P. 1
HUKUM FUNGSI KOMANDO

HUKUM FUNGSI KOMANDO

|Views: 1,498|Likes:
Published by asmarandhana96

More info:

Published by: asmarandhana96 on May 10, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/15/2013

pdf

text

original

KOMANDO CADANGAN STRATEGIS TNI AD/DP HUKUM

HUKUM FUNGSI KOMANDO

BAB I PENDAHULUAN

1.

Umum a. Indikator keberhasilan suatu satuan dalam pelaksanaan tugas tidak hanya ditentukan oleh pencapaian satuan tersebut dalam melaksanakan tugas pokok, tetapi ditentukan juga oleh tingkat kerugian yang mampu dicegah oleh satuan tersebut, baik dari segi materil maupun personilnya. Kesadaran hukum merupakan pengendali sikap dan perilaku seseorang dalam menentukan sejauh mana batasan-batasan yang harus diperhatikan agar tugas pokok dapat terlaksana dengan baik dan tidak menimbulkan tuntutan hukum dikemudian hari. b. Pembinaan kesadaran hukum bagi prajurit TNI AD yang diselenggarakan di satuan merupakan upaya untuk mewujudkan individu-individu yang memiliki sikap dan perilaku yang mencerminkan hukum sebagai landasan berfikir, bersikap dan bertindak, sehingga tugas pokok dapat terselenggara dengan baik. c. Pembinaan kesadaran hukum adalah fungsi Komando, oleh karenanya Komandan Satuan bertanggung jawab atas terselenggaranya pembinaan kesadaran hukum bagi prajurit di satuannya, baik yang meliputi hukum disiplin maupun hukum positif yang telah diundangkan oleh pemerintah. Agar pembinaan kesadaran hukum dapat dilaksanakan secara terus menerus, terarah dan berjalan lancar maka perlu dibuat buku petunjuk dalam pelaksanaannya.

2.

Maksud dan Tujuan. a. Maksud. Materi ini dimaksudkan untuk memberikan gambaran/kejelasan tentang teknik pembinaan kesadaran hukum di satuan. b. Tujuan. Komandan Satuan dapat memahami materi hukum secara minimal yang terkait dengan tugas pokok satuan, sehingga dapat melaksanakan hukum sebagai fungsi Komando.

2

3. Ruang Lingkup dan Tata Urut. Ruang lingkup Materi Pembinaan Hukum Fungsi Komando ini meliputi pokok-pokok Pembinaan hukum dan pelaksanaannya disusun dgn tata urut sebagai berikut : a. b. c. d. e. Pedahuluan. Pokok-pokok Pembinaan Hukum Fungsi Komando. Pelaksanaan Pembinaan Hukum Fungsi Komando. Evaluasi. Penutup.

4.

Pengertian-Pengertian. a. Disiplin merupakan jiwa tentara, selama ia kuat ia merupakan tiang penegak negara (ini menurut Friederik Agung -1752 M- bahasa aslinya Cette discipline faite Fame des armees, tant qu' elle est en viguer, elle soutient les empires) b. Disiplin adalah jiwa tentara (Von Moltke, bahasa aslinya Disziplin ist die ganze Seele der Armee) c. Disiplin adalah moral prajurit, disiplin adalah pengerahan seluruh raga dan jiwa prajurit kepada tugasnya ( Dr. F.H. Comtesse ) d. Disiplin adalah membina suatu suasana serta perasaan di dalam suatu kesatuan, yang dapat memperkuat/mempercepat pembentukan group identity and cohesion dan dapat mendorong prajurit untuk menahan atau mengatasi kepanikan ( the shock of battle ) ( Marshall) e. Disiplin merupakan syarat mutlak dalam tata kehidupan TNI agar terwujud prajurit yang profesional, efektif, efisien dan modern. f. Disiplin Prajurit adalah ketaatan dan kepatuhan yang sungguh-sungguh setiap prajurit yang didukung oleh kesadaran yang bersendikan Sapta Marga dan Sumpah Prajurit untuk menunaikan tugas dan kewajiban serta bersikap dan berperilaku sesuai dengan aturan-aturan atau tata kehidupan prajurit TNI. g. Pelanggaran hukum disiplin murni adalah setiap perbuatan yang bukan tindak pidana, tetapi bertentangan dengan perintah kedinasan atau peraturan kedinasan atau perbuatan yang tidak sesuai dengan tata kehidupan prajurit. h. Pelanggaran hukum disiplin tidak murni adalah setiap perbuatan yang merupakan tindak pidana yang sedemikian ringan sifatnya sehingga dapat diselesaikan secara hukum disiplin prajurit.

Peran. 9. Pelaksanaan Pembinaan Hukum merupakan tanggung jawab/ fungsi komando mengacu kepada beberapa hal pokok yang harus dipahami demi tercapainya hasil pembinaan yang maksimal. Pembinaan Kesadaran Hukum merupakan bagian integral dari TNI AD yang berperan menyelenggarakan pembinaan. sasaran. 7. tanggung jawab moral serta tanggung jawab Komando dalam membina satuannya. Lingkungan sosial tempat Prajurit dan Satuan berada. Umum. azas. b Sasaran Kualitatif : 1) Meningkatnya pemahaman serta kesadaran para Komandan Satuan yang memiliki tanggung jawab hukum. Hakekat. pemeliharaan dan meningkatkan kesadaran hukum Prajurit dan PNS TNI AD. Tujuan. yakni tentang hakekat. tujuan. Sasaran Kuantitatif : 1) 2) 3) 4) Komandan Satuan. Prajurit TNI AD sebagai perorangan. . Terbentuknya kualitas kesadaran hukum prajurit yang sesuai dengan nilai-nilai Sapta Marga yang pada akhirnya dapat dijadikan panutan dan pendorong bagi pembentukan watak dan kepribadian bangsa sebagai negara hukum. kegunaan dan tanggung jawab komando terhadap pembinaan hukum. 6. a. Upaya menginternalisasikan nilai-nilai hukum.POKOK HUKUM FUNGSI KOMANDO 5. Sasaran Hukum Fungsi Komando.3 BAB II POKOK . Keluarga besar TNI AD. 8. secara terus-menerus dan berlanjut untuk memelihara dan meningkatkan kesadaran hukum setiap prajurit TNI AD. peran.

Komandan satuan melaksanakan pembinaan untuk memelihara dan meningkatkan kesadaran hukum prajurit serta PNS TNI AD. . Berdasarkan kewenangannya Ankum menyerahkan anggotanya yang melakukan tindak pidana kepada POM untuk disidik dan diselesaikan perkaranya melalui Peradilan Militer. 4) Terbinanya kesadaran prajurit sebagai warga NKRI yang memiliki kedudukan yang sama dalam hukum dan pemerintahan. Fungsi. c. 5) Terbinanya kesadaran prajurit sebagai alat Pertahanan Negara Matra Darat. Membina. a. a. schorsing dan hukuman disiplin serta menerapkan sanksi administratif bagi anggotanya yang melakukan pelanggaran disiplin. yang memiliki kewajiban dan fungsi khusus berdasarkan Undang-undang.4 2) Meningkatnya pemahaman serta kesadaran hukum prajurit yang tercermin dalam sikap. 1) Fleksibel. Tugas Pokok. Dansat menyelengarakan Pembinaan disiplin. Memelihara dan meningkatkan disiplin satuan dalam bidang personel. Di dalam melaksanakan tugasnya. guna mendukung penggunaan kekuatan TNI AD. 3) Berkurangnya tingkat pelanggaran disiplin dan pelanggaran hukum yang dilakukan prajurit baik di satuan maupun di tempat penugasan. Tugas Bantuan. sasaran dan tujuan pembinaan dihadapkan dengan perkembangan hukum positif dan lingkungan strategis yang mempengaruhi. memelihara dan meningkatkan kesadaran hukum prajurit dan PNS TNI AD melalui Pembinaan Hukum dan Penegakkan Disiplin. Penegak hukum. Pembina disiplin. 12. Dansat selaku Ankum berkewajiban untuk menjatuhkan tindakan disiplin. Sifat. 3) Ikut memfasilitasi dan memberi asistensi terhadap penyelesaian perkara yang melibatkan personel di satuannya. b. dengan tugas sebagai berikut: a. Sifat dan Lingkup. 1) Mengarahkan Tim / Satgas Hukum untuk mendukung kegiatan operasi. b. 2) Ikut serta secara aktif memberi bimbingan dan penyuluhan tentang disiplin dan kesadaran hukum. Penegak disiplin. Penegakkan disiplin dan Penegakkan hukum. 11. 10. Tugas. materil dan pangkalan. Adanya kesesuaian antara materi dan obyek. tingkah laku dan cara berfikir yang berdasarkan norma-norma dan kaidah hukum yang berlaku.

Tanggung jawab Komando. mulai dari tingkat perencanaan. serta bertahap dan berlanjut: b. dan asuh karsa berlandaskan etika. c. Manusia hidup telah membawa kodrat (nature) serta dalam perkembangannya ia akan mengalami penggulawentahan (nurture). Umum. pertama. intern-mental dengan pendayaan : asah cipta berlandaskan logika. hukum merupakan kehidupan manusia sendiri. d. menyeluruh. asih karsa berlandaskan estiteka. Azas. Pembinaan hukum dan disiplin dilaksanakan secara terencana. Pelayanan Daerah (Areal service). BAB III KOMANDAN SEBAGAI PEMBINA DISIPLIN 17. lingkup Hukum Fungsi Komando adalah Dansat selaku Pembina disiplin. Penyelenggaraan Pembinaan hukum dan disiplin berpedoman kepada prinsifprinsif sebagai berikut : a. Kepentingan Militer. pelaksanaan kegiatan maupun pengawasan perlu mempedomani azas-azas sbg berikut : a. Menurut Friedrich Carl von Savigny bahwa. Lingkup. d. e. terarah dan terpadu. Menyelenggarakan Hukum Fungsi Komando. Kepastian Hukum Keadilan Manfaat Keseimbangan Kepemimpinan Kekeluargaan 14. e f.5 2) Komprehensip dan integral. yang dipandang dari sudut tertentu. ekstern-sosial melalui edukasi ataupun imitasi. b. b. Preventif dan kuratif aktif. Dalam rangka mewujudkan kesadaran hukum dan meningkatkan disiplin tersebut. Adapun penggulawentahan mempunyai dua lingkup yaitu. 13. serta yang kedua. Koordinasi. Prinsip. . c. Penegak disiplin dan Penegak hukum.

Motivasi dapat diciptakan ataupun diarahkan dalam diri seseorang apalagi ditambah dengan kekuatan kepemimpinan.6 Dalam kehidupan perseorangan maupun dalam kehidupan bermasyarakat. Motivasi yang digelorakan Pangsar Soedirman. Memupuk semangat patriot. tidak sedikit orang mengasosiasikan bahwa disiplin prajurit adalah pasal-pasal undang-undang hukum disiplin prajurit TNI. bahwa lazimnya kata disiplin itu ditangkap dalam ingatan sebagai suatu yang menunjukkan ide hukuman. dimana dapat mendorong dan menggerakkan orang untuk melakukan sesuatu. dan akhirnya untuk prajurit TNI adalah pelanggaran hukum disiplin. namun dalam bab ini hanya melihat dari sudut pandang pembinaan disiplin oleh Komandan Satuan guna menciptakan disiplin seluruh anggotanya. Membangun Motivasi. Pimpinan yang arif bijaksana dapat mengubah atau menyeimbangkan motivasi. Meresapkan jiwa kemanunggalan TNI dan rakyat. Pembinaan disiplin prajurit dapat saja dibentuk dari berbagai sudut. faktor-faktor pembentukan pembinaan disiplin. yang tentunya satu sama lainnya saling mendukung dan menunjang. Bila diresumekan nilai-nilai Sapta Marga dapat dikategorikan ke dalam diri prajurit agar menjadi pejuang prajurit dan prajurit pejuang. 18. dikemudian hari direfleksikan dan disarikan dalam nilai-nilai perjuangan TNI. dengan tujuan antara lain : 1) 2) 3) 4) Mempersatukan jiwa pejuang prajurit Sapta Marga. 5) Membentuk tradisi kejuangan. dan mereka tidak pada gentar menghadapi pasukan Belanda yang bersenjata bedil hanya dihadapi bambu runcing. Di kalangan militer. disiplin adalah penting. semangat keprajuritan dan semangat keperwiraan. a.. . hubungan hukum dan kehidupan sosial. Sebagai ilustrasi dimana pada saat Pangsar Soedirman yang menggelorakan semboyan "satu-satunya hak milik nasional Republik yang masih tetap utuh tidak berubah-ubah meskipun harus menghadapi segala macam soal dan perubahan adalah hanya tentara" maka pada saat itu setiap pejuang bergelora membela tanah air meskipun nyawa taruhannya. yang berisikan : disiplin tinggi. atau kata lain. Menanamkan jiwa dan semangat ksatria. Peran Komandan dalam Pembinaan Disiplin. yang akhirnya diperas menjadi jati diri TNI yang dirumuskan dalam Sapta Marga. Motivasi seseorang dapat membentuk manusia untuk berdisiplin. sehingga prajurit benar-benar menyadari cita-cita peijuangan dan benarbenar tahu maksud dan tujuan perjuangan sehingga yakin akan kebenaran perjuangannya yang sedang dilaksanakan. Oleh karena itu perlu dikemukakan tentang disiplin.

Obyektif. karyanya serta tingkah lakunya sehari-hari. moril dan wibawa. menumbuhkan rasa setia kawan. hal ini berarti berkaitan dengan kepribadian sang pemimpin yang teraktualisasi pada penampilannya di dalam kenyataan. karena dengan pendidikan dan Iatihan akan diperoleh kemahiran dan keterampilan. 7) Mengembangkan dan menyatakan pengertian. mengikuti cara-cara atau teknik. namun tanggung jawab satuan pengguna termasuk didalamnya juga para Perwira/ Kepala/Komandan yang mengawakinya. Intuitif. Dalam masyarakat tertentu kedudukan seorang pimpinan dengan segala "seni" yang dimilikinya dapat membawa pengaruh terciptanya disiplin bagi anggota dan bawahannya. Gerakan-gerakan pada saat latihan akan menempa orang untuk mematuhi atau mentaati ketentuan-ketentuan atau peraturan-peraturan. 2) Pemantapan performence dengan cara mengembangkan kebiasaan memberi perintah ( command ) dengan baik. Kemahiran dan keterampilan yang dimiliki prajurit akan membuat dirinya menjadi yakin atas kemampuan dirinya dan percaya akan kekuatan dirinya. Pemimpin yang baik. c. Apa yang diperoleh dari lembaga pendidikan formal harus dipelihara di satuan dimana prajurit berdinas. 3) Menggunakan akal sehat ( common sence ) dalam disiplin. Soal kepemimpinan tidak hanya menyangkut masalah intelektual belaka tetapi yang paling utama adalah berkenaan dengan moral. Dapat saja seorang pimpinan belajar dari sebuah teori menejemen manager di akhir-akhir ini. Pendidikan dan latihan bukan saja tanggung jawab lembaga pendidikan formal. 6) Memperhatikan (look after) anak buah. Gemar coba-coba yang baru. dan sebagainya.7 b. yaitu : 1) Penggunaan psikologi kelompok secara efektif. mendidik orang untuk membiasakan hidup dalam kelompok. Melihat secara menyeluruh. kerja sama yang erat. . Bervisi jauh ke depan. dimana manager diharapkan memiliki : 1) 2) 3) 4) 5) 6) Memiliki energi mental positif. hendaknya minimal dari sudut pembinaan mental psikologi dapat mengaplikasikan asas pemantapan kepemimpinan {seven simple principles). 5) Mengenal dan menghargai pekerjaan yang baik. Dengan ketersediannya sumber daya manusia melalui pendidikan dan Iatihan akan membawa manusia berdisiplin. Kepemimpinan. Pendidikan dan Latihan. dengan harapan satuan dengan mengadakan pengulangan yang terus menerus dapat menyegarkan dan mengembangkan teknik yang pernah didapat. 4) Upayakan mengembangkan rasa tanggung jawab.

Penerapan Reward and Punishment. semangat atau dorongan terhadap anggota satuan sangat diperlukan mengingat bahwa manusia termotivasi oleh kebutuhannya. begitupun yang berkait prospek kariernya. yaitu harga diri. penghargaan yang diperoleh seseorang anggota berdasarkan prestasi kerjanya bukan saja berpengaruh pada individu prajurit yang menerimanya. 5) Kebutuhan Self Actualization. intelektual. Kesejahteraan. bahwa manusia membutuhkan akan beberapa kebutuhan yang terus meningkat menurut perkembangan kedewasaan diri seseorang. anggota merasa puas karena prestasinya diakui sehingga pada gilirannya akan meningkatkan disiplin dan etos kerja. contohnya : makan dan minum. tetapi kelompok. yaitu berupa afeksi. 2) Kebutuhan Safety. Kesejahteraan tentu saja meliputi kesejahteraan lahir bathin dalam arti dapat terpenuhi yang minimal. baik bersifat materiil maupun spirituil untuk prajurit maupun keluarganya. Beberapa pakar tentang motivasi memasukkan Penghargaan ini dalam teorinya. bahwa kebutuhan dasar manusia memegang kendali yang besar atas perilaku. Teori kebutuhan menurut Abraham Maslow yang dimaksud adalah : 1) Kebutuhan psysiological. agar setiap yang melihat tahu bahwa dirinya telah dapat disederajatkan de ngan orang yang terhormat. bila hal ini disepakati oleh kita. 4) Kebutuhan Esteem. e. baik dalam bekerja maupun kehidupan pribadi. 1) Reward. rasa kebanggaan akan timbul. menunjukan bahwa penghargaan merupakan faktor penting dalam upaya peningkatan kinerja seseorang disamping faktor yang lain. yaitu penghargaan yang diberikan kepada anggota untuk memotivasi agar seseorang akan bekerja dengan baik. keluarga dan lingkungan juga akan berpengaruh. kedewasaan ini dapat saja dewasa dari sudut umur. 3) Kebutuhan Love. dengan memahami dan memenuhi kebutuhan anggota maka prestasi kerja akan meningkat. contohnya mendapatkan pengakuan dan rasa saling pengertian. contohnya : punya rumah. Manusia tak dapat dilepaskan dari kebutuhan dasar. emosional. maka kesejahteraan adalah salah satu faktor bagi pembentukan disiplin. yaitu prestasi. mengenai teori Abraham Maslow. yaitu rasa aman. spiritual maupun adversity.8 d. contohnya penghargaan ataupun status simbol. . makanya tak heran bila seseorang ada kebanggaan telah berfoto dengan pejabat tertentu terus dipampangkan di ruang tamu. percaya diri semakin kuat. Sebagaimana telah disinggung di atas. sebagaimana teori Abraham Maslow.

Hanya dapat dimotivasi dengan insentif yang berkaitan dengan kebutuhan fisiologi atau rasa aman. Tidak jujur. Harus diamati dan dikontrol dengan baik untuk menjamin penampilan kerja. Penundaan berarti akan memberikan peluang terjadinya pelanggaran.9 2) Pusishment. Tidak tertarik mencapai tujuan kerja. i. Penerapan hukuman bagi prajurit yang melanggar tidak saja untuk membuat jera tetapi lebih dari pada itu harus dapat memotivasi pelanggar agar dapat merubah perilaku buruk menjadi baik. Dari beberapa sikap manusia dalam teori X Mc Gregor menunjukan adanya kecenderungan manusia untuk tidak disiplin. Setiap pelanggaran harus segera diambil tindakan dan tidak boleh ditunda-tunda. Mempunyai kapasitas terbatas untuk pemecahan masalah secara kreatif. Harus dipaksa atau diancam dengan hukum agar berkerja mencapai tujuan organisasi. c. e. h. Motivasi sangat diperlukan mengingat masih banyak prajurit yang mau menjalankan aturan bila diawasi dan dikontrol dengan ketat hal tersebut terjadi karena adanya sikap manusia yang ingin bebas dan tidak mau diatur. Tidak suka mengambil tanggung jawab. f. Pasif dan maunya diperintah dan bukannya menerima tanggung jawab. . g. Dengan adanya kondisi seperti ini maka pemimpin harus dapat memotivasi antara lain dengan basis ancaman. b. d. tidak menyukai dan menghindari kerja. Menurut teori X dari Mc Gregor bahwa manusia rata-rata mempunyai sikap sebagai berikut : a. Malas. kontrol dan hukuman.

PDTH. melalui penjatuhan Schorsing. DKP. 21. Komandan berkewajiban melakukan pengusutan terhadap setiap pelanggaran dan mendukung tindakan pengusutan yang dilakukan Komando Atas terhadap prajurit yang melakukan pelanggaran disiplin sebelum lembaga lain melakukan pengusutan terhadap pelanggaran tersebut. yang dapat digunakan Komandan sebagai alat untuk menegakan disiplin yang telah dilanggar oleh anggotanya. Umum. Dalam upaya penegakkan disiplin di dalam tata kehidupan Tentara Nasional Indonesia telah diterbitkan piranti lunak yang berupa Undang-undang maupun peraturan internal lainnya. c. Disiplin prajurit pada hakekatnya merupakan suatu ketaatan yang dilandasi oleh kesadaran lahir dan bathin atas pengabdiannya pada nusa dan bangsa serta merupakan perwujudan pengendalian diri untuk tidak melanggar perintah kedinasan dan tata kehidupan prajurit. keikhlasan hati. kesungguhan. a. Piranti Lunak Penegakan Disiplin. . 20. sesuai ketentuan dan mekanisme yang berlaku. Disiplin ini diwujudkan dengan mematuhi semua peraturan dan norma yang berlaku bagi prajurit dan melaksanakan semua perintah kedinasan atau yang bersangkutan dengan kedinasan dengan tertib dan sempurna. pola sikap dan pola tindak sebagai perwujudan nilai -nilai Sapta Marga dan Sumpah Prajurit. b. dan bergembira berdasarkan ketaatan serta rasa tanggung jawab kepada pimpinan dan kewajiban. Komandan selaku Ankum berwenang untuk menjatuhkan tindakan disiplin maupun hukuman disiplin bagi prajurit yang melakukan pelanggaran disiplin untuk menjamin bahwa setiap bawahannya bersikap dan berperilaku sesuai dengan disiplin militer yang berlaku. Hukuman Disiplin dan penerapan Sanksi Administratif. Hal tersebut tercermin dalam sikap mental setiap prajurit yang bermuara pada terjaminnya kesatuan pola pikir. Komandan berkewajiban untuk memberikan kepastian hukum bagi prajurit yang melakukan pelanggaran disiplin. Oleh karena itu disiplin prajurit menjadi syarat mutlak dalam kehidupan prajurit TNI dan diwujudkan dalam penyerahan seluruh jiwa raga dalam menjalankan tugasnya berdasarkan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa serta kesadaran pengabdian bagi nusa dan bangsa.10 BAB IV KOMANDAN SEBAGAI PENEGAK DISIPLIN 19. Peranan Komandan dalam Penegakan Disiplin. Setiap prajurit dalam menunaikan tugas dan kewajibannya wajib bersikap dan berperilaku disiplin.

antara lain : terlambat apel. Wewenang Atasan. hal-hal khusus tersebut adalah : 1) Negara dalam keadaan bahaya. Penahanan ringan paling lama 14 (empat belas) hari. latihan dan administratif. Penahanan berat paling lama 21 (dua puluh satu) hari. Penentuan penyelesaian secara hukum disiplin tidak murni merupakan kewenangan Perwira Penyerah Perkara setelah menerima saran pendapat hukum dari Oditurat. rambut gondrong atau pakaian kotor. Pelanggaran hukum disiplin prajurit meliputi pelanggaran hukum disiplin murni dan pelanggaran hukum disiplin tidak murni. Setiap atasan berwenang mengambil tindakan disiplin terhadap setiap bawahan yang melakukan pelanggaran hukum disiplin prajurit dan yang melakukan pelanggaran hukum disiplin prajurit dan segera melaporkan kepada Ankum yang bersangkutan. namun perlu diingat bahwa tindakan disiplin ini tidak menghapuskan kewenangan Ankum untuk menjatuhkan hukuman disiplin. hukuman di atas dapat diperberat dengan tambahan waktu penahanan paling lama 7 (tujuh) hari. yaitu keadaan negara sebagaimana dimaksud dalam Undang Undang Keadaan Bahaya yang berlaku. 2) Pelanggaran hukum disiplin tidak murni adalah setiap perbuatan yang merupakan tindak pidana yang sedemikian ringan sifatnya sehingga dapat diselesaikan secara hukum disiplin prajurit. Meskipun dalam hal-hal khusus. antara lain push up atau lari keliling lapangan. Jenis Pelanggaran Hukum Disiplin Prajurit. pelayanan. Tindakan disiplin ini dapat berupa tindakan fisik dan/atau teguran lisan untuk menumbuhkan kesadaran dan mencegah terulangnya pelanggran hukum disiplin prajurit. tetapi bertentangan dengan perintah kedinasan atau peraturan kedinasan atau perbuatan yang tidak sesuai dengan tata kehidupan prajurit. Jenis Hukuman Disiplin. c. Jenis hukuman disiplin prajurit terdiri dari : 1) 2) 3) Teguran.11 Agar seorang Komandan mampu menerapkan peraturan dengan baik. Tindakan disiplin pada prinsipnya merupakan tindakan yang bersifat mendidik. meliputi teguran sebagai celaan dan/atau tindakan fisik yang tidak membahayakan kesehatan. 2) Dalam kegiatan operasi militer. Sedangkan pelanggaran hukum disiplin yang dapat diselesaikan dengan tindakan disiplin. . 3) Dalam suatu kesatuan yang disiagakan. maka harus dipahami ketentuan-ketentuan sebagai berikut : a. b. yaitu pelaksanaan tugas pokok satuan TNI baik yang strategis maupun taktis. Tindakan fisik. 1) Pelanggaran hukum disiplin murni adalah setiap perbuatan yang bukan tindak pidana.

e. 2) Sanksi terhadap jabatan adalah sanksi/hukuman administratif yang menyertai proses penyelesaian perkara maupun penjatuhan hukuman disiplin/pidana yang berakibat pada penundaan penempatan jabatan. Sanksi Administratif. yaitu Ankum yang mempunyai wewenang untuk menjatuhkan semua jenis hukuman disiplin kepada setiap prajurit yang berada di bawah wewenang komandonya.12 4) Seorang prajurit yang telah dijatuhi hukuman disiplin lebih dari 2 (dua) kali dalam tenggang waktu 6 ( enam ) bulan. yaitu Ankum yang mempunyai wewenang untuk menjatuhkan semua jenis hukuman disiplin kepada setiap prajurit yang berada di bawah wewenang komandonya. kecuali penahanan berat terhadap perwira. yaitu sebagai berikut : 1) Sanksi terhadap pendidikan adalah sanksi/hukuman administratif yang menyertai proses penyelesaian perkara maupun penjatuhan hukuman disiplin yang berakibat pada penundaan jenis pendidikan dikbangum/ Susfung/Susjab/Diktuk dan pendidikan lain yang disetarakan. Penerapan Sanksi administratif kepada Prajurit TNI untuk mendidik dan meningkatkan disiplin keprajuritan sehingga prajrurit yang lain tidak melakukan pelanggaran serta untuk menimbulkan efek jera bagi prajruri dan adanya kepastian terhadap karier yang bersangkutan setelah menjalani hukuman. Atasan Yang Berhak Menghukum. dimana dalam waktu 30 hari setelah hukuman disiplin dijatuhkan atau setelah putusan hukuman pidana yang telah berkekuatan hukum tetap diterima. secara berjenjang adalah sebagai berikut: 1) Ankum berwenang penuh. penempatan jabatan atau kenaikan pangkat dalam rangka pengendalian karier seorang prajurit. Ankum harus mengeluarkan keputusan sanksi administrasi. 2) Ankum berwenang terbatas. d. . Ankum di lingkungan Tentara Nasional Indonesia. 3) Ankum berwenang sangat terbatas. Berdasarkan Perkasad 1/II/2009 Tanggal 5 Pebruari 2009 Sanksi administratif adalah sanksi/hukuman yang menyertai proses penyelesaian perkara maupun penjatuhan hukuman disiplin/pidana yang berakibat pada penundaan dalam bidang pendidikan. yaitu Ankum yang mempunyai wewenang untuk menjatuhkan hukuman disiplin teguran dan penahanan ringan kepada setiap bintara dan tamtama yang berada di bawah wewenang komandonya. Kewenangan penjatuhan Sanksi Administrasi berada pada Komandan Satuan. Sanksi administratif terdiri dari beberapa jenis sanksi.

Berdasarkan Perkasad 84/XII/2008 TGL 12 DES 2008 Pemberhentian dengan tidak hormat atau PDTH adalah pengakhiran dinas keprajuritan oleh pejabat yang berwenang terhadap seorang prajurit karena sebab-sebab tertentu yang membawa akibat kepada yang bersangkutan tidak diberikan rawatan purna dinas. 6) Meninggal dunia dalam melakukan tindak kejahatan atau sebagai akibat dari tindak kejahatan yang dilakukannya. proses penyelesaiannnya berdasarkan atas Buku Petunjuk Teknik Pemberhentian dengan tidak hormat yang berlaku. 7) Hidup bersama dengan wanita/pria tanpa dasar perkawinan yang sah dan sesuah ditegur atau diperingatkan oleh atasannya atau pejabat agama tetapi tetap mempertahankan status hidup bersama tanpa dasar perkawinan yang sah.13 3) Sanksi terhadap kepangkatan adalah sanksi/hukuman administratif yang menyertai proses penyelesaian perkara maupun penjatuhan hukuman disiplin/pidana yang berakibat pada penundaan kenaikan pangkat. . istri/suami/anak prajurit atau melibatkan PNS. f. 5) Bunuh diri dengan maksud menghindari penyidikan. 3) Diketahui kemudian bahwa untuk dapat diterima menjadi Prajurit TNI AD. 8) Melakukan pelanggaran susila dengan jenis kelamin yang sama (homo seksual/lesbian). 4) Mempunyai tabiat yang nyata-nyata merugikan atau dapat merugikan disiplin keprajuritan. istri/suami/anak PNS di lingkungan TNI. yang bersangkutan telah dengan sengaja memberikan keterangan palsu. Pemberhentian Dengan Tidak Hormat (PDTH). 2) Melakukan tindakan yang membahayakan keamanan dan keselamatan negara dan bangsa. tidak benar atau tidak lengkap. 4) Sanksi administratif berupa pemberhentian dengan tidak hormat. 9) Pelanggaran susila yang melibatkan sesama prajurit. tuntutan hukum atau menghindari menghindari tugas yang dibebankan kepadanya. Hal-hal yang dapat menjadi alasan PDTH: 1) Menganut ideologi. pandangan atau ajaran yang bertentangan dengan pancasila.

Bintara dan Tamtama oleh Kasad. sehingga dipandang lagi dipertahankan sebagai prajurit. 11) Melakukan ketidak hadiran tanpa ijin di kesatuannya (desersi) lebih dari 3 bulan dan tidak diketemukan lagi. Letda s. dapat dikeluarkan Keputusan PDTH sementara. Bintara dan Tamtama oleh PDW atas nama Kasad. Letda s. 13) Sebagai pelaksana putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap terhadap prajurit yang dijatuhi pidana tambahan diberhentikan dengan tidak hormat dari dinas keprajuritan. dengan kewenangan sebagai berikut: 1) 2) 3) Kolonel dan Pati oleh Panglima TNI. Bagi prajurit yang telah dikeluarkan putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap dengan pidana diberhentikan dengan tidak hormat dari dinas keprajuritan.d Letkol oleh Panglima TNI.d Letkol oleh Kasad.14 10) Melakukan tindak pidana yang diancam dengan pidana penjara 12 (dua belas) tahun atau lebih atau pidana mati. g. Penerbitan keputusan PDTH definitif dapat didahului dengan penerbitan keputusan PDTH sementara. Schorsing Berdasarkan Perkasad 96/XII/2008 Tanggal 19 Desember 2008 Pemberhentian Sementara dari Jabatan (Schorsing) merupakan salah satu sanksi administratif yang dijatuhkan kepada prajurit TNI AD karena alasan-alasan tertentu dengan tujuan agar . 12) Prajurit yang sudah dijatuhi hukuman disiplin minimal 4 kali dalam pangkat yang sama dan/atau nyata-nyata tidak memperdulikan segala hukuman disiplin yang dijatuhkan. 1) 2) 3) Pejabat yang berwenang menerbitkan keputusan PDTH definitif: Kolonel dan Pati oleh Presiden. 14) Putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap terhadap prajurit yang dijatuhi pidana penjara lenih dari 3 bulan tanpa pidana tambahan pemberhentian dengan tidak hormat dari dinas keprajuritan dan menurut pertimbangan pejabat yang berwenang yang bersangkutan tidak patut lagi dipertahankan dalam dinas keprajuritan.

. disiplin dan tata tertib dilingkungan TNI AD sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Prosedur penjatuhan Schorsing dilakukan secara berjenjang sesuai dengan hirarki kepangkatan prajurit yang akan dijatuhi schorsing dan pejabat yang berwenang sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.d Kolonel. Dewan Kehormatan Perwira (DKP) Berdasarkan Perkasad 455/XI/2006 Tanggal 20 Nopember 2006. 3) Sedang menjalani hukuman penjara atau hukuman kurungan serendahrendahnya 1 (satu) bulan berdasarkan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap. 4) Pang Kotama/Balakpus berwenang menjatuhkan Schorsing terhadap Kapten kebawah. 4) Tidak hadir berturut-turut dikesatuan tanpa izin yang sah lebih dari 30 (tiga puluh) hari. Dan/Ka Satminkal mengajukan usul Schorsing kepada Komando atas dengan disertai lampiran perssyaratan administrasi. Prajurit TNI AD diberhentikan sementara dari jabatan dengan beberapa alasan sebagai berikut: 1) Dipandang perlu untuk kepentingan kedinasan dan atau disiplin karena diduga melakukan perbuatan yang merugikan atau dapat merugikan TNI. 5) Dandenma Mabesad berwenang menjatuhkan Schorsing terhadap Kapten kebawah dilingkungan Mabesad. 2) Berada dalam penahanan yustisial. Kewenangan menjatuhkan Schorsing dapat dijatuhkan oleh: 1) Presiden berwenang menjatuhkan Schorsing terhadap Kepala Staf Angkatan. Dewan kehormatan perwira (DKP) merupakan suatu wadah yang dibentuk oleh pejabat yang berwenang untuk memeriksa dan memberikan pertimbangan kepada Panglima Tentara Nasional Indonesia atau Kas Angkatan dalam rangka untuk memutuskan pemberhentian dengan tidak hormat (PDTH) seorang Perwira dari dinas keprajuritan Tentara Nasional Indonesia karena melakukan pelanggaran tertentu. h. Kasad berwenang menjatuhkan Schorsing terhadap Mayor s.15 penegakan hukum. 2) 3) Panglima TNI berwenang menjatuhkan Schorsing terhadap Perwira Tinggi.

Dan Denma Mabesad dengan disertai bukti-bukti 1) 2) 3) 4) Tentang segala sesuatu mengenai tabiat dari perwira yang dilaporkan. Melakukan Desersi lebih lama dari 3 bulan dan atau tidak ditemukan 10) Mempunyai tabiat yg nyata-nyata rugikan / dapat rugikan disiplin keprajuritan / TNI AD. keselamatan bangsa dan negara. 2) Melakukan tindakan yang membahayakan keamanan. dan menurut pertimbangan pejabat yg berwenang ia tidak dapat lagi dipertahanankan dalam dinas keprajuritan. Kumpul kebo dan sudah ditegur/diperingatkan namun tidak ditaati. Mekanisme/Prosedur Prosedur pembentukan DKP dapat dilakukan dengan pengajuan Oleh Satminkal kepada Dan/Pang Kotama/Ka/Gub/Dir Balakpus Mabesad. Lakukan tindak pidana yg diancam pidana min 12 tahun / mati. pandangan atau ajaran yang bertentangan dengan Pancasila.16 - Wewenang DKP Memberikan saran pendapat sebagai pertimbangan bagi Panglima TNI dan Kasad mengenai pantas atau tidaknya seseorang menjadi seorang perwira dengan kemungkinan untuk di PDTH Alasan DKP : 1) Menganut ideologi. Melakukan pelanggaran susila homoseksual. Surat-surat keputusan penjatuhan hukuman disiplin. Putusan Pengadilan. Diterima menjadi prajurit dengan memberikan keterangan palsu. 3) Dikenakan hukuman pidana lebih dari 3 bulan. 4) 5) 6) 7) 8) 9) lagi. Keterangan-keterangan lainnya . Pelanggaran susila Keluarga Besar TNI.

oleh karena itu Hobbes mensyaratkan dua hal. berarti setiap prajurit tidak saja tunduk pada aturan hukum disiplin keprajuritan saja. karena setiap prajurit adalah juga masyarakat biasa. sebelum menyerahkannya kepada penyidik POM. melainkan juga undang undang yang lain yang berlaku di negara Indonesia.17 Permohonan tersebut disertai dengan tembusan ke Direktorat Hukum/Kakum Kotama bagi Pang/Dan/Ka Balak Kotama. menegakkan dan memelihara disiplin atau tata kehidupan prajurit. Menyerahkan prajurit yang melakukan tindak pidana kepada penyidik POM untuk diproses penyelesaiannya melalui Pengadilan Militer. Direktorat Hukum/Balak Hukum Kotama berperan dalam memberikan Satran dan Pendapat Hukum kepada Dan/Pang Kotama/ Ka/Gub/Dir Balakpus Mabesad. selain itu jika dilihat dari ancaman hukumannya beberapa perbuatan yang bersifat berat apabila dilakukan seorang prajurit tentara di dalam keadaan tertentu. agar segala tugas dan kewajiban dapat terlaksana. a. lambat laun akan berpengaruh dan dirasakan sebagai hal biasa sehingga menjadi kebiasaan hidupnya. Dan Denma Mabesad tentang Dewan Kehormatan Perwira. b. Penegakkan disiplin melalui law enforcement yang berkelanjutan disertai pengawasan akan menciptakan ketertiban. Dalam kehidupan prajurit bahwa hukum disiplin prajurit adalah serangkaian peraturan yang berisikan norma-norma untuk mengatur. Mengambil tindakan hukum sesuai dengan kewenangannya atas dugaan tindak pidana yang dilakukan oleh bawahannya berdasarkan bukti bukti yang ada. BAB V KOMANDAN SEBAGAI PENEGAK HUKUM 22. ancaman hukuman dari hukum pidana umum dianggap terlalu ringan. . Dalam rumusan Sumpah Prajurit bahwasanya prajurit akan taat kepada peraturan perundang-undangan yang berlaku. 23. agar tidak terjadi antar manusia saling menghancurkan. dan kedua berkaitan dengan prasyarat struktural atau institusional eksistensi hukum. Adanya hukum khusus bagi prajurit dikarenakan ada beberapa perbuatan yang hanya dapat dilakukan oleh tentara saja bersifat asli militer dan tidak berlaku bagi umum. Umum. prajurit bukan merupakan kelas tersendiri. Menurut Thomas Hobbes bahwa suatu masyarakat tidak mungkin hidup tanpa adanya suatu unsur yang berdaulat. Peranan Komandan dalam Penegakan Hukum. pertama adalah berfungsinya hukum berintikan pada penegakkan ketertiban. Sebagai warga negara Indonesia.

Melalui ketentuan pelibatan. Komandan mengeluarkan perintah dalam situasi yang sulit dan waktu yang sempit berdasarkan informasi yang diperoleh ketika itu. 24. g. Komandan memiliki kewajiban untuk melaksanakan fungsi-fungsi tertentu dalam pertempuran. Komandan harus mengetahui. Komandan memiliki tugas dan tanggung jawab untuk membuat lampiran hukum dalam setiap operasi yang dilakukan.18 c. ada keseimbangan antara kepentingan militer dengan kepentingan kemanusiaan. Piranti Lunak dalam Penegakan Hukum. memahami dan melaksanakan ketentuan pelibatan yang ada. Mencegah atau menghentikan kejahatan yang dilakukan bawahannya. karena apabila Komandan gagal atau tidak mampu mencegah perbuatan tersebut. Komandan harus memastikan bahwa bawahannya bila melakukan tindakan kekerasan berlangsung secara proporsional. seorang komandan dapat memonitor dan mengawasi prajurit bawahananya di lapangan apakah sesuai dengan keinginan komandan yang telah ditetapkan terutama meyangkut penentuan sasaran. hokum nasional dan hukum internasional yang berlaku. penentuan cara bertindak dan penggunaan senajata. f. Perwira hukum harus mengambil peran aktif dalam membantu komandan menyusun lampiran hukum. maka komandan dapat diminta pertanggung jawaban atas kejahatan yang dilakukan oleh prajurit bawahannya tersebut. Lampiran hukum ini harus ada dalam setiap Perencanaan Operasi maupun Perintah Operasi. Situasi pertempuran yang demikian itu. mengharuskan komandan untuk menentukan cara bertindak dengan memperhatikan pembatasan-pembatasan serta larangan-larangan sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Oleh karena itu komandan harus mampu menerapkan aturan hukum yang mengatur tindakan prajurit dilapangan. Ketentuan pelibatan berguna bagi komandan untuk mengatur penggunaan kekerasan senjata dalam konteks kebijakan militer dan politik. e. d. a. Mekanisme Penyelesaian Perkara Pidana . Sejak awal komandan harus mempertimbangkan hukum sebagai elemen esensial dalam pelaksanaan operasi.

2) Asusila. (2) Keadaan perang lebih dari 4 hari. yaitu : 1) Desersi dan Tidak Hadir Tanpa Ijin a) Desersi. perbuatan asusila merupakan suatu dosa besar dan karenanya layak . max pidana penjara 8 tahun 6 bulan. Masalah kesusilaan tidak dapat dipisahkan dari nilai budaya dan moralitas yang dianut oleh masyarakat suatu bangsa. terdapat 10 tindak pidana menonjol dilihat dari segi kuantitas maupun kualitasnya. max penjara 2 tahun 8 bulan. adalah kejahatan sehingga penyelesaiannya harus melalui Peradilan Militer. Apabila diukur dari sudut keagamaan secara murni. Tindak Pidana Menonjol. ancaman hukuman: (1) Keadaan damai lebih dari 30 hari. max penjara 1 tahun 4 bulan. Perbuatan tersebut diatur dan diancam pidana menurut Pasal 86 KUHPM. diatur dan diancam pidana menurut Pasal 87 KUHPM “Militer yang karena salahnya dan dengan sengaja melakukan ketidakhadiran tanpa ijin dari kesatuan. ancaman hukuman: (1) Keadaan damai min 1 hari dan tidak lebih dari 30 hari. Berdasarkan rekapitulasi perkara yang dilakukan oleh prajurit. “Militer yang dengan sengaja melakukan ketidakhadiran tanpa ijin dari kesatuan. b) THTI.19 b. (2) Keadaan perang tidak lebih dari 4 hari. max pidana penjara 2 tahun 8 bulan.

c) Melakukan pelanggaran susila yang melibatkan sesama Prajurit/ PNS/ Isteri/Suami/Anak Prajurit/ PNS di lingkungan TNI. h) Mucikari/germo (Pasal 296 KUHP)pidana penjara paling lama 1 tahun 4 bulan. kehidupan rumah tangga tdk harmonis. . *)Khusus diatur dalam Undang-undang No. f) Perbuatan cabul (Pasal 289 dan 290 KUHP). pidana penjara paling lama 9 tahun . antara lain disebabkan oleh kehidupan pribadi pelaku kurang kuat iman/moral.20 dikualifikasikan sebagai tindak pidana. Surat Telegram Kasad No. Tindak pidana yang dilakukan prajurit dan PNS di jajaran TNI AD. pidana penjara paling lama 12 tahun. Adapun kualifikasi tindak pidana asusila yang sering dilakukan adalah : a) Kesusilaan di muka umum (Pasal 281 KUHP) pidana penjara 2 tahun 8 bulan . STK/4/2005 tanggal 27 April 2005 tentang penekanan untuk menindak tegas pelakunya sampai dengan tindakan Pemberhentian Dengan Tidak Hormat pada pelaku perbuatan : a) Melakukan perkawinan tanpa ijin Dansat. dengan pidana penjara paling lama 9 tahun* . bila perbuatan asusila dilakukan terhadap anak dibawah umur (18 thn) ancaman penjara minimal 3 tahun dan maksimal 15 tahun. bahkan seharusnya diancam dengan pidana yang berat seperti yang terjadi pada jaman hukum kanonik. b) Hidup bersama dengan wanita/ pria tanpa dasar perkawinan yang sah dan sesudah ditegur/diperingatkan oleh Atasannya/Pejabat Agama tetapi tetap mempertahankan status hidup bersama tanpa dasar perkawinan yang sah. 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak. mental dan agama. b) Pornografi (Pasal 282 dan 283 KUHP) pidana penjara 9 bulan sampai 1 tahun 6 bulan . d) Melakukan pelanggaran susila dengan jenis kelamin yang sama (Homoseksual/ Lesbian). ancaman hukuman pidana paling lama 5 tahun . g) Homoseksual (Pasal 292 KUHP). pengaruh pergaulan bebas dan pisah dengan keluarga terlalu lama. d) Pemerkosaan (Pasal 285 dan 286 KUHP). e) Persetubuhan dengan anak dibawah umur (Pasal 287 KUHP). c) Perzinahan (Pasal 284 KUHP) pidana penjara paling lama 9 bulan.

10 Miliar.d 355 KUHP. Diatur dan diancam pidana menurut Pasal 351 s. b) Psikotropika (UU RI No 5 Tahun 1997) Psikotropika adalah zat/obat. 35 Tahun 2009). ganja dsb Ancaman hukuman pidana penjara minimal 4 tahun dan masimal 20 tahun atau hukuman penjara seumur hidup/hukuman mati disertai Pidana denda minimal Rp. yang dapat menyebabkan penurunan/perubahan kesadaran.000. atau meninggal dunia.. Ancaman tindak pidana ini yaitu : Pidana penjara 2 tahun 8 bulan jika akibat perkelahian ada yang luka berat atau Pidana penjara 4 tahun jika akibat perkelahian ada yang mati. yaitu pidana penjara 2 tahun 8 bulan hingga maksimal 15 tahun. hilangnya rasa.000 dan maksimal Rp. 6) Penipuan dan Penggelapan Diatur dan diancam pidana menurut Pasal 358 KUHP. 7 Miliar. contoh : opium. baik alamiah maupun sintetis bukan narkotika. luka berat.000. yg berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahan khas pd aktivitas mental dan perilaku. 5) Perkelahian Diatur dan diancam pidana menurut Pasal 358 KUHP. diazepam dsb Ancaman hukuman pidana penjara minimal 1 tahun dan masimal 20 tahun atau hukuman penjara seumur hidup/hukuman mati disertai Pidana denda minimal Rp. 4) Narkotika dan Psikotropika a) Narkotika (Undang-Undang RI No. 100.dan maksimal Rp. mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan. Contoh : ampetamina. Narkotika adalah zat/obat yang berasal dari tanaman/bukan tanaman. 800. 7) Penadahan . yaitu pidana penjara 2 tahun 8 bulan hingga maksimal 15 tahun. berat ringan ditentukan dari niatan pelaku dan keadaan korban yang diklasifikasikan terluka ringan.000. baik sintetis maupun semisintetis.21 3) Penganiayaan. kokain.

22 8) Penyalahgunaan Senjata Api dan Munisi Senjata Api dan Amunisi adalah sebagaimana dimaksud dalam Ordonansi Senjata Api 1937 (Staatsblad 1937 Nomor 170) sebagaimana telah diubah dengan Ordonansi tanggal 30 Mei 1939 (Staatsblad 1939 Nomor 278) serta Undangundang Nomor 8 Tahun 1948 tentang Pendaftaran dan Pemberian izin Pemakaian Senjata Api. amunisi / bahan peledak tanpa hak (pasal 1 ayat 1). membawa. menggunakan senjata api. menerima. menyimpan. 9) Kelalaian mengakibatkan orang lain luka-luka/mati 10) Pencurian BAB VI PENUTUP . Ancaman pidana bagi pelanggaran terhadap ketentuan Undangundang ini adalah di hukum dengan hukuman mati / hukuman penjara seumur hidup / hukuman penjara 20 thn bagi yg membuat. memiliki. menyembunyikan. mengangkut. menguasai. dihukum penjara selama-lamanya 8 tahun / kurungan sebanyak-banyaknya 1 tahun. membawa / memasukkan ke Negara Indonesia. Dalam KUHP Pasal 187 bis 1. Barangsiapa membuat. memperoleh / menyerahkan. menerima. bahan-bahan / perkakas yang diketahuinya / yang patut disangkakan bahwa gunanya / pada suatu kesempatan akan dipergunakan untuk mengadakan letusan yang dapat mendatangkan bahaya maut / bahaya umum bagi barang. berusaha untuk mendapat. mempunyai.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->