P. 1
Sistem Pengendalian Manajemen

Sistem Pengendalian Manajemen

|Views: 136|Likes:

More info:

Published by: Cynthia Fianti Padang on May 11, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/11/2012

pdf

text

original

Sistem Pengendalian Manajemen (SPM) pada Xerox Corporation Antara tahun 1970 hingga 1980 pendapatan perusahaan peralatan

fotokopi AS mengalami penurunan dari 95% menjadi hanya 45%. Penurunan ini disebabkan persaingan hebat dari perusahaan Jepang yang memiliki modal, sumber daya dan teknologi yang tangguh sehingga dapat menjual peralatan pada tingkat biaya manufaktur Xerox. Kenyataan ini benar-benar disadari telah kehilangan pangsa pasar yang sangat signifikan dan mengharuskan Xerox memformulasikan kembali strategi bisnis yang telah dijalankan.

Xerox berusaha membenahi diri dalam kompetisi ini dengan mengembangkan rencana revitalisasi perusahaan dan strategi baru yaitu : mengubah budaya perusahaan, dengan tujuan : memberikan kekuatan kompetitif pada perusahaan dan merebut pangsa pasar yang hilang. Rencana revitalisasi tersebut diwujudkan dalam strategi kualitas atau Leadership Through Quality (LTQ). 1. Mekanisme Penerapan SPM Mekanis penerapan SPM dapat digambarkan sebagai berikut :

Sistem Pengendalian Manajemen memerlukan mekanisme penerapan sebagaimana gambar di atas a. Struktur organisasi, menetapkan peranan, hubungan pelaporan dan divisi yang bertanggung jawab atas pengambilan keputusan pada Xerox secara struktur organisasi terdiri dari :  divisi bisnis (9 divisi) bertanggung jawab atas keseluruhan manajemen wilayah-wilayah bisnis produk Xerox di dunia, yaitu pengembangan manufaktur produk dan mengelola bisnis  dan divisi operasi-operasi konsumen (3 divisi), menyediakan penjualan, jasa dan pelayanan administrasi konsumen  kelompok Corporate Strategy Service, memberikan dukungan tertulis dalam kontrak kepada divisidivisi bisnis. Divisi bisnis Xerox masuk dalam kelompok ini jika pada fasilitas pengembangan/manufaktur menghasilkan setidaknya 90% dari output untuk kelompok bisnis tertentu.  Joint Venture dengan Rank dan Fuji Film Jepang, yang masing-masing memiliki manufaktur dan divisi bisnis yang terpisah dengan Xerox. b. Manajemen Sumber Daya Manusia Melakukan seleksi, pelatihan, evaluasi, promosi dan pemecatan karyawan serta mengembangkan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk melakukan strategi organisasi. c. Budaya merupakan seperangkat keyakinan bersama, sikap dan norma-norma yang secara eksplisit maupun implicit membimbing tindakan karyawan. Pada Xerox LTQ ditetapkan sebagai budaya dalam perusahaan yang merupakan arahan bagi manajer maupun karyawan dalam bekerja. d. Pengendalian manajemen merupakan satu-satunya perangkat manajer yang digunakan dalam mengimplementasikan strategi yang digunakan. 2. Mulai tahun 1946 hingga 1973 pertumbuhan penjualan pertahun melebihi 25% sedang

mengurangi proses manajemen yang kurang praktis. yaitu : 1. yaitu:  jumlah penginstalan mesin per jenis mesin  jumlah konsumen per wilayah  rata-rata pengiriman tepat waktu  tingkat waktu respon untuk jasa  tingkat kepuasan konsumen  motivasi karyawan 3. fungsi staf. Untuk memastikan pelaksanaan strategi yang telah dipilih setelah mendapatkan persaingan yang hebat tahun 1980. Adanya ukuran kinerja finansial dan non finansial 4. Selain itu Xerox telah berhasil dengan SPM yang dijalankan. sebagaimana ulasan Keuangan Xerox. Pengendalian manajemen merupakan proses dimana para manajer mempengaruhi anggota organisasi lainnya untuk mengimplementasikan strategi organisasi. Xerox membeli mesin copy Jepang dan menganalisa melalui “rekayasa balik”. Xerox memahami bagaimana melakukan peningkatan besar dalam keandalan dan biaya mesin copy dari Jepang. terutama dalam pelaporan. tanpa mengurangi nilai informasi.pertambahan pendapatannya melebihi 35%. manajemen perusahaan perlu mengendalkan informasi (bisnis) terutama yang bersifat non potensial yang dapat dijadikan dasar yang kuat bagi pertimbangan strategi baru atau untuk menigkatkan kinerja perusahaan dalam persaingan. Adanya perangkat atau kerangka bagi penerapan strategi 3. sebagaimana patok duga yang dilakukan Xerox terhadap perusahaan L. komunikasi terbuka dan adanya jalinan kerjasama antar bagian pemasaran. Dan hal ini memberikan pengurangan yang signifikan terhadap jumlah orang yang tidak terlibat langsung dalam proses manajeman. 2. teknologi dan keuangan. 2. peranan atau partisipasi aktif dalam manajemen. diperluan terhadap proses kerja. kinerja organisasi dan keluruhan proses penyampaian nilai. Xerox juga mempunyai tujuan non finansial yang kinerjanya dapat diukur. tenaga penjual dan praktisi Xerox adalah yang terbaik di dunia? Pertanyaan ini direspon sangat baik oleh menejemen perusahaan dalam LTQ yang didalamnya terdapat tolok ukur kompetetif dan praktek-praktek yang terbaik. Operasi-operasi individu dilakukan dengan tetap menghasilkan data yang dibutuhkan walaupun terdapat penurunan atas persyaratan dan intensitas pelaporan perusahaan dan standarisasi terhadap format laporan. Laporan tahunan telah menunjukkan sebagian keberhasilan tersebut. Walaupun Xerox memiliki tujuan finansial yang ditunjukan dengan kemajuan penjualan dan pendapatan. Perusahaan juga menanyakan pertanyaan lebih jauh mengenai kualitas sumber daya yang dimiliki : o Apakah ilmuan dan insinyur Xerox adalah yang terbaik dalam bidang masing-masing? o Apakah pemasaran. Cakupan patok duga ini walau pada mulanya terpusat pada penelitian mengenai barang dan jasa. Dengan begitu terdapat keselarasan antara tujuan pribadi dengan tujuan perusahaan.L Bean. ternyata kecenderungan terakhir yang berpengaruh terhadap perusahaan pengendalian manajemen adalah : 1. . Dari gambaran SPM Xerox tersebut terdapat unsur-unsur kunci atau aspek yang membuat SPM Xerox bekerja dengan baik. Keselarasan tujuan (goal congruen) Kenyataan akan kehilangan pangsa pasar yang signifikan mengharuskan Xerox memformulasikan kembali strategi dengan tujuan perusahaan agar merebut kembali pangsa pasar yang telah hilang. Dalam sejarah Xerox menggunakan strategi patok duga sebagaimana yang telah dilakukan Jepang terhadap produk Xerox. Bantuan dalam pengembangan strategi baru untuk membantu strategi yang telah ditetapkan sebelumnya Kecenderungan terakhir yang lebih berpengaruh terhadap proses pengendalian manajemen Pada tahun 1991 Xerox telah berhasil merebut kembali pangsa pasar yang hilang dengan mengembangkan budaya melalui LTQ. Setiap anggota organisasi dalam Xerox secara pribadi memiliki tujuan tersebut yang diwujudkan dalam setiap operasi bisnis Xerox.

Pelaporan informal ini memberikan pengaruh yang besar dalam budaya perusahaan dan memberikan manfaat bagi Xerox secara keseluruhan yaitu :  timbulnya sikap saling percaya  penambahan pengetahuan dan praktek-praktek bisnis  adanya koordinasi dan pemecahan masalah Dari kedua hal tersebut. dapat dikatakan dalam budaya LTQ ini semakin intensif karyawan terlibat dalam proses pengendalian manajemen. Budaya informal dalam sistem pelaporan yang dikembangkan dalam komunikasi yang jujur. LTQ mensyaratkan keterlibatan karyawan.3. Pembicaraan ini melibatkan semua pengendali unit operasional. . tolok ukur kompetitif dan proses peningkatan kualitas. Pentingnya budaya organisasi dan kepribadian individual dalam proses pengendalian di Xerox Budaya organisasi dan kepribadian individual dalam proses pengendalian di Xerox nampak pada beberapa hal : 1. 2. Dilakukan perbaikan terhadap proses perencanaan dengan rincian yang dapat dijalankan oleh para manajer/pengendali unit. semakin membawa pengaruh baik dalam perusahaan selama kepribadian individual tertanam dengan budaya LTQ. sehingga benar-benar dapat diketahui masalah-masalah operasional dan keuangan. Dengan demikian terlihat betapa pentingnya budaya organisasi dan kepribadian individual dalam proses pengendalian. Budaya organisasi dapat benar-benar terwujud pada Xerox karena LTQ telah dapat dilaksanakan secara konsisten oleh setiap individu. Hal ini diimplementasikan dalam target-target yang akan diraih dan selanjutnya dilakukan pengukuran keberhasilannya. LTQ sebagai prinsip dasar strategi kualitas yang berorientasi konsumen merupakan panduan bagi organisasi maupun individual dalam bekerja. LTQ ini senyatanya telah berhasil diimplementasikan secara individu sehingga secara keseluruhan dalm organisasi telah menjadi suatu budaya perusahaan. terbuka dan informatif.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->