P. 1
Prinsip,Karakter,Asumsi Ptk

Prinsip,Karakter,Asumsi Ptk

|Views: 292|Likes:
Published by sangkalaji

More info:

Published by: sangkalaji on May 11, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/30/2014

pdf

text

original

PRINSIP KARAKTERISTIK DAN ASUMSI PENDIDIKAN TEKNOLOGI KEJURUAN BAB I PENDAHULUAN Visi pendidikan nasional adalah terwujudnya sistem

pendidikan sebagai pranata sosial yang kuat dan berwibawa untuk memberdayakan semua warga negara Indonesia berkembang menjadi manusia yang berkualitas. Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Visi sistem pendidikan nasional di atas pada dasarnya dimaksudkan menyiapkan manusia Indonesia seutuhnya, utuh dalam potensi dan utuh dalam wawasan (Sumitro, dkk. ,1998). Utuh dalam potensi meliputi potensi badan dengan pancainderanya, potensi berpikir, potensi rasa, potensi cipta yang meliputi daya cipta, kreativitas, fantasi, khayal dan imajinasi, potensi karya, potensi budi nurani yaitu kesadaran budi, hati nurani, dan kata hati. Utuh dalam wawasan adalah manusia yang sadar nilai, yaitu wawasan dunia akhirat, wawasan jasmani rohani, wawasan individu dan sosial, dan wawasan akan waktu, yaitu masa lalu, sekarang dan yang akan datang. Pendidikan kejuruan yang merupakan salah satu jenis pendidikan nasional juga memiliki peran penting dalam menyiapkan manusia utuh, baik sebagai tenaga kerja maupun sebagai warga masyarakat dan bangsa. Adanya dampak globalisasi yang ditandai dengan kemajuan teknologi menyebabkan pendidikan kejuruan dinilai masih belum optimal dalam menyediakan sumber daya manusia sebagai tenaga kerja. Pendidikan kejuruan belum dapat maksimal mengimbangi dampak kemajuan teknologi di pasar kerja. Menurut Tilaar (2006), saat ini terdapat empat krisis pokok pendidikan nasional, yaitu masalah kualitas pendidikan, relevansi atau efisiensi external, elitisme dan manajemen. Kualitas pendidikan menyangkut standar isi, proses, sarana prasarana, pendidik, dan standarstandar lainnya. Relevansi pendidikan atau efisiensi eksternal diukur dari keberhasilan sistem pendidikan memasok tenagatenaga terampil dalam jumlah yang memadai bagi kebutuhan sektor-sektor pembangunan. Pendidikan kejuruan pada dasarnya memiliki beberapa perbedaan dibanding dengan pendidkan umum baik dari segi prinsip, karakteristik, dan asumsi dari kedua jenis sistem pendidikan tersebut. Berdasarkan uraian sebelumnya, maka dalam makalah ini akan dipaparkan prinsip, karakteristik, dan asumsi pendidikan teknologi kejuruan.

seleksi praktik instruksional. 1959). Berikut prinsip-prinsip pendidikan teknologi kejuruan: MILLER. Prinsip pendidikan kejuruan didefinisikan sebagai generalisasi untuk menyiapkan dan pelayanan arahan untuk program dan konstruksi kurikulum. Membuat variabel pendidikan kejuruan untuk semua 4.BAB II PRINSIP KARAKTERISTIK DAN ASUMSI PENDIDIKAN TEKNOLOGI KEJURUAN A. Menyediakan penguasaan belajar (mastery learning) dan instruksi secara individual. (Good. Disediakan melalui pendidikan secara umum 3. America Vocational Association. Pendidikan ini dapat juga dinamakan : ’education for earning a living’ Seperti kata Prosser. Barlow. isu-isu. dan kebijakan pembangunan. dan dasar-dasar pertimbangan yang dihubungkan dengan pendidikan kejuruan pada umumnya. Melibatkan pemerintah secara umum di (dalam) pendidikan kejuruan di (dalam) area penetapan standard diinginkan dan pemerintah menyediakan dana untuk program 7. (Evan. Integrasikan teori dan praktek di dalam pendidikan kejuruan 5. evaluasi. 1949 bahwa: “education as preparation for society as it is”. PRINSIP PENDIDIKAN TEKNOLOGI KEJURUAN Pendidikan kejuruan adalah bagian dari pendidikan yang mencetak individu agar supaya dia dapat bekerja pada kelompok tertentu. dan memberikan bekal kepada peserta didik untuk mengembangkan dirinya. evaluasi.Oleh karena pendidikan kejuruan pada dasarnya mengarahkan peserta didik pada bidang tertentu melalui suatu organisasi . konsep. yakni “education is preparation to change for society” atau pendidikan justru akan merubah masyarakat. dan tentu saja hal ini berbeda dengan gagasan Dewey. Dikembangkan dan diselenggarakan untuk warganegara 2. Namun di dalam masyarakat pendapat kedua pakar itu dibutuhkan semua. 1978). tentulah hasil pendidikan ini dapat dipakai sebagai bekal mencari kehidupan atau nafkah. dan proses pembelajaran maupun kebijaksanaan lain yang dikembangkan berdasarkan kepentingan dan perkembangan zaman atau IPTEK. . Pendidikan kejuruan bermaksud menyiapkan peserta didik untuk memasuki lapangan kerja tingkat menengah tertentu yang sesuai dengan tuntutan yang dipersyaratkan oleh dunia kerja. 1900. 1986: sangat diutamakan terhadap filosofinya. 1974 : filosofi pada kualitas program pendidikan kejuruan adalah meliputi prinsip. yang mengandung arti adanya pembudayaan (alkulturasi). Pendidikan kejuruan suatu program yang berada di bawah pendidikan tinggi yang diorganisasi menyiapkan peserta didik untuk memasuki dunia kerja tertentu atau meningkatkan pekerjaan dalam dunia kerja. Dengan kata lain: para praktisi pendidikan kejuruan dapat merencanakan/membuat program dan kurikulum pendidikan. Menurut Slamet PH. 1974: ada 7 prinsip pendidikan kejuruan: 1. bahwa di samping kedua hal tersebut pendidikan juga bertugas untuk menumbuhkan kemampuan untuk beralkurturasi secara kritis. Melibatkan pemberi kerja di (dalam) program kejuruan 6.

2. Dengan adanya perkembangan IPTEK dan perubahan zaman. maupun nasional. Belajar seumur hidup dipromosikan melalui pendidikan kejuruan Prinsip belajar seumur hidup atau secara terus menerus dapat ditingkatkan melalui pendidikan kejuruan. Pendidikan kejuruan menawarkan berbagai program sesuai dengan kebutuhan tersebut. 6. dan kemampuan yang dimiliki. masyarakat. kesabaran. . Dewey. Hal ini tergambarkan pendapat dari Presiden National Metal Trades Association: Kebutuhan dari pendidikan kejuruan di Amerika sangat besar. mengantisipasi dan adaptif. Bimbingan merupakan unsur penting dalam pendidikan kejuruan. Individu dengan kebutuhan khusus dilayani melalui pendidikan kejuruan. Snedden. dan lain-lain yang mengatakan : “……. Prinsip ini pada kenyataannya di dunia usaha/industri banyak memerlukan tenaga kerja baik pria maupun wanita dengan keterampilan dan penegtahuan yang memadai. 7. 3. Bimbingan merupakan komponen pendidikan kejuruan yang penting. Pendidikan kejuruan sangat potensial untuk menjadikan pendidikan masyarakat lebih demokrasi” Pendidikan kejuruan memberikan kebebasan individu/masyarakat untukmenentukan alternatif pilihan pendidikannya maupun keahliannya sesuai dengan minat. Dan dikatakan pula “…… vocational education is intended to serve people of all ages” 5. yaitu: 1. Asumsi dari pernyataan ini dikemukakan oleh Miller sebagai berikut: “Pendidikan kejuruan secara umum.Sedangkan Miller : 1986 memberi penjelasan tentang prinsip-prinsip pendidikan kejuruan digolongkan ke dalam 10 prinsip. Melalui pendidikan kejuruan dapat menghilangkan anggapan yang salah terhadap pendapat yang mengatakan bahwa pendidikan kejuruan hanya untuk kaum pria saja. tanpa membedakan yang kaya atau miskin.kecermatan maupun kehalusan yang tinggi.kurang lebih merupakan format penawaran bimbingan lapangan kerja dan tindakan penempatan tenaga kerja untuk lulusan mereka”. pria ataupun wanita. memberikan kesempatan bagi semua orang untuk mendapatkan pendidikan tersebut. Pendidikan kejuruan terbuka bagi semua Pendidikan ini terbuka untuk semua masyarakat tanpa kecuali. Perbedaan peran pendidikan jenis kelamin dipromosikan melalui pendidikan kejuruan. efisiensi industri masa depan secara hebat daat berkembang melalui sistem pelatihan kejuruan (vocational training) 4. Sesuai prinsip baha pendidikan kejuruan tidak membedakan kaum pria dan wanita. Gompers. melalui pendidikan kejuruan masyarakat akan selalu dapat menyesuaikan. Kebutuhan masyarakat dicerminkan oleh program pendidikan kejuruan. Hal ini senada dengan Prosser. Penempatan di (dalam) langkah berikutnya adalah suatu tanggung jawab pendidikan kejuruan Pendidikan kejuruan lebih bertanggungjawab dalam mencetak dan membentuk individu/masyarakat untuk dapat menduduki atau menempati di dalam berbagai bidang pekerjaan atau jabatan di dalam hidupnya. Setiap individu/masyarakat mempunyai keinginan atau kebutuhan yang khusus yang saling berbeda dengan yang lainnya. Pekerjaan-pekerjaan tertentu malah memerlukan tingkat ketelitian. hal ini memerlukan tenaga wanita yang berasal dari pendidika kejuruan. Segala kebutuhan masyarakat akan terpenuhi baik dari kepentingan individu. bakat. dan lebih jauh dari itu dengan bimbingan melalui pendidikan kejuruan dapat memberikan bimbingan dan tuntunan kepada masyarakat dalam rangka hidup dan kehidupannya.

Keselamatan merupakan unsur penting dalam pendidikan kejuruan. pertanan. dapat diketahui tentang berbagai prinsip yang digunakan sebagai pedoman yang banyak berkaitan dengan alasan-alasan pentingnya eksistensi pendidikan kejuruan. 9. guru harus mengetahui bagaimana cara memberi pengajaran c. di samping menekankan segi skill. Kesadaran akan karir. 6. d. 1. guru harus mempunyai suatu pengalaman mendidik yang luas . Kurikulum dalam pendidikan kejuruan berdasarkan atas kebutuhan-kebutuhan dunia kerja/dunia industri. seseorang dapat meningkatkan etos kerjanya. 8. Seseorang dipersiapkan untuk dapat memasuki dunia kerja melali pendidikan kejuruan. seperti: a. tetapi juga segi afektif dan knowlegde pada umunya. management. diperlukan berbagai prinsip penting untuk pengembangan dan peningkatannya. 10. di samping komponen lain yang harus ada.8. “ pada dasarnya semua jenis pendidikan apapun tidak lain adalah pendidikan kejuruan juga”. Jadi etos kerja dapat diartikan sebagai kebiasaan kerja. 5. ekonomi. Dari uraian di atas. dan akhirnya dapat menunjukkan produktivitas yang tinggi. Guru merupakan komponen utama dalam pendidikan kejuruan. 4. guru harus berhadapan dengan suatu kelompok permasalahan yang melibatkan pengetahuan siswa dan bisa hadapi secara khusus. bidang kedokteran. . kehutanan. Di mana pada pendidikan non kejuruan tidak akan di jumpai. kecendrungan modal kerja atau pandangan hidup tentang kerja. Melalui pendidikan kejuruan dapat dibentuk berbagai macam kelompok peserta didik yang terorganisir secara melembaga. Organisasi siswa adalah suatu corak pendidikan kejuruan integral. Muller. Inovasi merupakan bagian yang sangat ditekankan dalam pendidikan kejuruan. Kesadaran akan karir merupakan bagian penting dalam pendidikan kejuruan khusunya pada proses awal pendidikan itu sendiri. guru harus berkompeten secara khusus dibidang yang akan diajar b. Dalam pendidikan kejuruan dapat dibeda-bedakan antara lain: pendidikan/sekolah teknik. Suatu etos kerja (work ethic) dipromosikan melalui pendidikan kejuruan. Sehubungan dengan proses program pendidikan kejuruan di dalam pelaksanaannya. Melalui pendidikan kejuruan. etos (ethic) dapat diinterpretasikan sebagai kebiasaan. atau pandangan hidup yang dimiliki oleh seseorang. Oleh karena itu dalam pendidikan kejuruan. sikap terhadap sesuatu. Pendidikan kejuruan merupakan pendidikan yang menyeluruh dan merpakan bagian dari masyarakat (public system) 3. kecendrungan modal. dan lain sebagainya. 1986 memberikan 8 prinsip pengajaran pendidikan kejuruan. Pengawasan dan meningkatan pengalaman okupasi/pekerjaan dapat diberikan melalui pendidikan kejuruan. 7. industri. 2. Jabatan atau pekerjaan dalam kelompok/keluarga sebagai salah satu pengembangan kurikulum pendidikan kejuruan khususnya pada tingkat menegah. Slamet PH. prestasi kerjanya. Sehingga dapat dikatakan semakin tinggi etos kerja seseorang akan semakin tinggi dalam prestasi kerjanya. Sebagai pedoman dalam aktivitas pengajaran dapat digunakan prinsip ini. bisnis. Guru pendidikan kejuruan merupakan komponen guru profesi dan guru jabatan.

Prinsip follow-up (tindak lanjut) merupakan pengembangan dalam pendidikan kejuruan 5. Penelitian yang dilakukan secara kontinyu dapat memberikan fondasi yang kuat dalam pendidikan kejuruan . Evaluasi merupakan proses yang terus menerus ada dalam pendidikan kejuruan. 2. kritik. Perencanaan menyeluruh sangat ditekankan dalam pendidikan kejuruan. dan sebagainya untuk program-programnya. Adanya lembaga legeslatif dalam pendidikan kejuruan sangat dibutuhkan. 7. 6. Pendidikan kejuruan selalu terbuka untuk diberikan saran.Prinsip-prinsip tersebut adalah: 1. Artikulasi dan koordinasi merupakan salah satu titik sentral dalam pendidikan kejuruan 3. nasehat. 4.

. namun sudah barang tentu mempunyai kekhususan atau karakteristik tertentu yang membedakannya dengan pendidikan yang lain. 3. semestinyalah kita harus memahami karakteristik pendidikan kejuruan terlebih dulu. tetapi juga menekankan kepada aspek belajar yang lainnya. yaitu : 1. KARAKTERISTIK PENDIDIKAN TEKNOLOGI KEJURUAN Untuk memahami tentang pendidikan kejuruan. Orientasi pendidikan kejuruan Sebagai suatu system pendidikan yang bertujuan mempersiapkan lulusannya memasuki lapangan kerja. 2. Justifikasi khusus adalah adanya kebutuhan nyata yang dirasakan tenaga kerja di lapangan kerja atu industri baik jasa maupun barang. Lebih jauh keberhasilan program pendidikan kejuruan secara tuntas berorientasi pada penampilan para lulusannya kelak di lapangan kerja. tetapi juga tercermin dalam aspek-aspek lain yang erat kaitannya dengan perencanaan kurikulum. Rangsangan dan pengalaman belajar yang disajikan melalui pendidikan kejuruan mencakup rangsangan dan pengalaman belajar yang mengembangkan domain afektif. Fokus kurikulumnya Pendidikan kejuruan bukan hanya menekankan pada aspek skill material saja. Meskipun pendidikan kejuruan tidak terpisahkan dari sistim pendidikan secara keseluruhan. kognitif dan psikomotor berikut paduan integralnya yang siap untuk dipadukan baik pada situasi kerja yang tersimulasi lewat proses belajar maupun nanti dalam situasi kerja yang sebenarnya. Kepekaannya terhadap perkembangan masyarakat Karena komitmen yang tinggi untuk selalu berorientasi ke dunia kerja.B. Ini termasuk sikap kerja dan orientasi nilai yang mendasari aspirasi. sedang kriteria yang kedua diindikasikan oleh keberhasilan atau penampilan lulusan setelah berada di dunia kerja yang sebenarnya. motivasi dan kemampuan kerjanya. pendidikan kejuruan mempunya ciri lain berupa kepekaan atau daya suai yang tinggi terhadap perkembangan masyarakat dan dunia kerja. Justifikasi untuk eksistensinya Untuk mengembangan program pendidikan kejuruan perlu alasan atau jastifikasi khusus yang ini tidak begitu dirasakan oleh pendidikan umum. struktur organisasi dan tujuan pendidikannya saja. semuanya itu sangat besar pengaruhnya terhadap kecenderungan perkembangan pendidikan kejuruan. Kriteria keberhasilannya Berlainan dengan pendidikan umum. kriteria untuk menentukan keberhasilan suatu lembaga pendidikan kejuruan pada dasarnya menerapkan 2 kriteria yaitu keberhasilan di sekolah (in school success) dan out of school succes. Kriteria pertama meliputi aspek keberhasilan siswa dalam memenuhi persyaratan kurikuler yang sudah diorientasikan ke persyaratan dunia kerja. Perbedaan ini tidak hanya dalam definisi. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi pasang surutnya dunia suatu bidang pekerjaan. maka orientasi pendidikan kejuruan haruslah tertuju kepada keberhasilan belajar berupa output atau lulusannya yang dapat dipasarkan di pasar tenaga kerja. inovasi dan penemuanpenemuan baru di bidang produksi barang dan jasa. 4. 5.

7. C. Pendidikan vokasi harus berorientasi pada kebutuhan komunitas (lokal. Pendidikan vokasi adalah baik jika menyiapkan siswa untuk pekerjaan nyata yang eksis dimasyarakat dan mereka inginkan. Pendidikan vokasi mensyaratkan setiap orang harus belajar bekerja sebab setiap orang harus bekerja. 1973. 3. Hubungan lebih jauh dengan masyarakat yang mencakup daya dukung dan daya serap lingkungan yang sangat penting perannya bagi hidup dan matinya suatu lembaga pendidikan kejuruan. internasional).6. melayani akhir dari sistim ekonomi dan dikatakan memiliki kelengkapan sosial.89-116): 1. Asumsi ini merupakan dasar dari justipikasi dari pendidikan vokasi. Hubungannya dengan masyarakat dunia usaha/ dunia industri. nasional. Asumsiasumsi pendidikan vokasi adalah ((Thompson. Perbekalan logistiknya Ditinjau dari segi peralatan belajar. Pendidikan vokasi dapat membantu pengentasan pengangguran melalui training anakanak muda dan orang dewasa dan mentraining kembali untuk layanan ketrampilan dan kompetensi teknis. Pendidikan vokasi digerakkan oleh kebutuhan pasar kerja dan berkontribusi pada penguatan ekonomi nasional. p. Bengkel kerja dan laboratorium adalah kelengkapan umum yang menyertai eksistensi suatu sekolah kejuruan. 7. kesediaan dunia usaha menampung anak didik sekolah kejuruan dalam program kerjasama yang memungkinkan kesempatan pengalaman belajar di lapangan. 6. Perwujudan hubungan timbal balik yang menunjang ini mencakup adanya dewan penasehat kurikulum kejuruan (curriculum advisory commitee). 5. maka untuk mewujudkan situasi atau pengalaman belajar yang dapat mencerminkan situasi dunia kerja secara realistis dan edukatif diperlukan banyak perlengkapan. sarana dan perbekalan logistik yang lain. yang dihubungkan dengan teori ekonomi. Pendidikan vokasi pada tingkat menengah difokuskan pada penyiapan individu awal memasuki dunia kerja. Pendidikan vokasi harus dievaluasi berdasarkan efisiensi ekonomis. Asumsi diuji dari keseringannya terjadi dimasyarakat (reliablility) dan keajegannya terjadi di masyarakat (konsistensi). Pekerjaan yang nyata adalah apa yang kita cari. 2. (Prosser and Allen) 4. ASUMSI PENDIDIKAN TEKNOLOGI KEJURUAN Asumsi adalah anggapan yang diterima sebagai kebenaran. Pendidikan vokasi dapat mengembangkan marketable man dengan pengembangan kemampuannya untuk membentuk ketrampilan yang dapat melebihi sebagai alat produksi. dan kebenarannya diterima oleh umum (valid). regional. Pendidikan vokasi adalah pendidikan untuk produksi. Hal ini membuat membuat sekolah kejuruan membutuhkan biaya yang jauh lebih banyak dibandingkan dengan sekolah umum. . Pendidikan vokasi secara ekonomis efisien jika menyiapkan siswa untuk pekerjaan spesifik dalam masyarakat berdasarkan kebutuhan tenaga kerja.

Pendidikan vokasi efektif harus terkait dengan pasar kerja. 9.8. . Pendidikan vokasi efisien jika menjamin penyediaan tenaga kerja untuk satu bidang pekerjaan. Harus direncanakan berdasarkan prediksi pasar kerja. Pendidikan vokasi efisien jika siswa mendapatkan pekerjaan pada bidang yang mereka ikuti.

Hal ini menunjukkan bahwa pendidikan belum dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. kalaupun ada proses hanya proses tradisional tanpa sentuhan teknologi sehingga kurang dapat memberikan nilai ekonomi. Banyak bahan tambang dan galian yang juga belum dimanfaatkan secara optimal. tanahnya cenderung tandus. Terkait dengan kondisi tersebut. sedangkan program keahlian yang disiapkan untuk mendukung pengembangan wilayah justru tidak diminati oleh masyarakat. pendidikan masyarakatnyapun jadi rendah. Namun hanya diambil dan dipasarkan dalam bentuk bongkahan yang nilai ekonomisnya kecil. Tidak adanya proses teknologi dalam pengolahan hasil laut ini tidak terlepas dari tidak adanya sumber daya manusia. Peningkatan sarana pendidikan menjadi mutlak diperlukan namun harus disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan masyarakat dan lingkungannya (potensi daerah) Oleh karenanya perlu dikembangkan sarana (jenis) pendidikan yang dapat memberikan bekal keahlian dan keterampilan yang pada akhirnya dapat memberikan manfaat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. maka sekolah menengah kejuruan (SMK) memberikan alternative solusi dengan memberikan bekal kompetensi yang terpakai di dalam kehidupan bermasyarakat. Banyak SMK saat ini mengembangkan program keahlian yang sifatnya mengikuti tren pasar (marketable) sebagai akibat dari besarnya animo masyarakat yang memilih program keahlian tersebut.BAB III MODEL PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN TEKNOLOGI KEJURUAN BERBASIS KEBUTUHAN Kebijakan otonomi daerah mendorong daerah (kabupaten) berlomba untuk memacu pembangunan guna meningkatkan kemajuan di segala bidang khususnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mengurangi ketergantungannya terhadap daerah lain. sehingga kesejahteraan masyarakat rendah. Salah satu faktor penyebabnya adalah ketidaktepatan sarana pendidikan yang tersedia dan minimnya sarana pendidikan yang ada. misalnya Kabupaten Rembang yang mempunyai letak geografis yang sulit air. Oleh karenanya perlu dikembangkan . Disisi lain. banyak potensi sumber daya alam di beberapa daerah belum dapat dimanfaatkan secara optimal. Tetapi hasil ikan tangkapan nelayan ini hanya dijual dalam bentuk bahan asli. karena beberapa kendala. karena sebagian besar pengangguran adalah lulusan SMA yang sama sekali tidak mendapatkan (tidak mempunyai) bekal keterampilan pada saat sekolah. Misalnya. Untuk mengatasi masalah tersebut salah satunya adalah peningkatan Sumber Daya Manusia. dan peningkatan SDM tersebut dapat dicapai dengan peningkatan pendidikan masyarakatnya. Namun. Salah satu penyebab tingginya angka pengangguran adalah tidak terpenuhinya kualifikasi pendidikan dan keahlian yang dapat diserap oleh industri/perusahaan yang ada. banyak daerah yang belum mampu mewujudkan tujuan tersebut. potensi kelautan yang didalamnya banyak dihasilkan ikan laut seperti daerah sepanjang pantai hampir semuanya dihuni oleh nelayan yang menghasilkan tangkapan ikan yang sangat potensial. Misalnya batu kapur yang mempunyai mutu yang baik sebagai bahan bangunan. Hal ini karena memang tidak ada institusi pendidikan yang menghasilkan tenaga kerja terampil yang disiapkan untuk mengelola hasil laut agar dapat mendongkrak nilai ekonomi hasil laut tersebut.

Membekali kompetensi/keterampilan siswa untuk hidup mandiri mengembangkan wirausaha. karena bersekolah secara khusus memang tidak dialokasikan sebagai alat untuk mencari pekerjaan. menciptakan lapangan kerja. Orientasi Sekolah Menengah Kejururan adalah: 1. Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sebagai bentuk satuan pendidikan kejuruan sebagaimana ditegaskan dalam penjelasan Pasal 15. 2. Dengan bekal inilah. yang penting adalah bahwa bersekolah bukan semata-mata untuk mencari pekerjaan. Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas). Siswa yang bersekolah di sekolah kejuruan dipersiapkan sedemikian rupa dengan berbagai keterampilan kejuruan sesuai bidang yang dipelajarinya. maka Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) memberikan alternatif solusi dengan memberikan bekal kompetensi yang terpakai di dalam kehidupan bermasyarakat. merupakan pendidikan menengah yang mempersiapkan peserta didik terutama untuk bekerja dalam bidang tertentu. Membekali kompetensi/keterampilan dan kecakapan akademis siswa untuk memberikan peluang melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi.sarana (jenis) pendidikan yang dapat memberikan bekal keahlian dan keterampilan yang pada akhirnya dapat memberikan manfaat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan bekal inilah. maka siswa yang sudah lulus dapat menerapkan keterampilannya dan tidak perlu mencari pekerjaan sebab pekerjaan itu sebenarnya sudah ada di dalam dirinya. 3. Terkait dengan kondisi tersebut. melainkan sebagai bekal untuk bekerja dengan cara menciptakan pekerjaan untuk dirinya dan orang-orang yang ada di sekitarnya. Dalam Peraturan Pemerintah No. siswa diharapkan mampu menghadapi kehidupan dengan lebih baik sebab mempunyai kemampuan untuk bekerja.29 Tahun 2005 merumuskan bahwa Pendidikan Menengah Kejuruan mengutamakan penyiapan siswa untuk memasuki lapangan kerja serta mengembangkan sikap profesional. . Membekali kompetensi/keterampilan siswa untuk memenuhi kebutuhan pasar kerja di dunia usaha/dunia industri. Tetapi. Mereka mendapatkan pembelajaran teknik di bengkel sekolah dengan melakukan secara langsung kegiatan-kegiatan keterampilan.

struktur organisasi dan tujuan pendidikannnya saja. yaitu : orientasi pendidikan kejuruan. seleksi praktik instruksional. Inilah yang membedakan pendidikan kejuruan dengan pendidikan lainnya. Sehingga tujuan sebenarnya dari lembaga-lembaga pendidikan kejuaruan adalah menyiapkan tenaga kerja siap pakai yang terampil untuk memasuki dunia kerja. perbekalan logistiknya. penerapan PSG. Begitu pula pendidikan teknologi kejuruan memiliki beberapa asumsi. hubungannnya dengan masyarakat dunia usaha/industry. . untuk mwewujudkan hal ini maka kompetensi/keahlian dari anak didik perlu ditingkatkan misalnya dengan melakukan pembelajaran teori dan praktik. tetapi juga tercermin dalam aspek-aspek lain yang erat kaitannya dengan perencanaan kurikulum. kepekaannya terhadap perkembangan masyarakat. justifikasi untuk eksistensinya. salah satunya adalah bahwa pendidikan vokasi pada tingkat menengah difokuskan pada penyiapan individu awal memasuki dunia kerja. dan kebijakan pembangunan. criteria keberhasilannya. perbekalan logistiknya. atau pembangunan sekolah kejuruan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan daerah tersebut. Sedangkan karakteristik pendidikan kejuruan berbeda dengan pendidikan umum. evaluasi. fokus kurikulumnya. hubungannnya dengan masyarakat. perbedaan ini tidak hanya dalam definisi.BAB IV KESIMPULAN Prinsip pendidikan kejuruan didefinisikan sebagai generalisasi untuk menyiapkan dan pelayanan arahan untuk program dan konstruksi kurikulum.

_TEKNIK_MESIN/194904271976031.Pendidikan Teknologi dan Kejuruan. diakses 29 September 2011) Djohar. (http://file.com/2007/10/kuteknik.wordpress.edu/Direktori/FPTK/JUR.scribd.pdf.2006 “Pendidikan Teknologi Dan Kejuruan”.2011.Yoga..2011. Isma. Johar.2010. diakses tanggal 30 September 2011) Ana dkk. (online). Laporan Buku Model Pengembangan Kurikulum. (http://kptk.. As’ari.com/2010/11/04/pendidikan-teknologi-dankejuruan/.com/doc/44013104/Pend-Kejuruan#.. Kajian Kebutuhan Dan Penyediaan Sekolah Menengah Kejuruan Di Kabupaten Rembang.wordpress. (online)..files.. diakses 30 September 2011) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang “Sistem Pendidikan Nasional” Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2003 tentang “Ketenaga-kerjaan” . (online). Sejarah Pendidikan Teknologi dan Kejuruan. Semarang : Program Pasca Sarjana Magister Teknik Pembangunan Wilayah Dan Kota Universitas Diponegoro Widiaty.html._PEND. Dasmanjohan’s blog: Pendidikan Teknologi dan Kejuruan. (http://curriculumstudy. (online).Bandung: Fakultas Pendidikan Teknologi Dan Kejuruan Universitas Pendidikan Indonesia..com/index. diakses 29 September 2011) Pramono. (http://dasmanjohan.upi. KPTK (Kajian Pendidikan Teknologi Kejuruan).2011. (online). Maknun.DAFTAR PUSTAKA Anonim..LAPORA~2.doc.diakses 30 September 2011) Dasmanjohan. (http://www.weebly.2011. 2009.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->