P. 1
Format Obat

Format Obat

|Views: 154|Likes:
Published by Basten

More info:

Published by: Basten on May 10, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/30/2014

pdf

text

original

1 PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN RELATED LEARNING EXPERIENCE II SEMESTER VI ANGKATAN III TAHUN AJARAN 2012/2013

FORMAT OBAT-OBATAN NAMA OBAT GOLONGAN INDIKASI PERAN PERAWAT

Golongan obat pencahar

Digunakan untuk pasien yang menderita konstipasi. Untuk persipan prosedur

Sebagaimana

halnya

laktasit

lainnya,

DULCOLAX tidak boleh diberikan setiap hari dalam waktu yang sama. Jika pasien setiap hari membutuhkan laktasif, harus diketahui penyebab terjadinya konstipasi. Penggunaan berlebihan dalam waktu lama dapat menyebabkan ketidakseimbangan

diagnostik, terapi sebelum dan sesudah operasi dan dalam kondisi untuk

mempercepat defeksi. DULCOLAX harus digunakan dengan pengawasan medis.

cairan dan elektrolit dan hipokalemia, dan dapat balik. mengendapkan onset konstipasi

DULCOLAX
Pusing dan/atau syncope telah dilaporkan pada pasien yang Detail menggunakan yang ada

DULCOLAX.

menunjukkan bahwa kejadian tersebut akan terus berlanjut dengan berkurangnya kekuatan untuk defekasi (defecation

syncope), atau dengan respon vasovagal

KELOMPOK II

2
terhadap sakit perut yang dapat yang

berhubungan mendesak

dengan pasien

konstipasi tersebut

terpaksa

menggunakan laktasif dan tidak perlu menggunakan DULCOLAX. Penggunaan supositoria dapat menyebabkan sensasi rasa sakit dan iritasi lokal, kuhusnya pada fisura anus dan tidak proktitis boleh ulserativa.

Anak-anak

menggunakan

DULCOLAX tanpa petunjuk dokter.

Masa Hamil dan Menyusui Pengalaman menunjukkan tidak ada bukti efek samping yang berbahaya selama kehamilan. halnya Namun obat demikian, lain, seperti

penggunaan

DULCOLAX selama kehamilan harus dengan petunjuk medis. Belum diketahui apakah bisacodiyl menembus air susu ibu atau tidak. Oleh karena itu, penggunaan DULCOLAX selama menyusui tidak

dianjurkan.

KELOMPOK II

3 NAMA OBAT GOLONGAN INDIKASI PERAN PERAWAT
Perawat perlu mengetahui :

Antibiotik golongan Fluoroquinolon

Untuk mengobati infeksi yang disebabkan oleh kuman patogen yang peka terhadap ciprofloxacin, antara lain pada :       Saluran prostatitis. Uretritis dan serpisitis gonore. Saluran cerna, termasuk demam thyfoid dan parathyfoid. kemih termasuk

Efek Samping Obat Terjadi keluhan pada saluran pencernaan seperti mual,diare,muntah,dispepsia sakit perut, kembung dan anoreksia. Terjadi gangguan SSP seperti pusing, sakit kepala, rasa letih. Jarang Efek terjadi terhadap gangguan darah :

CIPROLOXACIN

Saluran nafas, kecuali pneumonia dan streptococus. Kulit dan jaringan lunak. Tulang dan sendi.

penglihatan.

eosinofilia, leukositopenia, leukositosis, anemia. Reaksi hipersensitif : ruam/reaksi kulit. Pada penderita gangguan fungsi hati, dapat meningkatkan serum transaminase. Bila terjadi efek samping konsultasikan dengan dokter.

Interaksi Penyerapan oleh siprofloksasin yang dipengaruhi mengandung

antasida

aluminium hidroksida atau magnesium hidroksida. Bila siprofloksasin diberikan bersama teofilin, akan terjadi peningkatan kadar teofilin dalam plasma yang tidak diinginkan. Apabila pemberian bersamaan

KELOMPOK II

4
dengan teofilin tidak dapat dihindari, maka konsentrasi teofilin dalam plasma harus dimonitor, bila perlu dosis teofilin

dikurangi. Hindarkan pemberian bersama dengan kumarin. probenesid dan antikoagulan

Cara Pemberian Tablet harus ditelan dengan air

secukupnya. Obat dapat diminum tanpa tergantung waktu makan. Kaiau obat ditelan daiam keadaan lambung kosong, absorpsinya akan lebih baik. Lamanya pengobatan tergantung beratnya kasus, kemajuan klinis dan bakteriologis. Untuk infeksi akut, lama pengobatan biasanya 510 hari. Pada umumnya pengobatan harus diteruskan sampai minimal 3 hari setelah gejala klinis hilang.

KELOMPOK II

5 NAMA OBAT GOLONGAN INDIKASI
Dapat menghilangkan nyeri akut dan kronik, ringan sampai sedang Efek samping Umumnya Asam Mefenamat dapat dibenkan dengan baik pada dosis yang dianjurkan, Pada beberapa kasus pernah dilaporkan terjadinya rasa mual, muntah, diare, pada penggunaan jangka panjang yang

PERAN PERAWAT
Perawat perlu mengetahui

Analgesic dan antipiretik

sehubungan dengan sakit kepala, sakit gigi, dismenore primer, termasuk nyeri karena trauma, nyeri sendi, nyeri otot, nyeri sehabis operasi, nyeri pada persalinan.

ASAM MEFENAMAT

terus menerus dengan dosis 2000 mg atau lebih sehan dapat

mengakibatkan agranulositosis dan hemolitik anemia.

Jangan dibenkan pada penderita bronkospasme aliergik rhinitis,

urticaria atau mendapat obat non steroid anti-inflamasi yang lain karena kemungkinan terjadi

sensitiyitas silang Jangan digunakan pada wanita hamil dan menyusui. Keamanan penggunaan pada anakanak dibawah umur 14 tahun belum diketahui dengan pasti. Jangan

KELOMPOK II

6
digunakan lebih dan dosis yang dianjurkan atau lebih dari 7 hari kecuali atas petunjuk dokter.

NAMA OBAT

GOLONGAN
Insufisiensi

INDIKASI
ginjal kronis dengan

PERAN PERAWAT
Perawat perlu mengetahui

kalori tinggi rendah protein < 40 gram sehari, dengan retensi kompensasi atau dekompensasi, GFR 5-50 Kontra Indikasi Hiperkalsemia, metabolisme asam amino. gangguan

mL/menit.

Penggunaan

dengan kalsium.

obat Kadar

AMINORAL

mengandung

kalsium darah sebaiknya diawasi secara periodik. Kehamilan, anakanak.

Interaksi Obat obat mengandung kalsium, Al

Hidroksida, tetrasiklin.

Efek Samping Hiperkalsemia.

KELOMPOK II

7 NAMA OBAT GOLONGAN
Tranexamic acid

INDIKASI
 Untuk fibrinolisis lokal seperti epistaksis, konisasiserviks.  Edemaangioneurotikherediter.  Perdarahan abnormal sesudah operasi.  Perdarahan sesudah operasi gigi pada penderita prostatektomi,

PERAN PERAWAT
Perawat perlu mengetahui  Bila diberikan secara intravena, dianjurkan untuk menyuntikkan nya perlahan-lahan seperti halnya pemberian/penyuntikan sediaan kalsium (10 mL/1-2 menit).  Hati hati digunakan pada penderita insufisiensi ginjal karena resiko akumulasi.  Pedoman untuk pasien/penderita insufisiensi ginjal berat.  Tranexamic acid tidak diindikasikan pada hematuria yang disebabkan oleh parenkim renal,pada kondisi ini sering terjadi presipitasi fibrin dan mungkin

KALNEX

hemofilia.

memperburuk penyakit.  Tranexamic acid digunakan pada wanita hamil hanya jika secara jelas diperlukan.  Hati-hati diberikan pada ibu menyusui untuk

menghindari resiko bayi.

Efek samping  Gangguan-gangguan gastrointestinal,mual,muntah-

muntah,anoreksia,pusing,eksanlema dan sakit kepala dapat timbul pada pemberian secara oral.  Gejala-gejala ini menghilang dengan pengurangan dosis atau penghentian pengobatannya.

KELOMPOK II

8
 Dengan injeksi intravena yang cepat dapat menyebabkan pusing dan hipotensi.

Interaksi obat Larutan injeksi Tanexamic acid jangan ditambahkan pada tranfusi atau injeksi yang mengandung penisillin.

NAMA OBAT

GOLONGAN
Untuk Analgesik dan Antipiretik

INDIKASI
meringankan nyeri rasa kolik

PERAN PERAWAT
Perawat perlu mengetahui

sakit,terutama operasi.

Efek Samping : Reaksi hipersensitivitas: reaksi pada

kulitmisal kemerahan. Agranulositosis.

Peringatan / Perhatian : ANTRAIN Tidak untuk mengobati sakit otot pada gejala-gejala mengobati flu dan tidak untuk

rematik,lumbago,sakit

punggung,bursitis,sindroma bahu lengan. Karena dapat menimbulkan

agranulositosis yang berakibat fatal, maka sebaiknya tidak digunakan dalam jangka panjang.

KELOMPOK II

9

-

Hati-hati pernah pembentukan

pada

penderita

yang gangguan darah.

mengalami darah/kelainan

gangguan fungsi hati atau ginjal. Karena itu perlu dilakukan pemeriksaan fungsi hati dan darah pada penggunaan yang lebih lama dari penggunaan untuk

mengatasi rasa sakit akut. Pada pemakaian jangka lama dapat

menimbulkan sindrom neuropathy yang akan berangsur hilang bila pengobatan dihentikan.

Interaksi Obat Bila Metamizole Na diberikan bersamaan dengan Chlorpromazine dapat mengakibatkan hipotermia.

KELOMPOK II

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->