P. 1
contoh artikel

contoh artikel

|Views: 139|Likes:
Published by Hidayat Wahyu

More info:

Published by: Hidayat Wahyu on May 13, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/16/2013

pdf

text

original

Artikel: PENDIDIKAN NASIONAL YANG BERMORAL

Tanggal: 23 January 2003 Judul Artikel: PENDIDIKAN NASIONAL YANG BERMORAL Topik: Pendidikan Nasional Artikel: Oleh Amirul Mukminin Memang harus kita akui ada diantara (oknum) generasi muda saat ini yang mudah emosi dan lebih mengutamakan otot daripada akal pikiran. Kita lihat saja, tawuran bukan lagi milik pelajar SMP dan SLTA tapi sudah merambah dunia kampus (masih ingat kematian seorang mahasiswa di Universitas Jambi, awal tahun 2002 akibat perkelahian didalam kampus). Atau kita jarang (atau belum pernah) melihat demonstrasi yang santun dan tidak menggangu orang lain baik kata-kata yang diucapkan dan prilaku yang ditampilkan. Kita juga kadang-kadang jadi ragu apakah demonstrasi yang dilakukan mahasiswa murni untuk kepentingan rakyat atau pesanan sang pejabat. Selain itu, berita-berita mengenai tindakan pencurian kendaraan baik roda dua maupun empat, penguna narkoba atau bahkan pengedar, pemerasan dan perampokan yang hampir setiap hari mewarnai tiap lini kehidupan di negara kita tercinta ini banyak dilakukan oleh oknum golongan terpelajar. Semua ini jadi tanda tanya besar kenapa hal tersebut terjadi?. Apakah dunia Pendidikan (dari SD sampai PT) kita sudah tidak lagi mengajarkan tata susila dan prinsip saling sayang - menyayangi kepada siswa atau mahasiswanya atau kurikulum pendidikan tinggi sudah melupakan prinsip kerukunan antar sesama? Atau inikah hasil dari sistim pendidikan kita selama ini ? atau Inikah akibat perilaku para pejabat kita? Dilain pihak, tindakan korupsi, kolusi dan nepotisme yang membuat bangsa ini morat-marit dengan segala permasalahanya baik dalam bidang keamanan, politik, ekonomi, sosial budaya serta pendidikan banyak dilakukan oleh orang orang yang mempunyai latar belakang pendidikan

Seharusnya pendidikan nasional kita mampu menciptakan pribadi (generasi penerus) yang bermoral.Tapi kenyataanya bisa kita lihat saat ini. berbudi pekerti luhur. tahu malu dan tidak arogan serta mementingkan kepentingan bangsa bukan pribadi atau kelompok. kolusi dan nepotisme baik di legislative. Pertama. mandiri. mereka bergelar dari S1 sampai Prof. Pendidikan pada hakikatnya adalah alat untuk menyiapkan sumber daya manusia yang bermoral dan berkualitas unggul. berakhlak mulia. melalui pendidikan nasional yang bermoral (saya tidak ingin mengatakan bahwa pendidikan kita saat ini tidak bermoral. jujur. Dr. hidup dan dibesarkan di dalam bumi republik ini. yang tinggal. Sehingga kapan krisis multidimensi inI akan berakhir belum ada tandatandanya. bertengkar ketika sidang. santun. anggota dewan terlibat narkoba. namun kenyataanya demikian di masyarakat). Dan masih ingatkah ketika terjadi jual beli kata-kata umpatan ("bangsat") dalam sidang kasus Bulog yang dilakukan oleh orang-orang yang mengerti hukum dan berpendidikan tinggi. ekskutif dan yudikatif semuanya orang-orang yang berpendidikan bahkan tidak tanggungtanggung. Dan parahnya. Contoh lainnya. Untuk menyiapkan generasi penerus yang bermoral. Lalu apa hubungannya Pendidikan Nasional dan Nasib Generasi Penerus? Hubungannya sangat erat. gontokgontokan dalam tubuh partai karena memperebutkan posisi tertentu (Bagaimana mau memperjuangkan aspirasi rakyat kalau dalam diri partai saja belum kompak). Apa yang telah terjadi pada Bangsa Indonesia saat ini adalah sebagai sumbangan pendidikan nasional kita selama ini. beretika. ada partai kembar . era reformasi bukannya berkurang tapi malah tambah jadi. Pendidikan nasional selama ini telah mengeyampingkan banyak hal. PERLU PENDIDIKAN YANG BERMORAL Kita dan saya sebagai Generasi Muda sangat perihatin dengan keadaan generasi penerus atau calon generasi penerus Bangsa Indonesai saat ini.tinggi baik dalam negri maupun luar negri. kelas jauh. Apakah orang-orang seperti ini yang kita andalkan untuk membawa bangsa ini kedepan? Apakah mereka tidak sadar tindak-tanduk mereka akan ditiru oleh generasi muda saat ini dimasa yang akan datang? Dalam dunia pendidikan sendiri terjadi penyimpangan-penyimpang yang sangat parah seperti penjualan gelar akademik dari S1 sampai S3 bahkan professor (dan anehnya pelakunya adalah orang yang mengerti tentang pendidikan). sopan. beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa perlu dilakukan hal-hal yang memungkin hal itu terjadi walaupun memakan waktu lama. Dan sumber daya manusia tersebut merupakan refleksi nyata dari apa yang telah pendidikan sumbangankan untuk kemajuan atau kemunduran suatu bangsa. matang dan dewasa. Pejabat yang melakukan korupsi. guru/dosen yang curang dengan . dalam bidang politik lebih parah lagi. berperilaku santun.

tidak plin-plan. tidak curang. santun.sering datang terlambat untuk mengajar. jujur. Dimana proses pendidikan harus bisa membawa peserta didik kearah kedewasaan. ada rasa malu. berlaku adil dan ramah di dalam kelas. anggaran pendidikan sudah ditingkatkan dan fasilitas sudah dilengkapi dan gaji guru/dosen sudah dinaikkan. setiap awal tahun ajaran baru. tahu malu. mengubah nilai supaya bisa masuk sekolah favorit. kalau perlu nyuap. NEM sudah tidak dipakai lagi. peningkatan anggaran pendidikan. tidak arogan. proses transformasi ilmu pengetahuan kepada peserta didik harus dilakukan dengan gaya dan cara yang bermoral pula. berahklak mulia. Perilaku para orang tua seperti ini (khususnya kalangan berduit) secara tidak langsung sudah mengajari anak-anak mereka bagaimana melakukan kecurangan dan penipuan. perbaikan fasilitas. berahklak mulia. Kalaupun NEM anaknya rendah. bertakwa. entah apalagi cara mereka). sama parahnya. tidak memaksakan kehendak. displin. Dimana ketika berlangsung proses tranformasi ilmu pengetahuan di SD sampai PT sang pendidik harus memiliki moralitas yang bisa dijadikan panutan oleh peserta didik. kalau perlu didongkrak supaya bisa masuk sekolah-sekolah favorit. Seorang pendidik harus jujur. tidak plin plan. masyarakat atau bangsa setelah menyelesaikan pendidikannya. Kedua. Misalkan kurikulum sudah dirubah. Di pendidikan tingkat menengah sampai dasar. Kalau perlu bangsa ini tidak lagi mengandalkan utang untuk pembangunan. Kembali ke pendidikan nasional yang bermoral (yang saya maksud adalah pendidikan yang bisa mencetak generasi muda dari SD sampai PT yang bermoral. mereka bisa membangun bangsa ini dengan kekayaan yang kita miliki dan dihargai didunia internasional. keluarga dan masyarakat. menjiplak skripsi atau tesis. berbudi pekerti luhur sehingga mereka tidak lagi bergantung kepada keluarga. Perubahan dalam pendidikan nasional jangan hanya terpaku pada perubahan kurikulum. Negara kita belum tentu moratmarit seperti ini. rasanya perubahan-perubahan . nyuap untuk jadi pegawai negeri atau nyuap untuk naik pangkat sehingga ada kenaikan pangkat ala Naga Bonar. kemandirian dan bertanggung jawab. Sehingga negara lain tidak seenaknya mendikte Bangsa ini dalam berbagai bidang kehidupan.Tetapi sebaliknya. berperilaku santun. cara yang paling praktis adalah mencari lobby untuk memasukan anaknya ke sekolah yang diinginkan. Kalau pendidik mulai dari guru SD sampai PT memiliki sifat-sifat seperti diatas. Dan banyak lagi yang tidak perlu saya sebutkan satu per satu dalam tulisan ini. Dengan kata lain. Para orang tua murid sibuk mengurusi NEM anaknya (untungsnya. Namun kalau pendidik (guru atau dosen) dan birokrat pendidikan serta para pembuat kebijakan belum memiliki sifat-sifat seperti diatas. (makanya tidak aneh sekarang ini banyak oknum pejabat jadi penipu dan pembohong rakyat).

tetapi ada juga yang diunggul-unggulkan karena KKN. Dalam hal ini saya tidak berpretensi menyudutkan guru atau dosen dan birokrat pendidikan serta pembuat kebijakan sebagai penyebab terpuruknya proses pendidikan di Indonesia saat ini. Kalau mau membuat perbedaan. Yang masuk di kelas unggulan belum tentu memang unggul. tapi para orang tua mereka mencari jalan bagaimana supaya anaknya bisa masuk kelas tersebut. Selain itu. Dengan anggaran sekitar 6% saja KKN sudah merajalela. Tapi adanya oknum yang berperilaku menyimpang dan tidak bermoral harus segera mengubah diri sedini mungkin kalau menginginkan generasi seperti diatas. ada beberapa guru saya sangat sering memanggil teman saya maju kedepan untuk mencatat dipapan tulis atau menjawab pertanyaan karena dia pintar dan anak orang kaya. Jangan hanya mengadopsi sistem bangsa lain yang belum tentu cocok dengan karakter bangsa kita. yang sibuk bukan peserta didik. anggaran pendidikan yang tinggi belum tentu akan mengubah dengan cepat kondisi pendidikan kita saat ini. Jadi. Karena itu. Sehingga generasi muda kita secara tidak langsung sudah diajari bagaimana berlaku tidak adil dan membuat perbedaan. iri dan putus asa sehingga timbul pertanyaan mengapa sang guru tidak memangil saya atau yang lain. Malah anggaran yang tinggi akan menimbulkan KKN yang lebih lagi jika tidak ada kontrol yang ketat dan moralitas yang tinggi dari penguna anggaran tersebut. Ketiga. apalagi 20-25%. pembukaan kelas unggulan dan akselerasi perlu ditinjau kembali kalau perlu hilangkan saja.tersebut akan sia-sia. rendah diri. . Hal ini juga berlanjut sampai saya kuliah di perguruan tinggi. dewasa dan bertanggungjawab. Implementasi di lapangan akan jauh dari yang diharapkan Dan akibat yang ditimbulkan oleh proses pendidikan pada generasi muda akan sama seperti sekarang ini. Yang tidak masuk kelas unggulan belum tentu karena tidak unggul otaknya tapi karena dananya tidak unggul. pembukaan kelas unggulan atau kelas akselerasi hanya akan membuat kesenjangan sosial diantara peserta didik. bermoral. buatlah perbedaan yang bisa menumbuhkan peserta didik yang mandiri. orang tua dan masyarakat. Yang saya rasakan adalah sedih. Berlaku adil dan Hilangkan perbedaan. Ketika saya masih di SD dulu.? Apakah pendidikan hanya untuk orang yang pintar dan kaya? Dan mengapa saya tidak jadi orang pintar dan kaya seperti teman saya? Bisakah saya jadi orang pintar dengan cara yang demikian? Dengan contoh yang saya rasakan ini (dan banyak contoh lain yang sebenarnya ingin saya ungkapkan). Apakah hanya yang pintar atau anak orang kaya saja yang pantas mendapat perlakuan seperti itu. saya ingin memberikan gambaran bahwa pendidikan nasional kita telah berlaku tidak adil dan membuat perbedaan diantara peserta didik. Begitu juga kelas akselerasi.

Pokoknya semuanya mendukung kepentingan rakyat. Karena dia sering protes pada guru ketika belajar dan tidak ikut les dirumah guru tersebut. berakhlak mulia. lain dulu lain sekarang. berbudi pekerti luhur. berbudi pekerti luhur. bermoral dan taat hukum. Selanjutnya. bermoral. Sebelum diangkat jadi pejabat mereka umbar janji kepada rakyat. Jadi jangan salahkan jika generasi mudah saat ini meniru apa yang mereka (pejabat) telah lakukan . Apabila tetap mereka lakukan. Namun perilaku pejabat kita. tahu malu dan tidak arogan serta mementingkan kepentingan bangsa bukan pribadi atau kelompok. bermoral. nanti begini. tahu malu dan tidak arogan serta mementingkan kepentingan bangsa bukan pribadi atau kelompok kepada generasi muda mulai saat ini. Jadi kalau mereka terbukti salah melakukan korupsi. Karena mereka telah merasakan. berakhlak mulia. Maka semua pejabat yang memegang jabatan baik legislative. melihat dan mengalami yang telah pejabat lakukan terhadap bangsa ini. berbudi pekerti luhur.Contoh lain lagi . berprilaku santun. jangan cari alasan untuk menghindar. ekskutif maupun yudikatif harus berbenah diri dan memberi contoh dulu bagaimana jujur. Kalau ke kantor hanya untuk tidur . Sedih juga melihatnya. seorang dosen marah-marah karena beberapa mahasiswa tidak membawa kamus. Inikan! contoh paling sederhana bahwa pendidikan nasional kita belum mengajarkan bagaimana berlaku adil dan menghilangkan Perbedaan. tahu malu dan tidak arogan serta mementingkan kepentingan bangsa bukan pribadi atau kelompok. Karena mereka semua adalah orang-orang yang berpendidikan dan tidak sedikit pejabat yang bergelar Prof. berakhlak mulia. berperilaku santun. Dan setelah diangkat. PEJABAT HARUS SEGERA BERBENAH DIRI DAN MENGUBAH PERILAKU Kalau kita menginginkan generasi penerus yang bermoral. kolusi dan nepotisme. Jangan bohong dan curang. lain lagi perbuatannya. Mereka harus membuktikan bahwa mereka adalah hasil dari sistim pendidikan nasional selama ini. berperilaku santun. Contoh sederhana. kita sering melihat di TV ruangan rapat anggota DPR (DPRD) banyak yang kosong atau ada yang tidur-tiduran. Padahal mereka sudah digaji. jujur. Tunjukan bahwa mereka orang yang berpendidikan . nanti begitu. bagaimana mau memperjuangkan kepentingan rakyat. Padahal Dia sendiri tidak pernah membawa kamus ke kelas. Dr. Karena rakyat menaruh kepercayaan terhadap mereka mau dibawah kemana negara ini kedepan. semua pejabat di negara ini mulai saat ini harus bertanggungjawab dan konsisten dengan ucapannya kepada rakyat. Dan seorang siswa yang pernah belajar dengan saya datang dengan menangis memberitahu bahwa nilai Bahasa Inggrisnya 6 yang seharusnya 9. sama saja secara tidak langsung mereka (pejabat) sudah memberikan contoh kepada generasi penerus bahwa pendidikan tinggi bukan jaminan orang untuk jujur. (bukan gelar yang dibeli obral). bermoral.

eksekutif dan yudikatif harus segera menghentikan segala bentuk petualangan mereka yang hanya ingin mengejar kepentingan pribadi atau kelompok sesaat dengan mengorbankan kepentingan negara. mulai sekarang. Atau ada pengumuman di Koran. Karena itu. Tapi beberapa minggu atau bulan berikutnya. apabila kita ingin mencetak generasi penerus yang mandiri.atau tidak datang sama sekali. Manejer LPK Bahasa Inggris -MEC di Jambi . radio atau TV tidak ada kenaikan BBM. bermoral. berbudi pekerti luhur. tiba-tiba naik dengan alasan tertentu. bermoral. Padahal pejabat tersebut seorang yang bergelar S2 atau bahkan Prof. jangan hanya menuntut generasi muda untuk berperilaku jujur. berprilaku santun. Sehingga generasi muda Indonesia memiliki panutan-panutan yang bisa diandalkan untuk membangun bangsa ini kedepan. Jadi jangan salahkan mahasiswa atau rakyat demonstrasi dengan mengeluarkan kata-kata atau perilaku yang kurang etis terhadap pejabat. Tapi para pemimpin bangsa ini tidak melakukannya. Maka harapan tinggal harapan saja. tahu malu dan tidak arogan serta mementingkan kepentingan bangsa bukan pribadi atau kelompok. dewasa dan bertanggung jawab. Amirul Mukminin Staf Pengajar UPT . Inikah orang-orang yang dihasilkan oleh pendidikan nasional kita selama ini? Harapan Dengan demikian. Dr. Karena pejabat itu sendiri tidak konsisten. TDL atau tariff air minum.Kebahasaan UNJA /ASM Jambi. semua pejabat mulai dari level tertinggi hingga terendah di legislative. Semua yang terlibat dalam dunia pendidikan Indonesia harus mampu memberikan suri tauladan yang bisa jadi panutan generasi muda. Konsekwensinya. berakhlak mulia.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->