P. 1
EVALUASI PEMBELAJARAN

EVALUASI PEMBELAJARAN

|Views: 362|Likes:
Published by Yumeina Hito

More info:

Published by: Yumeina Hito on May 14, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/03/2014

pdf

text

original

EVALUASI PEMBELAJARAN

MAKALAH EVALUASI PEMBELAJARAN Disusun Oleh: Dwi Ayu Noventi (208533420038) Siti Masruroh (208533420040) Asmala Izza Agustin (208533420038)

PENDIDIKAN TEKNIK INFORMATIKA JURUSAN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI MALANG 2009 BAB I PENDAHULUAN Evaluasi merupakan subsistem yang sangat penting dan sangat di butuhkan dalam setiap sistem pendidikan, karena evaluasi dapat mencerminkan seberapa jauh perkembangan atau kemajuan hasil pendidikan. Dengan evaluasi, maka maju dan mundurnya kualitas pendidikan dapat diketahui, dan dengan evaluasi pula, kita dapat mengetahui titik kelemahan serta mudah mencari jalan keluar untuk berubah menjadi lebih baik ke depan. Tanpa evaluasi, kita tidak bisa mengetahui seberapa jauh keberhasilan siswa, dan tanpa evaluasi pula kita tidak akan ada perubahan menjadi lebih baik, maka dari itu secara umum evaluasi adalah suatu proses sistemik umtuk mengetahui tingkat keberhasilan suatu program. Evaluasi pendidikan dan pengajaran adalah proses kegiatan untuk mendapatkan informasi data mengenai hasil belajar mengajar yang dialami siswa dan mengolah atau menafsirkannya menjadi nilai berupa data kualitati atau kuantitati sesuai dengan standar tertentu. Hasilnya diperlukan untuk membuat berbagai putusan dalam bidang pendidikan dan pengajaran. Fungsi Evaluasi Pendidikan. Sangat diperlukan dalam pendidikan antara lain memberi informasi yang dipakai sebagai dasar untuk : 1.Membuat kebijaksanaan dan keputusan. 2.Menilai hasil yang dicapai para pelajar. 3.Menilai kurikulum. 4.Memberi kepercayaan kepada sekolah. 5.Memonitor dana yang telah diberikan. 6.Memperbaiki materi dan program pendidikan. Hasil evaluasi yang didapat sampai sekarang tentang dunia pendidikan Nasional kita cukup

memperihatinkan, tidak hanya dalam segi kualitas tapi juga kegagalan dalam membentuk karakter building generasi muda bangsa. Pendidikan menjadi tanggung jawab semua pihak, dimana tujuan pendidikan adalah memanusiakan manusia. membentuk SDM yang berkualitas. Namun sayang kebijakan pendidikan yang ada sampai sekarang masih jauh dari harapan, karena kebijakan pendidikan seperti kata pakar pendidikan dari Universitas Nasional Jakarta yaitu HAR Tilaar kebijakan pendidikan di Indonesia sesuai dengan pameo ganti menteri ganti kebijakan. Mengingat terlalu luasnya cakupan dalam evaluasi pendidikan maka penulis akan membatasi hanya pada evaluasi hasil belajar siswa dikarenakan masalah ini sangat sesuai dengan tugas penulis sebagai guru.

BAB II PEMBAHASAN A.KONSEP DASAR EVALUASI PEMBELAJARAN 1.Pengertian Evaluasi Pembelajaran Evaluasi dapat diartikan sebagai suatu kegiatan yang terencana untuk mengetahui keadaan suatu objek dengan menggunakan instrumen dan hasilnya dibandingkan dengan suatu tolak ukur untuk memperoleh suatu kesimpulan. Fungsi utama evaluasi adalah menelaah suatu objek atau keadaan untuk mendapatkan informasi yang tepat sebagai dasar untuk pengambilan keputusan Sesuai pendapat Grondlund dan Linn (1990) mengatakan bahwa evaluasi pembelajaran adalah suatu proses mengumpulkan, menganalisis dan menginterpretasi informasi secaras sistematik untuk menetapkan sejauh mana ketercapaian tujuan pembelajaran. Sehingga dapat disimpulkan bahwa evaluasi adalah proses mendeskripsikan, mengumpulkan dan menyajikan suatu informasi yang bermanfaat untuk pertimbangan dalam pengambilan keputusan. Evaluasi pembelajaran merupakan evaluasi dalam bidang pembelajaran. Untuk memeperoleh informasi yang tepat dalam kegiatan evaluasi dilakukan melalui kegiatan pengukuran. Pengukuran merupakan suatu proses pemberian skor atau angka-angka terhadap suatu keadaan atau gejala berdasarkan atura-aturan tertentu. Dengan demikian terdapat kaitan yang erat antara pengukuran (measurment) dan evaluasi (evaluation). Kegiatan pengukuran merupakan dasar dalam kegiatan evaluasi. 2.Tujuan dan Fungsi Evaluasi Pembelajaran

Tujuan utama evaluasi pembelajaran adalah untuk menghimpun informasi yang dijadikan dasar untuk mengetahui taraf kemajuan, taraf perkembangan, atau taraf pencapaian kegiatan belajar siswa. Tujuan khusus evaluasi pembelajaran adalah : 1.Mengetahui kemajuan belajar siswa 2.Mengetahui potensi yang dimiliki siswa 3.Mengetahui hasil belajar siswa 4.Mengadakan seleksi 5.Mengetahui kelemahan atau kesulitan belajar siswa 6.Memberi bantuan dalam pengelompokan siswa 7.Memberikan bantuan dalam pemilihan jurursan 8.Memberikan bantuan dalam kegiatan belajar siswa 9. Memberikan motivasi belajar 10.Mengetahui efektifitas mengajar guru 11.Mengetahui efisiensi mengajar guru 12.Memberikan balikan pada guru 13.Memberikan bukti untuk laporan kepada orang tua atau masyarakat 14.Memberikan data untuk penelitian dan pengembangan pembelajaran Jenis-jenis Evaluasi Pembelajaran a.Jenis evaluasi berdasarkan tujuan dibedakan atas lima jenis evaluasi : 1.Evaluasi Diagnostik Evaluasi diagnostik adalah evaluasi yang ditujukan untuk menelaah kelemahan-kelemahan siswa beserta faktor-faktor penyebabnya. 2.Evaluasi Selektif Evaluasi selektif adalah evaluasi yang digunakan untuk memilih siwa yang paling tepat sesuai dengan kriteria program kegiatan tertentu. 3.Evaluasi Penempatan Evaluasi penempatan adalah evaluasi yang digunakan untuk menempatkan siswa dalam program pendidikan tertentu yang sesuai dengan karakteristik siswa. 4.Evaluasi Formatif Evaluasi formatif adalah evaluasi yang dilaksanakan untuk memperbaiki dan meningkatan proses belajar dan mengajar.

5.Evaluasi Sumatif Evaluasi sumatif adalah evaluasi yang dilakukan untuk menentukan hasil dan kemajuan belajar siswa. Jenis evaluasi berdasarkan sasaran : 1.Evaluasi Konteks Evaluasi yang ditujukan untuk mengukur konteks program baik mengenai rasional tujuan, latar belakang program, maupun kebutuhan-kebutuhan yang muncul dalam perencanaan. 2.Evaluasi Input Evaluasi yang diarahkan untuk mengetahui input baik sumber daya maupun strategi yang digunakan untuk mencapai tujuan. 3.Evaluasi Proses

Jenis evaluasi berdasarkan objek dan subjek evaluasi Berdasarkan objek : 1. strategi belajar mengajar. diperbaiki. Berdasarkan subjek : 1. 2.Evaluasi Eksternal Evaluasi yang dilakukan oleh orang luar sekolah sebagai evaluator. 3. yaitu teknik tes dan non tes. afektif. media.Evaluasi Outcom atau Lulusan Evaluasi yang diarahkan untuk melihat hasil belajar siswa lebih lanjut. 5. baik mengenai kalancaran proses. kesesuaian dengan rencana. aspe-aspek program pembelajaran yang lain. Tes adalah seperangkat pertanyaan atau tugas yang diberikan kepada siswa untuk mengumpulkan informasi tentang kemampuan. ditinjau dalam aspek kognitif.Evaluasi Hasil Pembelajaran Evaluasi hasil belajar mencakup tingkat penguasaan siswa terhadap tujuan pembelajaran yang ditetapkan.Evaluasi Input Evaluasi terhadap siswa mencakup kemampuan kepribadian. Ada beberapa jenis tes ditinjau dari beberapa segi. faktor pendukung dan faktor hambatan yang muncul dalam proses pelaksanaan.TEKNIK PENGUMPULAN DATA Teknik pengumpulan data dalam evaluasi pembelajaran dapat diklasifikasikan menjadi dua. sikap. Tes bisa dibedakan menjadi beberapa macam.Evaluasi Proses Pembelajaran Evaluasi yang mencakup kesesuaian antara peoses pembelajaran dengan garis-garis besar program pembelajaran yang di tetapkan. pengolahan hasil dan pelaporan. Jenis evalusi berdasarkan lingkup kegiatan pembelajaran : 1. kemampuan siswa dalam mengikuti proses pembelajaran. keyakinan.Evaluasi Hasil atau Produk Evaluasi yang diarahkan untuk melihat hasil program yang dicapai sebagai dasar untuk menentukan keputusan akhir. Jenis-jenis tes tersebut dapat diklasifikasi sebaga berikut : . yakni evaluasi lulusan setelah terjun ke masyarakat.Evaluasi Transformasi Evaluasi terhadap unsur-unsur transformasi proses pembelajaran anatara lain materi. dan sejenisnya.Evaluasi Output Evaluasi terhadap lulusan yang mengacu pada ketercapaian hasil pembelajaran. pelaksanaan. baik umum maupun khusus. misalnya guru. isi program pembelajaran.Evaluasi Internal Evaluasi yang dilakukan oleh orang dalam sekolah sebagai evaluator. penguasaan atau aspek-aspek lain yang sejenis. 2. Proses evaluasi dilakukan melalui tiga tahap yaitu tahap perencanaan. kemampuan guru dalam melaksanakan proses pembelajaran. Evaluasi pembelajaran mencakup kegiatan pengukuran dan penilaian. masyarakat. psikomotorik.Evaluasi Program Pembelajaran Evaluasi yang mencakup terhadap tujuan pembelajaran. 2. 4. dimodifikasi. 3. ditingkatkan atau dihentikan. metode dan lain-lain.Evaluasi yang ditujukan untuk melihat proses pelaksanaan. B. misalnya orangtua.

tes dibedakan atas : a.Berdasarkan waktu penyelenggaraannya.Ter Prognostik (Prognostic Test) c.Tes Acuan Patokan (Criterion Referended Test) b.Tes Kelompok (Claasical Test) 8.Ter Terstandar (Standartzed Test) b.Tes objektif 1)Tes Benar Salah (True False Test) 2)Tes Menjodohkan (Matching Test) 3)Tes Pilihan Ganda (Multiple Choice Test) .Tes Formatif (Formative Test) e.Tes Seleksi (Selection Test) d.Tes Subjektif 1)Tes Essai Bebas (Expended Respond Essay) 2)Tes Essai Terbatas (Restricted Respond Essay) b.Berdasarkan cara pembuatannya.1.Berdasarkan bentuknya. tes dibedakan atas : a.Tes Penempatan (Placement Test) c.Ter Tertulis (Written Test) b.Tes Perbuatan (Performance Test) 7.Tes Lisan (Oral Test) c. tes dibedakan atas : a.Tes Performansi Khusus (Critycal Performance Test) 3.Tes Kekuatan (Power Test) 5.Tes Tak Terjadwal (Irreguler Test) 9.Berdasarkan jumlah testee yang mengerjakannya.Tes Sumatif (Sumative Test) 4.Tes Bakat (Aptitude Test) d.Tes Individual (Individual Test) b.Tes Minat (Interset Test) e.Tes Tak Terstandar (Unstandartzed Test) 6. tes dibedakan atas : a.Tes Kepribadian (Psyco Test) 2. tes dibedakan atas : a.Berdasarkan scop sasaran yang di ukur.Tes Prestasi (Achievement Test) b. tes dibedakan atas : a.Berdasarkan tujuan evaluasinya.Tes Fisik (Physico Test) g.Tes Diagnostik (Diagnostic Test) b. tes dibedakan atas : a.Tes Intelegensi (Intelligence Test) c.Berdasarkan penekanan aspek yang diukur.Berdasarkan aspek kepribadian yang di ukur.Tes Terjadwal (Reguler Test) b.Berdasarkan cara mengerjakannya.Tes Acuan Kelompok (Norm Referended Test) 10. tes dibedakan atas : a.Tes Performansi Maksimum (Maximum Performance Test) b.Tes Diagnostik (Diagnostic Test) b.Berdasarkan cara interpretasinya.Tes Kecepatan (Speed Test) d.Tes Sikap (Attitude Test) f. tes dibedakan atas : a. tes dibedakan atas : a.

wawancara. Sedangkan penyusunan instrumen non tes dilakukan melalui tahap-tahap : 1. ketetapan konstruksi tes dan ketetapan penggunaan bahasa.ANALISIS INSTRUMEN PENGUMPULAN DATA Untuk memperoleh instrumen yang baik.Menyusun skala dan norma (kelengkapan instrumen) D. Tes objektif dibedakan atas tes jawaban singkat. validitas instrumen.Menetapkan tujuan tes 2.Mempersiapkan tabel spesifikasi 4. tingkat kesukaran dan daya beda.Menetapkan butir tes 6. merevisi dan merakit instrumen 7. C. suatu instrumen. Ada beberapa macam validitas. Teknik non tes bisa dibedakan menjadi beberapa macam.Menyiapkan norma aturan 7. juga harus memenhuhi persyaratan realibilitas.Menetapkan isi materi tes 5. khususnya tes. yaitu perencanaan tes. Tes subjektif dibedakan atas essai jawaban terbatas dan jawaban bebas. Secara umum.Melakukan uji coba dan analisis instrumen 6. dapat diklasifikasikan menjadi 3 yaitu : 1)Validitas Isi (Content Validity) 2)Validitas Konstruk (Construct Validity) 3)Validitas Kriteria (Criterion Related Validity) Selain memenuhi persyaratan validitas.Menyusun pernyataan atau pertanyaan 3.Mempersiapkan kunci scoring Penyusunan tes. sosiometri. tes melengkapi.Menetapkan hasil belajar yang akan diukur 3. Prinsip ini berlaku baik untuk penyusunan tes objektif maupun subjektif. lembar inventori. yaitu ketetapan isi materi. Suatu tes dapat dikatan reliabel.4)Tes Melengkapi (Completion Test) 5)Tes Jawaban Singkat (Short Answer Test) Teknik non tes adalah teknik pengumpulan data yang menggunakan instrumen non tes sebagai alat pengumpul data.Menyusun bentuk akhir instrumen 8. antara lain oservasi. tes pilihan ganda dan interpretative exercises. kuesioner. tes benar salah. dilihat dari tiga sisi. selain disusun dengan baik. khususnya tes yang baik. Perencanaan tes dilakukan dengan langkah-langkah : 1. penulisan tes dan analisis tes. ada empat persyaratan yang harus dipenuhi suatu tes. juga perlu diuji coba dan dianalisis secara empirik di lapangan.Menyusun atau merangkit instrumen 5. Secara umum. Validitas di definisikan sebagai ukuran seberapa cermat suatu instrumen melakukan fungsinya. reabilitas.Menelaah pernyataan atau pertanyaan 4. yaitu validitas. bila memiliki nilai konsistensi yang tinggi.Mengembangkan spesifikasi alat ukur 2. tes menjodohkan. anekdotal record dan daftar pribadi.PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENGUMPULAN DATA Penyusunan tes dilakukan melalui tiga tahap. Ada beberapa teknik/formula perhitungan yang bisa digunakan untuk .Menyeleksi.

Dalam mengikuti evaluasi. F.Manajemen pelaksanaan evaluasi harus mendukung. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan dalam penyekoran hasil tes. namun keduanya merupakan kesatuan komponen yang menentukan baik tidaknya butir soal. Sedangkan pendekatan teori responbutir lebih menekankan pada karakteristik butir soal. yaitu pendekatan teori tes klasik dan teori responbutir. 4. cara memberikan skor terhadap tes hasil objektif dapat dilakukan dengan . dalam arti baik peserta tes maupun evaluator bisa melaksanakan kejujuran.Pemberian skor untuk tes bentuk objektif Secara sederhana. Tingkat kesukaran (difficulty index) berhubungan dengan banyaknya testee (siswa) yang bisa menjawab dengan benar suatu butir soal tes. dalam arti baik peserta tes maupun evaluator bisa melaksanakan kejujuran. aspek lain yang perlu dilihat pada butir soal tes adalah kemampuan daya beda (discriminatory index).PENGOLAHAN HASIL EVALUASI Langkah pertama yang perlu dilakukan dalam mengolah hasil evaluasi adalah mengadakan penyekoran terhadap jawaban siswa.PELAKSANAAN EVALUASI PEMBELAJARAN Dalam melaksanakan evaluasi pembelajaran perlu berpegang pada prinsip-prinsip pelaksanaan evaluasi yang benar. E.Situasi dan kondisi tempat pelaksanaan evaluasi harus tenang dan mendukung 3. juga perlu membeprtimbangkan beberapa aturan yang baik. baik dari sisi evaluator maupun administrasinyaan secar objektif. selain ditinjau dari segi validitas dan reliabilitasnya. Jenis–jenis formula tersebut. siswa di usahakan memiliki persiapan baik secara fisik maupun psikis 2.mengukur reliabilitas. sesuai dengan bentuk-bentuk tes yang digunakan. yakni : 1. Selain tingkat kesukaran. Pendekatan teori tes klasik lebih menekankan pada analisis tes secara keseluruhan.Dilakukan secara objektif. Prinsip utama yang perlu diperhatikan adalah harus sesuai dengan perencanaan yang telah disusun. Suatu butir soal tes dikatakan baik. 1. Selain itu. Untuk menguji instrumen tes ada dua pendekatan yang bisa digunakan. Kedua parameter tersebut dihitung secara terpisah. antara lain meliputi : 1)Formula Spearman Brown 2)Formula Flanagan 3)Formula Rulon 4)Formula Kriffton 5)Formula Kuder Richardson 6)Formula Hoyt 7)Formula Alpha Cronbach 8)Formula Mosier Dalam melihat baik tidaknya instrumen tes. bila soal tersebut mampu membedakan siswa yang pandai dan yang kurang. dua kriteria penting lainnya yang perlu diuji adalah tingkat kesukaran dan daya beda pada butir soal.

rank.Analisis hubungan 8. Penilaian acuan patokan adalah penilaian yang dalam menginterpretasi hasil pengukuran secara langsung didasarkan pada standar performansi tertentu yang ditetapkan. Ada tiga teknik utama yang digunakan untuk mengukur tendensi sentral. 3. Tinggi rendahnya skor jawaban siswa bergantung pada kualitas keseluruhan jawaban siswa. antara lain tes benar salah (true false). Interpretasi data bisa dilakukan dengan menggunakan pendekatan penilaian acuan patokan (creterion referenced interpretation) atau penilaian acuan kelompok (norm referenced interpretation).Analisis data kualitatif G. 2. 2. maka perlu dibuat laporan hasil evaluasi pembelajaran. Ada dua tahap yang dilakukan dalam melakukan pengolahan hasil evaluasi. yakni mean. sebagai dasar pengambilan keputusan. Ada dua cara memberikan hasil skor terhadap hasil tes essai. Beberapa teknis analisis data yang banyak digunakan untuk mengolah data hasil evaluasi pembelajaran adalah sebagai berikut : 1. yaitu cara penyekoran analitik (analitical scoring method) dan cara penyekoran holistic (holistic scoring method). Total skor diperoleh dengan menjumlahkan skor yang diperoleh dari semua soal. Untuk analisis data bisa menggunakan analisis presentasi ketercapaian. Untuk mengolah hasil pengukuran dalam evaluasi pembelajaran. yaitu memberikan skor (scoring) dan memberikan penilaian (grading). Laporan hasil evaluasi harus : .Persentil dan jenjang persentil 6. Beberapa teknik analisis yang bisa digunakan untuk mengolah data dengan pendekatan acuan kelompok adalah deviasi standar. media dan mode.Skor komposit 5.memberikan skor 1 untuk jawaban benar dan memberikan skor 0 untuk jawaban salah. jenjang persentil dan sejenisnya.PEMBUATAN LAPORAN HASIL EVALUASI Untuk dapat memberikan informasi yang baik. bergantung pasa lengkap tidaknya elemen yang dituju. Cara pengolahan terhadap masing-masing jenis tersebut memiliki karakteristik tersendiri. Variabilitas merupakan variasi sebaran skor dari mean. Beberapa jenis tes bentuk objektif.Variabilitas adalah keanekaragaman angka-angka dalam suatu distribusi skor. pilihan ganda (multiplechoice). Cara penyekoran analitik adalah cara penyekoran yang mengacu pada elemen-elemen jawaban ideal. banyak teknis analisis data yang bisa digunakan.Penentuan nilai akhir 7. standar skor. Ada beberapa prinsip yang perlu diperhatikan dalam membuat laporan hasil evaluasi. Untuk mengolah data hasil evaluasi bisa menggunakan beberapa teknik analisis data. Sedanglan cara penyekoran holistic adalah cara penyekoran yang didasarkan pada keluasan rewspon jawaban yang diberikan.Tendensi sentral atau ukuran kecenderungan memusat. Tinggi rendahnya skor jawaban siswa. melengkapi isian (completion).Pemberian skor tes bentuk essai. Sedangkan penilaian acuan kelompok adalah penilaian yang dalam menginterpretasi data hasil pengukuran didasarkan pada prestasi anggota kelompok lainnya.Skor standar 4. menjodohkan (matching). mean. Analisis data pada hakikatnya adalah mengolah angka-angka yang diperoleh dari skor mentah menjadi suatu skor yang mudah di baca dan di simpulkan. dan jawaban singkat (short answer).

juga untuk dipergunakan oleh siswa. guru. menambah pengetahuan. Program komputer bisa juga dikembangkan sendiri sesuai dengan kebutuhan. Dengan menggunakan fasilitas komputer kegiatan evaluasi akan bisa dilakukan secara cepat. tepat dan efektif. motivasi. Fungsi laporan.Bersifat objektif Bentuk laporan hasil evaluasi. Ascal. huruf. karena tanpa evaluasi akan susah sekali mengukur tingkat keberhasilannya. dan Bilog. bisa berupa angka. serta membantu mendapat dukungan dari mereka yang terlibat dalam . Program tersebut. gambar atau bahasa. terutama dalam hal pemrograman.1. baik ditinjau dari norma tujuan maupun dari norma kelompok serta Menentukan apakah siswa mengalami kemajuan yang memuaskan kearah pencapaian tujuan pengajaran yang diharapkan.PENGGUNAAN KOMPUTER DALAM EVALUASI Komputer merupakan perangkat teknologi yang sangat berguna untuk mendukung kegiatan evaluasi pembelajaran. seleksi. Untuk itu. perbaikan program. kebutuhan suatu program. mulai dari perencanaan. Komputer bisa digunakan dalam semua tahap proses kegiatan evaluasi.Mudah dibuat 4. kepala sekolah. Evaluasi pendidikan merupakan proses yang sistematis dalam Mengukur tingkat kemajuan yang dicapai siswa. pengolahan hasil sampai dengan pelaporan. Rascal. terutama untuk menganalisis instrumen evaluasi. pelaksanaan. Disamping program pemrosesan data (word processing) beberapa program (software) komputer yang bisa digunakan untuk mendukung proses kegiatan evaluasi adalah Iteman. BAB III PENUTUP Evaluasi menjadi hal yang penting dalam proses belajar mengajar. masyarakat atau pihak-pihak lain yang membutuhkan informasi. Dan sebuah hasil evaluasi diharapkan dapat membantu pengembangan. disamping untuk kepentingan kegiatan pembalajaran di sekolah. Evaluasi memegang peranan penting karena hasil evaluasi menentukan sejauh mana tujuan dapat dicapai.Membuat informasi yang lengkap 2. H.Mudah difahami 3. pertanggung jawaban.Dapat dipakai 5. implementasi. orang tua. dibutuhkan kemampuan khusus.

http//www.Memberi kepercayaan kepada sekolah 5.com. Penilaian dan Pengujian Untuk Guru. Nana Sudjana.Menilai hasil yang dicapai para pelajar 3.Secara umum evaluasi (evaluation) merupakan alat (tool) dalam mengukur sejauhmana tujuan yang kita inginkan sudah tercapai. utamanya siswa didik. Dalam dunia pendidikan. kurikulum yang kurang tepat.evaluasipendidikan. Malang: Elang Emas. Evaluasi Pembelajaran.blogspot. 2003. Evaluasi telah memegang peranan penting dalam pendidikan antara lain memberi informasi yang dipakai sebagai dasar untuk: 1. 2000.Memonitor dana yang telah diberikan 6. Departemen Pendidikan Nasional. Posted by roro at 4:53 PM EVALUASI PEMBELAJARAN MAKALAH EVALUASI PEMBELAJARAN Disusun Oleh: Dwi Ayu Noventi (208533420038) Siti Masruroh (208533420040) Asmala Izza Agustin (208533420038) PENDIDIKAN TEKNIK INFORMATIKA JURUSAN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI MALANG 2009 BAB I . evaluasi merupakan hal mutlak dalam melihat kinerja (performance) pelaku pendidikan. Penelitian dan Penilaian Pendidikan. Sinar Baru Algesindo. 2007.Membuat kebijaksanaan dan keputusan 2.Memperbaiki materi dan program pendidikan DAFTAR PUSTAKA Bambang Budi Wiyono. khususnya dalam bidang pendidikan diharapkan dapat memperbaiki sistem pendidikan kita yang sering berubah dan tidak seimbang.Menilai kurikulum 4. Sistem evaluasi yang dikembangkan sangat mempengaruhi arah dan tujuan pendidikan itu sendiri. Ibrahim.program tersebut. Evaluasi. serta mata pelajaran yang terlalu banyak dan tidak terfokus.

karena evaluasi dapat mencerminkan seberapa jauh perkembangan atau kemajuan hasil pendidikan. Tanpa evaluasi. dan dengan evaluasi pula. Sangat diperlukan dalam pendidikan antara lain memberi informasi yang dipakai sebagai dasar untuk : 1. 5.Membuat kebijaksanaan dan keputusan. Hasilnya diperlukan untuk membuat berbagai putusan dalam bidang pendidikan dan pengajaran. tidak hanya dalam segi kualitas tapi juga kegagalan dalam membentuk karakter building generasi muda bangsa. maka dari itu secara umum evaluasi adalah suatu proses sistemik umtuk mengetahui tingkat keberhasilan suatu program.Memperbaiki materi dan program pendidikan. Namun sayang kebijakan pendidikan yang ada sampai sekarang masih jauh dari harapan. Hasil evaluasi yang didapat sampai sekarang tentang dunia pendidikan Nasional kita cukup memperihatinkan. . Pendidikan menjadi tanggung jawab semua pihak. 2.Menilai kurikulum. dimana tujuan pendidikan adalah memanusiakan manusia. 6. 3. dan tanpa evaluasi pula kita tidak akan ada perubahan menjadi lebih baik. kita dapat mengetahui titik kelemahan serta mudah mencari jalan keluar untuk berubah menjadi lebih baik ke depan. Evaluasi pendidikan dan pengajaran adalah proses kegiatan untuk mendapatkan informasi data mengenai hasil belajar mengajar yang dialami siswa dan mengolah atau menafsirkannya menjadi nilai berupa data kualitati atau kuantitati sesuai dengan standar tertentu.Menilai hasil yang dicapai para pelajar.Memberi kepercayaan kepada sekolah. Mengingat terlalu luasnya cakupan dalam evaluasi pendidikan maka penulis akan membatasi hanya pada evaluasi hasil belajar siswa dikarenakan masalah ini sangat sesuai dengan tugas penulis sebagai guru. 4. Dengan evaluasi. kita tidak bisa mengetahui seberapa jauh keberhasilan siswa. maka maju dan mundurnya kualitas pendidikan dapat diketahui.PENDAHULUAN Evaluasi merupakan subsistem yang sangat penting dan sangat di butuhkan dalam setiap sistem pendidikan. karena kebijakan pendidikan seperti kata pakar pendidikan dari Universitas Nasional Jakarta yaitu HAR Tilaar kebijakan pendidikan di Indonesia sesuai dengan pameo ganti menteri ganti kebijakan. Fungsi Evaluasi Pendidikan. membentuk SDM yang berkualitas.Memonitor dana yang telah diberikan.

2. taraf perkembangan.Mengadakan seleksi 5.Memberikan balikan pada guru 13.Mengetahui kemajuan belajar siswa 2.Mengetahui hasil belajar siswa 4. mengumpulkan dan menyajikan suatu informasi yang bermanfaat untuk pertimbangan dalam pengambilan keputusan.Tujuan dan Fungsi Evaluasi Pembelajaran Tujuan utama evaluasi pembelajaran adalah untuk menghimpun informasi yang dijadikan dasar untuk mengetahui taraf kemajuan.Mengetahui kelemahan atau kesulitan belajar siswa 6.Memberikan data untuk penelitian dan pengembangan pembelajaran Jenis-jenis Evaluasi Pembelajaran a. Dengan demikian terdapat kaitan yang erat antara pengukuran (measurment) dan evaluasi (evaluation).Mengetahui efisiensi mengajar guru 12.KONSEP DASAR EVALUASI PEMBELAJARAN 1.Evaluasi Diagnostik Evaluasi diagnostik adalah evaluasi yang ditujukan untuk menelaah kelemahan-kelemahan siswa beserta faktor-faktor penyebabnya.Memberikan bantuan dalam pemilihan jurursan 8.Mengetahui efektifitas mengajar guru 11.Memberikan bukti untuk laporan kepada orang tua atau masyarakat 14.BAB II PEMBAHASAN A. Untuk memeperoleh informasi yang tepat dalam kegiatan evaluasi dilakukan melalui kegiatan pengukuran. atau taraf pencapaian kegiatan belajar siswa.Memberi bantuan dalam pengelompokan siswa 7. Evaluasi pembelajaran merupakan evaluasi dalam bidang pembelajaran. Memberikan motivasi belajar 10. Tujuan khusus evaluasi pembelajaran adalah : 1.Pengertian Evaluasi Pembelajaran Evaluasi dapat diartikan sebagai suatu kegiatan yang terencana untuk mengetahui keadaan suatu objek dengan menggunakan instrumen dan hasilnya dibandingkan dengan suatu tolak ukur untuk memperoleh suatu kesimpulan. Fungsi utama evaluasi adalah menelaah suatu objek atau keadaan untuk mendapatkan informasi yang tepat sebagai dasar untuk pengambilan keputusan Sesuai pendapat Grondlund dan Linn (1990) mengatakan bahwa evaluasi pembelajaran adalah suatu proses mengumpulkan. Kegiatan pengukuran merupakan dasar dalam kegiatan evaluasi. .Memberikan bantuan dalam kegiatan belajar siswa 9.Jenis evaluasi berdasarkan tujuan dibedakan atas lima jenis evaluasi : 1. Sehingga dapat disimpulkan bahwa evaluasi adalah proses mendeskripsikan.Mengetahui potensi yang dimiliki siswa 3. Pengukuran merupakan suatu proses pemberian skor atau angka-angka terhadap suatu keadaan atau gejala berdasarkan atura-aturan tertentu. menganalisis dan menginterpretasi informasi secaras sistematik untuk menetapkan sejauh mana ketercapaian tujuan pembelajaran.

afektif. psikomotorik. latar belakang program.Evaluasi Outcom atau Lulusan Evaluasi yang diarahkan untuk melihat hasil belajar siswa lebih lanjut. 5.Evaluasi Program Pembelajaran Evaluasi yang mencakup terhadap tujuan pembelajaran. Jenis evaluasi berdasarkan sasaran : 1.Evaluasi Hasil atau Produk Evaluasi yang diarahkan untuk melihat hasil program yang dicapai sebagai dasar untuk menentukan keputusan akhir.Evaluasi Hasil Pembelajaran Evaluasi hasil belajar mencakup tingkat penguasaan siswa terhadap tujuan pembelajaran yang ditetapkan.Evaluasi Proses Evaluasi yang ditujukan untuk melihat proses pelaksanaan. isi program pembelajaran.Evaluasi Sumatif Evaluasi sumatif adalah evaluasi yang dilakukan untuk menentukan hasil dan kemajuan belajar siswa. kesesuaian dengan rencana. kemampuan guru dalam melaksanakan proses pembelajaran. Jenis evaluasi berdasarkan objek dan subjek evaluasi Berdasarkan objek : . 4. diperbaiki. 5.Evaluasi Penempatan Evaluasi penempatan adalah evaluasi yang digunakan untuk menempatkan siswa dalam program pendidikan tertentu yang sesuai dengan karakteristik siswa. 3.Evaluasi Proses Pembelajaran Evaluasi yang mencakup kesesuaian antara peoses pembelajaran dengan garis-garis besar program pembelajaran yang di tetapkan. aspe-aspek program pembelajaran yang lain. faktor pendukung dan faktor hambatan yang muncul dalam proses pelaksanaan. ditinjau dalam aspek kognitif. ditingkatkan atau dihentikan. 2. baik umum maupun khusus. 4.Evaluasi Input Evaluasi yang diarahkan untuk mengetahui input baik sumber daya maupun strategi yang digunakan untuk mencapai tujuan. yakni evaluasi lulusan setelah terjun ke masyarakat.Evaluasi Konteks Evaluasi yang ditujukan untuk mengukur konteks program baik mengenai rasional tujuan. 3. 3. strategi belajar mengajar.2. baik mengenai kalancaran proses.Evaluasi Selektif Evaluasi selektif adalah evaluasi yang digunakan untuk memilih siwa yang paling tepat sesuai dengan kriteria program kegiatan tertentu. Jenis evalusi berdasarkan lingkup kegiatan pembelajaran : 1.Evaluasi Formatif Evaluasi formatif adalah evaluasi yang dilaksanakan untuk memperbaiki dan meningkatan proses belajar dan mengajar. maupun kebutuhan-kebutuhan yang muncul dalam perencanaan. dimodifikasi. 2. dan sejenisnya. kemampuan siswa dalam mengikuti proses pembelajaran.

Tes adalah seperangkat pertanyaan atau tugas yang diberikan kepada siswa untuk mengumpulkan informasi tentang kemampuan.Evaluasi Internal Evaluasi yang dilakukan oleh orang dalam sekolah sebagai evaluator. yaitu teknik tes dan non tes.Tes Kecepatan (Speed Test) d.Tes Bakat (Aptitude Test) d.Berdasarkan penekanan aspek yang diukur.Tes Sikap (Attitude Test) f.Tes Penempatan (Placement Test) c. misalnya orangtua.Evaluasi Input Evaluasi terhadap siswa mencakup kemampuan kepribadian. Ada beberapa jenis tes ditinjau dari beberapa segi.1.Tes Minat (Interset Test) e. tes dibedakan atas : a. pelaksanaan. Jenis-jenis tes tersebut dapat diklasifikasi sebaga berikut : 1. misalnya guru. 2. keyakinan. tes dibedakan atas : a.Tes Diagnostik (Diagnostic Test) b. media. B.Berdasarkan tujuan evaluasinya.Tes Kekuatan (Power Test) 5.Tes Performansi Maksimum (Maximum Performance Test) b.Tes Fisik (Physico Test) g. Proses evaluasi dilakukan melalui tiga tahap yaitu tahap perencanaan. 3.Evaluasi Transformasi Evaluasi terhadap unsur-unsur transformasi proses pembelajaran anatara lain materi.Evaluasi Output Evaluasi terhadap lulusan yang mengacu pada ketercapaian hasil pembelajaran. tes dibedakan atas : a.Ter Terstandar (Standartzed Test) . sikap.TEKNIK PENGUMPULAN DATA Teknik pengumpulan data dalam evaluasi pembelajaran dapat diklasifikasikan menjadi dua. tes dibedakan atas : a.Berdasarkan cara pembuatannya.Berdasarkan aspek kepribadian yang di ukur. Tes bisa dibedakan menjadi beberapa macam. penguasaan atau aspek-aspek lain yang sejenis.Ter Prognostik (Prognostic Test) c. pengolahan hasil dan pelaporan. 2.Tes Seleksi (Selection Test) d. tes dibedakan atas : a.Tes Diagnostik (Diagnostic Test) b. masyarakat.Tes Performansi Khusus (Critycal Performance Test) 3.Tes Formatif (Formative Test) e.Tes Intelegensi (Intelligence Test) c.Tes Kepribadian (Psyco Test) 2.Berdasarkan scop sasaran yang di ukur.Evaluasi Eksternal Evaluasi yang dilakukan oleh orang luar sekolah sebagai evaluator. metode dan lain-lain.Tes Prestasi (Achievement Test) b. Berdasarkan subjek : 1. Evaluasi pembelajaran mencakup kegiatan pengukuran dan penilaian.Tes Sumatif (Sumative Test) 4.

Tes subjektif dibedakan atas essai jawaban terbatas dan jawaban bebas. Prinsip ini berlaku baik untuk penyusunan tes objektif maupun subjektif. penulisan tes dan analisis tes. yaitu perencanaan tes. Sedangkan penyusunan instrumen non tes dilakukan melalui tahap-tahap : 1.Menyiapkan norma aturan 7.Tes Acuan Patokan (Criterion Referended Test) b.Menetapkan isi materi tes 5.Menetapkan hasil belajar yang akan diukur 3.b.Tes Terjadwal (Reguler Test) b. lembar inventori.Tes Subjektif 1)Tes Essai Bebas (Expended Respond Essay) 2)Tes Essai Terbatas (Restricted Respond Essay) b.Berdasarkan cara interpretasinya.Tes Tak Terstandar (Unstandartzed Test) 6.Tes Tak Terjadwal (Irreguler Test) 9. ketetapan konstruksi tes dan ketetapan penggunaan bahasa. tes dibedakan atas : a.Berdasarkan jumlah testee yang mengerjakannya.Tes Lisan (Oral Test) c. tes dibedakan atas : a. C.Berdasarkan waktu penyelenggaraannya.Ter Tertulis (Written Test) b. anekdotal record dan daftar pribadi.PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENGUMPULAN DATA Penyusunan tes dilakukan melalui tiga tahap.Tes Individual (Individual Test) b.Tes objektif 1)Tes Benar Salah (True False Test) 2)Tes Menjodohkan (Matching Test) 3)Tes Pilihan Ganda (Multiple Choice Test) 4)Tes Melengkapi (Completion Test) 5)Tes Jawaban Singkat (Short Answer Test) Teknik non tes adalah teknik pengumpulan data yang menggunakan instrumen non tes sebagai alat pengumpul data.Tes Kelompok (Claasical Test) 8. wawancara. kuesioner.Tes Acuan Kelompok (Norm Referended Test) 10.Tes Perbuatan (Performance Test) 7.Menetapkan tujuan tes 2.Berdasarkan bentuknya. Teknik non tes bisa dibedakan menjadi beberapa macam. tes melengkapi. tes pilihan ganda dan interpretative exercises. yaitu ketetapan isi materi.Menetapkan butir tes 6.Mempersiapkan tabel spesifikasi 4.Mempersiapkan kunci scoring Penyusunan tes.Mengembangkan spesifikasi alat ukur . dilihat dari tiga sisi. tes dibedakan atas : a. tes dibedakan atas : a.Berdasarkan cara mengerjakannya. antara lain oservasi. Tes objektif dibedakan atas tes jawaban singkat. tes menjodohkan. tes dibedakan atas : a. sosiometri. tes benar salah. Perencanaan tes dilakukan dengan langkah-langkah : 1.

validitas instrumen.ANALISIS INSTRUMEN PENGUMPULAN DATA Untuk memperoleh instrumen yang baik.Menelaah pernyataan atau pertanyaan 4.Menyusun bentuk akhir instrumen 8. Kedua parameter tersebut dihitung secara terpisah. Sedangkan pendekatan teori responbutir lebih menekankan pada karakteristik butir soal. selain ditinjau dari segi validitas dan reliabilitasnya. suatu instrumen. khususnya tes yang baik. Secara umum. dapat diklasifikasikan menjadi 3 yaitu : 1)Validitas Isi (Content Validity) 2)Validitas Konstruk (Construct Validity) 3)Validitas Kriteria (Criterion Related Validity) Selain memenuhi persyaratan validitas. Ada beberapa macam validitas. yaitu validitas. Selain tingkat kesukaran. Pendekatan teori tes klasik lebih menekankan pada analisis tes secara keseluruhan. merevisi dan merakit instrumen 7. selain disusun dengan baik.Melakukan uji coba dan analisis instrumen 6.Menyusun skala dan norma (kelengkapan instrumen) D. Secara umum. Ada beberapa teknik/formula perhitungan yang bisa digunakan untuk mengukur reliabilitas. ada empat persyaratan yang harus dipenuhi suatu tes. antara lain meliputi : 1)Formula Spearman Brown 2)Formula Flanagan 3)Formula Rulon 4)Formula Kriffton 5)Formula Kuder Richardson 6)Formula Hoyt 7)Formula Alpha Cronbach 8)Formula Mosier Dalam melihat baik tidaknya instrumen tes. khususnya tes. Suatu butir soal tes dikatakan baik. Tingkat kesukaran (difficulty index) berhubungan dengan banyaknya testee (siswa) yang bisa menjawab dengan benar suatu butir soal tes. yaitu pendekatan teori tes klasik dan teori responbutir. Suatu tes dapat dikatan reliabel. juga harus memenhuhi persyaratan realibilitas.Menyeleksi.Menyusun pernyataan atau pertanyaan 3. reabilitas. bila soal tersebut mampu membedakan siswa yang pandai dan yang kurang.Menyusun atau merangkit instrumen 5. aspek lain yang perlu dilihat pada butir soal tes adalah kemampuan daya beda (discriminatory index). Jenis–jenis formula tersebut.2. . dua kriteria penting lainnya yang perlu diuji adalah tingkat kesukaran dan daya beda pada butir soal. namun keduanya merupakan kesatuan komponen yang menentukan baik tidaknya butir soal. tingkat kesukaran dan daya beda. bila memiliki nilai konsistensi yang tinggi. Untuk menguji instrumen tes ada dua pendekatan yang bisa digunakan. juga perlu diuji coba dan dianalisis secara empirik di lapangan. Validitas di definisikan sebagai ukuran seberapa cermat suatu instrumen melakukan fungsinya.

cara memberikan skor terhadap tes hasil objektif dapat dilakukan dengan memberikan skor 1 untuk jawaban benar dan memberikan skor 0 untuk jawaban salah. standar skor. antara lain tes benar salah (true false). 4. bergantung pasa lengkap tidaknya elemen yang dituju. Prinsip utama yang perlu diperhatikan adalah harus sesuai dengan perencanaan yang telah disusun. F. dan jawaban singkat (short answer). Interpretasi data bisa dilakukan dengan menggunakan pendekatan penilaian acuan patokan (creterion referenced interpretation) atau penilaian acuan kelompok (norm referenced interpretation). Tinggi rendahnya skor jawaban siswa bergantung pada kualitas keseluruhan jawaban siswa.Pemberian skor tes bentuk essai. pilihan ganda (multiplechoice). 1. 2. juga perlu membeprtimbangkan beberapa aturan yang baik. Beberapa jenis tes bentuk objektif. Penilaian acuan patokan adalah penilaian yang dalam menginterpretasi hasil pengukuran secara langsung didasarkan pada standar performansi tertentu yang ditetapkan. Untuk analisis data bisa menggunakan analisis presentasi ketercapaian.PENGOLAHAN HASIL EVALUASI Langkah pertama yang perlu dilakukan dalam mengolah hasil evaluasi adalah mengadakan penyekoran terhadap jawaban siswa. Untuk mengolah data hasil evaluasi bisa menggunakan beberapa teknik analisis data.Dilakukan secara objektif. dalam arti baik peserta tes maupun evaluator bisa melaksanakan kejujuran. dalam arti baik peserta tes maupun evaluator bisa melaksanakan kejujuran. baik dari sisi evaluator maupun administrasinyaan secar objektif. Selain itu. Sedangkan penilaian acuan kelompok adalah penilaian yang dalam menginterpretasi data hasil pengukuran didasarkan pada prestasi anggota kelompok lainnya. rank.Pemberian skor untuk tes bentuk objektif Secara sederhana. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan dalam penyekoran hasil tes. jenjang persentil . Cara pengolahan terhadap masing-masing jenis tersebut memiliki karakteristik tersendiri. menjodohkan (matching). yaitu cara penyekoran analitik (analitical scoring method) dan cara penyekoran holistic (holistic scoring method). Cara penyekoran analitik adalah cara penyekoran yang mengacu pada elemen-elemen jawaban ideal.Dalam mengikuti evaluasi. sesuai dengan bentuk-bentuk tes yang digunakan. melengkapi isian (completion). siswa di usahakan memiliki persiapan baik secara fisik maupun psikis 2.E. mean. Ada dua cara memberikan hasil skor terhadap hasil tes essai. yaitu memberikan skor (scoring) dan memberikan penilaian (grading). Tinggi rendahnya skor jawaban siswa. Sedanglan cara penyekoran holistic adalah cara penyekoran yang didasarkan pada keluasan rewspon jawaban yang diberikan. Beberapa teknik analisis yang bisa digunakan untuk mengolah data dengan pendekatan acuan kelompok adalah deviasi standar.Manajemen pelaksanaan evaluasi harus mendukung. Ada dua tahap yang dilakukan dalam melakukan pengolahan hasil evaluasi. yakni : 1. Total skor diperoleh dengan menjumlahkan skor yang diperoleh dari semua soal.PELAKSANAAN EVALUASI PEMBELAJARAN Dalam melaksanakan evaluasi pembelajaran perlu berpegang pada prinsip-prinsip pelaksanaan evaluasi yang benar.Situasi dan kondisi tempat pelaksanaan evaluasi harus tenang dan mendukung 3.

. dibutuhkan kemampuan khusus. yakni mean.Mudah difahami 3. Fungsi laporan. huruf.PENGGUNAAN KOMPUTER DALAM EVALUASI Komputer merupakan perangkat teknologi yang sangat berguna untuk mendukung kegiatan evaluasi pembelajaran.Tendensi sentral atau ukuran kecenderungan memusat.Dapat dipakai 5.Analisis data kualitatif G.Skor komposit 5. banyak teknis analisis data yang bisa digunakan. maka perlu dibuat laporan hasil evaluasi pembelajaran. Ascal.Analisis hubungan 8. terutama untuk menganalisis instrumen evaluasi. Beberapa teknis analisis data yang banyak digunakan untuk mengolah data hasil evaluasi pembelajaran adalah sebagai berikut : 1.dan sejenisnya. Ada tiga teknik utama yang digunakan untuk mengukur tendensi sentral. mulai dari perencanaan. sebagai dasar pengambilan keputusan.Mudah dibuat 4. disamping untuk kepentingan kegiatan pembalajaran di sekolah. Laporan hasil evaluasi harus : 1. Komputer bisa digunakan dalam semua tahap proses kegiatan evaluasi. Untuk itu. pengolahan hasil sampai dengan pelaporan. guru.Penentuan nilai akhir 7. pelaksanaan. Untuk mengolah hasil pengukuran dalam evaluasi pembelajaran. 3. orang tua. masyarakat atau pihak-pihak lain yang membutuhkan informasi. Disamping program pemrosesan data (word processing) beberapa program (software) komputer yang bisa digunakan untuk mendukung proses kegiatan evaluasi adalah Iteman.Membuat informasi yang lengkap 2.Bersifat objektif Bentuk laporan hasil evaluasi. kepala sekolah.PEMBUATAN LAPORAN HASIL EVALUASI Untuk dapat memberikan informasi yang baik. gambar atau bahasa.Skor standar 4.Variabilitas adalah keanekaragaman angka-angka dalam suatu distribusi skor. Variabilitas merupakan variasi sebaran skor dari mean. Program komputer bisa juga dikembangkan sendiri sesuai dengan kebutuhan. juga untuk dipergunakan oleh siswa. media dan mode. tepat dan efektif. 2. Rascal. Ada beberapa prinsip yang perlu diperhatikan dalam membuat laporan hasil evaluasi. Program tersebut. Dengan menggunakan fasilitas komputer kegiatan evaluasi akan bisa dilakukan secara cepat. H.Persentil dan jenjang persentil 6. bisa berupa angka. terutama dalam hal pemrograman. Analisis data pada hakikatnya adalah mengolah angka-angka yang diperoleh dari skor mentah menjadi suatu skor yang mudah di baca dan di simpulkan. dan Bilog.

serta mata pelajaran yang terlalu banyak dan tidak terfokus. Dalam dunia pendidikan.blogspot. Sinar Baru Algesindo.BAB III PENUTUP Evaluasi menjadi hal yang penting dalam proses belajar mengajar. Departemen Pendidikan Nasional. Penelitian dan Penilaian Pendidikan. seleksi.Menilai hasil yang dicapai para pelajar 3.Memonitor dana yang telah diberikan 6. serta membantu mendapat dukungan dari mereka yang terlibat dalam program tersebut. Evaluasi telah memegang peranan penting dalam pendidikan antara lain memberi informasi yang dipakai sebagai dasar untuk: 1.Membuat kebijaksanaan dan keputusan 2.Memberi kepercayaan kepada sekolah 5. Dan sebuah hasil evaluasi diharapkan dapat membantu pengembangan.Secara umum evaluasi (evaluation) merupakan alat (tool) dalam mengukur sejauhmana tujuan yang kita inginkan sudah tercapai. Malang: Elang Emas. kebutuhan suatu program. perbaikan program. pertanggung jawaban.html GAMBARAN PROYEK Dalam kurikulum yang berorientasi kemampuan. 2003. Posted by roro at 4:53 PM http://sitimasrurohum. Penilaian dan Pengujian Untuk Guru.Memperbaiki materi dan program pendidikan DAFTAR PUSTAKA Bambang Budi Wiyono.evaluasipendidikan. motivasi.com. khususnya dalam bidang pendidikan diharapkan dapat memperbaiki sistem pendidikan kita yang sering berubah dan tidak seimbang. http//www. implementasi. 2000. 2007. utamanya siswa didik. Evaluasi memegang peranan penting karena hasil evaluasi menentukan sejauh mana tujuan dapat dicapai. kurikulum yang kurang tepat.Menilai kurikulum 4. Evaluasi Pembelajaran. baik ditinjau dari norma tujuan maupun dari norma kelompok serta Menentukan apakah siswa mengalami kemajuan yang memuaskan kearah pencapaian tujuan pengajaran yang diharapkan. evaluasi merupakan hal mutlak dalam melihat kinerja (performance) pelaku pendidikan. Evaluasi. Ibrahim. Sistem evaluasi yang dikembangkan sangat mempengaruhi arah dan tujuan pendidikan itu sendiri. Nana Sudjana. Evaluasi pendidikan merupakan proses yang sistematis dalam Mengukur tingkat kemajuan yang dicapai siswa.blogspot. menggunakan proyek untuk penugasan dan . menambah pengetahuan. karena tanpa evaluasi akan susah sekali mengukur tingkat keberhasilannya.com/2009/05/desain-robot.

2010 . Siswa Akan melalui beberapa waktu untuk merasa nyaman sampai mereka mengejar proyek pertama mereka.evaluasi dari perkembangan matematika sangat terbatas. Bisnis. Dalam kurikulum. bagaimanapun siswa harus mampu bekerja dengan bebas. KAPAN DILAKSANAKAN PROYEK Pemberian proyek ini bisa diberikan pada setiap tahun ajaran kepada semua siswa. Karena siswa harus dilibatkan dalam beberapa proyek selama pembelajaran dari suatu tahun ajaran. Olahraga . ekonomi. jangka waktu yang ideal dari suatu proyek mungkin sekitar empat atau lima minggu. Mobil. 2. Atau mereka mungkin beranggapan bahwa masalah situasi membawa siswa untuk merumuskan pertanyaan atau membuat dugaan yang memerlukan penyelidikan lebih lanjut. Proyek dapat melibatkan siswa secara individu dan kelompok kecil yang terdiri dari dua atau tiga siswa yang bekerja sama. PENERAPAN PROYEK YANG IDEAL Proyek adalah suatu cara yang sangat baik untuk melibatkan para siswa dalam memberikan pemecahan masalah situasi. dan menyusun gagasan yang mengembangkan pemahaman di semua area muatan dalam kurikulum matematika. Proyek pertama siswa sebaiknya sederhana dan secara langsung. kedokteran. Semua aktifitas yang membawa matematika kepada kehidupan siswa dengan menunjukkan kepada mereka kegunaan gagasan matematika dan menrapkan teknik aplikasi untuk seluruh area dari aktifitas praktek. Populasi. Proyek dapat melibatkan para siswa membuka dan mengakhiri situasi yang mungkin memiliki variasi hasil yang bisa diterima. geografi dan seterusnya. ilmu kemasyarakatan. Karier. tetapi dalam tugas yang berkelanjutan untuk dua atau tiga minggu. Proyek dapat membuat hubungan matematika dengan disiplin ilmu yang lain seperti ilmu pengetahuan. Pertanian. proyek yang dikerjakan bisa berasal dari kasus-kasus sederhana seperti: Makanan dan kesehatan . Situasi mereka mungkin semata-mata matematika. untuk pencapaian suatu nilai. PROYEK DENGAN KEHIDUPAN NYATA Proyek dapat mengajarkan siswa banyak hubungan antara matematika dengan kehidupan nyata. Biasanya. Video film. Sebagai kemajuan tahun. proyek berperan signifikan dan dapat melengkapi keperluan bagi setiap siswa. Daur ulang. Kota besar. Daerah asing. Namun. Proyek juga menyediakan peluang bagi siswa untuk menyelidiki gagasan matematika yang menggunakan material fisik atau teknologi baru seperti kalkulator dan komputer. Ruang . tetapi mungkin mereka akan lebih dihubungkan dengan dunia nyata dan disiplin ilmu yang lain. Proyek yang menanamkan konteks dalam pemecahan masalah dapat digunakan oleh siswa untuk menyelidiki pembelajaran. 3. Proyek yang melibatkan aktifitas substansial lebih dapat diakhiri satu atau dua bulan. siswa mampu mengerjakan pekerjaan sendiri dalam rangka memperkaya pendidikan matematika mereka. 4. Masalah sederhana ini dikembangkan oleh siswa yang akan di kerjakan dalam sebuah proyek. Guru dapat menyarankan beberapa gagasan atau ide proyek atau meminta para siswa untuk memunculkan ide milik mereka sendiri. hal tersebut mungkin baik dilaksanakan dengan menunggu sampai minggu ke tiga atau ke empat pertama setelah ujian sebelum penggunaan proyek dirancang khusus. musik. Diterbitkan di: 17 Januari. Mereka sebaiknya tidak dilibatkan dalam tugas yang sangat pendek. Kemungkinan banyak siswa yang membutuhkan bantuan guru untuk merumuskan rencana pertama mereka untuk suatu proyek. Perjalanan. Sebagai contoh.

Olahraga . Namun. Karena siswa harus dilibatkan dalam beberapa proyek selama pembelajaran dari suatu tahun ajaran. Proyek dapat melibatkan para siswa membuka dan mengakhiri situasi yang mungkin memiliki variasi hasil yang bisa diterima. Semua aktifitas yang membawa matematika kepada kehidupan siswa dengan menunjukkan kepada mereka kegunaan gagasan matematika dan menrapkan teknik aplikasi untuk seluruh area dari aktifitas praktek. Mereka sebaiknya tidak dilibatkan dalam tugas yang sangat pendek. Proyek yang menanamkan konteks dalam pemecahan masalah dapat digunakan oleh siswa untuk menyelidiki pembelajaran. Proyek juga menyediakan peluang bagi siswa untuk menyelidiki gagasan matematika yang menggunakan material fisik atau teknologi baru seperti kalkulator dan komputer.com/social-sciences/1964870-proyek-dalam-evaluasipembelajaran/#ixzz1rb1VS1eK GAMBARAN PROYEK Dalam kurikulum yang berorientasi kemampuan. untuk pencapaian suatu nilai. 4. tetapi dalam tugas yang berkelanjutan untuk dua atau tiga minggu.Sumber: http://id. Bisnis. dan menyusun gagasan yang mengembangkan pemahaman di semua area muatan dalam kurikulum matematika. proyek berperan signifikan dan dapat melengkapi keperluan bagi setiap siswa. proyek yang dikerjakan bisa berasal dari kasus-kasus sederhana seperti: Makanan dan kesehatan . Kota besar. Guru dapat menyarankan beberapa gagasan atau ide proyek atau meminta para siswa untuk memunculkan ide milik mereka sendiri. tetapi mungkin mereka akan lebih dihubungkan dengan dunia nyata dan disiplin ilmu yang lain. KAPAN DILAKSANAKAN PROYEK Pemberian proyek ini bisa diberikan pada setiap tahun ajaran kepada semua siswa. PROYEK DENGAN KEHIDUPAN NYATA Proyek dapat mengajarkan siswa banyak hubungan antara matematika dengan kehidupan nyata. Proyek pertama siswa sebaiknya sederhana dan secara langsung. geografi dan seterusnya. Situasi mereka mungkin semata-mata matematika. Atau mereka mungkin beranggapan bahwa masalah situasi membawa siswa untuk merumuskan pertanyaan atau membuat dugaan yang memerlukan penyelidikan lebih lanjut. 2. Proyek yang melibatkan aktifitas substansial lebih dapat diakhiri satu atau dua bulan. Perjalanan. Daerah asing. jangka waktu yang ideal dari suatu proyek mungkin sekitar empat atau lima minggu. menggunakan proyek untuk penugasan dan evaluasi dari perkembangan matematika sangat terbatas. Ruang . hal tersebut mungkin baik dilaksanakan dengan menunggu sampai minggu ke tiga atau ke empat pertama setelah ujian sebelum penggunaan proyek dirancang khusus. ekonomi. Dalam kurikulum. Kemungkinan banyak siswa yang membutuhkan bantuan guru untuk . Video film. Mobil. Masalah sederhana ini dikembangkan oleh siswa yang akan di kerjakan dalam sebuah proyek. ilmu kemasyarakatan. 3. PENERAPAN PROYEK YANG IDEAL Proyek adalah suatu cara yang sangat baik untuk melibatkan para siswa dalam memberikan pemecahan masalah situasi. Biasanya. Siswa Akan melalui beberapa waktu untuk merasa nyaman sampai mereka mengejar proyek pertama mereka. Populasi. Sebagai contoh.shvoong. siswa mampu mengerjakan pekerjaan sendiri dalam rangka memperkaya pendidikan matematika mereka. musik. kedokteran. Pertanian. Daur ulang. Proyek dapat melibatkan siswa secara individu dan kelompok kecil yang terdiri dari dua atau tiga siswa yang bekerja sama. Karier. Proyek dapat membuat hubungan matematika dengan disiplin ilmu yang lain seperti ilmu pengetahuan.

alat ukur. 3). Pengukuran atau measurement merupakan suatu proses atau kegiatan untuk menentukan kuantitas sesuatu yang bersifat numerik. 2010 Sumber: http://id.merumuskan rencana pertama mereka untuk suatu proyek. Pengukuran lebih bersifat kuantitatif.hasil pengukuran kuantitatif.Suatu proses sistematik untuk mengetahui tingkat keberhasilan sesuatu. 2008 by kiranawati A. Sebagai kemajuan tahun. ( 4). Sedangkan evaluasi secara etimologi berasal dari bahasa Inggeris evaluation yang bertarti value.Kegiatan untuk menilai sesuatu secara terencana. Unsur pokok dalam kegiatan pengukuran ini. dalam konteks penilaian ada beberapa istilah yang digunakan.com/social-sciences/1964870-proyek-dalam-evaluasipembelajaran/#ixzz1rb1VS1eK Evaluasi Pembelajaran Posted on Januari 17. antara lain adalahsebagai berikut: 1).ada objek ukur. assessment dan evaluasi. yakni: a).shvoong. dari sisi terminologis ada beberapa definisi yang dapat dikemukakan. Namun. bagaimanapun siswa harus mampu bekerja dengan bebas.proses pengukuran.Pengertian Evaluasi Pembelajaran Sesungguhnya. yang secara secara harfiah dapat diartikan sebagai penilaian. b). 2). sistematik dan terarah berdasarkan atas tujuan yang jelas. Diterbitkan di: 17 Januari.tujuan pengukuran. . pengertian asesmen (assessment) adalah kegiatan mengukur dan mengadakan estimasi terhadap hasil pengukuran atau membanding-bandingkan dan tidak sampai ke taraf pengambilan keputusan. 5). bahkan merupakan instrumen untuk melakukan penilaian. Sementara. yakni pengukuran.

Penilaian hasil belajar pada dasarnya adalah mempermasalahkan. hubungan sosial. Adapun asesmen berada di antara kegiatan pengukuran dan evaluasi.c).Proses penentuan nilai berdasarkan data kuantitatif hasilpengukuran untuk keperluan pengambilan keputusan. sikap dan kepribadian siswa atau peserta didik.Tujuan dan Fungsi Evaluasi . Tingkat pencapaian kompetensi atau tujuan instruksional dari kegiatan pembelajaran yang telah dilaksanakan itu dapat dinyatakan dengan nilai A. Evaluasi merupakan salah satu kegiatan utama yang harus dilakukan oleh seorang guru dalam kegiatan pembelajaran. bagaimana pengajar (guru) dapat mengetahui hasil pembelajaran yang telah dilakukan. (3)verifikasi data. maka dapat diketahui bahwa perbedaan antara evaluasi dengan pengukuran adalah dalam hal jawaban terhadap pertanyaan “what value” untuk evaluasi dan “how much” untuk pengukuran. Berdasarkan pada berbagai batasan 3 jenis penilaian di atas. evaluation) secara teoretik definisinya berbeda. dan (5)interpretasi data. minat. Pengajar harus mengetahui sejauh mana pebelajar (learner) telah mengerti bahan yang telah diajarkan atau sejauh mana tujuan/kompetensi dari kegiatan pembelajaran yang dikelola dapat dicapai. (2)pengumpulan data. namun dalam kegiatan pembelajaran terkadang sulit untuk membedakan dan memisahkan batasan antara ketiganya. Dengan penilaian. (4)analisis data. guruakan mengetahui perkembangan hasil belajar. Artinya bahwa sebelum melakukan asesmen ataupun evaluasi lebih dahulu dilakukan pengukuran Sekalipun makna dari ketiga istilah (measurement. assessment. bakat khusus. dan evaluasi pada umumnya diawali dengan kegiatan pengukuran (measurement) serta pembandingan (assessment). Adapun langkahlangkah pokok dalam penilaian secara umum terdiri dari: (1)perencanaan. intelegensi.

Untuk memperoleh masukan atau umpan balik bagi guru dan siswa dalam rangka perbaikan. Selain fungsi di atas.Untuk mengetahui efektivitas metode pembelajaran. pelaporan. otentik. dan menetapkan cara mengatasi kesulitan belajar tersebut. c).Dalam konteks pelaksanaan pendidikan. 2). 4). Evaluasi diagnostik berfungsi atau dilaksanakan untuk mengidentifikasi kesulitan belajar yang dialami peserta didik. Naik atau tidak naik dan lulus atau tidak lulus siswa sepenuhnya menjadi tanggung jawab guru (sekolah) berdasarkan kemajuan proses dan hasil belajar siswa di sekolah bersangkutan. Karenanya.Fungsi seleksi. antara lain sebagai berikut: 1). 3).guna mengetahui keberhasilan suatu proses dan hasil pembelajaran. Evaluasi berfungsi atau dilaksanakan untuk keperluan penempatan agar setiap orang (peserta pendidikan) mengikuti pendidikan pada jenis dan/atau jenjang pendidikan yang sesuai dengan bakat dan kemampuannya masing-masing. penilaian juga dapat berfungsi sebagai alat seleksi.Untuk mengetahui kedudukan siswa dalam kelompoknya. peningkatan kemampuan profesional dan . maka dengan diberlakukannya PBK hal itu tidak terjadi lagi. b). menentukan faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya kesulitan belajar. dan diagnostik. akurat. penempatan. dan penggunaan informasi tentang hasil belajar siswa dengan menerapkan prinsip-prinsip penilaian berkelanjutan. evaluasi memiliki beberapa tujuan.Fungsi Diagnostik.Fungsi Penempatan. Dalam hal ini kewenangan guru menjadi sangat luas dan menentukan. Bila selama dekade terakhir ini keberhasilan belajar siswa hanya ditentukan oleh nilai ujian akhir (EBTANAS/UAN). PBK mengidentifikasi pencapaian kompetensi dan hasil belajar yang dikemukakan melalui pernyataan yang jelas tentang standar yang harus dan telah dicapai disertai dengan peta kemajuan belajar siswa dan pelaporan. Penjelasan dari setiap fungsi tersebut adalah: a). yaitu menyeleksi calon peserta suatu lembaga pendidikan/kursus berdasarkan kriteria tertentu. dan konsisten dalam kegiatan pembelajaran di bawah kewenangan guru di kelas. B.Untuk mengetahui kemajuan belajar siswa setelah mengikuti kegiatan pembelajaran dalam jangka waktu tertentu. Evaluasi berfungsi atau dilaksanakan untuk keperluan seleksi.Penilaian Berbasis Kelas Penilaian Berbasis Kelas (PBK) merupakan suatu proses pengumpulan.

1: PBK sebagai bagian dari evaluasi PBK mencakup kegiatan pengumpulan informasi tentang pencapaian hasil belajar siswa dan pembuatan keputusan tentang hasil belajar siswa berdasarkan informasi tersebut. di dalam atau di luar kelas.Apakah siswa harus mengulang bagian-bagian tertentu? 4). karena tes sebagai alat ukur sangat praktis digunakan untuk melihat prestasi siswa dalam kaitannya dengan tujuan yang telah ditentukan. Gambar 8. PBK merupakan bagian dari evaluasi pendidikan karena lingkup evaluasi pendidikan secara umum jauh lebih luas dibandingkan PBK. Pengumpulan informasi dalam PBK dapat dilakukan dalam suasana resmi maupun tidak resmi.Apakah siswa perlu menerima pengayaan (enrichment)? 6). (Lihat gambar 2). maka guru perlu membuat keputusan terhadap prestasi siswa: 1).Apakah perbaikan dan pendalaman program atau kegiatan pembelajaran.Apakah siswa telah memenuhi syarat untuk maju ke tingkat lebih lanjut? 3).Apakah siswa perlu memperoleh cara lain sebagai pendalaman ( remedial)? 5). tengah. agar terhindar dari upaya manipulasi nilai siswa.Apakah siswa telah mencapai kompetensi seperti yang telah ditetapkan? 2). dan penyusunan silabus telah memadai? . pemilihan bahan ajar atau buku ajar. PBK menggunakan arti penilaian sebagai “assessment”.integritas moral guru dalam PBK merupakan suatu keniscayaan. misalnya untuk penilaian aspek sikap/nilai dengan tes atau non tes atau terintegrasi dalam seluruh kegiatan pembelajaran (di awal. Di sekolah sering digunakan istilah tes untuk kegiatan PBK dengan alasan kepraktisan. Data atau informasi dari penilaian di kelas ini merupakan salah satu bukti yang digunakan untuk mengukur keberhasilan suatu program pendidikan. yaitu kegiatan yang dilakukan untuk memperoleh dan mengefektifkan informasi tentang hasil belajar siswa pada tingkat kelas selama dan setelah kegiatan pembelajaran. dan akhir). Bila informasi tentang hasil belajar siswa telah terkumpul dalam jumlah yang memadai. menggunakan waktu khusus atau tidak. terutama aspek kognitif.

agar hasil yang dicapai sesuai dengan apa yang diharapkan. dengan dilaksanakannya PBK diharapkan dapat: a).Valid PBK harus mengukur obyek yang seharusnya diukur dengan menggunakan jenis alat ukur yang tepat atau sahih (valid). dalam pelaksanaan penilaianharus memperhatikan prinsip-prinsip berikut: 1).Memantau kemajuan dan mendiagnosis kesulitan belajar siswa. . maka data yang masuk salah sehingga kesimpulan yang ditarik juga besar kemungkinan menjadi salah. Untuk itu. walaupun dengan kecepatan belajar yang berbeda-beda antara masing-masing individu. harus memberikan makna signifikan bagi orang tua dan masyarakat pada umumnya. guru mempunyai posisi sentral dalam menentukan keberhasilan dan kegagalan kegiatan penilaian. Jenis penilaian yang dibuat oleh guru harus memenuhi standar validitas dan reliabilitas. Artinya. dan bagi siswa secara individu pada khususnya. c). sehingga menumbuhkan motivasi untuk memperbaiki prestasi belajar pada waktu berikutnya. b).Pada pelaksanaan PBK. peranan guru sangat penting dalam menentukan ketepatan jenis penilaian untuk menilai keberhasilan atau kegagalan siswa. pelaksanaan PBK sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor dan komponen yang ada di dalamnya. d). Namun demikian. Untuk itu.Memungkinkan siswa mencapai kompetensi yang telah ditentukan. Prinsip-prinsip PBK Sebagai bagian dari kurikulum berbasis kompetensi. kompetensi profesional bagi guru merupakan persyaratan penting. sehingga mereka dapat meningkatkan partisipasinya di bidang pendidikan secara serius dan konsekwen. agar perkembangan prestasi siswa dari waktu ke waktu dapat diamati (observable) dan terukur (measurable). PBK yang dilaksanakan oleh guru.Memberikan masukan kepada guru untuk memperbaiki program pembelajarannya di kelas apabila terjadi hambatan dalam proses pembelajaran. sehingga memungkinkan dilakukannya pengayaan dan remediasi untuk memenuhi kebutuhan siswa sesuai dengan perkembangan. Di samping itu. ada kesesuaian antara alat ukur dengan fungsi pengukuran dan sasaran pengukuran. Memberikan informasi yang lebih komunikatif kepada masyarakat tentang efektivitas pendanaan. kemajuan dan kemampuannya.Memberikan umpan balik bagi siswa mengenai kemampuan dan kekurangannya. Apabila alat ukur tidak memiliki kesahihan yang dapat dipertanggungjawabkan.

4).Menyeluruh . 7). Sebab ketidakadilan dalam penilaian. untuk mengetahui secara menyeluruh perkembangan siswa. sehingga keputusan tentang keberhasilan siswa jelas bagi pihak-pihak yang berkepentingan. 3). PBK harus dinyatakan dan dapat dirasakan sebagai penghargaan untuk memotivasi siswa yang berhasil (positive reinforcement) dan sebagai pemicu semangat untuk meningkatkan hasil belajar bagi yang kurang berhasil (negative reinforcement).Berkesinambungan PBK harus dilakukan secara terus-menerus atau berkesinambungan dari waktu ke waktu. dan berbagai hal yang memberikan kontribusi pada pembelajaran. sikap. dapat menyebabkan menurunnya motivasi belajar siswa. tanpa ada rekayasa atau sembunyi-sembunyi yang dapat merugikan semua pihak.2). sehingga keberhasilan dan kegagalan siswa harus tetap diapresiasi dalam penilaian. 5). sehingga kegiatan dan unjuk kerja siswa dapat dipantau melalui penilaian. 6). maka ukuran-ukuran keberhasilan pembelajaran akan dapat diketahui secara jelas dan terarah.Adil dan obyektif PBK harus mempertimbangkan rasa keadilan dan obyektivitas siswa. Dengan berpijak pada kompetensi ini. dan ketrampilan/nilai yang terefleksikan dalam kebiasaan berfikir dan bertindak.Mendidik PBK harus memberikan sumbangan positif pada pencapaian hasil belajar siswa. Oleh karena itu.Terbuka PBK hendaknya dilakukan secara terbuka bagi berbagai kalangan (stakeholders) baik langsung maupun tidak langsung. tanpa membeda-bedakan jenis kelamin.Berorientasi pada kompetensi PBK harus menilai pencapaian kompetensi siswa yang meliputi seperangkat pengetahuan. karena merasa dianaktirikan. latar belakang budaya.

Bermakna PBK diharapkan mempunyai makna yang signifikan bagi semua pihak. di dalam PBK guru tentu tidak dapat menilai sekehendak hatinya. gurulah yang sehari-hari berkomunikasi dan berinteraksi dengan siswa di dalam kelas dan di lingkungan sekolah. Guru menilai kompetensi dan hasil belajar siswa berdasarkan level pencapaian prestasi siswa. Untuk itu. Keunggulan PBK Penilaian Berbasis Kelas (PBK) merupakan salah satu komponen dalam Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK).Karenanya. oleh karena itu disebut penilaian berbasis kelas (PBK). minat dan tingkat penguasaan siswa dalam pencapaian kompetensi yang telah ditetapkan. Selain harus memenuhi prinsip-prinsip umum penilaian. yang mencakup aspek kognitif. Harus disadari oleh semua pihak. pelaksanaan PBK juga harus memegang prinsip-prinsip khusus sebagai berikut: Apapun jenis penilaiannya. serta mendemonstrasikan kemampuan yang dimilikinya. apalagi pejabat struktural di Departemen atau Dinas Pendidikan. bahwa sesungguhnya guru itulah yang paling mengetahui kemampuan atau kemajuan belajar siswa. harus memungkinkan adanya kesempatan yang terbaik bagi siswa untuk menunjukkan apa yang mereka ketahui dan pahami. afektif. kinerja/penampilan ( performance). Dengan demikian. Penilaian ini dilaksanakan oleh guru secara variatif dan terpadu dengan kegiatan pembelajaran di kelas.PBK harus dilakukan secara menyeluruh. dan tes tertulis (paper and pencil). PBK hendaknya mudah dipahami dan dapat ditindaklanjuti oleh pihak-pihak yang berkepentingan. PBK dilakukan dengan pengumpulan kerja siswa (portofolio). penugasan (proyek). Hasil penilaian hendaknya mencerminkan gambaran yang utuh tentang prestasi siswa yang mengandung informasi keunggulan dan kelemahan. Sebab. melainkan harus menyampaikan secara terbuka kepada siswa untuk menyepakati bersama kompetensi yang telah dicapai oleh siswa dan standar nilai yang diberikan oleh guru. bukan kepala sekolah. Selain itu. . PBK dapat dikatakan sebagai bentuk penilaian yang paling komprehensip. PBK yang memberi kewenangan sangat leluasa kepada guru untuk menilai siswa merupakan suatu keunggulan agar diperoleh hasil belajar yang akurat sesuai dengan kemampuan siswa yang sebenarnya. pengawas. Setiap guru harus mampu melaksanakan prosedur PBK dan pencatatan secara tepat prestasi yang dicapai siswa. hasil karya (produk). 8). dan psikomotorik serta berdasarkan pada strategi dan prosedur penilaian dengan berbagai bukti hasil belajar siswa yang dapat dipertanggungjawabkan kepada semua pihak.

dengan mempertimbangkan tingkat perkembangan siswa serta bobot setiap aspek dari setiap materi. dan sejenisnya. wawancara. Penilaiannya tidak saja merupakan kegiatan tes formal. A. penilaian juga dilakukan untuk mengetahui kedudukan atau posisi siswa dalam 8 level kompetensi yang ditetapkan secara nasional. 2). afektif dan psikomotorik. berbicara. Hal yang perlu diperhatikan dalam penilaian adalah prinsip kontinuitas. fiqh. sekala sikap dan catatan anekdot (anecdotal record). aspek afektif sangat dominan pada materi pembelajaran akhlak.Pelaksanaan PBK Penilaian dilakukan terhadap hasil belajar siswa berupa kompetensi sebagaimana yang tercantum dalam KBM setiap mata pelajaran.Perhatian terhadap siswa ketika duduk. Begitu juga halnya dengan mata pelajaran yang lain. Aqidah-Akhlaq. Penilaian berbasis kelas harus memperlihatkan tiga ranah yaitu: pengetahuan (koknitif). PPkn. dan tarikh) penilaiannya harus menyeluruh pada segenap aspek kognitif. di tempat ibadah dan ketika mereka bermain. Penilaian terhadap pengamatan dapat digunakan observasi. Di samping mengukur hasil belajar siswa sesuai dengan ketentuan kompetensi setiap mata pelajaran masing-masing kelas dalam kurikulum nasional. dan bersikap pada waktu belajar atau berkomunikasi dengan guru dan sesama teman. 3).Mengamati siswa membaca Al-Qur an dengan tartil (pada setiap awal jam pelajaran selama 5 – 10 menit) Dari berbagai pengamatan itu ada yang perlu dicatat secara tertulis terutama tentang perilaku yang ekstrim/menonjol atau kelainan pertumbuhan yang kemudian harus diikuti dengan langkah bimbingan. pada dasarnya ketiga aspek tersebut harus dinilai. kuesioner. perkembangan dan perubahan siswa. sikap (afektif). seni.Teknik Penilaian Proses dan Hasil Belajar . olahraga. Sebagai contoh pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (Al-Quran.Pengamatan ketika siswa berada di ruang kelas. yaitu guru secara terus menerus mengikuti pertumbuhan. melainkan juga: 1). dan keterampilan (psikomotorik) Ketiga ranah ini sebaikanya dinilai proposional sesuai dengan sifat mata pelajaran yang bersangkutan. Aspek psikomotorik sangat dominan pada mata pelajaran fiqh. angket. Misalnya kognitif meliputi seluruh mata pelajaran. membaca Al Quran.

Tes merupakan alat ukur yang standar dan obyektif sehingga dapat digunakan secara meluas untuk mengukur dan membandingkan keadaan psikis atau tingkah laku individu. kecerdasan. maka tes harus dapat mengungkap keterampilan dan bakat seseorang atau sekelompok orang. Tes adalah serangkaian pertanyaan atau latihan atau alat lain yang digunakan untuk mengukur keterampilan. secara umum dapat dikelompokkan menjadi dua. 1). format observasi. Dalam kaitan dengan rumusan tersebut. dan dapat pula menunjukkan kedudukan siswa yang bersangkutan dalam kelompoknya. juga secara khusus akan membahas pengembangan tes untuk meningkatkan validitas dan reliabilitas tes sebagai alat evaluasi. kemampuan. pengetahuan. Sedangkan sebagai alat ukur berupa latihan. yaitu: . sekaligus dapat membandingkan antara seseorang dengan orang lain. Berdasarkan definisi tersebut. Prestasi atau tingkah laku tersebut dapat menunjukkan tingkat pencapaian tujuan intruksional pembelajaran atau tingkat penguasaan terhadap seperangkat materi yang telah diberikan dalam proses pembelajaran. Dari sekian banyak alat evaluasi. Oleh karena itu. dipergunakan untuk mengukur kemampuan yang ada pada seseorang atau sekelompok orang. Sebagai alat ukur dalam bentuk pertanyaan.Dengan demikian berarti sudah dapat dipastikan akan mampu memberikan informasi yang tepat dan obyektif tentang obyek yang hendak diukur baik berupa psikis maupun tingkah lakunya. atau bakat yang dimiliki oleh sesesorang atau kelompok. seperti kuesioner. yakni alat tes dan nontes. tes. sebagai alat evaluasi hasil belajar. dapat dijelaskan bahwa tes merupakan alat ukur yang berbentuk pertanyaan atau latihan. Jadi dapat disimpulkan bahwa tes adalah suatu cara atau alat untuk mengadakan penilaian yang berbentuk suatu tugas atau serangkaian tugas yang harus dikerjakan oleh siswa atau sekelompok siswa sehingga menghasilkan nilai tentang tingkah laku atau prestasi siswa tersebut. Khusus untuk evaluasi hasil pembelajaran alat evaluasi yang paling banyak digunakan adalah tes. maka tes harus dapat memberikan informasi mengenai pengetahuan dan kemampuan obyek yang diukur. skala.Teknik Tes Tes secara harfiah berasal dari bahasa Prancis kuno “testum” artinyapiring untuk menyisihkan logam-logam mulia. dan lain-lain. tes minimal mempunyai dua fungsi. pembahasan evaluasi hasil pembelajaran dengan lebih menekankan pada pemberian nilai terhadap skor hasil tes.Untuk keperluan evaluasi diperlukan alat evaluasi yang bermacam-macam.

baik itu tes harian (formatif) maupun tes akhir semester (sumatif) bertujuan untuk mengevaluasi hasil belajar setelah mengikuti kegiatan pembelajaran dalam suatu kurun waktu tertentu.Tes yang termasuk kategori tes kecepatan misalnya tes intelegensi. tes dapat dibagi menjadi: a).a). c). Fungsi (a) lebih dititikberatkan untuk mengukur keberhasilan program pembelajaran. .Untuk mengukur tingkat penguasaan terhadap seperangkat materi atau tingkat pencapaian terhadap seperangkat tujuan tertentu. cepat dan tepat penyelesaiannya. Kemampuan yang dievaluasi bisa berupa kognitif maupun psikomotorik.Tes Kemampuan (Power Test) Tes ini bertujuan untuk mengevaluasi peserta tes dalam mengungkapkan kemampuannya (dalam bidang tertentu) dengan tidak dibatasi secara ketat oleh waktu yang disediakan. Soal-soal biasanya relatif sukar menyangkut berbagai konsep dan pemecahan masalah dan menuntut peserta tes untuk mencurahkan segala kemampuannya baik analisis. b). sedang fungsi (b) lebih dititikberatkan untuk mengukur keberhasilan belajar masing-masing individu peserta tes.Tes Hasil Belajar (Achievement Test) Tes ini dimaksudkan untuk mengevaluasi hal yang telah diperoleh dalam suatu kegiatan. dan tes ketrampilan bongkar pasang suatu alat. tentang penguasaan materi atau pencapaian tujuan pembelajaran tertentu. Waktu yang disediakan untuk menjawab atau menyelesaikan seluruh materi tes ini relatif singkat dibandingkan dengan tes lainnya. Makalah ini akan lebih banyak memberikan penekanan pada tes hasil belajar ini. baik yang bersifat spontanitas (logik) maupun hafalan dan pemahaman dalam mata pelajaan yang telah dipelajarinya. sintesis dan evaluasi. Tes Hasil Belajar (THB). sebab yang lebih diutamakan adalah waktu yang minimal dan dapat mengerjakan tes itu sebanyak-banyaknya dengan baik dan benar. 2).Tes Kecepatan (Speed Test) Tes ini bertujuan untuk mengevaluasi peserta tes (testi) dalam hal kecepatan berpikir atau keterampilan.TesMenurut Tujuannya Dilihat dari segi tujuannya dalam bidang pendidikan.Untuk menentukan kedudukan atau perangkat siswa dalam kelompok. b).

maka tes hasil belajar dapat dibagi menjadi 3 jenis : a). dan menetapkan cara mengatasi kesukaran atau kesulitan belajar tersebut. Untuk mengetahui kondisi awal testi digunakan pre-tes dan kondisi akhir testi digunakan post-tes. seperti skala sikap. Misalnya tes tertulis atau tes lisan dapat digunakan untuk mengukur kawasan kognitif.Tes lisan (oral test) b). mendeteksi faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya kesukaran belajar.Tes Formatif Tes formatif adalah penggunaan tes hasil belajar untuk mengetahui sejauh mana kemajuan belajar yang telah dicapai oleh siswa dalam suatu program pembelajaran tertentu. sedangkan kawasan psikomotorik cocok dan tepat apabila diukur dengan tes tindakan. 3). g).Tes Diagnostik (Diagnostic Test) Tes diagnostik adalah tes yang dilaksanakan untuk mendiagnosis atau mengidentifikasi kesukarankesukaran dalam belajar.Tes tindakan atau perbuatan (performance test) Penggunaan setiap jenis tes tersebut seyogyanya disesuaikan dengan kawasan (domain) perilaku siswa yang hendak diukur. dan kawasan afektif biasanya diukur dengan skala perilaku.Tes Kemajuan Belajar ( Gains/Achievement Test) Tes kemajuan belajar disebut juga dengan tes perolehan adalah tes untuk mengetahui kondisi awal testi sebelum pembelajaran dan kondisi akhir testi setelah pembelajaran. .d).Tes tertulis (written test) c). f). Dengan demikian tes sumatif berarti tes yang ditujukan untuk mengetahui penguasaan siswa dalam sekumpulan materi pelajaran (pokok bahasan) yang telah dipelajari.Tes Sumatif Istilah sumatif berasal dari kata “sum” yang berarti jumlah.Bentuk Tes Dilihat dari jawaban siswa yang dituntut dalam menjawab atau memecahkan persoalan yang dihadapinya. e).

soal pilihan ganda juga memiliki kelemahan.Dapat mencakup ruang lingkup bahan/materi yang luas c).Pensekoran mudah. b). dan mengemukakan gagasan secara rinci c). cepat. 2.1.Memberi peluang siswa untuk menebak jawaban c).relatif mudah dan cepat menuliskan soalnya d). soal uraian juga memiliki kelemahan. serta objektif b).dapat mengukur kemampuan mengorganisasikan pikiran. antara lain adalah sebagai berikut: a).mengurangi faktor menebak dalam menjawab Sementara. selain memiliki keunggulan.jumlah materi (PB/SPB) yang dapat diungkap terbatas b).menganalisis masalah. antara lain adalah sebagai berikut: a). Bentuk Soal Uraian Keunggulan dari bentuk soal uraian ini.Pengoreksian/scoring lebih sukar dan subjektif c). antara lain adalah sebagai berikut: a).Menuliskan soalnya relatif lebih sulit dan lama b). antara lain adalah sebagai berikut: a).Kurang mampu meningkatkan daya nalar siswa. Bentuk Soal Pilihan Ganda Keunggulan dari bentuk soal pilihan ganda ini.tingkat reliabilitas soal relaitf lebih rendah . Sementara.Mampu mengungkap tingkat kognitif rendah sampai tinggi. selain memilliki keunggulan.

Ciri-ciri Tes yang Baik Sebuah test dapat dikatakan baik sebagai alat pengukur harus memenuhi kriteria. 2). Dengan demikian suatu tes hasil belajar disebut memiliki validitas tinggi secara content. Cara yang digunakan untuk mengukur tinggi rendahnya validitas ramalan ialah dengan mencari korelasi antara nilai-nilsi yang dicapai oleh anak-anak dalam tes tersebut dengan nilai-nilai yang dicapai kemudian. Misalnya apabila kita ingin memberikan tes bahasa inggris untuk kelas II. . dan perubahan-perubahan perilaku (behavioral changes) yang diharapkan terjadi pada diri siswa. apabila hasil yang dicapai siswa dalam tes tersebut betul-betul meramalakan sukses tidaknya siswa tersebut dakam pelajaran-pelajaran yang akan datang. Demikian pula dalam alat-alat evaluasi.Content validity (validitas isi) Pengujian jenis validitas ini dilakukan secara logis dan rasional karena itu disebut juga rational validity atau logical validity. Untuk lebih mendukung memahami pengertian tersebut selanjutnya akan diuraikan beberapa macam kriteria validitas. Suatu tes dapat dikatakan memiliki validitas yang tinggiapabila tes itu tersebut betul-betul dapat mengukur hasil belajar. Suatu tes hasilbelajar dapat dikatakan mempunyai validitas ramlan yang tinggi. yaitu memiliki validitas. maka item-itemnya harus diambil dari bahan pelajaran kelas II. Kalau diambilnya dari kelas III maka tes itu tidak valid lagi. Jadi bukan sekedar mengukur daya ingatan atau kemampuan bahasa saja misalnya.Batasan content validity ini menggambarkan sejauh mana tes mampu mengukur materi pelajaran yang telah diberikan secara representatif dan sejauh mana pula tes dapat mengukur sampel yang representatif dari perubahan-perubahan perilaku yang diharapkan terjadi pada diri siswa. yaitu: 1).Predictive validity (validitas ramalan) Validitas ramalan artinya ketepatan (kejituan) suatu alat pengukur ditunjau dari kemampuan tes tersebut untuk meramalkan prestasi yang dicapainya kemudian. bila tes tersebut sudah dapat mengukur sampel yang representatif dari materi pelajaran (subject matter) yang diberikan. objektivitas.Validitas Sebuah alat pengukur dapat dikatakan valid apabila alat pengukur tersebut dapat mengukur apa yang hendak diukur secara tepat.4). praktikabilitas dan ekonomis a). reliabilitas.

keterandalan atau kemantapan ( the level of consistency) tes yang bersangkutan dalam mendapatkan data (skor) yang dicapai seseorang.b 2 Ada beberapa cara untuk mencari reliabilitas suatu tes. Contoh Waktu tes Nama siswa Andi Budi Cici Didi Evi Fifi Pengetesan pertama 6 5..a 4 1 5 3.3). jika kepada para siswa diberikan tes yang sama pada waktu yang berlainan.6 9 6 7 8 Ranking 3. Reliabilitas suatu tes menunjukan atau merupakan sederajat ketetapan. 4). kita harus membuat soal yang ringkas dan jelas yang benar-benar akan mengukur kecakapan ilmu pasti. keajegan. Misalnya kalau kita ingin memberikan tes kecakapan ilmu pasti. Cara yang digunakan untuk menilai validitas bandingan ialah dengan jalan mengkorelasikan hasilhasil yang dicapai dalam tes tersebut dengan hasil-hasil yang dicapai dalam tes yang sejenis yang telah diketahui mempunyai validitas yang tinggi (misalnya tes standar).Construct Validity (validitas konstruk/susunan teori) Yaitu ketepatan suatu tes ditinjau dari susunan tes tersebut. atau dengan tes yang pararel (eukivalen) pada waktu yang sama.Concurent validity (Validitas bandingan) Kejituan suatu tes dilihat dari korelasinya terhadap kecakapan yang telahdimilikisaat kini secara riil.Teknik Berulang . b). maka setiap siswa akan tetap berada dalam urutan (ranking) yang sama dalam kelompoknya.Reliabilitas Reliabilitas berasal dari kata reliable yang berarti dapat dipercaya. apabila tes tersebut diberikan kepadanya pada kesempatan (waktu) yang berbeda.5 8 5 6 7 Pengetesan Kedua 7 6. antara lain : 1). atau konsisten. Atau dengan kata lain sebuah tes dikatakan reliable apabila hasilhasil tes tersebut menunjukan ketetapan. Artinya. bukan mengukur kemampuan bahasa karena soal itu ditulis secara berkepanjangan dengan bahasa yang sulit dimengerti.

2). apabila dikaitkan dengan reliabilitas maka obyektivitas menekankan ketetapan pada sistem skoring. proses mental yang diukur.Objektivitas Sebuah tes dikatakan memiliki objektivitas apabila dalam melaksanakan tes itu tidak ada faktor subyektif yang mempengaruhi.Tehnik ini adalahdengan memberikan tes tersebut kepada sekelompok anak-anak dalam dua kesempatan yang berlainan. 2). mudah untuk pengadministrasiannya. pemeriksaan akan lebih mudah dilakukan jika dikerjakan oleh siswa dalam lembar jawaban. Prosedur secara random. atau dengan jalan menggunakan tabel bilangan random. artinya seluruh item yang bernomor ganjil dikumpulkan menjadi satu kelompok dan yang bernomor genap menjadi kelompok yang lain.Teknik belah dua Ada dua prosedur yang dapat digunakan dalam tes belah dua ini yaitu : Prosedur ganjil-genap.Mudah dilaksanakannya. misalnya dengan jalan lotre. misalnya suatu tes diberikan pada kepada group A. selang 3 hari atau seminggu tes tes tersebut diberikan lagi kepada group A dengan syarat-syarat tertentu. a). 3). Ada dua faktor yang mempengaruhi subjektivitas dari sesuatu tes yaitu bentuk tes dan penilaian. Hal ini terutama pada sistem skoringnya. sedangkan reliabilitas menekankan ketetapan dalam hasil tes.TeknikBentuk Paralel Teknik ini dipergunakan dua buah tes yang sejenis (tetapi tidak identik). b).Mudah memeriksanya artinya bahwa tes itu dilengkapi dengan kunci jawaban maupun pedoman skoringnya. .Praktikabilitas Sebuah tes dikatakan memiliki praktikabilitas yang tinggi apabila tes itu bersifat praktis. tingkat kesukaran jumlah item dan aspek-aspek lain. misalnya tidak menuntut peralatan yang banyak dan memberi kebebasan kepada siswa untuk mengerjakan terlebih dahulu bagian yang dianggap mudah oleh siswa. Untuk soal yang obyektif. Tes yang praktis adalah tes yang: 1). mengenai isinya.

berbeda dengan teknik tes yang lebih menekankan asfek kognitif. kuesioner/angket (questionanaire).Ekonomis Yang dimaksud dengan ekonomis ialah bahwa pelaksanaan tes tersebut tidak membutuhkan ongkos/biaya yang mahal. Apa yang harus diminta. baik untuk memproduksinya maupun untuk melaksanakan dan mengolah hasilnya. tenaga yang banyak danwaktu yang lama. harus dijawab berapa lengkap 5).Spesifik. sewajarnya dapat dihasilkan alat tes (sosal-soal) yang berkualitas yang memenuhi syarat-syarat dibawah ini : 1).1. dan analisis dokumen yang bersifat unobtrusive.Shahih (valid). harus ada patokan. sesuai dengan tujuan 2). dalam arti pokok-pokok yang penting diwakili.1 Vegetatif Buatan 1. yakni: pengamatan (observation). dalam arti yang diuji sesuai dengan tujuan yang diinginkan 3).1. Dengan mempertimbangkan kriteria-kriteriates tersebut.Seimbang. a.3). tugas ditulis konkret.Dilengkapi dengan petunjuk-petunjuk yang jelas sehingga dapat diberikan/ diawali oleh orang lain c). dan yang tidak penting tidak selalu perlu. soal yang hanya dapat dijawab oleh peserta didik yang betul-betul belajar dengan rajin 4). Observasi Contoh Pedoman Observasi Mata Pelajaran: Biologi Konsep/Subkonsep: 1. yaitu mengukur yang harus diukur.Representatif.Teknik Nontes Teknik nontes sangat penting dalam mengevaluasi siswa pada ranah afektif dan psikomotor. soal mewakili materi ajar secara keseluruhan 6).Tidak mengandung ketaksaan (tafsiran ganda).Relevan. Mencangkok . Ada beberapa macam teknik nontes. 1). wawancara (interview).

C. KET Catatan: >> Pemberian nilai dapat menggunakan angka 1 – 10atau A. …. …. …. D Contoh observasi dengan check-list Mengungkap perilaku/sikap siswa dalam mengikuti pelajaran Biologi Nama Siswa: Ali Kelas: II Kegiatan/ No Aspek yang dinilai 1 2 3 4 5 Hadir tepat waktu Rapi dalam berpakaian Hormat kepada guru Suka mengganggu teman Mngerjakan PR di sekolah selalu V V V V V sering kadang tdkprnh SL Sr Kd TP Rekap Penilaian . …. …. 11 September 2004 Jampel ke-: 1 Nama Siswa: Ali NO 1 2 3 4 5 6 KEGIATAN/ASPEK YANG DINILAI Langkah persiapan (penyiapan alat dan bahan) Cara mengelupas kulit bagian luar Cara mengelupas kulit bagian dalam Cara membersihkan getah/lendir Cara menaburkan tanah Cara membungkus dan mengikat Jumlah Rata-rata NILAI …. B. …. ….Kelas: IMA Hari/tanggal: Ahad.

Apa yang kamu lakukan sepulang sekolah sampai menjelang tidur? 2. Wawancara Terbimbing (guided interview) Nama Siswa: Kelas: Hari/ Tangal: Pokok Pembicaraan: Mengungkap kebiasaan di rumah dan penggunaan waktu luang siswa 1. Wawancara bebas (unguided interview) Nama Siswa: Kelas: Hari/Tgl: Pokok Pembicaraan: Mengungkap tanggapan siswa terhadap kebijakan kepala madrasah tentang Kegiatan Tadabur Alam (siswa diberikan pertanyaan-pertanyaan yang dapat dikembangkan lebih jauh atas dasar jawaban sebelumnya. Kuesioner (Questionaire) Contoh penggunaan kuesioner Nama Siswa: . Dalam sepekan berapa kali kamu belajar kelompok? Mata pelajaran apa yang paling sering dibahas bersama? 4.b. sampai diperoleh kesimpulan yang jelas atau dibatasi waktu) c. Kapan dan bagaimana cara kamu belajar di rumah? 2. Apakah kamu suka olahraga. Adakah kelompok belajar di tempat tinggalmu? Bagaimana peran kamu dalam kelompok tersebut? 5. jenis olahraga apa? Adakah jadwal khusus untuk olahraga? 3. Wawancara(Interview) Contoh Pedoman Wawancara 1.

1.kadang-kadang d.tidak pernah 1. setuju c.sering c.sering c.Ringkasan Atas dasar pemaparan dan pembahasan tentang evaluasi pembelajaran di atas. Pada waktu melihat sampah bertebaran di jalan. saya: a. sangat setuju b. maka dapat disimpulkan beberapa kajian dan pembahasan yang esensial dari bab ini.selalu b.jarang e. tidak setuju e. yakni pengukuran. assessment dan evaluasi . Terhadap pernyataan Adam tersebut.Dalam konteks penilaian ada beberapa istilah yang digunakan.jarang e. sangat tidak setuju A.kadang-kadang d.sangat sering b.tidak pernah 1. Adam berkata kepada temannya: “Kalau tidak ada PR kita tidak perlu belajar”. ragu-ragu d. yakni sebagai berikut: 1). saya berusaha untuk membuang ke tempat sampah: a. Saya mengerjakan PR setelah teman-teman mengerjakan: a.

2).Evaluasi merupakan salah satu kegiatan utama yang harus dilakukan oleh seorang guru dalam kegiatan pembelajaran. Dengan penilaian, guruakan mengetahui perkembangan hasil belajar, intelegensi, bakat khusus, minat, hubungan sosial, sikap dan kepribadian siswa atau peserta didik 3).Evaluasi memiliki beberapa tujuan, antara lain (a) untuk mengetahui kemajuan belajar siswa setelah mengikuti kegiatan pembelajaran dalam jangka waktu tertentu, (b) untuk mengetahui efektivitas metode pembelajaran yang digunakan, (c) untuk mengetahui kedudukan siswa dalam kelompoknya, dan (d) untuk memperoleh masukan atau umpan balik bagi guru dan siswa dalam rangka perbaikan. 4).Penilaian Berbasis Kelas (PBK) merupakan suatu proses pengumpulan, pelaporan, dan penggunaan informasi tentang hasil belajar siswa dengan menerapkan prinsip-prinsip penilaian berkelanjutan, otentik, akurat, dan konsisten dalam kegiatan pembelajaran di bawah kewenangan guru di kelas 5).Pelaksanaan evaluasi pembelajaran dapat dilakukan dengan menggunakan berbagai alat evaluasi, antara lain, kuesioner, tes, skala, format observasi, dan lain-lain. Dari sekian banyak alat evaluasi, secara umum dapat dikelompokkan menjadi dua, yakni alat tes dan nontes B.Pertanyaan Diskusi Untuk mengkaji lebih lanjut terkait dengan pembahasan tentang evaluasi pembelajaran ini, maka ada beberapa hal yang bisa didiskusikan di kelas, yakni sebagai berikut:

Diskusikan dengan teman-teman Anda di kelas!
1).Apa yang dimaksud dengan evaluasi, assesmen dan pengukuran dalam konteks penilaian pembelajaran? 2).Apakah tujuan diberlakukannya evaluasi dalam pembelajaran? 3).Apa yang dimaksud dengan Penilaian Berbasis Kelas? 4).Bagaimana teknis pelaksanaan Penilaian Berbasis Kelas? 5).Bagiamanakah tahapan-tahapan pelaksanaan evaluasi dalam proses pembelajaran

Evaluasi Pembelajaran
Posted on Januari 17, 2008 by kiranawati
A.Pengertian Evaluasi Pembelajaran

Sesungguhnya, dalam konteks penilaian ada beberapa istilah yang digunakan, yakni pengukuran, assessment dan evaluasi. Pengukuran atau measurement merupakan suatu proses atau kegiatan untuk menentukan kuantitas sesuatu yang bersifat numerik. Pengukuran lebih bersifat kuantitatif, bahkan merupakan instrumen untuk melakukan penilaian. Unsur pokok dalam kegiatan pengukuran ini, antara lain adalahsebagai berikut: 1).tujuan pengukuran, 2).ada objek ukur, 3).alat ukur, ( 4).proses pengukuran, 5).hasil pengukuran kuantitatif. Sementara, pengertian asesmen (assessment) adalah kegiatan mengukur dan mengadakan estimasi terhadap hasil pengukuran atau membanding-bandingkan dan tidak sampai ke taraf pengambilan keputusan. Sedangkan evaluasi secara etimologi berasal dari bahasa Inggeris evaluation yang bertarti value, yang secara secara harfiah dapat diartikan sebagai penilaian. Namun, dari sisi terminologis ada beberapa definisi yang dapat dikemukakan, yakni: a).Suatu proses sistematik untuk mengetahui tingkat keberhasilan sesuatu. b).Kegiatan untuk menilai sesuatu secara terencana, sistematik dan terarah berdasarkan atas tujuan yang jelas. c).Proses penentuan nilai berdasarkan data kuantitatif hasilpengukuran untuk keperluan pengambilan keputusan. Berdasarkan pada berbagai batasan 3 jenis penilaian di atas, maka dapat diketahui bahwa perbedaan antara evaluasi dengan pengukuran adalah dalam hal jawaban terhadap pertanyaan “what value” untuk evaluasi dan “how much” untuk pengukuran. Adapun asesmen berada di antara kegiatan pengukuran dan evaluasi. Artinya bahwa sebelum melakukan asesmen ataupun evaluasi lebih dahulu dilakukan pengukuran Sekalipun makna dari ketiga istilah (measurement, assessment, evaluation) secara teoretik definisinya berbeda, namun dalam kegiatan pembelajaran terkadang sulit untuk membedakan dan

memisahkan batasan antara ketiganya, dan evaluasi pada umumnya diawali dengan kegiatan pengukuran (measurement) serta pembandingan (assessment). Evaluasi merupakan salah satu kegiatan utama yang harus dilakukan oleh seorang guru dalam kegiatan pembelajaran. Dengan penilaian, guruakan mengetahui perkembangan hasil belajar, intelegensi, bakat khusus, minat, hubungan sosial, sikap dan kepribadian siswa atau peserta didik. Adapun langkahlangkah pokok dalam penilaian secara umum terdiri dari: (1)perencanaan, (2)pengumpulan data, (3)verifikasi data, (4)analisis data, dan (5)interpretasi data. Penilaian hasil belajar pada dasarnya adalah mempermasalahkan, bagaimana pengajar (guru) dapat mengetahui hasil pembelajaran yang telah dilakukan. Pengajar harus mengetahui sejauh mana pebelajar (learner) telah mengerti bahan yang telah diajarkan atau sejauh mana tujuan/kompetensi dari kegiatan pembelajaran yang dikelola dapat dicapai. Tingkat pencapaian kompetensi atau tujuan instruksional dari kegiatan pembelajaran yang telah dilaksanakan itu dapat dinyatakan dengan nilai A.Tujuan dan Fungsi Evaluasi Dalam konteks pelaksanaan pendidikan, evaluasi memiliki beberapa tujuan, antara lain sebagai berikut: 1).Untuk mengetahui kemajuan belajar siswa setelah mengikuti kegiatan pembelajaran dalam jangka waktu tertentu. 2).Untuk mengetahui efektivitas metode pembelajaran. 3).Untuk mengetahui kedudukan siswa dalam kelompoknya. 4).Untuk memperoleh masukan atau umpan balik bagi guru dan siswa dalam rangka perbaikan.

b). yaitu menyeleksi calon peserta suatu lembaga pendidikan/kursus berdasarkan kriteria tertentu. Naik atau tidak naik dan lulus atau tidak lulus siswa sepenuhnya menjadi tanggung jawab guru (sekolah) berdasarkan kemajuan proses dan hasil belajar siswa di sekolah bersangkutan. Bila selama dekade terakhir ini keberhasilan belajar siswa hanya ditentukan oleh nilai ujian akhir (EBTANAS/UAN). dan penggunaan informasi tentang hasil belajar siswa dengan menerapkan prinsip-prinsip penilaian berkelanjutan. penempatan. PBK mengidentifikasi pencapaian kompetensi dan hasil belajar yang dikemukakan melalui pernyataan yang jelas tentang standar yang harus dan telah dicapai disertai dengan peta kemajuan belajar siswa dan pelaporan. otentik. pelaporan. Dalam hal ini kewenangan guru menjadi sangat luas dan menentukan. Data atau informasi dari penilaian di kelas ini merupakan salah satu bukti yang digunakan untuk mengukur keberhasilan suatu program pendidikan. dan menetapkan cara mengatasi kesulitan belajar tersebut. B. c). (Lihat gambar 2).guna mengetahui keberhasilan suatu proses dan hasil pembelajaran. Evaluasi berfungsi atau dilaksanakan untuk keperluan seleksi. yaitu kegiatan yang dilakukan untuk memperoleh dan mengefektifkan informasi tentang hasil belajar siswa pada tingkat kelas selama dan setelah kegiatan pembelajaran. PBK merupakan bagian dari evaluasi pendidikan karena lingkup evaluasi pendidikan secara umum jauh lebih luas dibandingkan PBK. peningkatan kemampuan profesional dan integritas moral guru dalam PBK merupakan suatu keniscayaan.Selain fungsi di atas. . agar terhindar dari upaya manipulasi nilai siswa. dan diagnostik. maka dengan diberlakukannya PBK hal itu tidak terjadi lagi. menentukan faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya kesulitan belajar.Fungsi Penempatan. Evaluasi berfungsi atau dilaksanakan untuk keperluan penempatan agar setiap orang (peserta pendidikan) mengikuti pendidikan pada jenis dan/atau jenjang pendidikan yang sesuai dengan bakat dan kemampuannya masing-masing. penilaian juga dapat berfungsi sebagai alat seleksi. Evaluasi diagnostik berfungsi atau dilaksanakan untuk mengidentifikasi kesulitan belajar yang dialami peserta didik.Fungsi Diagnostik. PBK menggunakan arti penilaian sebagai “assessment”. Penjelasan dari setiap fungsi tersebut adalah: a). dan konsisten dalam kegiatan pembelajaran di bawah kewenangan guru di kelas. akurat.Fungsi seleksi.Penilaian Berbasis Kelas Penilaian Berbasis Kelas (PBK) merupakan suatu proses pengumpulan. Karenanya.

1: PBK sebagai bagian dari evaluasi PBK mencakup kegiatan pengumpulan informasi tentang pencapaian hasil belajar siswa dan pembuatan keputusan tentang hasil belajar siswa berdasarkan informasi tersebut.Apakah siswa perlu memperoleh cara lain sebagai pendalaman (remedial)? 5). Pengumpulan informasi dalam PBK dapat dilakukan dalam suasana resmi maupun tidak resmi. dan akhir).Apakah siswa telah mencapai kompetensi seperti yang telah ditetapkan? 2). maka guru perlu membuat keputusan terhadap prestasi siswa: 1). terutama aspek kognitif. Di samping itu.Apakah siswa perlu menerima pengayaan (enrichment)? 6). misalnya untuk penilaian aspek sikap/nilai dengan tes atau non tes atau terintegrasi dalam seluruh kegiatan pembelajaran (di awal. agar hasil yang dicapai sesuai dengan apa yang diharapkan. dengan dilaksanakannya PBK diharapkan dapat: a).Gambar 8. harus memberikan makna signifikan bagi orang tua dan masyarakat pada umumnya. kompetensi profesional bagi guru merupakan persyaratan penting. pemilihan bahan ajar atau buku ajar. agar perkembangan prestasi siswa dari waktu ke waktu dapat diamati (observable) dan terukur (measurable). Bila informasi tentang hasil belajar siswa telah terkumpul dalam jumlah yang memadai. sehingga menumbuhkan motivasi untuk memperbaiki prestasi belajar pada waktu berikutnya.Apakah siswa telah memenuhi syarat untuk maju ke tingkat lebih lanjut? 3). .Memberikan umpan balik bagi siswa mengenai kemampuan dan kekurangannya. Untuk itu. di dalam atau di luar kelas. dan penyusunan silabus telah memadai? Pada pelaksanaan PBK. dan bagi siswa secara individu pada khususnya.Apakah siswa harus mengulang bagian-bagian tertentu? 4). Di sekolah sering digunakan istilah tes untuk kegiatan PBK dengan alasan kepraktisan. PBK yang dilaksanakan oleh guru. tengah. menggunakan waktu khusus atau tidak. karena tes sebagai alat ukur sangat praktis digunakan untuk melihat prestasi siswa dalam kaitannya dengan tujuan yang telah ditentukan. Jenis penilaian yang dibuat oleh guru harus memenuhi standar validitas dan reliabilitas. peranan guru sangat penting dalam menentukan ketepatan jenis penilaian untuk menilai keberhasilan atau kegagalan siswa.Apakah perbaikan dan pendalaman program atau kegiatan pembelajaran.

sehingga mereka dapat meningkatkan partisipasinya di bidang pendidikan secara serius dan konsekwen. Artinya. dalam pelaksanaan penilaianharus memperhatikan prinsip-prinsip berikut: 1). guru mempunyai posisi sentral dalam menentukan keberhasilan dan kegagalan kegiatan penilaian.Valid PBK harus mengukur obyek yang seharusnya diukur dengan menggunakan jenis alat ukur yang tepat atau sahih (valid). 3).Memberikan masukan kepada guru untuk memperbaiki program pembelajarannya di kelas apabila terjadi hambatan dalam proses pembelajaran.Memungkinkan siswa mencapai kompetensi yang telah ditentukan.b). Apabila alat ukur tidak memiliki kesahihan yang dapat dipertanggungjawabkan. walaupun dengan kecepatan belajar yang berbeda-beda antara masing-masing individu. maka data yang masuk salah sehingga kesimpulan yang ditarik juga besar kemungkinan menjadi salah. Untuk itu. c).Berorientasi pada kompetensi . ada kesesuaian antara alat ukur dengan fungsi pengukuran dan sasaran pengukuran.Memantau kemajuan dan mendiagnosis kesulitan belajar siswa. 2). sehingga keberhasilan dan kegagalan siswa harus tetap diapresiasi dalam penilaian. sehingga memungkinkan dilakukannya pengayaan dan remediasi untuk memenuhi kebutuhan siswa sesuai dengan perkembangan. kemajuan dan kemampuannya. pelaksanaan PBK sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor dan komponen yang ada di dalamnya. PBK harus dinyatakan dan dapat dirasakan sebagai penghargaan untuk memotivasi siswa yang berhasil (positive reinforcement) dan sebagai pemicu semangat untuk meningkatkan hasil belajar bagi yang kurang berhasil (negative reinforcement). Oleh karena itu. d).Mendidik PBK harus memberikan sumbangan positif pada pencapaian hasil belajar siswa. Namun demikian. Memberikan informasi yang lebih komunikatif kepada masyarakat tentang efektivitas pendanaan. Prinsip-prinsip PBK Sebagai bagian dari kurikulum berbasis kompetensi.

minat dan tingkat penguasaan siswa dalam pencapaian kompetensi yang telah ditetapkan. sikap. sehingga kegiatan dan unjuk kerja siswa dapat dipantau melalui penilaian.Adil dan obyektif PBK harus mempertimbangkan rasa keadilan dan obyektivitas siswa. 6). Dengan berpijak pada kompetensi ini. maka ukuran-ukuran keberhasilan pembelajaran akan dapat diketahui secara jelas dan terarah. PBK hendaknya mudah dipahami dan dapat ditindaklanjuti oleh pihak-pihak yang berkepentingan.Berkesinambungan PBK harus dilakukan secara terus-menerus atau berkesinambungan dari waktu ke waktu. dan berbagai hal yang memberikan kontribusi pada pembelajaran. tanpa ada rekayasa atau sembunyi-sembunyi yang dapat merugikan semua pihak. latar belakang budaya. dan ketrampilan/nilai yang terefleksikan dalam kebiasaan berfikir dan bertindak. 7). Sebab ketidakadilan dalam penilaian. 8).PBK harus menilai pencapaian kompetensi siswa yang meliputi seperangkat pengetahuan. 5). afektif. . dan psikomotorik serta berdasarkan pada strategi dan prosedur penilaian dengan berbagai bukti hasil belajar siswa yang dapat dipertanggungjawabkan kepada semua pihak. Hasil penilaian hendaknya mencerminkan gambaran yang utuh tentang prestasi siswa yang mengandung informasi keunggulan dan kelemahan. sehingga keputusan tentang keberhasilan siswa jelas bagi pihak-pihak yang berkepentingan. untuk mengetahui secara menyeluruh perkembangan siswa. 4).Bermakna PBK diharapkan mempunyai makna yang signifikan bagi semua pihak. dapat menyebabkan menurunnya motivasi belajar siswa. Untuk itu.Menyeluruh PBK harus dilakukan secara menyeluruh. yang mencakup aspek kognitif. tanpa membeda-bedakan jenis kelamin.Terbuka PBK hendaknya dilakukan secara terbuka bagi berbagai kalangan ( stakeholders) baik langsung maupun tidak langsung. karena merasa dianaktirikan.

PBK dilakukan dengan pengumpulan kerja siswa (portofolio).Karenanya. Guru menilai kompetensi dan hasil belajar siswa berdasarkan level pencapaian prestasi siswa. penugasan (proyek). Aqidah-Akhlaq. hasil karya (produk). serta mendemonstrasikan kemampuan yang dimilikinya. Sebab. melainkan harus menyampaikan secara terbuka kepada siswa untuk menyepakati bersama kompetensi yang telah dicapai oleh siswa dan standar nilai yang diberikan oleh guru. Penilaian berbasis kelas harus memperlihatkan tiga ranah yaitu: pengetahuan (koknitif). apalagi pejabat struktural di Departemen atau Dinas Pendidikan. gurulah yang sehari-hari berkomunikasi dan berinteraksi dengan siswa di dalam kelas dan di lingkungan sekolah. Harus disadari oleh semua pihak. dan keterampilan (psikomotorik) Ketiga ranah ini sebaikanya dinilai proposional sesuai dengan sifat mata pelajaran yang bersangkutan. pengawas. PBK yang memberi kewenangan sangat leluasa kepada guru untuk menilai siswa merupakan suatu keunggulan agar diperoleh hasil belajar yang akurat sesuai dengan kemampuan siswa yang sebenarnya. Pelaksanaan PBK Penilaian dilakukan terhadap hasil belajar siswa berupa kompetensi sebagaimana yang tercantum dalam KBM setiap mata pelajaran. Setiap guru harus mampu melaksanakan prosedur PBK dan pencatatan secara tepat prestasi yang dicapai siswa. harus memungkinkan adanya kesempatan yang terbaik bagi siswa untuk menunjukkan apa yang mereka ketahui dan pahami. . dan tarikh) penilaiannya harus menyeluruh pada segenap aspek kognitif. sikap (afektif). fiqh. PBK dapat dikatakan sebagai bentuk penilaian yang paling komprehensip. di dalam PBK guru tentu tidak dapat menilai sekehendak hatinya. bukan kepala sekolah.Selain harus memenuhi prinsip-prinsip umum penilaian. pelaksanaan PBK juga harus memegang prinsip-prinsip khusus sebagai berikut: Apapun jenis penilaiannya. Di samping mengukur hasil belajar siswa sesuai dengan ketentuan kompetensi setiap mata pelajaran masing-masing kelas dalam kurikulum nasional. dan tes tertulis (paper and pencil). Keunggulan PBK Penilaian Berbasis Kelas (PBK) merupakan salah satu komponen dalam Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK). oleh karena itu disebut penilaian berbasis kelas (PBK). Penilaian ini dilaksanakan oleh guru secara variatif dan terpadu dengan kegiatan pembelajaran di kelas. Dengan demikian. Selain itu. kinerja/penampilan ( performance). penilaian juga dilakukan untuk mengetahui kedudukan atau posisi siswa dalam 8 level kompetensi yang ditetapkan secara nasional. bahwa sesungguhnya guru itulah yang paling mengetahui kemampuan atau kemajuan belajar siswa. Sebagai contoh pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (Al-Quran.

3). membaca Al Quran. Aspek psikomotorik sangat dominan pada mata pelajaran fiqh. Hal yang perlu diperhatikan dalam penilaian adalah prinsip kontinuitas. skala. olahraga. PPkn. Tes adalah serangkaian pertanyaan atau latihan atau alat lain yang digunakan untuk . Penilaian terhadap pengamatan dapat digunakan observasi. Khusus untuk evaluasi hasil pembelajaran alat evaluasi yang paling banyak digunakan adalah tes. perkembangan dan perubahan siswa. tes. wawancara. seni.Perhatian terhadap siswa ketika duduk. pembahasan evaluasi hasil pembelajaran dengan lebih menekankan pada pemberian nilai terhadap skor hasil tes. yaitu guru secara terus menerus mengikuti pertumbuhan. A. berbicara. dan lain-lain. dan sejenisnya. pada dasarnya ketiga aspek tersebut harus dinilai. yakni alat tes dan nontes. dan bersikap pada waktu belajar atau berkomunikasi dengan guru dan sesama teman. seperti kuesioner. sekala sikap dan catatan anekdot (anecdotal record). format observasi. Dari sekian banyak alat evaluasi. Begitu juga halnya dengan mata pelajaran yang lain. 2).Teknik Penilaian Proses dan Hasil Belajar Untuk keperluan evaluasi diperlukan alat evaluasi yang bermacam-macam. di tempat ibadah dan ketika mereka bermain. Misalnya kognitif meliputi seluruh mata pelajaran.Mengamati siswa membaca Al-Qur an dengan tartil (pada setiap awal jam pelajaran selama 5 – 10 menit) Dari berbagai pengamatan itu ada yang perlu dicatat secara tertulis terutama tentang perilaku yang ekstrim/menonjol atau kelainan pertumbuhan yang kemudian harus diikuti dengan langkah bimbingan. aspek afektif sangat dominan pada materi pembelajaran akhlak. 1). angket.Teknik Tes Tes secara harfiah berasal dari bahasa Prancis kuno “testum” artinyapiring untuk menyisihkan logam-logam mulia. Penilaiannya tidak saja merupakan kegiatan tes formal. melainkan juga: 1). Oleh karena itu.dengan mempertimbangkan tingkat perkembangan siswa serta bobot setiap aspek dari setiap materi.Pengamatan ketika siswa berada di ruang kelas. secara umum dapat dikelompokkan menjadi dua.afektif dan psikomotorik. kuesioner. juga secara khusus akan membahas pengembangan tes untuk meningkatkan validitas dan reliabilitas tes sebagai alat evaluasi.

dan dapat pula menunjukkan kedudukan siswa yang bersangkutan dalam kelompoknya.Untuk menentukan kedudukan atau perangkat siswa dalam kelompok. Berdasarkan definisi tersebut. 2).Untuk mengukur tingkat penguasaan terhadap seperangkat materi atau tingkat pencapaian terhadap seperangkat tujuan tertentu. Sedangkan sebagai alat ukur berupa latihan. sedang fungsi (b) lebih dititikberatkan untuk mengukur keberhasilan belajar masing-masing individu peserta tes. tes dapat dibagi menjadi: . b). pengetahuan. sekaligus dapat membandingkan antara seseorang dengan orang lain. maka tes harus dapat mengungkap keterampilan dan bakat seseorang atau sekelompok orang. sebagai alat evaluasi hasil belajar. Tes merupakan alat ukur yang standar dan obyektif sehingga dapat digunakan secara meluas untuk mengukur dan membandingkan keadaan psikis atau tingkah laku individu. kecerdasan. yaitu: a). Prestasi atau tingkah laku tersebut dapat menunjukkan tingkat pencapaian tujuan intruksional pembelajaran atau tingkat penguasaan terhadap seperangkat materi yang telah diberikan dalam proses pembelajaran. dapat dijelaskan bahwa tes merupakan alat ukur yang berbentuk pertanyaan atau latihan. maka tes harus dapat memberikan informasi mengenai pengetahuan dan kemampuan obyek yang diukur. tes minimal mempunyai dua fungsi.TesMenurut Tujuannya Dilihat dari segi tujuannya dalam bidang pendidikan. Sebagai alat ukur dalam bentuk pertanyaan. kemampuan.mengukur keterampilan. Dalam kaitan dengan rumusan tersebut. atau bakat yang dimiliki oleh sesesorang atau kelompok. tentang penguasaan materi atau pencapaian tujuan pembelajaran tertentu. Fungsi (a) lebih dititikberatkan untuk mengukur keberhasilan program pembelajaran. dipergunakan untuk mengukur kemampuan yang ada pada seseorang atau sekelompok orang. Jadi dapat disimpulkan bahwa tes adalah suatu cara atau alat untuk mengadakan penilaian yang berbentuk suatu tugas atau serangkaian tugas yang harus dikerjakan oleh siswa atau sekelompok siswa sehingga menghasilkan nilai tentang tingkah laku atau prestasi siswa tersebut.Dengan demikian berarti sudah dapat dipastikan akan mampu memberikan informasi yang tepat dan obyektif tentang obyek yang hendak diukur baik berupa psikis maupun tingkah lakunya.

Tes Hasil Belajar (Achievement Test) Tes ini dimaksudkan untuk mengevaluasi hal yang telah diperoleh dalam suatu kegiatan. e).Tes Kemampuan (Power Test) Tes ini bertujuan untuk mengevaluasi peserta tes dalam mengungkapkan kemampuannya (dalam bidang tertentu) dengan tidak dibatasi secara ketat oleh waktu yang disediakan. Makalah ini akan lebih banyak memberikan penekanan pada tes hasil belajar ini. Tes Hasil Belajar (THB).Tes Formatif . baik yang bersifat spontanitas (logik) maupun hafalan dan pemahaman dalam mata pelajaan yang telah dipelajarinya.Tes yang termasuk kategori tes kecepatan misalnya tes intelegensi. sintesis dan evaluasi. c). Kemampuan yang dievaluasi bisa berupa kognitif maupun psikomotorik. mendeteksi faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya kesukaran belajar. f). Waktu yang disediakan untuk menjawab atau menyelesaikan seluruh materi tes ini relatif singkat dibandingkan dengan tes lainnya. baik itu tes harian (formatif) maupun tes akhir semester (sumatif) bertujuan untuk mengevaluasi hasil belajar setelah mengikuti kegiatan pembelajaran dalam suatu kurun waktu tertentu.a). b).Tes Kemajuan Belajar ( Gains/Achievement Test) Tes kemajuan belajar disebut juga dengan tes perolehan adalah tes untuk mengetahui kondisi awal testi sebelum pembelajaran dan kondisi akhir testi setelah pembelajaran. Untuk mengetahui kondisi awal testi digunakan pre-tes dan kondisi akhir testi digunakan post-tes. d). Soal-soal biasanya relatif sukar menyangkut berbagai konsep dan pemecahan masalah dan menuntut peserta tes untuk mencurahkan segala kemampuannya baik analisis. sebab yang lebih diutamakan adalah waktu yang minimal dan dapat mengerjakan tes itu sebanyak-banyaknya dengan baik dan benar.Tes Diagnostik (Diagnostic Test) Tes diagnostik adalah tes yang dilaksanakan untuk mendiagnosis atau mengidentifikasi kesukarankesukaran dalam belajar. dan menetapkan cara mengatasi kesukaran atau kesulitan belajar tersebut. dan tes ketrampilan bongkar pasang suatu alat.Tes Kecepatan (Speed Test) Tes ini bertujuan untuk mengevaluasi peserta tes (testi) dalam hal kecepatan berpikir atau keterampilan. cepat dan tepat penyelesaiannya.

cepat. dan kawasan afektif biasanya diukur dengan skala perilaku. g).Pensekoran mudah.Tes Sumatif Istilah sumatif berasal dari kata “sum” yang berarti jumlah. seperti skala sikap. Misalnya tes tertulis atau tes lisan dapat digunakan untuk mengukur kawasan kognitif. antara lain adalah sebagai berikut: a).Dapat mencakup ruang lingkup bahan/materi yang luas c).Tes tindakan atau perbuatan (performance test) Penggunaan setiap jenis tes tersebut seyogyanya disesuaikan dengan kawasan (domain) perilaku siswa yang hendak diukur. Bentuk Soal Pilihan Ganda Keunggulan dari bentuk soal pilihan ganda ini. selain memilliki keunggulan. maka tes hasil belajar dapat dibagi menjadi 3 jenis : a).Tes formatif adalah penggunaan tes hasil belajar untuk mengetahui sejauh mana kemajuan belajar yang telah dicapai oleh siswa dalam suatu program pembelajaran tertentu. 3). Dengan demikian tes sumatif berarti tes yang ditujukan untuk mengetahui penguasaan siswa dalam sekumpulan materi pelajaran (pokok bahasan) yang telah dipelajari. antara lain adalah sebagai berikut: a). sedangkan kawasan psikomotorik cocok dan tepat apabila diukur dengan tes tindakan.Menuliskan soalnya relatif lebih sulit dan lama . Sementara.Tes tertulis (written test) c).Bentuk Tes Dilihat dari jawaban siswa yang dituntut dalam menjawab atau memecahkan persoalan yang dihadapinya. soal pilihan ganda juga memiliki kelemahan.Tes lisan (oral test) b).Mampu mengungkap tingkat kognitif rendah sampai tinggi. serta objektif b). 1.

Demikian pula dalam alat-alat evaluasi. praktikabilitas dan ekonomis a). 2.Pengoreksian/scoring lebih sukar dan subjektif c).mengurangi faktor menebak dalam menjawab Sementara.Ciri-ciri Tes yang Baik Sebuah test dapat dikatakan baik sebagai alat pengukur harus memenuhi kriteria.Kurang mampu meningkatkan daya nalar siswa.menganalisis masalah. soal uraian juga memiliki kelemahan.b).Validitas Sebuah alat pengukur dapat dikatakan valid apabila alat pengukur tersebut dapat mengukur apa yang hendak diukur secara tepat. Untuk lebih mendukung memahami pengertian tersebut selanjutnya akan diuraikan beberapa macam kriteria validitas. yaitu: .jumlah materi (PB/SPB) yang dapat diungkap terbatas b). b).Memberi peluang siswa untuk menebak jawaban c). reliabilitas.tingkat reliabilitas soal relaitf lebih rendah 4). Jadi bukan sekedar mengukur daya ingatan atau kemampuan bahasa saja misalnya. yaitu memiliki validitas. Bentuk Soal Uraian Keunggulan dari bentuk soal uraian ini. Suatu tes dapat dikatakan memiliki validitas yang tinggiapabila tes itu tersebut betul-betul dapat mengukur hasil belajar. objektivitas. selain memiliki keunggulan. dan mengemukakan gagasan secara rinci c). antara lain adalah sebagai berikut: a). antara lain adalah sebagai berikut: a).relatif mudah dan cepat menuliskan soalnya d).dapat mengukur kemampuan mengorganisasikan pikiran.

Predictive validity (validitas ramalan) Validitas ramalan artinya ketepatan (kejituan) suatu alat pengukur ditunjau dari kemampuan tes tersebut untuk meramalkan prestasi yang dicapainya kemudian. maka item-itemnya harus diambil dari bahan pelajaran kelas II. bukan mengukur kemampuan bahasa karena soal itu ditulis secara berkepanjangan dengan bahasa yang sulit dimengerti.Construct Validity (validitas konstruk/susunan teori) Yaitu ketepatan suatu tes ditinjau dari susunan tes tersebut. Cara yang digunakan untuk menilai validitas bandingan ialah dengan jalan mengkorelasikan hasilhasil yang dicapai dalam tes tersebut dengan hasil-hasil yang dicapai dalam tes yang sejenis yang telah diketahui mempunyai validitas yang tinggi (misalnya tes standar). kita harus membuat soal yang ringkas dan jelas yang benar-benar akan mengukur kecakapan ilmu pasti.Concurent validity (Validitas bandingan) Kejituan suatu tes dilihat dari korelasinya terhadap kecakapan yang telahdimilikisaat kini secara riil. 3). 2). Kalau diambilnya dari kelas III maka tes itu tidak valid lagi. bila tes tersebut sudah dapat mengukur sampel yang representatif dari materi pelajaran (subject matter) yang diberikan. 4).1). Suatu tes hasilbelajar dapat dikatakan mempunyai validitas ramlan yang tinggi. Misalnya kalau kita ingin memberikan tes kecakapan ilmu pasti. Cara yang digunakan untuk mengukur tinggi rendahnya validitas ramalan ialah dengan mencari korelasi antara nilai-nilsi yang dicapai oleh anak-anak dalam tes tersebut dengan nilai-nilai yang dicapai kemudian.Reliabilitas . apabila hasil yang dicapai siswa dalam tes tersebut betul-betul meramalakan sukses tidaknya siswa tersebut dakam pelajaran-pelajaran yang akan datang.Batasan content validity ini menggambarkan sejauh mana tes mampu mengukur materi pelajaran yang telah diberikan secara representatif dan sejauh mana pula tes dapat mengukur sampel yang representatif dari perubahan-perubahan perilaku yang diharapkan terjadi pada diri siswa. dan perubahan-perubahan perilaku (behavioral changes) yang diharapkan terjadi pada diri siswa. b). Dengan demikian suatu tes hasil belajar disebut memiliki validitas tinggi secara content.Content validity (validitas isi) Pengujian jenis validitas ini dilakukan secara logis dan rasional karena itu disebut juga rational validity atau logical validity. Misalnya apabila kita ingin memberikan tes bahasa inggris untuk kelas II.

antara lain : 1). Reliabilitas suatu tes menunjukan atau merupakan sederajat ketetapan. Contoh Waktu tes Nama siswa Andi Budi Cici Didi Evi Fifi Pengetesan pertama 6 5.6 9 6 7 8 Ranking 3. 3). Atau dengan kata lain sebuah tes dikatakan reliable apabila hasilhasil tes tersebut menunjukan ketetapan.5 8 5 6 7 Pengetesan Kedua 7 6. atau dengan tes yang pararel (eukivalen) pada waktu yang sama. misalnya suatu tes diberikan pada kepada group A. Artinya. 2).Teknik belah dua Ada dua prosedur yang dapat digunakan dalam tes belah dua ini yaitu : Prosedur ganjil-genap.a 4 1 5 3.Teknik Berulang Tehnik ini adalahdengan memberikan tes tersebut kepada sekelompok anak-anak dalam dua kesempatan yang berlainan. jika kepada para siswa diberikan tes yang sama pada waktu yang berlainan.. keterandalan atau kemantapan ( the level of consistency) tes yang bersangkutan dalam mendapatkan data (skor) yang dicapai seseorang. proses mental yang diukur. apabila tes tersebut diberikan kepadanya pada kesempatan (waktu) yang berbeda. keajegan.TeknikBentuk Paralel Teknik ini dipergunakan dua buah tes yang sejenis (tetapi tidak identik). maka setiap siswa akan tetap berada dalam urutan (ranking) yang sama dalam kelompoknya.b 2 Ada beberapa cara untuk mencari reliabilitas suatu tes. mengenai isinya. . tingkat kesukaran jumlah item dan aspek-aspek lain. artinya seluruh item yang bernomor ganjil dikumpulkan menjadi satu kelompok dan yang bernomor genap menjadi kelompok yang lain. selang 3 hari atau seminggu tes tes tersebut diberikan lagi kepada group A dengan syarat-syarat tertentu.Reliabilitas berasal dari kata reliable yang berarti dapat dipercaya. atau konsisten.

baik untuk memproduksinya maupun untuk melaksanakan dan mengolah hasilnya. atau dengan jalan menggunakan tabel bilangan random.Mudah memeriksanya artinya bahwa tes itu dilengkapi dengan kunci jawaban maupun pedoman skoringnya. b). 2). sesuai dengan tujuan 2).Spesifik. sedangkan reliabilitas menekankan ketetapan dalam hasil tes. Hal ini terutama pada sistem skoringnya. misalnya dengan jalan lotre. tenaga yang banyak danwaktu yang lama. 3). sewajarnya dapat dihasilkan alat tes (sosal-soal) yang berkualitas yang memenuhi syarat-syarat dibawah ini : 1).Mudah dilaksanakannya. a).Prosedur secara random. dalam arti yang diuji sesuai dengan tujuan yang diinginkan 3). Untuk soal yang obyektif. yaitu mengukur yang harus diukur. apabila dikaitkan dengan reliabilitas maka obyektivitas menekankan ketetapan pada sistem skoring.Shahih (valid). pemeriksaan akan lebih mudah dilakukan jika dikerjakan oleh siswa dalam lembar jawaban. mudah untuk pengadministrasiannya. Dengan mempertimbangkan kriteria-kriteriates tersebut. Ada dua faktor yang mempengaruhi subjektivitas dari sesuatu tes yaitu bentuk tes dan penilaian. misalnya tidak menuntut peralatan yang banyak dan memberi kebebasan kepada siswa untuk mengerjakan terlebih dahulu bagian yang dianggap mudah oleh siswa.Praktikabilitas Sebuah tes dikatakan memiliki praktikabilitas yang tinggi apabila tes itu bersifat praktis. Tes yang praktis adalah tes yang: 1).Ekonomis Yang dimaksud dengan ekonomis ialah bahwa pelaksanaan tes tersebut tidak membutuhkan ongkos/biaya yang mahal.Objektivitas Sebuah tes dikatakan memiliki objektivitas apabila dalam melaksanakan tes itu tidak ada faktor subyektif yang mempengaruhi. soal yang hanya dapat dijawab oleh peserta didik yang betul-betul belajar dengan rajin .Relevan.Dilengkapi dengan petunjuk-petunjuk yang jelas sehingga dapat diberikan/ diawali oleh orang lain c).

Seimbang. soal mewakili materi ajar secara keseluruhan 6). dalam arti pokok-pokok yang penting diwakili. harus ada patokan. berbeda dengan teknik tes yang lebih menekankan asfek kognitif. …. …. dan yang tidak penting tidak selalu perlu. a. yakni: pengamatan (observation).1 Vegetatif Buatan 1. KET . 11 September 2004 Jampel ke-: 1 Nama Siswa: Ali NO 1 2 3 4 5 6 KEGIATAN/ASPEK YANG DINILAI Langkah persiapan (penyiapan alat dan bahan) Cara mengelupas kulit bagian luar Cara mengelupas kulit bagian dalam Cara membersihkan getah/lendir Cara menaburkan tanah Cara membungkus dan mengikat Jumlah NILAI ….Teknik Nontes Teknik nontes sangat penting dalam mengevaluasi siswa pada ranah afektif dan psikomotor. Ada beberapa macam teknik nontes. Observasi Contoh Pedoman Observasi Mata Pelajaran: Biologi Konsep/Subkonsep: 1. dan analisis dokumen yang bersifat unobtrusive. Apa yang harus diminta.Representatif. harus dijawab berapa lengkap 5).4). …. wawancara (interview). tugas ditulis konkret. kuesioner/angket (questionanaire). 1).1. ….Tidak mengandung ketaksaan (tafsiran ganda). Mencangkok Kelas: IMA Hari/tanggal: Ahad. …. ….1.

Rata-rata …. C. D Contoh observasi dengan check-list Mengungkap perilaku/sikap siswa dalam mengikuti pelajaran Biologi Nama Siswa: Ali Kelas: II Kegiatan/ No Aspek yang dinilai 1 2 3 4 5 Hadir tepat waktu Rapi dalam berpakaian Hormat kepada guru Suka mengganggu teman Mngerjakan PR di sekolah selalu V V V V V sering kadang tdkprnh SL Sr Kd TP Rekap Penilaian b. Wawancara Terbimbing (guided interview) Nama Siswa: Kelas: Hari/ Tangal: Pokok Pembicaraan: Mengungkap kebiasaan di rumah dan penggunaan waktu luang siswa 1. Catatan: >> Pemberian nilai dapat menggunakan angka 1 – 10atau A. Apa yang kamu lakukan sepulang sekolah sampai menjelang tidur? . Wawancara(Interview) Contoh Pedoman Wawancara 1. B.

kadang-kadang d.jarang e. jenis olahraga apa? Adakah jadwal khusus untuk olahraga? 3.sering c. Apakah kamu suka olahraga.sering . saya berusaha untuk membuang ke tempat sampah: a.sangat sering b. Wawancara bebas (unguided interview) Nama Siswa: Kelas: Hari/Tgl: Pokok Pembicaraan: Mengungkap tanggapan siswa terhadap kebijakan kepala madrasah tentang Kegiatan Tadabur Alam (siswa diberikan pertanyaan-pertanyaan yang dapat dikembangkan lebih jauh atas dasar jawaban sebelumnya. Pada waktu melihat sampah bertebaran di jalan.selalu b.2. Adakah kelompok belajar di tempat tinggalmu? Bagaimana peran kamu dalam kelompok tersebut? 5. Kuesioner (Questionaire) Contoh penggunaan kuesioner Nama Siswa: 1. Kapan dan bagaimana cara kamu belajar di rumah? 2. Saya mengerjakan PR setelah teman-teman mengerjakan: a.tidak pernah 1. Dalam sepekan berapa kali kamu belajar kelompok? Mata pelajaran apa yang paling sering dibahas bersama? 4. sampai diperoleh kesimpulan yang jelas atau dibatasi waktu) c.

hubungan sosial. (c) untuk mengetahui kedudukan siswa dalam kelompoknya. intelegensi.Evaluasi merupakan salah satu kegiatan utama yang harus dilakukan oleh seorang guru dalam kegiatan pembelajaran. otentik. (b) untuk mengetahui efektivitas metode pembelajaran yang digunakan. assessment dan evaluasi 2). yakni pengukuran. 4). Terhadap pernyataan Adam tersebut. yakni sebagai berikut: 1).tidak pernah 1. saya: a. minat. Dengan penilaian. guruakan mengetahui perkembangan hasil belajar. dan penggunaan informasi tentang hasil belajar siswa dengan menerapkan prinsip-prinsip penilaian berkelanjutan. akurat.Ringkasan Atas dasar pemaparan dan pembahasan tentang evaluasi pembelajaran di atas. bakat khusus. antara lain (a) untuk mengetahui kemajuan belajar siswa setelah mengikuti kegiatan pembelajaran dalam jangka waktu tertentu.Dalam konteks penilaian ada beberapa istilah yang digunakan. sangat setuju b. maka dapat disimpulkan beberapa kajian dan pembahasan yang esensial dari bab ini. sangat tidak setuju A.c. ragu-ragu d. Adam berkata kepada temannya: “Kalau tidak ada PR kita tidak perlu belajar”. sikap dan kepribadian siswa atau peserta didik 3).kadang-kadang d. pelaporan. tidak setuju e. dan konsisten dalam kegiatan pembelajaran di bawah kewenangan guru di kelas .Penilaian Berbasis Kelas (PBK) merupakan suatu proses pengumpulan. dan (d) untuk memperoleh masukan atau umpan balik bagi guru dan siswa dalam rangka perbaikan. setuju c.jarang e.Evaluasi memiliki beberapa tujuan.

2010 EVALUASI PEMBELAJARAN FISIKA Oleh: Emiliannur.Pelaksanaan evaluasi pembelajaran dapat dilakukan dengan menggunakan berbagai alat evaluasi. Penilaian. Penilaian hasil belajar oleh Pemerintah. 3. Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan bahwa penilaian pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah terdiri atas: 1. secara umum dapat dikelompokkan menjadi dua. yakni sebagai berikut: Diskusikan dengan teman-teman Anda di kelas! 1).5). dan tes Posted on June 20.wordpress. assesmen dan pengukuran dalam konteks penilaian pembelajaran? 2).Apa yang dimaksud dengan Penilaian Berbasis Kelas? 4). skala.Apa yang dimaksud dengan evaluasi. antara lain.wordpress. Pd A. yakni alat tes dan nontes B. dan lain-lain.com/2008/01/17/evaluasipembelajaran/http://gurupkn.Pertanyaan Diskusi Untuk mengkaji lebih lanjut terkait dengan pembahasan tentang evaluasi pembelajaran ini. S. Berdasarkan pada PP. 2. tes. Penilaian (Assesment) 1. . Pengukuran.Bagaimana teknis pelaksanaan Penilaian Berbasis Kelas? 5).Bagiamanakah tahapan-tahapan pelaksanaan evaluasi dalam proses pembelajaran http://gurupkn.Apakah tujuan diberlakukannya evaluasi dalam pembelajaran? 3). Penilaian hasil belajar oleh pendidik. Definisi Penilaian (Assesment) Penilaian pendidikan adalah proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk menentukan pencapaian hasil belajar peserta didik. Dari sekian banyak alat evaluasi.com/2008/01/17/evaluasi-pembelajaran/ Evaluasi. Penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan. format observasi. kuesioner. maka ada beberapa hal yang bisa didiskusikan di kelas.

Setiap satuan pendidikan selain melakukan perencanaan dan proses pembelajaran. Mengetahui keberhasilan proses pendidikan dan pembelajaran disekolah. Oleh sebab itu dalam penilaian hendaknya diperiksa sejauh mana perubahan tingkah laku siswa telah terjadi melalui proses belajarnya. juga melakukan penilaian hasil pembelajaran sebagai upaya terlaksananya proses pembelajaran yang efektif dan efisien. Dengan pendeskripsian kecakapan tersebut dapat diketahui pula posisi kemampuan siswa dibandingkan dengan siswa lainnya 2. Sedangkan menurut Nana Sudjana (1989: 220). dimana proses penentuan nilai berlangsung dalam bentuk interpretasi yang kemudian diakhiri dengan suatu “judgment“. dapat diambil tindakan perbaikan proses pembelajaran dan perbaikan siswa yang bersangkutan. assessment adalah istilah umum yang melibatkan semua rangkaian prosedur yang digunakan untuk mendapatkan informasi tentang hasil belajar siswa atau peserta didik (misalnya: observasi. dalam aspek intelektual. tes tertulis) dan pelaksanan penilaian mengenai kemajuan belajar siswa (peserta didik). moral. analisis. skala bertingkat tentang kinerja. 2. penilaian adalah proses untuk menentukan nilai dari suatu obyek atau peristiwa dalam suatu konteks situasi tertentu. dan ketrampilan yakni seberapa jauh keefektifannya dalam . interpretasi informasi untuk membuat keputusan. emosional. Penilaian (assessment) dalam Akhmad Sudrajat (2008). Di dalam Surya Darma (2008). memberikan bimbingan dan bantuan belajar kepada siswa. tetapi juga sebagai umpan balik bagi upaya memperbaiki proses pembelajaran. Dalam penilaian ini dilihat sejauh mana keefektifan proses pebelajaran dalam mengupayakan perubahan tingkah laku siswa. tujuan dari penilaian hasil belajar adalah untuk : 1. adalah penerapan berbagai cara dan penggunaan beragam alat penilaian untuk memperoleh informasi tentang sejauh mana hasil belajar peserta didik atau ketercapaian kompetensi (rangkaian kemampuan) peserta didik. Penilaian menjawab pertanyaan tentang sebaik apa hasil atau prestasi belajar seorang peserta didik. penilaian hasil dan proses belajar saling berkaitan satu sama lain sebab hasil belajar yang dicapai siswa merupakan akibat dari proses pembelajaran yang ditempuhnya (pengalaman belajarnya). sosial. Oleh sebab itu. Menurut Linn dan Gronlund. deskripsi verbal). hasil penilaian tidak hanya bermanfaat untuk mengetahui tercapai tidaknya perubahan tingkah laku siswa. Tujuan dan Fungsi Penilaian (Assesment) Tujuan pembelajaran pada hakikatnya adalah perubahan tingkah laku pada diri siswa. Hasil penilaian dapat berupa nilai kualitatif (pernyataan naratif dalam kata-kata) dan nilai kuantitatif (berupa angka). Pengukuran berhubungan dengan proses pencarian atau penentuan nilai kuantitatif tersebut. Mendeskripsikan kecakapan belajar para siswa sehingga dapat diketahui kelebihan dan kekurangannya dalam berbagai bidang studi atau mata pelajaran yang ditempuhnya. Misalnya dengan melakukan perubahan dalam strategi mengajar. Dengan perkataan lain. Penilaian adalah proses sistematis meliputi pengumpulan informasi (angka. Dengan mengetahui tercapai tidaknya tujuan pembelajaran.

Dalam Akhmad Sudrajat (2008). dan prediksi. membuat keputusan tentang langkah berikutnya. seleksi. dalam hal ini para siswa agar menjadi manusia yang berkualitas. Contoh dari penilaian ini adalah tes bakat skolastik atau tes potensi akademik. penilaian ditujukan untuk memisahkan antara peserta didik yang masuk dalam kategori tertentu dan yang tidak. penilaian bertujuan untuk mengevaluasi hasil belajar peserta didik dalam rangka membantu peserta didik memahami dirinya. dan para orang tua siswa. Karena itu. bimbingan. misalnya dinas pendidikan setempat melalui petugas yang menanganinya. Dalam mempertanggungjawabkan hasil-hasil yang telah dicapainya. 6. Pihak yang dimaksud meliputi pemerintah. Kegagalan para siswa dalam hasil belajar yang dicapainya hendakmya tidak dipandang sebagai kekurangan pada diri siswa semata-mata. Sebagai alat seleksi. pengembangan kepribadian maupun untuk penjurusan. Menentukan tindak lanjut hasil penilaian. sekolah memberikan laporan berbagai kekuatan dan kelemahan pelaksanaan sistem pendidikan serta kendala yang dihadapinya. fungsi penilaian untuk menentukan seseorang dapat masuk atau tidak di sekolah tertentu. 4. Sebagai alat diagnosis. Untuk menggambarkan sejauh mana seorang peserta didik telah menguasai kompetensi. 1. penilaian bertujuan untuk mendapatkan informasi yang dapat memprediksi bagaimana kinerja peserta didik pada jenjang pendidikan berikutnya atau dalam pekerjaan yang sesuai. Sebagai alat prediksi. 3. semester. Sebagai bimbingan. 2. Ini akan membantu guru menentukan apakah seseorang perlu remidiasi atau pengayaan.mengubah tingkah laku para siswa ke arah tujuan pendidikan yang diharapkan. tetapi juga bisa disebabkan oleh program pembelajaran yang diberikan kepadanya atau oleh kesalahan strategi dalam mekalsanakan program tersebut. mengetahui tingkat penguasaan kompetensi. fungsi penilaian untuk grading ini cenderung membandingkan anak dengan anak yang lain sehingga lebih mengacu kepada penilaian acuan norma (norm-referenced assessment). masyarakat. 3. Memberikan pertanggungjawaban (accountability) dari pihak sekolah kepada pihak-pihak yang berkepentingan. 5. Di dalam Arikunto (2005: 10) tujuan dan fungsi penilaian adalah: . Misalnya kekurangtepatan dalam memilih dan menggunakan metode mengajar dan alat bantu pembelajaran. yakni melakukan perbaikan dan penyempurnaan dalam hal program pendidikan dan pembelajaran serta strategi pelaksanaannya. penilaian memiliki tujuan yang sangat penting dalam pembelajaran. Keberhasilan pendidikan dan pembelajaran penting artinya mengingat peranannya sebagai upaya memanusiakan atau membudayakan manusia. 4. Peserta didik yang boleh masuk sekolah tertentu atau yang tidak boleh. Sebagai grading. diantaranya untuk grading. penilaian ditujukan untuk menentukan atau membedakan kedudukan hasil kerja peserta didik dibandingkan dengan peserta didik lain. Laporan disampaikan kepada pihak yang berkepentingan. diagnosis. Dalam hal ini. Penilaian ini akan menunjukkan kedudukan peserta didik dalam urutan dibandingkan dengan anak yang lain. Sedangkan pertanggungjawaban kepada masyarakat dan orang tua disampaikan melalui laporan kemajuan belajar siswa (raport) pada setiap akhir program. penilaian bertujuan menunjukkan kesulitan belajar yang dialami peserta didik dan kemungkinan prestasi yang bisa dikembangkan. baik untuk pemilihan program.

digunakan suatu penilaian. Tujuan Umum : 1) 2) 3) menilai pencapaian kompetensi peserta didik. 1. Penilaian berfungsi diagnostic Dengan mengadakan penilaian.1. tujuan untuk melihat tingkat penguasaan kompetensi. . Penilaian berfungsi selektif Dengan cara mengadakan penilaian guru mempunyai cara untuk mengadakan seleksi atau penilaian terhadap siswanya. dan diagnostik merupakan peranan utama dalam penilaian. memperbaiki proses pembelajaran. Atau dapat disimpulkan tujuan penilaian hasil belajar 1. sebagai bahan penyusunan laporan kemajuan belajar siswa. Dari keenam tujuan penilaian tersebut. 1. bimbingan. 1. Penilaian berfungsi sebagai penempatan Untuk dapat menentukan dengan pasti di kelompok mana seorang siswa harus ditempatkan. Dengan diketahinya sebab kelemahan akan lebih mudah dicari cara untuk mengatasinya. Tujuan Khusus : 1) mengetahui kemajuan dan hasil belajar siswa. Penilaian berfungsi sebagai pengukur keberhasilan Fungsi keempat ini dimaksudkan untuk mengetahui sejauh mana suatu program berhasil diterapkan. sebenarnya guru mengadakan diagnosis kepada siswa tentang kebaikan dan kelemahan. Penilaian itu sendiri mempunyai tujuan antara lain 1) 2) 3) 4) Untuk memilih siswa yang dapat diterima di sekolah tertentu Untuk memilih siswa yang dapat naik ke kelas atau tingkat berikutnya Untuk memilih siswa yang seharusnya mendapat beasiswa Untuk memilih siswa yang sudah berak meninggalkan sekolah dan sebagainya 1.

5) memotivasi belajar siswa dengan cara mengenal dan memahami diri dan merangsang untuk melakukan usaha perbaikan.2) 3) 4) mendiagnosis kesulitan belajar. Pada semester dua penilaian dilakukan melalui ulangan harian. 2. Hasil pengolahan dan analisis nilai tersebut digunakan untuk mengisi nilai rapor pada semester dua. (b) bahan penyusunan laporan kemajuan hasil belajar. ulangan akhir semester. penilaian berfungsi sebagai berikut: 1. ulangan tengah semester. 4. ayat (2) menjelaskan bahwa penilaian hasil belajar oleh pendidik digunakan untuk (a) menilai pencapaian kompetensi peserta didik. Evaluasi diri terhadap kinerja siswa. Berdasarkan pada PP. Meningkatkan motivasi belajar siswa. strategi pembelajaran yang digunakan guru. dan perbaikan hasil belajar dalam bentuk ulangan harian. Hasil pengolahan dan analisis nilai tersebut digunakan untuk mengisi nilai rapor semester satu. proyek. dan ulangan kenaikan kelas. 1. proyek. Umpan balik dalam perbaikan proses belajar mengajar. Sesuai dengan tujuan tersebut. ulangan akhir semester. kemajuan. Dalam laporan tersebut dikemukakan kemampuan dan kecakapan belajar siswa dalam berbagai bidang studi atau mata pelajaran dalam bentuk nilai-nilai prestasi yang dicapainya. Untuk menilai . Dan fungsi penilaian hasil belajar sebagai berikut. penentuan kenaikan kelas. 3. Alat untuk mengetahui tercapai-tidaknya tujuan pembelajaran. dan dilengkapi dengan tugas-tugas lain seperti pekerjaan rumah (PR). dan (c) memperbaiki proses pembelajaran. Dengan fungsi ini maka penilaian harus mengacu pada rumusan-rumusan tujuan pembelajaran sebagai penjabaran dari kompetensi mata pelajaran. Dalam rangka penilaian hasil belajar (rapor) pada semester satu penilaian dapat dilakukan melalui ulangan harian. Di dalam Surya Darma (2008). dll. Bahan pertimbangan dalam menentukan kenaikan kelas. pengamatan dan produk. media pembelajaran. Selanjutnya. 3. penilaian menuntut guru agar secara langsung atau tak langsung mampu melaksanakan penilaian dalam keseluruhan proses pembelajaran. ulangan tengah semester. pengamatan dan produk. 2. Dasar dalam menyusun laporan kemajuan belajar siswa kepada para orang tuanya. Perbaikan mungkin dilakukan dalam hal tujuan pembelajaran. ulangan kenaikan kelas dan dilengkapi dengan tugas-tugas lain seperti PR. kegiatan atau pengalaman belajar siswa. Umpan balik bagi perbaikan proses belajar-mengajar. memberikan umpan balik/perbaikan proses belajar mengajar. Nomor 19 tentang Standar Nasional Pendidikan pasal 64 ayat (1) dijelaskan bahwa penilaian hasil belajar oleh pendidik dilakukan secara berkesinambungan untuk memantau proses. ulangan tengah semester.

tentu saja berbagai jenis penilaian perlu diberikan sesuai dengan kompetensi yang akan dinilai. Portofolio. bertujuan sebagai alat formatif maupun sumatif. Demonstrasi/perbuatan. 3) Dinamis Portofolio bersifat dinamis artinya portfolio mencakup perkembangan dan perubahan. terdapat beberapa karakteristik esensial dalam pengembangan berbagai bentuk portofolio. Menurut Barton dan Collins dalam Suraprana dan Hatta (2004: 82). dll Guru dewasa ini mulai beralih ke pendekatan penilaian antara lain tes penampilan (performance test) dan penilaian portofolio (portofolio assessment). Menulis/Essei. Performance. Respon tertulis. tujuan penilaian adalah memberikan masukan informasi secara komprehensif tentang hasil belajar peserta didik. Presentasi. Ceklist. dan penilaian tertulis (paper and pencil test). Bentuk Penerapan Asesmen Autentik menurut Corebima. artinya ditinjau dari konteks maupun fakta harus saling berkaitansatu sama lain (context and evidence are directly linked). Merancang sebuah mobil. Jadi. Portofolio ditujukan untuk penilaian sumatif pada akhir semester atau akhir pelajaran. 1. Analisis lisan. Merevisi. . hasil karya (produk). Tugas problem solving kelompok. seperti unjuk kerja/kinerja (performance). 2) Authentic Evidence peserta didik harus autentik.sejauhmana siswa telah menguasai beragam kompetensi. Portofolio sebagai alat formatif digunakan untuk memantau kemajuan peserta didik dari hari ke hari dan untuk mendorong peserta didik dalam merefleksi pembelajaran mereka sendiri. Portofolio Penilaian portofolio dalam Suraprana dan Hatta (2004: 75). Simulasi. Proyek. baik dilihat ketika saat kegiatan pembelajaran berlangsung maupun dilihat dari hasil akhirnya. dengan menggunakan berbagai cara penilaian sesuai dengan kompetensi yang diharapkan dapat dicapai peserta didik. 3. Mendiskusikan masalah. Penelitian. authentic assessment (penilaian autentik) merupakan pendekatan penilaian yang melibatkan peserta didik secara realistis dalam menilai prestasi mereka sendiri. Membuat presentasi tentang emosi orang. Dengan kata lain guru sedang mencari jalan paling baik untuk menilai peserta didik. Contoh Penilaian (Assesment) Dalam Suraprana dan Hatta (2004: 71). kumpulan hasil kerja siswa (portofolio). penugasan (proyek). yaitu: 1) Multi sumber Multisumber artinya portofolio memungkinkan untuk menilai berbagai macam evidence. Wawancara lisan. Evaluasi.

Berdasarkan pada PP. 6) Kepemilikan Portofolio tidak hanya sekedar menilai atau membuat peringkat peserta didik yang satu dengan lainnya tetapi harus menyambungkan antara evidence peserta didik dengan standar kompetensi. kompetensi dasar. kompetensi dasar. S. 5) Integrasi Portofolio senantiasa berkaitan dengan program yang dilakukan peserta didik di kelas dan dengan kehidupan nyata. Definisi Penilaian (Assesment) Penilaian pendidikan adalah proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk menentukan pencapaian hasil belajar peserta didik.4) Eksplisit Portofolio haruslah jelas. Pengukuran. artinya semua tujuan pembelajaran berupa kompetensi dasar dan indicator harus dinyatakan secara jelas. Pd A. Penilaian. Penilaian (Assesment) 1. 7) Beragam tujuan Portofolio tidak hanya mengacu pada satu standar kompetensi. Nomor 19 tahun 2005 tentang . dan tes Posted on June 20. atau indicator pencapaian belajar. atau indicator pencapaian belajar tetapi juga mengacu pada beberapa indicator pencapaian hasil belajar Beberapa criteria penilaian portofolio dalam Suraprana dan Hatta (2004: 121): 1) 2) Apa yang digunakan untuk mengukur tujuan tersebut? Strategi apa yang digunakan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan 3) Evidence mana yang akan dipilih untuk dimasukkan ke dalam portofolio dan memenuhi criteria yang telah ditetapkan? Contoh Informasi Portofolio Fisika SMP kelas IX Evaluasi. 2010 EVALUASI PEMBELAJARAN FISIKA Oleh: Emiliannur.

adalah penerapan berbagai cara dan penggunaan beragam alat penilaian untuk memperoleh informasi tentang sejauh mana hasil belajar peserta didik atau ketercapaian kompetensi (rangkaian kemampuan) peserta didik. penilaian adalah proses untuk menentukan nilai dari suatu obyek atau peristiwa dalam suatu konteks situasi tertentu. interpretasi informasi untuk membuat keputusan. Dengan perkataan lain. 3. Hasil penilaian dapat berupa nilai kualitatif (pernyataan naratif dalam kata-kata) dan nilai kuantitatif (berupa angka). hasil penilaian tidak hanya bermanfaat untuk mengetahui tercapai tidaknya perubahan tingkah laku siswa. Penilaian adalah proses sistematis meliputi pengumpulan informasi (angka. dapat diambil tindakan perbaikan proses pembelajaran dan perbaikan siswa yang bersangkutan. deskripsi verbal). assessment adalah istilah umum yang melibatkan semua rangkaian prosedur yang digunakan untuk mendapatkan informasi tentang hasil belajar siswa atau peserta didik (misalnya: observasi. tes tertulis) dan pelaksanan penilaian mengenai kemajuan belajar siswa (peserta didik). skala bertingkat tentang kinerja. Penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan. juga melakukan penilaian hasil pembelajaran sebagai upaya terlaksananya proses pembelajaran yang efektif dan efisien. Penilaian (assessment) dalam Akhmad Sudrajat (2008). Dalam penilaian ini dilihat sejauh mana keefektifan proses pebelajaran dalam mengupayakan perubahan tingkah laku siswa. Dengan mengetahui tercapai tidaknya tujuan pembelajaran. . Penilaian menjawab pertanyaan tentang sebaik apa hasil atau prestasi belajar seorang peserta didik. Penilaian hasil belajar oleh pendidik. Pengukuran berhubungan dengan proses pencarian atau penentuan nilai kuantitatif tersebut. Sedangkan menurut Nana Sudjana (1989: 220). dimana proses penentuan nilai berlangsung dalam bentuk interpretasi yang kemudian diakhiri dengan suatu “judgment“.Standar Nasional Pendidikan bahwa penilaian pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah terdiri atas: 1. Misalnya dengan melakukan perubahan dalam strategi mengajar. Tujuan dan Fungsi Penilaian (Assesment) Tujuan pembelajaran pada hakikatnya adalah perubahan tingkah laku pada diri siswa. memberikan bimbingan dan bantuan belajar kepada siswa. 2. analisis. Oleh sebab itu. penilaian hasil dan proses belajar saling berkaitan satu sama lain sebab hasil belajar yang dicapai siswa merupakan akibat dari proses pembelajaran yang ditempuhnya (pengalaman belajarnya). Oleh sebab itu dalam penilaian hendaknya diperiksa sejauh mana perubahan tingkah laku siswa telah terjadi melalui proses belajarnya. 2. Menurut Linn dan Gronlund. Setiap satuan pendidikan selain melakukan perencanaan dan proses pembelajaran. Penilaian hasil belajar oleh Pemerintah. tetapi juga sebagai umpan balik bagi upaya memperbaiki proses pembelajaran.

Mengetahui keberhasilan proses pendidikan dan pembelajaran disekolah. pengembangan kepribadian maupun untuk penjurusan. dan para orang tua siswa. Peserta didik yang boleh masuk sekolah tertentu atau yang tidak boleh. Dalam hal ini. Sedangkan pertanggungjawaban kepada masyarakat dan orang tua disampaikan melalui laporan kemajuan belajar siswa (raport) pada setiap akhir program. fungsi penilaian untuk grading ini cenderung membandingkan anak dengan anak yang lain sehingga lebih mengacu kepada penilaian acuan norma (norm-referenced assessment). 1. Sebagai grading. sosial.Di dalam Surya Darma (2008). 2. penilaian ditujukan untuk memisahkan antara peserta didik yang masuk dalam kategori tertentu dan yang tidak. membuat keputusan tentang langkah berikutnya. fungsi penilaian untuk menentukan seseorang dapat masuk atau tidak di sekolah tertentu. penilaian ditujukan untuk menentukan atau membedakan kedudukan hasil kerja peserta didik dibandingkan dengan peserta didik lain. Dalam Akhmad Sudrajat (2008). baik untuk pemilihan program. dalam aspek intelektual. Sebagai alat seleksi. penilaian bertujuan untuk mengevaluasi hasil belajar peserta didik dalam rangka membantu peserta didik memahami dirinya. dalam hal ini para siswa agar menjadi manusia yang berkualitas. misalnya dinas pendidikan setempat melalui petugas yang menanganinya. Penilaian ini akan menunjukkan kedudukan peserta didik dalam urutan dibandingkan dengan anak yang lain. . moral. Karena itu. Mendeskripsikan kecakapan belajar para siswa sehingga dapat diketahui kelebihan dan kekurangannya dalam berbagai bidang studi atau mata pelajaran yang ditempuhnya. yakni melakukan perbaikan dan penyempurnaan dalam hal program pendidikan dan pembelajaran serta strategi pelaksanaannya. Laporan disampaikan kepada pihak yang berkepentingan. tetapi juga bisa disebabkan oleh program pembelajaran yang diberikan kepadanya atau oleh kesalahan strategi dalam mekalsanakan program tersebut. Menentukan tindak lanjut hasil penilaian. semester. Memberikan pertanggungjawaban (accountability) dari pihak sekolah kepada pihak-pihak yang berkepentingan. 3. Dalam mempertanggungjawabkan hasil-hasil yang telah dicapainya. Sebagai bimbingan. Pihak yang dimaksud meliputi pemerintah. penilaian memiliki tujuan yang sangat penting dalam pembelajaran. 3. 4. bimbingan. dan ketrampilan yakni seberapa jauh keefektifannya dalam mengubah tingkah laku para siswa ke arah tujuan pendidikan yang diharapkan. diantaranya untuk grading. masyarakat. diagnosis. Untuk menggambarkan sejauh mana seorang peserta didik telah menguasai kompetensi. mengetahui tingkat penguasaan kompetensi. Keberhasilan pendidikan dan pembelajaran penting artinya mengingat peranannya sebagai upaya memanusiakan atau membudayakan manusia. seleksi. 4. sekolah memberikan laporan berbagai kekuatan dan kelemahan pelaksanaan sistem pendidikan serta kendala yang dihadapinya. Misalnya kekurangtepatan dalam memilih dan menggunakan metode mengajar dan alat bantu pembelajaran. tujuan dari penilaian hasil belajar adalah untuk : 1. emosional. Kegagalan para siswa dalam hasil belajar yang dicapainya hendakmya tidak dipandang sebagai kekurangan pada diri siswa semata-mata. Dengan pendeskripsian kecakapan tersebut dapat diketahui pula posisi kemampuan siswa dibandingkan dengan siswa lainnya 2. dan prediksi.

Di dalam Arikunto (2005: 10) tujuan dan fungsi penilaian adalah: 1. 1. Dengan diketahinya sebab kelemahan akan lebih mudah dicari cara untuk mengatasinya. Atau dapat disimpulkan tujuan penilaian hasil belajar 1. Contoh dari penilaian ini adalah tes bakat skolastik atau tes potensi akademik.5. Ini akan membantu guru menentukan apakah seseorang perlu remidiasi atau pengayaan. penilaian bertujuan untuk mendapatkan informasi yang dapat memprediksi bagaimana kinerja peserta didik pada jenjang pendidikan berikutnya atau dalam pekerjaan yang sesuai. tujuan untuk melihat tingkat penguasaan kompetensi. bimbingan. Penilaian berfungsi sebagai penempatan Untuk dapat menentukan dengan pasti di kelompok mana seorang siswa harus ditempatkan. Sebagai alat prediksi. digunakan suatu penilaian. Penilaian berfungsi sebagai pengukur keberhasilan Fungsi keempat ini dimaksudkan untuk mengetahui sejauh mana suatu program berhasil diterapkan. Sebagai alat diagnosis. 1. dan diagnostik merupakan peranan utama dalam penilaian. 6. sebenarnya guru mengadakan diagnosis kepada siswa tentang kebaikan dan kelemahan. penilaian bertujuan menunjukkan kesulitan belajar yang dialami peserta didik dan kemungkinan prestasi yang bisa dikembangkan. Penilaian berfungsi diagnostic Dengan mengadakan penilaian. Penilaian berfungsi selektif Dengan cara mengadakan penilaian guru mempunyai cara untuk mengadakan seleksi atau penilaian terhadap siswanya. Penilaian itu sendiri mempunyai tujuan antara lain 1) 2) 3) 4) Untuk memilih siswa yang dapat diterima di sekolah tertentu Untuk memilih siswa yang dapat naik ke kelas atau tingkat berikutnya Untuk memilih siswa yang seharusnya mendapat beasiswa Untuk memilih siswa yang sudah berak meninggalkan sekolah dan sebagainya 1. Dari keenam tujuan penilaian tersebut. Tujuan Umum : 1) menilai pencapaian kompetensi peserta didik. .

Alat untuk mengetahui tercapai-tidaknya tujuan pembelajaran. 5) memotivasi belajar siswa dengan cara mengenal dan memahami diri dan merangsang untuk melakukan usaha perbaikan. memberikan umpan balik/perbaikan proses belajar mengajar. . sebagai bahan penyusunan laporan kemajuan belajar siswa. Dalam rangka penilaian hasil belajar (rapor) pada semester satu penilaian dapat dilakukan melalui ulangan harian. strategi pembelajaran yang digunakan guru. dan dilengkapi dengan tugas-tugas lain seperti pekerjaan rumah (PR). ulangan tengah semester. 2. pengamatan dan produk. ulangan akhir semester. Berdasarkan pada PP. (b) bahan penyusunan laporan kemajuan hasil belajar. Bahan pertimbangan dalam menentukan kenaikan kelas. 1. ulangan tengah semester. 3. proyek. Selanjutnya. ayat (2) menjelaskan bahwa penilaian hasil belajar oleh pendidik digunakan untuk (a) menilai pencapaian kompetensi peserta didik. penilaian berfungsi sebagai berikut: 1. ulangan akhir semester. Nomor 19 tentang Standar Nasional Pendidikan pasal 64 ayat (1) dijelaskan bahwa penilaian hasil belajar oleh pendidik dilakukan secara berkesinambungan untuk memantau proses. kegiatan atau pengalaman belajar siswa. dan perbaikan hasil belajar dalam bentuk ulangan harian.2) 3) memperbaiki proses pembelajaran. 1. Evaluasi diri terhadap kinerja siswa. 3. Dan fungsi penilaian hasil belajar sebagai berikut. Perbaikan mungkin dilakukan dalam hal tujuan pembelajaran. Dengan fungsi ini maka penilaian harus mengacu pada rumusan-rumusan tujuan pembelajaran sebagai penjabaran dari kompetensi mata pelajaran. kemajuan. 4. 2. penentuan kenaikan kelas. Tujuan Khusus : 1) 2) 3) 4) mengetahui kemajuan dan hasil belajar siswa. mendiagnosis kesulitan belajar. dan (c) memperbaiki proses pembelajaran. media pembelajaran. Dasar dalam menyusun laporan kemajuan belajar siswa kepada para orang tuanya. dll. Meningkatkan motivasi belajar siswa. Umpan balik bagi perbaikan proses belajar-mengajar. Di dalam Surya Darma (2008). dan ulangan kenaikan kelas. Umpan balik dalam perbaikan proses belajar mengajar. Dalam laporan tersebut dikemukakan kemampuan dan kecakapan belajar siswa dalam berbagai bidang studi atau mata pelajaran dalam bentuk nilai-nilai prestasi yang dicapainya.

Membuat presentasi tentang emosi orang. bertujuan sebagai alat formatif maupun sumatif. penilaian menuntut guru agar secara langsung atau tak langsung mampu melaksanakan penilaian dalam keseluruhan proses pembelajaran. Presentasi. Portofolio. Pada semester dua penilaian dilakukan melalui ulangan harian. Portofolio ditujukan untuk penilaian sumatif pada akhir semester atau akhir pelajaran. Mendiskusikan masalah. Menulis/Essei. tujuan penilaian adalah memberikan masukan informasi secara komprehensif tentang hasil belajar peserta didik. tentu saja berbagai jenis penilaian perlu diberikan sesuai dengan kompetensi yang akan dinilai. pengamatan dan produk. Contoh Penilaian (Assesment) Dalam Suraprana dan Hatta (2004: 71). proyek. Penelitian. Hasil pengolahan dan analisis nilai tersebut digunakan untuk mengisi nilai rapor pada semester dua. kumpulan hasil kerja siswa (portofolio). dan penilaian tertulis (paper and pencil test). Untuk menilai sejauhmana siswa telah menguasai beragam kompetensi. Tugas problem solving kelompok. authentic assessment (penilaian autentik) merupakan pendekatan penilaian yang melibatkan peserta didik secara realistis dalam menilai prestasi mereka sendiri. dengan menggunakan berbagai cara penilaian sesuai dengan kompetensi yang diharapkan dapat dicapai peserta didik. Portofolio sebagai alat formatif digunakan untuk memantau kemajuan peserta didik dari hari ke hari dan untuk mendorong peserta didik dalam merefleksi pembelajaran mereka sendiri. dll Guru dewasa ini mulai beralih ke pendekatan penilaian antara lain tes penampilan (performance test) dan penilaian portofolio (portofolio assessment). hasil karya (produk). Performance. Bentuk Penerapan Asesmen Autentik menurut Corebima. Merevisi. terdapat beberapa karakteristik esensial dalam pengembangan berbagai bentuk portofolio. yaitu: 1) Multi sumber Multisumber artinya portofolio memungkinkan untuk menilai berbagai macam evidence. Analisis lisan. Portofolio Penilaian portofolio dalam Suraprana dan Hatta (2004: 75). Jadi. baik dilihat ketika saat kegiatan pembelajaran berlangsung maupun dilihat dari hasil akhirnya. Simulasi. ulangan tengah semester. 2) Authentic . Demonstrasi/perbuatan. ulangan kenaikan kelas dan dilengkapi dengan tugas-tugas lain seperti PR. Sesuai dengan tujuan tersebut. penugasan (proyek). Menurut Barton dan Collins dalam Suraprana dan Hatta (2004: 82). Wawancara lisan. Respon tertulis. Proyek.Hasil pengolahan dan analisis nilai tersebut digunakan untuk mengisi nilai rapor semester satu. Merancang sebuah mobil. 1. Dengan kata lain guru sedang mencari jalan paling baik untuk menilai peserta didik. 3. Evaluasi. Ceklist. seperti unjuk kerja/kinerja (performance).

kompetensi dasar.wordpress.com/2010/06/20/evaluasi-penilaian-pengukuran-dantes/http://emiliannur. atau indicator pencapaian belajar tetapi juga mengacu pada beberapa indicator pencapaian hasil belajar Beberapa criteria penilaian portofolio dalam Suraprana dan Hatta (2004: 121): 1) 2) Apa yang digunakan untuk mengukur tujuan tersebut? Strategi apa yang digunakan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan 3) Evidence mana yang akan dipilih untuk dimasukkan ke dalam portofolio dan memenuhi criteria yang telah ditetapkan? Contoh Informasi Portofolio Fisika SMP kelas IX http://emiliannur. atau indicator pencapaian belajar. 4) Eksplisit Portofolio haruslah jelas.com/2010/06/20/evaluasi-penilaian-pengukuran-dantes/http://emiliannur. 6) Kepemilikan Portofolio tidak hanya sekedar menilai atau membuat peringkat peserta didik yang satu dengan lainnya tetapi harus menyambungkan antara evidence peserta didik dengan standar kompetensi.Evidence peserta didik harus autentik.wordpress. artinya ditinjau dari konteks maupun fakta harus saling berkaitansatu sama lain (context and evidence are directly linked).wordpress. kompetensi dasar.com/2010/06/20/evaluasi-penilaian-pengukuran-dan-tes/v Jenis Perilaku yang Dapat Diukur . 3) Dinamis Portofolio bersifat dinamis artinya portfolio mencakup perkembangan dan perubahan. 7) Beragam tujuan Portofolio tidak hanya mengacu pada satu standar kompetensi. 5) Integrasi Portofolio senantiasa berkaitan dengan program yang dilakukan peserta didik di kelas dan dengan kehidupan nyata. artinya semua tujuan pembelajaran berupa kompetensi dasar dan indicator harus dinyatakan secara jelas.

(4) keterampilan motorist melaksanakan/menjalankan sesuatu. Jenis perilaku yang dikembangkan R. menata/mengurutkan. di antaranya seperti Benjamin S. mengingat kembali. Bloom adalah: (1) Ingatan di antaranya seperti: menyebutkan. menilai. Domain psikomotor yang dikembangkan Norman E. 3. hubungan dan pola.W. 7. memutuskan. (2) menjawab. Membandingkan   . mengambil kesimpulan. (6) keterampilan menghasilkan keterampilan baru. Keterampilan berpikir yang dikembangkan Linn dan Gronlund adalah seperti berikut. membenarkan pembuktian. mengklasifikasikan. (5) Sintesis antaranya seperti: menghubungkan. Hubungan sebab-akibat . (5) sikap: kemampuan untuk memilih sesuatu. penulis soal dapat mengambil atau memperhatikan jenis perilaku yang telah dikembangkan oleh para ahli pendidikan. mengorganisasikan. mengelompokkan. Gagne adalah: (1) kemampuan intelektual: diskriminasi.W. de Maclay. mengubah. (5) evaluasi.Dalam menentukan perilaku yang akan diukur. de Maclay adalah: (1) persepsi. seperti: membandingkan. identifikasi/konsep yang nyata. memperkirakan. (2) analisis. seperti: merekam. Robert M. 2. (7) karakterisasi dari nilai. Bloom. kesalahan. 4. (4) mekanisme. R. seperti: mendefinisikan. (8) keterampilan menilai. (5) keterampilan menganalisis. menganalisis. a. seperti: menyimpulkan. Gronlund dan R. (4) penyimpulan. demonstrasi. (4) keterampilan mengorganisasi. menunjukkan. (2) strategi kognitif: menghasilkan suatu pemecahan. menentukan. menerapkan. (3) keterampilan mengingat. seperti mengenali: sifat dari komponen. Quellmalz. seperti: menetapkan kriteria. (6) Evaluasi di antaranya seperti: menafsirkan. merumuskan pertanyaan. (3) informasi verbal: menyatakan sesuatu secara oral. J. (3) respon terpimpin. menyusun. Domain afektif yang dikembangkan David Krathwohl adalah: (1) menerima. (2) keterampilan mengumpulkan informasi. merumuskan tujuan. seperti: mengamati. 6. (6) organisasi. Gronlund dan R. Norman E. Mazano dkk. memprediksi. Jenis perilaku yang dikembangkan Robert M.Bandingkan dua cara berikut tentang …. menyusun kembali. Gagne. (7) keterampilan memadu (integreting skills). seperti: meringkas. 1. menyajikan. mengkategorikan. mengupas atau mengurai. ide pokok. (3) Penerapan di antaranya seperti: menggunakan. adalah: (1) keterampilan memusat (focusing skills). mengembangkan. (5) respon yang kompleks. Jenis perilaku yang dikembangkan Quellmalz adalah: (1) ingatan. Linn dan Gronlund. Mazano dkk. (4) Analisis di antaranya seperti: membandingkan. (3) perbandingan. generalisasi/menghasilkan sesuatu. (3) menilai. (2) kesiapan.J. mendefinisikan.Apa persamaan dan perbedaan antara … dan… . mengingat. memberi contoh. (2) Pemahaman di antaranya seperti: membedakan. Ranah kognitif yang dikembangkan Benjamin S. David Krathwohl. b. klasifikasi.

Daftar dan beri alasan singkat tentang ciri utama ….Apa akibat … c. Meringkas   .Berdasarkan ….Tuliskan beberapa cara sesuai dengan ide Anda tentang ….   Sintesis . f. mengapa? . Analisis   . Memberi alasan (justifying)   .Apa reaksi A terhadap … g.Susunlah beberapa kesimpulan yang berasal dari data ….Jelaskan mengapa kamu setuju/tidak setuju dengan pernyataan tentang …. . i. Mengelompokkan   .Tuliskan … dengan menggunakan pedoman….Ringkaslah dengan tepat isi … e.Tulislah sebuah pernyataan yang dapat menjelaskan peristiwa berikut …. j. .Kelompokkan hal berikut berdasarkan ….Apakah hal berikut memiliki … h. d.  . Menciptakan   . Menyimpulkan   .Tuliskan pernyataan penting yang termasuk … . Menerapkan   . . .Manakah penulisan yang salah pada paragraf ….Manakah pilihan berikut yang kamu pilih. k.Lengkapilah cerita … tentang apa yang akan terjadi bila …. apa yang akan terjadi bila . .Tuliskan satu rencana untuk pembuktian … .Apa penyebab utama … .Selesaikan hal berikut dengan menggunakan kaidah …. Berpendapat (inferring)   .Tuliskan sebuah laporan … .

Praktik – – 1 – – 1 – . Bila ingin mengukur perilaku yang lebih tinggi..1 ………… 3. Dari susunan perilaku itu. ………. ……….1 ………… 2. Evaluasi   . ……….. ……….. berdasarkan rumusan kompetensinya (baik standar kompetensi maupun kompetensi dasar). mulai dari perilaku yang sangat sederhana/mudah sampai dengan perilaku yang paling sulit/tinggi. 6 3 4 5 8 6 – Uraian – 1 – 1 1 – 2 Jumlah soal Dasar 1 2 3 4 5 6 7 1. yaitu perilaku yang sesuai dengan kemampuan peserta didik di kelas.3 ………… 2. Penentuan Perilaku yang Akan Diukur Setelah kegiatan penentuan materi yang akan ditanyakan selesai dikerjakan.2 ………… 3.. Perilaku yang akan diukur. dipilih satu perilaku yang tepat diujikan kepada peserta didik. tuliskanlah evaluasi tentang… B. ……….2 ………… 1. Semakin tinggi kemampuan/perilaku yang diukur sesuai dengan target kompetensi. Dalam Standar Isi.l.2 ………. Untuk lebih jelasnya. C. baik standar kompetensi maupun kompetensi dasarnya. Contoh penyebaran butir soal untuk penilaian akhir semester ganjil No Kompetensi Materi Jumlah soal tes tulis PG ………. Setiap kompetensi di dalam kurikulum memiliki tingkat keluasan dan kedalaman kemampuan yang berbeda. Penentuan dan Penyebaran Soal Sebelum menyusun kisi-kisi dan butir soal perlu ditentukan jumlah soal setiap kompetensi dasar dan penyebaran soalnya..1 ………… 1. maka kegiatan berikutnya adalah menentukan secara tepat perilaku yang akan diukur. perhatikan contoh penilaian akhir semester berikut ini. perilaku yang akan diukur dapat dilihat pada “perilaku yang terdapat pada rumusan kompetensi dasar atau pada standar kompetensi”. . ………... guru dapat mendaftar terlebih dahulu semua perilaku yang dapat diukur. pada Kurikulum Berbasis Kompetensi tergantung pada tuntutan kompetensi..Berdasarkan kriteria ….Apakah kelebihan dan kelemahan …. maka semakin sulit soal dan semakin sulit pula menyusunnya.

1. Kisi-kisi harus dapat mewakili isi silabus/kurikulum atau materi yang telah diajarkan secara tepat dan proporsional. . Alokasi waktu : ……………………… ………………… No. Penyusunan Kisi-kisi Kisi-kisi (test blue-print atau table of specification) merupakan deskripsi kompetensi dan materi yang akan diujikan. Kisi-kisi yang baik harus memenuhi persyaratan berikut ini. Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Kls/ Materi Indikator soal Nomor smt Keterangan: pokok soal Isi pada kolom 2.. 2. dan 5 adalah harus sesuai dengan pernyataan yang ada di dalam silabus/kurikulum. FORMAT KISI-KISI PENULISAN SOAL Jenis sekolah Jumlah soal : ……………………… : ……………………… Mata pelajaran : ……………………… Bentuk soal/tes Kurikulum Penyusun : ……………… : ……………………… : 1. Tujuan penyusunan kisi-kisi adalah untuk menentukan ruang lingkup dan sebagai petunjuk dalam menulis soal. 4. ………………… 2. Kisi-kisi dapat berbentuk format atau matriks seperti contoh berikut ini. 3.8 3.3 ………. kecuali pada kolom 6. Komponen-komponennya diuraikan secara jelas dan mudah dipahami. 8 40 – 5 – 2 Jumlah soal D. ………. Penulis kisi-kisi tidak diperkenankan mengarang sendiri.

Penulisan indikator yang lengkap mencakup A = audience (peserta didik) . d. Ada dua model penulisan indikator. paragraf. Perumusan Indikator Soal Indikator dalam kisi-kisi merupakan pedoman dalam merumuskan soal yang dikehendaki. b. dan D = degree (tingkatan yang diharapkan). menggunakan satu kata kerja operasional untuk soal objektif.. Indikator yang baik dirumuskan secara singkat dan jelas. Materi yang hendak ditanyakan dapat dibuatkan soalnya. kompetensi dasar. menggunakan kata kerja operasional (perilaku khusus) yang tepat. Hari masuk kelas terlambat dua jam pagi ini c.00 pagi hari.”) Lembar tes hanya berisi pilihan seperti berikut:     a.00. kasus. grafik. Indikator: Diperdengarkan sebuah pernyataan pendek dengan topik “belajar mandiri”. C = condition (kondisi yang diberikan). kemudian peserta didik memilih dengan tepat satu pernyataan yang sama artinya. denah. gambar. Hari masuk Kelas terlambat satu jam hari ini Kunci: d . E. Kegiatan perumusan indikator soal merupakan bagian dari kegiatan penyusunan kisi-kisi. Model pertama adalah menempatkan kondisinya di awal kalimat. Untuk merumuskan indikator dengan tepat. Syarat indikator yang baik: 1. Model yang kedua ini digunakan untuk soal yang tidak disertai dengan dasar pertanyaan (stimulus). misalnya berupa sebuah kalimat. guru harus memperhatikan materi yang akan diujikan. dapat dibuatkan soal atau pengecohnya (untuk soal pilihan ganda). Soal : (Soal dibacakan atau diperdengarkan hanya satu kali. peserta didik dapat menentukan dengan tepat pernyataan yang sama artinya. Model pertama ini digunakan untuk soal yang disertai dengan dasar pernyataan (stimulus). sedangkan model yang kedua adalah menempatkan peserta didik dan perilaku yang harus ditampilkan di awal kalimat. (1) Contoh model pertama untuk soal menyimak pada mata pelajaran Bahasa Indonesia. Hari masuk kelas tepat waktu pagi ini. dan satu atau lebih kata kerja operasional untuk soal uraian/tes perbuatan. atau lainnya. Soalnya adalah: “Hari harus masuk kelas pukul 7. 2. dan standar kompetensi. Hari masuk Kelas terlambat siang hari ini.3. indikator pembelajaran. B = behaviour (perilaku yang harus ditampilkan). tetapi dia datang pukul 8. 3.

dan tes praktik). Penulisan Soal Bentuk Uraian . (4) menetapkan penyebaran butir soal berdasarkan kompetensi. dan (12) perbaikan soal berdasarkan hasil analisis. Kelemahan soal bentuk pilihan ganda di antaranya adalah sulit menyusun pengecohnya. sedangkan untuk soal uraian di antaranya adalah sulit menyusun pedoman penskorannya. (8) merakit soal menjadi perangkat tes. Penggunaan bentuk soal yang tepat dalam tes tertulis. Keunggulan soal bentuk pilihan ganda di antaranya adalah dapat mengukur kemampuan/perilaku secara objektif. Penyusunan Butir Soal Tes Tertulis Penulisan butir soal tes tertulis merupakan suatu kegiatan yang sangat penting dalam penyiapan bahan ulangan/ujian. H. (3) menentukan materi yang diujikan. G. (11) analisis butir soal secara kuantitatif dari data empirik hasil uji coba. dan bentuk penilaiannya (tes tertulis: bentuk pilihan ganda. maka harus dilakukan langkah-langkah berikut. uraian. (9) menyusun pedoman penskorannya (10) uji coba butir soal. RP 125.00 c. a. yaitu: (1) menentukan tujuan tes. materi. Soal :     Penulisan nilai uang yang benar adalah …. Kunci: b F. (7) memvalidasi butir soal atau menelaah secara kualitatif. ada pula kompetensi yang lebih tepat diukur dengan menggunakan tes tertulis dengan bentuk soal objektif. Rp125.(2) Contoh model kedua Indikator: Peserta didik dapat menentukan dengan tepat penulisan tanda baca pada nilai uang. sangat tergantung pada perilaku/kompetensi yang akan diukur. Rp 125. Langkah-langkah Penyusunan Butir Soal Agar soal yang disiapkan oleh setiap guru menghasilkan bahan ulangan/ujian yang sahih dan handal. sedangkan untuk soal uraian di antaranya adalah dapat mengukur kemampuan mengorganisasikan gagasan dan menyatakan jawabannya menurut kata-kata atau kalimat sendiri. Ada kompetensi yang lebih tepat diukur/ditanyakan dengan menggunakan tes tertulis dengan bentuk soal uraian. (5) menyusun kisi-kisinya. Setiap butir soal yang ditulis harus berdasarkan rumusan indikator soal yang sudah disusun dalam kisi-kisi dan berdasarkan kaidah penulisan soal bentuk obyektif dan kaidah penulisan soal uraian. (6) menulis butir soal. (2) menentukan kompetensi yang akan diujikan.b. Rp125 d. Bentuk tes tertulis pilihan ganda maupun uraian memiliki kelebihan dan kelemahan satu sama lain.

Adapun kelengkapan yang dimaksud adalah kelengkapan perilaku yang diukur yang digunakan untuk menetapkan aspek yang dinilai dalam pedoman penskorannya. dan pengembangan soal. . maka dalam menentukan perilaku yang diukur dibuatkan skala.Menulis soal bentuk uraian diperlukan ketepatan dan kelengkapan dalam merumuskannya. maka penulis soal harus memperhatikan kaidah penulisannya. Untuk mengurangi tingkat kesubjektifan dalam pemberian skor ini. Penulis soal harus dapat merumuskan setepat-tepatnya pedoman penskorannya karena kelemahan bentuk soal uraian terletak pada tingkat subyektivitas penskorannya. bentuk uraian diklasifikasikan menjadi 2. Bentuk uraian objektif adalah suatu soal atau pertanyaan yang menuntut sehimpunan jawaban dengan pengertian/konsep tertentu. Untuk tingkat SMA. sehingga penskorannya sukar untuk dilakukan secara objektif. misalnya dapat disusun skala seperti berikut. Berdasarkan metode penskorannya. maka skala yang disusun disesuaikan dengan tingkatan kemampuan peserta didik yang akan diuji. perbaikan. Bentuk uraian non-objektif adalah suatu soal yang menuntut sehimpunan jawaban dengan pengertian/konsep menurut pendapat masing-masing peserta didik. yaitu uraian objektif dan uraian non-objektif. Artinya perilaku yang diukur dapat diskor secara dikotomus (benar – salah atau 1 – 0). Untuk memudahkan pengelolaan. sehingga penskorannya dapat dilakukan secara objektif. Contoh misalnya perilaku yang diukur adalah “kesesuaian isi dengan tuntutan pertanyaan”. Ketepatan yang dimaksud adalah bahwa materi yang ditanyakan tepat diujikan dengan bentuk uraian. yaitu menuntut peserta didik untuk mengorganisasikan gagasan dengan cara mengemukakan atau mengekspresikan gagasan secara tertulis dengan menggunakan katakatanya sendiri. Kesesuaiann isi dengan tuntutan pertanyaan Skor     0–3 - Sesuai 3 Cukup/sedang 2 Tidak sesuai 1 Kosong 0 Atau skala seperti berikut: Kesesuaian isi dengan tuntutan pertanyaan Skor       0 – 5 Skor - Sangat Sesuai 5 Sesuai 4 Cukup/sedang 3 Tidak sesuai 2 Sangat tidak sesuai 1 Kosong 0 Agar soal yang disusun bermutu baik. Hal yang paling sulit dalam penulisan soal bentuk uraian adalah menyusun pedoman penskorannya.

3. Aspek yang diukur : ……………………………… KOMPETENSI DASAR BUKU SUMBER: RUMUSAN BUTIR SOAL MATERI NO SOAL: Penyusun : 1. KARTU SOAL Jenis Sekolah : ……………………………… …………………… Mata Pelajaran : …………………………….maka soal ditulis di dalam format kartu soal Setiap satu soal dan pedoman penskorannya ditulis di dalam satu format. Tahun Ajaran : INDIKATOR SOAL KETERANGAN SOAL NO DIGUNAKAN UNTUK TANGGAL JUMLAH SISWA TK DP PROPORSI PEMILIH ASPEK A B C D E OMT KET. 2.. …………………… Bahan Kls/Smt : ……………………………… …………………… Bentuk Soal : ……………………………… ………………………. FORMAT PEDOMAN PENSKORAN NO KUNCI/KRITERIA JAWABAN SKOR SOAL . Contoh format soal bentuk uraian dan format penskorannya adalah seperti berikut ini.

e. langkah kedua menuliskan kunci jawabannya. Ada petunjuk yang jelas tentang cara mengerjakan soal. atau yang sejenisnya disajikan dengan jelas. perbaikan. terbaca. c. Bahasa      a. grafik. Pengecoh yang baik adalah pengecoh yang tingkat kerumitan atau tingkat kesederhanaan. c. Materi yang ditanyakan harus sesuai dengan tujuan peugukuran. serta panjang-pendeknya relatif sama dengan kunci jawaban. Rumusan kalimat soal harus komunikatif. Oleh karena itu. maka dalam penulisannya perlu mengikuti langkahlangkah berikut. d.Bentuk soalnya terdiri dari: (1) dasar pertanyaan/stimulus bila ada/diperlukan. langkah ketiga menuliskan pengecohnya. Tabel. langkah pertama adalah menuliskan pokok soalnya. Penulisan Soal Bentuk Pilihan Ganda Menulis soal bentuk pilihan ganda sangat diperlukan keterampilan dan ketelitian. b. Materi yang ditanyakan harus sesuai dengan jenjang jenis sekolah atau tingkat kelas. Hal yang paling sulit dilakukan dalam menulis soal bentuk pilihan ganda adalah menuliskan pengecohnya. dan perkembangan soal. Menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar (baku). (2) pertanyaan. 1. Konstruksi     a. peta. Setiap pertanyaan harus diberikan batasan jawaban yang diharapkan. Penyusun : 1. Adapun formatnya seperti berikut ini. KARTU SOAL Jenis Sekolah : ………………………………. Materi     a. b. d. untuk memudahkan dalam penulisan soal bentuk pilihan ganda. Tidak menggunakan bahasa yang berlaku setempat/tabu. c. 2. Tidak mengandung kata/ungkapan yang menyinggung perasaan peserta didik. b. Setiap soal harus ada pedoman penskorannya. Kaidah penulisan soal uraian seperti berikut. gambar. maka soal ditulis di dalam format kartu soal. Tidak menimbulkan penafsiran ganda. . Soal harus sesuai dengan indikator. dan (3) pedoman penskoran. d. Setiap satu soal ditulis di dalam satu format. H. dan berfungsi. Menggunakan kata tanya/perintah yang menuntut jawaban terurai. Untuk memudahkan pengelolaan. 3.

INDIKATOR SOAL KETERANGAN SOAL NO DIGUNAKAN UNTUK TANGGAL JUMLAH SISWA TK DP PROPORSI PEMILIH KET. A B C D E OMT Soal bentuk pilihan ganda merupakan soal yang telah disediakan pilihan jawabannya. 3. : ………………………………. Soalnya mencakup: (1) dasar pertanyaan/stimulus (bila ada). (3) pilihan jawaban yang terdiri atas: kunci jawaban dan pengecoh. : ……………………………….Mata Pelajaran Bahan Kls/Smt Bentuk Soal Tahun Ajaran : ………………………………. : ………………………………. Aspek yang diukur : KOMPETENSI DASAR BUKU SUMBER RUMUSAN BUTIR SOAL NO SOAL: MATERI KUNCI : ………………………………. Materi a. Peserta didik yang mengerjakan soal hanya memilih satu jawaban yang benar dari pilihan jawaban yang disediakan. 1. Perhatikan contoh berikut! Kaidah penulisan soal pilihan ganda adalah seperti berikut ini. . Soal harus sesuai dengan indikator. (2) pokok soal (stem). 2. Artinya soal harus menanyakan perilaku dan materi yang hendak diukur sesuai dengan rumusan indikator dalam kisi-kisi.

Artinya. Untuk keterampilan bahasa. Penyusunan secara unit dimaksudkan untuk memudahkan peserta didik melihat pilihan jawaban. Artinya. atau ungkapan yang dapat memberikan petunjuk ke arah jawaban yang benar.b. h. Rumusan pokok soal dan pilihan jawaban harus merupakan pernyataan yang diperlukan saja. Pokok soal jangan mengandung pernyataan yang bersifat negatif ganda. Setiap butir soal hanya mengandung satu persoalan/gagasan b. Artinya. f. maka rumusan atau pernyataan itu dihilangkan saja. Pilihan jawaban yang berbentuk angka atau waktu harus disusun berdasarkan urutan besar kecilnya nilai angka atau kronologis. penulisannya harus setara. semua pilihan jawaban harus berasal dari materi yang sama seperti yang ditanyakan oleh pokok soal. Hal ini untuk mencegah terjadinya kesalahan penafsiran peserta didik terhadap arti pernyataan yang dimaksud. e. Pokok soal jangan memberi petunjuk ke arah jawaban yang benar. Kaidah ini diperlukan karena adanya kecenderungan peserta didik memilih jawaban yang paling panjang karena seringkali jawaban yang lebih panjang itu lebih lengkap dan merupakan kunci jawaban. dan sebaliknya. c. Artinya dengan adanya pilihan jawaban seperti ini. Setiap soal harus mempunyai satu jawaban yang benar. Panjang rumusan pilihan jawaban harus relatif sama. dan semua pilihan jawaban harus berfungsi. kelompok kata. Pilihan jawaban jangan mengandung pernyataan “Semua pilihan jawaban di atas salah” atau “Semua pilihan jawaban di atas benar”. g. Pilihan jawaban harus homogen dan logis ditinjau dari segi materi. Konstruksi a. Demikian juga pilihan jawaban yang menunjukkan waktu harus disusun secara kronologis. . Artinya apabila terdapat rumusan atau pernyataan yang sebetulnya tidak diperlukan. maka secara materi pilihan jawaban berkurang satu karena pernyataan itu bukan merupakan materi yang ditanyakan dan pernyataan itu menjadi tidak homogen. d. Pokok soal harus dirumuskan secara jelas dan tegas. satu soal hanya mempunyai satu kunci jawaban. 2. Artinya. Pengecoh harus bertungsi c. kemampuan/ materi yang hendak diukur/ditanyakan harus jelas. Artinya pilihan jawaban yang berbentuk angka harus disusun dari nilai angka paling kecil berurutan sampai nilai angka yang paling besar. pada pokok soal jangan sampai terdapat kata. tidak menimbulkan pengertian atau penafsiran yang berbeda dari yang dimaksudkan penulis. Artinya. pada pokok soal jangan sampai terdapat dua kata atau lebih yang mengandung arti negatif. penggunaan negatif ganda diperbolehkan bila aspek yang akan diukur justru pengertian tentang negatif ganda itu sendiri.

dan sejenisnya yang terdapat pada soal harus jelas dan berfungsi. 3.2 Penilaian Sikap dalam Proses Pembelajaran di Kelas Pada umumnya penilaian sikap dalam berbagai mata pelajaran dapat dilakukan berkaitan dengan objek sikap sebagai berikut :   Sikap terhadap mata pelajaran Sikap terhadap guru mata pelajaran Sikap terhadap proses pembelajaran Sikap terhadap materi pembelajaran Sikap berhubungan dengan nilai-nilai yang ingin ditanamkan dalam diri siswa melalui materi tertentu . Setiap soal harus menggunakan bahasa yang sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia. (2) unsur predikat. tabel. Artinya. (3) anak kalimat. Rumusan pokok soal tidak menggunakan ungkapan atau kata yang bermakna tidak pasti seperti: sebaiknya. berarti gambar. terbaca. tabel atau sejenisnya yang terdapat pada soal. b. atau tabel itu tidak berfungsi. Letakkan kata/frase pada pokok soal.i. diagram.1 Konsep Sikap Sikap adalah suatu reaksi atau perbuatan yang ditimbulkan akibat suatu stimulus atau objek yang datang pada dirinya. Pilihan jawaban jangan yang mengulang kata/frase yang bukan merupakan satu kesatuan pengertian. 10. Ketergantungan pada soal sebelumnya menyebabkan peserta didik yang tidak dapat menjawab benar soal pertama tidak akan dapat menjawab benar soal berikutnya. umumnya. Bahasa yang digunakan harus komunikatif. grafik. dan c) pemakaian ejaan: (1) penulisan huruf. j. wacana. kadang-kadang. Butir soal jangan bergantung pada jawaban soal sebelumnya. sehingga pernyataannya mudah dimengerti warga belajar/peserta didik. apa saja yang menyertai suatu soal yang ditanyakan harus jelas. grafik. Apabila soal bisa dijawab tanpa melihat gambar. grafik. b) pemakaian kata: (1) pilihan kata. (2) penulisan kata. c. k. Bahasa/budaya a. Disimpan dalam Evaluasi Pembelajaran Penilaian Sikap 22 Februari 2011 Tinggalkan Komentar 10. Gambar. Kaidah bahasa Indonesia dalam penulisan soal di antaranya meliputi: a) pemakaian kalimat: (1) unsur subyek. (2) penggunaan tanda baca. dapat dimengerti oleh peserta didik.

misalnya :      SS S TB TS STS : sangat setuju : setuju : tidak berpendapat : tidak setuju : sangat tidak setuju . Untuk mengetahui tingkat perubahan tingkah laku anak didik yang dicapai antara lain diperlukan sebagai bahan bagi perbaikan tingkah laku anak didik. Nilai yang paling cocok di evaluasi dengan skala sikap adalah yang bersifat rasional social. sesuai dengan tingkat pencapaian dan kemampuan serta karakteristik anak didik. menerima informasi verbal. Untuk mengenal latar belakang kegiatan belajar dan kelainan tingkah laku. Sikap berhubungan dengan kompetensi afektifitas lintas kurikulum. 1983 : 2) 10. menerima penguatan. Untuk menempatkan anak didik dalam situasi belajar mengajar yang tepat. (Depdikbud. Yang mempengaruhi pembentukan sikap dalam proses pembelajaran. skala ini disusun dalam bentuk suatu pertanyaan dan diikuti oleh lima respons yang menunjukan tingkatan. menyenangkan dsb) Memilih kata sifat yang tepat akan digunakan dalam skala Menentukan skala dan penskoran Jenis-jenis skala sikap : Skala Likert. menurut Klausmeir (1985) ada tiga model belajar pembentukan sikap yaitu : mengamati dan meniru.3 Sakla Sikap Skala sikap adalah sejenis angket tertutup dimana pertanyaannya mengandung sifat-sifat dan nilai-nilai yang menjadi tujuan pengajaran dan alternative jawabannya mencerminkan atau menampakan sifat dari nilai yang dimiliki siswa sebagai hasil belajarnya dalam bentuk bertingkat (ranting). pemberian laporan kepada orang tua dan penentuan lulus tidaknya anak didik. Tujuan penilaian sikap adalah : Untuk mendapat umpan balik (feedback) baik bagi guru maupun siswa sebagai dasar untuk memperbaiki proses belajar mengajar dan mengadakan program perbaikan bagi anak didiknya. Langkah-langkah pengembangan skala sikap :     Menentukan objek sikap yang akan dikembangkan skalanya misalnya “mata pelajaran Sains” kompetensi dasar? Indicator? Memilih dan membuat daftar konsep dan kata sifat yang relevan dengan objek penilaian sikap (menarik.

merpakan skala yang mirip skala Likert karena suatu instrument yang jawabannya menunjukkan tingkatan. bagaimana proses awal itu terjadi dan tentunya sepanjang peserta didik dinilai. 1 2 3 4 5 D 6 7 E 8 9 10 11 F G H I J Unfavourable K Very Netral Very A B C Favourible Pertanyaan yang disarankan oleh Thurstone kira-kira 10 butir atau tidak kurang dari 5 butir. Portofolio proses (process oriented) adalah portofolio yang menekankan pada tinjauan bagaimana perkembangan peserta didik dapat diamati dan dinilai dari waktu ke waktu.2 Bentuk Portofolio 9. 9. 9. Pertanyaan sikap Saya merasa untuk mempelajari SS 5 S 4 TB 3 TS 2 STS 1 Matematika perlu banyak latihan ( + ) Konsep-konsep yang ada dalam 1 2 3 4 5 Matematika terlalu abstrak ( – ) Disimpan dalam Evaluasi Pembelajaran Penilaian Portofolio 22 Februari 2011 Tinggalkan Komentar 9. digunakan guru dan peserta didikmenilai dan memantau perkembangan pengetahuan. Portofolio ditinjau dari hasil (product oriented) adalah portofolio yang menekankan pada tinjauan hasil terbaik yang telah dilakukan peserta didik.2. Yang jelas skor untuk pernyataan positif dan pernyataan negative adalah kebalikannya.2 Tinjauan Hasil. Skor yang diberikan terhadap pilihan tersebut bergantung pada penilai asal penggunaannya konsisten.Skala Thurstone. berkreasi. termasuk mulai dari draft awal.1 Penilaian Portofolio Penilaian portofolio dapat diartikan sebagai kumpulan karya atau dokumen peserta didik yang tersusun secara sistematis dan terorganisasi yang diambil selama proses pembelajaran. Contoh pertanyaan sikap terhadap pelajaran matematika.2. keterampilan. Pendekatan ini lebih menekankan pada bagaimana peserta didik belajar. tanpa . dan sikap peserta didik dalam mata pelajaran tertentu.1 Tinjauan Proses.

9.4 Portofolio penampilan adalah bentuk yang digunakan untuk memilih evidence yang paling banyak yang dikerjakan oleh peserta didik ataupun kelompok peserta didik. artinya portofolio memungkinkan untuk menilai berbagai macam evidence Authentic.3 Portofolio dokumentasi. milik bersama. 9. dalam penyempurnaan. Dinamis. portofolio senantiasa berkaitan antara program yang dilakukan peserta didik di kelas dengan kehidupan nyata. 9.2.5 Karakteristik Penilaian Portofolio       Multi sumber. adalah bentuk yang digunakan untuk memilih koleksi evidence peserta didik yang khusus digunakan untuk penilaian. Penilaian portofolio bertujuan sebagai alat formatif maupun sumatif untuk memantau kemajuan peserta didik dari hari ke hari dan untuk mendorong peserta didik dalam merefleksi Pembelajaran mereka sendiri. proses dan hasil.3 Pedoman Penerapan Penilaian Portofolio Pedoman penerapan penilaian portofolio disekolah. adanya keterkaitan antara evidence dengan kompetensi dasar dan indicator yang telah ditentukan dalam rangka mencapai standar kompetensi tertentu. 9. kepuasan. Portofolio dapat pula berfungsi sebagai alat untuk :     Melihat perkembangan tanggung jawab peserta didik dalam belajar Perluasan dimensi belajar Pemahaman kembali proses belajar mengajar Penekanan pada pengembangan peserta didik dalam belajar. semua tujuan pembelajaran berupa kompetensi dasar dan indicator harus dinyatakan secara jelas Integrasi. Portofolio dokumentasi adalah penilaian terhadap koleksi pilihan dari sekumpulan evidence peserta didik selama kurung waktu tertentu. Evidenve peserta didik haruslah autentik. 9. Portofolio penampilan hanya berisi pekerjaan peserta didik yang telah selesai. kesesuaian. portofolio mencakup perkembangan dan perubahan Eksplisit. Kepemilikan.memperhatikan bagaimana proses untuk mencapai evidence itu terjadi. Portofolio semacam ini bertujuan untuk mendokumentasikan danmerefleksikan kualitas prestasi yang telah dicapai. tidak mencakup proses pekerjaan.2.4 Fungsi dan Tujuan Portofolio Portofolio berfungsi untuk mengetahui perkembangan pengetahuan peserta didik dan kemampuan dalam mata pelajaran tertentu serta pertumbuhan kemampuan dalam mata pelajaran tertentu serta pertumbuhan peserta didik. pekerjaan peserta didik. kerahasiaan bersama. artinya ditinjau dan konteks maupun fakta harus saling berkaitan satu sama lain. . antara lain saling percaya. perbaikan.

. observasi. Guru dapat melakukan penilaian dengan cara mengumpulkan catatan yang diperoleh melalui pertemuan.fakta dan dokumen belajar peserta didik yang dapat dipercaya sebagai bagian dari program Pembelajaran di kelas. 9. portofolio. ujian serta data hasil interview dan survey. maupun komunitas masyarakat. pengevaluasian.Beragam tujuan.7 Merancang Penilaian Portofolio Pada umumnya dalam merancang penilaian portofolio harus memenuhi beberapa tahapan utama diantaranya :     Penentuan tujuan portofolio Penentuan isi portofolio Penentuan criteria penilaian portofolio Penentuan format penilaian format portofolio Penentuan koleksi dan menyelaksi (collection) Refleksi (reflection) Adanya hubungan (conection). produk.1 Latar Belakang Penilaian Proyek Penialian dalam proses Pembelajaran merupakan kegiatan menghimpun fakta. oleh karenanya penilaian berfungsi membantu guru untuk merencanakan kurikulum dan program Pembelajaran. portofolio dilaksanakan tidak hanya mengacu pada suatu standar kompetensi dasar. atau deskriptif. Hal yang paling mendasar dalam analisis dan pelaporan adalah validitas dan realibilitas dan berbagai metode telah dikembangkan. kelompok peserta didik. hingga penyajian data karena dalam pelaksanaan proyek bersumber pada primer atau skunder. Disimpan dalam Evaluasi Pembelajaran Penilaian Proyek 22 Februari 2011 Tinggalkan Komentar 8. maka kegiatan penialian membutuhkan informasi yang bervariasi dari setiap individu atau kelompok peserta didik serta guru. dan indicator pencapaian hasil belajar tetapi juga mengacu ke berbagai tujuan atau beberapa indicator pencapaian hasil belajar. evaluasi dan hasil kerjasama dengan pihak lain. proyek. Hasil penilaian portofolio dapat dialporkan baik kepada peserta didik. Pekerjaan guru selanjutnya adalah membuat suatu rumusan bagaimana skor itu akan dianalisis dan ditafsirkan sehingga kesimpulan akhir tentang kemampuan peserta didik sudah merupakan niali keseluruhan berbagai aspek. 9. grafik. Tugas tersebut berupa suatu investigasi sejak dari pengumpulan. pengorganisasian.6 Analisis Hasil dan Pelaporan Hasil penilaian portofolio umumnya dapat berbentuk skor. Proyek adalah tugas yang harus diselesaikan dalam periode atau waktu tertentu. orang tua.

nilai tunggal mencerminkan kesan umum. nilai diberikan oleh penilai yang berbeda. Deskripsi . Pada situasi yang memiliki risiko tinggi. nilai diberikan pada beberapa aspek. keterbandingan nialai proyek tidaklah begitu penting di kelas. lokasi siswa pada peta kemajuan belajar dapat ditempatkan relative tepat. akan tetapi guru harus tetap yakin bahwa nilai dapat dimengerti siswa. proyek dapat dinilai secara holistic maupun analitik pada proses mapun produknya secara holistic.. Nilainya dapat dilakukan secara subjektif maupun objektif. Skor No. Secara subjektif bila hal ini dilakukan.8. bukti nilai yang tersedia dapat menunjukan hubungan yang lemah pada peta kemajuan belajar. sedangkan secara analitik.4 Estimasi dan Pelaporan Penilaian proyek merupakan salah satu bukti untuk ditempatkan pada peta kemajuan belajar siswa. Keterbandingan Judgement. maka standar penilaian pada topic yang berbeda tersebut harus dispersikasikan.3 Judging Proyek Metode Judging.2 Perencanaan Penialian Produk Dalam perencanaan penilaian proyek terdapat tiga hal yang harus diperhatikan :    Kemampuan pengelolaan Relevance Keaslian 8. 8. Secara objektif. Contoh Penilaian Proyek     Materi : Pertumbuhan Tanaman Perencanaan kegiatan : Observasi menanam salah satu jenis tanaman Pembuatan laporan atau makalah Mengadakan kegaitan diskusi panel di dalam kelas dimoderatori oleh guru Penilaian dilakukan terhadap :    Keaktifan saat mengikuti talkshow Makalah yang dibuat Aktifitas dalam diskusi panel Format Asesmen Proyek dalam Proses    Kelas : II Mata Pelajaran : Sains Materi : Pertumbuhan tanaman Nama Siswa : …………………….

2 Pengertian Asesmen Kinerja Asesmen kinerja adalah penilaian yang menekankan pada apa yang dapat dikerjakan oleh siswa dalam bentuk kinerja.1.1 Latar Belakang Penilaian Kinerja Penialain kinerja (Performance Asesment). realibilitas. Tes baku didasarkan pada prinsip-prinsip validitas. asesmen ini muncul sekitar tahun 1980-an. Corner “ asesmen merupakan cara untuk menilai performance siswa secara individual maupun kelompok setelah dilaksanakan pembelajaran” Herman “asesmen merupakan suatu proses atau upaya normal pengumpulan data atau informasi yang berkaitan dengan variablevariabel Pembelajaran yang dapat digunakan sebagai bahan dalam pengambilan keputusan oleh guru” Jalogo “asesmen merupakan cara untuk menilai sesuatu dari berbagai sudut pandang seperti tingkatan. mengamati pertumbuhan 4 tanaman dan mencatatnya Menyiram tanaman setiap hari. 7. 2 4. 3. sebagai kritikan terhadap kelemahan tes baku yang menggunakan tes objektif.3 Tujuan dan Peran Asesmen Kinerja Menurut Popham tujuan asesmen kinerja adalah : . nilai guna dan keunggulannya”. merupakan bagian dari asesmen alternative. Menyiram jarang. Menyiram tanaman setiap hari. Asesmen kinerja merupakan penilaian yang dilakukan dengan mengamati kegiatan atau kinerja siswa dalam melakukan sesuatu. keadilan dan kemanfaatan (usebilitas). mengamati pertumbuhan tanaman tetapi tidak mencatatnya Tidak menyiram dan tidak mencatat hasil pengamatan 3 2. tes baku banyak mendominasi di persekolahan dan merupakan bagian yang terisolir dari proses Pembelajaran secara keseluruhan. mengamati tetapi tidak mencatatnya. 7. 1 Disimpan dalam Evaluasi Pembelajaran Penilaian Kinerja 22 Februari 2011 Tinggalkan Komentar 7.

Ada kesalahan kecil secara mekanis Isi kurang menarik dengan kehilangan focus alur pikiran terpotong-potong dengan beberapa terjemahan yang jelek Pengorganisasian kurang dengan penyimpangan topic Kesalahan mekanis sangat serius Focus tidak jelas Kalimat terputus-putus dan bertele-tele Pengorganisasian sangat jelek Banyak kesalahan secara mekanis dan struktur kalimat sangat lemah. dan (2) Metode Analitic.4 Karakteristik Penialian Kinerja . Lima tuntutan belajar dalam asesmen kinerja menurut Marjono (1993 :18). terjemahan baik Pengorganisasian topic baik Penggunaan struktur kalimat bagus Sebagian kecil isi kurang menarik Alur pikiran lancer. Skor 4 Deskripsi         Isi seluruh tulisan menarik Alur pikiran lancer. 3 2    1     Contoh Holistic rubric untuk kemampuan menulis : 7.   Mendiagnosa kelebihan dan kelemahan siswa dalam belajar Memonitor kemajuan atau perkembangan siswa Menentukan level atau jenjang kemampuan siswa Mempengatuhi persepsi public tentang efektifitas pembelajaran Mengevaluasi kinerja guru dan menglasifikasi tujuan Pembelajaran yang dirumuskan oleh guru. tetapi beberapa terjemahan jelek Ada pengorganisasian topic. yaitu:      Sikap dan persepsi tentang belajar Perolehan dan pemanduan pengetahuan Perluasan dan penajaman pengetahuan Penggunaan pengetahuan secara lebih bermakna Pelatihan berfikir kritis dan kreatif Pada asesmen kinerja pemberian skor digunakan dua pendekatan yaitu : (1) Metode Holistic. Metode Holistic digunakan apabila para penskor hanya memberikan satu buah skor atau nilai berdasarkan penilaian mereka secara keseluruhan dari hasil kinerja peserta tes. tetapi masih ada kelemahankelemahan.

Linn dan Gronlund. Adapun langkah-langkah membuat penilaian kinerja adalah sebagai berikut : Identifikasi semua langkah-langkah penting yang diperlukan atau yang akan mempengaruhi hasil akhir yang terbaik. bentuk tugas pada penilaian kinerja bisa bentuk : proyek. menentukan. Evaluasi selain untuk mengetahui posisi atau kemampuan siswa. Definisikan dengan jelas kriteria kemampuan yang akan diukur berdasarkan kemampuan siswa yang harus dapat diamati (observable)atau karakter produk yang dihasilkan. Quellmalz. mengubah. mendefinisikan. pameran. mengingat kembali. Bloom adalah: (1) Ingatan di antaranya seperti: menyebutkan. atau bentuk tugas yang dapat memperlihatkan kemampuan siswa (real word application) Kriteria penilaian (rubric). yang merupakan panduan untuk memberikan skor. menerapkan. Gagne. . juga untuk memperbaiki PBM. kinerja siswa harus menggunakan penilaian yang memiliki lebih dari satu criteria. Tuliskan perilaku kemampuan-kemampuan spesifik (operasional) yang penting dilakukan untuk menyelesaikan tugas dan menghasilkan hasil yang terbaik. memperkirakan. mengkategorikan. penulis soal dapat mengambil atau memperhatikan jenis perilaku yang telah dikembangkan oleh para ahli pendidikan. Usahakan membuat kriteria kemampuan yang diukur tidak terlalu banyak sehingga semua kriteria tersebut dapat diobservasikan selama siswa melaksanakan tugas. Ranah kognitif yang dikembangkan Benjamin S. menunjukkan. R. portofolio.   Multi kriteria. David Krathwohl. (4) Analisis di antaranya seperti: membandingkan. (2) Pemahaman di antaranya seperti: membedakan. mengklasifikasikan. 1. (3) Penerapan di antaranya seperti: menggunakan. di antaranya seperti Benjamin S. 7. Jenis Perilaku yang Dapat Diukur Dalam menentukan perilaku yang akan diukur. Mazano dkk. masing-masing criteria kinerja siswa dapat dinilai secara jelas dan eksplisit dalam memajukan evaluasi kualitas kinerja siswa Adanya judgement penilaian. memberi contoh. bukan menilai dengan menggunakan angka pada computer atau mesin (seperti pada tes buku). Bloom.W. Norman E. mengambil kesimpulan. Standar kualitas yang spesifik. Urutkan kriteria-kriteria kemampuan yang akan diukur berdasarkan urutan yang dapat diamati. Evaluasi merupakan upaya untuk mencapai tujuan Pembelajaran 7. asesmen kinerja membutuhkan penilaian yang bersifat manusiawi untuk menilai bagaimana kinerja siswa dapat diterima secara nyata (real). de Maclay. Robert M.6 Langkah-langkah Membuat Penilaian Kinerja Wujud utama dari penilaian kinerja ada dua yaitu :          Tugas (task).J.5 Karakteristik Mengevaluasi Penilaian Kinerja     Adanya partisipasi aktif siswa Evaluasi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari PBM. Periksa kembali apa yang telah dibuat dan kalau mungkin dibandingkan kriteria kemampuan yang sudah ada yang telah dibuat sebelumnya oleh orang lain di lapangan. Gronlund dan R.

mengapa? . seperti: mendefinisikan. (4) keterampilan motorist melaksanakan/menjalankan sesuatu. memutuskan. (2) keterampilan mengumpulkan informasi. seperti mengenali: sifat dari komponen. generalisasi/menghasilkan sesuatu.Jelaskan mengapa kamu setuju/tidak setuju dengan pernyataan tentang …. Hubungan sebab-akibat   . Memberi alasan (justifying)   . Jenis perilaku yang dikembangkan R. 7. ide pokok. (7) karakterisasi dari nilai. 3. mengupas atau mengurai. (2) strategi kognitif: menghasilkan suatu pemecahan. membenarkan pembuktian. (2) analisis. mengingat. Keterampilan berpikir yang dikembangkan Linn dan Gronlund adalah seperti berikut. b. (2) menjawab. merumuskan pertanyaan. (4) mekanisme. (8) keterampilan menilai. memprediksi. Gagne adalah: (1) kemampuan intelektual: diskriminasi. Membandingkan   . (6) organisasi. (5) keterampilan menganalisis. (5) sikap: kemampuan untuk memilih sesuatu. 4. (6) Evaluasi di antaranya seperti: menafsirkan. Meringkas . seperti: merekam.Manakah pilihan berikut yang kamu pilih. Gronlund dan R. 2.W. kesalahan. adalah: (1) keterampilan memusat (focusing skills). identifikasi/konsep yang nyata. seperti: menetapkan kriteria. (6) keterampilan menghasilkan keterampilan baru. (3) perbandingan. menyusun kembali. (5) Sintesis antaranya seperti: menghubungkan. Domain psikomotor yang dikembangkan Norman E. d. (3) menilai. (7) keterampilan memadu (integreting skills). J. seperti: menyimpulkan. (5) evaluasi. Jenis perilaku yang dikembangkan Quellmalz adalah: (1) ingatan. mengelompokkan.Apa akibat … c. seperti: mengamati. merumuskan tujuan. seperti: meringkas. (4) keterampilan mengorganisasi. de Maclay adalah: (1) persepsi. klasifikasi. menilai. hubungan dan pola.Apa persamaan dan perbedaan antara … dan… .Apa penyebab utama … . (3) keterampilan mengingat. demonstrasi. seperti: membandingkan. (3) informasi verbal: menyatakan sesuatu secara oral.menganalisis. Mazano dkk. Domain afektif yang dikembangkan David Krathwohl adalah: (1) menerima.Bandingkan dua cara berikut tentang …. menyajikan. (4) penyimpulan. (3) respon terpimpin. (5) respon yang kompleks. a. 6. Jenis perilaku yang dikembangkan Robert M. (2) kesiapan. mengorganisasikan. menata/mengurutkan. mengembangkan. menyusun.

Apa reaksi A terhadap … g.Tulislah sebuah pernyataan yang dapat menjelaskan peristiwa berikut …. i.Apakah hal berikut memiliki … h. Menyimpulkan   . tuliskanlah evaluasi tentang… B.Daftar dan beri alasan singkat tentang ciri utama …. . .Susunlah beberapa kesimpulan yang berasal dari data ….Tuliskan sebuah laporan … l.Berdasarkan kriteria …. apa yang akan terjadi bila . j.Berdasarkan …. k. .Manakah penulisan yang salah pada paragraf ….Tuliskan satu rencana untuk pembuktian … .Kelompokkan hal berikut berdasarkan …. Berpendapat (inferring)   .Ringkaslah dengan tepat isi … e. . f. Menciptakan   . . .Tuliskan beberapa cara sesuai dengan ide Anda tentang …. Evaluasi   .Apakah kelebihan dan kelemahan …. Penentuan Perilaku yang Akan Diukur Setelah kegiatan penentuan materi yang akan ditanyakan selesai dikerjakan.Tuliskan … dengan menggunakan pedoman…. Menerapkan   . Mengelompokkan   .Tuliskan pernyataan penting yang termasuk … .Lengkapilah cerita … tentang apa yang akan terjadi bila …. Perilaku yang akan .Selesaikan hal berikut dengan menggunakan kaidah ….  .   Sintesis . Analisis   . maka kegiatan berikutnya adalah menentukan secara tepat perilaku yang akan diukur.

diukur, pada Kurikulum Berbasis Kompetensi tergantung pada tuntutan kompetensi, baik standar kompetensi maupun kompetensi dasarnya. Setiap kompetensi di dalam kurikulum memiliki tingkat keluasan dan kedalaman kemampuan yang berbeda. Semakin tinggi kemampuan/perilaku yang diukur sesuai dengan target kompetensi, maka semakin sulit soal dan semakin sulit pula menyusunnya. Dalam Standar Isi, perilaku yang akan diukur dapat dilihat pada “perilaku yang terdapat pada rumusan kompetensi dasar atau pada standar kompetensi”. Bila ingin mengukur perilaku yang lebih tinggi, guru dapat mendaftar terlebih dahulu semua perilaku yang dapat diukur, mulai dari perilaku yang sangat sederhana/mudah sampai dengan perilaku yang paling sulit/tinggi, berdasarkan rumusan kompetensinya (baik standar kompetensi maupun kompetensi dasar). Dari susunan perilaku itu, dipilih satu perilaku yang tepat diujikan kepada peserta didik, yaitu perilaku yang sesuai dengan kemampuan peserta didik di kelas. C. Penentuan dan Penyebaran Soal

Sebelum menyusun kisi-kisi dan butir soal perlu ditentukan jumlah soal setiap kompetensi dasar dan penyebaran soalnya. Untuk lebih jelasnya, perhatikan contoh penilaian akhir semester berikut ini. Contoh penyebaran butir soal untuk penilaian akhir semester ganjil
No Kompetensi Materi Jumlah soal tes tulis PG ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. 6 3 4 5 8 6 – 8 40 Uraian – 1 – 1 1 – 2 – 5 Jumlah soal

Dasar
1 2 3 4 5 6 7 8 1.1 ………… 1.2 ………… 1.3 ………… 2.1 ………… 2.2 ………… 3.1 ………… 3.2 ……….. 3.3 ……….

Praktik
– – 1 – – 1 – – 2

Jumlah soal

D. Penyusunan Kisi-kisi Kisi-kisi (test blue-print atau table of specification) merupakan deskripsi kompetensi dan materi yang akan diujikan. Tujuan penyusunan kisi-kisi adalah untuk menentukan ruang lingkup dan

sebagai petunjuk dalam menulis soal. Kisi-kisi dapat berbentuk format atau matriks seperti contoh berikut ini. FORMAT KISI-KISI PENULISAN SOAL Jenis sekolah Jumlah soal : ……………………… : ………………………

Mata pelajaran : ……………………… Bentuk soal/tes Kurikulum Penyusun : ……………… : ……………………… : 1. ………………… 2.

Alokasi waktu : ……………………… …………………
No. Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Kls/ Materi Indikator soal Nomor

smt Keterangan:

pokok

soal

Isi pada kolom 2, 3. 4, dan 5 adalah harus sesuai dengan pernyataan yang ada di dalam silabus/kurikulum. Penulis kisi-kisi tidak diperkenankan mengarang sendiri, kecuali pada kolom 6. Kisi-kisi yang baik harus memenuhi persyaratan berikut ini. 1. Kisi-kisi harus dapat mewakili isi silabus/kurikulum atau materi yang telah diajarkan secara tepat dan proporsional. 2. Komponen-komponennya diuraikan secara jelas dan mudah dipahami. 3. Materi yang hendak ditanyakan dapat dibuatkan soalnya. E. Perumusan Indikator Soal

Indikator dalam kisi-kisi merupakan pedoman dalam merumuskan soal yang dikehendaki. Kegiatan perumusan indikator soal merupakan bagian dari kegiatan penyusunan kisi-kisi. Untuk merumuskan indikator dengan tepat, guru harus memperhatikan materi yang akan diujikan, indikator pembelajaran, kompetensi dasar, dan standar kompetensi. Indikator yang baik dirumuskan secara singkat dan jelas. Syarat indikator yang baik:

1. menggunakan kata kerja operasional (perilaku khusus) yang tepat, 2. menggunakan satu kata kerja operasional untuk soal objektif, dan satu atau lebih kata kerja operasional untuk soal uraian/tes perbuatan, 3. dapat dibuatkan soal atau pengecohnya (untuk soal pilihan ganda). Penulisan indikator yang lengkap mencakup A = audience (peserta didik) , B = behaviour (perilaku yang harus ditampilkan), C = condition (kondisi yang diberikan), dan D = degree (tingkatan yang diharapkan). Ada dua model penulisan indikator. Model pertama adalah menempatkan kondisinya di awal kalimat. Model pertama ini digunakan untuk soal yang disertai dengan dasar pernyataan (stimulus), misalnya berupa sebuah kalimat, paragraf, gambar, denah, grafik, kasus, atau lainnya, sedangkan model yang kedua adalah menempatkan peserta didik dan perilaku yang harus ditampilkan di awal kalimat. Model yang kedua ini digunakan untuk soal yang tidak disertai dengan dasar pertanyaan (stimulus). (1) Contoh model pertama untuk soal menyimak pada mata pelajaran Bahasa Indonesia. Indikator: Diperdengarkan sebuah pernyataan pendek dengan topik “belajar mandiri”, peserta didik dapat menentukan dengan tepat pernyataan yang sama artinya. Soal : (Soal dibacakan atau diperdengarkan hanya satu kali, kemudian peserta didik memilih dengan tepat satu pernyataan yang sama artinya. Soalnya adalah: “Hari harus masuk kelas pukul 7.00., tetapi dia datang pukul 8.00 pagi hari.”) Lembar tes hanya berisi pilihan seperti berikut:
   

a. Hari masuk kelas tepat waktu pagi ini. b. Hari masuk kelas terlambat dua jam pagi ini c. Hari masuk Kelas terlambat siang hari ini, d. Hari masuk Kelas terlambat satu jam hari ini

Kunci: d (2) Contoh model kedua Indikator: Peserta didik dapat menentukan dengan tepat penulisan tanda baca pada nilai uang. Soal :
  

Penulisan nilai uang yang benar adalah ….
a. Rp 125,b. RP 125,00 c. Rp125

Kunci: b F. Bentuk tes tertulis pilihan ganda maupun uraian memiliki kelebihan dan kelemahan satu sama lain. d. ada pula kompetensi yang lebih tepat diukur dengan menggunakan tes tertulis dengan bentuk soal objektif. Adapun kelengkapan yang dimaksud adalah kelengkapan perilaku yang diukur yang digunakan untuk menetapkan aspek yang dinilai dalam pedoman penskorannya. (11) analisis butir soal secara kuantitatif dari data empirik hasil uji coba. yaitu: (1) menentukan tujuan tes. (5) menyusun kisi-kisinya. (4) menetapkan penyebaran butir soal berdasarkan kompetensi. (3) menentukan materi yang diujikan. (9) menyusun pedoman penskorannya (10) uji coba butir soal. (8) merakit soal menjadi perangkat tes. Keunggulan soal bentuk pilihan ganda di antaranya adalah dapat mengukur kemampuan/perilaku secara objektif. sangat tergantung pada perilaku/kompetensi yang akan diukur. materi. (6) menulis butir soal. Langkah-langkah Penyusunan Butir Soal Agar soal yang disiapkan oleh setiap guru menghasilkan bahan ulangan/ujian yang sahih dan handal. H. Penulis soal harus dapat merumuskan setepat-tepatnya pedoman penskorannya karena kelemahan bentuk soal uraian terletak pada tingkat subyektivitas penskorannya. (2) menentukan kompetensi yang akan diujikan. dan (12) perbaikan soal berdasarkan hasil analisis. Ada kompetensi yang lebih tepat diukur/ditanyakan dengan menggunakan tes tertulis dengan bentuk soal uraian. (7) memvalidasi butir soal atau menelaah secara kualitatif. dan tes praktik). Rp125. . Hal yang paling sulit dalam penulisan soal bentuk uraian adalah menyusun pedoman penskorannya. sedangkan untuk soal uraian di antaranya adalah dapat mengukur kemampuan mengorganisasikan gagasan dan menyatakan jawabannya menurut kata-kata atau kalimat sendiri. Kelemahan soal bentuk pilihan ganda di antaranya adalah sulit menyusun pengecohnya. Setiap butir soal yang ditulis harus berdasarkan rumusan indikator soal yang sudah disusun dalam kisi-kisi dan berdasarkan kaidah penulisan soal bentuk obyektif dan kaidah penulisan soal uraian. sedangkan untuk soal uraian di antaranya adalah sulit menyusun pedoman penskorannya. yaitu menuntut peserta didik untuk mengorganisasikan gagasan dengan cara mengemukakan atau mengekspresikan gagasan secara tertulis dengan menggunakan katakatanya sendiri. Penggunaan bentuk soal yang tepat dalam tes tertulis. Ketepatan yang dimaksud adalah bahwa materi yang ditanyakan tepat diujikan dengan bentuk uraian. uraian. dan bentuk penilaiannya (tes tertulis: bentuk pilihan ganda. Penulisan Soal Bentuk Uraian Menulis soal bentuk uraian diperlukan ketepatan dan kelengkapan dalam merumuskannya. G. maka harus dilakukan langkah-langkah berikut. Penyusunan Butir Soal Tes Tertulis Penulisan butir soal tes tertulis merupakan suatu kegiatan yang sangat penting dalam penyiapan bahan ulangan/ujian.

maka skala yang disusun disesuaikan dengan tingkatan kemampuan peserta didik yang akan diuji. maka dalam menentukan perilaku yang diukur dibuatkan skala. Bentuk uraian non-objektif adalah suatu soal yang menuntut sehimpunan jawaban dengan pengertian/konsep menurut pendapat masing-masing peserta didik. yaitu uraian objektif dan uraian non-objektif. Untuk tingkat SMA. maka soal ditulis di dalam format kartu soal Setiap satu soal dan pedoman penskorannya ditulis di dalam satu format. sehingga penskorannya dapat dilakukan secara objektif. dan pengembangan soal. sehingga penskorannya sukar untuk dilakukan secara objektif. Bentuk uraian objektif adalah suatu soal atau pertanyaan yang menuntut sehimpunan jawaban dengan pengertian/konsep tertentu. Untuk memudahkan pengelolaan. bentuk uraian diklasifikasikan menjadi 2. KARTU SOAL Jenis Sekolah : ……………………………… …………………… Penyusun : 1. Contoh misalnya perilaku yang diukur adalah “kesesuaian isi dengan tuntutan pertanyaan”. Artinya perilaku yang diukur dapat diskor secara dikotomus (benar – salah atau 1 – 0). Contoh format soal bentuk uraian dan format penskorannya adalah seperti berikut ini. maka penulis soal harus memperhatikan kaidah penulisannya. . Kesesuaiann isi dengan tuntutan pertanyaan Skor     0–3 - Sesuai 3 Cukup/sedang 2 Tidak sesuai 1 Kosong 0 Atau skala seperti berikut: Kesesuaian isi dengan tuntutan pertanyaan Skor       0 – 5 Skor - Sangat Sesuai 5 Sesuai 4 Cukup/sedang 3 Tidak sesuai 2 Sangat tidak sesuai 1 Kosong 0 Agar soal yang disusun bermutu baik. Untuk mengurangi tingkat kesubjektifan dalam pemberian skor ini. perbaikan. misalnya dapat disusun skala seperti berikut.Berdasarkan metode penskorannya.

. …………………… Bahan Kls/Smt : ……………………………… …………………… Bentuk Soal : ……………………………… ………………………. 3. FORMAT PEDOMAN PENSKORAN NO KUNCI/KRITERIA JAWABAN SKOR SOAL Bentuk soalnya terdiri dari: (1) dasar pertanyaan/stimulus bila ada/diperlukan. Kaidah penulisan soal uraian seperti berikut. Soal harus sesuai dengan indikator. 1. (2) pertanyaan. Tahun Ajaran : INDIKATOR SOAL KETERANGAN SOAL NO DIGUNAKAN UNTUK TANGGAL JUMLAH SISWA TK DP PROPORSI PEMILIH ASPEK A B C D E OMT KET. . Materi    a. Aspek yang diukur : ……………………………… KOMPETENSI DASAR BUKU SUMBER: RUMUSAN BUTIR SOAL MATERI NO SOAL: 2. Materi yang ditanyakan harus sesuai dengan tujuan peugukuran. c. dan (3) pedoman penskoran. Setiap pertanyaan harus diberikan batasan jawaban yang diharapkan.Mata Pelajaran : ……………………………. b.

Konstruksi     a. Hal yang paling sulit dilakukan dalam menulis soal bentuk pilihan ganda adalah menuliskan pengecohnya. : ………………………………. : ………………………………. b. grafik. maka soal ditulis di dalam format kartu soal. Aspek yang diukur : ………………………………. dan berfungsi. b. Menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar (baku). d. Bahasa      a. Tabel. Menggunakan kata tanya/perintah yang menuntut jawaban terurai. serta panjang-pendeknya relatif sama dengan kunci jawaban. untuk memudahkan dalam penulisan soal bentuk pilihan ganda. perbaikan. c. Tidak mengandung kata/ungkapan yang menyinggung perasaan peserta didik. langkah pertama adalah menuliskan pokok soalnya. peta. Ada petunjuk yang jelas tentang cara mengerjakan soal. Penyusun : 1. 3. KARTU SOAL Jenis Sekolah Mata Pelajaran Bahan Kls/Smt Bentuk Soal Tahun Ajaran : ………………………………. Setiap soal harus ada pedoman penskorannya. 2. langkah ketiga menuliskan pengecohnya. Rumusan kalimat soal harus komunikatif. c. Pengecoh yang baik adalah pengecoh yang tingkat kerumitan atau tingkat kesederhanaan. maka dalam penulisannya perlu mengikuti langkahlangkah berikut. Materi yang ditanyakan harus sesuai dengan jenjang jenis sekolah atau tingkat kelas. H. e. atau yang sejenisnya disajikan dengan jelas. 3. Tidak menimbulkan penafsiran ganda. Setiap satu soal ditulis di dalam satu format. Untuk memudahkan pengelolaan. Oleh karena itu. dan perkembangan soal. 2. terbaca. Tidak menggunakan bahasa yang berlaku setempat/tabu. : ………………………………. langkah kedua menuliskan kunci jawabannya. Adapun formatnya seperti berikut ini. Penulisan Soal Bentuk Pilihan Ganda Menulis soal bentuk pilihan ganda sangat diperlukan keterampilan dan ketelitian. . d. d. : ………………………………. gambar.

Artinya. b. 1. Pokok soal harus dirumuskan secara jelas dan tegas. Setiap soal harus mempunyai satu jawaban yang benar. Artinya soal harus menanyakan perilaku dan materi yang hendak diukur sesuai dengan rumusan indikator dalam kisi-kisi. Soal harus sesuai dengan indikator. (2) pokok soal (stem). Artinya. tidak menimbulkan pengertian atau penafsiran yang . Peserta didik yang mengerjakan soal hanya memilih satu jawaban yang benar dari pilihan jawaban yang disediakan. Perhatikan contoh berikut! Kaidah penulisan soal pilihan ganda adalah seperti berikut ini. (3) pilihan jawaban yang terdiri atas: kunci jawaban dan pengecoh. 2. Materi a. Pengecoh harus bertungsi c. Konstruksi a. A B C D E OMT Soal bentuk pilihan ganda merupakan soal yang telah disediakan pilihan jawabannya. Soalnya mencakup: (1) dasar pertanyaan/stimulus (bila ada). satu soal hanya mempunyai satu kunci jawaban. kemampuan/ materi yang hendak diukur/ditanyakan harus jelas.KOMPETENSI DASAR BUKU SUMBER RUMUSAN BUTIR SOAL NO SOAL: MATERI KUNCI : INDIKATOR SOAL KETERANGAN SOAL NO DIGUNAKAN UNTUK TANGGAL JUMLAH SISWA TK DP PROPORSI PEMILIH KET.

i. Artinya. terbaca. berarti gambar. penggunaan negatif ganda diperbolehkan bila aspek yang akan diukur justru pengertian tentang negatif ganda itu sendiri. Pokok soal jangan mengandung pernyataan yang bersifat negatif ganda. pada pokok soal jangan sampai terdapat kata. Penyusunan secara unit dimaksudkan untuk memudahkan peserta didik melihat pilihan jawaban. kadang-kadang. Artinya pilihan jawaban yang berbentuk angka harus disusun dari nilai angka paling kecil berurutan sampai nilai angka yang paling besar. Artinya.berbeda dari yang dimaksudkan penulis. Artinya dengan adanya pilihan jawaban seperti ini. dapat dimengerti oleh peserta didik. . grafik. dan semua pilihan jawaban harus berfungsi. kelompok kata. g. Rumusan pokok soal dan pilihan jawaban harus merupakan pernyataan yang diperlukan saja. Hal ini untuk mencegah terjadinya kesalahan penafsiran peserta didik terhadap arti pernyataan yang dimaksud. Artinya. c. grafik. Demikian juga pilihan jawaban yang menunjukkan waktu harus disusun secara kronologis. h. umumnya. atau tabel itu tidak berfungsi. maka secara materi pilihan jawaban berkurang satu karena pernyataan itu bukan merupakan materi yang ditanyakan dan pernyataan itu menjadi tidak homogen. dan sejenisnya yang terdapat pada soal harus jelas dan berfungsi. f. Apabila soal bisa dijawab tanpa melihat gambar. Artinya apabila terdapat rumusan atau pernyataan yang sebetulnya tidak diperlukan. Pilihan jawaban harus homogen dan logis ditinjau dari segi materi. apa saja yang menyertai suatu soal yang ditanyakan harus jelas. dan sebaliknya. atau ungkapan yang dapat memberikan petunjuk ke arah jawaban yang benar. Rumusan pokok soal tidak menggunakan ungkapan atau kata yang bermakna tidak pasti seperti: sebaiknya. tabel atau sejenisnya yang terdapat pada soal. Artinya. Untuk keterampilan bahasa. Pokok soal jangan memberi petunjuk ke arah jawaban yang benar. Setiap butir soal hanya mengandung satu persoalan/gagasan b. diagram. Pilihan jawaban yang berbentuk angka atau waktu harus disusun berdasarkan urutan besar kecilnya nilai angka atau kronologis. d. Panjang rumusan pilihan jawaban harus relatif sama. Pilihan jawaban jangan mengandung pernyataan “Semua pilihan jawaban di atas salah” atau “Semua pilihan jawaban di atas benar”. Kaidah ini diperlukan karena adanya kecenderungan peserta didik memilih jawaban yang paling panjang karena seringkali jawaban yang lebih panjang itu lebih lengkap dan merupakan kunci jawaban. tabel. Gambar. e. wacana. j. pada pokok soal jangan sampai terdapat dua kata atau lebih yang mengandung arti negatif. semua pilihan jawaban harus berasal dari materi yang sama seperti yang ditanyakan oleh pokok soal. penulisannya harus setara. grafik. maka rumusan atau pernyataan itu dihilangkan saja.

Letakkan kata/frase pada pokok soal. Disimpan dalam Evaluasi Pembelajaran Penilaian Sikap 22 Februari 2011 Tinggalkan Komentar 10.2 Penilaian Sikap dalam Proses Pembelajaran di Kelas Pada umumnya penilaian sikap dalam berbagai mata pelajaran dapat dilakukan berkaitan dengan objek sikap sebagai berikut :    Sikap terhadap mata pelajaran Sikap terhadap guru mata pelajaran Sikap terhadap proses pembelajaran Sikap terhadap materi pembelajaran Sikap berhubungan dengan nilai-nilai yang ingin ditanamkan dalam diri siswa melalui materi tertentu Sikap berhubungan dengan kompetensi afektifitas lintas kurikulum. menurut Klausmeir (1985) ada tiga model belajar pembentukan sikap yaitu : mengamati dan meniru. menerima informasi verbal. Pilihan jawaban jangan yang mengulang kata/frase yang bukan merupakan satu kesatuan pengertian.1 Konsep Sikap Sikap adalah suatu reaksi atau perbuatan yang ditimbulkan akibat suatu stimulus atau objek yang datang pada dirinya. Bahasa/budaya a. (2) unsur predikat. c. (2) penulisan kata. menerima penguatan.k. dan c) pemakaian ejaan: (1) penulisan huruf. Tujuan penilaian sikap adalah : . Butir soal jangan bergantung pada jawaban soal sebelumnya. 10. Kaidah bahasa Indonesia dalam penulisan soal di antaranya meliputi: a) pemakaian kalimat: (1) unsur subyek. Ketergantungan pada soal sebelumnya menyebabkan peserta didik yang tidak dapat menjawab benar soal pertama tidak akan dapat menjawab benar soal berikutnya. Bahasa yang digunakan harus komunikatif. b. b) pemakaian kata: (1) pilihan kata. sehingga pernyataannya mudah dimengerti warga belajar/peserta didik. Setiap soal harus menggunakan bahasa yang sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia. (2) penggunaan tanda baca. Yang mempengaruhi pembentukan sikap dalam proses pembelajaran. (3) anak kalimat. 3.

1983 : 2) 10. sesuai dengan tingkat pencapaian dan kemampuan serta karakteristik anak didik.3 Sakla Sikap Skala sikap adalah sejenis angket tertutup dimana pertanyaannya mengandung sifat-sifat dan nilai-nilai yang menjadi tujuan pengajaran dan alternative jawabannya mencerminkan atau menampakan sifat dari nilai yang dimiliki siswa sebagai hasil belajarnya dalam bentuk bertingkat (ranting). merpakan skala yang mirip skala Likert karena suatu instrument yang jawabannya menunjukkan tingkatan.Untuk mendapat umpan balik (feedback) baik bagi guru maupun siswa sebagai dasar untuk memperbaiki proses belajar mengajar dan mengadakan program perbaikan bagi anak didiknya. menyenangkan dsb) Memilih kata sifat yang tepat akan digunakan dalam skala Menentukan skala dan penskoran Jenis-jenis skala sikap : Skala Likert. Langkah-langkah pengembangan skala sikap :     Menentukan objek sikap yang akan dikembangkan skalanya misalnya “mata pelajaran Sains” kompetensi dasar? Indicator? Memilih dan membuat daftar konsep dan kata sifat yang relevan dengan objek penilaian sikap (menarik. skala ini disusun dalam bentuk suatu pertanyaan dan diikuti oleh lima respons yang menunjukan tingkatan. Nilai yang paling cocok di evaluasi dengan skala sikap adalah yang bersifat rasional social. pemberian laporan kepada orang tua dan penentuan lulus tidaknya anak didik. Untuk menempatkan anak didik dalam situasi belajar mengajar yang tepat. misalnya :      SS S TB TS STS : sangat setuju : setuju : tidak berpendapat : tidak setuju : sangat tidak setuju Skala Thurstone. Untuk mengenal latar belakang kegiatan belajar dan kelainan tingkah laku. (Depdikbud. 1 2 3 4 5 D 6 7 E 8 9 10 11 F G H I J Unfavourable K Very Netral Very A B C Favourible . Untuk mengetahui tingkat perubahan tingkah laku anak didik yang dicapai antara lain diperlukan sebagai bahan bagi perbaikan tingkah laku anak didik.

berkreasi. Skor yang diberikan terhadap pilihan tersebut bergantung pada penilai asal penggunaannya konsisten. termasuk mulai dari draft awal.2. 9. Portofolio proses (process oriented) adalah portofolio yang menekankan pada tinjauan bagaimana perkembangan peserta didik dapat diamati dan dinilai dari waktu ke waktu.1 Tinjauan Proses.2 Bentuk Portofolio 9. 9.2 Tinjauan Hasil.1 Penilaian Portofolio Penilaian portofolio dapat diartikan sebagai kumpulan karya atau dokumen peserta didik yang tersusun secara sistematis dan terorganisasi yang diambil selama proses pembelajaran.3 Portofolio dokumentasi. Pendekatan ini lebih menekankan pada bagaimana peserta didik belajar. Yang jelas skor untuk pernyataan positif dan pernyataan negative adalah kebalikannya. Portofolio ditinjau dari hasil (product oriented) adalah portofolio yang menekankan pada tinjauan hasil terbaik yang telah dilakukan peserta didik. 9. digunakan guru dan peserta didikmenilai dan memantau perkembangan pengetahuan. Portofolio dokumentasi adalah penilaian terhadap koleksi pilihan dari sekumpulan evidence peserta didik selama kurung waktu tertentu. Pertanyaan sikap Saya merasa untuk mempelajari SS 5 S 4 TB 3 TS 2 STS 1 Matematika perlu banyak latihan ( + ) Konsep-konsep yang ada dalam 1 2 3 4 5 Matematika terlalu abstrak ( – ) Disimpan dalam Evaluasi Pembelajaran Penilaian Portofolio 22 Februari 2011 Tinggalkan Komentar 9. tanpa memperhatikan bagaimana proses untuk mencapai evidence itu terjadi. Portofolio semacam ini bertujuan untuk mendokumentasikan danmerefleksikan kualitas prestasi yang telah dicapai.Pertanyaan yang disarankan oleh Thurstone kira-kira 10 butir atau tidak kurang dari 5 butir. keterampilan. bagaimana proses awal itu terjadi dan tentunya sepanjang peserta didik dinilai.2.2. . dan sikap peserta didik dalam mata pelajaran tertentu. Contoh pertanyaan sikap terhadap pelajaran matematika. adalah bentuk yang digunakan untuk memilih koleksi evidence peserta didik yang khusus digunakan untuk penilaian.

kesesuaian. semua tujuan pembelajaran berupa kompetensi dasar dan indicator harus dinyatakan secara jelas Integrasi.4 Fungsi dan Tujuan Portofolio Portofolio berfungsi untuk mengetahui perkembangan pengetahuan peserta didik dan kemampuan dalam mata pelajaran tertentu serta pertumbuhan kemampuan dalam mata pelajaran tertentu serta pertumbuhan peserta didik.3 Pedoman Penerapan Penilaian Portofolio Pedoman penerapan penilaian portofolio disekolah. Penilaian portofolio bertujuan sebagai alat formatif maupun sumatif untuk memantau kemajuan peserta didik dari hari ke hari dan untuk mendorong peserta didik dalam merefleksi Pembelajaran mereka sendiri. Kepemilikan. portofolio dilaksanakan tidak hanya mengacu pada suatu standar kompetensi dasar. Portofolio penampilan hanya berisi pekerjaan peserta didik yang telah selesai. pekerjaan peserta didik. perbaikan. portofolio senantiasa berkaitan antara program yang dilakukan peserta didik di kelas dengan kehidupan nyata. 9. Dinamis. atau deskriptif. 9. Evidenve peserta didik haruslah autentik. tidak mencakup proses pekerjaan. kerahasiaan bersama. artinya portofolio memungkinkan untuk menilai berbagai macam evidence Authentic. milik bersama. Beragam tujuan. Pekerjaan guru selanjutnya adalah membuat suatu rumusan bagaimana skor itu akan dianalisis dan ditafsirkan .5 Karakteristik Penilaian Portofolio       Multi sumber.4 Portofolio penampilan adalah bentuk yang digunakan untuk memilih evidence yang paling banyak yang dikerjakan oleh peserta didik ataupun kelompok peserta didik. kepuasan. 9.6 Analisis Hasil dan Pelaporan Hasil penilaian portofolio umumnya dapat berbentuk skor. artinya ditinjau dan konteks maupun fakta harus saling berkaitan satu sama lain.9. antara lain saling percaya.2. dalam penyempurnaan. Portofolio dapat pula berfungsi sebagai alat untuk :     Melihat perkembangan tanggung jawab peserta didik dalam belajar Perluasan dimensi belajar Pemahaman kembali proses belajar mengajar Penekanan pada pengembangan peserta didik dalam belajar. portofolio mencakup perkembangan dan perubahan Eksplisit. adanya keterkaitan antara evidence dengan kompetensi dasar dan indicator yang telah ditentukan dalam rangka mencapai standar kompetensi tertentu. grafik. dan indicator pencapaian hasil belajar tetapi juga mengacu ke berbagai tujuan atau beberapa indicator pencapaian hasil belajar. proses dan hasil. 9.

Disimpan dalam Evaluasi Pembelajaran Penilaian Proyek 22 Februari 2011 Tinggalkan Komentar 8.fakta dan dokumen belajar peserta didik yang dapat dipercaya sebagai bagian dari program Pembelajaran di kelas. Hasil penilaian portofolio dapat dialporkan baik kepada peserta didik. evaluasi dan hasil kerjasama dengan pihak lain. Tugas tersebut berupa suatu investigasi sejak dari pengumpulan.sehingga kesimpulan akhir tentang kemampuan peserta didik sudah merupakan niali keseluruhan berbagai aspek. orang tua. Hal yang paling mendasar dalam analisis dan pelaporan adalah validitas dan realibilitas dan berbagai metode telah dikembangkan. Guru dapat melakukan penilaian dengan cara mengumpulkan catatan yang diperoleh melalui pertemuan.1 Latar Belakang Penilaian Proyek Penialian dalam proses Pembelajaran merupakan kegiatan menghimpun fakta. 9. 8. ujian serta data hasil interview dan survey.7 Merancang Penilaian Portofolio Pada umumnya dalam merancang penilaian portofolio harus memenuhi beberapa tahapan utama diantaranya :     Penentuan tujuan portofolio Penentuan isi portofolio Penentuan criteria penilaian portofolio Penentuan format penilaian format portofolio Penentuan koleksi dan menyelaksi (collection) Refleksi (reflection) Adanya hubungan (conection). observasi. Proyek adalah tugas yang harus diselesaikan dalam periode atau waktu tertentu. hingga penyajian data karena dalam pelaksanaan proyek bersumber pada primer atau skunder. produk. kelompok peserta didik. proyek. portofolio. pengevaluasian.2 Perencanaan Penialian Produk Dalam perencanaan penilaian proyek terdapat tiga hal yang harus diperhatikan :    Kemampuan pengelolaan Relevance Keaslian . maka kegiatan penialian membutuhkan informasi yang bervariasi dari setiap individu atau kelompok peserta didik serta guru. pengorganisasian. maupun komunitas masyarakat. oleh karenanya penilaian berfungsi membantu guru untuk merencanakan kurikulum dan program Pembelajaran.

Keterbandingan Judgement. mengamati tetapi tidak mencatatnya. lokasi siswa pada peta kemajuan belajar dapat ditempatkan relative tepat. akan tetapi guru harus tetap yakin bahwa nilai dapat dimengerti siswa. 3. keterbandingan nialai proyek tidaklah begitu penting di kelas. 8. nilai tunggal mencerminkan kesan umum.8. Contoh Penilaian Proyek     Materi : Pertumbuhan Tanaman Perencanaan kegiatan : Observasi menanam salah satu jenis tanaman Pembuatan laporan atau makalah Mengadakan kegaitan diskusi panel di dalam kelas dimoderatori oleh guru Penilaian dilakukan terhadap :    Keaktifan saat mengikuti talkshow Makalah yang dibuat Aktifitas dalam diskusi panel Format Asesmen Proyek dalam Proses    Kelas : II Mata Pelajaran : Sains Materi : Pertumbuhan tanaman Nama Siswa : ……………………. Pada situasi yang memiliki risiko tinggi. Skor No. bukti nilai yang tersedia dapat menunjukan hubungan yang lemah pada peta kemajuan belajar.3 Judging Proyek Metode Judging. Nilainya dapat dilakukan secara subjektif maupun objektif. mengamati pertumbuhan tanaman tetapi tidak mencatatnya 3 2. nilai diberikan pada beberapa aspek. Menyiram jarang.4 Estimasi dan Pelaporan Penilaian proyek merupakan salah satu bukti untuk ditempatkan pada peta kemajuan belajar siswa. proyek dapat dinilai secara holistic maupun analitik pada proses mapun produknya secara holistic. sedangkan secara analitik. Menyiram tanaman setiap hari. Secara subjektif bila hal ini dilakukan.. Secara objektif. Deskripsi 1. mengamati pertumbuhan 4 tanaman dan mencatatnya Menyiram tanaman setiap hari. 2 . nilai diberikan oleh penilai yang berbeda. maka standar penilaian pada topic yang berbeda tersebut harus dispersikasikan.

7.1 Latar Belakang Penilaian Kinerja Penialain kinerja (Performance Asesment).3 Tujuan dan Peran Asesmen Kinerja Menurut Popham tujuan asesmen kinerja adalah :    Mendiagnosa kelebihan dan kelemahan siswa dalam belajar Memonitor kemajuan atau perkembangan siswa Menentukan level atau jenjang kemampuan siswa Mempengatuhi persepsi public tentang efektifitas pembelajaran Mengevaluasi kinerja guru dan menglasifikasi tujuan Pembelajaran yang dirumuskan oleh guru. merupakan bagian dari asesmen alternative. Tidak menyiram dan tidak mencatat hasil pengamatan 1 Disimpan dalam Evaluasi Pembelajaran Penilaian Kinerja 22 Februari 2011 Tinggalkan Komentar 7. realibilitas. keadilan dan kemanfaatan (usebilitas). sebagai kritikan terhadap kelemahan tes baku yang menggunakan tes objektif. Asesmen kinerja merupakan penilaian yang dilakukan dengan mengamati kegiatan atau kinerja siswa dalam melakukan sesuatu. Tes baku didasarkan pada prinsip-prinsip validitas. 7. asesmen ini muncul sekitar tahun 1980-an.2 Pengertian Asesmen Kinerja Asesmen kinerja adalah penilaian yang menekankan pada apa yang dapat dikerjakan oleh siswa dalam bentuk kinerja. nilai guna dan keunggulannya”. Lima tuntutan belajar dalam asesmen kinerja menurut Marjono (1993 :18). yaitu:  Sikap dan persepsi tentang belajar .4. tes baku banyak mendominasi di persekolahan dan merupakan bagian yang terisolir dari proses Pembelajaran secara keseluruhan. Corner “ asesmen merupakan cara untuk menilai performance siswa secara individual maupun kelompok setelah dilaksanakan pembelajaran” Herman “asesmen merupakan suatu proses atau upaya normal pengumpulan data atau informasi yang berkaitan dengan variablevariabel Pembelajaran yang dapat digunakan sebagai bahan dalam pengambilan keputusan oleh guru” Jalogo “asesmen merupakan cara untuk menilai sesuatu dari berbagai sudut pandang seperti tingkatan.

Ada kesalahan kecil secara mekanis Isi kurang menarik dengan kehilangan focus alur pikiran terpotong-potong dengan beberapa terjemahan yang jelek Pengorganisasian kurang dengan penyimpangan topic Kesalahan mekanis sangat serius Focus tidak jelas Kalimat terputus-putus dan bertele-tele Pengorganisasian sangat jelek Banyak kesalahan secara mekanis dan struktur kalimat sangat lemah. Skor 4 Deskripsi         Isi seluruh tulisan menarik Alur pikiran lancer. bukan menilai dengan menggunakan angka pada computer atau mesin (seperti pada tes buku). asesmen kinerja membutuhkan penilaian yang bersifat manusiawi untuk menilai bagaimana kinerja siswa dapat diterima secara nyata (real). tetapi beberapa terjemahan jelek Ada pengorganisasian topic. masing-masing criteria kinerja siswa dapat dinilai secara jelas dan eksplisit dalam memajukan evaluasi kualitas kinerja siswa Adanya judgement penilaian. Standar kualitas yang spesifik.    Perolehan dan pemanduan pengetahuan Perluasan dan penajaman pengetahuan Penggunaan pengetahuan secara lebih bermakna Pelatihan berfikir kritis dan kreatif Pada asesmen kinerja pemberian skor digunakan dua pendekatan yaitu : (1) Metode Holistic.4 Karakteristik Penialian Kinerja    Multi kriteria. dan (2) Metode Analitic. 3 2    1     Contoh Holistic rubric untuk kemampuan menulis : 7. . terjemahan baik Pengorganisasian topic baik Penggunaan struktur kalimat bagus Sebagian kecil isi kurang menarik Alur pikiran lancer. kinerja siswa harus menggunakan penilaian yang memiliki lebih dari satu criteria. tetapi masih ada kelemahankelemahan. Metode Holistic digunakan apabila para penskor hanya memberikan satu buah skor atau nilai berdasarkan penilaian mereka secara keseluruhan dari hasil kinerja peserta tes.

Urutkan kriteria-kriteria kemampuan yang akan diukur berdasarkan urutan yang dapat diamati. Periksa kembali apa yang telah dibuat dan kalau mungkin dibandingkan kriteria kemampuan yang sudah ada yang telah dibuat sebelumnya oleh orang lain di lapangan.com/category/evaluasi-pembelajaran/ . Evaluasi selain untuk mengetahui posisi atau kemampuan siswa. Tuliskan perilaku kemampuan-kemampuan spesifik (operasional) yang penting dilakukan untuk menyelesaikan tugas dan menghasilkan hasil yang terbaik. atau bentuk tugas yang dapat memperlihatkan kemampuan siswa (real word application) Kriteria penilaian (rubric). bentuk tugas pada penilaian kinerja bisa bentuk : proyek. Usahakan membuat kriteria kemampuan yang diukur tidak terlalu banyak sehingga semua kriteria tersebut dapat diobservasikan selama siswa melaksanakan tugas. yang merupakan panduan untuk memberikan skor. Adapun langkah-langkah membuat penilaian kinerja adalah sebagai berikut : Identifikasi semua langkah-langkah penting yang diperlukan atau yang akan mempengaruhi hasil akhir yang terbaik.7.6 Langkah-langkah Membuat Penilaian Kinerja Wujud utama dari penilaian kinerja ada dua yaitu :          Tugas (task). http://ayahalby.wordpress. Evaluasi merupakan upaya untuk mencapai tujuan Pembelajaran 7. juga untuk memperbaiki PBM.5 Karakteristik Mengevaluasi Penilaian Kinerja     Adanya partisipasi aktif siswa Evaluasi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari PBM. Definisikan dengan jelas kriteria kemampuan yang akan diukur berdasarkan kemampuan siswa yang harus dapat diamati (observable)atau karakter produk yang dihasilkan. portofolio. pameran.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->