BAB I PENDAHUULUAN

1.1

Latar Belakang Manusia adalah makhluk ciptaan allah yang misterius dan sangat menarik. Dikatakan misterius karena semakin dikaji semakin terungkap betapa banyak halhal ynag mengenai manusia yang belum terungkapkan. Dan dikatakan menarik karana manusia sebagai subjek sekaligus sebagai obyek kajian yang tiada hentihentinya terus dilakukan manusia khususnya para ilmuwan. Oleh karena itu ia telah menjadi sasaran studi sejak dahulu, kini dan kemudian hari. Hampir semua lembaga pendidikan tinggi mengkaji manusia, karya dan dampak karyanya terhadap dirinya sendiri, masyarakat dan lingkungan hidupnya. Dalam pandangan Islam, manusia merupakan ‘entity yang unik. Keunikannya terletak pada wujudnya yang multi-dimensi, bahkan awal penciptaannya di dialogkan langsung oleh Allah SWT degan para malaikat sehingga jadilah manusia makhluk Allah yang paling mulia dan sempurna di muka bumi ini. Karena kesempurnaan dan kemuliaannya, Allah memberikan keistimewaan-keistimewaan yang menyebabkan manusia berhak mengungguli makhluk lainnya. Di antara keistimewaan keistimewaannya adalah diangkatnya manusia sebagai khalifah di bumi. Manusia merupakan makhluk berpikir yang menggunakan bahasa sebagai medianya; manusia merupakan makhluk tiga dimensi seperti segitiga sama kaki, yang kaki-kakinya terdiri dari tubuh, akal, dan ruh; manusia mempunyai motivasi dan kebutuhan, manusia juga mempunyai keluwesan sifat yang selalu berubah melalui interaksi pendidikan. Manusia diciptakan Allah sebagai makhluk berpribadi, sebagai makhluk yang hidup bersama-sama dengan orang lain, sebagai makhluk yang hidup di tengah-tengah alam dan sebagai makhluk yang diciptakan dan diasuh oleh Allah. Manusia sebagai makhluk berpribadi, mempunyai fungsi terhadap diri pribadinya. Manusia sebagai anggota masyarakat mempunyai fungsi terhadap masyarakat. Manusia sebagai makhluk yang hidup di tengah-tengah alam, berfungsi terhadap

dan unsur jasmani [Ahmad Azhar Basyir. unsur akal. Selain itu manusia sebagai makhluk pribadi terdiri dari kesatuan tiga unsur yaitu : unsur perasaan.2 Rumusan Masalah  Apa pengertian sifat dasar manusia menurut pandangan islam?  Ada berapa sifat dasar manusia menurut pandangan islam?  Bagaimana hubungan konsep sifat dasar manusia jika dikaitkan dalam ayat Al Qur’an?  Apa yang menjadi tujuan penciptaan manusia? 1.alam. 1. . 1984 : 7-8].3 Tujuan  Untuk mengetahui pengertian sifat dasar manusia menurut pandangan islam  Untuk mengetahui sifat dasar manusia menurut pandangan islam  Untuk mengetahui hubungan konsep sifat dasar manusia jika dikaitkan dalam ayat Al Qur’an  Untuk mengetahui tujuan diciptakannya manusia. berfungsi terhadap yang menciptakan dan yang mengasuhnya. Manusia sebagai makhluk yang diciptakan dan diasuh.

punya telinga tetapi tidak mendengar (ayat-ayat . Sedangkan untuk jamaaknya dipakai kata an-nas. punya mata tetapi tidak dipergunakan untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah). jiwa dan raga. serta panca indera secara baik dan benar maka ia akan menurunkan derajatnya sendiri menjadi hewan seperti yang dinyatakan Allah di dalam Al-Qur’an: Abdurrahman An-Nahlawi [1995]. sama seperti ins. dan kecerdasan [M. maka dapatlah dikatakan bahwa kata insan menunjuk suatu pengertian adanya kaitan dengan sikap. 1992 : 22]. Kata insan digunakan al-Qur'an untuk menunjukkan kepada manusia dengan seluruh totalitasnya. unasi. Kata insan yang berasal dari kata al-uns. mengatakan manusia menurut pandangan Artinya: “mereka (jin dan manusia) punya hati tetapi tidak dipergunakan untuk memahami (ayat-ayat Allah). Al-Qur’an tidak menggolongkan manusia ke dalam kelompok bintang (animal) selama manusia mempergunakan akalnya dan karunia Tuhan lainnnya. Adapun kata basyar dipakai untuk tunggal dan jamak. nasiya dan anasa.BAB II PEMBAHASAN 2. yang lahir dari adanya kesadaran penalaran [Musa Asy'arie. Namun kalau manusia tidak mempergnakan jiwa. raga. Manusia yang berbeda antara seseorang dengan yang lain adalah akibat perbedaan fisik.Quraish Shihab. anisa. ada tiga kata yang digunakan untuk menunjukkan arti manusia. insiya. 1996 : 280]. anasi. yaitu kata insan. Kata insan dalam alQur'an dipakai untuk manusia yang tunggal. mental. kata basyar dan kata Bani Adam.1 Konsep Manusia dalam Al Qur’an Dalam al-Qur'an.

menurut ajaran islam.” Karena itu pula keunikannya ( kelainannaya dari makhluk ciptaan Tuhan yang lain) dapat dilihat pada struktur tubuhnya. manusia. Sebab sebelum ruh (ciptaan) Allah dipertemukan dengan jasad di rahim ibunya. Bertitik tolak dan rumusan singkat itu.Al-Insan:1). basyar (QS. dijadikan dalaam bentuk yang paling baik. dibandingkan dengan makhluk lain. Al-Insan (QS. berdasarkan studi isi Al Qur’an dan Al hadist. Salah satu diantaranya. Berbagai rumusan tentang manusia telah diberikan orang. mempunyai berbagai ciri utamanya adalah: 1. sebagaimana tertera dalam Al-Qur’an: . ruh yang berada di alam ghaib itu ditanyai Allah. Fungsi dan Tanggung jawab Manusia dalam Islam. 1983:19) Kelebihan Manusia dari Makhluk lainnya. 2.mekanisme yang terjadi pada setiap organ tubuhnya. Berbuny (setelah disunting)sebagai berkut: Al Insan (manusia) adalah makhluk ciptaan Allah yang memiliki potensi untuk beriman (kepada Allah). (QS.Al-Kahfi:10). proses pertumbuhannya melalui tahap-tahap tertentu.Allah). Mereka (manusia) yang seperti itu sama (martabatnya) dengan hewan bahkan lebih rendah (lagi) dari bintang”. bertanggungjawab atass segala perbuatannya dan barakhlak (N. AnNas(114):1). Firman Allah: Artinya: “sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya . Makhluk yang Paling Unik. Al-A’raf: 179) Di dalam AlQur’an manusia disebut antara lain dengan Bani Adam (QS. dengan mempergunakan akalnya mampu memahami dan mengamalkan wahyu serta mengamati gejala-gejala alam. ciptaan Tuhan yang paling sempurna. An-Nas (QS.A Rasyid. gejala-gejala yang ditimbulkan jiwanya. Al Isra’:70). Manusia memiliki potensi (daya atau kemampuan yang mungkin dikembangkan) beriman kepada Allah.

Artinya: “apakah kalian mengakui Aku sebagai Tuhan kalian? (Para ruh itu menjawab) “ya. sesungguhnya sejak awal dari tempat aslnya manusia telah mengakui Tuhan.” (QS. Dengan akal dan kehendaknya manusia akan tunduk dan patuh kepada Allah. Manusia diciptakan Allah untuk mengabdi kepada-Nya dalam Al-Qur’an surat az Zariyat: Artinya: “ Tidaklah Aku jadikan jin dan manusia. Karena itu di dalam Al-Quran ditegaakan oleh Allah: Artinya: . 3. Disamping akal.S AlA’raf : 172). Dengan pengakuan itu. bahkan mengingkari-Nya. (Q. Az-Zariyat: 56) 4. kami akui (kami saksikan) Engkau adalah Tuhan kami”). manusia dilengkapi Allah dengan perasaan dan kemauan atau kehendak. tidak tunduk dan tidak patuh kepada kehendak Allah. Tetapi dengan akal dan kehendaknya juga manusia dapat tidak percaya. menjadi muslim. Pengakuan dan penyaksian bahwa Allah adalah Tuhan ruh yang ditiupkan kedalam Rahim wanita yang sedang mengandung manusia itu berarti bahwa manusia mengakui (pula) kekuasaan Tuhan. berke-Tuhanan. telah ber-Tuhan . kecuali untuk mengabdi kepada-Ku. termasuk kekuasaan Tuhan menciptakan agama untuk pedoman hidup manusia di dunia ini. menjadi kafir.

pendengaran dan hati.al-Isro: 70 dan al-Hajj : 65]. Dengan jelas Allah menyebutkan bahwa dalam hidupnya. [3] Manusia sebagai makhluk yang dapat dididik. Salah satu anugrah Allah yang diberikan kepada manusia adalah menjadikan manusia mampu membedakan kebaikan dan kejahatan atau kedurhakaan dari ketakwaan.S. mengembangkan dan meninggalkan diri agar manusia terangkat dalam keutamaan [Q. lagit dan bumi.Sifat Dasar Manusia Manusia adalah mahluk paling sempurna yang pernah diciptakan oleh Allah SWT. Allah selalu bertanya kepada manusia dalan firman-Nya "afala ta'kilun". Ke dalam naluri manusia. serta karunia keunggulan atas alam semesta. Tetapi itu tidak akan menghapuskan kegelisahan psikis mereka. Allah menanamkan kesiapan dan kehendak untuk melakukan kebaikan atau keburukan sehingga manusia mampu memilih jalan yang menjerumuskannya pada kebinasaan.Al Qur’an pun telah menjelaskan secara . Manusia dipusakai dengan kecenderungan jiwa ke arah kebaikan maupun kejahatan. [2] Manusia sebagai makhluk istimewa dan terpili. 2. bebas.. “afala tata fakkarun". yang di dalam dirinya ditanamkan sifat-sifat : mengakui Tuhan. dalam surat al-Alaq : 3 dan 5. benda mati atau makhluk lainnya [QS.2 Sifat.Islam meliputi : [1] Manusia sebagai makhluk yang dimuliakan. Al-Quran menerangkan bahwa manusia berasal dari tanah dengan mempergunakan bermacam-macam istilah. Kemajuan mereka dimulai dari kelemahan dan ketidakmampuan. manusia harus berupaya menyucikan. Allah telah melengkapi manusia dengan kemampuan untuk belajar. Dengan kelengkapan sarana belajar tersebut. kecuali jika mereka dekat dengan Tuhan dan selalu mengingat-Nya [Rif'at Syauqi Nawawi. yang kemudian bergerak ke arah kekuatan. Al-Qur'an menggambarkan manusia sebagai makhluk pilihan Tuhan. serta sebagai makhluk semi-samawi dan semi duniawi. dan lain-lain pertanyaan Allah kepada manusia yang menunjukkan manusia mempunyai potensi untuk belajar. sebagai khalifah-Nya di muka bumi. kerendahan atau tidak berharga seperti binatang. Allah telah menganugrahi manusia sarana untuk belajar. 2000 : 11]. rasa tanggungjawab terhadap dirinya maupun alam semesta. artinya Islam tidak memposisikan manusia dalam kehinaan.as-Syam: 7-10]. seperti penglihatan. terpercaya.

Manusia itu Gampang Terperdaya “Hai manusia. Ia Diciptakan dalam bentuk dan keadaan yang sebaik baiknya (QS At-Tiin:4) 2. Manusia itu Penakut / Gampang Khawatir .S At-takaatsur 1) 4. Sifat Dasar Manusia menurut Al quran antara lain: 1. dijelaskan bahwa sebelum diciptakannya manusia. Manusia sangat banyak yg membantah ( QS Al Kahfi:54) Di lain ayat. Ia bersifat keluh kesah lagi kikir (QS Al Ma’aarij:19) 5. ditetapkanlah Tujuan Hidupnya. Dari sini jelas pula bahwa hakikat wujud manusia dalam kehidupan ini adalah melaksanakan tugas kekhalifahan. Kesempurnaan yang dimiliki oleh manusia merupakan suatu konsekuensi fungsi dan tugas mereka sebagai khalifah dimuka bumi ini. Manusia itu Lalai “Bermegah-megahan telah melalaikan kamu” (Q. Ia amat aniaya dan ingkar nikmat ( QS Ibraahim:34) 4. Annisa.S Al-Infithar : 6) 3. yakni mengabdi kepada Allah (QS Adz Dzaariyaat :56). tugasnya meliputi membangun dan mengolah dunia ini sesuai dengan kehendak Ilahi.S. yaitu agar makhluk ini menjadi khalifah (kuasa/wakil) Tuhan di bumi (QS Al Baqaraah :30). Ia dimuliakan dibandingkan dengan kebanyakan makhluk makhluk lain (QS Al Israa:70) 3. apakah yang telah memperdayakan kamu (berbuat durhaka) terhadap Tuhanmu Yang Maha Pemurah” (Q. dan setelah sempurna kejadiannya dihembuskanNya lah kepadanya Ruh ciptaan Tuhan.jelas bahwa awalnya manusia diciptakan dari tanah. (sesuai dari (QS Shaad: 71 -72). Tuhan telah menyampaikan rencana penciptaan ini kpd malaikat. Manusia itu Lemah “Allah hendak memberikan keringanan kepadamu dan manusia dijadikan bersifat lemah” (Q. 28) 2. Keistimewaan dan keburukan sifat manusia menurut Allah dalam Al Qur’an adalah sebagai berikut : 1. Karenanya.

orang-orang Yahudi. dia (kembali) melalui (jalannya yang sesat). jiwa dan buah-buahan.S Yunus : 12) “Ketahuilah! Sesungguhnya manusia benar-benar melampaui batas” (Q. an-Nahl 4) 8. dan dia mengada-adakan sekutu-sekutu bagi Allah untuk menyesatkan (manusia) dari jalan-Nya. Begitulah orang-orang yang melampaui batas itu memandang baik apa yang selalu mereka kerjakan. orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabiin .S. tetapi setelah Kami hilangkan bahaya itu daripadanya. hari kemudian dan beramal saleh. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.” (Q. dengan sedikit ketakutan.S Al Baqarah: 62) 6. Manusia itu Pelupa “Dan apabila manusia itu ditimpa kemudharatan. kekurangan harta. tidak ada kekhawatiran kepada mereka.” (Q. dia memohon (pertolongan) kepada Tuhannya dengan kembali kepada-Nya.” (Q. duduk atau berdiri. kemudian apabila Tuhan memberikan nikmat-Nya kepadanya lupalah dia akan kemudharatan yang pernah dia berdoa (kepada Allah) untuk (menghilangkannya) sebelum itu. Manusia itu Bersedih Hati “Sesungguhnya orang-orang mukmin. kelaparan.“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu. dan tidak (pula) mereka bersedih hati” (Q. seolah-olah dia tidak pernah berdoa kepada Kami untuk (menghilangkan) bahaya yang telah menimpanya. Manusia itu Suka Berlebih-Lebihan(Melampaui Batas) “Dan apabila manusia ditimpa bahaya dia berdoa kepada Kami dalam keadaan berbaring. siapa saja diantara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah . 7. Manusia itu Tergesa-Gesa Artinya: Dan manusia mendoa untuk kejahatan sebagaimana ia mendoa untuk kebaikan.S al-Alaq : 6) 9. tiba-tiba ia menjadi pembantah yang nyata.S Al-Baqarah 155) 5. Katakanlah: “Bersenang-senanglah dengan kekafiranmu itu . Manusia itu Suka Membantah “Dia telah menciptakan manusia dari mani. mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka. Dan adalah manusia bersifat tergesa-gesa.

tidak berterima kasih kepada Tuhannya. dan jika mereka ditimpa malapetaka dia menjadi putus asa lagi putus harapan.S Yunus 36) .” (Q.S Al-Fushshilat : 20) “Dan apabila Kami berikan kesenangan kepada manusia niscaya berpalinglah dia.” Dan adalah manusia itu sangat kikir. Manusia itu Suka Mengkufuri Nikmat Dan mereka menjadikan sebahagian dari hamba-hamba-Nya sebagai bahagian daripada-Nya.S. Sesungguhnya manusia itu benar-benar pengingkar yang nyata (terhadap rahmat Allah). (Q. bumi dan gunung-gunung. Manusia itu Dzalim dan Bodoh “Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit. Manusia itu Suka Menuruti Prasangkanya “Dan kebanyakan mereka tidak mengikuti kecuali persangkaan saja. ” (Q.S alAhzab : 72) 14. al-’Aadiyaat : 6) 13. dan membelakang dengan sikap yang sombong. Az-Zukhruf : 15) Sesungguhnya manusia itu sangat ingkar. niscaya perbendaharaan itu kamu tahan.S. dan dipikullah amanat itu oleh manusia. karena takut membelanjakannya. Sesungguhnya manusia itu amat dzalim dan amat bodoh. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan. maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya.sementara waktu. sesungguhnya kamu termasuk penghuni neraka. Al-Isra’ : 100) 12.S. Sesungguhnya persangkaan itu tidak sedikitpun berguna untuk mencapai kebenaran.” (Q. dan apabila dia ditimpa kesusahan niscaya dia berputus asa” (al-Isra’ 83) 11. Manusia itu Kikir “Katakanlah: “Kalau seandainya kamu menguasai perbendaharaanperbendaharaan rahmat Tuhanku.S Al Ma’arij : 20) “Manusia tidak jemu memohon kebaikan.” (Q.S AzZumar : 8 ) 10.” (Q. (Q. Manusia itu Suka Berkeluh-Kesah “Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah” (Q.

dan tidak (pula) mereka bersedih hati. Seperti syair yang dilantunkan Abdullah bin Rawahah untuk mengembalikan semangatnya saat nyalinya mulai ciut di perang mut’ah ketika dua orang sahabatnya yang juga komandan pasukan pergi mendahuluinya.ragu serta ditipu oleh angan-angan kosong sehingga datanglah ketetapan Allah. niscaya tidak ada kekhawatiran atas mereka. meliputi. Jaga keimanan kita. Berjama’ah Manusia itu lemah ketika sendiri dan akan kuat ketika berjama’ah. Tetap berpegang teguh kepada tali agama dan petunjuk-petunjuk dari Allah Kami berfirman: “Turunlah kamu semuanya dari surga itu! Kemudian jika datang petunjuk-Ku kepadamu.3 Tujuan Penciptaan Manusia . Manusia itu Suka Berangan-Angan “Orang-orang munafik itu memanggil mereka (orang-orang mukmin) seraya berkata: “Bukankah kami dahulu bersama-sama dengan kamu?” Mereka menjawab: “Benar. maka barang siapa yang mengikuti petunjukKu. Solusi keempat. tetapi kamu mencelakakan dirimu sendiri dan menunggu (kehancuran kami) dan kamu ragu.” (Q. Islam memberikan beberapa solusi untuk sifat-sifat buruk manusia. Merupakan hal yang wajar. Solusi pertama.” (Q.” (Q. Tetap berada dalam ketaatan sesulit apapun situasi yang melanda Tetap berada dalam ketaatan disini. “wahai jiwa. jika syurga sudah di depan mata mengapa engkau ragu meraihnya” Allah berfirman “Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orangorang yang bertakwa. berarti bersegera menyambut amal-amal kebaikan. iman seseorang naik turun dan berfluktuatif. 2. Ali Imran : 133) Solusi ketiga.S al Hadid 72) Dari berbagai macam sifat manusia tersebut.S al-Baqarah : 38) Solusi kedua.dan kamu telah ditipu terhadap Allah oleh (syaitan) yang amat penipu.15.S.

Al-Baqarah: 30. Ada banyak sekali kelebihan yang diberikan oleh Allah swt kepada manusia yang tidak diberikan kepada makhluk-makhlukNya yang lain. Terdapat dua ayat yang secara eksplisit menunjukkan tujuan Allah swt dalam penciptaan manusia yaitu QS. Dia tersusun dari perpaduan dua unsur. maka siapa yang hanya mengenal aspek tanahnya dan melalaikan aspek tiupan ruh Allah.” . maka dia tidak akan mengenal lebih jauh hakikat manusia. Manusia diciptakan untuk satu tujuan tertentu. kelezatan iman. Dengan tujuan itulah kemudian sesuatu difungsikan dan dengan adanya fungsi itulah maka keberadaan sesuatu menjadi berarti. memahami risalah hidupnya selaku pengemban amanah Allah. maka siapa yang hanya mengenal aspek tanahnya dan melalikan aspek tipuan ruh Allah. Ada beberapa perangkat yang diberikan Allah swt kepada manusia yang menjadikannya unggul dan terdepan dari para makhluk lainnya seperti daya tubuh yang membuat nya mampu mengembangkan dan menyesuaikan diri dengan lingkungan serta mempertahankan diri menghadapi tantangan. Hal ini disebabkan karena pada dasarnya segala sesuatu diciptakan dengan adanya satu tujuan. segenggam tanah bumi. dan ruh Allah. Al-Dhariyat: 56 dan QS. Al-Qur’an sendiri juga menyatakan bahwa manusia memang merupakan makhluk paling sempurna yang diciptakan oleh Allah. merasakan keindahan.dan kehadiran Allah. melalui arahan dan bimbingan yang berkesinambungan agar kehidupannya menjadi lebih berarti. daya akal yang membuatnya memiliki ilmu pengetahuan dan teknologi. Manusia sebagai Hamba Allah (Abd Allah) Ayat pertama yang menjelaskan tentang tujuan penciptaan manusia adalah firman Allah swt: Artinya: “Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku. Oleh karena itu manusia perlu menyadari eksistensi dan tujuan penciptaan dirinya.Manusia menurut Nurcholis Madjid memamng merupakan makhluk ciptaan Tuhan yang mengagumkan dan penuh misteri. daya kalbu yang memungkinkannya bermoral.

. Dengan demikian harus dipahami bahwa ada tujuan bagi Allah swt dalam perbuatannya. Adapun tujuan Allah. Kontraksi terjadi karena kata kerja tersebut didahului oleh partikel yang berfungsi ssebagai penghubung dan bermakna “tujuan dan yang merupakan salah satu kegunaan” Dalam ayat ini juga digunakan kata dan bentuk hars (pembatasan). Indikasi ini dapat dipahami dari klausa kata yang berarti : agar mereka mengabdi kepadaku”. Namun hal ini bukan berarti bahwa Allah swt butuh untuk disembah. Namun suatu perbuatan yang tidak memiliki suatu tujuan adalah perbuatan sia-sia yang harus dihindari. Dia menciptaka jin dan manusia karena Dia adalah Zat yang Maha Agung. kata kerja dan obyek. Allah swt menciptakan manusia untuk memberinya ganjaran. Karena itulah dapat kita lihat bahwa dakwah Rasulullah SAW di era mereka adalah mengajak masyarakat kepada tujuan utama penciptaan mereka yaitu mengabdi kepada Allah dengan sebenarnya. tapi dalam dirinya bukan diluar dirinya. Klausa tersebut berasal dari kata yang mengandung subyek. maka itu berkaitan dengan zatNya yang Maha Tinggi. Yang memperoleh ganjaran adalah manusia sedang Allah tidak membutuhkannya.Ayat ini mengindikasikan tentang tujuan penciptaan manusia sebagai hamba Allah. Ibadah adalah tujuan penciptaan manusia dan kesempurnaan yang kembali kepada penciptaan. Sebab menurut Taba’taba’I hal itu mustahil bagi Allah swt. Hal ini memberikan pengertian bahwa tujuan penciptaan manusia hanyalah untuk mengabdi kepada Allah swt dan bukan yang lainnya.

BAB III PENUTUP .

1997. Jakarta: Paramadina .DAFTAR PUSTAKA Amsyari. Bandung: Al Bayan Sjadzali.H. Prof. Dr. Ijtihad Kemanusiaan. Munawir. Masa Depan Umat Islam Indonesia.1993. Fuad. Dr.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful