APA ITU POSYANDU ?

Posyandu merupakan salah satu bentuk upaya pelayanan kesehatan yang dilaksanakan oleh, dari dan bersama masyarakat, untuk memberdayakan masyarakat dan memberikan kemudahan kepada masyarakat guna memperoleh layanan kesehatan bagi ibu dan anak balita. Pelayanan kesehatan apa saja yang bisa diperoleh di POSYANDU? Di Posyandu, kita bisa mendapatkan 5 pelayanan kesehatan utama yaitu: • Kesehatan Ibu dan Anak. • Keluarga Berencana ( KB ) • Imunisasi. • Gizi. •Pencegahan dan penanggulangan Diare. Siapa saja yang menjadi pengunjung POSYANDU? Semua anggota masyarakat terutama: • Bayi dan anak balita. • Ibu hamil, ibu melahirkan, Ibu nifas, dan ibu rnenyusui • Pasangan Usia Subur (PUS). • Pengasuh Anak.

Apa saja Manfaat POSYANDU? 1. Pertumbahan anak balita terpantau sehingga tidak menderita gizi kurang/gizi buruk. 2. Bayi dan anak balita mendapat Kapsul Vitamin A setiap bulan Februari dan Agustus. 3. Bayi memperoleh imunisasi lengkap. 4.Ibu hamil terpantau berat badannya dan memperoleh Tablet Tambah Darah serja imunisasi Tetanus Toxoid. 5. Ibu nifas memperoleh Kapsul Vitamin A dan Tablet Tambah Darah. 6. Memperoleh penyuluhan kesehatan tentang kesehatan ibu dan anak.

Bidan desa. oleh masyarakat dan untuk masyarakat dengan dukungan pelayanan serta pembinaan teknis dari petugas kesehatan dan keluarga berencana Tujuan penyelenggara Posyandu… 1. Apabila terdapat kelainan pada anak balita. ibu nifas dan ibu menyusui akan dirujuk ke Puskesmas 8. Meja II : Penimbangan Meja III : Pengisian KMS Meja IV : Penyuluhan perorangan berdasarkan KMS. yang dibantu Petugas KB-Kes (Puskesmas). Siapa saja yang menyelenggarakan Posyandu? Kegiatan rutin Posyandu dilaksanakan ole kader Posyandu dengan bimbingan dari petugas Puskesmas Kapan POSYANDU diselenggarakan ? Penyelenggaraan Posyandu dilaksanikan satu kali dalam sebulan tetapi jika dianggap periu maka dapat dilakukan lebinaari satu kali dalam sebulan.7. 1. Pengertian Posyandu adalah suatu wadah komunikasi alih teknologi dalam pelayanan kesehatan masyarakat dari Keluarga Berencana dari masyarakat. Ketua Pelaksana : Ketua Tim Penggerak PKK 4. melahirkan dan nifas) 2. A D V E R TI S E M E N T Pengelola Posyandu. Angka Kematian Ibu ( ibu Hamil. Meja V : Pelayanan KB dan Kesehatan Petugas pada Meja I s/d IV dilaksanakan oleh kader Posyandu sedangkan Meja V merupakan meja pelayanan paramedis (Juru imunisasi. Membudayakan NKKBS. perawat dan petugas KB). Penggungjawab operasional : Tokoh Masyarakat 3. petugas gizi. Sekretaris : Ketua Pokja IV Kelurahan/desa 5. . ibu hamil. Menurunkan Angka Kematian Bayi (AKB). Pelaksana: Kader PKK. Dapat berbagi pengetahuan dan pengalaman tentang kesehatan ibu dan anak batita. Penanggungjawab umum : Kades/Lurah 2. sistem 5 (lima) meja yaitu : Meja I : Pendaftaran.

6) Berpenampilan ramah dan simpatik. lmunisasi. KIA 2. Penggungjawab operasional : Tokoh Masyarakat 3. KB 3. b. 1. a. Meja II : Penimbangan Meja III : Pengisian KMS Meja IV : Penyuluhan perorangan berdasarkan KMS. Gerakan Ketahanan Keluarga dan Gerakan Ekonomi Keluarga Sejahtera. Pelaksanaan Kegiatan Posyandu. 5) Bertempat tinggal di wilayah Posyandu. 4) Mempunyai waktu yang cukup. Tim Penggerak PKK Desa/Kelurahan serta petugas kesehatan dari Puskesmas. 5. Posyandu dilaksanakan sebulan sekali yang ditentukan oleh Kader. Kegiatan Pokok Posyandu : 1. d. Pembentukan Posyandu. Kriteria kader Posyandu : 1) Dapat membaca dan menulis. Ketua Pelaksana : Ketua Tim Penggerak PKK 4. Meja V : Pelayanan KB & Kes : • Imunisasi . 1. Gizi. Penggulangan Diare. Meningkatkan peran serta dan kemampuan masyarakat untuk mengembangkan kegiatan kesehatan dan KB Berta kegiatan lainnya yang menunjang untuk tercapainya masyarakat sehat sejahtera. c. 2) Berjiwa sosial dan mau bekerja secara relawan. Sekretaris : Ketua Pokja IV Kelurahan/desa 5. 2) Survey mawas diri yang dilaksanakan oleh kader PKK di bawah bimbingan teknis unsur kesehatan dan KB . 3) Musyawarah masyarakat desa membicarakan hasil survey mawas diri. Penanggungjawab umum : Kades/Lurah 2. 5) Pelatihan kader Posyandu. dilakukan pelayanan masyarakat dengan system 5 meja yaitu : Meja I : Pendaftaran. 7) Diterima masyarakat setempat. Pembentukan Posyandu sebaiknya tidak terlalu dekat dengan Puskesmas agar pendekatan pelayanan kesehatan terhadap masyarakat lebih tercapai sedangkan satu Posyandu melayani 100 balita. Pelaksana: Kader PKK. biaya posyandu 4) Pemilihan kader Posyandu. sarana dan prasarana posyandu. Langkah – langkah pembentukan : 1) Pertemuan lintas program dan lintas sektoral tingkat kecamatan. Kriteria pembentukan Pos syandu. 6) Pembinaan. yang dibantu Petugas KB-Kes (Puskesmas). Pengelola Posyandu. 4. 3) Mengetahui adat istiadat serta kebiasaan masyarakat. 4. Berfungsi sebagai Wahana Gerakan Reproduksi Keluarga Sejahtera.3.

Bindes. Pemberian Oralit dan pengobatan. • Penimbangan balita rutin perbulan sebagai pemantau kesehatan balita melalui pertambahan berat badan setiap bulan. • WUS dan PUS. OLeh sebab itu Sistem Informasi Posyandu merupakan bagian penting dari pembinaan Posyandu secara keseluruhan. perawat dan petugas KB). Dana pelaksanaan Posyandu berasal dari swadaya masyarakat melalui gotong royong dengan kegiatan jimpitan beras dan hasil potensi desa lainnya serta sumbangan dari donatur yang tidak mengikat yang dihimpunan melalui kegiatan Dana Sehat. SISTEM INFORMASI POSYANDU (SIP) Sistem informasi Posyandu adalah rangkaian kegiatan untuk menghasilkan informasi yang sesuai dengan kebutuhan secara tepat guna dan tepat waktu bagi pengelola Posyandu. akurat dan aktual. Keberhasilan program terlihat melalui grafik pada kartu KMS setiap bulan. Sasaran Posyandu : • Bayi/Balita. Keberhasilan Posyandu berdasarkan : 1 ) D / S : baik/kurangnya peran serta masyarakat 2) N / D : Berhasil tidaknyaProgram posyandu Petugas pada Meja I s/d IV dilaksanakan oleh Kader PKK sedangkan meja V merupakan meja pelayanan para medis (Jurim. N : Balita yang naik berat badannya. Perawat clan Petugas KB) f. Kosultasi KB-Kesehatan Petugas pada Meja I s/d IV dilaksanakan oleh kader PKK sedangkan Meja V merupakan meja pelayanan paramedis (Jurim. D : Balita yang ditimbang. Dengan kata lain pembinaan merupakan jalan keluar dari permasalahan yang dihadapi karena didasarkan pada informasi yang tepat. K : Semua balita yang memiliki KMS.• • • • Pemberian vitamin A Dosis Tinggi berupa obat tetes ke mulut tiap bulan Februari dan Agustus. Keluarga berencana. • Ibu hamil/ibu menyusui. 2. Keberhasilan Posyandu tergambar melalui cakupan SKDN S : Semua baita diwilayah kerja Posyandu. Konkritnya. pembagian Pil KB dan Kondom. Pembagian pil atau kondom Pengobatan ringan. Dana. Mekanisme Operasional SIP : 1) 2) 3) . Penyuluhan kesehatan lingkungan dan penyuluhan pribadi sesuai permasalahan dilaksanakan oleh kader PKK melalui meja IV dengan materi dasar dari KMS baita dan ibu hamil. pembinaan akan lebih terarah apabila di dasarkan pada informasi yang lengkap. Bindes. baik dalam lingkup terbatas maupun lingkup yang lebih luas. a. Peserta Posyandu mendapat pelayanan meliputi : 1) Kesehatan ibu dan anak : • Pemberian pil tambah darah (ibu hamil) • Pemberian vitamin A dosis tinggi ( bulan vitamin A pada bulan Februarii dan Agustus) • PMT • Imunisasi.

Register anak balita dalam wilayah kerja Posyandu bulan Januari s/d Desember. b. PPLKB. • memiliki Dana Sehat dan JPKM yang mantap. Instrumen/format SIP diatas oleh kader Posyandu dengan bimbingan teknis dari petugas kesehatan/PLKB 2. e. Posyandu Mandiri : • kegiatan secara terahir dan mantap • cakupan program/kegiatan baik. 2) Pengumpul data dan informasi adalah Tim Penggerak PKK dengan menggunakan instrumen : a. Posyandu Pratama : • belum mantap. 2. 2. Catatan : 1. f. Kaurbang mengambil data dari desa untuk dianalisis dan kemudian menjadi bahan rakor Posyandu di tingkat kecamatan. • kader terbatas. c. Tim Penggerak PKK Desa/Kelurahan bertanggungjawab dalam hal : a.1) Pemerintah Desa/kelurahan bertanggung jawab atas tersediannya data dan informasi Posyandu. Data pengunjung petugas Posyandu. Register Ibu hamil dalam wilayah kerja Posyandu bulan Januari s/d Desember. Posyandu Purnama : • kegiatan sudah teratur. STRATA POSYANDU dikelompokkan menjadi 4 : 1. d.PUS alam wilayah ketiga Posyandu bulan Januari s/d Desember. • jumlah kader 5 orang • mempunyai program tambahan 4. b. Masalah-masalah yang dapat diatasi oleh Pemerintah Tingkat Kecamatan segera diambil langkah pemecahannya sedangkan yang tidak dapat dipecahkan dilaporkan ke tingkat Kabupaten/Kotamadya sebagai bahan Rakorbang Tingkat ll. kelahiran dan kematian bayi dan kematian ibu hamil melahirkan dan nifas. Menyimpulkan seluruh data dan informasi. • cakupan program/kegiatannya baik. Register WUS. c. Menyusun data dan informasi sebagai bahan pertemuan ditingkat kecamatan (Rakorbang). Catatan ibu hamil. kelahiran /kematian dan nifas oleh ketua kelompok Dasa Wisma (kader PKK) . Puskesmas. • kegiatan belum rutin. Register bayi dalam wilayah kerja Posyandu bulan Januari s/d Desember. Posyandu Madya : • kegiatan lebih teratur • Jumlah kader 5 orang 3. Data hasil kegiatan Posyandu. Menghimpun data dan informasi dari seluruh Posyandu yang ada dalam wilayah desa/kelurahan. Hasil analisis digunakan sebagai bahan menyusunan rencana pembinaan. . g. 1.

susunan kepengurusan PKK sebagai berikut : • Ketua. • Ketua Pokja IV dan anggota. Posyandu akan mencapai strata Posyandu Mandiri sangat tergantung kepada kemampuan. Jumlah kader yang bertugas. Kelompok Kerja (Pokja II) membidangi • Pendidikan dan keterampilan. 2. • Ketua Pokja III dan anggota. • Bendara Wakil Bendahara • Ketua Pokja I dan anggota • Ketua Pokja II dan anggota. PEMBINAAN KFSEJAHTERAAN KELUARGA PKK adalah gerakan pembangunan masyarakat yang tumbuh dari bawah dengan wanita sebagai motor penggerakan untuk membangun keluarga sebagai unit atau kelompok terkecil dalam masyarakat dan bertujuan membantu pemerintah untuk ikut serta memperbaiki dan membina tata kehidupan dan penghidupan keluarga yang dijiwai oleh Pancasila menuju terwujudnya keluarga yang dapat menikmati keselamatan. ketenangan dan ketentraman hidup lahir dan bathin (keluarga sejahtera). Dana sehat/JPKM. 8. 3. Jumlah buka Posyandu pertahun. Cakupan kegiatan. 6. Pangan 4. 2. Wakil Sekretaris. Pengembangan kehidupan berkoperasi.K. Program P. Gotong royong 3. dapat disimpulkan beberapa indikator sebagai penentu jenjang antar strata Posyandu adalah : 1. Perumahan dan tatalaksana rumah tangga. Sekretaris. 5. Sepuluh (10) program pokok PKK tertuang ke dalam 4 (empat) kelompok kerja (Pokja) yaitu : 1. Kesehatan. keterampilan diiringi rasa memiliki serta tanggungjawab kader PKK. Kelompok kerja I (Pokja I) membidangi : • Penghayatan Pengamalan Pancasila • Gotong royong. 4. Program tersebut bukan urut-urutan tetapi program yang satu terkait dengan program yang lain dan setiap program dapat berkembang sesuai kemajuan perkembangan pembangunan daerah setempat sehingga 10 program pokok dapat menjadi berbagai kegiatan. 4. 5. Tim Penggerak PKK memiliki 10 program pokok PKK sebagai berikut : 1. 9.K. Pendidikan dan keterampilan 7. Wakil Ketua • Sekretaris. LPM sebagai pengelola dan masyarakat sebagai pemakai dari pendukung Posyandu. 2. • Pengembangan kehidupan berkoperasi. Kelestarian lingkungan hidup.Dari konsep diatas. Kelompok Kerja (Pokja I) membidangi : . 3. Penghayatan dan l Pengamanan Pancasila. Bendahara clan anggota adalah dari tokoh masyarakat setempat. Sandang. 10. Program tambahan. Perencanaan sehat. Sebagai Ketua disemua tingkatan dijabat secara funsional oleh istri Kepala Pemerintahan Daerah setempat sampai ke tingkat Desa/Kelurahan sedangkan yang menjadi Wakil Ketua.

com/2008/04/19/serba-serbi-posyandu/ http://gafuri46. ibu meneteki (buteki) dan ibu nifas. Kelompok KerjaIV (Pokja IV) membidangi : • Kesehatan. • Perencanaan sehat. Disamping adanya Tim Penggerak PKK Desa/Kelurahan terdapat pula kelompok PKK didusun/lingkungan dan kelompok Dasa Wisma terdiri dari 10 s/d 20 Kepala Keluarga yang ketuanya diangkat dari salah seorang dari 10 atau 20 KK tersebut yang bertugas dalam melaksanakan dan membina kegiatan program Pokok PKK dan pengembangannya dicatat dalam 3 (tiga) buku catatan ketua Kelompok Dasa Wisma yaitu : 1. Secara khusus Kelompok Kerja IV (Pokja IV) yang bertanggung jawab dalam pelaksanaan posyandu bersama dengan kader PKK khusus Posyandu serta LPM.wordpress. http://iinaza. Menurutnya terjadinya pergeseranpergeseran dalam ketujuh dimensi tersebut mengakibatkan bergesernya sosiologi medis menjadi sosiologi kesehatan. Twaddle merinci tujuh dimensi yang membedakan sosiologi kesehatan dengan sosiologi medis. Buku catatan keluarga mencatat data keluarga secara lengkap. 2. yang terutama dimotivasi oleh suatu masalah sosiologi. . 4. sedangkan sosiologi dalam kesehatan adalah penelitian dan pengajaran yang lebih bercirikan keintiman.wordpress. Ketiga buku catalan kelompok Dasa Wisma merupakan salah satu format SIP. Menurut Wolinsky orientasi para ahli sosiologi kesehatan lebih tertuju pada masalah kesehatan. 3. • Kelestarian lingkungan hidup. sosiologi kesehatan merupakan bidang yang muda hingga kini bidang sosiologi medis masih tetap dominan. Buku catatan kegiatan keluarga mencatat kegiatan kehidupan keluarga. Buku catatan kelahiran dan kamatian bayi. bukan pada masalah sosiologi sehingga sosiologi kesehatan cenderung miskin teori. Namun. terapan dan kebersamaan yang terutama didorong oleh adanya masalah kesehatan. ibu hamil.• Sandang • Pangan • Perumahan dan tatalaksana rumah tangga.com/2012/01/10/sekilas-tentang-posyandu/ sosiologi menurut para ahli Menurut Wilson sosiologi mengenai kesehatan adalah pengamatan dan analisis dengan mengambil jarak.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful