BAB I PENDAHULUAN

A. Hubungan Farmakognosi Dengan Obat Perkataan Farmakognosi berasal dari dua kata Yunani yaitu Pharmakon yang berarti obat dan gnosis yang berarti ilmu atau pengetahuan. Jadi farmakognosi berarti pengetahuan tentang obat. Definisi yang mencakup seluruh ruang lingkup farmakognosi diberikan oleh Fluckiger, yaitu pengetahuan secara serentak berbagai macam cabang ilmu pengetahuan untuk memperoleh segala segi yang perlu diketahui tentang obat. Ada beberapa definisi tentang obat misalnya : 1. Obat : Yakni suatu bahan atau paduan bahan – bahan yang dimaksudkan untuk digunakan dalam menetapkan diagnosa, mencegah, mengurangkan, menyembuhkan penyakit atau gejala penyakit, luka atau kelainan badaniah dan rohaniah pada manusia atau hewan, memperelok bagian badan manusia. 2. Obat Jadi : Yakni obat dalam keadaan murni atau campuran dalam bentuk serbuk, cairan, salep, tablet, pil, suppositoria atau bentuk yang mempunyai nama teknis sesuai dengan Farmakope Indonesia atau buku- buku lain yang ditetapkan pemerintah . Yakni obat jadi dengan nama dagang yang terdaftar atas nama si pembuat atau dikuasakannya dan dijual dalam bungkus asli dari pabrik yang memproduksinya. Yakni obat yang terdiri dari atau berisi suatu zat baik sebagai bagian yang berkhasiat maupun yang tidak berkhasiat, misalnya lapisan, pengisi, pelarut, bahan pembantu atau komponen lain yang belum dikenal, sehingga tidak diketahui khasiat atau kemurniannya. Adalah bahan atau ramuan bahan yang berupa bahan tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral, sediaan galenik atau campuran dari bahanbahan tersebut, cara tradisional telah digunakan untuk pengobatan berdasarkan pengalaman.

3. Obat Paten

:

4. Obat Baru

:

5. Obat Tradisional :

B. Ruang Lingkup Farmakognosi Farmakognosi adalah sebagai bagian biofarmasi, biokimia dan kimia sintesa, sehingga ruang lingkupnya menjadi luas seperti yang diuraikan dalam definisi Fluckiger. Sedangkan di Indonesia saat ini untuk praktikum Farmakognosi hanya meliputi segi pengamatan makroskopis, mikroskopis dan organoleptis yang seharusnya juga mencakup identifikasi, isolasi dan pemurnian setiap zat yang terkandung dalam simplisia dan bila perlu penyelidikan dilanjutkan ke arah sintesa. Sebagai contoh : Chloramphenicol dapat dibuat secara sintesa total, yang sebelumnya hanya dapat diperoleh dari biakkan cendawan Streptomyces venezuela.
1

Jika dilakukan uji khasiat. dikeringkan. Bahan obat jika diadakan uji toksisitas dan uji pra klinik akan didapatkan obat jadi. Mulai dari bahan obat sampat didapatnya obat jadi dapat diuraikan dalam skema berikut : Alam Morfologi Tumbuhan Sistematik Tumbuhan Identifikasi Sistematik Bahan Alam Berkhasiat Obat Farmakognosi Koleksi Pengeringan Pengolahan Pengawetan Penyimpanan Bahan siap pakai ( Simplisia ) Ekstraksi Metode Ekstraksi Pemilihan Pelarut Serbuk Bahan Alam : Tumbuhan Hewan Mineral Uji Khasiat Ekstrak 2 . Bila dilakukan uji klinik. uji pra klinik dan uji klinik untuk menentukan fitofarmaka atau fitomedisin .Alam memberikan kepada kita bahan alam darat dan laut berupa tumbuhan. Jika isolat ini dimurnikan. bahan – bahan fitofarmaka inilah yang disebut obat. diolah. Simplisia yang diperoleh dapat berupa rajangan atau serbuk. elusidasi struktur dan spektrofotometri. Apabila ekstrak yang diperoleh ini diisolasi dengan pemisahan berbagai kromatografi. diawetkan dan disimpan. disinilah keterkaitannya dengan farmakognosi. maka diperoleh bahan alam berkhasiat obat. maka hasilnya disebut isolat. Proses ekstraksi dari serbuk sampai diperoleh isolat bahan obat dibicarakan dalam fitokimia dan analisis fitokimia. yang selanjutnya dapat dilanjutkan penelitian tentang identifikasi. maka akan diperoleh obat jadi. diadakan pengujian toksisitas. hewan dan mineral yang jika diadakan identifikasi dan menentukan sistimatikanya. Jika bahan alam yang berkhasiat obat ini dikoleksi. karakterisasi. akan diperoleh bahan yang siap pakai atau simplisia. kemudian ditentukan sifat – sifat fisika dan kimiawinya akan dihasilkan zat murni. maka hasilnya disebut ekstrak. Serbuk dari simplisia jika diekstraksi dengan menggunakan berbagai macam metode ekstraksi dengan pemilihan pelarut .

Obat Tradisional Uji Toksisitas Uji Praklinik Uji Klinik Obat Tradisional Jamu Isolasi Pemisahan Kromatografi Fitokimia Isolat Fitofarmaka Fitomedisin Pemurnian Sifat Fisika Sifat Kimia Zat Murni Identifikasi Karakterisasi Elusidasi Struktur Spektrofotometri Bahan Obat Uji Toksisitas Uji Praklinik Obat Farmakologi Farmasi Klinik Obat Jadi Uji Klinik C. karena satu nama daerah seringkali berlaku untuk lebih dari satu macam tanaman sehingga dengan demikian nama daerah tidak selalu memberikan kepastian identitas. Hubungan Farmakognosi Dengan Ilmu – Ilmu Lain Sebelum kimia organik dikenal.Zoologi Simplisia harus mempunyai identitas botani – zoologi yang pasti. Hubungan Farmakognosi Dengan Botani . D. yang tidak mempunyai kadar kina yang tinggi. simplisia merupakan bahan utama yang harus tersedia di tempat meramu atau meracik obat dan umumnya diramu atau diracik sendiri oleh tabib yang memeriksa sipenderita. Dengan demikian menetapkan identitas botani – zoologi secara tepat adalah langkah pertama yang harus ditempuh sebelum melakukan kegiatan-kegiatan lainnya dalam bidang farmakognosi. artinya harus diketahui dengan tepat nama latin tanaman atau hewan dari mana simplisia tersebut diperoleh. misalnya : menurut Farmakope Indonesia ditentukan bahwa untuk Kulit Kina harus diambil dari tanaman asal Cinchona succirubra. sedangkan jenis kina terdapat banyak sekali . sehingga dengan cara tersebut Farmakognosi dianggap sebagai bagian dari 3 . Atas dasar pentingnya identitas botani – zoologi maka nama – nama tanaman atau hewan dalam Farmakope selalu disebut nama latin dan tidak dengan nama daerah.

yang memuat simplisia antara lain kulit delima. cara. menulis buku “Genera Plantarum” yang kemudian merupakan buku pedoman utama dari sistematik botani. Tetapi hal ini bukan berarti simplisia tidak diperlukan lagi. penggunaan tanaman obat sudah dilakukan orang. opium. sehingga harus ada cara pengumpulan dan perkebunan yang baik dan terpelihara. dalam pembuatan zatzat sintetis seperti Kortison. anggur dan lain – lain. E. gom arab. sedangkan farmakognosi modern mulai dirintis oleh Martiuss. Untuk memperoleh jenis Cinchona yang dikehendaki tidak mungkin diambil dari jenis Cinchona yang tumbuh liar. maka terrdapat perbedaan cara pengucapan dari beberapa huruf dan rangkaian huruf. tablet.apotik. Juga orang Yunani kuno misalnya Hippocrates (1446 sebelum masehi). Dari contoh . hanya tempatnya tergeser ke pabrik . Seorang apoteker Jerman dalam bukunya “Grundriss Der Pharmakognosie Des Planzenreisches” telah menggolongkan simplisia menurut segi morfologi. Tanpa adanya simplisia di apotik tidak akan terdapat sediaan-sediaan galenik.contoh tersebut maka dapat diketahui bahwa ruang lingkup Farmakognosi tidak terbatas pada pengetahuan tentang simplisia yang tertera dalam Farmakope. hiosiamina. ampul. seorang tabib telah mengenal kayu manis.cara untuk mengetahui kemurnian simplisia. seorang ahli botani Swedia. Secara sepintas Kinina antipirin dibuat secara sintetis tetapi dari sediaan tersebut hanya Antipirin saja yang dibuat sintetis sedangkan kinina hanya dapat diperoleh jika ada Kulit Kina. tingtur. bunga kantil dan lainnya. gentiana. sehingga persediaan simplisia di apotik digantikan dengan sediaan – sediaan galenik yaitu. Dalam perkebunan ini farmakognosi erat hubungannya dengan ilmu-ilmu lain misalnya: Biokimia. ragi. tetapi dengan ejaan yang disempurnakan pada bahasa Indonesia. F. misalnya: serbuk. Hidrokortison dan lain . adas manis.usaha isolasi. zat kimia murni maupun sediaan bentuk lainnya. contohnya: Injeksi Kinin Antipirin. ekstrak. dapat kita lihat pada contoh – contoh berikut ini : 4 . kelembak. Sejarah Dan Perkembangan Farmakognosi Pada kurang lebih 2500 tahun sebelum masehi. madu. Farmakognosi mulai berkembang pesat setelah pertengahan abad ke 19 dan masih terbatas pada uraian makroskopis dan mikroskopis. Dan sampai dewasa ini perkembangannya sudah sampai ke usaha. identifikasi dan juga teknik-teknik kromatografi untuk tujuan analisa kualitatif dan kuantitatif. Simplisia diapotik kemudian terdesak oleh perkembangan galenika. menyebabkan makin terdesaknya kedudukan simplisia di apotik . minyak jarak. tetapi meliputi pemanfaatan alam nabati.lainnya.hewani dan mineral dalam berbagai aspeknya di bidang farmasi dan Kesehatan.Materia Medika. Ejaan Latin Meskipun alfabet Latin sama dengan alfabet yang dipergunakan dalam bahasa Indonesia. Kemudian setelah kimia organik berkembang. Cara pembacaan huruf – huruf atau rangkaian – rangkaian huruf Latin yang dimaksud.pabrik farmasi. sedangkan untuk mendapatkan kulit kina yang akan ditebang atau dikuliti adalah dari jenis Cinchona yang dikehendaki. Pada tahun 1737 Linnaeus. hal ini dapat diketahui dari lempeng tanah liat yang tersimpan di Perpustakaan Ashurbanipal di Assiria.

u ks jika diikuti huruf Coccinella e. o.+ ye Iecoris i +i Aurantii y Cajuputi l Vanilla m Gummi Ichtammolum n Ipecacuanhae eu Foeniculi Asafoetida n Belladonna Sennae f Orthosiphon p hippoglossi kw quercus r rhei rhizoma r myrrha sy shorea purshiana s Cassia t Mentha sie Liquiritiae 5 . y kh jika diikuti huruf Cinchona hidup h jika diikuti huruf mati Strychni e Dioscoreae e +u Oleum Cetaceum f Paraffinum i.Huruf atau rangkaian huruf ae c Dibaca sebagai e Contoh Diucapkan sebagai ga-la-nge lo-be-li-e ka-ka-o ko-la kur-ku-ma Fruk -tus Se-ra Sit-tri Gli-si-ri-sa Suk-kus Kok-si-ne-la Sin-ko-na Strih-ni Di-es-ko-re O-le-um Se-ta-se-um Pa-ra-fi-num Iye-ko-ris Au-ran-ti-i Ka-yu-pu-ti Va-ni-la Gu-mi Ih-ta-mo-lum I-pe-ka-ku-ane Feu-ni-ku-li A-sa-feu-ti-da Be-la-do-na Se-ne Or-to-si-fon hi-po-glo-si kwer-kus re-i ri-zo-ma mi-ra syo-re pur-si-a-na ka-si-a men-ta li-kwi-ri-sie c cc cc ch ch eae eu ff ie ii j ll mm nh oe nn ph pp qu rh rr sh ss th tiae Galangae Lobeliae k jika diikuti huruf a.. y Citri Glycyrrhiza kk jika diikuti huruf a . Succus o. i. Cacao u atau huruf mati Cola Curcuma Fructus s jika diikuti huruf Cera e. i.

Tata Nama Latin Tanaman 1.kadang terjadi penggunaan 1 nama latin terhadap 2 tanaman yang berbeda. 6 . jadi Oryza adalah genusnya sedangkan sativa adalah petunjuk speciesnya. Beberapa contoh adalah sebagai berikut : Nama ahli botani Disingkat sbg Nama tanaman lengkap Linnaeus L Oryza sativa L De Candolle DC Strophanthus hispidus DC Miller Mill Foeniculum vulgare Mill Houttuyn Houtt Myristica fragrans Houtt 2 Nama latin tanaman tidak boleh lebih dari 2 perkataan.Huruf atau rangkaian huruf x Dibaca sebagai Contoh Diucapkan sebagai p iks ra-diks kor-teks bik-sa san-to-ri-za hi-dras-tis ma-i-dis pa-pa-ya x y y ks jika tertera pada Pix tengah / akhir kata radix cortex bixa s jika pada permulaan xanthorrhiza kata i jika didahului dan / hydrastis atau diikuti oleh huruf maydis mati y jika diapit oleh 2 huruf papaya hidup G. kata pertama disebut nama genus dan perkataan kedua disebut petunjuk species . Huruf pertama dari genus ditulis dengan huruf besar dan huruf pertama dari petunjuk species ditulis dengan huruf kecil . Nama Latin tanaman terdiri dari 2 kata. Tata Nama Simplisia Dalam ketentuan umum Farmakope Indonesia disebutkan bahwa nama simplisia nabati ditulis dengan menyebutkan nama genus atau species nama tanaman. diikuti nama bagian tanaman yang digunakan. Ketentuan ini tidak berlaku untuk simplisia nabati yang diperoleh dari beberapa macam tanaman dan untuk eksudat nabati.vomica Hibiscus rosa . 2 dari 3 kata tersebut harus digabungkan dengan tanda (-) . jika lebih dari 2 kata (3 kata). Contoh : Dryopteris filix – mas Strychnos nux .Nama ilmiah lengkap dari suatu tanaman terdiri dari nama latin diikuti dengan singkatan nama ahli botani yang memberikan nama latin tersebut. 3 H. hal ini disebut homonim dan keadaan seperti ini terjadi sehingga ahli botani lain keliru menggunakan nama latin yang bersangkutan terhadap tanaman lain yang juga cocok dengan uraian morfologis tersebut.sinensis Kadang. misalnya nama latin dari padi adalah Oryza sativa.

Thymi Herba. 3. Genus + nama bagian tanaman 2. kepulauan Maluku. Serpylli Herba. sekarang sebagian besar diproduksi di kepulauan Nossi Be dan Komoro dekat Madagaskar.bagian tanaman atau eksudat tanaman. Simplisia hewani : 7 . cengkeh Zanzibar ternyata lebih disukai dari cengkeh daerah asalnya . bagian hewan atau zatzat yang berguna yang dihasilkan oleh hewan dan belum berupa zat kimia murni. Stramonii Herba Genus + petunjuk species + nama Curcuma aeruginosae Rhizoma. misalnya :  Tanaman kina yang asli terdapat dipegunungan Andez di Amerika selatan. melainkan di produksi di Tahiti. Petunjuk species + tanaman : : Cinchonae Cortex.Contoh : 1. bagian tanaman : Capsici frutescentis Fructus Keterangan : Nama species terdiri dari genus + petunjuk spesies Contoh : Nama spesies : Cinchona succirubra Nama genus : Cinchona Petunjuk species : succirubra I. sekarang kultur yang ekonomis bernilai hanya dilakukan di pulau Jawa  Minyak Kenanga yang semula dikuasai produknya oleh Filipina. kecuali dinyatakan lain. Digitalis Folium. Indonesia dan kepulauan Reunion. berupa bahan yang telah dikeringkan. Simplisia nabati Eksudat tanaman : : adalah simplisia berupa tanaman utuh.  Buah Vanili asli dari Meksiko tidak lagi diproduksi di daerah asalnya. adalah simplisia yang berupa hewan utuh. J. 2. Data tentang tempat tumbuh asli kadang-kadang hanya mempunyai nilai sejarah dan tidak mempunyai arti ekonomis. 3. adalah isi sel yang secara spontan keluar dari tanaman atau isi sel dengan cara tertentu dikeluarkan dari selnya. atau zat-zat nabati lainnya yang dengan cara tertentu dipisahkan dari tanamannya dan belum berupa zat kimia murni . Tempat Tumbuh Pengertian tumbuh adalah daerah yang banyak menghasilkan simplisia yang bersangkutan. 1 Beberapa Definisi Simplisia : adalah bahan alamiah yang digunakan sebagai obat yang belum mengalami pengolahan apapun juga. Zingiberis Rhizoma nama bagian Belladonnae Herba.  Untuk keperluan tertentu. Ipecacuanhae Radix.

adalah suatu basa organik yang mengandung unsur Nitrogen ( N) pada umumnya berasal dari tanaman . yang mempunyai efek fisiologis kuat/ keras terhadap manusia. adalah suatu zat yang dikeluarkan oleh kelenjar endokrin yang mempengaruhi faal tubuh dan mempengaruhi besar bentuk tubuh. Papaverin. dengan pengenalan teknologi baru atau pengabaian lingkungan tumbuh. Fragmen bagian atau bagian tanaman asal simplisia selain bagian tanaman yang disebutkan dalam paparan makroskopik atau bagian sedemikian yang nilai batasnya disebut monografi b. Daya kerjanya dibatasi oleh suhu . 6. dimana pada suhu 00 C tidak akan aktif dan diatas 600 C akan mati. seperti : Amilase. Atropin Adalah suatu zat yang oleh enzim tertentu akan terurai menjadi satu macam gula serta satu atau lebih zat bukan gula. adalah suatu zat yang dalam jumlah sedikit sekali diperlukan oleh tubuh manusia untuk membentuk metabolisme tubuh. Hewan atau hewan asing berikut fragmennya. Penambangan simplisia tanpa pertimbangan atau pengelolaan yang baik demi kesetimbangan alam. dapat menimbulkan dampak 8 . Glikosida : 7. Contohnya amigdalin. Bahkan sering terjadi.lain. Bahan organik asing. Sedangkan pembudidayaan tanaman obat masih terbatas pada jenis-jenis tertentu. Simplisia mineral : ( pelikan) Alkaloida : adalah simplisia yang berupa mineral (pelikan) yang belum diolah atau diolah dengan cara sederhana dan belum berupa zat kimia murni.4. akan dapat mengakibatkan kelangkaan. dengan suatu asam akan membentuk garam alkaloid yang lebih mudah larut dalam air. batu. adalah satu atau keseluruhan dari apa yang disebutkan dibawah ini : a. Sering mempunyai nama dengan akhiran ase. Tubuh manusia sendiri tidak dapat memproduksi vitamin. disingkat benda asing. adalah suatu biokatalisator yaitu senyawa atau zat yang berfungsi mempercepat reaksi biokimia / metabolisme dalam tubuh organisme. Penisilinase dan lain. Budidaya Tanaman Obat Berdasarkan kenyataan hingga sekarang sumber simplisia nabati sebagian masih diperoleh dengan menebang atau memungut langsung dari tempat tumbuh alami. Enzim : 8. Contohnya Codein. Sifat lainnya adalah sukar larut dalam air. kotoran hewan. tanah atau zat pengotor lainnya 5. zat yang dikeluarkan hewan. Vitamin : 9. Hormon : K. oleh enzim emulsin akan terurai menjadi glukosa + benzaldehida + asam biru ( sianida).

struktur gembur sehingga pertumbuhan umbi atau rimpang dapat berkembang dengan baik. sehingga dapat menjamin aktivitas akar dalam mengambil zat-zat yang diperlukan tanaman. merupakan suatu tindakan pengadaan atau penyediaan simplisia secara kontinyu dan teratur yang sekaligus dapat merupakan suatu pelestarian nuftah. . Kesuburan fisik sangat erat hubungannya dengan struktur tanah yang menggambarkan susunan butiran tanah. Budidaya tanaman obat pada hakekatnya adalah suatu cara pengelolaan sehingga suatu tanaman obat dapat mendatangkan hasil tinggi dan bermutu baik. sehingga akan terbentuk lapisan tanah yang menjamin pertumbuhan akar. iklim yang sesuai dengan teknologi tepat guna. Di samping itu. Bagi tanaman obat yang dipungut hasilnya dalam bentuk umbi (tuber) umumnya dikehendaki pengolahan-pengolahan tanah cukup dalam (25 – 40 cm). seperti Cengkeh (Eugenia caryophyllata).. maka dapat dikatakan tanah tersebut subur bagi tanaman tersebut. Kola (Cola nitida). antara lain pada kesuburan tanah sepadan. Adanya tindakan pembudidayaan. meliputi cara bertanam. Hal itu penting yaitu pada waktu membuat lubang tanah (sedalam 40x 60) bagi tanaman obat berbentuk pohon. Jika kedua macam kesuburan telah dipenuhi untuk jenis tanaman yang diusahakan. Pembudidayaan tanaman obat dapat pula merupakan usaha utama atau sambilan yang dapat menambah pendapatan keluarga. 9 c. kimia dan biologis dalam tanah sehingga terbentuk suatu media yang baik bagi pertumbuhan tanaman. pemeliharaan dan panen. Dalam pengolahan tanah memerlukan waktu mengingat terjadinya proses fisik . Bahkan sering penentuan waktu panen lebih banyak berorientasi kepada harga pasar dari pada stadia tumbuh yang erat hubungannya dengan tingginya hasil dan kualitas. Keadaan ini bisa terjadi jika tanaman dapat tumbuh pada lingkungan yang sesuai . dan air. Sedangkan kesuburan kimiawi sangat erat hubungannya dengan kemampuan tanah menyediakan kebutuhan nutrisi tanaman. Pada dasarnya pengolahan tanah bertujuan menyiapkan tempat atau media tumbuh yang serasi bagi pertumbuhan tanaman.agar erosi dapat diperkecil. udara. Menghindari tercampurnya bahan induk yang belum melapuk dalam daerah pekarangan tanaman.Untuk itu perlu adanya waktu yang cukup untuk memberi kesempatan terjadinya proses pelapukan. pengolahan tanah mencakup pula menghilangkan gulma yang merupakan saingan tanaman. Pembuatan teras – teras apabila tanah terlalu miring. saluran drainase untuk mencegah terjadinya kelebihan air seperti dikehendaki oleh tanaman. Beberapa hal yang patut diperhatikan dalam pengolahan tanah bagi tanaman obat antara lain : a. b. Pengelolaan tanah Sebagian besar tanaman obat diusahakan di tanah kering. Tahap pembudidayaan tanaman dilakukan sebagai berikut : 1.(akibat) yang merugikan bagi kelestarian suatu species. antara lain proses oksidasi. Dipekarangan pengembangan TOGA (tanaman obat keluarga) berarti pendayagunaan lahan untuk untuk memenuhi nilai estetika maupun untuk keperluan kesehatan. Hal ini umumnya karena kurang intensifnya penanaman. Pada kesuburan fisik dan kesuburan kimiawi. Umumnya simplisia hasil budidaya pedesaan mutunya belum tinggi. Kedua kesuburan tersebut saling berinteraksi dalam menentukan tingkat kesuburan bagi pertumbuhan tanaman. menimbun dan meratakan bahan organik yang penting bagi tanaman serta pertumbuhannya.

baru kemudian belahan rimpang dengan tunasnya ditanam di lahan. d. misalnya Mentol (Mentha piperita). Umumnya persemaian diadakan terutama bagi tanaman yang pada waktu masih kecil memerlukan pemeliharaan intensif. Timi (Thymus vulgaris) Pembuatan guludan sering dilengkapi dengan saluran drainase yang baik. Pemeliharaan tanaman 10 . memperkecil resiko kegagalan panen. Tanaman yang dapat saling bertoleransi terhadap persaingan karena dapat memenuhi beberapa tujuan antara lain : memperluas areal tanam (pada satu tempat dan waktu bersamaan ditanam lebih dari satu macam tanaman). sehingga pada saat musim tiba tanaman telah mengawali tumbuh lebih dahulu. menghemat pemeliharaan. d. Tanpa perlakuan tersebut akan mengakibatkan tingkat kematian yang tinggi. 2. rimpang ditunaskan lebih dahulu pada persemaian yang lembab dan agak gelap. Contohnya temulawak (Curcuma xanthorrhiza). misalnya Kemukus (Piper cubeba) . tiang penopang dapat saja diganti dengan tanaman tegak lalu yang dapat juga menghasilkan. Penanaman ganda dapat dilakukan pada tanaman yang memerlukan naungan ataupun untuk pertumbuhannya dapat beradaptasi terhadap sinar matahari tidak langsung. Penanaman secara tunggal (monokultur) terutama bagi tanaman yang tidak tahan cahaya matahari. Disamping itu persemaian diperlukan apabila benih terlalu kecil sehingga sulit untuk mengatur tanaman sesuai dengan perkembangan teknologi tepat guna. c. Pengolahan tanah intensif. b.Seperti Cabe ( Capsicum annuum ). Populasi tanaman erat hubungannya dengan hasil. terutama bagi tanaman yang tidak toleran terhadap genangan air . diusahakan bebas gulma pada awal pertumbuhan. Penanaman Dalam penanaman dikenal dua cara utama yaitu penanaman bahan tanaman (benih atau stek ) secara langsung pada lahan dan disemaikan dahulu baru kemudian diadakan pemindahan tanaman ke lahan yang telah disediakan atau disiapkan. e. e. Mengingat pada umumnya penanaman pada lahan kering tanpa irigasi dan cuaca cukup panas maka penanaman dilakukan pada awal musim hujan . yaitu untuk tanaman obat berhabitur perdu seperti Kumis kucing (Orthosiphon stamineus).misal dalam penanaman Sereh (Cymbopogon nardus ). Mentol (Mentha piperita). antara lain dipengaruhi oleh terjadinya persaingan antara tanaman dan kesuburan tanah. Penanaman dengan jarak atau baris teratur akan lebih baik dipandang dari segi fisiologi tanaman pemeliharaan dan estetika. Hal-hal yang perlu mendapat pertimbangan pada penanaman tanaman obat antara lain : a. Tujuan lain dari adanya persemaian agar dapat memanfaatkan (menghemat) waktu musim tanam tiba (umumnya pada awal musim hujan). Penggunaan alat penopang bagi tanaman obat yang berbatang merambat dengan sistem tanaman ganda. 3.

tetapi selalu berubah dipengaruhi oleh perubahan lingkungan. Pemangkasan bunga. Beberapa penentuan (pedoman) saat panen : a. f. Pemungutan hasil ( panen) Penentuan saat panen suatu tanaman obat hendaknya selalu diingat akan kwantitas dan kwalitas simplisia. Beberapa tindakan pemeliharaan pada tanaman obat adalah : a. e. 4. Pemupukan nitrogen dapat meningkatkan kandungan alkaloida dalam akar Pule pandak ( Rauwolfia serpentina). 11 . yang berarti mencegah perubahan fase vegetatif ke generatif yang banyak memerlukan energi.dan jika yang diambil akarnya . sehingga kandungan bahan berkhasiat sebagai sumber energi tidak berkurang. tingginya suhu.Beberapa faktor penghambat produksi. Perlu dilakukan pemupukan. perlu adanya penyesuaian waktu tanamnya sehingga tidak mendapat sinar matahari berlebihan. Misalnya temulawak (Curcuma xanthorrhiza) b. hendaknya diperkecil pengaruhnya. Demikian pula faktor penghambat lingkungan fisik dan kimia . Penyiangan yang intensif guna menekan populasi gulma disamping dapat mengurangi kesempatan tumbuh tanaman usaha juga dapat mengganggu kebersihan hasil pada saat panen ( misal pada tanaman Mentha arvensis) c. sehingga dapat menambah jumlah daun yang tumbuh serta kandungan alkaloida dalam akar bertambah. Misalnya tanaman Kelembak ( Rheum officinale) tidak mengandung derivat antrakinon dalam musim dingin. Umur tanaman juga umumnya merupakan faktor penting dalam akumulasi bahan yang diinginkan. Misal tanaman Saga (Abrus praecatorius) . Perbaikan saluran drainase untuk mencegah terjadinya genangan atau kelebihan air yang dapat mengganggu pertumbuhan tanaman. Penimbunan dan penggemburan dilakukan agar memperbaiki sifat tanah tempat tumbuh. Demikian pula tindakan pemangkasan merupakan bentuk pemeliharaan lain. seperti kekurangan air. Untuk mengurangi evaporasi (penguapan) air tanah. kesuburan tanah. Misalnya pada tanaman Jahe ( Zingiber officinale) pemberian mulsa jerami dapat menaikkan hasil sebesar 35 % . misalnya pemupukan nitrogen pada kandungan alkaloida pada tanaman tembakau ( Nicotiana tobacum) . Bagi tanaman Empon-empon (familia Zingiberaceae). d. yang dirubah menjadi antrakinon pada musim panas. sehingga kelembaban tanah dapat tetap sesuai . Pada tanaman Dioscorea compositae kandungan glikosida diosgenin dapat bertambah dengan dilakukan pemangkasan bunga. Daun dipungut sewaktu proses fotosintesa maksimal yaitu sebelum pembentukan buah. hama penyakit harus ditekan sehingga batas tertentu. Hal ini mengingat jumlah zat berkhasiat dalam tanaman tidak selalu konstan sepanjang tahun atau selama tanaman siklus hidupnya. h. misalnya penanaman Tempuyung (Sonchus arvensis) hendaknya dilakukan pada sore hari dan diberi naungan sementara. Misalnya pada tanaman Kumiskucing ( Orthosiphon stamineus). misalnya gulma. dilakukan pemberian mulsa. Bibit yang mudah layu. melainkan antranol. Pemangkasan pucuk batang akan menstimulir percabangan. panen dilakukan umumya pada saat bagian tanaman diatas tanah menua atau kuning yang biasanya terjadi pada musim kering. b. g.

serta mencegah terjadinya proses atau reaksi enzimatika yang dapat menurunkan mutu.c. eter atau pemberian bahan atau penggunaan cara yang sesuai. 4. Wadah tertutup baik : harus melindungi isi terhadap masuknya bahan padat dan mencegah kehilangan bahan selama penanganan. 12 . Suhu penyimpanan Dingin : adalah suhu tidak lebih dari 80C. Lemari pendingin mempunyai suhu antara 20C– 80C. Biji dipungut sebaiknya pada saat buah masak Kulit diambil sewaktu bertunas L. Umumnya pengeringan bagian tanaman yang mengandung minyak atsiri atau komponen lain yang termolabil. Sedangkan wadah yang tidak bersentuhan langsung dengan artikel disebut wadah sekunder. penyimpanan dan distribusi. hendaknya dilakukan pada suhu tidak terlalu tinggi dengan aliran udara berlengas rendah secara teratur. sehingga tidak meninggalkan sisa yang membahayakan kesehatan. kelembaban dan aliran udara ( ventilasi ). Wadah Wadah adalah tempat penyimpanan artikel dan dapat berhubungan langsung atau tidak langsung dengan artikel. Pengawetan Simplisia nabati atau simplisia hewani harus dihindarkan dari serangga atau cemaran atau mikroba dengan penambahan kloroform. Wadah langsung (wadah primer) adalah wadah yang langsung berhubungan dengan artikel sepanjang waktu. mutu atau kemurniannya hingga tidak memenuhi persyaratan resmi. 3. yang dapat mengakibatkan perubahan kekuatan. e. Dalam pengeringan faktor yang penting adalah suhu. hendaknya simplisia jangan tertumpuk terlalu tebal. untuk menjamin dalam penyimpanan. Agar dalam pengeringan tidak terjadi proses pembusukan . sedangkan lemari pembeku mempunyai suhu antara -200C dan -100C. Misalnya pada pengeringanTemulawak suhu awal pengeringan dengan panas buatan antara 50 0– 55 0 C. d. mencegah pertumbuhan jamur. Pengolahan Simplisia Pengeringan Hasil panen tanaman obat untuk dibuat simplisia umumnya perlu segera dikeringkan. Bunga dipetik selagi masih kuncup (sebelum berkembang) misal pada cengkeh (Eugenia caryophyllata). 2. Wadah dan sumbatnya tidak boleh mempengaruhi bahan yang disimpan didalamnya baik secara fisika maupun kimia. Untuk simplisia yang mengandung alkaloida. CCl4. Sering suhu yang tidak terlalu tinggi dapat menyebabkan warna simplisia menjadi lebih menarik. pengangkutan. Tujuan pengeringan adalah untuk mengurangi kadar air. misal Solanum laciniatum sedangkan adas (Anethum graveolens) dipetik setelah masak benar. umumnya dikeringkan pada suhu kurang dari 70 0 C. f. Buah dipetik menjelang masak. Sehingga proses penguapan berlangsung dengan cepat. Sumber suhu dapat berasal dari matahari atau dapat pula dari suhu buatan.

khususnya persyaratan kadarnya. Simplisia dinyatakan bulukan jika kwalitasnya turun karena dirusak oleh bakteri. atau zat aktif lain. Simplisia dianggap rusak jika oleh sebab tertentu. cendawan atau serangga. M. Sebelum diserbukkan simplisia nabati harus dibebaskan dari pasir.Sejuk : adalah suhu antara 80C dan 150C. 13 6. diberi tanda palang medali berwarna merah di atas putih dan harus disimpan dalam lemari terkunci. tidak harus memenuhi persyaratan tersebut. Bahan asing termasuk bagian lain tanaman yang tidak dinyatakan dalam paparan monografi. Kemurnian Simplisia Persyaratan simplisia nabati dan simplisia hewani diberlakukan pada simplisia yang diperdagangkan. bahan yang harus di simpan pada suhu sejuk dapat disimpan pada lemari pendingin. yang biasanya tidak mempengaruhi simplisianya sendiri. Dalam perdagangan . Simplisia tidak boleh menyimpang bau dan warna. 5. maupun bagian asing. Semua simplisia yang termasuk daftar obat keras kecuali yang termasuk daftar narkotika. alkaloida. glikosida. Pemalsuan Dan Penurunan Mutu Simplisia Pemalsuan umumnya dilakukan secara sengaja. kena pengaruh kelembaban. tidak boleh mengandung lendir . Panas berlebih : panas berlebih adalah suhu di atas 400. Kecuali dinyatakan lain. Simplisia tidak boleh mengandung bahan asing atau sisa yang beracun atau membahayakan kesehatan. misalnya menjadi basah oleh air laut. sebagai petunjuk identitas. Tanda dan Penyimpanan Semua simplisia yang termasuk daftar narkotika. Suhu kamar : adalah suhu pada ruang kerja. cara panen dan pengeringan yang salah. tetapi pada simplisia yang digunakan untuk suatu pembuatan atau isolasi minyak atsiri. serangga dan binatang lain maupun kotoran hewan . jarang dijumpai simplisia nabati tanpa terikut atau tercampur bagian lain . debu. sedangkan penurunan mutu mungkin dilakukan secara tidak sengaja. keadaannya tidak lagi memenuhi syarat. atau menunjukan adanya kerusakan. panas atau penyulingan. Suhu kamar terkendali adalah suhu yang di atur antara 150 dan 300. Benda asing Simplisia nabati dan simplisia hewani tidak boleh mengandung organisme patogen. Hangat : hangat adalah suhu antara 300 dan 400 . Mutu rendah ini dapat disebabkan oleh tanaman asal. disimpan terlalu lama. Simplisia dianggap bermutu rendah jika tidak memenuhi persyaratan .persyaratan yang telah ditetapkan. Persyaratan yang membedakan strukrur mikroskopik serbuk yang berasal dari simplisia nabati atau simplisia hewani dapat tercakup dalam masing – masing monografi. mutu atau kemurniannya. atau pengotoran lain yang berasal dari tanah maupun benda anorganik asing. diberi tanda tengkorak dan harus disimpan dalam lemari terkunci. tercampur minyak pelumas waktu diangkut dengan kapal dan lain sebagainya. . dan harus bebas dari cemaran mikro organisme . 7.

tetapi tetap dijual dengan nama minyak Zaitun. ambil contoh secara terpisah dari berbagai wadah yang dipilih secara acak sesuai ketentuan dibawah ini. hingga hasil pengolahan terakhir memenuhi persyaratan. misalnya serbuk Digitalis dan serbuk Opium . P. Contoh dalam skala besar Jika pada pengamatan bagian luar wadah. warna simplisia. Pengambilan Contoh Dan Metode Analisis Simplisia Perlu dipastikan bahwa contoh suatu simplisia harus mewakili bets yang diuji. dikeringkan pada suhu serendah mungkin. bau. Pati beras.. ditambah serbuk cabe agar tetap ada rasa pedasnya. rasa. diolah atau ditambahi bahan lain yang tidak semestinya. Jumlah wadah dalam bets (N) Jumlah wadah yang harus diambil contohnya (n) 1 sampai 10 semua 11 sampai 19 11 N n = 10 +   > 19  10  Catatan: Bulatkan harga n ke angka yang lebih tinggi. Pada pembuatan serbuk simplisia yang mempunyai persyaratan potensi dan kadar zat tertentu. keringkan pada suhu yang cocok. misalnya kuncup Cengkeh tercampur dengan tangkai Cengkeh. bagi menjadi beberapa sub-bets yang sehomogen mungkin. daun Sena tercampur dengan tangkai daun. kemudian lakukan pengambilan contoh pada masing-masing sub-bets seperti pada bets yang homogen. Q.Kecuali dinyatakan lain. misalnya Laktosa. daun. N. ayak. Simplisia dianggap dipalsukan jika secara sengaja diganti. jadi merupakan informasi yang diperlukan pada pengamatan terhadap simplisia nabati yang berupa bagian tanaman ( kulit. yaitu isi utama dan isi tambahan. 14    . untuk mengurangi penyimpangan yang disebabkan oleh kesalahan pengambilan contoh terhadap hasil analisis baik kwalitatif maupun kwantitatif. Pembuatan Serbuk Simplisia Bersihkan simplisia dari bahan organik asing dan pengotoran lain secara mekanik atau dengan cara lain yang cocok.Simplisia dinyatakan tercampur jika secara tidak sengaja terdapat bersama-sama bahanbahan atau bagian tanaman lain. Cara pengambilan contoh berikut merupakan cara paling sederhana yang dapat diterapkan untuk bahan nabati. ditambah serbuk temulawak agar warnanya tampak seperti keadaan semula. akar dan sebagainya ). Tepung jahe yang ditambahi pati terigu agar bobotnya bertambah. boleh ditambahkan serbuk sejenis yang mempunyai potensi atau kadar lebih rendah atau lebih tinggi. atau ditambah bahan lain yang cocok. Jika bets tidak dapat dianggap homogen. Keterangan tentang isi kadang-kadang malah merupakan kunci dalam sediaan-sediaan galenik. Simplisia yang mengandung zat berkhasiat yang tidak tahan panas. O. seluruh simplisia harus dihaluskan sesuai derajat halus yang ditetapkan. haluskan . Isi Simplisia Isi simplisia dibagi dalam dua kelompok. penandaan dan keterangan etiket menunjukkan bahwa bets dapat dianggap homogen . jika perlu dengan pengurangan tekanan udara. Pemerian Adalah uraian tentang bentuk. Misalnya minyak zaitun diganti minyak biji kapas.

Jika bahan tidak digiling. buat contoh pengujian sebagai berikut : Perkecil ukuran contoh dalam skala laboratorium dengan membagi empat. Ulangi proses ini secukupnya sampai diperoleh jumlah yang diperlukan Contoh untuk pengujian Kecuali dinyatakan lain pada monografi . Ambil kedua bagian yang berlawanan dan campur secara hati-hati . perkecil sedapat mungkin sehingga menjadi lebih halus. kulit batang dan herba Daun. Bahan Organik Asing Contoh untuk pengujian Kecuali dinyatakan lain dalam monografi . rimpang. biji dan buah Potongan bagian tanaman (bobot ratarata setiap potongan kurang dari 500 mg) 500 g 250 g 50 g Tebarkan contoh menjadi suatu lapisan tipis dan pisahkan bahan organik asing dengan tangan sesempurna mungkin. bunga . 15 . dan jaga jangan sampai terjadi kenaikan tingkat fragmentasi atau mempengaruhi derajat kelembaban secara bermakna. tengah dan bawah dari setiap wadah. diratakan dalam bentuk tumpukan segi empat dan sama rata . Timbang dan hitung prosentase bahan organik asing terhadap bobot contoh yang digunakan. Jika contoh bahan terdiri dari bagian – bagian berukuran 1 cm atau lebih kecil dan untuk semua bahan yang diserbukkan atau digiling.Contoh bahan harus diambil pada bagian atas. Persiapkan contoh dalam skala besar dengan menggabungkan dan mencampurkan setiap contoh yang telah diambil dari setiap wadah yang telah terbuka . Pada bahan yang tidak digiling atau tidak diserbukkan. lakukan pengambilan contoh dengan menggunakan suatu alat pengambil contoh yang dapat menembus bahan dari bagian atas ke bagian bawah wadah. sebarkan menjadi lapisan tipis dan ambil bagian untuk pengujian . giling contoh sehingga melewati pengayak nomor 20. Akar. jaga agar setiap bagian dapat mewakili. Contoh dalam skala laboratorium Persiapkan contoh laboratorium dengan membagi contoh dalam skala besar menjadi empat bagian (Catatan:cara membagi empat adalah dengan menempatkan contoh . tidak kurang dari dua kali pengambilan yang dilakukan pada arah yang berlawanan.gulingkan pada kertas atau kain. dan campur hasil ayakan . campur dengan menguling. karena kelembaban bagian permukaan mungkin berbeda dengan bagian dalam. timbang sejumlah contoh dalam skala laboratorium seperti dibawah ini . lakukan pengambilan contoh dengan tangan. yang telah dicampur dengan baik. Jika bahan berupa bagian dengan ukuran lebih dari 1 cm. kemudian dibagi secara diagonal menjadi empat bagian sama . Untuk bahan dalam wadah atau bungkus yang besar pengambilan contoh harus dilakukan pada kedalaman 10 cm. usahakan agar bagian yang diambil mewakili (jika perlu dibagi empat).

10. 6. 1.kadang pengamatan dengan pendengaran. ukuran. 3. penyaringan dan mikrosublimasi. Pemeriksaan secara organoleptik harus dilakukan lebih dahulu sebelum dilakukan pemerikaan dengan cara lain. 11. 8. 4. pengamatan mikroskopik dengan sinar polarisasi dan lain sebagainya. Secara Organoleptik Adalah cara pemeriksaan dengan pancaindera dan meliputi pemeriksaan terhadap bentuk. Sebelum reaksi-reaksi tersebut dilakukan terlebih dahulu diadakan isolasi terhadap zat yang dikehendaki . bobot jenis. titik beku. bergumpal. S. Secara Mikroskopik Umumnya meliputi pengamatan terhadap irisan melintang dan terhadap serbuk. sifatsifat simplisia di bawah sinar ultra violet.dan lain sebagainya). Pada simplisia bentuk serbuk. 14. Secara Hayati / Biologi Pada umumnya bersifat penetapan potensi zat berkhasiat. rasa pada lidah dan tangan.R. 9. Secara Fisika Meliputi penetapan daya larut . 3. retakan. Secara Kimia Yang bersifat kwalitatif disebut identifikasi dan pada umumnya berupa reaksi warna atau pengendapan. 12. kadang. titik lebur. karena pada umumnya pemeriksaan baru dilanjutkan jika penilaian organoleptik memberikan hasil baik . Menurunkan suhu badan Mencegah atau menghilangkan mual atau muntah Menghentikan buang air besar . misalnya isolasi dengan cara pelarutan. 2. terutama jamur pada kulit. 5. kadar air. warna bagian luar dan bagian dalam. 2. Menurunkan tekanan darah. 7. dalam hal ini diperhatikan bentuk. 5. Pemeriksaan secara kimia yang bersifat kwantitatif disebut penetapan kadar. Anti hipertensi Anti piretika Anti emetika Anti diare Anti neuralgia Anti reumatika Anti spasmodika Anti septika misalnya panu .retakan atau gambaran– gambaran dan susunan bahannya (berserat-serat. rotasi optik. Penilaian Obat Ada 5 macam cara pemeriksaan untuk menilai simplisia 1. Beberapa Istilah Yang Ada Hubungannya Dengan Kegunaan Simplisia Dan Nama Penyakit Amara Menambah nafsu makan / pahitan Anhidrotika Mengurangi keluarnya keringat Stomakika Memacu enzim – enzim pencernaan Analgetika Mengurangi rasa nyeri Antelmintika Membasmi cacing dari dalam tubuh manusia Anti fungi Membasmi jamur. 4. 13. mencret atau murus Menghilangkan rasa sakit / nyeri di kepala Menghilangkan rasa sakit pada encok / rematik Pereda / pelawan keadaan kejang pada tubuh (pereda kejang) Membasmi kuman ( desinfektika ) 16 . pemeriksaan secara mikroskopik dapat dilakukan secara serentak dengan cara organoleptik . bau.

25. 44. 46. 19. 28. 42. 54. 29. 27. 41. 52. 56. laksativa. 43. tangan serta kaki bergemetaran pada waktu diam Penyakit yang mirip parkinson Pelawan efek perangsang saraf parasimpatik Batuk rejan / batuk seratus hari Obat kuat Obat kudis Obat penenang Kekurangan aktivitas dari kelenjar gondok Penyakit kulit yang disebabkan oleh jamur yang hidup di atas kulit (dermatofyt). 24. Antidotum Antitusif Ekspetoransia Anti diabetika Anti hemoroida Anti iritansia Astringensia Cardiaka Cardiotonika Cholagoga Dismenorrhoe Diaforetika / Sudorifika Digestiva Diuretika Dilatator Depuratif Emenagoga Emetika Gonorrhoe Hair tonic Holitosis Hemostatika Insektisida Konstipasi Karminativa Laktagoga Laktifuga Litotriptika Laxantia. 30. jamurnya adalah Trichofyton 17 . 26. 17. 18. 39.15. 23. 35 36. 22. 49. gusi berdarah karena kekurangan vitamin C Memperlebar pembuluh darah Penyakit kencing batu Adanya batu dalam saluran air kemih Penyakit dengan ciri adanya tremor (gemetar). 38. 53. 34. 20. 31. 37. 40. 32. purgativa Skorbut Vasodilatansia Nephrolithiasis Urolithiasis Parkinson Parkinsonisme Parasimpatolitika Pertusis Roboransia / tonikum Skabicida Sedativa Hipotiroidisme Trikhomoniasis Penawar racun Pereda batuk Mengurangi batuk berdahak Untuk mengobati kencing manis Untuk mengobati wasir Mencegah perangsangan pada kulit dan selaput lendir Menciutkan selaput lendir atau pori / pengelat Untuk jantung Untuk penguat kerja jantung Membantu fungsi dari empedu Untuk mengobati nyeri haid Memperbanyak keluarnya keringat / peluruh keringat Merangsang pencernaan makanan Melancarkan keluarnya air seni / peluruh air seni Melebarkan pembuluh darah Pembersih darah Memperbanyak keluarnya haid / peluruh haid Menyebabkan muntah Kencing nanah Menguatkan atau menyuburkan rambut Menyegarkan nafas Menghentikan perdarahan Membasmi serangga Sembelit / susah buang air besar Mengeluarkan angin dari dalam tubuh manusia Memperlancar air susu ibu Menghentikan atau mengurangi air susu ibu Menghancurkan batu pada kandung kemih Melancarkan buang air besar / pencahar Sariawan. 16. 48. 51. 33. 47. 21. 50. 55. 45.

d. a. g. Di samping itu pada tanaman dapat ditemukan gema (kuncup). herba (bagian tanaman lunak di atas tanah). U.Jenis – jenisnya . bulbus (umbi lapis). caulis (batang) dan folium (daun).Sediaan atau preparat yang terdapat di FI dan Form .Waktu panen / cara memproleh . b. b. tubera (umbi). flos (bunga).Bagian dari Tanaman Kormus ( tubuh tanaman ) umumnya dapat dibagi menjadi 3 bagian yaitu radix (akar). kayu (lignum). c.Keterangan lain yang dianggap perlu 18 . 1. d. e. Beberapa simplisia yang monografinya diuraikan dalam MMI (MateriaMedika Indonesia ) Simplisia yang sediaan galeniknya diuraikan di FI Simplisia di dalam bab-bab tertentu masih disebutkan oleh FI baik sebagai contoh maupun keterangan lain. Bagian . c. Cortex (kulit bagian batang atau buah atau buah yang dapat dikelupas). a. f.Penyimpanan . fructus (buah). pulpa (daging buah). semen (biji). 2. h. rhizoma (akar tinggal). Uraian masing-masing simplisia meliputi : Nama dan sinonim / nama lain simplisia Tanaman asal simplisia Familia atau keluarga simplisia Isi / zat berkhasiat utama dan persyaratan kadar Penggunaannya Pemerian Bagian yang digunakan Keterangan mengenai : . Uraian Tentang Simplisia Buku – buku yang digunakan : Simplisia yang monografinya diuraikan di FI Beberapa simplisia yang monografinya diuraikan di EFI dan dianggap masih relevan untuk diketahui siswa.T. e. Nas yang masih digunakan .

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.