13

8entuk Gelombang Sinusoidal 8olak-balik

13.1 PENDAHULUAN
Analisis sejauh ini dibatasi untukjaringan dc,jaringan di mana arus atau tegangan besarnya tetap kecuali untuk pengaruh-pengaruh transient. Kini kita akan mengalihkan perhatian pada analisis jaringan yang mana magnitudo sumber berubahubah dengan bermacam-macam cam. Yang secara khusus menarik perhatian adalah tegangan yang berubah terhadap waktu yang secara komersial tersedia dalam besaran yang cukup besar yang biasa disebut tegangan ac. (Huruf ac merupakan kependekan dari alternating current, arusbolak-balik.) Agar menjadi jelas, istilah tegangan ac atau ants ac tidak cukup untuk menguraikan jenis isyarat yang akan kita analisis. Masing-masing gelombang pada Gambar 13.1 adalah sebuah gelombang bolak-balik yang tersedia di pasaran. Istilah bolak-balik hanya menunjukkan bahwa gelombang berganti-ganti antara dua harga yang telah ditentukan dalam waktu yang berurutan (Gam bar 13.1). Agar betul-betul benar, istilah sinusoidal, gelombang persegi, atau segitiga juga harus digunakan. Poia yang khususnya menarik adalah tegangan ac sinusoidal pada Gambar 13.1. Karena jenis isyarat ini dihadapi dalam banyak hal, maka istilah singkatan tegangan ac dan arus ac biasanya digunakan dengan tanpa adanya kekacauan. Untuk poia yang lain pada Gambar 13.1, selalu ada istilah yang deskriptif, akan tetapi singkatan ac sering ditiadakan, sehingga menghasilkan gelombang persegi atau gelombang segitiga. Salah satu alasan penting bagi pemusatan perhatian pada tegangan ac sinusoidal adalah bahwa ia merupakan tegangan yang dihasilkan oleh peralatan yang ada
96

' : :
!

,
'

Bentuk Gelombang Sinusoidal Bolek-balik

97

Sinusoidal

Square wave

Triangular

wave

GAMBAR 13.1 Gelombang bolak-balik.

di seluruh dunia. Alasan yang lain mencakup pemakaiannya dalam sistem listrik, elektronika, komunikasi, dan industri. Sebagai tambahan, bab-bab berikutnya akan mengungkap bahwa gelombang itu sendiri memiliki sejumlah karakteristik yang akan menghasilkan tanggapan yang unik bila ia diterapkan pada elemen listrik dasar. Teori dan metode yang luas yang diperkenalkan uotuk jaringan de juga akan digunakan pada sistem ac sinusoidal. Meskipun pemakaian isyaratisyarat sinusoidal akan meningkatkan kemampuan matematika yang diperlukan, begitu notasi yang diberikan dalam Bab 14 dipahami, maka kebanyakan konsep yang diperkenalkan dalam bab-bab de dapat digunakan pada jaringan ae dengan sedikit kesulitan tambahan. Peningkatan jumlah sistem komputer yang digunakan dalam masyarakat industri memerlukan sedikitnya pendahuluan yang jelas mengenai istilah yang digunakan berkenaan dengan gelombang pulsa dan tanggapan beberapa susunan dasar terhadap pemakaian isyarat tersebut. Bab 22 akan menyajikan maksud tersebut.

13.2

PEMBANGKITAN TEGANGAN ac SINUSOIDAL
Karakteristik tegangan dan arus sinusoidal serta pengaruh mereka terhadap elemen dasar R, L, dan C akan diuraikan seeara rinei dalam bab ini dan bab-bab berikutnya. Yang menarik perhatian adalah pembangkitan tegangan sinusoidal. Istilah generator ac atau alternator bukan merupakan hal yang baru bagi para mahasiswa yang berorientasikan teknik. Ini adalah sebuah piranti elektromekanik yang mampu mengubah daya mekanik menjadi daya listrik, Sebagaimana diperlihatkan dalam generator ac yang paling dasar pada Gambar 13.2. ia tersusun dari dua buah komponen utama: rotor (bagian yang bergerak, atau angker dalam kasus

98

Teknik Rangkaian Listrik -

Jilid 2

LOAD
J~

11
Induced voltage

b-

e,

+

a

Permanent magnet

prevent twisting of coil when it rotates.

s
GAMBAR13.2

ini) dan stator (bagian yang diam). Sebagaimana yang digunakan dalam istilah tersebut, rotor berputar dalam bingkai stator yang diam, Bila rotor diputar oleh daya mekanik seperti yang tersedia dari gaya desak air (bendungan) atau mesin turbin-uap, penghantar pada rotor akan memotong garis gaya magnet yang ditetapkan oleh kutub stator, seperti yang diperlihatkan pada Gambar 13.2. Kutub tersebut dapat berupa sebuah magnet tetap atau dari belitan kawat yang mengel ilingi inti ferromagnetik pada kutub yang mana arus de dilewatkan untuk memenuhi kebutuhan akan gaya gerak magnet bagi rapat fluks yang diperlukan. Didikte oleh Persamaan (12.1), panjang penghantar yang lewat melalui medan magnet akan memiliki tegangan imbas yang melintasinya sebagaimana yang diperlihatkan pada Gambar 12.3. Perhatikan bahwa tegangan imbas yang melintas pada masing-masing penghantar memiliki sifat saling menjumlah, dengan demikian tegangan terminal yang dihasilkan adalah jumlah dari dua tegangan imbas. Karena annatur (jangkar) pada Gambar 13.2 berputar dan terminal keluaran a dan b dihubungkan rnenuju beban 1uar yang tetap maka perlu adanya cincin gelincir (slip rings). Cincin gelincir adalah pennukaan-pennukaan penghantar yang berbentuk lingkaran yang menyediakan lintasan hubungan dati tegangan yang dihasilkan menuju beban dan mencegah terbelitnya kumparan pada a dan b bila kumparan terse but berputar. Tegangan imbas akan memiliki

' ,
i

, : , '

Kini sebuab metode akan diuraikan untuk penentuan arab arus yang dihasilkan atau pertambaban tegangan imbas. ibu-jari.3 untuk penghantar rotor bagian yang paling atas pada Gambar 13. x) yang diuraikan dalam Bab 11. dan tegangan imbas besamya DOl. I-f-+-t-- Crossindicates current entering. Jika tidak diberi beban. (a) (b) GAMBAR 13.Bentuk Geiombang Sinusoidal Bolak-balik 99 polaritas pada terminal a dan b yang akan menghasilkan arus yang memiliki arab seperti yang ditunjukkan pada Gambar 12. dan jari-tengah ditempatkan pada sudut yang benar. B (component F direction) . telunjuk searab dengan garis fluks magnet. .) dan tanda-silang (cross.4(a). seperti yang diperlihatkan pada Gambar 13.Dot indicates current leaving. . Untuk suatu generator.2 begitu ia lewat melalui posisi yang ditunjukkan pada Gambar 13. kita akan menganggap bahwa sebuah beban telah digunakan dengan demikian maka arab arus dapat dicantumkan dengan menggunakan perjanjian yang berupa titik (dot. telunjuk. maka jari-tengah menunjukkan arab pertambahan tegangan imbas. dan jari-tengah searah dengan arus yang dihasilkan dalam penghantar tersebut jika diberi beban.3(b).I.3 (a) Aturan tangan-kanan.2. 10 1-'+-. Penempatan jari-jari ditunjukkan pada Gambar 13. Dari sini.3. Pembalikan arab gerakan (ibu-jari) dalam daerah ini akan menghasilkan arab arus yang berlawanan. di sana tidak ada garis fluks yang dipotong. Begitu kumparan tersebut lewat melalui posisi 1 pada Gambar 13. (b) arah arus yang ditentukan dengan menggunakan aturan tangan kanan untuk posisi kumparan putar yang ditunjukkan. Hal ini merupakan syarat yang diperlukan bagi arus I dalam susunan seri. Ibu-jari ditempatkan searah dengan gaya atau gerakan sebuah penghantar. Perhatikan bahwa arab yang dihasilkan untuk penghantar yang berada di sebelah atas berlawanan dengan penghantar yang berada di sebelah bawah. Catat bahwa arah arus I adalah juga merupakan arah pertambaban tegangan imbas dalam generator tersebut. Marilah kita perhatikan beberapa posisi yang mewakili kumparan putar dan menentukan harga dan polaritas relatif tegangan yang dibangkitkan pada posisiposisi ini.

arab arus yang dihasilkan dan polaritas termi. Untuk posisi 2. yang menghasilkan pertambaban tegangan imbas yang melintas i kumparan tersebut. arus sarna seperti pada posisi 2. kanan.. Begitu kumparan terse but terus berputar ke posisi 4. Kini begitu kumparan tersebut berputar menuju posisi 5.5(b)}. polaritas tegangan imbas dan arab arus masih tetap sama. jumlab garis fluks yang dipotong per satuan waktul akan bertambab.5(c)}. karena jumlah garis fluks yang dipotong per satuan waktu turun menjadi nol. Polaritas tegangan imbas terse but diperlihatkan untuk terminal a dan b pada sebelah kiri sumbu tegak. yang ditunjukkan dalarn gambar tersebut. Polaritas dan arab .5(a). nat a dan b yang ditunjukkan sebagaimana yang ditentukan oleh aturan tangan. menunjukkan bahwa besar tegangan imbas sarna meskipun polaritas a dan b terbalik. meskipun tegangan imbas akan turun : karena berkurangnya jumlab garis fluks yang dipotong per satuan waktu. yang menghasilkan tegangan imbas maksimum. yang ditunjukkan pada Garnbar 13.4(b). posisi 4. dan posisi 3 dan posisi 6 [Garnbar 13.100 Teknik Rangkaian Listrik - Jilid 2 Begitu kumparan tersebut bergerak dari posisi 1 menuju posisi 2. seperti . Kemiripan antara posisi kumparan pada posisi 2 dan posisi 5 [Gambar 13. Pacla posisi 3. akan tetapi perlu dicatat bahwa ada perubaban polaritas untuk terminal a dan b dan pembalikan arah arus dalarn masing-masing penghantar. yang ditunjukkan pada Gambar 13. jumlah garis fluks yang dipotong per satuan waktu adalah ! maksimum.6. Pada . besar tegangan imbas akan bertambab Iagi. .. Gambar tegangan imbas eg yang terus menerus tampak pada Garnbar 13. tegangan imbas menjadi nol lagi.

6. maka tegangan yang dihasilkan akan berupa tegangan yang akan mengulang dirinya sendiri dalam selang waktu yang Induced voltage e. Catatlah beberapa karakteristiknya yang jelas.4 (Minimum voltage) s (a) (b) GAMBAR 13.6 Bentuk gelombang sinusoidal .5 Sisihkan waktu sejenak untuk menghubungkan bermacam-macam posisi terhadap gelombang yang dihasilkan pada Gambar 13. Sebagaimana yang diperlihatkan dalam gambar tersebut. jika kumparan tersebut diperbolehkan untuk terus berputar.Bentuk Gelombang Sinusoidal Bolak-balik 101 N Pos. between points a and b GAMBAR 13. Gelombang ini akan sangat dikenal dalam pembahasan berikutnya.

102

Teknik Rangkaian Listrik -

Jilid 2

sama. Perlu dieatat juga bahwa pola tersebut betul-betul sama antara yang bera di bawah dan di atas sumbu, dan ia terus berubah dengan waktu (surnbu datar i Karena berulang-ulang, marilah kita nyatakan lagi bahwa gelombang pada Gam bar 13.6 tersebut merupakan tegangan ac sinusoidal. Generator fungsi pada Gambar 13.7, yang menggunakan komponen elek tronika semi-penghantar, akan memberikan isyarat sinusoidal, gelombang-per ' segi, dan segitiga dengan jangkauan frekuensi yang luas yang ditentukan ole pengaturan dial dan pemiHhanjangkauan frekuensi. Jika diperlukan sebuah isyarat sinusoidal dengan frekuensi 1000 Hz, mak : saklar fungsi sinusoidal harus ditekan terlebih dahulu seperti yang diperlihatk pada gambar tersebut. Berikutnya dial pada posisi I dan saklar jangkauan I ditekan seperti yang diperlihatkan. Frekuensi keluaran merupakan hasil perkali antara posisi dial dan penetapan jangkauan frekuensi yang dipilih. Pengatur amplitudo akan mengatur keluaran sehingga sebuah voltmeter ae atau osilosko menunjukkan tegangan puneak sebesar 10 volt. Frekuensi yang sama dapat jug ditetapkan dengan pemilihan dial pada posisi 10 dan dengan menekan sakl pemilih jangkauan pada posisi 100. Pengatur DC SET yang terdapat di tengah-tengah generator terse but mengatur . harga de yang berhubungan dengan isyarat ae keluaran. Jika OFF, maka ial berharga nol volt. Sebagaimana ditunjukkan pada Gambar 13.7, ia ditetapkan . pada posisi yang sedikit negatif. Label 600-0 yang berada dekat terminal . ke1uaran menunjukkan bahwa generator tersebut memiliki hambatan dalam sebesar 600-0, seperti yang dibahas dalam Bab 5. III dan LO menunjukkan magni-

GAMBAR13.7

Bentuk Gelombang Sinusoidal Bolak-balik

103

tudo relatif tegangan keluaran yang tersedia pada terminal yang ditunjukkan. Karena semua terminal keluaran berupa penghubung koaksial, yang memiliki dua penghantar dalam, maka hanya satu terminal saja yang berhubungan dengan masing-masing keluaran.

13.3

PENENTUAN POLARITAS DAN ARAH
Dalam analisis berikutnya, kita akan mengetahui bahwa perlu untuk menetapkan polaritas bagi tegangan ac sinusoidal dan arab bagi MUS ac sinusoidal. Dalam masing-masing kasus, polaritas dan arah arus akan berupa harga sesaat untuk bagian positif gelombang sinusoidal. Hal ini diperlihatkan pada Gambar 13.8 dengan simbol untuk tegangan dan arus ac sinusoidal. Hurufkecil digunakan bagi masing-rnasing untuk menunjukkan bahwa be saran tersebut tergantung pada waktu; jadi, harganya akan berubah dengan adanya perubahan waktu. Kebutuhan bagi penentuan polaritas dan arah arus akan menjadi jelas bila kita memperhatikan jaringan ac yang memiliki banyak sumber. Perlu dicatat dalam kalimat terakhir bahwa tidak ada istilah sinusoidal sebelurn ungkapan jaringan ac. Hal ini akan terjadi sebagai peningkatan derajad kemajuan kita; istilah sinusoidal dianggap telah dipahami jika tidak ditunjukkan yang lainnya.

13.4

DEFINISI
Gelombang sinusoidal pada Gambar 13.9 dengan notasi tambahannya kini akan digunakan sebagai sebuah model dalam pendefinisian beberapa istilah dasar. Akan tetapi istilah tersebut dapat digunakan untuk sembarang gelombang bolakbatik. Hal ini penting untuk diingat bahwa begitu anda meneruskan melalui

(a)

(b)

GAMBAR

13.8

(a) Sumber tegangan ac sinusoidal; (b) sumber arus ac sinusoidal.

104

Teknik Rangkaian Listrik - Jilid 2

-------

.l'_-'

GAMBAR 13.9

Tegangan sinusoidal.

bermacarn-macarn definisi bahwa skala tegak adalah dalarn volt atau arnper dan skala datar selalu dalarn waktu. Gelambang: Lintasan yang dilacak oleh sebuah besaran, seperti tegangan pada Gambar 13.9, yang digarnbar sebagai fungsi dari bebera variabel seperti waktu (sebagaimana yang disebutkan di atas), posisi, derajad, radian, suhu, dan lain sebagainya. Harga sesaat: AmpJitudo sebuah gelombang pada saat tertentu; yang dinyatakan dengan hurufkecil (ej, ez). Amplituda puncak: Harga maksimum sebuah gelombang yang diukur dari harga rata-ratanya, dinyatakan dengan huruf besar (seperti Em untuk sumber tegangan dan Vm untukjatuh tegangan yang melintas pada beban). Untuk gelombang pada Gambar 13.9 harga rata-ratanya sebesar nol volt dan Em adalah seperti yang ditentukan oleh gam bar tersebut. Harga puncak: Harga sesaat maksimum sebuah fungsi yang diukur dari tegangan nol-volt, Untuk gelombang pad a Gambar 13.9 amplitudo puncak dan harga puncak besamya sarna, karena harga rata-rata fungsi terse but adalah nol volt. Harga puncak-ke-puncak: Dinyatakan dengan Ep-p atau Vp-p, tegangan penuh antara puncak gelombang positif dan negatif, jadi jumlah magnitudo puncak positif dan negatif.

Sejumlah istilah dalam bermacam-macam spektrum barangkali dikenal oleh para pembaca dari .10 Gelombang periodik: Sebuah gelombang yang terns menerus berulang setelah selang waktu yang sama. Frekuensi gelombang pada Gambar 13. Satuan pengukuran untuk frekuensi adalah hertz (Hz). Dengan menggunakan skala logaritma (diuraikan seeara rinci dalam Bab 21) sebuah spektrum frekuensi dari 1 Hz sarnpai 1000 GHz dapat diskalakan pada sumbu yang sarna seperti yang diperlihatkan padaGambar 13.12. dan untuk Gambar 13.11(b) 2 siklus per detik. Gelombang pada Gambar 13. Jika sebuah gelombang yang mirip bentuknya memiliki periode 0.9 adalah sebuah gelombang periodik. dan T3 pada Gambar 13.11(a) adalah 1 siklus per detik. Frekuensi stan dar untuk Amerika Utara adalah 60 Hz. sedangkan untuk Eropa yang utama adalah SOHz. Frekuensi (f): Jumlah siklus yang terjadi dalam waktu I· detik. akan tetapi mereka semuanya dibatasi oleh satu periode waktu. n.10. Siklus-siklus dalam Tz. oleh karena itu memenuhi definisi satu siklus.11(c)]. dialah yang awalnya melakukan penelitian di bidang arus dan tegangan bolak-balik serta pengaruh mereka terhadap elemen dasar R. dan C.5 detik [Gambar 13.1) Satuan hertz berasal dari nama keluarga Heinrich Rudolph Hertz. (13. Siklus: Bagian dari sebuah gelombang yang terdapat dalam satu periode waktu.9 periode Tt = T: = selama titik-titik berikutnya yang sarna pada gelombang periodik yang digunakan dalam penentuan T. maka frekuensinya akan sebesar 2 siklus per detik. Periode (1): Selang waktu antara perulangan gelombang periodik yang berturut-turut.9 dapat tampak berbeda dengan Gambar 13.Bentuk Gelombang Sinusoidal Belak-balik 105 GAMBAR 13. dalam Gambar 13. L. di mana n.

merupakan jumlah yang sangat besar bila dibandingkan dengan frekuensi 60 Hz yang terdapat pada sumber daya Iistrik yang ada.106 Teknik Rangkaian Listrik . sinusoidal yang memiliki ~00.000 siklus hanya dalam waktu 1 detik _ .2) T=! f CONTOH 13. CB. namun perlu diingat bahwa misalnya frekuensi 100 MHz menyatakan sebuah gelombang .1.keduanya dapat dihubungkan dengan persamaan berikut: j=Hz T= detik (s) atau (13.jadi. dan lainlain) juga dicantumkan untuk maksud referensi.Jilid 2 T = 0. begitu salah satu bertambah maka yang lain akan berkurang dengan harga yang sama .11 pengalaman sehari-hari.4 s (a) (h) T = 0. microwave.000. 1000 Hz (13. 60 Hz b.5 s (e) GAM BAR 13. Catat bahwajangkauan audio (telinga manusia) dari 15 Hz sampai 20 kHz.3) Tentukan periode sebuah gelombang periodik dengan frekuensi . pada penentuan selang spektrum frekuensi radio dari VLF sampai EHF cukup jelas dari panjang batang dalam gambar tersebut (meskipun perlu diingat bahwa ini adalah skala logaritma dengan demikian frekuensi yang diliput dalam masing-masing potongan sangat berbeda). Meskipun secara numerik mudah untuk mengatakan frekuensi dalam jangkauan megahertz dan gigahertz. a. Karena frekuensi berbanding terbalik dengan periode . Akan tetapipengiriman isyarat radio dapat terjadi antara 3 kHz dan 300 GHz. Frekuensi khusus lain yang menarik perhatian (TV. Proses yang seragam.

.300 kHz (Low Freq.2~~'t-.300 GHz Radio frequencies (spectrum) I Infrared I"" ..) 3 kHz . .12 .30 MHz (High Freq.) .3 GHz (Ultrahigh 300 MHz (Very High Freq.30 MHz GAMBAR 13.5 MHz ..<..~!..(J~'i.:r ~_~~"'1""'7-~~~ "~.) 3 GHz .88 MHz channels (7-13) f 174MHz-216MHz ~channelS (14-83) 470 MHz: . 3 kHz .~...~:.'.:?·~:o..Bentuk Gelombang Sinusoidal Belak-balik 107 r ~-~.) Freq. ~.VfUP 30 300 MHz .... j"!fAo.30 kHz (Very Low Freq. <.890 MHz I...~<5'A"*'>Pl!.8".) . LF 300 kHz . HF..~~.30 GHz (Super-High ~~"'XJ .<~<§!ti'e<tfl""'¥.) MHz - l'..<...~~o...3 MHz (Medium Freq.'h IS Hz-20kHz I Hz 10 Hz 100 Hz I kHz ""'' ' -:-'1 10 kHz 100 kHz 1 MHz 10 MHz 100 MHz 1 GHz 10 GHz 100 GHz 1000 GHz: filog scale) ~ 88 ~ MHz .-:_'- MF 3 MHz ./ ·":L'r. VLF 30 kHz .108 MHz channels (2-6) 54 MHz .) UHF :'t"~...d GHz ..~~a~e I 1.:.) ~..'..-:· M~:::::e-1 oven EfUP J Freq... SfUP 30 ~!!s.:: .::.300 GHz (Extremely High Freq.

Kepekaan datar menentukan periode waktu yang berhubungan dengan rnasingmasing centimeter pada tampilan tersebut.14 dan kepekaan yang ditunjukkan. T~ b.13 Penyelesaian: Dari garnbar tersebut.2. dan 1 1 /=-= = 100Hz T 10 x 10-3 S eONTOB 13.detik atau 1 eONTOB 13. e GAMBAR 13.14 dengan kepekaan tegak dan datar yang ditunjukkan. tentukan periode. Osiloskop adalah sebuah alat yang akan menarnpilkan gelombang bolak-balik seperti yang diuraikan di atas. - Jilid 2 Penyelesaian: a.3. Periodenya adalah .108 Teknik Rangkaian Listrik. Kepekaan tegak menentukan tegangan yang berhubungan dengan masing-masing centimeter (em) yang tegak pada tampilan. Sebenamya semua Jayar osiloskop dipotong menjadi pola irisan menyilang yang berupa garis yang dipisahkan dengan jarak satu centimeter pada arab tegak dan datar. frekuensi. Penyelesaian: Satu siklus memiliki rentangan 4 cm. dan harga puncak gelombang tersebut.67 ms 3 DIS :1= niooHz = 10. Tentukan frekuensi gelombang pada Garnbar 13. Untuk pola pada Garnbar 13.13. Sebuah pola sinusoidal tampak pada osiloskop yang terdapat pada Garnbar 13. T = l=io-Hz~ 0.01667 detik atau 16. T= 10 ms.

dan C Dengan kata lain. Jika sebuah gel om bang kotak atau gelombang segitiga yang digunakan. apakah mulus atau gelombang yang terputus-putus. Horizontal sensitivity = 50 JJ. ' '+' 1\ f:~ 4: Vertical sensitivity = 0. L. Ia hams ditunjukkan bahwa pemyataan di atas juga dapat digunakan untuk gelombang cosinus karena .l V/cm) = 0. Oleh karena itu Vm = (2 cm)(O. maka hal yang demikian bukan merupakan kasus tersebut.Bemuk Gelombang Sinusoidal Bolak-balik 109 :j: II !1\ .1 V/cm IJ I / "\ .14 T= 4 (50 us) = 200 J. Akan tetapi gelombang sinusoidal merupakan yang menarik karena telah ada matematika dan fenomena fisik yang berhubungan.jika tegangan yang melintas (atau arus yang melalui) sebuah tahanan. atau kapasitor berupa gelombang sinusoidal yang alami.2 V 13.5 GELOMBANG SINUS Istilah yang ditentukan dalam pasal sebelumnya dapat digunakan untuk sembarangjenis gelombang periodik.lS dan frekuensinya sebesar f= T= 1 200 1 X 10-6 S = 5 kHz Tinggi tegak di atas sumbu datar sebesar 2 em._ I-. kumparan. Perhatikan pemyataan berikut: Gelombang sinus adalah salah satu gelombang bolak-balik yangmemiliki bentuk yang tidak dipengaruhi oleh karakteristik elemen R. r\ II .SIcm \ j \1 '--'-- GAM BAR 13.dengan rangkaian-rangkaian listrik. maka arus yang dihasilkan (atau tegangan masing-masing) bagi masing-masing juga akan memiliki karakteristik sinusoidal seperti yang diperlihatkan pada Gambar 13.15.

16 . sepert yang diperlihatkan pada Gambar 13.15 gelombang terse but berbeda hanya oleh pergeseran 90° pada sumbu datar.16.110 Teknik Rangkaian Listrik - Jilid 2 GAMBAR 13. Sine wave 60· a Cosine wave GAMBAR 13.

seperti yang diperlihatkan pada Gambar 13. dan 7t (3.14 radians radians) 2 . maka c = 2rrr dan kita memperoleh x=2n "" x : r Oleh karena itu ada 2n radian yang mengelilingi sebuah lingkaran 360°.17 Jika kita menentukan X sebagai jumlah interval r (jari-jari) yang mengitari keliling lingkaran tersebut.Bentuk Gelombang Sinusoidal Bolak-balik 111 Satuan pengukuran untuk sumbu datar pada Gambar Sebuah satuan pengukuran kedua yang sering digunakan ditentukan oleh sebuah kuadran pada sebuah lingkaran 13.28 radians) GAMBAR 13.17 di mana jarak busur pada permukaan lingkaran lingkaran.18. radians (6.16 adalah adalah radian seperti pada sarna dengan derajad.. (rad).18 . Ia Gambar jari-jari 1 radian GAMBAR 13. 13.

Untuk 180° dan 360°. harga perkiraan berikut akan sering digunakan 1t=3.18. diamaternya. adalah sebagai berikut: (13.14 (13. kita peroleh 90°: Radian . Besaran 1t adalah perbandingan antara keliling sebuah lingkaran terhad. dua satuan yang dihubungkan sebagaimana yang dipe lihatkan pada Gambar 13. Persamaan-persamaan pengubahan antara keduany . 30°: Radian = ~(90~ 180 =~ =~ 2 rad = ~(30~ 180 6 rad . telah ditentukan menjadi sebuah bilangan yang diperluas terutama dala usaha untuk melihat jika tampak bilangan yang urutannya berulang. ~ dengan Sejumlah rumus listrik berisi sebuah pengali 1t.112 Teknik Rangkaian Listrik - Jilid 2 (13. Sebuah contoh usaha tersebut tamp sebagai berikut: 1t 1t = 3. Untuk maksud-maksud kami.8 Dengan menggunakan persamaan ini..14159 26535897932384626433 . Ia buk merupakan bilangan yang berulang-ulang. Inilah salah satu alasan bah kadang-kadang lebih disukai untuk mengukur sudut dalam radian daripada dal derajad.. (13.

.9) Dengan penggantian ke dalam persamaan (13. kita memiliki persamaan huruf (13.19 Hal ini khususnya menarik bahwa gelombang sinusoidal dapat diturunkan dari panjang proyeksi tegak pada vektor jari-jari yang berputar dalarn gerakan melingkar yang seragam pada sebuah titik tetap.9) dan menggunakan Yunani omega (OJ) untuk kecepatan sudut...19..Bentuk Gelombang Sinusoidal Bolak-balik I I3 1t 3 Derajad . kita akan melacak sebuah gelombang sinusoidal yang lengkap setelah vektor jari-jari berputar sempurna 3600 mengelilingi pusat. -. . maka kita akan memperoleh sebuah gelombang sinus seperti yang diperlihatkan pada Gambar 13. etc.11) . ISOO(37t) Dengan menggunakan radian sebagai satuan pengukuran untuk absis. v..10) (13. Yang bermula seperti yang diperlihatkan pada Gambar 13. lS00(1t) 7t 3 = 60 0 = 270 0 31t 2 Derajad= ----n. i.T .20(a) dan penggambaran amplitudo (di atas dan di bawah no1) pada koordinat yang digambarkan ke kanan [Gambar 13.20(b) sampai (i)]. Kecepatan di mana vektor jari-jari berputar mengelilingi pusat disebut kecepatan sudut (angular velocity) yang dapat ditentukan dari persamaan berikut: (13. o GAMBAR 13.

.. _.~ liliiii 0" 180" __ a '. ~ a a (h) a OJ a GAM BAR 13.20 .f"" ___________ ~ (g) __ -_2r25-D----.. 180" ..114 Teknik Rangkaian Listrik - Jilid 2 (a) ~--~--------------------a = 0" 0" (b) (e) {:=~ III~~------------------__'a 0" 0" 4~ 90" 135" a (e) a= .

20(i). Decreased decreased! (d (d.21 Increased increased! (d. Radian dalam selang waktu ini adalah 21[. Jadi. decreased T. maka akan semakin tinggi kecepatan sudut. di mana untuk vektor jari-jari yang sam a.13) dibuktikan oleh Gambar 13.13) Persamaan ini menyatakan bahwa semakin tinggi frekuensi gelombang sinusoidal yang dihasilkan. maka harus digunakan Persarnaan (13. (rad/s) (13.12) Dengan kata lain. maka sudut (l diperoleh dengan menggunakan Persamaan (13. yakniJ= liT.21. persamaan ini menyatakan bahwa semakin kecil periode gelombang sinusoidal pada Gambar 13. atau semakin kecil selang waktu sebelum satu siklus yang lengkap dihasilkan. Dengan penggantian kita memiliki persamaan {(radls)} (13.11) yang biasanya dalam radian. (a) C3 = 100 radls V jO. Kini kita dapat melangkah satu langkah lagi dan menggunakan kenyataan bahwa frekuensi gelombang yang dihasilkan adalah berbanding terbalik dengan periode gelombang tersebut.12) dan (13.8). ro = 100 radls dan 500 rad/s. maka akan semakin besar kecepatan sudut vektor jari-jari yang berputar. Persamaanpersamaan (13. : . Jika (l diperlukan dalam derajad.l"VOVVVO (b) ~ radls hAI AAaaAA 6 TI-GAMBAR 13.20.Bentuk Gelombang Sinusoidal Bolak-balik 115 Karena biasanya CO diberikan dalarn radian per detik. Perlunya mengingat hal di atas akan menjadi jelas dalam contoh berikutnya. Tentunya pemyataan ini sesuai dengan apa yang kita pelajari selama ini.20(i). Pada gambar 13. increased T. waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan satu revolusi adalah sarna dengan periode (1) gelombang sinus pada Gambar 13.

884 rad .56 500 radls 500 radls dan f = -T = 12. bar 13. dan t = alro a = 2rrft = (6. IDS = 217' = w 217' fad = 6. Tentukan kecepatan sudut sebuah gelombang memiliki frekuensi 60 Hz.lT.56 1 1 X 10-3 s = 79. sinus yan ~ Penyelesaian: ffi = 2 n f= (6.24 rad)(60 Hz) 377 rad/s CONTOR 13. t =w = 17'12Tad 200 rad/s =- 17' s 400 = -- 3. Penyelesaian: Persamaan (13 . tentukan berapa lama waktu yan diperlukan oleh gelombang sinusoidal untuk lewat melalui sudut 90°. Tentukan sudut gelombang sinusoidal dengan frekuensi 60 III : akan lewat dalam periode 5 ms. dan a w 1= aJro t=- Akan tetapi a harus diganti sebagai x/2 (= 90°) karen a a ffi dalam radian per detik. Tentukan frekuensi dan peri ode gelombang sinus pada Gam Karena ill Penyelesaian: T = 21r. Diketahui ill = 200 rad/s. = rot.28 rad)(60 Hz)(5 x 10-3 s) = 1.2I(b).4.62 Hz CONTOR 13.11): a.14 s 400 = 7.7. Penyelesaian: Persamaan (13 .28 rad = 12.6.5. = rol.11): a.85 ms CONTOR 13.116 Tekmk RangkiJian Listnk: - Jilid 2 CONTOR 13.

884 7T rad 180" rad)= 108" 13. = rot menyatakan bahwa sudut a. yang melalui vektor putar pada Gambar 13.Bentuk Gelombang Sinusoidal Belak-balik 117 Jika tidak hati-hati.22. semakin lama waktu. untuk kecepatan sudut tertentu. untuk kecepatan sudut tertentu (co yang tetap). akan semakin besar jumlah siklus .6 FORMAT UMUM UNTUK TEGANGAN ATAU ARUS SINUSOIDAL Format matematika dasar untuk gelombang sinus adalah (13.20 yang akan lewat ditentukan oleh kecepatan sudut vektor putar dan lama waktu vektor berputar.884°. semakin lama vektor jari-jari berputar (yakni. a (0) terse but seba- = --(1. sese orang mungkin akan mengartikanjawaban gai 1.14) di mana Am adalah harga puncak gelombang dan (l merupakan satuan ukuran untuk surnbu datar sebagaimana diperlihatkan pada Gambar 13. maka akan semakin besar derajad atau radian yang mana vektor akan melaluinya. Sebagai contoh. o or (0 or rad) GAMBAR 13. semakin besar harga t).22 Persamaan a. Padahal. Dengan menghubungkan pemyataan ini dengan gelombang sinusoidal.

yang merupakan skala datar untuk osiloskop. Sudut di mana dicapai harga tegangan tertentu dapat ditentukan dengan penyusunan kembali persamaan . CONTOH 13.15) dengan rot sebagai satuan pengukuran datar.. format umum sebuah gelombang sinus dapat jug ditulis Am sin rot (13.5878) = 2. Untuk seJang waktu yang tetap. di mana huruf besar dengan subscript m menyatakan amplitudo dan huruf kecil i dan e masing-masing menyatakan harga sesaat arus atau tegangan pad a saat t. Karena Persamaan (13. Penyelesaian: 40° e = 5 sin 40° = 5(0.8 Untuk ex = n. karena menyatakan tegangan atau arus sinusoidal sebagai fungsi waktu. Untuk besaran listrik seperti arus dan tegangan.118 Teknik Rangkaian Listrik - JiM 2 yang diperlihatkan.1 1).214 V Untuk ex = O. Diketahui e = 5 sin a. dan lain-lain). Format ini penting. karena mereka dapat melakukan fungsi tersebut secara langsung. = 0.939 V Pengubahan menjadi derajad tidak diperlukan untuk kebanyakan kalkulator yang ada pada saat ini. akan semakin besar jumlah siklus yang dihasilkan. Pertama pastikan bahwa kalkulator dalam mode RAD kemudian dengan hanya memasukkan ukuran radian dan gunakan tombol trigonometri yang sesuai (sin. tan. e = Em sin rot = Em sin a.6428) = 3. format yang umum adalah i = 1m sin rot = 1m sin a. cos. semakin besar kecepata sudut. Ingat bahwa kepekaan datar sebuah osiloskop adalah daJam waktu per centimeter dan bukan derajad per centimeter.8. = 40° dan a.8n dan e = 5 sin 1440 = 5(0. tentukan e pada saat a.

17) akan memberikan sudut dengan besar antara 0° dan 90°. Tentukan sudut di mana harga fungsi sinusoidal v 4 volt. Persamaan (13.578° Akan tetapi.17) Fungsi sin-1 tersedia pada semua kalkulator ilmiah. (13. Penyelesaian: a. Gambar 13. b.9. = a.Bentuk Gelombang Sinusoidal Bolak-balik 119 e dengan cara berikut: = Em sin a sma=Em .4 = 23.16) Hal yang santa untuk harga arus tertentu. e at = sin-1 Em = 10 sin 377t adalah sebesar sin"! --:. Tentukan waktu di mana harga tersebut diperoleh. CONTOH 13.16): . secara umum ingatlah bahwa Persamaan (13.23 mengungkap bahwa harga 4 V (positif) akan diperoleh pada dua titik antara 0° dan 180°.16) dan Persamaan (13. 4V 10 V sin-I 0. . Potongan yang kedua ditentukan oleh Oleh karena itu. e yang dapat ditulis (13.

09 DIS . (V) GAMBAR 13.411 rad 377 radls = 1.73 rad w 377 rad/s =7. Uraian selanjutnya mengenai gelombang yang bukan sinusoidal dapat diperoleh dalam Bab 24.23 b. Sebelum mengulas contoh.10. Teknik yang terakhir ini akan ditunjukkan dalam Contoh 13. enam. catatlah persamaan matematika yang relatif sederhana yang dapat menyatakan sebuah gelombang sinus.422°) 1800 tx=r=> 0: 1T = 2.24ms Gelombang sinus juga dapat digambarkan terhadap waktu pada sumbu datar. Peri ode untuk masing-masing selang waktu dapat ditentukan dari persamaan t = ak». o:(rad) = --(156. akan tetapi rute yang paling langsung untuk memperoleh periode T adalah dari persamaan T = Ilf dan memisahkannya menjadi selang yang diinginkan. Persamaan (13. Akan tetapi a.73 rad 2. dengan demikian makat=a. empat. Untuk perpotongan yang kedua. Sembarang gelombang bolak-balik yang memiliki karakteristik yang berbeda dengan karakteristik gelombang sinus tidak dapat dinyatakan dengan suku tunggal.120 Teknik Rangkaian Listrik . haru dan II =. dalam radian. atau barangkali suku-suku dengan jumlah yang tidak terbatas untuk menyatakan secara tepat./ro. akan tetapi barangkali memerlukan dua. . =en.11): a.= w 0: 0.Jilid 2 \. Jadi.

26 .24. maka tidak memerlukan perhitungan). Lihat Gambar 13. Lihat Gambar 13. sudut (a) dalam detik.24 GAMBAR 13.10. b.25 c.28 314 = 20 ms 10 ms 5 ms .Bentuk Gelombang Sinusoidal Bolak-balik 121 CONTOH 13. b. ==- 10-3 10-3 10-3 = = 20 4 4 20 12 X T 12 =- X = 1. Begitu hubungan antara derajad dan radian dipahami. 360°: 180°: 90°: 30°: T T 2 T - =- 21T w 20 2 = -X 6. sudut (a) dalam derajad. o· a (0) GAMBAR 13. (Catat bahwa tidak diperlukan perhitungan). e .67 ms Lihat Gambar 13. c. Penyelesaian: a..26 / tms) GAM BAR 13. sudut (a) dalam radian.25. Sketsalah e = 10 sin 3141 dengan absis a.

Jika gelombang tersebut melewati sumbu datar dengan lereng positif (bertambah besar dengan bertambahnya waktu) sebelum 0°. kita hanya memperhatikan gelombang sinus yang memiliki harga maksimum pada 1[/2 dan 31[/2. maka pernyataannya adalah (13.7 HUBUNGAN FASE Sejauh ini. maka pernyataan tersebut menjadi (13.46 rnA 13.18) di mana adalah sudut pergeseran gelombang dalam derajad atau radian. dan 21[.59° (6 mA)(O.11. seperti diperlihatkan pada Gambar 13.27.19) Pada saat rot = a == 0°. Jika gelombang tersebut digeser ke arah kanan atau kiri sebesar 0°.9093) == 5. magnitudonya ditentukan oIeh Am sin e. Jika gelombang tersebut melewati sumbu datar dengan Iereng positif setelah 0°. Diketahui i= 6 X 10-3 sin 1000t.59° 114.Jilid 2 CONTOH 13. sebagaimana diperlihatkan pada GAMBAR 13. maka pemyataannya adalah e GAM BAR 13. dengan harga nol pada 0.27 .25. tentukan i pada saarr= 2 ms Penyelesaian: a = wt = lOOOt 180" 7r = (1000 radls)(2 X 10-3 s) = 2 rad a (j = --(2 rad) i = (6 X 1O-3)(sin = rad = 114.1[. seperti yang diperIihatkan pada Gambar 13.28.122 Teknik Rangkaian Listrik .

29 .22) Istilan mendahului dan tertinggal digunakan untuk menunjukkan hubungan antara dua gelombang sinusoidal yang sama frekuensinya yang digambarkan pada sumbu yang sama. maka ia disebut gelombang cosinus.Bentuk Gelombang Sinusoidal Bolak-balik 123 GAM BAR 13. seperti yang diperlihatkan pada Gambar 13. Pada Garnbar 13.20) Dan pada rot = a = 0°.29. magnitudonya adalah Am sint-B).29. (13. yang mana dengan trigonometri identik dengan -Am sin e. kurva cosinus dikatakan mendahului GAMBAR 13.28 (13. Jadi.21) atau 13. Jika gelombang tersebut menyeberang sumbu datar dengan lereng positif 90° (11:/2)lebih awal.

23) Jika sebuah pemyataan sinusoidal tampak sebagai e == -Em sin rot tanda negatif berhubungan dengan bagian sinus dari pemyataan terse but. e -Em sin rot == Em sin(rot + 180°) Em sin(rot . pemyataan tersebut. Cata bahwa sudut fase antara dua gelombang tersebut diukur antara titik pada sumbu datar yang mana masing-masing gelombang tersebut melalui lereng yang sama.180°) = = . . gelombang tersebut berbedafase 90°. bukan harga puncak Em.124 Teknik Rangkaian Listrik - Jilid 2 kurva sinus sebesar 90°. Jika kedua gelombang terse but menyeberang sumbu pada titik yang sarna dengan lereng yang sarna maka mereka sefase. akan ditulis e == Em (-sin rot) Karena -sin rot == sin( rot ± 180°) pemyataan tersebutjuga dapat ditulis e == Em sin(rot± 180°) yang mengungkap bahwa sebuah tanda negatif dapat diganti dengan perubahan sudut fase sebesar 180° (+ atau -). 90° direferensikan sebagai sudut fase antara dua gelombang terse but. Beberapa hubungan geometris yang dapat membuktikan kegunaan dalam pemakaian-pemakaian yang melibatkan sinus dan cosinus yang berhubungan dengan fase adalah sebagai berikut: (13.Dengan kata lain. Dalam bahasa yang biasa digunakan. Jadi. dan kurva sinus dikatakan tertinggal kurva cosinu sebesar 90°. jika bukan untuk kemudahan.

Lihat Gambar 13.30 . atau v tertinggal 40° oleh i.10°) -sin(wt + 30°) 2 sin(wt + 10°) -2 cos(wt . i = v= v = 5 sin(wt + 70°) 15 sin(wt + 60 10 sin(wt .12.Bentuk Gelombang Sinusoidal Belak-balik 125 Sebuah kurva untuk masing-masing gelombang akan memperlihatkan secara j elas kesamaan mereka. i mendahului v sebesar 40°.30. 211" WI GAMBAR 13.200) 2 cos(wr + 10°) 3 sin(wc . Hubunganfase antara dua gelombang menunjukkan bahwa salah satu mendahului atau ketinggalan sekian berapa derajad atau radian. Apakah hubungan fase antara gelombang sinus pada masingmasing himpunan berikut? a. Oleh karena itu ada dua pemyataan matematika yang benar untuk fungsi-fungsi terse but. v j b. CONTOH 13.150°) Penyelesaian: a. = i= v= i = 10 sin{wt + 30j 0 ) = d. c. i = v= e.6()O) 3 sin{wt .

150°) 180°) v mendahului i sebesar 160°. <VI GAMBAR 13. -sinew! 0 - /NOle + 30°) = sinew! + 30 = sin(wt . i mendabului v sebesar 80°. Lihat Gambar 13. Lihat Gambar 13. atau i tertinggaI 160° oleh v.atau v tertinggal l In" oleh i.32. i = 2 cos(rot + 10°) = = 2 sin(ro{ + 10° + 90°) 2 sin( rot + 100°) i mendahului v sebesar 110°.31. _:!!.31 c.33. 2 <VI GAM BAR 13.. . atau v tertinggal 80° oleh i. Lihat Gambar 13.32 d.126 Teknik Rangkaian Listrik - Jilid 2 b.

34. 2 10· GAMBAR 13. e.60° Ji1800) = 2 cos(wt .240°) v dan i sefase 2 sin(rot . i + 30°) = sinew! = sin(wt + 30° + £"'1"" 180°) = -2 cos(wt .150°) = = sin(a + 90°) .34 Akan tetapi.Bentuk Gelombang Sinusoidal Bolak-balik 127 -. Lihat Gambar 13.240° + 90°) = 2 sin(rot .:!!. cos a dengan demikian maka 2 cos(ro( . atau i tertinggal2000 oleh v.60°) 2 cos(wt .240°) By choice = GAMBAR 13.33 Atau dengan menggunakan -sin(wt + 210°) v mendahului i sebesar 200°.

Tentu saja.35 Penentuan harga rata-rata. Tinggi rata-rata pasir tersebut adalah tingg yang diperoleh jika jarak dari salah satu ujung ke ujung yang lain dipertahank sernentara pasir diratakan.: x h. ..35.128 Teknik Rangkaian Listrik - Jilid 2 13.35(b untuk kesirnpulan sebelurnnya agar berarti. Keadaan tersebut bisa rnerupakan salah satu di Height Height l (a) (b) GAMBAR 13.8 HARGA RATA-RATA Meskipun konsep harga rata-rata merupakan salah satu yang penting dal kebanyakan bidang teknik.35(b) sebagairnan ditentukan oleh persamaan A . Pada Gambar 13.. tinggi rata-rata pasir diperlukan untuk menen tukan volume pasir yang tersedia.35(a). pada Gambar 13. seperti yang diperlihatkan pada Garnbar 13. Pada gam bar 13. kedalarnan (arah ke dal b halarnan buku) pasir tersebut harus sarna untuk Garnbar 13. arti yang sebenarnya sering salah diterjemahkan Misalnya.35(a) kernudian akan sarna deng luas di bawah bentuk persegi yang tampak pada Garnbar 13.35(a)jarak adalah antara dua tiang yang sarna dengan tiang yang asli pada Garnbar 13.35(a) dan 13.35 jarak tersebut diukur dari salah satu ujung ke ujung yang lain.35(b) Luasan di bawah gundukan pada Garnbar 13.

maka kecepatan rata-ratanya sebesar 180 . banyak pengemudi yang ingin menghitung kecepatan rata-rata mereka untuk seluruh perjalanan terse but. seperti yang diperlihatkan pada Gambar 13. Misalnya.36(a). yang akan rnenghasilkan harga rata-rata yang lebih rendah lagi bagi perataan. Oleh karena itu jelas bahwa semakin jauh jarak.36 Pengaruh jarak terhadap harga rata-rata.35. mana perata ingin tahu ketinggian rata-rata pasir yang terbentang pada jarak yang ditentukan pada Gambar 13.Bentuk Gelombang Sinusoidal Bolak-balik 129 Height (a) Height distance (b) GAMBAR 13.37(b). Ketinggian rata-rata berkurang bila dibandingkan dengan Gambar 13. maka sebagian pasir tersebut akan digunakan untuk mengisi kubangan. seperti yang diperlihatkan pada Garnbar 13. akan semakin rendah harga rata-rata. Hasilnya adalah pertambahan jarak seperti yang diperlihatkan pada Gambar 13. kubangan akan merniliki bentuk seperti gundukan pasir (setelah satu siklus penuh) yang menghasilkan harga rata-rata yang sarna dengan permukaan tanah (atau nol volt untuk tegangan sinusoidal selama satu periode penuh). Hal ini biasanya dilakukan dengan rnembagi mil yang ditempuh dengan jam yang diperlukan untuk menempuh jarak tersebut. Setelah rnenempuh perjalanan yangcukup jauh dengan mobil. jika seseorang menempuh 180 mil dalam waktu 5 jam.37(a). Untuk sebuah gelombang sinus.36(b). Jika parameter jarak mencakup kubangan.

130 Teknik Rangkaian Listrik . seperti yang diperlihatkan pada Garnbar 13.r.37 mWS jam atau 36 mil/jam.}~'5./~~~:~ • GAMBAR 13..24) Speed (milh) 70 60 50. 40 30 20 . maka kita akan memperoleh hasil yang sarna yaitu 36 mil/jam.38.38 .~~.Jilid 2 Height Ground level - Distance -I (a) Height Average height r---Same distance (b) ----+1 I :-iE. Al t . jadi.Saad\~~ :t~. 10 0 A2 2 '--.~~.----' 3 4 5 Lunch break 6 r {h) GAM BAR 13. (13. Dengan memperoleh luasan total di bawah kurva terse but selama S jam dan kemudian membagi luasan tersebut dengan Sjam (waktu total untuk perjalanan). Jarak yang sarna ini bisa juga ditempuh dengan bermacam-macam kecepatan dan bermacam-macam selang waktu.

Kemudian akan diperlukan untuk mengetahui atau menentukan kornponen de (harga rata-rata) dan ac untuk tegangan atau arus dalam berbagai bagian sistern tersebut. (Square wave) 14V IOV elms) -6V -lOY (a) (b) GAMBAR 13. Dengan kata lain. maka: (13.25) Jurnlah aljabar luasan-luasan tersebut harus ditentukan. sedangkan harga negatif berada di bawah surnbu.13. karena beberapa luasan yang ikut andil berasal dari bawah sumbu datar. CONTOH 13. sedangkan yang berada di bawah sumbu datar diberi tanda negatif. seperti arus atau tegangan. harga rata-rata adalah sarna dengan harga de.24) dapat diperluas agar mencakup sembarang besaran variabel. Dalam analisis rangkaian-rangkaian elektronika yang akan diperhatikan dalam perkuliahan selanjutnya. Harga rata-rata sembarang arus atau tegangan adalah harga yang ditunjukkan pada sebuah meter dc.39.39 . Luasan di atas sumbu datar diberi tanda positif. Tentukan harga rata-rata gelornbang pada Gambar 13. jika kita menggunakan G untuk menunjukkan harga rata-rata. selama satu siklus yang sernpurna. Kemudian sebuah harga rata-rata positifakan berada di atas surnbu. surnber tegangan de dan ac keduanya akan digunakan dalam jaringan yang sama.Bentuk Gelombang Sinusoidal Bolak-balik 131 Al +A2 5h (40 milh)(2 h) + (50 miJh)(2 h) =~----~~--~----~~ 5h = ~ mifh 5 = 36 mi/h Persamaan (13.

132 Teknik Rangkaian Listrik . yang. Dengan menggunakan persarnaan (13. Gambar 13.(10 V)(l ms) o =--=OV 2 ms 2 ms b. CONTOH 13. luasan di atas sumbu sarna dengan luasan di baw sumbu selarna satu siklus.39(b) adalah gelombang persegi seperti Garnbar 13. b. Jadi. Gambar 13.40.25): G = (14 V)(l ms) . GAMBAR 13.42. Dengan menggunakan Persamaan (13. Tentukan harga-harga rata-rata gelombang berikut selama .41. Kenyataannya.14. satu siklus penuh: a. Dengan pemeriksaan.25): G = (10 V)(l ms) .6 V 8V =- = 2 2 =4V seperti yang diperlihatkan pada Gambar 13.(6 V)(l ms) 2 ms 14 V .39(a) hanya dengan penggeseran de sebesar 4 V.Jilid 2 Penyelesaian: a. gelombang yang terdapat pada Gambar 13.40.akan menghasilkan harga rata-rata nol volt.

"":"--'-----'--':"":"_= 10 ms -20 V + 8 V .Bentuk Gelombang Sinusoidal Bolok-balik v 3 0 .(2 V)(2 IDS) b. .4 V =----=lV 8 Catat Gambar 13.6 V 10 10 de voltmeter (between 0 and g ms) GAMBAR 13.1... -(10 V)(2 rns) + (4 V)(2 ms) . G = +(3 V)(4 ms) .G __:-~=---__.43.42 Penyelesaian: a.44.V = .4 V 16 = = .41 r (ms) GAM BAR 13.43 Catat Gambar l3._-:"""_"'. t (ms) -1 133 (V) I ""'[ GAM BAR 13._.(1 V)(4 8 IDS) ms 12 V .

45 1T 1T .45). luasan pulsa positif (atau negatif) sebuak gelombang sinus adalah 2 Amo Perkiraan gelombang ini dengan dua segitiga (Gam bar 13. kita peroleh bahwa (dengan menggunakan luasan = 112alas x tinggi untuk luasan sebuah segitiga) perkiraan secara kasar untuk luasan yang sebenarnya adalah: b h Luas(terarsir) = 2Gbh) = 2[(~)(.--.)(Am)J -. maka kita harus memperoleh luasan tersebut dengan berbagai earn yang lain.Jilid 2 GAMBAR 13.58Am T GAM BAR 13. Sebagai contoh.134 Teknik Rangkaian Listrik . = .Am == 1. luasan tersebut kita ketahui dengan menggunakan rumus geometris yang sederhana. Akan tetapi jika kita menghadapi sebuah gelombang sinus atau sembarang bentuk yang tidak umum.44 Telah kita peroleh luasan di bawah kurva dalam contoh sebelumnya dengan menggunakan rumus geometri sederhana. Kita dapat memperoleh harga perkiraan yang bagus untuk luasan dengan mencoba menghasilkan kembali bentuk gelombang asal dengan menggunakan sejumlah persegi yang kecil-kecil atau bentukbentuk lain yang dikenal.

46 Prosedur kalkulus yang memberikan penyelesaian yang tepat berharga 2 Am dikenal dengan nama pengintegralan. Untuk gelombang yang tidak teratur. kita mengintegralkan terhadap c. Akan tetapi ia berguna sebagai alat matematika.094Am yang tentunya lebih mendekati luas yang sebenarnya. Jika digunakan bentuk yang jumlahnya tidak terbatas. metode ini khususnya akan berguna jika data yang diinginkan berupa harga rata-rata. maka akan diperoleh jawaban yang tepat sebesar 2 Am. Pengintegralan dipaparkan di sini hanya untuk membuat metode tersebut dapat dikenal oleh pembaca. Dengan pengintegralan kita peroleh Luas = = = -Am(cos -Am[-l Am[ -cos O'J~ 7T - cos 0°) . Am sin u adalah fungsi yang diintegralkan.Bentuk Gelombang Sinusoidal Bolak-balik 135 Perkiraan yang lebih mendekati dapat berupa sebuah persegi dengan dua segitiga yang sarna (Gambar 13. 117 Am sin a da 'It dan 0 adalah batas-batas pengintedan de menandakan bahwa gralan. hal ini tidak perlu menjadi ahli dalam penggunaannya untuk melanjutkan naskah ini.(+l)J = -Am(-2) . GAM BAR 13. Dengan memperoleh luasan di bawah pulsa positif pada sebuah gelombang sinus dengan menggunakan pengintralan. kita memiliki persamaan Luas = di mana S o merupakan tanda pengintegralan.46): Luas =A 7T m3 + 2 -2 bh (1) =A - m3 7T 7T + -A m 3 = -7j 3 2 A m = 2. dan harus dipelajari.

15. G = (2A".26) 7r Karena kita mengetahui luasan di bawah kurva positif (atau negatif). maka kita dapat dengan mudah menentukan harga rata-rata pulsa gelombang sinus dengan menggunakan Persamaan (13.48 ..48.27) Untuk gelombang pada Gambar 13.I2) = 2Am 7T12 1T' (rata-ratanya sama seperti nl2 1t untuk pulsa penuh) T 7r 7r a GAMBAR 13.Jilid 2 A . Tentukan harga rata-rata gelombang sinusoidal pada Gambar "'dOj 2Jf a GAMBAR 13. t o t (13.47 CONTOH 13.136 Teknik Rangkaian Listrik . 13.47.25): G=- 2Am 1T' dan 7r t'" (13.

7.49 Penyelesaian: Harga puncak.16. Tentukan harga rata-rata gelombang pada Gambar 13. Dengan penghitunganmenurun 9 mV dari 2 mV (atau 9 mV naik dad -16 mY) akan menghasilkan harga rata-rata atau harga de sebesar -7 mV seperti yang ditunjukkan oleh garis yang terputus-putus pada Gambar 13. v +2mV GAMBAR 13.50 .49. CONTOH 13..50. Tentukan harga rata-rata gelombang pada Gambar 13. .Bentuk Gelombang Sinusoidal Bolak-balik 137 Penyelesaian: Dengan pemeriksaan jelas bahwa harga rata-rata sebuah gelombang sinus murni selama satu siklus penuh adalah nolo Persamaan (J3.2S): CONTOH 13.(V) I ~~------~~--------~--al Sine wave JeYde__' 211: GAMBAR 13.ke-puncak fungsi sinusoidal tersebut adalah 16 mV + 2 mV = 18 mY.49. Oleh karena itu amplitudo puneak gelombang sinusoidal tersebut adalah 18 mV/2 = 9 mY.

dan kerena keduanya memiliki magnitudo yang sarna. maka daya total yang diberikan sarna dengan nol. Pertanyaan yang sering muncul adalah.51 tentukan apakah harg rata-rata positif atau negatif dan tentukan harga perkiraannya. Kadang-kadang harus dibuat penentuan semacam ini. harga rata-ratanya positif dan sekitar 2 mV.138 Teknik Rangkaian Listrik - Jilid 2 Penyelesaisn: G = 2Am + 0 = 217" 2(10 V) ==: 3. Akan tetapi ketahuilah bahwa tidak peduli pada arab bagi sembarang arus yang melalui tahanan akan memberikan daya pada tahanan tersebut.18. Apakah mungkin bagi sebuah be saran ae sinusoidal memberikan daya totaljika selama satu siklus penuh arus total pada sembarang arah besarnya nol (harga rata-rata = O)? Akan tampak bahwa daya yang diberikan selama bagian positif gel om bang sinusoidal ditarik selama siklus negatif.18 V 217" CONTOH 13. v (mV) GAMBAR 13.51 13. Dengan kata lain.9 HARGA EFEKTIF Pasal ini akan mulai menghubungkan besaran de dan ac yang berhubungan dengan daya yang diberikan kepada beban. Penyelessian: Dari penampilan gelombang tersebut. Untuk gelombang pada Gambar 13. Ia akan membantu kita dalarn menentukan amplitudo arus ac sinusoidal yang diperlukan untuk memberikan daya seperti arus de. Tentunya daya yang diberikan setiap saat berubah-ubah besarnya sesuai dengan arus . arus ac sinusoidal selama bagianbagian positif atau negatif setiap saat memberikan daya kepada tahanan.

id.-----." ~--'(l~------J. r==~I"~... Aliran daya total akan sarna dengan dua kali daya yang diberikan oleh salah satu daerah positif atau daerah negatif besaran sinusoidal.. lila saklar 1 ditutup maka arus de yang ditentukan besarnya oleh hambatan R dan tegangan baterei E akan mengalir melalui tahanan R terse but. Suhu yang dieapai oleh air ditentukan oleh daya de yang dilesap dalam bentuk panas oleh tahanan tersebut. maka arus ac yang melalui tahanan terse but akan memiliki harga puneak lm.__ac generator E 1 .. = Ciac)2R = (Irn sin rot)2R = (1m2 sin2rot)R . Switch 2 e . Hubungan yang tetap antara tegangan dan arus ae dan de dapat diturunkan dari pereobaan yang diperlihatkan pada Gambar 13..-'. maka daya listrik rata-rata yang diberikan kepada tahanan R tersebut oleh sumber ac sarna besar dengan daya yang diberikan oleh sumber de. Suhu yang dicapai oleh air kini ditentukan oleh daya ac yang dilesap dalam bentuk panas oleh tahanan terse but. Switch 1 de source GAMBAR 13. Sebuah tahanan dalam bak air dihubungkan dengan saklar menuju penyedia tegangan de dan ae. akan tetapi akan ada aliran total selama salah satu pulsa positif atau negatif dengan aliran total selama satu siklus penuh.. Masukan ae diubah-ubah sehingga suhunya sarna dengan yang diperoleh masukan de..---~-.52 lila saklar 2 ditutup dan saklar 1 dibiarkan terbuka. Bila keadaan ini telah tereapai.52.Bentuk Gelombang Sinusoidal Bolak-balik 139 ae sinusoidal. Daya yang diberikan oleh pencatu ac sembarang waktu adalah sebesar Pac tetapi (identitas trigonometri) Oleh karena itu.

Kesimpulannya.707/". .28 Daya rata-rata yang ditimbulkan oleh sumber ac hanyalah term pertam karena harga rata-rata gelombang kosinus adalah nol walaupun gelombang terse but mungkin memiliki frekuensi dua kali lipat gelombang arus masukan orisinal Penyamaan daya rata-rata yang ditimbulkan oleh pembangkit ac dengan day rata-rata yang ditimbulkan oleh sumber de. 0.140 Teknik Rangkaian Listnk .Jilid 2 dan (13.29) atau (13. 1m atau Harga de setara disebut harga efektif besaran sinusoidal. (13. 1m yang bisa dinyatakan dengan kata-kata bahwa harga de yang setara untuk arus atau tegangan sinusoidal adalah 0. dan atau Ide = v'2 :.707 htuga maksimumnya.31) atau (13.30) dan (13.32) .

j (rnA) j (rnA) (a) (b) (c) GAM BAR 13. lama siklus atau periode gelombang tersebut.53 . yaitu harga akar kuadrat yang dirata-rata (root mean square. Setelah i(t) dikuadratkan. untuk memperoleh harga rata-rata gelombang yang dikuadratkan. Prosedur ini memberikan kita petunjuk yang lain untuk harga efektif.53. rms). pertama-tama fungsi . ia akan memerlukan arus ac dengan harga puncak 2 (10) = 14. Langkah yang terakhir adalah dengan mengakarkan kuadrat harga rata-rata tersebut. Kemudian ia dibagi dengan T.14 A untuk memberikan daya yang sarna kepada tahanan pada Garnbar 13. Tentukan harga-harga efektif gelombang sinusoidal dalam masing-masing bagian pada Gambar 13.33) atau (13. Harga efektif sembarang besaran yang digambarkan sebagai fungsi waktu dapat diperoleh dengan menggunakan persamaan berikut yang diturunkan dari percobaan yang baru saja diuraikan: (13. CONTOH 13.Bentuk Gelombang Sinusoidal Bolak-balik 141 Sebagai contoh numerik yang sederhana.(t) hams dikuadratkan.52 bila arus de sebesar 10 A.33) yang mana dengan kata-kata menyatakan bahwa untuk memperoleh harga efektif.19. luasan yang berada di bawah kurva diperoleh dengan pengintegralan.

68 V .73 V 120 V.42 rnA = (1.707 (12 x 10-3 A) """ .142 Teknik Rangkaian Listrik - Jilid 2 Penyelesaian: Untuk bagian (a). Jeff = 8.414)(120 V) 169.414)(30 rnA) v2. seperti yang tersedia dari tegangan listrik untuk rumah tangga.6 W.707 x 169. 3. Untuk bagian (c).20. Catat bahwa frekuensi tidak merubah harga efekti pada bagian (b) bila dibandingkan dengan bagian (a).54 Penyelesaian: dan I« c = -=--= r.:. Tentukan harga puncak tegangan (Em) dan arus (1m) yang digunakan jika sumber tegangan ac (Gam bar 13. Iai= 0. de 120-V pada Gambar 13.120 V e P=3. Verr = 0. CONTOH 13.Edc = = 42. Sumbertegangan 1m· E -:: .Idc = (1.484 rnA.6W Load P=3.6 W 120 V Vdc 30 rnA 1m Em = = v2.484 rnA. Untuk 8 bagian (b).6W Load (a) (b) GAM BAR 13.S4(b)) digunakan untuk memberikan daya yang sarna kepada beban tersebut.54(a) memberikan daya kepada beban sebesar 3.

1 I I I I o .----'--' -/ ~ 8 ! / (51 I I I GAMBAR 13.. \+------1 4 --------. cyde------~ 1 -~t~=_-.=t-====~_4~-====-~6====~R8--~lo~~r7s~s) -IOI---~ GAMBAR 13.57 ..56 CONTon 13. _...I -----------~ 4 . . v: 11-· o 4 8 I (S) GAMBAR 13.22... (1)(4) =~ = 2.57.~ (V) 9~-.236 V .-.56): Vcff =~ (9)(4) .. Hitunglah harga efektiftegangan \' (V) pada Gambar 13.Bentuk Gelombang Sinusoidal Bolak-balik 143 CONTOH 13.=.----.21.. Tentukan harga efektif atau harga nns gelornbang pada Garnbar 13.==_..55 Penyelesaian: v2 (Garnbar 13. (VI t+----l I cyc1e---_.55..

1 (V) 100 1-----..58) _ Veff - "V /(100)(2) + (16)(2) + (4)(2) _ • /240 10 .59 i (Gambar Penyelesaian: 13.144 Teknik Rangkaian Listrik .Jilid 2 i Penyelesaian: (Gambar 13. ". 4 __ _ .1.:_.V 10 = 4. harga rata-ratanya sarna dengan nol. v (V) t (ms) GAMBAR 13.23.899 V .59. 4 _ 6 8 o 2 10 l (5) GAMBAR 13.60): Dengan pemeriksaan. 16 f-'_'.58 CONTOH 13.'_-'-_--. Veff - _ I (1600)(10 x "V 20 10 3) + (1600)(10 20 X 10-3 x 10 3) "" ~ V~ff "" 32 000 x 10-3 ' X 10-3 "" Vl600 40 V . Tentukan harga rata-rata dan harga efektif gelornbang persegi pada Gambar 13.

10 ALAT DAN METER ac Pergerakan d' Arsonval yang digunakan dalam meter de dapat juga digunakan untuk mengukur tegangan dan arus sinusoidal jika penyearah jembatan pada Gambar 13. Harga-harga efektif besaran sinusoidal seperti tegangan atau arus akan dinyatakan dengan E dan I.61 dipasang antara isyarat yang diukur dan pergerakan pembacaan rata-rata. harga puncak sebuah gelombang akan selalu memiliki subscript m. Simbol ini sarna dengan yang digunakan untuk tegangan dan arus dc.Bentuk Gelombang Sinusoidal Bolak-balik 145 v2 (V) t (ms) GAMBAR 13. Untuk rnencegah adanya kekacauan. Penyearah jembatan disusun dari empat diode (saklar elektronis) yang akan merubah isyarat masukan yang memiliki harga rata-rata nol menjadi sesuatu yang memiliki harga rata-rata yang peka terhadap harga puncak isyarat masukan. perlu dicatat bahwa pengkuadratan tidak hanya sekedar (24m)2 = 4 Ain. misalnya 1m sin wt. 13. Proses pengubahan terse but diuraikan seeara jelas dalam kebanyakan naskah elektronika dasar. Pada dasarnya.62(a) men- . namun ia harus dipero1eh dengan menyempumakan pengintegralan yang baru. Hal ini akan selalu menjadi masalah bagi sembarang gelombang yang bukan persegi. Ini bisa rnernbuktikan perlunya membandingkan harga efektif dan rata-rata gelombang ini. penghantaran dimungkinkan melalui dioda sedemikian rupa untuk merubah masukan sinusoidal pada Gambar 13. Perhatian: Bila memperoleh harga efektif pulsa positif gelombang sinus.60 Gelornbang yang tampak dalam contoh ini sarna dengan yang digunakan dalam contoh pada harga rata-rata.

Dengan membuat perbandingan antara harga nus dan harga de akan menghasilkan ---"'.146 Teknik RiJngkaian Listrik - Jilid 2 + GAM BAR 13.=: O..62(a) telah diganti dengan sebuah pola yang memiliki barga rata-rata yang ditentukan oleh: Oleh karena itu gerakan penunjuk akan berbanding lurus dengan harga puneak isyarat tersebut dengan faktor 0. (b) isyarat yang disearahkan secara penuh. jadi gelombang yang tampak pada Gambar 13. .61 Penyearah jembatan gelombang penuh. Bagian negatif pada masukan tersebut dilipat ke atas dengan menggunakan susunanjembatan.62(b).637Vm 1.707Vm O. Gelombang yang dihasilkan pada Gambar 13.62(b) disebut ge/ombang yang diseara- hkan secara penuh.637. Harga rata-rata nol pada Gambar 13.11 V· I l'movemenl 217 a (a) (b) GAMBAR 13.62 (a) Masukan sinusoidal.

~ 0 . yang mengungkap bahwa skala penunjuk adalah 1. penetapan dial akan memperkenalkan sebuahjaringan yang menggunakan penyearah gelombang penuh atau setengah gelombang untuk menetapkan harga dc. karena pembalikan arah arus akan membalik medan kedua bagian yang tetap dan yang bergerak. Untuk pengukuran-pengukuran ae.36) Pergerakan yang kedua disebut pergerakan electrodynamometer (Gam bar 13..62(b) selama satu siklus penuh. Jadi bila meter digunakan untuk pengukuran-pengukuran de.Bentuk Gelombang Sinusoidal Bolak-balik 147 -------- \'d.I1 (harga rata-rata atau de) (gelombang penuh) (13. YOM yang diperkenalkan dalam Bab 2 dapat digunakan untuk mengukur tegangan ac dan de dengan menggunakan pergerakan d' Arsonval dan jaringan penyaklaran yang benar.63. Hasilnya adalah Penunjukan meter = 2. dengan demikian penyimpangan penunjuk selalu menaik.22 (harga rata-rata atau de) (setengah gelombang) (13.35) Beberapa meter ae menggunakan susunan penyearah setengah gelombang yang menghasilkan gelombang seperti pada Gambar 13. yang dapat mengukur besaran de dan ae tanpa adanya perubahan rangkaian dalam. pergerakan tersebut dapat membaea seeara efektif harga sembarang gelombang periodik maupun bukan periodik. maka pengaturan dial akan menetapkan hambatan seri yang benar untuk skala yang dipilih sehingga memungkinkan harga de yang sesuai lewat seeara langsung melalui pergerakan. Sebagaimana yang . GAMBAR 13.11 kali harga de yang diukur oleh pergerakan. Penunjukan meter = 1. yang memiliki setengah harga rata-rata Gambar 13.> 18\/".63 Isyarat yang disearahkan setengah gelombang. Jadi. Kenyataannya.64).

= 20 V Electrodynamometer movement rrns scale dc Voltmeter * (1) + 25 V (2) (b) GAM BAR 13. Tentukan pembacaan masing-masing meter untuk masing masing keadaan pada Gambar 13.65 .24. CONTOH 13.. dibahas di atas.Jilid 2 GAMBAR 13.65.148 Teknik Rangkaian Listrik . masing-masing penetapan dikalibrasi dengan benar agar menun jukkan besaran yang diinginkan pada tampilan alat tersebut. dArsonval movement nns scale (full-wave rectifier) Voltmeter (a) (I) (2) :: + de 20V ----+I ac + V.64 Pergerakan electrodynamometer.

555 kali harga puncak. Untuk sembarang alat. faktor skala pada masing-gelombang masukan hams diketahui terlebih dahulu (biasanya diberikan oleh perusahaan-perusahaan dalam buku pedoman). . ia dapat merata-rata waktu siklus selama 10.14 V Untuk bagian (b).707Vm = 0. O. Akan tetapi dalam meter digital tidak ada bag ian yang bergerak sebagaimana yang ada dalam pergerakan-pergerakan d' Arsonval atau e1ectrodynamometer untuk menampi1kan besar isyarat. Yang jelas untuk gelombang masukan sinusoidal tanggapannya adalah 0. keadaan (2): Vrms = 0.Bentuk Gelombang Sinusoidal Bolak-balik 149 Penyelesaian: Untuk bagian (a). untuk DMM pada Gambar 2. atau 1000 siklus.35). Pembacaan meter = 1.35).66 memberikan pembacaan secara digital frekuensi gelombang atau peri ode gelombang yang memiliki jangkauan frekuensi dari 5 Hz sampai 80 MHz.:.11(20 V) = 22.707 kali harga puncak. digunakan faktor skala yang sarna dengan Persamaan (13.707Vm = 0. keadaan (1): Dengan Persamaan (13. Untuk pengukuran frekuensi. Kenyataannya.707(15 V) == 10. keadaan (1): Untuk bagian (b). Harga rata-rata tersebut diindera o1eh sebuah pengolah-mikro untai terpadu (IC) yang akan menentukan digit manakah yang harus tampil pada tampilan digital.707(20 V} = 14. keadaan (2): Vrms. faktor skala untuk harga rata-rata yang berhubungan dengan DMM pada skala rms ac akan menghasilkan penunjukan bagi masukan gelombang kotak sebesar 1.6 V Kebanyakan DMM menggunakan sistem penyearahan gelombang-penuh untuk mengubah isyarat ac masukan menjadi isyarat yang memiliki harga rata-rata. U ntuk masukan yang berupa segitiga.11 untuk memperoleh harga rms. Jadi harga rata-ratanya diskalakan ke atas dengan faktor 1.2 V Untuk bagian (a). se1alu merupakan praktek yang baik untuk membaca buku pedomanjika anda akan menggunakan alat tersebut sebagai dasar.26. Meter digital dapat juga digunakan untuk mengukur isyarat yang bukan sinusoidal. Misalnya. tanggapannya adalah 0. penyacah frekuensi pada Gambar 13. 100. Ia memiliki impedansi masukan sebesar 1 MO dan baterei internal yang dapat diisi lagi agar portabel. Catat bahwa ketepatan yang tinggi tersedia dari tampilan 6 digit.11 kali harga puncak. Dalam mode periode rata-rata.

besar arus dalam satuan rms akan tampak pada skala yang sesuai. dan ia sangat kecil ukurannya serta ringan......66 Penyacah frekuensi.II1II. ~ GAMBAR 13....68 khususnya menarik karena dua alasan: Ia portabel... frekuensi.. Amp-Clamp pada Gambar 13.:~ ..... komponen de. Unit pada Gambar 13.. Beratnya hanya 3... Penambahan dua kawat seperti yang ditunjukkan pada gam bar tersebut menunjukkan bahwa ia dapat digunakan sebagai sebuah voltmeter dan ohmmeter. dan skala maksimumnya memiliki jangkauan dari 6 A sampai 300 A. .. peri ode... dan lain sebagainya. Melalui transforrnator. .-""" . Loop tersebut dibuka dengan penekanan pemicu.5 pound dan ukurannya 3" x 5" x 10".. Ia memberikan tampilan gelombang pada tabung cahaya katoda agar memungkinkan pendeteksian sesuatu yang tidak biasa dan penentuan besaran seperti magnitudo..Jilid 2 . .. kemudian ia ditempatkan mengelilingi penghantar yang membawa arus......67 adalah alat yang dapat mengukur arus bolakbalik dalam hargajangkauan amper tanpa harus membuka rangkaian yang diukur. Ia memiliki impedansi masukan 1 MO dan basis waktu yang dapat . Ketepatan alat ini adalah ±3% skala penuh pada frekuensi 60 Hz. Salah satu alat yang paling penting dan rumit dalam industri elektronika adalah oscilloscope.150 Teknik Rangkaian Listrik:.........

diatur untuk 5 IJ.68 Miniscope.67 Amp-Clamp. Akan tetapi perlu dipahami dengan jelas bahwa GAM BAR 13.Bentuk Gelombang Sinusoidal Belak-balik: 151 GAMBAR 13. Osiloskop ini juga dapat menampilkan dua isyarat (dual trace) pada saat yang sarna untuk membandingkan magnitudo dan fase.yang hampir sarna dengan siaran televisi. . Setidaknya ada anggapan bahwa osiloskop menghasilkan gelombang pada layar .S sarnpai 500 ms per bagian skala datar. Skala tegak dapat diatur agar kepekaannya mulai dari 1 mV sampai 50 V per bagian. Seorang mahasiswa yang terbiasa menonton televisi barangkali akan bingung pada saat pertarna kali diperkenalkan sebuah osiloskop.

69(b). Berapa banyak siklus yang diperlihatkan? . ayunan ke atas menunjukkan adanya komponen de positif dan pergeseran ke bawah menunjukkan kandungan de negatif. Semua yang diperJukan adalah meneatat ayunan tegak isyarat masukan bila saklar dipindahkan antara posisi AC dan DC. Tentukan periode T. Osiloskop yang ada pada saat ini memiliki saklar atau knob dengan pilihan DC/GND/AC seperti yang diperlihatkan pada Gambar 13.69 sebuah osiJoskop hanya menampilkan isyara: yang dibangkitkan di mana saj dan dihubungkan menuju terminal masukan osiloskop tersebut: Tidak adany isyarat luar hanya akan menghasilkan garis datar pada layar osiloskop tersebut. Pada posisi GND isyarat masukan dijaga agar jangan mencapai layar tampilan dengan menghubungkan seeara langsung menuju pentanahan. SOAl PASAL 13. Dengan menggunakan kepekaan tegak (V/em) memungkinkan pengukuran secara Iangsung kandungan de. Untuk siklus gelombang periodik yang diperlihatkan pada Gambar 13. Dalam mode DC komponen de dan ae dari isyarat masukan dapat lewat seeara langsung menuju tampilan.69(a) yang sering diabaikan atau kurang diperhatikan pada awal penggunaan osiloskop. Pilihan DCI AC merupakan eara yang bagus untuk menentukan kandungan de dalam isyarat masukan. Pada posisi AC masukan de dihalangi oleh kapasitor. masing-masing posisi pada dasarnya diperlihatkan pada Gambar 13.70: a. Sedikitnya perubahan yang terjadi dalam gelombang menunjukkan bahwa ada sedikit kandungan de dalam isyarat masukan. b. akan tetapi bagian ae dari isyarat dapat lewat menuju layar. yang akan membuat tampilan berupa garis datar tunggal. Pengaruh . - Jilid 2 AC Gnd display o~il~~~-~: ~I~ ~ ! :I ______ J t \"" AC Input signal ~~d- OC (a) (b) GAM BAR 13.152 Teknik Rangkaian Listrik.4 Definisi 1.

72 4. Berapakah frekuensinya? *d.71. Tentukan periode gelombang periodik yang frekuensinya . Ulangi Soal 1 untuk gelombang periodik pada Gambar 13.70 c. Tentukan periode dan frekuensi gelombang segitiga pad a Gambar 13.72. Tentukan amplitudo positif dan harga puncak-ke-puncak 2. .(V) o 6 16 26 36 t (rns) GAM BAR 13.71 3. (pikirkan!). .s) -10 1 GAMBAR 13..Bentuk Gelombang Sinusoidal Belak-balik 153 v (V) t (ms) GAMBAR 13.( 10 v) 0 5 10 IS 20 25 30 II 35 I (p..

71 dengan frekuensi 20. 25 Hz c.000 Hz dan harga puneak 10m V. 7. Gambar lagi pola osiloskop jika tegangan de yang besarnya +25 mV ditambahkan pada isyarat masukan.01 s c.l Hz 5. . Tentukan periode sebuah gelombang sinusoidal yang memiliki 80 siklus dalam waktu 24 ms. 10. 34 ms d. :.~. berapa lama waktu (dalam detik) yang diperlukan untuk menyempumakan 5 siklus? 8. t. 55 kHz b... 25 J. r+t1Ti+Ht-t+t+t++i+f-i-++M+++t-t1-lI+f-"""+H. Untuk pola osiloskop pada Gambar 13. . Tentukan periodenya..' '1 .' .S 6.73 .. Berapakah frekuensi sebuah gelombang periodik yang menyelesaikan 42 siklus dalam waktu 6 detik? 9. Tentukan frekuensi gelombang berulang yang periodenya a. Sketsalah gelombang persegi periodik yang tampak pada Gambar 13. a. 1160 s b.73. Jika gelombang periodik memiliki frekuensi 20 Hz. Tentukan amplitudo puneaknya. GAMBAR 13.'.154 Teknik Rangkaian Listrik - Jilid 2 a.. 0.J :" VenicaJ sensitivity 50 mV/cm Horizontal sensitivity 10 JtSIcm . Hitunglah frekuensinya. b. '>".. c.I. J .\. il\ Fr· \ :.35 MHz d..' :.

106 sin 10. 221 ° 12. rnaka tentukan kecepatan sudut gelombang tersebut.OOI sin 942t f.0. Ubahlah radian berikut menjadi derajad: a. PASAL 13. Diketahui f = 60 Hz. OJ ms c.6 Sinusoidal Format Umum untuk Tegangan atau Arus 18. n/4 b. 754 rad/s b.O. 178° f. 120° d. Jika sebuah gelombang sinusoidallewat melalui sudut 300 dalam waktu 5 ms.4 rad/s c.5 Gelombang Sinus radian: 11.Bentuk Gelombang Sinusoidal Belak-balik 155 PASAL 13. 7rc/6 f. 1142 sin 6.2700 e. 1/16 rad!s 16. Tentukan kecepatan sudut sebuah gelombang dengan peri ode a.In 3n d. 50 Hz b.600 c. 2 kHz d.0001 e. 20 sin 377t c. O. Tentukan kecepatan sudut sebuah gelombang dengan frekuensi a. 6000 rad! s d. -7. Ubahlah derajad berikutmenjadi a. 8.281 . 600 Hz c. 4~ d. 1125s 14. e. Tentukan amplituda dan frekuensi gelombang berikut: a. 45° b. tentukan berapa lama waktu yang diperlukan gelornbang sinusoidal untuk melewati sudut 45°.004 MHz 15. bagi 17.S5n 13. 0.5 sin 7541 d. nl6 c.61 b. 2 s b.6 sin 43. Tentukan frekuensi dan periode gelombang sinus yang memiliki kecepatan sudut a.

waktu dalam detik. sudut dalam radian. c. Jika e = 300 sin 157/. 5 sineWI + 60°) d. berapa lama waktu (dalam detik) yang diperlukan gelombang ini untuk menyempumakan 1I2 siklus? 23.61 dengan absis a. c.1 sin(wt + 20~ . a. waktu dalam detik. h. v= 0. c. Jika v = 40 V pada saat a :::30° dan I ::: 1 ms. b. tentukan pemyataan matematika untuk gelombang sinusoidal tersebut. Sketsalah gelombang berikut: a. Tentukan hubungan fase antara masing-masing himpunan gelombang: a. Diketahui i = 0. sudut dalam radian. Diketahui a. 50 sin(wt + 0°) b. sudut dalam radian. 21. Sketsalah 106 sin 10. Diketahui v = 20 sin *25. tentukan i pada saat a = 720. c. v = 4 sin(wl + 50~ i === 6 sineWI + 40°) b. 2cos(WI+I00) f. berharga 6 mV. 3 v = 30 x 10. b.2 1t.2 sin(wl _ 60°) i::: 0. tentukan v pad a saat rr= 1.156 Teknik Rangkaian Listnk - Jilid 2 19. v = 25 sin~w! . Sketsalah sin(3 771 + 60~ dengan absis a.-5cos(WI+200) 29. sudut dalam derajad. b. 20.0001 dengan absis a.5 sin 24. 28. waktu dalam detik. 22.6 sin 43. Sketsalah 5 sin 754t dengan absis sudut dalam derajad. waktu dalam detik. sudut dalam radian. SketsaJah -7. 4 cos WI e. PASAL 13. sudut dalam derajad. a. sudut dalam derajad.7 Hubungan Fase 27.sin a.80°) i::: 5 x 10· sinew! _ 10°) c. -20 sin(wl + 20) c. tentukan sudut dimana v akan *26.

76 se1ama satu siklus penuh. .210°) i = 25 sine rot .8 Harga Rata-Rata 33.75. Tulislah pernyataan analitis untuk gelombang pada Gambar 13. Ulangi Soal 29 untuk himpunan berikut: a. v = -1 sinerot + 20°) i = 5 sine rot + 60°) i = 10 sinerot .74 32. Tentukan harga rata-rata gelombang periodik pada Gambar 13. v = 2 cos( ro/ . V = 200 sin(ro/ .Bentuk Gelombang Sinusoidal Belak-balik: 157 d. Ulangi Soa131 untuk gelombang pada Gambar 13.40°) *30.75 PASAL 13. v (V) j(A) f = 1000 Hz j=&JHz wI wI -3 (b) X 10-3 GAMBAR 13. v (V) itA) om o wt [8'11"1 11 _I (al (b) GAMBAR 13.70°) Co v = -4 cos( rot + 90°) i = -2 sin(ro/ + 10°) 31.30') b.74 dengan sudut fase dalam derajad.

menggunakan bentuk geometris yang dikenal. Dengan menggunakan metode perkiraan. Ulangi Soal33 untuk gelombang pada Gambar 13. Tentukan harga rata-rata gelombang tersebut dari nol sampai 10 detik. Bandingkan penyelesaian anda dengan luasan yang sebenamya yaitu 5 volt-detik (V-s).n *35. v (V) i (mA) 10 o -10 5 2\7 WI (a) (b) GAM BAR 13.158 Teknik Rangkaian Listrik - Jilid 2 v (V) \I (mY) 61----.78 dari nol sampai 10 detik. tentukan luasan di bawah kurva pada Gambar 13.76 34. a.j (a) (b) GAMBAR 13. h.77. 3 2 o -3 1----1 2 3 I (s) o -I 6 7 8· t ) CYcle---l -2 -3 """I cycle ----+l. .

Tentukan harga efektif gelombang periodik pada Gambar 13.006 sin(400t + 20°) d. Tulislah pemyataan sinusoidal untuk tegangan dan arus yang memiliki harga efektifberikut pada frekuensi 60 Hz dan pergeseran fase no1. Tentukan harga efektif gelombang sinusoidal berikut a.Bentuk Gelombang Sinusoidal Belak-balik 159 a. i= 16 xl0-3 sin(377/. a. 0.OCl7 a 2 3 4 5 6 7 8 9 10 ! (s) GAMBAR 13_78 PASAL 13. v = 20 sin 7541 h.79 .07 sin 3771 c.9 Harga Efektif 36.79 selama satu siklus penuh. 70.) -2 GAMBAR 13.414 V b. i = 0.06 A .7 V c. d.10°) 37. 24~ 38. \' (V) 3 f+----~-I cycle ---~--- 21------. v = 7.. 1. -1 o 2 3 4 5 6 78 9 10 II 12 I (.

Ulangi Soal 38 untuk gelombang pada Gambar 13.80 40. Berapakah harga rata-rata dan harga efektif gelombang persegi pada Gambar 13.72? pada Gambar PASAL 13.Jilid 2 39. Berapakah harga rata-rata gelombang pada Gambar 13. Berapakah harga rata-rata dan harga efektif gelombang 13. .82. v (V) -I o 1 (s) -2 -3 GAMBAR 13.81 41.81? I (ms) GAM BAR 13.10 Meter dan Alat ac 43.71? 42.80.160 Teknik Rangkaian Listrik . Tentukan pembacaan pada meter untuk masing-masing keadaan pada Gambar 13.

Diketahui dua buah fungsi. Average value: Aras sebuah gelombang yang ditentukan oleh suatu syarat bahwa luasan yang tercakup oleh kurva di atas aras ini tepat sama dengan luasan yang dicakup di bawah aras. frekuensi. tulislah sebuah program untuk menentukan harga rata. Cycle: Sebagian gelombang yang terkandung dalam satu peri ode waktu. Diketahui sebuah fungsi sinusoidal. dan periode. 46.Bentuk Gelombang Sinusoidal Bolak-balik 161 d' Arsonval movement rms scale (half-wave rectifier) ac + an + v = 16 sin(377r + 20°) Voltmeter (a) (0) GAMBAR 13. . Diketahui sebuah gelombang pulsa bolak-balik. tulislah sebuah program untuk menentukan pergeseran fase antara dua gelombang tersehut. Effective value: Harga de yang setara dengan semharang tegangan atau arus bolak-balik.rata dan harga efektif gelombang tersebut selama satu siklus lengkap. dan tunjukkan yang manakah yang mendahului dan yang tertinggal. Angular velocity: Kecepatan di mana sebuah vektor jari-jari memproyeksikan sebuah fungsi sinusoidal yang berputar mengelilingi pusatnya. Amp-Clamp: Sebuah alat jenis-apit yang memungkinkan pengukuran arus dengan tanpa membuka jaringan dan dapat digunakan sebagai voltmeter atau ohmmeter yang biasa. DAFT AR ISTILAH Alternating waveform: Sebuah gelombang yang berosilasi di atas dan di bawah harga referensi yang telah ditentukan. 45. tulislah sebuah program untuk menentukan harga efektif.82 SOAL KOMPUTER 44.

Instantaneous value: Magnitudo sebuah gelombang pada sembarang waktu. Peak-to-peak value: Magnitudo ayunan total sebuah isyarat dari puncak positif ke puncak negatif. Frequency counter: Sebuah alat yang akan memberikan tampilan digital untuk frekuensi atau periode isyarat periodik yang bernbah terhadap waktu. waktu. Periodic waveform: Sebuah gelombang yang secara terus menerus mengulang dirinya sendiri selarna selang waktu tertentu. I • .162 Teknik Rangkaian Listrik - Jilid 2 Electrodynamometer meters: Alat yang dapat mengukur besaran ae dan de dengan tanpa mengubah rangkaian dalam. Oscilloscope: Sebuah alat yang akan menampilkan karakteristik isyarat yang bernbah-ubah terhadap waktu. Satu radian besarnya kira-kira sarna dengan 57. derajad. Sinusoidal ac waveform: Sebuah gelombang bolak-balik yang memiliki karakteristik yang unik yang berosilasi dengan amplitudo yang sarna di atas dan di bawah sumbu tertentu. Peri ode (1): Selang waktu antara gelombang periodik bernlang yang berurutan.3°. suhu. yang dinyatakan dengan hurnf kecil. Radian: Sebuah satuan pengukuran untuk menentukan segmen khusus pada sebuah lingkaran. melalui penggunaan tabung cahaya katoda. YOM: Sebuah multimeter yang memiliki kemampuan untuk mengukur hambatao dan harga tegangan serta arus ac dan de. Jumlah harga absolut harga puncak positif dan puncak negatif Peak value: Harga maksimum sebuah gelornbang. Frequency (I): Jumlah siklus gelombang periodik yang terjadi dalarn waktu satu detik. yang digambarkan sebagai fungsi beberapa variabel seperti posisi. Rectifier-type ac meter: Sebuah alat yang dikalibrasi untuk menunjukkan harga efektif arus atau tegangan dengan menggunakan sebuah jaringan penyearah dan pergerakan jenis d'arsonvaL Root-mean-square (rms) value: Harga akar kuadrat yang dirata-rata atau harga efektif sebuah gelombang. dan berapa derajad atau radian besarnya. 27t radian sarna dengan 360° . dan lain sebagainya. yang dinyatakan dengan hurufbesar. Phase relationship: Suatu tanda di mana dua buah gelombang yang satu mendahului atau tertinggal yang lain. Waveform: Lintasan yang dilacak oleh sebuah besaran..

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful