BELL’S PALSY

Oleh:

DEVITA WIJAYANTI

NIM I1A010033

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT BANJARBARU 2011

Ramus temporalis Asal mula Muncul dari pinggir atas glandula dan mempersarafi m. atau disebut juga sebagai saraf fasialis. Keluhan yang terjadi diawali oleh nyeri pada telinga yang seringkali dianggap sebagai infeksi. termasuk wajah. saraf fasialis ini akan bercabang menjadi ribuan serabut saraf yang lebih kecil yang mempersarafi daerah wajah. venter frontalis m. Penyakit ini menimbulkan derajat keluhan klinis yang beragam. auricularis anterior dan superior. demikian nama seorang ahli bedah Skotlandia yang pertama kali menemukan penyakit ini pada abad 19. telinga berdenging. Gangguan dalam fungsi motorik akibat parese nervus radialis lebih menimbulkan kecacatan dari pada parese nervus medianus atau nervus ulnaris (1). Bell's Palsy adalah suatu gangguan neurologi yang disebabkan oleh kerusakan saraf kranial ke 7. m. Pada stroke disebabkan oleh rusaknya bagian otak yang mengatur pergerakan salah satu sisi tubuh. Setelah mencapai kelenjar parotis. Orbicularis oculi Muncul dari pinggir anterior glandula di bawah ductus parotideus dan mempersarafi M. PENDAHULUAN Sir Charles Bell. kelenjar air mata. saraf fasialis ini harus melalui suatu lubang sempit dalam tulang tengkorak yang disebut kanalis Falopia. gangguan pengecapan serta sensasi mati rasa (baal/kebas) pada salah satu sisi wajah merupakan keluhan yang sering terjadi. occipitofrontalis. Paralisis ini menyebabkan distorsi wajah serta mengganggu fungsi normal. demikian nama serabut saraf yang mengurus bagian wajah dan merupakan bagian dari 12 pasang saraf otak. Ramus Zygomaticus 3. Buccinator dan otototot bibir atas serta nares Muncul dari pinggir anterior glandula dan mempersarafi otot-otot bibir bawah 2. 60% bagian depan lidah dan sebagian telinga. 3 3. Dalam perjalanannya menuju kelenjar parotis. leher. 2 2. pada Bell’s palsy tidak disertai dengan kelemahan anggota gerak. oculi supercili Muncul dari pinggir anterior glandula dan mempersarafi M. Berbeda dengan serangan stroke. kelenjar liur. Ramus Mandibularis . nyeri kepala dan perasaan melayang. Saraf ini berasal dari bagian batang otak yang disebut pons. Nervus radialis berjalan ke depan di dalam substansi glandula parotidea. II. Lima cabang terminal 1. Ramus Buccalis 4. Kendati demikian wajah yang tidak simetris.I. kelopak mata yang tidak dapat menutup sempurna. Keluhan tersebut terjadi mendadak dan mencapai puncaknya dalam 2 hari. orbicularis oculi dan m. Hal ini disebabkan oleh letak kerusakan saraf yang berbeda. Pada beberapa kasus disertai adanya hiperakusis (sensasi pendengaran yang berlebihan). yang menyebabkan kelemahan atau paralisis pada satu sisi wajah. seperti menutup mata dan makan . ANATOMI Saraf fasialis. Saraf ini terbagi atas lima cabang terminal yaitu : Tabel-1.

III. Lesi pada aksila dapat disebabkan kompresi oleh kruk. Pada kasus yang ringan.radialis dapat terjadi pada aksila. neuropati terjadi karena penekanan safar oleh fragmen tulang. akibat tertekannya lengan karena posisi yang tidak tepat selama anestesi atau tidur. Penyebab kerusakan ini tidak diketahui dengan pasti. atau posisi tangan pada waktu operasi dapat menyebabkan terjadinya parese NR. 9) IV. Saraf ini dapat menyilang pinggir bawah mandibula untuk mempersarafi M. Neuropati radialis dapat disebabkan oleh beberapa faktor. pada waktu melilit humerus di musculoradialis groove. kerja. ekstensor pergelangan tangan. 1. hematom. Disamping itu trauma pada waktu olah raga. Dapat terjadi karena: sifilis. ibu jari. fraktur humerus dan luka tembus. Sehingga terjadi proses radang dan pembengkakan saraf. Pada level lengan atas lesi pada n. Bisa mengenai saraf atau banyak saraf 3. 2. kendati demikian para ahli meyakini infeksi virus Herpes Simpleks. lepres dan TBC. Neuropati radialis sering terjadi pada fraktur kaput humerus. Trauma Pada fraktur dan dislokasi. Menyebabkan parese semua otot yang diper sarafinya yaitu triseps. Faktor mana mungkin terjadi sendirisendiri atau secara bersamaan (multiple factors). depressor anguli oris. herpes zoster. Gejala yang timbul dipengaruhi oleh lokasi lesi: A.sebagai penyebabnya. Platysma. sedangkan pada kasus yang lebih berat dapat terjadi jeratan pada kanalis falopia yang dapat menyebabkan kerusakan permanen serabut saraf. kallus yang berbentuk sesudah fraktur. penggunaan tomiket yang tidak benar atau akibat iritasi dan kompresi oleh kallus sesudah fraktur tulang. Neoplasma (8. atau sewaktu berjalan superficial pada sisi lateral lenga atas. ekstensor jari dan brakhioradialis. kerusakan yang terjadi hanya pada selubung saraf saja sehingga proses penyembuhannya lebih cepat. B. LOKALISASI LESI DAN GEJALA KLINIS Lesi penyebab neuropati radialis dapat mengenai saraf disepanjang perjalanannya. suatu diabetes melitus yang pada mulanya subklinis akan menjadi simptomatis sesudah adanya suatu trauma atau kompresi yang mengenai saraf. Presis nervus radialis dapat terjadi akibat tidur dengan menggantungkan lengan diatas sandaran kursi (Saturday night palsy). jari telunjuk dan jari tengah. Infeksi. Misalnya. atau tidur dengan kepala diatas lengan atas. dislokasi sendi bahu. Gejalanya: . Pada tempat mana saraf ini terletak agak superfisial dan menempel pada tulang (Dyck 1987). Penyakit vaskuler 5. Toksi. Lebih spesifik mengenai nervus radialis adalah pada lead intoxication 4.5. atau karena peregangan sarar akibat suatu dislokasi. ETIOLOGI Bell’s palsy dapat terjadi pada pria atau wanita segala usia dan disebabkan oleh kerusakan saraf fasialis yang disebabkan oleh radang. Lesi neuropati radialis Lesi neuropati radialis sewaktu melilit humerus atau sewaktu berjalan seperfisial pada aspek lateral lengan atas. sering akibat kelamaan menggantung lengan diatas sandaran kursi (Saturday nigth palsy). Ramus Cervicalis Muncul dari pinggir bawah glandula dan berjalan ke depan di leher di bawah mandibula untuk mempersarafi M. penekanan atau pembengkakan. Akibat penekanan pada waktu saraf ini menembus septum intermuskularis lateralis. pemakain kruk. dan disertai defisit sensorik pada daerah yang dipersarafi yaitu sisi lateral-dorsal tangan.

gangguan sensorik tidak ada D. dan ekstensor tangan lebih lemah dari pada otot lainnya (6.tidak dapat supinasi dan meluruskan jari . Pengobatan utama dari Bell palsy atau tipe kelumpuhan wajah yang lain adalah dengan menghilangkan sumber dari kerusakan saraf secepat mungkin. TERAPI DAN DIAGNOSA 1. parese diawali pada bagian proksimal ekstensor jari tengah dan jari manis. Gejala Klinis: Biasanya tanpa gejala sensorik dan tidak ada nyeri pada saraf.tidak dapat fleksi siku pada posisi lengan bawah antara pronasi dan supinasi karena parese m. 3.tidak dapat supinasi lengan bawah karena parese m. terutama abduktor pollicis brevis yf dpr meluas ke interosseus (6). 7). NEUROPATI RADIALIS PADA INTOKSIKASI TIMAH (LEAD) Lntoksikasi timah (lead) sering menyebabkan neuropati radialis dan memberikan gejala klinis yang khas dibandingkan dengan keracunan metal lainnya. V.tidak dapat supinasi lengan bawah karena parese m.wrist drop dan finger drop karena parese ekstensor pergelangan tangan dan jari . VIII. Dalam kasus wrist drop yang tipikal.refleks triseps positif . Paresenya yang mengenai nervus radialis mengakibatkan suatu gambaran wirst drop yang khas dan tidak mesti simetris. Lesi pada punggung pergelangan tangan.supinator mengakibatkan jari yang dipersarafi oleh nerpus ini. PEMERIKSAAN TAMBAHAN 1. Dapat mengenai otot-otot thenar.tidak dapat ekstensi siku karena parese triseps . VI.brakhioradialis . telunjuk dan jari tengah. kemudian diikuti parese jari telunjuk dan kelingking. sisi leteral dan dorsal tangan. Pemeriksaan ini dilakukan untuk membantu dokter dalam menegakan diagnose bell’s palsy . MRI atau CT-scan. Pemeriksaan EMG (8) VII.interosseus posterior menembus m. supinator . C.. Gejalanya: . Pada dewasa lebih sering mengakibatkan neuropati yang mengenai lengan. Lesi pada bagian saraf yang berjalan antara septum intermuskularis lateralis dan tempat dimana n.brakhioradialis . Pemeriksaan laboratorium 2. 8). dan akhirnya parese ekstemal ibu jari. Pemeriksaan radiologi 3. hanya akan menimbulkan gejala sensorik.tidak ada wrist drop . ibu jari.gangguan sensorik berupa parestesi atau baal pada bagian dorsal distal lengan bawah. Kompresi ringan dalam . tidak selalu simetris. DIAGNOSA Tes dilakukan dengan pemeriksaan darah. tanpa defisit motorik (2. Parese dan atrofi sering tidak mengikuti distribusi nervus radialis.refleks trispes negatif atau menurun .gangguan abduksi ibu jari tangan . Pada tahap lanjut juga terjadi parese ekstensor tangan (6).

Pemberian obat-obatan setelah 7 hari akan memberikan hasil yang kurang efektif. untuk pertumbuhan serabut saraf yang rusak dapat digunakan terapi vitamin dengan menggunakan vitamin B6 dan B12. Fisioterapi tidak perlu dilakukan segera. hal penting yang menjadi perhatian dalam tatalaksana penyakit ini adalah mata. Dalam penelitian di the Quality Standards Subcommittee of the American Academy of Neurology tentang penggunaan steroid dan antiviral dan bedah dekompresi terhadap pasien Bell palsy. 3. Kelopak mata yang tidak dapat menutup sempurna akan dapat menimbulkan masalah baru. stimulasi galvanik dan biofeedback. penggunaan pemberat kelopak mata hingga tindakan operatif. "The window of opportunity" untuk memulai pengobatan adalah 7 hari dari onset Bell palsy. 5. Prednisone dapat diberikan jika muncul tanda-tanda inflamasi. Sedangkan nyeri dapat diatasi dengan analgetik seperti parasetamol dan ibuprofen. Pemberian obat tetes mata sangat diperlukan. ini tidak perlu terlalu dikhawatirkan karena ini merupakan bagian dari gejala Bell’s Palsy. Dengan demikian pemeriksaan ini dapat digunakan untuk memprediksi prognosis penyakit. Istirahat sangat penting. Badan yang cedera akan dapat sembuh dengan efisien jika disertai istirahat yang cukup untuk mengumpulkan tenaga dan daya tahan tubuh. Obat-obatan dapat menolong menghilangkan kompresi (prednisone dan antiviral) dan ini harus dilakukan sesegera mungkin. Sampai sekarang belum ada bukti kuat bahwa obat-obatan menguntungkan untuk pasien bell's palsy. Sekitar 80-85% kasus dapat sembuh spontan dalam 3 bulan. 4. menyimpulkan steroid aman dan mungkin efektif dalam meningkatkan fungsi wajah dari hasil pengobatan terhadap pasien Bell palsy. Mata yang kering karena ketidakmampuan dalam mengedipkan mata akan menjadikan ini suatu masalah. Jika terjadi gangguan pada suara dalam hal nyeri maupun volumenya. Akan tetapi beberapa penelitian mengatakan obat antivirus dan antiinflamasi efektif mempercepat proses penyembuhan apalagi jika pemberiannya sedini mungkin. Selain terapi utama. Hal yang dapat dilakukan berupa pemberian air mata buatan. Memaksakan fisioterapi sebelum ada tanda saraf mulai bekerja akan membuat masalah yang lebih jauh lagi. mengedipkan mata secara manual.2. Pemijatan terhadap wajah boleh . Botolinum toxin type A atau yang lebih dikenal dengan botox merupakan alternatif terapi yang dapat digunakan dan berfungsi untuk relaksasi otot-otot wajah. Pemakaian kacamata dengan lensa berwarna atau sunglasses kadang diperlukan untuk menjaga mata tetap lembab saat bekerja dengan computer karena akan cenderung kurang berkedipsaat menggunakan computer. Evaluasi terhadap derajat kerusakan saraf dapat dilakukan setelah melewati fase akut dengan menggunakan pemeriksaan elektromiografi (EMG) pada minggu kedua dengan memeriksa refleks kedip (blink reflex). jangka waktu yang singkat dapat menyebabkan kerusakan yang ringan. Obat-obatan efektif hanya jika diberikan sesegera mungkin setelah onset dimana window periode untuk Bell's palsy adalah 7 hari. Alternatif terapi lainnya berupa akupuntur. iritasi serta infeksi mata akan rentan terjadi jika tidak dilakukan perhatian khusus pada masalah ini.

Sebaiknya latihan ini dilakukan di depan cermin. Untuk rasa nyeri atau tidak nyaman . Latihan ini dilakukan minimal 2-3 kali sehari. Latihan wajah : Komponen lain yang tidak kalah pentingnya dalam optimalisasi terapi adalah latihan wajah. 6. Pasien biasanya memiliki prognosis yang baik. hampir 80-90% pasien sembuh tanpa kelainan. kemudian bersiul * Mengatupkan bibir * Mengerutkan hidung * Mengerutkan dahi * Gunakan telunjuk dan ibu jari untuk menarik sudut mulut secara manual * Mengangkat alis secara manual dengan keempat jari * Menutup mata Prognosis dari Bell’s palsy : Secara umum penyakit ini dapat disembuhkan. akan tetapi kualitas latihan lebih utama daripada kuantitasnya. Sehingga latihan wajah ini harus dilakukan sebaik mungkin. . Pasien berusia 60 tahun atau lebih memiliki hampir 40% kesempatan untuk sembuh dan memiliki kemungkinan besar menjadi sekuele.dilakukan. pemanasan dapat membantu. Hal ini dapat terjadi pada sisi ipsilateral atau kontralateral dari palsy pertama. Kemudian latihan dilanjutkan dengan gerakan-gerakan wajah tertentu yang dapat merangsang otak untuk tetap memberi sinyal untuk menggerakan otot-otot wajah. Untuk pengobatan dapat dicoba pemanasan dengan herbal. Pada fase akut dapat dimulai dengan kompres hangat dan pemijatan pada wajah. Bell’s palsy dapat kambuh pada 10-15% pasien. Gerakan yang dapat dilakukan berupa: * Tersenyum * Mencucurkan mulut. hal ini berguna mengingkatkan aliran darah pada otot-otot wajah. kendati tergantung dari derajat kerusakan sarafnya. Pada minggu kedua perbaikan sudah mulai dirasakan dan dalam 3-6 bulan wajah dapat kembali normal.

DAFTAR PUSTAKA 1.202 8. DeJOng.). Baker (ed). Adam RD .). Jeneva. 8th ed. in peripheral neuropathy.576-588 4. 1979:p. philadelphia. WHO.194. New York: McGraw Hill. Dyck Pl. London: Harold Starke. Basic neurology. 1987 5. Brain's diseases of the nervus system. 1977: 779-781 dan 949-952 10. Patten J. A Lange Medical Book. 1980 . Metal neuropathy. Correlative neuroanatomy. 1975:p. Dyck P. 1989 2. Chusid JG and deGroot J. Report of WHO Study Group. Principles of neurology.Victor M. The Neurological examination. 20th ed. 4th ed. 1240-1248 7. 363-364 6. New York: Oxford University. Walton IN. Goldstein NP. 1992:p.4t ed.9296 3. Neurological differential diagnosis. Thomas PK. 1975 9. 1988:p. WB Saunders. Low PA. in Peripheral neuropathy. Gilroy. New York: Pergamon. Disease of peripheral nerves. Philadelphia: WB Sounders. Symptomatoly and differential diagnosis of peripheral neuropathy. Peripheral neuropathies. (ed. in Clinical neurology. Philadelphia: Harper & Row. 1977: p. Dyck PJ (ed. J.

Pasien sering merasa takut kalau mereka terkena stroke. Salivasi yang berlebih atau berkurang. Sebagai contoh bisul didalam telinga atau mulut. Kelopak mata bawah jatuh. tumor. Pembengkakan wajah . Air mata berkurang. Masing-masing individu memiliki manifestasi yang berbeda-beda.000 orang di Amerika setiap tahunnya. Ketika tidak ada penyebab yang ditemukan. atau menyingkirkan kondisi. atau kondisi neurologi yang disebabkan oleh penyakit kronis seperti diabetes dan sindroma Guillain Barre dapat juga menyebabkan Bell's Palsy. Sulit berbicara. terutama orang Jepang yang memiliki insidens tinggi terhadap kondisi ini. Banyak orang setelah bangun pagi menemukan bahwa salah satu sisi wajahnya mencong. Hidung terasa kaku terus . Penyakit ini lebih sering mengenai orang dewasa muda dan orang Jepang memiliki insiden yang sedikit lebih tinggi dari kondisi seperti ini. mumps dan HIV. tergantung dari derajat dan lokasi kerusakan nervus. Sulit atau tidak mampu menutup mata. Tidak mampu atau sulit mengedipkan mata. Hampir 80% dari semua pasien Bell's palsy ditemukan adanya virus ini. kelemahan di beberapa area selain dimuka. Tampak seperti orang letih. Kerutan dahi menghilang. serta infeksi bakteri seperti penyakit Lyme atau tuberkulosis dapat menyebabkan inflamasi dan pembengkakan pada saraf Fasialis hingga mengakibatkan terjadinya Bell's Palsy. dimana diketahui berhubungan dengan kelumpuhan wajah. Air liur sering keluar. Bell's palsy banyak mengenai orang dewasa muda. Ada banyak manifestasi klinis yang berhubungan dengan paralisis wajah. Prosedur ini akan menolong dokter menentukan penyebab dari kelemahan wajah. pertanyaan akan ditanyakan dan test mungkin akan dilakukan. Kondisi yang menekan sistem imun seperti HIV meningkatkan resiko terjadinya Bell's Palsy. Fraktur tengkorak. Sulit makan dan minum. Alis mata jatuh. Orang yang mengidap diabetes memiliki kecenderungan 4X lebih besar untuk menjadi Bell's Palsy dibanding pada orang normal (1). Nyeri didalam atau disekitar telinga. Bell's Palsy mengenai sekitar 40. Bell's palsy adalah penyebab paling sering dari paralisis wajah dan salah satu gangguan neurologi yang paling sering yang melibatkan nervus kranial. Sensitif terhadap cahaya Pada kunjungan pertama kali ke dokter. namun Bell's Palsy tidak berhubungan sama sekali dengan stroke. studi terbaru menunjukkan bukti klinis yang kuat bahwa HS1 adalah penyebab utama Bell's palsy yang idiopatik.1. Bell's palsy adalah "virus" idiopatik yang menyerang saraf fasial Virus yang paling sering berhubungan dengan Bell\'s palsy adalah virus herpes simplex . Hal ini terjadi pada hampir 1 banding 65 orang selama hidupnya.Kejadian Bell's Palsy biasanya mendadak.menerus. dizziness atau pendengaran yang berkurang pada sisi yang terganggu mungkin diduga sebagai sindrom Ramsey Hunt. Berkurang atau hilangnya rasa kecap. Apa gejala Bell's Palsy ? Kelemahan atau paralisis otot. Bell's palsy dijadikan diagnosa. Stress. Gejala awal yang ringan seperti tingling di sekitar bibir atau mata kering biasanya cepat menjadi parah dalam waktu 48 jam atau kurang. kehamilan dan diabetes juga merupakan faktor resiko. Paralisis yang berlangsung lambat. Infeksi virus seperti herpes. Penyebab paling sering dari paralisis wajah adalah Bell's palsy. Sensitive terhadap suara ( hiperakusis ). pembesaran glandula .

parotis atau kelumpuhan yang memisahkan mata dengan alis yang memerlukan pengobatan dengan segera. Setelah mengambil anamnesa dan pengamatan yang teliti. .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful