P. 1
KOROSI

KOROSI

|Views: 267|Likes:
Published by Ithen Ten Ten

More info:

Published by: Ithen Ten Ten on May 13, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/25/2014

pdf

text

original

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA FISIKA

KOROSI
NAMA NIM KEL/ REGU : IKA SARTIKA : H31107018 : II/III

HARI/TGL PERC : KAMIS, 19 NOVEMBER 2009 ASISTEN : FITRI JUNIANTI

LABORATORIUM KIMIA FISIKA JURUSAN KIMIA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR 2009

jalan layang atau dermaga adalah terkorosinya besi dalam beton infrastruktur tersebut. Di negara yang sudah maju. Penggunaan sifat-sifat kimia logam juga merupakan salah satu metode untuk pencegahan korosi. Logam lain dapat dilindungi dari korosi dengan menggunakan elektroda-elektroda pelindung. Salah satu penyebab rusaknya suatu infrastruktur seperti jembatan.1 Latar Belakang Secara umum korosi didefenisikan sebagai proses degradasi atau perusakan material logam yang disebabkan oleh pengaruh lingkungan sekelilingnya. maka logam tersebut harus diproteksi terhadap kondisi-kondisi yang dapat menyebabkan terjadinya korosi dengan cepat. Pengecatan dan pelapisan permukaaan lainya merupakan metode untuk menghindari korosi. masalah korosi telah mendapat perhatian yang serius sehingga dibentuk lembaga-lembaga yang dikelola oleh pemerintah.BAB I PENDAHULUAN 1. karena fakta membuktikan bahwa kerugian yang diakibatkan korosi sangat besar. . Berbagai logam kurang reaktif daripada yang diharapkan karena adanya lapisan oksida yang bersifat melindungi. semi pemerintah maupun swasta yang menangani secara sungguhsungguh masalah korosi. seperti aluminium. Korosi atau pengkaratan merupakan fenomena kimia yang terjadi pada bahan-bahan logam yang pada dasarnya merupakan reaksi logam menjadi ion pada permukaan logam yang mengalami kontak langsung dengan oksigen. Logam digunakan untuk bangunan.

3 Prinsip Percobaan Prinsip percobaan ini adalah mengamati proses terjadinya korosi pada besi yang tidak dilapisi logam lain dan besi yang dilapisi logam Zn.2. 1.2 Tujuan Percobaan Tujuan dari percobaan ini yaitu untuk menentukan logam yang meningkatkan korosi dan yang menghambat korosi besi. Al dan Cu dalam gel. . Untuk dapat menentukan logam yang dapat meningkatkan korosi besi dan menghambat korosi besi maka diadakanlah percobaan ini..2.1 Maksud percobaan Maksud dari percobaan ini yaitu untuk mempelajari korosi pada besi yang tidak dilapisi logam dan besi yang dilapisi dengan logam seperti Al. Cu. 1. Pencegahan korosi pada besi banyak dilakukan karena besi banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari. tetapi hanya dapat dihambat dengan berbagai cara. dengan bantuan indikator PP yang akan memberikan warna merah muda pada tempat terjadinya reaksi reduksi dan K3Fe(CN)6 yang akan menghasilkan warna biru pada tempat terjadinya reaksi oksidasi. Peristiwa korosi pada besi sulit dihentikan. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk menghambat korosi pada besi yaitu dengan melapisi permukaan besi dengan logam lain. dan Zn. 1.Besi merupakan salah satu logam yang mudah mengalami korosi.2 Maksud dan Tujuan Percobaan 1.

Uniform attack Korosi yang terjadi di permukaan logam karena adanya kontak dengan lingkungan dan atmosfer. Jenis-jenis korosi yang sering terjadi antara lain (Kuswurjanto. 2009): a.. Karena itu tidak mengherankan bila istilah korosi dan karat hampir dianggap sinonim (Trethewey dan Chamberlain. Proses korosi yang terjadi pada material yang terbuat dari bahan logam disebabkan karena adanya proses pelepasan elektron pada logam (anoda) yang kemudian electron tersebut diterima oleh logam lain (katoda). 1991). Proses tersebut terjadi apabila adanya zat yang bersifat sebagai elektrolit yang berfungsi sebagai penghantar listrik (Wicaksono. 2002). yakni sesuatu yang hampir dianggap musuh umum masyarakat. Walaupun besi bukan logam pertama yang dimanfaatkan oleh manusia. sedangkan korosi adalah gejala destruktif yang mempengaruhi hampir semua logam. . dan karena itu paling awal menimbulkan masalah korosi serius.BAB II TINJAUAN PUSTAKA Oleh sebagian orang. korosi diartikan sebagai karat. tidak perlu diingkari bahwa logam ini paling banyak digunakan. Korosi secara umum mempunyai pengertian sebagai kerusakan yang terjadi pada material yang terjadi akibatnya adanya reaksi kimia. dkk. Karat tentu saja adalah sebutan yang belakangan ini hanya dikhususkan bagi korosi pada besi.

misal bakteri penghasil sulfat (sulfobrio) menghasilkan H2S atau H2SO4 yang bersifat korosif. Pitting Corrosion Korosi secara lokal pada permukaan logam. Contohnya di impeller pompa. 2001). berusaha menembus kedalam logam.. seperti yang terlihat pada peran H3O+sebagai reaktan dalam proses reduksi dalam proses di katoda. yang menyebabkan pembentukan asam sulfat yang larut dalam endapan asam (Oxtoby. Penyebab utamanya adanya serangan oleh ion klorida. Korosi adalah salah satu faktor yang mempengaruhi penurunan kekuatan konstruksi. Sejumlah faktor mempercepat korosi.b. Korosi Mikrobiologis Korosi yang disebabkan oleh mikroba. contoh yang dikenal dengan baik adalah pengaratan mobil yang cepat di daerah di mana garam terbesar di jalan yang banyak es. c. d. Keasaman diperkuat oleh adanya CO2 terlarut (yang menghasilkan ion H3O+ dan HCO3-) dan oleh polusi udara dari belerang oksida. Keasaman yang lebih tinggi juga meningkatkan korosi. Faktor yang menyebabkan terjadinya korosi adalah faktor dalam diri beton dan faktor lingkungan. Air dan lumpur rawa mengandung zat . Dari penelitian yang telah dilakukan sebelumnya terlihat bahwa air rawa dan lumpur rawa memiliki kandungan yang menyebabkan terjadinya korosi pada tulangan beton. Garam yang larut menghasilkan sebuah elektrolit yang menaikkan aliran muatan menuju larutan. Cavitation Damage Kerusakan material yang disebabkan oleh adanya kavitasi (terbentuk gelembung) dari cairan dalam aliran fluida pada fase antar muka padat cair. dkk.

2002). seperti proses industri lainnya tentu mengalami permasalahan korosi pada setiap tahapan prosesnya. terbuka. dan siderite FeCO3.organik. Bijih yang utama adalah hermatite Fe2O3. Karat sebutan orang awam terhadap korosi menjadi penyebab utama kerusakan material yang umumnya terbuat dari logam sehingga menimbulkan kerugian. Dengan adanya bahan konstruksi yang terbuat dari logam. . limotite FeO(OH). tetapi dapat diperlambat lajunya. Dalam udara lembab cepat teroksidasi memberikan besi (III) oksidasi hidrat (karat) yang tidak sanggup melindungi. megnetite Fe3O4. 2009). karena zat in hancur dan membiarkan permukaan logam yang baru. maka Pabrik Gula rentan terhadap serangan korosi. Korosi dapat berlangsung apabila semua komponen sel elektrokimia tersedia yaitu tersedianya katoda dan anoda serta elektrolit dalam kadar yang cukup. Dengan adanya elektrolit maka akan terjadi perpindahan elektron dari anoda menuju katoda akibat perbedaan potensial antara keduanya (Wicaksono. Korosi berpotensi terjadi di Pabrik gula karena bahan konstruksinya banyak terbuat dari logam khususnya besi (Kuswurjanto. Industri gula.. Besi adalah logam yang kedua melimpahnya. humus yang tinggi sehingga pH-nya rendah yang mengakibatkan air rawa bersifat asam. padahal biaya yang ditimbulkan akibat adanya korosi tidaklah sedikit. Teras bumi dianggap terutama terdiri atas Fe dan Ni. Korosi tidak dapat dihindari. Besi murni cukup reaktif. dkk. sesudah Al dan unsur keempat yang paling melimpah dalam kulit bumi. Besi yang sangat hakus bersifat pirofor (Cotton dan Wilkinson. 1989). Selama ini permasalahan korosi di pabrik gula kurang mendapat perhatian bahkan terkesan diabaikan.

xH2O. 1999).Korosi besi membentuk besi(III) oksida berhidrat Fe2O3. Perkaratan dipercepat oleh bahan asing dalam besi dan oleh adanya asam atau elektrolit lain dalam air (Daintith.OH). Pada dasarnya peristiwa korosi adalah reaksi elektrokimia.ini merupakan proses elektrokimia. Anode adalah bagian dari permukaan logam dimana metal akan larut.tetap tinggal pada logam. dengan bagian permukaan besi yang berbeda bertindak sebagai elektroda-elektroda dalam reaksi sel. Pasivitas dari lapisan film ini akan rusak karena adanya pengaruh dari lingkungan. Pada proses korosi terjadi reaksi antara ion-ion dan juga antar elektron.yang tertinggal akan menuju ke sana (oleh logam) dan bereaksi dengan O2 dan H2O. misalnya adanya penurunan pH atau alkalinitas dari lingkungan ataupun serangan dari ion-ion klorida. O2 + H2O + 4e 4 OH- . atom besi melarut sebagai ionFe2+ Fe(s) → Fe2+(aq) + 2eSedangakan pada katoda membentu ion hidroksida O2(aq) + 2H2O(l) + 4e. Katode adalah bagian permukaan logam dimana elektronelektron 4e. Pada anoda. Secara alami pada permukaan logam dilapisi oleh suatu lapisan film oksida (FeO. Reaksinya : Fe 2 Fe++ + 4e- Dengan kata lain ion-ion besi Fe++ akan melarut dan elektron-elektron e. Perkaratan hanya terjadi bila ada air dan oksgen.→ 4OH-(aq) Fe(OH)2 dalam larutan teroksidasi menjadi Fe2O3.

. Oleh kehadiran zat asam dan air maka terbentuk karat Fe2O3 (Kuswurjanto. 2009).di anode bergabung dengan ion 2 Fe++ dan membentuk 2 Fe(OH)2.Ion-ion 4 OH.

.. Kuswurjanto. H. . 2009. Korosi dan Potensi Terjadinya di Pabrik Gula. Oxtoby. Trethawey. Daintith. Jakarta. Gillis.00 WITA. Gramedia Pustaka Utama. diakses 21 November 2009 pukul 15. D.. (online). Erlangga.. Jakarta. Vol 6 (2). R. (online). Wicaksono. Prinsip-prinsip Kimia Modern Edisi Keempat JIlid 1.DAFTAR PUSTAKA Cotton.. W. dkk.. (www. F.google. Universitas Indonesia Press.id. 1999. Kamus Lengkap Kimia. J. dan Wilkinson. Nachtrieb.co. Kimia Anorganik Dasar. Pengaruh Unsur-Unsur Kimia Korosif Terhadap Laju Korosi Tulangan Beton: Di Dalam Air Rawa.co.00 WITA. diakses 21 November 2009 pukul 15. N. PT. P... R. A. Erlangga. 1989.google.. 1991. Jakarta. Jakarta. J. 2002.id. www. 2001. Korosi. H. K. dan Chamberlain. G..

2. 3. 5. rak tabung reaksi. Ditambahkan 0. K3Fe(CN)6 0.5 g agar ke dalam air dan dipanaskan sambil diaduk sampai agar larut. kasa. gelas kimia 250 mL.1 M. kertas label. bunsen. agar.2 Alat Alat-alat yang digunakan pada percobaan ini yaitu tabung reaksi. 3. 3. indikator PP. Ditambahkan 5 g NaCl ke dalam larutan panas dan diaduk. 4. kaki tiga. . pipet tetes 1 mL. 2 M. Larutan didiamkan sampai hangat sebelum digunakan. korek api. pipet tetes 2 mL.1 M. sendok tanduk dan neraca digital. larutan diaduk dengan baik dan pemanasan dihentikan.1 Bahan Bahan-bahan yang digunakan pada percobaan ini yaitu foil Cu. Ditamahkan 2 mL indikator PP dan 1 mL K3Fe(CN)6 0. paku (besi). kertas amplas dan tissue roll. batang pengaduk.BAB III METODE PERCOBAAN 3. pinset. foil Zn. NaCl.3 Prosedur Percobaan 1. foil Al. H2SO4 akuades. Air dipanaskan sebanyak 50 mL dalam gelas kimia 250 mL sampai mendidih. Disiapkan 4 buah paku (besi) kemudian dimasukkan ke dalam tabung reaksi yang berisi larutan H2SO4 2 M selama 5 menit.

diusahakan supaya rapat agar foil tidak jatuh pada saat paku dalam tabung reaksi. 16. kemudian paku didekantasi asam. 9. Langkah 8 diulangi dengan menggunakan foil Zn dan Al kemudian dimasukkan ke dalam tabung reaksi sesuai dengan namanya masing-masing. 7. 10. harus diingat bahwa foil yang digunakan harus melekat kuat dengan paku. Tabung reaksi diberi nama sesuai dengan foil logam yang digunakan untuk melindungi paku. dibilas dengan air kemudian dimasukkan kedalam air panas. Diagramnya dapat dilihat dibawah ini: 11. 15.6. 12. Dididihkan air dalam gelas kimia 250 mL. 13. Paku Zn Cu Al Gel agar yang mengandung PP dan K3Fe(CN)6 . 8. Paku dibungkus dengan foil Cu. Lalu dituangkan indikator ke dalam tiap tabung sampai seluruh paku tertutupi dengan gel. 14. Tabung ditempatkan dalam rak tabung dan diamati perubahan warna yang muncul dalam gel. Paku dipindahkan dengan menggunakan pinset .

Fe/Al Anoda : Al Al3+ + 3ex4 . Fe/Zn Anoda Katoda : Zn Zn2+ + 2e4OH- x2 x1 : O2 + 2H2O + 4e2Zn + O2 + 2H2O 2Zn2+ + 4OH2Zn(OH)2 Reaksi lengkap : 2Zn + O2 + 2H2O c.BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4. Fe Anoda Katoda : Fe Fe2+ + 2e4OHx2 x1 : O2 + 2H2O + 4e2Fe + O2 + 2H2O 2Fe2+ + 4OH2Fe(OH)2 Reaksi lengkap : 2Fe + O2 + 2H2O b.1 Tabel Pengamatan Sistem Keberadaan dan lokasi warna merah muda Fe Fe/Zn Fe/Al Fe/Cu Sepanjang paku Foil Al Foil Cu Sepanjang paku Foil Zn Ujung dan kepala paku Keberadaan dan lokasi warna biru 4.2 Reaksi a.

yang berasal dari reduksi yang . Penambahan indikator PP dimasukkan sebagai penunjuk tempat terjadinya peristiwa reduksi bagian anoda dari sel elekrokimia yang akan dibuat. Medium agar ini digunakan untuk melihat perubahan warna yang terjadi akibat reaksi oksidasi dan reduksi sehingga dapat diamati dengan jelas. Cu dan Zn. Hal ini disebabkan karena indikator PP akan memberikan warna merah dari kondisi lingkungan yang basa oleh adanya ion OH.Katoda : O2 + 2H2O + 4e4Al + 3O2 + 6H2O 4OH- x3 4Al3+ + 12OH4Al(OH)3 Reaksi lengkap : 4Al + 3O2 + 6H2O d. Fe/Cu Anoda Katoda : Fe Fe2+ + 2e4OH- x2 x1 : O2 + 2H2O + 4e2Fe + O2 + 2H2O 2Fe2+ + 4OH2Fe(OH)2 Reaksi lengkap : 2Fe + O2 + 2H2O 4. NaCl pada gel agar ini berfungsi untuk menggaramkan atau sebagai jembatan garam yang nantinya tempat terjadi peristiwa transfer elektron. digunakan agar sebagai medium indikator. Terlebih dahulu agar dilarutkan dalam air yang dipanaskan dan ditambahkan NaCl. Larutan agar ditambahkan dengan indikator PP dan K3Fe(CN)6. sehingga dapat diketahui logam mana yang dapat menghambat korosi dan yang dapat mempercepat korosi pada besi.4 Pembahasan Dalam percobaan ini akan diamati korosi pada besi yaitu paku yang tidak dilapisi logam lain dan paku yang dilapisi dengan berbagai logam seperti Al. Pada percobaan ini.

Perlakuan ini dimaksudkan untuk mengamati peristiwa korosi yang terjadi pada paku dalam gel indikator yang akan menunjukkan tempat terjadinya reaksi reduksi dan oksidasi. yang bertujuan supaya karat dan kotoran-kotoran pada paku dapat dihilangkan. Pada percobaan ini diperoleh hasil untuk paku yang tidak terbungkus terdapat lokasi warna biru di sepanjang paku sedangkan lokasi warna merah tidak . Larutan elektrolit seperti asam sulfat merupakan media yang baik untuk melangsungkan transfer muatan sehingga korosi dapat berlangsung lebih cepat. Hal ini bertujuan untuk membilas sisa asam yang mungkin masih tinggal pada bagian permukaan paku dan juga menciptakan kondisi adanya uap air pada permukaan logam yang nantinya dengan mudah tereduksi. dimana reduksi ini terjadi pada katoda. Kemudian pakupaku tersebut dimasukkan ke dalam gelas kimia yang berisi asam sulfat. kemudian kedalam masing-masing tabung reaksi dituangkan gel indikator dalam keadaan hangat. Paku yang akan digunakan diamplas terlebih dahulu.melibatkan O2 dan H2O. Sedangkan K3Fe(CN)6 digunakan untuk menunjukkan terjadinya peristiwa oksidasi pada anoda dari sistem yang ada. Campuran larutan kemudian dipanaskan sambil diaduk hal ini dimasukkan untuk mencegah pemadatan dari agar dan menjadikan reaksi pencampuran berjalan lebih sempurna. Hal ini dilakukan untuk mempercepat terjadinya korosi. Keempat paku tersebut dimasukkan ke dalam 4 buah tabung reaksi yang berbeda. Hal ini disebabkan oleh K3Fe(CN)6 akan memberikan warna biru (KFe[Fe(CN)6]) dari reaksi dengan ion Fe2+ yang terbentuk dari adanya peristiwa oksidasi dari logam besi (Fe) dengan biloks awalnya 0 menjadi +2. Selanjutnya kemudian paku tersebut dibilas dengan akuades panas.

Hal ini menunjukkan bahwa logam Al sangat kuat mencegah teroksidasi logam besi untuk mengalami korosi. Untuk paku yang terbungkus logam Cu diperoleh hasil terdapatnya lokasi warna biru ujung dan kepala paku. Kenyataan ini adalah pengaruh dari potensial reduksi dari Al yang lebih kecil dari Fe atau berada pada posisi yang lebih kekanan dari posisi Fe pada deret volta. Sehingga keberadaan logam Cu yang kontak dengan logam Fe akan mendorong Fe untuk dengan segera teroksidasi. . Sedangkan untuk paku yang dibungkus logam Al. logam Fe lebih cenderung teroksidasi dari pada logam Cu karena logam Cu memiliki potensial oksidasi yang lebih kecil daripada logam Fe. Hal ini menunjukkan bahwa logam Cu dapat mempercepat terjadinya korosi pada besi. Hal ini menunjukkan bahwa paku yang mengandung besi dengan mudah mengalami korosi dengan teroksidasinya logam besi membentuk ion besi II oleh uap air disekitarnya. Oleh karena dalam deret volta Zn berada disebelah kanan dari Fe sehingga kecenderungan teroksidasinya lebih besar.terdapat pada bagian manapun dari paku. Sehingga Al mampu menggeser dan menggantikan posisi Fe untuk teroksida. Untuk paku yang terbungkus logam Zn diperoleh hasil yang tidak sama pada paku yang tidak terbungkus. Karenanya peristiwa korosi akan lebih cepat berlangsung. Hal ini juga menunjukkan bahwa Zn mudah teroksidasi bahkan lebih mudah dari teroksidasi dari besi. Kenyataan ini terjadi oleh karena potensial reduksi dari Fe yang lebih kecil dibandingkan O2 dan H2O sehingga Fe cenderung mengalami oksidasi pada sistem diatas. hasilnya diperolah terdapat lokasi warna merah muda dalam foil Al. Fenomena ini disebabkan oleh karena logam Al lebih kuat untuk teroksidasi dan menggantikan posisi besi untuk teroksidasi. Kenyataan ini terjadi oleh karena pada paku yang dibungkus dengan logam Cu.

1 Kesimpulan Dari hasil percobaan ini dapat ditarik kesimpulan bahwa logam yang dapat meningkatkan korosi pada besi adalah logam Cu dan logam yang dapat menghambat korosi besi adalah logam Zn dan Al.BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5. 5. .2 Saran Sebaiknya digunakan pula logam yang lain seperti Mg untuk mengetahui tingkat penghambatannya terhadap korosi.

Asisten November 2009 Praktikan ( Fitri junianti ) ( Ika sartika ) .LEMBAR PENGESAHAN Makassar.

BAGAN PROSEDUR KERJA 0.dimasukkan ke dalam gelas kimia yang berisi 50 mL air lalu dipanaskan .1 paku tidak dilapisi logam dan 3 paku dilapisi dengan foil Al. Zn dan Cu.1 M lalu diaduk dan dihentikan pemanasan .masing-masing tabung reaksi yang telah berisi paku ditambahkan larutan gel indikator. .5 g agar Paku .diamplas sampai bersih .ditambahkan 5 g NaCl ke dalam larutan .paku dibilas dengan air lalu di dimasukkan ke dalam air panas . .didiamkan selama 5 menit .paku tersebut dimasukkan ke dalam tabung reaksi yang berbeda. Hasil . sampai seluruh paku tertutupi oleh gel .ditambahkan 2 mL indikator PP .ditempatkan 4 tabung reaksi tersebut pada rak tabung dan diamati perubahan warna yang terjadi.dimasukkan ke dalam gelas kimia yang berisi larutan H2SO4 .ditambahkan 1 mL H2SO K3Fe(CN)6 0.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->