P. 1
Bahasa Di Sumatra Barat

Bahasa Di Sumatra Barat

|Views: 372|Likes:
Published by Ani Septyaningsih

More info:

Published by: Ani Septyaningsih on May 13, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/01/2015

pdf

text

original

BAHASA DI SUMATRA BARAT

Bahasa yang digunakan dalam keseharian ialah bahasa daerah yaitu Bahasa Minangkabau yang memiliki beberapa dialek, seperti dialek Bukittinggi, dialek Pariaman, dialek Pesisir Selatan dan dialek Payakumbuh. Di daerah Pasaman dan Pasaman Barat yang berbatasan dengan Sumatera Utara, dituturkan juga Bahasa Batak dan Bahasa Melayu dialek Mandailing. Sementara itu di daerah kepulauan Mentawai digunakan Bahasa Mentawai. Namun, hal ini dapat disanggah dengan adanya temuan satu bahasa baru di wilayah Sumatera Barat, yakni Bahasa Tansi. Dengan demikian, setidaknya sampai hari ini, ada empat bahasa di sana. 1. Bahasa Minangkabau Bahasa Minangkabau atau Baso Minang adalah salah satu anak cabang bahasa Austronesia yang dituturkan khususnya di wilayah Sumatra Barat, bagian barat propinsi Riau serta tersebar di berbagai kota di seluruh Indonesia. Terdapat pertentangan mengenai hubungan bahasa Minangkabau dengan bahasa Melayu. Sebagian pakar bahasa menganggap bahasa ini sebagai dialek Melayu, karena banyaknya kesamaan kosakata dan bentuk tuturan di dalamnya, sementara yang lain justru beranggapan bahasa ini merupakan bahasa mandiri yang berbeda dengan Melayu. Daerah Sebar Secara historis, daerah sebar tutur Bahasa Minangkabau meliputi bekas wilayah kekuasaan Kerajaan Pagaruyung yang berpusat di Batusangkar, Sumatra Barat. Batas-batasnya biasa dinyatakan dalam ungkapan Minang berikut ini: Dari Sikilang Aia Bangih hingga Taratak Aia Hitam. Dari Durian Ditakuak Rajo hingga Sialang Balantak Basi. Sikilang Aia Bangih adalah batas utara, sekarang di daerah Pasaman Barat, berbatasan dengan Natal, Sumatera Utara. Taratak Aia Hitam adalah daerah Bengkulu. Durian Ditakuak Rajo

bahkan menjangkau jauh hingga pesisir barat Aceh. Riau sekarang Bahasa Minangkabau juga menjadi bahasa lingua franca di kawasan pantai barat Sumatra Utara. bahasa Minangkabau juga dituturkan oleh masyarakat Negeri Sembilan. Perbedaan terbesar adalah dialek yang dituturkan di kawasan Pesisir Selatan dan dialek di wilayah Mukomuko. Sialang Balantak Basi adalah wilayah di Rantau Barangin. Jambi. penutur bahasa ini disebut sebagai Aneuk Jamee. Selain itu. bahkan antarkampung yang dipisahkan oleh sungai sekali pun dapat mempunyai dialek yang berbeda. Barus di Sumatera Utara berlanjut ke Singkil. Kabupaten Kampar. Di Aceh dialek Bahasa Minang ini disebut dengan Bahasa Jamee. Aceh Barat Daya dan Meulaboh di Aceh. Sibolga. Aceh Selatan. Selain itu dialek bahasa Minangkabau juga dituturkan oleh sebagian penduduk di sepanjang pesisir barat pulau Sumatera mulai dari Natal. Di Aceh. Malaysia yang nenek moyangnya merupakan pendatang asal ranah Minang sejak berabad-abad silam. Berikut ini adalah perbandingan perbedaan antara beberapa dialek: Bahasa Indonesia/ Bahasa Melayu Bahasa Minangkabau "baku" Mandahiling Kuti Anyie Padang Panjang Pariaman Ludai Sungai Batang Kurai Kuranji Salimpaung Batusangkar Rao-Rao Batusangkar Apa katanya kepadamu? A keceknyo jo kau? Apo kecek o kö gau? Apo keceknyo ka kau? A kato e bakeh kau? A kecek o ka rau? Ea janyo ke kau? A jano kale gau? Apo kecek e ka kau? Poh ceknyoh kah khau duh? Aa keceknyo ka awu tu? . Bengkulu. Simeulue.Dialek bahasa Minangkabau Negeri Sembilan ini disebut Baso Nogoghi. Yang terakhir. Dialek Bahasa Minang memiliki banyak dialek.adalah wilayah di Kabupaten Bungo.

Kerajaan Wampu di Medan sesungguhnya menurut catatan sejarah juga didirikan oleh orang2 Batak Karo yang juga mengadopsi budaya Melayu dalam . Mereka membuang marga Bataknya dan benar-benar terabsorbsi menjadi Suku Melayu selama beberapa generasi. Kesultanan Melayu Langkat. Serdang Bedagai. labuhan Batu. akan tetapi diakui sebagai warga kerajaan tersebut. Kesultanan Bedagai. Kesultanan Melayu Deli. dsk). kemudian mengadopsi budaya Melayu dan agama Islam dalam kehidupan kesehariannya. Mereka ini adalah keturunan para perantau Halak Batak yang menetap di daerah tanah Melayu tersebut berabad yang silam. Mereka adalah warga Karo Jahe (Karo bawah) yang wilayahnya dikuasai oleh Kesultanan Melayu Deli. Kesultanan Bedagai. dan daerah Langkat. sering juga terdengar istilah Karo Melayu. Deli Serdang. akhirnya dipergunakanlah dialek Padang sebagai bahasa baku Minangkabau atau disebut Baso Padang atau Baso Urang Awak. Bahasa batak Sebutan Dalle umum diberikan kepada warga Melayu keturunan Batak yang banyak bermukim di wilayah sepanjang pesisir pantai Timur Sumatera Utara (Tebing Tinggi. Mereka ini adalah keturunan Karo yang juga beradaptasi dan berakulturasi menjadi orang Melayu. Selain Batak Dalle dan Batak Pesisir di atas. Selama berabad mereka menjadi orang Melayu dengan membuang merga(marga) Karonya. Umumnya mereka berdomisili di Medan. Oleh kesultanan2 Melayu tersebut mereka tidak dijadikan sebagai warga taklukan. Kisaran. Tanjung Balai. 2. Asahan. dan Kerajaan Haru. memeluk agama Islam dan berbahasa Melayu dalam kesehariannya. dan Kesultanan Langkat. Bahasa Minangkabau dialek Padang inilah yang menjadi acuan baku (standar) dalam menguasai bahasa Minangkabau.Untuk komunikasi antar penutur bahasa Minangkabau yang sedemikian beragam ini. Batubara. sebagian Asahan.

berasal dari campuran beberapa bahasa buruh tambang dari berbagai etnis. dengan sedikit unsur bahasa Belanda. Oleh sebab itu kesatuan antara Pihak Kesultanan dengan warga Karo Melayu seolah tidak terpisahkan. bahasa Tansi pada awalnya merupakan bahasa Pijin karena bahasa tersebut poligenetik. bahasa Tansi di Kota Sawahlunto terus digunakan selama lebih dari 100 tahun hingga keturunan berikutnya. Pada tahun 1950sekarang. Mereka pun akhirnya juga mengubah identitas diri mereka menjadi orang Melayu. Sehingga mereka tetap diklasifikasikan sebagai warga Karo Melayu. Dalam perkembangan selanjutnya juga banyak berdatangan orang Karo Gunung (karo Atas) dari daerah Tanah Karo ke wilayah Langkat. Mereka inilah yang sekarang dikenal dengan istilah Karo Melayu. Jumlah penutur bahasa ini sekitar 64. sosial. seperti Minangkabau. yaitu dilihat dari sejarah. karena memang mereka umumnya berasal dari Suku Karo dengan sedikit campuran Melayu dari pesisir pantai. dan adat istiadat Karo mereka yang sudah hilang selama beberapa generasi memang sukar untuk dikembalikan. China. lepas pantai Sumatera Barat. bahasa daerah Karo. Bali. Akan tetapi budaya. Sementara secara teoretis. Medan. secara kualitatif. Madura. dan Bedagai. dan budaya adalah bahasa yang berasal dari kelompok sosial terbawah di dalam struktur sosial kolonial di Sawahlunto.000 jiwa. Bahasa tansi Bahasa Tansi. Sunda. Bugis. dengan bahasa dasar bahasa Melayu. para Karo Melayu ini pun akhirnya juga mulai banyak yang kembali menyadari asal usul keluarganya. dan Batak. Bahasa Mentawai Bahasa Mentawai adalah sebuah bahasa dari rumpun Austronesia yang dipertuturkan di Mentawai.segenap aspek kehidupannya. Seperti para Batak Dalle di Sumatera Timur. karena perkawinan campur . Deli Serdang. Sejalan dengan perkembangan waktu. mulai banyak mereka yg kembali menggunakan Merga (marga) Karonya. Jawa.

antarketurunan buruh tambang sebagai bahasa ibu dalam masyarakat pengguna bahasa tertentu. . penggunaan bahasa Tansi pada saat sekarang telah mengalami perubahan ke arah bahasa yang lebih standar (dekreolisasi) dengan sangat cepat. yang dibuktikan melalui perubahan struktur bahasa Tansi. Namun.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->