Contoh PTK Seni Musik SMP: STRATEGI PENINGKATAN PENGETAHUAN SENI MUSIK DALAM MENAMPILKAN SIKAP APRESIATIF TERHADAP

KEUNIKAN LAGU DAERAH SETEMPAT DENGAN METODE DRILL PADA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 3 NGUTER SEMESTER I

STRATEGI PENINGKATAN PENGETAHUAN SENI MUSIK DALAM MENAMPILKAN SIKAP APRESIATIF TERHADAP KEUNIKAN LAGU DAERAH SETEMPAT DENGAN METODE DRILL PADA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 3 NGUTER SEMESTER I TAHUN PELAJARAN 2009/2010 ABSTRAK Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan pengetahuan seni musik dalam menampilkan sikap apresiatif terhadap keunikan lagu daerah setempat dengan metode Drill pada siswa kelas VIII SMP Negeri 3, Nguter,Sukoharjo, Semeseter I Tahun 2009/2010. Penelitian dilakukan selama 3 bulan, yaitu dari bulan Agustus 2009 sampai dengan Oktober 2009. Adapun yang menjadi subyek Penelitian Tindakan Kelas ini adalah siswa Kelas VIII SMP Negeri 3 Nguter, Sukoharjo. Prosedur penelitian yang digunakan yaitu prosedur Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan dalam 2 siklus, setiap siklus terdiri atas 4 tahapan, yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Analisis data menggunakan análisis diskriftif kualitatif dengan membandingkan siklus I dengan siklus II, sedangkan data yang berupa angka (data kuantitatif) dianalisis menggunakan diskriftif komparatif, yaitu membandingkan nilai tes kondisi awal, nilai tes siklus I dan nilai tes siklus II, kemudian direfleksi. Hasil penelitian, melalui strategi pembelajaran metode Drill dapat meningkatkat pengetahuan seni musik dalam menampilkan sikap apresiatif terhadap keunikan lagu daerah setempat. Pada kondisi awal, pengetahuan serta apresiasi siswa terhadap lagu daerah masih sangat kurang. Terlihat dari perolehan nilai rata-rata 64,5 ,serta semangat siswa yang rendah selama mengikuti pelajaran seni musik. Pada siklus I sedikit menunjukkan peningkatan dalam segi nilai mapun perilaku. Nilai rata-rata yang didapatkan di siklus I adalah 68,07. Dan pada siklus II, dari hasil yang didapatkan kemampuan meningkat seiring dengan meningkatnya apresiasi siswa. Dan nilai yang didapatkan siswa pada siklus II ini adalah 73,07%. Kata Kunci:Seni Musik, Lagu Derah,Metode Drill PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Musik adalah ungkapan perasaan yang dituangkan dalam bentuk bunyi-bunyian. Negara Indonesia yang terdiri dari beribu pulau serta dihuni berbagai suku bangsa masing-masing memiliki adat istiadat

berbeda. Dan masing-masing daerah memiliki alat-alat musik dan budaya yang beraneka ragam pula yang disebut musik daerah. Musik daerah adalah musik yang lahir, dari budaya daerah yang lazim disebut musik tradisional. Oleh karena itu baik alat musiknya maupun lagunya bersifat sederhana. Ciri yang menonjol dari musik daerah di Indonesia adalah unsur kesederhanaan dan kedaerahan (Tim Penyusun MGMP Seni Musik Kab. Sukoharjo; 2009; 3). Pendidikan seni musik dimaksudkan untuk peningkatan potensi musik yang ada di dalam diri siswa. Selain itu juga untuk meningkatkan apresiasi siswa terhadap karya seni Indonesia. Peningkatan apresiasi terhadap karya seni terutama seni musik adalah dengan mengidentifikasi beragam lagu Nusantara maupun menyebutkan jenis-jenis musik Nusantara sesuai pengetahuan siswa. Pelajaran menghafal pada pelajaran seni musik menurut pandangan kebanyakan siswa, materinya sangat rumit dan sangat sulit untuk dihafal. Dikatakan bahwa pelajaran seni musik selalu berhubungan dengan not balok yang sangat sulit untuk dipahami. Bisa disimpulkan bahwa siswa baru berperan sebagai penikmat musik saja belum memiliki apresiasi yang penuh untuk menciptakan lagu atau memainkan alat musik. Karena itu diperlukan minat terlebih dahulu agar siswa bisa mengekspresikan keinginannya terhadap musik. Pembelajaran seni musik harus banyak didominasi oleh kegiatan praktek, tetapi selama ini guru hanya mengisinya dengan ceramah dan sedikit praktek. Hal ini membuat siswa menjadi kurang berminat mengikuti pelajaran seni musik. Maka dari itu guru ingin meningkatkan pengetahuan siswa tentang seni musik dengan kompetensi dasar menampilkan sikap apresiatif terhadap keunikan lagu daerah setempat. Dan peneliti mengambil judul “Strategi peningkatan pengetahuan seni musik dalam menampilkan sikap apresiatif terhadap keunikan lagu daerah setempat dengan metode drill pada siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Nguter semester I tahun pelajaran 2009/2010”. B. Identifikasi Masalah Standar kompetensi pelajaran seni musik kelas VIII SMP adalah mengapresiasi karya seni musik, dengan kompetensi dasar menampilkan sikap apresiatif terhadap keunikan lagu Nusantara. Diharapkan setelah siswa mengenal dengan melihat, mendengar, dan merasakan, minat dan rasa bangganya terhadap keunikan lagu Nusantara, maka berpengaruh pula pada nilai siswa. Maka dari itu pendidik juga diharapkan mampu mengembangkan metode pembelajaran sesuai dengan standar kompetensi dan kompetensi dasar. C. Pembatasan Masalah Kompetensi Dasar pelajaran seni musik semester I tahun pelajaran 2009/2010 pada standar kompetensi, mengapresiasi karya seni musik sangat beragam, tetapi peneliti hanya akan mengkaji pada pokok bahasan menampilkan sikap apresiatif terhadap keunikan lagu Nusantara. Peneliti mengambil subjek penelitian dari siswa didiknya sendiri yang berasal dari kelas VIII SMP Negeri 3 Nguter Kabupaten Sukoharjo.

1 Mengaransir secara sederhana lagu Nusantara dalam bentuk ansambel . Bagaimana strategi yang dilakukan guru dalam meningkatkan pengetahuan dan apresiasi terhadap seni musik dengan metode drill pada siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Nguter semester I tahun pelajaran 2009/2010? 2. Standar Kompetensi Seni Musik kelas VIII semester I Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Seni Musik 1. Apa saja kendala yang dihadapi dalam meningkatkan pengetahuan dan apresiasi seni musik dengan metode drill pada siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Nguter semester I tahun pelajaran 2009/2010? 3. Bagaimana hasil yang didapat setelah diadakan penelitian tindakan kelas dalam meningkatkan pengetahuan dan apresiasi seni musik dalam mengidentifikasi beragam lagu Nusantara? E.2 Menampilkan sikap apresiatif terhadap keunikan lagu Nusantara 2.(4) Untuk mengetahui hasil yang didapat setelah diadakan penelitian tindakan kelas dalam meningkatkan pengetahuan dan apresiasi siswa terhadap keunikan lagu Nusantara dengan metode drill pada siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Nguter semester I tahun pelajaran 2009/2010.(3) Untuk mengetahui apa saja kendala yang dihadapi dalam meningkatkan pengetahuan dan apresiasi siswa terhadap keunikan lagu Nusantara dengan metode drill pada siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Nguter semester I tahun pelajaran 2009/2010. Tujuan Penelitian Tujuan dari penelitian ini adalah : (1) Untuk meningkatkan pengetahuan dan apresiasi siswa terhadap keunikan lagu Nusantara pada siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Nguter semester I tahun pelajaran 2009/2010.D. Mengapresiasi karya seni musik 1. Rumusan Masalah Berdasarkan identifikasi masalah yang telah dikemukakan di atas. Mengekspresikan diri melalui karya seni musik 2. maka permasalahan dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut: 1.1 Mengidentifikasi jenis lagu Nusantara 1. KAJIAN TEORI DAN HIPOTESIS TINDAKAN A. (2) Untuk mengetahui strategi yang dilakukan guru dalam meningkatkan pengetahuan dan apresiasi siswa terhadap keunikan lagu Nusantara dengan metode drill pada siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Nguter semester I tahun pelajaran 2009/2010. Kajian Teoritis 1.

Apresiasi empatik. kondisi ini cukup positif karena kebiasaan mengamati akan mendorong seseorang untuk turut menjadi apresiasi aktif. Menampilkan Sikap Apresiatif terhadap Karya Seni Apresiasi yang timbul setelah menanggapi karya seni terdiri atas apresiasi aktif dan pasif. Unsur Musik Nusantara a. 3. adalah apresiasi yang hanya menilai baik dan kurang baiknya sebuah karya seni berdasarkan penglihatan mata saja (indrawi). yang termasuk jenis birama ini adalah 4/4. Di dalam apresiasi karya seni dikenal tiga singkatan apresiasi yaitu (Tim penyusun MGMP Seni Budaya (Seni Musik) Kotamadya Surakarta. 3) Birama Pertigaan Bersahaja.2 Menampilkan hasil aransemen lagu Nusantara dalam bentuk ansambel Tabel 1. 23-26): a. adalah apresiasi pasif. Namun demikian. 8/4. Birama Birama/Mantera/Metrum yaitu ayunan rangkaian gerak kelompok beberapa pulsa dimana pada pulsa pertamanya terdapat kasen yang lebih kuat dari yang lainnya. Iram dalam musik terbentuk dari sekelompok bunyi dan diam dengan bermacam-macam lama waktu atau panjang pendek membentuk pola irama.Standar Kopetensi Seni Musik 2. yang termasuk jenis birama ini adalah 2/4 dan 2/8. yang berlangsung secara berulang-ulang dan teratur. Menilai keindahan di sini disertai pengamatan dan perasaan yang mendalam. adalah apresiasi yang sudah dalam tingkat penganalisaan. Sikap ini memiliki minat yang baik terhadap karya seni. 4) Birama Pertigaan Bertingkat. Ada dua jenis birama utama. Apresiasi kritis. bergerak menurut pulsa dalam ayunan birama. yang dapat dirinci seperti berikut ini: 1) Birama Perpaduan Bersahaja. Irama merupakan salah satu unsur musik yang sangat penting. yaitu birama ¾. 4/8. 2) Birama Perpaduan Bertingkat. Apresiasi estetis. yaitu birama 6/4. b. Irama dan ketukan Irama adalah gelombang gaya dari lagu. 9/4. Sikap yang kedua. yaitu birama perpaduan dan birama pertigaan. 8/8. c. .2. Jadi penilaian di sini bukan lagi sekedar memiliki namun dianalisis secara akurat sehingga hasilnya akan lebih jelas dan terurai. adalah apresiasi tentang keindahan dan mempunyai penilaian tentang keindahan karya seni tersebut. 6/8. 3/8. 2009. 9/8. Apresiasi aktif timbul jiwa seseorang setelah menilai karya seni terdorong untuk berperan aktif mejadi apresiator. yang kembali beraksen pada perhitungan yang tetap. b.

linguistik. dapat dijelaskan kerangka berfikir dalam penelitian sebagai berikut:l PembelajaranSeni Musik di Sekolah Membentuk pribadi peserta didik yang harmonis dengan memperhatikan kebutuhan perkembangan anak dalam mencapai multikecerdasan yang terdiri atas kecerdasan intrapersonal. 4. logik matematik. d. Kerangka Berpikir Berdasarkan pada landasan teori yang diuraikan di atas. Melodi Melodi adalah susunan rangkaian nada yang terdengar berurutan serta berirama dan mengungkapkan suatu gagasan. Metode Drill Metode drill disebut dengan metode latihan karena metode ini mengedepankan latihan. Istilah-istilah tempo biasanya ditulis dalam bahasa Italia. dinamika dan ekspresi 1) Tempo Tempo adalah cepat lambatnya suatu lagu dinyanyikan. Namun. kecerdasan spiritual dan moral. Dengan adanya latihan siswa akan lebih kreatif dan lebih paham terhadap pembelajaran yang telah diterimanya. Sifat atau jiwa tersebut dinyatakan dalam suatu istilah yang menggambarkan perasaan yang menjiwai lagu secara keseluruhan. bahasa daerah atau bahasa asing yang lainnya. dimana pola tersebut mengacu pada pola irama dan pola birama. Tempo.c. 2) Dinamika Dinamika adalah perubahan keras-lembutnya bunyi dalam sebuah lagu. naturalis serta kecerdasan adversitas. kecerdasan kreativitas. Susunan nada dalam melodi mempunyai keteraturan dan memiliki pola. interpersonal. B. . visual spasial. Dalam penulisan dinamik pada sebuah lagu dinyatakan dengan beberapa tanda dan istilah diantaranya: 3) Ekspresi Dalam musik ekspresi menyatakan suatu sifat atau jiwa lagu secara spesifik. Pada dasarnya siswa akan lebih memahami materi yang diterimanya apabila siswa melakukan atau praktek secara langsung. Metode ini dapat diterapkan untuk meningkatkan keterampilan dan prestasi siswa. tetapi apresiasi siswa terhadap keunikan lagu Nusantara juga ikut meningkat. demikian dapat ditulis dalam bahasa Indonesia. musikal. dan kecerdasan emosional Tidak hanya pengetahuan siswa saja yang bertambah.

Kecamatan Nguter. Hipotesis Tindakan Hipotesis merupakan dugaan sementara terhadap sebuah permasalahan.Gambar 2. Kerangka Berdikir C.1 Konsep Kerangka Berpikir Tabel 2. Sumber Data Menurut Lofland dan Lofland dalam (Moleong. pada siswa kelas VIII Semester 1 di SMP Negeri 3 Nguter Tahun Pelajaran 2009/2010. kemampuan dan apresiasi siswa menjadi meningkat. Diduga bahwa proses pembelajaran seni musik di kelas VIII SMP Negeri 3 Nguter semester I Tahun Pelajaran 2009/2010 belum maksimal. Penelitian ini dilaksanakan di SMP 3 Nguter Sukoharjo. dengan mengambil waktu dari bulan Agustus sampai dengan Oktober 2009. B.. kemampuan dan apresiasi siswa menjadi meningkat. 2007: 157) Sumber data utama dalam penelitian kualitatif ialah kata-kata. Dan subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII semester I tahun pelajaran 2009/2010 sebanyak 21 orang. C. B. (0271) 591616. Hipotesis tindakan dalam penelitian ini adalah: 1. Diduga setelah dilakukan penelitian tindakan kelas strategi peningkatan pengetahuan seni musik dalam menampilkan sikap apresiatif terhadap keunikan lagu Nusantara dengan metode drill pada siswa kelas VIII semester I tahun pelajaran 2009/2010. Kabupaten Sukoharjo Telp. dan tindakan selebihnya adalah data tambahan seperti dokumen dan lain-lain . 2. 3. B. Setting Penelitian Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 3 Nguter yang terletak di kabupaten sukoharjo tepatnya di Widoro desa Kepuh. Penelitian ini mengambil judul strategi peningkatan pengetahuan seni musik dalam menampilkan sikap apresiatif terhadap keunikan lagu Nusantara dengan metode drill pada siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Nguter semester I tahun pelajaran 2009/2010. Diduga terdapat kendala yang berhubungan dengan strategi peningkatan pengetahuan seni musik dalam menampilkan sikap apresiatif terhadap keunikan lagu Nusantara dengan metode drill pada siswa kelas VIII semester I tahun pelajaran 2009/2010.Subjek Penelitian Subjek penelitian merupakan objek utama yang diteliti dalam sebuah penelitian tindakan kelas ini. METODOLOGI PENELITIAN A.

2002: 107). Triangulasi teori untuk mengetahui apakah ada hubungan atau kesamaan antara teori-teori yang digunakan dalam penelitian dengan hasil penelitian yang telah didapat. maka diperlukan teknik pengumpulan data yang sesuai dengan metode penelitian kualitatif. peristiwa (aktivitas). Teknik dan Alat Pengumpulan Data Sumber data dalam penelitian etnografi adalah “orang” (manusia) dengan perilakunya. Data penelitian etnografi seperti halnya dengan penelitian kualitatif atau naturalistik diperoleh dari sumber data dengan menggunakan teknik pengumpulan data yang dapat dikelompokkan ke dalam dua kategori. 1988. Triangulasi metode dilakukan dengan membandingkan antara metode yang dipergunakan pada tahap pra siklus dengan metode yang digunakan pada penelitian. Apabila ada kesamaan berarti teori yang yang digunakan sudah terbukti keakuratannya. E. 2. peristiwa. tempat (lokasi). sedangkan yang non interaktif meliputi pengamatan tak berperan serta. Sedangkan dokumen yang dipakai sebagai data adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran. observasi. 2002:50). Sumber data dalam penelitian adalah subyek dari mana data dapat diperoleh (Arikunto. analisis.Sumber data dalam penelitian etnografi adalah nara sumber (informan). Untuk memperoleh data dan informasi yang akurat. arsip. Validasi Data Pada penelitian kualitatif data yang telah dikumpulkan dalam penelitian harus diuji keabsahannya untuk memperoleh temuan yang akurat. Triangulasi sumber dilakukan dengan membandingkan hasil wawancara dengan kepala sekolah dan teman sejawat dengan hasil wawancara yang didapat dari guru seni musik berkaitan dengan karakteristik siswa. dokumen dan arsip (Sutopo. dan dokumentasi. Apabila terdapat peningkatan berarti metode yang digunakan tepat. maka dalam penelitian ini digunakan teknik pengumpulan data yang meliputi : wawancara. 2002:50). dokumen dan benda-benda lain (Sutopo. profil SMP Negeri 3 Nguter. peneliti sendirilah yang menjadi instrumen. benda atau rekaman. daftar nilai seni musik siswa. yaitu metode yang bersifat interaktif dan yang non interaktif. Nara sumber adalah sumber data berupa manusia (Sutopo. dokumen dan arsip. Untuk memeriksa keabsahan data penelitian menggunakan teknik triangulasi. yakni metode drill. Nara sumber dalam penelitian ini adalah dua informan kunci pada SMP Negeri 3 Nguter yaitu guru dan siswa kelas VIII. Sumber data dalam penelitian ini meliputi nara sumber dan dokumen. 1. Sesuai dengan bentuk penelitian di atas. dalam Mantja. dan Silabus mata pelajaran seni musik. Teknik interaktif terdiri dari wawancara dan pengamatan berperan serta. Peneliti meninjau langsung ke lapangan untuk mengumpulkan data atau informasi yang sesuai dengan fokus penelitian. Apabila terdapat kesamaan berarti permasalahan berada pada siswa. D. Dalam penelitian kualitatif. . 2005 : 55).

yaitu reduksi data. G. Analisis Data Miles dan Huberman dalam Sutopo (2002:91) menjelaskan bahwa dalam proses analisis data kualitatif terdapat tiga kegiatan utama yang saling berkaitan dan terjadi secara bersamaan. matriks dan gambar. Penarikan kesimpulan tersebut berdasarkan fenomena pada pola-pola hubungan antar fenomena. Reduksi data Reduksi data adalah proses pemilihan. Jika belum diketemukan atau belum jelas hubungan yang terjadi antar fenomena. Dengan bentuk yang padu akan lebih memungkinkan bagi peneliti untuk menarik kesimpulan. mengarahkan. . menggolongkan. c. b. 3. Karena yang diharapkan adalah adanya perubahan yang positif bagi guru maupun siswa. pemusatan perhatian pada penyerderhanaan. pengabstrakan dan tranformasi data “kasar” yang muncul dari catatan tertulis di lapangan. a. Penarikan kesimpulan Setelah dilakukan penyajian data kegiatan selanjutnya adalah penarikan kesimpulan. Dan memudahkan peneliti dalam mengambil mengolah data.. maka peneliti akan kembali ke lapangan mengadakan klarifikasi melalui verifikasi data. dan ekspresi yang tepat. yakni metode drill. membuang yang tidak perlu dan mengorganisir data dengan cara yang sedemikian rupa sehingga kesimpulan-kesimpulan finalnya dapat ditarik dan diverifikasi. 2. Penyajian data Penyajian data merupakan bagian dari analisis dengan maksud agar data atau informasi yang telah terkumpul dapat tersusun dalam bentuk yang padu. Selain itu. Pengetahuan siswa mengenai lagu Nusantara semakin meningkat.Indikator Kinerja Indikator penelitian merupakan perkiraan tentang hasil positif yang didapatkan selama penelitian. penyajian data dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Indikator penelitian untuk melihat apakah ada peningkatan yang positif terhadap pembelajaran selama menggunakan metode yang baru. Data yang sudah direduksi kemudian disajikan dalam bentuk teks naratif. Penyajian data tersebut diupayakan sesistematis mungkin agar mudah difahami interaksi antar bagian dalam konteks yang utuh dan tidak terlepas satu sama lain. Adapun indikator keberhasilan pada Penelitian Tindakan Kelas ini adalah: 1.F. Penarikan kesimpulan dilakukan selama dan sesudah penelitian. karena data yang tidak mendukung penelitian akan dibuang. Siswa mampu menyanyikan lagu Nusantara dengan irama. Apresiasi siswa terhadap keunikan lagu Nusantara semakin meningkat. reduksi data juga dimaksudkan untuk menajamkan. tempo. baik itu mengenai hasil maupun perilaku siswa.

Apabila hasil yang didapat belum mencapai keoptimalan maka perlu adanya perencanaan sampai terjadi peningkatan sesuai dengan tujuan awal. 3. Siklus II : siswa dijelaskan mengenai materi menampilkan sikap apresiatif terhadap keunikan lagu daerah setempat. 2) Aksi/tindakan (acting). Apakah penelitian tindakan kelas ini akan berpengaruh baik/buruk terhadap peningkatan bagi guru maupun siswanya sendiri. dengan mengambil judul strategi peningkatan pengetahuan seni musik dalam menampilkan sikap apresiatif terhadap keunikan lagu daerah setempat dengan metode drill pada siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Nguter semester I tahun pelajaran 2009/2010. Adapun rencana tindakannya sebagai berikut: a. Observasi dan Implementasi Observasi ini dilakukan untuk melihat pelaksanaan apakah semua rencana yang telah dibuat dengan baik tidak ada penyimpangan-penyimpangan yang dapat memberikan hasil yang kurang maksimal dalam penelitian tindakan kelas ini. untuk mengetahui perubahan yang berkaitan dengan peningkatan. Adapun tahap-tahapnya akan dijelaskan berikut ini: 1. 4. Pelaksanaan tindakan yang di buat skenario tindakan .G. Sehingga tahap observasi ini juga dijadikan acuan untuk perbaikan di siklus berikutnya. Dengan demikian maka perlu dilakukan pembahasan ulang mengenai strategi yang akan digunakan dalam penelitian tindakan kelas ini. dianalisis. kemudian giliran siswa yang diminta untuk menyanyikan sebuah lagu daerah dengan memanfaatkan alat musik. kemudian siswa diminta untuk menyanyikan sebuah lagu daerah. kostum maupun penjiwaan yang mendalam. Perencanaan Penelitian tindakan kelas ini direncanakan akan diadakan sampai dengan dua siklus. dimana prosedur penelitiannya menggunakan model yang dikembangkan oleh Stephen Kemmis dan Robbin MC Taggart yang terdiri dari empat komponen yaitu : 1) Perencanaan (planning). agar segala kekurangan di siklus I dapat diperbaiki keseluruhan dapat diperbaiki di siklus II. guru memberikan contoh cara menyanyikan lagu dengan baik. Maka dari itu penelitian ini dilaksanakan selama dua siklus. Implementasi Tindakan Rencana pelaksanaan penelitian yang telah disusun sebelumnya kemudian harus dilaksanakan sesuai dengan ketersediaan sarana dan prasarana yang ada. Prosedur Penelitian Penelitian Tindakan Kelas ini dilaksanakan selama dua siklus. b. 4) Refleksi (refleting). Analisis dan Refleksi Hasil yang didapat selama proses pembelajaran di siklus I maupun II. Siklus I : siswa dijelaskan materi mengenai menampilkan sikap apresiatif terhadap keunikan lagu daerah setempat. 3) Observasi (observing). 2. Demikian seterusnya sampai beberapa kali siklus.

Daftar Nilai Pra Siklus Siswa No. dilaksanakan dalam situasi yang aktual. yakni pengetahuan serta apresiasi siswa terhadap lagu daerah masih sangat kurang. Siklus 1 Siklus 2 Perencanaan Tindakan Pengamatan Refleksi Perencanaan Tindakan Pengamatan Refleksi Tabel 3. Mereka lebih bangga menyanyikan lagu barat daripada menyanyikan lagu daerah.Prosedur Penelitian HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A.Subjek 2 60 3 . Tabel 4.Subjek 4 60 . Menurut mereka menyanyikan lagu barat dianggap lebih gaul daripada menyanyikan lagu daerah. Deskripsi Kondisi Awal Pada kondisi awal penelitian ini menjumpai adanya permasalahan dalam pembelajaran seni musik.yang telah direncanakan.Subjek 1 60 2 . Terlihat dari perolehan nilai serta semangat siswa yang rendah selama mengikuti pelajaran seni musik. NIS Nama Nilai 1 .Subjek 3 60 4 . 1. Pada saat yang bersamaan kegiatan ini juga disertai dengan kegiatan observasi dan interpretasi yang diikuti dengan kegiatan refleksi.

2 Nilai rata-rata Pra Siklus No Kategori Interval X f f(J) % Ket 1 2 3 4 Amat baik .Subjek 12 60 13 .Subjek 17 60 18 .Subjek 11 60 12 .Subjek 5 60 6 .Subjek 6 60 7 .Subjek 18 60 19 .Subjek 10 60 11 .5 .Subjek 21 60 Sumber: SMP Negeri 3 Nguter Tabel 4.Subjek 7 60 8 .Subjek 15 60 16 .Subjek 20 60 21 .Subjek 16 60 17 .Subjek 8 60 9 .Subjek 14 60 15 .Subjek 19 60 20 .Subjek 9 60 10 .Subjek 13 60 14 .

5 29.5 00 0 100 0 1354.Baik Cukup Kurang 81-100 71-80 60-70 £59 95 79.5 100 (cukup) Keterangan : X : nilai tengah interval f : frekuensi (jumlah anak didik) f(x) : nilai tengah X frekuensi .5 0 0 21 00 0 1354.5 Jumlah 21 1354.5/21 = 64.5 64.

Kemudian diberikan tugas untuk menunjukkan sikap apresiatifnya selama ini dengan menyanyikan sebuah lagu daerah. dikarenakan apresiasi siswa dalam karya seni masih kurang. 3. siswa akan diberikan materi pelajaran tentang menampilkan sikap apresiatif terhadap keunikan lagu daerah setempat. Guru meminta siswa untuk menghafalkan lagu daerah lagi untuk dinilai lagi di pembelajaran selanjutnya. guru mulai berpikir bagaimana kondisi tersebut dapat teratasi. Yakni kebanyakan siswa masih belum kenal dengan lagu daerahnya sendiri. Setelah permasalahan teridentifikasi. Setelah itu guru mengamati sambil melakukan penilaian. Maka dari itu kekurangan di siklus I. Siswa diminta untuk menyimak. guru lalu melakukan langkah/terobosan pembelajaran dengan menggunakan metode drill dalam mengenalkan beragam lagu Nusantara untuk meningkatkan sikap apresiatif siswa terhadap keunikan lagu Nusantara. Guru menjelaskan mengenai kompetensi yang akan dicapai. Guru mulai menyampaikan materi. d. Observasi Pembelajaran berlangsung kurang optimal. Adapun langkah-langkahnya adalah sebagai berikut: a. Perencanaan Tindakan Direncanakan pada siklus I. 2. c. b. Ada juga siswa yang hafal tetapi dalam membawakannya kurang ekspresif. Guru memberikan saran agar siswa menunjukkan sikap apresiatifnya dengan memakai alat musik/kostum sebagai penunjang penampilan. Pelaksanaan Tindakan Melihat kondisi tersebut di atas. e.B. Lalu guru memberikan tugas menyanyikan sebuah lagu daerah dengan segenap hati sebagai bentuk apresiasi terhadap karya seni. dijadikan bahan koreksi untuk dilakukan perbaikan di siklus beikutnya. Sehingga apresiasi siswa yang kurang itu menyebabkan perolehan nilai siswa masih jauh dari sempurna. Guru melakukan penilaian untuk mengetahui sejauhmana tingkat pemahaman siswa. Adapun lembar penilaian yang digunakan sebagai berikut: . f. g. Deskripsi Hasil Siklus I 1. Ada yang tahu tetapi tidak hafal. Guru masuk ke ruang kelas sambil menyapa siswa. Guru menjelaskan pula mengenai metode yang akan digunakan untuk menyampaikan materi.

Subjek 3 60 4 . Segala catatan yang berkaitan dengan kendala yang dihadapi guru pada siklus I dijadikan bahan untuk perbaikan.4 Daftar nilai siswa di siklus I No.3 Lembar Observasi No. NIS Nama Nilai 1 .Tabel 4.Subjek 7 75 . Tabel 4. agar pengetahuan dan apresiasi siswa dapat terus ditingkatkan lagi.Subjek 4 60 5 . Refleksi Pembelajaran seni musik merupakan pelajaran yang sangat menarik dan santai.Subjek 2 60 3 . Tetapi apresiasi siswa dalam karya seni masih kurang. Tujuan dari pembelajaran seni musik terutama upaya peningkatan sikap apresiatif terhadap keunikan lagu daerah setempat adalah agar siswa bisa mengenal lagu daerahnya sendiri. karena sebagai generasi penerus siapa yang akan melestarikannya kalau tidak kita sebagai anak bangsa.Subjek 1 65 2 . Aspek-aspek yang Dinilai Kriteria Penilaian 12345 1 Sikap Badan 2 Teknik Pernapasan 3 Teknik Vokal 4 Pembawaan 4.Subjek 5 60 6 .Subjek 6 60 7 .

Subjek 15 65 16 .Subjek 18 60 19 .Subjek 11 75 12 .Subjek 12 75 13 .Subjek 16 75 17 .Subjek 13 70 14 .Subjek 17 60 18 .8 .Subjek 20 60 21 .Subjek 19 60 20 .Subjek 21 60 Sumber: SMP Negeri 3 Nguter Tabel 4.Subjek 14 75 15 .Subjek 10 75 11 .Subjek 8 70 9 .5 Nilai rata-rata di siklus I No Kategori Interval X f f(J) % Ket 1 2 3 4 Amat baik Baik Cukup .Subjek 9 70 10 .

19 0 1429/21 = 68.5 100 (cukup) Keterangan : X : nilai tengah interval f : frekuensi (jumlah anak didik) f(x) : nilai tengah X frekuensi .5 64.5 29.5 0 6 15 00 397 1032 00 27.07 Jumlah 21 1429.Kurang 81-100 71-80 60-70 £59 95 79.81 72.

c. Namun. dan kecrek. Deskripsi Hasil Siklus II 1. sebelum itu guru akan memberikan evaluasi dan saran agar siswa tidak mengulangi kesalahan yag serupa. dan memuaskan. b. Ada pula yang membawa blangkon dan selendang untuk menunjang penampilannya. Berdasarkan hasil pengamatan diperoleh gambaran bahwa apresiasi siswa terhadap lagu daerah semakin meningkat. kreatif. d. maupun penjiwaan yang mendalam. efektif. Dengan berpedoman pada hasil yang didapat pada siklus I. Selebihnya hanya mengandalkan suara dan penjiwaan saat menyanyikan lagu daerah. pianika.6 Lembar Observasi No. 2. Guru melakukan penilaian untuk mengetahui sejauhmana tingkat pemahaman siswa. Dan guru akan menyediakan alat musik apabila ada siswa yang memerlukannya. dll apabila ada siswa yang memerlukannya. Setelah itu guru juga akan meminta siswa untuk menyanyikan lagu daerah lagi dengan penuh ekspresif. bisa dengan alat musik. kostum. Guru masuk ke ruang kelas sambil menyapa siswa. Guru menjelaskan mengenai hasil evaluasi siklus I dan kompetensi yang akan dicapai. 3. kostum yang unik atau bisa yang lainnya. Observasi Kegiatan pembelajaran menampilkan sikap apresiatif terhadap keunikan lagu daerah setempat berjalan dengan seru. Guru membebaskan siswa bagaimana bentuk apresiatifnya. Pelaksanaan Tindakan Adapun langkah-langkahnya adalah sebagai berikut: a. Sementara itu siswa diminta untuk mendengar dan meresapinya. direncanakan guru akan menjelaskan kembali mengenai kompetensi menampilkan sikap apresiatif terhadap keunikan lagu daerah setempat. Tabel 4. Terserah bentuk ekspresifnya itu bisa dengan memakai aat musik. guru masih akan melanjutkan pembelajaran seni musik agar mencapai hasil yang optimal. gaya. pianika. Lalu guru memberikan tugas menyanyikan sebuah lagu daerah dengan segenap hati sebagai bentuk apresiasi terhadap karya seni.C. Aspek-aspek yang Dinilai Kriteria Penilaian 12345 . Guru mulai menyampaikan materi dan dorongan semangat. e. angklung. Sekolah menyediakan alat musik gitar. aktif. Perencanaan Tindakan Pada siklus II. gendang. Tetapi hanya beberapa saja yang menggunakan gitar.

yang terpenting adalah rasa kecintaan dan rasa memiliki. Dengan begitu uasaha untuk melestarikannya akan terpupuk dengan sendirinya. Dan hasil yang didapatkan di siklus II ini mengalami peningkatan.Subjek 1 75 2 .Subjek 3 75 4 .Subjek 6 70 7 .7 Daftar nilai siswa di siklus II No.Subjek 5 70 6 . Tabel 4.Subjek 10 80 . Strategi pembelajaran dikatakan relevan bila mampu menghantarkan siswa mencapai tujuan pendidikan khususnya dalam hal mengenalkan dan menumbuhkan kecintaan siswa sebagai generasi penerus bangsa agar cinta terhadap lagu daerah setempat.Subjek 4 70 5 . Refleksi Kegiatan pembelajaran terus mengalami peningkatan walaupun hanya dilaksanakan dalam dua siklus. Dari evaluasi yang didapatkan di siklus I telah digunakan sebagai masukan untuk melaksanakan siklus II. Pengetahuan saja tidak cukup.1 Sikap Badan 2 Teknik Pernapasan 3 Teknik Vokal 4 Pembawaan 5 Kreasi yang ditunjukkan 4.Subjek 9 75 10 .Subjek 2 75 3 .Subjek 8 75 9 . NIS Nama Nilai 1 .Subjek 7 80 8 .

Subjek 21 70 Sumber: SMP Negeri 3 Nguter Tabel 4.Subjek 11 80 12 .Subjek 18 70 19 .Subjek 14 80 15 .Subjek 16 80 17 .Subjek 15 70 16 .Subjek 20 70 21 .Subjek 17 70 18 .Subjek 12 80 13 .8 Nilai rata-rata di siklus II No Kategori Interval X f f(J) % Ket 1 2 3 4 Amat baik Baik Cukup Kurang 81-100 71-80 60-70 .Subjek 13 75 14 .Subjek 19 70 20 .11 .

Hasil dari tes didapat berdasarkan nilai yang didapatkan siswa.5 100 (baik) Keterangan : X : nilai tengah interval f : frekuensi (jumlah anak didik) f(x) : nilai tengah X frekuensi D.£59 95 79. yakni hasil dari tes dan hasil dari non tes.5 0 12 9 00 954 580. Pembahasan Tiap Siklus dan Antar Siklus Tujuan dari Penelitian Tindakan Kelas ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan siswa serta kecintaannya terhadap lagu daerah.83 0 1534.17 37.5 64.5 29. Hasil observasi memberikan gambaran bahwa pembelajaran guna peningkatan pemahaman siswa kelas VIII pada . Sedangkan hasil non tes didapatkan dari hasil observasi dan wawancara. Hasil yang didapatkan pada penelitian ini dikelompokkan menjadi dua.07 Jumlah 21 1534.5 00 62.5/21 = 73.

walaupun pemahaman siswa sudah meningkat tetapi wujud apresiatif mereka masih kurang. Siklus II. Hasil yang didapat dari siklus I tidak begitu memberikan hasil yang sesuai dengan target.07 meningkat dari nilai kondisi awal yang hanya mendapat 64.kompetensi menampilkan sikap apresiatif terhadap keunikan lagu daerah setempat melalui metode drill di SMP Negeri 3 Nguter semestre I Tahun Pelajaran 2009/2010 dapat menciptakan suasana pembelajaran yang lebih menyenangkan.07%. dan penjiwaan yang luar biasa. . berjalan bersama dengan aktifitas siswa yang partisipatif dalam mengikuti kegiatan pembelajaran dengan memerankan tanggung jawab yang diberikan kepada guru dengan menguasai materi pelajaran yang diberikan. Sehingga. kreatif dan tidak merasa bosan. Siswa mampu membawakan lagu daerah dengan ekspresi yang mengagumkan. Dan nilai yang didapatkan siswa pada siklus II ini adalah 73. antusias. Prestasi pembelajaran yang meningkat. Sehingga hasil yang didapatkan bisa dibilang memuaskan. tetapi mampu memdukannya dengan memanfaatkan alat musik. siswa dijelaskan kembali mengenai materi menampilkan sikap apresiatif terhadap keunikan lagu daerah. menggunakan kostum sederhana. bisa dikatakan penelitian tindakan kelas yang mengambil judul strategi peningkatan pengetahuan seni musik dalam menampilkan sikap apresiatif terhadap keunikan lagu daerag setempat dengan metode drill pada siswa kelas IV SMP Negeri 3 Nguter semester I tahun pelajaran 2009/2010 mengalami keberhasilan.5%. kemudian siswa diminta untuk membewakan lagu daerah sebagai bentuk wujud sikap apresiatif mereka. dan siswa diminta untuk membawakan sebuah lagu daerah yang sudah dipersiapkan dari rumah. Dimana guru lebih kreatif lagi mengajak siswa untuk lebih menunjukkan apresiasinya terhadap lagu daerah. kekurangan yang terdapat pada siklus I. Pada siklus I siswa dijelaskan mengenai materi menampilkan sikap apresiatif terhadap keunikan lagu daerah setempat. dijadikan acuan perbaikan di siklus II. komunikatif dan kondusif. Siswa mendapatkan nilai yang meningkat bila dibandingkan dengan nilai pra siklus. namun sebagai awal dari perbandingan dengan pra siklus.07% dari nilai sebelumnya yakni 64. Siswa sebelumnya telah berlatih di rumah agar tidak malu lagi ketika diminta untuk membawakannya di depan kelas.5. Dari keseluruhan hasil di atas maka dapat disimpulkan bahwa penelitian tindakan kelas yang mengambil judul strategi peningkatan seni musik dalam menampilkan sikap apresiatif terhadap keunikan lagu daerah setempat dengan metode drill pada siswa kelas IV SMP Negeri 3 Nguter semester I tahun pelajaran 2009/2010 mengalami keberhasilan. Hasil Penelitian Penelitian ini dikatakan berhasil karena nilai rata-rata yang didapatkan siswa mengalami peningkatan di tiap siklusnya. Siswa tidak hanya menyanyi saja. Pada siklus II. Nilai rata-rata yang didapatkan di siklus I adalah 68. siklus I sedikit menunjukkan peningkatan dalam segi nilai mapun perilaku. Melihat itu guru merasa terharu dan meminta siswa untuk menghafalkan salah satu lagu derah di rumah. Siswa menjadi lebih aktif. Dari hasil yang didapatkan kemampuan meningkat seiring dengan meningkatnya apresiasi siswa. yakni sebesar 68. E. Maka dari itu. proses pembelajarannya mengacu pada kekurangan yang terjadi di siklus I. Parahnya ada siswa yang tidak hafal dengan satupun lagu daerah.

Bagi sekolah. Tugas guru memfasilitasi agar siswa memahami materi yang disampaikan. memberi kesempatan kepada siswa untuk mengenal. dan mengajak siswa untuk menampilkan sikap apresiatifnya terhadap keunikan lagu daerahnya sendiri. Ada beberapa kesimpulan yang bisa didapat dari penelitian tindakan kelas ini. pengetahuan sejak dini dikenalkan lewat keluarga. siklus II siswa mendapat 73. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pembelajaran mengalami keberhasilan. . tetapi siswa harus memiliki minat dari dalam diri mereka untuk mencintai lagu daerah. 3. Nilai yang didapatkan siswa mengalami peningkatan di tiap siklusnya setelah menggunakan metode drill. Simpulan Strategi peningkatan pengetahuan seni musik dalam menampilkan sikap apresiatif terhadap keunikan lagu daerag setempat dengan metode drill pada siswa kelas IV SMP Negeri 3 Nguter semester I tahun pelajaran 2009/2010. Belajar seni musik tidak hanya sekedar menghapal saja. Yakni siklus I siswa mendapat nilai rata-rata sebesar 68. Dalam proses pembelajaran. Karena kalau bukan siswa sebagai generasi penerus siapa lagi yang akan melestarikan lagu daerah. Maka dari itu orang tua sebagai guru di rumah hendaknya membekali siswa dengan rasa kecintaan terhadap kebudayaan daerah.PENUTUP A. Karena musik bisa menciptakan situasi kondisi jiwa yang harmonis dan tenang. 2.07%. Saran Siswa perlu dibiasakan untuk memecahkan masalah. siswa membangun sendiri pengetahuan mereka melalui keterlibatan aktif dalam proses belajar dan mengajar. Bagi orang tua. untuk tidak menghilangkan pelajaran seni musik di sekolah. menciptakan lagu daerah. 4. diantaranya dengan menjadi penikmat lagu daerah. Dengan dasar itu. diantaranya: 1. Apabila keluarga tidak mengenalkan atau menunjukkan kecintaan terhadap lagu daerah maka anak pun tidak akan mengenal apalagi mencintai. menemukan sesuatu yang berguna bagi dirinya.5%. pembelajaran harus dikemas menjadi proses ”mengkonstruksi” bukan ”menerima” pengetahuan. dan bisa juga sebagai penikmat sekaligus sebagai pencipta. 2. Siswa menjadi pusat kegiatan. agar siswa memiliki kecerdasan emosional yang bisa didapat lewat musik. Pendekatan pengajaran yang menempatkan guru sebagai sentral kegiatan belajar-mengajar sedikit-demi sedikit mulai ditinggalkan. bentuk apresiasi siswa terhadap lagu daerah bisa bermacam-macam. bukan guru.07% dari nilai sebelumnya yang 64. Adapun saran yang ingin peneliti berikan adalah sebagai berikut: 1. seperti lagu daerah. B.

3. Bagi siswa. . Dan ikut melestarikannya semampu kita. sebagai generasi penerus bangsa hendaknya untuk terus menggali potensi/kebudayaan yang ada di daerahnya.

Abdul 2006. Rasjid. Perencanaan Pembelajaran. Jakarta: UI Press Moleong. Ilmu Pendidikan Teoritis dan Praktis. Bandung Jawa Barat. Metode Penelitian Kualitatif.DAFTAR PUSTAKA Arikunto. Jakarta: Rineka Cipta. Remaja Rosdakarya. Surakarta: Sebelas Maret University Press. 2009. Metode Penelitian Kualitatif. Remaja Rosdakarya. 2002.html. 2006. W. 2006. 1993. . S. Abdul. 1992. Pendekatan Teoritis dan Praktis Meraih Keberhasilan Belajar. Mantja. Optimized Learning Strategy. Michael. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Sanjaya. Berbagai Pendekatan dalam Proses Belajar dan Mengajar Jakarta: Bina Aksara. sulaiman. Sugiyanto. 2005. 1992.com/modelpembelajaran. Mengembangkan standar Kompetensi Guru. Suharsimi. Tim penyusun MGMP Seni Budaya (Seni Musik) Kabupaten Sukoharjo. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Model-Model Pembelajaran Inovatif. diakses pada tanggal 11 Mei 2009. Bandung: PT.Malang: Elang Mas.. HB. Bandung. Metode Penelitian Kualitatif. Rosdakarya. Surakarta: CV. Asas-asas kurikulum. Bandung: Jemmars Sutopo. Profil Kemampuan Guru Sekolah Dasar. Metodologi Penelitian Kualitatif. W. Seni Musik SMP Kelas 8 semester genap. Nasution. Miles B. S. Kapita Selekta Pendidikan. St. (1995). Matthew dan Huberman A. Perencanaan Pembelajaran. Shaffta. Surakarta: UNS Press. 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Strategi Pembelajaran. 1978. http://www. Remaja Rosdakarya Nasution. Fiqh Islam. Ngalim Purwanto. Jakarta : Ditjen Dikti Depdikbud. Dr. 2009. Jakarta: Kencana Prenada Media Group. 2007. Vembriarto.muhfida. Surakarta: Pustaka Mulia Sugiyono. Prof. 1988. 2006. Profesionalisme Tenaga Kependidikan.2003. Yogyakarta: Paramita. Bandung : PT. Bandung:Penerbit Sinar Baru. Cahaya Alam. 2002. Jakarta: Kencana Prenada Media Group. Majid. 1954. 2008. Bandung : Alfabeta. Seni Budaya. Jakarta: Prestasi Pustaka. Sutopo. Majid. Sanjaya. Analisis Data Kualitatif. Idri. Wina.

Seni Musik SMP Kelas 8 semester gasal. Cahaya Alam. Cahaya Alam. Bandung: PT. 2007. Seni Budaya. 2009. Tim penyusun MGMP Seni Budaya (Seni Musik) Kotamadya Surakarta. Seni Musik SMP Kelas 8 semester gasal. Surakarta: CV. Surakarta: CV. Metode Penelitian Tindakan Kelas. 2009.Tim penyusun MGMP Seni Budaya (Seni Musik) Kabupaten Sukoharjo. Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja. Yusuf. Wiriaatmadja. . 2006. Syamsu. Seni Budaya. Bandung: Remaja Rosdakarya. Rochiati. Remaja Rosdakarya.

LAMPIRAN Contoh lagu daerah setempat/lagu Nusantara: LIR ILIR Li ilir lir ilir tandure wong sumilir Tak ijo royo-royo tak sengguh penganten anyar Cah angon cah angon penekna blimbing kuwi Lunyu-lunyu penekna kanggo mbasuh dodo tira Dodo tira dodo tira kumitir bedah ing pinggir Dodomono jumatono kanggo sebo mengko sore Mumpung pandang rembulane Mumpung jembar karangane Yo surak’o surak hore Gundul-gundul Pacul Gundul-gundul pacul cul gelelengan Nyunggi-nyunggi wakul kul gembelengan Wakul ngglimpang segane dadi sakratan Wakul ngglimpang segane dadi sakratan Wakul ngglimpang segane dadi sakratan O Ina Ni Keke O ina ni keke mangewisako Mange wakiwenang tumeles baleko .

atau lagu daerah lainnya! Siklus II: Siswa diminta untuk membawakan salah satu di atas. ketemu pisan malah ngece Suwe ora jamu. ketemu pisan gawe gelo Suwe ora jamu. kostum . atau lagu daerah lainnya dengan memanfaatkan alat musik. jamu godhong telo Suwe ora ketemu. ketemu sajak ethes Tugas: Siklus I: Siswa diminta untuk menyanyikan salah satu lagu di atas. jamu godhong pace Suwe ora ketemu. dan dengan penjiwaan yang mendalam . jamu godhong kates Suwe ora ketemu.I na ni keke mangewisako Mange wakiwenang tumeles baleko We ane we ane we ane toyo Daimo siapa kotarema kiwe We ane we ane we ane toyo Daimo siapa kotarema kiwe Suwe Ora Jamu Suwe ora jamu.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful