KOORDINASI MAKALAH

Disusun untuk memenuhi tugas matakuliah Pengantar Menejemen dan Kewirausahaan

Oleh Abdurrohim Jamil I NIM. 091910301100

FAKULTAS TEKNIK JURUSAN TEKNIK SIPIL UNIVERSITAS JEMBER 2010/2011

Drs. penulis menyampai terima kasih kepada: 1. atas segala rahmat dan hidayah-Nya sehingga saya dapat menyelesaikan penyusunan makalah “KOORDINASI”. serta semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu per satu. Soegeng Rijanto. oleh karena itu saya juga menerima kritik dan saran dari semua pihak demi kesempurnaan Makalah ini. Desember 2010 Penulis . Saya sadar bawasannya makalah ini masih belum mencapai kesempurnaan. Dan besar harapan saya makalah ini dapat memberikam manfaat bagi pembaca. 2. rekan sekelas yang telah membantu dan memberi masukan dan semangat.KATA PENGANTAR Puji syukur ke hadirat Allah Swt. selaku dosen pengampu mata kuliah Pengantar Menejemen dan kewirausahaan. MM. Oleh karena itu. 3. Makalah ini disusun untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Pengantar menejemen dan Kewirausahaan. Jember. Penyusunan makalah ini tidak lepas dari bantuan berbagai pihak.

... Tipe............................................................ 2.. iii BAB I......................................................masalah Yang diakibatkan Koordinasi .1 Kesimpulam ...............................................Manfaat dan Tujuan ....... Definisi koordinasi .. 1..........6...................tipe Koordinasi ...............................DAFTAR ISI Halaman KATA PENGANTAR ............................ 2........................................................ Syarat..................................................1..............................................syarat Koordinasi ...................................... BAB III PENUTUP 3. Kebutuhan Akan Koordinasi ............1.. BAB II............................... 2......................... ii DAFTAR PUSTAKA...2..... Teknik.........Latar Belakang ........................................ Pedoman dalam Mengkoordinasi .............................................. 2...................4..... PENDAHULUAN 1......................................................................3...........................Rumusan Masalah ....................... Masalah........3....7.....teknik Menegemem Dasar ..2........... 2................. 2..... ......... PEMBAHASAN 2.. i DAFTAR ISI ...................................... 1...................................................5.........................................

Koordinisasi yang efektif dalam organisasi diperlukan karena tanpa adanya koordinasi maka setiap anggota dalam organisasi tidak memiliki pegangan mana yang harus diikiti. Otak dapat dengan mudah karena otak yang berkuasa dan yang mutlak megambil keputusan. . Beruntunya kita memeiliki otak yang dapat mengkorordinasi semua oragan di tubuh kita. atau suatu perkumpulan olahraga.1 Latar Belakang Kebutuhan akan koordinasi tdak hanya dibutuhkan oleh suatu organisasi atau perkumpulan yang memiliki sebuah struktur yang struktural. sebagai suatu cara dalam mana kegiatan organisasi dialokasikan dan ditugaskan diantara para anggotanya agar tujuan organisasi dapat tercapai dengan efisien. Organisasi merupakan suatu lembaga atau kelompok fungsional.masing maka dari itu dibutuhkan suatu kordinasi yang baik agar organisasi dapat bejalan efektif. seperti organisasi perusahaan. yang akhirnya akan merugikan organisasi itu sendiri. perwakilan pemerintahan. sistim koordinasi yang tedapat dalam sebuah organisasi sangatlah kompleks karena dalam sebuah organisasi terdapat lebih dari satu individu yang memiliki tujuan yang berbeda. Dalam dirikita pun sangat membutuhkann sebuah koordinasi yang baik untuk menjalankan setiap hal yang ingin kita lakuka. rumah sakit. Koordinasi sendiri di definisikan sebagai proses penyatuan tujuan-tujuan organisasi dan kegiatan pada tingkat satu satuan yang terpisah dalam suatu organisasi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan terlebih dahulu. Di dalam sebuah organisasi diperlukan adanya sebuah koordinasi antara manajer dan bawahannya untuk kelangsungan organisasi itu sendiri. mulai tujuan yang bersifat kepentingan bersama maupun tujuan utuk diri masing. Tidak seperti halnya kerja koordinasi yang terdapat dalam tubuh kita. Atau organisai juga bisa disebut proses pengorganisasian.BAB I PENDAHULUAN 1.

hal yang berkaitan dengan koordinasi Agar kita dapat mengetahui kenapa koordinasi sangat diperlukan Agar kita bisa mengetahui bagaimana mengkoordinasi dan melaksanakan suatu koordinasi . yaitu:  Dapat mengetahui dan memahami mengenai analaisa Koordinasi  Dapat mengetahui pedoman dalam koordinasi  Memberikan cara bagaimana kita untuk menyampaikan perintak dalam beroganisasi  Mengetahhui seberapa penting koordinasi dalam organasasi Dan adapun tujuan utama pembuatan makalah ini ialah:     Untuk memenuhi tugas mata kuliah pengantar manajemen dan kewirausahaan Agar kita mengetahi Hal. diantaranya: 1. Tipe. masalah. Apa syarat untuk melakukan kordinasi 7. Mengapa dibutuhkan Koordinasi? 5.masalah apa yang timbul oleh koordinasi? 6.1. Devinisi Koordinasi 2. Teknik-Teknik Manajemen Dasar 1.2 Rumusan Masalah Berdasarkan uraian diatas ada beberapa hal yang akan menjadi rumusan masanlah yang akan dibahas dalam makalah ini.tipe dalam koordinasi 4. Apa yang menjadi pedoman dalam koordinasi? 3.3 Manfaat dan Tujuan Dari pembahasan masalah yang ada pada makalah ini kita dapat mengambil manfaat.

1 Definisi Koordinasi Menurut G.L. Menurut Mc. Brech.R. Hal ini juga ditegaskan oleh Handayaningrat (1985:88) bahwa koordinasi dan komunikasi adalah sesuatu hal yang tidak dapat dipisahkan. koordinasi adalah mengimbangi dan menggerakkan tim dengan memberikan lokasi kegiatan pekerjaan yang cocok dengan masing-masing dan menjaga agar kegiatan itu dilaksanakan dengan keselarasan yang semestinya di antara para anggota itu sendiri (Hasibuan. Sementara itu.F. Handoko (2003:195) mendefinisikan koordinasi (coordination) sebagai proses pengintegrasian tujuan-tujuan dan kegiatan-kegiatan pada satuan-satuan yang terpisah (departemen atau bidang-bidang fungsional) suatu organisasi untuk mencapai tujuan organisasi secara efisien. 2007:85). Terry koordinasi adalah suatu usaha yang sinkron dan teratur untuk menyediakan jumlah dan waktu yang tepat. Menurut Handoko (2003:196) kebutuhan akan koordinasi tergantung pada sifat dan kebutuhan komunikasi dalam pelaksanaan tugas dan derajat saling ketergantungan bermacam-macam satuan pelaksananya. Farland (Handayaningrat. 1985:89) koordinasi adalah suatu proses di mana pimpinan mengembangkan pola usaha kelompok secara teratur di antara bawahannya dan menjamin kesatuan tindakan di dalam mencapai tujuan bersama. Sedangkan menurut E. Selain itu. Handayaningrat juga mengatakan bahwa koordinasi dan kepemimpinan (leadership) adalah tidak bisa dipisahkan satu sama .BAB II PEMBAHASAN 2. dan mengarahkan pelaksanaan untuk menghasilkan suatu tindakan yang seragam dan harmonis pada sasaran yang telah ditentukan.

2 Pedoman dalam Mekoordinasi a. 2. keterpaduan pekerjaan menunjukkan keadaan yang saling mengisi dan memberi. . Saling ketergantungan yang berurutan (sequential interdependece). Sehingga koordinasi yang tinggi sangat bermanfaat untuk pekerjaan yang tidak rutin dan tidak dapat diperkirakan. b. 2. Saling ketergantungan timbal balik (reciprocal interdependence). karena satu sama lain saling mempengaruhi Terdapat 3 (tiga) macam saling ketergantungan di antara satuan-satuan organisasi yaitu: 1. Koordinasi juga sangat dibutuhkan bagi organisasi-organisasi yang menetapkan tujuan yang tinggi.lain. 3. Koordinasi harus terpadu. ingat bahwa organisasi merupakan kumpulan dari orangorang yang punya kebutuhan dan keinginan berbeda. merupakan hubungan memberi dan menerima antar satuan organisasi. Saling ketergantungan yang menyatu (pooled interdependence). bila satuan-satuan organisasi tidak saling tergantung satu dengan yang lain dalam melaksanakan kegiatan harian tetapi tergantung pada pelaksanaan kerja setiap satuan yang memuaskan untuk suatu hasil akhir. Ketiga hubungan saling ketergantungan ini dapat digambarkan seperti terlihat pada diagram berikut ini. faktor-faktor lingkungan selalu berubahubah serta saling ketergantungan adalah tinggi. Koordinasi harus terpusat. sehingga ada unsur pengendalian guna menghindari tiap bagian bergerak sendiri-sendiri yang merupakan kodrat yang telah ada dalam setiap bagian. di mana suatu satuan organisasi harus melakukan pekerjaannya terlebih dulu sebelum satuan yang lain dapat bekerja.

pengarahan yang dilakukan oleh atasan terhadap kegiatan unit-unti. d. Koordinasi harus berkesinambungan. selalu terjadi. 2. yaitu: 1.tipe Koordinasi Menurut Hasibuan (2007:86-87) terdapat 2 (dua) tipe koordinasi. Asas koordinasi adalah asas skala (hirarki) artinya koordinasi itu dilakukan menurut . 2. 3. Koordinasi vertikal adalah kegiatan-kegiatan penyatuan. Koordinasi adalah dinamis bukan statis. pengarahan yang dilakukan terhadap kegiatan-kegiatan dalam tingkat organisasi (aparat) yang setingkat. 2.3 Tipe. kesatuan-kesatuan kerja yang ada di bawah wewenang dan tanggungjawabnya. Koordinasi hanya meninjau suatu pekerjaan secara keseluruhan. Koordinasi horisontal adalah mengkoordinasikan tindakan-tindakan atau kegiatan-kegiatan penyatuan. Koordinasi harus menggunakan pendekatan multi instansional. dengan ujud saling memberikan informasi yang relevan untuk menghindarkan saling tumpang tindih tugas yang satu dengan tugas yang lain.c. Dan terdapat 3 (tiga) sifat kordinasi diantaranya: 1. pengarahan yang dilakukan terhadap kegiatankegiatan penyatuan. Koordinasi menekankan pandangan menyeluruh oleh seorang koordinator (manajer) dalam rangka mencapai sasaran. yaitu rangkaian kegiatan yang saling menyambung. selalu diusahakan dan selalu ditegaskan adanya keterkaitan dengan kegiatan sebelumnya.

Koordinasi merupakan usaha untuk menciptakan keadaan yang berupa tiga S. Tegasnya. yaitu: .4 Kebutuhan akan koordinasi Untuk melihat kemampuan seorang manajer sebagai pemimpin ( atasan ) dalam melakukan koordinasi dilihat dari besar kecilnya jumlah bawahan yang ada dalam tanggung jawabnya.sebab tanpa koordinasi setiap karyawan tidak mempunyai pegangan mana yang harus diikuti.selaras dan seimbang. Dengan koordinasi diharapkan keharmonisan atau keserasian seluruh kegiatan untuk mencapai tujuan yang diharapkan. Ada anggapan bahwa semakin besar jumlah rentangan semakin sulit untuk mengkoordinasikan kegiatan bawahan secara efektif. Thompson (Handoko. asas hirarki ini bahwa setiap atasan (koordinator) harus mengkoordinasikan bawahan langsungnya.yaitu serasi. sehingga akan merugikan organisasi itu sendiri. yang dikenal sebagai rentang manajemen. Prinsip rentang manajemen berkaitan erat dengan jumlah bawahan yang dapat dikendalikan secara efektif oleh manajer atau atasan. 2003:196).jenjang-jenjang kekuasaan dan tanggungjawab yang disesuaikan dengan jenjang-jenjang yang berbeda-beda satu sama lain. Koodinasi dibutuhkan sekali oleh para karyawannya. 2. Kebutuhan koordinasi tergantung pada sifat dan kebutuhan komunikasi dalam pelaksanaan tugas dan derajat ketergantungan dari tiap satuan pelaksanaan. Antara rentang manajemen dan koordinasi saling berhubungan erat. Sehingga tiap departemen atau perusahaan atau bagian menjadi seimbang dan selaras. Terdapat 3 (tiga) macam saling ketergantungan di antara satuan-satuan organisasi seperti diungkapkan oleh James D.

Masalah yang Timbul Akibat Koordinasi Empat tipe perbedaan dalam sikap dan cara kerja di antara bermacammacam individu dan departemen-departemen dalam organisasi menurut Paul R. Perbedaan dalam orientasi antar pribadi. Perbedaan dalam orientasi terhadap tujuan tertentu.Kegiatan produksi memerlukan komunikasi dan pembuatan keputusan yang cepat agar prosesnya lancar. Perbedaan dalam oriantasi waktu. sedang bagian penelitian dan pengembangan mungkin dapat lebih santai dan setiap orang dapat mengemukakan pendapat serta berdiskusi satu dengan yang lain. 2. Lawrence dan Jay W. 3. . 3. Bagian penelitian dan pengembangan lebih terlibat dengan masalah-masalah jangka panjang. Ketiga hubungan saling ketergantungan ini dapat digambarkan seperti terlihat pada diagram berikut ini. 2. Manajer akan lebih memperhatikan masalah-masalah yang harus dipecahkan segera atau dalam periode waktu pendek. Lorch adalah: 1.5 Masalah. Saling ketergantungan yang menyatu (pooled interdependence) bila satuan-satuan organisasi tidak saling tergantung satu dengan yang lain dalam melaksanakan kegiatan harian tetapi tergantung pada pelaksanaan kerja setiap satuan yang memuaskan untuk suatu hasil akhir. Saling ketergantungan yang berurutan (sequential interdependece) di mana suatu satuan organisasi harus melakukan pekerjaannya terlebih dulu sebelum satuan yang lain dapat bekerja.1. Para anggota dari departemen yang berbeda mengembangkan pandangan-pandangan mereka sendiri tentang bagaimana cara mencapai kepentingan organisasi yang baik. Saling ketergantungan timbal balik (reciprocal interdependence) merupakan hubungan member dan menerima antar satuan organisasi. 2.

dalam perusahaan-perusahaan besar sering diadakan persaingan antara bagian-bagian. artinya satu sama lain pada setiap bagian harus saling menghargai. . Agar suatu kordinasi benar. 3. 4. artinya bagian-bagian yang diikutsertakan atau dihargai. 2. Sense of cooperation (perasaan untuk bekerjasama). Setiap tipe satuan dalam organisasi mungkin mempunyai metoda-metoda dan standar-standar yang berbeda untuk mengevaluasi program terhadap tujuan dan untuk balas jasa bagi karyawan.benar memberikan kontribusi yang baik dalam organisasi harus diperhatikan beberapa poin berikut: 1. Rivalry.6 Syarat. Team spirit. Esprit de corps.Syarat Koordinasi untuk mengkoordinasi suatu tingkatan dalam sebuah organisasi kita tidak bisa serta merta tinggal memerintahkan bawahan untuk mengerjakan yang kita inginkan. Jika kita sebagai atasan mengkordinasi bawahan dengan dengan sesuka hati dantidak memperhatikan keadaan hanya akan menjadikan koordinasi yang kita harapkanakan memberikan kebaikan sebalikan akan memnimbulkan kekacauan dalam birokrasi organisasi. Perbedaan dalam formalitas struktur. agar bagian-bagian ini berlomba-lomba untuk mencapai kemajuan.4. bukan orang per orang. ini harus dilihat dari sudut bagian per bagian bidang pekerjaan. 2. umumnya akan menambah kegiatan yang bersemangat.

Ini diperlukan bila aturan dan prosedur tidak mampu lagi memproses seluruh informasi yang dibutuhkan oraganisasi.7. wewenag formal. sehingga dapat juga menjadi peralatan yang efisien untuk koordinasi dan pengawasan rutin. Rantai perintah. hubungan tanggung jawab dan akuntanbilitas yang jelas dapat menumbuhkan integrasi bila dirumuskan secara jelas serta dilaksanakan dengan pengarahan yang tepat. aliran informasi dan kerja. Adalah keputusan-keputusan manajerial yang dibuat untuk menangani kejadian-kejadian rutin.  Rencana dan penetapan tujuan. rencana dan tujuan sebagai pengarah umum kegiatan-kegiatan serta aturan-aturan dan prosedur-prosedur. Organisasi relatif tidak memerlukan peralatan koordinasi lebih dari teknik-teknik tersebut. Teknik-Teknik Manajemen Dasar Untuk mencapai koordinasi yang efektif kita dapat menggunakan mekanisme teknik-teknik manajemen dasar : hirarki manajerial. Pengembangannya dapat digunakan untuk pengoordinasian melalui pengarah seluruh satuan orgaisasi terhadap sasaran-sasaran yang sama.  Meningakatkan koordinasi potensial untuk mengoordinasikan kegiatan-kegiatan satuan-satuan . Mekanisme teknik manajemen dasar :  Hirarki manajerial.  Aturan dan prosedur.

hubungan-hubungan lateral membiarkan informasi dipertukarkan dan keputusan dibuat pada tingkat hirarki dimana informasi yang dibutuhkan ada. Satuan tugas dibentuk bila dibutuhkan untuk masalah-masalah khusus. 3. Melalui pemotongan rantai perintah. yaitu :  Sistem informasi vertikal. dan operasi-operasi internasional untuk meningkatkan informasi yang tersedia bagi perencanaan. 2. 4. Pengintegrasian peranan-peranan. perlu diciptakan bila suatu produk.  Hubungan-hubungan lateral (harizontal). jasa atau proyek .Meningkatkan koordinasi potensial menjadi diperlukan bila bermacam-macam satuan organisasi menjadi saling tergantung dan lebih luas dalam ukuran dan fungsi. Koordinasi ini dapat di tingkatkan melalui dua cara. keuangan. Komunikasi dapat terjadi di dalam atau di luar rantai perintah. koordinasi. dan pengawasan. yang menangani komunikasi antar departemen sahingga mengurangi panjangnya saluran komunikasi. produksi. Beberapa hubungan lateral. Adalah peralatan melalui mana data disalurkan melewati tingkatan-tingkatan organisasi. yaitu: 1. Panitnya dan satuan tugas. Kontak langsung antara individu-individu yang dapat meningkatakan efektivitas dan efisiensi kerja. yang dilakukan oleh misal manajer produk atau proyek. Peranan penghubung. Sistem informasi manajemen telah dikembangkan dalam kegiatan-kegiatan seperti pemasaran. Panitnya biasanya diorganisasi secara formal dengan pertemuan yang dijadwalkan teratur.

5. tugas diperingan dan masalah-masalah yang timbul berkurang. 6. suatu mekanisme yang sangat baik bagi penanganan dan penyelesaian proyek-proyek yang kompleks. . Kelompok tugas yang dapat berdiri sendiri diserahi suatu tanggung jawab penuh salah satu organisasi operasi (perusahaan).  Penciptaan sumber daya-sumber daya tambahan.  Penciptaan tugas-tugas yang dapat berdiri sendiri.  Metoda Pengurangan Kebutuhan akan Koordinasi Dalam beberapa situasi adalah tidak efisien untuk mengembangkan cara pengkoordinasian tambahan. Teknik ini mengurangi kebutuhan koordinasi dengan mengubah karakter satuansatuan organisasi. Ini dapat dilakukan dengan penyediaan tambahan smber daya-sumber daya untuk satuan-satuan organisasi atau penglompokan kembali satuan-satuan organisasi agar tugas-tugas dapat berdiri sendiri. Penambahan tenaga kerja. Ini diperlukan bila posisi pengintegrasian yang dijelaskan pada d di atas tidak secara efektif mengoordinasikan tugas tertentu. Organisasi matriks. Sumber daya-sumber daya tambahan memberikan kelonggaran bagi satuansatuan kerja. yang mempunyai kekuasaan menyetujui perumusan anggaran oleh satuan-satuan yang diintegrasikan dan implementasinya. Peranan penghubung manajerial.khusus memerlukan tingkat koordinasi yang tinggi dan perhatian yang terus menerus dari seseorang. bahan baku atau waktu.

Pada dasarnya koordinasi merupakan suatu pemrosesan informasi. demi tercapainya segala tujuan yang hendak dicapai. Kedekatan hubungan dan kelancaran informasi antara menejer dengan bawahan pun juga sangat perlu diperhatikan agar dalam pelakasanaan tugas tidak terdapat kesalahan informasi (miss comunications) ataupun tekanan dalam bekerja.4 Kesimpulan Koordinasi sangatlah dibutuhkan dalam setiap organisasai ataupun kelompok apapun. . Di sini peranan menejer sangat dibutuhkan dalam melaksanakan tugasnya dalam bidang pengontrolan. pengawasan dan evaluasi.BAB III PENUTUP 2. Sehingga dengan koordinasi yang baik dapat mempermudah suatu organisasi menjadi lebih maju karena tercapainya tujuan dari organisasi tersebut. Komunikasi merupakan suatu kunci utama dalam tercapainya suatu koordinasi yang efektif.

Hasibuan. dan Masalah. Manajemen. Jakarta: PT Gunung Agung.DAFTAR PUSTAKA Handayaningrat. . Cetakan Keenam. Cetakan Kedelapanbelas. Jakarta: Bumi Aksara. Cetakan Keenam.P. (2007). Pengantar Studi Ilmu Administrasi dan Managemen. Edisi Kedua. Hani (2003). Manajemen: Dasar. T. Malayu S. Handoko. Edisi Revisi. Yogyakarta: BPFE-Yogyakarta. Soewarno (1985). Pengertian.