2.

TEORI PENUNJANG

2.1. Prinsip Kerja Pembangkit Listrik Tenaga Gas Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) merupakan salah satu dari sekian jenis pembangkit listrik yang ada di Indonesia. Pada PLTG ini bahan bakar yang digunakan tidak selalu gas (gas alam) tetapi bisa menggunakan bahan bakar minyak seperti solar/HSD (High Speed Diesel Oil). Untuk PLTG yang ada di Unit Pembangkit Gresik ini menggunakan bahan bakar gas alam dan HSD. Berikut ini adalah flow chart dari proses kerja PLTG itu sendiri yaitu sebagai berikut :

Gambar 2.1. Flow Chart Proses Kerja PLTG 5
Universitas Kristen Petra

6

Prinsip kerja dari PLTG yaitu berawal menjalankan poros kompresor dan turbin gas agar berputar, untuk itu maka diperlukan suatu daya mekanis untuk mengkopel agar poros tersebut berputar sehingga digunakan mesin diesel sebagai starter untuk menstart turbin dan kompresor. Pada mesin diesel ini menggunakan motor arus searah dengan menggunakan baterai sebagai media starternya. Setelah itu pengambilan udara sekeliling dengan menggunakan kompresor melalui air filter (penyaring udara) yang berguna agar partikel debu tidak ikut masuk ke dalam kompresor tersebut. Di dalam kompresor ini udara diolah sehingga tekanan udara menjadi naik menjadi bertekanan ± 13kg/cm2. Selanjutnya udara bertekanan tinggi tersebut dialirkan menuju ruang bakar (combustion chamber). Dalam ruang bakar ini, udara yang bertekanan dicampur dengan bahan bakar dan dibakar. Untuk bahan bakarnya apabila menggunakan gas (gas alam) yang berasal dari sumur gas dipasok melalui pipa bawah laut maka gas dapat langsung dicampur dengan udara untuk dibakar tetapi apabila menggunakan bahan bakar solar/HSD yang dipasok dari kapal tangker maka harus dijadikan kabut terlebih. Untuk itu bahan bakar solar/HSD tadi dilewatkan pada fuel nozzle (pengabut) yang berfungsi mengabutkan bahan bakar tersebut dan mengarahkannya ke ruang bakar. Setelah itu bahan bakar yg telah menjadi kabut, baru dicampur dengan udara yang selanjutnya dibakar. Apabila menggunakan bahan bakar gas alam untuk menghasilkan daya 1 kWh akan membutuhkan bahan bakar sebesar 0,011 MMBTU (Juta British Termal Unit) dan jika menggunakan solar/HSD akan membutuhkan bahan bakar sebesar 0,35 liter/kWh Dari pembakaran tersebut menghasilkan gas panas bertekanan (± 1000ºC, tekanan ± 13kg/cm2). Selanjutnya gas tersebut dialirkan dengan pipa pancar (transition piece) menuju turbin untuk disemprotkan kepada sudu-sudu turbin sehingga turbin bisa berputar. Apabila turbin gas berputar maka akan menggerakkan generator. Selanjutnya dari berputarnya generator menghasilkan beda potensial pada medan magnetnya antara rotor dan stator sehingga generator menghasilkan energi listrik. Gas hasil dari semua proses tadi berupa gas panas yang bersuhu ± 500ºC akan keluar ke udara luar melalui saluran gas buang (exhaust gas). Energi listrik yang dihasilkan oleh generator ini bertegangan 11 KV, selanjutnya tegangan 11 kV dinaikkan menjadi 150 kV melalui transformator

Universitas Kristen Petra

7

step up selanjutnya masuk ke switchyard untuk segera ditransmisikan dengan transmisi tegangan tinggi sistem interkoneksi Jawa-Bali.

Gambar 2.2. Proses Kerja PLTG Sumber: Marsudi, Djiteng: Pembangkit Energi Listrik. Jakarta: Penerbit Erlangga,2005, p.113. 2.2. Peralatan PLTG Peralatan PLTG terdiri dari peralatan yang ada di dalam seperti mesin diesel starter, kompresor, ruang bakar, turbin, saluran gas buang (exhaust gas), generator dan peralatan yang di luar seperti transformator step-up yang sebagai penaikan tegangan yang dihasilkan dari generator.

2.2.1. Mesin Diesel Starter Untuk menjalankan poros kompresor dan turbin gas agar berputar maka diperlukan suatu daya mekanis untuk mengkopel agar poros tersebut berputar sehingga digunakan mesin diesel sebagai starter untuk menstart turbin dan kompresor. Pada mesin diesel ini menggunakan motor arus searah dengan menggunakan baterai sebagai media starternya. Mesin diesel ini berhenti bekerja apabila turbin gas mulai bekerja yaitu pada saat gas panas bertekanan tinggi menggerakkan turbin dengan kecepatan tinggi dan mulai menggerakkan generator.

2.2.2. Kompresor Fungsi dari kompresor ini yaitu untuk menaikan tekanan udara yang ada di dalam kompresor. Pada PLTG ini ada 2 jenis komproser yang digunakan yaitu sentrifugal dan aksial. Kebanyakan yang digunakan pada PLTG ini memakai jenis
Universitas Kristen Petra

8

aksial karena mempunyai efisiensi yang lebih tinggi daripada setrifugal. Cara kerja dari kompresor ini yaitu udara yang mengalir secara aksial mulai inlet sampai outlet kompresor maka udara yang mengalir makin kedalam kompresor makin tinggi tekanannya. Arah aliran arus seperti pada gambar 2.3 yang dimana udara mengalir melalui kompresor aksial. Pada setiap turbin gas memiliki tingkatan aliran yang berbeda, hal tersebut tergantung dari jenis dan spesifikasi turbin.

Gambar 2.3. Arah Aliran Udara Pada Turbin Dengan Kompresor Aksial Sumber: Operation and Routine Maintenance. California: Solar Turbines International. Training and Technical Resources Development, 1981, p.2.0-13. Komponen utama pada bagian ini adalah aksial flow compressor, berfungsi untuk mengkompresikan udara yang masuk hingga bertekanan tinggi sehingga pada saat terjadi pembakaran dapat menghasilkan gas panas berkecepatan tinggi yang dapat menimbulkan daya output turbin yang besar. Aksial flow compressor terdiri dari dua bagian yaitu: 1. Compressor rotor assembly Pada bagian compressor rotor assembly ini berasal dari kompresor aksial yang berputar pada porosnya. Dimana rotor ini memiliki 17 tingkat sudu yang

mengompresikan aliran udara secara aksial dari 1 atmosfir (atm) menjadi 17 atmosfir (atm) sehingga diperoleh udara yang bertekanan tinggi. Bagian ini

Universitas Kristen Petra

Gambar 2. merupakan bagian dari casing yang mengarahkan udara masuk ke inlet bellmouth dan selanjutnya masuk ke inlet guide vane b. bagian casing yang didalamnya terdapat compressor blade tingkat 5 sampai tingkat 10 d. <http://www.4. Konferensi dan Seminar Aceh Power Investment: Habis Gelap.tva-aceh. Inlet casing. bagian casing yang didalamnya terdapat empat stage compressor blade c. tie bolt dan sudu-sudu yang disusun secara kosentris di sekeliling sumbu rotornya. stubshaft. Compressor stator Pada bagian compressor stator ini berasal dari casing gas turbin yang terdiri dari: a. Udara yang pada kondisi sebelum masuk kompresor bertekanan 1 atm (atmosfir) maka setelah masuk ke dalam kompresor maka udara tersebut dinaikkan tekanananya hingga menjadi 13 kg/cm2 dan selanjutnya udara Universitas Kristen Petra .9 tersusun dari wheels. Compressor Rotor Assembly Sumber : Inisiator Aceh Power Investment. maka udara harus melawati air filter (penyaring udara) yang berguna agar partikel debu tidak ikut masuk ke dalam kompresor sehingga udara yang masuk di dalam kompresor ini harus benar-benar bersih. Forward compressor casing. Pada bagian ini terdapat compressor blade tingkat 11 sampai tingkat 17 Sebelum udara masuk ke dalam kompresor ini. Discharge casing.org/api/files/Turbine%20Gas. merupakan bagian casing yang berfungsi sebagai tempat keluarnya udara yang telah dikompresi.pdf> 2. Aft casing. 2008. Terbitlah Terang.

Konferensi dan Seminar Aceh Power Investment: Habis Gelap.tva-aceh. Komponen-komponen itu adalah : a.10 bertekanan tersebut masuk ke dalam ruang bakar untuk dicampur dengan bahan bakar. Combustion chamber yang ada disusun kosentris mengelilingi aksial flow compressor dan disambungkan dengan keluaran kompresor udara dari aksial Universitas Kristen Petra . berfungsi sebagai tempat terjadinya pencampuran antara udara yang telah dikompresi dengan bahan bakar yang masuk.2.pdf> 2. Terbitlah Terang. Gambar 2. Ruang bakar ini terdiri dari selubung luar dan suatu tabung silinder yang dibagian dalamnya dilengkapi dengan pembakar dan di kelilingi oleh beberapa penyemprot bahan bakar yang jumlahnya tergantung jenis turbinnya. Sistem pembakaran ini terdiri dari komponen-komponen berikut yang jumlahnya bervariasi tergantung besarnya turbin gas dan dari sisi penggunaan turbin gas tersebut. <http://www.org/api/files/Turbine%20Gas.5. Compressor Stator Sumber: Inisiator Aceh Power Investment. Combustion chamber.3. Ruang Bakar Pada ruang bakar ini berbentuk ruangan untuk tempat pembakaran antara bahan bakar gas atau minyak dan udara sehingga menjadi gas panas yang bertekanan tinggi untuk menggerakkan turbin melalui pipa pancar (transition piece). 2008.

Spark plugs terdapat pada bagian samping combustion chamber dan masuk ke combustion liners. Fuel nozzle terdapat pada ujung combustion chamber dan masuk ke combustion liners. Digunakan untuk mencampurkan bahan udara dari kompresor dan bahan bakar dari nozzle yang membakar campuran ini. Transition piece terdapat antara combustion liners dan first stage nozzle. Fuel nozzle. • • Secondary zone. Spark plugs berfungsi untuk menyulut campuran bahan bakar dan udara pada saat turbin gas start up. adalah zona penyempurnaan pembakaran sebagai kelanjutan pembakaran pada primary zone. tekanan yang dihasilkan meningkat dan akan memaksa plugs naik menuju casing dan mengeluarkan gas panas. Dilution zone. Ignitors (spark plug). b. Combustion liners didesain dengan satu seri lubang dan bilih jendela (louvers) yang ditempatkan didalam chambers. Pembakaran akan terus terjadi selama suplai bahan bakar dan udara terus berlangsung. berfungsi sebagai tempat masuknya bahan bakar ke dalam combustion liner. Zona pembakaran pada combustion chamber ada tiga yaitu: • Primary zone. terdapat didalam combustion chamber yang berfungsi sebagai tempat berlangsungnya pembakaran. Alat ini Universitas Kristen Petra . berfungsi untuk mengarahkan dan membentuk aliran gas panas agar sesuai dengan ukuran nozzle dan sudu-sudu turbin gas. d. c. berfungsi untuk memercikkan bunga api ke dalam combustion chamber sehingga campuran bahan bakar dan udara dapat terbakar. Transition pieces. merupakan zona untuk mereduksi temperatur gas hasil pembakaran pada keadaan yang diinginkan pada saat masuk ke first stage nozzles. e. Combustion liners. Fungsi dari fuel nozzle ini adalah untuk mengabutkan bahan bakar dan mengarahkannya ke reaction zone pada ruang bakar.11 flow compressor yang dialirkan langsung ke masing-masing chambers. Spark plugs terpasang pada sebuah pegas setelah proses pembakaran terjadi. merupakan tempat dimana bahan bakar berdifusi dengan udara kompresor untuk membentuk campuran udara bahan bakar yang siap dibakar.

011 MMBTU (juta british termal unit) dan apabila menggunakan solar/HSD maka dalam menghasilkan daya 1 kWh akan menghabiskan sebesar 0. merupakan alat yang dipasang untuk mendeteksi proses pembakaran terjadi.org/api/files/Turbine%20Gas. Terbitlah Terang. Gas alam ini kapasitasnya terbatas sehingga tidak bisa menggunakan bahan bakar tersebut terus menerus sehingga digunakan Universitas Kristen Petra . 2008. Dalam perbandingan kedua jenis bahan bakar tersebut maka bila menggunakan solar/HSD akan lebih boros dalam segi biaya karena harga solar/HSD mahal dibandingkan dengan gas alam. Sistem Pembakaran Sumber : Inisiator Aceh Power Investment. berfungsi untuk meratakan nyala api pada semua combustion chamber. Konferensi dan Seminar Aceh Power Investment: Habis Gelap. Flame detector. f. g. Cross fire tubes. <http://www.pdf> Untuk bahan bakar yang masuk dalam ruang bakar ini ada 2 jenis bahan bakar yaitu bisa menggunakan gas alam atau menggunakan minyak solar/ HSD. Untuk pembakaran dengan menggunakan gas alam maka dalam menghasilkan daya sebesar 1 kWh akan menghabiskan gas alam sebesar 0.tva-aceh. Tabung ini digunakan untuk mengirimkan pengapian dari satu combustion liners ke yang berikutnya selama start up.35 liter.6.12 digunakan untuk mengarahkan udara panas yang dihasilkan pada combustion section ke first stage nozzle. Cross fire tube berfungsi untuk menghubungkan semua combustion chamber. Gambar 2.

yang berfungsi untuk mengarahkan gas panas ke first stage turbine wheel b.2.4. Di dalam turbin gas ini berfungsi untuk merubah energi panas menjadi energi mekanik (energi putar). berfungsi untuk mengatur aliran gas panas ke second stage turbine wheel. First stage nozzle. Second stage turbine. berfungsi untuk mengkonversikan energi kinetik dari aliran udara yang berkecepatan tinggi menjadi energi mekanik berupa putaran rotor c.000 kkal dan 1 liter solar = 10. Universitas Kristen Petra . Second stage nozzle dan diafragma. First stage turbine wheel. 2.13 solar/HSD sebagai pengganti apabila kebutuhan bahan bakar gas alam yang ada di PLTG tidak mencukupi. Sebagai perbandingan apabila 1 MMBTU = 250. berfungsi untuk memanfaatkan energi kinetik yang masih cukup besar dari first stage turbine untuk menghasilkan kecepatan putar rotor yang lebih besar. Pada semulanya energi panas dalam bentuk gas diubah menjadi energi kinetik oleh beberapa komponen turbin seperti : a.000 kkal berarti dalam 25 liter solar = 1 MMBTU. setelah itu gas panas bertekanan tinggi tersebut dialirkan dengan transition piece (pipa pancar) untuk salurkan menuju turbin. Turbin Gas Turbin adalah suatu penggerak mula yang memanfaatkan gas sebagai fluida kerja. sedangkan diafragma berfungsi untuk memisahkan kedua turbine wheel d. Dari pembakaran antara udara bertekanan dengan bahan bakar yang digunakan maka menghasilkan gas panas yang bertekanan tinggi dengan suhu sekitar ± 1000ºC dan bertekanan 13 kg/cm2.

mendorong dan memutar turbin gas selanjutnya gas panas yang bertekanan tinggi tersebut keluar dan membentur sudu-sudu maka menghasilkan tenaga putar pada turbin tersebut.14 Gambar 2.pdf> Selanjutnya gas panas yang bertekanan dengan kecepatan tinggi tersebut masuk ke dalam turbin dengan cara membentur.tva-aceh.7. Terbitlah Terang. Pada kompresor dan turbin ini berada pada rotor yang sama (single shaft). Sedangkan kontruksinya terdiri dari bagian turbin yang berputar disebut rotor atau roda turbin dan bagian turbin yang diam disebut stator atau rumah turbin. <http://www. Rotor memutar poros daya yang menggerakkan beban. 2008. Untuk sistem sudu-sudu turbin gas terdiri dari sudu pengarah yang ditempatkan di dalam rumah turbin atau sudu penyangga dan sudu jalan Universitas Kristen Petra . Konferensi dan Seminar Aceh Power Investment: Habis Gelap.org/api/files/Turbine%20Gas. Gas panas yang bertekanan tinggi tersebut keluar melalui saluran gas buang (exhaust gas). Komponen di Dalam Turbin Sumber : Inisiator Aceh Power Investment.

2.8. Pada saluran gas buang terdiri dari beberapa bagian yaitu : 1. Fritz. p. Turbin Gas Poros Tunggal (Single Shaft) Sumber: Dietzel. 1993.9. Terbitlah Terang.pdf> Universitas Kristen Petra . 2008. Saluran Gas Buang (Exhaust Gas) Saluran gas buang adalah bagian akhir turbin gas yang berfungsi sebagai saluran pembuangan gas panas sisa yang keluar dari turbin gas. Exhaust diffuser assembly Gambar 2.org/api/files/Turbine%20Gas. Turbin Pompa Dan Kompressor.tva-aceh.15 Gambar 2.2. Exhaust Frame Sumber : Inisiator Aceh Power Investment. Jakarta: Penerbit Erlangga. <http://www. Konferensi dan Seminar Aceh Power Investment: Habis Gelap.179.5. Exhaust frame assembly 2.

Sebelum dibuang ke atmosfir. 2008. Generator Generator adalah suatu peralatan yang berfungsi untuk mengubah energi mekanik menjadi energi listrik.6. lalu mengalir ke exhaust plenum dan kemudian didifusikan atau disebar dan dibuang ke atmosfir melalui exhaust stack.pdf> 2.org/api/files/Turbine%20Gas. <http://www.tva-aceh. Terbitlah Terang. Konferensi dan Seminar Aceh Power Investment: Habis Gelap. Gambar 2. Energi mekanik ini diperoleh dari proses yang ada di turbin gas.2.10. Suhu gas panas yang dibuang tersebut sebesar ± 500 ºC. gas panas sisa tersebut diukur dengan exhaust thermocouple yang dimana hasil pengukuran ini digunakan juga untuk data pengontrolan temperatur dan proteksi temperatur trip.16 Cara kerja dari exhaust gas ini yaitu exhaust gas keluar dari turbin gas melalui exhaust diffuser terlebih dahulu pada sebuah exhaust frame assembly. selanjutnya energi mekanik ini diteruskan ke poros generator Universitas Kristen Petra . Exhaust Diffuser Sumber : Inisiator Aceh Power Investment.

p. Energi listrik yang dihasilkan oleh generator ini sebesar 11 kV khususnya di PLTG Gresik. maka pada penghantar tersebut akan terbentuk gaya gerak listrik.1) Dimana: f = frekuensi p = jumlah dari kutub-kutub magnet n = kecepatan motor (rpm) Sedangkan daya generator dinyatakan dalam rumus berikut ( Kadir.n φ Dimana : E = tegangan terinduksi (Volts) c = konstanta n = kecepatan (Rpm) Φ = fluks medan magnet (Webers) Frekuensi dari tegangan yang dibangkitkan oleh stator dengan menggunakan rumus (Charles I Hubert.2) (2. yang menyatakan jika sebatang penghantar berada pada medan magnet yang berubah-ubah.): E = c .3) Universitas Kristen Petra .17 sehingga memutar rotor generator dan menghasilkan daya listrik. Rotor tersebut diputar oleh prime mover (turbin gas) dengan kecepatan tertentu sehingga medan magnet yang dihasilkan rotor tersebut akan memotong kumparan-kumparan pada stator.105. Abdul.): f = p . I . Rotor yang dicatu oleh sumber arus searah akan menghasilkan medan magnet yang berasal dari arus yang mengalir pada belitan rotor. p. p.71): P = V .Cos θ Dimana : P V = daya ( Watt) = tegangan (Volt) 3 (2.n 120 (2.140. Prinsip generator serempak (alternator) dalam suatu pembangkit listrik dinyatakan dalam hukum Faraday. Hal ini menyebabkan tegangan terinduksi pada kumparan stator tersebut sesuai dengan rumus berikut ini (Charles I Hubert.

2.1. Jakarta: Lintang Pancar Semesta. Sukses Memelihara Generator Dengan Pendingin Hidrogen. a.11. Rangka stator dibuat menyerupai tabung silinder yang bagian dalamnya diperkuat dengan rusuk-rusuk berupa rangkaian lempenganlempengan cincin baja yang dilas.6. Disekeliling rangka silinder ini kemudian dipasang batang-batang baja bulat yang juga dilas sehingga menyerupai bentuk sangkar Gambar 2.18 I = arus (A) Cos θ = faktor daya 2. Universitas Kristen Petra . 2007. Stator Pada Generator Sumber : Kasbiantoro & Lentera Semesta. Konstruksi Generator Pada konstruksi generator ini terbagi menjadi beberapa bagian yang terdiri dari rangka mesin. Rangka mesin Pada rangka mesin ini berfungsi sebagai pemegang inti jangkar atau biasa disebut stator. inti stator. rotor dan kumparan peredam.

Inti stator dibuat berlaminasi dengan tujuan untuk mengurangi aliran arus pusar (Eddy Current) didalam inti. Rotor Pada Generator Sumber : Kasbiantoro & Lentera Semesta. c. Rotor kutub menonjol ini kebanyakan digunakan untuk mesin dengan putaran yang rendah atau menengah sedangkan untuk mesin besar menggunakan rotor kutub silinder yang ada pada generator yang digerakkan oleh turbin uap. Mula-mula lembaran plat baja yang permukaannya dilapisi dengan permis (varnish) dipotong sesuai pola segmen. Rotor Pada rotor ini ada 2 jenis yaitu rotor dengan kutub yang menonjol (salient pole) dan rotor kutub silinder. Universitas Kristen Petra .19 b.12. Pada kumparan rotor ini diatur sedemikian rupa agar terdapat fluks maksimum pada suatu posisi tertentu. Rotor pada putaran rendah atau menengah biasanya berdiameter kecil dan panjang. Susunan plat ini kemudian dipres menjadi satu dan setelah seluruh segmen dipasang. 2007. Jakarta: Lintang Pancar Semesta. Gambar 2. Potongan lembaran plat tersebut selanjutnya disusun dan pada jumlah susunan tertentu dipasang sebuah pemisah (spacer) guna membentuk celah atau rongga untuk ventilasi. Inti stator Inti stator terbuat dari segmen-segmen dimana setiap segmen terdiri dari laminasi lembaran plat baja silikon yang memiliki sifat kemagnetan sangat baik. maka terciptalah satu laminasi inti stator yang berbentuk melingkar lengkap dengan alur memanjang untuk menempatkan kumparan serta ronggarongga ventilasi. Sukses Memelihara Generator Dengan Pendingin Hidrogen.

dimana arus bolak balik yang dihasilkan generator sinkron kemudian disearahkan oleh penyearah semikonduktor 3.20 d. Eksitasinya diatur agar menghasilkan tegangan nominal (V) pada beban penuh dan kemudian beban dilepas dengan agar putaran serta arus eksitasinya tetap konstan. Dengan penguat tanpa sikat (brushless). Universitas Kristen Petra . Kumparan ini berguna untuk meredam osilasi sehingga tidak terjadi perubahan kecepatan sesaat (hunting) 2. Sistem Eksitasi Semua generator pusat pembangkit pasti dilengkapi dengan sistem eksitasi untuk mensuplai arus listrik ke kumparan medan.2. Untuk memperoleh harga tegangan pada beban nol. generator sinkron diputar pada kecepatan normal. Ada beberapa macam cara penyediaan arus listrik ke kumparan medan generator sinkron ini antara lain : 1.2. Kumparan peredam Pada kumparan peredam ini biasa disebut kumparan sangkar yang terdiri dari batang-batang alumunium atau tembaga yang ujung-ujungnya dihubung singkat. Pengaturan Tegangan Pengaturan tegangan atau voltage regulation dari suatu generator sinkron didefinisikan sebagai perubahan tegangan dari beban nol ke beban penuh dengan menjaga eksitasinya tetap dan putaran tetap.2. Dengan eksitasi sendiri (statis).6. 2. Dengan generator arus searah ( shunt) tunggal atau kombinasi antara penguat utama (main exiter) dengan penguat pembantu (pilot exiter) yang dihubungkan langsung dengan poros generator sinkrun 2.6.3. dimana arus bolak balik dari generator yang dipergunakan sehingga eksitasi disearahkan dengan penyearah yang terletak pada rotor generator sinkron langsung dialirkan pada kumparan medan trafo slip ring.

Rangkain Voltage Regulation Sumber: Operation and Routine Maintenance. Medium yang digunakan pada generator turbin gas adalah udara sedangkan untuk generator turbin uap adalah gas hidrogen. 2. 1981.6. diantaranya rugi arus pusar. Universitas Kristen Petra .3.2.4. Transformator Step Up Transformator step up adalah transformator yang mengubah tegangan bolak balik (AC) rendah menjadi tegangan tinggi. p. Selama beroperasinya generator pasti ada timbul rugi-rugi. setelah itu tegangan 150 KV dialirkan menuju switchyard untuk masuk jaringan interkoneksi Jawa-Bali setelah itu baru ditransmisikan melalui saluran transmisi maka sampailah ke Gardu Induk (GI) untuk diturunkan tegangannya melalui transformator penurun tegangan (step down transformer). rugi histeris dan rugi tembaga. Akibat dari rugi-rugi tersebut timbul panas yang dapat mengganggu kelangsungan operasi maka diperlukan sistem pendingin untuk meredam panas tersebut. California: Solar Turbines International. Training and Technical Resources Development.2.21 Gambar 2.13. 2. Transformator ini hanya terdapat di pusat pembangkit listrik yang berguna menaikan tegangan yang dihasilkan oleh generator sebesar 11 KV menjadi tegangan 150 KV setelah dinaikkan dengan transformator step up ini.0-8. Sistem Pendinginan Generator.7.

untuk mengurangi panas (sebagai rugi-rugi besi) yang ditimbulkan oleh eddy current b. pertinax dan lain-lain. Kumparan trafo Beberapa lilitan kawat berisolasi akan membentuk suatu kumparan.2. Transformator Step Up di PLTG Unit 1 Gresik 2. Fluksi ini akan menginduksikan tegangan. dan bila pada rangkaian sekunder ditutup (bila ada rangkaian beban) maka akan menghasilkan arus pada kumparan ini. peralatan bantu dan peralatan pengaman.7. 1. Dibuat dari lempengan-lempengan besi tipis yang berisolasi.14. Bagian utama Pada bagian utama dari transformator meliputi: a. Bila Kumparan maka primer pada dihubungkan dengan tegangan/arus bolak-balik kumparan tersebut timbul fluksi.22 Gambar 2. Umumnya pada trafo terdapat kumparan primer dan sekunder. Konstruksi Transformator Step Up Pada konstruksi transformator ini terdiri dari beberapa bagian yaitu bagian utama.1. Universitas Kristen Petra . Kumparan tersebut diisolasi baik terhadap inti besi maupun terhadap kumparan lain dengan isolasi padat seperti karton. Jadi kumparan sebagai alat transformasi tegangan dan arus. Inti besi Inti besi berfungsi untuk mempermudah jalan fluksi yang ditimbulkan oleh arus listrik yang melalui kumparan.

Minyak trafo Sebagian besar trafo tenaga kumparan-kumparan dan intinya direndam dalam minyak-trafo. Media yang dipakai pada sistem pendingin dapat berupa udara/gas. maka untuk mengurai kenaikan suhu yang berlebihan tersebut trafo perlu dilengkapi dengan alat/system pendingin untuk menyalurkan panas keluar trafo. pengaliran media sebagai akibat adanya perbedaan suhu media dan untuk mempercepat perpindahan panas dari media tersebut ke udara diperlukan bidang perpindahan panas yang Universitas Kristen Petra . minyak. akan merusak isolasi (didalam transformator). Untuk menampung pemuaian minyak trafo. Peralatan bantu Untuk peralatan bantu dari transfomator meliputi: a. karena minyak-trafo mempunyai sifat sebagai media pemindah panas (disirkulasi) dan bersifat pula sebagai isolasi (daya tegangan tembus tinggi) sehingga minyak-trafo tersebut berfungsi sebagai media pendingin dan isolasi. terutama trafo-trafo tenaga yang berkapasitas besar.23 c. Sedangkan pengalirannya (sirkulasi) dapat dengan cara: • Alamiah (natural) Pada cara alamiah (natural). d. Bila panas tersebut mengakibatkan kenaikan suhu yang berlebihan. Tangki utama (main tank) dan konservator Pada umumnya bagian-bagian dari trafo yang terendam minyak trafo ditempatkan dalam tangki. tangki dilengkapi dengan konservator 2. yang sekaligus berfungsi sebagai penyekat antara konduktur tersebut dengan tangki trafo e. dan sebagainya. air. Bushing Hubungan antara kumparan trafo ke jaringan luar melalui sebuah bushing yaitu sebuah konduktor yang diselubungi oleh isolator. Pendingin Pada inti besi dan kumparan-kumparan akan timbul panas akibat rugi-rugi besi dan rugi-rugi tembaga.

• ODAF (Oil Draft Air Force) Dalam metode ini. dengan cara melengkapi transformator dengan sirip-sirip (radiator). Pada Transformator step up memiliki 3 macam metode pendinginan yang dimana penggunaan masing-masing metode tersebut tergantung pada daya yang dibebankan pada sisi tegangan tinggi dan sisi tegangan rendah transfomator. Tap changer Tap changer adalah alat perubah perbandingan transformasi untuk mendapatkan tegangan operasi sekunder yang lebih baik dari tegangan Universitas Kristen Petra . minyak pendingin dalam kondisi alami atau diam sedangkan udara pendingin dihembus oleh putaran kipas agar mendinginkan minyak pendingin dan bagian-bagian transfomator. Bila diinginkan penyaluran panas yang lebih cepat lagi. udara dan air. Cara ini digunakan saat beban mulai meningkat sehingga panas yang ditimbulkan sangat tinggi b. • Tekanan/paksaan (forced).24 lebih luas antara media (minyak-udara/gas). cara natural/alamiah tersebut dapat dilengkapi dengan peralatan untuk mempercepat sirkulasi media pendingin dengan pompa-pompa sirkulasi minyak. Cara ini digunakan saat beban tidak terlalu besar sehingga panas yang ditimbulkan rendah • ONAF (Oil Natural Air Force) Dalam metode ini. Cara ini digunakan saat beban mulai meningkat sehingga panas yang ditimbulkan cukup tinggi. minyak pendingin disirkulasi oleh motor pompa dan udara pendingin yang dihembus oleh putaran kipas agar mendinginkan minyak pendingin dan bagian-bagian transfomator. Cara ini disebut pendingin paksa (forced). Ketiga macam metode pendinginan tersebut adalah: • ONAN (Oil Natural Air Natural) Dalam metode ini. minyak dan udara pendingin dalam kondisi alami atau diam.

bucholz relay. Tap changer yang dapat beroperasi untuk memindahkan tap trafo. dalam keadaan trafo berbeban disebut on load tap changer dan dapat dioperasikan secara manual dan otomatis. maka suhu minyak pun akan berubah-ubah mengikuti keadaan tersebut. indikator kedudukan tap. minyak menyusut maka udara luar akan masuk kedalam tangki. c. Alat pernafasan (dehydrating breather) Karana pengaruh naik turunnya beban trafo maupun suhu udara luar. Untuk mengawasi selama trafo beroperasi. dan hanya dapat dioperasikan secara manual. Kedua proses diatas disebut pernafasan trafo. Bila suhu minyak tinggi. maka perlu adanya indikator pada trafo. minyak akan memuai dan mendesak udara diatas permukaan minyak keluar dari dalam tangki. Pengertian Sistem Proteksi Sistem proteksi adalah suatu sistem pengaman yang dilakukan terhadap peralatan-peralatan listrik yang terpasang pada sistem tenaga listrik untuk mengamankan dari berbagai gangguan yang ada. Akibat pernafasan trafo tersebut maka permukaan minyak akan selalu bersinggungan dengan udara luar. Udara luar yang lembab akan menurunkan nilai tegangan tembus minyak-trafo.25 jaringan/primer yang berubah-ubah. berupa tabung berisi kristal zat hygroskopis. Indikatornya berupa indikator suhu minyak. dan sebagainya. maka untuk mencegah hal tersebut. indikator permukaan minyak. pada ujung pipa penghubung udara luar dilengkapi dengan alat pernafasan. Peralatan pengaman Pada peralatan pengaman meliputi: pengaman utama (main protection) dan pengaman cadangan (back up protection) yang terdiri dari berbagai jenis relay proteksi seperti differential relay. sebaliknya apabila suhu minyak turun. Universitas Kristen Petra . indikator sistem pendingin. over current relay dan lain sebagainya. Tap changer yang hanya dapat beroperasi untuk memindahkan tap trafo dalam keadaan trafo tidak berbeban disebut off load tap changer. 2. 3.3.

daya. Contoh dari kondisi abnormal adalah terjadi hubung singkat pada sistem listrik. merupakan elemen yang berfungsi untuk memberi tanggapan/ reaksi terhadap adanya perubahan-perubahan besaran yang menandakan adanya gangguan. beban lebih. Berdasarkan uraian di atas. kemudian mengambil keputusan untuk seketika ataupun dengan perlambatan waktu mengirimkan tanda kepada pemutus tenaga (PMT). tegangan lebih atau tegangan kurang. Relay proteksi dapat merasakan adanya gangguan pada peralatan yang diamankan dengan mengukur atau membandingkan besaran-besaran yang diterimanya. • • Meningkatkan keandalan dan mutu pelayanan listrik terhadap konsumen. dengan besaran yang telah ditentukan. Elemen sensor (sensing element). Universitas Kristen Petra . sudut fasa. frekuensi. Menyelamatkan manusia terhadap bahaya yang dapat ditimbulkan oleh listrik 2. frekuensi naik turun. sehingga daerah yang terganggu menjadi sekecil mungkin. relay proteksi dapat dibagi menjadi 3 elemen dasar antara lain adalah: 1. dan sebagainya. Sistem Relay Proteksi Relay proteksi adalah susunan peralatan yang direncanakan untuk dapat mendeteksi adanya kondisi abnormal pada peralatan atau bagian sistem tenaga listrik dan segera secara otomatis membuka pemutus tenaga (PMT) untuk memisahkan peralatan atau bagian dari sistem tenaga listrik yang terganggu dan memberi isyarat berupa lampu dan bel (alarm). misalnya arus. • Mencegah meluasnya daerah gangguan.26 Tujuan dipasangnya sistem proteksi pada suatu sistem tenaga listrik adalah sebagai berikut : • Menghindari atau mengurangi kerusakan peralatan listrik akibat adanya gangguan (kondisi abnormal). impedansi dan sebagainya.1.3. tegangan. Dalam arti apabila terjadi gangguan di suatu instalasi maka sistem proteksi akan men-trip PMT (pemutus tenaga) yang berdekatan dengan gangguan itu saja.

15. 16 Sistem relay proteksi adalah susunan peralatan-peralatan (relay-relay proteksi. dll) dalam suatu bentuk rangkaian tertentu yang mampu memberikan respon terhadap suatu gangguan yang terjadi pada bagian sistem tenaga listrik. • Mengurangi pengaruh gangguan terhadap bagian sistem yang lain yang tidak terganggu di dalam sistem tersebut serta mencegah meluasnya gangguan. 3.2. 2.3. merupakan suatu elemen yang berfungsi untuk mengambil keputusan dalam mengirimkan sinyal kepada pemutus tenaga (PMT) baik secara seketika ataupun dengan perlambatan waktu. Elemen pembanding (comparison element). relay proteksi dapat berfungsi untuk: • Merasakan. merupakan suatu elemen yang berfungsi untuk membandingkan besaran listrik yang diukur atau dideteksi terhadap suatu besaran yang telah ditentukan. Syarat . Noskov-Dukelsky. mengukur dan menentukan bagian sistem yang terganggu serta memisahkan secepatnya sehingga sistem lainnya yang tidak terganggu dapat beroperasi secara normal. p. Universitas Kristen Petra . Sumber: M. trafo arus. Elemen Dasar Relay Proteksi. Titarenko and I. Protective Relaying in Electric Power Systems. Sistem relay proteksi secara otomatis akan mengerjakan peralatan pemutus daya atau peralatan pemberi tanda berupa lampu dan bel (alarm) untuk membebaskan bagian yang mengalami gangguan itu dari sistem tenaga listrik lainnya. Moscow: Peace Publishers.Syarat Sistem Relay Proteksi Pada sistem tenaga listrik. ø I To trip or signal circuit Sensing element Comparison element Control element ↓ ø Relay Gambar 2.27 2. Elemen pemutus (control element).

28 • • Mengurangi kerusakan yang lebih parah dari peralatan yang terganggu. maka relay proteksi harus memenuhi beberapa persyaratan sebagai berikut: 2.1. Untuk memperkecil waktu yang diperlukan dalam memutuskan bagian yang terganggu dari sistem.3. untuk berbagai jenis gangguan dapat dilihat pada kurva di bawah ini. Waktu pemutusan dari PMT adalah waktu mulai dari menutupnya kontak pada rangkaian penggerak sampai dengan terputusnya arus gangguan (akibat membukanya PMT).2. Waktu operasi dari relay proteksi adalah waktu mulai dari saat terjadinya gangguan sampai dengan bekerjanya kontak pada rangkaian penggerak di PMT. Cepat Bereaksi Relay harus cepat beraksi atau bekerja bila suatu sistem mengalami gangguan atau bekerja secara abnormal. Hubungan antara waktu bebas (clearing time) dan pembebanan (load power) sistem. Mengingat suatu sistem tenaga mempunyai batas-batas stabilitas dan tidak jarang gangguan sistem bersifat sementara maka relay diberi time delay untuk memperlambat kerjanya. Universitas Kristen Petra . maka relay proteksi kecepatan tinggi harus dioperasikan bersama dengan pemutus tenaga (PMT) kecepatan tinggi. Memperkecil bahaya bagi manusia. Pada waktu beraksinya harus diusahakan agar secepat mungkin untuk menghindarkan peralatan listrik dari kerusakan serta membatasi daerah gangguan yang ada. Selang waktu yang diperlukan dimana suatu bagian sistem yang terganggu dapat dipisahkan dari sistem atau waktu bebas (clearing time) adalah jumlah dari waktu operasi relay proteksi ditambah waktu operasi pemutus tenaga (PMT). Untuk dapat melaksanakan fungsi tersebut. Kecepatan beraksinya dari relay yaitu pada saat relay mulai merasakan adanya gangguan sampai dengan pelepasan circuit breaker (trip) oleh perintah relay tersebut.

2.3.2.3. Protective Relays Apllication Guide. 4.3. Sensitifitas / Kepekaan Relay proteksi diharapkan sudah mulai bekerja walaupun gangguan yang terjadi masih dalam tingkat yang ringan.29. sehingga harganya akan semakin mahal. p. baik gangguan yang berat maupun gangguan yang ringan. Selektifitas Merupakan kemampuan untuk menentukan pada titik mana terjadinya gangguan. 2.16. p.): Ks = Ihs min I op (2. Kurva Waktu Bebas dan Pembebanan. maka rangkaian akan semakin kompleks dan memerlukan semakin banyak peralatan. Sensitifitas suatu sistem relay proteksi arus dapat dinyatakan dengan rumus berikut (M. Sumber: GEC ALSTHOM. sehingga dapat ditentukan dengan tepat pemutus daya yang harus Universitas Kristen Petra .2.29 PHASE-EARTH LOAD POWER PHASE-PHASE TWO PHASE-EARTH THREE PHASE TIME Gambar 2. Demikian diharapkan sistem relay proteksi peka terhadap semua tingkat gangguan.4) Dimana: Ks Ihsmin = faktor sensitifitas relay = arus hubung singkat minimum yang terjadi pada peralatan yang diproteksi Iop = arus minimum yang dibutuhkan agar relay mulai bekerja Semakin tinggi tingkat kepekaan sustu sistem relay proteksi.Noskov-Dukelsky. 2.Titarenko and I.

3. Simplicity / Sederhana Relay proteksi sederhana dalam kondisi. ketelitian perencanaan. 2. yaitu: Universitas Kristen Petra .3. maka akan semakin tinggi keandalannya.4. Relay pengaman dengan kemampuan selektif yang baik dibutuhkan untuk mencapai keandalan sistem yang tinggi karena tindakan pengaman yang cepat dan tepat akan dapat memperkecil gangguan menjadi sekecil mungkin.6. semakin sedikit jumlah relay proteksi beserta kontak dan rangkaiannya. 2. Dengan demikian maka hanya bagian yang mengalami gangguan saja yang dipisahkan atau diisolir dari sistem tersebut. tingkat biaya memegang peranan yang cukup penting. oleh karena itu kebutuhan paling utama dari suatu teknik proteksi adalah kesederhanaan. Keandalan berhubungan erat dengan kesederhanaan. 2. Security berhubungan dengan derajat kepastian. 2. Semakin sederhana proteksi. kualitas bahan yang baik.5. Dependability didefinisikan sebagai derajat kepastian bahwa sistem relay proteksi akan bekerja secara tepat.2. selektifitas. sehingga diperlukan optimasi yang tepat. kemudahan pemasangan dan pemeliharaan. Semakin banyak proteksi yang digunakan pada sistem tenaga akan menyebabkan semakin besarnya biaya yang dibutuhkan. Reliabilitas / Keandalan Reliabilitas memiliki dua aspek yaitu dependability (dapat diandalkan) dan security (keamanan).2.3. untuk memberikan proteksi yang secukupnya agar ekonomis tetapi tidak mengabaikan faktor-faktor keandalan. Pola Sistem Relay Proteksi Pada dasarnya ada dua jenis pola sistem relay proteksi.30 dibuka. merupakan faktor-faktor yang sangat berpengaruh kepada keandalan relay proteksi.2. dan sensitifitasnya.3. bahwa sebuah relay tidak akan beroperasi secara tidak tepat atau relay tidak boleh salah bekerja. Faktor Biaya Dalam perencanaan suatu sistem proteksi.3.

4. hal ini untuk memberikan kesempatan kepada proteksi utama beroperasi terlebih dahulu. Karakteristik Waktu Kerja Relay Waktu kerja relay proteksi umumnya diatur dengan memilih skala-skala pada relay tersebut yang biasanya disebut dengan time dial atau time lever. Pola sistem relay proteksi cadangan (back-up protection) Kegagalan pada proteksi utama harus dapat diatasi. yaitu bila relay bekerja sangat cepat. Current Transformer (CT). Universitas Kristen Petra . Karakteristik waktu kerja relay proteksi secara garis besar dapat dikelompokkan menjadi tiga macam. battery serta pemutus tenaga (PMT) dapat juga mengalami gagal bekerja. Karena itu beberapa proteksi cadangan sangat diperlukan 2. Potential Transformer (PT) serta rangkaiannya. yaitu dengan proteksi cadangan (back-up protection). yaitu bila terdapat beda waktu tertentu antara saat terjadinya gangguan dengan saat bekerjanya kontak-kontak pada rangkaian pemutus.31 1. Sesaat (instantaneous) Karakteristik waktu kerja sesaat. Jadi beda waktu tersebut telah ditetapkan pada suatu harga tertentu dalam perencanaannya. Pola sistem relay proteksi utama / primer (main protection) Pada pola sistem relay proteksi utama akan bekerja membatasi gangguan yang terjadi dalam daerah proteksinya secepat mungkin dengan memberi perintah ke PMT untuk membuka dan memisahkan bagian sistem yang terganggu dan ini merupakan pengaman utama (main protection). Beda waktu tersebut tidak dipengaruhi oleh besarnya arus gangguan ataupun besaran lain yang mengerjakan relay tersebut. 2. Difinite time lag Karakteristik waktu kerja difinite time lag ini. Elemen-elemen pengaman utama yang terdiri dari relay proteksi. sehingga hampir tidak terdapat beda waktu saat terjadinya gangguan dengan saat bekerjanya kontak-kontak pada rangkaian pemutus (tripping circuit). Proteksi cadangan ini umumnya mempunyai perlambatan waktu (time delay).3. dan jika proteksi utama gagal baru proteksi cadangan yang akan beroperasi 2. yaitu: 1.

3. Relay ini mempunyai lempengan metal yang diletakkan pada medan magnet yang berubah-ubah. yaitu arus dan arus.32 3. Relay jenis ini dapat dibedakan menjadi dua.3. digunakan untuk menggerakkan jangkar sehingga relay menutup kontaknya. berbanding terbalik dengan besar arus gangguan atau besaran lainnya yang mengerjakan relay tersebut. relay proteksi dapat dibedakan menjadi beberapa jenis. 2. Besaran penggerak untuk relay ini dapat berupa sebuah besaran saja (arus atau tegangan). dimana momen yang ditimbulkan dibagian rotor secara induksi. 1.5. • Jenis induksi Pada jenis induksi ini. dan dapat pula berupa interaksi dari dua belitan. yaitu jenis elektromagnetik. Jenis elektromagnetik Relay proteksi jenis elektromagnetik ini merupakan relay yang bekerja berdasarkan hukum elektromagnet. tegangan dan tegangan. dan statis. prinsip kerjanya sama dengan prinsip kerja motor induksi. Relay ini dapat bekerja dengan gambar arus bolak-balik maupun dengan sumber arus searah. Klasifikasi Berdasar Prinsip Kerja Berdasarkan pada prinsip kerjanya.5. thermis. gaya elektromagnet dibangkitkan oleh fluksi magnet yang timbul sebagai akibat dari kumparan relay berinti besi dialiri arus. Inverse time lag Karakteristik waktu kerja inverse time lag. atau arus dan tegangan.1. yaitu: • Jenis jangkar bergerak Pada jenis jangkar bergerak ini. Momen putar akan timbul pada lempengan tersebut yang disebabkan oleh interaksi arus eddy pada lempengan metal tersebut dengan medan yang berubah-ubah. yaitu bila panjang waktu antara saat terjadinya gangguan dengan saat bekerjanya kontak-kontak pada rangkaian pemutus. Relay elektromagnetik Universitas Kristen Petra . Gaya elektromagnet yang besarnya sebanding dengan besar fluksi dalam celah udara kuadrat atau arus udara kuadrat. Klasifikasi Relay Proteksi 2.

Relay yang akan bekerja bila besarnya ukuran turun sampai dibawah harga tertentu. Contoh relay ini adalah: • • Relay tegangan lebih (over voltage relay) Relay arus lebih (over current relay) 3. Oleh karena itu relay ini dapat bekerja untuk besaran ukur yang datang dari segala arah. Relay jenis ini sering dipakai untuk proteksi terhadap arus lebih. 3. 2.2. Universitas Kristen Petra . dimana hanya besaran ukur dari suatu arah tertentu saja yang dapat mengerjakan relay tersebut.33 jenis induksi dengan sebuah besaran ukur biasa disebut dengan relay induksi tak berarah (non directional induction relay).3. dengan mendeteksi panas yang terjadi akibat arus lebih tersebut. Klasifikasi Berdasar Kegunaan Berdasarkan penggunaannya. Jenis thermis Relay jenis ini bekerja karena panas yang ditimbulkan oleh arus yang melewatinya dan dapat beroperasi dengan sumber arus searah maupun sumber arus bolak-balik. Relay daya Jenis relay berarah (directional relay) yang akan bekerja jika arah daya mengalir ke suatu arah tertentu dan akan reset untuk arah yang berlawan. Contoh relay ini adalah: • • Relay tegangan kurang (under voltage relay) Relay arus kurang (under current relay) 2. Oleh karena itu relay jenis ini sering dipakai untuk mendeteksi perubahan arah arus atau daya dari suatu sistem tenaga. dll untuk mendapatkan karakteristik yang diinginkan. dioda. 2. Relay yang akan bekerja jika besaran ukurannya melebihi suatu harga tertentu.5. Jenis statis Relay ini bekerja dengan menggunakan komponen-komponen statis seperti transistor. Sebaliknya relay induksi dengan dua besaran ukur biasa disebut dengan relay induksi berarah (directional induction relay). relay proteksi dapat dibedakan menjadi beberapa jenis antara lain: 1.

Jadi dapat dikatakan bahwa besaran yang dideteksi adalah impedansi. Universitas Kristen Petra . Jenis Gangguan Generator Pada generator sinkrun 3 fasa ini pada saat bekerja atau beroperasi pasti tidak bisa lepas dari gangguan-gangguan yang ada.1. Relay diferensial Relay diferensial adalah relay yang bekerja berdasarkan pada perbedaan arus atau fasa antara dua buah tempat atau lebih. Proteksi Generator Generator sebagai sumber energi listrik perlu untuk diamankan apabila terjadi gangguan-gangguan yang membuat generator tidak bisa bekerja secara optimal karena apabila generator sampai mengalami kerusakaan akan sangat mengganggu jalannya operasi sistem tenaga listrik.4. Gangguan seperti ini harusnya bisa dicegah dengan pengecekan secara rutin dari baterai yang akan digunakan pada saat diesel starter yang akan bekerja sehingga bisa mengurangi resiko terhadap gangguan. 5. Relay jarak Dimana operasi relay tergantung pada perbandingan tegangan dan arus. 2. Pada relay jarak perbandingan antara tegangan (V) dan arus (I) ini dinyatakan oleh impedansi.4. Kegagalan diesel starter Gangguan ini merupakan gangguan nyata yang pernah terjadi di PLTG Gresik yang dimana pada saat start. 2. Maka dari itu diperlukan suatu sistem proteksi yang bekerja untuk mengamankan generator secara penuh dari adanya gangguan tersebut. diesel bekerja hingga sampai putaran 1900 Rpm kemudian diesel mengalami trip sehingga diesel tidak bisa menggerakkan poros dari kompresor dan turbin. Berikut ini jenis gangguan yang ada yaitu : 1.34 4. Penyebab yang terjadi karena baterai sebagai media starternya tidak mencukupi dalam menyuplai daya listrik ke diesel sehingga pada saat diesel bekerja diputaran tinggi maka bisa terjadi trip. Gangguan-gangguan tersebut membuat PLTG tidak bisa bekerja secara optimal dalam memproduksi listrik.

Gangguan vibrasi generator Gangguan vibrasi mekanik merupakan gangguan yang cukup sering terjadi di PLTG Gresik. Berbagai macam penyebabnya yaitu • • • Unbalance bagian mesin Poros yang bengkok Bermasalahnya kopling dan bearing Universitas Kristen Petra . Pompa flow divider ini bekerja tanpa menggunakan alat bantu atau bekerja dengan kecepatan putaran pompa flow divider itu sendiri sehingga jika terjadi gangguan dalam sistem fuel oil maka pompa flow divider tidak bisa menyalurkan bahan bakar dan terjadi kegagalan start pembakaran. 3. Maka solusi yang ditempuh yaitu harus memodifikasi pompa flow divider dengan menambahkan motor DC dengan spesifikasi : Daya motor : 0. Pompa flow divider ini mempunyai kapasitas mengalirkan bahan bakar sebesar 46 galon/menit dengan putaran 3240 Rpm.35 2. Sebenarnya gangguan ini melibatkan banyak peralatan yang ada dalam fuel oil system (sistem bahan bakar) tetapi yang paling bermasalah terletak pada pompa flow divider.43 KW Arus Tegangan Putaran : 5A : 125 V : 3000 Rpm Dengan penambahan motor DC ini bisa mengurangi gangguan mekanik di PLTG Gresik pada saat proses start pembakaran. Gangguan ini bisa terjadi pada kompresor. dari aliran yang besar kemudian dibagi ke 10 buah fuel nozzle dalam jumlah yang sama melalui pipa-pipa penghubung dan diteruskan masuk ke dalam ruang bakar (combustion chamber). Pengertian dari vibrasi adalah pergerakan suatu mesin atau bagian mesin maju mundur atau ke kiri ke kanan (secara tidak beraturan) dari posisi asal/berhenti dan vibrasi terjadi karena adanya gaya. Fungsi dari pompa flow divider yaitu suatu alat yang mengatur aliran bahan bakar. Kegagalan start pembakaran Gangguan ini merupakan salah satu gangguan mekanik yang pernah terjadi di PLTG Gresik. turbin dan generator.

generator yang penguatannya lemah masih diberi kopel pemutar oleh mesin penggerak sehingga generator ini berubah menjadi generator asinkron. Karena terjadi vibrasi tinggi maka secara otomatis dideteksi oleh sistem kontrol speedtronic yang kemudian melakukan kerjanya langsung menghentikan atau mentripkan PLTG. Pada keadaan ini akan menimbulkan pemanasan yang berlebihan pada rotor generator sinkron ini karena tidak direncanakan untuk beroperasi secara asinkron.778 ohm dari nilai normalnya sebesar 0. Penguatan yang hilang dapat menimbulkan pemanasan berlebihan pada kumparan stator. Dan untuk gangguan lain yang menyebabkan vibrasi tinggi pada generator bisa juga disebabkan karena sensor vibrasi pada sisi eksitasi Universitas Kristen Petra . 4. Selain itu penguatan generator sinkron yang lemah dapat menyebabkan generator menjadi lepas dari hubungan sinkron dengan generator lainnya. Dengan begitu maka hal yang harus dilakukan yaitu mengeluarkan rotor generator untuk memperbaikinya bagian-bagian yang rusak. Dalam keadaan lepas dari sinkron. Salah satu contoh dari gangguan yang pernah terjadi di PLTG Gresik ini tentang masalah eksitasi yaitu gangguan yang berasal dari sistem eksitasi generator. namun gangguan ini dapat menyebabkan terganggunya kelangsungan kerja generator.314 ohm dan terjadilah vibrasi tinggi. Untuk memastikannya maka PLTG distart kembali sampai putaran turbin bekerja 5000 Rpm tanpa menggunakan eksitasi atau yang dikenal dengan istilah full speed no load maka akan terlihat bahwa vibrasi tinggi yang terjadi karena masalah elektrik. Gangguan ini disebabkan karena terdapat komponen di dalam sistem eksitasi yang berupa rotating diode pada pilot exciter yang rusak sehingga mengakibatkan tahanan rotor generator naik sebesar 0.36 • Kelonggaran mekanik misalnya kelonggaran pada baut dan retaknya blok mesin maupun dudukan bearing Untuk PLTG Gresik ini gangguan vibrasi yang sering pada bearing (bantalan) turbin sehingga membuat vibrasi tinggi maka secara otomatis dideteksi oleh sistem kontrol speedtronic yang kemudian melakukan kerjanya langsung menghentikan atau mentripkan PLTG. Gangguan penguatan hilang Meskipun gangguan pada penguat generator jarang terjadi.

Misalnya disebabkan ketidak beresan penguat magnit atau pengaturan penguat magnit terlalu besar sehingga mengakibatkan tegangan yang dihasilkan generator melebihi batas nominalnya. 7. Universitas Kristen Petra . Sesungguhnya relay diferensial ini tidak dapat menghindarkan terjadinya gangguan hubung singkat antar fasa tetapi hanya dapat mendeteksi dan kemudian memberhentikan hubung singkat antar fasa yang terjadi agar menghindarkan kerusakan yang lebih besar. kerusakan laminasi alur generator bahkan kebakaran. Gangguan ini bisa juga disebabkan oleh putaran lebih akibat pelepasan beban yang mendadak. Maka digunakan relay tegangan lebih untuk mengamankannya (over voltage relay) mendeteksi adanya gangguan tersebut. Didalam generator biasanya sudah dilengkapi dengan pengatur tegangan otomatis atau automatic voltage regulator (AVR) yang akan mengatur kestabilan tegangan keluarannya. Maka apabila terjadi gangguan ini harus dengan cepat relay ini mendeteksi dan kemudian memerintahkan circuit breaker generator (52G) membuka atau trip. 5. sebab gangguan ini dapat menimbulkan panas yang berlebihan. Gangguan tegangan lebih Gangguan ini terjadi karena tegangan yang dihasilkan generator melebihi batas nominalnya.37 generator kurang kencang dan kontaktor 41 F gagal beroperasi karena kontaktor tersebut terbakar sehingga perlu untuk dilakukan penggantian komponen tersebut. Untuk melindungi generator terhadap gangguan ini digunakan relay diferensial yang segera mentripkan circuit breaker generator (52G). rentang waktu yang diperlukan cukup lama sehingga pada saat itu terjadi tegangan lebih yang sangat membahayakan piranti-piranti kelistrikan lainnya. Namun. Tegangan lebih ini akan merusakkan isolasi kumparan generator termasuk kabel kabel penghubungnya akibat panas yang berlebihan. Gangguan hubung singkat antar fasa Gangguan ini terjadi karena isolasi antar fasa jebol yang biasanya terletak di dalam stator generator maupun di luar stator generator. Adanya gangguan hubung singkat fasa ke tanah pada stator harus segera diatasi. 6. Hubung singkat fasa ke tanah Pada gangguan ini menggunakan relay hubung tanah untuk melindungi generator.

penyetelan (settings) arus dan waktu tunda hendaknya juga mempertimbangkan kondisi-kondisi tersebut. ada tiga kondisi arus atau reaktansi yang ada pada generator. governor tersebut akan mengatur atau menutup katup darurat (emergency valve) sehingga tidak terjadi putaran yang berlebihan. Disamping itu perlu dipertimbangkan pula adanya relay pengaman cadangan (back up) pada generator 9. Gangguan arus lebih Gangguan arus lebih pada generator sering kali terjadi akibat adanya hubung singkat. Sebagaimana diketahui bahwa pada saat terjadi hubung singkat. Penyetelan arus hendaknya lebih besar dari nilai arus nominal generator sehingga memungkinkan generator mampu menahan beban lebih untuk beberapa detik. baik koordinasi besaran arus maupun waktu tundanya (time delay). Gangguan isolasi Kegagalan isolasi pada kumparan generator akan menyebabkan gangguangangguan hubung singkat. yaitu arus subperalihan (subtransient).38 Relay tegangan lebih yang digunakan dilengkapi dengan piranti waktu tunda (time delay) agar diperoleh selektivitas yang memadai. meskipun tidak terlalu lama. Oleh sebab itu digunakan over speed relay untuk mengatasi gangguan tersebut. 8. Pada saat ini generator telah dibuat sedemikian rupa sehingga mampu bertahan terhadap adanya arus lebih. Gangguan putaran lebih Putaran lebih pada generator disebabkan adanya penurunan beban yang mendadak. Hal yang penting pada pengaman generator terhadap arus lebih adalah adanya koordinasi relay. 10. Pada saat terjadinya pelepasan beban. Namun demikian generator masih perlu dilengkapi dengan pengaman terhadap putaran lebih yang mampu memberikan sinyal untuk trip pada pemutus tenaga. Penyetelan waktu tunda (time delay) dari relay harus mempertimbangkan kemampuan generator untuk bertahan terhadap kondisi hubung singkat yang terjadi di generator. Sebenarnya pada generator telah dilengkapi dengan perangkat governor. Tugas dari governor yaitu untuk mengatur kecepatan putaran agar tetap normal. dan arus tetap (steady state). baik hubung singkat didalam kumparan. arus peralihan (transient). antar Universitas Kristen Petra . Oleh karena itu.

Secara spesifik tugas reverse power relays adalah untuk mencegah bahaya dari kerusakan yang akan timbul dari kegagalan kerja peralatan. Untuk mendapatkan setting dari tap tegangan kurang pada relay ini menggunakan rumus sebagai berikui (Wasito.40): Vminimum = % tegangan kurang x kVbase (2. p. Untuk seting relay (Blackburn. Universitas Kristen Petra . kerusakan pada sistem pendingin atau ventilasi maupun adanya vibrasi yang berlebihan. antara lain terjadinya tegangan lebih.5) (2. maupun hubung singkat kumparan dengan inti besi. p. J. Banyak faktor yang menyebabkan terjadinya kegagalan isolasi. Under voltage relay Relay dengan kode peralatan 27 ini digunakan untuk mendeteksi adanya tegangan kurang yang disebabkan oleh menurunnya putaran generator karena adanya pengurangan tekanan gas pada turbin gas sehingga mengakibatkan terjadinya penurunan tegangan. Reverse power relay Reverse power relay atau biasa disebut relay daya balik dengan kode peralatan 32. 2. sebagai contohnya mengamankan generator terhadap daya balik akibat terputus atau rendahnya input daya oleh penggerak mula/turbin sehingga fungsi generator bisa berubah menjadi motor.6) Tap = Vminimum x PT (sisi sekunder) = Vminimum x Vsekunder V Vprimer 2.4.39 kumparan. Adapun relay-relay yang digunakan yaitu sebagai berikut : 1.2. relay ini diperlukan untuk melindungi kerja generator secara paralel dengan generator lain yang bekerja sebagai motor.255) ini bekerja apabila terjadi penurunan tegangan maksimal sampai di bawah 80% tegangan input generator. Relay Proteksi Generator Untuk pengamankan generator dari berbagai gangguan yang ada digunakan relay-relay yang mendukung agar bisa mendeteksi dan mengamankan gangguan tersebut. panas yang berlebihan pada kumparan.Lewis.

Reaktansi transient sekunder sebagai berikut : X’d2 = Zbase sekunder x (% X’d) .Reaktansi offset sekunder untuk nilai setting tap relay: Xm = (2. p.Setting tap Φ (forward) sebagai setting diameter dari relay: Φ = Xd2 . Untuk setting dari relay ini dengan menggunakan rumus (Wasito. generator penguat medan. Hilang penguatan pada generator akan mengakibatkan pemanasan yang berlebihan pada kumparan stator serta menyebabkan generator keluar dari sinkronisasi sistem. Load unbalance relay Ketidakseimbangan beban generator biasanya disebabkan adanya kebocoran atau hubung singkat penghantar ketanah atau antar penghantar.19): sebagai berikut: . Gangguan ini menyebabkan adanya arus urutan negatif yang mengalir pada penghantar bernilai nol. Juga bisa disebabkan oleh adanya beban yang tidak seimbang pada ketiga fasa generator.11) .9) (2.8) X' d 2 Ohm 2 (2. Pengaman hilang penguatan (loss of field relay) bekerja memutuskan pemutus tenaga generator dengan terlebih dahulu membuka alarm agar operator dapat melakukan langkah-langkah pengamanan.Reaktansi sinkrun sekunder sebagai berikut : Xd2 = Zbase sekunder x (% Xd) . Loss of field relay Relay dengan kode peralatan 40 ini yang digunakan untuk mendeteksi adanya gangguan eksitasi yang diakibatkan oleh gangguan pada AVR (Automatic Voltage Regulator).10) (2.7) NCT Ohm NPT Keterangan: NCT = rasio dari transformator arus (CT) NPT = rasio dari transformator tegangan (PT) .Menentukan Zsekunder pada sistem: Z base sekunder = Z base X (2. hubung singkat pada belitan medan.40 3.Xm 4. Relay dengan kode peralatan 46 ini yang bekerja untuk mendeteksi adanya arus urutan negatif yang mengalir di Universitas Kristen Petra .

p. p. sehingga mengakibatkan terjadinya pemanasan yang berlebih di rotor dan retaining rings dari rotor. Arus tersebut secara spontan akan masuk ke dalam rotor sebagai arus frekuensi ganda di dalam besi rotor. Protective Relay Application Guide. Menentukan Nilai K Sumber: GEC ALSTHOM.312.312. Universitas Kristen Petra .20): Irelay = I base x CT (sisi sekunder) = I base x I sekunder I primer (2. untuk tipe generator yang turbo mempunyai 2 kutub dan menggunakan kecepatan putaran 3000 Rpm bisa dilihat pada tabel berikut ini : (2.1.) yaitu: (I2)2 t = K Keterangan: I2 = arus urutan negatif saat generator berbeban K = kontanta dari generator dengan pendingin udara/hidrogen t = waktu kerja relay Dimana nilai K pada masing-masing tipe generator berbeda-beda.41 dalam rotor.12) Untuk rumus-rumus yang digunakan untuk menentukan nilai I2 pada relay ini (GEC ALSTHOM. Untuk setting relay ini apabila relay terhubung pada sisi sekunder dari transformator arus (CT) maka rumus yang digunakan (Wasito.13) Tabel 2. p.

Pada setting relay pada over current ini biasanya digunakan 120% (Wasito.139) dalam keadaan standar inverse yaitu: Universitas Kristen Petra . Over current relay Relay dengan kode peralatan 50 ini yang bekerja apabila ada kenaikan arus yang melewatinya sehingga peralatan yang diamankan tidak rusak bila dilewati arus yang melebihi kemampuannya. p. baik koordinasi besaran arus maupun waktu tundanya (time delay). pentahanan dengan reaktansi dan pentanahan dengan tahanan. M. Hal yang penting pada pengaman generator terhadap arus lebih adalah adanya koordinasi relay. Relay ini juga berfungsi untuk mendeteksi stress thermal generator akibat mengalirnya arus lebih atau gangguan hubung singkat pada stator yang menggunakan sistem pentanahan langsung. p.2 Generator Putaran 3000 Rpm Sumber: Say. p.G.42 Tabel 2.) dari arus lebih yang masuk dalam sistem. London: Sir Isaac Pitman & Sons LTD. The Performance And Design Of Alternating Current Machines. Penyetelan arus hendaknya lebih besar dari nilai arus nominal generator sehingga memungkinkan generator mampu menahan beban lebih untuk beberapa detik.552. 5. Relay arus lebih ini akan mendeteksi besaran arus yang melalui suatu jaringan dengan bantuan trafo arus.15. Untuk rumus mencari nilai waktu setting pada relay ini (GEC ALSTOM. Ada dua parameter yang penting dalam melakukan seting dari relay ini yaitu seting arus dan seting waktu.

Stator ground fault relay Relay dengan kode peralatan 51GN juga biasa disebut relay gangguan hubung tanah. Relay ini dipasang pada sirkuit stator yang biasa terkena gangguan hubung tanah.02 (2. 7. Tegangan lebih yang melewati peralatan bisa merusak isolasi generator termasuk kabel-kabel penghubungnya. Prinsip kerja dari relay ini yaitu mendeteksi adanya kebocoran tahanan isolasi antar belitan stator dengan frame generator dan juga mendeteksi gangguan hubung tanah yang terjadi pada sirkuit yang terhubung dengan sirkuit stator dari generator sehingga menghasilkan arus urutan nol.43 t= 0. Dan pada umumnya pengaman ini hanya bisa mengamankan hingga 95% dari winding stator sehingga hanya 5% saja yang tidak bisa diproteksi. sebab gangguan ini dapat menimbulkan panas yang berlebihan. Namun demikian untuk mengantisipasi kalau pengatur tegangan otomatis gagal bekerja.14 I −1 0. karena setiap gangguan hubung tanah menghasilkan arus urutan nol. Untuk setting dari relay ini yaitu menghitung terlebih dahulu gangguan hubung singkat 1 fasa ke tanah. Adanya gangguan hubung tanah pada stator harus segera diatasi. kerusakan laminasi alur generator bahkan kebakaran sehingga diperlukan relay pengaman yang baik. Relay tegangan lebih ini mendeteksi tegangan antar fasa Universitas Kristen Petra . yang akan mengatur kestabilan tegangan keluarannya. Setelah itu relay hubung tanah pada sirkuit 3 fasa ini dengan menjumlahkan melalui transformator arus ke 3 fasa yang ada. maka relay tegangan lebih dengan kode peralatan 59 digunakan sebagai pengaman. Apabila tidak terjadi gangguan hubung tanah maka jumlahnya sama dengan nol.14) keterangan: t I = Waktu trip = Setting tap arus 6. akan tetapi bila terjadi gangguan hubung tanah maka jumlahnya tidak sama dengan nol sehingga relay akan bekerja. Over voltage relay Didalam generator biasanya sudah dilengkapi dengan pengatur tegangan otomatis atau Automatic Voltage Regulator (AVR).

Gangguan yang terjadi dalam hubung tanah dalam sirkuit rotor yaitu hubung singkat antara konduktor rotor dengan badan rotor dimana dapat menimbulkan distorsi medan magnet yang dihasilkan rotor dan selanjutnya dapat menimbulkan getaran (vibrasi) berlebihan dalam generator.Lewis. Oleh karena itu harus dihentikan dengan relay rotor hubung tanah. Relay ini bekerja berdasarkan perbedaan arus yang mengalir ada suatu sistem di generator. sehingga ada arus yang mengalir pada relay dan relay akan bekerja. Saat terjadi gangguan di daerah pengaman. Generator differential relay Relay diferensial dengan kode peralatan 87G ini digunakan untuk mengamankan generator dari kerusakan akibat adanya gangguan internal pada kumparan stator.16) = Vmaksimum x Vsekunder V Vprimer 8.49): Vmaksimum = % Tegangan Naik x kVbase Tap = Vmaksimum x PT (sisi sekunder) (2. J.15) (2. maka kedua arus sekunder tersebut tidak sama.44 melalui transformator tegangan. maka relay ini akan bekerja dan segera memberikan sinyal untuk men-trip circuit breaker generator (52G). p. p. Berikut merupakan gambar wiring dari relay diferensial: Universitas Kristen Petra .269) Untuk mendapatkan setting dari tap tegangan lebih pada relay ini menggunakan rumus sebagai berikui (Wasito. Prinsip kerja relay ini yaitu membandingkan besarnya arus sekunder kedua trafo arus (CT) yang digunakan. Biasanya relay ini akan mendeteksi dan bekerja bila tegangan pada sistem generator mengalami kenaikan mencapai 120% (Blackburn. 9. Generator field ground relay Relay dengan kode peralatan 64F ini biasa disebut relay rotor hubung tanah. Relay ini mendeteksi adanya gangguan yang disebabkan putusnya rangkaian magnet dan terhubungnya fasa dengan tanah. Apabila tegangan melewati batas tertentu. Pada saat tidak terjadi gangguan/keadaan normal atau gangguan di luar daerah pengaman maka kedua arus sekunder tersebut besarnya sama. sehingga tidak ada arus yang mengalir pada relay dan relay tidak bekerja.

Differential Relay Sumber: GEC ALSTHOM. 11. Pada kondisi arus lebih.45 Gambar 2. 10. kepingan logam akan memuai dan menutup kontak triping akibat panas yang berlebihan yang dipancarkan oleh elemen pemanas. Protective Relay Application Guide. Under and Over Frequency Relay dengan kode peralatan untuk under frequency 81L dan over frequency 81 H digunakan untuk mendeteksi adanya penurunan atau kenaikan frekuensi yang ada dalam sistem. Tidak semua generator dipasang relay ini karena pada Universitas Kristen Petra . Relay suhu Relay suhu dengan kode peralatan 49 ini digunakan untuk mendeteksi adanya panas yang berlebihan pada kumparan stator generator. Panas yang timbul pada kumparan stator dapat terjadi karena adanya gangguan hubung singkat pada kumparan. Maksud dari setting slope yaitu nilai toleransi setting relay dari error atau kesalahan pada transformator arus (CT) yang berada di sisi sekunder terhubung pada relay karena pada kedua CT ini pasti tidak mungkin memberikan nilai arus yang sama persis pada relay sehingga selisih sedikit arus bisa ditoleransi dengan mensetting slope agar relay tidak terlalu sensitif. Disamping itu sistem pendingin yang kurang memadai tidak bisa menurunkan suhu kumparan stator pada saat generator tersebut aktif. baik antar fasa maupun pada kumparan fasa sendiri.17.306 Untuk setting pada relay ini dengan menggunakan setting slope. Relay ini terdiri dari kepingan logam yang dipanaskan oleh arus listrik yang mengalir pada elemen pemanas. p. Relay suhu menggunakan elemen pemanas yang dialiri arus listrik dari transformator arus (CT) dari kumparan generator.

hubung singkat antar fasatanah. Through fault. 2. sering disebut dengan gangguan awal karena berawal dari gangguan yang kecil namun kemudian berkembang menjadi gangguan besar. antara lain disebabkan oleh hubung singkat antar fasa. gangguan pada bushing dan gangguan antar lilitan pada kumparan yang sama.1. Jenis-jenis internal fault antara lain: • Incipient fault. Adapun jenis gangguan transformator yaitu sebagai berikut : 1. Jenis Gangguan Transformator Pada saat transformator beroperasi adanya gangguan-gangguan pasti tidak dapat dihindari lagi. gangguan akibat arus sirkulasi pada transformator yang disusun secara paralel. merupakan gangguan yang bersumber dari dalam transformator tenaga. merupakan gangguan yang terjadi di luar transformator dan dapat diklasifikasikan sebagai berikut: Universitas Kristen Petra .5. Proteksi Transformator Energi listrik yang dihasilkan dari generator dan kemudian dialirkan menuju ke transformator step up untuk dinaikkan tegangannya menjadi 150 kV diharapkan mempunyai pengaman yang cukup terhadap gangguan-gangguan yang terjadi agar tidak mengganggu jalannya operasi sistem tenaga listrik khususnya penyaluran listrik dari transfomator step up ke switchyard dan diteruskan ke jaringan transmisi 2. Gangguan ini antara lain dapat disebabkan oleh kendornya bautbaut pada penjepit inti dan pada terminal konduktor. gangguan pada sistem pendingin seperti kerusakan sirkulasi minyak atau kipas pendingin yang pada akhirnya akan menimbulkan kenaikan suhu.5. Internal fault. maka hal yang perlu dilakukan adalah meminimalkan adanya gangguan tersebut. 2. gangguan pada inti besi akibat kerusakan laminasi isolasi. • Gangguan hubung singkat (short circuit) dalam transformator.46 penurunan atau kenaikan frekuensi ini bersifat sesaat dan hal itu bisa ditoleransi.

Arus gangguan ini cukup besar dan dapat dideteksi. Relay bucholz Bucholz relay dengan kode peralatan 62 adalah suatu relay yang digerakkan oleh timbulnya gas dan digunakan untuk melindungi dari segala gangguan di dalam transformator. maka akan timbul gelembung gas yang bergerak ke atas ke permukaan minyak ke udara luar melalui bucholz relay dimana aliran gas dideteksi oleh sebuah katup yang dapat memberikan alarm dan tripping dari pemutus tenaga (PMT). akan menimbulkan arus lebih (overcurrent) yang mengakibatkan pemanasan lebih. busur api listrik antar laminasi dan busur api listrik karena kontak yang kurang baik. Keadaan beban lebih (overload) berbeda dengan arus lebih (over current). Universitas Kristen Petra . pemanasan inti. Adapun relay-relay yang digunakan yaitu sebagai berikut: 1.2. Bila beban lebih besar daripada beban nominal. hubungan kontak yang kurang baik. Gas ini digunakan sebagai besaran ukur untuk menggerakkan relay. • Beban lebih (overload). dapat disebabkan oleh gangguan hubung singkat antar fasa atau gangguan fasa ke tanah di luar transformator. Relay Proteksi Transformator Untuk pengamankan transformator dari berbagai gangguan yang ada digunakan relay-relay yang mendukung agar bisa mendeteksi dan mengamankan gangguan tersebut. transformator dapat beroperasi secara kontinu pada beban nominal. Relay ini juga dapat digunakan untuk mendeteksi tinggi minyak di dalam trafo dan memberikan peringatan. 2. Ini akan menurunkan kemampuan isolasi. Gangguan di dalam trafo akan menyebabkan timbulnya gas yang segera akan bergerak ke atas. maka transformator akan overloading. hubung singkat antar fasa ke tanah. hubung singkat antar fasa.5. Gas ini timbul disebabkan karena hubung singkat antar lilitan dalam fasa. Jika terjadi gangguan di dalam trafo (internal fault) seperti: kerusakan isolasi antar gulungan. salah sambung dan lain-lain. tembusnya isolasi.47 • Gangguan di luar (external fault).

3. Apabila terjadi gangguan dalam transformator. maka timbul selisih antara arus yang masuk dan keluar dari transformator bersangkutan dan selisih arus inilah yang mengoperasikan relay ini. Transformer differensial relay Relay dengan kode peralatan 87T ini berfungsi melindungi tranformator terhadap gangguan dari dalam (internal) transformator tersebut. relay ini bisa digunakan sebagai back up bagi relay diferensial yang bekerja apabila terjadi perbedaan atau selisih arus. Universitas Kristen Petra . p. Protective Relay Application Guide. Gangguan yang membuat relay ini bekerja antara lain. Relay arus lebih (over current relay) Relay arus lebih dengan kode peralatan 50T ini yang digunakan untuk mengamankan terhadap gangguan yang terjadi di transformator.48 Gambar 2. Relay ini bekerja bila terdapat arus yang melebihi dari batas keamanan transformator. Relay bucholz Sumber: GEC ALSTHOM. Disisi lain. misalnya gangguan hubung singkat antar fasa di luar transformator atau pembebanan yang berlebihan pada transformator. flash over antara kumparan dengan kumparan atau kumparan dengan tangki atau belitan dengan belitan didalam kumparan ataupun beda kumparan.17.94 2.

pada transformer differential relay ini juga menggunakan setting slope. p. Gangguan hubung tanah adalah gangguan yang paling banyak terjadi misalnya gangguan satu fasa ke tanah. Rumus yang digunakan bila terjadi gangguan hubung singkat 1 fasa ke tanah yaitu sebagai berikut (Wasito. Over current ground fault relay Relay ini biasa disebut relay hubung tanah dengan kode peralatan 64TN ini berfungsi melindungi transformator terhadap gangguan hubung tanah yang terjadi di dalam maupun di luar transformator. p. Sama halnya dengan generator differential relay.10): Io = 3 x 1 x 3Z1 kVA base 3 x kVbase (2. Transformer Differensial Relay Sumber: GEC ALSTHOM.CT (trafo untuk menyamakan arus antara I1 dan I2) . Universitas Kristen Petra .Toleransi error pada tap changer transformator .283. Relay hubung tanah pada prinsipnya adalah Relay yang mendeteksi adanya arus urutan nol karena gangguan hubung tanah menghasilkan arus urutan nol.Ketidakseimbangan antar Aux.Toleransi error pada transformator arus (CT) 4. Dimana untuk setting slope pada relay ini yang harus diperhatikan hal berikut ini: .18. Protective Relay Application Guide.Ketidakseimbangan antara arus I1 dan I2 .17) Keterangan: Z0 = Z1 = Z2 = impedansi transformator.49 Gambar 2.

Koordinasi Pengaman Pengertian dari koordinasi pengaman yaitu terdapat 2 jenis atau lebih peralatan proteksi diantara titik kesalahan/gangguan (fault). Proteksi cadangan ini umumnya mempunyai perlambatan waktu (time delay). Pada suhu tertentu relay ini akan membunyikan alarm. Cara kerja dan fungsinya sama dengan relay suhu pada genarator. Dengan demikian maka hanya bagian yang mengalami gangguan saja yang dipisahkan atau diisolir dari sistem tersebut. Hal seperti ini disebut koordinasi selektif yang dimana merupakan kemampuan untuk menentukan pada titik mana terjadinya gangguan. 2. sehingga dapat ditentukan dengan tepat pemutus daya yang harus dibuka. Peralatan ini harus dikoordinasikan untuk memastikan bahwa peralatan yang berada di titik terdekat dengan gangguan harus dioperasikan terlebih dahulu. Protective Relay Application Guide.6. maka relay ini kemudian men-trip PMT transformator di sisi primer dan sekunder. Relay suhu Relay ini dengan kode peralatan 49T berfungsi mengukur suhu kumparan transformator. Over Current Ground Fault Relay Sumber: GEC ALSTHOM. dan jika proteksi utama gagal baru proteksi cadangan yang akan beroperasi. Relay pengaman dengan kemampuan selektif yang baik Universitas Kristen Petra . Kegagalan pada proteksi utama harus dapat diatasi. hal ini untuk memberikan kesempatan kepada proteksi utama beroperasi terlebih dahulu. p.50 Gambar 2.283 5.19. Jika suhu kumparan transformator terus naik. yaitu dengan proteksi cadangan (back up protection).

Karena gangguan berada di daerah stator maka yang bekerja sebagai relay utama adalah relay hubung tanah dan apabila relay hubung tanah tersebut gagal untuk mendeteksi maka relay cadangan (back up) yaitu relay arus lebih akan mendeteksi gangguan tersebut. Pada relay arus lebih ini Universitas Kristen Petra .1. Dari relay yang akan di setting tersebut maka bisa menentukan setting waktu yang digunakan agar relay cepat bekerja terhadap gangguan. setting arus bila terjadi arus gangguan yang melewati relay melebihi dari setting relay tersebut sehingga relay akan bekerja (mendeteksi). kemudian memerintahkan circuit breaker generator untuk membuka atau trip.6. Dan juga diperlukan waktu tunda (time delay) dari relay cadangan apabila relay utama mengalami gagal bekerja. 2. Berikut ini merupakan beberapa koordinasi relay di generator: • Adanya koordinasi antara relay hubung tanah (stator ground fault relay) dengan relay arus lebih (over current relay). Koordinasi Pengaman di Generator Adanya koordinasi pengaman di generator sangat diperlukan untuk menentukan setting relay yang akan digunakan agar dengan cepat merespon apabila terjadi gangguan. dimana apabila terjadi gangguan hubung singkat fasa ke tanah pada stator maka akan menimbulkan kenaikan arus di daerah stator sehingga diperlukan pengaman yang cepat dan tepat dalam bekerja. Untuk beberapa relay di generator yang bekerja apabila terjadi tegangan lebih (over voltage) atau tegangan kurang (under voltage) maka harus di setting tegangan yang baik agar relay dengan cepat mendeteksi adanya gangguan tegangan lebih atau tegangan kurang. Syarat yang diperlukan pada peralatan proteksi harus menilai atau menentukan pada saat beroperasi harus melihat pada nilai minimal overcurrent. nilai minimal waktu dan tetap pada kondisi selektif dari peralatan lain dalam suatu sistem sehingga setting arus dan setting waktu yang digunakan relay pengaman sangat diperlukan untuk menentukan respon bekerja dengan cepat apabila terjadi gangguan agar gangguan tersebut tidak menyebar merusak peralatan yang lain dalam sistem.51 dibutuhkan untuk mencapai keandalan sistem yang tinggi karena tindakan pengaman yang cepat dan tepat akan dapat memperkecil gangguan menjadi sekecil mungkin.

Sehingga bisa dikatakan bahwa relay ini hanya bekerja sendiri tanpa melibatkan relay lain karena relay ini bekerja sangat selektif dan cepat bekerja. • Untuk sistem koordinasi relay diferensial ini hanya berkoordinasi dengan pemutus tenaga atau circuit breaker generator (52G) tanpa berkoordinasi dengan relay yang lain. Biasanya differential relay yang berkoordinasi dengan over current relay ini digunakan pada sistem pembangkit listrik karena pada sistem pembangkit ini diharuskan mempunyai sistem yang aman untuk menangani semua jenis gangguan. Setting nilai arus dan waktu pada relay hubung tanah tentunya lebih cepat daripada relay arus lebih dalam mendeteksi gangguan. 2. differential relay ini bisa koordinasikan dengan over current relay sebagai relay back up apabila differential relay ini gagal bekerja sehingga sistem tersebut sangat aman dan terlindungi.2. tidak dapat digunakan sebagai pengaman cadangan dan daerah pengamannya dibatasi oleh sepasang trafo arus (CT) yang mempunyai spesifikasi sama dimana differential relay itu dipasang. Differential relay ini digunakan sebagai pengaman utama. Koordinasi Pengaman Antara Generator-Tranformator Step Up Pada pengaman yang ada antara generator-transformator step up yaitu menggunakan transformer differentiall relay (87T) yang digunakan untuk mendeteksi gangguan pada bagian internal transformator.52 diberi waktu tunda (time delay) agar memberikan kesempatan relay utama bekerja terlebih dahulu. Pada relay diferensial transformator ini mempunyai trafo arus (CT) yang terletak di dua tempat yaitu di daerah LV (Low Voltage) 11 KV yang terletak di sisi sebelum circuit breaker generator yang berguna apabila terjadi gangguan maka dengan cepat menggerakkan ciruit breaker generator (52G) untuk membuka atau trip sehingga tidak ada tegangan lagi yang akan lewat menuju transformator step up dan yang kedua terletak di daerah HV (High Voltage) 150 kV yang bila ada gangguan di internal transformator tadi akan menggerakkan circuit breaker 52L yang berada Universitas Kristen Petra . Akan tetapi dibeberapa sistem tenaga listrik. tidak perlu dirangkaikan dengan relay lain.6. Setelah relay utama bekerja maka secara otomatis memerintahkan circuit breaker generator (52G) untuk membuka atau trip.

7.21) Z Ohm (pu) Z base Rumus apabila harga dasar sistem berubah : Z pu = Zbaru (pu) = Zlama  kV lama dasar  2  kVAbaru dasar    ×   kV baru dasar   kVAlama dasar      (2.53 di daerah switchyard.22) Universitas Kristen Petra . 2.19) I base = kVA base 3kVbase (A) Z base = (kVbase ) 2 × 1000 (Ohm) kVA base (2. Antara koordinasi relay diferensial (87T) dengan circuit breaker generator harus berjalan dengan baik agar apabila terjadi gangguan hubung singkat di dalam transformator.190): Z(pu) = Atau: impedansi sebenarnya (pu) impedansi dasar (2. D. Untuk koordinasi yang ada apabila terjadi gangguan seperti tadi maka untuk setting waktu dari relay yang ada akan bersamaan untuk menggerakkan circuit breaker generator yang terletak di sisi LV dan circuit breaker di sisi HV. J.18) (2. p. W. Berikut ini merupakan rumus-rumus pada sistem tiga fasa (Blackburn.Lewis 40): Rumus: kVAbase = 3 x kVbase x Ibase (2. Sistem Per Unit ( PU ) Harga per-unit adalah harga yang sebenarnya dibagi harga dasar dari sistem.20) Impedansi per-unit dari suatu elemen rangkaian dengan menggunakan rumus (Stevenson Jr.