P. 1
Contoh PTK PKn Kelas VI SD

Contoh PTK PKn Kelas VI SD

3.33

|Views: 12,898|Likes:
Published by tuginobnyms
Contoh PTK Kelas VI SD
Contoh PTK Kelas VI SD

More info:

Published by: tuginobnyms on May 12, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/01/2015

pdf

text

original

Sections

Menurut Wardani dkk (2004 : 2.3-2.4) menyebutkan bahwa langkah-
langkah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) terdiri dari 4 tahap, yaitu
merencanakan, melakukan tindakan, mengamati dan melakukan refleksi seperti
tampak pada gambar di bawah ini

Merencanakan

Refleksi

Observasi

Melakukan Tindakan

18

Gambar 3.1
Tahap-tahap dalam PTK

Merencanakan merupakan langkah pertama dalam setiap kegiatan, tanpa
rencana, kegiatan yang dilakukan tidak mungkin berjalan dengan baik atau
terarah.

Melakukan tindakan merupakan realisasi dari rencana yang dibuat yang
berupa kegiatan belajar mengajar. Tindakan pembelajaran ini perlu adanya
pengamatan agar dapat diketahui kualitasnya.
Berdasarkan pengamatan tersebut maka akan dapat ditentukan apakah
ada hal-hal yang perlu diperbaiki agar tindakan dapat mencapai tujuan yang
diinginkan. Setelah pengamatan dilakukan selama proses pembelajaran
berlangsung, maka hasil pengamatan tersebut didiskusikan dengan teman
sejawat untuk mendapatkan refleksi.
Refleksi dilakukan dengan cara merenungkan kembali proses tindakan
pembelajaran baik mengenai kekurangannya maupun keberhasilannya. Dengan
demikian akan dapat diketahui kelemahan dari tindakan pembelajaran yang
perlu diperbaiki pada daur ulang berikutnya.
Menurut Rusna Ristata dan Prayitno (2006 : 45-46) menyatakan bahwa
perbaikan pembelajaran dilakukan melalui proses pengkajian berdaur, yang
terdiri dari 4 tahap, yaitu : merencanakan (Planning), melakukan tindakan
(Acting), mengamati (Observing), dan refleksi (Reflecting). Hasil refleksi
terhadap tindakan yang dilakukan akan digunakan kembali untuk merevisi
rencana jika ternyata tindakan yang dilakukan belum berhasil memecahkan
masalah, seperti tampak pada gambar di bawah ini :

17

19

Gambar 3.2 Daur Penelitian Tindakan Kelas

Setelah perbaikan pembelajaran berlangsung tiga siklus, hasil perbaikan
yang diinginkan sudah terlaksana. Maka daur PTK dengan tujuan perbaikan
pembelajaran sudah berakhir, namun apabila muncul yang baru, akan kembali
dipecahkan melalui daur PTK berikutnya.

Re planning

Re planning

Planning

Observing

Re observing

Re observing

R

e

re

fle

c
tin

g

R

e

re

fle

c
tin

g

R

e
fle

c
tin

g

A

c
tin

g

R

e

a

c
tin

g

R

e

a

c
tin

g

C

o
nc

lu
tio

n

18

20

Berikut ini tahapan perbaikan pembelajaran secara rinci :

Gambar 3.3 Alur PTK tiga siklus perbaikan pembelajaran
(Dimodifikasi dari Rusna Ristata, 2006: 46)

Prosedur umum perbaikan pembelajaran
Prosedur umum perbaikan pembelajaran yang peneliti gunakan untuk
mengadopsi dari prosedur yang ditulis oleh Rusna Ristata dan Prayitno (2006 :
48) meliputi langkah-langkah berikut ini :
1.

Mengidentifikasi masalah, menganalisis dan

merumuskan masalah dan merumuskan hipotesis.
2.

Menemukan cara pemecahan masalah atau tindakan

perbaikan.

Studi Pendahuluan
1.Wawancara dengan siswa
2.Tes diagnosik (peroleh data
awal)
3.Analisis dokumen
4.Diskusi dengan supervisor

Persiapan Penelitian
(Studi Literatur dan Diskusi)
1.Pemahaman konsep, metode,
contoh dan latihan antara
peneliti dan pengamat
2.Menyusun lembar observasi
3.Menyusun format wawancara
4.Penyusunan tes/evaluasi

Tindakan Siklus I
1.Perencana perbaikan
2.Pelaksanaan perbaikan
3.Observasi
4.Diskusi dengan pengamat
5.Refleksi siklus I

Tindakan Siklus III
1.Perencana perbaikan
2.Pelaksanaan perbaikan
3.Observasi
4.Diskusi dengan pengamat
5.Refleksi siklus III

Tindakan Siklus II
Perencana perbaikan
Pelaksanaan perbaikan
Observasi
Diskusi dengan pengamat
Refleksi siklus II

IDE AWAL

Berhasil

Simpulan

Belum
berhasil

Revisi

Belum
berhasil

Revisi

21

3.

Merancang skenario tindakan perbaikan yang
dikemas dalam Rencana Perbaikan Pembelajaran (RPP).
4.

Mendiskusikan aspek-aspek yang diamati dengan

teman sejawat yang ditugaskan sebagai pengamat.
5.

Melakasanakan pembelajaran sesuai dengan skenario
yang telah dirancang dan diamati oleh teman sejawat (pengamat).
6.

Mendiskusikan hasil pengamatan dengan teman

sejawat.
7.

Melakukan refleksi terhadap kegiatan pembelajaran

yang telah dilaksanakan.
8.

Konsultasi dengan pembimbing.

9.

Merancang tindak lanjut.

C.Data, Teknik Pengumpulan Data dan Analisis Data

Jenis data yang ada dalam penelitian ini adalah jenis data kualitatif dan
kuantitatif. Data kualitatif berupa proses pembelajaran dan rekaman aktifitas
siswa, sedangkan data kuantitatif berupa hasil-hasil pembelajaran yang berupa
nilai ulangan harian dan observasi kemunculan indikator keaktifan belajar
siswa.

Pengumpulan data-data tersebut dilakukan melalui alat pengumpul data
yang berupa ulangan harian dan check list, ulangan harian untuk mengetahui
tingkat penguasaan siswa terhadap konsep pembelajaran, sedangkan chek list
untuk mengamati aktifitas siswa selama proses pembelajaran. Aktifitas siswa
ditunjukkan dengan kemunculan indikator keaktifan belajar. Untuk
pengumpulan data-data tersebut peneliti dibantu oleh teman sejawat dan sebagai
observer.

Analisa data dilakukan berdasarkan data ulangan harian dari studi awal
sampai tiga siklus perbaikan pembelajaran dan kemudian diolah secara
deskriptif, kuantitatif, dan deskriptif kualitatif.
Informasi tentang observator (Penagamat)

22

Prosedur pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas dilaksanakan dalam tiga siklus
pembelajaran dan pada pelaksanaan ini peneliti dibantu oleh :
Nama

: TEGUH YUWONO, S.Pd.SD

NIP

: 19611217 198012 1 002
Pekerjaan: Guru Kelas V SD Negeri 4 Lumbir
Tugas

: Mengobservasi pelaksanaan perbaikan pembelajaran pada siklus
kesatu, siklus kedua dan siklus ketiga.

D.Deskripsi per Siklus

Mata Pelajaran

: Pendidikan Kewarganegaraan

Pokok Bahasan

: Menghargai nilai-nilai juang dalam proses
perumusan Pancasila sebagai Dasar Negara

Kelas

: VI SD Negeri 4 Lumbir

Hari/Tanggal

: Siklus I: Pertemuan 1: Selasa, 05 Oktober 2010
Pertemuan 2 : Kamis, 07 Oktober 2010
Siklus II: Pertemuan 1: Selasa, 12 Oktober 2010
Pertemuan 2 : Kamis, 14 Oktober 2010
Siklus III: Pertemuan 1: Selasa, 19 Oktober 2010
Pertemuan 2 : Kamis, 22 Oktober 2010

Tujuan Perbaikan

1.Meningkatkan hasil belajar siswa pada materi pembelajaran PKn pokok
bahasa Menghargai nilai-nilai juang dalam proses perumusan Pancasila
sebagai Dasar Negara.
2.Meningkatkan kemandirian dan kerja sama siswa dalam belajar.
3.Siswa dapat menjawab pertanyaan soal materi pembelajaran.
1.

Siklus I
Pertemuan 1 : Selasa , 05 Oktober 2010
a.Tahap Perencanaan (Planning)

Berdasarkan rumusan hipotesis yang telah ditetapkan peneliti
menyiapkan Rencana Perbaikan Pembelajaran (RPP) beserta skenario
tindakan perbaikan. Skenario tindakan merupakan tahapan kegiatan

23

tindakan perbaikan pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan pokok
bahasan Menghargai nilai-nilai juang dalam proses perumusan Pancasila
sebagai Dasar Negara yang dilakukan guru dan siswa. Disamping itu
peneliti juga telah menyiapkan lembar kerja, materi pembelajaran, alat
peraga berupa berbagai jenis gambar tokoh perumus Pancasila.
Selanjutnya bersama teman sejawat yang menjadi observer
menyepakati hal-hal yang berkaitan dengan kelancaran observasi dan
pengumpulan data, kriteria observasi dan fokus observasi. Setelah ada
kesepakatan dilakukan simulasi perbaikan pembelajaran.
b.Tahap Pelaksanaan (Acting)
1.

Kegiatan awal
Sebelum tindakan perbaikan berlangsung, peneliti telah
menyiapkan lembar kerja siswa yang berisi pertanyaan yang dapat
mengaktifkan siswa untuk berpikir logis, sistematis dan kritis.
Selanjutnya peneliti menyiapkan dan memperlihatkan alat peraga
berupa berbagai jenis gambar tokoh perumus Pancasila sebagai
Dasar Negara sebagai media untuk mengadakan mengerjakan tes
formatif. Peneliti juga memberikan penjelasan singkat tentang
pembelajaran yang akan dilaksanakan.
2.

Kegiatan Inti
Pada proses pembelajaran siswa secara individu
mengerjakan tugas yang dituliskan pada lembar kerja yang telah
dibagikan oleh peneliti. Dalam mengerjakan tes formatif, siswa
dibantu dengan alat peraga berupa berbagai jenis gambar tokoh
perumus Pancasila. Dalam hal ini siswa diajak menunjukkan mana
tokoh yang merumuskan Pancasila sebagai Dasar Negara. Setelah
selesai, tugas dikumpulkan dan diperiksa, hasilnya dibahas bersama
oleh peneliti dan siswa.
3.

Kegiatan Akhir
Siswa mengerjakan soal tes formatif, setelah selesai
dikumpulkan dan dinilai oleh peneliti. Hasil dari tes formatif inilah

24

yang digunakan peneliti untuk melaksanakan tindak lanjut
pembelajaran berikutnya. Kegiatan ini diakhiri dengan memberikan
pekerjaan rumah (PR).
Pertemuan 2 : Kamis, 07 Oktober 2010
1.

Kegiatan awal
Sebelum tindakan perbaikan berlangsung, peneliti telah
menyiapkan lembar kerja siswa yang berisi pertanyaan yang dapat
mengaktifkan siswa untuk berpikir logis, sistematis dan kritis,
namun sebelumnya peneliti bersama siswa membahas PR.
Selanjutnya peneliti menyiapkan dan memperlihatkan alat peraga
berupa berbagai jenis gambar tokoh perumus Pancasila sebagai
Dasar Negara sebagai media untuk mengadakan mengerjakan tes
formatif. Peneliti juga memberikan penjelasan singkat tentang
pembelajaran yang akan dilaksanakan.
2.

Kegiatan Inti
Pada proses pembelajaran siswa secara individu
mengerjakan tugas yang dituliskan pada lembar kerja yang telah
dibagikan oleh peneliti. Dalam mengerjakan tes formatif, siswa
dibantu dengan alat peraga berupa berbagai jenis gambar tokoh
perumus Pancasila sebagai Dasar Negara. Dalam hal ini siswa diajak
menunjukkan mana tokoh yang merumuskan Pancasila. Setelah
selesai, tugas dikumpulkan dan diperiksa, hasilnya dibahas bersama
oleh peneliti dan siswa.
3.

Kegiatan Akhir
Siswa mengerjakan soal tes formatif, setelah selesai
dikumpulkan dan dinilai oleh peneliti. Hasil dari tes formatif inilah
yang digunakan peneliti untuk melaksanakan tindak lanjut
pembelajaran berikutnya. Kegiatan ini diakhiri dengan memberikan
pekerjaan rumah (PR).
c.Tahap Pengamatan (Observing)

25

Observer melakukan pengamatan terhadap peneliti yang sedang
melakukan kegiatan belajar menegajar dengan menggunakan lembar
observasi yang telah dipersiapkan. Kegiatan observasi dilaksanakan
selama proses pembelajaran berlangsung.
d.Tahap Refleksi (Reflecting)

Pelaksanaan pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan pokok
bahasan Menghargai nilai-nilai juang dalam proses perumusan Pancasila
sebagai Dasar Negara pada siklus pertama ini belum berhasil.
Berdasarkan analisa data diketahui tingkat ketuntasan siswa terhadap
materi ajar baru 10 siswa dari 18 siswa secara keseluruhan atau 55,55%
siswa telah tuntas belajar. Selanjutnya peneliti melakukan diskusi
dengan observer tentang hasil observasi dan hasil tes formatif, maka
pada siklus kedua perlu ditanggulangi kekurangan dan kelemahan pada
siswa tersebut dengan cara dibentuknya kelompok belajar.

2.

Siklus II
Pertemuan 1 : Selasa, 12 Oktober 2010
a.Tahap Perencanaan (Planning)

Berdasarkan hasil refleksi siklus pertama peneliti merevisi
Rencana Perbaikan Pembelajaran (RPP) bersama skenario tindakan.
Terkait dengan revisi dari Rencana Perbaikan Pembelajaran
(RPP) peneliti menyediakan berbagai alat dan bahan yang diperlukan,
seperti : tes diagnostik sebagai evaluasi awal, lembar observasi, alat
bantu gambar (berbagai jenis gambar tokoh perumus Pancasila sebagai
Dasar Negara) dan lembar tes formatif.
Setelah peralatan yang diperlukan lengkap, peneliti dengan
teman sejawat mensimulasikan langkah-langkah perbaikan
pembelajaran.
b.Tahap Pelaksanaan (Acting)
1.

Kegiatan awal
Pada kegiatan awal siklus kedua ini peneliti menciptakan
suasana yang kondusif agar proses belajar mengajar tidak terganggu.

26

Sebelum tindakan perbaikan berlangsung, peneliti bersama siswa
membahas PR. Peneliti juga telah menyiapkan lembar kerja siswa
yang berisi pertanyaan yang dapat mengaktifkan siswa untuk
berpikir logis, sitematis dan kritis. Selanjutnya peneliti membentuk 4
kelompok, masing-masing kelompok terdiri dari 4 dan 5 siswa.
Tidak lupa juga peneliti memberikan penjelasan singkat tentang
pembelajaran yang akan dilaksanakan.
2.

Kegiatan Inti
Pada proses pembelajaran secara berkelompok siswa
mengerjakan tugas yang dituliskan pada lembar kerja yang telah
dibagikan oleh peneliti pada tiap kelompok. Berbagai jenis gambar
tokoh perumus Pancasila sebagai Dasar Negara tertempel pada
papan tulis, hal tersebut untuk memudahkan siswa dan kelompoknya
maju satu persatu untuk menjawab pertanyaan. Setelah semua
kelompok selesai mengerjakan lembar kerja, peneliti mengingatkan
bahwa masih ada tugas kelompok, yaitu untuk memaparkan hasil
dari tugas yang baru saja dikerjakan. Tiap kelompok boleh
memberikan penilaian pada kelompok lain.
Setelah semua kelompok selesai memaparkan, peneliti
meminta semua siswa untuk kembali ke tempat duduknya masing-
masing.
3.

Kegiatan Akhir
Pada kegiatan akhir ini, peneliti membagikan lembar kerja
tes formatif untuk dikerjakan secara individual. Hasil dari tes
formatif tersebut dikumpulkan dan diperiksa, dievaluasi oleh
peneliti. Peneliti memberikan umpan balik berdasarkan hasil
evaluasi tertulis dan memberikan saran sebagai tindak lanjut
pembelajaran selanjutnya dan peneliti juga memberikan pekerjaan
rumah (PR).
Pertemuan 2 : Kamis, 14 Oktober 2010
1.

Kegiatan Awal

27

Pada kegiatan awal siklus kedua ini peneliti menciptakan
suasana yang kondusif agar proses belajar mengajar tidak terganggu.
Sebelum tindakan perbaikan berlangsung, peneliti telah menyiapkan
lembar kerja siswa yang berisi pertanyaan yang dapat mengaktifkan
siswa untuk berpikir logis, sistematis dan kritis, namun sebelumnya
peneliti bersama siswa membahas PR. Selanjutnya peneliti
membentuk 4 kelompok, masing-masing kelompok terdiri dari 4 dan
5 siswa. Tidak lupa juga peneliti memberikan penjelasan singkat
tentang pembelajaran yang akan dilaksanakan.
2.

Kegiatan Inti
Pada proses pembelajaran secara berkelompok siswa
mengerjakan tugas yang dituliskan pada lembar kerja yang telah
dibagikan oleh peneliti pada tiap kelompok. Berbagai jenis gambar
tokoh perumus Pancasila sebagai Dasar Negara tertempel pada
papan tulis, hal tersebut untuk memudahkan siswa dan kelompknya
maju satu persatu untuk menjawab pertanyaan. Setelah semua
kelompok selesai mengerjakan lembar kerja, peneliti mengingatkan
bahwa masih ada tugas kelompok, yaitu untuk memaparkan hasil
dari tugas yang baru saja dikerjakan. Tiap kelompok boleh
memberikan penilaian pada kelompok lain.
Setelah semua kelompok selesai memaparkan, peneliti
meminta semua siswa untuk kembali ke tempat duduknya masing-
masing.
3.

Kegiatan Akhir
Pada kegiatan akhir ini, peneliti membagikan lembar kerja
tes formatif untuk dikerjakan secara individual. Hasil dari tes
formatif tersebut dikumpulkan dan diperiksa, dievaluasi oleh
peneliti. Peneliti memberikan umpan balik berdasarkan hasil
evaluasi tertulis dan memberikan saran sebagai tindak lanjut
pembelajaran berikutnya dan peneliti juga memberikan pekerjaan
rumah (PR).

28

c.Tahap Pengamatan (Observing)

Observer melakukan pengamatan terhadap peneliti yang sedang
melakukan kegiatan belajar mengajar dengan menggunakan lembar
observasi yang telah dipersiapkan. Kegiatan observasi dilaksanakan
selama proses pembelajaran berlangsung.
d.Tahap Refleksi (Reflecting)

Berdasarkan dari nalisa data pada pelaksanaan perbaikan
pembelajaran pada siklus kedua ini belum tuntas, karena masih ada
siswa yang belum tuntas belajarnya. Dari jumlah siswa keseluruhan
yaitu 18 siswa, baru 14 orang siswa.
siswa yang yang tuntas belajar atau 77,77%. Hal ini disebabkan
kurangnya pemahaman pada materi yang diberikan yaitu tentang
Menghargai nilai-nilai juang dalam proses perumusan Pancasila sebagai
Dasar Negara. Karena tingkat keberhasilan yang diinginkan belum
tercapai, maka kegiatan perbaikan pembelajaran akan dilanjutkan lagi
pada siklus berikutnya yaitu siklus ketiga.
Dari hasil diskusi dengan observer, kekurangan pada siklus
kedua ini akan ditanggulangi dengan cara menukar anggota kelompok
pada masing-masing kelompok. Hal ini dilakukan untuk membantu
anggota kelompok yang lemah dan tidak membosankan. Upaya lain
yang dilakukan oleh peneliti yaitu dengan cara mengefektifkan
bimbingan pada proses pembelajaran.

3.

Siklus III
Pertemuan 1 : Selasa, 19 Oktober 2010
a.Tahap Perencanaan (Planning)

Berdasarkan hasil refleksi siklus kedua peneliti merevisi
Rencana Perbaikan Pembelajaran (RPP) bersama skenario tindakan.
Terkait dengan revisi dari Rencana Perbaikan Pembelajaran
(RPP) peneliti menyediakan berbagai alat dan bahan yang diperlukan,
seperti : tes diagnostik sebagai evaluasi awal, lembar observasi, alat

29

bantu gambar (berbagai jenis gambar tokoh perumus Pancasila sebagai
Dasar Negara) dan lembar tes formatif.
Setelah peralatan yang diperlukan lengkap, peneliti dengan
teman sejawat mensimulasikan langkah-langkah perbaikan
pembelajaran.
b.Tahap Pelaksanaan Tindakan (Acting)
1.

Kegaiatan Awal
Peneliti menciptakan suasana belajar yang menyenangkan
dan nyaman, sehingga siswa tidak merasa tegang selama proses
pembelajaran. Selanjutnya peneliti membentuk 4 kelompok, masing-
masing kelompok terdiri dari 4 dan 5 siswa, sekaligus menukar
siswa yang tuntas dan yang belum tuntas. Setiap kelompok
mendapat lembar kerja siswa yang berisi pertanyaan yang dapat
mengaktifkan siswa untuk berpikir logis, sitematis dan kritis.
Peneliti memerintahkan kepada siswa yang sudah tuntas untuk bisa
membantu temannya. Selanjutnya peneliti menjelaskan tentang
pembelajaran yang akan dilaksanakan secara singkat dan jelas.
2.

Kegiatan Inti
Sebagaiamana pada siklus kedua, pada siklus ketiga ini
model berkelompok tetap sama, hanya lebih intensif dan
memaksimalkan tutor sebaya dan bimbingan guru. Tiap kelompok
mengerjakan lembar kerja yang sudah dibagikan. Setelah selesai
mengerjakan, setiap kelompok menunjuk salah satu temannya untuk
menjelaskan hasilnya di depan kelas. Kelompok lainnya boleh
bertanya dan menilai.
3.

Kegiatan Akhir
Pada kegiatan akhir ini, peneliti membagikan lembar kerja
tes formatif untuk dikerjakan secara individual. Hasil dari tes
formatif tersebut dikumpulkan dan diperiksa, dievaluasi oleh
peneliti. Peneliti memberikan umpan balik berdasarkan hasil
evaluasi tertulis dan memberikan saran sebagai tindak lanjut

30

pembelajaran selanjutnya dan peneliti juga memberikan pekerjaan
rumah (PR).
Pertemuan 2 : Kamis, 21 Oktober 2010
1.

Kegiatan Awal
Peneliti menciptakan suasana belajar yang menyenangkan
dan nyaman, sehingga siswa tidak merasa tegang selama proses
pembelajaran, namun sebelumnya peneliti bersama siswa membahas
PR. Selanjutnya peneliti membentuk 4 kelompok, masing-masing
kelompok terdiri dari 4 dan 5 siswa, sekaligus menukar siswa yang
tuntas dan yang belum tuntas. Setiap kelompok mendapat lembar
kerja siswa yang berisi pertanyaan yang dapat mengaktifkan siswa
untuk berpikir logis, sitematis dan kritis. Peneliti memerintahkan
kepada siswa yang sudah tuntas untuk bisa membantu temannya.
Selanjutnya peneliti menjelaskna tentang pembelajaran yang akan
dilaksanakan secara singkat dan jelas.
2.

Kegiatan Inti
Sebagaimana pada siklus kedua, pada siklus ketiga ini model
berkelompok tetap sama, hanya lebih intensif dan memaksimalkan
tutor sebaya dan bimbingan guru. Tiap kelompok mengerjakan
lembar kerja yang sudah dibagikan. Setelah selesai mengerjakan,
setiap kelompok menunjuk salah satu temannya untuk menjelaskan
hasilnya di depan kelas. Kelompok lainnya boleh bertanya dan
menilai.
3.

Kegiatan Akhir
Pada kegiatan akhir ini, peneliti membagikan lembar kerja
tes formatif untuk dikerjakan secara individual. Hasil dari tes
formatif tersebut dikumpulkan dan diperiksa, dievaluasi oleh
peneliti. Peneliti memberikan umpan balik berdasarkan hasil
evaluasi tertulis dan memberikan saran sebagai tindak lanjut
pembelajaran berikutnya dan peneliti juga memberikan pekerjaan
rumah (PR).

31

c.Tahap Pengamatan (Observing)

Observer melakukan pengamatan terhadap peneliti yang sedang
melakukan kegiatan belajar mengajar dengan menggunakan lembar
observasi yang telah dipersiapkan. Kegiatan observasi dilaksanakan
selama proses pembelajaran berlangsung.
d.Tahap Refleksi (Reflecting)

Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan pokok bahasan
Menghargai nilai-nilai juang dalam proses perumusan Pancasila sebagai
Dasar Negara pada siklus ketiga ini berhasil menuntaskan 16 siswa dari
18 siswa. Berarti masih ada 2 siswa yang belum tuntas belajarnya.
Hal ini membuktikan bahwa metode PAKEM dalam
pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan telah cukup mampu
meningkatkan prestasi belajar siswa.
Namun demikian refleksi tetap dilakukan untuk mengetahui
kekurangan-kekurangan dan kelemahan-kelemahan yang masih ada
untuk masukan pada perbaikan pembelajaran selanjutnya.

BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

32

A.Hasil Penelitian

Peneliti menganalisa data yang diperoleh dalam proses perbaikan
pembelajaran. Langkah-langkah yang ditempuh untuk menganalisa data adalah
sebagai berikut :
1.

Menyusun data hasil belajar siswa dari studi awal,

siklus pertama, siklus kedua, dan siklus ketiga.
2.

Data disusun dalam bentuk tabel untuk
mempermudah dalam mengamati perkembangan proses perbaikan.
3.

Membuat tabel ketuntasan belajar dan penguasaan

materi.
4.

Membuat tabel keaktifan siswa.
Nilai perolehan dari hasil belajar 70 lebih dinyatakan tuntas belajar
sedang nilai 70 ke bawah dinyatakan belum tuntas belajar.
Hasil perbaikan pembelajaran yang telah dilaksanakan peneliti dari studi
awal, siklus pertama, siklus kedua, dan siklus ketiga disusun dalam tabel berikut
ini :

Tabel : 4.1 Hasil tes formatif mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan
pokok bahasan Menghargai nilai-nilai juang dalam proses perumusan Pancasila
sebagai Dasar Negara.

No

Nama Siswa

NILAI
Studi awalSiklus ISiklus IISiklus III

1Adi Sefriyanto

40

50

60

60

2Frendi Arnando

40

50

70

70

3Tanti

70

80

80

90

4Dimas Saputra

50

70

70

70

5Rian Novendi

50

60

60

70

6Agus Setiawan

70

80

80

80

7Badrun Hidayat

40

60

60

70

8Doni Irawan

40

60

70

70

9Fitriyani

40

50

70

70

10Hartiti

80

90

80

100

11Krisnaeni

80

80

80

100

12Mohamad Arifin

80

90

90

100

13Noni Triyani

60

60

60

60

14Febri Setiawan

40

50

70

70

32

33

15Rada Putri Aprilia

60

70

80

80

16Riski Jihan Saputri

60

70

80

90

17Siska

70

80

80

90

18Feri Ifranki

70

80

90

100

Jumlah

1.040

1.2401.430

1.440

Rata-rata

57,77

69,44

79,44

80

Berdasarkan data di atas yaitu data studi awal, siklus pertama, siklus
kedua dan siklus ketiga terlihat adanya peningkatan hasil perolehan nilai rata-
rata kelas dan peningkatan ketuntasan belajar. Nilai rata-rata pada studi awal
adalah 57,75 sedangkan pada siklus pertama nilai rata-rata 68,88. Pada siklus
kedua nilai rata-rata meningkat lagi menjadi 79,44, dan pada siklus ketiga nilai
rata-rata meningkat lagi menjadi 80.
Begitu juga tentang ketuntasan belajar siswa. Dari data studi awal siswa
yang tuntas ada 7 siswa atau 38,88%. Sedangkan pada siklus pertama siswa
tuntas naik menjadi 10 siswa, atau 55,55%. Pada siklus kedua siswa tuntas naik
menjadi 13 siswa, atau 77,77%. Dan pada siklus ketiga siswa tuntas naik
menjadi 16 siswa atau 88,88%.
Selanjutnya peneliti sajikan data tingkat ketuntasan siswa dalam
pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dengan konsep dasar pokok
bahasan Menghargai nilai-nilai juang dalam proses perumusan Pancasila
sebagai Dasar Negara.

Gambar : 4.2 Data Tingkat Ketuntasan Siswa dalam Pembelajaran Pendidikan
Kewarganegaraan pokok bahasan Menghargai nilai-nilai juang dalam proses
perumusan Pancasila sebagai Dasar Negara.

0

10

20

30

40

50

60

70

80

90

Studi AwalSiklus ISiklus IISiklus III

TuntasBelum Tuntas

34

Dari diagram tersebut di atas, dapat diketahui adanya peningkatan
prestasi ketuntasan siswa pada siklus perbaikan. Peningkatan tertinggi pada
siklus kedua. Siswa yang belum tuntas belajar dilihat dalam diagram adanya
penurunan jumlah siswa. Penurunan tertinggi pada siklus kedua. Dengan
demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan metode PAKEM mampu
meningkatkan ketuntasan siswa dalam penguasaan materi.
Selanjutnya akan disajikan data tingkat ketuntasan siswa dalam
pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan konsep dasar Menghargai nilai-
nilai juang dalam proses perumusan Pancasila sebagai Dasar Negara.

Tabel : 4.3 Tingkat ketuntasan siswa dalam pembelajaran Pendidikan
Kewarganegaraan pokok bahasan Menghargai nilai-nilai juang dalam proses
perumusan Pancasila sebagai Dasar Negara.

No

Tahap

Siswa Tuntas

Siswa Belum Tuntas

Jumlah

%

Jumlah

%

1Studi Awal

7

38,88

11

61,12

2Silkus I

10

55,55

8

44,45

3Siklus II

14

77,77

4

22,23

4Siklus III

16

88,88

2

11,12

Dari tabel tersebut di atas diketahui adanya peningkatan ketuntasan
belajar pada setiap siklusnya. Sebelum adanya perbaikan pembelajaran, siswa
yang tuntas hanya 7 atau 38,88%, setelah diadakan perbaikan pembelajaran
pada siklus pertama ada kenaikan menjadi 10 siswa atau 55,55%, pada
perbaikan pembelajaran siklus kedua, siswa tuntas menjadi 14 siswa atau
77,77%. Dan pada perbaikan pembelajaran siklus ketiga siswa tuntas menjadi
16 siswa atau 88,88%.

Hal ini membuktikan bahwa pembelajaran Pendidikan
Kewarganegaraan pokok bahasan Menghargai nilai-nilai juang dalam proses
perumusan Pancasila sebagai Dasar Negara menggunakan metode PAKEM
sangat mendukung dalam meningkatkan ketuntasan siswa, hasil belajar, dan
kreatifitas siswa. Penguasaan materi pelajaran mudah dan cepat dikuasai anak
sehingga prestasi belajar meningkat.

35

Selanjutnya akan disajikan data perkembangan ketuntasaan siswa dalam
bentuk diagram batang sebagai berikut!

.

Gambar : 4.2 Data perkembangan ketuntasan siswa dalam pembelajaran
Pendidikan Kewarganegaraan pokok bahasan Menghargai nilai-nilai juang
dalam proses perumusan Pancasila sebagai Dasar Negara.

Selanjutnya akan disajikan data keaktifan siswa dari studi awal, siklus
pertama, siklus kedua, dan siklus ketiga dalam bentuk tabel.
Tabel : 4.3 Tingkat keaktifan siswa dalam pembelajaran Pendidikan
Kewarganegaraan pokok bahasan Menghargai nilai-nilai juang dalam proses
perumusan Pancasila sebagai Dasar Negara.

No

Tahap

Siswa Aktif

Siswa Tidak Aktif

Jumlah

%

Jumlah

%

1Studi Awal

7

38,88

11

61,12

2Silkus I

10

55,55

8

44,45

3Siklus II

14

77,77

4

22,23

4Siklus III

16

88,88

2

11,12

Pada tabel di atas dapat dilihat kenaikan keaktifan siswa dari studi awal
mula-mula 38,88%, pada siklus pertama naik menjadi 55,55%, pada siklus
kedua naik menjadi 77,77%, dan pada siklus ketiga naik menjadi 88,88%.
Selanjutnya akan disajikan data keaktifan siswa dari studi awal, siklus
pertama, siklus kedua, dan siklus ketiga dalam bentuk diagram batang berikut
ini.

0

10

20

30

40

50

60

70

80

90

Studi AwalSiklus ISiklus IISiklus III

0

10

20

30

40

50

60

70

80

90

Studi AwalSiklus ISiklus IISiklus III

AktifBelum Aktif

36

Gambar :4.3 Data Tingkat Keaktifan Siswa dalam Pembelajaran Pendidikan
Kewarganegaraan pokok bahasan Menghargai nilai-nilai juang dalam proses
perumusan Pancasila sebagai Dasar Negara.

B.Pembahasan

Melihat hasil tes formatif pada studi awal, kemudian dilanjutkan dengan
perbaikan siklus pertama siklus kedua dan siklus ketiga, terlihat bahwa setiap
siklus perbaikan pembelajaran terjadi kenaikan dalam hal keaktifan siswa dan
hasil belajar siswa baik secara klasikal maupun individual.
Dalam hal ini, penerapan metode PAKEM pada perbaikan pembelajaran
Pendidikan Kewarganegaraan pokok bahasan Menghargai nilai-nilai juang
dalam proses perumusan Pancasila sebagai Dasar Negara dikatakan sangat tepat
pada sasaran dan berpengaruh besar dalam diri siswa.
Mencermati proses perbaikan pembelajaran yang telah dilaksanakan di
atas dengan menggunakan metode PAKEM mengalami peningkatan yang cukup
menyenangkan. Hasil observasi terhadap keaktifan siswa menunjukkan bahwa
pada setiap tindakan perbaikan dari siklus pertama, siklus kedua, dan siklus
ketiga selalu ada peningkatan yaitu : pada studi awal 38,88%, siklus pertama
55,55%, siklus kedua 77,77% dan siklus ketiga 88,88%. Begitu pula hasil
belajar atau prestasi belajar atau ketuntasan belajar selalu mengalami
peningkatan yaitu : pada studi awal 38,88%, siklus pertama 55,55%, siklus
kedua 77,77% dan siklus ketiga 88,88%.

37

Namun bagi siswa yang belum tuntas belajarnya merupakan bahan
pemikiran bagi guru untuk perbaikan selanjutnya.

38

BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

A.Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis data serta temuan selama proses perbaikan
pembelajaran dari studi awal dilanjutkan tindakan perbaikan siklus kesatu,
siklus kedua, dan siklus ketiga dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :
Kondisi pada studi awal sebelum menggunakan metode PAKEM siswa
yang mencapai kriteria ketuntasan belajar hanya 8 siswa dari 34 siswa. Setelah
menggunakan metode PAKEM pada siklus I siswa yang mencapai KKM
menjadi 10 siswa dari 18 siswa, perbaikan siklus II siswa yang mencapai KKM
menjadi 14 siswa dari 18 siswa. Perbaikan siklus III siswa yang mencapai KKM
menjadi 16 siswa dari 18 siswa.
Penerapan metode PAKEM pada pelajaran Pendidikan
Kewarganegaraan pokok bahasan Menghargai nilai-nilai juang dalam proses
perumusan Pancasila sebagai Dasar Negara dapat meningkatkan keaktifan siswa
dan hasil belajar siswa. Pada proses pembelajaran berlangsung suasana kelas
menyenangkan dan sudah sesuai dengan pendapat Bruner tentang teori belajar
penemuan dan sudah sesuai dengan karakteristik dan perkembangan kognitif
anak sekolah di tingkat dasar.

Penerapan metode PAKEM dapat melatih kemandirian siswa dalam
menyelesaikan suatu persoalan, sehingga guru tidak dijadikan sebagai pusat
pembelajaran tapi guru hanya sebagai fasilitator.

B.Saran dan Tindak Lanjut
1.

Saran untuk tindak lanjut
Karena waktu yang singkat atau kemampuan yang sangat terbatas,
maka perbaikan pembelajaran melalui Penelitian Tindakan Kelas ini masih
banyak kekurangan ataupun kesalahan sehingga hasilnya kurang
memuaskan. Oleh karena itu kami sarankan kepada peneliti selanjutnya agar
pelaksanaan perbaikan pembelajaran diawali dengan persiapan yang matang

38

39

dan penggunaan waktu yang cukup sehingga hasilnya memuaskan sesuai
dengan harapan.

2.

Saran untuk penerapan hasil penelitian

a.

Siswa kurang aktif dalam pembelajaran
pendidikan kewarganegaraan merupakan temuan atau permasalahan
yang peneliti hadapi di kelas. Dengan penerapan metode PAKEM
ternyata dapat mengatasi masalah yang peneliti hadapi. Disamping dapat
membangkitkan minat siswa menjadi lebih semangat dan bergairah, juga
dapat meningkatkan keaktifan siswa dalam mengikuti pembelajaran
Pendidikan Kewarganegaraan. Oleh karena itu peneliti sarankan pada
peneliti selanjutnya.
b.

Mengingat metode yang peneliti terapkan
dalam perbaikan pembelajaran ini dapat mendorong siswa lebih aktif,
lebih semangat, lebih bergairah dalam mengikuti pembelajaran
Pendidikan Kewarganegaraan, maka bagi sekolah yang karakteristiknya
relatif sama, kiranya dapat menerapkan strategi pembelajaran yang
serupa untuk dapat meningkatkan partisipasi siswa menjadi lebih aktif
lagi.
c.

Metode PAKEM merupakan salah satu model
pembelajaran yang dapat membantu guru meningkatkan materi ajar
dengan pengalaman nyata siswa, menambah kemampuan,
berkomunikasi, berinteraksi dengan belajar antar komponen. Untuk itu
model pembelajaran ini perlu dicobakan pada mata pelajaran yang lain
dan di kelas lain.
d.

Sebagai pekerja profesional yang memiliki
organisasi profesi yang memiliki visi dan misi yang sama, hendaknya
hasil penelitian disampaikan kepada sesama guru lain dalam satu
sekolahan atau melalui kegiatan Kelompok Kerja Guru (KKG) untuk
dapat dipergunakan pada penelitian selanjutnya dan digunakan pada
mata pelajaran lainnya.

40

DAFTAR PUSTAKA

Bellen, S. 1999, Manajemen Berbasis Sekolah, Paket Fasilitator Unesco-Unicef
Depdikbud. Jakarta.

Durin, N. 2002. Model Pembelajaran Mandiri Banyumas Mitra Mas 1999/2000
Pedoman Pembuatan Alat Peraga
, Depdiknas. Jakarta.

Mikarsa, Hera Lestari dkk. 2004. Pendidikan Anak di SD. Jakarta; Universitas
Terbuka.

Ristata, Rusna dan Prayitno. 2006. Panduan Penulisan Laporan Perbaikan
Pembelajaran (Penelitian Tindakan Kelas)
. Purwokerto; UPBJJ – UT.

Setiawan, Denny, dkk. 2006 Komputer dan Media Pembelajaran. Jakarta;
Universitas Terbuka.

Suciati, dkk. 2006. Belajar dan Pembelajaran 2. Jakarta; Universitas Terbuka.

Suprayekti, dkk. 2006. Pembaharuan Pembelajaran di SD. Jakarta; Universitas
Terbuka.

Samsudin Abin, Nandang Budiman. 2005. Profesi Keguruan 5. Jakarta;
Universitas Jakarta.

Winataputra, Udin S. 2007. Teori Belajar dan Pembelajaran. Jakarta; Universitas
Terbuka.

Sudrajat,Akhmad. 2009. Mengajar Dengan Konsep PAKEM. Semarang; DERAP
GURU

41

42

Lampiran 1

RENCANA PERBAIKAN PEMBELAJARAN 1

Sekolah

: SD Negeri 4 Lumbir

Mata Pelajaran

: Pendidikan Kewarganegaraan

Kelas / Semester

: VI / I

Waktu

: 2 x 70 menit (2x pertemuan)

Standar Kompetensi

: Menghargai Nilai-nilai juang dalam proses
perumusan Pancasila sebagai Dasar Negara

Kompetensi Dasar

: Mendiskripsikan nilai-nilai juang dalam
proses perumusan Pancasila sebagai Dasar
Negara

Indikator

: 1

Mendiskripsikan nilai-nilai juang dalam
proses perumusan Pancasila sebagai
Dasar Negara

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->