No 1 2

3

4

5

6

7 8

Langkah Ikuti Protokol Standar Berdirilah di bagian kanan tempat tidur jika Anda bisa menggunakan tangan kiri (berdiri di sebelah kiri jika biasa menggunakan tangan kanan). Bereskan meja di samping tempat tidur dan susun peralatan. Tinggikan pagar tempat tidur di arah yang berlawanan. Pasang pelapis tahan air di bawah tubuh klien. Bantu klien telentang (lutut di fleksikan). Minta klien untuk merelaksasi kan pahanya sehingga dapat meningkatkan rotasi eksternal. Jika klien tidak mengabduksikan tungkainya pada sendi paha (misalnya sendi artritik), posisi berbaring (Sims) dengan tungkai atas di fleksikan pada lutut dan pangkul paha. Tutup klien dengan selimut mandi. Pasang selimut di sekitar klien; satu sisi pada leher klien, di sisi setiap lengan dan pinggang, terakhir di sekitar perineum. Gunakan sarung tangan sekali pakai dan cuci area perineum dengan sabun dan air sesuai kebutuhan; keringkan. Buka sarung tangan dan cuci tangan. Jika memasang kateter menetap, buka system drainase. Posisikan lampu untuk menerangi area perineum (ketika menggunakan lampu senter minta orang lain untuk memegangnya) Buka kotak kateterisasi menurut petunjuk, jaga perlengkapan steril. Gunakan sarung tangan steril Atur peralatan ditempat steril. Buka bungkus steril bagian dalam. Tuangkan larutan antiseptik steril kedalam kompartemen yang berisi bola kapas steril. Buka paket yang berisi pelicin. Pindahkan wadah specimen(penutupnya harus berada di atas) dan isi spuit yang berisi cairan dari baki pengumpul dan susun peralatan tersebut di samping tempat steril jika diperlukan. Sebelum memasang kateter menetap yang

Rasional Kesuksesan insersin kateter mengharuskan Anda untuk mengambil posisi yang nyaman disertai dengan semua peralatan yang dapat diambil secara mudah. Meningkatkan keamanan klien. Pelapis mencegah kotor pada seprai. Memberikan jangkauan yang baik pada struktur perineum. Alternative posisi Sims berbaring digunakan pada ketika klien tidak dapat mengabduksikan tungkai pada pangkal paha.

Pemajanan bagian tubuh yang tidak perlu harus dihindari dan kenyamanan klien dipertahankan.

Adanya mikroorganisme di dekat meatus uretra dikurangi. Mengurangi penularan mikroorganisme. Akses yang mudah mencegah kemungkinan kontaminasi. Sestem didisposisikan untuk meningkatkan drainase gaya berat. Memungkinakan identifikasi yang akurat dan dapat melihat meatus uretra dengan baik.

9

10 11 12

Mencegah penyebaran mikroorganisme dari meja atau area kerja kepersediaan alat steril. Memungkinakan memegang peralatan steril. Mempertahankan prinsip asepsis pembedahan dan mengorganisasikan area kerja.

13

Memeriksa integritas balon. Jangan melakukan

jaga atasnya tetap steri jika specimen akan dikumpulkan. Simpan baki steril dan isinya diatas kain sreril di antara paha klien. jika menggunakan kateter lurus. catatan: beberapan kotak kateter mempunyai sarung plastik di sekitar kateter yang harus dibuka sebelum diberi pelicin. Gunakan bola kapas yang bersih untuk setiap pengusapan tersebut: sepanjang lipatan labia luar dan dalam serta di sekitar meatus. Penampungan urin mencegah kotor pada seprai klien dan memungkinkan pengukuran haluaran urin yang akurat. Ambil kain steril yang berlubang dan bentangan. Persiapan langkah dari area yang sedikit terkontaminasi ke area yang banyak terkontaminasi. Masukkan ujung manset di bawah bokong klien. Mencegah kontaminasi pada meatus selama pembersihan. Tempatkan kain diatas tempat tidur di antara paha klien. Dengan tangan dominan keluarkan kateter kira-kira 7. Beri tahu klien untuk mengejan seperti ketika akan berkemih dan menarik napas panjang ketika anda memasukan kateter kateterisasi jika balon tidak mengembung atau bocor. Pasang kain steril: a. renggangkan kembali labia untuk membuka kembali semua meatus uretra. Pertahankan tangan yang tidak dominan dalam posisi tersebut selama prosedur. Relaksasi spingter eksternal membantu insersi kateter. Memberikan jangkauan yang mudah terhadap peralatan selama insersi kateter. Semua peralatan di siapkan sebelum kateter di pegang untuk mempertahahnkan tehnik aseptic selama prosedur. Penggunaan satu bola kapas untuk setiap usapan mencegah penyebaran mikroorganisme. Buka paket yang berisi larutan pembersih antiseptic dan tuangkan isinya di atas bola kapas steril atau peban (pastikan jangan menuangkan wadah penanmpungan) Buka wadah specimen urin. Kain steril yang berhadapan dengan sarung tangan steril adalah steril. Tangan yang dominan mempertahankan kesterilan. hati-hati jangan menyentuh permukaan yang terkontaminasi dengan sarung tangan Anda. Dengan tangan yang dominan. ambil bola kapas dengan porsep dan bersihkan area perimeum. 22 .5-5 cm. Memungkinkan penglihatan secara penuh pada uretra. buka labia dan hati-hati jangan menyentuh permukaan yang terkontaminasi. Simpan ujung kateter dalam nampan kateter. b. Kain berlubang memberikan area kerja yang bersih dekat tempat insersi kateter. Dengan tangan yang tidak dominan di pakai.usapkan dari depan ke belakang dari klitoris menuju kea rah anus.5-10 cm dari ujung. Permukaan kain bagian luar menjaga tangan tetap steril. Tempatkan kain di atas perenium klien. Pembersihan mengurangi jumlah nikroorganisme dalam letus uretra. Pegang dekat ujungnya yang memungkinkan penggunaan yang mudah selama insersi kedalam metus. Oleskan pelicin ke ujung kateter 2. Pelicin memungkinkan insersi kateter dengan mudah melewati meatus uretra. Persiapan untuk menampung specimen.14 15 16 17 18 19 20 21 umum umum dilakukan adalah menguji balon dengan menginjeksiksikan cairan dari spuit ke dalam balon. Tutupkan kembbali selama pembersihan yang memerlukan pengulangan prosedur.

Isi wadah atau botol kateter 20-30 ml dengan tangan non dominan di atas wadah. 24 25 Uretra wanita pendek.5-5 cm. Beritahu klien untuk mengejan seperti ketika akan berkemih dan menarik napas panjang ketika Anda memesukkan kateter melalui meatus secara perlahan. Masukkan kateter kira-kira 5-7. . Lepaskan labia dan pegang kateter secara aman dengan tangan nondominan. Dengan tangan dominan. ketika urine tampak keluar.5 cm pada orang dewasa atau sampai urine keluar dari kateter . Kontraksi kandung kemih atau sfingter dapat menyebabkan ekspulsi kateter. jepit kateter untuk menghentikan Relaksasi sfingter eksternal membantu insersi kateter. Kumpulkan specimen urine sesuai keperluan. Memesukkan kateter lebih jauh memestikan letaknya dalam kandung kemih. Keluarnya urine mengindikasikan bawa ujung kateter ada dalam kandung kemih atau uretra bawah. a.22 23 melalui metus secara perlahan. masukkan lagi 2.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful