Kompetensi Dasar 14.

1: Mengekspresikan dialog para tokoh dalam pementasan drama

 Gilang  Desi  Ion

Putra

Aripto  M. Mukti Abadi

memainkan drama

Yang harus dimiliki oleh pemain drama

menghayati watak tokoh

Ciri gerak yang baik

Mengekspresikan Dialog Dalam Drama

Ciri Dialog yang baik

menyampaikan dialog drama

Pertanyaan

Ekspresi wajah

Ketrampilan kaki

Suara dan ucapan

Penafsiran / intepretasi

Back

Ekspresi mata

Ekspresi mulut

Back

 Ekspresi

mata merupakan pusat ekspresi sehingga harus diolah, dilatih, dan disesuaikan terlebih dahulu sesuai dengan berbagai emosi. Cobalah berlatih di depan cermin untuk menunjukkan rasa girang, marah, dan sebagainya dengan berimajinasi / membayangkan suatu hal.

Back

 Ekspresi

oleh mulut harus serasi atau cocok dengan ekspresi pada mata sehingga keduanya saling mendukung dan mempertegas emosi yang akan ditonjolkan melalui ekspresi seluruh wajah

Back

 Kaki

harus membuat pemain lebih hidup. Maka harus diusahakan posisi kaki mengikuti arah muka. Jika muka bergerak ke kiri, ikutilah dengan mengubah posisi kaki dan tubuh ke kiri juga.

Back

 Jika

kita bermain tanpa pengeras suara, maka dituntut suara yang lantang agar dapat meraih sejauh mungkin pendengar. Yang penting di sini adalah bagaimana agar suara kita dapat jelas terdengar tapi tidak memekik.

Back

 Dalam

penafsiran, seorang pemain harus memahami keseluruhan cerita yang dijalin dalam plot tertentu serta mengenal watak tokoh yang diperankannya. Kegiatan ini dapat menjadi kerja sama antara sutradara dan pemain/aktor dalam memahami naskah.

Back

 Memahami

ciri fisik tokoh yang diperankan, seperti jenis kelamin, umur, penampilan fisik, dan kondisi kesehatan tokoh.  Memahami ciri sosial tokoh yang diperankan, seperti pekerjaan, kelas sosial, latar belakang keluarga, dan Status tokoh yang akan diperankan.  Memahami ciri nonfisik tokoh, sepeti pandangan hidup dan keadaan batin  Memahami ciri tokoh dalam menghadapi dan menyelesaikan sebuah konflik. Back

  

Memahami dialog drama dengan saksama. Berkonsentrasi pada karakter atau watak yang telah Anda dapatkan. Mengontrol emosi. Konsisten pada karakter yang telah Anda pelajari.

Back

 Terdengar

(volume baik)  Jelas (artikulasi baik)  Dimengerti (lafal benar)  Menghayati (sesuai dengan tuntutan atau jiwa peran yang ditentukan dalam naskah)

Back

 Terlihat

(blocking baik)  Jelas (tidak ragu ragu, meyakinkan)  Dimengerti (sesuai dengan hukum gerak dalam kehidupan)  Menghayati (sesuai dengan tuntutan/jiwa peran yang ditentukan dalam naskah)

Back

 Mengucapkan

dialog dengan lafal yang

jelas  Membaca dialog dengan memperhatikan kecukupan volume suara  Membaca dialog dengan tekanan yang tepat

Back

Penggunaan bahasa

Ekspresi tubuh dan mimik muka

Improvisasi

Back

 Penggunaan

bahasa baik secara pelafalan maupun intonasi harus relevan. Logat yang diucapkan hendaknya disesuaikan dengna asal suku atau daerah, usia, atau status sosial tokoh yang diperankan.

Back

 Ekspresi

tubuh dan mimik muka harussesuai dengan dialog. Bila dialog menyatakan kemarahan, maka ekpresi tubuh dan mimik pun harus menunjukkan rasa marah

Back

 Improvisasi

digunakan untuk lebih menghidupkan suasana dan menjadikan dialog lebih wajar dan alamiah. Para pemanin dapat melakukan improvisasi diluar naskah

Back

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful