PARIWISATA DALAM PERSEPSIISLAM (Tourism on Islam Perseption) oleh Muh. Arfin M.

Salim

Akademi Pariwisata Makassar, JI. G. Rinjani, Tanjung Bunga, Makassar, e-mail: Abstract Tourism is the mobilization of people in a certain short time to the object which is out of their place of activities. So that tourism the mobilization the people from one place to another place for a while. The purpose of the moving is to enjoy they pleasure time. Religion is becoming collective consciousness of the people. This case needs religion values transportation effectively during that religion is viewed as a private consciousness for the followers. Ideally, then, the societies have social discipline, culture and religious. By observing and thinking the world will have a wide meaning, so it is not just for enjoying the beautiful nature, but for closing to the creator that Allah SlNT. It is hot I the context of ritual but also by seeing directly the world. The willing to the tourism development depends on the spirit of intellectuality and spirituality. Key words: religion, tourism, perspective, tour, and moral.

PENDAHULUAN Indonesia adalah salah satu negara tujuan wisata di dunia. Sejak Repelita I jumlah kunjungan wisatawan ke Indonesia selalu meningkat hingga terjadinya resesi ekonomi dunia dan adanya ancaman terorisme. Untuk hal inilah salah satu upaya pemerintah melakukan berbagai usaha di antaranya visit Indonesia Year 2008 yang bertujuan untuk mengembalikan tingkat kunjungan sejak anjloknya kunjungan wisatawan khususnya wisatawan mancanegara sejak tahun1997. Pemerintah memproyeksikan pada Tahun 2008 [umlah wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Indonesia mencapai 7,5 juta orang. Ini

dapat mencapai kenyataan bila pembangunan dl bidang pariwisata terus ditingkatkan. Era globalisasi ditandai dengan persaingan yang semakin ketat di segala bidang termasuk di bidang kepariwisataan. Dewasa ini dunia sedang dihadapkan pada arus globalisasi yang dahsyat. Kemajuan teknologi seakan dunia ini tidak terdapat batas antara satu negara dengan negara lain. Penyebaran informasi dan pergerakan manusia semakin cepat seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Hal ini pula mendorong orang - orang didunia ini ingin menjelajahi dunia dalam waktu yang singkat dan menikmatinya keindahan alam ciptaan Tuhan yang Maha Kuasa.

Pariwisata dalarn Persepsi Islam 146 kan bahwa pariwisata adalah suatu ilmu mandiri. Keindahan pulau dewata Bali. Namun akhir-akhir ini berbagai penelitian ataupun analisis mengemuka- . Kegiatan yaitu berupa perjalanan atau sebahagian dari kegiatan perjalanan tersebut. d. Hal ini disebabkan terjadinya anggapan bahwa budaya asing akan mempengaruhi budaya lokal khusunya budaya Islam. apakah pariwisata sebagai ilmu atau bukan. Dari pengertian ini dapat disimpulkan bahwa unsur-unsur pengertian pariwista ada lima yaitu: a. Perkembangan ini membawa berbagai macam permasalahan dan pandangan di kalangan masyarakat khususnya masyarakat muslim. e. Pariwisata sebagai ilmu merupakan kegitan manah (pikiran + perasaan) manusia mengenai berbagai hal atau sesuatu apa saja termasuk pariwisata (Pend it. KONSEP DASAR PARIWISATA Sekarang ini banyak diperbineangkan mengenai dunia kepariwisataan. Semakin banyak orang melakukan perjaJanan sebagai wisatawan merupakan suatu perhatian khusus bagi kalangan pengusaha khususnya pengusaha bidang kepariwsataan yang mulai mefirik peluang ini. Pariwisata akan tumbuh dan berkembang apaiJa dikembangakan dan pelihara. Hal ini tersebar dart Sabang sampai Marauke. Usaha pariwisata yang terdiri atas 3 golongan yaitu usaha jasa pariwisata. Dewasa ini kehidupan globalisasi daJam pandangan pariwisata telah menjadi bagian dari suatu dinamika peradaban manusia sehingga bukan hanya masyarakat di negara-negara maju tetapi juga dinikmati masyarakat di negara-negara berkembang termasuk negera yang memiliki penduduk yang mayoritas muslim. Manusia yaitu orang yang melakukan kegiatan perjalanan b. usaha sarana pariwisata dan usaha pengusahaan objek dan daya tarik wisata. Sasaran yaitu untuk menikmati objek dan daya tarik wisata. pendidlkan keterampilan untuk keperluan tersebut. 2002: 2) Pariwisata sebagai industri makin berkembang. perkembangan transportasi yang kesemuanya merupakan penunjang keberlangsungan kegiatan atau aktifitas pariwisata. Berbagai kalangan memperdebatkan posisi pariwisata. Motivasi yaitu perjalan itu dilakukan bersifat sementara dan bukan untuk meneari nafkah. c. Taman Laut Bunaken dan masih banyak lagi objek wisata alam dan juga termasuk budaya yang beranekaragam semuanya merupakan daya tarik bagi cajon wisatawan. Adapun pengertian pariwisata dalam Pasal 1 (b) Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1990 tentang kepariwisataan memberi pengertian pariwisata adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan wisata termasuk objek dan daya tarik wisata dan usahausaha di budang tersebut. dibuktikan dengan makin banykanya fasilitas akomodasi. dan berbagai kalangan memiliki pandangan yang berbeda-beda atau dapat dikatakan berbeda pandangan satu sarna lain. Sefanjutnya Pasal 1 (c) UndangUndang Nomor 9 Tahun 1990 tentang kepariwisataan memberi pengertian Kepariwisataan adalah segala sesuatu Indonesia merupakan salah satu tujuan wisata yang cukup banyak dijadikan sasaran kunjungan oleh para pelancong di seluruh dunia.

kesehatan budaya. walau bentuknya beraneka ragam. wi sat a agama (umrah. ekonomis. f. atraksi. 02 Februari 2009. Pengaturan h. Kegiatan yaitu berupa perjalanan atau sebahagian dari kegiatan perjalanan tersebut. sela!u dikaitkan dengan pertamasyaan atau rekreaksi. Meski cara mengemukakan dan redaksinya berbedabeda. wisata kesehatan. No. olah raga dan masih banyak yang lain. Dari berbagai uraian tersebut di atas tampak bahwa pada prinsipnya kepariwisataan mencakup berbagai macam perjalanan. berlibur. adapun aspek yang dimaksud adalah aspek sosioloqls. Untuk mengadakan suatu perjalanan sesorang harus mempersiapkan diri seperti halnya aspekaspek yang telah dijeJaskan sebelum. Sasaran yaitu untuk menikmati objek dan daya tarik wisata. c. budaya. Berkenanaan dengan hal tersebut maka muncul istilah yang antara lain. usaha sarana pariwsiata dan usaha pengusahaan objek dan daya tarik wisata. keagamaan. dan sebagainya. ekologis dan lain-lain sebagainya. b. wisata olah . c) perjalanan itu. Selanjutnya Burkart dan Medik dalam Soekadijo (2000: 3) memberikan pengertian pariwisata sebagai perpindahan orang untuk sementara (dan) dalam jangka waktu pendek ke tujuantujuan di luar tempat di maria mereka biasanya hidup dan bekerja dan kegiatankegiatan mereka selama tinggal di tempat . ziarah dll). Usaha pariwisata yang terdiri atas 3 golongan yaitu usaha jasa pariwisata. menyediakan bermacammacam jasa. Perencanaan g. Pengendalian/Pengawasan. Dari pengertian ini dapat disimpulkan bahwa unsur-unsur pengertian pariwisata ada sepuluh yaitu: a. e. d.Jurnal Kepariwisataan. Pariwisata sudah demikian luas menggejala sehingga beberapa alasan yang dapat melatarbelakangi orang melakukan perjaJanan sebagai wisatawan. Maka dengan denikian pariwisata merupakan suatu fenomena social yang sangat kompleks yang meliputi manusia seutuhnya dan memiliki berbagai aspek . psikologis. Volume 01. d) dan orang yang melakukan pertamsyaan itu tidak mencari nafkah di tempat yang dikunjunginya. b) perjalanan dari suatu tempat ke tempat lain. Manusia yaitu orang yang melaukjan kegiatan perjalanan. Pembinaan j. sehingga akan bernilai ekonomis bagi orang-orang yang menyelenggarakan angkutan. termasuk untuk tujuan ibadah dan atau kesehatan 'dan lain-lain. Keuntungan ekonomis yang diperoleh daerah tujuan wisatawan tersebut. atraksi dan lain-lain. Begitu pula hal-hal yang berhubungan dengan kesenangan atau hiburan. Motivasi yaitu perjalanan itu dilakukan bersifat sementara dan bukan untuk mencari nafkah. misaJnya dengan alasan bisnis. mengahdiri pertemuan atau konvensi. wisata budaya. meliputi rekreasl. Orang harus mengeluarkan biaya.tempat tujuan itu. namun dalam pengertian pariwisata tersebut terdapat factor-faktor: a) perjalanan itu dilakukan untuk sementara waktu. Penyelenggaraan i. Oleh karena itu pariwisata adalah suatu proses atau kegaiatan pergerakan atau perpindahan orangdari suatu tempat ke tempat yang lain dalam jangka waktu tertentu dengan tujuan tertentu misalanya menikmati keindahan alarn. Halaman 145 -154 147 yang berhubungan dengan pengelenggaraan pariwisata.

membuka lapangan kerja yang seluas-Iuasnya bagi masyarakat. 6. Pada hakekatnya kesemua hal ini bergantung pada selera atau daya kreativitas orang-orang yang berkecimpung di dunia pariwisata. Pariwisata adalah faktor penting untuk menggalang persatuan bangsa yang 4. adapt istiadat. 2002: 28) Berbagai motivasi sesorang melaksanakan perjalanan adalah demi kebutuhan praktis dalam politik dan perdagangan. budaya. dimensi interaksional maupun dimensi kultural. karena pariwisata adalah suatu industri yang mu/tip/ayer effect. Pariwisata dapat menghilangkan sikap angkuh dan sombong. Berdasarkan motivasi tersebut sehingga manusia berkreasi untuk membuat bentuk atau jenis wisata. 2. Selain darl segi manfaatnya. Jenis-jenis ini dapat saja bertambah seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan kondisi dan situasi yang perkembangan dunia kepariwisataan di suatu daerah atau negeri yang benarbenar mendambakan industri ini dapat maju. Kaelany (2002: 35) mengemukakan beberapa manfaat pariwisata adalah sebagai berikut: 1. Menggerakkan roda perokonmian suatu daerah. dan sebagainya. 3. . diperlukan pelayanan dan fasilitas mulai dari keberangkatannya sampai di tempat tujuan sampai kembali lagi ke tempat tinggalnya semula. transportasi. Dalam memenuhi keinginan dan kebutuhan wisatawan hingga mereka memproleh kepuasan dalam perjalanan wisatanya. pengembangan di sektor pariwisata mengakibatkan terjadinya perubahan pada tatanan kehidupan sosial masyarakat. dialek. wisata komersil. 7. dan aneka ragam selera yang berbeda. Dan rnasih banyak manfaat yang lain. seperti transportasi. pariwisata juga memiliki efek baik efek samping maupun efek positif. toko-toko cenderamata dan fasilitas telekomonikasi. yaitu: 1. Pariwisata juga berperan meningkatkan kesehatan. Selanjutnya. cita rasa. dorongan kebutuhan kesehatan. perubahan yang terjadi dapat diklasifikasikan dalam dua kategori. akamomodasi. Kesemua itu adalah motivasi agar seseorang melakukan perjalanan. seperti wisata konvensi. kebutuhan minat kebudayaan. restoran. Pariwisata dapat memperluas wawasan dan menambah pengetahuan bagi wisatawan. (Kaelany. Pelayanan yang dimaksud dapat melibatkan berbagai sektor baik yang berberdiri sendiri atau satu rangkaian yang mencakup berbagai bidang sehingga merupakan suatu industri pariwisata. keingintahuan dan memperluas wawasan. Ironisnya. Perubahan positif. restoran dan lain-lain. wisata konvensi dan lain-lain. 5. karena dengan berekreasi dapat mengurangi stres atau tekanan dari segala rutinltas.Pariwisata dalam Persepsi Islam 148 rakyatnya memiliki daerah yang berbeda. Meningkatakan dan mempererat hubungan suatu bangas dan bangsa lain. baik itu perubahan pada dimensi struktural. dorongan keagamaan. Menggugah industri-industri baru yang berkaitan dengan pariwisata misalnya usaha-usaha yang berhubungan dengan pariwisata. Secara makro. diantaranya: akomodasi. raga. meliputi: peningkatan devisa pendapatan negara. karena dengan melihat dunia luar maka akan memahami tentang kekurangan dia.

transportasi. pariwisata juga berpengaruh negatif terhadap ekonomi yaitu karena permintaan wisatawan yang elastis dan cepat dapat mempengaruhi kenaikan harga misalnya kenaikan tarif akornodasi. Volume 01. Proses transformasi budaya ini acap kali menciptakan perubahan-perubahan pada prilaku kehidupan sosial budaya.kerugian pihak lain. seks dan perusak tatanan kehidupan masyarakat. meliputi: terjadinya peristiwa akulturasi. asimilasi. 02 Feb'ruari 2009 .Jurnet Kepariwisataan. namun tidak tertutup kemungkinan terdapat dampak lain yang' ditimbulkan oleh pengembangan pariwisata terhadap ekolog i dan lingkungan hidup.154 149 dan menjaga kelestarian alam sekitar. Adapun bent uk pengaruh priwisata terhadap ekonomi adalah memperluas kesempatan berusaha menumbuhkan lapangan kerja. Realitas kongkrit dapat kita lihat pada bagaimana prilaku kehidupan sosial budaya masyarakat di daerah-daerah wisata. perubahan negatif menjadi sebuah pemandangan yang sangat kontras. Dari kedua dampak atau perubahan tersebut. Namun dalam konteks ini terdapat pula perbedaan . Selain pengaruh pariwisata terhadap sosial budaya. Perubahan negatif. No. Bahkan hal ini menjadi suatu sorotan yang menyita perhatian bahwa industri pariwisata rnembawa dampak yang menjadi ancaman terhadap kehidupan penduduk lokal seperti peredaran obat-obat terlarang. Dengan majunya kegiatan pariwisata maka sektorsektor lain akan bergerak. tidak disangsikan pula bahwa pariwisata mempunyai pengaruh terhadap ekonomi baik pengaruh positif maupun pengaruh negatif.perbedaan budaya. Interaksi antara wisatawan dengan penduduk lokal akan melahirkan pola budaya yang sehat karena terjadinya saling pengertian dan saling menguntungkan. sosial dan ekonomi yang dapat menimbulkan gejolak atau terjadinya akulturasi budaya seperti dijelaskan sebelumnya. dimana budaya lokal mengalami pergeseran nilai. dan kolonialisasi budaya. jika pemilik budaya terse but kurang mampu membentengi diri. 2. dan karenanya maka terjadilah integrasi yang semakin mendalam pada struktur ekonomi kapitalis dunia barat demi keuntungan yang kadangkala tanpa mempertimbangkan kerugian . Perubahan prilaku kehidupan sosial budaya ini terjadi lantaran pengembangan sektor pariwisata yang tidak terkontrol oleh nilai-nilai budaya dan agama. . Pengembangan pada sektor pariwisata mengakibatkan terjadinya akulturasi yang bersifat asimilatif yaitu adanya dominasi budaya luar terhadap budaya lokal. Namun sebaliknya. mendorong pembangunan daerah terkhusus daerah objek wisata dan sebagainya. Menurut Olaf Shuman (1996). Meski dampak positif pariwisata seperti yang dikemukakan sebelumnya disepakati. akulturasi yang bersifat asimilatif membuka jalan penetrasi budaya aSing ke dalam wilayah budaya nasional suatu bangsa dan mengakibatkan suatu transformasi budaya yang timpang. Selanjutnya Kaelany ( 2002: 41) mengemukakan bahwa dampak negatif pariwisata terhadap ekonomi adalah adanya ketergantungan pada bantuan asmg dan investasi-investasi untuk pembangunan industri pariwisata. Pengaruh positif terhadap ekonomi adalah mendatangkan keuntungan yang tidak sedikit. penetrasi. Halarnan 145 . makanan dan lain-lain.

Islam adalah agama wahyu yang disebut al-Dln. akhlak dan muamalah. Pengembangan keparlwisataan di Indonesia merupakan program pemerintah. Business tourism. Para ulama klasik menyebut Islam itu adalah aqidah dan mu'amalah. pembentukan masyarakat yang adil dan kepereayaan hidup setelah mati. musyawarah dan lainlain. OJ dalam akhlak dan rnuarnalah berlaku kaidah: lakukan sesuatu kecuali yang dilarang. simposium . seminar. Menurut Mu'in (1986: 121) Agama sebaqai suatu peraturan Tuhan yang mendorong jiwa seseorang yang mempunyai akal untuk dengan kehendak dan pilihannya sendiri mengikuti peraturan tersebut. pandangan agama dibimbing oleh satu kaidah: jangan lakukan sesuatu keeuali yang disuruh dengan nash dan daHl yang kuat. Untuk lebih memudahkan pemahaman para ulama yang masyhur merinei lagi Islam . Pada umumnya mereka eendrung memahami ajaran Islam melalui pendekatan nash (tekstual) atau doktriner.Pariwisata dalarn Persepsi Islam 150 sebagai Aqidah. Dewasa ini. banyak ulama khalaf (masa kini) dan mutaakhir (kontemporer) seperti Syaikh Mahmud Syaltut menyebut Islam itu adalah akidah dan syariah. la meneakup tatanan semua kehidupan manusia melingkupi aspek akidah (teologi). Untuk itu kepada warga masyarakat seyogyanya secara spontan atau terprogram harus memahami. perjalan untuk kepentingan pendidikan. Akhlak dan mu'amalah. Mu'amalah di sini mereka rinei menjadi mu'amalah yang berhubungan dengan Tuhan dan muarnalah yang berhubungan dengan rnanusla. PERSEPSI PARIWISATA ISLAM TERHADAP Agama adalah pedoman bagi umatnya. 3. perdagangan. Ibadah. studi dan penelitin dll. atau yang berhubungan dengan pekerjaan. Secara garis besar tujuan perjalanan pariwisata itu dibedakan menjadi: 1. ketercakupan itu merupakan pengaturan hubungan dengan Allah dan hubungan sesama manusia. akhlak (etika) dan rnuarnalah (sosio-kultural). serta berpartisipasi dan pada gilirannya sangat peduli dan bertanggungjawab dalam pengembangan kepariwisataan. Sementara Fazlur Rahman menyebut pokok ajaran Islam ada tiga: percaya kepada keesaan Tuhan. Dengan maksud ltulah tulisan pandangan Islam terhadap pariwisata ini disusun. perjalanan uantuk berlibur datau cuti. Di dalam akidah dan ibadah. Di dalam ungkapan lebih sederhana. Program ini harus didukung oleh kekuatan masyarakat. yang menjadi penuntun dalam hidupnya. ibadah (ritual). konprennsi. guna mencapai kebahagiaan hidupnya di dunia dan akhirat. 2. Selanjutnya Nasutian (1979: 10) membenrikan agumentasi agama sebagai yang dipahami secara umum adalah ajaran yang diwahyukan Tuhan kepada manusia rnelalul seorang Rasut. Educational tourism. yaitu perjalanan yang dilakukan oleh sese orang atau kelompok orang dengan tujuan dinas. menqapresiasr. Syariah dibaginya menjadi ibadah. Vacationa! tourism. Untuk maksud tersebut. seperti menghadiri kongres di dalam mapun di luar negeri. maka umat beragama harus memahami fungsi dan peranan kepariwisataan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara terutama dan bagaimana pandangan agama terhadap pariwisata.

5. seni. pariwisata itu dapat ditinjau dari beberapa jenis: 1. Bahkan ada yang menyebut pada akhir-akhlr ini sebagai wisata religi atau agama. upacara kenegaraan dll. malah pada diri mereka sendiri (jasmaniiah dan ruhaniah) berlaku peraturan-peraturan. 02 Februari 2009. ke darerah tertentu dan fain-lain. 7. arung-jeram dan lainlain. raja. istilah hajji yang biasa disebut pilgrimage itu. Recuperation tourism. disebut terakhir ini tentu mempunyai dasar yang relevan juga. pelantikan presiden dan kepala negara. jenis kepariwisataan penyegaran dan kesehatan. Commercial tourism. 1988:22 ) Oi Indonesia juga dikenal dengan istilah wisata ziarah yang pada dasarnya merupakan bagian dari wisata budaya tadi. kontak dagang saling mengtuntungkan dan sebagainya. Adventure tourism. dll. Volume 01. hutan. No. kunjungan ke lokasi peninggalan masa lalu. perjalanan menyaksikan peristiwa-peristiwa tertentu di berbagai negara seperti pemilu. Halaman 145 -154 151 Sementara itu dilihat dari segi obyeknya. formula 1. 3. haji dan seterusnya. yaitu perjalanan petualangan. termasuk umrah. Religious tourism. Sport tourism. (Karim. yaitu kepariwisataan yang dikaitkan dengan kepentingan usaha daganag. juga disebut sacred journey atau perjalanan suci. 8. Sementara di dalam Islam sendiri ibadah haji berarti jawaban untuk memenuhi panggilan Allah sesuai do'a Nabi Jbrahim as. yaitu perjalanan wisata bernuansa keagamaan . 6. olirnplade. 2.35 : 44. 2007:3) Kaitannya dengan nilai-nilai ideal dari kepariwisataan bagi Islam adalah bagaimana umatnya mengambil i'tibar atau pelajaran dari hasil pengamatan dalam perjalanan yang dilakukan sebagai diisyaratkan al-Ouran (QS. Bukankah peroses! haji itu sendiri oleh beberapa kalanpan dipahami juga meliputi aspek wisata jasmani dan ruhanl atau wisata agama (Karim. pusat kepurbakaan dst. kunjungan wisata sambil memberikan bantuan pangan. OS Fathir. kepegunungan. Poltical tourism. mereka akan dapat melihat dan mengetahui bahwa dalam alam sekelilingnya. 2007~3) Selanjutnya dalam Bahasa Inggris. Yang. dan pertuniukan tradisoional serta penampilan dan atraksi budaya pada umumnya. 4.Jurnal Kepariwisataan. Social tourism. (Suara Muhammadiyah. gunung. pakaian dan obat-obatan ke suatu tempat atau masyarakat . Natsir. championship. .6 :11) . Cultural tourism. Selanjutnya AI-Qur'an menggambarkan pula. sunnatullah (M. Ibadah hajji menjadi rukun (pilar) Islam yang ke-5 berdasarkan firman Allah di dalam alOuran. wisata kebudayaan. Sebagai lam bang akidah tauhid untuk kebesaran Allah swt dan merupakan tuntutan syarlat yang mestl dilakukan setiap muslim dan muslimat yang mempunyai kemampuan untuk melaksanakannya. wisata untuk menyaksikan event olahraga nasional dan internasional seperti PON. hiking. apabila manusia itu mau memperhatikan. 1969 :4) . perjalanan manusia dengan maksud dan keperluan tertentu di permukaan bumi harus diiringi dengan keharusan untuk memperhatikan dan mengambil pelajaran dari peninggalan dan peradaban bangsabangsa terdahulu seperti yang dinyatakan pada ayat tadi dan ayat berikut. Menurut mufassir al-Maraghi. jelajah laut. kontak produsen dan konsumen.

Lebih dari itu berwisata mempunyai fungsi dan pemaknaan yang lebih dari sekedar menghilangkan kejernihan pikir. QS Saba: 18. Ada dorongan dari dalam [inner drive] dari manusia untuk traveling wisata dan dorongan tersebut bersifat alamiah serta fitri mempunyai rasa jenuh ingin tahu dan dorongan untuk berplndahpindah dalam mencari suasana baru. Dan te/ah datang kepada mereka rasu/-rasul mereka dengan membawa bukti-bukU yang nyata. Berjalanlah karnu di jeien-jelen itu dengan aman" Pada bagian lain AI-Our 'an menekankan perlunya jaminan keamanan suatu daerah atau negara serta fasilltas yang tersedia bagi para wisatawan. Selain menikmati keindahan alam atau rekreasi juga memberikan pemahaman kepada kita untuk mengenal Allah dan bagaimana dengan kejadiankejadian yang lampau. Hubungannya konsep pariwisata. Karena itu keinginan dalam pengembangan wisata perlu dikembalikan pada perubahan dorongan itentik yang bernuansa intelektualitas dan spiritualitas. Tentu tidak hanya bertujuan untuk sekedar melihat-lihat keindahan pemerdaya alam.Pariwisata dalam Persepsi lslam 152 sebuah Enclave bagi katarsis diri untuk menghasilkan sejarah kepenatan pikir dan menjernihkannya. Hal ini ditekankan oleh mufassir al-Ourthubi ketika memahami OS Saba' 34: 18. Dalam dunia yang makin memperhatikan ketatnya persaingan. Selanjutnya Santoro (2008:1) menyatakan bahwa kesadaran masyarakat terhadap pentingnya berwisata sudah tumbuh. Santoso (2008:2) Melihat dan merenungi alam semesta mempunyai makna yang luas. bum. Maka Alfah seka/i-kali tidak zelim kepada mereka. beberapa negeri yang berdekatan dan Karni tetapkan antara negerinegeri itu (jarak-jarak perjalanan). Dorongan alamiah dan fitri tersebut menumbuh mekarkan semangat untuk mencari. mekanisme yang semakin cepat.bagaimana akibat (yang diderita) o/eh orang-orang yang sebe/um mereka? Orang-orang itu lebih kuat dari rnereka dan teJah meno/ah . balk untuk konteks pemenuhan intelektual maupun spiritual karena itu berwisata sesungguhnya rnempunyai makna spiritual melihat-lihat keindahan alam semesta merupakan salah satu contoh bahwa wisata menjadi wahana bagi pemenuhan diri spiritual. mengatakan yang artinya "Dan kami jadikan eniere mereka dan antara neoen-neoen yang kami lirnpahkan berkat kepadanya.. wisata menjadi . di muka bumi dan memperhatikan . bahwa pariwisata adalah suatu bentuk perjalanan untuk menikmati keindahan alam. " Dan apakah mereka tidak me/akukan perja/anan. akan ietep! merekaJah yang berlaku lazlm kepada diri mereka sendiri" Ayat di atas menjelaskan kepada kita bahwa melakukan perjalanan di muka bumi ini akan memberikan manfaat yang luar biasa. tetapi lebih jauh dalam kedekatan manusia dengan Allah. Jadi kedekatan manusia dengan Allah dalam Islam tidak hanya dilakukan dalam konteks ritual melainkan juga melalui penglihatan langsung terhadap alam sekitarnya. Dalam al Qur'an juga dijelaskan bahwa perjalanan merupakan suatu perintah untuk memahami dan mengenal Tuhan Pencipta alan semesta ini. setie mernakmurkannya lebih banyak dari apa yang letah mereka makmurkan. serta gelombang kebutuhan materi yang demikian besar.

2008. Pariwisata Pandangan Islam. ini merupakan komponen penting sebagaiman termaktub dalam sapta pesona: aman. tertib sifat Allah AI Hasiib. CV Gatiza. lndah. Idealnya kemudian masyarakat menjadi tertib sosial. Kegiatan pariwisata dapat men am bah keimanan seseorang karena dengan melakukan perjalanan kita akan melihat keindahan alam ciptaan Allah SWT yang mempunyai sifat AI Badii. nyaman adalah sifat Allah Ar Rahiim. maupun religius. Oleh dari itu ajaran agama perlu menjadi "kesadaran kolektif" bagi masyarakat. sejuk. pengembangan sosial budaya dan mempromosikan citra bangsa di luar negeri. Hal itu memerlukan mobilisasi nilai-nilai agama secara efektif dan bermanfaat selama in.Forum Pertemuan antara . Pariwisata merupakan sektor yang melibatkan sektorsektor 3. Halaman 145 -154 153 Dalam ayat tersebut di atas terkandung juga maksud antara fain agar kita peduli terhadap kedisiplinan dan kerapian baik dalam perjalanan maupun di tempat kita masing. Jelaslah bahwa pariwisata merupakan bentuk ibadah muamalah yaitu mengajak atau menganjurkan manusia untuk memahami siapa sebenarnya dirinya. Agama sangat berhubungan dengan "pemaknaan" dan spirit dari dalarn. Pariwisata merupakan sektor yang pentinq dalam perekonomian sebagai sumber ekonomi negara dan masyarakat.". mung kin agama lebih dipandang berada pada wilayah "kesadaran privat" bagi perneluk-Nya. 2003. 2000. Emotional Spiritual Quotient. disiplin. No. Al-Our'an ai-Karim. Shofwan. Robert. Kaenly. Makalah. Christian Mill. sejuk sifat Allah AI Waduud dan kenangan adalah kewajiban setiap manusia untuk mengingat. kawasan wisata. Jakarta. Jakarta dalam Masika Karim. Arga Publishing. Tourism the International Business. Disiplin dan rapih (indah) adalah sifat Allah SWT. dan kenangan. 2002. indah sifat Allah AI Badii. biro perjalanan wisata. 2.Jurnal Kepariwisataan. Ary Ginanjar. mengapa ia diciptakan dan mau kemana ia. Ketujuh isi sapta pesona ini adalah sifat-sitat Allah SWT. KESIMPULAN Berdasarkan pembahasan di atas. Sektor pariwisata meliputi beberapa bidang usaha seperti: hotel dan restauran. Padang: Dinas Parsenibud Sumbar. PT Raja Grafindo Persada. kulturai. Jakarta Hd. 02 Februari 2009. Pariwisata merupakan bentuk pengabdian kepada Tuhan yang biasa disebut dengan ibadah muamalah. maka dengan demikian dala kaitannya dengan kegiatan wisata. tertib. " Dakwah sebagai Media Pengembangan Kepariwisataan. displin sifat Allah AI Matiin. dapat disimpulkan: 1. Sehingga sebagian kegiatan pariwisata dapat dikatakan sejalan dengan nilai-nilai Agama Islam DAFT AR RUJUKAN Agustian. Volume 01. Karena dengan melakukan perjalan di muka burni rru kita mengenal alarn semesta sebagaimana dijelaskan dalam AI Qur'an. aman adalah sifat Allah As Salam. nyaman.

16 Juni di Bumi Minang Hotel. Jilfd I. Memahami Pariwisata sebagai Systemic LInkage. Seniman. Fajar. Jakarta. 2002. Jakarta. Santoso. Fiqhud-Da'wah Risalah dan Dasr-dasar Jakarta: Kiblat. Pendit. Pemuka Agama. M. 18/68. Pt Gramedia Pustaka. 2008.td/lndex. Islam Ditinjau dari Berbagai Aspeknya. PT Pradnya Paramita. : Jejak Da'wah. Budayawan. IImu Kalam. Sebuah Pengantar Perdana. Wijaya. Jakarta. Mu'in. ur Press. Vlll. Priwisata Dalam Pandangan Islam. Suara. Muhammadiyah. Yogyakarta. PP Muhammadiyah.Pariwisata dalam Persepsi Islam 154 Natsir. RG. http://tabloidinfo.qo.sumenep. No. Harun.phpvoptl on=com_content&task=view&id=3 37 &Jtemid=3 . Cet. KHM Taib Thahir Abd. 2000. Nasution. "Industri Pariwisata". 19866. IImu Pariwisata. 1988. Adat serta Usaha Pariwisata (PHRI-ASITA) dan MUr. 1979. Anatomi Pariwisata. 1969. Nyoman S. Jakarta Soekresno.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful