P. 1
cara ekspor01

cara ekspor01

|Views: 54|Likes:
Published by Mustofa Bisri

More info:

Published by: Mustofa Bisri on May 13, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/13/2012

pdf

text

original

BAB IV SIMULASI PENGISIAN FORM PEMBERITAHUAN EKSPOR BARANG UNTUK UKM

Barang-barang yangn masuk atau keluar melintasi perbatasan daerah

pabean akan berada dalam pengawasan atau kekuasaan bead an cukai. Oleh karena itu, untuk melakukan ekspor barang, seorang pengusaha (untuk selanjutnya disebut eksportir), harus mengisi formulir pemberitahuan ekspor barang (PEB). PEB yang sudah diisi kemudian diserahkan ke kantor Bea Cukai. tata cara pengajuan PEB adalah sebagai berikut : • • • Eksportir atau kuasanya melunasi semua pungutan dalam rangka ekspor kepada bank devisa atau pejabat DJBC (Direktorat Jendral Bea dan Cukai) Eksportir atau kuasanya mengajukan PEB ke pada pejabat DJBC, dilengkapi semua dokumen yang diperlukan. Eksportir menyiapkan barang untuk diperiksa secara fisik (jika diperlukan).

1.

Petunjuk Pengisian Pemberitahuan Ekspor Barang

Pengadaan formulir PEB dapat dilakukan oleh umum, dengan untukkertas A4, dengan ketentuan : lembar pertama untuk kantor pabean, lembar kedua untuk BPS Jakarta dan lembar ketiga untuk BI. Setiap PEBhanya diperuntukkan bagi satu pengirim atau penerima Setiap PEB dapat berisi lebih dari satu jeni barang ekspor PEB ada dua jenis yakni : PEB biasa dan berkala. PEB berkala adalah kegiatan ekspor yang dilakukan dengan cara menggunakan sau PEB pada waktu tertentu untuk pengeksporan dalam jangka waktu sebelumnya.

Bentuk PEB adalah sebagai berikut :

25

PEMBERITAHUAN EKSPOR BARANG (PEB) BC. 03 Kantor Pelayanan bea dan Cukai : Nomor Pengajuan : A. Jenis PEB : Halaman 1 dari … 1. Biasa 2. Berkala

26

Muat 19 20 22 Cara Penyerahan Brg. Luar Kawasan Pabean KPBC 16 17 18 5 5 NPWP PPJK : Nama. & Tgl. SIUP : Status Nama. Alamat Penerima/Pembeli 14 ………………………………./Flight Pel. DATA PEMBERITAHUAN Identitas Eksportir : NPWP/Paspor/KTP/lainnya G. & Tgl.. Invoice : Tgl.B. DIISI OLEH BEA DAN CUKAI No. merk. Dari TPB 1. Pel.) Nama stempel Instansi Sumber : Peraturan Bea dan Cukai Nomor P-41/BC/ 3. Umum 2.Uraian jenis dan jumlah barng secara lengkap. Lainnya Nama Sarana Pengangkutan/No.Berat Kotor (kg) : 27. Surat Izin PPJK Cara Pengangkutan : 1. : Valuta : Asuransi : 21. Transit DN 9. tujuan : Izin Khusus : SIE : KARANTINA : SM/SPM : Lainnya : Tgl.HPE Barang pada tgl pendaftaran .Pos Tarif / HS .. : 7 8 10 12 No. Biasa ………………………………………. Jumlah & jenis Satuan . Alamat PPJK : No & tgl LBPC Daerah asal barang : Neg. FOB 26. ……………………………. 1 Cara Perdagangan : Cara Pembayaran : E. Jenis Barang : 1. Mendapat Kemudahan Ekspor 4. .. Penerimaan : Jenis Pen PE Pejabat Penerima TELAH DIBAYAR No Tanda Pembayaran Tgl. Laut. Tertentu 5.. Nilai PE dalam Rupiah I. Terkena Pajak Ekspor 3.…………..Voy. DIISI BEA DAN CUKAI / BANK : No. Eksportir / PPJK (…………………. Jalan Raya 4. 33. Bongkar : 13. ……………………………… 2.Peti Kemas : 25. & Tgl. . Dengan ini saya menyatakan bertanggungjawab atas kebenaran hal-hal yang diberitahukan dalam dokumen ini ……………………………………Tgl ……………………………………. E. Perkiraan Tgl Ekspor : 11. Jumlah Nilai FOB F. Alamat Eksportir : No. 2. Jumlah dan jenis kemasan : 28 No.tipe Ukuran spesifikasi lain dan kode barang 30.PE (% atau lainnya) 31. : 4 15 Lokasi Pemerriksaan : 1. 29. Berat Bersih (kg) 24 Merek dan Nomor Kemasan/No. Kawasan Pabean 2. D. Freight : 23. Pendaftaran : 2 3 Nama..Berat bersih (kg) 32. PETUNJUK PENGISIAN PEMBERITAHUAN EKSPOR BARANG (PEB) 27 . KA 3. Udara …… 9. No. Imbal Dagang C. Pel.

nama jelas dan cap perusahaan pada setiap lembar halaman lanjutan. Jenis PEB : Diisi angka 1 pada kotak yang tersedia untuk PEB biasa atau angka 2 pada kotak yang tersedia untuk PEB Berkala. dapat dibuatkan lembar lanjutan yang hanya berisi data angka 28 s.00 _ untuk penulisan duapuluh lima ribu dollar US.untuk memisahkan angka pecahan desimal diberi tanda koma dan 2(dua) digit dibelakang koma.000. • tatacara pengisian data uang dengan angka : .Nomor pengajuan / pembuatan PEB dari yang bersangkutan Contoh : Kode pengguna 990111.• • • Pengisian kolom Setiap Pemberitahuan hanya diperuntukkan bagi satu pengirim dan satu penerima. lembar lanjutan dan lembar lampiran harus diisi halaman ke berapa dari jumlah keseluruhan halaman. . penerima/ pembeli dan PPJK harus diisi dengan lengkap dan tidak diperkenankan hanya mencantumkan nomor kotak pos (PO. .untuk memisahkan angka ribuan diberi tanda titik. Tata cara pengisian bisa dilihat di bawah ini : Kantor Pabean : Diisi nama Kantor Pabean tempat diajukannya PEB dan diisikan kode sebanyak 6 digit (sesuai tabel kode kantor pabean) pada kotak yang tersedia. Tanggal Pengajuan 1 Juni 2008 Nomor pengajuan : 990111 1125 01/06/2008 A. Nomor pengajuan = 1125. PEB Biasa adalah PEB yang diajukan untuk setiap kali pengeksporan. Contoh : USD 25. 28 . dalam hal ruang untuk data barang tidak mencukupi.Tanggal pengajuan/pembuatan PEB. setiap Pemberitahuan dapat berisi lebih dari satu Jenis barang. . Contoh : Tanjung Perak 070100 Nomor Pengajuan : Diisi dengan tiga kelompok data yang berupa : . 32 dengan diberikan tanda tangan. BOX) Pada bagian kanan atas lembar pertama.d.Kode pengguna yang diberikan oleh Bea dan Cukai. • • Alamat eksportir.

atau f. olah raga. B. Jika barang ekspornya termasuk barang ekspor tertentu. untuk barang keperluan penelitian. atau b.PEB Berkala adalah PEB yang diajukan untuk seluruh transaksi ekspor dalam periode waktu tertentu. atau d. untuk barang Badan Internasional beserta pejabatnya. untuk barang pindahan. untuk barang kiriman. untuk barang contoh. kesenian. juga harus mengisi kotak untuk kode gate/pintu yang dilalui pada saat barang dimasukan atau dikeluarkan dari TPB. atau h. disamping mengisi angka 4 pada kotak yang disediakan. atau e. untuk barang diplomatik. untuk barang diimpor kembali. Jika barang ekspornya termasuk barang ekspor termasuk jenis barangekspor dari TPB. untuk barang keperluan misi keagamaan. atau o untuk barang ekspor dari Tempat Penimbunan Berikat (TPB). kebudayaan dan pendidikan. juga harus mengisi kotak untuk rincian barang ekspor tertentu dengan huruf serta diisikan uraian barang ekspor tertentu tersebut dibelakang kotak tersebut : a. disamping mengisi angka 5 pada kotak yang disediakan. Contoh : Untuk jenis barang ekspor umum C. atau o untuk barang ekspor yang mendapat kemudahan impor. atau j. untuk barang diekspor kembali. atau g. atau o untuk barang ekspor tertentu. Cara Perdagangan : Diisi pada kotak yang disediakan angka : 1. untuk barang cinderamata. atau i. kemanusiaan. untuk cara perdagangan imbal dagang Contoh : Untuk cara perdagangan biasa 29 . atau o untuk barang ekspor terkena Bea Keluar. Jenis Barang Ekspor : Diisi pada kotak yang disediakan angka : o untuk barang ekspor umum. untuk cara perdagangan biasa 2. atau c.

Angka 3. atau 2.1 1. Identitas eksportir : NPWP/Paspor/KTP/Lainnya. untuk pembayaran dilakukan dengan konsinyasi. Cara Pembayaran : Diisi pada kotak yang disediakan kode cara pembayaran serta uraiannya dibelakang kotak tersebut : 1. untuk pembayaran dilakukan dengan Wesel Inkaso.2-011.000 Angka 2. atau 6. Nama. 2. Imbal Dagang D. atau 4. maka Paspor. untuk pembayaran dilakukan di muka. untuk pembayaran dilakukan dengan Perhitungan kemudian. diisi Nomor Pokok Wajib Pajak Importir) Contoh : NPWP/Paspor/KTP/lainnya 05. untuk pembayaran dilakukan dengan Usance Letter of Credit.atau 7. Data Pemberitahuan : Angka 1.atau 5. KTP. (dalam hal dipergunakan NPWP. No. & Tgl SIUP : Status Diisi nomor dan tanggal surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) atau Surat Izin yang dikeluarkan oleh Departemen Teknis / Lembaga Pemerintah Non Departemen dan tanggal pengeluaran Diisi pada kotak yang disediakan kode status perusahaan serta uraiannya dibelakang kotak tersebut : 30 .708.237. atau 3. dan Lainnya dicoret) Diisi Nomor identitas Importir (dalam hal identitasnya NPWP. untuk pembayaran dengan Sight Letter of Credit. Diberi tanda “xxxxx” (coret) bagi identitas yang tidak dipergunakan. Cara Pembayaran : 5 Konsinyasi E. untuk pembayaran dilakukan dengan lainnya Contoh : Untuk pembayaran dengan konsinyasi D. Biasa. Alamat Eksportir : Diisi nama dan alamat lengkap eksportir.

Nama. 31 .Kereta Api.. Alamat PPJK : Diisi Nama dan Alamat lengkap PPJK. Angka 8. nomor izin.10 untuk Koperasi. dan tanggal pengeluaran izin pada 3 (tiga) kotak yang tersedia. atau 31 untuk PMA (non migas). Surat Izin PPJK : Diisi kode kantor yang mengeluarkan Surat Izin Usaha Jasa Kepabeanan. atau 21 untuk PMDN (non migas).Jalan Raya. Angka 6. 4. Alamat Penerima/Pembeli : Diisi : . atau 40 untuk BUMN. untuk pengangkutan menggunakan sarana pengangkutan laut.. 3.Lainnya Diisi kode pengangkutan pada kotak yang tersedia : 1. atau 50 untuk BUMD. Laut. No & Tgl..nama dan alamat lengkap penerima/pembeli barang di luar negeri . 9. Contoh : Bigben Company GB 44 Dartmourt Road London NWZ 4EX Angka 5. atau 30 untuk PMA (migas). Nama. 2. atau 60 untuk Perorangan.Udara . NPWP PPJK Diisi Nomor Pokok Wajib Pajak Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan (PPJK). 2.kode negaranya sesuai dengan tabel kode negara pada kotak yang tersedia. Cara Pengangkutan : 1. Angka 7. atau 20 untuk PMDN (migas). atau 90 untuk lainnya Contoh : Untuk koperasi 10 Koperasi Angka 4. untuk pengangkutan menggunakan sarana pengangkutan kereta api.

Jepang JPNRT Angka 13. untuk pengangkutan menggunakan multimoda transportasi. Angka 9. Pelabuhan Muat : Diisi : . Voy/Flight : Diisi : . Perkiraan Tgl. Nama Sarana Pengangkut & No.nama sarana pengangkut. 7.nomor Voy(Voyage) untuk angkutan laut atau nomor flight untuk angkutan udara.3. Contoh : JUANDA IDSUB Angka 12. atau 9. Pelabuhan Transit DN : Diisi dalam hal ada : 32 . .Ekspor : Diisi tanggal/bulan/tahun keberangkatan sarana pengangkut. untuk pengangkutan menggunakan angkutan sungai.nama pelabuhan muat barang. untuk pengangkutan menggunakan pos. 6. untuk pengangkutan menggunakan sarana pengangkutan lainnya (lain dari 1 s/d 8). untuk pengangkutan menggunakan sarana pengangkutan udara. 5. untuk pengangkutan menggunakan instalasi / pipa.nama pelabuhan dan negara bongkar.kode lokasi/pelabuhan muat sesuai table kode lokasi/pelabuhan pada kotak yang tersedia. untuk pengangkutan menggunakan sarana pengangkutan jalan raya.kode lokasi/pelabuhan bongkar sesuai table kode lokasi/pelabuhan pada kotak yang tersedia. 4. 8. .bendera kapal Angka 11. Contoh : Narita. . . Pelabuhan Bongkar : Diisi : . Angka 10.

Tgl Diisi nomor dan tanggal : . Contoh : TANJUNG EMAS IDSRG Angka 14. Invoice No : Tgl : Diisi nomor dan tanggal invoice. Lain-lain : No. . Neg. diisi tanggal pelaksanaan pemeriksaan fisik dan kantor pabean yang mengawasi serta kode Kantornya. KARANTINA : No. diisi lokasi pemeriksaan yang diinginkan dengan angka : 1. untuk pemeriksaan di Kawasan Pabean. Izin Khusus : SIE : No. 2.Surat izin ekspor . tgl. Angka 15. Tgl. Kawasan Pabean 2. Contoh : PURWAKARTA 3214 Angka 17. SM/SPM : No. 33 .. Tujuan : Diisi nama negara tujuan serta kode negara pada kotak yang tersedia: Contoh : JEPANG JP Angka 18. Tgl . Lokasi Pemeriksaan : 1. : Diisi nama propinsi/Kabupaten/kota asal barang serta koda daerah pada kotak yang tersedia sesuai tabel. 22 Juli 2001 2 KPBC : Purwakarta 050533 Angka 16. untuk pemeriksaan di luar Kawasan Pabean. Contoh : Di Kawasan Pabean 1 Di Luar Kawasan Pabean. Dalam hal pemeriksaan fisik dilakukan di luar Kawasan Pabean. Daerah Asal Brg. Luar Kawasan Pabean.kode lokasi/pelabuhan transit pada kotak yang disediakan. Tgl .pelabuhan transit dan negara bongkar.Surat izin yang dikeluarkan KARANTINA. Tgl : Kantor Pabean : Dalam hal ditetapkan perlu pemeriksaan fisik.

Valuta : Diisi jenis valuta yang dipergunakan dalam nilai FOB pada kotak yang tersedia. Cara Penyerahan Brg.Delivered Duty Paid DDP Contoh : Cara penyerahan Free On Board Free On Board FOB Angka 20.Carrier and Insurance Paid To CIP .Delivered Ex Ship DES .Free On Board FOB .Cost. .Delivered Ex Quay (Duty Paid) DEQ .Ex Work EXW .. dengan menggunakan istilah INCOTERM (sebanyak 3 digit) dalam kotak yang tersedia. Keterangan : Dalam hal barang ekspor lebih dari satu jenis dan lebih dari satu pos tarif.Delivered Duty Unpaid DDU . Contoh : Valuta United States Dollar United States Dollar USD Angka 21. Angka 19.Delivered at Frontier DAF . Insurance. kemudian pada angka 29 Lembar Lanjutan diisi masing-masing izin khusus yang bersangkutan. misalnya ekspor barang kena cukai (BKC) diisi izin ekspor BKC (CK-8). and Freight CIF . atau .Free Along Ship FAS . Freight : 34 .Lainnya.Carrier Paid To CPT . maka angka 18 lembar pertama diisi kata-kata “Lhat Lembar Lanjutan”.SM/SPM untuk Sertifikat Mutu/Surat Pernyataan Mutu.Cost and Freight CFR . : Diisi cara penyerahan barang sebagaimana tercantum dalam kontrak penjualan.Free Carrier FCA .

selain diisi merek dan nomor kemasan yang tercantum pada koli/pengemas bersangkutan juga diisi nomor dan jumlah peti kemas. Asuransi : Diisi nilai asuransi barang ekspor yang bersangkutan dalam valuta asing sebagaimana dalam angka 20. Kemasan serta No. 1 – 100 . Angka 22. agar dicantumkan dalam jenis kemasan package. 50 box.Diisi nilai freight barang ekspor yang bersangkutan dalam valuta asing sebagaimana tercantum dalam angka 20. 1 .Jika tidak memakai peti kemas : PT ABG No. sedangkan perinciannnya diisi pada angka 32 Lembar Lanjutan per jenis barang/pos tarif. Merek dan No. Apabila jenis kemasannya lebih dari satu. FOB : Diisi nilai total FOB dalam valuta asing sebagaimana tercantum pada angka 20 Keterangan : Dalam hal jenis barang ekspor lebih dari satu jenis dan lebih dari satu pos tarif/ pembebanan BK. dan jumlah Peti Kemas : Diisi merek dan nomor kemasan yang tercantum pada koli/pengemas yang bersangkutan. Dalam hal barang diangkut dengan peti kemas. ABG No. 40 drum ditulis : 100 package PK 35 .Jika memakai peti kemas : PT. Contoh : .100 2 (dua) peti kemas TEXU 123456-7 TEXU 234567-8 Angka 25. Angka 24. Jumlah dan Jenis Kemasan : Diisi dengan jumlah dan jenis kemasan atau jumlah dan jenis pengemas barang ekspor. maka total FOB atau rekapitulasi diisi pada angka 23 lembar pertama. Angka 23. Contoh : 10 case CS 10 case.

tipe A. merek. Diisi kode barang dalam hal barang ekspor berasal berasal dari TPB dan/ atau yang mendapat kemudahan ekspor sesuai kode barang dari masing-masing perusahaan. Keterangan : Dalam hal ini jenis barang ekspor lebih dari satu jenis dan lebih dari satu pos tarif/pembebanan BK. No. . : Diisi sesuai dengan nomor urut. ukuran. Angka 28. Berat Kotor (Kg) : Diisi berat kotor (bruto) dalam kilogram (kg) keseluruhan barang ekspor yang bersangkutan. lihat lembar lanjutan. maka total berat beras bersih atau rekapitulasinya diisi pada angka 27 Lembar Pertama. spesifikasi lainnya sedemikian rupa sehingga dapat digunakan untuk menetapkan klasifikasi.Merek Salak.d. 32 cukup diberi catatan : ……( tulis angka dengan huruf ) jenis barang. ukuran Dewasa 36 .Angka 26.Pos Tarif/HS : Diisi kode pos tarif (HS) barang sesuai dengan klarifikasi barang yang bersangkutan. Keterangan : Dalam hal jenis barang ekspor lebih dari satu jenis dan lebih dari satu pos tarif.1000 (seribu) pieces . sedangkan pada lembar pertama untuk amgka 28 s. Berat Bersih (Kg) : Diisi berat bersih (netto) dalam kilogram (kg) atas keseluruhan barang ekspor yang bersangkutan.xx. . tipe. lihat lembar lanjutan Angka 29. maka nomor urutnya dirinci pada angka 28 Lembar Lanjutan. ukuran. Contoh : . Angka 28 s. sedangkan berat bersih tiap jenis barang atau pos tarif/pembebanan BK dirinci pada angka 31 Lembar Lanjutan. 32 diisi data dari setiap jenis barang yang terdapat dalam Lembar Pertama dan Lembar Lanjutan.xxx .d.Kain sarung polyester 65% cotton 35% .Uraian jenis barang secara lengkap. Angka 27. spesifikasi lainnya dan kode barang : Diisi uraian jenis barang ekspor berikut merk.xxxx. Contoh : 5 (lima) jenis barang.

Kemudian pada angka 29 lembar Lanjutan diisi masing-masng pos tarif dan/atau masingmasing uraian jenis barang. Dalam hal barang ekspor tidak terkena BK. pada tanggal pendaftaran pemberitahuan ekspor barang. 37 . yang wajib diisikan pada kotak yang telah disediakan. Yang dimaksud dengan kode barang adalah kode barang hasil produksi dalam hal ekspor dari Kawasan Berikat dan ekspor yang mendapat kemudahan ekspor. lembar Lanjutan..Berat bersih (Kg) : Diisi berat bersih (netto) dalam kilogram.Kode barang : 100015 Keterangan : Dalam hal barang ekspor lebih dari satu pos tarif dan/atau lebih dari satu uraian jenis barang. Pendaftaran : PE (% atau lainnya) Diisi pada kolom yang disediakan dengan: a. HPE Barang pada tgl. Keterangan : Apabila tarif BK berbeda untuk beberapa jenis barang ekspor. dan b. sebagai misal per piece (pce). . pertama tidak diisi tetapi dirinci pada Lembar Angka 31. harga ekspor barang persatuan barang. Dalam hal harga ekspor dan tarif BK berbeda untuk beberapa jenis barang ekspor. lembar pertama tidak diisi tetapi dirinci pada Lembar Lanjutan. Kode satuan barang terdapat pada Tabel Satuan.Jumlah & Jenis Satuan : Diisi dengan jumlah dan jenis barang menurut satuan barang. per ton. Angka 30.uraian dan kode satuan barang ekspor yang bersangkutan dengan berpedoman kepada dasar harga transaksi ekspor. per drum. kolom yang bersangkutan agar diisi dengan tanda “-“. Harga ekspor dan tarif bea keluar yang diisi pada kolom ini adalah harga ekspor dan tarif sesuai Keputusan Menteri Keuangan yang berlaku. Jika barang ekspor tersebut tidak terkena BK. tarif bea keluar. . Sedangkan dalam hal ekspor dari Gudang Berikut adalah kode barang yang sama pada saat penerimaan. maka kolom ini dikosongkan dan diberi tanda “---“. maka angka 29 lembar pertama diisi kata-kata “Lihat Lembar Lanjutan”.

sedangkan perinciannya diisi pada angka 31 Lembar Lanjutan. . 38 . maka diisi di lembar pertama rekapitulasi jumlah dan jenis satuan barang yang bersangkutan. Keterangan : . ditulis : 2500 Pieces 100 kg Angka 32.Jika barang ekspor tersebut tidak terkena BK. jumlah Rupiah hasil perhitungan BK agar diisikan pada halaman rekapitulasi (lembar pertama).Dalam hal terdiri dari beberapa jenis barang yang terkena/dibayar BK. Contoh : Apabila jumlah barang 2500 dengan satuan pieces dan berat bersihnya 100 kg. Angka 33. kotak yang bersangkutan agar diisi dengan tanda “----”. Jumlah Nilai FOB : Diisi Nilai FOB barang ekspor yang bersangkutan. Nilai PE dalam Rupiah : Diisi jumlah Rupiah keseluruhan hasil perhitungan BK ke dalam kotak.Keterangan : Dalam hal lebih dari satu jenis satuan barang.

Setiap Pemberitahuan dapat berisi lebih dari satu Jenis Barang. bagi barang yang diimpor untuk dipakai 2. 33. Impor Sementara. Dalam hal diperlukan.000. o lembar ketiga untuk Bank Indonesia bagian Pengolahan Data dan Informasi Ekonomi dan Moneter. Lainnya. JENIS PIB Pengisian jenis PIB dan kodenya didasarkan atas jenis pembayaran Bea Masuk Contoh : Jenis PIB Bayar ditulis 1 Keringanan ditulis 2 Ditanggung Pemerintah ditulis 3 Ditangguhkan ditulis 4 39 . PEDOMAN PENGISIAN PIB 1. Contoh : USD 25. JENIS IMPOR Diisi pada kotak yang tersedia dengan memberi tanda silang (x) pada : 1. 2. 34. bagi barang yang diimpor sementara . 32. Bentuk dan isi PIB berukuran A4 (201 x 297 mm). 3.1234 Formulir Pemberitahuan Impor Barang dapat dilihat pada lampiran. nama jelas dan cap perusahaan pada setiap lembar halaman lanjutan.SIMULASI PROSEDUR IMPOR UNTUK UKM Pemberitahuan Impor Barang (PIB) adalah pemberitahuan oleh pemberitahu atas barang yang akan diimpor berdasarkan dokumen pelengkap Pabean sesuai prinsip self asessment. Impor Untuk Dipakai. Dalam hal ruang untuk data barang tidak mencukupi. Setiap Pemberitahuan hanya diperuntukkan bagi satu Pengirim dan satu Penerima. 35 dan 36 dengan diberikan tanda tangan. Tata cara pengisian dengan angka : o untuk memisahkan angka ribuan diberi tanda titik. 4.00 USD 10. atau 3. pemberitahu dapat membuat lembar copy tambahan sesuai kebutuhan. o untuk memisahkan angka pecahan desimal diberi tanda koma dan 2(dua)4(empat) digit dibelakang koma. Pengadaan formulir PIB dapat dilakukan oleh umum. bagi barang yang diimpor lainnya sesuai ketentuan yang diatur oleh Direktur Jenderal Bea dan Cukai B. dapat dibukukan lembar lanjutan yang hanya berisi data angka 31. PIB dibuat dalam rangkap 3 (tiga) dengan ketentuan sebagai berikut : o lembar asli untuk Pengeluaran Barang. PENGISIAN KOLOM-KOLOM PADA PIB A. o lembar kedua untuk BPS Jakarta. Lembar tambahan merupakan copy lembar asli dengan tanda tangan asli.

PERTAMINA.Surat Izin PPJK : Diisi kode kantor yang mengeluarkan Surat Izin. Alamat.Bebas ditulis 5 Berkala ditulis 6 PIB Berkala ditulis 7 C. BULOG. DAHANA. Negara Pemasok : Diisi : nama. kolom tidak perlu diisi Angka 6. Status : Diisi status Importir seperti yang tercantunyang dibawah ini : IU untuk Importir Umum. Alamat Pemberitahu : Diisi nama dan alamat lengkap Pemberitahu. Diisi nomor identitas Importir. dipergunakan APIT. Angka 8. AT untuk Agen Tunggal. Angka 4. Nama dan Alamat Importir. API/APIT : o Diberi tanda "X" (coret) bagi Identitas yang tidak dipergunakan (dalam hal dipergunakan API. IT untuk Importir Terdaftar. Identitas Pemberitahu : NPWP/Paspor/KTP/Lain-lain o Diberi tanda "X" (coret) bagi Identitas yang tidak dipergunakan o Diisi nomor identitas Pemberitahu Angka 7. alamat lengkap dan Negara Pemasok. Diisi nomor Angka Pengenal Impor Dalam hal Importir tidak mempunyai Angka Pengenal Impor. Diisi nama dan alamat lengkap Importir. kode negara pemasok sesuai tabel pada kotak yang disediakan Angka 2.atau IPTN Angka 5. 40 . API dicoret). Nama. Identitas Importir : NPWP/Paspor/KTP/Lain-lain Diberi tanda "X" (coret) bagi identitas yang tidak dipergunakan. APIT dicoret. Angka 3. No & Tgl. IP untuk Importir Produsen. Nama. DATA PEMBERITAHUAN DIISI OLEH PEMBERITAHU : (angka 1 s/d 42) Angka 1. nomor Surat Ijin Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan dan tanggal pengeluaran ijin pada kotak yang disediakan.

Cara pengangkutan : 1.Tiba : Diisi tanggal /bulan/tahun keberangkatan sarana pengangkut tiba. Diisikan kode cara pengangkutan pada kotak yang disediakan untuk : 1 Sarana Pengangkutan Laut. Danau. JAPAN JPOSA Angka 13. Perkiraan Tgl.. Contoh : OSAKA. Kereta Api. nomor Voy ( Voyage) untuk angkutan Laut. 4. Contoh : 229/000707 19/10/96 41 . Voy / Flight : Diisi : nama sarana pengangkut. Bongkar Diisi : nama pelabuhan bongkar. kode lokasi/Pelabuhan transit pada kotak yang disediakan sesuai Tabel kode lokasi/Pelabuhan. atau nomor Flight untuk angkutan udara. Pelabuhan Muat : Diisi : nama pelabuhan negara muat barang. 3.Angka 9. Angka 12.Jalan Raya . Contoh : Tanjung Emas IDSRG Angka 14. Contoh :1 April 1997 ditulis : 01/04/97 Angka 11.……. kode lokasi/Pelabuhan muat pada kotak yang disediakan sesuai Tabel kode lokasi/pelabuhan. 3 Sarana Pengangkutan Jalan Raya. 8 Angkutan Sungai. 6 Multimoda transportasi. 7 Instalasi / Pipa. 5 Pos. Pel. Lainya. dan Penyeberangan: atau 9 Sarana Pengangkutan Lainnya (Lain dari 1 s. Nama Sarana Pengangkut / No. : Diisi nomor dan tanggal Invoice. Udara. 2. 2 Sarana Pengangkutan Kereta Api. 4 Sarana pengangkutan Udara. Invoice: Tgl. Contoh : SINGAPORE SGSIN Angka 15.d. Pelabuhan Transit : Diisi : nama Pelabuhan transit terakhir sebelum tiba di Indonesia. 9. kode lokasi/Pelabuhan bongkar sesuai Tabel kode lokasi/Pelabuhan pada kotak yang disediakan.. 8) Angka 10. Laut. No.

1 atau Pemberitahuan Lainnya dari barang yang bersangkutan Angka 19.. . PTNI. tanggal. …… tgl …/…/… 42 .1 atau Pemberitahuan Lainnya dari barang yang bersangkutan . dsb…. LC : Tgl. Kalimat Pertama . Dalam hal ada master Airway Bill.1/… : Pos : Tgl.isikan kode jenis fasilitas pada kotak yang disediakan sesuai dengan ketentuan sebagai berikut : 1. Pembebasan dalam rangka ekspor (Bapeksta). Contoh : Impor barang yang mendapat fasilitas insentif dalam bidang otomotif Pada angka 19 ditulis : Insentif Otomotif 04 Kep. Menteri Keuangan No. 4. PTNI. PMDN 3.. : Diisi nomor dan tanggal LC Angka 17. Insentif Otomotif. PMA. maka diisi nomor dan tanggal Master serta nomor dan tanggal House Airway Bill. 5. No. : Apabila ada fasilitas pembayaran yang diberikan dan /atau ijin impor yang diberikan. PMDN. No. : Diisi : Nomor dan Pos BC1. No.isikan jenis fasilitas yang didapat. dsb…. Insentif Otomotif. Tanggal BC1. BC1. Skep Fasilitas. BL/AWB : Tgl. Pembebasan dalam rangka ekspor (Bapeksta). Kalimat Kedua Isikan nomor. Angka 18. PMA 2.Angka 16. dan nama instansi penerbit surat keputusan. : Diisi nomor dan tanggal Bill of Lading atau Airway Bill.

. Kode valuta sesuai tabel kode jenis mata uang. Tempat Penimbunan : Diisi nama tempat penimbunan sementara. Angka 23.--------> 27. FOB : Diisi nilai harga total FOB dalam valuta asing sebagaimana tercantum pada angka 21.----------------> 25.Angka 20. Nilai CIF : Diisi nilai Pabean dalam valuta asing Contoh : USD 27. Valuta : Diisi : jenis valuta yang dipergunakan dalam transaksi.00 Rp.500. Diisi nilai Pabean dalam rupiah penuh (Nilai CIF dalam valuta asing sebagaimana tercantum pada angka 22 dan dibulatkan dengan cara pembulatan 43 . angka 21 diisi salah satu jenis valuta yang menggambarkan seluruh nilai transaksi.00 Angka 24. yaitu dengan cara mengkonversikan mata uang tersebut ke jenis mata uang yang dipilih.000. NDPBM : Diisi Nilai Dasar Perhitungan Bea Masuk (kurs) yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan. dan berikan keterangan dibelakang nilai asuransi tersebut dengan (LN) dalam hal asuransi ditutup di luar negeri dan (DN) dalam hal asuransi ditutup di dalam negeri Angka 26. berdasarkan kurs yang berlaku.500. Contoh : United States Dollar USD Bila dalam invoice terdapat dua atau lebih jenis valuta.. Contoh : untuk USD 25. Freight : Diisi biaya angkut (freight) atas barang yang bersangkutan Angka 25. Asuransi : Diisi nilai asuransi sebagaimana tercantum dalam polis asuransi. Angka 22.000. Apabila valuta tersebut tidak terdapat dalam keputusan Menteri Keuangan. Angka 21. dikonversikan dengan kurs harian yang berlaku pada saat PIB ditandasahkan.

bagian dari rupiah dalam jumlah berapapun dibulatkan menjadi rupiah penuh) Contoh : Rp. agar dicantumkan semua jenis kemasan yang bersangkutan. Jumlah dan Jenis Pengemas : Diisi dengan jumlah dan jenis kemasan atau jumlah dan jenis pengemas barang impor. Dalam hal barang diangkut dengan peti kemas. No. Pos Tarif/HS.ke bawah. Apabila jenis kemasannya lebih dari satu.500. 36 ADALAH PENGISIAN UNTUK SETIAP JENIS BARANG Angka 31.000. Uraian Jenis dan Jumlah Barang Lengkap.case. peti.Uraian Jenis dan Jumlah barang secara lengkap : Diisi secara lengkap uraian barang impor yang bersangkutan menurut keadaan sebenarnya sehingga memudahkan Instansi yang berkepentingan dalam mengklasifikasikannya ke dalam buku tarif guna keperluan pendataan.Pos Tarif /HS : Diisi kode pos tarif (HS) barang yang bersangkutan sesuai dengan klasifikasi barang yang bersangkutan. 7. butir ini diisi merek yang tercantum pada koli atau pengemas barang atau merek yang tercantum pada peti kemas. : Diisi no. Contoh : Case CS Angka 29. urut. Berat kotor (kg) : Diisi berat kotor (bruto) dalam kilogram (kg) atas keseluruhan barang ekspor yang bersangkutan. Angka 30.00 ditulis 7. Merek dan Nomor Kemasan/No Peti Kemas : Diisi merek dan nomor kemasan/no peti kemas yang tercantum pada koli/pengemas yang bersangkutan. 44 . ANGKA 31 S. . Angka 28.D.000. Berat bersih (kg) : Diisi berat bersih (netto) dalam kilogram (kg) atas keseluruhan barang ekspor yang bersangkutan.00 Angka 27. bag.500. misal: drum. serta Nomor Peti Kemas. dari barang impor yang bersangkutan Angka 32. Refferensi Tarif/Harga : .

. ruang ini tidak perlu diisi.Cukai : Diisi tarif/pembebanan CUKAI sesuai ketentuan yang berlaku.PPnBM : Diisi tarif/pembebanan PPnBM sesuai ketentuan yang berlaku. Negara Asal : Diisi negara asal masing-masing jenis barang tersebut. .500 Kg 45 . Dalam hal BM mempunyai tarif BM = 40% .PPh : Diisi tarif/pembebanan PPh pasal 22 sesuai ketentuan yang berlaku. Angka 33. Contoh : Dalam invoice tercantum jumlah barang adalah 100 cases (=2500 Kg) sedangkan harga CIF nya adalah US $ 10.Refferensi Tarif/Harga : Dalam hal ada. Jumlah dan Jenis Satuan : Diisi dengan jumlah dan jenis satuan yang dipergunakan dalam nilai satuan barang sebagaimana yang tercantum pada angka 32. PPh = 2.. ruang ini tidak perlu diisi. diisi Refferensi Tariff dan/atau data Harga yang diterbitkan Kantor Pusat DJBC. Contoh : BM : 40% . penulisannya adalah sebagai berikut : Contoh : BM = 40% F BM = 25% Angka 35. Untuk ini diisi --------> 2.BM : Diisi tarif/pembebanan Bea Masuk dalam % sesuai BTBMI yang berlaku. Dalam hal tidak ada pungutan PPnBM. Angka 34.-/Kg.5% sedangkan Fasilitas BM = 25%. diisikan jenis pungutan dan besarnya fasilitas yang didapat. Dalam hal tidak ada pungutan CUKAI. Tarif dan Fasilitas : Diisi besarnya tarif (pembebasan) bagi setiap pungutan dan dalam hal ada fasilitas. . PPN = 10% . .PPN : Diisi tarif/pembebanan PPN sesuai ketentuan yang berlaku.

000. CUKAI : Diisi nilai Cukai dalam rupiah penuh untuk : o o o o yang dibayar.00) Angka 38.00 BM berdasarkan BTBMI (butir 34) = 40% Fas (butir 34) BM 25% Maka butir 37 (BM) diisi : BM pada kolom Bayar = Rp. dan/atau yang ditanggung Pemerintah.Per Satuan : Diisi nilai harga satuan barang bersangkutan dengan mempergunakan jenis satuan yang telah dicantumkan.D.Jumlah Nilai : Diisi jumlah nilai CIF untuk jenis barang sebagaimana tercantum pada angka 32 dengan cara mengalikan : Jumlah satuan (angka 35) x nilai persatuan (angka 36). BM : Diisi nilai BM dalam rupiah penuh untuk : o o o o yang dibayar. dan/atau ditangguhkan/berkala. 36 Angka 37. dan/atau dibebaskan. Nilai CIF : . dan/atau yang ditanggung Pemerintah. 100.Angka 36. 300.000.------------------------------> 25. 1. 1.00 ANGKA 37 S.000.. Contoh : US$ 10..D.000. 42 ADALAH PENGISIAN UNTUK PUNGUTAN DARI SEMUA BARANG YANG DIURAIKAN PADA ANGKA 31 S.000.000.000.00 ( 25% x 40% x Rp. 1. dan/atau dibebaskan. Contoh : 2500 x 10 = 25.00 .---------------------------------------------> 10.000.00 ( 75% x 40% x Rp.00) BM pada kolom Dibebaskan = Rp. Pada masing-masing kolom yang disediakan Contoh : Impor barang "X" : nilai Pabean (butir 26) = Rp.000. dan/atau ditangguhkan/berkala.000. 46 .

dan/atau ditangguhkan/berkala. dan/atau dibebaskan. E. Pada masing-masing kolom yang disediakan Angka 40. dan/atau dibebaskan. Pada masing-masing kolom yang disediakan D. Pada masing-masing kolom yang disediakan Angka 43. dan/atau ditangguhkan/berkala. dan/atau yang ditanggung Pemerintah. tanda tangan serta nama jelas Pemberitahu dengan huruf cetak berikut cap perusahaan setelah pengisian dokumen tersebut dilakukan secara lengkap dan benar. dan/atau yang ditanggung Pemerintah. PPN : Diisi nilai PPN dalam rupiah penuh untuk : o o o o yang dibayar.Pada masing-masing kolom yang disediakan Angka 39. : Diisi tempat. dan Tgl. tanggal. dan/atau dibebaskan. PPh : Diisi nilai PPh pasal 22 dalam rupiah penuh untuk : o o o o yang dibayar. Pada masing-masing kolom yang disediakan Angka 42. dan/atau yang ditanggung Pemerintah. : DIISI OLEH BEA DAN CUKAI No. dan/atau ditangguhkan/berkala. PPnBM : Diisi nilai PPnBM dalam rupiah penuh untuk : o o o o yang dibayar. dan/atau dibebaskan. dan/atau yang ditanggung Pemerintah. dan/atau ditangguhkan/berkala. Total : Diisi nilai Total dalam rupiah penuh untuk : o o o o yang dibayar. Penerimaan : (diisi oleh Bea dan Cukai) 47 .

48 . dan Tanggal Pendaftaran : (diisi oleh Bea dan Cukai) Diisi nomor dan tanggal pendaftaran pada kotak yang telah disediakan. o diisi kode penerimaan untuk setiap pungutan yang dilakukan pembayaran pada kolom yang o disediakan.Diisi nomor dan tanggal penerimaan pada kotak yang telah disediakan Contoh : Nomor Pendaftaran 000001 tanggal 1 April 1997 ditulis : 000001 01/04/97 No. Contoh : Nomor pendaftaran 000001 tanggal 1 April 1997 ditulis : 000001 01/04/97 Nama Kantor : Diisi nama Kantor Pabean tempat diajukan Pemberitahuan dan diisi kode kantor sebanyak 6 digit (sesuai tabel kode kantor DJBC) pada kotak yang telah disediakan. o diisi nama dan cap instansi penerima pembayaran. Contoh : Tanjung Emas 060100 F. UNTUK PEJABAT DJBC : Diisi oleh pejabat BC G. UNTUK BEA CUKAI/BANK : o diberi tanda "X" (coret) bagi yang tidak dipergunakan. o diisi nomor tanda bukti pembayaran baik bagi SSBC maupun untuk SSP pada kolom yang disediakan o diisi tanggal dilakukannya pembayaran pada kolom yang disediakan. o tanda tangan dan nama jelas pejabat penerima yang berwenang. o diisi nomor penerimaan yang diberikan oleh penerima pembayaran.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->