Pengolahan Air di PLTU (2

)
November 23, 2011 By Onny

Pada artikel sebelumnya telah saya jelaskan dengan cukup lengkap kandungan-kandungan apa yang terkandung di dalam air secara umum. Hal tersebut memberi gambaran kepada kita, treatment-treatment apa yang diperlukan sehingga air yang tersedia melimpah di bumi dapat dipergunakan untuk keperluan pembangkit listrik tenaga uap. Namun disamping itu perlu kita pelajari juga beberapa hal mengenai spesifikasi air yang diperlukan sebagai media kerja untuk pembangkitan tenaga listrik tersebut. Kuantitas air yang dibutuhkan oleh sebuah PLTU tergantung dari kualitas sumber air, lokasi PLTU berdiri, karakteristik bahan bakar, desain tekanan dari boiler, serta regulasi mengenai penanganan air di daerah setempat. Sedangkan untuk kualitasnya, ada beberapa jenis air dengan spesifikasi yang berbeda-beda digunakan di PLTU. Secara umum jenis-jenis air yang dimaksud adalah sebagai berikut: Cooling Water Kebutuhan air yang pertama adalah untuk kebutuhan pendingin. Air ini dipergunakan di kondensor untuk merubah uap yang berasal dari turbin menjadi air kembali sebagai rangkaian siklus rankine. Spesifikasi air yang dibutuhkanpun ada dua jenis:

Jika ada sebagian service water yang digunakan untuk potable water maka ia harus terklorinasi dan sesuai dengan standard kualitas air minum yang telah ditetapkan oleh peraturan pemerintah setempat. pendingin kompresor. Service Water dan Potable Water Service water digunakan untuk memenuhi kebutuhan sistem penanggulangan kebakaran. supply air demineralisasi. pH service water dijaga di kisaran 6.000 mg/L. Air pendingin ini bersirkulasi secara close loop / siklus tertutup. dan bahkan korosi dapat terjadi di pipa-pipa cooling water. Selain pompa digunakan pula sistem heat exchanger untuk mendinginkan auxiliary cooling water yang bersirkulasi. Seperti injeksi kimia supaya tidak sampai ada perkembangbiakan organisme-organisme air. Pada PLTU biasanya juga disediakan potable water atau air dengan kualitas dapat dikonsumsi oleh manusia. Pada sisi tube kondensor digunakan sistem tube cleaner yang berfungsi untuk menjaga kebersihan tubing kondensor agar tidak terjadi penyumbatan padanya. ia menggunakan air laut sebagai sumber airnya. Air laut yang telah mengalami proses filtrasi dipompa untuk masuk ke kondensor sisi tube sebagai media pendingin uap air yang mengalir di sisi shell. Selain itu injeksi bahan kimia juga dapat digunakan untuk mencegah terjadinya korosi. dan tidak berwarna.0 sampai 8. dengan menggunakan pompa untuk membangkitkan tekanan. Air yang digunakan biasanya bersumber dari sungai atau air tanah. maka kemungkinan terbentuknya sedimentasi. Trash rake berfungsi untuk menangkal kotoran-kotoran laut yang ukurannya besar.5 dan total dari dissolved solids dibatasi kurang dari 1. Selain proses filtrasi. dan sebagainya. Untuk itu air yang digunakan harus ditreatment terlebih dahulu sebelum digunakan. dan menggunakan cooling water sebagai media pendingin. Auxiliary Cooling Water Auxiliary cooling water adalah air yang dibutuhkan sebagai media pendingin berbagai peralatan di PLTU seperti lub oil system. tidak keruh. air laut tersebut juga telah disuntikkan bahan kimia tertentu untuk mencegah hewan-hewan laut berkembang biak di area inlet dan outlet air laut. hidupnya organisme-organisme kecil. Auxiliary cooling water yang bersirkulasi disyaratkan harus tidak bersifat korosif dan bersih dari kandungan zat-zat yang dapat menimbulkan kerak. Untuk itu biasanya supaya dapat dihemat . Untuk itu diperlukanlah treatment-treatment tertentu untuk menanganinya. kebutuhan kebersihan PLTU. Service water harus telah bersih dari zat-zat padat terlarut (suspended solids). serta penggunaan sistem blowdown untuk membuang sedimen-sedimen yang telah terbentuk. Proses filtrasi tersebut menggunakan alat bernama trash rake dan travelling screen. kerak.  Yang kedua adalah air pendingin pada PLTU yang menggunakan cooling tower. Yang pertama adalah pada PLTU yang didesain untuk dibangun di tepi laut. pendingin pompa. Selain itu diperlukan injeksi zat kimia tertentu selama sistem auxiliary cooling water beroperasi agar kualitasnya tetap terjaga anti korosif. Trash rake menjadi tahap filtrasi sebelum travelling screen. Karena pada cooling tower selalu ada bagian air yang ikut menguap. serta kebutuhan-kebutuhan tambahan lainnya. PLTU ini menggunakan kondensor dengan material yang tahan terhadap korosi. Sedangkan travelling screen berfungsi untuk memfilter air laut dari kotorankotoran yang berukuran lebih kecil.

Air Demineralisasi (Demineralized Water) Air terdemineralisasi digunakan sebagai media kerja siklus air-uap air pada PLTU. serta sistem-sistem lain yang membutuhkan air terdemineralisasi sebagai komponen kerjanya. Air ini selain dimasukkan pada pengisian sistem di awal proses sebelum dilakukan penyalaan boiler. Recent Posts      Sistem Kontrol Level Air Pada Steam Drum Steam Drum Pada Boiler Pipa Air Aplikasi Sistem Kontrol Modulasi Pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap Aplikasi Sistem Kontrol ON-OFF Pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap Kontrol Modulasi Blogroll    About Us Contact Us Sitemap . Berbagai macam ion mineral maupun dalam bentuk senyawa yang terkandung dalam air.dalam instalasi pipa. maka PLTU menggunakan satu proses untuk memproduksi service water dan potable water sekaligus. Penambahan tersebut dibutuhkan karena adanya kerugian (losses) yang terjadi. Air terdemineralisasi adalah air hasil olahan yang sudah bebas dari kandungan-kandungan mineral terlarut yang dapat berbahaya bagi peralatan-peralatan yang bekerja pada siklus uap air. sistem sealing pada pompa ekstraksi kondensat. juga sebagai make up atau supply tambahan yang ditambahkan ke dalam sistem secara terkontrol. proses deaerasi. Kerugian-kerugian tersebut seperti akibat dari penggunaan sootblower pada boiler. pendingin pompa sirkulasi boiler (motor cavity). serta lebih efisien. juga untuk mencegah terjadinya short circuit jika digunakan pada alat-alat seperti motor cavity dan sistem pendingin pada generator sisi stator (primary water system). Selain untuk mencegah terjadinya korosif dan kerak yang dapat terbentuk. harus dihilangkan melalui proses-proses tertentu sebelum air tersebut dapat digunakan lebih lanjut. serta adanya uap yang dibuang untuk menjaga kualitas dari uap air tersebut. Air demineralisasi juga digunakan pada sistem pendingin generator (Primary Water System). sistem pemrosesan airnya.

2011 By Onny .Ask Me: Our Store: Pengolahan Air di PLTU (3) November 27.

Filter ini berjenis multi media filter yang berarti menggunakan beberapa jenis komponen yang berbeda pada satu filter. Diperjalanan. Setelah injeksi FeSO4. Selanjutnya air laut difiltrasi menggunakan travelling screen untuk menghilangkan kotoran-kotoran yang berukuran besar. service water. Dari sea water pit. dan gravel sebagai media pendukung. Selain air laut. air tersebut diinjeksi senyawa koagulan FeSO4 yang berfungsi untuk mengumpulkan partikel-partikel berukuran kecil menjadi partikel-partikel berukuran lebih besar sehingga lebih mudah dilakukan proses filtrasi. semua PLTU di Indonesia menggunakan air laut sebagai cooling water di kondensernya. Dan berikut adalah tahapan-tahapan prosesnya: Tahap Filtrasi Air laut yang menjadi bahan baku utama dialirkan menuju sea water pit. Komponen-komponen tersebut adalah antrasit pada lapisan atas. dan potable water. Namun sepengetahuan saya. Pada kesempatan kali ini. pasir pada lapisan tengah. dengan tujuan untuk menahan suspended solids yang terkandung di dalam air laut. air dialirkan menuju ke filter pertama yang disebut dengan Primary Filter. PLTU di Indonesia sebagian besar menggunakan air laut sebagai sumber air yang akan dipergunakan untuk mencukupi kebutuhannya. air laut dialirkan menuju primary filter dengan menggunakan sebuah pompa. Komponen Primary dan Polishing Filters . telah saya jelaskan latar belakang dibutuhkannya pengolahan air yang akan dipergunakan di sebuah PLTU. dan untuk menghambat pertumbuhan biota-biota laut diinjeksikan sodium hipoklorit dengan kadar tertentu. garnet pada lapisan paling bawah. saya akan menjelaskan proses-proses pengolahan air di sebuah PLTU yang menggunakan air laut sebagai sumber untuk mendapatkan air demineralisasi. Kali ini saya akan lebih memfokuskan pembahasan mengenai proses-proses pengolahan air yang akan digunakan di sebuah PLTU. juga ada beberapa PLTU yang menggunakan air tanah untuk diolah dan selanjutnya digunakan sebagai media kerja di siklus air – uap air.Pada dua artikel sebelumnya. Dari primary filter air dialirkan menuju polishing filter yang memiliki komponen sama dengan primary filter dengan tujuan untuk lebih membersihkan air dari suspended solids yang ada.

air dialirkan ke dua jalur yaitu jalur pertama untuk digunakan sebagai potable water dan service water. sehingga udara akan mengikat CO2 dalam air. Air untuk potable water dialirkan ke carbon filter yang bertujuan untuk menghilangkan warna.Setelah melalui proses filtrasi di primary dan polishing filter. air dari filter tank dialirkan menuju cartridge filter yang memiliki clearence sebesar 5 μm dengan tujuan untuk melindungi membran reverse osmosis dari suspended solids yang masih mungkin terkandung di dalam air. Tahap Desalinasi Air dari cartridge filter dialirkan menuju proses Desalination Reverse Osmosis. Selanjutnya potable water masuk ke potable water tank sebelum dapat dipergunakan secara umum. Tahapan selanjutnya. Setelah itu air ditampung kembali di tangki Permeate Storage Tank. Dari tangki ini. air laut sudah berubah menjadi air tawar.000-50. Air di filter tank selain akan menuju ke proses selanjutnya juga digunakan untuk proses backwash pada primary dan polishing filter. Proses ini dengan jalan menghembuskan udara ke dalam tangki air sisi bawah menggunakan blower. dari konduktivitas 40.000 μS/cm sebelum masuk proses menjadi 700-800 μS/cm di akhir proses reverse osmosis ini. Desalination Reverse Osmosis adalah proses filtrasi dengan menggunakan membran semi permeable dengan jalan membalik proses Osmosis. Selanjutnya air akan mengalami proses decarbonator atau proses menghilangkan kandungan CO2 dalam air. Pada tahap ini. Penambahan sodium silikat untuk membuat lapisan pasif di permukaan pipa. Air yang digunakan untuk potable dan service water mengalami proses-proses lanjutan sebagai berikut:     Diinjeksi soda ash yang bertujuan untuk menaikkan pH menjadi 9. .6. dan jalur yang kedua adalah menuju proses demineralisasi. CO2 harus dihilangkan karena ia akan membentuk bikarbonat jika di dalam air dan dapat menurunkan pH.2-9. Kemudian diinjeksikan hipoklorit untuk membunuh mikroorganisme air. dan rasa. air ditampung di sebuah tangki bernama filter tank. bau. Sedangkan service water dialirkan ke service tank dan dipergunakan untuk keperluan umum serta kebutuhan pemadam kebakaran.

Tahap Demineralisasi Tahap ini menggunakan air dari hasil tahap desalinasi. Pengolahan Air di PLTU November 19. Selanjutnya air dialirkan menuju mixed bed dengan tujuan untuk menangkap ion-ion baik positif maupun negatif yang terdapat di dalam air dengan menggunakan resin. Air yang keluar dari proses ini akan memiliki nilai konduktifitas sebesar hanya 2030 μS/cm dari 1000 μS/cm pada saat sebelum proses. yang membedakan adalah penggunaan membran semi permeable jenis lain. Selain itu juga dipergunakan sebagai media kerja auxiliary cooling water dan pendingin pada stator generator. Demineralisasi juga menggunakan proses reverse osmosis. 2011 By Onny . Kation resin memiliki gugus aktif H+ sedangkan anion resin memiliki gugus aktif OH-. Resin merupakan polimerisasi dari difinil benzena dan stirine serta ditambah dengan gugus aktif. Prinsip Reverse Osmosis Air hasil dari proses demineralisasi inilah yang selanjutnya dipergunakan sebagai media kerja untuk proses siklus air – uap air.

demi untuk menghindari kerugian ekonomi karena penurunan kemampuan produksi dan kenaikan biaya produksi. Sumber Air Supply kebutuhan air secara umum dibagi menjadi dua: air permukaan dan air tanah. Air permukaan dapat berupa air dari sungai. 24% berupa air tanah. sekitar 25%-nya menjadi air permukaan. Sebagian besar dari air tanah akan kembali ke permukaan untuk bergabung ke dalam aliran sungai. Hanya 3% dari keseluruhan air di bumi terbukti fresh dan bersih. dan dapat diambil melalui mata air atau sumur. Kualitas Air . Hanya sedikit sekali bagian yang dapat mencapai ke air tanah. yang menjadi bagian dari proses evaporasi dan kondensasi kontinyu (siklus hujan / hidrologi). Semua supply air bersih merupakan hasil presipitasi (hujan) dari atmosfer. berada di lapisan air tanah. dan juga laut. Semuanya tergantung atas kondisi atmosfer dan topografi. ada yang kembali menguap. dan ada juga yang masuk ke dalam tanah. Air tanah terdapat di bawah permukaan tanah. Air hujan atau salju. dan 1% berada di permukaan tanah dan udara. Air digunakan di banyak hal termasuk kebutuhan pendinginan. akan mencapai permukaan tanah dan membentuk aliran. 25% sisanya.Air menjadi satu kebutuhan penting yang digunakan pada setiap pembangkit tenaga listrik yang memakai uap air sebagai media kerjanya. Pengadaan dan kualitasnya menjadi satu hal yang sangat dijaga di setiap PLTU. danau. perawatan kebersihan. kurang dari 10% masuk ke dalam tanah. 75% diantaranya berupa gletser dan es di kutub. dan sisanya kembali terevaporasi ke atmosfer. mengontrol polutan. Treatment air yang baik mencegah terbentuknya kerak dan korosi pada sistem pembangkit listrik -yang bekerja pada siklus uap-air tekanan tinggi. dan yang pasti sebagai media kerja untuk siklus uap air.

Menetralisirnya dengan menggunakan bahan alkali. Menghilangkannya melalui proses aerasi. Material-material tersebut akan mempengaruhi proses yang akan digunakan PLTU untuk mengolah air lebih lanjut sehingga dapat terjaga kualitasnya sesuai dengan kebutuhan yang ada.5-8.0-8. PLTU yang menggunakan air tanah memiliki treatment air yang berbeda dengan PLTU yang mengambil air dari laut. Karbon dioksida (CO2): Menjadi penyebab korosi di saluran air dan beberapa saluran uap air dan kondensat. Pada suatu sistem proses dapat menyebabkan terbentuknya deposit (kerak). dan netralisasi menggunakan zat alkali. dan sangat mempengaruhi proses tersebut. Material ini dapat dihilangkan melalui proses demineralisasi. demineralisasi.4. Penggunaan surfactant dapat menurunkan tegangan permukaan air sehingga dapat terpisah antara air dan zat-zat solid yang terkandung. Berikut adalah zat-zat yang terkandung di dalam air secara umum:           Kekeruhan (turbidity): Faktor kekeruhan pada air mempengaruhi tampilan kejernihan air. Sulfat dapat dihilangkan melalui proses demineralisasi. Material ini akan membentuk kerak di boiler. Sedangkan pada dunia industri dapat kita gunakan keberadaannya untuk mengontrol embrittlement pada logam-logam boiler. dan penggunaan surfactant (surface-active agents). saluran pipa. Namun demikian secara umum kandungan zat-zat yang ada adalah sama.Secara alami air mengandung berbagai jenis zat kimia dan material-material solid lainnya. Zat-zat ini dapat diminimalisir kandungannya dengan cara softening (lime and lime-soda softening. Menyebabkan embrittlement pada baja-baja boiler. heat exchanger. pengendapan. Klorida (Cl-): Menambah material padat serta meningkatkan karakter korosif pada air. Umumnya air alami memiliki nilai pH 6. Cara menghilangkannya dapat dilakukan dengan proses koagulasi. demineralisasi. dan hydrat (OH)-. Dapat diserap dangan menggunakan magnesium hidroksida dan kalsium fosfat. akan menimbulkan zat padat dan membentuk kerak. pompa ekstraksi kondensat). treatment air di dalam boiler. Nitrat (NO3-): Dapat menimbulkan bahan padat meskipun tidak terlalu besar. Konsentrasi ion H+ yang ditunjukkan dengan bilangan pH: Nilai pH bervariasi pada air tergantung banyaknya zat asam dan bahan alakali yang terkandung di dalamnya. penambahan zat asam (acid treatment). Fluorida (F-): Digunakan pada dunia kesehatan untuk mengontrol kerusakan pada gigi. Mineral asam bebas: Dapat berupa H2SO4 dan HCl yang sangat berbahaya pada baja karena sifatnya yang korosif.0. Dapat dihilangkan melalui proses demineralisasi. serta dealkalisasi melalui proses pertukaran anion (anion exchange). Senyawa-senyawa tersebut dapat membentuk foam dan membawa material-material padat melalui uap air. deaerasi. Sedangkan air laut di kisaran 7. Pada kesehatan bayi dapat menyebabkan methemoglobinemia. Sulfat (SO42-): Ion ini jika bereaksi dengan ion lain seperti kalsium. Hardness: Berupa garam magnesium dan calsium (CaO3). hydrogen zeolite softening). Sedangkan pada dunia industri tidak terlalu berbahaya. dan lain sebagainya. karbonat (C03)2-. Alkalin: Dapat berupa Bikarbonat (HC03)-. . Namun jika berdiri sendiri tidak terlalu memiliki dampak yang signifikan. Material ini dapat dihilangkan dengan proses softening. dan filtrasi. Nilai pH dapat dinaikkan dengan menggunakan zat-zat alkali dan diturunkan dengan zat-zat asam. Bikarbonat dan carbonat dapat menghasilkan CO2 yang merupakan sumber korosi di saluran sistem kondensat (kondensor. sekalipun kadarnya sangat berbeda.

Dapat dihilangkan melalui proses aerasi. Amonia (NH3): Menimbulkan korosi pada logam tembaga dan seng dengan membentuk larutan ion kompleks. Silika dapat dihilangkan melalui proses panas dengan menggunakan garam magnesium atau diserap dengan proses pertukaran anion yang dikombinasikan dengan demineralisasi. Suspended solid menimbulkan kerak di heat exchanger. dan alat-alat lain. Dapat dihilangkan melalui proses deaerasi. Dihilangkan melalui cation exchange dengan hidrogen zeolit. Silika (SiO2): Material ini dapat membentuk kerak di boiler dan sistem air pendingin. Aluminium (Al3+): Zat ini dapat menimbulkan kerak di sistem air pendingin serta di pipa boiler. klorinasi dan anion exchange. dan penggunaan bahan surface-active (penghilang tegangan permukaan). Larutan padat (desolved solids): Desolved solids menjadi satuan yang menunjukkan banyaknya zat-zat padat terlarut di dalam air. koagulasi dan filtrasi. Besi (Fe2+ dan Fe3+) dan Mangan (Mn2+): Material ini dapat merubah warna air dan menjadi sumber kerak di saluran pipa dan boiler. Konsentrasi tinggi dari desolved solid dapat mengganggu karena menyebabkan proses foaming di boiler. filtrasi kontak.         Sodium (Na+): Ion ini menambah kandungan solid di dalam air. Dan jika membentuk ikatan dengan OH. Ion ini dapat dihilangkan melalui demineralisasi. Material ini dapat dihilangkan dengan menggunakan sistem filter dan clarifier yang berkualitas. Dihilangkan dengan cara aerasi. juga menimbulkan bau yang tak sedap seperti telur busuk. heat exchanger. . line softening. Dapat dihilangkan melalui filtrasi dan pengendapan. Sedangkan di sisi turbin uap dapat melarutkan deposit yang ada karena membentuk uap silika. dan deaerasi.akan menibulkan korosi di pipa-pipa boiler pada kondisi tertentu. dan sebagainya. klorinasi. saluran pipa. pertukaran kation (cation exchange). Hidrogen sulfida (H2S): Senyawa ini selain bersifat korosif dan beracun. serta penggunaan corrosion inhibitor (zat yang menurunkan kecepatan logam untuk korosi). Oksigen (O2): Oksigen menjadi sumber korosi pada saluran pipa. penggunaan sodium sulfit. boiler. boiler. Suspended solids: Adalah kandungan padatan total yang tidak terlarut di dalam air dan dapat mengendap akibat gravitasi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful