P. 1
Syair Dan Pantun-pantun lama

Syair Dan Pantun-pantun lama

|Views: 170|Likes:
Published by Erda Pratiwi

More info:

Published by: Erda Pratiwi on May 13, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/12/2013

pdf

text

original

SYAIR

Waktu Pagi
Tak terasa waktu menunjukkan pukul lima pagi Tubuh ini sudah tidak mati Ku ambil handuk untuk mandi Agar jiwa dan raga segar kembali Ku pakai seragam dengan rapi Dan ku semprotkan minyak wangi Ku awali hari dengan sepotong roti Untuk mengisi energi dalam diri Di hadapan sebuah televisi Ku sempatkan menonton hasil liga Itali Melihat idolaku gagal dalam penalti Ku ganti saja saluran ini Ku nikmati kutbah ustad Jefri Membuat kedamaian di hati Ku pamit kepada papi dan mami Dengan tak lupa mencium pipi kanan dan kiri

CONTOH PUISI-PUISI LAMA
Pantun (Agama) : Telah terdengar suara adzan Segera tunaikan shalat Sadarlah wahai kawan Dunia ini hanya sesaat Gurindam : Kalau kau berhati sombong Tak ada yang akan menolong Karmina : Satu, dua Anak itik Sudah tua Tetap cantik Pantun berkait : Buku tebal berisi ilmu Ilmu diraih, tidaklah mudah Kejarlah cita-citamu Wahai penghuni sekolah Ilmu diraih, tidaklah mudah Kegigihan adalah kunci Wahai penghuni sekolah Kelak sukses dihari nanti

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->