P. 1
Trans Metic Modul1

Trans Metic Modul1

|Views: 89|Likes:
Published by UcuRahim

More info:

Published by: UcuRahim on May 13, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/13/2012

pdf

text

original

AUTOMATIC TRANSMISSION TRANSMISI OTOMATIS

A. Pendahuluan Kemajuan teknologi dalam dunia otomotif yang begitu pesat membuat perusahaan pembuat mobil berlomba dengan teknologi yang mereka perkenalkan dengan berbagai kemudahan dan kenyaman. Salah satu teknologi yang dibuat untuk kenyaman dan kemudahan consumen adalah penerapan Automatic Transmission pada kendaraan. Teknologi automatic transmission sebenarnya sudah diterapkan sebelum abad ke 19, akan tetapi penerapannya hanya untuk Negara-negara maju. Seiring dengan kemajuan teknologi, automatic transmission telah mengalami berbagai perubahan sehingga kinerja yang dihasilkan semakin baik. B. Keungulan Automatic transmission mempunyai keungguulan-keunggulan antara lain;  Pengoperasian lebih praktis  Mengurangi kelelahan  Tenaga lebih besar  Bahan bakar lebih irit  Mampu mengatasi berbagai medan  Usia mesin lebih lama. C. Prinsip Kerja Prinsip kerja automatic transmission adalah berdasarkan pada;  Putaran mesin  Kecepatan kendaraan  Beban mesin. • Semakin tinggi putaran mesin, posisi gigi akan berpindah secara otomatis dari posisi rendah ke posisi tinggi. Ini artinya bahwa gerakan pedal gas akan menggerkan throttle valve pada hydraulic control system

Pengetahuan Dasar Automatic Transmission,,

1

yang akan diikuti oleh aliran hydoulic untuk menggerakan shift valve ke posisi lebih tinggi. • Semakin cepat kendaraan melaju, posisi gigi akan berpindah secara otomatis dari posisi rendah ke posisi tinggi. Ini artinya bahwa putaran pada final drive yang berhubungan dengan roda akan membuat gaya mengembang pada governor cenrtrifugal yang diikuti oleh besarnya governor pressur untuk menggerakan shift valve pindah ke posisi gigi yang lebih tinggi. • Semakin besar beban kendaraan maka posis gigi akan dipertahankan pada posisi tertentu. Ini artinya bahwa beban yang lebih akan membuat governor pressure tidak akan menggerakan shift valve untuk pindah ke posisi yang lebih tinggi dan throttle pressure akan mempertahankan shift valve pada posisi tertentu. D. Jenis Automatic Transmission Automatic transmission dilihat dari jenis yang digerakan dibagi menjadi 2 ;  Automatic transmission jenis penggerak depan  Automatic transmission jenis penggerak belakang
Torque Converter Gear unit

Gear unit

Valve body

Torque converter

Valve body

1 menjadi 2 :

2

Sedangkan dilihat dari jenis pengontrolnya Automatic transmission dibagi

Pengetahuan Dasar Automatic Transmission,,

2

1. 2.

Automatic transmission dengan pengontrol full hydraulic Automatic transmission dengan pemgontrol electronic

E. Bagian-Bagian Automatic transmission mempunyai bagian-bagian sebagai berikut :
 Torque Converter  Planetary Gear Unit  Hydroulic Control Unit

 Oil Pump

Pengetahuan Dasar Automatic Transmission,,

3

 Automatic Transmission Fluid  Manual Linkage

 Torque Converter
Torque Converter merupakan kopling fluida yang berfungsi untuk:
1) Memutus dan menghubungkan putaran dari mesin ke transmisi 2) Memperbesar momen 3) Meredam getaran 4) Fly wheel

5) Menggerakan pompa oli  Prinsip Kerja Torque Converter Jika dua kipas angin ditempatkan saling berhadapan satu sama lain, dan salah satu kipas angin dinyalakan, angin yang ditimbulkan akan menggerakkan sirip kipas angin satunya(kipas angin yang tidak dinyalakan) dan akhirnya keduanya berputar. Sirip kipas angin yang berputar pertama kali akan berputar secara bertahap lebih cepat sampai pada akhirnya kedua kipas angin berputar dengan kecepatan yang sama.

Gambar 2. Prinsip Kerja Converter Torsi

Apa yang terjadi dengan sistem transmisi atomatis adalah mirip dengan kejadian di atas. Kipas angin digantikan dengan dua roda yang bersirip. Dua roda bersirip tersebut diletakkan saling berdekatan dalam sebuah casing yang berbentuk lingkaran dan dibautkan pada roda gila (flywheel) mesin. Casing tersebut diisi

Pengetahuan Dasar Automatic Transmission,,

4

dengan minyak/oli yang berfungsi sebagai medium menggantikan fungsi angin dalam gambaran kerja dua kipas angin. Torque Converter terbuat dari plat baja yang dipasang pada drive plate poros engkol sehingga torque converter berputar sesuai dengan putaran mesin.  Bagian-bagian Torque Converter terdiri dari;
1) Impeller pump 2) Turbine runner 3) Stator 4) One way clutch

5) Lock-up clutch
6) Cover

Konstruksi impeller pump terdiri dari blade yang diikat

menyatu dengan case torque converter. Sehingga impeller pump akan berputar sesuai dengan putaran mesin. Impeller pump akan memompa fluida kemudian memberikannya ke turbine runner sehingga turbine berputar. • Konstruksi Turbine runner terdiri dari blade yang tersusun bebas terhadap case torque converter. Sehingga turbine runner akan berputar bebas terhadap torque converter. Turbine runner akan meneruskan momen dan putaran dari impeller pump melalui fluida. Besarnya putaran turbine tergantung dari besarnya tekanan fluida dari impeller pump.

Pengetahuan Dasar Automatic Transmission,,

5

Konstruksi stator terdiri dari blade yang berfungsi untuk sehingga akan membantu memperingan

mengarahkan arah aliran fluida dari turbine runner ke sisi belakang blade impeller pump putaran mesin. • Stator dipasang diatas one way clutch yang ditempatkan diatas input shaft yang memungkinkan stator hanya akan berputar searah dan akan mengunci manakala terdapat putaran balik. • Konstruksi Lock-up clutch terbuat dari bahan asbes paduan

yang dipasang dibelakang turbine runner yang berfungsi untuk menghubungkan turbine runner dengan case torque converter sehingga putaran turbine akan menjadi 1 : 1 dengan putaran impeller pump. Lock-up clutch akan bekerja pada kecepatan kendaraan mencapai 60 km/jam atau lebih.
Converter range Coupling range

(%) - 100

3TORQUE RATIO (t) Stall point Lock-up Clutch point clutch ON

- 80 - 60 - 40

2

-

1-

- 20

0

0.2

0.4

0.6

0.8

1.0

SPEED RATIO (e)

Gb. 1 Lock-up Clutch sebelum bekerja

Pengetahuan Dasar Automatic Transmission,,

TRANSMISSION EFFICIENCY (η)

6

Gb. 1 Lock-up Clutch setelah bekerja

Torque Ratio
Converter oleh Coupling akan Pelipatgadaan momenrange torque converter range terjadi sebanding

dengan semakin tingginya vortex flow. Kerja torque converter terbagi dalam dua tingkatan : yaitu converter range dimana saat itu terjadi pelipatgandaan momen dan coupling range yang pada saat itu tidak terjadi pelipatgandaan momen.
3Stall point Clutch point 2 TORQUE RATIO (t)

-

1-

0 0 0.2 0.4 0.6 0.8 1.0

Pengetahuan Dasar Automatic Transmission,,

7

SPEED RATIO (e)

Dimana :
Turbine runner output torque Torque Ratio (t) = Pump impeller input torque Turbine runner rpm Speed Ratio (e) = Pump impeller rpm

Stall Point

Yang dimaksud dengan staal point adalah jika mesin hidup akan tetapi turbine runner tidak berputar. Stall point terjadi saat stator turbine runner tidak bergerak atau saat speed ratio (e) nol. Torque ratio maksimum dari torque converter terjadi pada stall point antara 1,7 dan 2,5 • Clutch Point

Clutch point adalah garis pembagi antara converter range dan coupling range. Artinya bila speed ratio mencapai tingkat tertentu, maka vortex flow mencapai maksimal, jadi torque ratio mendekati 1:1. Hal ini akan membuat torque converter bekerja sebagai kopling fluida pada clutch point untuk mencegah torque ratio menurun di bawah 1.  Transmission Efficiency Effesiensi transmisi dari torque converter menunjukkan efektifitas torque converter dalam memindahkan energi yang diberika ke pompa impeller dan diteruskan ke turbine runner. Pada stall point, pompa impeller berputar dan turbine runner berhenti. Momen maksimum diteruskan ke turbine runner tetapi effisiensi transmisi nol karena turbine tidak berputar. Pada clutch point, dimana sebagian

Pengetahuan Dasar Automatic Transmission,,

8

besar minyak dari turbine membentur permukaan bagian belakang stator vane mulai berputar mencegah penurunan effisiensi transmisi lebih jauh dan toque converter mulai berfungsi sebagai kopling fluida. Momen dipindahkan pada perbandingan mendekati 1 : 1 dalam kopling fluida, effisiensi transmisi pada tahap kopling meningkat berbanding lurus dengan speed ratio. Akibat kerugian panas pada minyak, maka effisiensi pada torque converter tidak dapat mencapai 100 % dan biasanya tidak lebih dari 95 %.
Converter range Coupling range

(%)

- 100
TRANSMISSION EFFICIENCY (η)

- 80
Clutch point

- 60 - 40 - 20

Stall point

0

0.2

0.4

0.6

0.8

1.0

SPEED RATIO (e)

Dimana :
Turbine runner output torque Effisiensi Transmisi (ŋ) = Pump impeller output torque Turbine runner rpm Speed Ratio (e) = Pump impeller rpm x speed ratio (e) x 100 %

 Planetary Gear Unit

Pengetahuan Dasar Automatic Transmission,,

9

Planetary gear unit merupakan susunan gigi-gigi yang digunakan pada automatic transmission type planetary, dimana planetary gear unit berfungsi untuk : 1) Menghasilkan beberapa perbandingan gigi untuk memperoleh momen dan kecepatan putar yang sesuai dengan kondisi kendaraan dan keinginan pengemudi 2) Memberikan gigi mundur untuk arah gerakan mundur 3) Memberikan posisi gigi netral yang memungkinkan mesin berputar idle saat kendaraan berhenti. Susunan planetary gear terdiri dari ring gear, sun gear, pinion gear dan carrier.

Ring gear (71) Front planetary sun gear (31) Rear planetary sun gear (26) Planetary short pinion (19) Planetary carrier Planetary long pinion (20)

Cara Kerja Planetary Gear 1. Posisi Perlambatan Ring gear ~ sebagai penggerak (drive member) Sun gear ~ ditahan (fixed) Carrier ~ yang digerakan (driven member)

2. Posisi Percepatan

Pengetahuan Dasar Automatic Transmission,,

10

Gear Ratio

Ring gear ~ yang digerakan (driven member) Sun gear ~ ditahan (fixed) Carrier ~ sebagai penggerak (drive member)

3. Posisi Mundur Ring gear ~ yang digerakan (driven member) Sun gear ~ sebagai penggerak (drive member) Carrier ~ ditahan (fixed)

Gear ratio dari planetary gear set diperoleh dari persamaan sebagai berikut : Jumlah gigi yang digerakan (driven member) Gear Ratio = Jumlah gigi yang menggerakan (drive member) Karena pinion selalu bekerja sebagai idle gear, maka jumlah giginya tidak dikaitkan dengan perhitungan planetary gear set gear ratio. Gear ratio dari planetary gear set ditentukan oleh banyaknya gigi carrier, ring gear dan sun gear. Karena carrier bukan roda gigi dan tidak mempunyai gigi, banyaknya gigi perumpamaan yang dipergunakan pada carrier adalah”jumlah gigi ring gear + jumlah gigi sun gear”. • Clutch (kopling) Clutch (kopling) berpungsi untuk menghubungkan dan memutuskan putaran dari inputshaft ke planetary gear set. Pada merk Toyota clutch terdiri dari :
Elemen
OD Direct Clutch (Co) Forward Clutch (C1) Direct Clutch (C2)

Fungsi
Menghubungkan OD planetary carrier dengan sun gear Menghubungkan input shaft dengan front ring gear Menghubungkan input shaft dengan front and rear sun gear
Ring gear Piston Retainer Drum Sil Plate Flange Flange Snap Ring

Input Shaft

Disc

Pengetahuan Dasar Automatic Transmission,,

11

17. Planetary carrier 19. Sun gear 22. Drum C2

Gb. Konstruksi Clutch • Brake (rem) Brake (rem) merupakan komponen transmisi otomatis yang berfungsi untuk menghentikan komponen-komponen yang bergerak baik searah ataupun berlawanan jarum jam sehingga tidak bergerak. Komponenkomponen brake terdiri dari : Elemen
OD Brake (Bo) 2nd Coast Brake (B1) 2nd Brake (B2) 1st and Reverse Brake (B3)

Fungsi
Mengunci OD sun gear, mencegah berputarnya searah ataupun berlawanan jarum jam Mengunci front and rear gear, mencegahnya berputar searah ataupun berlawanan jarum jam Mengunci front and rear gear, supaya tidak jarum jam , pada saat F1 kerja Menghentikan carrier planetary gear set 2 untuk tidak berputar berputar berlawanan

searah ataupun berlawanan jarum jam

Plate Snap ring Piston

Disc Retainer

Gb. Konstruksi Brake Type Multiple Disc • One Way Clutch (F)

Pengetahuan Dasar Automatic Transmission,,

12

One way clutch merupakan bagian planetary gear unit yang berfungsi untuk memungkinkan front and rear sun gear planetary gear set hanya berputar searah jarum jam (F1) dan untuk memungkinkan carrier planetary gear set 2 tidak berputar berlawanan jarum jam (F2). • Operasi Clutch, Brake and One Way Clutch
Shift Position P R N D,2 D D 2 L D

Gear Park Reverse Neutral Fist Second Third Second Fist Overdrive

Co        

Fo

C1

C2 

Bo

B1

B2

F1

B3 

F2

     

     

               

 = Bekerja  Posisi Tingkat Percepatan 1. Posisi “D” atau “2” Range (gigi pertama)
Front planetary gear

Counter drive gear Intermediate Shaft

Rear planetary gear

x F1 B1 B3 F2 B2

Counter driven gear

Pengetahuan Dasar Automatic Transmission,,

13

Urutan Perpindahan Daya pada Posisi “D” atau “2” Range

(gigi pertama)
Input Shaft

C 1
Front Planetary Ring Gear Front Planetary carrier

Front & Rear Sun Gears Rear Planetary Pinion Gears Front Planetary Carrier Rear Planetary Carrier Rear Planetary Ring Gears F 2 Intermediate Counter Drive Gear

Counter drive gear Shaft

2. Posisi“D” Range (gigi kedua) Intermediate

Rear planetary gear

Front planetary gear

x

F1 B1 B3 F2 B2

Pengetahuan Dasar Automatic Transmission,,
Counter driven gear

14

Urutan Perpindahan Daya pada Posisi“D” Range (gigi kedua)

Input Shaft

C 1
Front Planetary Ring Gear Front Planetary Sun Gears

Front & Rear Sun Gears Front Planetary Carrier

Intermediate

F
1

B2

Counter Drive Gear

3. Posisi“D” Range (gigi ketiga)
Counter drive gear Intermediate Shaft Rear planetary gear Front planetary gear

F1 B1 B3 F2 B2

Pengetahuan Dasar Automatic Transmission,, Counter driven gear

15

Urutan Perpindahan Daya pada Posisi“D” Range (gigi ketiga)
Input Shaft

C 1
Front Planetary Ring Gear

C 2
Front & Rear Sun Gears

Rear Planetary Pinion Gears

Front Planetary Carrier

Intermediate

Counter Drive Gear

Counter drive gear 4. “2”

Range (2 planetary Engine Braking Rear nd gear), gear
gear

Front planetary

Intermediate Shaft

x

F1 B1 B3 F2 B2

Pengetahuan Dasar Automatic Transmission,,
Counter driven gear

16

Urutan Perpindahan Daya pada “2” Range (2 nd gear), Engine Braking
Counter Drive Gear

Intermediate

Front Planetary Carrier

Front Planetary Pinion Gears

Rear Planetary Carrier

B2

Front Planetary Ring Gear

C 1

Input Shaft

Counter drive gear Shaft

Rear planetary gear

Front planetary gear

Intermediate 5. “L” Range (1st gear), Engine Braking

x x F1 B1 B3 F2 B2

Pengetahuan Dasar Automatic Transmission,,
Counter driven gear

17

Urutan Perpindahan Daya pada “L” Range (1st

gear),

Engine Braking
Counter Drive Gear

Intermediate Shaft

Rear Planetary Ring Gear

Front Planetary Carrier

Rear Planetary Carrier

Rear Planetary Pinion Gears Front & Rear Sun Gears

B3

Front Planetary Pinion Gears Front Planetary Ring Gear

C 1
Input Shaft

Counter drive gear

6. Posisi “R”
Intermediate Shaft

Front planetary Rear planetary gear Range (gigi mundur) gear

x x F1 B1 B3 F2 B2

Pengetahuan Dasar Automatic Transmission,, Counter driven gear

18

Urutan Perpindahan Daya pada Posisi “R” Range (gigi mundur)
Input Shaft

C
2

Front & Rear Sun Gears Front Planetary Pinion Gears

Rear Planetary Ring Gear

Rear Planetary Carrier

B3 Intermediate Shaft

Counter Drive Gear

7. Posisi Overdrive

` 3 Speed planetary gear unit

Fo

x x

F1 B1 Bo B3 F2 B2

Pengetahuan Dasar Automatic Transmission,,
Counter driven gear

19

Urutan Perpindahan Daya pada Posisi Overdrive

Input Shaft

3 Speed Planetary Gear Unit

OD Input Shaft

OD Planetary Carrier

OD Planetary Pinion Gear

OD Planetary Sun Gears OD Planetary Ring Gear Bo Counter Drive Gear

 Hydroulic Control System
Hydraulic control system merupakan unit pengontrol aliran hydraulic yang mengatur gerakan katup-katup untuk membuka saluran hydraulic menuju ke kclutch dan brake. Hydraulic control system mempunyai beberapa fungsi yaitu : 1) Mengalirkan minyak transmisi ke torque converter 2) Mengatur tekanan hydraulic yang dihasilkan oleh pompa oli

Pengetahuan Dasar Automatic Transmission,,

20

3) Merubah beban mesin dan kecepatan kendaraan menjadi hydraulic signal. 4) Memberikan tekanan hydraulic ke kopling danrem untuk mengatur operasi planetary gear. 5) Melumasi bagian – bagian transmisi dengan minyak 6) Mendidinginkan torque converter dan transmisi dengan minyak.

Overdrive Gear Unit Co, Bo

Planetary Gear Unit C1, C2, B1, B2, & B3
Oil Pum p

Governo r Valve accumul ator accumul ator

Oil Pan

Lock-up Relay valve

1-2 shift valve

2-3 shift valve

3-4* shift valve

Lock-up Signal Valve

Manual Valve

Primary Regulator Valve

Throttle Valve Sekundary Regulator valve

Pengetahuan Dasar Automatic Transmission,,

Torque converter

21

Throttle Modulator Valve

Cut Back Valve

A” 140 Series only Converter and Lubrication Pressure Throttle Pressure

Line Pressure Governor Pressure

Hydraulic control system terdiri dari :
No Komponen 1 Manual valve 2 Fungsi Dioperasikan oleh selector lever, membuka saluran minyak ke katup-katup yang diperlukan untuk masing-masing posisi Primary regulator Mengatur tekanan hydraulic yang dihasilkan oleh oil pump, membuat line pressure yang merupakan dasar valve dari tekanan-tekanan lain seperti; governor pressure, lubrication pressure, throttle pressure dll Sekundary Membuat converter pressure dan lubrication pressure regulator valve Throttle valve Membuat hydraulic pressure (throttle pressure) yang sesuai dengan pedal akselerator Throttle Pada saat throttle pressure naik pada tekanan tertentu, katup ini menurunkan line pressure yang modulator valve dihasilkan oleh primary regulator pressure Lock-up signal Menentukan saat lock-up clutch On-Off dan mengirimkan hasilnya ke lock-up relay valve valve Lock-up relay Memilih saluran untuk converter pressure yang menggerakan lock-up clutch On dan Off valve Governor valve Membuat tekanan hydraulic (governor pressure) yang sesuai dengan kecepatan kendaraan Low Modulator Menurunkan line pressure dari manual valve (low modulator pressure) untuk mengurangi kejutan saat valve transmisi dipindahkan ke posisi “L” Accumulator Mengurangi kejutan yang timbul saat piston C0, C1, C2, atau B 2 bekerja Shift valve 1-2, 2- Memilih saluran-saluran (1st ⇔ 2nd), (2nd ⇔ 3rd) dan (3rd ⇒ OD)* untuk memilih line pressure yang bekerja 3, 3-4* pada planetary gear unit Cut back valve Bila governor pressure lebih tinggi dari throttle pressure, maka katup ini menurunkan throttle pressure yang dihasilkan oleh throttle pressure. 2nd Modulator Pada posisi “2” katup ini menurunkan line pressure dari intermediate shift valve (2nd modulator pressure) valve Overdrive Katup ini mengatur pembebasan overdrieve sequence valve

3 4 5 6 7 8 9 10 11

12 13 14

Pengetahuan Dasar Automatic Transmission,,

22

15

Reverse

16

clutch Meredam kejutan yang timbul saat transmisi pindah ke posisi “R” saat rear clutch (C2) dihubungkan, line sequence valve pressure mula-mula bekerja pada inner piston kemudian outer piston. Selenoid valve Mengatur tekanan hydraulic pada brake and clutch

 Example Manual Valve Position • “N” Range Gear
2 & L Ranges Drain L 2 D N R P

Line Pressure “L” Range “D”,”2”, & L” Range “R” Range

Pada posisi ini fluida tidak dialirkan kesaluran lain. Jadi tenaga mesin tidak dihubungkan ke transmisi. • “D” Range Gear Katup ini memindahkan aliran minyak dari satu saluran ke saluran lainnya. Manual valve dihubungkan dengan selector switch yang dioperasikan oleh pengemudi dan memindahkan transmisi ked an dari “P”, “R”, “N”, “D”, “2” dan “L” sesuai dengan gerakan lever ini.
2 & L Ranges Drain L 2 D N R P

Pengetahuan Dasar Automatic Transmission,,

23

“R” Range “L” Range Line Pressure

“D”,”2”, & L” Range

“R” Range Gear
2 & L Ranges Drain L 2 D N R P

Line Pressure “L” Range “D”,”2”, & L” Range “R” Range

Jika selector switch dioperasikan oleh pengemudi pada posisi “R” maka line pressure akan dialirkan ke saluran lain yang berhubungan dengan posisi katup-katup reverse, sehingga kendaraan berjalan mundur.  Example Kerja Clutch • Clutch sebelum bekerja
Check Valve Plates Check Ball Return Spring Piston Disc Piston Cylinder Ring Gear

Pengetahuan Dasar Automatic Transmission,,

24

Input Shaft

Fluid Pressure Released Carrier Pinion Gear

Posisi piston akan tertekan oleh pegas sehingga kedudukan disc tidak pada posisi terjepit akibatnya putaran dari drum C1 tidak diteruskan ke ring gear set. • Clutch setelah bekerja

Fluid Pressure Applied

Saat terjadi tekanan pada piston cylinder maka tekanan fluida akan menekan piston dan tekanan diteruskan untuk menekan plates. Plates akan menjepit disc sehingga putaran akan drum C1 akan diterruskan ke ring gear set untuk berputar.

 Oil Pump
Oil pump dirancang untuk mengirimkan minyak ke torque converter, melumasi planetary gear unit dan mengoperasikan tekanan kerja pada hydraulic control system. Drive gear dari oil pump digerakan terus menerus digerakan olleh mesin melalui torque converter pump impeller.

Pengetahuan Dasar Automatic Transmission,,

25

Catatan “ Saat mesin tidak hidup/trouble maka oil pump tidak berputar akibatnya oli juga tidak bersirkulasi, maka kendaraan tidak boleh ditarik diatas kecepatan 30 km/jam dan tidak boleh melebihi jarak 80 km. Jika terjadi kebocoran oli pada transmisi maka kendaraan hanya boleh ditarik dengan roda diangkat.

 Automatic Transmission Fluid
ATF adalah oli/minyak pelumas yang digunakan pada transmisi otomatis. ATF yang digunakan pada A/T dirancang khusus yang memiliki High-grade petroleum based mineral oil yang tidak digunakan pada pelumas engine. Pada Automatic transmission fungsi dari ATF adalah : 1. 2. 3. bergerak 4. mendinginkan bagian-bagian yang bergerak. Memindahkan momen puntir pada torque converter Mengendalikan hydraulic control system, demikian Melumasi planetary gear dan bagian-bagian lain yang

juga kerja Clutch dan brake pada transmisi otomatis

 Manual Linkage

Pengetahuan Dasar Automatic Transmission,,

26

A/T melakukan up-shift dan down shift secara otomatis. Tetapi ada dua buah linkage yang memungkinkan untuk dioperasikan secara manual oleh pengemudi. Linkage ini adalah selector lever dengan kabel dan accelerator pedal pada throttle kabel. Catatan Penting ! 1.
Jangan menggerakan selector lever ke posisi “R” pada saat kendaraan sedang berjalan maju→ dapat merusak transmisi.

2.
posisi “P”

Jangan (parker)

menggerakan pada saat

selector

lever

ke

kendaraan

sedang

berjalan maju→ dapat merusak transmisi. 3. Jangan menekan pedal gas pada saat pedal rem diinjak pada saat posisi maju karena transmisi dapat overload dan dapat merusak transmisi. 4. Untuk memarkir kendaraan sementara dan posisi mesin dalam keadaan hidup posisikan selector lever pada posisi “p” atau “N”. jika selector lever diposisikan selain itu maka kendaraan dapat berjalan, kecenderungan ini semakin kuat bila posisi AC hidup karena kecepatan idle naik diatas oleh kerja idle up device

Pengetahuan Dasar Automatic Transmission,,

27

F. Wiring Diagram

Pengetahuan Dasar Automatic Transmission,,

28

G. Diagnostic (TEST) Automatic Transmission Macam-macam Test :  Stall Test Stall test adalah test yang dilakukan untuk mengetahui kemampuan engine dan transmisi secara keseluruhan (transaxle) dengan mengukur stall speed pada posisi “D” dan “R”.  Langkah-langkah Pengukuran: a. b. c. d. tahan e. f. Start mesin Masukan selector lever ke posisi “D”. tekan penuh Ganjal roda depan dan belakang Hubungkan tachometer dengan system pengapian Pasang parking brake Injak pedal rem dengan keras dengan kaki kiri dan

pedal akselerator dengan kaki kanan dan dengan cepat baca stall speed. Stall speed : lihat pada manual book g. Catatan :  Jangan melakukan test ini berturutturut selama lebih dari 5 detik Lakukan tes yang sama pada posisi “R”

Pengetahuan Dasar Automatic Transmission,,

29

 1)

Evaluasi Hasil Test Kalau stall speed sama pada kedua

posisi tanpa roda belakang berputar tetapi lebih rendah dari spesifikasi : Output mesin mungkin kurang Stator one way clutch mungkin tidak bekerja baik. 2) lebih tinggi dari ketentuan :  Line pressure mungkin terlalu rendah  Forward clutch mungkin slip  One-way clutch no. 2 mungkin tidak bekerja dengan baik  OD one-way clutch mungkin tidak bekerja dengan baik. 3) lebih tinggi dari ketentuan :  Line pressure mungkin terlalu rendah  Direct clutch mungkin slip  1st dan reverse brake mugnkin slip  OD one-way clutch mungkin tidak bekerja dengan baik. 4) Kalau stall speed pada posisi “D”  Line pressure mungkin terlalu rendah  Fluid level mungkin tidak tepat  OD one-way clutch mungkin tidak bekerja dengan baik.  Time Lag Test Time lag test adalah test pada A/T yang bertujuan untuk mengetahui dan memeriksa kondisi-kondisi OD direct clutch, forward cultch, direct clutch, first dan reverse brake.  Langkah-langkah Pengukuran: a. brake Pasangkan parking dan “R” keduanya lebih tinggi dari ketentuan : Kalau stall speed pada posisi “R” Kalau stall speed pada posisi “D”

Pengetahuan Dasar Automatic Transmission,,

30

b. periksa idle speed.

Start

mesin

dan

Idle speed (posisi) “N” lihat manual book c. lever dari posisi “N” ke posisi “D” Dengan stop watch ukur waktu yang berlangsung sejak pemindahan lever sampai terasa ada kejutan. Time lag : kurang dari 1,2 detik d. sama ukur untuk time lag “N” → “R” Time lag : kurang dari 1,5 detik Catatan : 
Lakukan test dengan minyak pada suhu kerja normal (50-80°C)   Pastikan jarak satu menit antar test Buat tiga pengukuran dan ambil rata-ratanya.

Gerakan posisi shift

Dengan cara yang

 Evaluasi Hasil Test 1) Jika “N” → “D” time lag lebih panjang dari ketentuan :  Line pressure mungkin terlalu rendah  Forward clutch mungkin aus  OD one-way clutch mungkin tidak bekerja dengan baik. 2) Jika “N” → “R” time lag lebih panjang dari ketentuan :  Line pressure mungkin terlalu rendah  Direct clutch mungkin aus  1st dan reverse brake mugnkin aus  OD one-way clutch mungkin tidak bekerja dengan baik.  Hydroulic Test Hydroulic test adalah test yang dilakukan untuk mengetahui tekanan besarnya line pressure dan governor pressure.  Langkah-langkah Pengukuran Line Pressure :  Pasang parking brake dan ganjal keempat roda  Hidupkan mesin dan periksa idling rpmnya

Pengetahuan Dasar Automatic Transmission,,

31

 Tekan pedal rem kuat-kuat dengan kaki kiri dan masukan transmisi pada posisi “D”  Ukur tekanan line pressure dengan mesin pada putaran idling  Tekan penuh pedal akselerator dan baca line pressure tertinggi pada saat mesin mencapai staal speed.  Lihat besarnya line pressure pada manual book  Evaluasi Hasil Test Jika tekanan line pressure hasil pengukura tidak mencapai harga standar, periksa kembali penyetelan kabel throttle dan lakukan tes ulang.  Langkah-langkah Pengukuran Governor Pressure :  Pasang parking brake dan ganjal keempat roda  Hidupkan mesin  Masukan transmisi pada posisi “D” dan ukur governor pressure pada kecepatan yang telah ditentukan dalam table manual book  Evaluasi Hasil Test  Line pressure mungkin idak tepat  Mungkin ada kebocoran minyak pada governor pressure circuit  Governor valve mungkin rusak  Road Test Road Test adalah test yang dilakukan untuk mendiagnosis kerusakan transmisi dengan cara kendaraan dioperasikan dijalan.  Langkah Pemeriksaan : a. automatic shift schedule  Evaluasi 1) Kalau tidak ada perpindahan 1→2: Perpindahan 1→2, 2→3, 3→OD harus terjadi dan shift point harus terlihat pada

Pengetahuan Dasar Automatic Transmission,,

32

  2)  3)   4)  tepat  b. 2→3, dan 3→OD.  Evaluasi

Governor valve mungkin rusak 1-2 shift valve mungkin macet. Kalau tidak ada perpindahan 2→3: 2-3 shift valve mungkin macet. Kalau tidak ada perpindahan 3→OD: 3-4 shift valve mungkin macet. OD solenoid mungkin macet. Kalau shift poin tidak tepat. Penyetelan kabel throttle mungkin tidak Throttle valve, 1-2 shift valve, 2-3 shift Dengan cara yang

valve, 3-4 shift valve dan lain-lain mungkin rusak. sama, perhatikan ejutan dan slip selama perpindahan 1→2,

Kalau kejutan berlebihan :  Line pressure mungkin terlalu tinggi  Accumulator mungkin rusak  Check ball mungkin melekat. c. tidak normal. d. Sambil mengendarai pada posisi “D”, gigi 2, 3 dan OD periksa untuk melihat bahwa kemungkinan untuk kick down sesuai dengan untuk 2→1, 3→2 dan OD→3 kick down sesuai dengan yang terlihat pada automatic shift schedule. e. f. Periksa kejutan dan slip yang tidak Periksa mekanisme lock-up normal pada saat kick down. Jalankan pada posisi “D” (lock-up

on) atau gigi OD dan periksa semua suara dan getaran yang

Pengetahuan Dasar Automatic Transmission,,

33

 Jalankan pada posisi “D”, gigi OD pada kecepatan tetap (lock-up on) sekitar 70 km/jam  Tekan pedal gas pelan-pelan dan periksa bahwa rpm mesin tidak berubah tajam DAFTAR PUSTAKA

Training Manual PT. Astra International Toyota Training Manual PT. Astra International Daihatsu

Pengetahuan Dasar Automatic Transmission,,

34

Pengetahuan Dasar Automatic Transmission,,

35

Pengetahuan Dasar Automatic Transmission,,

36

Pengetahuan Dasar Automatic Transmission,,

37

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->