P. 1
Contoh PTK Seni Musik SMP

Contoh PTK Seni Musik SMP

|Views: 3,159|Likes:
Published by Elva Novi

More info:

Published by: Elva Novi on May 11, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/21/2013

pdf

text

original

Contoh PTK Seni Musik SMP: STRATEGI PENINGKATAN PENGETAHUAN SENI MUSIK DALAM MENAMPILKAN SIKAP APRESIATIF TERHADAP

KEUNIKAN LAGU DAERAH SETEMPAT DENGAN METODE DRILL PADA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 3 NGUTER SEMESTER I

STRATEGI PENINGKATAN PENGETAHUAN SENI MUSIK DALAM MENAMPILKAN SIKAP APRESIATIF TERHADAP KEUNIKAN LAGU DAERAH SETEMPAT DENGAN METODE DRILL PADA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 3 NGUTER SEMESTER I TAHUN PELAJARAN 2009/2010 ABSTRAK Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan pengetahuan seni musik dalam menampilkan sikap apresiatif terhadap keunikan lagu daerah setempat dengan metode Drill pada siswa kelas VIII SMP Negeri 3, Nguter,Sukoharjo, Semeseter I Tahun 2009/2010. Penelitian dilakukan selama 3 bulan, yaitu dari bulan Agustus 2009 sampai dengan Oktober 2009. Adapun yang menjadi subyek Penelitian Tindakan Kelas ini adalah siswa Kelas VIII SMP Negeri 3 Nguter, Sukoharjo. Prosedur penelitian yang digunakan yaitu prosedur Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan dalam 2 siklus, setiap siklus terdiri atas 4 tahapan, yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Analisis data menggunakan análisis diskriftif kualitatif dengan membandingkan siklus I dengan siklus II, sedangkan data yang berupa angka (data kuantitatif) dianalisis menggunakan diskriftif komparatif, yaitu membandingkan nilai tes kondisi awal, nilai tes siklus I dan nilai tes siklus II, kemudian direfleksi. Hasil penelitian, melalui strategi pembelajaran metode Drill dapat meningkatkat pengetahuan seni musik dalam menampilkan sikap apresiatif terhadap keunikan lagu daerah setempat. Pada kondisi awal, pengetahuan serta apresiasi siswa terhadap lagu daerah masih sangat kurang. Terlihat dari perolehan nilai rata-rata 64,5 ,serta semangat siswa yang rendah selama mengikuti pelajaran seni musik. Pada siklus I sedikit menunjukkan peningkatan dalam segi nilai mapun perilaku. Nilai rata-rata yang didapatkan di siklus I adalah 68,07. Dan pada siklus II, dari hasil yang didapatkan kemampuan meningkat seiring dengan meningkatnya apresiasi siswa. Dan nilai yang didapatkan siswa pada siklus II ini adalah 73,07%. Kata Kunci:Seni Musik, Lagu Derah,Metode Drill PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Musik adalah ungkapan perasaan yang dituangkan dalam bentuk bunyi-bunyian. Negara Indonesia yang terdiri dari beribu pulau serta dihuni berbagai suku bangsa masing-masing memiliki adat istiadat

berbeda. Dan masing-masing daerah memiliki alat-alat musik dan budaya yang beraneka ragam pula yang disebut musik daerah. Musik daerah adalah musik yang lahir, dari budaya daerah yang lazim disebut musik tradisional. Oleh karena itu baik alat musiknya maupun lagunya bersifat sederhana. Ciri yang menonjol dari musik daerah di Indonesia adalah unsur kesederhanaan dan kedaerahan (Tim Penyusun MGMP Seni Musik Kab. Sukoharjo; 2009; 3). Pendidikan seni musik dimaksudkan untuk peningkatan potensi musik yang ada di dalam diri siswa. Selain itu juga untuk meningkatkan apresiasi siswa terhadap karya seni Indonesia. Peningkatan apresiasi terhadap karya seni terutama seni musik adalah dengan mengidentifikasi beragam lagu Nusantara maupun menyebutkan jenis-jenis musik Nusantara sesuai pengetahuan siswa. Pelajaran menghafal pada pelajaran seni musik menurut pandangan kebanyakan siswa, materinya sangat rumit dan sangat sulit untuk dihafal. Dikatakan bahwa pelajaran seni musik selalu berhubungan dengan not balok yang sangat sulit untuk dipahami. Bisa disimpulkan bahwa siswa baru berperan sebagai penikmat musik saja belum memiliki apresiasi yang penuh untuk menciptakan lagu atau memainkan alat musik. Karena itu diperlukan minat terlebih dahulu agar siswa bisa mengekspresikan keinginannya terhadap musik. Pembelajaran seni musik harus banyak didominasi oleh kegiatan praktek, tetapi selama ini guru hanya mengisinya dengan ceramah dan sedikit praktek. Hal ini membuat siswa menjadi kurang berminat mengikuti pelajaran seni musik. Maka dari itu guru ingin meningkatkan pengetahuan siswa tentang seni musik dengan kompetensi dasar menampilkan sikap apresiatif terhadap keunikan lagu daerah setempat. Dan peneliti mengambil judul “Strategi peningkatan pengetahuan seni musik dalam menampilkan sikap apresiatif terhadap keunikan lagu daerah setempat dengan metode drill pada siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Nguter semester I tahun pelajaran 2009/2010”. B. Identifikasi Masalah Standar kompetensi pelajaran seni musik kelas VIII SMP adalah mengapresiasi karya seni musik, dengan kompetensi dasar menampilkan sikap apresiatif terhadap keunikan lagu Nusantara. Diharapkan setelah siswa mengenal dengan melihat, mendengar, dan merasakan, minat dan rasa bangganya terhadap keunikan lagu Nusantara, maka berpengaruh pula pada nilai siswa. Maka dari itu pendidik juga diharapkan mampu mengembangkan metode pembelajaran sesuai dengan standar kompetensi dan kompetensi dasar. C. Pembatasan Masalah Kompetensi Dasar pelajaran seni musik semester I tahun pelajaran 2009/2010 pada standar kompetensi, mengapresiasi karya seni musik sangat beragam, tetapi peneliti hanya akan mengkaji pada pokok bahasan menampilkan sikap apresiatif terhadap keunikan lagu Nusantara. Peneliti mengambil subjek penelitian dari siswa didiknya sendiri yang berasal dari kelas VIII SMP Negeri 3 Nguter Kabupaten Sukoharjo.

Mengekspresikan diri melalui karya seni musik 2. Bagaimana hasil yang didapat setelah diadakan penelitian tindakan kelas dalam meningkatkan pengetahuan dan apresiasi seni musik dalam mengidentifikasi beragam lagu Nusantara? E.1 Mengaransir secara sederhana lagu Nusantara dalam bentuk ansambel . Rumusan Masalah Berdasarkan identifikasi masalah yang telah dikemukakan di atas. maka permasalahan dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut: 1. Kajian Teoritis 1.1 Mengidentifikasi jenis lagu Nusantara 1. KAJIAN TEORI DAN HIPOTESIS TINDAKAN A. Mengapresiasi karya seni musik 1. Apa saja kendala yang dihadapi dalam meningkatkan pengetahuan dan apresiasi seni musik dengan metode drill pada siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Nguter semester I tahun pelajaran 2009/2010? 3. Standar Kompetensi Seni Musik kelas VIII semester I Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Seni Musik 1.(3) Untuk mengetahui apa saja kendala yang dihadapi dalam meningkatkan pengetahuan dan apresiasi siswa terhadap keunikan lagu Nusantara dengan metode drill pada siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Nguter semester I tahun pelajaran 2009/2010. Tujuan Penelitian Tujuan dari penelitian ini adalah : (1) Untuk meningkatkan pengetahuan dan apresiasi siswa terhadap keunikan lagu Nusantara pada siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Nguter semester I tahun pelajaran 2009/2010.D.2 Menampilkan sikap apresiatif terhadap keunikan lagu Nusantara 2. Bagaimana strategi yang dilakukan guru dalam meningkatkan pengetahuan dan apresiasi terhadap seni musik dengan metode drill pada siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Nguter semester I tahun pelajaran 2009/2010? 2. (2) Untuk mengetahui strategi yang dilakukan guru dalam meningkatkan pengetahuan dan apresiasi siswa terhadap keunikan lagu Nusantara dengan metode drill pada siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Nguter semester I tahun pelajaran 2009/2010.(4) Untuk mengetahui hasil yang didapat setelah diadakan penelitian tindakan kelas dalam meningkatkan pengetahuan dan apresiasi siswa terhadap keunikan lagu Nusantara dengan metode drill pada siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Nguter semester I tahun pelajaran 2009/2010.

adalah apresiasi yang hanya menilai baik dan kurang baiknya sebuah karya seni berdasarkan penglihatan mata saja (indrawi). Apresiasi estetis. 3/8. 4) Birama Pertigaan Bertingkat. 3. 6/8. c. adalah apresiasi pasif. 23-26): a. yang berlangsung secara berulang-ulang dan teratur. yaitu birama ¾. . yaitu birama 6/4. 8/4. b. yang termasuk jenis birama ini adalah 2/4 dan 2/8. Apresiasi empatik. Di dalam apresiasi karya seni dikenal tiga singkatan apresiasi yaitu (Tim penyusun MGMP Seni Budaya (Seni Musik) Kotamadya Surakarta. 3) Birama Pertigaan Bersahaja. Apresiasi aktif timbul jiwa seseorang setelah menilai karya seni terdorong untuk berperan aktif mejadi apresiator.2 Menampilkan hasil aransemen lagu Nusantara dalam bentuk ansambel Tabel 1. yang dapat dirinci seperti berikut ini: 1) Birama Perpaduan Bersahaja. yang kembali beraksen pada perhitungan yang tetap. Sikap ini memiliki minat yang baik terhadap karya seni. yaitu birama perpaduan dan birama pertigaan. Jadi penilaian di sini bukan lagi sekedar memiliki namun dianalisis secara akurat sehingga hasilnya akan lebih jelas dan terurai. adalah apresiasi tentang keindahan dan mempunyai penilaian tentang keindahan karya seni tersebut. Unsur Musik Nusantara a. Menilai keindahan di sini disertai pengamatan dan perasaan yang mendalam. Sikap yang kedua. bergerak menurut pulsa dalam ayunan birama. Irama dan ketukan Irama adalah gelombang gaya dari lagu.2. kondisi ini cukup positif karena kebiasaan mengamati akan mendorong seseorang untuk turut menjadi apresiasi aktif. 2) Birama Perpaduan Bertingkat. 9/4. b. 4/8. Ada dua jenis birama utama. Menampilkan Sikap Apresiatif terhadap Karya Seni Apresiasi yang timbul setelah menanggapi karya seni terdiri atas apresiasi aktif dan pasif. Irama merupakan salah satu unsur musik yang sangat penting.Standar Kopetensi Seni Musik 2. adalah apresiasi yang sudah dalam tingkat penganalisaan. Namun demikian. 9/8. yang termasuk jenis birama ini adalah 4/4. Apresiasi kritis. Iram dalam musik terbentuk dari sekelompok bunyi dan diam dengan bermacam-macam lama waktu atau panjang pendek membentuk pola irama. 2009. Birama Birama/Mantera/Metrum yaitu ayunan rangkaian gerak kelompok beberapa pulsa dimana pada pulsa pertamanya terdapat kasen yang lebih kuat dari yang lainnya. 8/8.

kecerdasan spiritual dan moral. Sifat atau jiwa tersebut dinyatakan dalam suatu istilah yang menggambarkan perasaan yang menjiwai lagu secara keseluruhan. dinamika dan ekspresi 1) Tempo Tempo adalah cepat lambatnya suatu lagu dinyanyikan. Dengan adanya latihan siswa akan lebih kreatif dan lebih paham terhadap pembelajaran yang telah diterimanya. dimana pola tersebut mengacu pada pola irama dan pola birama. visual spasial. linguistik. naturalis serta kecerdasan adversitas. bahasa daerah atau bahasa asing yang lainnya. dapat dijelaskan kerangka berfikir dalam penelitian sebagai berikut:l PembelajaranSeni Musik di Sekolah Membentuk pribadi peserta didik yang harmonis dengan memperhatikan kebutuhan perkembangan anak dalam mencapai multikecerdasan yang terdiri atas kecerdasan intrapersonal. musikal. Metode ini dapat diterapkan untuk meningkatkan keterampilan dan prestasi siswa. interpersonal. kecerdasan kreativitas. B. . Tempo. Susunan nada dalam melodi mempunyai keteraturan dan memiliki pola. logik matematik. Istilah-istilah tempo biasanya ditulis dalam bahasa Italia. dan kecerdasan emosional Tidak hanya pengetahuan siswa saja yang bertambah. Melodi Melodi adalah susunan rangkaian nada yang terdengar berurutan serta berirama dan mengungkapkan suatu gagasan. tetapi apresiasi siswa terhadap keunikan lagu Nusantara juga ikut meningkat. Dalam penulisan dinamik pada sebuah lagu dinyatakan dengan beberapa tanda dan istilah diantaranya: 3) Ekspresi Dalam musik ekspresi menyatakan suatu sifat atau jiwa lagu secara spesifik. Namun. demikian dapat ditulis dalam bahasa Indonesia. 4.c. d. Metode Drill Metode drill disebut dengan metode latihan karena metode ini mengedepankan latihan. 2) Dinamika Dinamika adalah perubahan keras-lembutnya bunyi dalam sebuah lagu. Kerangka Berpikir Berdasarkan pada landasan teori yang diuraikan di atas. Pada dasarnya siswa akan lebih memahami materi yang diterimanya apabila siswa melakukan atau praktek secara langsung.

Setting Penelitian Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 3 Nguter yang terletak di kabupaten sukoharjo tepatnya di Widoro desa Kepuh. kemampuan dan apresiasi siswa menjadi meningkat. dengan mengambil waktu dari bulan Agustus sampai dengan Oktober 2009. kemampuan dan apresiasi siswa menjadi meningkat. B. 3. pada siswa kelas VIII Semester 1 di SMP Negeri 3 Nguter Tahun Pelajaran 2009/2010. Diduga setelah dilakukan penelitian tindakan kelas strategi peningkatan pengetahuan seni musik dalam menampilkan sikap apresiatif terhadap keunikan lagu Nusantara dengan metode drill pada siswa kelas VIII semester I tahun pelajaran 2009/2010. Dan subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII semester I tahun pelajaran 2009/2010 sebanyak 21 orang. Penelitian ini mengambil judul strategi peningkatan pengetahuan seni musik dalam menampilkan sikap apresiatif terhadap keunikan lagu Nusantara dengan metode drill pada siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Nguter semester I tahun pelajaran 2009/2010. Kecamatan Nguter. (0271) 591616. C.1 Konsep Kerangka Berpikir Tabel 2. 2007: 157) Sumber data utama dalam penelitian kualitatif ialah kata-kata. Kerangka Berdikir C. B.Gambar 2. Diduga terdapat kendala yang berhubungan dengan strategi peningkatan pengetahuan seni musik dalam menampilkan sikap apresiatif terhadap keunikan lagu Nusantara dengan metode drill pada siswa kelas VIII semester I tahun pelajaran 2009/2010. Kabupaten Sukoharjo Telp. Diduga bahwa proses pembelajaran seni musik di kelas VIII SMP Negeri 3 Nguter semester I Tahun Pelajaran 2009/2010 belum maksimal. dan tindakan selebihnya adalah data tambahan seperti dokumen dan lain-lain . Penelitian ini dilaksanakan di SMP 3 Nguter Sukoharjo. 2. Hipotesis Tindakan Hipotesis merupakan dugaan sementara terhadap sebuah permasalahan. B.Subjek Penelitian Subjek penelitian merupakan objek utama yang diteliti dalam sebuah penelitian tindakan kelas ini.. METODOLOGI PENELITIAN A. Sumber Data Menurut Lofland dan Lofland dalam (Moleong. Hipotesis tindakan dalam penelitian ini adalah: 1.

1. . benda atau rekaman. Sesuai dengan bentuk penelitian di atas. 2002:50). E. Apabila terdapat peningkatan berarti metode yang digunakan tepat. Validasi Data Pada penelitian kualitatif data yang telah dikumpulkan dalam penelitian harus diuji keabsahannya untuk memperoleh temuan yang akurat. observasi. arsip. 2002: 107). Data penelitian etnografi seperti halnya dengan penelitian kualitatif atau naturalistik diperoleh dari sumber data dengan menggunakan teknik pengumpulan data yang dapat dikelompokkan ke dalam dua kategori. yaitu metode yang bersifat interaktif dan yang non interaktif. maka diperlukan teknik pengumpulan data yang sesuai dengan metode penelitian kualitatif. dokumen dan arsip. analisis. dokumen dan benda-benda lain (Sutopo. Untuk memeriksa keabsahan data penelitian menggunakan teknik triangulasi.Sumber data dalam penelitian etnografi adalah nara sumber (informan). Triangulasi sumber dilakukan dengan membandingkan hasil wawancara dengan kepala sekolah dan teman sejawat dengan hasil wawancara yang didapat dari guru seni musik berkaitan dengan karakteristik siswa. Sedangkan dokumen yang dipakai sebagai data adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran. Apabila ada kesamaan berarti teori yang yang digunakan sudah terbukti keakuratannya. sedangkan yang non interaktif meliputi pengamatan tak berperan serta. dan dokumentasi. 2. dokumen dan arsip (Sutopo. D. dalam Mantja. Dalam penelitian kualitatif. maka dalam penelitian ini digunakan teknik pengumpulan data yang meliputi : wawancara. 2002:50). Sumber data dalam penelitian adalah subyek dari mana data dapat diperoleh (Arikunto. Nara sumber adalah sumber data berupa manusia (Sutopo. Teknik interaktif terdiri dari wawancara dan pengamatan berperan serta. Triangulasi metode dilakukan dengan membandingkan antara metode yang dipergunakan pada tahap pra siklus dengan metode yang digunakan pada penelitian. Untuk memperoleh data dan informasi yang akurat. tempat (lokasi). Teknik dan Alat Pengumpulan Data Sumber data dalam penelitian etnografi adalah “orang” (manusia) dengan perilakunya. 1988. Peneliti meninjau langsung ke lapangan untuk mengumpulkan data atau informasi yang sesuai dengan fokus penelitian. yakni metode drill. peristiwa (aktivitas). peneliti sendirilah yang menjadi instrumen. Nara sumber dalam penelitian ini adalah dua informan kunci pada SMP Negeri 3 Nguter yaitu guru dan siswa kelas VIII. daftar nilai seni musik siswa. dan Silabus mata pelajaran seni musik. 2005 : 55). Triangulasi teori untuk mengetahui apakah ada hubungan atau kesamaan antara teori-teori yang digunakan dalam penelitian dengan hasil penelitian yang telah didapat. Sumber data dalam penelitian ini meliputi nara sumber dan dokumen. Apabila terdapat kesamaan berarti permasalahan berada pada siswa. profil SMP Negeri 3 Nguter. peristiwa.

G. Adapun indikator keberhasilan pada Penelitian Tindakan Kelas ini adalah: 1. karena data yang tidak mendukung penelitian akan dibuang. matriks dan gambar. Penarikan kesimpulan Setelah dilakukan penyajian data kegiatan selanjutnya adalah penarikan kesimpulan. Analisis Data Miles dan Huberman dalam Sutopo (2002:91) menjelaskan bahwa dalam proses analisis data kualitatif terdapat tiga kegiatan utama yang saling berkaitan dan terjadi secara bersamaan.F. Pengetahuan siswa mengenai lagu Nusantara semakin meningkat. Indikator penelitian untuk melihat apakah ada peningkatan yang positif terhadap pembelajaran selama menggunakan metode yang baru. yakni metode drill. 3. Data yang sudah direduksi kemudian disajikan dalam bentuk teks naratif. penyajian data dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Penarikan kesimpulan dilakukan selama dan sesudah penelitian..Indikator Kinerja Indikator penelitian merupakan perkiraan tentang hasil positif yang didapatkan selama penelitian. Penyajian data tersebut diupayakan sesistematis mungkin agar mudah difahami interaksi antar bagian dalam konteks yang utuh dan tidak terlepas satu sama lain. Penarikan kesimpulan tersebut berdasarkan fenomena pada pola-pola hubungan antar fenomena. c. mengarahkan. Selain itu. Dengan bentuk yang padu akan lebih memungkinkan bagi peneliti untuk menarik kesimpulan. tempo. b. Dan memudahkan peneliti dalam mengambil mengolah data. . Penyajian data Penyajian data merupakan bagian dari analisis dengan maksud agar data atau informasi yang telah terkumpul dapat tersusun dalam bentuk yang padu. Jika belum diketemukan atau belum jelas hubungan yang terjadi antar fenomena. 2. baik itu mengenai hasil maupun perilaku siswa. Reduksi data Reduksi data adalah proses pemilihan. Karena yang diharapkan adalah adanya perubahan yang positif bagi guru maupun siswa. yaitu reduksi data. Siswa mampu menyanyikan lagu Nusantara dengan irama. pengabstrakan dan tranformasi data “kasar” yang muncul dari catatan tertulis di lapangan. menggolongkan. pemusatan perhatian pada penyerderhanaan. membuang yang tidak perlu dan mengorganisir data dengan cara yang sedemikian rupa sehingga kesimpulan-kesimpulan finalnya dapat ditarik dan diverifikasi. dan ekspresi yang tepat. maka peneliti akan kembali ke lapangan mengadakan klarifikasi melalui verifikasi data. a. reduksi data juga dimaksudkan untuk menajamkan. Apresiasi siswa terhadap keunikan lagu Nusantara semakin meningkat.

Apakah penelitian tindakan kelas ini akan berpengaruh baik/buruk terhadap peningkatan bagi guru maupun siswanya sendiri. 4. dengan mengambil judul strategi peningkatan pengetahuan seni musik dalam menampilkan sikap apresiatif terhadap keunikan lagu daerah setempat dengan metode drill pada siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Nguter semester I tahun pelajaran 2009/2010. Sehingga tahap observasi ini juga dijadikan acuan untuk perbaikan di siklus berikutnya. Prosedur Penelitian Penelitian Tindakan Kelas ini dilaksanakan selama dua siklus. guru memberikan contoh cara menyanyikan lagu dengan baik. Maka dari itu penelitian ini dilaksanakan selama dua siklus. Adapun rencana tindakannya sebagai berikut: a. Perencanaan Penelitian tindakan kelas ini direncanakan akan diadakan sampai dengan dua siklus. Adapun tahap-tahapnya akan dijelaskan berikut ini: 1. kemudian siswa diminta untuk menyanyikan sebuah lagu daerah. Implementasi Tindakan Rencana pelaksanaan penelitian yang telah disusun sebelumnya kemudian harus dilaksanakan sesuai dengan ketersediaan sarana dan prasarana yang ada. b. 3) Observasi (observing). 2. untuk mengetahui perubahan yang berkaitan dengan peningkatan. Apabila hasil yang didapat belum mencapai keoptimalan maka perlu adanya perencanaan sampai terjadi peningkatan sesuai dengan tujuan awal. 4) Refleksi (refleting). Analisis dan Refleksi Hasil yang didapat selama proses pembelajaran di siklus I maupun II. Demikian seterusnya sampai beberapa kali siklus. dimana prosedur penelitiannya menggunakan model yang dikembangkan oleh Stephen Kemmis dan Robbin MC Taggart yang terdiri dari empat komponen yaitu : 1) Perencanaan (planning). kemudian giliran siswa yang diminta untuk menyanyikan sebuah lagu daerah dengan memanfaatkan alat musik. agar segala kekurangan di siklus I dapat diperbaiki keseluruhan dapat diperbaiki di siklus II. Siklus I : siswa dijelaskan materi mengenai menampilkan sikap apresiatif terhadap keunikan lagu daerah setempat. Pelaksanaan tindakan yang di buat skenario tindakan .G. Siklus II : siswa dijelaskan mengenai materi menampilkan sikap apresiatif terhadap keunikan lagu daerah setempat. kostum maupun penjiwaan yang mendalam. 2) Aksi/tindakan (acting). dianalisis. Observasi dan Implementasi Observasi ini dilakukan untuk melihat pelaksanaan apakah semua rencana yang telah dibuat dengan baik tidak ada penyimpangan-penyimpangan yang dapat memberikan hasil yang kurang maksimal dalam penelitian tindakan kelas ini. 3. Dengan demikian maka perlu dilakukan pembahasan ulang mengenai strategi yang akan digunakan dalam penelitian tindakan kelas ini.

dilaksanakan dalam situasi yang aktual.Subjek 1 60 2 . NIS Nama Nilai 1 . Siklus 1 Siklus 2 Perencanaan Tindakan Pengamatan Refleksi Perencanaan Tindakan Pengamatan Refleksi Tabel 3.yang telah direncanakan.Subjek 4 60 . Tabel 4. Menurut mereka menyanyikan lagu barat dianggap lebih gaul daripada menyanyikan lagu daerah. 1.Subjek 2 60 3 . Mereka lebih bangga menyanyikan lagu barat daripada menyanyikan lagu daerah.Daftar Nilai Pra Siklus Siswa No. yakni pengetahuan serta apresiasi siswa terhadap lagu daerah masih sangat kurang. Deskripsi Kondisi Awal Pada kondisi awal penelitian ini menjumpai adanya permasalahan dalam pembelajaran seni musik.Subjek 3 60 4 .Prosedur Penelitian HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Pada saat yang bersamaan kegiatan ini juga disertai dengan kegiatan observasi dan interpretasi yang diikuti dengan kegiatan refleksi. Terlihat dari perolehan nilai serta semangat siswa yang rendah selama mengikuti pelajaran seni musik.

Subjek 19 60 20 .Subjek 7 60 8 .Subjek 8 60 9 .Subjek 15 60 16 .Subjek 16 60 17 .Subjek 11 60 12 .Subjek 20 60 21 .Subjek 12 60 13 .Subjek 14 60 15 .2 Nilai rata-rata Pra Siklus No Kategori Interval X f f(J) % Ket 1 2 3 4 Amat baik .Subjek 18 60 19 .5 .Subjek 10 60 11 .Subjek 9 60 10 .Subjek 13 60 14 .Subjek 6 60 7 .Subjek 5 60 6 .Subjek 21 60 Sumber: SMP Negeri 3 Nguter Tabel 4.Subjek 17 60 18 .

5 64.5 00 0 100 0 1354.5/21 = 64.5 0 0 21 00 0 1354.5 Jumlah 21 1354.5 100 (cukup) Keterangan : X : nilai tengah interval f : frekuensi (jumlah anak didik) f(x) : nilai tengah X frekuensi .Baik Cukup Kurang 81-100 71-80 60-70 £59 95 79.5 29.

Deskripsi Hasil Siklus I 1. dijadikan bahan koreksi untuk dilakukan perbaikan di siklus beikutnya.B. Pelaksanaan Tindakan Melihat kondisi tersebut di atas. d. Guru masuk ke ruang kelas sambil menyapa siswa. f. Ada yang tahu tetapi tidak hafal. Guru menjelaskan mengenai kompetensi yang akan dicapai. Setelah permasalahan teridentifikasi. 2. b. Guru menjelaskan pula mengenai metode yang akan digunakan untuk menyampaikan materi. Setelah itu guru mengamati sambil melakukan penilaian. Ada juga siswa yang hafal tetapi dalam membawakannya kurang ekspresif. Perencanaan Tindakan Direncanakan pada siklus I. Guru mulai menyampaikan materi. Lalu guru memberikan tugas menyanyikan sebuah lagu daerah dengan segenap hati sebagai bentuk apresiasi terhadap karya seni. Maka dari itu kekurangan di siklus I. Kemudian diberikan tugas untuk menunjukkan sikap apresiatifnya selama ini dengan menyanyikan sebuah lagu daerah. dikarenakan apresiasi siswa dalam karya seni masih kurang. guru lalu melakukan langkah/terobosan pembelajaran dengan menggunakan metode drill dalam mengenalkan beragam lagu Nusantara untuk meningkatkan sikap apresiatif siswa terhadap keunikan lagu Nusantara. guru mulai berpikir bagaimana kondisi tersebut dapat teratasi. c. 3. e. siswa akan diberikan materi pelajaran tentang menampilkan sikap apresiatif terhadap keunikan lagu daerah setempat. Guru melakukan penilaian untuk mengetahui sejauhmana tingkat pemahaman siswa. Sehingga apresiasi siswa yang kurang itu menyebabkan perolehan nilai siswa masih jauh dari sempurna. Guru memberikan saran agar siswa menunjukkan sikap apresiatifnya dengan memakai alat musik/kostum sebagai penunjang penampilan. g. Guru meminta siswa untuk menghafalkan lagu daerah lagi untuk dinilai lagi di pembelajaran selanjutnya. Siswa diminta untuk menyimak. Yakni kebanyakan siswa masih belum kenal dengan lagu daerahnya sendiri. Observasi Pembelajaran berlangsung kurang optimal. Adapun lembar penilaian yang digunakan sebagai berikut: . Adapun langkah-langkahnya adalah sebagai berikut: a.

Subjek 7 75 .Subjek 5 60 6 . karena sebagai generasi penerus siapa yang akan melestarikannya kalau tidak kita sebagai anak bangsa.Tabel 4. Tujuan dari pembelajaran seni musik terutama upaya peningkatan sikap apresiatif terhadap keunikan lagu daerah setempat adalah agar siswa bisa mengenal lagu daerahnya sendiri. Segala catatan yang berkaitan dengan kendala yang dihadapi guru pada siklus I dijadikan bahan untuk perbaikan. Tabel 4.3 Lembar Observasi No.Subjek 4 60 5 .Subjek 2 60 3 .4 Daftar nilai siswa di siklus I No.Subjek 3 60 4 .Subjek 6 60 7 . NIS Nama Nilai 1 . agar pengetahuan dan apresiasi siswa dapat terus ditingkatkan lagi. Aspek-aspek yang Dinilai Kriteria Penilaian 12345 1 Sikap Badan 2 Teknik Pernapasan 3 Teknik Vokal 4 Pembawaan 4. Tetapi apresiasi siswa dalam karya seni masih kurang. Refleksi Pembelajaran seni musik merupakan pelajaran yang sangat menarik dan santai.Subjek 1 65 2 .

8 .Subjek 20 60 21 .Subjek 9 70 10 .Subjek 17 60 18 .5 Nilai rata-rata di siklus I No Kategori Interval X f f(J) % Ket 1 2 3 4 Amat baik Baik Cukup .Subjek 14 75 15 .Subjek 18 60 19 .Subjek 13 70 14 .Subjek 10 75 11 .Subjek 21 60 Sumber: SMP Negeri 3 Nguter Tabel 4.Subjek 11 75 12 .Subjek 16 75 17 .Subjek 15 65 16 .Subjek 8 70 9 .Subjek 12 75 13 .Subjek 19 60 20 .

5 0 6 15 00 397 1032 00 27.5 29.5 100 (cukup) Keterangan : X : nilai tengah interval f : frekuensi (jumlah anak didik) f(x) : nilai tengah X frekuensi .Kurang 81-100 71-80 60-70 £59 95 79.81 72.07 Jumlah 21 1429.19 0 1429/21 = 68.5 64.

Guru mulai menyampaikan materi dan dorongan semangat. gaya. direncanakan guru akan menjelaskan kembali mengenai kompetensi menampilkan sikap apresiatif terhadap keunikan lagu daerah setempat. aktif. efektif. Guru melakukan penilaian untuk mengetahui sejauhmana tingkat pemahaman siswa. Dengan berpedoman pada hasil yang didapat pada siklus I. 2. Setelah itu guru juga akan meminta siswa untuk menyanyikan lagu daerah lagi dengan penuh ekspresif. Ada pula yang membawa blangkon dan selendang untuk menunjang penampilannya. e. Deskripsi Hasil Siklus II 1. Aspek-aspek yang Dinilai Kriteria Penilaian 12345 . Sekolah menyediakan alat musik gitar. kreatif. Selebihnya hanya mengandalkan suara dan penjiwaan saat menyanyikan lagu daerah. 3. dan kecrek. pianika. Observasi Kegiatan pembelajaran menampilkan sikap apresiatif terhadap keunikan lagu daerah setempat berjalan dengan seru.C. Namun. gendang. dll apabila ada siswa yang memerlukannya. kostum yang unik atau bisa yang lainnya. guru masih akan melanjutkan pembelajaran seni musik agar mencapai hasil yang optimal. Perencanaan Tindakan Pada siklus II. Tabel 4. pianika. Guru menjelaskan mengenai hasil evaluasi siklus I dan kompetensi yang akan dicapai. bisa dengan alat musik. b. c.6 Lembar Observasi No. Sementara itu siswa diminta untuk mendengar dan meresapinya. Lalu guru memberikan tugas menyanyikan sebuah lagu daerah dengan segenap hati sebagai bentuk apresiasi terhadap karya seni. kostum. Dan guru akan menyediakan alat musik apabila ada siswa yang memerlukannya. Tetapi hanya beberapa saja yang menggunakan gitar. Berdasarkan hasil pengamatan diperoleh gambaran bahwa apresiasi siswa terhadap lagu daerah semakin meningkat. dan memuaskan. angklung. Guru masuk ke ruang kelas sambil menyapa siswa. Guru membebaskan siswa bagaimana bentuk apresiatifnya. sebelum itu guru akan memberikan evaluasi dan saran agar siswa tidak mengulangi kesalahan yag serupa. d. Terserah bentuk ekspresifnya itu bisa dengan memakai aat musik. Pelaksanaan Tindakan Adapun langkah-langkahnya adalah sebagai berikut: a. maupun penjiwaan yang mendalam.

yang terpenting adalah rasa kecintaan dan rasa memiliki.Subjek 10 80 . NIS Nama Nilai 1 .1 Sikap Badan 2 Teknik Pernapasan 3 Teknik Vokal 4 Pembawaan 5 Kreasi yang ditunjukkan 4.Subjek 4 70 5 . Refleksi Kegiatan pembelajaran terus mengalami peningkatan walaupun hanya dilaksanakan dalam dua siklus.Subjek 8 75 9 .Subjek 3 75 4 . Dengan begitu uasaha untuk melestarikannya akan terpupuk dengan sendirinya. Pengetahuan saja tidak cukup.Subjek 5 70 6 .Subjek 1 75 2 .7 Daftar nilai siswa di siklus II No.Subjek 2 75 3 .Subjek 6 70 7 . Tabel 4.Subjek 7 80 8 . Dari evaluasi yang didapatkan di siklus I telah digunakan sebagai masukan untuk melaksanakan siklus II. Strategi pembelajaran dikatakan relevan bila mampu menghantarkan siswa mencapai tujuan pendidikan khususnya dalam hal mengenalkan dan menumbuhkan kecintaan siswa sebagai generasi penerus bangsa agar cinta terhadap lagu daerah setempat.Subjek 9 75 10 . Dan hasil yang didapatkan di siklus II ini mengalami peningkatan.

Subjek 18 70 19 .Subjek 17 70 18 .Subjek 20 70 21 .Subjek 11 80 12 .Subjek 13 75 14 .Subjek 15 70 16 .8 Nilai rata-rata di siklus II No Kategori Interval X f f(J) % Ket 1 2 3 4 Amat baik Baik Cukup Kurang 81-100 71-80 60-70 .Subjek 19 70 20 .Subjek 16 80 17 .Subjek 14 80 15 .Subjek 21 70 Sumber: SMP Negeri 3 Nguter Tabel 4.Subjek 12 80 13 .11 .

5 0 12 9 00 954 580.83 0 1534. Hasil yang didapatkan pada penelitian ini dikelompokkan menjadi dua.17 37. yakni hasil dari tes dan hasil dari non tes.5 00 62. Hasil observasi memberikan gambaran bahwa pembelajaran guna peningkatan pemahaman siswa kelas VIII pada .5 29. Sedangkan hasil non tes didapatkan dari hasil observasi dan wawancara.07 Jumlah 21 1534.5 100 (baik) Keterangan : X : nilai tengah interval f : frekuensi (jumlah anak didik) f(x) : nilai tengah X frekuensi D. Pembahasan Tiap Siklus dan Antar Siklus Tujuan dari Penelitian Tindakan Kelas ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan siswa serta kecintaannya terhadap lagu daerah.5 64.5/21 = 73.£59 95 79. Hasil dari tes didapat berdasarkan nilai yang didapatkan siswa.

Prestasi pembelajaran yang meningkat. Siswa mampu membawakan lagu daerah dengan ekspresi yang mengagumkan. Pada siklus I siswa dijelaskan mengenai materi menampilkan sikap apresiatif terhadap keunikan lagu daerah setempat. Hasil Penelitian Penelitian ini dikatakan berhasil karena nilai rata-rata yang didapatkan siswa mengalami peningkatan di tiap siklusnya. walaupun pemahaman siswa sudah meningkat tetapi wujud apresiatif mereka masih kurang.5%. Pada siklus II. antusias. Dari keseluruhan hasil di atas maka dapat disimpulkan bahwa penelitian tindakan kelas yang mengambil judul strategi peningkatan seni musik dalam menampilkan sikap apresiatif terhadap keunikan lagu daerah setempat dengan metode drill pada siswa kelas IV SMP Negeri 3 Nguter semester I tahun pelajaran 2009/2010 mengalami keberhasilan.07 meningkat dari nilai kondisi awal yang hanya mendapat 64. Sehingga hasil yang didapatkan bisa dibilang memuaskan. proses pembelajarannya mengacu pada kekurangan yang terjadi di siklus I. Siswa tidak hanya menyanyi saja.5. Nilai rata-rata yang didapatkan di siklus I adalah 68. dan penjiwaan yang luar biasa. namun sebagai awal dari perbandingan dengan pra siklus. Siswa mendapatkan nilai yang meningkat bila dibandingkan dengan nilai pra siklus. kekurangan yang terdapat pada siklus I. Dan nilai yang didapatkan siswa pada siklus II ini adalah 73. komunikatif dan kondusif. Siklus II. E. Melihat itu guru merasa terharu dan meminta siswa untuk menghafalkan salah satu lagu derah di rumah.07% dari nilai sebelumnya yakni 64. kemudian siswa diminta untuk membewakan lagu daerah sebagai bentuk wujud sikap apresiatif mereka. Maka dari itu.kompetensi menampilkan sikap apresiatif terhadap keunikan lagu daerah setempat melalui metode drill di SMP Negeri 3 Nguter semestre I Tahun Pelajaran 2009/2010 dapat menciptakan suasana pembelajaran yang lebih menyenangkan. . Parahnya ada siswa yang tidak hafal dengan satupun lagu daerah. kreatif dan tidak merasa bosan. Dari hasil yang didapatkan kemampuan meningkat seiring dengan meningkatnya apresiasi siswa. Sehingga. Hasil yang didapat dari siklus I tidak begitu memberikan hasil yang sesuai dengan target. tetapi mampu memdukannya dengan memanfaatkan alat musik. Siswa menjadi lebih aktif. yakni sebesar 68. Dimana guru lebih kreatif lagi mengajak siswa untuk lebih menunjukkan apresiasinya terhadap lagu daerah. dijadikan acuan perbaikan di siklus II.07%. berjalan bersama dengan aktifitas siswa yang partisipatif dalam mengikuti kegiatan pembelajaran dengan memerankan tanggung jawab yang diberikan kepada guru dengan menguasai materi pelajaran yang diberikan. siswa dijelaskan kembali mengenai materi menampilkan sikap apresiatif terhadap keunikan lagu daerah. bisa dikatakan penelitian tindakan kelas yang mengambil judul strategi peningkatan pengetahuan seni musik dalam menampilkan sikap apresiatif terhadap keunikan lagu daerag setempat dengan metode drill pada siswa kelas IV SMP Negeri 3 Nguter semester I tahun pelajaran 2009/2010 mengalami keberhasilan. menggunakan kostum sederhana. dan siswa diminta untuk membawakan sebuah lagu daerah yang sudah dipersiapkan dari rumah. siklus I sedikit menunjukkan peningkatan dalam segi nilai mapun perilaku. Siswa sebelumnya telah berlatih di rumah agar tidak malu lagi ketika diminta untuk membawakannya di depan kelas.

07% dari nilai sebelumnya yang 64. pembelajaran harus dikemas menjadi proses ”mengkonstruksi” bukan ”menerima” pengetahuan. siklus II siswa mendapat 73. 4. seperti lagu daerah. Bagi orang tua. Tugas guru memfasilitasi agar siswa memahami materi yang disampaikan. Yakni siklus I siswa mendapat nilai rata-rata sebesar 68.PENUTUP A. Adapun saran yang ingin peneliti berikan adalah sebagai berikut: 1. Maka dari itu orang tua sebagai guru di rumah hendaknya membekali siswa dengan rasa kecintaan terhadap kebudayaan daerah. diantaranya: 1. Nilai yang didapatkan siswa mengalami peningkatan di tiap siklusnya setelah menggunakan metode drill. dan mengajak siswa untuk menampilkan sikap apresiatifnya terhadap keunikan lagu daerahnya sendiri. Belajar seni musik tidak hanya sekedar menghapal saja. menemukan sesuatu yang berguna bagi dirinya.5%. 3. Pendekatan pengajaran yang menempatkan guru sebagai sentral kegiatan belajar-mengajar sedikit-demi sedikit mulai ditinggalkan. untuk tidak menghilangkan pelajaran seni musik di sekolah. bukan guru. bentuk apresiasi siswa terhadap lagu daerah bisa bermacam-macam. tetapi siswa harus memiliki minat dari dalam diri mereka untuk mencintai lagu daerah. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pembelajaran mengalami keberhasilan. Simpulan Strategi peningkatan pengetahuan seni musik dalam menampilkan sikap apresiatif terhadap keunikan lagu daerag setempat dengan metode drill pada siswa kelas IV SMP Negeri 3 Nguter semester I tahun pelajaran 2009/2010. Karena kalau bukan siswa sebagai generasi penerus siapa lagi yang akan melestarikan lagu daerah. Ada beberapa kesimpulan yang bisa didapat dari penelitian tindakan kelas ini. Apabila keluarga tidak mengenalkan atau menunjukkan kecintaan terhadap lagu daerah maka anak pun tidak akan mengenal apalagi mencintai. Karena musik bisa menciptakan situasi kondisi jiwa yang harmonis dan tenang. Bagi sekolah. memberi kesempatan kepada siswa untuk mengenal. siswa membangun sendiri pengetahuan mereka melalui keterlibatan aktif dalam proses belajar dan mengajar. Dengan dasar itu. diantaranya dengan menjadi penikmat lagu daerah. agar siswa memiliki kecerdasan emosional yang bisa didapat lewat musik. B. dan bisa juga sebagai penikmat sekaligus sebagai pencipta. menciptakan lagu daerah. pengetahuan sejak dini dikenalkan lewat keluarga. 2. Saran Siswa perlu dibiasakan untuk memecahkan masalah. .07%. Dalam proses pembelajaran. 2. Siswa menjadi pusat kegiatan.

sebagai generasi penerus bangsa hendaknya untuk terus menggali potensi/kebudayaan yang ada di daerahnya.3. Dan ikut melestarikannya semampu kita. . Bagi siswa.

(1995). S. Perencanaan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta. 2002. Bandung: Jemmars Sutopo. diakses pada tanggal 11 Mei 2009. Shaffta.DAFTAR PUSTAKA Arikunto. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Mengembangkan standar Kompetensi Guru. 1954. S. Suharsimi. Bandung:Penerbit Sinar Baru. 2009. 1992. W. Bandung. Bandung : Alfabeta. Jakarta: Kencana Prenada Media Group. 1988. 2009. Michael. Majid. 2006. Metode Penelitian Kualitatif. Pendekatan Teoritis dan Praktis Meraih Keberhasilan Belajar. Rosdakarya. Remaja Rosdakarya. Strategi Pembelajaran. Fiqh Islam. Metode Penelitian Kualitatif. Profil Kemampuan Guru Sekolah Dasar.Malang: Elang Mas. Kapita Selekta Pendidikan. Jakarta: Kencana Prenada Media Group. Abdul. Surakarta: CV. Profesionalisme Tenaga Kependidikan. Metode Penelitian Kualitatif. HB. Sugiyanto. Idri. 1978.. Vembriarto.2003. Remaja Rosdakarya Nasution. Surakarta: Sebelas Maret University Press. 2006. Sutopo. sulaiman. Surakarta: UNS Press. Model-Model Pembelajaran Inovatif. . Remaja Rosdakarya. 2006. Yogyakarta: Paramita. Rasjid. Jakarta: UI Press Moleong. Sanjaya. Majid. 2006.muhfida. Sanjaya. Ngalim Purwanto. Wina. Dr.com/modelpembelajaran. Berbagai Pendekatan dalam Proses Belajar dan Mengajar Jakarta: Bina Aksara. Nasution. Perencanaan Pembelajaran. Tim penyusun MGMP Seni Budaya (Seni Musik) Kabupaten Sukoharjo. 1993. Bandung Jawa Barat. 2002. Bandung : PT. Seni Budaya. Cahaya Alam. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Optimized Learning Strategy. Asas-asas kurikulum. Miles B. W. Prof. Matthew dan Huberman A. Jakarta : Ditjen Dikti Depdikbud. Bandung: PT. 2008. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Seni Musik SMP Kelas 8 semester genap. 1992. Metodologi Penelitian Kualitatif. Surakarta: Pustaka Mulia Sugiyono. Mantja. Jakarta: Prestasi Pustaka.html. Analisis Data Kualitatif. Abdul 2006. St. 2007. http://www. Ilmu Pendidikan Teoritis dan Praktis. 2005.

2007. Wiriaatmadja. 2009. Metode Penelitian Tindakan Kelas. Cahaya Alam. Remaja Rosdakarya. Syamsu. Surakarta: CV. Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja. Seni Musik SMP Kelas 8 semester gasal. Seni Musik SMP Kelas 8 semester gasal. Cahaya Alam. 2009. Rochiati. 2006. Seni Budaya. . Bandung: Remaja Rosdakarya. Bandung: PT.Tim penyusun MGMP Seni Budaya (Seni Musik) Kabupaten Sukoharjo. Tim penyusun MGMP Seni Budaya (Seni Musik) Kotamadya Surakarta. Yusuf. Seni Budaya. Surakarta: CV.

LAMPIRAN Contoh lagu daerah setempat/lagu Nusantara: LIR ILIR Li ilir lir ilir tandure wong sumilir Tak ijo royo-royo tak sengguh penganten anyar Cah angon cah angon penekna blimbing kuwi Lunyu-lunyu penekna kanggo mbasuh dodo tira Dodo tira dodo tira kumitir bedah ing pinggir Dodomono jumatono kanggo sebo mengko sore Mumpung pandang rembulane Mumpung jembar karangane Yo surak’o surak hore Gundul-gundul Pacul Gundul-gundul pacul cul gelelengan Nyunggi-nyunggi wakul kul gembelengan Wakul ngglimpang segane dadi sakratan Wakul ngglimpang segane dadi sakratan Wakul ngglimpang segane dadi sakratan O Ina Ni Keke O ina ni keke mangewisako Mange wakiwenang tumeles baleko .

atau lagu daerah lainnya dengan memanfaatkan alat musik. dan dengan penjiwaan yang mendalam . atau lagu daerah lainnya! Siklus II: Siswa diminta untuk membawakan salah satu di atas. jamu godhong kates Suwe ora ketemu. ketemu pisan gawe gelo Suwe ora jamu. kostum . ketemu pisan malah ngece Suwe ora jamu. ketemu sajak ethes Tugas: Siklus I: Siswa diminta untuk menyanyikan salah satu lagu di atas. jamu godhong telo Suwe ora ketemu.I na ni keke mangewisako Mange wakiwenang tumeles baleko We ane we ane we ane toyo Daimo siapa kotarema kiwe We ane we ane we ane toyo Daimo siapa kotarema kiwe Suwe Ora Jamu Suwe ora jamu. jamu godhong pace Suwe ora ketemu.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->