P. 1
PENGUKURAN KREATIVITAS

PENGUKURAN KREATIVITAS

|Views: 306|Likes:
Published by Assad Riesresha

More info:

Published by: Assad Riesresha on May 13, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/19/2015

pdf

text

original

PENGUKURAN KREATIVITAS

Kreativitas atau bakat kreatif dapat diukur secara langsung dan tidak langsung, dan dapat menggunakan metode tes dan non- tes. Ada pula alat untuk mengukur cirriciri kepribadian kreatif, dan dapat dilakukan pengamatan langsung terhadap kinerja kreatif. Sesuai dengan definisi USOE (U. S Office of Education) yang membedakan enam jenis bakat dikembangkan alat identifikasi untuk masing-masing bidang tertentu. Untuk mengukur kemampuan intelektual umum, tes individual lebih cermat, tetapi lebih banyak memakan waktu dan biaya. Yang sudah dugunakan di Indonesia adalah tes Stanford-Binet dan Wechsler intelligence Scale for Children. Tes inteligensi kelompok lebih efisien dalam ukuran waktu dan biaya. Keterbatasannya adalah kita tidak tahu apakah prestasi anak sudah optimal. Di Indonesiayang sudah banyak digunakan adalah tes Progressive Matrices, Culture-Fair Intelligence Test dan Tes Inteligensi Kolektif Indonesia yang khusus dikontruksi untuk Indonesia. Tes Potensi Akademik (TPA) yang khusus dirancang untuk Indosnesia, dapat digunakan untuk mengukur bakat akademik, misalnya sejah mana seseorang mampu mengikuti pendidikan tersier. Tes untuk mengukur bakat kepemimpinan belum banyak digunakan di Indonesia, demikian pula tes untuk mengukur bakat dalam salah satu bidang seni atau bakat psikomotorik. Tes luar negeriyang mengukut kreativitas adalah tes dari Guilford yang mengukur kemampuan berpikir divergen, dengan membedakan aspek kelancaran, kelenturan, orisionalitas dan kerncian dalam berpikir. Tes Torrance untuk mengukur berpikir kreatif (Torrance Test of Creative Thinking) dapat digunakan mulai usia prasekolah sampai tamat sekolah menengah, mempunyai bentuk verbal dan figural. Tes ini telah digunakan di Indonesia untuk tujuan peneltian. Tes lainnya untuk mengukur berpikir kreatif dan termasuk baru ialah Tes Berpikir Kreatif-Produksi Menggambar (TRest forCreative Thinking-Drawing Production) dari Jellen dan Urban (1985). Penilaiannya mencakup sembilan dimensi. Tes yang khusus di konstruksi di Indonesia ialah Tes Kreativitas Verbal (Utami Munandar,1977). Tes ini disusun berdasarkan model Struktur Intelekdari Guilford, dengan dimensi operasi berpikir divergen, dimensi konten, dimensi berpikir verbal, dan

Akibat kesuliatan dalam menggunakan alatdari Renzulli. dan diri sendiri dikembangkan oleh Lydia Freyani Akbar untuk siswa SD. maka disusun Alat Sederhana untuk Identifikasi Kreativitas. batas halaman buku. dan elaborasi dalam berpikir. Skor kreativitas itu dinamakan CQ (creative quotient). Skala Sikap Kreatif yang juga khusus disusn di Indonesia mengukur dimensi efektif dari kreativitas. kelenturan.berbeda dalam dimensi produk. Tes ini seperti tes Guilford mengukur kelancara. Sub-skala untuk kreativitas meliputi 10 butir untuk dinilai guru. Setiap sub-tes terdiri dari empat butir. Sama dengan inteligensi. Skala Nominasi Keberbakatan yang dapat digunakan oleh guru. mengorek. Makin banyak alternatif yang bisa dikembangkan. Yaitu dengan memberikan suatu hal (misalnya: pinsil) untuk merangsang pemikiran manfaat dari benda tsb. dsb. menyusun kata. (misalnya: untuk menulis. orisionalitas. yaitu sikap kreatif. yang dioperalisasi dalam tujuh dimensi. mencungkil. Tahun 1986 telah dilakukan penelitian pembakuan TKVyang menghasilkan nilai baku untuk umur 10 – 18 tahun. dan apa akibatnya. dengan format untuk Sekolah Dasar dan format untuk Sekolah Menengah. dan pengukuran “Creative Questient”. teman sebaya. Ada enam sub-tes. sifat-sifatyang sama. TKF kecuali mengukur aspek kreativitas tersebut di muka. Tes Kreativitas Figural diadaptasi dari Torrance “Circles Test”. melempar. Untuk setiap kategori produk ada satu sub-tes. juga mengukur kreativitas sebagai kemampuan untuk kombinasi antara unsure-unsuryang diberikan. kreativitas dan kepemimpinan. pengukuran kreativitas bisa diobyektifkan. Skala Penilaian Anak Berbakat oleh Guru disusun oleh Renzulli dan terdiridari empat sub-skala. Pada bentuk parallel (ada dua bentuk) hanya dua butir. motivasi. menggaris. Skala ini disusun untuk anak SD dan SMP. . Ketiga skala tersebut ternyata mempunyai hubungan yang bermakan dengan pengubah keberbakatan. yang juga berarti makin kreatif. yaitu permulaan kata. yang diperoleh juga dengan cara membandingkan prestasi seseorang dengan kelompok sebayanya. makin tinggi skornya. macam-macam penggunaan. membentuk kalimat tiga kata. yaitu untuk mengukur fungsi kognitif (belajar). dan dibukukan untuk umur 10-18 tahun oleh Fakultas Psikologi Universitas Indonesia.). menggambar. Disnilah dimensi kreativitas digabungka dengan dimensi laindari keberbakatan.

(Wallach dan Kogan.antara peneliti dan pembelajar menggunakan tes proses kreatif untuk beberapa decade.Tes lainnya dari deretan tes kreatif memasukkan asosiasi kata. Tes ini pertama kali digunakan di Indonesia oleh Utami Munandar (1977) dalam penelitian untuk disertasinya Creativity and Education.CONTOH ALAT UKUR KREATIVITAS Tes yang mengukur kreatifitas secara langsung.Tes SOI ini mempresentasikan beberapa aspek dari (1)ketepatan.Handbook of Creativity. (3)keaslian.Sebagai contoh.penyelesaian cerita.Torrance’s (1962. 1965) di variasi dari penggunan tes. problem bangunan tugas-tugas dan interpretasi susunan gambar dan warna.pemikiran primer didapat menggunakan deretan pemikiran divergent. Cambridge University Press.melekatkan angka atau bilangan.Pada satu waktu. Tes pemikiran divergent meminta individu untuk menghasilkan beberapa respon tepat khusus.Robert.Pencarian pengukuran proses kreatif.Yang terakhir sudah ada yang diadaptasi untuk Indonesia.dan tes pemikiran divergent menjadi popular mengukur dari proses dan potensial kreatif. sejumlah tes kreatifitas telah disusun.(4)Inovasi ide terdahulu.United State of America) CONTOH . (1999).dan interpretasi bermacam masalah .diantaranya tes dari Torrance untuk mengukur pemikiran kreatif (Torrance Test of Creative Thingking : TTCT) yang mempunyai bentuk verbal dan bentuk figural.terdiri dari beberapa tes yang subjeknya diminta menunjukkan fakta-fakta beberapa hasil area yang berbeda.student memberikan respon yang tepat “ceritakan pada saya cara berbeda penggunaan kursi”. perbedaannya jelas menstandarisasi tes prestasi atau kemampuan membutuhkan satu jawaban yang benar. (Sternberg J. Hampir semua dari tes-tes ini digunakan secara luas dalam penelitian dan pelajaran kreatifitas.Diantara tes pemikiran divergent pertama yang dikeluarkan oleh Guilford(1967) structure of the intellect(SOI)divergent production test.(2)kelenturan.yaitu tes lingkaran(circles test) dari Torrance.The Instances Test meminta student list as many things that move on wheels.1974) test of creative thinking (TTCT).Kemudian tahun 1988 Jurusan Psikologi Pendidikan Fakultas Psikologi Universitas Indonesia melakukan . Getzels dan Jackson (1962) and Wallach dan kogan (1965) mengembangkan deretan pemikiran divergent yang hampir sama dengan SOI tes. guna membandingkan ukuran kreativitas verbal dengan ukuran kreativitas figu-ral. The SOI test.

yaitu dimensi kognitif (berfikir kreatif).beberapa tes mengukur ciri-ciri tersebut. dimensi afektif (sikap dan kepribadian). Tes yang mengukur Unsur-unsur kreatifitas.terdiri dari berbagai dimensi. dari berbagai hasil ditemukan paling sedikit 50 ciri kepribadian yang berkaitan dengan kreatifitas. kelenturan dan orisinilitas dalam berfikir.Beberapa tes mengukur ciri-ciri khusus.yaitu Tes Kreatifitas Verbal oleh Utami Munandar.dan tes ini kemudian disebut tes kreatifitas figural.kemampuan untuk merinci (elaborasi) dan lain-lain.seperti misalnya dimensi kognitif dari kreatifitas-berfikir divergen-mencakup antara lain.penelitian standarisasi tes lingkaran.sebagai salah satu cirri kepribadian kreatif 4. 3. Tes penggunaan batu bata yang meminta subjek untuk memikirkan berbagai macam penggunaan yang tidak lazim untuk batu bata. Tes Risk Taking. Tahun 1977 diperkenankan tes kreatifitas pertama yang khusus dikonstruksikan untuk Indonesia.dari ciri-ciri ini disusun skala yang dapat mengukur sejauh mana seseorang memiliki ciri-ciri tersebut. Kreatifitas merupakan suatu konstruk yang multi-dimensional. Tes Figure Preference dari Barron-Welsh yang menunjukkan prefensi untuk ketidakteraturan.Ditentukan nilai baku untuk usia 10 sampai dengan 18 tahun.Alat yang sudah digunakan di Indonesia ialah Ben Sex Role Inventory.Untuk masing-masing unsure dikonstruksi tes tersendiri. Tes yang mengukur ciri kepribadian kreatif. Tes Sex Role Identity untuk mengukur sejauh mana seseorang mengidentifikasikan diri dengan peran jenis kelaminnya.Masing-masing dimensi meliputi berbagai kategori.yang merupakan bagian dari tes Torrance untuk berfikir kreatif dan dimaksudkan untuk mengukur kelenturan berfikir.tes purdue yang biasanya digunakan dikawasan industry juga meminta subjek untuk memberi macammacam gagasan untuk penggunaan benda-benda yang berkaitan dengan industry.diantaranya adalah: 1.dan dimensi psikomotor (keterampilan kreatif). Beberapa contoh tes yang mengukur orisinalitas adalah : tes menulis cerita. kelancaran. Tes mengajukan pertanyaan. . misalnya untuk orisinalitas.digunakan untuk menunjukkan dampak dari pengambilan risiko terhadap kreatifitas. 2.berdasarkan konstruk Model Struktur Intelek dari Guilford.

originalitas dan combinasi pengukuran kedalam cara berfikir divergen. yang kemudian dinilai untuk kuantitas dan kualitas prilaku kreatif.pemikir kreatif juga harus menjadi pemikir yang fleksibel. alat ini disusun berdasarkan penelitian tentang karakteristik khusus yang dimiliki pribadi kreatif. dalam pandangan Guilford adalah orang yang juga menghasilkan solusi yang kreatif untuk sebuah masalah.berfikir negative dapat mungkin memerlukan bahwa menjauh dari suatu kebiasaan berfikir dan meninggalkannya kemudian masuk dalam pola fikir yang baru. Asumsi kita adalah bahwa kreatif proses yang bergerak salah satunya karena suatu masalah telah teridentifikasi atau karena orang berlomba-lomba untuk menghasilkan sesuatu yang sebelumnya dianggap belum ada dan tidak mungkin.Guilford berpendapat juga bahwa kelancaran ide/gagasan adalah kapasitas untuk menghasilkan sebuah angka besar Dari ide-ide dalam periode waktu yang diberikan.orang kemudian harus mulai berfikir tentang berbagai arah tujuannya. Daftar pengalaman. Sekarang kita sampai pada inti dari proses ide kreatif.dirancang beberapa pendekatan alternatiF: • Daftar periksa (Checklist) dan Kuisoner.Orang yang menghasilkan banyak ide-ide original. • • Bagian dari berfikir kreatif. .atau karena seseorang ingin mengetahui apa yang mungkin jika suatu aktifitas telah berjalan.(Guilford (1950) mengacu pada munculnya ide-ide ini tampak nyata ketika ide ini digunakan pada kesempatan sehingga berguna atau bermanfaat.dalam konteks ini.ini menjadi salah satu karakter berfikir positif.Mengatasi keterbatasan dari tes kertas dan pensil untuk mengukur kreatifitas. Pemikir kreatif selalu menghasilkan ide yang original. Beberapa studi menemukan korelasi yang tinggi antara “laporan diri” dan prestasi kreatif dimasa depan.Format yang paling sederhana meminta seseorang menulis autobiografi singkat. Selain itu untuk menjadi lancar dalam menghasilkan ide.yang relavan dengan beberapa situasi.Guilford menyatakan kelancaran flexibilitas.Pendapat Guilford. teknik ini menilai apa yang telah dilakukan seseorang dimasa lalu.

Ini berarti kemampuan berfikir divergen. maka skor akan lebih stabil.seseorang bisa memisahkan tes kedalam bagian-bagian. Orang yang menghasilkan kemajuan .stabilitas test melewati berbagai administrasi disebut “test-retest reliability” mendemonstrasikan reliabilitas test-retest merupakan kepentingan kritis bagi setiap tes.tetapi tiap orang mempunyai beberapa kemampuan.sejak mereka teleh merancang mengukur kapasitas yang sama(dalam contoh ini) kapasitas berfikir secara kreatif. Edison.hal ini disebut split half reliability. science. Salah seorang menggabungkan aitem-aitem itu bersama-sama dalam men-skor tiap-tiap orang.Itu berarti bahwa seseorang akan berharap bahwa aitem-aitem yang beragam akan memberikan support yang hampir sama. Utnuk menentukan konsistensi beragam aitem itu pada tes.jika satu dari kemampuan ini tidak dites dengan membuat suatu asumsi.Inc) RELIABILITAS DAN VALIDITAS Pertanyaan pertama yang mesti diajukan tentang setiap instrumen pengukuran. terditribusi dengan normal diantara populasi.ini bisa jadi bukan tes kreatifitas dan kepribadian kreatif. Jika dua perangkat aitem variabel dalam mengukur kapasitas yang sama skor orang yang diberikan pada dua bagian dari tes seharusnya sama. Seseorang lalu bisa menentukan tiap skor orang pada masing-masing bagian tes.Sejauh ini bahwa Guilford menggunakan keahliannya dengan tes IQ dan pengembangan tes untuk mengukur kapasitas berfikir. John Wiley & Sons. Creativity-Understanding Innovation in problem solving. Bentuk lain reliabilitas menjadi penting ketika sebuah instrumen pengukuran mengandung aitem-aitem majemuk. . inventions. (Weisberg W. karena lebih banyak aitem. Mozart) menjadi bagian dari kapasitas berfikir divergen untuk derajat yang luar biasa.Robert.apakah itu bathroom scale atau kapasitas berfikir kreatif (creative-thinking capacity) apakah ini reliabel?artinya apakah test itu memberikan hasil (outcomes) yang konsisten. karena ini berarti kita bisa memiliki rasa percaya diri dalam skor yang dihasilkan oleh orang-orang ketika mereka menggunakannya. and the arts.kemajuan kreatifitas (Picasso.(2006).lebih lanjut lagi persamaan psikometri dengan IQ.oleh karena itu tes yang lain harus diasumsikan sebagai kelanjutan diantara proses-proses.Guilford percaya bahwa masing-masing orang mempunyai kemampuan berfikir kreatif.

Ide berubah secara otomatis atau karakteristik seseorang sehingga hal menarik dari temuan-temuan ini adalah bahwa seseorang bisa mengubah performance orang pada tes berfikir kreatif dengan mengatakan kepada mereka untuk menjadi kreatif. science.studi memberikan hasil bahwa tes-tes tersebut beralasan bersifat konsisten.Studi penelitian telah menemukan bahwa tes berfikir divergent reliable. Temuan baru Guilford merupakan kemajuan penting dalam psikologi dan pendidikan di mana kreativitas berpikir dapat ..kemudian ini bisa menjadi reliabel tetapi akan menjadi tidak berguna. (Weisberg W.apakah tes itu valid?:sebuah tes yang valid mengukur apa yang disangka benar.Inc) MACAM-MACAM PENGUKURAN KREATIVITAS PENGUKURAN KREATIVITAS BERFIKIR Guilford merupakan salah seorang ahli yang berusaha mengembangkan instrumen yang diperlukan untuk mengukur kreativitas berpikir..Jika sebuah tes tidak valid.dalam hal ini adalah ferformance pada tes intelegensi.(2006).mereka boleh memberi skor lebih tinggi daripada bila anda tidak mengatakan sesuatu tentang menjadi kreatif pada tes. John Wiley & Sons.1981) ini berarti sebagaimana dicatat kita bisa percaya diri bahwa skor seseorang bersifat representatif.sebagai situasi analog. CreativityUnderstanding Innovation in problem solving.kadang-kadang ditemukan bahwa performance pada tes berfikir divergent dipengaruhi oleh kondisi dimana tes di berikan. Kesimpulan bahwa tes-tes yang di design untuk mengukur kapasitas berfikir kreatif adalah reliable.(Baron and Harington. Sebagai contoh jika anda memerintah orang untuk menjadi kreatif dalam respon.Robert. and the arts.menimbulkan pertanyaan kedua tentang apakah bahwa instrumen-instrumen mengukur? kenyataannya menggunakan tes didasarkan pada asumsi bahwa tes-tes itu mengukur kapasitas untuk berfikir secara kreatif yaitu apa yang mereka(tes-tes) design untuk mengukur pertanyaan dari apakah sebuah tes mengukur sesuatu yang didesign untuk mengukur adalah pertanyaan.performansinya walaupun demikian ada satu penyebab yang harus dikemukan disini. inventions. daripada beberapa ciri menarik.Bathroom scale bisa secara ekstreem reliabel tapi ini tidak berguna jika kita ingin mengukur IQ atau jumlah uang dalam rekening tabungan. Hal ini mengindikasikan bahwa kemampuan berfikir divergent adalah sebuah strategi yang bisa diterapkan kepada situasi pengetesan.

Terdapat dua hal yang dapat disimpulkan dari instumen kreativitas berpikir yang dikembangkan oleh Guilford. kelas. Anak panah b. 2. 1. Buatlah sebanyak mungkin gambar dengan mengkombinasikan bangun berikut! (waktu Anda 1 menit) Terdapat beberapa benda sebagai berikut : • • • a. Buatlah sebanyak mungkin kata dengan huruf awal L dan huruf akhir N! (waktu Anda 1 menit). tapi harus memproduksi sendiri jawaban atas persoalan yang diajukan. Guilford menyebut kreativitas berpikir dengan kemampuan memproduksi secara divergen (divergent production abilities). Adapun butir-butir tes kreativitas berpikir itu adalah sebagai berikut : • Dari bangun berikut buatlah sebanyak mungkin gambar nyata ! (waktu Anda 1 menit). Lebah c. Peserta didorong untuk memberikan penampilan maksimum dalam menjawab butir-butir instrumen. Peserta tes tidak memberikan respons atas alternatif yang sudah disediakan. instrumen yang dipakai untuk mengukur kreativitas berpikir merupakan instrumen jenis tes yang dikenal dengan tes kreativitas berpikir. Ikan . sistem. Oleh karenanya. Buaya d. Sedang dari segi produk. Tes kreativitas berpikir mengacu kepada model struktur intelektual Guilford. Oleh karenanya. proses berpikir divergen mengolah bahan berupa figural dan simbol.diukur dan memungkinkan dihubungkan dengan gejala-gejala kejiwaan lainnya. tes kreativitas berpikir mengukur kemampuan berpikir divergen. transformasi dan implikasi. Dari segi konten. Dari segi operasi. proses berpikir divergen yang mengolah bahan berupa figural dan simbol akan menghasilkan produk berupa unit. hubungan.

M -----. Kembangkan sebanyak mungkin persamaan baru berdasarkan kedua persamaan tersebut! Misalnya : B – C = Z A Perhitungan skor kreativitas berpikir Dalam perhitungan skor. Misalnya: • • Buatlah sebuah kotak dan hiasilah sehingga menjadi lebih bagus. 4. • Terdapat empat bangun sebagai berikut : Kombinasikan dengan berbagai cara untuk membentuk objek sebanyak mungkin dan namailah objek itu (waktu Anda 1 menit). dan 5. tentukan : a.E -----. (waktu Anda 1 menit) • Punya ekor Terdapat lima angka yaitu 1. 3. Ada dua persamaan : B – C = D dan Z = A + D. jawaban peserta tes atas butir-butir pertanyaan kreativitas berpikir diubah ke dalam skor kreativitas berpikir dengan cara tertentu. Yang dijumpai di air c. Misalnya: Wajah • Buatlah kalimat dengan petunjuk huruf berikut sebanyak mungkin (waktu Anda 1 menit). Perahu Dengan menuliskan huruf depannya saja. keluwesan . Yang dijumpai di udara b.P Misalnya : Mengapa engkau pergi.e. Dari gambar berikut. Pengukuran kreativitas berpikir dilakukan dengan meminta peserta tes membuat jawaban sebanyak mungkin atas butir-butir tugas dalam waktu yang ditentukan. Untuk dapat diubah menjadi skor. 2. Layang-layang f. Binatang d. Kombinasikan beberapa angka yang kalau dijumlahkan hasilnya 7 sebanyak mungkin (waktu Anda 1 menit). jawaban diinterpretasikan dalam kelancaran. buanglah tiga garis sehingga membuang dua kotak.

Menurut Ellis dan Hunt (1993 : 280). Jawaban yang diberikan hendaknya disesuaikan dengan masalahnya. tapi juga kesesuaian jawaban dengan masalahnya. respons peserta tes akan diinterpretasikan berdasarkan tingkat kelancaran (fluency). Skor kreativitas berpikir adalah skor gabungan dari ketiga unsur. Kelancaran menjawab berhubungan dengan kemampuan menghasilkan banyak gagasan alternatif pemecahan masalah dalam waktu yang singkat. kelancaran adalah kemampuan menguraikan banyak alternatif pemecahan masalah sesuai dengan perangkat yang dipersyaratkan. Oleh karenanya kemampuan ini berhubungan dengan arus ide. Kelancaran tidak hanya berhubungan dengan jumlah jawaban. Bukan hanya kuantitatas yang diperhatikan. Winkel (1996 : 143) dan Rakhmat (1999 : 75). keluwesan memungkinkan seseorang melihat . Pendapat sama dikemukakan oleh Ellis dan Hunt (1993 : 280) yang menyatakan bahwa keluwesan adalah kemampuan mengubah pendekatan dalam pemecahan masalah. Woolfolk dan Nicolich (1984 : 144). Di samping itu.Unsur ini mengukur kemampuan menguraikan banyak alternatif pemecahan masalah. keluwesan (flexibility) dan keaslian (originality) proses berpikir. kelancaran adalah kemampuan memberikan banyak jawaban. kelancaran adalah kemampuan menyebutkan sebanyak mungkin. Keluwesan adalah kemampuan yang berhubungan dengan kesiapan mengubah arah atau memodifikasi informasi. kelancaran adalah kemampuan menghasilkan banyak gagasan pemecahan masalah dalam waktu singkat. tapi juga kualitasnya.dan keaslian. Menurut Good dan Brophy (1990 : 617). Menurut Ellis dan Hunt (1993 : 280). Keluwesan berhubungan dengan kemampuan mengubah dengan mudah pendekatan pemecahan masalah yang digunakan jika masalah atau kondisi baru membutuhkan pendekatan baru. Hal yang sama dinyatakan oleh Rakhmat (1999 : 75). jika masalah atau kondisi baru membutuhkan pendekatan atau perspektif baru. keluwesan dapat mengubah dengan mudah pendekatan pemecahan masalah yang digunakan. Sedang menurut Munandar (1992 : 49). Menurut Good dan Brophy (1999 : 75). Tes kreativitas berpikir mendorong peserta tes menyebutkan sebanyak mungkin jawaban dalam waktu tertentu dan skor diberikan dengan menghitung jumlah semua respons yang sesuai dengan masalahnya. Good dan Brophy (1990 : 617).

Berpikir kreatif juga menuntut yang bersangkutan memiliki banyak gagasan. Keaslian membuat seseorang mampu mengajukan usulan yang tidak biasa atau unik dan mampu melakukan pemecahan masalah yang baru atau khusus. Dalam tes kreativitas berpikir. Makin banyak ide yang dicetuskannya menandakan makin kreatif si anak. bebas. jawaban mempunyai orisinalitas apabila sangat sedikit orang yang menghasilkan pikiran seperti itu. Peserta tes diminta memberikan respons sebanyak mungkin. Ada pendapat yang memberikan kriteria lebih spesifik. keaslian adalah kemampuan untuk menghasilkan jawaban yang jarang diberikan oleh peserta tes. Menurut Munandar (1992 : 49). Psych. Tes kreativitas verbal dilakukan pada anak berusia minimal 10 tahun karena dianggap . pakar pendidikan ini berupaya mengembangkan Tes Kreativitas Verbal dan Figural.. keluwesan diukur dengan menghitung jumlah kategori respons yang berbeda. Jawaban original adalah jawaban yang jarang diberikan oleh anakanak lain. Respons yang orisinal menurutnya diberikan oleh lebih sedikit dari 5 atau 10 dari 100 peserta pengambil tes. Menurut Winkel (1996 : 143). Dengan kata lain. Keaslian mengukur kemampuan peserta tes dalam membuat usulan yang tidak biasa atau unik.suatu masalah dari berbagai sudut tinjauan. Dipl. Dr. dibutuhkan kemampuan berpikir yang mengalir lancar. dan respons yang hanya diberikan oleh 1 % dari kelompok bersifat unik PENGUKURAN KREATIVITAS UNTUK ANAK SEKOLAH Menurut Prof. Menurut Woolfolk dan Nicolich (1984 : 144). Kadar keluwesan diukur dengan menghitung jumlah kategori respons yang berbeda. Menurutnya. Sukarni Catur Utami Munandar. Untuk mengetahui sejauh mana tingkat kreativitas seorang anak. untuk menjadi individu kreatif. keluwesan ditandai oleh jumlah golongan jawaban yang berbeda. Skor diberikan atas jawaban yang menunjukkan keragaman atau variasi. Woolfolk dan Nicolich (1984 : 144) memberikan kriteria mengenai keaslian. keluwesan adalah kemampuan melihat masalah dari berbagai sudut tinjauan. dan ide yang orisinal yang didapat dari alam pikirannya sendiri. ia haruslah bisa bersikap terbuka dan fleksibel dalam mengemukakan gagasan. respons yang diberikan oleh 5 % dari kelompok bersifat tidak biasa. lalu skor keluwesan diberikan pada jumlah kategori atau golongan respons. Agar anak bisa berpikir kreatif.

"karung" dan sebagainya. "kapal". Kepada anak diberikan kata tertentu. anak mengasosiasikannya sebagai piring. Anak mampu memberikan jawaban yang berbeda-beda. anak yang kreatif tak sekadar mengemukakan ide. 3. Untuk tes kreativitas figural. Anak mampu memberikan jawaban secara rinci sekaligus mampu memperkaya dan mengembangkan jawaban tersebut. Untuk gambar lingkaran. Umpamanya anak akan menjawab "kolam". contohnya. Elaborasi. anak mahir menggambarkannya sebagai wajah orang. Namun.sudah lancar menulis dan kemampuan berbahasanya pun sudah berkembang. rambut sampai aksesoris semisal kalung dan jepit rambut. yaitu : 1. "lama". bibir. "silam" dan lain-lain. Fleksibel. berdasarkan kata tersebut anak diminta membentuk kata-kata lain sebanyak mungkin. "Jadi. Nah. Tes Permulaan Kata. Adapun unsur penilaian berfikir keratif adalah sebagai berikut: 1. Orisinalitas. Anak mampu memberikan jawaban yang jarang/langka dan berbeda dengan jawaban anak lain pada umumnya. bola. contohnya. telinga. sehingga unsur "keindahan" tidak diprioritaskan. Tes Membentuk Kata. ada enam topik pertanyaan yang diajukan. tes kreativitas ini bukan dimaksudkan sebagai tes menggambar. leher. berarti mencirikan ia anak yang kreatif. telur dadar dan sebagainya. Dia bisa melengkapi gambar wajah tersebut dengan mata. Misalnya kepada anak diberikan huruf "k" dan "a". Dari bentuk lingkaran yang sama. semisal "proklamasi". Makin detail ornamen atau organ-organ yang digambarkannya. . Anak juga diminta untuk membuat sebanyak mungkin objek mati maupun hidup pada gambar lingkaran tadi. bulan. tapi juga dapat mengembangkan gagasan yang dilontarkannya. 2. Kemudian ia diminta untuk membentuk sebanyak mungkin kata yang bisa dibentuk dari kedua huruf tadi. 2. Umpamanya anak menjawab "kami". melainkan sebagai tes gagasan. hidung. Sedangkan tes kreativitas figural dilakukan terhadap anak mulai usia 5 tahun." tandas Utami.

Jawabannya mungkin adalah bola tenis. Contohnya adalah pertanyaan. mintalah anak untuk menjawab apa kira-kira akibatnya bila situasi tersebut betul-betul terjadi. anak akan diberi benda yang ditemuinya sehari-hari. Akan tetapi. Nah. roda kursi. setiap soal harus dijawab dalam waktu 2 menit. Anak dimita untuk memikirkan dan menyebutkan sebanyak mungkin benda-benda yang memiliki sifat/ciri-ciri tersebut. hanya sedikit anak yang bisa mencapai skor kreativitas yang tinggi. "Apa jadinya bila semua orang di dunia ini pandai?" atau. banyak sekali anak yang bisa mencapai skor tinggi untuk tes IQ. "Apa akibatnya jika setiap orang bisa mengetahui pikiranmu?" Menurut Utami. ketika anak diberi surat kabar. Sedangkan untuk tes ketiga. dengan urutan yang boleh diubah-ubah. skor di bawah 80 dikategorikan sangat lamban. sementara untuk tes berikutnya per soal diberi durasi 4 menit. Tes Sebab-Akibat. Lalu mintalah ia menyusun sebanyak mungkin kalimat-kalimat yang diawali dari huruf-huruf yang diberikan tadi. dan sebagainya. 5. Umpamanya. Tes Kesamaan Sifat. 6. yakni "a". Contohnya. Anak yang mencapai skor 90-110 berarti tingkat kreativitasnya rata-rata. setiap tes tersebut terdiri dari 4 soal. Tes Kalimat 3 Kata. Misalnya anak mendapat soal mengenai sifat bulat dan keras. Umpamanya. Misalnya kepada anak diberi tiga huruf.3. anak dituntut untuk bebas berimajinasi. topi. Kebanyakan berada pada kisaran skor 90-100. dan sebagainya. "m". Anak mendapat pertanyaan mengenai situasi tertentu yang dalam keadaan nyata tak pernah terjadi. ia justru diminta untuk membuat sesuatu yang tak biasa dengan benda tersebut. jawabanya adalah "Ani makan pisang" atau "Mana payung Anton". dan "p". bukan sebagai bahan bacaan. . Hasil akhir tes kreativitas ini sama halnya dengan tes IQ. sedangkan yang mampu mencapai skor 130 ke atas tergolong sangat unggul. Tes Penggunaan Tak Lazim. Namun dari pengalaman Utami selama ini. Untuk tes pertama dan kedua. diberikan waktu 3 menit untuk setiap soal. Dalam hal ini. bola. yakni berupa skor. Sebaliknya. 4. ia menggunakannya untuk membuat kapal-kapalan. kelereng.

3. Apalagi ditunjang oleh fakta bahwa pengukuran kecerdasan kreativitas metris sifatnya kuantitatif sehingga kemajuannya dapat dipantau dengan lebih objektif. seperti peningkatan daya kreativitas pada seni. Nah. Tanpa sikap kreatif ini katanya produk kreatif pun takkan terwujud. dimana salah satu caranya dapat melalui kecerdasan kreativitas metris. Berani mengambil risiko terhadap langkah yang diambil. yaitu dalam hal kemampuan mengenali keteratutan pola bilangan. Dengan perkembangan teknologi pengenalan pola pada cuaca seperti negara adidaya ‘Uncle Sam’ maka badai topan yang maha dahysatpun dapat dikenali arah pola gerakannya sehingga mampu meminimalis jatuhnya korban jiwa. Menurut Utami." Selain pengukuran kreativitas yang sudah disebutkan. dan 5. 4. ada juga pengukuran skala sikap kreatif yang lebih menyangkut pada segi afektif. dari berbagai penelitian ternyata kemampuan berpikir kreatif belumlah cukup jika tanpa disertai sikap kreatif. Memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. "Hal ini disebabkan berpikir kreatif kurang dirangsang. strategi bisnis atau ilmu pengetahuan. Imajinatif. Mengapa siswa perlu belajar kecerdasan kreativitas angka (metris)? Siswa bila telah dilatih sehingga mempunyai kemampuan pengenalan pola bilangan yang baik .Menurutnya. berpikir kreatif itu sendiri harus disertai ciri-ciri sikap kreatif sebagai berikut: 1. sehingga anak tak terbiasa berpikir bermacam-macam arah. KREATIVITAS ANGKA Potensi kreativitas sebenarnya ada pada tiap orang dan kreativitas tersebut dapat diasah salah satunya melalui Angka (METRIS). 2. Bila daya kreativitas seseorang dalam pengenalan pola meningkat maka tentu saja dapat berimbas ke jenis kreativitas yang lain. kemampuan pengenalan pola tersebut dapat terus diasah. Terbuka terhadap pengalaman baru. Contoh di atas membuktikan betapa pentingnya kemampuan kita dalam pengenalan pola untuk kasus tertentu. Tidak takut melakukan kesalahan ketika mengemukakan ide. Jadi. Dengan begitu peningkatan kreativitas tersebut dapat dijadikan sebagai barometer dalam merepresentasikan potensi daya kreativitas seseorang.

Orang sering menyebutnya kemampuan membaca pola usaha itu sebagai intuisi bisnis. Cahaya atau gelombang elektromagnet (gel. informasi ini bagi sijenius Einstein mempunyai makna yang sangat spesial. Demikian juga kemampuan menghubungan pola informasi yang satu dengan informasi yang lain sangat dibutuhkan dalam dunia bisnis. maka sangat diuntungkan apabila mempunyai kecerdasan kreativitas metris karena kemampuan pengenalan pola masalah tersebut dapat lebih terasah.TV. Bila dalam mengklasifikasikan masalah sudah benar maka penyelesaiannya akan menjadi lebih mudah karena bisa tahu masalah mana yang lebih prioritas dan bisa tahu bagian apa saja yang tepat ditugaskan untuk menyelesaikan tiap kelompok masalah tersebut. Oleh karena itu pengajaran yang bentuknya konkret tidak abstrak sangat penting bagi anak untuk belajar memvisualisasi suatu angka atau bilangan. Dengan kemampuan dia mengenali pola informasi dari percobaan Michelson dengan pemahaman dia saat itu maka muncul kreativitas dari pemikirannya bahwa ETER tidak perlu ada. misalkan seorang guru dalam mengajarkan matematika kepada anak didiknya. Kemampuan ini tentu saja akan berimbas pada kemampuan memilah-milah suatu permasalahan yang kemudian mampu berusaha mengelompokannya menjadi beberapa kelompok dengan lebih baik. Dalam perkembangan ilmu pengetahuan kemampuan tersebut sangat penting. gel. Misalkan terbukti dalam sejarah ketika Michelson melakukan percobaan menentukan kecepatan cahaya dari berbagai arah terbukti secara eksperimen bahwa kecepatan cahaya terbukti selalu sama. Bagi seorang pengusaha (enterprenur) kemampuan mengenali pola usaha tertentu dengan potensi profit yang akan dihasilkan pada masa yang akan datang tentu saja sangat dibutuhkan.radio dll) dalam proses perambatannya tidak membutuhkan zat perantara . Nah. Kita semua tahu bahwa pelajaran matematika menjadi momok yang menakutkan bagi sebagian besar siswa. Dalam dunia kerja kreativitas seseorang sangat dibutuhkan.maka kemampuan dalam menyelesaikan permasalahan kuantitatif akan lebih cepat dan efisien. Nah disitulah letak seberapa besar kreativitas seorang guru bisa membawa materi yang diajarkan sekonkret mungkin dalam kehidupan sehari-hari. dunia saham. Jadi orang yang bekerja pada bidang dimana kemampuan pengenalan pola masalah sangat dibutuhkan seperti pekejaan seorang manager.

Nah. namun daya kreativitasnya tidaklah meredup. Salah satu enterpreneur yang fenomenal adalah steve jobs. makanya kemampuan ini sangat berguna bagi orang yang ingin sukses. Beberapa pola bilangan yang akan coba dikenali keteraturannya membutuhkan tingkat kreativitas tertentu mulai dari yang biasa (pola bilangan eksplisit) hingga kreativitas tinggi (pola bilangan implisit). Setelah cukup lama tidak me-lauching produk sefenomenal komputer apple yang menekankan pada konsep grafis. bahwa kemampuan mengenali keteraturan pola atau menghubungkan pola satu dengan pola yang lainnya akan memunculkan kemampuan daya kreativitas.atau ETER. Ini sungguh ide kreatif yang sangat brialian sehingga produknya selalu laris diserap oleh pasar. jadi sudah menjadi lebih jelaskan. . pendiri perusahaan komputer apple. Hal ini terbukti setelah apple memproduksi iPod yang laku keras dan yang lebih fenomenal adalah produk iPhonenya dengan konsep inovatifnya dimana semua tombol untuk mengoperasikan sebuah hand phone menggunakan full touch screen. Kelebihan dari mengasah Kreativitas melalui Angka (Metris) ini karena pengukuran kreativitas dapat dilakukan secara obyektif melalui faktor ketepatan dan kecepatan dalam mengeksekusi pola bilangan. Kemampuan kreativitas Angka (Metris) dapat diasah melalui peningkatan kemampuan pengenalan keteraturan pola bilangan dengan makin baik.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->