posisi Global). Sistem satelit ini mengirimkan sinyal gelombang mikro (gelombang elektromagnetik dengan frekuensi super tinggi atau Super High Frequency. GPS sebagai sistem satelit navigasi dan penentuan posisi ini. hanya haja yang perlu diperhatikan dalam menggunakan theodolit untuk pengukuran jarak ini adalah sudut vertikal nya harus = 90o. sehingga posisinya dalam tiga dimensi bisa dihitung. Kemudian bidik kan teropong kearah baak ukur . dan kemudian digunakan untuk menentukan posisi. adalah suatu jaringan satelit yang secara terus menerus memancarkan sinyal radio dengan frekuensi yang sangat rendah. GPS dapat memberikan . Global Positioning System (GPS) adalah suatu sistem navigasi yang memanfaatkansatelit. dan waktu dengan ketelitian sangat tinggi. dan baca angka pada benang atas (ba) dan benang bawah (bb) pada diafragma teropong.480 Pelaksanaan pengukuran jarak dengan menggunakan theodolit sama persis dengan waterpass. dimiliki dan dikelola oleh Amerika Serikat. dimana saat tersebut theodolit juga dapat dikatakan sebagai alat penyipat datar yang berfungsi sama dengan waterpass. dan akan bekerja jika menerima sinyal dari sedikitnya 4 buah satelit GPS. dan sinyal ini lah yang diterima oleh alat penerima di permukaan bumi yang biasa kita sebut GPS. dimana.655 = 0.kita ukur jaraknya. Theodolit = 0. secara kontinyu di seluruh dunia tanpa bergantung waktu dan cuaca. percepatan ataupun waktu yang teliti.

tetapi pada dasarnya konsepnya sama. Gambar 14. Bagian-bagian GPS Garmin eTrex Vista Cx B. sebaiknya kita pelajari dulu komponen-komponen pokok yang ada pada alat GPS. maupun angkasa. kita menekan tombol PAGE dan/atau QUIT (Gambar 14) Halaman-halaman informasi tersebut adalah: . dimana pengukuran jarak dilakukan secara simultan ke beberapa satelit yang telah diketahui koordinatnya.Z atau L. Sebelum kita mulai.h dan satu parameter kesalahan waktu akibat ketidaksinkronan jam osilator di satelit dengan jam di receiver GPS. Pada pengukuran GPS. kehutanan. geofisik. geologi. Sistem Real-Time Differential GPS Aplikasi Teknologi GPS GPS adalah sistem satelit navigasi yang paling populer dan paling banyak diaplikasikan di dunia pada saat ini.Y. laut. 4. baik di darat.informasi posisi dengan ketelitian bervariasi dari puluhan meter sampai dengan beberapa millimeter (orde nol). geodesi. system tersebut dikenal dengan Differential-GPS (Gambar 13). Prinsip penentuan posisi dengan GPS Prinsip penentuan posisi dengan GPS yaitu menggunakan metode reseksi jarak. A. pada praktikum ini kita akan menggunakan alat penerima GARMIN eTrex Vista Cx. Tentunya alat yang berbeda mempunyai tata cara penggunaan yang berbeda pula. pertanian. Untuk menuju ke halaman yang diinginkan. Disamping aplikasi-aplikasi militer. Di Indonesia sendiri penggunaan GPS sudah dimulai sejak beberapa tahun yang lalu dan terus berkembang sampai saat ini baik dalam volume maupun jenis aplikasinya. pemantauan deformasi. Bagian-bagian Pada GPS (Garmin eTrex Vista Cx) (Gambar 13) Gambar 15. pengambilan dan pemasukan data. dan bahkan juga bidang olahraga dan rekreasi.B. Oleh karena itu diperlukan suatu koreksi yang dapat memperkecil kesalahan penerima GPS menerima signal yang dipancarkan oleh satelit.2 Langkah Penggunaan GPS Untuk mempelajari cara-cara penggunaan GPS. udara. transportasi dan navigasi. Halaman (Page) Utama GPS Garmin eTrex Vista Cx mempunyai lima halaman informasi utama. bidang-bidang aplikasi GPS yang cukup marak saat ini antara lain meliputi survai pemetaan. geodinamika. setiap epoknya memiliki empat parameter yang harus ditentukan : yaitu 3 parameter koordinat X.

Merekam jejak (Tracking) Untuk menjalankan fungsi merekam jejak terhadap perjalanan yang kita lalui. C. Map Page : Halaman tampilan posisi yang menunjukkan dimana anda berada. pilih menu Find pada Main Menu Page. Trip Computer Page : Halaman yang menampilkan data-data yang membantu perjalanan dan pekerjaan anda. untuk menyimpan. Aktifkan GPS. b. alat tersebut harus menerima sinyal dari minimum 4 satelit. Satelite Page : Halaman satelit menunjukkan posisi dan kekuatan sinyal satelit yang tertangkap. tekan tahan kursor. Untuk dapat menggunakan alat penerima GPS dengan sempurna. 2. 2. Pada halaman menu tersebut. Main Menu Page : Halaman menu untuk melakukan pengaturan pada system. Tekan tombol Quit/PAGE sampai muncul halaman Main Menu. a. Menggunakan Alat Penerima GPS Menentukan posisi dan Marking Kegunaan alat penerima GPS yang utama adalah untuk mengambil posisi koordinat dari suatu titik di bumi ini dan menyimpannya sebagai waypoint. dalam bentuk tampilan peta c. dan tunggu sampai halaman satelit 3D muncul. Caranya penggunaannya adalah: 1. Untuk mencari daftar waypoint yang kita simpan. . nilai koordinat dimana kita berada akan muncul. atau Pilih menuMark pada Main Menu Page.a. lalu pilih menu Waypoint. D. e. f. kita dapat merubah data waypoint yang akan kita simpan. c. Untuk menyimpan nilai koordinat tersebut. 3. f. 4. Dan jika kita membutuhkan lampu layar kita dapat menekan tombolPower/backlight beberapa kali. Compass Page : Halaman kompas sebagai orientasi arah. e. serta koordinat posisi dimana anda berada. d. Elevation Page : Halaman yang menampilkan elevasi daerah yang kita tracking. Setelah memperoleh sinyal yang baik. Aktifkan GPS dengan cara tekan dan tahan tombol Power/backlight. Pada GPS ini tampilan koordinat tersebut dapat kita lihat juga pada Map Page. langkah-langkah yang harus dijalankan adalah: 1. d. 3. b. Pilih menu Tracks. lalu rubah track log pada posisi on untuk memulai tracking dan off untuk mengakhiri. tekan tombol OK.

Gambar 18. hasil pengukuran dapat dikontrol dan diketahui kesalahannya. Dari tracking yang kita buat. Gambar 16. Dalam hal ini. Berdasarkan kepada titik tetap (koordinat yang diketahui) dan bentuk geometriknya. hasil ukuran dan kesalahan nya tidak dapat dikontrol. dapat kita ketahui luasan nya dengan menyimpan/save track log. Poligon Tertutup Poligon yang deretan titik-titiknya terikat pada satu titik tetap yang berfungsi sebagai titik awal sekaligus titik akhir. Poligon Sempurna Merupakan poligon yang deretan titik-titik nya terikat pada titik-titik tetap pada awal dan akhir poligon tersebut serta diketahui azimuth awal dan azimuth akhirnya. Poligon tertutup dan sempurna 5. Poligon terbuka dan sempurna 2.2 Tahapan Persiapan Yang harus dipersiapkan sebelum melakukan pengukuran poligon adalah : . melalui proses hitungan perataan. BAB V PENGUKURAN POLIGON 5. 5. Jadi poligon merupakan suatu rangkaian sudut banyak atau deretan titik yang menghubungkan dua titik tetap. Poligon lepas atau poligon tidak sempurna Poligon yang deretan titik-titiknya hanya terikat pada satu titik tetap.4. Poligon terbuka dan tidak sempurna 3. secara umum poligon dibedakan atas 3 macam. yakni : 1. Hasil ukuran dapat dikontrol dan diketahui kesalahannya. Gambar 17.1 Pengertian Poligon Poligon berasal dari kata poly yang berarti banyak dan gono yang berarti sudut. Hasil tracking ini dapat dijadikan sebagai salah satu data dalam pemetaan.

meteran. benang tengah (bt) dan benang bawah (bb). beserta statip. Tabel pengukuran untuk pengambilan data Poligon dan Beda tinggi. Selain itu pengukuran tambahan dapat dilakukan. Pengukurannya juga meliputi tabel pengukuran poligon. 2. Pengukuran untuk beda tinggi dilakukan pembacaan benang atas (ba). 3. jalan. Pengukuran untuk pesawat theodolit meliputi pengukuran sudut horizontal (H). 5. pohon. jumlah nilai nya harus = 0.sedangkan untuk pengukuran azimuth awal dilakukan dengan menggunakan kompas. sudut vertikal (V) (biasa dan luar biasa). 5. Persiapan alat-alat ukur seperti theodolit. Penentuan sudut horizontal = Koreksi jumlah sudut untuk polygon tertutup = . dan lain-lain. Untuk pengukuran jarak datar tak langsung (optis) posisi pesawat theodolit harus pada sudut vertikal 90o. kompas. Dengan perhitungan : 1. Dan untuk waterpass. pengukuran jarak baik dengan memakai baak ukur (optis/tidak langsung). Persiapan patok untuk penentuan titik-titik poligon. payung (untuk pesawat theodolit dan waterpass).3 Pengukuran Pengukuran dilakukan pada tiap-tiap titik atau patok untuk pesawat theodolit. dan GPS.1. dimana n = jumlah segi Penentuan besar azimuth = Mencari jarak datar = Untuk koreksi nilai dan . 2. 3. yaitu dengan menggunakan titik lain (titik ikat/detail). 6.4 Pengolahan Data Pengolahan data dari hasil pengukuran. baak ukur. Pembacaan ini meliputi pembacaan pada pengukuran pergi dan pengukuran pulang. 4. dapat dilakukan sesuai dengan yang dibutuhkan dalam tabel. pesawat diletakkan antara 2 titik poligon. waterpass. Mencari koordinat X = Mencari koordinat Y = . maupun pengukuran secara langsung dengan menggunakan meteran. 5. Misalnya bangunan.

7. Grafik yang kita dapatkan tersebut dapat dijadikan satu. serta beda tinggi antar titik nya. begitu pula dengan beda tinggi tiap-tiap titik tersebut. 8. jarak antar titik. maka hasil koordinat tersebut dipetakan dalam sebuah grafik. sehingga dalam grafik itu dapat dilihat koordinat titik. dan ketinggian tiap titik.5 Menentukan luas = Koreksi pembacaan benang = Pemetaan Poligon Setelah didapatkan koordinat masing-masing titik poligon. . 5.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful