BAB I PENDAHULUAN

A. Hubungan Farmakognosi Dengan Obat Perkataan Farmakognosi berasal dari dua kata Yunani yaitu Pharmakon yang berarti obat dan gnosis yang berarti ilmu atau pengetahuan. Jadi farmakognosi berarti pengetahuan tentang obat. Definisi yang mencakup seluruh ruang lingkup farmakognosi diberikan oleh Fluckiger, yaitu pengetahuan secara serentak berbagai macam cabang ilmu pengetahuan untuk memperoleh segala segi yang perlu diketahui tentang obat. Ada beberapa definisi tentang obat misalnya : 1. Obat : Yakni suatu bahan atau paduan bahan – bahan yang dimaksudkan untuk digunakan dalam menetapkan diagnosa, mencegah, mengurangkan, menyembuhkan penyakit atau gejala penyakit, luka atau kelainan badaniah dan rohaniah pada manusia atau hewan, memperelok bagian badan manusia. 2. Obat Jadi : Yakni obat dalam keadaan murni atau campuran dalam bentuk serbuk, cairan, salep, tablet, pil, suppositoria atau bentuk yang mempunyai nama teknis sesuai dengan Farmakope Indonesia atau buku- buku lain yang ditetapkan pemerintah . Yakni obat jadi dengan nama dagang yang terdaftar atas nama si pembuat atau dikuasakannya dan dijual dalam bungkus asli dari pabrik yang memproduksinya. Yakni obat yang terdiri dari atau berisi suatu zat baik sebagai bagian yang berkhasiat maupun yang tidak berkhasiat, misalnya lapisan, pengisi, pelarut, bahan pembantu atau komponen lain yang belum dikenal, sehingga tidak diketahui khasiat atau kemurniannya. Adalah bahan atau ramuan bahan yang berupa bahan tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral, sediaan galenik atau campuran dari bahanbahan tersebut, cara tradisional telah digunakan untuk pengobatan berdasarkan pengalaman.

3. Obat Paten

:

4. Obat Baru

:

5. Obat Tradisional :

B. Ruang Lingkup Farmakognosi Farmakognosi adalah sebagai bagian biofarmasi, biokimia dan kimia sintesa, sehingga ruang lingkupnya menjadi luas seperti yang diuraikan dalam definisi Fluckiger. Sedangkan di Indonesia saat ini untuk praktikum Farmakognosi hanya meliputi segi pengamatan makroskopis, mikroskopis dan organoleptis yang seharusnya juga mencakup identifikasi, isolasi dan pemurnian setiap zat yang terkandung dalam simplisia dan bila perlu penyelidikan dilanjutkan ke arah sintesa. Sebagai contoh : Chloramphenicol dapat dibuat secara sintesa total, yang sebelumnya hanya dapat diperoleh dari biakkan cendawan Streptomyces venezuela.
1

elusidasi struktur dan spektrofotometri.Alam memberikan kepada kita bahan alam darat dan laut berupa tumbuhan. disinilah keterkaitannya dengan farmakognosi. uji pra klinik dan uji klinik untuk menentukan fitofarmaka atau fitomedisin . Serbuk dari simplisia jika diekstraksi dengan menggunakan berbagai macam metode ekstraksi dengan pemilihan pelarut . maka hasilnya disebut isolat. maka akan diperoleh obat jadi. Proses ekstraksi dari serbuk sampai diperoleh isolat bahan obat dibicarakan dalam fitokimia dan analisis fitokimia. Jika bahan alam yang berkhasiat obat ini dikoleksi. bahan – bahan fitofarmaka inilah yang disebut obat. Mulai dari bahan obat sampat didapatnya obat jadi dapat diuraikan dalam skema berikut : Alam Morfologi Tumbuhan Sistematik Tumbuhan Identifikasi Sistematik Bahan Alam Berkhasiat Obat Farmakognosi Koleksi Pengeringan Pengolahan Pengawetan Penyimpanan Bahan siap pakai ( Simplisia ) Ekstraksi Metode Ekstraksi Pemilihan Pelarut Serbuk Bahan Alam : Tumbuhan Hewan Mineral Uji Khasiat Ekstrak 2 . Jika dilakukan uji khasiat. kemudian ditentukan sifat – sifat fisika dan kimiawinya akan dihasilkan zat murni. maka hasilnya disebut ekstrak. Jika isolat ini dimurnikan. diadakan pengujian toksisitas. maka diperoleh bahan alam berkhasiat obat. Simplisia yang diperoleh dapat berupa rajangan atau serbuk. Apabila ekstrak yang diperoleh ini diisolasi dengan pemisahan berbagai kromatografi. dikeringkan. Bila dilakukan uji klinik. karakterisasi. diolah. yang selanjutnya dapat dilanjutkan penelitian tentang identifikasi. diawetkan dan disimpan. akan diperoleh bahan yang siap pakai atau simplisia. Bahan obat jika diadakan uji toksisitas dan uji pra klinik akan didapatkan obat jadi. hewan dan mineral yang jika diadakan identifikasi dan menentukan sistimatikanya.

D. artinya harus diketahui dengan tepat nama latin tanaman atau hewan dari mana simplisia tersebut diperoleh. Dengan demikian menetapkan identitas botani – zoologi secara tepat adalah langkah pertama yang harus ditempuh sebelum melakukan kegiatan-kegiatan lainnya dalam bidang farmakognosi. yang tidak mempunyai kadar kina yang tinggi. sedangkan jenis kina terdapat banyak sekali .Obat Tradisional Uji Toksisitas Uji Praklinik Uji Klinik Obat Tradisional Jamu Isolasi Pemisahan Kromatografi Fitokimia Isolat Fitofarmaka Fitomedisin Pemurnian Sifat Fisika Sifat Kimia Zat Murni Identifikasi Karakterisasi Elusidasi Struktur Spektrofotometri Bahan Obat Uji Toksisitas Uji Praklinik Obat Farmakologi Farmasi Klinik Obat Jadi Uji Klinik C. karena satu nama daerah seringkali berlaku untuk lebih dari satu macam tanaman sehingga dengan demikian nama daerah tidak selalu memberikan kepastian identitas. misalnya : menurut Farmakope Indonesia ditentukan bahwa untuk Kulit Kina harus diambil dari tanaman asal Cinchona succirubra. Hubungan Farmakognosi Dengan Ilmu – Ilmu Lain Sebelum kimia organik dikenal.Zoologi Simplisia harus mempunyai identitas botani – zoologi yang pasti. Atas dasar pentingnya identitas botani – zoologi maka nama – nama tanaman atau hewan dalam Farmakope selalu disebut nama latin dan tidak dengan nama daerah. sehingga dengan cara tersebut Farmakognosi dianggap sebagai bagian dari 3 . simplisia merupakan bahan utama yang harus tersedia di tempat meramu atau meracik obat dan umumnya diramu atau diracik sendiri oleh tabib yang memeriksa sipenderita. Hubungan Farmakognosi Dengan Botani .

gentiana. adas manis. ekstrak. kelembak. Sejarah Dan Perkembangan Farmakognosi Pada kurang lebih 2500 tahun sebelum masehi. tingtur. seorang ahli botani Swedia. Dalam perkebunan ini farmakognosi erat hubungannya dengan ilmu-ilmu lain misalnya: Biokimia. zat kimia murni maupun sediaan bentuk lainnya. E. Pada tahun 1737 Linnaeus. F. tablet. Cara pembacaan huruf – huruf atau rangkaian – rangkaian huruf Latin yang dimaksud. identifikasi dan juga teknik-teknik kromatografi untuk tujuan analisa kualitatif dan kuantitatif. misalnya: serbuk. tetapi dengan ejaan yang disempurnakan pada bahasa Indonesia. dalam pembuatan zatzat sintetis seperti Kortison.apotik. hanya tempatnya tergeser ke pabrik . menyebabkan makin terdesaknya kedudukan simplisia di apotik .cara untuk mengetahui kemurnian simplisia. sehingga persediaan simplisia di apotik digantikan dengan sediaan – sediaan galenik yaitu. gom arab. seorang tabib telah mengenal kayu manis. Dari contoh . Dan sampai dewasa ini perkembangannya sudah sampai ke usaha. hal ini dapat diketahui dari lempeng tanah liat yang tersimpan di Perpustakaan Ashurbanipal di Assiria. bunga kantil dan lainnya.Materia Medika. Hidrokortison dan lain . sedangkan untuk mendapatkan kulit kina yang akan ditebang atau dikuliti adalah dari jenis Cinchona yang dikehendaki. cara. Kemudian setelah kimia organik berkembang. sehingga harus ada cara pengumpulan dan perkebunan yang baik dan terpelihara. sedangkan farmakognosi modern mulai dirintis oleh Martiuss. Tanpa adanya simplisia di apotik tidak akan terdapat sediaan-sediaan galenik. yang memuat simplisia antara lain kulit delima. dapat kita lihat pada contoh – contoh berikut ini : 4 .contoh tersebut maka dapat diketahui bahwa ruang lingkup Farmakognosi tidak terbatas pada pengetahuan tentang simplisia yang tertera dalam Farmakope. maka terrdapat perbedaan cara pengucapan dari beberapa huruf dan rangkaian huruf. Ejaan Latin Meskipun alfabet Latin sama dengan alfabet yang dipergunakan dalam bahasa Indonesia. Secara sepintas Kinina antipirin dibuat secara sintetis tetapi dari sediaan tersebut hanya Antipirin saja yang dibuat sintetis sedangkan kinina hanya dapat diperoleh jika ada Kulit Kina. contohnya: Injeksi Kinin Antipirin.hewani dan mineral dalam berbagai aspeknya di bidang farmasi dan Kesehatan. Tetapi hal ini bukan berarti simplisia tidak diperlukan lagi. opium. anggur dan lain – lain.lainnya. Farmakognosi mulai berkembang pesat setelah pertengahan abad ke 19 dan masih terbatas pada uraian makroskopis dan mikroskopis. Untuk memperoleh jenis Cinchona yang dikehendaki tidak mungkin diambil dari jenis Cinchona yang tumbuh liar. ampul. tetapi meliputi pemanfaatan alam nabati. Juga orang Yunani kuno misalnya Hippocrates (1446 sebelum masehi). madu. hiosiamina. minyak jarak. Simplisia diapotik kemudian terdesak oleh perkembangan galenika. Seorang apoteker Jerman dalam bukunya “Grundriss Der Pharmakognosie Des Planzenreisches” telah menggolongkan simplisia menurut segi morfologi. penggunaan tanaman obat sudah dilakukan orang. ragi. menulis buku “Genera Plantarum” yang kemudian merupakan buku pedoman utama dari sistematik botani.pabrik farmasi.usaha isolasi.

Huruf atau rangkaian huruf ae c Dibaca sebagai e Contoh Diucapkan sebagai ga-la-nge lo-be-li-e ka-ka-o ko-la kur-ku-ma Fruk -tus Se-ra Sit-tri Gli-si-ri-sa Suk-kus Kok-si-ne-la Sin-ko-na Strih-ni Di-es-ko-re O-le-um Se-ta-se-um Pa-ra-fi-num Iye-ko-ris Au-ran-ti-i Ka-yu-pu-ti Va-ni-la Gu-mi Ih-ta-mo-lum I-pe-ka-ku-ane Feu-ni-ku-li A-sa-feu-ti-da Be-la-do-na Se-ne Or-to-si-fon hi-po-glo-si kwer-kus re-i ri-zo-ma mi-ra syo-re pur-si-a-na ka-si-a men-ta li-kwi-ri-sie c cc cc ch ch eae eu ff ie ii j ll mm nh oe nn ph pp qu rh rr sh ss th tiae Galangae Lobeliae k jika diikuti huruf a. o. u ks jika diikuti huruf Coccinella e.+ ye Iecoris i +i Aurantii y Cajuputi l Vanilla m Gummi Ichtammolum n Ipecacuanhae eu Foeniculi Asafoetida n Belladonna Sennae f Orthosiphon p hippoglossi kw quercus r rhei rhizoma r myrrha sy shorea purshiana s Cassia t Mentha sie Liquiritiae 5 . y Citri Glycyrrhiza kk jika diikuti huruf a . i. i. Cacao u atau huruf mati Cola Curcuma Fructus s jika diikuti huruf Cera e.. y kh jika diikuti huruf Cinchona hidup h jika diikuti huruf mati Strychni e Dioscoreae e +u Oleum Cetaceum f Paraffinum i. Succus o.

Tata Nama Simplisia Dalam ketentuan umum Farmakope Indonesia disebutkan bahwa nama simplisia nabati ditulis dengan menyebutkan nama genus atau species nama tanaman.Huruf atau rangkaian huruf x Dibaca sebagai Contoh Diucapkan sebagai p iks ra-diks kor-teks bik-sa san-to-ri-za hi-dras-tis ma-i-dis pa-pa-ya x y y ks jika tertera pada Pix tengah / akhir kata radix cortex bixa s jika pada permulaan xanthorrhiza kata i jika didahului dan / hydrastis atau diikuti oleh huruf maydis mati y jika diapit oleh 2 huruf papaya hidup G. misalnya nama latin dari padi adalah Oryza sativa. 6 . Ketentuan ini tidak berlaku untuk simplisia nabati yang diperoleh dari beberapa macam tanaman dan untuk eksudat nabati. 3 H. hal ini disebut homonim dan keadaan seperti ini terjadi sehingga ahli botani lain keliru menggunakan nama latin yang bersangkutan terhadap tanaman lain yang juga cocok dengan uraian morfologis tersebut. jika lebih dari 2 kata (3 kata). Tata Nama Latin Tanaman 1.kadang terjadi penggunaan 1 nama latin terhadap 2 tanaman yang berbeda.sinensis Kadang. Nama Latin tanaman terdiri dari 2 kata. Contoh : Dryopteris filix – mas Strychnos nux . Huruf pertama dari genus ditulis dengan huruf besar dan huruf pertama dari petunjuk species ditulis dengan huruf kecil . 2 dari 3 kata tersebut harus digabungkan dengan tanda (-) . kata pertama disebut nama genus dan perkataan kedua disebut petunjuk species . jadi Oryza adalah genusnya sedangkan sativa adalah petunjuk speciesnya.vomica Hibiscus rosa .Nama ilmiah lengkap dari suatu tanaman terdiri dari nama latin diikuti dengan singkatan nama ahli botani yang memberikan nama latin tersebut. diikuti nama bagian tanaman yang digunakan. Beberapa contoh adalah sebagai berikut : Nama ahli botani Disingkat sbg Nama tanaman lengkap Linnaeus L Oryza sativa L De Candolle DC Strophanthus hispidus DC Miller Mill Foeniculum vulgare Mill Houttuyn Houtt Myristica fragrans Houtt 2 Nama latin tanaman tidak boleh lebih dari 2 perkataan.

sekarang kultur yang ekonomis bernilai hanya dilakukan di pulau Jawa  Minyak Kenanga yang semula dikuasai produknya oleh Filipina. Thymi Herba. 1 Beberapa Definisi Simplisia : adalah bahan alamiah yang digunakan sebagai obat yang belum mengalami pengolahan apapun juga. berupa bahan yang telah dikeringkan.Contoh : 1. adalah simplisia yang berupa hewan utuh. kepulauan Maluku. misalnya :  Tanaman kina yang asli terdapat dipegunungan Andez di Amerika selatan. Zingiberis Rhizoma nama bagian Belladonnae Herba. Petunjuk species + tanaman : : Cinchonae Cortex. 3. Simplisia nabati Eksudat tanaman : : adalah simplisia berupa tanaman utuh. Serpylli Herba.bagian tanaman atau eksudat tanaman.  Untuk keperluan tertentu. atau zat-zat nabati lainnya yang dengan cara tertentu dipisahkan dari tanamannya dan belum berupa zat kimia murni . Indonesia dan kepulauan Reunion. cengkeh Zanzibar ternyata lebih disukai dari cengkeh daerah asalnya . Simplisia hewani : 7 . Ipecacuanhae Radix. bagian tanaman : Capsici frutescentis Fructus Keterangan : Nama species terdiri dari genus + petunjuk spesies Contoh : Nama spesies : Cinchona succirubra Nama genus : Cinchona Petunjuk species : succirubra I. adalah isi sel yang secara spontan keluar dari tanaman atau isi sel dengan cara tertentu dikeluarkan dari selnya. Stramonii Herba Genus + petunjuk species + nama Curcuma aeruginosae Rhizoma. melainkan di produksi di Tahiti. J. Genus + nama bagian tanaman 2. 3. Data tentang tempat tumbuh asli kadang-kadang hanya mempunyai nilai sejarah dan tidak mempunyai arti ekonomis. bagian hewan atau zatzat yang berguna yang dihasilkan oleh hewan dan belum berupa zat kimia murni.  Buah Vanili asli dari Meksiko tidak lagi diproduksi di daerah asalnya. sekarang sebagian besar diproduksi di kepulauan Nossi Be dan Komoro dekat Madagaskar. Digitalis Folium. Tempat Tumbuh Pengertian tumbuh adalah daerah yang banyak menghasilkan simplisia yang bersangkutan. 2. kecuali dinyatakan lain.

Atropin Adalah suatu zat yang oleh enzim tertentu akan terurai menjadi satu macam gula serta satu atau lebih zat bukan gula. Contohnya Codein. Glikosida : 7. seperti : Amilase. Vitamin : 9. batu. Enzim : 8. disingkat benda asing. 6. Fragmen bagian atau bagian tanaman asal simplisia selain bagian tanaman yang disebutkan dalam paparan makroskopik atau bagian sedemikian yang nilai batasnya disebut monografi b. dimana pada suhu 00 C tidak akan aktif dan diatas 600 C akan mati. adalah suatu basa organik yang mengandung unsur Nitrogen ( N) pada umumnya berasal dari tanaman . adalah suatu zat yang dalam jumlah sedikit sekali diperlukan oleh tubuh manusia untuk membentuk metabolisme tubuh. akan dapat mengakibatkan kelangkaan. oleh enzim emulsin akan terurai menjadi glukosa + benzaldehida + asam biru ( sianida). Contohnya amigdalin. Sedangkan pembudidayaan tanaman obat masih terbatas pada jenis-jenis tertentu. Bahan organik asing. Hormon : K. Simplisia mineral : ( pelikan) Alkaloida : adalah simplisia yang berupa mineral (pelikan) yang belum diolah atau diolah dengan cara sederhana dan belum berupa zat kimia murni. Sering mempunyai nama dengan akhiran ase. zat yang dikeluarkan hewan. Sifat lainnya adalah sukar larut dalam air. Hewan atau hewan asing berikut fragmennya.lain.4. Bahkan sering terjadi. Penambangan simplisia tanpa pertimbangan atau pengelolaan yang baik demi kesetimbangan alam. Penisilinase dan lain. dengan suatu asam akan membentuk garam alkaloid yang lebih mudah larut dalam air. Tubuh manusia sendiri tidak dapat memproduksi vitamin. Daya kerjanya dibatasi oleh suhu . yang mempunyai efek fisiologis kuat/ keras terhadap manusia. Budidaya Tanaman Obat Berdasarkan kenyataan hingga sekarang sumber simplisia nabati sebagian masih diperoleh dengan menebang atau memungut langsung dari tempat tumbuh alami. adalah suatu biokatalisator yaitu senyawa atau zat yang berfungsi mempercepat reaksi biokimia / metabolisme dalam tubuh organisme. tanah atau zat pengotor lainnya 5. dengan pengenalan teknologi baru atau pengabaian lingkungan tumbuh. adalah satu atau keseluruhan dari apa yang disebutkan dibawah ini : a. adalah suatu zat yang dikeluarkan oleh kelenjar endokrin yang mempengaruhi faal tubuh dan mempengaruhi besar bentuk tubuh. kotoran hewan. Papaverin. dapat menimbulkan dampak 8 .

menimbun dan meratakan bahan organik yang penting bagi tanaman serta pertumbuhannya. maka dapat dikatakan tanah tersebut subur bagi tanaman tersebut. Kedua kesuburan tersebut saling berinteraksi dalam menentukan tingkat kesuburan bagi pertumbuhan tanaman. pengolahan tanah mencakup pula menghilangkan gulma yang merupakan saingan tanaman. Umumnya simplisia hasil budidaya pedesaan mutunya belum tinggi. Menghindari tercampurnya bahan induk yang belum melapuk dalam daerah pekarangan tanaman. antara lain proses oksidasi. udara. b. Bahkan sering penentuan waktu panen lebih banyak berorientasi kepada harga pasar dari pada stadia tumbuh yang erat hubungannya dengan tingginya hasil dan kualitas. Di samping itu.. seperti Cengkeh (Eugenia caryophyllata). Dipekarangan pengembangan TOGA (tanaman obat keluarga) berarti pendayagunaan lahan untuk untuk memenuhi nilai estetika maupun untuk keperluan kesehatan. Kesuburan fisik sangat erat hubungannya dengan struktur tanah yang menggambarkan susunan butiran tanah. Keadaan ini bisa terjadi jika tanaman dapat tumbuh pada lingkungan yang sesuai . Dalam pengolahan tanah memerlukan waktu mengingat terjadinya proses fisik . Pengelolaan tanah Sebagian besar tanaman obat diusahakan di tanah kering. Hal itu penting yaitu pada waktu membuat lubang tanah (sedalam 40x 60) bagi tanaman obat berbentuk pohon. pemeliharaan dan panen. kimia dan biologis dalam tanah sehingga terbentuk suatu media yang baik bagi pertumbuhan tanaman. Pada kesuburan fisik dan kesuburan kimiawi. sehingga akan terbentuk lapisan tanah yang menjamin pertumbuhan akar. sehingga dapat menjamin aktivitas akar dalam mengambil zat-zat yang diperlukan tanaman. . struktur gembur sehingga pertumbuhan umbi atau rimpang dapat berkembang dengan baik. Pada dasarnya pengolahan tanah bertujuan menyiapkan tempat atau media tumbuh yang serasi bagi pertumbuhan tanaman. Hal ini umumnya karena kurang intensifnya penanaman.(akibat) yang merugikan bagi kelestarian suatu species. Pembudidayaan tanaman obat dapat pula merupakan usaha utama atau sambilan yang dapat menambah pendapatan keluarga. merupakan suatu tindakan pengadaan atau penyediaan simplisia secara kontinyu dan teratur yang sekaligus dapat merupakan suatu pelestarian nuftah. saluran drainase untuk mencegah terjadinya kelebihan air seperti dikehendaki oleh tanaman. Tahap pembudidayaan tanaman dilakukan sebagai berikut : 1. antara lain pada kesuburan tanah sepadan. Sedangkan kesuburan kimiawi sangat erat hubungannya dengan kemampuan tanah menyediakan kebutuhan nutrisi tanaman.Untuk itu perlu adanya waktu yang cukup untuk memberi kesempatan terjadinya proses pelapukan. Adanya tindakan pembudidayaan. Pembuatan teras – teras apabila tanah terlalu miring. dan air. Kola (Cola nitida). Bagi tanaman obat yang dipungut hasilnya dalam bentuk umbi (tuber) umumnya dikehendaki pengolahan-pengolahan tanah cukup dalam (25 – 40 cm). Budidaya tanaman obat pada hakekatnya adalah suatu cara pengelolaan sehingga suatu tanaman obat dapat mendatangkan hasil tinggi dan bermutu baik. Jika kedua macam kesuburan telah dipenuhi untuk jenis tanaman yang diusahakan.agar erosi dapat diperkecil. meliputi cara bertanam. Beberapa hal yang patut diperhatikan dalam pengolahan tanah bagi tanaman obat antara lain : a. 9 c. iklim yang sesuai dengan teknologi tepat guna.

tiang penopang dapat saja diganti dengan tanaman tegak lalu yang dapat juga menghasilkan. Umumnya persemaian diadakan terutama bagi tanaman yang pada waktu masih kecil memerlukan pemeliharaan intensif. Pemeliharaan tanaman 10 . Tujuan lain dari adanya persemaian agar dapat memanfaatkan (menghemat) waktu musim tanam tiba (umumnya pada awal musim hujan). Penggunaan alat penopang bagi tanaman obat yang berbatang merambat dengan sistem tanaman ganda. b. c. yaitu untuk tanaman obat berhabitur perdu seperti Kumis kucing (Orthosiphon stamineus). Tanaman yang dapat saling bertoleransi terhadap persaingan karena dapat memenuhi beberapa tujuan antara lain : memperluas areal tanam (pada satu tempat dan waktu bersamaan ditanam lebih dari satu macam tanaman). misalnya Mentol (Mentha piperita).Seperti Cabe ( Capsicum annuum ). Hal-hal yang perlu mendapat pertimbangan pada penanaman tanaman obat antara lain : a. Mengingat pada umumnya penanaman pada lahan kering tanpa irigasi dan cuaca cukup panas maka penanaman dilakukan pada awal musim hujan . terutama bagi tanaman yang tidak toleran terhadap genangan air . d. Penanaman dengan jarak atau baris teratur akan lebih baik dipandang dari segi fisiologi tanaman pemeliharaan dan estetika. Mentol (Mentha piperita). antara lain dipengaruhi oleh terjadinya persaingan antara tanaman dan kesuburan tanah. diusahakan bebas gulma pada awal pertumbuhan. e. Penanaman ganda dapat dilakukan pada tanaman yang memerlukan naungan ataupun untuk pertumbuhannya dapat beradaptasi terhadap sinar matahari tidak langsung. sehingga pada saat musim tiba tanaman telah mengawali tumbuh lebih dahulu. 2. Penanaman secara tunggal (monokultur) terutama bagi tanaman yang tidak tahan cahaya matahari. memperkecil resiko kegagalan panen. Pengolahan tanah intensif. rimpang ditunaskan lebih dahulu pada persemaian yang lembab dan agak gelap. d. 3. e. Penanaman Dalam penanaman dikenal dua cara utama yaitu penanaman bahan tanaman (benih atau stek ) secara langsung pada lahan dan disemaikan dahulu baru kemudian diadakan pemindahan tanaman ke lahan yang telah disediakan atau disiapkan. Populasi tanaman erat hubungannya dengan hasil. Tanpa perlakuan tersebut akan mengakibatkan tingkat kematian yang tinggi. misalnya Kemukus (Piper cubeba) .misal dalam penanaman Sereh (Cymbopogon nardus ). Timi (Thymus vulgaris) Pembuatan guludan sering dilengkapi dengan saluran drainase yang baik. Contohnya temulawak (Curcuma xanthorrhiza). baru kemudian belahan rimpang dengan tunasnya ditanam di lahan. Disamping itu persemaian diperlukan apabila benih terlalu kecil sehingga sulit untuk mengatur tanaman sesuai dengan perkembangan teknologi tepat guna. menghemat pemeliharaan.

Perbaikan saluran drainase untuk mencegah terjadinya genangan atau kelebihan air yang dapat mengganggu pertumbuhan tanaman. Misalnya pada tanaman Kumiskucing ( Orthosiphon stamineus). Perlu dilakukan pemupukan. dilakukan pemberian mulsa. misalnya gulma. Misalnya temulawak (Curcuma xanthorrhiza) b. Pada tanaman Dioscorea compositae kandungan glikosida diosgenin dapat bertambah dengan dilakukan pemangkasan bunga. Beberapa penentuan (pedoman) saat panen : a. melainkan antranol. hendaknya diperkecil pengaruhnya. Penyiangan yang intensif guna menekan populasi gulma disamping dapat mengurangi kesempatan tumbuh tanaman usaha juga dapat mengganggu kebersihan hasil pada saat panen ( misal pada tanaman Mentha arvensis) c. misalnya penanaman Tempuyung (Sonchus arvensis) hendaknya dilakukan pada sore hari dan diberi naungan sementara. Pemungutan hasil ( panen) Penentuan saat panen suatu tanaman obat hendaknya selalu diingat akan kwantitas dan kwalitas simplisia. sehingga dapat menambah jumlah daun yang tumbuh serta kandungan alkaloida dalam akar bertambah. Bagi tanaman Empon-empon (familia Zingiberaceae). Demikian pula tindakan pemangkasan merupakan bentuk pemeliharaan lain. Beberapa tindakan pemeliharaan pada tanaman obat adalah : a. tetapi selalu berubah dipengaruhi oleh perubahan lingkungan. Daun dipungut sewaktu proses fotosintesa maksimal yaitu sebelum pembentukan buah. tingginya suhu. Demikian pula faktor penghambat lingkungan fisik dan kimia . panen dilakukan umumya pada saat bagian tanaman diatas tanah menua atau kuning yang biasanya terjadi pada musim kering. Pemupukan nitrogen dapat meningkatkan kandungan alkaloida dalam akar Pule pandak ( Rauwolfia serpentina). g. kesuburan tanah. sehingga kandungan bahan berkhasiat sebagai sumber energi tidak berkurang. Umur tanaman juga umumnya merupakan faktor penting dalam akumulasi bahan yang diinginkan. seperti kekurangan air. sehingga kelembaban tanah dapat tetap sesuai . 4. h. Hal ini mengingat jumlah zat berkhasiat dalam tanaman tidak selalu konstan sepanjang tahun atau selama tanaman siklus hidupnya. 11 . perlu adanya penyesuaian waktu tanamnya sehingga tidak mendapat sinar matahari berlebihan. e. misalnya pemupukan nitrogen pada kandungan alkaloida pada tanaman tembakau ( Nicotiana tobacum) . Untuk mengurangi evaporasi (penguapan) air tanah. yang dirubah menjadi antrakinon pada musim panas. Pemangkasan bunga. hama penyakit harus ditekan sehingga batas tertentu. yang berarti mencegah perubahan fase vegetatif ke generatif yang banyak memerlukan energi. d. Penimbunan dan penggemburan dilakukan agar memperbaiki sifat tanah tempat tumbuh. Misal tanaman Saga (Abrus praecatorius) . Misalnya tanaman Kelembak ( Rheum officinale) tidak mengandung derivat antrakinon dalam musim dingin. Bibit yang mudah layu. f.dan jika yang diambil akarnya . Pemangkasan pucuk batang akan menstimulir percabangan. b. Misalnya pada tanaman Jahe ( Zingiber officinale) pemberian mulsa jerami dapat menaikkan hasil sebesar 35 % .Beberapa faktor penghambat produksi.

penyimpanan dan distribusi. Agar dalam pengeringan tidak terjadi proses pembusukan . e. d. Untuk simplisia yang mengandung alkaloida. pengangkutan. Wadah tertutup baik : harus melindungi isi terhadap masuknya bahan padat dan mencegah kehilangan bahan selama penanganan. yang dapat mengakibatkan perubahan kekuatan. umumnya dikeringkan pada suhu kurang dari 70 0 C. Sering suhu yang tidak terlalu tinggi dapat menyebabkan warna simplisia menjadi lebih menarik. Sumber suhu dapat berasal dari matahari atau dapat pula dari suhu buatan. serta mencegah terjadinya proses atau reaksi enzimatika yang dapat menurunkan mutu. Misalnya pada pengeringanTemulawak suhu awal pengeringan dengan panas buatan antara 50 0– 55 0 C. Tujuan pengeringan adalah untuk mengurangi kadar air. Buah dipetik menjelang masak. Suhu penyimpanan Dingin : adalah suhu tidak lebih dari 80C. Sehingga proses penguapan berlangsung dengan cepat. kelembaban dan aliran udara ( ventilasi ). mutu atau kemurniannya hingga tidak memenuhi persyaratan resmi. f. hendaknya dilakukan pada suhu tidak terlalu tinggi dengan aliran udara berlengas rendah secara teratur. hendaknya simplisia jangan tertumpuk terlalu tebal. Pengawetan Simplisia nabati atau simplisia hewani harus dihindarkan dari serangga atau cemaran atau mikroba dengan penambahan kloroform. 3. eter atau pemberian bahan atau penggunaan cara yang sesuai. Wadah dan sumbatnya tidak boleh mempengaruhi bahan yang disimpan didalamnya baik secara fisika maupun kimia.c. Pengolahan Simplisia Pengeringan Hasil panen tanaman obat untuk dibuat simplisia umumnya perlu segera dikeringkan. sedangkan lemari pembeku mempunyai suhu antara -200C dan -100C. Dalam pengeringan faktor yang penting adalah suhu. untuk menjamin dalam penyimpanan. sehingga tidak meninggalkan sisa yang membahayakan kesehatan. Sedangkan wadah yang tidak bersentuhan langsung dengan artikel disebut wadah sekunder. 4. misal Solanum laciniatum sedangkan adas (Anethum graveolens) dipetik setelah masak benar. Wadah Wadah adalah tempat penyimpanan artikel dan dapat berhubungan langsung atau tidak langsung dengan artikel. 12 . Biji dipungut sebaiknya pada saat buah masak Kulit diambil sewaktu bertunas L. Umumnya pengeringan bagian tanaman yang mengandung minyak atsiri atau komponen lain yang termolabil. Wadah langsung (wadah primer) adalah wadah yang langsung berhubungan dengan artikel sepanjang waktu. CCl4. Lemari pendingin mempunyai suhu antara 20C– 80C. mencegah pertumbuhan jamur. Bunga dipetik selagi masih kuncup (sebelum berkembang) misal pada cengkeh (Eugenia caryophyllata). 2.

Persyaratan yang membedakan strukrur mikroskopik serbuk yang berasal dari simplisia nabati atau simplisia hewani dapat tercakup dalam masing – masing monografi. alkaloida. Simplisia tidak boleh menyimpang bau dan warna. tidak harus memenuhi persyaratan tersebut. diberi tanda palang medali berwarna merah di atas putih dan harus disimpan dalam lemari terkunci. 7. Semua simplisia yang termasuk daftar obat keras kecuali yang termasuk daftar narkotika. Pemalsuan Dan Penurunan Mutu Simplisia Pemalsuan umumnya dilakukan secara sengaja. khususnya persyaratan kadarnya. dan harus bebas dari cemaran mikro organisme . 13 6. Benda asing Simplisia nabati dan simplisia hewani tidak boleh mengandung organisme patogen. . yang biasanya tidak mempengaruhi simplisianya sendiri. Simplisia dianggap bermutu rendah jika tidak memenuhi persyaratan . sebagai petunjuk identitas. misalnya menjadi basah oleh air laut. Dalam perdagangan .persyaratan yang telah ditetapkan. cara panen dan pengeringan yang salah. cendawan atau serangga. Sebelum diserbukkan simplisia nabati harus dibebaskan dari pasir. Simplisia dinyatakan bulukan jika kwalitasnya turun karena dirusak oleh bakteri. serangga dan binatang lain maupun kotoran hewan . maupun bagian asing. Suhu kamar terkendali adalah suhu yang di atur antara 150 dan 300. panas atau penyulingan. Suhu kamar : adalah suhu pada ruang kerja. atau pengotoran lain yang berasal dari tanah maupun benda anorganik asing.Sejuk : adalah suhu antara 80C dan 150C. 5. keadaannya tidak lagi memenuhi syarat. Tanda dan Penyimpanan Semua simplisia yang termasuk daftar narkotika. jarang dijumpai simplisia nabati tanpa terikut atau tercampur bagian lain . diberi tanda tengkorak dan harus disimpan dalam lemari terkunci. Simplisia tidak boleh mengandung bahan asing atau sisa yang beracun atau membahayakan kesehatan. Kemurnian Simplisia Persyaratan simplisia nabati dan simplisia hewani diberlakukan pada simplisia yang diperdagangkan. atau menunjukan adanya kerusakan. Simplisia dianggap rusak jika oleh sebab tertentu. Kecuali dinyatakan lain. kena pengaruh kelembaban. atau zat aktif lain. debu. M. tetapi pada simplisia yang digunakan untuk suatu pembuatan atau isolasi minyak atsiri. tidak boleh mengandung lendir . tercampur minyak pelumas waktu diangkut dengan kapal dan lain sebagainya. bahan yang harus di simpan pada suhu sejuk dapat disimpan pada lemari pendingin. mutu atau kemurniannya. disimpan terlalu lama. sedangkan penurunan mutu mungkin dilakukan secara tidak sengaja. Mutu rendah ini dapat disebabkan oleh tanaman asal. Panas berlebih : panas berlebih adalah suhu di atas 400. glikosida. Hangat : hangat adalah suhu antara 300 dan 400 . Bahan asing termasuk bagian lain tanaman yang tidak dinyatakan dalam paparan monografi.

haluskan . jika perlu dengan pengurangan tekanan udara. boleh ditambahkan serbuk sejenis yang mempunyai potensi atau kadar lebih rendah atau lebih tinggi. hingga hasil pengolahan terakhir memenuhi persyaratan. Jika bets tidak dapat dianggap homogen. rasa. keringkan pada suhu yang cocok. Pada pembuatan serbuk simplisia yang mempunyai persyaratan potensi dan kadar zat tertentu. Jumlah wadah dalam bets (N) Jumlah wadah yang harus diambil contohnya (n) 1 sampai 10 semua 11 sampai 19 11 N n = 10 +   > 19  10  Catatan: Bulatkan harga n ke angka yang lebih tinggi. tetapi tetap dijual dengan nama minyak Zaitun. bau. ditambah serbuk temulawak agar warnanya tampak seperti keadaan semula. 14    . daun. Pemerian Adalah uraian tentang bentuk. jadi merupakan informasi yang diperlukan pada pengamatan terhadap simplisia nabati yang berupa bagian tanaman ( kulit. atau ditambah bahan lain yang cocok. yaitu isi utama dan isi tambahan. Cara pengambilan contoh berikut merupakan cara paling sederhana yang dapat diterapkan untuk bahan nabati. Pati beras. O. dikeringkan pada suhu serendah mungkin. N. akar dan sebagainya ). warna simplisia.Simplisia dinyatakan tercampur jika secara tidak sengaja terdapat bersama-sama bahanbahan atau bagian tanaman lain.. ayak. misalnya Laktosa. Q. P. Pembuatan Serbuk Simplisia Bersihkan simplisia dari bahan organik asing dan pengotoran lain secara mekanik atau dengan cara lain yang cocok.Kecuali dinyatakan lain. diolah atau ditambahi bahan lain yang tidak semestinya. misalnya serbuk Digitalis dan serbuk Opium . Misalnya minyak zaitun diganti minyak biji kapas. penandaan dan keterangan etiket menunjukkan bahwa bets dapat dianggap homogen . ambil contoh secara terpisah dari berbagai wadah yang dipilih secara acak sesuai ketentuan dibawah ini. seluruh simplisia harus dihaluskan sesuai derajat halus yang ditetapkan. ditambah serbuk cabe agar tetap ada rasa pedasnya. Simplisia dianggap dipalsukan jika secara sengaja diganti. untuk mengurangi penyimpangan yang disebabkan oleh kesalahan pengambilan contoh terhadap hasil analisis baik kwalitatif maupun kwantitatif. misalnya kuncup Cengkeh tercampur dengan tangkai Cengkeh. Keterangan tentang isi kadang-kadang malah merupakan kunci dalam sediaan-sediaan galenik. Simplisia yang mengandung zat berkhasiat yang tidak tahan panas. Pengambilan Contoh Dan Metode Analisis Simplisia Perlu dipastikan bahwa contoh suatu simplisia harus mewakili bets yang diuji. Contoh dalam skala besar Jika pada pengamatan bagian luar wadah. Tepung jahe yang ditambahi pati terigu agar bobotnya bertambah. Isi Simplisia Isi simplisia dibagi dalam dua kelompok. daun Sena tercampur dengan tangkai daun. bagi menjadi beberapa sub-bets yang sehomogen mungkin. kemudian lakukan pengambilan contoh pada masing-masing sub-bets seperti pada bets yang homogen.

rimpang. tidak kurang dari dua kali pengambilan yang dilakukan pada arah yang berlawanan. usahakan agar bagian yang diambil mewakili (jika perlu dibagi empat). buat contoh pengujian sebagai berikut : Perkecil ukuran contoh dalam skala laboratorium dengan membagi empat. lakukan pengambilan contoh dengan menggunakan suatu alat pengambil contoh yang dapat menembus bahan dari bagian atas ke bagian bawah wadah. karena kelembaban bagian permukaan mungkin berbeda dengan bagian dalam. Persiapkan contoh dalam skala besar dengan menggabungkan dan mencampurkan setiap contoh yang telah diambil dari setiap wadah yang telah terbuka . sebarkan menjadi lapisan tipis dan ambil bagian untuk pengujian . kulit batang dan herba Daun. giling contoh sehingga melewati pengayak nomor 20. Ulangi proses ini secukupnya sampai diperoleh jumlah yang diperlukan Contoh untuk pengujian Kecuali dinyatakan lain pada monografi . diratakan dalam bentuk tumpukan segi empat dan sama rata . Jika bahan berupa bagian dengan ukuran lebih dari 1 cm. biji dan buah Potongan bagian tanaman (bobot ratarata setiap potongan kurang dari 500 mg) 500 g 250 g 50 g Tebarkan contoh menjadi suatu lapisan tipis dan pisahkan bahan organik asing dengan tangan sesempurna mungkin. jaga agar setiap bagian dapat mewakili. tengah dan bawah dari setiap wadah. Ambil kedua bagian yang berlawanan dan campur secara hati-hati . 15 . Contoh dalam skala laboratorium Persiapkan contoh laboratorium dengan membagi contoh dalam skala besar menjadi empat bagian (Catatan:cara membagi empat adalah dengan menempatkan contoh . Jika bahan tidak digiling. Pada bahan yang tidak digiling atau tidak diserbukkan. Jika contoh bahan terdiri dari bagian – bagian berukuran 1 cm atau lebih kecil dan untuk semua bahan yang diserbukkan atau digiling. perkecil sedapat mungkin sehingga menjadi lebih halus.gulingkan pada kertas atau kain. Timbang dan hitung prosentase bahan organik asing terhadap bobot contoh yang digunakan. Bahan Organik Asing Contoh untuk pengujian Kecuali dinyatakan lain dalam monografi . kemudian dibagi secara diagonal menjadi empat bagian sama . Akar. dan campur hasil ayakan . yang telah dicampur dengan baik. dan jaga jangan sampai terjadi kenaikan tingkat fragmentasi atau mempengaruhi derajat kelembaban secara bermakna. bunga . Untuk bahan dalam wadah atau bungkus yang besar pengambilan contoh harus dilakukan pada kedalaman 10 cm. timbang sejumlah contoh dalam skala laboratorium seperti dibawah ini .Contoh bahan harus diambil pada bagian atas. lakukan pengambilan contoh dengan tangan. campur dengan menguling.

dan lain sebagainya). Secara Mikroskopik Umumnya meliputi pengamatan terhadap irisan melintang dan terhadap serbuk. Pemeriksaan secara kimia yang bersifat kwantitatif disebut penetapan kadar. sifatsifat simplisia di bawah sinar ultra violet. dalam hal ini diperhatikan bentuk. 7. Penilaian Obat Ada 5 macam cara pemeriksaan untuk menilai simplisia 1. kadar air. 12. 10. pemeriksaan secara mikroskopik dapat dilakukan secara serentak dengan cara organoleptik . 2. S. 9. Secara Hayati / Biologi Pada umumnya bersifat penetapan potensi zat berkhasiat. 8. ukuran. bergumpal. penyaringan dan mikrosublimasi. bobot jenis. 11. Menurunkan suhu badan Mencegah atau menghilangkan mual atau muntah Menghentikan buang air besar . bau. Secara Fisika Meliputi penetapan daya larut . titik lebur. 5. 2. kadang. karena pada umumnya pemeriksaan baru dilanjutkan jika penilaian organoleptik memberikan hasil baik .retakan atau gambaran– gambaran dan susunan bahannya (berserat-serat. misalnya isolasi dengan cara pelarutan.kadang pengamatan dengan pendengaran. 4. Secara Organoleptik Adalah cara pemeriksaan dengan pancaindera dan meliputi pemeriksaan terhadap bentuk. Secara Kimia Yang bersifat kwalitatif disebut identifikasi dan pada umumnya berupa reaksi warna atau pengendapan. terutama jamur pada kulit. retakan. 1. Beberapa Istilah Yang Ada Hubungannya Dengan Kegunaan Simplisia Dan Nama Penyakit Amara Menambah nafsu makan / pahitan Anhidrotika Mengurangi keluarnya keringat Stomakika Memacu enzim – enzim pencernaan Analgetika Mengurangi rasa nyeri Antelmintika Membasmi cacing dari dalam tubuh manusia Anti fungi Membasmi jamur. Menurunkan tekanan darah. rasa pada lidah dan tangan. rotasi optik. 4. Anti hipertensi Anti piretika Anti emetika Anti diare Anti neuralgia Anti reumatika Anti spasmodika Anti septika misalnya panu . titik beku. mencret atau murus Menghilangkan rasa sakit / nyeri di kepala Menghilangkan rasa sakit pada encok / rematik Pereda / pelawan keadaan kejang pada tubuh (pereda kejang) Membasmi kuman ( desinfektika ) 16 . Pemeriksaan secara organoleptik harus dilakukan lebih dahulu sebelum dilakukan pemerikaan dengan cara lain. warna bagian luar dan bagian dalam. 13. 6. 14.R. Sebelum reaksi-reaksi tersebut dilakukan terlebih dahulu diadakan isolasi terhadap zat yang dikehendaki . pengamatan mikroskopik dengan sinar polarisasi dan lain sebagainya. 5. Pada simplisia bentuk serbuk. 3. 3.

17. 37. 56. 30. 31. 18. 21. Antidotum Antitusif Ekspetoransia Anti diabetika Anti hemoroida Anti iritansia Astringensia Cardiaka Cardiotonika Cholagoga Dismenorrhoe Diaforetika / Sudorifika Digestiva Diuretika Dilatator Depuratif Emenagoga Emetika Gonorrhoe Hair tonic Holitosis Hemostatika Insektisida Konstipasi Karminativa Laktagoga Laktifuga Litotriptika Laxantia. 33. laksativa. 47. 24. 35 36. gusi berdarah karena kekurangan vitamin C Memperlebar pembuluh darah Penyakit kencing batu Adanya batu dalam saluran air kemih Penyakit dengan ciri adanya tremor (gemetar). 27. 38. 20. 19. 41. 16. 48. 54. 23. 26. 55. 44. 34. 50. 52. 42. 43. 53. 25.15. 32. jamurnya adalah Trichofyton 17 . 29. 49. 39. 45. purgativa Skorbut Vasodilatansia Nephrolithiasis Urolithiasis Parkinson Parkinsonisme Parasimpatolitika Pertusis Roboransia / tonikum Skabicida Sedativa Hipotiroidisme Trikhomoniasis Penawar racun Pereda batuk Mengurangi batuk berdahak Untuk mengobati kencing manis Untuk mengobati wasir Mencegah perangsangan pada kulit dan selaput lendir Menciutkan selaput lendir atau pori / pengelat Untuk jantung Untuk penguat kerja jantung Membantu fungsi dari empedu Untuk mengobati nyeri haid Memperbanyak keluarnya keringat / peluruh keringat Merangsang pencernaan makanan Melancarkan keluarnya air seni / peluruh air seni Melebarkan pembuluh darah Pembersih darah Memperbanyak keluarnya haid / peluruh haid Menyebabkan muntah Kencing nanah Menguatkan atau menyuburkan rambut Menyegarkan nafas Menghentikan perdarahan Membasmi serangga Sembelit / susah buang air besar Mengeluarkan angin dari dalam tubuh manusia Memperlancar air susu ibu Menghentikan atau mengurangi air susu ibu Menghancurkan batu pada kandung kemih Melancarkan buang air besar / pencahar Sariawan. 28. 22. 51. 46. 40. tangan serta kaki bergemetaran pada waktu diam Penyakit yang mirip parkinson Pelawan efek perangsang saraf parasimpatik Batuk rejan / batuk seratus hari Obat kuat Obat kudis Obat penenang Kekurangan aktivitas dari kelenjar gondok Penyakit kulit yang disebabkan oleh jamur yang hidup di atas kulit (dermatofyt).

Bagian . d.Keterangan lain yang dianggap perlu 18 . Nas yang masih digunakan . a. 1. pulpa (daging buah). b. c.T. flos (bunga). kayu (lignum). herba (bagian tanaman lunak di atas tanah). Beberapa simplisia yang monografinya diuraikan dalam MMI (MateriaMedika Indonesia ) Simplisia yang sediaan galeniknya diuraikan di FI Simplisia di dalam bab-bab tertentu masih disebutkan oleh FI baik sebagai contoh maupun keterangan lain.Waktu panen / cara memproleh .Penyimpanan . c. 2. f. fructus (buah). a.Jenis – jenisnya . caulis (batang) dan folium (daun). Uraian masing-masing simplisia meliputi : Nama dan sinonim / nama lain simplisia Tanaman asal simplisia Familia atau keluarga simplisia Isi / zat berkhasiat utama dan persyaratan kadar Penggunaannya Pemerian Bagian yang digunakan Keterangan mengenai : . d. tubera (umbi). U. bulbus (umbi lapis). g.Sediaan atau preparat yang terdapat di FI dan Form . semen (biji).Bagian dari Tanaman Kormus ( tubuh tanaman ) umumnya dapat dibagi menjadi 3 bagian yaitu radix (akar). Cortex (kulit bagian batang atau buah atau buah yang dapat dikelupas). e. h. e. b. rhizoma (akar tinggal). Uraian Tentang Simplisia Buku – buku yang digunakan : Simplisia yang monografinya diuraikan di FI Beberapa simplisia yang monografinya diuraikan di EFI dan dianggap masih relevan untuk diketahui siswa. Di samping itu pada tanaman dapat ditemukan gema (kuncup).

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful