P. 1
Makalah AIK kel 5

Makalah AIK kel 5

|Views: 78|Likes:
Published by Nanang Nur Afandi

More info:

Published by: Nanang Nur Afandi on May 11, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/11/2012

pdf

text

original

BAB I PENDAHUULUAN

1.1

Latar Belakang Manusia adalah makhluk ciptaan allah yang misterius dan sangat menarik. Dikatakan misterius karena semakin dikaji semakin terungkap betapa banyak halhal ynag mengenai manusia yang belum terungkapkan. Dan dikatakan menarik karana manusia sebagai subjek sekaligus sebagai obyek kajian yang tiada hentihentinya terus dilakukan manusia khususnya para ilmuwan. Oleh karena itu ia telah menjadi sasaran studi sejak dahulu, kini dan kemudian hari. Hampir semua lembaga pendidikan tinggi mengkaji manusia, karya dan dampak karyanya terhadap dirinya sendiri, masyarakat dan lingkungan hidupnya. Dalam pandangan Islam, manusia merupakan ‘entity yang unik. Keunikannya terletak pada wujudnya yang multi-dimensi, bahkan awal penciptaannya di dialogkan langsung oleh Allah SWT degan para malaikat sehingga jadilah manusia makhluk Allah yang paling mulia dan sempurna di muka bumi ini. Karena kesempurnaan dan kemuliaannya, Allah memberikan keistimewaan-keistimewaan yang menyebabkan manusia berhak mengungguli makhluk lainnya. Di antara keistimewaan keistimewaannya adalah diangkatnya manusia sebagai khalifah di bumi. Manusia merupakan makhluk berpikir yang menggunakan bahasa sebagai medianya; manusia merupakan makhluk tiga dimensi seperti segitiga sama kaki, yang kaki-kakinya terdiri dari tubuh, akal, dan ruh; manusia mempunyai motivasi dan kebutuhan, manusia juga mempunyai keluwesan sifat yang selalu berubah melalui interaksi pendidikan. Manusia diciptakan Allah sebagai makhluk berpribadi, sebagai makhluk yang hidup bersama-sama dengan orang lain, sebagai makhluk yang hidup di tengah-tengah alam dan sebagai makhluk yang diciptakan dan diasuh oleh Allah. Manusia sebagai makhluk berpribadi, mempunyai fungsi terhadap diri pribadinya. Manusia sebagai anggota masyarakat mempunyai fungsi terhadap masyarakat. Manusia sebagai makhluk yang hidup di tengah-tengah alam, berfungsi terhadap

dan unsur jasmani [Ahmad Azhar Basyir. Selain itu manusia sebagai makhluk pribadi terdiri dari kesatuan tiga unsur yaitu : unsur perasaan. 1. . berfungsi terhadap yang menciptakan dan yang mengasuhnya. unsur akal. Manusia sebagai makhluk yang diciptakan dan diasuh.alam.2 Rumusan Masalah  Apa pengertian sifat dasar manusia menurut pandangan islam?  Ada berapa sifat dasar manusia menurut pandangan islam?  Bagaimana hubungan konsep sifat dasar manusia jika dikaitkan dalam ayat Al Qur’an?  Apa yang menjadi tujuan penciptaan manusia? 1.3 Tujuan  Untuk mengetahui pengertian sifat dasar manusia menurut pandangan islam  Untuk mengetahui sifat dasar manusia menurut pandangan islam  Untuk mengetahui hubungan konsep sifat dasar manusia jika dikaitkan dalam ayat Al Qur’an  Untuk mengetahui tujuan diciptakannya manusia. 1984 : 7-8].

Kata insan digunakan al-Qur'an untuk menunjukkan kepada manusia dengan seluruh totalitasnya. Manusia yang berbeda antara seseorang dengan yang lain adalah akibat perbedaan fisik. Kata insan yang berasal dari kata al-uns. sama seperti ins. Al-Qur’an tidak menggolongkan manusia ke dalam kelompok bintang (animal) selama manusia mempergunakan akalnya dan karunia Tuhan lainnnya. insiya. mental. anisa.BAB II PEMBAHASAN 2. maka dapatlah dikatakan bahwa kata insan menunjuk suatu pengertian adanya kaitan dengan sikap. Namun kalau manusia tidak mempergnakan jiwa. Adapun kata basyar dipakai untuk tunggal dan jamak. 1996 : 280]. Kata insan dalam alQur'an dipakai untuk manusia yang tunggal. punya telinga tetapi tidak mendengar (ayat-ayat . punya mata tetapi tidak dipergunakan untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah).1 Konsep Manusia dalam Al Qur’an Dalam al-Qur'an. unasi. 1992 : 22]. serta panca indera secara baik dan benar maka ia akan menurunkan derajatnya sendiri menjadi hewan seperti yang dinyatakan Allah di dalam Al-Qur’an: Abdurrahman An-Nahlawi [1995]. ada tiga kata yang digunakan untuk menunjukkan arti manusia. yaitu kata insan. yang lahir dari adanya kesadaran penalaran [Musa Asy'arie. Sedangkan untuk jamaaknya dipakai kata an-nas. raga. dan kecerdasan [M. mengatakan manusia menurut pandangan Artinya: “mereka (jin dan manusia) punya hati tetapi tidak dipergunakan untuk memahami (ayat-ayat Allah). anasi. kata basyar dan kata Bani Adam. jiwa dan raga. nasiya dan anasa.Quraish Shihab.

proses pertumbuhannya melalui tahap-tahap tertentu. dijadikan dalaam bentuk yang paling baik. Berbagai rumusan tentang manusia telah diberikan orang. ruh yang berada di alam ghaib itu ditanyai Allah. dengan mempergunakan akalnya mampu memahami dan mengamalkan wahyu serta mengamati gejala-gejala alam.mekanisme yang terjadi pada setiap organ tubuhnya.Al-Insan:1). 2. berdasarkan studi isi Al Qur’an dan Al hadist.Al-Kahfi:10). mempunyai berbagai ciri utamanya adalah: 1.A Rasyid. Sebab sebelum ruh (ciptaan) Allah dipertemukan dengan jasad di rahim ibunya. sebagaimana tertera dalam Al-Qur’an: . 1983:19) Kelebihan Manusia dari Makhluk lainnya. Salah satu diantaranya. Al-Insan (QS. ciptaan Tuhan yang paling sempurna. dibandingkan dengan makhluk lain.” Karena itu pula keunikannya ( kelainannaya dari makhluk ciptaan Tuhan yang lain) dapat dilihat pada struktur tubuhnya. Makhluk yang Paling Unik. basyar (QS. manusia. Al-A’raf: 179) Di dalam AlQur’an manusia disebut antara lain dengan Bani Adam (QS. gejala-gejala yang ditimbulkan jiwanya. Manusia memiliki potensi (daya atau kemampuan yang mungkin dikembangkan) beriman kepada Allah. Bertitik tolak dan rumusan singkat itu.Allah). bertanggungjawab atass segala perbuatannya dan barakhlak (N. Mereka (manusia) yang seperti itu sama (martabatnya) dengan hewan bahkan lebih rendah (lagi) dari bintang”. AnNas(114):1). menurut ajaran islam. Firman Allah: Artinya: “sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya . Fungsi dan Tanggung jawab Manusia dalam Islam. Al Isra’:70). (QS. An-Nas (QS. Berbuny (setelah disunting)sebagai berkut: Al Insan (manusia) adalah makhluk ciptaan Allah yang memiliki potensi untuk beriman (kepada Allah).

Artinya: “apakah kalian mengakui Aku sebagai Tuhan kalian? (Para ruh itu menjawab) “ya. berke-Tuhanan. (Q. manusia dilengkapi Allah dengan perasaan dan kemauan atau kehendak. Tetapi dengan akal dan kehendaknya juga manusia dapat tidak percaya. telah ber-Tuhan .S AlA’raf : 172). Disamping akal. tidak tunduk dan tidak patuh kepada kehendak Allah. Karena itu di dalam Al-Quran ditegaakan oleh Allah: Artinya: . menjadi muslim. Az-Zariyat: 56) 4. 3.” (QS. sesungguhnya sejak awal dari tempat aslnya manusia telah mengakui Tuhan. Dengan akal dan kehendaknya manusia akan tunduk dan patuh kepada Allah. Manusia diciptakan Allah untuk mengabdi kepada-Nya dalam Al-Qur’an surat az Zariyat: Artinya: “ Tidaklah Aku jadikan jin dan manusia. Pengakuan dan penyaksian bahwa Allah adalah Tuhan ruh yang ditiupkan kedalam Rahim wanita yang sedang mengandung manusia itu berarti bahwa manusia mengakui (pula) kekuasaan Tuhan. kami akui (kami saksikan) Engkau adalah Tuhan kami”). termasuk kekuasaan Tuhan menciptakan agama untuk pedoman hidup manusia di dunia ini. bahkan mengingkari-Nya. kecuali untuk mengabdi kepada-Ku. menjadi kafir. Dengan pengakuan itu.

lagit dan bumi. Salah satu anugrah Allah yang diberikan kepada manusia adalah menjadikan manusia mampu membedakan kebaikan dan kejahatan atau kedurhakaan dari ketakwaan.2 Sifat. terpercaya. rasa tanggungjawab terhadap dirinya maupun alam semesta. Kemajuan mereka dimulai dari kelemahan dan ketidakmampuan.as-Syam: 7-10]. [2] Manusia sebagai makhluk istimewa dan terpili. Tetapi itu tidak akan menghapuskan kegelisahan psikis mereka. Al-Qur'an menggambarkan manusia sebagai makhluk pilihan Tuhan. Allah selalu bertanya kepada manusia dalan firman-Nya "afala ta'kilun". sebagai khalifah-Nya di muka bumi. bebas.Sifat Dasar Manusia Manusia adalah mahluk paling sempurna yang pernah diciptakan oleh Allah SWT. 2000 : 11]. benda mati atau makhluk lainnya [QS. “afala tata fakkarun".Islam meliputi : [1] Manusia sebagai makhluk yang dimuliakan. kerendahan atau tidak berharga seperti binatang. yang kemudian bergerak ke arah kekuatan.Al Qur’an pun telah menjelaskan secara . serta karunia keunggulan atas alam semesta. Manusia dipusakai dengan kecenderungan jiwa ke arah kebaikan maupun kejahatan. kecuali jika mereka dekat dengan Tuhan dan selalu mengingat-Nya [Rif'at Syauqi Nawawi.. [3] Manusia sebagai makhluk yang dapat dididik. mengembangkan dan meninggalkan diri agar manusia terangkat dalam keutamaan [Q. Dengan kelengkapan sarana belajar tersebut. Allah telah melengkapi manusia dengan kemampuan untuk belajar. dalam surat al-Alaq : 3 dan 5. Ke dalam naluri manusia. Allah telah menganugrahi manusia sarana untuk belajar. pendengaran dan hati. yang di dalam dirinya ditanamkan sifat-sifat : mengakui Tuhan. artinya Islam tidak memposisikan manusia dalam kehinaan.S. 2. Al-Quran menerangkan bahwa manusia berasal dari tanah dengan mempergunakan bermacam-macam istilah. Allah menanamkan kesiapan dan kehendak untuk melakukan kebaikan atau keburukan sehingga manusia mampu memilih jalan yang menjerumuskannya pada kebinasaan. Dengan jelas Allah menyebutkan bahwa dalam hidupnya. serta sebagai makhluk semi-samawi dan semi duniawi.al-Isro: 70 dan al-Hajj : 65]. dan lain-lain pertanyaan Allah kepada manusia yang menunjukkan manusia mempunyai potensi untuk belajar. manusia harus berupaya menyucikan. seperti penglihatan.

Manusia itu Lalai “Bermegah-megahan telah melalaikan kamu” (Q. Manusia itu Gampang Terperdaya “Hai manusia. 28) 2.jelas bahwa awalnya manusia diciptakan dari tanah. (sesuai dari (QS Shaad: 71 -72). ditetapkanlah Tujuan Hidupnya. dan setelah sempurna kejadiannya dihembuskanNya lah kepadanya Ruh ciptaan Tuhan. Manusia sangat banyak yg membantah ( QS Al Kahfi:54) Di lain ayat. Karenanya.S Al-Infithar : 6) 3. Manusia itu Penakut / Gampang Khawatir . yaitu agar makhluk ini menjadi khalifah (kuasa/wakil) Tuhan di bumi (QS Al Baqaraah :30). yakni mengabdi kepada Allah (QS Adz Dzaariyaat :56). Ia dimuliakan dibandingkan dengan kebanyakan makhluk makhluk lain (QS Al Israa:70) 3. Tuhan telah menyampaikan rencana penciptaan ini kpd malaikat. Ia Diciptakan dalam bentuk dan keadaan yang sebaik baiknya (QS At-Tiin:4) 2. Ia bersifat keluh kesah lagi kikir (QS Al Ma’aarij:19) 5.S At-takaatsur 1) 4. apakah yang telah memperdayakan kamu (berbuat durhaka) terhadap Tuhanmu Yang Maha Pemurah” (Q. Annisa. Ia amat aniaya dan ingkar nikmat ( QS Ibraahim:34) 4. Manusia itu Lemah “Allah hendak memberikan keringanan kepadamu dan manusia dijadikan bersifat lemah” (Q. tugasnya meliputi membangun dan mengolah dunia ini sesuai dengan kehendak Ilahi. Keistimewaan dan keburukan sifat manusia menurut Allah dalam Al Qur’an adalah sebagai berikut : 1. Sifat Dasar Manusia menurut Al quran antara lain: 1.S. dijelaskan bahwa sebelum diciptakannya manusia. Dari sini jelas pula bahwa hakikat wujud manusia dalam kehidupan ini adalah melaksanakan tugas kekhalifahan. Kesempurnaan yang dimiliki oleh manusia merupakan suatu konsekuensi fungsi dan tugas mereka sebagai khalifah dimuka bumi ini.

Katakanlah: “Bersenang-senanglah dengan kekafiranmu itu . kelaparan.” (Q. mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka. duduk atau berdiri.” (Q. tetapi setelah Kami hilangkan bahaya itu daripadanya. Manusia itu Bersedih Hati “Sesungguhnya orang-orang mukmin. tidak ada kekhawatiran kepada mereka. Manusia itu Tergesa-Gesa Artinya: Dan manusia mendoa untuk kejahatan sebagaimana ia mendoa untuk kebaikan. 7. dan dia mengada-adakan sekutu-sekutu bagi Allah untuk menyesatkan (manusia) dari jalan-Nya. kekurangan harta. Dan adalah manusia bersifat tergesa-gesa. tiba-tiba ia menjadi pembantah yang nyata. Manusia itu Pelupa “Dan apabila manusia itu ditimpa kemudharatan. Begitulah orang-orang yang melampaui batas itu memandang baik apa yang selalu mereka kerjakan. dia (kembali) melalui (jalannya yang sesat). hari kemudian dan beramal saleh. orang-orang Yahudi. dan tidak (pula) mereka bersedih hati” (Q.S. orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabiin . dia memohon (pertolongan) kepada Tuhannya dengan kembali kepada-Nya. seolah-olah dia tidak pernah berdoa kepada Kami untuk (menghilangkan) bahaya yang telah menimpanya. Manusia itu Suka Membantah “Dia telah menciptakan manusia dari mani.S Al-Baqarah 155) 5. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.” (Q. dengan sedikit ketakutan.S Al Baqarah: 62) 6. jiwa dan buah-buahan.“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu. an-Nahl 4) 8.S al-Alaq : 6) 9. siapa saja diantara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah . kemudian apabila Tuhan memberikan nikmat-Nya kepadanya lupalah dia akan kemudharatan yang pernah dia berdoa (kepada Allah) untuk (menghilangkannya) sebelum itu. Manusia itu Suka Berlebih-Lebihan(Melampaui Batas) “Dan apabila manusia ditimpa bahaya dia berdoa kepada Kami dalam keadaan berbaring.S Yunus : 12) “Ketahuilah! Sesungguhnya manusia benar-benar melampaui batas” (Q.

sesungguhnya kamu termasuk penghuni neraka. tidak berterima kasih kepada Tuhannya. Sesungguhnya manusia itu amat dzalim dan amat bodoh.S.” (Q.S alAhzab : 72) 14. Sesungguhnya persangkaan itu tidak sedikitpun berguna untuk mencapai kebenaran. Manusia itu Suka Menuruti Prasangkanya “Dan kebanyakan mereka tidak mengikuti kecuali persangkaan saja. Al-Isra’ : 100) 12.” Dan adalah manusia itu sangat kikir.S Yunus 36) . niscaya perbendaharaan itu kamu tahan. Manusia itu Dzalim dan Bodoh “Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit. Sesungguhnya manusia itu benar-benar pengingkar yang nyata (terhadap rahmat Allah). dan jika mereka ditimpa malapetaka dia menjadi putus asa lagi putus harapan. dan membelakang dengan sikap yang sombong. ” (Q. (Q. al-’Aadiyaat : 6) 13. Manusia itu Suka Berkeluh-Kesah “Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah” (Q. karena takut membelanjakannya. Az-Zukhruf : 15) Sesungguhnya manusia itu sangat ingkar. dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Manusia itu Kikir “Katakanlah: “Kalau seandainya kamu menguasai perbendaharaanperbendaharaan rahmat Tuhanku.S.” (Q. Manusia itu Suka Mengkufuri Nikmat Dan mereka menjadikan sebahagian dari hamba-hamba-Nya sebagai bahagian daripada-Nya.sementara waktu. maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya.S. dan apabila dia ditimpa kesusahan niscaya dia berputus asa” (al-Isra’ 83) 11. bumi dan gunung-gunung.” (Q. (Q.S Al Ma’arij : 20) “Manusia tidak jemu memohon kebaikan.S Al-Fushshilat : 20) “Dan apabila Kami berikan kesenangan kepada manusia niscaya berpalinglah dia.S AzZumar : 8 ) 10. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan.” (Q.

dan kamu telah ditipu terhadap Allah oleh (syaitan) yang amat penipu. iman seseorang naik turun dan berfluktuatif. 2.15.” (Q. Ali Imran : 133) Solusi ketiga. Islam memberikan beberapa solusi untuk sifat-sifat buruk manusia. meliputi.S al Hadid 72) Dari berbagai macam sifat manusia tersebut. Solusi pertama. jika syurga sudah di depan mata mengapa engkau ragu meraihnya” Allah berfirman “Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orangorang yang bertakwa. Jaga keimanan kita. maka barang siapa yang mengikuti petunjukKu.” (Q. Solusi keempat. Merupakan hal yang wajar. Tetap berada dalam ketaatan sesulit apapun situasi yang melanda Tetap berada dalam ketaatan disini. “wahai jiwa.” (Q. Berjama’ah Manusia itu lemah ketika sendiri dan akan kuat ketika berjama’ah.S al-Baqarah : 38) Solusi kedua. Tetap berpegang teguh kepada tali agama dan petunjuk-petunjuk dari Allah Kami berfirman: “Turunlah kamu semuanya dari surga itu! Kemudian jika datang petunjuk-Ku kepadamu. niscaya tidak ada kekhawatiran atas mereka. Seperti syair yang dilantunkan Abdullah bin Rawahah untuk mengembalikan semangatnya saat nyalinya mulai ciut di perang mut’ah ketika dua orang sahabatnya yang juga komandan pasukan pergi mendahuluinya. dan tidak (pula) mereka bersedih hati. tetapi kamu mencelakakan dirimu sendiri dan menunggu (kehancuran kami) dan kamu ragu.S.3 Tujuan Penciptaan Manusia . Manusia itu Suka Berangan-Angan “Orang-orang munafik itu memanggil mereka (orang-orang mukmin) seraya berkata: “Bukankah kami dahulu bersama-sama dengan kamu?” Mereka menjawab: “Benar.ragu serta ditipu oleh angan-angan kosong sehingga datanglah ketetapan Allah. berarti bersegera menyambut amal-amal kebaikan.

Al-Baqarah: 30. Manusia diciptakan untuk satu tujuan tertentu. maka siapa yang hanya mengenal aspek tanahnya dan melalikan aspek tipuan ruh Allah. Oleh karena itu manusia perlu menyadari eksistensi dan tujuan penciptaan dirinya. Al-Qur’an sendiri juga menyatakan bahwa manusia memang merupakan makhluk paling sempurna yang diciptakan oleh Allah.dan kehadiran Allah.” . Ada beberapa perangkat yang diberikan Allah swt kepada manusia yang menjadikannya unggul dan terdepan dari para makhluk lainnya seperti daya tubuh yang membuat nya mampu mengembangkan dan menyesuaikan diri dengan lingkungan serta mempertahankan diri menghadapi tantangan. Hal ini disebabkan karena pada dasarnya segala sesuatu diciptakan dengan adanya satu tujuan.Manusia menurut Nurcholis Madjid memamng merupakan makhluk ciptaan Tuhan yang mengagumkan dan penuh misteri. Dengan tujuan itulah kemudian sesuatu difungsikan dan dengan adanya fungsi itulah maka keberadaan sesuatu menjadi berarti. memahami risalah hidupnya selaku pengemban amanah Allah. maka siapa yang hanya mengenal aspek tanahnya dan melalaikan aspek tiupan ruh Allah. Al-Dhariyat: 56 dan QS. segenggam tanah bumi. dan ruh Allah. daya kalbu yang memungkinkannya bermoral. kelezatan iman. Terdapat dua ayat yang secara eksplisit menunjukkan tujuan Allah swt dalam penciptaan manusia yaitu QS. Manusia sebagai Hamba Allah (Abd Allah) Ayat pertama yang menjelaskan tentang tujuan penciptaan manusia adalah firman Allah swt: Artinya: “Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku. merasakan keindahan. maka dia tidak akan mengenal lebih jauh hakikat manusia. Dia tersusun dari perpaduan dua unsur. melalui arahan dan bimbingan yang berkesinambungan agar kehidupannya menjadi lebih berarti. daya akal yang membuatnya memiliki ilmu pengetahuan dan teknologi. Ada banyak sekali kelebihan yang diberikan oleh Allah swt kepada manusia yang tidak diberikan kepada makhluk-makhlukNya yang lain.

kata kerja dan obyek. Hal ini memberikan pengertian bahwa tujuan penciptaan manusia hanyalah untuk mengabdi kepada Allah swt dan bukan yang lainnya. Kontraksi terjadi karena kata kerja tersebut didahului oleh partikel yang berfungsi ssebagai penghubung dan bermakna “tujuan dan yang merupakan salah satu kegunaan” Dalam ayat ini juga digunakan kata dan bentuk hars (pembatasan). Dengan demikian harus dipahami bahwa ada tujuan bagi Allah swt dalam perbuatannya. Namun suatu perbuatan yang tidak memiliki suatu tujuan adalah perbuatan sia-sia yang harus dihindari. maka itu berkaitan dengan zatNya yang Maha Tinggi. Klausa tersebut berasal dari kata yang mengandung subyek. Adapun tujuan Allah. Yang memperoleh ganjaran adalah manusia sedang Allah tidak membutuhkannya. Namun hal ini bukan berarti bahwa Allah swt butuh untuk disembah. Sebab menurut Taba’taba’I hal itu mustahil bagi Allah swt. Ibadah adalah tujuan penciptaan manusia dan kesempurnaan yang kembali kepada penciptaan. Allah swt menciptakan manusia untuk memberinya ganjaran. Indikasi ini dapat dipahami dari klausa kata yang berarti : agar mereka mengabdi kepadaku”.Ayat ini mengindikasikan tentang tujuan penciptaan manusia sebagai hamba Allah. Karena itulah dapat kita lihat bahwa dakwah Rasulullah SAW di era mereka adalah mengajak masyarakat kepada tujuan utama penciptaan mereka yaitu mengabdi kepada Allah dengan sebenarnya. Dia menciptaka jin dan manusia karena Dia adalah Zat yang Maha Agung. . tapi dalam dirinya bukan diluar dirinya.

BAB III PENUTUP .

1997. Bandung: Al Bayan Sjadzali. Ijtihad Kemanusiaan. Fuad.H. Dr.1993. Dr. Prof. Munawir.DAFTAR PUSTAKA Amsyari. Jakarta: Paramadina . Masa Depan Umat Islam Indonesia.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->