P. 1
Latar Belakang sevel

Latar Belakang sevel

|Views: 266|Likes:
Published by Dyangra Iqlima

More info:

Published by: Dyangra Iqlima on May 12, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/12/2015

pdf

text

original

Latar Belakang Akhir-akhir ini, bagi Anda yang tinggal di kawasan Jabodetabek tentu sering mendengar masyarakat

di Jakarta, khususnya anak-anak muda membicarakan gerai 7-Eleven (baca: Seven – Eleven). Bermunculannya gera-gerai 7-Eleven. dalam waktu hampir bersamaan di beberapa sudut kota Jakarta dalam tempo sekitar Januari-Februari 2011 cukup menarik perhatian masyarakat kota metropolitan ini. Lokasi gerai yang berada di posisi strategis, pembangunan yang memakan waktu sangat singkat, kilauan lampu neon yang terang benderang serta kumpulan orang-orang di sitting area menjadi pemandangan khas tiap gerai 7-Eleven. Pertanyaan yang terbersit di benak kami – tim riset adalah “ Sukses nih…strategi penetrasi 7-Eleven” dan keinginan tahu strategi di balik kesuksesan peritel ini. Karena kehadirannya cukup menyedot pelanggan khususnya komunitas orang muda, sejak hari pertama gerai di launching. Anda akan dapat mendengarkan percakapan anak-anak siswa atau mahasiswa pulang sekolah making appointment ke 7-Eleven. Demikian di beberapa moment lainnya, nama 7-Eleven sering menghiasi pembicaraan masyarakat Jabodetabek ini. Pembicaraan siwasiawa mengajak temannya untuk hang out ke 7-Eleven atau para karyawan pada jam makan siang dan pulang kerja. Rasanya antusias masyarakat Jakarta terhadap gerai ini semakin tinggi. Fenomena ini mendorong kami untuk melalukan survey ke beberapa gerai 7Eleven di Jakarta barat, Jakarta Pusat, Jakarta Selatan dan Jakarta Timur pada

yang merupakan distributor Fujifilm di Indonesia. Modern Internasional.bulan Februari 2011 untuk mendapatkan gambaran dan fakta-fakta. Riset dengan tujuan mengamati implementasi strategi ini bersifat kualitatif. maka hipotesa yang ingin kami buktikan adalah : Keberhasilan penetrasi pasar yang ditunjukkan dengan pembukaan gera-gerai di berbagai lokasi strategis kota dalam tempo hampir bersamaan adalah karena kejelian 7-Eleven membaca kebutuhan masyarakat akan tempat hang out yang nyaman.. apa saja yang membuat gerai ritel yang beroperasi 24 jam sehari ini semakin digandrungi pengunjung? Hipotesa Dari pengamatan singkat pada kemajuan yang terjadi bisnis ritel 7-Eleven yang dimiliki oleh Seven & I Holdings Co. membuktikan hipotesa dengan survey lapangan didukung dengan teori literature. Metodologi Data Survey singkat dilakukan dengan metode mystery shopping untuk memperoleh data primer dari survey terhadap 6 dari 23 gerai yang berada di Jakarta dan data sekunder dari informasi tentang 7-Eleven yang sudah di published serta beberapa buku referensi strategi bisnis ritel. sebuah perusahaan Jepang bekerjasama dengan PT PT Modern Putra Indonesia. . anak perusahaan PT. sehingga melakukan strategi penetrasi dengan tepat.

Pertanyaan atau informasi yang dikumpulkan meliputi: 1. Apa yang membuat pengunjung senang dan betah berada di gerai? Atau aktifitas apa yang mereka lakukan selain makan dan minum? 6. Bagaimana kesan pengunjung terhadap produk dan layanan gerai? 5. Apakah produk yang menjadi andalan di tiap-tiap gerai? 3. . Survei dilakukan untuk mendapatkan bukti di lapangan bahwa strategi penetrasi pasar yang dilakukan oleh 7-Eleven di Indonesia berhasil. Berapa rata-rata pengunjung per hari? 2.Responden berasal dari para petugas atau pelayan dan pengunjung yang berhasil diinterview serta keterangan langsung dari PR Modern Putra International. Bagaimana kualitas kebersihan gerai mengingat pengunjung dapat menyeduh minumannya sendiri? Survei dilakukan pada jam yang hampir bersamaan yaitu siang atau malam dengan menggunakan kuesionair dan beberapa deep interview terhadapa petugas atau pelayan gerai dan beberapa pengunjung. Fasilitas apa saja yang diberikan untuk menarik kedatangan para pengunjung? 4. Bagaimana pengelolaan lahan parkir yang terbatas sementara mobil dan sepeda motor yang datang selalu penuh? 7. ditunjukkan dengan jumlah kunjungan atau debit customer dan kesan pengunjung.

dan karenanya bernama "7-Eleven" (7-Sebelas). Accountability. yakni Capacity. Sedangkan The 7-Eleven Way diimplementasikan melalui akronim I CARE yang merupakan singkatan dari Integrity. . 7-Eleven buka dari jam 7 pagi hingga 11 malam. Commitment dan Character . Recognition dan Excellent Execution. Texas pada tahun 1962. Servant Leadership didefinisikan dengan 3C. Sebelum toko 24 jam pertama dibuka di Austin. Pembahasan Perkembangan bisnis 7-Eleven secara umum Perusahaan dengan Visi menjadi convenience retailer terbaik di dunia ini berusaha mencapai visi dan misi ini melalui prinsip Servant Leadership dan The 7-Eleven Way. Pembahasan kami akan terbagi menjadi 4 sesi: • Perkembangan 7-Eleven sebagai convenience store secara umum • Pengamatan terhadap strategi pemasaran 7-Eleven yang diterapkan • Pendapat atau kesan pengunjung terhadap produk dan layanan 7-Eleven • Kesimpulan hasil survey. Didirikan pada tahun 1927 di Oak Cliff. Dari hasil pengamatan menggunakan checklist dan hasil jawaban responden akan ditabulasikan menjadi persentase yang menunjukkan performance setiap poin yang di survey. Texas (kini masuk wilayah Dallas). Customer Focus. nama "7-Eleven" mulai digunakan pada tahun 1946.Metode Pengolahan Data Data diolah menggunakan tabulasi.

Sebuah keputusan bisnis yang jitu mengingat bisnis ritel di tanah air kita ini memiliki demand luar biasa yaitu sekitar 500 triliun rupiah setiap tahunnya untuk produk makanan dan minuman.Tahun 1991. Di berbagai negara. sebagian besar sahamnya dijual kepada perusahaan jaringan supermarket Jepang. umumnya makanan. Tahun 2005. seluruh saham 7-Eleven. tersedia pula layanan seperti pembayaran tagihan serta penjualan makanan khas daerah. dan majalah. convenience store 7-Eleven merambah pasar negeri ini bekerjasama dengan PT Modern Putra Indonesia. minuman soft drink berukuran besar. ItoYokado. Di Indonesia. Setiap gerai 7-Eleven menjual berbagai jenis produk. Inc pada tahun 1999. Southland Corporation yang merupakan pemilik 7-Eleven. minuman. Angka ini terus bertumbuh dan tidak pernah turun setiap tahunnya. sejenis minuman es dan Big Gulp. Produk khas 7Eleven adalah Slurpee. Southland Corporation lalu diubah namanya menjadi 7-Eleven. sehingga perusahaan ini dimiliki sepenuhnya oleh pihak Jepang. Lim Djwe Khian: ” melihat data bahwa demand untuk produk makanan dan minuman yang sangat tinggi kami sangat optimis bahwa bisnis ritel convenience store 7-Eleven yang akan kami lakukan akan berjalan . Inc diambil alih Seven & I Holdings Co. Menurut Retail Director PT Modern Putra Indonesia yang sekaligus menjabat Director untuk 7-Eleven Indonesia.

• Diversifikasi: memperluas pasar dengan pengembangan produk baru yang sesuai dengan pasar baru yang akan digarap.” Dalam menyusun rencana pengembangan bisnis terdapat empat pilihan strategi yaitu: • Penetrasi Pasar: memperkuat diri di pasar yang sudah dikuasai dengan menjual produk/jasa yang sama. Tidak hanya itu saja. menambah potensi pasar lama dengan pasar baru. • Pengembangan Pasar: memperluas pasar. terlebih kami memiliki pengalaman dalam mengembangkan jaringan ritel. • Pengembangan Produk:menciptakan produk baru yang dipasarkan ke segmen pasar yang sudah dikuasai. 7-Eleven memilih strategi penetrasi pasar untuk menguasai pasar melalui komunitas orang muda di beberapa lokasi strategis di wilayah Jakarta Pengamatan terhadap strategi pemasaran 7-Eleven yang diterapkan Dari hasil survey mystery shopping yang dilakukan pada 6 gerai 7-Eleven di Jakarta diperoleh beberapa temuan sebagai berikut: Tipe customer atau pembeli yang berkunjung: . Ini merupakan satu peluang bagi perusahaan kami untuk bisa mengembangkan jaringan ritel ini. kami pun melihat dari sisi perilaku konsumen yang sudah siap menerima kehadiran bahkan memanfaatkan convenience store untuk memenuhi kebutuhan mereka sehari-hari. dengan menjual produk dan jasa yang sama.dengan lancar.

Meskipun demikian pengunjung setia 7 Eleven bukan hanya dari kalangan anak muda dan pelajar atau ABG saja. Prosentase pengunjung berdasarkan segmentasi usia selengkapnya adalah sebagai berikut: Customer Type % Pelajar 15% Anak Muda 65% Karyawan 10% Keluarga 10% Hal ini sesuai dengan pengamatan selintas yang dapat dilakukan pada geraigerai 7-Eleven dimana akan terlihat pengunjung sebagian besar adalah kawula muda atau ABG. sambil ngobrol. antara lain Slurpee. minuman bersoda setengah beku yang . sebagian besar mereka tampak menikmati menu andalan 7Eleven. 7-Eleven memang mempunyai sajian makanan-minuman khas yang menjadi favorit pengunjung. Sebagian lagi pengunjung sibuk dengan netbook mereka. tetapi banyak juga pegawai kantor dan keluarga yang sengaja datang untuk makan-minum dan menghabiskan waktu disana. Sebagian besar pengunjung tidak datang sendiri tetapi bersama teman atau rombongan sehingga suasana gerai menjadi ramai senantiasa.Para pengunjung setia gerai-gerai 7-Eleven ternyata didominasi oleh anak-anak muda dengan prosentase sebesar 65% dari total pengunjung. memanfaatkan fasilitas free wifi yang disediakan 7-Eleven. "Big Bite Hot Dog" dengan santai.

Pengunjung merasa bebas dan tidak risih karena diawasi dengan ketat. minum. pihak manajemen cukup . minum (> 1 jam) 80% Makan. Namun dengan perbedaan lokasi gerai berbeda pula selera pengunjung sehingga produk andalan atau makanan-minuman favorit di setiap geraipun tidak sama. "Big Bite Hotdog".dijual pada suhu 28 derajat Celcius. minuman soda Big Gulp dan . short meeting (< 1 jam) 15% Dibawa pulang 5% Jadi memang 80% pengunjung menikmati kenyamanan dan kebebasan yang disediakan oleh 7-Eleven untuk sepuasnya ngobrol sambil makan-minum. tidak kuatir “diusir” Satpam atau diantri oleh pengunjung yang lain. hasilnya adalah sebagai berikut: Ngobrol/Kongkow sambil makan. seperti terlihat pada table berikut ini: Product Andalan % Big Gulp 15% Slurpee 25% Hot Dog 20% Chicken Katsu 20% Coffee 20% Sedangkan mengenai habit atau kebiasaan para pengunjung yang datang ke gerai yang dapt diartikan juga sesuai dengan tujuan mengunjungi gerai.

Tampaknya promosi gratis justru datang dari konsumen-konsumen. Konsumen bisa memilih untuk duduk di kursi-kursi yang disediakan langsung dipinggir dekat kasir. atau di luar dipelataran gerai. Kami hanya menemukan ada satu paket breakfast (terdiri dari secangkir kopi dan 2 roti isi) yang ditawarkan sebagai menu promo bulan tertentu di salah satu gerai. yang menceritakan pada teman-temannya tentang 7Eleven. Tidak banyak promosi dan publikasi yang dilakukan 7-Eleven untuk menarik pengunjung datang. Berawal dari promosi dan publikasi gratis ini. Dari sisi jumlah pengunjung kami tidak mendapatkan keterangan yang pasti tetapi dapat diperhitungkan dari jumlah kendaraan yang diparkir. Pihak 7-Eleven menyediakan tiga tempat untuk konsumen duduk santai menikmati makanan.memantau dengan camera CCTV untuk memastikan semua aman dan tidak terjadi pencurian atau hal-hal yang tidak diinginkan. Pada hari Sabtu dan Minggu diperkirakan mencapai sekitar 1000 pelanggan per hari. bertemu . lama kelamaan gerai 7-Eleven menjadi salah satu tempat favorite untuk anak-anak muda nongkrong. masuk-keluarnya pengunjung dalam periode tertentu dan keterangan dari beberapa pihak. maka jumlah kunjungan rata-rata pada hari biasa untuk setiap gerai adalah 600-800 pelanggan per hari. dan juga tersedia ruang khusus untuk makan diatas yang sekaligus banyak digunakan untuk fasilitas free wi-fi.

Dari kunjungan kepada 6 gerai dan interview yang dilakukan kepada beberapa pengunjung. Coffe Bean dan lainnya.-.000 atau Rp 40. sambil ngopi murah.000.000. 7-Eleven hadir menjadi pilihan bagi konsumen anak muda. nonstop. dimana lagi kita bisa dapatkan tempat ’nongkrong’ tanpa dibatasi waktu. Segelas coffee di 7Eleven dijual dengan harga Rp 15. Salah seorang pengunjung mengatakan: "Dimana lagi bisa internetan gratis. Hal ini cukup menarik. kami memperoleh informasi mengenai alasan mengapa seseorang berkunjung ke gerai 7-Eleven . saya harus merogoh kocek Rp. yang sebagian besar dibuka 24 jam sehari dan 7 hari seminggu. Hal ini didukung juga dengan jam operasi 7-Eleven.dengan teman. dengan fasilitas internet gratis. dan harga makanan yang relatif terjangkau dengan kocek anak muda. 7 alasan utama para konsumen berkunjung ke gerai 7-Eleven adalah sebagai berikut: The Seven Reason why people come to 7-Eleven Nyaman & bebas (tidak ada batas waktu) Ruangan terang & bersih . Apalagi para pengunjung juga bebas untuk duduk-duduk tanpa dibatasi waktu.”. menyaingi warnet dan juga kedai-kedai kopi seperti Starbuck. 30. Sementara di tempat lain seperti di Starbuck atau Coffe Bean.

hal ini menjadi daya tarik khususnya bagi kalangan anak muda. smoking area. saya menyimpulkan apa yang menjadi keunggulan 7Eleven adalah gerai ini telah menjawab kebutuhan anak-anak muda akan gaya hidup modern ala Barat yang identik dengan kebebasan memilih dan berkreasi. Didukung dengan fasilitas-fasilitas yang disediakan seperti wi-fi. Dengan konsep resto. 7-Eleven dengan cerdas menggabungkan . menjadi salah satu pilihan tempat favorite untuk sekedar ’nongkrong’ dengan teman. Dilihat dari sisi organisasi ritel. sangat “eye catching” dan menarik perhatian pengunjung pada saat melihat barang-barang tersebut. maka tidak mengherankan kalau 7-Eleven semakin diminati.Self service & inovasi menarik Pelayan ramah & helpful Buka 24 Jam Wifi gratis Harga produk terjangkau Kesimpulan Dari pengamatan ini. dimana konsumen mengambil dan memilih sendiri makanan yang diinginkan dan meracik minuman sesuai dengan selera masingmasing pribadi. Seolah 7-Eleven sudah menjadi bagian dari gaya hidup mereka. pilihan tempat duduk dan makan. Penataan display barang yang dinamis dan terang. ditambah dengan suasana yang nyaman dan kebersihan yang terjamin.

Mereka menawarkan troli dan keranjang belanja utk pembelanja. lingkungan toko mencerminkan temanya. Supermarket: Terutama menjual bahan-bahan makanan seperti sayur mayur. Editor in Chief Vibizmanagement. namun frekuensi pembeliannya tinggi. cerdas memanfaatkan peluang yang ada. supermarket. Analysts Vibizmanagement Research Team: Emy Trimahanani. Skala cukup besar.beberapa jenis organisasi ritel seperti. memperhatikan perkembangan jaman (tersedia wifi) serta memperhatikan kebutuhan konsumen. selain itu berfokus pada barang isi ulang. Hal ini berpengaruh pada jam buka dan lokasi toko. convenience store.com . daging. Staf mereka sangat andal. Speciality Store : Berfokus pada kedalaman dan menawarkan pilihan yang dalam namun terbatas. Harganya berada di atas rata-rata dan jenis merchandisenya terbatas. Konsumen tentu saja membeli dan membayar kenyamanan itu. dan speciality store dengan konsep resto. Catatan : Convenience Store : Daya tarik penjualan uniknya adalah kenyamanan yang di tawarkan kepada pembelanja dengan buka non stop. dan barang2 segar di dalam suasana swalayan. Transaksi penjualan kecil. mudah di jangkau dengan berbagai fasilitas parkir. Inilah kunci keberhasilan 7-Eleven.

Philip Swan. Group Head Vibiz Research Ria Felissa. General & Strategic Management Analyst .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->