ANALISA KARAKTER SEBAGAI SALAH SATU ALAT MANAJEMEN DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN PEMBERIAN KREDIT

30

SEP

Oleh : Ahmad Sanusi *) PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Bank merupakan badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit ataupun bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak. Seiring dengan perjalanan waktu sesudah kredit direalisasikan, tidak dapat dipungkiri bank akan dihadapkan pada permasalahan risiko yaitu risiko kredit bermasalah. Banyak cara yang dapat dilakukan untuk meminimalisir resiko kredit. Salah satu cara yang dapat digunakan adalah dengan melakukan analisis 5C (Character, Capacity,Capital, Condition of Economy, dan Collateral) terhadap nasabah. Dalam berbagai referensi disebutkan faktor C yang paling dominan dalam analisis tersebut adalah Character, yang tentunya sangat penting untuk didalami oleh petugas bank sebelum memberikan kredit. Character berkaitan dengan watak calon debitur untuk memenuhi kewajiban-kewajibannya, seperti memegang teguh janji dan bersedia melunasi utangnya tepat waktu. Nasabah yang memiliki karakter yang baik (dengan asumsi faktor C yang lain cateris paribus) akan berdampak positif terhadap kualitas NPL perbankan. Dengan harapan sebagai bahan referensi terutama bagi para analis kredit perbankan, penulis mencoba menyampaikan beberapa gambaran deskriptif mengenai karakter calon nasabah dari segi upaya kita untuk mengidentifikasinya, sarana apa yang kita gunakan untuk menggali bagaimana karakternya, dengan harapan kita bisa memilih nasabah yang baik dari segi karakter. 1. Prinsip Pemberian kredit Pemberian kredit kepada seorang calon debitur harus memenuhi persyaratan yang dikenal dengan prinsip 5C, kelima prinsip tersebut adalah : 1.1 Character Merupakan data tentang kepribadian dari calon pelanggan seperti sifat-sifat pribadi, kebiasaankebiasaannya, cara hidup, keadaan dan latar belakang keluarga maupun hobinya. Kegunaan dari penilaian tesebut untuk mengetahui sampai sejauh mana iktikad/kemauan calon calon debitur untuk memenuhi kewajibannya (wiilingness to pay) sesuai dengan janji yang telah ditetapkan. Pemberian kredit atas dasar kepercayaan, sedangkan yang mendasari suatu kepercayaan, yaitu adanya keyakinan dari pihak bank bahwa calon debitur memiliki moral, watak dan sifat-sifat pribadi yang positif

dan beberapa besar plafon pembiayaan yang layak diberikan. Segi ekonomis yaitu nilai ekonomis dari barang-barang yang akan digunakan. sifat atau watak serta kejujuran dari calon debitur. Pihak bank harus mengetahui tentang character calon debitur. Capacity merupakan ukuran dari ability to pay atau kemampuan dalam membayar. artinya bilamana masih ada suatu kesangsian dalam pertimbangan-pertimbangan yang lain. oleh karena itu perlu mengaitkan kondisi ekonomi dengan usaha calon debitur.2 Capacity Capacity dalam hal ini merupakan suatu penilaian kepada calon debitur mengenai kemampuan melunasi kewajiban-kewajibannya dari kegiatan usaha yang dilakukannya yang akan dibiayai dengan kredit dari bank. ratio-ratio keuntungan yang diperoleh seperti return on equity. maka bisa menilai harta yang mungkin bisa dijadikan jaminan. sebab walaupun calon debitur tersebut cukup mampu untuk menyelesaikan hutangnya. Pada hakikatnya bentuk collateral tidak hanya berbentuk kebendaan bisa juga collateral tidak berwujud. bagaimana mengatasi kesulitan). b. Segi yuridis apakah agunan tersebut memenuhi syarat-syarat yuridis untuk dipakai sebagai agunan. banjir dsb. hal ini menyebabkan perbankan akan menolak setiap bentuk kredit invenstasi maupun konsumtif. karenanya .1993) Pengukuran capacity dari calon debitur dapat dilakukan melalui berbagai pendekatan antara lain pengalaman mengelola usaha (business record) nya. Character Merupakan Faktor Penting Dalam Pemberian Kredit Character menjadi hal yang sangat penting karena hal ini menyangkut aspek kepribadian. letter of guarantee.5 Collateral Adalah jaminan yang mungkin bisa disita apabila ternyata calon debitur benar-benar tidak bisa memenuhi kewajibannya . Permasalahan mengenai Condition of economy erat kaitannya dengan faktor politik. 1. return on investment. Ada suatu usaha yang sangat tergantung dari kondisi perekonomian. Dari kondisi di atas bisa dinilai apakah layak calon pelanggan diberi pembiayaan.dan koperatif. Disamping itu mempunyai tanggung jawab. Sebagai contoh beberapa saat yang lalu terjadi gejolak ekonomi yang bersifat negatif dan membuat nilai tukar rupiah menjadi sangat rendah.Collateral diperhitungkan paling akhir. 1. tsunami. Karakter merupakan faktor yang dominan. rekomendasi. maupun dalam menjalankan usahanya. peraturan perundangundangan negara dan perbankan pada saat itu serta keadaan lain yang mempengaruhi pemasaran seperti Gempa bumi. baik dalam kehidupan pribadi sebagai manusia. kehidupan sebagai anggota masyarakat. seperti jaminan pribadi (bortogch). Hal ini bisa dilihat dari neraca. laporan rugi-laba. longsor. sejarah perusahaan yang pernah dikelola (pernah mengalami masa sulit apa tidak.4 Condition of economy Kredit yang diberikan juga perlu mempertimbangkan kondisi ekonomi yang dikaitkan dengan prospek usaha calon debitur. 1. Penilaian terhadap collateral ini dapat ditinjau dari 2 (dua) segi yaitu : a. struktur permodalan. kalau tidak mempunyai itikad yang baik tentu akan membawa kesulitan bagi bank dikemudian hari.3 Capital Adalah kondisi kekayaan yang dimiliki oleh perusahaan yang dikelolanya. 1. Jadi jelaslah maksud penilaian dari terhadap capacity ini untuk menilai sampai sejauh mana hasil usaha yang akan diperolehnya tersebut akan mampu untuk melunasinya tepat pada waktunya sesuai dengan perjanjian yang telah disepakati (Mulyono. 1.

Aspek internal Mengenai aspek internal ini meliputi hal-hal yang langsung berkaitan dengan diri calon debitur seperti faktor keturunan keluarga calon debitur. daftar riwayat hidup calon debitur. Wawancara Wawancara adalah suatu proses untuk memperoleh informasi /data melalui percakapan langsung sengan seseorang atau lebih untuk tujuan tertentu. tempat wawancara. lama wawancara. b. Adapun aspek eksternal antara lain faktor lingkungan baik itu lingkungan kehidupan sosial. • Pelaksaan wawancara. Oleh karena itu pemilihan character yang baik dan tepat merupakan salah satu indikasi untuk menentukan baik tidaknya kredit tersebut kelak. dalam hal ini ada beberapa hal yang kita perhatikan meliputi . Contoh: A merupakan calon debitur yang berasal dari keturunan suku Batak cenderung akan memiliki karakter/watak yang keras. pertanyaan-pertanyaan wawancara harus relevan. ketepatan waktu. Adapun tujuan pemilihan character dalam memberikan kredit adalah untuk meminimalisir terjadinya resiko kredit yang kemungkinan akan muncul pada saat kredit sedang berjalan. lingkungan pekerjaan maupun lingkungan pergaulan. Wawacara sebaiknya dilakukan dengan cara yang santai dan tidak terlalu kaku (informal) hal ini ditujukan agar calon debitur menjadi nyaman dengan begitu maka jawaban yang diberikan adalah yang sebenarnya. Sebagai contoh : A adalah seorang pria dewasa yang telah menikah dan memiliki 2 orang anak. Untuk mendapat jawaban yang sebenarnya dari calon debitur maka petugas bank harus memberikan pertanyaan yang bersifat terbuka dengan tujuan agar calon debitur dapat memberikan jawaban yang diinginkan oleh petugas bank. latar belakang pendidikan. Berikut adalah contoh dari pertanyan terbuka yang bisa diajukan kepada calon debitur antara lain : . Maka indikasi awal yang dapat dilihat adalah bahwa A orang yang sholeh dan dapat dipercaya. Adapun struktur wawancara meliputi: • Merumuskan masalah apa yang akan diwawancarakan • Persiapan fisik. Sarana Yang Digunakan Untuk Menilai Character Calon Debitur Sarana merupakan alat yang dapat digunakan untuk memperoleh gambaran tentang character calon debitur yang dapat ditempuh dengan cara sebagai berikut: a. dalam wawancara kita perhatikan adat kebiasaan setempat. 2. A seorang yang aktif dalam kegiatan beragama. harus tepat waktu.perlu ketelitian dan kehati-hatian dalam memutuskan pemberian kredit. siapa yang akan diwawancarai. Hal ini dapat dilihat dari contoh apabila seorang debitur dengan usaha yang lancar dan memiliki kemampuan untuk membayar. Character calon debitur dapat dilihat dari 2 (dua ) aspek yakni : a. Penampilan pewawancara harus sopan. ramah. persiapan data/ tentang masalah pokok yang akan ditanyakan dalam wawancara. Manfaat dari penilaian character untuk mengetahui sejauh mana tingkat kejujuran dan integritas serta tekad baik yaitu kemauan untuk memenuhi kewajibankewajibannya calon debitur. namun tidak memiliki itikad yang baik maka akan menimbulkan permasalahan bagi pihak bank di kemudian hari seperti timbulnya kredit bermasalah. emosional dan tempramen. tidak menyimpang dari tujuan. Aspek Eksternal Umumnya aspek eksternal adalah hal-hal yang muncul dari luar diri calon debitur dan bisa mempengaruhi perubahan sifat dan character calon debitur.

c. tidak mencari-cari alasan atau memutar balikkan fakta. Untuk agunan diperlukan COS agar terdapat kesesuaian antara surat yang diagunkan dengan fisik agunan. aspek keuangan. Melihat dari status dan riwayat hidup . Empati Calon debitur turut merasakan apa yang petugas bank rasakan jika berkaitan dengan pengembalian kredit. omset penjualan calon debitur. aspek manajemen. teknik mengungkapkan data. . aspek pemasaran. 3.Internal Yakni dengan melihat data pinjaman nasabah dari menu PAPI atau menanyakan langsung ke cabang/capem yang terdekat dengan lokasi domisili atau lokasi usaha calon debitur. o Berapa biaya kehidupan sehari-hari o Tujuan pertanyaan ini adalah untuk mengetahui berapa jumlah anak. b. Keterbukaan Calon debitur akan terus terang membicarakan apa yang menjadi kebutuhan dan keterbatasannya dalam menjalankan usaha. BI checking dapat dilihat dari 2 (dua) segi yakni : . 5.apakah ada usaha lain selain dagang. maupun lokasi usaha dan lokasi agunan. teknik memproses dan menganalisa data. Hal tersebut terlihat dari jawaban calon debitur tidak mengadangada. mendapat untung atau tidak. aspek teknis. Bertanggungjawab Rasa tanggungjawab akan tercermin dari sikap bagaimana calon debitur menjawab pertanyaan apabila dikemudian hari terjadi tunggakan kredit. Kerendahan hati Kerendahan hati terlihat dari calon debitur memberikan penjelasan yang sebenarnya tentang tujuan penggunaan kredit. tidak pura-pura. tentang strategi pemasaran debitur. Melakukan BI Checking BI checking dilakukan untuk melihat reputasi pinjaman calon debitur yang pernah ada apakah dalam keadaan lancar atau bermasalah. d. Dengan melakukan wawancara maka kita dapat dengan mudah mengetahui character calon debitur yang diproyeksikan dari : 1. aspek produksi. Seorang pewawancara juga harus mempunyai pengetahuan luas dan keterampilan meliputi aspek hukum. Melakukan check on the spot Tahap selanjutnya yang dilakukan adalah meninjau langsung ke lokasi (check on the spot). Hal ini dilakukan untuk melihat kebenaran dari apa yang dikatakan oleh calon debitur pada saat wawancara sebelumnya. darimana di dapat barang dagangan. 2. 4. keterampilan pengumpulan data.berapa anak yang sekolah. Dimana lokasi tempat tinggal calon debitur.Eksternal Untuk melihat reputasi pinjaman calon debitur dari segi eksternal maka diperlukan data SID (Sistem Informasi debitur) yang didapat dari Bank Indonesia.o Bagaimana cara bapak/ibu mengelola usaha yang ada selama ini o Tujuan pertanyaan ini adalah agar petugas bank mendapat informasi lebih lanjut mengenai perkembangan usaha calon debitur apakah lancar atau tidak.berapa biaya yang dicadangkan untuk biaya tak terduga. Ketulusan Dari hasil wawancara dapat kita lihat apakah orang tersebut tulus dan benar dalam menjawab setiap pertanyaan yang diberikan petugas bank. dsb. aspek jaminan.

seorang petugas bank harus tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian. pengecekan ke supplier. b. Mengetahui lebih lanjut mengenai profesi calon debitur tersebut adalah termasuk dalam “profesi yang dihindari” dalam pemberian kredit? KESIMPULAN DAN SARAN 1. apakah tepat waktu atau sering terlambat. Know Your Customer bisa kita lakukan untuk menggali karakter calon nasabah kita. karena tanggung jawab seorang petugas bank adalah mulai dari awal permohonan kredit hingga kredit tersebut lunas. Dalam pemberian kredit kepada calon debitur sebaiknya kita mencaritahu tentang reputasi kepribadian nasabah maupun reputasi usahanya. BI checking. c. Beberapa sarana yang dapat digunakan untuk mengenali karakter seseorang antara lain : wawancara.Ini dilihat apakah calon debitur memiliki istri lebih dari satu. Karakter merupakan salah satu faktor utama dalam pemberian kredit dengan asumsi faktor C yang lain cateris paribus. pengecekan DHN (daftar hitam nasional). melihat status daftar riwayat hidup. 2. e. Lakukan juga pengecekan dengan supplier. e. sudah menikah atau belum menikah. Saran a. f. Wawancara harus kita lakukan sebaik dan seefisien mungkin dengan tujuan untuk mendapatkan informasi berkualitas tentang calon debitur. Dalam pemberian kredit. bagaimanakah ketepatan pembayaran calon debitur. mempelajari karakter setempat calon nasabah berada. Checking in club Dapat dilakukan dengan menanyakan character calon debitur kepada perkumpulan yang dinaungi seperti perwiritan. ada baiknya kita utarakan kesimpulannya sebagai konfirmasi ulang atas apa yang dinyatakan dan apa yang kita simpulkan. janda atau duda. Pengecekan DHN (daftar hitam nasional) Lakukan cross check dengan bank pemberi kredit bagaimanakah track record calon debitur. kelompok pergerejaan dll. apakah calon debitur masuk kedalam daftar masyarakat yang “disegani” didaerah itu? Kenapa disegani? Apakah karena mempunyai nama baik yang besar atau sebaliknya mempunyai reputasi yang buruk i. d. g. c. check on the spot. . Kesimpulan a.. Mempelajari character masyarakat setempat Karena adat di tiap daerah sangat berbeda. komunitas sosial. b. latar belakang pekerjaan. Bila wawancara sudah selesai. Pada saat mewawancara calon debitur ada baiknya kita menggali nasabah dengan pertanyaan-pertanyaan terbuka dan jangan terlalu kaku. cheking in club. dan lain-lain. Dari faktor karakter dapat kita dapat gambaran calon debitur yang memiliki kemauan (willingness) untuk membayar kewajiban-kewajibannya kepada bank. h.