Karakteristik Kualitatif Karakteristik kualitatif pada mulanya didefinisikan sebagai sifat informasi yang penting agar membuatnya berguna

. Board menunjukkan sejumlah karakteristik kualitatif yang berbeda dalam kerangka dasar. Board membedakan antara kualitas khusus-pemakai dan khusus-keputusan. Klasifikasi yang pertama memfokuskan pada kualitas – kualitas yang berhubungan dengan pemakai, sifat pemakai adalah penentu kunci dalam memutuskan informasi apa yang diberikan. Sementara itu karakteristik lain seperti ketepatan waktu tidak bergantung pada pemakai, karena semua pemakai menginginkan informasi yang tepat waktu. Informasi lain bersifat khusus bagi keputusan tertentu, jadi yang termasuk karakteristik khusus-keputusan adalah kualitas, relevan dan keandalan. Manfaat dan Biaya Informasi harus bermanfaat biaya, yaitu manfaatnya harus melebihi biayanya. Meskipun terlihat sederhana, analisis manfaat-biaya informasi akuntansi sangat sulit dilakukan, bahkan mungkin tidak mungkin. Hal ini begitu sulit sehingga beberapa orang akan menganggapnya kegagalan untuk berusaha melakukan analisis biaya-manfaat. Relevansi Pada dasarnya informasi yang relevan adalah informasi yang mempunyai hubungan dengan masalah yang dihadapi. Informasi dapat mempunyai suatu hubungan sedikitnya dalam tidak tiga cara : Dengan mempengaruhi tujuan,

dengan mempengaruhi pemahaman dan dengan mempengaruhi keputusan. Suatu konsep keputusan-relevan adalah standar utama dalam ASOBAT, dimana dinyatakan bahwa : Relevansi...mensyaratkan bahwa informasi harus

berhubungan dengan atau dihubungkan secara bermanfaat dengan tindakan yang dirancang untuk memudahkan atau memberikan hasil yang diinginkan. FASB juga menempatan dirinya sendiri secara tegas pada sisi relevansi keputusan ketika ia mendefinisikan istilah itu sebagai kapasitas informasi “untuk membuat perbedaan” dalam suatu keputusan. Peran informasi sebagai nilai peramalan dan

Informasi mempunyai peran penting dalam menguatkan atau mengoreksi harapan – harapan sebelumnya. Informasi mengenai hasil dari satu keputusan seringkali merupakan masukan kunci dalam pengambilan keputusan berikutnya. tetapi tidaklah mungkin tanpa ketepatan waktu.  Nilai Umpan Balik. konsep nilai peramalan diturunkan dari model penilaian investasi yang didefinisikan oleh FASB dalam daftar istilah SFAC 2 sebagai : kualitas informasi yang membantu pemakai untuk meningkatkan kemungkinan peramalan dengan benar hasil kejadian masa lalu atau sekarang.nilai umpan balik dari informasi. titik awal pemilihan data untuk penyajian adalah untuk menjamin bahwa data sedikitnya merupakan informasi. Data dapat didefinisikan sebagai pengukuran atau deskripsi dari objek atau kejadian. Informasi tidak relevan jika tidak tepat waktu. Informasi dapat didefinisikan sebagai data yang mempunyai pengaruh mengejutkan pada si penerima. Hal itu harus tersedia bagi pengambil keputusan sebelum kehilangan kapasitasnya untuk mempengaruhi keputusan. Selain itu informasi yang berguna harus tepat waktu. Selanjutnya. Informasi harus mengurangi ketidakpastian. mengkomunikasikan pesan bagi pengambil keputusan yang mempunyai nilai lebih besar daripada biayanya dan secara potensial menimbulkan tanggapan bagi si pengambil keputusan.  Ketepatan Waktu. jika tidak data itu tidak dapat relevan. Informasi dan Data. Relevansi adalah fungsi dari :  Nilai Peramalan. informasi ini disebut umpan balik. konsep relevansi memungkinkan seseorag untuk membuat perbedaan yang berguna antara informasi dan data. Ketepatan waktu tidak mempengaruhi relevansi. Ketepatan waktu adalah batasan penting pada publikasi laporan keuangan.  Relevansi. .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful