P. 1
Mesin bor tangan

Mesin bor tangan

|Views: 2,613|Likes:
Published by Nurul Anns Annisa

More info:

Published by: Nurul Anns Annisa on May 11, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/16/2014

pdf

text

original

Nama : Nurul Annisa NPM : 240110100023 TUGAS PAPER PERBENGKELAN

I. Sheet Metal Working Hal pertama yang dilakukan ialah memotong plat menjadi beberapa komponen sesuai dengan ukuran yang dibutuhkan. Kemudian menggambar pola untuk kemudian dipotong dan dibentuk sesuai dengan kebutuhan, alat membuat pola yaitu penggaris besi dan penggarit, sesiku L, pisau penanda, tolok penanda, penanda pusat (penanda untuk membuat lubang dengan bor). Setelah komponen-komponen tersebut dibentuk sesuai pola maka selanjutnya perakitan komponen-komponen tersebut menjadi suatu produk. Perakitan tersebut menggunakan bor, riveter, dll.  Mesin bor tangan Mesin bor tangan adalah mesin bor yang pengoperasiannya dengan menggunakan tangan dan bentuknya mirip pistol. Mesin bor tangan biasanya digunakan untuk melubangi kayu, tembok maupun pelat logam. Khusus Mesin bor ini selain digunakan untuk membuat lubang juga bisa digunakan untuk mengencangkan baut maupun melepas baut karena dilengkapi 2 putaran yaitu kanan dan kiri. Mesin bor ini tersedia dalam berbagai ukuran, bentuk, kapasitas dan juga fungsinya masingmasing. Pada praktikum perbengkelan ini dilakukan pengerjaan pengeboran yaitu drilling. Drilling merupakan proses yang digunakan untuk membuat suatu lubang pada benda kerja yang sulit.

• •

Hulu berfungsi untuk memegang mesin semasa kerja menskrup. Suis berfungsi untuk menghidupkan motor dan melaras kelajuan pusingan bindu (kelajuan rendah atau kelajuan tinggi).

 Rivet Sejenis bahan pengikat yang digunakan untuk mencantumkan dua atau Iebih kepingan logam pada rangka projek secara kekal. Muncungnya dapat ditukar untuk disesuaikan dengan size rivet yang digunakan.  Riveter Riveter berfungsi untuk merivet kepingan logam atau mencantumkan kepingan logam pada rangka atau pemidang projek yang dibuat daripada keluli lembut. Size ribet ditentukan oleh panjang dan garis pusat batangnya.• • • • Pelaras arah pusingan bindu berfungsi untuk melaraskan pusingan bindu mesin sama ada untuk membuka atau mengetatkan skrup. c) Tekan hujung riveter untuk merapatkan cantuman. b) Gunakan mata gerudi yang berukuran sama dengan garis pusat batang rivet. Riveter biasa digunakan bersama rivet. Langkah langkah menggunakan riveter : a) Tandakan pusat lubang pada logam yang hendak digerudi dengan menggunakan penanda pusat. Baterai untuk memberikan arus elektrik kepada mesin. Pengunci bindu sebagai pengunci cengkaman pada rahang bindu. Dibuat dari bahan logam yang lembut seperti aluminium atau loyang. Bindu dan rahang bindu berfungsi untuk memegang mata pemutar skrup atau mata gerudi. . Rivet digunakan bersama riveter.

.d) Tekan terus hulu riveter sehingga ujung rivet terputus. Memasang engsel menggunakan rivet dan skrup benam sendiri.  Engsel Engsel dipasang pada bagian pintu atau penutup projek.  Alat potong plat Membentuk plat yang masih berupa lembaran menjadi barang yang berupa hasil produk.  Alat lipat plat Alat yang digunakan untuk melipat plat hingga membentuk siku atau sesuai kebutuhan.

 Proses Produksi • • • • • • Casting Powder Processing Forming Machining Surface Processing Joining  Kegiatan produksi  Kegiatan proses – Pembentukan : • • • • • • • Casting. Fabrikasi Manufacture  Fabrikasi adalah: • • Proses pembuatan barang atau komponen Pembentukan atau perlakuan pada bahan agar didapatkan bentuk atau fungsi yang sesuai. dan penampakan dari bahan awal dalam upaya untuk membuat dan merakitnya menjadi suatu produk.II. Definisi fabrikasi itu sendiri ialah penerapan proses fisika dan kimia untuk melakukan perubahan bentuk. Molding – liquid or semi-fluid Particulate – powder Deformation – ductile solid Material Removal – solid – Perbaikan sifat : Heat treatment – Perbaikan permukaan : Surface treatment coating  Kegiatan perakitan – Permanent joining – Mechanical fastening . sifat.

air. Setelah dempul kering. pengangkutan dan bil telefon. Biaya overhead = bayaran bil elektrik. Biaya upah = biaya bayaran tenaga kerja untuk menyiapkan kerja. pengiriman. seperti pada celah sambungan komponen atau pada lubang. Cara penggunaannya adalah oleskan dempul pada bagian yg didempul. Kemudian biarkan dempul beberapa saat hingga mongering. pengemasan. . amplas bagian yg didempul hingga rata agar lebih halus. Mengetahui dengan pasti teknik dan spesifikasi yang sesuai dengan bahan yang akan digunakan. Mengenal pasti produk yang sesuai dengan bahan dan projek. Kegiatan finishing Pengecatan. Biaya bahan = perbelanjaan untuk membeli bahan mentah. gas. • Toleransi  Dempul Dempul digunakan sebagai penutup dan penyumbat pada bagian lubang atau pada bagian sambungan komponen agar terlihat lebih rapi. • Biaya Biaya pengeluaran = biaya bahan + biaya upah + biaya overhead Biaya pengeluaran = jumlah wang yg dibelanjakan untuk menghasilkan suatu projek. Setelah diamplas lakukan finishing yaitu pengecatan.  Tahapan proses dipilih berdasarkan : • Bentuk • Jenis bahan Mengetahui perkakas tangan dan mesin yang hendak digunakan sesuai dengan bahan yang dipakai.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->