KOMANDO CADANGAN STRATEGIS TNI AD/DP HUKUM

HUKUM FUNGSI KOMANDO

BAB I PENDAHULUAN

1.

Umum a. Indikator keberhasilan suatu satuan dalam pelaksanaan tugas tidak hanya ditentukan oleh pencapaian satuan tersebut dalam melaksanakan tugas pokok, tetapi ditentukan juga oleh tingkat kerugian yang mampu dicegah oleh satuan tersebut, baik dari segi materil maupun personilnya. Kesadaran hukum merupakan pengendali sikap dan perilaku seseorang dalam menentukan sejauh mana batasan-batasan yang harus diperhatikan agar tugas pokok dapat terlaksana dengan baik dan tidak menimbulkan tuntutan hukum dikemudian hari. b. Pembinaan kesadaran hukum bagi prajurit TNI AD yang diselenggarakan di satuan merupakan upaya untuk mewujudkan individu-individu yang memiliki sikap dan perilaku yang mencerminkan hukum sebagai landasan berfikir, bersikap dan bertindak, sehingga tugas pokok dapat terselenggara dengan baik. c. Pembinaan kesadaran hukum adalah fungsi Komando, oleh karenanya Komandan Satuan bertanggung jawab atas terselenggaranya pembinaan kesadaran hukum bagi prajurit di satuannya, baik yang meliputi hukum disiplin maupun hukum positif yang telah diundangkan oleh pemerintah. Agar pembinaan kesadaran hukum dapat dilaksanakan secara terus menerus, terarah dan berjalan lancar maka perlu dibuat buku petunjuk dalam pelaksanaannya.

2.

Maksud dan Tujuan. a. Maksud. Materi ini dimaksudkan untuk memberikan gambaran/kejelasan tentang teknik pembinaan kesadaran hukum di satuan. b. Tujuan. Komandan Satuan dapat memahami materi hukum secara minimal yang terkait dengan tugas pokok satuan, sehingga dapat melaksanakan hukum sebagai fungsi Komando.

2

3. Ruang Lingkup dan Tata Urut. Ruang lingkup Materi Pembinaan Hukum Fungsi Komando ini meliputi pokok-pokok Pembinaan hukum dan pelaksanaannya disusun dgn tata urut sebagai berikut : a. b. c. d. e. Pedahuluan. Pokok-pokok Pembinaan Hukum Fungsi Komando. Pelaksanaan Pembinaan Hukum Fungsi Komando. Evaluasi. Penutup.

4.

Pengertian-Pengertian. a. Disiplin merupakan jiwa tentara, selama ia kuat ia merupakan tiang penegak negara (ini menurut Friederik Agung -1752 M- bahasa aslinya Cette discipline faite Fame des armees, tant qu' elle est en viguer, elle soutient les empires) b. Disiplin adalah jiwa tentara (Von Moltke, bahasa aslinya Disziplin ist die ganze Seele der Armee) c. Disiplin adalah moral prajurit, disiplin adalah pengerahan seluruh raga dan jiwa prajurit kepada tugasnya ( Dr. F.H. Comtesse ) d. Disiplin adalah membina suatu suasana serta perasaan di dalam suatu kesatuan, yang dapat memperkuat/mempercepat pembentukan group identity and cohesion dan dapat mendorong prajurit untuk menahan atau mengatasi kepanikan ( the shock of battle ) ( Marshall) e. Disiplin merupakan syarat mutlak dalam tata kehidupan TNI agar terwujud prajurit yang profesional, efektif, efisien dan modern. f. Disiplin Prajurit adalah ketaatan dan kepatuhan yang sungguh-sungguh setiap prajurit yang didukung oleh kesadaran yang bersendikan Sapta Marga dan Sumpah Prajurit untuk menunaikan tugas dan kewajiban serta bersikap dan berperilaku sesuai dengan aturan-aturan atau tata kehidupan prajurit TNI. g. Pelanggaran hukum disiplin murni adalah setiap perbuatan yang bukan tindak pidana, tetapi bertentangan dengan perintah kedinasan atau peraturan kedinasan atau perbuatan yang tidak sesuai dengan tata kehidupan prajurit. h. Pelanggaran hukum disiplin tidak murni adalah setiap perbuatan yang merupakan tindak pidana yang sedemikian ringan sifatnya sehingga dapat diselesaikan secara hukum disiplin prajurit.

Sasaran Kuantitatif : 1) 2) 3) 4) Komandan Satuan.POKOK HUKUM FUNGSI KOMANDO 5.3 BAB II POKOK . Pelaksanaan Pembinaan Hukum merupakan tanggung jawab/ fungsi komando mengacu kepada beberapa hal pokok yang harus dipahami demi tercapainya hasil pembinaan yang maksimal. tujuan. . b Sasaran Kualitatif : 1) Meningkatnya pemahaman serta kesadaran para Komandan Satuan yang memiliki tanggung jawab hukum. 9. Tujuan. Sasaran Hukum Fungsi Komando. Peran. 7. Keluarga besar TNI AD. 6. Upaya menginternalisasikan nilai-nilai hukum. azas. kegunaan dan tanggung jawab komando terhadap pembinaan hukum. Hakekat. 8. yakni tentang hakekat. Prajurit TNI AD sebagai perorangan. secara terus-menerus dan berlanjut untuk memelihara dan meningkatkan kesadaran hukum setiap prajurit TNI AD. peran. a. Pembinaan Kesadaran Hukum merupakan bagian integral dari TNI AD yang berperan menyelenggarakan pembinaan. pemeliharaan dan meningkatkan kesadaran hukum Prajurit dan PNS TNI AD. Terbentuknya kualitas kesadaran hukum prajurit yang sesuai dengan nilai-nilai Sapta Marga yang pada akhirnya dapat dijadikan panutan dan pendorong bagi pembentukan watak dan kepribadian bangsa sebagai negara hukum. Umum. sasaran. tanggung jawab moral serta tanggung jawab Komando dalam membina satuannya. Lingkungan sosial tempat Prajurit dan Satuan berada.

3) Ikut memfasilitasi dan memberi asistensi terhadap penyelesaian perkara yang melibatkan personel di satuannya. b. Tugas Pokok. b. Dansat menyelengarakan Pembinaan disiplin. Penegakkan disiplin dan Penegakkan hukum. memelihara dan meningkatkan kesadaran hukum prajurit dan PNS TNI AD melalui Pembinaan Hukum dan Penegakkan Disiplin. Sifat. 3) Berkurangnya tingkat pelanggaran disiplin dan pelanggaran hukum yang dilakukan prajurit baik di satuan maupun di tempat penugasan. Komandan satuan melaksanakan pembinaan untuk memelihara dan meningkatkan kesadaran hukum prajurit serta PNS TNI AD. 2) Ikut serta secara aktif memberi bimbingan dan penyuluhan tentang disiplin dan kesadaran hukum. materil dan pangkalan. Dansat selaku Ankum berkewajiban untuk menjatuhkan tindakan disiplin. 12. sasaran dan tujuan pembinaan dihadapkan dengan perkembangan hukum positif dan lingkungan strategis yang mempengaruhi. 1) Fleksibel. Membina. 4) Terbinanya kesadaran prajurit sebagai warga NKRI yang memiliki kedudukan yang sama dalam hukum dan pemerintahan. Berdasarkan kewenangannya Ankum menyerahkan anggotanya yang melakukan tindak pidana kepada POM untuk disidik dan diselesaikan perkaranya melalui Peradilan Militer. yang memiliki kewajiban dan fungsi khusus berdasarkan Undang-undang. Di dalam melaksanakan tugasnya. Fungsi. 10. schorsing dan hukuman disiplin serta menerapkan sanksi administratif bagi anggotanya yang melakukan pelanggaran disiplin. c. Tugas Bantuan. Penegak hukum. Memelihara dan meningkatkan disiplin satuan dalam bidang personel. Tugas. Sifat dan Lingkup. 11. dengan tugas sebagai berikut: a.4 2) Meningkatnya pemahaman serta kesadaran hukum prajurit yang tercermin dalam sikap. a. Adanya kesesuaian antara materi dan obyek. Penegak disiplin. 5) Terbinanya kesadaran prajurit sebagai alat Pertahanan Negara Matra Darat. 1) Mengarahkan Tim / Satgas Hukum untuk mendukung kegiatan operasi. a. Pembina disiplin. guna mendukung penggunaan kekuatan TNI AD. tingkah laku dan cara berfikir yang berdasarkan norma-norma dan kaidah hukum yang berlaku. .

Penyelenggaraan Pembinaan hukum dan disiplin berpedoman kepada prinsifprinsif sebagai berikut : a. Azas. Penegak disiplin dan Penegak hukum. d. d. Prinsip. asih karsa berlandaskan estiteka. Kepentingan Militer. Adapun penggulawentahan mempunyai dua lingkup yaitu. lingkup Hukum Fungsi Komando adalah Dansat selaku Pembina disiplin. terarah dan terpadu. b. dan asuh karsa berlandaskan etika. menyeluruh. serta yang kedua. Menurut Friedrich Carl von Savigny bahwa. ekstern-sosial melalui edukasi ataupun imitasi. BAB III KOMANDAN SEBAGAI PEMBINA DISIPLIN 17. Koordinasi. serta bertahap dan berlanjut: b. intern-mental dengan pendayaan : asah cipta berlandaskan logika. . Pembinaan hukum dan disiplin dilaksanakan secara terencana. b. Kepastian Hukum Keadilan Manfaat Keseimbangan Kepemimpinan Kekeluargaan 14. c. pertama. Manusia hidup telah membawa kodrat (nature) serta dalam perkembangannya ia akan mengalami penggulawentahan (nurture). e f. c. Tanggung jawab Komando. Menyelenggarakan Hukum Fungsi Komando. e. Dalam rangka mewujudkan kesadaran hukum dan meningkatkan disiplin tersebut. mulai dari tingkat perencanaan. 13. Pelayanan Daerah (Areal service). Preventif dan kuratif aktif.5 2) Komprehensip dan integral. yang dipandang dari sudut tertentu. Umum. hukum merupakan kehidupan manusia sendiri. pelaksanaan kegiatan maupun pengawasan perlu mempedomani azas-azas sbg berikut : a. Lingkup.

Pembinaan disiplin prajurit dapat saja dibentuk dari berbagai sudut. . tidak sedikit orang mengasosiasikan bahwa disiplin prajurit adalah pasal-pasal undang-undang hukum disiplin prajurit TNI. faktor-faktor pembentukan pembinaan disiplin. Membangun Motivasi. 5) Membentuk tradisi kejuangan. Motivasi dapat diciptakan ataupun diarahkan dalam diri seseorang apalagi ditambah dengan kekuatan kepemimpinan. Pimpinan yang arif bijaksana dapat mengubah atau menyeimbangkan motivasi. atau kata lain. a. yang akhirnya diperas menjadi jati diri TNI yang dirumuskan dalam Sapta Marga. hubungan hukum dan kehidupan sosial.. 18. disiplin adalah penting. dikemudian hari direfleksikan dan disarikan dalam nilai-nilai perjuangan TNI. Motivasi yang digelorakan Pangsar Soedirman. sehingga prajurit benar-benar menyadari cita-cita peijuangan dan benarbenar tahu maksud dan tujuan perjuangan sehingga yakin akan kebenaran perjuangannya yang sedang dilaksanakan. Bila diresumekan nilai-nilai Sapta Marga dapat dikategorikan ke dalam diri prajurit agar menjadi pejuang prajurit dan prajurit pejuang. semangat keprajuritan dan semangat keperwiraan. Sebagai ilustrasi dimana pada saat Pangsar Soedirman yang menggelorakan semboyan "satu-satunya hak milik nasional Republik yang masih tetap utuh tidak berubah-ubah meskipun harus menghadapi segala macam soal dan perubahan adalah hanya tentara" maka pada saat itu setiap pejuang bergelora membela tanah air meskipun nyawa taruhannya. Di kalangan militer. dan mereka tidak pada gentar menghadapi pasukan Belanda yang bersenjata bedil hanya dihadapi bambu runcing. Memupuk semangat patriot. bahwa lazimnya kata disiplin itu ditangkap dalam ingatan sebagai suatu yang menunjukkan ide hukuman. Motivasi seseorang dapat membentuk manusia untuk berdisiplin. Meresapkan jiwa kemanunggalan TNI dan rakyat. yang berisikan : disiplin tinggi.6 Dalam kehidupan perseorangan maupun dalam kehidupan bermasyarakat. Menanamkan jiwa dan semangat ksatria. dengan tujuan antara lain : 1) 2) 3) 4) Mempersatukan jiwa pejuang prajurit Sapta Marga. dan akhirnya untuk prajurit TNI adalah pelanggaran hukum disiplin. dimana dapat mendorong dan menggerakkan orang untuk melakukan sesuatu. Peran Komandan dalam Pembinaan Disiplin. yang tentunya satu sama lainnya saling mendukung dan menunjang. namun dalam bab ini hanya melihat dari sudut pandang pembinaan disiplin oleh Komandan Satuan guna menciptakan disiplin seluruh anggotanya. Oleh karena itu perlu dikemukakan tentang disiplin.

6) Memperhatikan (look after) anak buah. Melihat secara menyeluruh. Gerakan-gerakan pada saat latihan akan menempa orang untuk mematuhi atau mentaati ketentuan-ketentuan atau peraturan-peraturan. hal ini berarti berkaitan dengan kepribadian sang pemimpin yang teraktualisasi pada penampilannya di dalam kenyataan. Intuitif. hendaknya minimal dari sudut pembinaan mental psikologi dapat mengaplikasikan asas pemantapan kepemimpinan {seven simple principles). Pendidikan dan Latihan. karena dengan pendidikan dan Iatihan akan diperoleh kemahiran dan keterampilan. 2) Pemantapan performence dengan cara mengembangkan kebiasaan memberi perintah ( command ) dengan baik. Soal kepemimpinan tidak hanya menyangkut masalah intelektual belaka tetapi yang paling utama adalah berkenaan dengan moral. Bervisi jauh ke depan. Dengan ketersediannya sumber daya manusia melalui pendidikan dan Iatihan akan membawa manusia berdisiplin. 7) Mengembangkan dan menyatakan pengertian. dimana manager diharapkan memiliki : 1) 2) 3) 4) 5) 6) Memiliki energi mental positif.7 b. Apa yang diperoleh dari lembaga pendidikan formal harus dipelihara di satuan dimana prajurit berdinas. dan sebagainya. Pendidikan dan latihan bukan saja tanggung jawab lembaga pendidikan formal. Dalam masyarakat tertentu kedudukan seorang pimpinan dengan segala "seni" yang dimilikinya dapat membawa pengaruh terciptanya disiplin bagi anggota dan bawahannya. . karyanya serta tingkah lakunya sehari-hari. kerja sama yang erat. Kemahiran dan keterampilan yang dimiliki prajurit akan membuat dirinya menjadi yakin atas kemampuan dirinya dan percaya akan kekuatan dirinya. mengikuti cara-cara atau teknik. mendidik orang untuk membiasakan hidup dalam kelompok. Gemar coba-coba yang baru. c. 5) Mengenal dan menghargai pekerjaan yang baik. yaitu : 1) Penggunaan psikologi kelompok secara efektif. Kepemimpinan. moril dan wibawa. menumbuhkan rasa setia kawan. 3) Menggunakan akal sehat ( common sence ) dalam disiplin. 4) Upayakan mengembangkan rasa tanggung jawab. Dapat saja seorang pimpinan belajar dari sebuah teori menejemen manager di akhir-akhir ini. namun tanggung jawab satuan pengguna termasuk didalamnya juga para Perwira/ Kepala/Komandan yang mengawakinya. Obyektif. dengan harapan satuan dengan mengadakan pengulangan yang terus menerus dapat menyegarkan dan mengembangkan teknik yang pernah didapat. Pemimpin yang baik.

spiritual maupun adversity. contohnya mendapatkan pengakuan dan rasa saling pengertian. bahwa kebutuhan dasar manusia memegang kendali yang besar atas perilaku. Manusia tak dapat dilepaskan dari kebutuhan dasar. kedewasaan ini dapat saja dewasa dari sudut umur. 2) Kebutuhan Safety. dengan memahami dan memenuhi kebutuhan anggota maka prestasi kerja akan meningkat. 3) Kebutuhan Love. 1) Reward. menunjukan bahwa penghargaan merupakan faktor penting dalam upaya peningkatan kinerja seseorang disamping faktor yang lain. mengenai teori Abraham Maslow. . e. maka kesejahteraan adalah salah satu faktor bagi pembentukan disiplin. semangat atau dorongan terhadap anggota satuan sangat diperlukan mengingat bahwa manusia termotivasi oleh kebutuhannya. yaitu berupa afeksi. Sebagaimana telah disinggung di atas. tetapi kelompok. yaitu rasa aman. anggota merasa puas karena prestasinya diakui sehingga pada gilirannya akan meningkatkan disiplin dan etos kerja. Beberapa pakar tentang motivasi memasukkan Penghargaan ini dalam teorinya. contohnya : makan dan minum. 4) Kebutuhan Esteem. percaya diri semakin kuat. bila hal ini disepakati oleh kita. Kesejahteraan tentu saja meliputi kesejahteraan lahir bathin dalam arti dapat terpenuhi yang minimal. rasa kebanggaan akan timbul. yaitu harga diri. makanya tak heran bila seseorang ada kebanggaan telah berfoto dengan pejabat tertentu terus dipampangkan di ruang tamu. begitupun yang berkait prospek kariernya. Penerapan Reward and Punishment. baik bersifat materiil maupun spirituil untuk prajurit maupun keluarganya. yaitu prestasi. yaitu penghargaan yang diberikan kepada anggota untuk memotivasi agar seseorang akan bekerja dengan baik. intelektual. contohnya : punya rumah. emosional. Kesejahteraan. baik dalam bekerja maupun kehidupan pribadi. sebagaimana teori Abraham Maslow. penghargaan yang diperoleh seseorang anggota berdasarkan prestasi kerjanya bukan saja berpengaruh pada individu prajurit yang menerimanya. bahwa manusia membutuhkan akan beberapa kebutuhan yang terus meningkat menurut perkembangan kedewasaan diri seseorang. keluarga dan lingkungan juga akan berpengaruh. Teori kebutuhan menurut Abraham Maslow yang dimaksud adalah : 1) Kebutuhan psysiological.8 d. contohnya penghargaan ataupun status simbol. agar setiap yang melihat tahu bahwa dirinya telah dapat disederajatkan de ngan orang yang terhormat. 5) Kebutuhan Self Actualization.

Harus diamati dan dikontrol dengan baik untuk menjamin penampilan kerja. Dari beberapa sikap manusia dalam teori X Mc Gregor menunjukan adanya kecenderungan manusia untuk tidak disiplin. . g. Penerapan hukuman bagi prajurit yang melanggar tidak saja untuk membuat jera tetapi lebih dari pada itu harus dapat memotivasi pelanggar agar dapat merubah perilaku buruk menjadi baik. Penundaan berarti akan memberikan peluang terjadinya pelanggaran. Pasif dan maunya diperintah dan bukannya menerima tanggung jawab.9 2) Pusishment. h. Motivasi sangat diperlukan mengingat masih banyak prajurit yang mau menjalankan aturan bila diawasi dan dikontrol dengan ketat hal tersebut terjadi karena adanya sikap manusia yang ingin bebas dan tidak mau diatur. d. Hanya dapat dimotivasi dengan insentif yang berkaitan dengan kebutuhan fisiologi atau rasa aman. Dengan adanya kondisi seperti ini maka pemimpin harus dapat memotivasi antara lain dengan basis ancaman. e. Setiap pelanggaran harus segera diambil tindakan dan tidak boleh ditunda-tunda. Tidak tertarik mencapai tujuan kerja. c. Harus dipaksa atau diancam dengan hukum agar berkerja mencapai tujuan organisasi. kontrol dan hukuman. i. Tidak jujur. Mempunyai kapasitas terbatas untuk pemecahan masalah secara kreatif. f. tidak menyukai dan menghindari kerja. b. Malas. Tidak suka mengambil tanggung jawab. Menurut teori X dari Mc Gregor bahwa manusia rata-rata mempunyai sikap sebagai berikut : a.

b. Hukuman Disiplin dan penerapan Sanksi Administratif. yang dapat digunakan Komandan sebagai alat untuk menegakan disiplin yang telah dilanggar oleh anggotanya. Peranan Komandan dalam Penegakan Disiplin. c. melalui penjatuhan Schorsing. Oleh karena itu disiplin prajurit menjadi syarat mutlak dalam kehidupan prajurit TNI dan diwujudkan dalam penyerahan seluruh jiwa raga dalam menjalankan tugasnya berdasarkan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa serta kesadaran pengabdian bagi nusa dan bangsa. Piranti Lunak Penegakan Disiplin. dan bergembira berdasarkan ketaatan serta rasa tanggung jawab kepada pimpinan dan kewajiban. PDTH. 20. . Disiplin ini diwujudkan dengan mematuhi semua peraturan dan norma yang berlaku bagi prajurit dan melaksanakan semua perintah kedinasan atau yang bersangkutan dengan kedinasan dengan tertib dan sempurna. 21. Komandan selaku Ankum berwenang untuk menjatuhkan tindakan disiplin maupun hukuman disiplin bagi prajurit yang melakukan pelanggaran disiplin untuk menjamin bahwa setiap bawahannya bersikap dan berperilaku sesuai dengan disiplin militer yang berlaku. DKP. Dalam upaya penegakkan disiplin di dalam tata kehidupan Tentara Nasional Indonesia telah diterbitkan piranti lunak yang berupa Undang-undang maupun peraturan internal lainnya. sesuai ketentuan dan mekanisme yang berlaku. Komandan berkewajiban untuk memberikan kepastian hukum bagi prajurit yang melakukan pelanggaran disiplin. Hal tersebut tercermin dalam sikap mental setiap prajurit yang bermuara pada terjaminnya kesatuan pola pikir. Komandan berkewajiban melakukan pengusutan terhadap setiap pelanggaran dan mendukung tindakan pengusutan yang dilakukan Komando Atas terhadap prajurit yang melakukan pelanggaran disiplin sebelum lembaga lain melakukan pengusutan terhadap pelanggaran tersebut. kesungguhan. pola sikap dan pola tindak sebagai perwujudan nilai -nilai Sapta Marga dan Sumpah Prajurit. Setiap prajurit dalam menunaikan tugas dan kewajibannya wajib bersikap dan berperilaku disiplin. keikhlasan hati.10 BAB IV KOMANDAN SEBAGAI PENEGAK DISIPLIN 19. Umum. a. Disiplin prajurit pada hakekatnya merupakan suatu ketaatan yang dilandasi oleh kesadaran lahir dan bathin atas pengabdiannya pada nusa dan bangsa serta merupakan perwujudan pengendalian diri untuk tidak melanggar perintah kedinasan dan tata kehidupan prajurit.

2) Pelanggaran hukum disiplin tidak murni adalah setiap perbuatan yang merupakan tindak pidana yang sedemikian ringan sifatnya sehingga dapat diselesaikan secara hukum disiplin prajurit. 3) Dalam suatu kesatuan yang disiagakan. Jenis hukuman disiplin prajurit terdiri dari : 1) 2) 3) Teguran. . antara lain : terlambat apel. yaitu pelaksanaan tugas pokok satuan TNI baik yang strategis maupun taktis. hal-hal khusus tersebut adalah : 1) Negara dalam keadaan bahaya. Meskipun dalam hal-hal khusus. tetapi bertentangan dengan perintah kedinasan atau peraturan kedinasan atau perbuatan yang tidak sesuai dengan tata kehidupan prajurit. Penahanan berat paling lama 21 (dua puluh satu) hari. b. pelayanan. 1) Pelanggaran hukum disiplin murni adalah setiap perbuatan yang bukan tindak pidana. yaitu keadaan negara sebagaimana dimaksud dalam Undang Undang Keadaan Bahaya yang berlaku. Tindakan disiplin ini dapat berupa tindakan fisik dan/atau teguran lisan untuk menumbuhkan kesadaran dan mencegah terulangnya pelanggran hukum disiplin prajurit. Tindakan disiplin pada prinsipnya merupakan tindakan yang bersifat mendidik. Penentuan penyelesaian secara hukum disiplin tidak murni merupakan kewenangan Perwira Penyerah Perkara setelah menerima saran pendapat hukum dari Oditurat. Jenis Hukuman Disiplin. Jenis Pelanggaran Hukum Disiplin Prajurit.11 Agar seorang Komandan mampu menerapkan peraturan dengan baik. Penahanan ringan paling lama 14 (empat belas) hari. Pelanggaran hukum disiplin prajurit meliputi pelanggaran hukum disiplin murni dan pelanggaran hukum disiplin tidak murni. c. antara lain push up atau lari keliling lapangan. Setiap atasan berwenang mengambil tindakan disiplin terhadap setiap bawahan yang melakukan pelanggaran hukum disiplin prajurit dan yang melakukan pelanggaran hukum disiplin prajurit dan segera melaporkan kepada Ankum yang bersangkutan. meliputi teguran sebagai celaan dan/atau tindakan fisik yang tidak membahayakan kesehatan. Sedangkan pelanggaran hukum disiplin yang dapat diselesaikan dengan tindakan disiplin. hukuman di atas dapat diperberat dengan tambahan waktu penahanan paling lama 7 (tujuh) hari. latihan dan administratif. 2) Dalam kegiatan operasi militer. Tindakan fisik. maka harus dipahami ketentuan-ketentuan sebagai berikut : a. Wewenang Atasan. rambut gondrong atau pakaian kotor. namun perlu diingat bahwa tindakan disiplin ini tidak menghapuskan kewenangan Ankum untuk menjatuhkan hukuman disiplin.

Sanksi Administratif. Kewenangan penjatuhan Sanksi Administrasi berada pada Komandan Satuan. yaitu Ankum yang mempunyai wewenang untuk menjatuhkan semua jenis hukuman disiplin kepada setiap prajurit yang berada di bawah wewenang komandonya. dimana dalam waktu 30 hari setelah hukuman disiplin dijatuhkan atau setelah putusan hukuman pidana yang telah berkekuatan hukum tetap diterima. 2) Ankum berwenang terbatas. Atasan Yang Berhak Menghukum. Berdasarkan Perkasad 1/II/2009 Tanggal 5 Pebruari 2009 Sanksi administratif adalah sanksi/hukuman yang menyertai proses penyelesaian perkara maupun penjatuhan hukuman disiplin/pidana yang berakibat pada penundaan dalam bidang pendidikan. penempatan jabatan atau kenaikan pangkat dalam rangka pengendalian karier seorang prajurit. yaitu Ankum yang mempunyai wewenang untuk menjatuhkan hukuman disiplin teguran dan penahanan ringan kepada setiap bintara dan tamtama yang berada di bawah wewenang komandonya.12 4) Seorang prajurit yang telah dijatuhi hukuman disiplin lebih dari 2 (dua) kali dalam tenggang waktu 6 ( enam ) bulan. d. secara berjenjang adalah sebagai berikut: 1) Ankum berwenang penuh. yaitu sebagai berikut : 1) Sanksi terhadap pendidikan adalah sanksi/hukuman administratif yang menyertai proses penyelesaian perkara maupun penjatuhan hukuman disiplin yang berakibat pada penundaan jenis pendidikan dikbangum/ Susfung/Susjab/Diktuk dan pendidikan lain yang disetarakan. yaitu Ankum yang mempunyai wewenang untuk menjatuhkan semua jenis hukuman disiplin kepada setiap prajurit yang berada di bawah wewenang komandonya. e. Ankum harus mengeluarkan keputusan sanksi administrasi. 3) Ankum berwenang sangat terbatas. kecuali penahanan berat terhadap perwira. Sanksi administratif terdiri dari beberapa jenis sanksi. Ankum di lingkungan Tentara Nasional Indonesia. Penerapan Sanksi administratif kepada Prajurit TNI untuk mendidik dan meningkatkan disiplin keprajuritan sehingga prajrurit yang lain tidak melakukan pelanggaran serta untuk menimbulkan efek jera bagi prajruri dan adanya kepastian terhadap karier yang bersangkutan setelah menjalani hukuman. 2) Sanksi terhadap jabatan adalah sanksi/hukuman administratif yang menyertai proses penyelesaian perkara maupun penjatuhan hukuman disiplin/pidana yang berakibat pada penundaan penempatan jabatan. .

Pemberhentian Dengan Tidak Hormat (PDTH). f. yang bersangkutan telah dengan sengaja memberikan keterangan palsu. . 6) Meninggal dunia dalam melakukan tindak kejahatan atau sebagai akibat dari tindak kejahatan yang dilakukannya. proses penyelesaiannnya berdasarkan atas Buku Petunjuk Teknik Pemberhentian dengan tidak hormat yang berlaku. 3) Diketahui kemudian bahwa untuk dapat diterima menjadi Prajurit TNI AD. 9) Pelanggaran susila yang melibatkan sesama prajurit. 4) Mempunyai tabiat yang nyata-nyata merugikan atau dapat merugikan disiplin keprajuritan. 5) Bunuh diri dengan maksud menghindari penyidikan. istri/suami/anak prajurit atau melibatkan PNS. Hal-hal yang dapat menjadi alasan PDTH: 1) Menganut ideologi. tuntutan hukum atau menghindari menghindari tugas yang dibebankan kepadanya. pandangan atau ajaran yang bertentangan dengan pancasila. 2) Melakukan tindakan yang membahayakan keamanan dan keselamatan negara dan bangsa. istri/suami/anak PNS di lingkungan TNI. 7) Hidup bersama dengan wanita/pria tanpa dasar perkawinan yang sah dan sesuah ditegur atau diperingatkan oleh atasannya atau pejabat agama tetapi tetap mempertahankan status hidup bersama tanpa dasar perkawinan yang sah. Berdasarkan Perkasad 84/XII/2008 TGL 12 DES 2008 Pemberhentian dengan tidak hormat atau PDTH adalah pengakhiran dinas keprajuritan oleh pejabat yang berwenang terhadap seorang prajurit karena sebab-sebab tertentu yang membawa akibat kepada yang bersangkutan tidak diberikan rawatan purna dinas. 8) Melakukan pelanggaran susila dengan jenis kelamin yang sama (homo seksual/lesbian).13 3) Sanksi terhadap kepangkatan adalah sanksi/hukuman administratif yang menyertai proses penyelesaian perkara maupun penjatuhan hukuman disiplin/pidana yang berakibat pada penundaan kenaikan pangkat. tidak benar atau tidak lengkap. 4) Sanksi administratif berupa pemberhentian dengan tidak hormat.

13) Sebagai pelaksana putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap terhadap prajurit yang dijatuhi pidana tambahan diberhentikan dengan tidak hormat dari dinas keprajuritan. 14) Putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap terhadap prajurit yang dijatuhi pidana penjara lenih dari 3 bulan tanpa pidana tambahan pemberhentian dengan tidak hormat dari dinas keprajuritan dan menurut pertimbangan pejabat yang berwenang yang bersangkutan tidak patut lagi dipertahankan dalam dinas keprajuritan.d Letkol oleh Panglima TNI. Bagi prajurit yang telah dikeluarkan putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap dengan pidana diberhentikan dengan tidak hormat dari dinas keprajuritan. 1) 2) 3) Pejabat yang berwenang menerbitkan keputusan PDTH definitif: Kolonel dan Pati oleh Presiden. 12) Prajurit yang sudah dijatuhi hukuman disiplin minimal 4 kali dalam pangkat yang sama dan/atau nyata-nyata tidak memperdulikan segala hukuman disiplin yang dijatuhkan.14 10) Melakukan tindak pidana yang diancam dengan pidana penjara 12 (dua belas) tahun atau lebih atau pidana mati. Letda s. Schorsing Berdasarkan Perkasad 96/XII/2008 Tanggal 19 Desember 2008 Pemberhentian Sementara dari Jabatan (Schorsing) merupakan salah satu sanksi administratif yang dijatuhkan kepada prajurit TNI AD karena alasan-alasan tertentu dengan tujuan agar . dengan kewenangan sebagai berikut: 1) 2) 3) Kolonel dan Pati oleh Panglima TNI. dapat dikeluarkan Keputusan PDTH sementara. g. Penerbitan keputusan PDTH definitif dapat didahului dengan penerbitan keputusan PDTH sementara. Bintara dan Tamtama oleh Kasad. Letda s. sehingga dipandang lagi dipertahankan sebagai prajurit.d Letkol oleh Kasad. 11) Melakukan ketidak hadiran tanpa ijin di kesatuannya (desersi) lebih dari 3 bulan dan tidak diketemukan lagi. Bintara dan Tamtama oleh PDW atas nama Kasad.

4) Pang Kotama/Balakpus berwenang menjatuhkan Schorsing terhadap Kapten kebawah.15 penegakan hukum. disiplin dan tata tertib dilingkungan TNI AD sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. h. Kasad berwenang menjatuhkan Schorsing terhadap Mayor s. Prajurit TNI AD diberhentikan sementara dari jabatan dengan beberapa alasan sebagai berikut: 1) Dipandang perlu untuk kepentingan kedinasan dan atau disiplin karena diduga melakukan perbuatan yang merugikan atau dapat merugikan TNI. Prosedur penjatuhan Schorsing dilakukan secara berjenjang sesuai dengan hirarki kepangkatan prajurit yang akan dijatuhi schorsing dan pejabat yang berwenang sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan. 2) 3) Panglima TNI berwenang menjatuhkan Schorsing terhadap Perwira Tinggi. 4) Tidak hadir berturut-turut dikesatuan tanpa izin yang sah lebih dari 30 (tiga puluh) hari.d Kolonel. 5) Dandenma Mabesad berwenang menjatuhkan Schorsing terhadap Kapten kebawah dilingkungan Mabesad. Dan/Ka Satminkal mengajukan usul Schorsing kepada Komando atas dengan disertai lampiran perssyaratan administrasi. 2) Berada dalam penahanan yustisial. Dewan Kehormatan Perwira (DKP) Berdasarkan Perkasad 455/XI/2006 Tanggal 20 Nopember 2006. 3) Sedang menjalani hukuman penjara atau hukuman kurungan serendahrendahnya 1 (satu) bulan berdasarkan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap. Dewan kehormatan perwira (DKP) merupakan suatu wadah yang dibentuk oleh pejabat yang berwenang untuk memeriksa dan memberikan pertimbangan kepada Panglima Tentara Nasional Indonesia atau Kas Angkatan dalam rangka untuk memutuskan pemberhentian dengan tidak hormat (PDTH) seorang Perwira dari dinas keprajuritan Tentara Nasional Indonesia karena melakukan pelanggaran tertentu. . Kewenangan menjatuhkan Schorsing dapat dijatuhkan oleh: 1) Presiden berwenang menjatuhkan Schorsing terhadap Kepala Staf Angkatan.

4) 5) 6) 7) 8) 9) lagi. Keterangan-keterangan lainnya . Putusan Pengadilan. Mekanisme/Prosedur Prosedur pembentukan DKP dapat dilakukan dengan pengajuan Oleh Satminkal kepada Dan/Pang Kotama/Ka/Gub/Dir Balakpus Mabesad.16 - Wewenang DKP Memberikan saran pendapat sebagai pertimbangan bagi Panglima TNI dan Kasad mengenai pantas atau tidaknya seseorang menjadi seorang perwira dengan kemungkinan untuk di PDTH Alasan DKP : 1) Menganut ideologi. Lakukan tindak pidana yg diancam pidana min 12 tahun / mati. Surat-surat keputusan penjatuhan hukuman disiplin. pandangan atau ajaran yang bertentangan dengan Pancasila. Kumpul kebo dan sudah ditegur/diperingatkan namun tidak ditaati. 2) Melakukan tindakan yang membahayakan keamanan. Melakukan Desersi lebih lama dari 3 bulan dan atau tidak ditemukan 10) Mempunyai tabiat yg nyata-nyata rugikan / dapat rugikan disiplin keprajuritan / TNI AD. Pelanggaran susila Keluarga Besar TNI. Diterima menjadi prajurit dengan memberikan keterangan palsu. Dan Denma Mabesad dengan disertai bukti-bukti 1) 2) 3) 4) Tentang segala sesuatu mengenai tabiat dari perwira yang dilaporkan. dan menurut pertimbangan pejabat yg berwenang ia tidak dapat lagi dipertahanankan dalam dinas keprajuritan. keselamatan bangsa dan negara. 3) Dikenakan hukuman pidana lebih dari 3 bulan. Melakukan pelanggaran susila homoseksual.

Dan Denma Mabesad tentang Dewan Kehormatan Perwira. Direktorat Hukum/Balak Hukum Kotama berperan dalam memberikan Satran dan Pendapat Hukum kepada Dan/Pang Kotama/ Ka/Gub/Dir Balakpus Mabesad. oleh karena itu Hobbes mensyaratkan dua hal. Adanya hukum khusus bagi prajurit dikarenakan ada beberapa perbuatan yang hanya dapat dilakukan oleh tentara saja bersifat asli militer dan tidak berlaku bagi umum. dan kedua berkaitan dengan prasyarat struktural atau institusional eksistensi hukum. sebelum menyerahkannya kepada penyidik POM. BAB V KOMANDAN SEBAGAI PENEGAK HUKUM 22. lambat laun akan berpengaruh dan dirasakan sebagai hal biasa sehingga menjadi kebiasaan hidupnya. Umum. karena setiap prajurit adalah juga masyarakat biasa. Peranan Komandan dalam Penegakan Hukum. agar segala tugas dan kewajiban dapat terlaksana. Mengambil tindakan hukum sesuai dengan kewenangannya atas dugaan tindak pidana yang dilakukan oleh bawahannya berdasarkan bukti bukti yang ada. Dalam kehidupan prajurit bahwa hukum disiplin prajurit adalah serangkaian peraturan yang berisikan norma-norma untuk mengatur. ancaman hukuman dari hukum pidana umum dianggap terlalu ringan. pertama adalah berfungsinya hukum berintikan pada penegakkan ketertiban. selain itu jika dilihat dari ancaman hukumannya beberapa perbuatan yang bersifat berat apabila dilakukan seorang prajurit tentara di dalam keadaan tertentu. prajurit bukan merupakan kelas tersendiri. Menyerahkan prajurit yang melakukan tindak pidana kepada penyidik POM untuk diproses penyelesaiannya melalui Pengadilan Militer. b. Dalam rumusan Sumpah Prajurit bahwasanya prajurit akan taat kepada peraturan perundang-undangan yang berlaku. Menurut Thomas Hobbes bahwa suatu masyarakat tidak mungkin hidup tanpa adanya suatu unsur yang berdaulat. Sebagai warga negara Indonesia. 23. menegakkan dan memelihara disiplin atau tata kehidupan prajurit. . a. Penegakkan disiplin melalui law enforcement yang berkelanjutan disertai pengawasan akan menciptakan ketertiban. agar tidak terjadi antar manusia saling menghancurkan. berarti setiap prajurit tidak saja tunduk pada aturan hukum disiplin keprajuritan saja.17 Permohonan tersebut disertai dengan tembusan ke Direktorat Hukum/Kakum Kotama bagi Pang/Dan/Ka Balak Kotama. melainkan juga undang undang yang lain yang berlaku di negara Indonesia.

g. maka komandan dapat diminta pertanggung jawaban atas kejahatan yang dilakukan oleh prajurit bawahannya tersebut. Melalui ketentuan pelibatan. mengharuskan komandan untuk menentukan cara bertindak dengan memperhatikan pembatasan-pembatasan serta larangan-larangan sesuai ketentuan hukum yang berlaku. f. Komandan mengeluarkan perintah dalam situasi yang sulit dan waktu yang sempit berdasarkan informasi yang diperoleh ketika itu. Komandan harus memastikan bahwa bawahannya bila melakukan tindakan kekerasan berlangsung secara proporsional. Lampiran hukum ini harus ada dalam setiap Perencanaan Operasi maupun Perintah Operasi. Ketentuan pelibatan berguna bagi komandan untuk mengatur penggunaan kekerasan senjata dalam konteks kebijakan militer dan politik. penentuan cara bertindak dan penggunaan senajata. hokum nasional dan hukum internasional yang berlaku. e. Mencegah atau menghentikan kejahatan yang dilakukan bawahannya. Sejak awal komandan harus mempertimbangkan hukum sebagai elemen esensial dalam pelaksanaan operasi. karena apabila Komandan gagal atau tidak mampu mencegah perbuatan tersebut. Situasi pertempuran yang demikian itu. Komandan memiliki kewajiban untuk melaksanakan fungsi-fungsi tertentu dalam pertempuran. memahami dan melaksanakan ketentuan pelibatan yang ada. a. Oleh karena itu komandan harus mampu menerapkan aturan hukum yang mengatur tindakan prajurit dilapangan. Perwira hukum harus mengambil peran aktif dalam membantu komandan menyusun lampiran hukum. 24. Mekanisme Penyelesaian Perkara Pidana .18 c. ada keseimbangan antara kepentingan militer dengan kepentingan kemanusiaan. Piranti Lunak dalam Penegakan Hukum. Komandan harus mengetahui. Komandan memiliki tugas dan tanggung jawab untuk membuat lampiran hukum dalam setiap operasi yang dilakukan. d. seorang komandan dapat memonitor dan mengawasi prajurit bawahananya di lapangan apakah sesuai dengan keinginan komandan yang telah ditetapkan terutama meyangkut penentuan sasaran.

(2) Keadaan perang tidak lebih dari 4 hari. “Militer yang dengan sengaja melakukan ketidakhadiran tanpa ijin dari kesatuan. max penjara 1 tahun 4 bulan. yaitu : 1) Desersi dan Tidak Hadir Tanpa Ijin a) Desersi. ancaman hukuman: (1) Keadaan damai lebih dari 30 hari. adalah kejahatan sehingga penyelesaiannya harus melalui Peradilan Militer. (2) Keadaan perang lebih dari 4 hari. max pidana penjara 2 tahun 8 bulan. Berdasarkan rekapitulasi perkara yang dilakukan oleh prajurit. ancaman hukuman: (1) Keadaan damai min 1 hari dan tidak lebih dari 30 hari. max pidana penjara 8 tahun 6 bulan.19 b. Perbuatan tersebut diatur dan diancam pidana menurut Pasal 86 KUHPM. terdapat 10 tindak pidana menonjol dilihat dari segi kuantitas maupun kualitasnya. diatur dan diancam pidana menurut Pasal 87 KUHPM “Militer yang karena salahnya dan dengan sengaja melakukan ketidakhadiran tanpa ijin dari kesatuan. b) THTI. Apabila diukur dari sudut keagamaan secara murni. perbuatan asusila merupakan suatu dosa besar dan karenanya layak . 2) Asusila. Masalah kesusilaan tidak dapat dipisahkan dari nilai budaya dan moralitas yang dianut oleh masyarakat suatu bangsa. Tindak Pidana Menonjol. max penjara 2 tahun 8 bulan.

STK/4/2005 tanggal 27 April 2005 tentang penekanan untuk menindak tegas pelakunya sampai dengan tindakan Pemberhentian Dengan Tidak Hormat pada pelaku perbuatan : a) Melakukan perkawinan tanpa ijin Dansat.20 dikualifikasikan sebagai tindak pidana. . d) Pemerkosaan (Pasal 285 dan 286 KUHP). antara lain disebabkan oleh kehidupan pribadi pelaku kurang kuat iman/moral. Surat Telegram Kasad No. mental dan agama. c) Melakukan pelanggaran susila yang melibatkan sesama Prajurit/ PNS/ Isteri/Suami/Anak Prajurit/ PNS di lingkungan TNI. d) Melakukan pelanggaran susila dengan jenis kelamin yang sama (Homoseksual/ Lesbian). Adapun kualifikasi tindak pidana asusila yang sering dilakukan adalah : a) Kesusilaan di muka umum (Pasal 281 KUHP) pidana penjara 2 tahun 8 bulan . *)Khusus diatur dalam Undang-undang No. ancaman hukuman pidana paling lama 5 tahun . 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak. b) Pornografi (Pasal 282 dan 283 KUHP) pidana penjara 9 bulan sampai 1 tahun 6 bulan . h) Mucikari/germo (Pasal 296 KUHP)pidana penjara paling lama 1 tahun 4 bulan. pidana penjara paling lama 12 tahun. e) Persetubuhan dengan anak dibawah umur (Pasal 287 KUHP). c) Perzinahan (Pasal 284 KUHP) pidana penjara paling lama 9 bulan. f) Perbuatan cabul (Pasal 289 dan 290 KUHP). dengan pidana penjara paling lama 9 tahun* . kehidupan rumah tangga tdk harmonis. pengaruh pergaulan bebas dan pisah dengan keluarga terlalu lama. g) Homoseksual (Pasal 292 KUHP). b) Hidup bersama dengan wanita/ pria tanpa dasar perkawinan yang sah dan sesudah ditegur/diperingatkan oleh Atasannya/Pejabat Agama tetapi tetap mempertahankan status hidup bersama tanpa dasar perkawinan yang sah. bila perbuatan asusila dilakukan terhadap anak dibawah umur (18 thn) ancaman penjara minimal 3 tahun dan maksimal 15 tahun. bahkan seharusnya diancam dengan pidana yang berat seperti yang terjadi pada jaman hukum kanonik. pidana penjara paling lama 9 tahun . Tindak pidana yang dilakukan prajurit dan PNS di jajaran TNI AD.

Narkotika adalah zat/obat yang berasal dari tanaman/bukan tanaman.000. diazepam dsb Ancaman hukuman pidana penjara minimal 1 tahun dan masimal 20 tahun atau hukuman penjara seumur hidup/hukuman mati disertai Pidana denda minimal Rp. 4) Narkotika dan Psikotropika a) Narkotika (Undang-Undang RI No. baik sintetis maupun semisintetis.000 dan maksimal Rp. hilangnya rasa. 7) Penadahan . 100.000.dan maksimal Rp.21 3) Penganiayaan. Diatur dan diancam pidana menurut Pasal 351 s. 7 Miliar. 800. yaitu pidana penjara 2 tahun 8 bulan hingga maksimal 15 tahun. 5) Perkelahian Diatur dan diancam pidana menurut Pasal 358 KUHP. ganja dsb Ancaman hukuman pidana penjara minimal 4 tahun dan masimal 20 tahun atau hukuman penjara seumur hidup/hukuman mati disertai Pidana denda minimal Rp. luka berat. berat ringan ditentukan dari niatan pelaku dan keadaan korban yang diklasifikasikan terluka ringan. baik alamiah maupun sintetis bukan narkotika. atau meninggal dunia. yang dapat menyebabkan penurunan/perubahan kesadaran. Ancaman tindak pidana ini yaitu : Pidana penjara 2 tahun 8 bulan jika akibat perkelahian ada yang luka berat atau Pidana penjara 4 tahun jika akibat perkelahian ada yang mati.d 355 KUHP. 10 Miliar..000. yaitu pidana penjara 2 tahun 8 bulan hingga maksimal 15 tahun. 35 Tahun 2009). yg berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahan khas pd aktivitas mental dan perilaku. 6) Penipuan dan Penggelapan Diatur dan diancam pidana menurut Pasal 358 KUHP. Contoh : ampetamina. contoh : opium. mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan. kokain. b) Psikotropika (UU RI No 5 Tahun 1997) Psikotropika adalah zat/obat.

membawa / memasukkan ke Negara Indonesia.22 8) Penyalahgunaan Senjata Api dan Munisi Senjata Api dan Amunisi adalah sebagaimana dimaksud dalam Ordonansi Senjata Api 1937 (Staatsblad 1937 Nomor 170) sebagaimana telah diubah dengan Ordonansi tanggal 30 Mei 1939 (Staatsblad 1939 Nomor 278) serta Undangundang Nomor 8 Tahun 1948 tentang Pendaftaran dan Pemberian izin Pemakaian Senjata Api. menyimpan. membawa. Ancaman pidana bagi pelanggaran terhadap ketentuan Undangundang ini adalah di hukum dengan hukuman mati / hukuman penjara seumur hidup / hukuman penjara 20 thn bagi yg membuat. menerima. menerima. menguasai. memiliki. Dalam KUHP Pasal 187 bis 1. 9) Kelalaian mengakibatkan orang lain luka-luka/mati 10) Pencurian BAB VI PENUTUP . Barangsiapa membuat. memperoleh / menyerahkan. menyembunyikan. menggunakan senjata api. dihukum penjara selama-lamanya 8 tahun / kurungan sebanyak-banyaknya 1 tahun. amunisi / bahan peledak tanpa hak (pasal 1 ayat 1). bahan-bahan / perkakas yang diketahuinya / yang patut disangkakan bahwa gunanya / pada suatu kesempatan akan dipergunakan untuk mengadakan letusan yang dapat mendatangkan bahaya maut / bahaya umum bagi barang. berusaha untuk mendapat. mempunyai. mengangkut.