Pengantar Teori Ekonomi Makro

Materi Kuliah Pengantar Teori Ekonomi Makro Dosen Pengampu : Bayu Pramutoko,SE I. Pendahuluan Secara umum, ilmu ekonomi berguna karena ia memberikan petunjuk-petunjuk mengenai kebijaksanaan apa yang bisa diambil untuk menanggulangi suatu permasalahan ekonomi tertentu. Ekonomi makro, sebagai satu cabang dan ilmu ekonomi, berkaitan dengan permasalahan kebijaksanaan tertentu, yaitu permasalahan kebijaksanaan makro. Tugas pengendalian makro adalah juga mengusahakan agar perekonomian bisa bekerja dan tumbuh secara seimbang, terhindar dan keadaan-keadaan yang bisa mengganggu keseimbangan umum tadi. Pengelolaan yang lebih khusus atas masing-masing sektor perekonomian bukan bagian dan tugas pengendalian makro, meskipun menjaga keseimbangan antara masing-masing sektor termasuk di dalam tugas tersebut. II. Permasalahan Ekonomi Makro Secara garis besar, permasalahan kebijaksanaan makro mencakup dua permasalahan pokok: a. Masalah jangka pendek atau masalah stabilisasi. Masalah ini berkaitan dengan bagaimana ―menyetir‖ perekonomian nasional dan bulan ke bulan, dan triwulan ke triwulan atau dan tahun ke tahun, agar terhindar dan tiga ―penyakit makro‖ utama yaitu: 1) inflasi, 2) pengangguran dan 3) ketimpangan dalam neraca pembayaran. b. Masalah jangka panjang atau masalah pertumbuhan. Masalah ini adalah mengenai bagaimana kita ―menyetir‖ perekonomian kita agar ada keserasian antara pertumbuhan penduduk, pertambahan kapasitas produksi, dan tersedianya dana untuk investasi. Pada asasnya masalahnya juga berkisar pada bagaimana menghindari ketiga penyakit makro di atas, hanya perpektif waktunya adalah lebih panjang (lima tahun, sepuluh tahun, atau bahkan dua puluh lima tahun). Dalam analisa jangka pendek faktor-faktor berikut ini kita anggap tidak berubah atau tidak bisa kita ubah: (a) Kapasitas total dan perekonomian kita. Kegiatan investasi dalam jangka pendek, masih mungkin dilakukan, tetapi ha nya dalam arti khusus, yaitu sebagai pengeluaran investasi berupa penambahan stok barang jadi, setengah jadi atau pun barang mentah di dalam gudang para pengusaha, dan pengeluaran oleh perusahaan-perusahaan untuk pembelian barang-barang modal (mesin-mesin, konstruksi gedunggedung dan sebagainya). Tetapi yang perlu diingat, ―jangka pendek‖ yang kita maksud di sini adalah begitu pendek sehingga pengeluaran (pembelian) barang-barang modal tersebut beleum bias menambah kapasitas produksi dalam periodesasi tersebut. (Yaitu mesin-mesin sudah dibeli tapi belum dipasang). (b) Jumlah penduduk dan jurnlah angkatan kerja. Dalam suatu triwulan misalnya, jumlah-jumlah mi praktis bisa dianggap tidak berubah. (c) Lembaga-lembaga sosial, politik, dan ekonomi yang ada.

Selanjutnya dari segi teori, apabila kita ingin ―menyetir‖ perekonomia kita dalam jangka pendek, kita harus melakukan kebijaksanaan-kebijaksanaan yang bersifat jangka pendek pula, misalnya dengan jalan : 1. 2. 3. 4. 5. 6. menambah jumlah uang yang beredar, menurunkan bunga kredit bank, mengenakan pajak import, menurunkan pajak pendapatan atau pajak penjualan, menambah pengeluaran pemerintah, mengeluarkan obligasi negara dan sebagainya.

Kebijaksanaan-kebinksanaan semacam ini mempunyai ciri umum bahwa kesemuanya bisa dilakukan tanpa harus mengubah ketiga factor tersebut di atas. Jadi seandainya kita menginginkan kenaikan produksi dalam jangka pndek, kita bisa melakukannya dengan, misalnya: 1. memperlancar distribusi bahan-bahan mentah kepada para produsen, 2. mendorong pcngusaha untuk mempergunakan pabrik-pabriknya secara lebih intensif (menambah giliran kerja/shift), 3. memberikan kerja lembur kepada para karyawan dan sebagainya. Kehijaksanaan-kebijaksanaan semacam mi bisa menaikkan arus produksi barang/jasa tanpa mengubah ketiga faktor di atas. Kesemuanya ini adalah kebijakilnaan-kebijaksanaan jangka pendek. Dan kebijaksanaan-kebijaksanaan semacam inilah yang sering diandalkan untuk tujuan stabilisasi. Meskipun demikian perlu kita catat di sini bahwa dalam praktek yang berkaitan antara masalah jangka pendek dan masalah jangka panjang, adalah sangat erat, terutama bagi negara-negara sedang berkembang. Dengan lain kata, kita seringkali tidak bisa mengkotakkan secara jelas mana yang jangka pendek dan mana yang jangka panjang. Di banyak negara-negara sedang berkembang, kita tidak bisa melakukan kebijaksanaan stabilisasi yang terlepas dan kebijaksaanaan pembangunan ekonomi (jangka panjang). Seringkali kebijaksanaakebijaksanaan jangka pendek yang kita sebutkan di atas, meskipun kita Iaksanakan secara setepattepatnyapun, tidak bisa menghilangkan secara tuntas penyakit makro, seperti inflasi dan pengangguran yang diderita oleh masyarakat dalam jangka pendek. Sebabnya adalah bahwa di negara-negara tersebut seringkali penyakit iniflasi dan pengangguran tersebut berakar pada sebab-sebab ―sturuktural,‖ yaitu pada faktor-faktor yang hanya bisa berubah atau diubah dalam jangka panjang dan biasanya melalui pembangunan ekonomi dan social. III. Kerangka Analisa makro Setelah kita mengetahui duduk persoalan mengenai masalah -masalah pokok apa yang dikaji dalam ekonomi makro, maka pertanyaan selanjutnya adalah mengetahui bagaimana mengaji masalah- masalah tersebut sehingga bisa diperoleh jawaban yang diinginkan. Terdapat dua aspek utama dan kerangka analisa ini. Yang pertarna adalah aspek mengenai ―apa‖ yang disebut kegiatan ekonomi makro dan ―di mana‖ kegiatan tersebut dilakukan. Yang kedua adalah aspek mengenai ―siapa‖ pelaku-pelakunya. a. Empat pasar Makro Dalam analisa ekonomi makro kita melihat kegiatan ekonomi nasional secara lebih menyeluruh dibanding dengan apa yang kita pelajari dalam ekonomi Mikro. Kita tidak lagi melihat pasar beras, pasan blue jeans, pasar rokok kretek, pasar Honda secana sendiri-sendiri. mi sesuai dengan pengertian mengenai ―pengendalian umum‖ di alas. Di sini kita melihat pasar-pasar tersebut dan pasar-pasar barang/jasa lainnya sebagai satu pasar besar, yang kita ben nama ―pasar barang‖. Tetapi dalam ekonomi makro kita

yaitu harga rata-rata ekspor kita dibagi dengan Neraca Perdagangan. Di pasar yang sama permintaan masyarakat kita akan barang-barang impor dan menentukan harga rata-rata impor dan ‗ volume impor. yaitu: (a) Rumah Tangga. Untuk pasar luar negeri. maka ini berarti bahwa teori ekonomi makro pada pokoknya mempelajari faktor-faktor apa yang mempengaruhi posisi kurva permintaan dan penawaran di masingmasing pasar.Lima Pelaku Makro Dalam teori makro kita menggolongkan orang-orarig atau lembaga-lembaga yang melakukan kegiatan ekonomi menjadi limo kelompok besar. Dalam teori ekonomi makro mempelajari faktor-faktor apa yang mempengaruhi P dan Q di masingmasing pasar. yaitu persediaan devisa yang kita pun pada awal tahun plus saldo neraca pembayaran. Inilah tujuan akhir dan mempelajari teori makro. Perekonomian nasional kita lihat sebagai suatu sistem yang terdiri dan empat pasar besar yang saling berhubungan satu sama lain. yaitu untuk digunakan sebagai petunjuk bagi pemilihan atau perumusan kebijaksanaan. Karena P dan Q tersebut adalah hasil pertemuan (atau perpotongan) antara kurva permintaan dan kurva penawaran. Dengan demikian kita bisa mengetahui kebijaksanaan-kebijaksanaan mana yang bisa digunakan oleh pemerintah untuk mempengaruhi P dan Q di masing-masing pasar. yaitu penerimaan devisa ekspor dikurangi pengeluaran devisa untuk import atau Neraca Pembayaran apabila kila ingin pula mengetahui tentang aliran keluar-masuknya harga rata-rata impor kita.tidak hanya mempelajani satu pasar ini saja. Juga di sini. (b) Produsen. Selanjutnya dengan diketahuinya faktor-faktor ini dan pengaruhnya terhadap posisi kurva permintaan dan penawaran. Harga – harga dikalikan volume ekspor memberikan penerimaan devisa ekspor. maka kita selanjutnya bisa menanyakan faktor-faktor mana di antara semua factor-faktor tersebut yang bisa dipengaruhi oleh pemerintah melalui kebijaksanaan-kebijaksanaan ekonominya. (c) Pemerintah. seringkali menggabungkan pasar eksport dan pasar impor dan mengamai apa yang terjadi dengan: (a) modal (b) Dasar Penukaran Luar Negeri(terms of trade). (c) Cadangan Devisa. harga rata-rata dikalikan volume import memberikan pengeluaran devisa kita untuk impor barang-barang/jasa tersebut. . yaitu: (a) Pasar Barang (b) Pasar Uang (c) Pasar Tenaga Kerja (d) Pasar Luar Negeri Di pasar luar negeri permintaan akan barang ekspor kita he. b. sama dengan penawaran akan barang tersebut menentukan harga rata-rata ekspor kita dan kuantitas atau volume ekspor.

Kebutuhan tenaga kerja oleh Perusahaan 7. Pengeluaran konsumsi oleh Rumah Tangga 2. Kebutuhan tenaga kerja oleh Pemerintah 6. * Kelompok Rumah Tangga melakukan kegiatan-kegiatan pokok seperti: (a) menerima penghasilan dan para produsen dan ―penjualan‖ teraga kerja mereka (upah). Belanja barang oleh Pemerintah 3. Ekspor ke luar negeri 5. Suplai uang giral 7. Suplai dana luar negeri. Tenaga kerja yang disediakan oleh Rumah Tangga 4. (d) menyisihkan sisa dan penghasilan tersebut untuk ditabung pada lembaga-lembaga keuangan. Impor dan luar negeri 3. (b) menerima penghasilan dari lembaga keuangan berupa bunga atas simpanan-simpanan mereka. Hasil produksi dalam negeri 2. Suplai uang kartal 5. (c) membelanjakan penghasilan tersebut di pasar barang (sebagai konsumen). Kegiatan dan kelima kelompok pelaku ini serta kaitannya dengan keempat pasar di atas dimana : > Permintaan : 1. Menyewa/menggunakan faktor-faktor produksi yang dimiliki oleh kelompok rumah tangga untuk proses produksi. deviden. . Kebutuhan Perusahaan-perusahaan Asing akan rupiah > Penawaran 1.(d) Lembaga-lembaga Keuangan. Kebutuhan Rumah Tangga akan uang tunai 9. Kebutuhan uang tunai dan kredit 8. dan dan menyewakan tanah hak milik mereka. masuk dalam pasar uang sebagai ―peminta‖ (demanders) karena kebutuhan mereka akan uang tunal untuk misalnya transaksi sehari-hari. **Kelompok Produsen melakukan kegiatan-kegiatan pokok berupa: (a) (b) memproduksikan dan menjual barang-barang/jasa-jasa (yaitu sebagai supplier di pasar barang). Tabungan Rumah Tangga 6. (e) Negara-negara Lain. Investasi oleh Perusahaan 4. (e) (f) membayar pajak kepada pemerintah.

menyewa tenaga kerja (sebagai demander di pasar tenaga kerja). (Singkatnya. (e) membayar pajak. (e) masuk ke dalam pasar uang dalam negeri sebagai penyalur uang (devisa) dan luar negeri (sebagai supplier dana) dan sebagai peminta kredit dan uang kartal rupiah untuk kebutuhan cabang-cabang perusahaan mereka di Indonesia (demander akan dana). Negara-negara lain: (a) menyediakan kebutuhan barang impor (sebagai supplier di pasar barang). Mereka (kaum sosialis) mengusulkan perombakan sistem perekonornian menjadi sistem sosialis. Penyakit-penyakit ini adalah konsekuensi logis dan sistem kapitalisme. pengangguran. (b) membeli hasil-hasil ekspor kita (sebagai demander di pasar barang). (b) menyediakan kredit dan uang giral (sebagai supplier dalam pasar uang). . yaitu sistem di mana faktor-produksi tidak lagi bisa dirniliki oleh pengusaha swasta. . (d) meminta kredit dan lembaga keuangan untuk membiayai investasi mereka (sebagai demander di pasar uang). (c) menyediakan kredit untuk pemerintah dan swasta dalam negeri.menyediakan kebutuhan uang (kartal) bagi masyarakat (sebagai supplier di pasar uang). membelanjakan penerimaan negara untuk membeli barang-barang kebutuhan pernerintah (sebagai demander di pasar barang). dan juga inflasi akan tetap menjadi penyakit perekonomian yang menghantui Kita dan waktu ke waktu.(c) menentukan pembelian barang-barang modal dan stok barang-barang lain (selaku investor masuk dalam pasar barang sebagai peminta atau demander). Kegiatan mereka berupa: (a) menerima simpanan/deposito dan rumah tangga. (c) Pemerintah (termasuk di dalamnya bank sentral) melakukan kegiatan berupa: . IV Teori-teori Makro DASAR FILSAFAT TEORI KEYNES Menghadapi masalah depresi dan pengangguran yang begitu hebat.menarik pajak langsung dan tak langsung. tetapi hanya . kaum sosialis di negara-negara Barat mengatakan bahwa kesalahannya terletak pada sistem perekonomian itu sendiri. Selama kita masih mempercayakan pengelolaan perekonomian kita pada para rodusen swasta yang perdefinisi hanya bertujuan mengejar keuntungan mereka pribadi. yaitu sistem laissez faire atau liberalisme atau kapitalisme. .meminjam uang dan luar negeri. maka depresi. sebagai penghubung pasar uang dalam negeri dengan pasar uang luar negeri). (d) membeli dan pasar barang untuk kebutuhan cabrng perusahaannya di Indonesia (sebagai investor). ***Kelompok Lembaga Keuangan mencakup semua bank-bank dan lembaga-lembaga keuangan lainnya kecuali bank sentral (Bank Indonesia).

. Pemerintah harus bersedia (atau diperbolehkan) untuk melaksanakan program-program dan kegiatan-kegiatan yang langsung bisa menyerap tenaga kerja yang tidak dapat memperoleh pekerjaan di sektor swasta. Semua kegiatan produksi dikuasai negara. demikian Keynes. yang dalam teori paling tidak. yaitu untuk kembali kepada posisi ―full employment‖ secara otomatis. Full enployment merupakan sesuatu yang hanya bisa dicapai dengan tindakan-tindakan terencana. Mengubah sistem semacam itu berarti mengubah cara hidup dan ke biasaan hidup yang sudah mendarah daging pada mereka. Dalam masa depresi misalnya. yaitu menghasilkan output dan menghasilkan pen ghasilan kepada masyarakat sebesar nilai output tersebut. Keynes ada pada posisi yang unik dalam se jarah pemikiran ekonomi Barat. Dengan demikian pada suatu waktu tertentu daya beli memang tersedia dalam jumlah yang cukup di masyarakat untuk ―membeli‖ barang/jasa yang diproduksikan. Surplus anggaran ini bisa merupakan rem bagi permintaan masyarakat yang berlebihan tadi. masih tetap bisa dipercayakan kepada pengusaha swasta. kebebasan berusaha dan mengabdikan pada bekerjanya ―natural laws‖. meskipun hal itu hanya bisa dilaksanakan dengan mengakibatkan defisit di anggaran belanja negara. Inilah inti dan ideologi Keynesian isme. Tetapi daya beli yang dimiliki oleh masyarakat tersebut tidak selalu harus sama dengan daya beli yang betul-betul dibelanjakan oleh masvarakat di pasar barang. bila terjadi inflasi yang disebabkan karena permintaan masyarakat akan barang barang/jasa melebihi apa yang bisa diproduksikan dengain kapasita yang ada. Dengan kata lain. Keynes menolak Hukum Say. (Perlu ditekankan di sini bahwa pada waktu itu sistem anggaran beda yang seimbang adalah satu-satunya sistem yang dianggap terbaik bidang pengelolaan keuangan negara).bisa dimiliki oleh negara (masyarakat). Tentunya ada ―obat‖ yang tidak terlalu pahit yang bisa menolong sistem perekonomian mereka. ―Obat‖ semacam ini ternyata dianggap terlalu drastis. karena pada saat-saat krisis ideologi semacam itu ia bisa menawarkan suatu pemecahan yang merupakan ―jalan tengah‖. Motif mengejar keuntungan bukan lagi sebagai motif utama untuk menggerakkan produksi (seperti dalam sistem kapitalis). orang harus bersedia meninggalkan ideologi laissez faire yang murni yang terkandung dalam pemikiran Klasik. Pendapat bahwa peranan Pemerintah dalam kegiatan ekonomi harus seminimal mungkin sehingga tidak merongrong hak asasi manusia. Pemerintah harus melakukan lebih banyak campur tangan yang aktif dalam mengendalikan perekonomian nasional. Menabung tidak menambah permintaan efektif di pasar barang. Keynes tidak percaya akan kekuatan hakiki dari sistem laissez faire untuk mengkoreksi diri sendiri. Pemerintahpun harus bersedia mengurangi pengeluarannya sehingga terjadi surplus dalam anggaran belanjanya. Demand yang ada tidak cukup untuk menyerap supply yang ditawarkan. Yang perlu digarisbawahi di sini adalah bahwa Pemerintah harus bersedia melakukan kebijaksanaan secara aktif dan sadar. tetapi sekarang pemerintah wajib melakukan kebijaksanaan yang aktif untuk mempengaruhi gerak perekonomian. Tidak bisa tidak. elebihan permintaan ini terjadi bila permintaan masyarakat akan barangbarang/jasa tidak cukup kuat. sebagian dan daya beli tersebut mungkin betul-betul diterjemahkan menjadi permintaan efektif di pasar barang. Bagaimana ini bisa terjadi? Pada asasnya Keynes masih menerima pendapat Say bahwa setiap proses produksi mempunyai akibat ganda. Tetapi sebagian lain dan daya beli tersebut mungkin akan ditabung oleh masyarakat. Keynes berpendapat bahwa kegiatan produk dan pemilikan faktor-faktor produksi. dan bukan sesuatu yang akan datang dengan sendirinya. Keynes mengatakan bahwa untuk menolong sistem perekonomian negara-negara tersebut. Menurut Keynes kelebihan produksi secara umum bisa terjadi. Sebaliknya. mengutamakan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi/golongan. haruslah ditinggalkan atau pling tidak diubah. dan orang-orang di negara-negara Barat yang sudah begitu lama terbiasa dengan kebebasan berusaha tidak banyak yang bisa menerimanya. PASAR BARANG Kemungkinan Kelebihan Produksi.

Jadi jelas bahwa pada suatu waktu tidak ada jaminan bahwa seluruh daya beli yang ditabung tersebut akan diterjemahkan menjadi permintaan efektif d pasar barang. Keadaan sebaliknya. dan tidak mungkin ada kelebihan produksi secara menyeluruh. maka ini berarti bahwa permintaa. Jadi. ( yang harga jualnya ditentukan atas dasar biaya pro duksi biasanya tidak mau turun. sangat tergantung khususnya pada apakah harga-harga barang cukup fleksibel ke bawah (yaitu bisa turun). Dengan lain kata. Sesuat dengan hukum penawaran dan permintaan biasa. Apabila seandainya harga-harga cukup fleksibel ke bawah. Dalam kenyataan memang ada barang yang harganya sulit untuk turun. Kalau demikian halnya. lebih s dikit orang-orang yang dipecat dan pekerjaan mereka (yaitu. Kalau para produsen ternyata memutuskan untuk melakukan investasi dalam jumlah .‘ efekt di pasar barang berjumlah kurang dan nilai dan seluruh out put yang ditawarkan di pasar tersebut. bila permintaan lebih kecil dan penawaran. triwulan) bisa terbeli? ada dua akibat yang bisa terjadi. maka harga-harga akan turun cukup jauh. yang mengatakan bahwa kalau harga sesuatu barang turun maka jumlah yang dirninta naik). Hanya apabila daya beli yang ditabung tersebut dipinjamkan oleh lembaga keuangan kepada sektor produsen untuk membiayai ―investasi‖ mereka. sehingga mereka percaya bahwa kalau saja harga-harga fleksibel maka depresi. maka harga cenderung untuk turun. (Kita ingat bahwa ―investasi‖ di artikan sebagai pembelian barang-barang oleh para produsen untuk keperluan penambahan stok di gudang mereka dan untuk keperluan perluasan kapasitas produksi mereka. Semuanya mi tergantung kepada apakah para pr dusen mau mempergunakan daya beli yang ditabung pada Iembag lembaga keuangan tersebut untuk pembelian barang-barang (inve tasi). maka kekurangan permintaan efektif tersebut akan lebih banyak mengakibatkan penurunan produksi (GDP) dalam periode beri kutnya. Apa yang terjadi kemudian bila tidak semua barang yang diproduksikan dalam suatu periode (misalnya. Ieh sedikit akibat penganggurannya) Perlu ditekankan lagi di sini bahw rnekanisme atau proses penyesuaian dengan harga yang fleksibel inilah yang terlalu diandalkan oleh kaum Kiasik. Kemungkinan Kekurangan Produksi. meskipun terjadi kelebihan pro duksi barang-barang tersebut). GDP dalani triwulan berikutnya turun. Say mengatakan bahwa seluruh penghasilan tersebut akhirnya akan diterjemahkan menjadi permintaan efektif. dan ini bisa terjadi bersamaan dengan akibat pertama tersebut. maka daya beli tersebut berubah menjadi permintaan efektif di pasar barang. Sampai berapa jauh kekurangan perrnintaan efektif akan meng akibatkan turunnya GDP (dalam periode berikutnya) dan sampai berapa jauh akan menurunkan harga. Jadi. yaitu kekurangan produksi secara umum juga mungkin terjadi. atau penurunan GDP (dan selanjutnya pengangguran) akan terkoreksi secara otomatis. para produsen akan nengu rangi produksi mereka untuk periode berikutnya. harga-harga barang turun. (Ingat hukum permintaan biasa. meskipun ada kelebihan produksi. Kedua. Jadi kalau harga cukup flek sibel maka penurunan produksj (GDP) pada periode berikutny tidak akan sebesar kalau harga-harga tidak mau turun. Pertama. Untuk menerangkan pendapat Keynes secara lebih jelas kita anggap hanya ada dua sektor: sektor rumah-tangga dan sektor pro dusen. tida semua barang yang diproduksjkan akan terbeli (jadi ada ke1ebiha produksi umum). Keynes mengatakan bahwa sebagian dari penghasilan yang tidak dibelanjakan oleh sektor rumah-tangga (yaitu yang ditabung pada lembaga-lembaga keuangan) tidak menimbulkan permintaan efektif. pembangunan gedung-gedung dan sebagainya). Kalau misalnya para produsen hanya mau mempergunakai separoh dan tabungan tersebut.Jadi tidak seluruh penghasilan (daya beli) yang diperoleh masyarakat secara langsung diter jemahkan menjadi permintaan efektif. dus tidak akan ada kekurangan permintaan efektif. yaitu pembelian mesin-mesin. sehingga permintaan akan barang-barang tersebut mulai naik kembali. Di sinilah Keynes berbeda dengan Say.

yang lebih besar daripada daya beli yang ditabung oleh ma syarakat.‖ dan anggapan bahwa semua harga fleksibel. Oleh sebab itu. Tetapi apabila ternyata bahwa pabrik-pabrik sudah bekerja secara penuh. yaitu mengendalikan jumlah uang yang beredar sesuai dengan kebutuhan transaksi masyarakat. apabila jumlah uang yang beredar (penawaran akan uang) naik maka tingkat harga pun naik. Dalam kasus kele bihan permintaan efektif ini. 2. artinya mempunyai kemampuan untuk kembali ke posisi keseimbangannya secara otomatis. maka permintaan efektif (oleh sektor rumah tangga dan sektor produsen) di pasar barang menjadi lena/u besar dibanding dengan nilai output yang tersedia di pasar. Tetapi pengangguran inipun hanya bersifat sementara. yang sulit diterka adalah perilaku produsen dalam pengeluaran investasinya. Seandainya pengeluaran investasi yang diinginkan para produsen (investor) ternyata lebih besar daripada dana yang ditabung oleh sektor rumah-tangga. berapa besar kelebihan permintaan efektif dalam periode sekarang akan mengakibatkan kenaikan GDP dan berapa besar akan mengakibatkan kenaikan harga. dalam praktek. Di pasar mi ditentukan tingkat harga umum. maka kelebihan permintaan efektif tersebut akan mengakibatkan kenaikan produksi (GDP) pada periode berikutnya tanpa menaikkan harga-harga (atau harga harga mungkin naik sedikit sekali). Keynes berpendapat bahwa keputusan tersebut cukup stabil dan biasanya hanya berubah apabila tingkat pendapatan rumah-tangga berubah. Di pasar barang sifat self-regulating ini dicerminkan oleh adanya proses yang otomatis membawa kembali ke posisi GDP yang menjamin full-employment. karena apabila harga-harga turun (termasuk tingkat upah). apabila karena sesuatu hal perekonomian tidak pada posisi ini. kaum Klasik mempunyai Teori Kuantitas. Yang perlu diingat di sini adalah bahwa besar kecilnya permintaan efektif (total) sangat tergan tung pada keputusan para konsumen (rumah tan gga) men genai besar pen geluaran konsumsinya dan keputusan para produsen men genai besarnya in vest asi yang mereka in gin Iaksanakan dalam periode tersebut Mengenai keputusan pengeluaran konsumsi rumah-tangga. maka konsumsi dan produksi akan kembali lagi ke tingkat semula (yaitu tingkat full employment). Dalam sistem standar kertas.Berikut ini kita akan melihat secara garis besar kerangka analisis dan teori makro dan Keynes. Pasar Uang Teori makro Klasik mempunyai dasar filsafat bahwa perekonomian yang didasarkan pada sistem bebasberusaha (laissez faire) adalah self-regulating. sehingga kelebihan permintaan tersebut akan diterjemahkan seluruhnya menjadi kenaikan harga-harga atau inflasi. gejolak pengeluaran investasi inilah yang sangat menentukan gejolak GDP (dan kesempatan kerja). tidak ada proses otomatis yang menstabilkan tingkat harga. OIeh sebab itu pemerintah tidak perlu campurtangan. Di sini kaum Kiasik melihat satu-satunya peranan makro pemerintah. maka mi berarti bahwa permintaan efektif lebih besar daripada nilai output yang tersedia. Bila masih cukup banyak kapasitas produksi (pabrik pabrik) yang belum bekerja secara penuh. tergantung pada tersedianya kapasitas produksi yang belum terpakai dalam masyarakat. . Menurut ia (dan ini memang didukung oleh kenyataan). Landasan dan keyakinan ini adalah (a) (b) berlakunya Hukum Say yang menyatakan bahwa: ―Supply creates its own demand. Di pasar tenaga kerja. 1. yang menyatakan bahwa permintaan akan uang adalah proporsional dengan nilai transaksi yang dilakukan masyarakat. Di pasar uang. dalam jangka pendek hanya ada pengangguran sukarela. maka kelebihan permin taan efektif tersebut tidak bisa diimbangi dengan kenaikan produksi (GDP).

Permintaan akan uang adalali kebutuhan masyarakat akan uang tunai untuk menunjang k giatan ekonominya. tingkat bunga yang berlaku dipasar uang. Karena jumlah uang (emas) yang beredar otomatis menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. tingkat harga (P) dan GDP Di sini kita menyoroti mata rantai yang pertama. Ketiga macan kebutuhan ini disebut 3 alasan mengapa orang memerlukan uang. Pasar uang untuk berjaga-jaga relatif kecil. ini berarti bahwa harga obligasi saat ini dengan harga tertinggi. 2. Caranya adalah dengan ―berspekulasi‖ dalam pasar obligasi (surat berharga). yaitu antara kebijaksanaan moneter dengan M Khususnya kita menanyakan tindakan-tindakan apakah yang bisa dilakukan Pemerintah (bank sentral) untuk mempengaruhi M (uang beredar) Untuk menjawab pertanyaan ini kita perlu merangkum kesimpulan-kesimpulan pokok mengenai proses penciptaan uang di atas. Permintaan akan uang untuk transaksi ditentukan oleh(a) vol me output yang ditransaksikan (yaitu GDP nil) dan (b) tingkai harga umum. Sebaliknya. Apabila harga obligasi diharapkan untuk naik di masa mendatang. Hubungan antara harga obligasi dan tingkat bunga yang berla ku adalah berkebalikan. dalam sistem standar kertas. Di pasar luar negeri. mak orang akan membeli obligasi dengan uang tunainya han in un berarti uang tunai yang saat mi ia ingin pegang (untuk tujual spekulasi) berkurang. Sementara itu Campur tangan pernerintah tidak diperlukan. Dalam hal mi Keynes tidak berbeda dengan kaum Klasik. Sedangkan penawaran akan uang adalah jumlah uang yang disediakan oleh pemerintah dan bank-banl yaitu seiuruh uang kartal dan uang giral yang beredar. 3. maka permintaannya akan uang tunai saat ini bertambah lebih senang menjual obligasi yang ia pegang memperoleh atau memegang uang tunai sekarang. Pertama. apabila harga obligasi diha rapkan turun. 6. mekanisme otomatis menjamin keseimbangan neraca perdagangan melalui: (a) mekanisme Hume. ada mekanisme otomatis yang menjamin kestabilan harga. (b) kebutuhan berjaga-jaga dan (c) kebutuhan spekulasi. Menurut Keynes. Ini adalah definisi umum dari kebijakan moneter yang bisa diartikan sebagai tindakan makro pemerintah dengan cara mempengaruhi proses penciptaan uang. Permintaan untuk spekulasi (yang membedakan teori Key dengan teori Kuantitas) adalah permintaan akan uang tunai un tuk tujuan memperoleh keuntungan. permintaan akan uang bersumber pada 3 macam kebutuhan akan uang: (a) kebutuhan transaksi. 2. harga obligasi turun berarti tingkat bunga naik. 5. Bila harga obligasi diharapkan naik. 4. Sebaliknya. Di sini peranan pemeriniah tidak dianggap perlu. yaitu: (a) besarnya jumlah uang inti (H) yang tersedia. dalam sistem standar emas. dan . atau (b) mekanisme kurs devisa mengambang.Dengan mempengaruhi proses penciptaan uang. pengeluaran investasi 2. kita simpulkan bahwa jumlah uang beredar (Ms) ditentukan oleh dua faktor. jumlah uang beredar. Kebijaksanaan Moneter Kebijakan moneter adalah tindakan pemerintah (atau bank sentral) untuk mempengaruhi situasi makro yang dilaksanakan melalui pasar uang. Penjelasan tentang pasar uang dapt dijelaskan sebagai berikut : 1. Bila harga obliga harapkan turun. Pasar uang adalah pertemuan antara permintaan akan uang dengan penawaran akan uang. Melalui tingkat bunga pemerintah bisa mempengaruhi : 1. Harga obligasi naik sama saja artiny dengan tingkat bunga turun. ini berarti bahwa harga obligasi saat ini dianggap terlalu rendah.Di dalam sistem standar emas. pemerintah bisa mempengaruhi : 1.

yang selanjutnya akan memperkecil nilai koefisien pelipat uang. kita simpulkan bahwa besarnya uang inti dipengaruhi oleh empat faktor. Tetapi sebenarnya pemerintah masih bisa mempengaruhi uang secara tidak langsung. Kita sebutkan di atas bahwa u (= K/Ms) tidak ditentukan oleh pemerintah. apabila discount rate ( pengurangan rata-rata) rendah. maka kemugkinan uang menurun (artinya. sehingga pelipat uang meningkat. cash-ratio bisa diturunkan apabila pemerintah menginginkan untuk memperbesar M Oleh sebab itu cash-ratio kita katakan pula sebagai suatu instrumen kebijaksanaan moneter. Akibatnya v (jumlah Uang Giral) meningkat dan pelipat uang menurun. Tingkat bunga ini dikenal dengan nama discount rate. Untuk pinjaman semacam ini bank-bank harus membayar bunga. Sebaliknya. Bagaimana dengan v (= R/D)? Kita singgung di atas bahwa selain itu pemerintah bisa mempengaruhi v melalui penentuan cash-ratio atau reserve requirement. Dengan cara: pemerintah bisa mempengaruhi neraca pembayaran Dengan menggalakkan ekspor (misalnya. sehingga v meningkat. artinya ia bisa memberikan pinjaman kepada bank-bank apabila mereka membutuhkan tam bahan likuiditas). maka bank merasa cukup aman memegang excess reserve yang kecil. (Ingat bank sentral adalah ―banknya bank‖ atau bankers‘ bank. yaitu dengan mempengaruhi excess reserve yang dipegang bank. Bagaimana caranya? Satu cara utama adalah dengan mengubah tingkat bunga yang dikenakan oleh bank sentral atas pinjaman yang diberikannya kepada bank-bank. Pemerintah bisa pula mempengaruhi Ms dengan cara mempengaruhi H (uang inti). Akibatnya v (jumlah Uang Giral) turun. tetapi diputuskan oleh masyarakat. Sebenarnya pemerintah masih bisa mempengaruhi v (jumlah Uang Giral) dengan cara lain. sebab mereka tidak ingin terlalu mengandalkan dana bank sentral untuk memenuhi kebutuhan likuiditas yang tak terduga karena cara itu menjadi terlalu mahal. Misalnya apabila bank-bank pemerintah rneningkatkan bunga yang dibayar kan untuk deposito atau giro. Apabila discount rate dinaikkan maka bank-bank cenderung untuk menambah excess reservenya. dengan memberi ran sangan ekspor berupa penurunan pajak ekspor atau pemberian sertifikat Ekspor) dan . karena sewaktu-waktu mereka memerlukan dana untuk mengatasi masalah likuiditasnya mereka bisa memperoleh dana bank sentral dengan biaya murah. Man kita lihat satu per satu. Apabila pemerintah ingin mengekang M pemerintah bisa meningkatkan cash-ratio. yaitu: (a) keadaan neraca pembayaran (surplus atau defisit) (b) keadaan APBN (surplus atau defisit) (c) perubahan kredit langsung Bank Indonesia (d) perubahan kredit likuiditas Bank Indonesia. orang lebih suka memegang uang giral daripada uang kartal).(b) besarnya koefisien pelipat uang. Kedua. Dalam hal ini kita mengatakan bahwa tingkat bunga untuk deposito dan giro adalah instrumen kebijaksanaan moneter yang bisa digunakan pemerintah untuk mempengaruhi M lewat u. Jadi discount rate adalah juga instrumen ke bijaksanaan moneter bagi pemerintah (bank sentral). Dengan demikian money multiplier naik dan M naik. Secara umum kita mengatakan bahwa pemerintah bisa mempengaruhi Ms apabila pemerintah bisa mempengaruhi nilai pelipat uang dan/atau jumlah uang inti. Apa yang bisa dilakukan pemerintah untuk mempengaruhi Ms adalah apa yang bisa dilakukan pemerintah untuk mempengaruhi variabel-variabel di sebelah kanan persamaan (8) ini. Sebaliknya.

. (misalnya dengan menaikkan bea masuk). yaitu sisi yang mencatat pengeluaran dan sisi yang mencatat penerimaan. maka APBN harus dibuat surplus. ter hadap perekonomian. APBN DAN KEBIJAKSANAAN FISKAL Pengaruh kebijaksanaan fiskal terhadap perekonomian bisa dianalisa dalam dua tahap yang berurutan. Hal ini sejalan dengan pengertian umum bahwa kebijaksanaan fiskal adalah kebijaksanaan yang dilaksanakan lewat APBN. Khususnya kita akan membahas makna dan suatu kebijaksanaan fiskal dilihat dari struktur pos-pos APBN. ini akan menambah uang inti yang tersedia di masyarakat. APBN bisa dibuat defisit. Dalam bagian mi kita akan mengaji tahap (a). Kita tidak bicarakan instrumen-instrumen lain tersebut di sini. Sebenarnya ada berbagai variasi instrumen lain yang bisa digunakan pemerintah untuk mempengaruhi Ms lewat baik money multiplier maupun jumlah uang inti. Akhirnya kita akan mengambil sebuah contoh untuk menunjukkan bagaimana kita bisa memperkirakan pengaruh dan suatu kebijaksanaan fiskal dengan menggunakan aijabar sederhana. KEBIJAKSANAAN FISKAL Kebijaksanaan fiskal adalah kebijaksanaan yang kedua dibidang pengendalian makro adalah. Demikian pula pemerintah bisa mempengaruhi M (uang bereedar) dengan mengendalikan kredit langsung dan kredit likuiditas bank sentralnya. yang dicerminkan oleh suatu struktur APBN tertentu. Sisi pengeluaran mencatat semua kegiatan pemerintah yang memerlukan uang untuk pelaknaannya. Apabila dikehendaki Ms meningkat. Sehingga Ms meningkat. Apa yang kita sebutkan di atas ada beberapa instrumen-instrumen pokoknya. Sertifikat Ekspor. Kebijaksanaan-kebijaksanaan semacam ini mungkin lebih cocok disebut ‗kebijaksanaan fiskal-moneter‖. yaitu: (a) Bagaimana suatu kebijaksanaan uiskal diterjemahkan men jadi suatu APBN dan (b) Bagaimana APBN tersebut mempengaruhi perekonomian. Untuk tujuan pembahasan Dibagian lain terdiri dan pos utama. 2. yaitu: 1. baliknya. bea masuk. Pemerintah bisa dengan lebih langsung mempengaruhi APBN . Jadi pajak ekspor. Jadi.mengurang impor. pengeluaran pemerintah untuk gaji pegawainya. adalah instrumen kebijaksanaan moneter. APBN adalah juga instrumen kebijaksanaan moneter. apabila M dikehendaki turun. karena lebih cocok untuk bahas dalam Ekonomi Moneter. APBN mempunyai dua sisi. pemerintah bisa menciptakan surplus neraca pembayaran. Dalam bagian selanjutnya kita akan meneliti apakah pengaruh dan suatu ―kebijaksanaan fiskal‖. sehingga dalam praktek yang sering dijumpai adalah kebijaksanaan fiskal yang juga mempunyai konsekuensi-konsekuensi moneter atau kebijaksanaan moneter dengan konsekuensi-konsekuensi fiskal. Dalam praktek macam pos-pos yang tercantum di sisi ini sangat beraneka ragam dan mencerminkan apa yang ingin dilaknakan pemerintah dalam programnya. Kebijaksanaan moneter dan kebijaksanaan fiskal adalah dua kebijaksanaan yang merupakan alat utama bagi perencana ekonomi nasional untuk mengendalikan keseimbangan makro perekonomiannya. Keduanya sangat erat berkaitan satu sama lain. Pembahasan ini diawali mengenai hubungan antara APBN dan kebijaksanaan fiskal. misalnya dengan menetapkan batas maksimum yang bisa diberi n (credit ceiling) atau dengan menaikkan (atau menurunkan) tingkat bunga kredit bank. Pengeluaran pernerintah untuk pembelian barang/jasa.

Biasanya bank sentral bertindak sebagai ―agen‖ pemerintah dalam melakukan open market operations. Semua pos pada sisi pengeluaran tersebut memerlukan dana untuk melaksanakannya. Cara di atas adalah untuk memperoleh ―kredit komersial‖ dan luar negeri. pengeluaran pemerintah untuk transfer payments yang ini liputi misalnya. Tetapi ada satu perbedaan penting antara kredit bank sentral kepada pemerintah dengan kredit bank kepada seseorang atau perusahaan. Bagi negara-negara sedang berkem bang pasar semacam itu belum berkembang. Dalam hal mi pemerintah Indonesia menerima dana (dalam bentuk matauang asing atau ―devisa‖) dan si pembeli di luar negeri menerirna surat tanda berhutang (―obligasi‖) pemenintah Indonesia (beserta janji kapan membayar kembali dan dengan bunga beberapa). Cara mi lebih cocok apabila pemerintah membutuhkan dana dalam bentuk devisa (misalnya. open market operations adalah suatu cara pembelanjaan keuangan negara yang sangat penting. masyarakat memegang obligasi pemerintah). (Yang lebih tepat sebenarnya adalah penciptaan uang inti baru). Bagi beberapa negara. (d) pinjaman dan luar negeri. pemerintah bisa ―meminjam‖ dana dan bank sentralnya. Cara lain untuk memperoleh dana adalah meminjam dan masyarakat dalam negeni. pajak masih merupakan sumber keuangan negara yang paling penting bagi semua negara di dunia. Ada empat sumber utama untuk memperoleh dana tersebut. yaitu: (a) pajak (berbagai macam). Sekarang. Khusus bagi negara sedang berkembang tersedia kemungkinan untuk memperoleh ―kredit lunak‖.3. pembayaran bunga untuk pinjaman pemerintah kepada masyarakat. yaitu pinjaman dengan bunga seperti yang berlaku di pasar pada saat itu. Bank sentral tidak bisa menciptakan uang giral seperti bank-bank umum biasa. sebab ―uang giral‖ bank sentral. dilihat dan persyaratan pembayaran bunga maupun jangka waktu pengembaliannya. Bila masyarakat (termasuk bank-bank) membeli surat berharga ini maka pemerintah memperoleh dana yang semula ada di tangan masyarakat (dan sebagai gantinya. Dan penambahan uang inti (L berarti (lewat money multiplier) penambahan jumlah uang beredar (L OIeh sebab itu dalam ungkapan yang lebih populer. Sisi penerimaan menunjukkan darimana dana yang diperlukan tersebut diperoleh. Yang pertama. pemberian kredit bank sentral kepada pemerintah adalah identik dengan pencetakan uang baru. Cara yang terakhir untuk memperoleh dana adalah dengan meminjam dan luar negeri. Cara ini disebut open market operations (operasi pasar terbuka). Bagi negara-negara maju. Namun bagi pemerintah di negara-negara modern ada bebeapa cara lain untuk memperoleh dana tambahan. (b) pinjaman dan bank sentral. pemerintah Indonesia telah menjual obligasinya di pasar uang Hamburg dan Tokyo). Perbedaan ini adalah bahwa bank sentral hanya bisa memberikan kredit dengan jalan menciptakan uang inti (reserve money). Cara ini hanya bisa dilakukan di negara-negara yang sudah memiliki pasar surat berharga (bursa efek dan saham) yang sudah maju. Caranya adalah dengan mengeluarkan obligasi dan menjualnya di pasar uang dalam negeri*). Dahulu pajak adalah satu-satunya sumber untuk pembiayaan kegiatan pemerintahan. untuk membiayai kebutuhan impornya). yaitu . kredit komersial mungkin mungkin dirasa cukup berat. sehingga kebijaksanaan open market operations hanya mempunyai kegunaan yang terbatas. seperti halnva seseorang mengambil kredit dart bank. (c) pinjaman dan masyarakat dalam negeri. pembayaran pensiun. Yang dilakukan di sini adalah ―mengambangkan‖ obligasi pemerintah di pasar uang luar negeri (misalnya. pembayaran subsidi/bantuan Iangsung kepada berbagai golongan masyarakat. Tidak ada pajak tidak ada kegiatan pemerintahan.

yaitu pajak.200.300 dan penerimaan total juga 2.*) Pemberi kredit ini adalah pemerintah negara-negara maju yang memang mempunyai program untukmembantu pembangunan negara negara berkembang. Ciri ini mempunyai implikasi penting bagi pengaruh kebijaksanaan fiskal terhadap perekonomian (seperti yang akan kita bahas nanti). Negara X. Dana Moneter Internasional (IMF). Dan memang. Alasan kedua. yang secara ekonomis lebih penting.300. Dalam contoh di atas. APBN suatu negara bisa berbentuk seperti berikut: APBN. dan lembaga lembaga keuangan internasional yang bertujuan membantu negara negara berkembang (seperti Bank Dunia. Asian Development Bank. surplus atau seimbang dalam arti ekonomis hanya apabila kita meneliti struktur angka-angkanya. kita tidak bisa melihat pengaruh dan suatu APBN hanya dengan melihat nilai totalnya saja. jadi terjadi defisit (dalam pengertian ini) sebesar 1. Dari segi pembukuannya. Pengertian defisit yang kedua dan yang ―kurang ketat‖ mengatakan bahwa APBN defisit apabila penerimaan pajak plus pinjaman pemerintah dan masyarakat dalam negeri tidak mencukupi untuk membiayai seluruh pengeluaran pemerintah. Sebagai contoh. yaitu negara-negara ―donor‖. pajak plus pinjaman mi berjumlah 1. secara populer.400. pengeluaran total adalah 2. Selain itu jelas pula dan uraian di atas bahwa cara membiayai pengeluaran pemerintah menentukan sekali akibat APBN terhadap perekonomian. Masing-masing pengertian mempunyai arti ekonomis (dan implikasi makro) yang berbeda satu sama lain. Berbagai pengertian mengenai APBN surplus dan seimbang juga bisa digolongkan sejalan dengan pengertian mengenai defisit di atas. defisit APBN terjadi apabila pemerintah harus meminjam dan bank sentral atau. karena ini adalah pinjaman pemerintah terhadap warganya sendiri. defisit menurut pengertian ini adalah 300. sehingga terjadi defisit (dalam pengertian ini) sebesar 900. hanya terjadi pengalihan hak penggunaan dana yang tersedia). sehingga ada perasaan bahwa pinjaman ini ―wajar‖. Perubahan kebijaksanaan fiskal ditunjukkan oleh adanya perubahan jumlah untuk masing-masing pos. Kesimpulan umum mengenai uraian kita sampai saat mi adah bahwa kita harus berhati-hati dan mempunyai konsepsi jelas mengu nai pengertian mana yang kita maksud apabila kita mengatakan te jadi defisit atau surplus APBN. Contoh di atas (dengan kriteria manapun) menunjukkan situasi APBN defisit. harus men cetak uang baru untuk membiayai pengeluarannya. .100. karena dana yang diperoleh pemerintah adalah dana yang sebelumnya ada di ta ngan masyarakat (yaitu. Dalam contoh di atas. surplus atau seimbang. Dalam contoh di atas. Kita bisa mengatakan bahwa APBN defisit. kita bisa mempunyai kebijaksanaan fiskal yang berbeda apabila struktur angka-angka untuk pos-pos APBN berbeda. Pengertian yang paling ―lunak‖ mengenai defisit APBN menga takan bahwa defisit APBN hanya terjadi apabila pajak + pinjaman dan masyarakat dalam negeri + pinjaman dan luar negeri tidak mencukupi untuk membiayai seluruh pengeluaran pemerintah. APBN selalu seimbang: pengeluaran total adalah 2. Meskipun jumlah total (pengeluaran dan penerimaan) sama. Pengertian yang ―paling ketat‖ mengatakan bahwa defisit APBN terjadi apabila seluruh pengeluaran pemerintah tidak bisa dibiayai oleh sumber keuangan negara yang paling utama. Kita harus memilih pengertian yang sesuai dengan tujuan analisa kita atau dengan problema yang kita soroti. Dengan lain perkataan. dan sebagainya). (sebab nilai ini menurut prinsip akuntansinya harus selalu seimbang). 1981/1982 (dalam Rp milyar). Mengapa pinjaman dan masyarakat dalam negeni dianggap sebagai sumber dana yang ―wajar‖? Pertama.pinjaman dengan bunga di bawah bunga yang berlaku di pasar uang dan dengan jangka waktu yang lebih longgar. Ada beberapa pengertian yang berbeda mengenai apa yang di maksud suatu APBN defisit. adalah bahwa pinjaman semacam ini tidak menambah jumlah uang beredar di dalam negeri.300 sedang penerimaan pajak hanya 1.

(c) Inflasi campuran. Perubahan IHK dari waktu ke waktu menunjukkan pergerakan harga dari paket barang dan jasa yang dikonsumsi masyarakat. . yaitu inflasi yang mempunyai baik unsur demand pull maupun cost push. Pada asasnya inflasi merupakan gelaja ekonomi yang berupa naiknya tingkat harga. Sebagai akibat dan meningkatnya jumlah saldo kas yang dimiliki oleh rumah-rumah tangga dikarenakan oleh meningkatnya jumlah uang yang beredar. Kenaikan harga dari satu atau dua barang saja tidak dapat disebut inflasi kecuali bila kenaikan itu meluas (atau mengakibatkan kenaikan) kepada barang lainnya. (b) pendekatan celah inflasi. Istilah untuk inflasi semacam ini antara lain ialah demand-pull inflation.  Didasarkan kepada sumber penyebabnya. : inflasi dapat digolong-golongkan sebagai berikut: (a) Inflasi permintaan. yang ini terkenal dengan sebutan demand full inflation. Beberapa di antaranya yang uraian singkatnya disajikan di bawah mi ialah: (a) pendekatan teori kuantitas uang. Inflasi Permintaan dengan Pendekatan Teori Kuantitas Uang Teori kuantitas uang berpendapat bahwa naik-turunnya tingkat harga disebabkan oleh naik-turunnya jumlah uang yang beredar dalam perekonomian. Seperti tersirat dalam namanya. Indeks Harga Perdagangan Besar merupakan indikator yang menggambarkan pergerakan harga dari komoditi-komoditi yang diperdagangkan di suatu daerah.Bermacam-macam pengeluaran sangat menentukan pula pengaruh APBN terhadap perekonomian Hanya melihat angka ―total‖nya saja. inflasi permintaan timbul sebagai akibat dan meningkatnya permintaan agregatif. Inflasi semacam ini sering disebut mixed inflation. di pasar tradisional dan modern terhadap 283-397 jenis barang/jasa di setiap kota dan secara keseluruhan terdiri dari 742 komoditas. Ada beberapa Icon atau model analisis ekonomi yang dapat dimasukkan ke dalam kategori inflasi permintaan. (c) pendekatan IS-LM. INFLASI Inflasi merupakan salah satu masalah ekonomi yang banyak mendapatkan perhatian para pemikir ekonomi. menurut Soediyono R. dan (d) pendekatan permintaan -penawaran agregatif 1. inflasi tarikan permintaan dan demand inflation. Definisi inflasi : Inflasi adalah kecenderungan dari harga-harga untuk meningkat secara umum dan terus menerus. Inflasi Permintaan Sebagai langkah pertama macam inflasi yang merupakan pusat perhatian kita ialah inflasi permintaan. Indikator Inflasi :  Indeks Harga Konsumen (IHK) merupakan indikator yang umum digunakan untuk menggambarkan pergerakan harga. Kebalikan dari inflasi disebut deflasi. kita tidak bisa menilai konsekuensi APBN bagi perekonomian. lstilah lain yang hanyak dipakai untuk inflasi sernacam mi ialah cost-push inflation dan supply inflation. (b) inflasi penawaran. Dilakukan atas dasar survei bulanan di 45 kota.

inflasi Yang tenjadi di berbagai negara di dunja adalah kombinasi dan kedua macam inflasi tersebut. Inflasi akan terhenti di sini. ditentukan oleh tingkat bunga. yang pengukurannya tidak dalam rupiah per satuan waktu. maka meningkatnya permintaan agregatif akan mengakibatkan naiknya tingkat harga.angka banding antara jumlah saldo kas dengan besarnya pendapatan dirasakan menjadi terlalu tinggi. Inflasi Permintaan dengan Pendekatan Analisa Celah inflasi Masalah celah inflasi atau inflationary gap bahwa inflation gap terjadi apabila besarnya investasi yang terjadi melebihi penabungan atau saving pada tingkat pendapatan fuII-employmen. panenan Yang gagal dan sebagainya Infiasi yang berasal dan luar negeri adalah inflasi Yang timbul karena kenaikan harga-harga (yaitu. Atau disebut inflasi campuran yang mempunyai baik unsur demand—pull maupun cost—push. dalam keadaan di mana besarnya permintaan agregati. yang biasa disebut juga full-employment income. kecuali kalau terjadi lagi penambahan jumlah uang yang beredar. Pada umumnya. Proses inflasi terus terjadi sampai tercapai keadaan di mana angka banding antara jumlah saldo kas nyata dengan pendapatan nyata kembali ke ketinggian semula. 2. (b) penentuan tingkat harga dengan tingkat pendapatan nasional ekuilibrium seperti yang uraian atau perhitungannya disajikan oleh butir . dan seringkali keduanya saling memperkuat satu sama lain. mengenai pengukurannya semuanya sama. Analisis ISLM di lain pihak sebagian dan vaniabelnya. yaitu masing-masing diukur dalam rupiah per satuan waktu. yaitu variabel investasi dan variabel permintaan uang untuk spekulasi. Penggolongan Yang ketiga adalah berdasarkan asal dari inflasi Di sini kita bedakan: (1) inflasi Yang berasal dan dalam negeri (domestic Inflation) (2) Inflasi Yang berasal dan luar negeri (imported inflalion) Inflasi yang berasal dan dalam negeri timbul misalnya karena defisit anggaran belanja yang dibiayai dengan pencetakan uang baru. Sebagai akibat dan adanya inflasi nilai nyata saldo kas akan menurun. inflasi) di luar negeri atau di Negara negara tetangga berdagang dengan negara kita. Dengan kata lain. 3. Menurut Boediono : Kedua macam inflasi yaitu inflasi permintaan dan inflasi penawaran itu jarang sekali dijumpai dalam praktek dengan bentuk yang murni. menurut teori kuantitas uang. Dengan mendasarkan kepada asumsi kesempatan kerja penuh atau full employment.f yaitu hasil penjumlahan (C + 1 + G + X — M). Akibat kenaikan harga barang barang yang kita Inpor : (1) secara langsung kenaikan indeks biaya hidup karena sebagian dan barangbarag yang tercakup di dalamnya berasal dan impor. rumah tangga akan langsung menggunakannya untuk memperbesar pengeluaran konsumsi mereka. Oleh karena semua variahel yang diperhatikan dalam analisis silang Keynes tersebut. terjadilah inflasi. Untuk mengurangi kelebihan saldo kas tersebut. pernyataan tersebut tepat kalau diterapkan untuk perekonomian tertutup. ini dengan sendirinya mengakibatkan meningkatnya permintaan agregatif. melainkan dalam persentase persatuan waktu. . yaitu: (a) penentuan tingkat pendapatan nasional ekuilibrium. Inflasi semacam ini sering disebut mixed inflation. melebihi kapasitas produksi nasional. Inflasi Permintaan dengan Pendekatan IS-LM Menerangkan inflasi dengan menggunakan pendekatan IS-LM tersebut ialah bahwa masing-masing dimaksudkan untuk menerangkan dua hal.

―Penularan‘ inflasi dan luar negeri ke dalam negeri bisa pula lewat kenaikan harga barang-barang ekspor dan saluran saluran hanya sedikit berbeda dengan penularan lewat kenaikan harga barang-barangg impor : (1) harga. Kenaikan penghasilan ini kemudian akan dibelanjakan untuk membeli barang-banang (baik dan dalam maupun luar negeri). harga jual) dan berbagal barang Yang menggufl bahan mentah atau mesin-mesin yang harus di impor (cost inflation). Malaysia dan sebagainya ). Singapura. Korea. Disagregasi Inflasi : 1. harga komoditi internasional. . dari sisi permintaan (demand pull inflation). dan kemudian harga jualnya akan naik pula Kenaikan harga barang-barang ekspor berarti kenaikan penghasilan eksportir (dan juga para produsen barangbarang ekspor tersebut). Inflasi non Inti >Yaitu inflasi yang dipengaruhi oleh selain faktor fundamental. gangguan penyakit. dll Determinan Inflasi Inflasi timbul karena adanya tekanan dari sisi supply (cost push inflation). dan dari ekspektasi inflasi. dan terjadi negative supply shocks2 akibat bencana alam dan terganggunya distribusi. 2. Penularan inflasi dan luar negeri ke dalam negeri ini jelas lebih mudah terjadi pada negara-negara yang perekonomiannya terbuka. kaleng dan Sebagainya) akan naik. maka indeks biaya hidup akan naik pula sebab banang-barang ini langsung masuk dalam daftar barang-barang yang tercakup dalam indeks produksi dan (cost-inflation). seperti harga BBM. sepatu. Faktor-faktor terjadinya cost push inflation dapat disebabkan oleh depresiasi nilai tukar. peningkatan harga-harga komoditi yang diatur pemerintah (administered price)1 . (3) (perumahan. Bila jumlah barang yang tersedia di pasar tidak beitambah. maka harga-harga barang lain akan naik pu1a (demand inflation). naik. Inflasi Inti >Yaitu inflasi yang dipengaruhi oleh faktor fundamental: Interaksi permintaan-penawaran . Inflasi yang dipengaruhi shocks dalam kelompok bahan makanan seperti panen. Inflasi Volatile Food.Ekspektasi Inflasi dari pedagang dan konsumen 2. Dalam hal ini terdiri dari : 1. (2) Bila harga barang. dampak inflasi luar negeri terutama negara-negara partner dagang. Taiwan. Dengan kebijaksanaan-kebijaksanaan moneter dan perpajakan tertentu pemerintah bisa menetralisir kecenderungan inflasi yang berasal dan luar negeri.seperti kopi. tarif listrik. karet timah dan sebagainya) naik.barang ekspor (seperti kayu.Lingkungan eksternal: nilai tukar. Namun berapa jauh penularan tersebut terjadi juga tergantung kepada kebijaksanaan penierinlah yang diambil. yaitu yang sektor perdagangan luar negerinya penting (seperti Indonesia.(2) secara tidak langsung menaikkan indeks harg melalui kenajkan ongkos produksj (dan kemudian. (3) secara tidak langsung menimbulkan kenaikan harga di dalam negeri karena ada kemungkinan (tetapi ini tidak harus demikian) kenaikan harga barang-barang impor kenaikan Pengeluaran Pemerintah dan swasta yang berusaha mengimbangi kenaikan harga impor tersebut disebut demand inflation. tarif angkutan. angguan alam. maka ongkos barang-barang yang menggunakan barang-barang tersebut dalam produksinya Bila harga barang-barang ekspor . inflasi mitra dagang . Inflasi Administered Prices Inflasi yang dipengaruhi shocks berupa kebijakan harga Pemerintah. teh .

namun teori ini (yang akhir-akhir ini mengalami penyempurnaan-penyempurnaan oleh kelompok ahli ekonomi Universitas Chicago) masih sangat berguna untuk menerangkan proses inflasi di zaman modern in terutama di negara-negara yang sedang berkembang. Ketiga teori ini adalah: 1. misalnva. Keadaan yang pertama adalah bila masyarakat tidak (atau belum) mengharapkan harga-harga untuk naik pada bulan-bulan mendatang. memperbesar pos Kas dalam buku neraca para anggota masyarakat). Bila jumlah uang tidak ditambah.Faktor penyebab terjadi demand pull inflation adalah tingginya permintaan barang dan jasa relatif terhadap ketersediaannya. Inti dari teori ini adalah sebagai berikut: 1. Hal ini tercermin dari perilaku pembentukan harga di tingkat produsen dan pedagang terutama pada saat menjelang hari-hari besar keagamaan (lebaran. Sementara itu. apapun sebab musabab awal dan kenaikan harga tersebut. sebagian besar dan penambahan jumlah uang yang beredar akan diterima oleh masyarakat untuk menamhah likuiditasnya (yaitu. kegagalan panen. dan penentuan sebab-sebab ―ekonomis obyektif‖ ini mungkin bukanlah tugas yang paling sukar. jadi tidak ada kenaikan harga barangbarang (atau harga-harga mungkin naik sedikit sekali). . dan tahun baru) dan penentuan upah minimum regional (UMR). Teori ini menyoroti peranan dalam proses inflasi yaitu : (a) (b) jumlah uang yang beredar psikologi (harapan) masyarakat mengenai kenaikan harga-harga (expectations). kondisi ini digambarkan oleh output riil yang melebihi output potensialnya atau permintaan total (agregate demand) lebih besar dari pada kapasitas perekonomian. Teori kuantitas 2. tetapi masalah sosioekonomi-politis. Biasanya kita harus melampaui batasbatas ilmu ekonomi dan memasuki bidang ilmu sosiologi dan ilmu politik. Teori Keynes 3. Kalau kita mempertanyakan mengapa pemerinlah harus mencetak uang. Teori Strukturalis Teori Kuantitas adalah teori yang paling tua mengenai inflasi. misalnya saja karena pemerintah mencetak uang terlalu hanyak. hanya akan menaikkan harga-harga untuk semenlara waktu saja. 2. Tanpa ada kenaikan jumlah uang yang beredar. inflasi akan berhenti dengan sendirinya. Laju inflasi ditentukan oleh laju pertambahan jumlah uang yang beredar dan oleh psikologi (harapan) masyarakat mengenai kenaikan harga-harga di masa mendatang. Ilmu ekonomi membantu kita ntuk mengidentifikasikan sebab-sebab obyektif dari inflasi.seringkali jawabannya terletak di bidang sosial politik. faktor ekspektasi inflasi dipengaruhi oleh perilaku masyarakat dan pelaku ekonomi apakah lebih cenderung bersifat adaptif atau forward looking. Inflasi hanya bisa terjadi kalau ada penambahan volume uang yang beredar (apakah berupa penambahan uang kartal atau penambahan uang giral tidak menjadi soal). kejadian seperti. Masalah inflasi dalam arti yang lebih luas bukan semata-mata masalah ekonomi. Terdapat 3 kemungkinan keadaan. Penambahan jumlah uang ibarat ―bahan bakar‖ bagi api inflasi. meskipun mereka tahu bahwa tindakan tersebu mengakibatkan inflasi . masing-masing menyoroti aspek-aspek tertentu. dimana kecenderungan harga-harga untuk naik secara bersamaan. berarti bahwa tidak akan ada kenaikan permintaan yang berarti akan barang-barang. natal. TIMBULNYA INFLASI ―inflasi‖ semata-mata suatu gejala ekonomi. Sebab-sebab timbulnya inflasi khusus dari segi ekonomi. ini berarti bahwa sebagian besar dan kenaikan jumlah uang tersebut tidak dibelanjakan untuk pembelian barang. Secara garis besar ada 3 kelompok teori mengenai inflasi. Dalam hal mi. Dalam konteks makro ekonomi.

tekanan inflasi yang berasal dari sisi penawaran. misalnya 1 %. Pertama. sedangkan tekanan inflasi dari sisi penawaran (bencana alam. 2. Tugas Bank Indonesia Sebagai Bank Sentral adalah : Sesuai dengan UU No. terutama orang miskin. investasi dan produksi. distribusi tidak lancar. yang pada akhirnya akan menurunkan pertumbuhan ekonomi. Selanjutnya nilai tukar rupiah sepenuhnya ditetapkan oleh kekuatan permintaan dan panawaran yang terjadi di pasar. bertambah miskin. sehingga dalam pelaksanaan tugasnya Bank Indonesia dapat lebih fokus dalam pencapaian ―single objective‖-nya. A. Tanpa dukungan dan komitmen tersebut niscaya tingkat inflasi yang sangat tinggi selama ini akan sulit dikendalikan. Ketiga. Oleh karena itu. untuk dapat mencapai dan menjaga tingkat inflasi yang rendah dan stabil. yaitu : 1. inflasi yang tinggi akan menyebabkan pendapatan riil masyarakat akan terus turun sehingga standar hidup dari masyarakat turun dan akhirnya menjadikan semua orang. kenaikan jumlah uang yang beredar sebesar 10% diikuti oleh kenaikan hargaharga sebesar. tingkat inflasi domestik yang lebih tinggi dibanding dengan tingkat inflasi di negara tetangga menjadikan tingkat bunga domestik riil menjadi tidak kompetitif sehingga dapat memberikan tekanan pada nilai rupiah. Pengalaman empiris menunjukkan bahwa inflasi yang tidak stabil akan menyulitkan keputusan masyarakat dalam melakukan konsumsi. Pentingnya kestabilan harga Pentingnya pengendalian inflasi didasarkan pada pertimbangan bahwa inflasi yang tinggi dan tidak stabil memberikan dampak negatif kepada kondisi sosial ekonomi masyarakat. Faktor-faktor yang mempengaruhi inflasi dapat dibagi menjadi 2 macam. Dalam hal ini. B. Kedua. 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia sebagaimana telah diubah dengan UU No. dll) sepenuhnya berada diluar pengendalian BI. baik pemerintah maupun swasta. 1. tekanan inflasi yang berasal dari sisi permintaan 2. . Amanat ini memberikan kejelasan peran bank sentral dalam perekonomian. 3 Tahun 2004 tujuan Bank Indonesia adalah mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah (Pasal 7). Apa yang dapat dilakukan oleh BI adalah menjaga agar nilai rupiah tidak terlalu berfluktuasi secara tajam. Tingkat inflasi tercermin dari naiknya harga barang-barang secara umum. diperlukan adanya kerjasama dan komitmen dari seluruh pelaku ekonomi. BI hanya memiliki kemampuan untuk mempengaruhi tekanan inflasi yang berasal dari sisi permintaan.Dalam keadaan seperti ini. musim kemarau. Keadaan ini biasanya dijumpai pada waktu inflasi masih baru mulai dan masyarakat masih belum sadar bahwa inflasi sedang berlangsung. Yang dimaksud dengan kestabilan nilai rupiah adalahKestabilan nilai rupiah tercermin dari tingkat inflasi dan nilai tukar yang terjadi. inflasi yang tidak stabil akan menciptakan ketidakpastian (uncertainty) bagi pelaku ekonomi dalam mengambil keputusan.

melalui kebijakan moneter. maka biaya pengendalian moneter dapat diminimalkan. Harapannya adalah sasaran (target) inflasi Bank Indonesia diacu oleh masyarakat dan pelaku ekonomi sehingga inflasi yang terjadi dapat sama atau mendekati sasaran inflasi. Misalnya. yaitu jalur suku bunga. Bank Indonesia. jalur harga aset. kebijakan moneter akan ditransmisikan dan berpengaruh ke sektor finansial dan sektor riil setelah beberapa waktu lamanya (lag of monetery policy) . Bank Indonesia tidak sepenuhnya dapat mengendalikan inflasi. dan jalur ekspektasi. jalur kredit perbankan. kebijakan kenaikan suku bunga dapat menge-‘rem‘ pengeluaran masyarakat dan pemerintah sehingga dapat menurunkan permintaan secara keseluruhan yang pada akhirnya dapat menurunkan inflasi. Dengan melewati jalur-jalur tersebut. Secara teori. seperti investasi dan konsumsi masyarakat. terutama tekanan inflasi yang berasal dari sisi penawaran (cost push inflation). . kebijakan moneter dapat ditransmisikan melalui berbagai jalur (channel).C. Selain itu. kenaikan suku bunga ini dapat menguatkan nilai tukar melalui peningkatan (positive) interest rate differential. dapat mempengaruhi inflasi dari sisi permintaan. Peran Kebijakan Moneter Mengendalikan Inflasi Mengingat tugas spesifik yang diemban oleh Bank Indonesia seperti tersebut di atas. jalur nilai tukar. Bank Indonesia dapat mempengaruhi ekspektasi masyarakat melalui kebijakan yang konsisten dan kredibel. jalur neraca perusahaan. Demikian juga. Apabila kondisi ini terjadi.

D. framework ini akan berjalan baik apabila (i) hubungan antara base money dan inflasi stabil. (ii) penetapan tingkat diskonto (discount rate). Efektivitas kerangka ini sangat tergantung kepada stabilitas velocity uang beredar baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. dan (iv) pengaturan kredit atau pembiayaan. Alasan Perubahan Kerangka Kerja Sebelumnya (Base Money Targetting) Sejak dilepasnya sistem crawling band. Seolah-olah terdapat dua nominal anchor. karena sebagian besar komponennya terdiri dari uang kartal yang perilakunya lebih dipengaruhi oleh permintaan (demand determined)6. bank sentral juga dapat mempengaruhi tujuan akhirnya secara ―tidak langsung‖. yaitu melalui berbagai regulasi dan himbauan (moral suassion) kepada sektor perbankan guna mempercepat mekanisme transmisi kebijakan moneter. Cukup sulit mengendalikan base money. Base money targeting framework didasarkan pada teori kuantitas uang (quantity theory of money). yaitu pencapaian sasaran inflasi dan target base money Respon kebijakan moneter cenderung backward looking. (iii) penetapan Giro Wajib Minimum (minimum reserve requirement).Selain kebijakan moneter yang bersifat ―langsung‖ seperti di atas. Selain itu. Kerangka tersebut tidak terlepas dari upaya Bank Indonesia untuk menyerap kembali kelebihan likuiditas di perbankan sebagai dampak dari adanya bantuan likuiditas Bank Indonesia sebagai konsekuensi fungsi Bank Indonesia sebagai lender of the last resort. Kerangka kebijakan moneter dengan menggunakan program moneter ini diformalkan sebagai bagian dari program IMF. dan (ii) bank sentral dapat mengendalikan uang kartal. Dalam pelaksanaannya. Berbagai perubahan-perubahan struktural pasca krisis antara lain ditandai dengan :  Penerapan floating exchange rate yang menyebabkan volatilitas nilai tukar yang lebih tinggi . Bank Indonesia menghadapi permasalahan dalam menggunakan framework ini. Bank Indonesia mentargetkan base money (base money targeting) dalam kerangka kebijakan moneternya. Dalam melaksanakan pengendalian moneter Bank Indonesia diberikan kewenangan dalam menggunakan instrumen moneter berupa tetapi tidak terbatas pada (i) Operasi Pasar Terbuka (open market operation). Hal ini disebabkan oleh :     Hubungan M0 dengan P dan Y tidak stabil. karena terdapat perubahan struktural pasca krisis 5 . yaitu MV=PY4 .

(iii) Mengikatkan diri kepada suatu mekanisme tertentu dalam membuat pertimbangan penentuan respon kebijakan moneter (constrained discretion). 3/2004.  Sesuai dengan amanat UU No. bank sentral mempertimbangkan prakiraan inflasi. Pemilihan kerangka kerja kebijakan moneter IT didasarkan atas beberapa pertimbangan sebagai berikut :  Memenuhi prinsip-prinsip kebijakan moneter yang sehat (sound). sasaran inflasi ditetapkan dengan mempertimbangkan pengaruhnya (trade-off) dengan pertumbuhan ekonomi.  Dapat meningkatkan kredibilitas BI sebagai pengendali inflasi melalui komitmen pencapaian target. dari pendekatan yang sifatnya pragmatis (eclectic approach) ke dalam suatu framework baru yang sesuai dengan prinsip-prinsip kebijakan moneter yang sehat (sound). Alasan pemilihan ITF 1. Manakala inflasi tinggi. serta berbagai variabel lain. 23/1999 Indonesia sebenarnya dapat dikategorikan sebagai ―Inflation Targeting lite countries‖. suku bunga jangka panjang akan meningkat karena tingginya premi risiko akibat inflasi. Secara eksplisit dinyatakan bahwa inflasi yang rendah dan stabil Merupakan tujuan utama dari kebijakan moneter. 23/1999 tentang Bank Indonesia sebagaimana telah diubah dengan UU No. Penyebabnya. Inflation Targeting Framework (ITF) Definisi ITF > ITF merupakan sebuah kerangka kebijakan moneter yang ditandai dengan pengumuman kepada publik mengenai target inflasi yang hendak dicapai dalam beberapa periode ke depan. ITF bukanlah suatu kaidah yang kaku (rule) tetapi sebagai kerangka kerja menyeluruh (framework) untuk perumusan dan pelaksanaan kebijakan moneter. sehingga masyarakat merasa tidak pasti dengan laju inflasi yang akan terjadi di masa mendatang. yaitu sasaran inflasi. transparan.   Restrukturisasi dan fungsi intermediasi perbankan terkait dengan program rekapitalisasi dan pergeseran portfolio aset dari kredit ke obligasi Permasalahan sektor riil yang mengakibatkan turunnya permintaan kredit. Studi di Bank Indonesia menyimpulkan bahwa akibat adanya perubahan struktural di atas. peran suku bunga menjadi semakin penting (dibandingkan dengan uang beredar) dalam mempengaruhi inflasi. Untuk itu. Perencanaan usaha menjadi lebih sulit. perlu dilakukan peninjauan ulang dan perubahan formulasi kerangka kerja kebijakan moneter (monetary policy framework) Bank Indonesia yang selama ini telah dianut. Fokus ke inflasi tidak berarti membawa perekonomian kepada kondisi yang sama sekali tanpa inflasi (zero inflation). Termasuk pertimbangan mengenai kebijakan ekonomi Pemerintah dalam kerangka koordinasi kebijakan moneter dengan kebijakan makro lain.  Hasil riset menunjukkan semakin sulit pengendalian besaran moneter. karena tingkat inflasi berkorelasi positif dengan fluktuasinya. pertumbuhan ekonomi. sejak berlakunya UU No. Sesuai definisi di atas. dan tidak lagi memperhatikan pertumbuhan ekonomi maupun kebijakan dan perkembangan ekonomi secara keseluruhan. 1. Inflasi rendah dan stabil dalam jangka panjang.  Pengalaman empiris negara lain menunjukkan bahwa negara yang menerapkan ITF berhasil menurunkan inflasi tanpa meningkatkan volatilitas output. Munculnya berbagai inovasi produk perbankan. Untuk itu. Akibatnya. F. (iv) Sesuai dengan prinsip-prinsip tata kelola yang sehat (good governance). Itulah . (ii) Kebijakan moneter bersifat antisipatif atau forward looking. konsisten. justru akan mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan (suistanable growth). Ketidakpastian inflasi ini cenderung membuat investor lebih memilih investasi asset keuangan jangka pendek ketimbang investasi riil jangka panjang. diantaranya reksadana. E. fluktuasinya juga meningkat. 2. dan minat investasi pun menurun. Penerapan ITF bukan berarti bahwa bank sentral hanya menaruh perhatian pada inflasi saja. Juga. Dalam penetapan respon kebijakan moneter. dan berakuntabilitas. sebagai kontribusi pokok kebijakan moneter dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. yaitu berkejelasan tujuan. yaitu dengan mengarahkan kebijakan moneter yang ditempuh saat ini diarahkan untuk mencapai sasaran inflasi yang ditetapkan pada periode yang akan datang mengingat adanya efek tunda (lag) kebijakan moneter. Prinsip-Prinsip Kebijakan Moneter yang Sehat (i) Mempunyai satu tujuan akhir yang diutamakan (overriding objective).

2. Indikator Kebijakan Moneter 1. 6%±1%. asesmen fakto risiko dan ketidakpastian serta hasil-hasil riset ekonomi dan kebijakan moneter. Fungsi BI Rate sebagai sinyal kebijakan  BI Rate adalah suku bunga instrumen sinyaling Bank Indonesia yang ditetapkan pada RDG triwulan untuk berlaku selama triwulan berjalan (satu triwulan). 1. penurunan. dan 2008 masing-masing sebesar 8% ±1%.  BI Rate digunakan sebagai acuan dalam pelaksanaan operasi pengendalian moneter untuk mengarahkan agar Rata-Rata Tertimbang Suku Bunga SBI 1 bulan hasil lelang OPT (suku bunga instrumen liquidity adjustment) berada di sekitar BI Rate. Sasaran Inflasi 1. 1. H. Sasaran inflasi sebagai sasaran akhir kebijakan moneter ditetapkan oleh Pemerintah setelah berkoordinasi dengan Bank Indonesia. dan 5. Langkah-langkah koordinasi kebijakan yang selama ini telah berlangsung baik akan terus diperkuat dan ditingkatkan. Bank Indonesia akan selalu dan terus memperhatikan langkah-langkah kebijakan ekonomi yang ditempuh Pemerintah. (Berdasarkan siaran pers : Rapat Koordinasi Bidang Makroekonomi tanggal 17 Maret 2006). 1.sebabnya. I. Pemerintah setelah berkoordinasi dengan BI telah menetapkan dan mengumumkan sasaran inflasi IHK untuk tahun 2006. Rekomendasi BI Rate yang dihasilkan oleh fungsi reaksi kebijakan dalam model ekonomi untuk pencapaian sasaran inflasi. Respon Kebijakan Moneter 1. Tujuan dan bentuk respon kebijakan moneter adalah sbb:  Respon (stance) kebijakan moneter ditetapkan untuk menjamin agar pergerakan inflasi dan ekonomi ke depan tetap berada pada jalur pencapaian sasaran inflasi yang telah ditetapkan (konsistensi). Analisis dan prakiraan berbagai variabel ekonomi tersebut dipertimbangkan untuk mengarahkan agar prakiraan inflasi ke depan sejalan dengan kisaran sasaran inflasi yang telah ditetapkan. . Dalam merumuskan kebijakan moneter. Penetapan lintasan sasaran inflasi ini sejalan dengan keinginan untuk mencapai sasaran inflasi jangka menengah panjang sebesar 3% agar Indonesia mampu bersaing dengan negara-negara Asia lainnya . variabel informasi.  Perubahan (kenaikan atau penurunan) BI Rate dilakukan secara konsisten dan bertahap. otoritas moneter seringkali berargumentasi bahwa kebijakan yang anti inflasi sebenarnya adalah justru kebijakan yang pro pertumbuhan. 3. survei. Demikian pula. penetapan respon kebijakan moneter dapat dilakukan dalam RDG bulanan. Perubahan BI Rate dilakukan terutama jika deviasi proyeksi inflasi terhadap targetnya (inflation gap) dipandang telah bersifat permanen dan konsisten dengan informasi dan indikator lainnya.0%±1%. Penetapan sasaran inflasi tersebut mempertimbangkan pengaruhnya terhadap pertumbuhan ekonomi (trade-off) dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Proses penetapan respon kebijakan moneter  Penetapan respon kebijakan moneter dilakukan dalam RDG triwulanan.  Respon kebijakan moneter dinyatakan dalam kenaikan. 2007. kecuali ditetapkan berbeda oleh RDG bulanan dalam triwulan yang sama. Selanjutnya suku bunga SBI 1 bulan diharapkan mempengaruhi suku bunga PUAB dan suku bunga jangka yang lebih panjang. G. Dengan demikian. Berbagai informasi lainnya seperti leading indicators. Dasar pertimbangan penetapan respon kebijakan  BI Rate merupakan respon bank sentral terhadap tekanan inflasi ke depan agar tetap berada pada sasaran yang telah ditetapkan.  BI Rate ditetapkan oleh Dewan Gubernur secara diskresi dengan mempertimbangkan: 1. atau tidak berubahnya BI Rate. rate rata-rate tertimbang hasil lelang SBI pada setiap kali lelang SBI tidak lagi diinterpretasikan oleh stakeholders sebagai sinyal kebijakan moneter Bank Indonesia. Bank Indonesia akan selalu melakukan analisis dan mempertimbangkan berbagai indikator ekonomi.  Dalam kondisi yang luar biasa. informasi anekdotal. dan 2. pertumbuhan ekonomi.  BI Rate diumumkan ke publik segera setelah ditetapkan dalam RDG sebagai sinyal stance kebijakan moneter (yang lebih jelas dan tegas) dalam merespon prospek pencapaian sasaran inflasi ke depan.  Respon kebijakan moneter ditetapkan untuk periode satu triwulan ke depan. khususnya prakiraan inflasi. 2.  Penetapan respon kebijakan moneter dilakukan dengan memperhatikan efek tunda kebijakan moneter dalam mempengaruhi inflasi. besaran-besaran moneter dan perkembangan sektor ekonomi dan keuangan secara keseluruhan. expert opinion.

Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan efektivitas pengendalian likuiditas sekaligus untuk memperkuat sinyal kebijakan moneter yang ditempuh Bank Indonesia. Koordinasi Bank Indonesia dengan Pemerintah dalam penetapan sasaran inflasi dilakukan sesuai dengan MoU yang telah disepakati antara Pemerintah (cq. Pentingnya keterlibatan Pemerintah dalam menetapkan inflasi didasarkan pada pertimbangan beberapa faktor. Dalam kondisi untuk menunjukkan intensi Bank Indonesia yang lebih besar terhadap pencapaian sasaran inflasi. Penetapan giro wajib minimum (GWM). Instrumen likuiditas otomatis (standing facilities). Pemerintah dan Bank Indonesia akan lebih mudah menurunkan dan menstabilkan inflasi dalam jangka menengah dan panjang. Pengendalian moneter dilakukan dengan menggunakan instrumen: (i) (ii) (iii) (iv) (v) Operasi Pasar Terbuka (OPT). K. upah minimum regional. Dengan langkah ini. Jika sasaran inflasi sangat kredibel. dalam arti Bank Indonesia dan Pemerintah dinilai akan mampu mencapainya. Intervensi di pasar valas. maka Bank Indonesia menyampaikan usulan perubahan Sasaran Inflasi setelah berkoordinasi dengan Bank Indonesia. karena menjadi ―milik bersama‖. tanpa harus menelan biaya kebijakan yang terlalu besar. dan penegakan hukum) juga secara tidak langsung turut mempengaruhi inflasi. Operasi Pengendalian Moneter 1. kebijakan di bidang produksi sektoral. Diharapkan pembentukan Tim Pengendalian Inflasi ini akan meningkatkan koordinasi antara otoritas moneter dengan Pemerintah secara keseluruhan. merekomendasikan pilihan kebijakan yang mendukung pencapaian sasaran inflasi. dan karenanya diharapkan pula dapat meningkat efektivitas kebijakan moneter. Adapun tugas tim tersebut antara lain mencakup pemberian usul mengenai sasaran inflasi. kebersamaan komitmen pengendalian inflasi antara Pemerintah dan Bank Indonesia di atas kertas akan menjadikan sasaran inflasi lebih kredibel. pemantauan. Kedua. sehingga sasaran inflasi menjadi tujuan bersama yang credible dan achievable. sinyal kebijakan moneter diharapkan dapat lebih mudah dan lebih pasti dapat ditangkap oleh pelaku pasar dan masyarakat. 2. Berbeda dengan pelaksanaan selama ini yang menggunakan uang primer. Respon kebijakan moneter dinyatakan dalam perubahan BI Rate (SBI tenor 1 bulan) secara konsisten dan bertahap dalam kelipatan 25 basis points (bps). Sebagai tindak lanjut. . diantaranya adalah penetapan administered price. tidak semua sumber inflasi di bawah kendali kebijakan Bank Indonesia. para pelaku ekonomi akan menyamakan perkiraan inflasi mereka dengan angka sasaran inflasi tersebut. 1. 2. Pengendalian moneter diarahkan pula agar perkembangan suku bunga PUAB berada pada koridor suku bunga yang ditetapkan. Menteri Keuangan) dengan Bank Indonesia. Koordinasi dengan Pemerintah 1. Bank Indonesia bersama Pemerintah telah membentuk tim penetapan sasaran. 1. Pertama. dan pengendalian inflasi (selanjutnya disebut Tim Pengendalian Inflasi) yang beranggotakan beberapa departemen teknis. Kebijakan pemerintah turut menyumbang inflasi. serta melakukan diseminasi mengenai sasaran dan upaya pencapaian sasaran inflasi kepada masyarakat. keamanan. perdagangan domestik dan tata niaga impor. mengevaluasi sumber-sumber dan potensi tekanan inflasi serta dampaknya terhadap pencapaian sasaran inflasi. gaji pegawai negeri. sasaran operasional pengendalian moneter adalah BI Rate. diantaranya adalah:  Bank Indonesia menyampaikan usulan Sasaran Inflasi kepada Pemerintah selambat-lambatnya bulan Mei pada tahun sebelum periode sasaran inflasi berakhir. J. Kebijakan pemerintah lainnya (misalnya di bidang politik.  Dalam hal terjadi kondisi yang luar biasa sehingga Sasaran Inflasi yang telah ditetapkan menjadi tidak realistis dan perlu direvisa. dan Himbauan moral (moral suassion).3. Koordinasi dengan Pemerintah dimaksudkan agar kebijakan moneter Bank Indonesia sejalan dengan kebijakan umum Pemerintah dibidang perekonomian dengan tetap menjaga tugas dan wewenang masing-masing. 2. maka perubahan BI Rate dapat dilakukan lebih dari 25 bps dalam kelipatan 25 bps. Bila kondisi ini terjadi.

L. 2. Dalam hal sasaran inflasi untuk suatu tahun tidak tercapai. Risiko yang sering menyertai kegiatan dalam sistem keuangan antara lain risiko kredit. Laporan Kebijakan Moneter disampaikan pula kepada Pemerintah dan masyarakat luas untuk transparansi dan koordinasi. 3. serta hal-hal lain yang ditetapkan oleh Dewan Gubernur. melaksanakan pembayaran dan menyebar risiko secara baik. Pertanggung-jawaban kebijakan moneter disampaikan kepada DPR untuk meningkatkan kredibilitas Bank Indonesia dalam melaksanakan tugas dan wewenang yang telah ditetapkan dalam UU. kalangan pakar dan akademisi. risiko pasar dan risiko operasional. Sistem keuangan secara umum terdiri dari pasar. SSK adalah sistem keuangan yang kuat dan tahan terhadap berbagai gangguan ekonomi sehingga tetap mampu melakukan fungsi intermediasi. muncul beberapa definisi mengenai SSK yang pada intinya mengatakan bahwa suatu sistem keuangan memasuki tahap tidak stabil pada saat sistem tersebut telah membahayakan dan menghambat kegiatan ekonomi. N. SSK adalah suatu kondisi dimana mekanisme ekonomi dalam penetapan harga. konperensi pers (terutama segera setelah RDG Triwulanan untuk menjelasankan respon kebijakan moneter). 3. M. Stabilitas Sistem Keuangan (SSK ) Istilah Stabilitas Sistem Keuangan (SSK) sebenarnya belum memiliki definisi baku secara internasional. alokasi dana dan pengelolaan risiko berfungsi secara baik dan mendukung pertumbuhan ekonomi. Pertanggung-jawaban kebijakan moneter dilakukan dengan penyampaian secara tertulis maupun penjelasan langsung atas Laporan Kebijakan Moneter (―Monetary Policy Report‖ atau ―Inflation Report‖) secara triwulanan dan aspek-aspek tertentu kebijakan moneter yang dipandang perlu. maupun penjelasan langsung kepada masyarakat. Oleh karena itu. kerangka kerja dan langkah-langkah kebijakan moneter yang telah dan akan ditempuh.” 2. Komunikasi kebijakan moneter disampaikan kepada masyarakat luas termasuk dan tidak terbatas pada media massa.” 3. 3. Di bawah ini dikutip beberapa definisi SSK yang diambil dari berbagai sumber: 1. Komunikasi kebijakan moneter mencakup pengumuman dan penjelasan pencapaian sasaran inflasi. Transparansi 1. pelaku ekonomi. risiko likuiditas. Kebijakan moneter dikomunikasikan secara berkesinambungan kepada masyarakat untuk meningkatkan kredibilitas kebijakan moneter dalam membentuk ekspektasi dan pencapaian sasaran inflasi. 2.3. Komunikasi kebijakan moneter dilakukan dengan cara termasuk dan tidak terbatas pada siaran pers. Koordinasi Bank Indonesia dengan Pemerintah mengenai kebijakan di bidang perekonomian lainnya dilakukan dalam Sidang Kabinet maupun pertemuan-pertemuan lainnya sesuai dengan perkembangan dan permasalahan yang terjadi. dapat dilakukan dengan meneliti faktor-faktor yang dapat menganggu stabilitas itu sendiri. 4. 4. publikasi (termasuk penerbitan ―Laporan Kebijakan Moneter‖ atau ―Inflation Report‖). Hal ini umumnya merupakan kombinasi antara kegagalan pasar. Akuntabilitas 1.” Meskipun definisi yang seragam mengenai SSK belum ada. namun untuk memahami lebih jauh soal ini. SSK adalah sistem keuangan yang mampu mengalokasikan sumber dana dan menyerap kejutan (shock) yang terjadi sehingga dapat mencegah gangguan terhadap kegiatan sektor riil dan sistem keuangan. . Kegagalan pasar itu sendiri dapat bersumber dari eksternal (internasional) dan internal (domestik). baik melalui rapat koordinasi dengan Departemen Keuangan (dan instansi terkait) maupun dalam pembahasan dengan DPR. Koordinasi Bank Indonesia dengan Pemerintah juga dilakukan dalam penetapan asumsi-asumsi makro untuk bahan penyusunan RAPBN. 4. Ketidakstabilan sistem keuangan dapat dipicu oleh berbagai macam penyebab dan gejolak. 1. lembaga dan infrastruktur. maka Bank Indonesia menyampaikan usulan penjelasan kepada Pemerintah sebagai bahan penjelasan Pemerintah bersama Bank Indonesia secara terbuka kepada DPR dan masyarakat yang dilakukan paling lambat Februari tahun berikutnya. baik karena faktor struktural maupun perilaku. 2. jadwal RDG.

Dalam transaksi pasar tersebut. karena didalamnya belum termasuk peran luar negeri dalam sistem ekonomi tersebut. yang selanjutnya mereka akan melakukan pengalokasian dana tersebut melalui pemberian fasilitas perkreditan atau jasa perbankan lainnya. Perekonomian tertutup Adalah model perekonomian yang pada pelakunya. secara sederhana akan melakukan kegiatan dalam penjualan dan pembelian di pasar yang saling melengkapi untuk memenuhi kebutuhan dan kepentingannya masing-masing. Lembaga Perbankan peranannya sangat vital untuk mengumpulkan dana-dana yang ada di masyarakat. Atas dasar hasil identifikasi tersebut selanjutnya dilakukan analisis sampai seberapa jauh risiko berpotensi menjadi semakin membahayakan. dan kemudian ditetapkanlah harga jual atau harga beli dari kegiatan tersebut. Hal ini dikatakan ekonomi pasar tertutup. Identifikasi terhadap sumber ketidakstabilan sistem keuangan umumnya lebih bersifat forward looking (melihat kedepan). yaitu perekonomian tertutup danperekonomian terbuka. Untuk memfasilitasi kegiatan produksi dan kegiatan konsumsi ini secara efektif maka sistem perekonomian memerlukan Lembaga perbankan dan lembaga keuangan lainnya seperti pasar modal.Meningkatnya kecenderungan globalisasi sektor finansial yang didukung oleh perkembangan teknologi menyebabkan sistem keuangan menjadi semakin terintegrasi tanpa jeda waktu dan batas wilayah. juga dapat mengakibatkan semakin sulitnya mengatasi ketidakstabilan tersebut. meluas dan bersifat sistemik sehingga mampu melumpuhkan perekonomian. inovasi produk keuangan semakin dinamis dan beragam dengan kompleksitas yang semakin tinggi. dikenal dua model perekonomian. lembaga penjamin. Dua Model Perekonomian Dalam menganalisa suatu perkenomian. khususnya Produsen dan Konsumen. lembaga asuransi. mereka akan terikat dengan kontrak dagang atau kesepakatan jual beli. pegadaian atau lembaga keuangan mikro yang terdapat di daerah pedesaan. . Selain itu. Berbagai perkembangan tersebut selain dapat mengakibatkan sumber-sumber pemicu ketidakstabilan sistem keuangan meningkat dan semakin beragam. Hal ini dimaksudkan untuk mengetahui potensi risiko yang akan timbul serta akan mempengaruhi kondisi sistem keuangan mendatang.

Terdapat kemungkinan dari produsen untuk melakukan kegiatan ekspor barang dan produk dagangan dengan tujuan pasar-pasar di negara lain atau sebaliknya melakukan kegiatan impor atas bahan mentah dan bahan penolong serta mesin atau barang jadi dari luar negara. di mana Y adalah pendapatn dan m adalah Marginal Propensity to ImportMenurut Tedi Heriayanto 8. Dengan adanya perekonomian terbuka dan setiap negara berkonsentrasi pada bidang yang memiliki keunggulan komparatif. pengeluaran untuk impor dibedakan menjadi dua jenis. Misalnya. Dalam model terbuka ini jasa perbankan dan lembaga keuangan dapat juga berasal dari luar negeri dan kita dihadapkan pada sistem perekonomian yang semakin menyatu (the borderless economy) yang disebut dengan the global economy. Alasan kedua adalah timbulnya increasing returns to scale (penurunan biaya pada skala produksi yang besar). tetapi karena masyarakat negara A tidak menyukai daging sapi. untuk dipertukarkan dengan barang dan jasa dari negara lain. neraca ini menghitung dan mencatat semua arus barang. sebaliknya setiap negara akan mengimpor barang dan jasa yang biaya produksinya relatif lebih tinggi (artinya kurang efisien dibanding negara lain). negara A dan B menghasilkan daging sapi dan daging ayam dalam jumlah yang hampir sama. di mana M0 adalah besarnya impor. sedang negara B tidak menyukai daging ayam. Perdagangan diperlukan karena adanya keanekaragaman kondisi produksi di setiap negara. Perdagangan internasional dapat terjadi karena beberapa alasan. yaitu variabel ekspor (X) dan variabel impor (M). jasa. setiap negara mungkin akan melakukan perdagangan jika selera mereka berbeda. 6Dengan memasukkan sektor luar negeri ke dalam model penghitungan pendapatan nasional. yaitu: . atau tidak (nilainya dianggap tetap). artinya proses produksi tersebut cenderung memiliki biaya produksi rata-rata yang lebih rendah ketika volume produksi ditingkatkan. Cara apa yang lebih baik untuk meningkatkan produksi selain menjualnya ke pasar global ?  Perbedaan selera. Neraca Pembayaran Internasional Berbagai permasalahan ekonomi dewasa ini sebagian besar sangat terkait dengan permasalahan defisit neraca pembayaran dan utang atau kredit luar negerinya. Sedangkan impor yang nilainya tergantung dari besar kecilnya pendapatan dirumuskan sebagai berikut: M= M 0 + mY. Neraca pembayaran internasional (international balance of payment) suatu negara merupakan laporan keuangan negara yang bersangkutan atas semua transaksi ekonomi dengan negara-negara lain yang disusun secara sistematis.Untuk impor yang nilainya tetap dapat dituliskan sebagai berikut :M = M0. dengan demikian ekspor yang saling menguntungkan dapat terjadi di antara kedua negara tersebut. dan modal antara suatu negara dengan negara lain.Dalam sistem perekonomian terbuka ini. sebaliknya negara B mengimpor daging sapi dan mengekspor daging ayam. negara A karena beriklim tropis dapat berspesialisasi memproduksi pisang. berarti kita menamijahkan dua variabel dalam model perekonomian tiga sektor. kopi. Prinsip ini mengatakan bahwa setiap negara akan berspesialisasi dalam produksi dan mengekpor barang dan jasa yang biayanya relatif lebih rendah (artinya lebih efisien dibanding negara lain).Pada sistem ekonomi yang terbuka. Jika rasio ekspor-impor terhadap GNP melebihi 50% maka dikatakan perekonomian lebih terbuka. yaitu :  Keanekaragaman kondisi produksi. Contohnya. Neraca pembayaran luar negeri suatu negara pada umumnya dibagi ke dalam empat bagian. tolok ukur yang baik untuk menilai kadar keterbukaan suatu perekonomian adalah rasio ekspor dan impor terhadap total GNP. yaitu bila negara A mengimpor daging ayam dan mengekspor daging sapi. Sekalipun kondisi produksi di semua daerah serupa. Banyak proses produksi menikmati skala ekonomis.  Penghematan biaya. Dengan demikian untuk menghitung pendapatan nasional keseimbangan pada perekonomian terbuka dilakukan dengan jalan menyamakan antara sisi pendapatan dan sisi pengeluaran. yaitu apakah impor itu tergantung dari variabel lain. Pekerja di setiap negara dapat memperoleh konsumsi dalam jumlah yang meningkat untuk jumlah jam kerja yang sama.  Prinsip keunggulan komparatif (comparative advantage). maka kehidupan semua orang akan menjadi lebih baik.

Nilai ekspor dan impor yang terlihat dalam saldo transaksi berjalan. pos-pos tak berwujud (jasa. Negara kreditur madya Pada tahapan ini. pendapatan modal dan investasi luar negeri memberikan surplus cukup besar terhadap pos tak tampak. Termasuk ke dalamnya pembelanjaan swasta dan pemerintah dan penjualan aset seperti saham. mulai dari negara debitur muda hingga negara kreditur madya. Neraca modal (capital account). dan real estate). Hal ini memuat selisih antara total ekspor dengan total impor barang dan jasa. Negara kreditur muda Dalam masa ini suatu negara mengembangkan ekspornya secara luar biasa. sebaliknya akan terjadi defisit transaksi berjalan. Sejarah menunjukkan bahwa setiap negara cenderung untuk memiliki beberapa tahapan dalam neraca pembayaran mereka. Total item yang termasuk bagian 1 biasanya disebut saldo transaksi berjalan. Bila total ekspor melebihi total impor barang dan jasa maka akan terjadi surplus transaksi berjalan. Negara meminjamkan uang kepada negara-negara lain. akan tetapi pertumbuhan dividen dan bunga yang harus dibayarkan untuk pinjaman luar negeri. . dipengaruhi oleh kurs mata uang yang digunakan.    Transaksi berjalan (current account). yang kemudian diseimbangkan dengan defisit neraca perdagangan. Negara debitur muda Dalam tahapan ini suatu negara lebih banyak mengimpor daripada mengekspor. sehingga memungkinkan negara tersebut menumpuk modal. Penyimpangan statistik. dan ekpor atau impor serta bantuan pemerintah. Negara debitur madya Dalam tahapan ini neraca perdagangan suatu negara telah surplus. Termasuk ke dalamnya barang dagangan (neraca perdagangan). Selain itu kekuatan nilai tukar (kurs) akan mempengaruhi nilai ekspor atau impor dari suatu negara terhadap negara lainnya. menjadikan saldo neraca modalnya kurang seimbang. obligasi. selisih di antara keduanya ditutup melalui pinjaman luar negeri. dan pendapatan dari investasi netto). Penyelesaian resmi (official settlements).

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful