P. 1
Kekurangan Dan Kelebihan Sistem Parlemen

Kekurangan Dan Kelebihan Sistem Parlemen

|Views: 518|Likes:
Published by Inge Hanjani Putri

More info:

Published by: Inge Hanjani Putri on May 13, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/11/2012

pdf

text

original

Kelebihan dan kekurangan masa Demokrasi Parlementer (1950-1959), kekuatan politik yang berupa partai politik yang

berpengaruh telah melaksanakan peranannya dengan baik. Pada sistem parlementer, partai politik berperan aktif dan dinamis meskipun terdapat kelemahan berupa tidak dapat bertahannya pemerintahan koalisi yang berasal dari partai-partai. Sistem parlementer adalah sebuah sistem permerintahan di mana parlemen memiliki peranan penting dalam pemerintahan. Dalam hal ini parlemen memiliki wewenang dalam mengangkat perdana menteri dan parlemen pun dapat menjatuhkan pemerintahan, yaitu dengan cara mengeluarkan semacam mosi tidak percaya. Berbeda dengan sistem presidensil, di mana sistem parlemen dapat memiliki seorang presiden presiden dan seorang perdana menteri, yang berwenang terhadap jalannya pemerintahan. Dalam presidensil, presiden berwenang terhadap jalannya pemerintahan, namun dalam sistem parlementer presiden hanya menjadi simbol kepala negara saja. Didalam sistem parlementer tidak ada pemisahan yang jelas antara eksekutif dan legislative oleh karena itu ada beberapa kritikan merasa kurangnya pemeriksaan dan keseimbangan yang ditemukan dalam tatanan kepresidenan. Seperti di negara Inggris, Sistem parlementer yang diterapkan tidak mengenal pemisahan antara eksekutif dan legislatifnya. Pertama-tama, terbentuklah pemerintahan parlementer diawali dengan berdirinya lembaga perwakilan rakyat (assembly) yang secara bertahap mengambil alih kekuasaan legislatif dari tangan Raja. Tetapi,kekuasaan eksekutif tetap berada pada Raja. Dalam perkembangan selanjutnya,kekuasaan eksekutif Raja mulai diserahkan kepada menteri-menteri yang diangkat dari antara anggota-anggota badan perwakilan. Karena para menteri harus betanggunjawab kepada badan perwakilan, lambat laun kekuasaan badan perwakilan bertambah besar dan ditetapkan sebagai pemegang kedaulatan negara. Para menteri secara kolektif, atau Kabinet, harus betanggungjawab kepada badan legislatif dan adalah bagian dari badan tersebut. Karena itu dalam sistem parlementer tidak ada seperation of power, tetapi yang ada adalah fusion of power. Dengan kata lain, sistem parlementer adalah sistem politik yang menggabungkan kekuasaan eksekutif dan kekuasaan legislatif dalam suatu lembaga pemengang kedaulatan rakyat yang bernama Parlemen. Pada sistem parlementer cabang eksekutif dipimpin oleh Kepala Negara, seorang Raja dalam negara monarki konstitusional atau seorang Presiden dalam republik, dan Perdana Menteri sebagai Kepala Pemerintahan. Kepala Pemerintahan ditunjuk oleh Kepala Negara dan para menteri diangkat oleh Kepala Negara atas usul Kepala Pemerintahan, Kabinet, yang terdiri dari Perdana Menteri dan para menteri, adalah lembaga kolektif, karena perdana menteri adalah orang yang pertama dari sesama (primus inter pares) sehingga tidak dapat memberhentikan seorang menteri. Tapi dalam kenyataannya perdana menteri selalu memilki kekuasaan yang lebih besar dari para menteri. Perdana menteri dan para menteri biasanya adalah anggota parlemen dan secara kolektif bertanggungjawab kepada badan legislatif. Pemerintah atau kabinet secara politis bertanggungjawab kepada parlemen. Untuk menghindarkan kekuasaan legislatif yang terlalu besar atau diktatorial partai karena mayoritas partai

5. Salah satu karakteristik utama sistem parlementer yang tidak dimiliki oleh sistem presidensial adalah kedudukan parlemen sebagai pemegang kekuasaan tertinggi di atas badan perwakilan dan pemerintah (supremacy of parliament). Pengalaman mereka menjadi anggota parlemen dimanfaatkan dan manjadi bekal penting untuk menjadi menteri atau jabatan eksekutif lainnya . Karena pengaruh mereka yang besar diparlemen dan partai. Hal itu terjadi apabila para anggota kabinet adalah anggota parlemen dan berasal dari partai meyoritas. Dalam parlemen ini lah kader-kader pimpinan bangsa digembleng sebelum suatu hari mendapat kesempatan menjadi pemimpin negara. 3. Karena perdana menteri dan para anggota kabinet tidak dipilih langsung oleh rakyat. Kabinet dapat mengendalikan parlemen. Kelangsungan kedudukan badan eksekutif atau kabinet tidak bias ditentukan berakhir sesuai dengan masa jabatannya karena sewaktu-waktu kabinet dapat bubar 6. Parlemen sebagai pemegang kekuasaan tertinggi yang merupakan pusat kekuasaan dalam sistem politik harus selalu mengusahakan agar tercapai dinamika hubungan politik yang seimbang antara badan legislatif dan badan eksekutif.yang terlalu besar. Adanya pengawasan yang kuat dari parlemen terhadap kabinet sehingga kabinet menjadi barhati-hati dalam menjalankan pemerintahan 4. dan sebaliknya badan perwakilan tidak lebih tinggi dari pemerintah. Garis tanggung jawab dalam pembuatan dan pelaksanaan kebijakan publik jelas. Dalam sistem parlementer pemerintah tidak berada diatas badan perwakilan. Kedudukan badan eksekutif/kabinet sangat tergantung pada mayoritas dukungan parlemen sehingga sewaktu-waktu kabinet dapat dijatuhkan oleh parlemen. Karena itu. anggota kabinet dapat mengusai parlemen 7. Parlemen menjadi tempat kaderisasi bagi jabatan-jabatan eksekutif. dalam pemerintahan parlementer tidak dikenal hubungan langsung antara rakyat dengan pemerintah. Hal ini karena kekuasaan eksekutif dan legislatif berada pada satu partai atau koalisi partai 2. pemerintah parlementer hanya bertanggungjawab secara tidak langsung kepada pemilih. Pembuat kebijakan dapat ditangani secara cepat karena mudah terjadi penyesuaian pendapat antara eksekutif dan legislatif. Berikut kelebihan dan kekurangan dari sistem parlementer secara umum yaitu 1. Hubungan itu hanya dilakukan melalui wakil-wakil yang dipilih oleh rakyat. kepala pemerintahan dapat mengajukan usul kepada kepala negara untuk membubarkan parlemen.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->