Etika Bisnis Dalam Islam Bab I Pendahuluan Latar Belakang Kegagalan yang paling terasa dari modernisasi yang

merupakan akibat langsung dari era globalisasi adalah dalam bidang ekonomi. Kapitalisme modern yang walaupun akhirnya mampu membuktikan kelebihannya dari sosialisme, kenyataannya justru melahirkan berbagai persoalan, terutama bagi negara-negara Dunia Ketiga (termasuk negara-negara Muslim) yang cenderung menjadi obyek daripada menjadi subyek kapitalisme. Dikaitkan dengan kegagalan kapitalisme Barat di negara-negara Muslim tersebut, kesadaran bahwa akar kapitalisme bukanlah dari Islam kemudian membangkitkan keinginan untuk merekonstruksi sistem ekonomi yang dianggap “otentik” berasal dari Islam. Apalagi sejarah memperlihatkan bahwa pemikiran ekonomi, telah pula dilakukan oleh para ulama Islam, bahkan jauh sebelum Adam Smith menulis buku monumentalnya The Wealth of Nations.[1] Di samping itu, Iklim perdagangan yang akrab dengan munculnya Islam, telah menempatkan beberapa tokoh dalam sejarah sebagai pedagang yang berhasil. Keberhasilan tersebut ditunjang oleh kemampuan skill maupun akumulasi modal yang dikembangkan. Dalam pengertiannya yang sangat umum, maka bisa dikatakan bahwa dunia kapitalis sudah begitu akrab dengan ajaran Islam maupun para tokohnya. Kondisi tersebut mendapatkan legitimasi ayat al-Qur’an maupun sunnah dalam mengumpulkan harta dari sebuah usaha secara maksimal.[2] Dengan banyaknya ayat al-Qur’an dan Hadis yang memberi pengajaran cara bisnis yang benar dan praktek bisnis yang salah bahkan menyangkut hal-hal yang sangat kecil, pada dasarnya kedudukan bisnis dan perdagangan dalam Islam sangat penting. Prinsip-prinsip dasar dalam perdagangan tersebut dijadikan referensi utama dalam pembahasan-pembahasan kegiatan ekonomi lainnya dalam Islam sebagai mana pada mekanisme kontrak dan perjanjian baru yang berkaitan dengan negara non-muslim yang tunduk pada hukum perjanjian barat.[3] Pada dasarnya etika (nilai-nilai dasar) dalam bisnis berfungsi untuk menolong pebisnis (dalam hal ini pedagang) untuk memecahkan problem-problem (moral) dalam praktek bisnis mereka. Oleh karena itu, dalam rangka mengembangkan sistem ekonomi Islam khususnya dalam upaya

revitalisasi perdagangan Islam sebagai jawaban bagi kegagalan sistem ekonomi –baik kapitalisme maupun sosialisme-, menggali nilai-nilai dasar Islam tentang aturan perdagangan (bisnis) dari alQur’an maupun as-Sunnah, merupakan suatu hal yang niscaya untuk dilakukan. Dengan kerangka berpikir demikian, tulisan ini akan mengkaji permasalahan revitalisasi perdagangan Islam, yang akan dikaitkan dengan pengembangan sektor riil. Bab II Pembahasan Teori Pengertian Etika Bisnis Dalam Islam Definisi Etika Etika itu sendiri merupakan salah satu disiplin pokok dalam filsafat, ia merefleksikan bagaimana manusia harus hidup agar berhasil menjadi sebagai manusia (Franz Magnis-Suseno :1999) Etika (ethics) yang berasal dari bahasa Yunani ethikos mempunyai beragam arti : petama, sebagai analisis konsep-konsep mengenai apa yang harus, mesti, ugas, aturan-aturan moral, benar, salah, wajib, tanggung jawab dan lain-lain. Kedua, pencairan ke dalam watak moralitas atau tindakantindakan moral. Ketiga, pencairan kehidupan yang baik secara moral (Tim Penulis Rasda Karya : 1995) Menurut K. Bertens dalam buku Etika, merumuskan pengertian etika kepada tiga pengertian juga; Pertama, etika digunakan dalam pengertian nilai-niai dan norma-norma moral yang menjadi pegangan bagi seseorang atau suatu kelompok dalam mengatur tingkah lakunya. Kedua, etika dalam pengertian kumpulan asas atau nilai-nilai moral atau kode etik. Ketiga, etika sebagai ilmu tentang baik dan buruk Menurut Ahmad Amin memberikan batasan bahwa etika atau akhlak adalah ilmu yang menjelaskan arti yang baik dan buruk, menerangkan apa yang seharusnya dilakukan oleh manusia kepada lainnya, menyatakan tujuan yang harus dituju oleh manusia dalam perbuatan mereka dan menunjukkan jalan untuk melakukan apa yang harus diperbuat.

Definisi

Bisnis

Kata bisnis dalam Al-Qur’an yaitu al-tijarah dan dalam bahasa arab tijaraha, berawal dari kata dasar t-j-r, tajara, tajran wa tijarata, yang bermakna berdagang atau berniaga. At-tijaratun walmutjar yaitu perdagangan, perniagaan (menurut kamus al-munawwir). Menurut ar-Raghib al-Asfahani dalam al-mufradat fi gharib al-Qur’an , at-Tijarah bermakna pengelolaan harta benda untuk mencari keuntungan. Menurut Ibnu Farabi, yang dikutip ar-Raghib , fulanun tajirun bi kadza, berarti seseorang yang mahir dan cakap yang mengetahui arah dan tujuan yang diupayakan dalam usahanya. Ayat Bisnis Dalam Al-Qur’an Al-Baqarah : 282 "Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu melakukan utang piutang untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya. Dan hendaklah seorang di antara kamu menuliskannya dengan benar. Janganlah penulis menolak untuk menuliskannya sebagaimana Allah telah mengajarkan kepadanya, maka hendaklah dia menuliskan. Dan hendaklah orang yang berutang itu mendiktekan, dan hendaklah dia bertakwa kepada Allah, Tuhannya, dan janganlah dia mengurangi sedikit pun daripadanya. Jika orang yang berutang itu orang kurang akalnya atau lemah (keadaanya), atau tidak mampu mendiktekan sendiri, maka hendaklah walinya mendiktekannya dengan benar. Dan persaksikanlah dengan dua orang saksi laki-laki di antara kamu. Jika tidak ada saksi dua orang laki-laki, maka boleh seorang laki-laki dan dua orang perempuan di antara orang-orang yang kamu sukai dari para saksi yang ada, agar jika ada yang seorang lupa maka yang seorang lagi mengingatkannya. Dan janganlah saksi-saksi itu menolak apabila dipanggil. Dan janganlah kamu bosan menuliskannya, untuk batas waktunya baik utang itu kecil maupun besar. Yang demikian itu, lebih adil di sisi Allah, lebih dekat menguatkan kesaksian, dan lebih mendekatkan kamu kepada ketidakraguan, kecuali jika hal itu merupakan perdagangan tunai yang kamu jalankan di antara kamu, maka tidak ada dosa bagi kamu jika kamu tidak menuliskannya. Dan ambillah saksi apabila kamu berjual beli, dan janganlah penulis dipersulit dari begitu juga saksi. Jika kamu lakukan yang demikian, maka sungguh, hal itu suatu kefasikan pada kamu. Dan bertakwalah kepada Allah, Allah memberikan pengajaran kepadamu, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu". An-Nisaa : 29 "Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang bathil kecuali dalam perdagangan yang berlaku atas dasar suka sama suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu. Sungguh, Allah Maha Penyayang kepadamu".

Allah SWT melarang hamba-hamba-Nya yang mukmin memakan harta sesamanya dengan cara yang bathil dan cara mencari keuntungan yang tidak sah dan melanggar syari'at seperti riba, perjudian dan yang serupa dengan itu dari macam-macam tipu daya yang tampak seakan-akan sesuai dengan hukum syari'at tetapi Allah mengetahui bahwa apa yang dilakukan itu hanya suatu tipu muslihat dari sipelaku untuk menghindari ketentuan hokum yang telah digariskan oleh syari'at Allah. Allah mengecualikan dari larangan ini pencaharian harta dengan jalan perdagangan (perniagaan) yang dilakukan atas dasar suka sama suka oleh kedua belah pihak yang bersangkutan. At-Taubah : 24 "Katakanlah jika Bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, istri-istri kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatirkan kerugiannya dan rumahrumah tempat tinggal yang kamu sukai adalah lebih kamu cintai dari pada Allah dan Rasulnya dan dari berjihad di jalan Allah maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusannya. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik" Allah SWT memerintahkan orang-orang mukmin menjauhi orang-orang kafir, walaupun mereka itu bapak-bapak, anak-anak, atau saudara-saudara mereka sendiri, dan melarang untuk berkasih saying kepada mereka yang masih lebih mengutamakan kekafiran mereka daripada beriman. An-Nur : 37 "Bertasbih dan bertahmidlah Laki-laki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak pula oleh jual beli dari mengingat Allah dan dari membayar zakat. Mereka takut kepada suatu hari yang (dihari itu) hati dan penglihatan menjadi goncang" Allah SWT berfirman menceritakan tentang hamba-hamba-Nya dan memperoleh pancaran nur iman dan takwa di dada mereka, bahwa mereka itu tekun dalam ibadahnya, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan selalu beri'tikaf di dalam masjidbertasbih, bertahmid dan bertahlil. Mereka sekali-kali tidak tergoda dan tidak akan dilalaikan dari ibadah itu, kegiatan yang mereka lakukan untuk mencari nafkah, berusaha dan berdagang (berniaga). Mereka itu benar-benar cakap membagi waktu di antara kewajiban ukhrawi dan kewajiban duniawi, sehingga tidak sedikitpun tergesr amal dan kewajiban ukhrawi mereka oleh usaha duniawi mereka. Fatir : 29 "Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebagian rezeki yang kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi" Allah SWT berfirman tentang hamba-hamba-Nya yang mukmin yang selalu membaca kitab Allah dengan tekunnya, beriman bahwasanya kitab itu adalah wahyu dari sisi-Nya kepada Rasul-Nya dan mengerjakan apa yang terkandung di dalamnya seperti perintah shalat dan menafkahkan sebagian rezeki yang Allah karuniakan kepadanya untuk tujuan-tujuan yang baik yang membawa ridha Allah dan restu-Nya, menafkahkan secara diam-diam tidak diketahui orang lain atau secara terangterangan, mereka itulah dapat mengharapkan perdagangan (perniagaan) yang tidak akan merugi

dan akan disempurnakanlah oleh Allah pahala mereka serta akan ditambah bagi mereka karuniaNya berlipat ganda. Sesungguhnya Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri amalamal baik hamba-hamba-Nya yang sekecil-kecilnya pun. As-Shaff : 10 "Wahai orang-orang yang beriman! Maukah kamu Aku tunjukkan suatu perdagangan yang dapat menyelamatkan kamu dari azab pedih?" Al-Jum’ah : 11 "Dan apabila mereka melihat perdagangan atau permainan, mereka segera menuju kepadanya dan mereka tinggallah engkau (Muhammad) sedang berdiri (berkhotbah). Katakanlah , "Apa yang ada di sisi Allah lebih baik daripada permainan dan perdagangan," dan Allah pemberi rezeki yang terbaik". Kesimpulan Islam mengatur agar persaingan di pasar dilakukan dengan adil, sehingga seluruh bentuk transaksi yang menimbulkan ketidakadilan dilarang, yaitu: 1. Talaqqi rukban dilarang karena pedagang yang menyongsong di pinggir kota akan memperoleh keuntungan dari ketidaktahuan penjual dari daerah pinggiran atau kampung akan harga yang berlaku di kota. Mencegah masuknya pedagang desa ke kota ini (entry barrier), akan menimbulkan pasar yang tidak kompetitif. 2. Mengurangi timbangan atau sukatan dilarang, karena barang dijual dengan harga yang sama untuk jumlah yang lebih sedikit. 3. Menyembunyikan barang cacat karena penjual mendapatkan harga yang baik untuk kualitas yang buruk. 4. Menukar kurma kering dengan kurma basah dilarang, karena takaran kurma basah ketika kering bisa jadi tidak sama dengan kurma kering yang ditukar tersebut. 5. Menukar satu takaran kurma kualitas bagus dengan dua takar kurma kualitas sedang dilarang, karena setiap kualitas kurma mempunyai harga pasarnya. 6. Transaksi Najasy dilarang, karena si penjual menyuruh orang lain memuji barangnya atau menawar dengan harga tinggi agar orang lain tertarik. 7. Ikhtikar dilarang, karena bermaksud mengambil keuntungan di atas keuntungan normal dengan menjual lebih sedikit barang untuk harga yang lebih tinggi. 8. Ghaban Fahisy dilarang, karena menjual di atas harga pasar.[4]

Seperti halnya epicurianism atau kebahagiaan hanya untuk kebahagiaan itu sendiri. Definisi Etika Bisnis Islam Secara sederhana mempelajari etika dalam bisnis berarti mempelajari tentang mana yang baik/buruk. II. Moralitas disini berarti. benar/salah. Asep hikmat. terj. Ekonomi Islam. “Qawaid al-Mubadalat fi al-Fiqh al-Islami” Review of Islamic Economics.Oleh sebab itu. Pendahuluan Sistem Etika Bisnis Islam berbeda dengan sistem etika sekuler. 1982). hlm. Sumber : http://hndwibowo.Etika bisnis dapat berarti pemikiran atau refleksi tentang moralitas dalam ekonomi dan bisnis.[1] Lihat Adiwarman Karim. 1991). terpuji/tercela. (Jakarta: IIIT Indonesia. kemapanan paradigm konvensional akan arti manusia sebagai ‘ Homo economicus’ (pelaku ekonomi yang mencari keuntungan bagi dirinya tanpa mengindahkan kepentingan orang lain) tidak sepenuhnya sesuai dengan nilai – nilai etika Islam.Sedangkan kode moralitas yang diadopsi agama selain Islam lebih sering menekankan kepada pengkaburan eksistensi kehidupan manusia di muka bumi.Kemudian dalam kajian etika bisnis Islam susunan . 1 no. 2. pantas/tidak pantasdari perilaku manusia. Vol.Sistem etika tersebut megusulkan sebuah sistem penceraian antara etika dengan agama.html ETIKA BISNIS DALAM ISLAM I. morality concept dalam perspektif Islam diusung pada saat pencerahan aksioma – aksioma yang sudah terlanjur kondang (dari sistem kapitalis misalnya). (Leicester: International Association for Islamic Enonomics. sistem sekuler mengasumsikan sejumlah moralitas yang sangat entropis.blogspot.3-7.com/2008/06/etika-bisnis-dalam-islam. [2] [3] [4] Maxime Rodinson. (Bandung: Iqra’. Suatu Kajian Ekonomi Makro. karena konsep moral dari sistem etika tersebut berdiri diatas nilai – nilai temuan manusia. aspek baik/buruk. 2002). Anas Zarqa. Islam dan Kapitalisme. benar/salah dalam dunia bisnis berdasarkan kepada prinsip – prinsip moralitas. Ibid. Bagi seorang muslim. wajar/tidak wajar.

memiliki harga diri. jiwa wirausaha. 3. dimana beliau memaparkan sejumlah perilaku etis bisnis (akhlak al islamiyah) yang dibungkus dengan dhawabith syariah (batasan syariah) atau general guideline menurut Rafik Issa Beekun. Kerja adalah usaha untuk mewujudkan keseimbangan antara pemenuhan kebutuhan jiwa dan jasmani. Konsep kerja dan bisnis Islam yang dapat diterjemahkan dalam bentuk aplikasi etos kerja.adjective di atas ditambah dengan halal – haram. yaitu : 1. 2. . jujur. selalu belajar. konsekuen dan berani tantangan. 5. Batasan Desain Etika Bisnis dalam Islam Desain metodologis sangat diperlukan agar muslim paling tidak mempunyai acuan standar moral tersendiri dalam berperilaku etika. Keimanan bahwa tujuan manusia dalam melakukan pekerjaan adalah beribadah kepada Allah dan memakmurkan kehidupan dengan mengelola bumi beserta isinya. seperti sebagai berikut menghargai waktu. Menghindarkan transaksi ribawi. khususnya pada bisnis. bertanggung jawab. Punishment and Repentance (hukuman dan penyesalan) IV. insting bertanding dalam kompetisi kebaikan. berikut sejumlah tahapan yang menjadi rumusan dan cara kerja penulis dalam mengasumsikan bagaimanakah etika bisnis Islam. III. komitmen kuat. Bekerja keras untuk mendapatkan rezeki di sertai dengan tawakal dan takwa kepada Allah SWT. hidup hemat. Proses Inserting Islamic Values (memasukkan nilai – nilai Islam) pada Standar Moral Etika. disiplin dalam kerja. yaitu : 1. Inventing the Tools 4. percaya diri dan ulet. semangat perantauan dan semangat perubahan.disiplin kreatif. istikamah. sebagai yang disinyalir oleh Husein Sahatah. keinginan mandiri. Usaha yang halal dan menghindari usaha yang haram. memiliki jiwa kepemimpinan. Nilai – nilai Etika Kerja Islami Ada beberapa ciri khas etos kerja Islami yang dapat diakomodir dari implementasi nilai Islam dalam Al – Qur’an dan Hadits. perkaya jaringan silaturahmi. 3. berorientasi pada masa depan. orientasi pada produktifitas.Untuk upaya tersebut. ikhlas. 4. bahagia karena melayani. Pemetaan (maping) Nilai – nilai Sistem Etika Barat dan Timur 2.

12.html . 21. 19. dan paham akan segala aspek perdagangan. Kewajiban bermoral seperti jujur. Memberikan hak – hak pekerja. 28. Memperbanyak beristighfar. 29. Mengeluarkan zakat harta. Tanpa adanya alasan dlaruraat sebisa mungkin menjauhkan transaksi yang tidak Islami dengan perusahaan asuransi. Berhati – hati ketika bertransaksi dengan surat dagang (Commercial Papers) 24. Memberikan kemudahan bagi pihak yang mengalami kesulitan.blogspot. Keseimbangan dalam pengeluaran uang. 25. 13. 30. Mematuhi kode etik dalam setiap melaksanakan kewajiban dan interaksi keuangan. Membuat perjanjian dalam hubungan kemitraan 18. 10. Yang dibolehkan syara’ adalah ahal yang baik dan halal. karena memperbanyak permohonan ampun kepada Allah SWT dapat menjadikan salah satu factor dimudahkannya untuk mendapatkan rezeki. Keimanan yang menyatakan bahwa seluruh materi di dunia ini hanya milik Allah sedang manusia hanya bertugas sebagai khalifah. 9. Sumber : http://hudanusantara-end. 11. 7. Seseorang dilarang menawar diatas tawaran saudaranya. Melaksanakan hak Allah yang diwajibkan atas materi 26. Memurahkan harga dan berkecukupan dengan keuntungan yang sedikit.6. Pembiayaan proyek usaha secara resmi islami. 16. Menggunakan prinsip al ma’ruf dakan pembubaran usaha 27. Memiliki rasa impati. Keinginan untuk memenuhi kebutuhan kewajiban – kewajiban Islam yang lebih utama tanpa dilandasi dengan sikap sombong atau tinggi hati. 14. Menghindari jual beli yang tidak dibolehkan syara’ 20. 8.com/2010/11/etika-bisnis-islam. Keimanan kepada hari akhir dan manusia akan dihitung segala amalanya dalam berproses mencari dan mengeluarkan rezeki. Tidak bekerja sama dengan musuh – musuh Islam. amanah. Menjaga kepemilikan materi dan mengembangkannya di jalan yang halal. karena zakat adalah ibadah dan bagian dari rukun Islam. 23. 15. 17. Keimanan bahwa Allah SWT senantiasa melebihkan rezeki kepada sebagaian hambanya. Melakukan transaksi dengan bank secara Islami 22.

pula yang moral sebenarnya orang yang memiliki yang berbeda. layak. susila. Sedangkan secara etika (ethical) diartikan pantas. susila=dasar-dasar Etik kebaikan). beradab. Pengertian Etika Menurut Kamus moral. . (Ethics) Sedangkan = etika. Moralitas Inggris akhlak. susila.ETIKA BISNIS ISLAM 1. kesusilaan. Sementara berasal falsafah moral dan merupakan cara hidup yang benar dilihat dari sudut budaya. Moral = (su=baik. Etiket tata (sopan cara dari santun) pergaulan bahasa etiquette sesama menusia. berarti itu etika. 12) dari baik berarti membedakan bahasa antara pengertian Prancis etika dengan yang etiket. dilandasi dilandasi etika. tata susila. Jadi kata dan etika penggunaannya makna dan moral arti pasti sering dipertukarkan Moral oleh dan disinonimkan. Uno (2004: berasal yang Latin. sehingga perusahaan memiliki Demikian memiliki etika bisnis pasti manajernya dan segenap karyawan memiliki moral yang baik. oleh etika. = Indonesia susila Oleh Echols and Shadily (1992: 219). sila=dasar. dan agama.

Pengertian Bisnis Secara umum bisnis diartikan sebagai suatu kegiatan yang dilakukan oleh manusia untuk memperoleh kebutuhan secara pendapatan dan keinginan dan atau penghasilan dengan atau cara 2004: rizki dalam rangka daya memenuhi ekonomi dan hidupnya mengelola 46).Etika juga diartikan sebagai seperangkat aturan moral yang membedakan apa yang benar dari apa yang salah dari moda-moda tingkah laku manusia atau O konstatasi-konstatasi Kattsoff dalam tindakan (2004: manusia 31) (madjij. bisnis memiliki makna dasar sebagai ”the buying Straub and dan selling Attner. 2. sumber efektif efisien (Muslich. 1992: bahwa 467). etika Sedangkan Louis Azizy menyatakan merupakan cabang aksiologi yang pada pokoknya membicarakan masalah predikat-predikat nilai “betul” (right) dan “salah” (wrong) dalam arti “susila” (moral) dan “tidak susila” (immoral). suatu Adapun organisasi dalam yang pandangan menjalankan adalah . Menurut Anoraga Soegiastuti dalam Yusanto (2002: 15). Dari disimpulkan bahwa beberapa etika adalah pengertian tata susila yang di berhubungan atas dengan dapat perilaku manusia dengan predikat benar atau salah. of bisnis goods tak lain and services”.

dan mendapatkan keuntungan sebagai imblan dari usaha yang telah 3. Sedangkan menurut Hughes dan Kapoor dalam Arifin (2009: 21) bisnis adalah suatu kegiatan usaha individu yang terorganisir untuk menghasilkan dan menjual barang dan jasa guna mendapatkan keuntungan dan memenuhi kebutuhan masyarakat dan industri. 2002: 18). Berdasarkan uraian di atas dapat dipahami bahwa bisnis adalah aktivitas yang dilakukan oleh seorang individu utnuk mengelola sumber daya ekonomi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dilakukannya. Dalam Islam. berbagai bisnis dapat dipahami tidak sebagai dibatasi namun serangkaian jumlah dibatasi aktivitas bisnis dalam hartanya dan bentuknya yang (kuantitas) dalam kepemilikan cara (barang/jasa) termasuk profitnya. perolehan pendayagunaan hartanya. Pengertian Etika Bisnis Islam .aktivitas produksi dan penjualan barang-barang dan jasa-jasa yang diinginkan oleh konsumen untuk memperoleh profit. yaitu aturan halal dan haram (Yusanto.

taqwa. maka dalam Islam banyak padanan kata yang yang dekat dengan khair. Sebagaimana firman-Nya dalam Surat al Baqarah ayat 188: Dan janganlah sebahagian kamu memakan harta sebahagian yang lain di antara kamu dengan jalan yang bathil dan (janganlah) kamu membawa (urusan) harta itu kepada hakim. kedua pihak Pertama. padahal kamu Mengetahui. khuluq. tidak boleh saling merugikan baik untuk diri sendiri maupun orang lain. maka kajian tentang etika bisnis dalam Islam berakar pada dua sumber utama hukum Islam yaitu al Qur’an dan al al Hadits (Muhammad. Dengan demikian ayat ini memberikan pengertian. bermanfaat dengan merugikan lain. birr. Ayat ini memberikan syarat itu boleh boleh harus dilangsungkannya dilakukan untuk atas satu perdagangan dasar pihak saling dengan rela dua hal. haq.Apabila etika dipahami sebagai seperangkat prinsip moral yang membedakan antara yang benar dari apa yang salah. makna adl. bahwa setiap orang tidak boleh . supaya kamu dapat memakan sebahagian daripada harta benda orang lain itu dengan (jalan berbuat) dosa. dan tersebut. 2008: 62). Kedua. Dengan antara mengacu pada lain: term tersebut. belah perdagangan Tidak antara pihak. Misal dalam al Qur’an Allah SWT dengan tegas melarang seorang hamba memakan sebagian harta yang lain dengan cara yang batil.

Pada tingkat absolut ia membedakan khalik dengan makhluk. memerlukan penyerahan Nya. 2008: 63). untuk lain demi olah kepentingan dia diri sendiri darahnya (vested dan interest). dirinya sendiri. Misalnya lain mencuri. 1993: 38). Dengan di atas jelaslah bahwa urusan dasar ekonomi entitas dari yang dan yang bisnis berdiri Etika dalam lepas bisnis Islam dari dalam yang normatif tidak dapat dipandang etika-religius Islam sebagai yang sebuah bersumber unsur-unsur nilai-nilai perspektif bersifat wahyu Tuhan. Prinsip Tauhid (kesatuan) Tauhid merupakan konsep serba eksklusif dan serba inklusif. kehancuran mengaburkan. tetapi pada tanpa eksistensi syarat manusia memberikan kepada suatu prinsip kehendakperpaduan yang kuat sebab seluruh umat manusia dipersatukan dalam ketaatan kepada Allah . jalan seolah menghisap membuka berjudi. yang menyuap. profan memadukan bersifat dengan etika sakral secara seimbang (Muhammad. yang mengelabui. riba. Prinsip-Prinsip Bisnis dalam Islam a. diperoleh menipu. pekerjaan dengan jalan tidak dibenarkan (Qardhawi.merugikan Sebab hal orang demikian. 2.

kulit. b. Dari konsepsi ini. 20-23): pembeli. Allah yang paling ditakuti dan dicintai. karena hakikatnya kekayaan merupakan amanah Allah.semata. Atas dasar pandangan ini maka pengusaha muslim dalam melakukan aktivitas bisnis harus memperhatikan tiga hal diskriminasi pertimbangan (2). Keseimbangan ini sangat ditekankan oleh Allah dengan menyebut umat Islam sebagai ummatan wasathan. maka Islam menawarkan keterpaduan agama. jenis mitra kelamin (1). 1993: 50-51). terhadap ras. (Beekun. dengan orang lain (masyarakat) dan dengan lingkungan (Muslich. pekerja. sosial ekonomi kehidupan manusia menjadi kebulatan yang homogen yang konsisten dari dalam dan luas sekaligus terpadu dengan alam luas (Naqvi. warna 1997: penjual. Ummatan wasathan adalah . Prinsip Keadilan Ajaran Islam berorientasi pada terciptanya karakter manusia yang memiliki sikap dan prilaku yang seimbang dan adil dalam konteks hubungan antara manusia dengan diri sendiri. Konsep tauhid merupakan dimensi vertikal Islam sekaligus hirizontal yang memadukan segi politik. ekonomi. (3). tidak menimbun kekayaan atau serakah. 2004: 37). kerja atau atas tidak dasar agama. dan sosial demi membentuk kesatuan.

2002: 13). neraca yang Harus benar. arah dan tujuannya serta memiliki aturan-aturan kolektif yang berfungsi sebagai penengah atau pembenar.umat yang memiliki kebersamaan. (2). tidak berzina. karena manusia adalah makhluk teomorfis yang harus memenuhi ketentuan keseimbangan nilai yang sama antara nilai sosial marginal dan individual dalam . kedinamisan dalam gerak. kebersamaan. tidak tuli dan tidak buta terhadap ayat-ayat Allah. dapat takaran dan membinasakan timbangan dengan diri. tidak melakukan kemusyrikan. setiap kebahagiaan individu harus mempunyai nilai yang sama dipandang dari sudut sosial. tidak membunuh jiwa yang diharamkan. kemoderenan merupakan prinsip etis mendasar yang harus diterapkan dalam aktivitas maupun entitas bisnis (Muhammad dan Fauroni. Dengan demikian keseimbangan. berhenti pada titik keseimbangan tertentu demi menghindari pemusatan kekuasaan ekonomi dan bisnis dalam genggaman segelintir orang. Dalam al-Qur’an dijelaskan bahwa pembelanjaan harta benda harus dilakukan dalam kebaikan atau jalan Allah dan tidak pada sesuatu yang menyempurnakan Dijelaskan juga bahwa ciri-ciri orang yang mendapat kemuliaan dalam pandangan Allah adalah mereka yang membelanjakan harta bendanya tidak secara berlebihan dan tidak pula kikir. dapat terwujud konsumsi dan maka distribusi harus harus produksi. tidak memberikan kesaksian palsu. Agar terpenuhi keseimbangan syarat-syarat berikut: ekonomi (1).

c. melaksanakan bentuk aktivitas bisnis tertentu. d. (3). 2004: 42). 1993: 99). Prinsip Pertanggungjawaban . Konsekuensi baik dan buruk sebagai bentuk risiko dan manfaat yang bakal diterimanya yang dalam Islam berdampak pada pahala dan dosa (Muslich. ada dua konsekuensi yang melekat. 1997: 24). dalam bisnis manusia mempunyai kebebasan untuk membuat suatu perjanjian atau tidak. berkreasi mengembangkan potensi bisnis yang ada (Beekun. tetapi di sisi lain ada niat dan konsekuensi baik yang dapat dilakukan dan diraih. Bebas Prinsip Kehendak Manusia sebagai khalifah di muka bumi sampai batas-batas tertentu mempunyai kehendak bebas untuk mengarahkan kehidupannya kepada tujuan yang akan dicapainya. Dalam mengembangkan kreasi terhadap pilihan-pilihan. Berdasarkan aksioma kehendak bebas ini.masyarakat. Di satu sisi ada niat dan konsekuensi buruk yang dapat dilakukan dan diraih. Manusia dianugerahi kehendak bebas (free will) untuk membimbing kehidupannya sebagai khalifah. tidak mengakui hak milik yang tak terbatas dan pasar bebas yang tak terkendali (Naqvi.

Kebebasan yang dimiliki manusia dalam menggunakan potensi sumber daya memiliki batas-batas tertentu. riba dan lain sebagainya. Tidak kemudian digunakan untuk melakukan kegiatan bisnis yang terlarang atau yang diharamkan. maka cara pengelolaan yang dilakukan harus juga dilakukan dengan cara-cara yang benar. norma dan etika yang tertuang dalam al-Qur’an dan Sunnah Rasul yang harus dipatuhi dan dijadikan referensi atau acuan dan landasan dalam menggunakan potensi sumber daya yang dikuasai. dan tidak digunakan sebebas-bebasnya. 2004: 43) .Segala kebebasan dalam melakukan bisnis oleh manusi tidak lepas dari pertanggungjawaban yang harus diberikan atas aktivitas yang dilakukan sesuai dengan apa yang ada dalam al-Qur’an Surat al Mudatsir ayat 38 ”Tiap-tiap diri bertanggung jawab atas apa yang telah diperbuatnya”. adil dan mendatangkan manfaat optimal bagi semua komponen masyarakat yang secara kontributif ikut mendukung dan terlibat dalam kegiatan bisnis yang dilakukan Muslich. seperti judi. Apabila digunakan untuk melakukan kegiatan bisnis yang jelas-jelas halal. melainkan dibatasi oleh koridor hukum.

yaitu: (1). marketing mix merupakan kumpulan variable-variabel yang dapat digunakan oleh perusahaan untuk mempengaruhi tanggapan konsumen. (2). harga. 1993: 103). (3). promosi dan distribusi. Hal ini diimplementasikan minimal pada tiga hal.Pertanggunjawaban ini secara mendasar akan mengubah perhitungan ekonomi dan bisnis karena segala sesuatunya harus mengacu pada keadilan. Atau dengan kata lain. economic return bagi pemberi pinjaman modal harus dihitung berdasarkan pengertian yang tegas bahwa besarnya tidak dapat diramalkan dengan probabilitas nol dan tak dapat lebih dahulu ditetapkan (seperti sistem bunga). 3. Etika Bisnis Islam Bauran Pemasaran dalam Bauran mix) adalah yang Pemasaran kombinasi merupakan inti dari dari (marketing empat sIstem variable/kegiatan pemasaran yaitu produk. Islam melarang semua transaksi alegotoris yang dicontohkan dengan istilah gharar (Naqvi. Keempat variable strategi acuan/baur pemasaran tersebut adalah: . dalam menghitung margin. keuntungan nilai upah harus dikaitkan dengan upah minimum yang secara sosial dapat diterima oleh masyarakat.

Surat . sehingga semuanya penting sebagai satu kesatuan strategi. dan berfungsi sebagai pedoman dalam menggunakan variable pemasaran yang dapat dikendalikan pimpinan perusahaan. Strategi price (harga) c. yaitu strategi acuan/bauran.a. Strategi place (saluran distribusi) d. untuk mencapai tujuan perusahaan dalam bidang pemasaran. Sedangkan strategi marketing mix merupakan bagian dari strategi pemasaran (marketing strategy). dapat dicari pertimbangan dalam Al-Qur’an. Al-Qur’an memberikan dua persyaratan dalam proses bisnis yakni persyaratan horizontal (kemanusiaan) dan persyaratan vertikal (spritual). Strategi promotion (promosi) Keempat strategi tersebut saling mempengaruhi (independent). Dalam konteks etika pemasaran yang bernuansa Islami. Strategi product (produk) b.

sebab marketing . sasaran. sebagai reability product guarantee. b. suci Isyarat diatas sangat relevan dipedomani dalam melakukan proses marketing. hudan c. Ayat ini dapat dijadikan sebagai pedoman dalam etika marketing: a. customer. yakni orang-orang yang bertakwa. Allah menjelaskan manfaat Al-Qur’an sebagai produk karyaNya.Al-Baqarah menyebutkan ”Kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada yang diragukan didalamnya. Allah menjelaskan objek. yakni menjadi (petunjuk). Menjadi petunjuk bagi orang-orang yang bertakwa”. sekaligus target penggunaan kitab tersebut. Allah memberi jaminan terhadap kebenaran Al-Qur’an.

Mengambil petunjuk dari kalimat ”jaminan” yang dijelaskan Allah dalam Al-Qur’an. mencakup. maka dalam rangka penjualan itupun kita harus dapat memberikan jaminan bagi produk yang kita miliki. disamping ke-Islaman sebagai proses pengolahan dan penyajian. Aspek material. dan keIslaman penyajian. ke-Thaharahan (Higienis). ke-Thaharahan. dan mutu penyajian.merupakan bagian yang sangat penting dan menjadi mesin suatu perusahaan. Jadi totalitas dari keseluruhan pekerjaan dan semua bidang kerja . Jaminan tersebut mencakup dua aspek: a. yakni mutu bahan. ke-Halalan. Aspek non material. b. mutu pengobatan. dalam Bahwa jaminan terhadap kebaikan makanan itu baru sebagian dari jaminan yang perlu diberikan. serta keHalalan.

Sebagaimana orang yang sedang dalam program diet sering kali memperhatikan komposisi informasi gizi yang terkandung dalam kemasan makanan yang akan dibelinya. Urutan kedua yang dijelaskan Allah adalah manfaat dari apa yang dipasarkan.yang ditangani di dalam dan di luar perusahaan merupakan integritas dari ”jaminan”. maka yang perlu dilakukan adalah memberikan penjelasan mengenai manfaat produk (ingridients) atau manfaat proses produksi dijalankan. data dan fakta. bahkan seringkali data dan fakta jauh lebih berpengaruh dibanding penjelasan. Jika ini dijadikan dasar dalam upaya marketing. nampaknya peranan data dan fakta sangat penting.143). (QS:Al-An’am. Adapun metode yang dapat digunakan petunjuk Allah: ”Beritahukanlah kepadaku (berdasarkan pengetahuan) jika kamu memang orang-orang yang benar”. Ayat tersebut mengajarkan kepada kita bahwa untuk meyakinkan seseorang terhadap kebaikan yang kita jelaskan haruslah berdasarkan ilmu pengetahuan. . Jadi dalam menjelaskan manfaat produk.

Strategi pemasaran menurut Islam adalah : a. yang akan menjadi darah dan daging manusia. Materi yang halal b. sebab konsumsi yang dapat mengantarkan manusia kepada ketakwaan harus memenuhi tiga unsur : a. Dalam hal ini kita dapat menjelaskan bahwa makanan yang halal dan baik (halalan thoyyiban). Proses pengolahan yang bersih (Higienis) c. Penyajian yang Islami Islam juga memiliki aturan tentang bagaimana melakukan jual beli. Produk yang diperjualbelikan memiliki . akan membuat kita menjadi taat kepada Allah.Ketiga adalah penjelasan mengenai sasaran atau customer dari produk yang kita miliki.

“Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang.ciri ada kejelasan barang.” Produk “kucing dalam karung” artinya menjual sesuatu yang tidak jelas dan termasuk dalam gharar (al Muslih. Jual beli kamuflatif atau yang mengandung unsur ketidakpastian akan mengakibatkan seseorang memakan harta orang lain dengan cara haram. kejelasan ukuran/takaran. 2004: 386). tidak rusak/kedaluwarsa. mereka mengurangi”. Sejalan dengan ayat tersebut adalah QS Al Muthaffifiin (7) tentang keadaan orang yang curang. menggunakan bahan yang baik dan bukan produk “kucing dalam karung”. karena sesungguhnya kitab orang yang durhaka tersimpan dalam sijjin. kejelasan komposisi. Hal ini ada dalam QS Al Muthaffifiin (1-3) tentang ancaman terhadap orang yang curang dalam menakar dan menimbang. “Sekali-kali jangan curang. (yaitu) orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain mereka minta dipenuhi. dan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain. Nabi telah memperingatkan hal itu dalam .

seperti jual beli hasil pohon dengan sistem tahunan. janganlah ia menjualnya kembali sebelum makanan itu sampai ke tangannya. Hadis yang diriwayatkan Malik bin Nafi dari Abdullah bin Umar. Hal ini merupakan pendapat Imam Syafi’I yang didukung oleh pendapat Imam Ahmad.” 3) Menjual barang yang tidak hadir. baik yang dijelaskan kriterianya. maupun yang tidak dijelaskan kriterianya. Bentuk jual beli gharar diantaranya adalah : 1) Barang transaksi yang tidak ada dan tidak diyakini bisa didapatkan. bahwa Rasulullah bersabda. Karena belum tentu pohon tersebut berbuah dan selamat dari hama. Sebagian ulama menyatakan bahwa menjual barang yang tidak tampak sama sekali tidak diperbolehkan. Sementara Imam Malik menjelaskan bahwa. sehingga tidak ada kejelasan. 2) Jual beli gharar yang tidak mungkin diserahterimakan.sabda beliau tentang larangan menjual buah-buahan yang belum layak dikonsumsi atau belum tumbuh. “Barangsiapa yang membeli makanan. “Sebagian besar ulama Madinah membolehkan jual beli barang yang tidak diketahui bila jelas .

dan An Nahl (114-117). Hewan yang dihalalkan akan berubah statusnya menjadi haram apabila mati karena tercekik. jatuh ditanduk. Ketentuan tentang produk halal ada dalam QS Al Baqarah (173. 219). Sedangkan minuman yang diharamkan Allah adalah semua bentuk khamar (minuman beralkohol) (QS.2004:331) c. ”Sesungguhnya Allah mengharamkan menjual minuman keras. maka akan tetap halal kecuali diperuntukkan bagi berhala. daging babi dan patung” (Al Mushlih. Al-Maidah : 3). Jika hewan-hewan ini sempat disembelih dengan menyebut nama Allah sebelum mati. bangkai. terbentur. Al-Baqarah : 173). diterkam binatang buas dan yang disembelih untuk berhala (QS. Al-Baqarah : 219).” b. darah. Hadis yang mendukung adalah. Al Maaidah (3. 87-88). dan kalau barang tersebut tidak dikhawatirkan berubah sebelum diterima.kriterianya. babi dan hewan yang disembelih dengan nama selain Allah (QS. Ketentuan tidak melakukan kecurangan ada dalam QS Al . Bahan yang diharamkan Allah adalah bangkai. Dalam promosi maupun iklan tidak melakukan kebohongan. Produk yang diperjualbelikan adalah produk yang halal.

Etika Bisnis Islam dalam Strategi Produk 1) Produk : memasukkan unsur-unsur moral dan elemen-elemen ruhaniah dalam proses pembuatan keputusan produksi untuk pengembangan produk 2) Prinsip syariah dalam penentuan produk (Ibnu al – Ukhuwwah.shariamarketing.files. Sedangkan menurut Else Fernanda Etika Bauran pemasaran dalam islam (www.com) adalah sebagai berikut: a.1938) .Muthaffifiin (1-3) tentang ancaman terhadap orang yang curang dalam menakar dan menimbang dan QS Al Muthaffifiin (7) tentang keadaan orang yang curang.wordpress.

b) Produk tersebut harus riil bukan maya.a) Produk harus halal dan tidak menyebabkan kerusakan pikiran dalam bentuk apapun. . c) Produk penjualan terjadi harus dapat dikirim setelah b. Etika Bisnis Islam dalam Strategi Harga 1) Tidak diperbolehkan menetapkah harga yang memberikan kesan yang salah pada pelanggan bahwa mereka seakan-akan mendapatkan tawaran menarik.

tidak ada penimbunan.2) Tidak diperbolehkan untuk mengubah harga tanpa mengubah kualitas atau kuantitas dari produk (Ibnu Taymiyah. 5) Mekanisme penyesuaian harga tanpa intervensi dan persaingan sehat harus digalakkan (al-Qur'an. . 1982). 6) Syarat mekanisme penting seperti itu untuk mengharuskan keberhasilan tidak adanya corner market. 3) Melarang propaganda palsu atau publisitas pada bagian dari pemasar tentang posisi permintaan dan penawaran melalui media 4) Etika syariah memungkinkan sewaktu-waktu harga jauh lebih tinggi sebagai akibat dari kelangkaan pasokan alam. tidak adanya manipulasi harga yang tidak adil. dan tidak ada pembatasan pada perdagangan. 83:26).

Tujuannya adalah untuk mencapai kesepakatan harga pada tingkat yang tidak akan zalim kepada konsumen dan pada saat yang sama menuai wajar keuntungan kepada staf pemasaran. 43:19). c. pemasakan dan kesaksian palsu (al-Qur'an. 3) Dalam bidang promosi produk.7) Penimbunan untuk tujuan penyangga yang biasanya dilakukan oleh pemerintah adalah diperbolehkan. etika pemasaran syariah akan mengikuti aturan berikut: . Etika Promosi Bisnis Islam dalam Strategi 1) Al-Qur'an mengutuk segala bentuk dari pernyataan palsu. tuduhan tak berdasar. 2) Tidak etis untuk salesman melebih-lebihkan keunggulan produk yang sebenarnya tidak ada.

kontribusi pada kebodohan pikiran atau mendorong pemborosan. promosi dilarang menggunakan teknik promosi yang menonjolkan penggunaan daya tarik seksual perempuan. kesaksian dan penelitian palsu.a) Mencegah menyesatkan. terjadinya periklanan palsu dan b) Menghindari menyesatkan. 4) Menurut etika syariah. d. Etika Bisnis Islam dalam Strategi Place . taktik penjualan yang c) Menghindari promosi penjualan yang menggunakan penipuan atau manipulasi.

mempengaruhi reseller secara untuk tdk pantas menangani . menggunakan pemaksaan dalam c) Tidak pilihan produk. b) Tidak saluran pemasaran. 2) Mengikuti prinsip-prinsip : a) Tidak memanipulasi ketersediaan produk untuk tujuan eksploitasi.1) Tujuan dari distribusi harus menciptakan nilai dan peningkatan standar hidup dengan menyediakan layanan memuaskan secara etis.

Etika bisnis dalam Islam dipengaruhi oleh tasawuf.multiply. stabilitas politik dan keamanan juga diperlukan etika bisnis. Dalam perkembangannya etika bisnis dipengaruhi oleh setidahnya tiga hal. Lalu agama berpengaruh pula dalam etika bisnis. maka etika bisnis juga makin diperlukan. Kebudayaan juga berpengaruh dalam etika bisnis. kolusi dan nepotisme (KKN) akan tetap marak dan menghalangi pemulihan ekonomi dan bisnis di berbagai negara berkembang dan atau negara miskin.3) Saluran distribusi tidak seharusnya membuat beban bagi pelanggan akhir. karena untuk membangun kembali kehidupan ekonomi dan bisnis yang terpuruk dalam beberapa tahun terakhir ini selain kepastian hukum. Kalau pelaku bisnis itu beragama Islam. Akibatnya pemikiran etika bisnis dengan sendirinya juga berkembang pesat. Karena itu. termasuk di bidang bisnis. maka etika bisnis Islam tentu berpengaruh pada kehidupan bisnis mereka. karena etika itu merupakan bagian dari filsafat.ii suatu ilmu yang dipengaruhi oleh cara dan jalan bagi orang untuk berada sedekat mungkin dengan . penerbitan jurnal dan buku serta penyelenggaraan pertemuan-pertemuan ilmiah tentang etika bisnis di berbagai belahan dunia. dari segi harga lebih tinggi dan penundaan Sumber : http://zanikhan. karena pelaku bisnis biasanya memiliki kebudayaan tertentu. yaitu filsafat. Keperluan terhadap etika bisnis saat ini ditandai dengan berkembangnya lembaga-lembaga kajian. terutama bagi pelaku bisnis yang beragama.i Pengaruh filsafat terhadap etika bisnis sangat besar. Tanpa etika bisnis maka korupsi. kebudayaan dan agama. makin berkembang kegiatan bisnis.com/journal/item/8193?&show_interstitial=1&u= %2Fjournal%2Fitem Tasawuf dan Bisnis Pengembangan etika bisnis saat ini terasa mendesak.

Etika bisnis ini terlihat dalam praktek bisnis. Dalam syariat terdapat ajaran tentang hubungan sesama manusia di segala bidang kehidupan. apalagi dipertentangkan. Tasawuf juga menghendaki pelaksanaan syariat. sebab syariat dan tasawuf tidak boleh dipisahkan satu sama lain. distribusi. dan hubungan karyawan dengan perusahaan. orang Islam harus menjauhi akhlak yang tercela (madzmumah) dan mengamalkan akhlak yang terpuji (mahmudah). . konsumsi. termasuk di bidang bisnis. Sebab untuk mendekatkan diri dengan Allah. syariat dan bisnis melahirkan etika bisnis dalam Islam. Berbagai tindakan ataupun keputusan disebut etis bergantung pada niat individu yang melakukannya. b. produksi. Allah SWT pasti mengetahui apa pun niat kita sepenuhnya dan secara sempurna. Dalam tasawuf.iii Sistem Etika Islam Sejumlah parameter kunci sistem etika Islam telah terungkap dan dapat dirangkum sebagai berikut : a. Hubungan antara tasawuf. Niat yang halal tidak dapat mengubah tindakan yang haram menjadi halal. seperti investasi. Kedua aspek Islam ini saling terintegrasi satu sama lain. termasuk bisnis. Hal ini merupakan salah satu bentuk pengamalan tasawuf. Perlunya kita menjauhi akhlak yang tercela. kemudian mengisi dirinya dengan akhlak yang terpuji. sedangkan syariat adalah aspek eksoteris (lahiriah) Islam. orang Islam harus lebih dahulu mengosongkan diri dari akhlak yang tercela.Allah. orang Islam yang memiliki syariat harus juga mengamalkan tasawuf. Niat baik yang diikuti tindakan yang baik akan dihitung sebagai ibadah. lalu mengamalkan akhlak yang terpuji berlaku dalam semua bidang kehidupan. hubungan bisnis internasional dan krisis lingkungan hidup. Penerapan etika bisnis Islam juga terlihat pada penanganan krisis ekonomi. Sebaliknya orang yang bertasawuf harus pula melaksanakan syariat. Karena itu. Urusan bisnis dalam syariat masuk dalam pembahasan fikih muamalah. promosi. Tasawuf merupakan aspek esoteris (batiniah).

Egoisme tidak mendapat tempat dalam ajaran Islam. Islam mendorong umat manusia untuk melaksanakan tazkiyah melalui partisipasi aktif dalam kehidupan ini. Tidak seperti sistem etika yang diyakini banyak agama lain. ataupun agama. jenis kelamin. warna kulit. Menimbun kekayaannya dengan penuh keserakahan. pembeli atau siapa pun pemegang saham perusahaan atas dasar ras. pemasok. h. di dunia kerja atau aspek apa pun dalam kehidupannya. Keputusan etis harus didasarkan pada pembacaan secara bersama-sama antara al-Qur'an dan alam semesta. namun tidak dalam hal tanggungjawab dan keadilan. di mana pun apakah itu di masjid. Umat Islam selalu mengikuti aturan perilaku yang sama dan satu. Islam memberikan kebebasan kepada individu untuk percaya dan bertindak berdasakan apapun keinginannya.iv Aplikasi Filsafat Etika Islam dalam Bisnis Keesaanv Dengan menerapkan konsep keesaan dalam etika bisnis. Dengan berperilaku secara etis di tengah godaan ujian dunia. Tindakan seorang muslim tidak semata-mata dituntun oleh keuntungan (profit oriented). dan tidak demi mencari kekayaan dengan cara apa pun. g. umat Islam harus mampu membuktikan ketaatannya kepada Allah SWT. Berbuat diskriminatif terhadap pekerja. d. maka umat Islam dilarang : a. bukan sebagai sistem yang tertutup. Etika bukanlah permainan mengenai jumlah. dan berorientasi diri sendiri. c. Islam mempergunakan pendekatan terbuka terhadap etika. Keseimbangan . karena hanya takut dan cinta kepada Allah SWT. e.c. Konsep amanah atau kepercayaan memiliki makna yang sangat penting karena umat Islam sadar bahwa semua harta dunia bersifat sementara dan harus dipergunakan secara bijaksana. Keputusan yang menguntungkan kelompok mayoritas ataupun minoritas tidak secara langsung berarti bersifat etis dalam dirinya. Percaya kepada Allah SWT memberi individu kebebasan sepenuhnya dari hal apapun atau siapa pun kecuali Allah. b. f. Dapat dipaksa untuk berbuat tidak etis.

Tanggungjawab Jika seorang pengusaha muslim berperilaku secara tidak etis. akan bisa menanggulangi sifat al-tama' dan al-hirsh. Kata tersebut mengandung arti : a.vii Kehendak Bebas Berdasarkan konsep kehendak bebas. yang berbisnis semata demi alasan kedermawanan. c. Kewajiban bisnis kita seperti misalnya kontrak formal mengenai tugas-tugas tertentu yang harus dilakukan ataupun kontrak tak tertulis mengenai perlakuan layak yang harus diberikan kepada para pekerja. Karena aspek kunci dalam diri manusia adalah nafs ammarah. akan menepati semua kontrak yang telah dibuatnya. Kewajiban politik kita seperti misalnya perjanjian hukum. keseimbangan dan kehendak bebas. Islam ingin mengekang kecenderungan sikap serakah manusia dan kecintaannya untuk memiliki barang-barang. Al-Qur'an mempergunakan istilah 'adl dalam pengertian ini.Prinsip keseimbangan atau kesetaraan berlaku baik secara harfiah maupun kias dalam dunia bisnis. Sangat menarik untuk mengetahui bahwa makna lain kata 'adl adalah keadilan dan kesetaraan. Islam sebenarnya tidak ingin menciptakan sebuah masyarakat pedagang-syahid. Semua kewajiban harus dihargai kecuali jika secara moral salah. . Kewajiban suci yang muncul dari kodrat spiritual dan hubungan kita dengan Allah SWT. kata 'uqud adalah sebuah konstruksi multidimensional. Islam menolak prinsip laissez-faire dan keyakinan Barat terhadap konsep "Tangan Yang Tak Terlihat". Sebaliknya Islam mengajarkan sikap zuhud. Secara keseluruhan. baik sikap kikir maupun boros keduanya dikutuk baik dalam al-Qur'an maupun Hadis. d.vi Zuhud sebagai sikap sederhana dalam kehidupan berdasarkan motif agama. maka ia akan cenderung menyalahgunakan sistem seperti ini. manusia memiliki kebebasan untuk membuat kontrak dan menepatinya ataupun mengingkarinya.viii Dari sudut pandang ekonomi. Sebagaimana dikemukakan oleh Yusuf Ali. Ia harus memikul tanggungjawab tertinggi atas tindakannya sendiri. Kewajiban sosial kita seperti misalnya dalam perjanjian perkawinan. Sebagai akibatnya.ix Konsep ini bertalian erat dengan konsep kesatuan. ia tidak dapat menyalahkan tindakannya pada persoalan tekanan bisnis ataupun pada kenyataan bahwa setiap orang juga berperilaku tidak etis. Seorang muslim yang telah menyerahkan hidupnya kepada Allah SWT. b.

d. Jika sang pemberi melupakan keuntungannya. Tindakan seperti ini akan memberikan akibat yang mulia. Merupakan tindakan yang sangat baik bagi sang peminjam jika mereka membayar hutangnya tanpa harus diminta. tidak memaksa membayar ketika orang tidak mampu membayar dalam waktu yang telah ditetapkan. dan jika mungkin jauh-jauh hari sebelum jatuh waktu pembayarannya. seseorang harus membuat pengurangan pinjaman untuk meringankan beban sang peminjam. seseorang harus bertindak secara bijaksana dengan memberi waktu yang lebih banyak kepada sang peminjam untuk membayar hutangnya. b.wordpress. Norma adalah suatu pranata dan nilai mengenai baik dan buruk. Jika seseorang membeli sesuatu dari orang miskin. Pengertian etika adalah a code or set of principles which people live (kaedah atau seperangkat prinsip yang mengatur hidup manusia). Dengan demikian. moral berbeda dengan etika.Kebajikan Menurut al Ghazali. Jika seseorang membutuhkan sesuatu.files. dan jika diperlukan. c. Etika adalah bagian dari filsafat yang membahas secara rasional dan kritis tentang nilai. f. akan lebih baik baginya untuk kehilangan sedikit uang dengan membayarnya lebih dari harga yang sebenarnya. e. Dalam mengabulkan hak pembayaran dan pinjaman. terdapat enam bentuk kebajikan :x a. maka orang lain harus memberikannya. Ketika menjual barang secara kredit seseorang harus cukup bermurah hati. dan tindakan yang sebaliknya cenderung akan memberikan hasil yang juga berlawanan. maka hal tersebut akan lebih baik baginya. Sudah sepantasnya bahwa mereka yang ingin mengembalikan barang-barang yang telah dibeli seharusnya diperbolehkan untuk melakukannya demi kebajikan. norma atau moralitas. dengan mengambil keuntungan yang sesedikit mungkin. sedangkan etika adalah refleksi kritis dan penjelasan rasional mengapa .doc Etika Bisnis dalam Islam Salah satu kajian penting dalam Islam adalah persoalan etika bisnis. Sumber: http://marifhakim.com/2012/03/sufistikasi-bisnis.

bahwa ilmu ekonomi harus bebas nilai (value free).1994). (Ormerof. Di Indonesia Paham klasik tersebut sempat berkembang secara subur di Indonesia. yang merangkum pemikiran Boulding(1970). Dalam ungkapan Theodore Levitt. Maka tidak aneh bila masih banyak ekonom kontemporer yang menggemakan cara pandang Ekonomi Klasik Adam Smith. penimbunan barang. merupakan lapangan etika. Memasukkan gatra nilai etis sosial dalam diskursus ilmu ekonomi. Mereka masih bersikukuh memegang jargon “mitos bisnis a moral” Di sisi lain. perampokan bank oleh para konglomerat. Padahal. Mereka berkeyakinan bahwa sebuah bisnis tidak mempunyai tanggung jawab sosial dan bisnis terlepas dari “etika”. Di Barat sendiri. Kebangkitan Etika Bisnis Sebenarnya. dan Myrdal (1984). tanggung jawab perusahaan hanyalah mencari keuntungan ekonomis belaka. Dalam ilmu ekonomi harus melekat nuansa normatif dan tidak netral terhadap nilai-nilai atau etika sosial. . Para pengusaha dan ekonom yang kental kapitalisnya. sedangkan kajian kritis dan rasional mengapa menipu itu buruk apa alasan pikirannya. dilatari oleh sebuah paradigma klasik. Ini berada pada tataran moral. akan mengakibatkan ilmu ekonomi menjadi tidak ilmiah. Amitas Etzioni menghasilkan karya monumental dan menjadi best seller. karena hal ini mengganggu obyektivitasnya. Pandangan bahwa ilmu ekonomi bebas nilai. The Moral dimension: Toward a New Economics (1988). Kolusi. Berbagai buku etika bisnis dan dimensi moral dalam ilmu ekonomi semakin banyak bermunculnan. Salah satu kajian etika yang amat populer memasuki abad 21 di mellinium ketiga ini adalah etika bisnis. pengrusakan lingkungan. pengabaian etika bisnis sudah banyak terjadi khususunya oleh para konglomerat. Menipu orang lain adalah buruk. telah tertolak. korupsi. adalah mencari keuntungan yang sebesar-besarnya. Mc Kenzie (1981). menurut kalangan ekonom seperti di atas. Munculnya penolakan terhadap etika bisnis. Ilmu ekonomi harus mengandung penentuan tujuan dan metode untuk mencapai tujuan. masalah etika bisnis dalam dunia ekonomi tidak begitu mendapat tempat. Tidak sedikit pula pakar ekonomi millenium telah menyadari makin tipisnya kesadaran moral dalam kehidupan ekonomi dan bisnis modern. penindasan tenaga kerja. adalah persoalan-persoalan yang begitu telanjang didepan mata kita baik yang terlihat dalam media massa maupun media elektronik. 1994. monopoli. Di Indonesia. akhir-akhir ini telah digugat oleh sebagian ekonom Barat sendiri. mempertanyakan apakah tepat mempersoalkan etika dalam wacana ilmu ekonomi?. Ilmu Ekonomi sudah menemui ajalnya. Dikotomi Moral dan Bisnis Di zaman klasik bahkan juga di era modern.sesuatu itu baik dan buruk. penipuan. seorang ekonom kritis Inggris menerbitkan bukunya yang amat menghebohkan “The Death of Economics”. etika bisnis hanyalah mempersempit ruang gerak keuntungan ekonomis. menurut mereka. sehingga mengakibatkan terpuruknya ekonomi Indonesia ke dalam jurang kehancuran. pemikiran yang mengemukakan bahwa ilmu ekonomi bersifat netral etika seperti di atas. Pemikiran ini banyak dilontarkan oleh Samuel Weston. prinsip ekonomi. Pada tahun 1990-an Paul Ormerof.

resesi yang mengakibatkan pemangkasan anggaran PHK. mengemukakan bahwa kejahatan spekulasi yang agressif. Dalam penelitian itu. seperti Total Quality Management. paling baik bila dicegah dengan kontra spekulasi. politik. bagi kerusakan dunia bisnis adalah norma moral yang baik untuk semua industri”. enviromentalisme. konsep etika mulai memasuki wacana bisnis. 3. Ia dengan lantang berkomentar. bahwa di Barat telah muncul kesadaran baru tentang pentingnya dimensi etika memasuki lapangan bisnis Kecenderungan Baru Perusahaan-perusahaan besar. semuanya telah men¬ingkatkan kesadaran orang tentang keniscayaan etika dalam aktivitas bisnis. Wacana bisnis bukan hanya dipengaruhi oleh situasi ekonomis. rekayasa ulang dan bencmarking yang menghasilkan pemipihan hirarki dan empowerment. dibuktikan oleh hasil penelitian yang dilakukan oleh James Liebig. 2. Keburukan-keburukan bisnis mulai dibongkar. Mulai dari perkembangan pasar global.mengusulkan untuk membuat kebijakan dalam memerangi spekulasi. Mungkin karena itulah Prof. menghidupkan sifat kasih sayang dan pelayanan yang baik dalam proses perusahaan. melainkan oleh perubahanperubahan sosial. Prof. 5. Mereka tampaknya belum berhasil menyelesaikan krisis tersebut. . Melindungi lingkungan. menjelang millenium ketiga dan memasuki abad 21. teknologi. “Obat paling mujarab. Pandangan-pandangan di atas menunjukkan. ekonomi. 4. tuntutan para karyawan yang makin melampaui sekedar kepuasan material. Contoh kecil kesadaran itu terlihat pada sikap para pakar ekonomi kapitalis Barat -yang telah merasakan implikasi keburukan strategi spekulasi yang amat riskan. James Liebig menemukan enam perspektif. Realitas di atas. Mempertinggi keadilan sosial. meskipun mereka menanganinya dengan serius. Bertindak sesuai etika. kelihatannya juga mempunyai kecenderungan baru untuk mengimplementasikan etika bisnis sebagai visi masyarakat yang bertanggung-jawab secara sosial dan ekonomis. penulis Merchants of Vision. Taussiq berusaha memecahkan masalah ini dengan memperbaiki moral rakyat. 6. ia mewawancarai tokoh-tokoh bisnis di 14 negara. sbb: 1. Menentukan visi dan tujuan bisnis yang bersifat sosial dan melibatkan para karyawan dalam membangun dunia bisnis yang lebih baik. Lerner dalam buku “Economics of Control”. yang umum berlaku. aktivisme para pemegang saham dalam perusahaan-perusahaan go public atau trans nasional. model abad 21.Jadi. Meninjau ulang pandangan klasik tentang paradigma ilmu ekonomi yang bebas nilai. kaedah-kaedah baru di bidang managemen. serta pergeseran-pergeseran sikap dan cara pandang para pelaku bisnis atau ahli ekonomi. Pemberdayaan kreatifitas manusia.

Karyawan yang dulu cendrung dianggap sebagai sekrup dalam mesin besar perusahaan. telah menyerukan urgensi etika bagi aktivitas bisnis Islam Sumber Nilai dan Etika Islam merupakan sumber nilai dan etika dalam segala aspek kehidupan manusia secara menyeluruh. Misalnya. masalah upah. karena keduanya memang tidak berangkat dari etika. tidak ada unsur eksploitasi (QS. barang dan jasa. bersifat kondusif terhadap upaya meningkatkan keuntungan pengusaha atau pemilik modal. Al-Qur’an sangat banyak mendorong manusia untuk melakukan bisnis. faktor-faktor produksi. yaitu keniscayaan etika. bahwa eksistensi etika dalam wacana bisnis merupakan keharusan yang tak terbantahkan. tidak ada alasan untuk menolak etika dalam dunia bisnis. distribusi kekayaan. Islam sejak lebih 14 abad yang lalu. para pengusaha sekarang. kualifikasi dalam bisnis. dapat disimpulkan. kini diberdayakan. percaya bahwa kesenjangan gaji yang tidak terlalu besar antara penerima gaji tertinggi dan terendah dan fasilitas-fasilitas yang diterima oleh kedua kelompok karyawan ini. sampai kepada etika sosio ekonomik menyangkut hak milik dan hubungan sosial. pokok-pokok kerusakan dalam perdagangan. kini benar-benar menjadi mudah diwujudkan sebagai kenyataan. termasuk wacana bisnis. Kapitalisme berangkat dari kepentingan individu sedangkan sosialisme berangkat dari kepentingan kolektif. Perusahaan-perusahaan besar kinipun berlomba-lomba menampilkan citra diri yang sadar lingkungan. Perempuan yang selam ini sering menjadi korban tuntutan efisiensi. modal organisasi. Suatu perkembangan baru yang menggembirakan. Dengan demikian. (meskipun mungkin belum sempurna). Aktivitas bisnis merupakan bagian integral dari wacana ekonomi. 62:10. Dari paparan di atas. 4: 29) dan bebas dari kecurigaan atau penipuan. . seperti kapitalisme dan sosialisme. bahkan kepatuhan kepada etika bisnis. sedangkan sistem ekonomi lain. sekarang mendapatkan perhatian yang layak. Islam memiliki wawasan yang komprehensif tentang etika bisnis. sesungguhnya. tentu kemunculannya lebih mungkin dan lebih dapat subur di negeri kita yang dikenal agamis ini. (Amerika dan Eropa) telah mulai berkembang trend baru bagi dunia bisnis. 2: 282). Namun. seperti keharusan membuat administrasi transaksi kredit (QS. Al-Qur’an memberi pentunjuk agar dalam bisnis tercipta hubungan yang harmonis. tenaga kerja. Keringnya kedua sistem itu dari wacana moralitas. akan mendorong peningkatan kinerja perusahaan secara menyeluruh.). saling ridha.Perspektif di atas menunjukkan bahwa etika bisnis yang selama ini jadi cita-cita. kini mulai muncul era baru etika bisnis di pusat-pusat kapitalisme. cendrung mengabaikan etika sehingga aspek nilai tidak begitu tampak dalam bangunan kedua sistem ekonomi tersebut. Dalam situasi dunia bisnis membutuhkan etika. Sistem ekonomi Islam berangkat dari kesadaran tentang etika. Jika di sarang kapitalisme sendiri. (Qs. bukan saja lingkungan fisik tetapi juga lingkungan sosial dan budaya. tetapi dari kepentingan (interest). Mulai dari prinsip dasar.

Pertanggungjawaban. spirit dan ajaran yang dibawa Nabi itu. sebenarnya pernah terjadi.R. negara Madinah. punya kebebasan penuh untuk melakukan aktivitas bisnis. 62:10) Keseimbangan dan keadilan. bahwa manusia sebagai pelaku bisnis. Karena masalah ekonomi. Tauhid menyadarkan manusia sebagai makhluk ilahiyah. merupakan wacana teologis yang mendasari segala aktivitas manusia. dan dalam rangka melaksanakan titah Tuhan. maka berlaku padanya kaedah umum. Kedua. berguna untuk membangun tata ekonomi baru. kesadaran tentang signifikansi sosial kegiatan bisnis. 51:19) Kebebasan. kecuali ia menjelaskan aibnya” (H.R. keseimbangan (keadilan). yaitu. maka dia bukan kelompok kami” (H. Dalam tataran ini kebebasan manusia sesungguynya tidak mutlak. Yang tidak boleh dalam Islam adalah ketidakadilan dan riba. Syed Nawab Haidar Naqvi. di antaranya ialah: Pertama. Realitas ini menjadi bukti bagi banyak orang.7:31). beliau bersabda: “Tidak dibenarkan seorang muslim menjual satu jualan yang mempunyai aib. sosok makhluk yang bertuhan. memaparkan empat aksioma etika ekonomi. Dengan demikian. adalah amanah Tuhan yang harus dipertanggungjawabkan di hadapan Tuhan Panduan Nabi Muhammad Dalam Bisnis Rasululah Saw. Prinsip-prinsip bisnis yang ideal ternyata pernah dilakukan oleh Nabi dan para sahabatnya. tetapi juga berorientasi kepada sikap ta’awun (menolong orang . AlQuzwani). sangat banyak memberikan petunjuk mengenai etika bisnis. bahwa perilaku bisnis harus seimbang dan adil. bukan ibadah. tidak hanya sekedar mengejar keuntungan sebanyak-banyaknya. kejujuran merupakan syarat fundamental dalam kegiatan bisnis. tauhid. Tauhid. dalam buku “Etika dan Ilmu Ekonomi: Suatu Sistesis Islami”.Rasulullah sendiri adalah seorang pedagang bereputasi international yang mendasarkan bangunan bisnisnya kepada nilai-nilai ilahi (transenden). tetapi merupakan kebebasan yang bertanggung jawab dan berkeadilan. manusia bebas mengimplementasikan kaedahkaedah Islam. “Siapa yang menipu kami. sebagaimana yang diajarkan Bapak ekonomi kapitalis. termasuk kepada aspek mu’amalah. Rasulullah sendiri selalu bersikap jujur dalam berbisnis. “Semua boleh kecuali yang dilarang”. bahwa manusia sebagai individu dan kolektivitas. Rasulullah sangat intens menganjurkan kejujuran dalam aktivitas bisnis. sebagaimana dalam sistem kapitalis. Nilai. tidak dibenarkan. (QS. berarti. Beliau melarang para pedagang meletakkan barang busuk di sebelah bawah dan barang baru di bagian atas. kegiatan bisnis manusia tidak terlepas dari pengawasan Tuhan. tanggung jawab. termasuk kegiatan bisnis. mempunyai tanggung jawab moral kepada Tuhan atas perilaku bisnis. Pelaku bisnis menurut Islam. berarti. Harta sebagai komoditi bisnis dalam Islam. Adam Smith. Kepemilikan individu yang tak terbatas. Keseimbangan berarti tidak berlebihan (ekstrim) dalam mengejar keuntungan ekonomi (QS. bahwa tata ekonomi yang berkeadilan. Muslim). Harta mempunyai fungsi sosial yang kental (QS. Dalam Islam. Dalam ekonomi. Dalam tataran ini. yang akhirnya terwujud dalam tata ekonomi dunia yang berkeadilan. bahwa prinsip esensial dalam bisnis adalah kejujuran. Dalam doktrin Islam. kebebasan. berarti. Dengan dasar itu Nabi membangun sistem ekonomi Islam yang tercerahkan. meski dalam lingkup nasional.

Firman Allah: “Celakalah bagi orang yang curang. Ihtikar ialah (menumpuk dan menyimpan barang dalam masa tertentu. agar orang membeli kepadanya. harus disadari. “Berikanlah upah kepada karyawan. mereka mengurangi” (QS. Seorang palaku bisnis. berkolusi dengan penjual untuk menaikkan harga. tetapi hasilnya tidak berkah. dengan tujuan agar harganya suatu saat menjadi naik dan keuntungan besar pun diperoleh).R. Nabi Muhammad Saw bersabda. Nabi Muhammad Saw bersabda. dan Allah tidak akan memperdulikannya nanti di hari kiamat (H. Muslim). agar orang lain tertarik membeli dengan harga tersebut. dan pada gilirannya meningkatkan daya beli atau pemasaran. tetapi hasilnya tidak berkah”. tetapi agar menarik orang lain untuk membeli). Praktek sumpah palsu dalam kegiatan bisnis saat ini sering dilakukan. Kedelapan. harus bersikap ramah dalam melakukan bisnis. dan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain. timbangan yang benar dan tepat harus benar-benar diutamakan. hati dan penglihatan menjadi goncang”. tidak boleh menjelekkan bisnis orang lain. Namun. sebelum kering keringatnya”. Keenam. membayar upah sebelum kering keringat karyawan. Dalam hadis riwayat Abu Zar. bahwa meskipun keuntungan yang diperoleh berlimpah. . Sabda Nabi Muhammad. Mereka takut kepada suatu hari yang hari itu. Bisnis tidak boleh menggangu kegiatan ibadah kepada Allah. mereka minta dipenuhi. Keempat. Tegasnya. 83: 112). tidak boleh berpura-pura menawar dengan harga tinggi.R. Nabi Muhammad Saw mengatakan. Nabi bersabda. Pembayaran upah harus sesuai dengan kerja yang dilakuan. tidak melakukan sumpah palsu.lain) sebagai implikasi sosial kegiatan bisnis. “Janganlah seseorang di antara kalian menjual dengan maksud untuk menjelekkan apa yang dijual oleh orang lain” (H. barang-barang memang terjual. bukan dengan niat untuk membeli. ukuran dan timbangan yang benar. Ketujuh. berbisnis. “Orang yang tidak dilalaikan oleh bisnis lantaran mengingat Allah. Bukhari dan Tarmizi). karena dapat meyakinkan pembeli. tidak melakukan ihtikar. ramah-tamah . dan dari mendirikan shalat dan membayar zakat. Kesepuluh. yaitu orang yang apabila menerima takaran dari orang lain. Dalam perdagangan. “Dengan melakukan sumpah palsu. Nabi Muhammad saw sangat intens melarang para pelaku bisnis melakukan sumpah palsu dalam melakukan transaksi bisnis Dalam sebuah hadis riwayat Bukhari. takaran. Kelima. bukan mencari untung material semata. tetapi didasari kesadaran memberi kemudahan bagi orang lain dengan menjual barang.R. Rasulullah saw mengancam dengan azab yang pedih bagi orang yang bersumpah palsu dalam bisnis. Hadist ini mengindikasikan bahwa pembayaran upah tidak boleh ditunda-tunda. Ketiga. “Allah merahmati seseorang yang ramah dan toleran dalam berbisnis” (H. Firman Allah. “Janganlah kalian melakukan bisnis najsya (seorang pembeli tertentu. Muttafaq ‘alaih). Kesembilan. Rasulullah melarang keras perilaku bisnis semacam itu.

Sumber: http://muhsinhar. babi dan “patung-patung” (H. Muslim). Semua bentuk bisnis tersebut dilarang Islam karena dapat merusak esensi hubungan sosial yang justru harus dijaga dan diperhatikan secara cermat. Kelimabelas. Firman Allah. minuman keras. bukan barang yang haram. bangkai. karena ia diduga keras. tanpa memberi kesempatan kepada orang lain. bisnis dilakukan dengan suka rela. “Hai orangorang yang beriman. an-Nisâ’/4: 29). Jabir). tinggalkanlah sisa-sisa riba jika kamu beriman (QS. Ini dilarang dalam Islam. dsb. Keduabelas. seperti air. tidak boleh melakukan bisnis dalam kondisi eksisnya bahaya (mudharat) yang dapat merugikan dan merusak kehidupan individu dan sosial. Ketujuhbelas. Keempatbelas. kecuali dengan jalan bisnis yang berlaku dengan suka-sama suka di antara kamu” (QS.ac. Tidak boleh menjual barang halal. Contoh yang sederhana adalah eksploitasi (penguasaan) individu tertentu atas hak milik sosial.R. tidak monopoli.id/etika-bisnis-dalam-islam/ ETIKA BISNIS DALAM ISLAM Pendahuluan: Etika Bisnis Islami . Oleh karena itu Allah dan Rasulnya mengumumkan perang terhadap riba. komoditi bisnis yang dijual adalah barang yang suci dan halal. “Sesungguhnya Allah mengharamkan bisnis miras. mengolahnya menjadi miras. baik yang bersumber dari al-Qur’an maupun Sunnah. janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan cara yang batil. Keenambelas. al-Baqarah/2:: 278) Pelaku dan pemakan riba dinilai Allah sebagai orang yang kesetanan (QS. Ketigabelas. seperti babi. al-Hakim). Sabda Nabi Saw. Allah akan memberinya naungan di bawah naunganNya pada hari yang tak ada naungan kecuali naungan-Nya” (H. Memberi tenggang waktu apabila pengutang (kreditor) belum mampu membayar. seperti anggur kepada produsen minuman keras. Nabi Muhammad Saw bersabda. Individu tersebut mengeruk keuntungan secara pribadi. “Hai orang-orang yang beriman. “Sebaikbaik kamu. Salah satu keburukan sistem ekonomi kapitalis ialah melegitimasi monopoli dan oligopoli. tanpa paksaan. Rasulullah memuji seorang muslim yang memiliki perhatian serius dalam pelunasan hutangnya. Demikianlah sebagian etika bisnis dalam perspektif Islam yang sempat diramu dari sumber ajaran Islam. larangan melakukan bisnis senjata di saat terjadi chaos (kekacauan) politik.umy. Sabda Nabi Saw. anjing. ekstasi.staff.Kesebelas. bahwa bisnis yang dilaksanakan bersih dari unsur riba. Firman Allah. udara dan tanah dan kandungan isinya seperti barang tambang dan mineral. Misalnya. adalah orang yang paling segera membayar hutangnya” (H.R. al-Baqarah/2: 275). Segera melunasi kredit yang menjadi kewajibannya.R. “Barang siapa yang menangguhkan orang yang kesulitan membayar hutang atau membebaskannya.

sehingga ia tidak menzholimi kepercayaan yang diberikan kepadanya. Islam menginginkan seorang pebisnis muslim mempunyai hati yang tanggap. Islam menempatkan aktivitas perdagangan dalam posisi yang amat strategis di tengah kegiatan manusia mencari rezeki dan penghidupan. Akhlak yang lain adalah amanah. mempermudah urusan jual beli. Kunci etis dan moral bisnis sesungguhnya terletak pada pelakunya. Seorang pengusaha muslim berkewajiban untuk memegang teguh etika dan moral bisnis Islami yang mencakup Husnul Khuluq. Seorang pebisnis muslim adalah sosok yang dapat dipercaya. Dalam Al Qur’an terdapat peringatan terhadap penyalahgunaan kekayaan. ketika sumpah ia mengingkari. dimana pintu rezeki akan terbuka dengan akhlak mulia tersebut. dengan menjaganya dengan memenuhi hak-hak Allah dan manusia. dan akan membukakan pintu rezeki. Nabi Muhammad SAW adalah seorang pedagang. dan agama Islam disebarluaskan terutama melalui para pedagang muslim. sejumlah filsuf mulai terlibat dalam memikirkan masalah-masalah etis disekitar bisnis. Sebagian dari makna kejujuran adalah seorang pengusaha senantiasa terbuka dan transparan dalam jual belinya. Praktek Kapitalisme di Indonesia . Amerika menolaknya. Konsekuen terhadap akad dan perjanjian merupakan kunci sukses yang lain dalam hal apapun sesungguhnya Allah memerintah kita untuk hal itu. itu sebabnya misi diutusnya Rasulullah ke dunia adalah untuk memperbaiki akhlak manusia yang telah rusak. ketika dipercaya ia khianat” (Hadits). dan mempercepat kembalinya modal. Menepati janji mengeluarkan orang dari kemunafikan sebagaimana sabda Rasulullah ”Tanda-tanda munafik itu tiga perkara. dan etika bisnis dianggap sebagai suatu tanggapan tepat atas krisis moral yang meliputi dunia bisnis di Amerika Serikat. serta menjaga muamalah nya dari unsur yang melampaui batas atau sia-sia. Sifat toleran juga merupakan kunci sukses pebisnis muslim.70-71).275) ”Allah telah menghalalkan perdagangan dan melarang riba. dalam agama Islam tampak pandangan positif terhadap perdagangan dan kegiatan ekonomis. Dawam Rahardjo justru mencurigai tesis Weber tentang etika Protestantisme. Salah satu dari akhlak yang baik dalam bisnis Islam adalah kejujuran (QS: Al Ahzab.Etika bisnis lahir di Amerika pada tahun 1970 an kemudian meluas ke Eropa tahun 1980 an dan menjadi fenomena global di tahun 1990 an jika sebelumnya hanya para teolog dan agamawan yang membicarakan masalah-masalah moral dari bisnis. toleran membuka kunci rezeki dan sarana hidup tenang. Hal ini dapat dilihat pada sabda Rasulullah SAW: ”Perhatikan oleh mu sekalian perdagangan. sesungguhnya di dunia perdagangan itu ada sembilan dari sepuluh pintu rezeki”. ketika berbicara ia dusta. akhlak yang baik adalah modal dasar yang akan melahirkan praktik bisnis yang etis dan moralis. tetapi tidak dilarang mencari kekayaan dengan cara halal (QS: 2. Pada derajat ini Allah akan melapangkan hatinya. Manfaat toleran adalah mempermudah pergaulan. yang menyitir kegiatan bisnis sebagai tanggungjawab manusia terhadap Tuhan mengutipnya dari ajaran Islam. Jika kita menelusuri sejarah. Ketika sebagian besar negara-negara peserta mempermasalahkan etika industri negara-negara maju yang menjadi sumber penyebab global warming agar dibatasi. akan tetapi ironisnya justru negara Amerika yang paling gigih menolak kesepakatan Bali pada pertemuan negara-negara dunia tahun 2007 di Bali.

Buktinya demontrasi buruh sering terjadi di perusahaan-perusahaan atau instansi-instansi. 2. kayu gelondongan. Semua menjadi pengusaha papan atas di Indonesia karena mendapatkan berbagai kemudahan dalam berbisnis. Tomy dengan Sirkuit Sentul. 1. Koperasi sebagai soko guru ekonomi Indonesia. Arnold Baramuli. yang bertumpu pada ekonomi kerakyatan dengan sistem koperasi. Ia bersama Liem Sioe Liong membangun kerajaan bisnis dalam tepung terigu dan semen. Baramuli tidak akan berhasil dalam bisnis. bahkan sampai pada tingkat monopoli usaha dari hulu sampai hilir. Bob Hasan.Apakah Indonesia menganut sistem ekonomi kapitalisme? Jawabannya pasti tidak. Bisnisnya menjadi besar karena mendapatkan kemudahan-kemudahan dari pemerintah. Ia mendapat konsesi-konsesi kayu gelondongan dari pemerintah. Melalui PT Subentra Multi Petrokimia memperoleh kontrak dari pemerintah untuk membangun sebuah komplek petrokimia. . Praktek kapitalisme kedua adalah proteksi pemerintah kepada pada pengusaha. yang pasti tanpa kaitan dengan Departemen Dalam Negeri. perkebunan. sementara waktu atau jam kerjanya tergolong tinggi dengan tingkat kesejahteraan kurang dari cukup. manfaktur barang pecah belah. begitu juga Bambang Triatmojo dengan berbagai macam usahanya. Sudwikatmono. Ia juga disebut “raja hutan” karena memonopoli perdagangan kayu gelondongan. 4. dan Baramuli hanyalah pengelolanya. Artinya pemerintah melakukan intervensi ke dalam dunia usaha dengan membuat undang-undang atau peraturanperaturan. Bendera Mertju Buana yang dikerek untuk mewadahi bisnis dalam bidang perakitan mobil. karena ingin melindungi dunia usaha dari praktek-praktek usaha yang tidak adil. Ayah angkat Bob Hasan adalah Gatot Subroto. 4. yang oleh Yoshihara Kunio dikatakan dengan kapitalisme semu atau “Ersazt Capitalism”. dan mendapatkan preferensi khusus proyek-proyek pemerintah. antara lain: 1. Kelompok Poleko yang dibangun bersama pengusaha lain memproduksi serat sintesis. Salah satu ciri sistem kapitalisme adalah upah rendah dan proteksi dari pemerintah. Di bawah ini beberapa pengusaha besar Indonesia yang mendapat lisensi atau fasilitas dari pemerintah untuk mengembangkan usahanya. real estate dan agribisnis semakin besar pada masa Orde Baru. mengingat ia saudara laki-laki dari Soeharto. Departemen Dalam Negeri adalah pemilik kelompok usaha ini. Prakteknya ternyata tetap menggunakan sistem kapitalisme. Probosutedjo. Putera-puteri Soeharto. Namun rupanya idealitas tidak dapat diwujudkan dalam suatu kenyataan yang kuat. 1. Tenaga kerja Indonesia termasuk yang paling murah di Asia Tenggara. 5. UMR (Upah Minimum Regional) atau UMP (Upah Minimun Profinsi) yang telah ditetapkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) belum dapat memberikan jaminan kesejahteraan buruh. 3. Namun kadang justru memberikan keleluasaan para pengusaha untuk mengembangkan usahanya. yang diabadikan dalam undang-undang. Ia menjadi pengusaha besar karena pada awalnya mendapatkan lisensi dari pemerintah Orde Baru untuk mengimpor cengkeh. Mbak Tutut dengan Jalan Tol dan BCA-nya. Menurut Yoshihara (1990: 245). Sistem ekonomi yang dibangun Indonesia adalah sistem ekonomi Pancasila. yang sejak dahulu kenal dekat dengan Soeharto. 3. BPPC dan Mobil Timornya. Maksud dari setiap peraturan adalah baik. 2.

Islam menganjurkan umatnya untuk bekerja keras dan beramal shaleh. Pemerintah dan para kapitalis saling membutuhkan dan saling menarik manfaat. Selain itu sifat kepemilikan harta benda atau kekayaan oleh manusia itu hanya sementara. Untuk manusia diberi kemampuan lebih dibanding makhlukmakhluk lain. alQiyamah/75: 36) di muka mahkamah Ilahi. Manusia hanya dititipi atau diberi amanah untuk membelanjakan harta benda tersebut sesuai dengan aturan atau undang-undang yang telah ditetapkan oleh pemilik harta yaitu Allah. langit dan alam seisinya diperuntukkan kepada manusia (Q. lantas bagaimana dengan Islam? Kapitalisme mengakui adanya kepemilikan individual. lantas bagaimana dengan Islam? Di bawah ini akan dijelaskan beberapa point yang dapat menjawab pertanyaan tersebut. semen. 6. Islam menegaskan bahwa manusia adalah makhluk yang dipercaya sebagai khalifah. al-Kahfi/18: 110). tekstil.5. Kalau manusia . Tidaklah tepat bahwa kekayaan berarti suatu kemuliaan dan kemiskinan merupakan kehinaan di mata Allah. Allah menciptakan bumi.S. 2. yaitu mengemban amanat Allah untuk memakmurkan kehidupan di dunia (Q. Untuk dapat memakmurkan dunia. 1. tepung dan lain-lain. dan kemiskinan yang papa melainkan terletak pada tingkat ketakwaannya. Oleh karenanya Allah adalah pemilik mutlak atas segala-galanya. Luqman/31: 20. Memanfaatkan potensi alam dan bekerja bukan tujuan melainkan hanya sarana untuk mencari keridhaan Allah.: 327) Nama-nama kapitalis Indonesia di atas baru sebagian saja yang disebutkan. sehingga mendapatkan berbagai macam fasilitas dari pemertintah. Hubungannya erat dengan Soeharto. sebatas usia manusia di dunia. Maka harta benda yang dimiliki seseorang dari hasil kerja keras tersebut tidak akan menimbulkan hak-hak istimewa. Hud/11: 61). Namun Islam melarang melakukan eksploitas sumber daya alam secara berlebihan. Kritik Islam terhadap Kapitalisme Kalau kelompok Marxis dan non-Marxis telah memberikan kritik bahwa praktek kapitalisme itu tidak bermoral. dan pemerintah juga dapat hancur karena kapitalis. Sudono Salim atau Liem Sioe Liong. hasil dari pekerjaan untuk dimanfaatkan sebaik-baik dalam kerangka ibadah kepada Allah (Q.S. Usahanya merambah ke dunia perbankan.S. Kapitalis dapat hancur karena pemerintah. Mereka menjadi besar karena keterlibatan pemerintah dalam memberikan kemudahan-kemudahan. 2.S. al-Syu’ara/26: 183). Kemuliaan seseorang bukan terletak pada kekayaannya yang berlimpah ruah. lebih-lebih hanya untuk diiinya sendiri. Harta benda adalah anugerah dari Allah kepada manusia untuk dinikmati dan diurus dengan baik. adalah sebagai berikut: 1. Amanat itu nantinya akan diminta pertanggungjawabannya (Q. sehingga mereka dalam kendali penguasa. al-Jasiyah/45: 13) untuk dinikmati secara baik dan merata sehingga manusia akan sejahtera secara ekonomi. baja dan mobil (Ibid. maka manusia hanya berhak untuk mengelola dan menikmati saja. serta ada kelompok moderat yang memberikan solusi alternatif dari kapitalisme dan sosialisme. alAn’am/6: 175. yang nantinya hanya akan mengakibatkan kerusakan alam semesta (Q. dan sosialisme tidak mengakui adanya kepemilikan individual.S. Harta benda bukanlah milik pribadi (kapitalisme) dan bukan pula milik bersama (sosialisme) melainkan milik Allah. monopoli cengkeh. Kebijakan ekonomi pemerintah dapat berjalan lancar karena di back up oleh mereka.

. kepentingan pribadi dan kepentingan umum. Islam tidak hanya memperbolehkan dan mendorong segala bentuk kerja produktif. dengan memberikan kesempatan kepada umatnya untuk bekerja keras kemudian bertawakkal kepada Allah. tetapi Islam menyatakan bahwa bekerja keras bagi seorang muslim adalah suatu kewajiban Seseorang yang telah memenuhi waktunya dengan pekerjaan. Islam menekankan keseimbangan dalam membelanjakan harta benda. melainkan kualitas kerjanya. Selain itu dalam kapitalisme walaupun ada unsur keadilan. kemudian dia menyelesaikan pekerjaan tersebut. Kata fanshab dalam ayat tersebut berarti berat/letih. Dalam dunia bisnis. Manusia bekerja sesuai dengan kapasitas beban yang ada dalam diri manusia. perempuan dan anak-anak dengan upah yang rendah. Riba dilarang dalam Islam karena ia merupakan faktor utama timbulnya konsentrasi kekayaan. konsumsi dan perdagangan (Mustaq Ahmad: 2001: 72). Penumpukkan harta benda (barang dagangan) dengan maksud supaya terjadi kelangkaan barang di pasar. karena tidak mungkin buruh akan makan sekualitas majikannya. Rasa cinta yang berlebihan terhadap harta benda sangat dikutuk. Islam melarang menumpuk-numpuk harta benda dan tidak menafkahkannya atau menelantarkannya. kebutuhan jasmani dan rohani. tenaga kerja harus diperhatikan kesejahteraannya.meninggal dunia maka harta benda tersebut harus segera dibagikan kepada ahli waris menurut ketentuan yang telah ditetapkan Allah. Hal ini tidak sesuai dengan ajaran Islam yang menjunjung tinggi equality antara laki-laki dan perempuan. keletihan dan beratnya pekerjaan tidak menjadi persoalan prinsip. sehingga harga akan tinggi.penderitaan rakyat sangat dilarang oleh Islam. maka jarak waktu antara selesainya pekerjaan pertama dan dimulainya pekerjaan yang baru dinamai faragh (Quraish Shihab: 1997: 6). Islam tidak menginginkan adanya penumpukkan harta benda tanpa difungsikan sebagaimana mestinya. dapat menimbulkan kesengsaraan. itu tidak dibenarkan dalam Islam. Hasil dari kerja keras itu sebagian didermakan kepada orang lain yang membutuhkan. tidak boleh boros tetapi tidak boleh kikir. Islam sangat menganjurkan bertindak adil. baik laki-laki. Ada keseimbangan antara hak dan kewajiban. Hal ini tidak terjadi dalam kapitalisme. namun kalau dikerjakan dalam rangka untuk mencari ridha dan ibadah kepada Allah. makannya. maka orang yang bekerja itu pasti letih dan pekerjaan itu sesuatu yang berat. Dalam kapitalisme berlaku hukum mengeksploitasi tenaga kerja. Terkonsentrasinya kekayaan pada orang-orang tertentu atau penimbunan barang merupakan sesuatu yang tidak adil dan merupakan kejahatan. kesehatannya sebagaimana perhatian manajer kepada dirinya sendiri. karena hal ini dapat mematikan roda perekonomian. tetapi kenyataan tidak adil karena intervensi pemerintah yang begitu besar dalam mengarahkan roda perekonomiannya. karena itu dapat menjadi sumber yang menimbulkan rasa tamak dan kikir. karena menimbulkan kerugian produksi. Seluruh hidupnya tidak hanya untuk bekerja. melainkan juga untuk beribadah. istirahat dan bermasyarakat. Kalau dalam kapitalisme yang dipraktekkan di Amerika itu menimbulkan pola dan gaya hidup yang mewah sehingga terjadi pemborosan. Hal ini tidak ada dalam madzhab ekonomi kapitalisme dan sosialisme. Upah atau gaji yang diberikan kepada mereka bukan karena status kelaminnya.

dan hal-hal yang bersifat rahasia yang wajib diperlihara atau disampaikan kepada yang berhak menerima. Keadilan Islam sangat mengajurkan untuk berbuat adil dalam berbisnis.Etika Bisnis dalam Islam: Solusi yang Berkeadilan Apakah dalam bisnis diperlukan etika atau moral? Jawabannya sangat diperlukan dalam rangka untuk melangsungkan bisnis secara teratur. al-bai’u. Lawan dari kejujuran adalah penipuan. 1. Rasulullah Saw pada suatu hari melewati pasar. ilmu pengetahuan. Ibid. walaupun terasa pahit untuk disampaikan. Orang yang jujur adalah orang yang mengatakan sebenarnya. Rasulullah Saw telah memberikan contoh yang dapat diteladani dalam berbisnis. istilah al-tijarah. Al-Qur’an memerintahkan kepada kaum muslimin untuk menimbang dan mengukur dengan cara yang benar dan jangan sampai melakukan kecurangan dalam bentuk pengurangan takaran dan timbangan. Kecurangan dalam berbisnis pertanda kehancuran bisnis tersebut. yaitu orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain meminta untuk dipenuhi. dimana dijual seonggok makanan. 2. baik harta. 2002: 29) yang disebutkan dalam al-Qur’an sebagai pertanda bahwa Islam memiliki perhatian yang serius tentang dunia usaha atau perdagangan. Sifat jujur atau dapat dipercaya merupakan sifat terpuji yang disenangi Allah.: 8). Dalam menjalankan usaha dagangnya tetap harus berada dalam rambu-rambu tersebut. Kecelakaan besar bagi orang yang berbuat curang. walaupun disadari sulit menemukan orang yang dapat dipercaya. . maka bukan dia kelompok kami” (Quraish Shihab. sementara kalau menakar atau menimbang untuk orang selalu dikurangi. dan jari-jarinya menemukannya basah. 1. misalnya: 1. tadayantum dan isytara (Muhammad dan Lukman Fauroni. terarah dan bermartabat. Dalam dunia bisnis pada umumnya kadang sulit untuk mendapatkan kejujuran. Sesuatu yang dipercayakan kepada seseorang. Kejujuran adalah barang mahal. Beliau bertanya: “Apakah ini hai penjual”? Dia berkata “Itu meletakannya di atas agar orang melihatnya? Siapa yang menipu kami. dan melarang berbuat curang atau berlaku dzalim. Rasulullah diutus Allah untuk membangun keadilan. harus disampaikan apa adanya tidak dikurangi atau ditambah-tambahi (Barmawie Umary. Laporan yang dibuat oleh akuntan saja sering dibuat rangkap dua untuk mengelak dari pajak. 1988: 44). Kejujuran. karena kunci keberhasilan bisnis adalah kepercayaan. Beliau masukkan tangannya keonggokan itu. Bukanlah manusia adalah makhluk yang bermartabat? Islam sebagai agama yang telah sempurna sudah barang tentu memberikan rambu-rambu dalam melakukan transaksi.

Tidak Ada Unsur Penipuan Penipuan atau al-tadlis / al-ghabn sangat dibenci oleh Islam. dengan maksud agar transaksi dapat berjalan lancar. kebersamaan. kecacatan yang ada dalam barang disembunyikan. Ini berada pada tataran . kecelakaan dan kenistaan. karena hanya akan merugikan orang lain.com/2011/08/24/etika-bisnis-dalam-islam/ etika bisnis islam Posted: 7 Agustus 2009 in Uncategorized 0 Salah satu kajian penting dalam Islam adalah persoalan etika bisnis. orang yang semula dihormati dan dianggap sukses dalam berdagang. maka mereka termasuk orang-orang yang celaka (wail). ternyata ada cacat dalam barang tersebut. keterbukaan (transparansi). dikatakan bahwa barang tersebut kualitasnya sangat baik. 3. Apabila seseorang menjual sesuatu barang. Dengan demikian. tazkiyah dan ihsan.wordpress. kebebasan. Barang atau produk yang dijual haruslah barang yang halal. Dari nilai dasar ini dapat diangkat ke prinsip umum tentang keadilan. baik dari segi dzatnya maupun cara mendapatkannya. dan barang yang gharar dilarang dalam Islam Secara umum Islam menawarkan nilai-nilai dasar atau prinsip-prinsip umum yang penerapannya dalam bisnis disesuaikan dengan perkembangan zaman dan mempertimbangkan dimensi ruang dan waktu. Etika adalah bagian dari filsafat yang membahas secara rasional dan kritis tentang nilai. kemudian ia terpuruk dalam kehidupannya. Menipu orang lain adalah buruk. dan hal ini menghilangkan nilai kemartabatan manusia yang luhur dan mulia. karena dalam menjalankan bisnisnya penuh dengan kecurangan. Tetapi setelah terjadi transaksi. Nilai-nilai dasar etika bisnis dalam Islam adalah tauhid. norma atau moralitas. Halal dan haram adalah persoalan prinsipil.Berbuat curang dalam berbisnis sangat dibenci oleh Allah. obat-obatan terlarang. Norma adalah suatu pranata dan nilai mengenai baik dan buruk. sedangkan etika adalah refleksi kritis dan penjelasan rasional mengapa sesuatu itu baik dan buruk. ibadah. Berbisnis yang mengandung penipuan sebagai titik awal kehancuran bisnis tersebut. dan sesungguhnya juga merugikan dirinya sendiri. yang penting barangnya halal. tanggungjawab dan akuntabilitas 1. 4. Berbisnis dalam Islam boleh dengan siapapun dengan tidak melihat agama dan keyakinan dari mitra bisnisnya. khilafah. Berbisnis dengan cara yang curang menunjukkan suatu tindakan yang nista. moral berbeda dengan etika. Sumber: http://learnourworld. misalnya alkohol. barang sudah pindah ke tangan pembeli. Kata ini menggambarkan kesedihan. Pengertian etika adalah a code or set of principles which people live (kaedah atau seperangkat prinsip yang mengatur hidup manusia). ketidakadilan dan mendzalimi orang lain. kejujuran. Memperdagangkan atau melakukan transaksi barang yang haram. Dalam kenyataan hidup. karena ini persoalan mu’amalah dunyawiyah.

penipuan. dilatari oleh sebuah paradigma klasik. (Ormerof. karena hal ini mengganggu obyektivitasnya. penindasan tenaga kerja. yang merangkum pemikiran Boulding(1970). Jadi. Dalam ilmu ekonomi harus melekat nuansa normatif dan tidak netral terhadap nilai-nilai atau etika sosial. Mc Kenzie (1981). Salah satu kajian etika yang amat populer memasuki abad 21 di mellinium ketiga ini adalah etika bisnis. penimbunan barang. enviromentalisme. Maka tidak aneh bila masih banyak ekonom kontemporer yang menggemakan cara pandang ekonom klasik Adam Smith. Mulai dari perkembangan pasar global. pemikiran yang mengemukakan bahwa ilmu ekonomi bersifat netral etika seperti di atas. . dan Myrdal (1984). 1994. Pandangan bahwa ilmu ekonomi bebas nilai. tuntutan para karyawan yang makin melampaui sekedar kepuasan material. Keburukan-keburukan bisnis mulai dibongkar. Di Barat sendiri. sehingga mengakibatkan terpuruknya ekonomi Indonesia ke dalam jurang kehancuran. etika bisnis hanyalah mempersempit ruang gerak keuntungan ekonomis.moral. Padahal. Kebangkitan Etika Bisnis Sebenarnya. Di Indonesia. teknologi. konsep etika mulai memasuki wacana bisnis. Ilmu ekonomi harus mengandung penentuan tujuan dan metode untuk mencapai tujuan. tanggung jawab perusahaan hanyalah mencari keuntungan ekonomis belaka. Munculnya penolakan terhadap etika bisnis. serta pergeseran-pergeseran sikap dan cara pandang para pelaku bisnis atau ahli ekonomi. bahwa ilmu ekonomi harus bebas nilai (value free). melainkan oleh perubahanperubahan sosial. prinsip ekonomi. monopoli. The Moral dimension: Toward a New Economics (1988). Memasukkan gatra nilai etis sosial dalam diskursus ilmu ekonomi. Di Indonesia Paham klasik tersebut sempat berkembang secara subur di Indonesia. pengabaian etika bisnis sudah banyak terjadi khususunya oleh para konglomerat. adalah mencari keuntungan yang sebesar-besarnya. Ilmu Ekonomi sudah menemui ajalnya. Mereka berkeyakinan bahwa sebuah bisnis tidak mempunyai tanggung jawab sosial dan bisnis terlepas dari “etika”. Dalam ungkapan Theodore Levitt. pengrusakan lingkungan. merupakan lapangan etika. Berbagai buku etika bisnis dan dimensi moral dalam ilmu ekonomi semakin banyak bermunculnan. menurut mereka. mempertanyakan apakah tepat mempersoalkan etika dalam wacana ilmu ekonomi?. ekonomi. akan mengakibatkan ilmu ekonomi menjadi tidak ilmiah. Amitas Etzioni menghasilkan karya monumental dan menjadi best seller. perampokan bank oleh para konglomerat. menurut kalangan ekonom seperti di atas. menjelang millenium ketiga dan memasuki abad 21. akhir-akhir ini telah digugat oleh sebagian ekonom Barat sendiri. DIKOTOMI MORAL DAN BISNIS Di zaman klasik bahkan juga di era modern. Pada tahun 1990-an Paul Ormerof.1994). Tidak sedikit pula pakar ekonomi millenium telah menyadari makin tipisnya kesadaran moral dalam kehidupan ekonomi dan bisnis modern. seorang ekonom kritis Inggris menerbitkan bukunya yang amat menghebohkan “The Death of Economics. korupsi. adalah persoalan-persoalan yang begitu telanjang didepan mata kita baik yang terlihat dalam media massa maupun media elektronik. sedangkan kajian kritis dan rasional mengapa menipu itu buruk apa alasan pikirannya. resesi yang mengakibatkan pemangkasan anggaran PHK. Pemikiran ini banyak dilontarkan oleh Samuel Weston. Mereka masih bersikukuh memegang jargon “mitos bisnis a moral” Di sisi lain. Para pengusaha dan ekonom yang kental kapitalisnya. Wacana bisnis bukan hanya dipengaruhi oleh situasi ekonomis. telah tertolak. masalah etika bisnis dalam dunia ekonomi tidak begitu mendapat tempat. politik. Kolusi.

Ia dengan lantang berkomentar. tidak ada alasan untuk menolak etika dalam dunia bisnis. Karyawan yang dulu cendrung dianggap sebagai sekrup dalam mesin besar perusahaan. Perspektif di atas menunjukkan bahwa etika bisnis yang selama ini jadi cita-cita.mengusulkan untuk membuat kebijakan dalam memerangi spekulasi. mengemukakan bahwa kejahatan spekulasi yang agressif. Dalam situasi dunia bisnis membutuhkan etika. bukan saja lingkungan fisik tetapi juga lingkungan sosial dan budaya. kelihatannya juga mempunyai kecenderungan baru untuk mengimplementasikan etika bisnis sebagai visi masyarakat yang bertanggung-jawab secara sosial dan ekonomis. yang umum berlaku. Dalam penelitian itu. Realitas di atas. 6. Mereka tampaknya belum berhasil menyelesaikan krisis tersebut. Islam Sumber Nilai dan Etika Islam merupakan sumber nilai dan etika dalam segala aspek kehidupan manusia secara . meskipun mereka menanganinya dengan serius. menghidupkan sifat kasih sayang dan pelayanan yang baik dalam proses perusahaan. “Obat paling mujarab. rekayasa ulang dan bencmarking yang menghasilkan pemipihan hirarki dan empowerment. Menentukan visi dan tujuan bisnis yang bersifat sosial dan melibatkan para karyawan dalam membangun dunia bisnis yang lebih baik. telah menyerukan urgensi etika bagi aktivitas bisnis. sbb: 1. tentu kemunculannya lebih mungkin dan lebih dapat subur di negeri kita yang dikenal agamis ini. dapat disimpulkan. Dari paparan di atas. Perusahaan-perusahaan besar kinipun berlomba-lomba menampilkan citra diri yang sadar lingkungan. Melindungi lingkungan. Jika di sarang kapitalisme sendiri.aktivisme para pemegang saham dalam perusahaan-perusahaan go public atau trans nasional. model abad 21. kaedah-kaedah baru di bidang managemen. yaitu keniscayaan etika. bersifat kondusif terhadap upaya meningkatkan keuntungan pengusaha atau pemilik modal. Contoh kecil kesadaran itu terlihat pada sikap para pakar ekonomi kapitalis Barat -yang telah merasakan implikasi keburukan strategi spekulasi yang amat riskan. 3. Lerner dalam buku “Economics of Control”. Dengan demikian. Mempertinggi keadilan sosial. para pengusaha sekarang. seperti Total Quali¬ty Management. Mungkin karena itulah Prof. dibuktikan oleh hasil penelitian yang dilakukan oleh James Liebig. 5. (meskipun mungkin belum sempurna). bagi kerusakan dunia bisnis adalah norma moral yang baik untuk semua industri”. 4. sekarang mendapatkan perhatian yang layak. Pemberdayaan kreatifitas manusia. James Liebig menemukan enam perspektif. Prof. sesungguhnya. Pandangan-pandangan di atas menunjukkan. (Amerika dan Eropa) telah mulai berkembang trend baru bagi dunia bisnis. Perempuan yang selam ini sering menjadi korban tuntutan efisiensi. Bertindak sesuai etika. Meninjau ulang pandangan klasik tentang paradigma ilmu ekonomi yang bebas nilai. Kecenderungan Baru Perusahaan-perusahaan besar. Taussiq berusaha memecahkan masalah ini dengan memperbaiki moral rakyat. kini diberdayakan. bahwa di Barat telah muncul kesadaran baru tentang pentingnya dimensi etika memasuki lapangan bisnis. akan mendorong peningkatan kinerja perusahaan secara menyeluruh. Misalnya. bahkan kepatuhan kepada etika bisnis. semuanya telah men¬ingkatkan kesadaran orang tentang keniscayaan etika dalam aktivitas bisnis. 2. Islam sejak lebih 14 abad yang lalu. ia mewawancarai tokoh-tokoh bisnis di 14 negara. kini benar-benar menjadi mudah diwujudkan sebagai kenyataan. bahwa eksistensi etika dalam wacana bisnis merupakan keharusan yang tak terbantahkan. percaya bahwa kesenjangan gaji yang tidak terlalu besar antara penerima gaji tertinggi dan terendah dan fasilitas-fasilitas yang diterima oleh kedua kelompok karyawan ini. penulis Merchants of Vision. paling baik bila dicegah dengan kontra spekulasi.

Dalam Islam. Keseimbangan berarti tidak berlebihan (ekstrim) dalam mengejar keuntungan ekonomi (QS. Rasulullah sendiri adalah seorang pedagang bereputasi international yang mendasarkan bangunan bisnisnya kepada nilai-nilai ilahi (transenden). Mulai dari prinsip dasar. cendrung mengabaikan etika sehingga aspek nilai tidak begitu tampak dalam bangunan kedua sistem ekonomi tersebut. modal organisasi. Yang tidak boleh dalam Islam adalah ketidakadilan dan riba. Realitas ini menjadi bukti bagi banyak orang. Harta sebagai komoditi bisnis dalam Islam. tenaga kerja. dalam buku “Etika dan Ilmu Ekonomi: Suatu Sistesis Islami”. Kapitalisme berangkat dari kepentingan individu sedangkan sosialisme berangkat dari kepentingan kolektif. Aktivitas bisnis merupakan bagian integral dari wacana ekonomi. tauhid. bahwa tata ekonomi yang berkeadilan. sedangkan sistem ekonomi lain. masalah upah. seperti keharusan membuat administrasi transaksi kredit (QS. 51:19) Kebebasan. Dalam tataran ini kebebasan manusia sesungguynya tidak mutlak. “Semua boleh kecuali yang dilarang”. Karena masalah ekonomi. kebebasan. berarti. kegiatan bisnis manusia tidak terlepas dari pengawasan Tuhan. spirit dan ajaran yang dibawa Nabi itu. mempunyai tanggung jawab moral kepada Tuhan atas perilaku bisnis. yaitu. Namun. seperti kapitalisme dan sosialisme.7:31). termasuk kepada aspek mu’amalah. sampai kepada etika sosio ekonomik menyangkut hak milik dan hubungan sosial. tetapi dari kepentingan (interest). Dengan dasar itu Nabi membangun sistem ekonomi Islam yang tercerahkan. . faktor-faktor produksi. (Qs. Syed Nawab Haidar Naqvi. berguna untuk membangun tata ekonomi baru.menyeluruh. Al-Qur’an sangat banyak mendorong manusia untuk melakukan bisnis. termasuk wacana bisnis. Kepemilikan individu yang tak terbatas. bukan ibadah. sebenarnya pernah terjadi. tidak dibenarkan. manusia bebas mengimplementasikan kaedahkaedah Islam. Tauhid. Islam memiliki wawasan yang komprehensif tentang etika bisnis. Tauhid menyadarkan manusia sebagai makhluk ilahiyah. sebagaimana dalam sistem kapitalis. kini mulai muncul era baru etika bisnis di pusat-pusat kapitalisme. Keringnya kedua sistem itu dari wacana moralitas. 62:10. 2: 282). tidak ada unsur eksploitasi (QS. Harta mempunyai fungsi sosial yang kental (QS. sosok makhluk yang bertuhan. adalah amanah Tuhan yang harus dipertanggungjawabkan di hadapan Tuhan. kualifikasi dalam bisnis. merupakan wacana teologis yang mendasari segala aktivitas manusia. tanggung jawab. dan dalam rangka melaksanakan titah Tuhan. yang akhirnya terwujud dalam tata ekonomi dunia yang berkeadilan. bahwa manusia sebagai pelaku bisnis. Pertanggungjawaban. barang dan jasa. 4: 29) dan bebas dari kecurigaan atau penipuan. berarti. 62:10) Keseimbangan dan keadilan. keseimbangan (keadilan). termasuk kegiatan bisnis.). pokok-pokok kerusakan dalam perdagangan. Dengan demikian. karena keduanya memang tidak berangkat dari etika. Al-Qur’an memberi pentunjuk agar dalam bisnis tercipta hubungan yang harmonis. Nilai. Suatu perkembangan baru yang menggembirakan. Dalam ekonomi. bahwa manusia sebagai individu dan kolektivitas. memaparkan empat aksioma etika ekonomi. berarti. Prinsip-prinsip bisnis yang ideal ternyata pernah dilakukan oleh Nabi dan para sahabatnya. punya kebebasan penuh untuk melakukan aktivitas bisnis. bahwa perilaku bisnis harus seimbang dan adil. Sistem ekonomi Islam berangkat dari kesadaran tentang etika. meski dalam lingkup nasional. maka berlaku padanya kaedah umum. (QS. negara Madinah. tetapi merupakan kebebasan yang bertanggung jawab dan berkeadilan. saling ridha. distribusi kekayaan.

sebelum kering keringatnya”. tidak boleh menjelekkan bisnis orang lain. berbisnis. ramah-tamah . Nabi Muhammad Saw mengatakan. tetapi didasari kesadaran memberi kemudahan bagi orang lain dengan menjual barang. “Berikanlah upah kepada karyawan.PANDUAN NABI MUHAMMAD DALAM BISNIS Rasululah Saw. hati dan penglihatan menjadi goncang”. takaran. harus disadari. Tegasnya. tidak hanya sekedar mengejar keuntungan sebanyak-banyaknya. Rasulullah sangat intens menganjurkan kejujuran dalam aktivitas bisnis. bahwa prinsip esensial dalam bisnis adalah kejujuran. ukuran dan timbangan yang benar. tetapi juga berorientasi kepada sikap ta’awun (menolong orang lain) sebagai implikasi sosial kegiatan bisnis. Pelaku bisnis menurut Islam. tetapi agar menarik orang lain untuk membeli). sebagaimana yang diajarkan Bapak ekonomi kapitalis. dan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain. Nabi Muhammad Saw bersabda. beliau bersabda: “Tidak dibenarkan seorang muslim menjual satu jualan yang mempunyai aib. Nabi bersabda. Muslim). di antaranya ialah: Pertama. Dalam perdagangan.R. Kedelapan. karena dapat meyakinkan pembeli. Sabda Nabi Muhammad. dengan tujuan agar harganya suatu saat menjadi naik dan keuntungan besar pun diperoleh). tetapi hasilnya tidak berkah. berkolusi dengan penjual untuk menaikkan harga. tidak melakukan sumpah palsu. mereka minta dipenuhi. barang-barang memang terjual. “Janganlah seseorang di antara kalian menjual dengan maksud untuk menjelekkan apa yang dijual oleh orang lain” (H. Ketujuh. membayar upah sebelum kering keringat karyawan. Rasulullah saw mengancam dengan azab yang pedih bagi orang yang bersumpah palsu dalam bisnis. bukan mencari untung material semata. tetapi hasilnya tidak berkah”. Mereka takut kepada suatu hari yang hari itu. Rasulullah melarang keras perilaku bisnis semacam itu. Ihtikar ialah (menumpuk dan menyimpan barang dalam masa tertentu. mereka mengurangi” ( QS. bahwa meskipun keuntungan yang diperoleh berlimpah. 83: 112). dan dari mendirikan shalat dan membayar zakat. Rasulullah sendiri selalu bersikap jujur dalam berbisnis. Kesepuluh. agar orang membeli kepadanya. Namun. Muttafaq ‘alaih). Dalam tataran ini. Hadist ini mengindikasikan . sangat banyak memberikan petunjuk mengenai etika bisnis. Bukhari dan Tarmizi). kesadaran tentang signifikansi sosial kegiatan bisnis. Keenam. maka dia bukan kelompok kami” (H.R. Dalam hadis riwayat Abu Zar. timbangan yang benar dan tepat harus benar-benar diutamakan. dan pada gilirannya meningkatkan daya beli atau pemasaran. tidak boleh berpura-pura menawar dengan harga tinggi. Kelima. Kesembilan. Keempat. Bisnis tidak boleh menggangu kegiatan ibadah kepada Allah. “Orang yang tidak dilalaikan oleh bisnis lantaran mengingat Allah. Nabi Muhammad saw sangat intens melarang para pelaku bisnis melakukan sumpah palsu dalam melakukan transaksi bisnis Dalam sebuah hadis riwayat Bukhari. AlQuzwani). kejujuran merupakan syarat fundamental dalam kegiatan bisnis. “Allah merahmati seseorang yang ramah dan toleran dalam berbisnis” (H. Ketiga. agar orang lain tertarik membeli dengan harga tersebut. kecuali ia menjelaskan aibnya” (H. Firman Allah: “Celakalah bagi orang yang curang.R. Dalam doktrin Islam. Beliau melarang para pedagang meletakkan barang busuk di sebelah bawah dan barang baru di bagian atas.R. Muslim). Nabi Muhammad Saw bersabda. harus bersikap ramah dalam melakukan bisnis.R. “Dengan melakukan sumpah palsu. tidak melakukan ihtikar. Seorang palaku bisnis. Adam Smith. dan Allah tidak akan memperdulikannya nanti di hari kiamat (H. yaitu orang yang apabila menerima takaran dari orang lain. bukan dengan niat untuk membeli. Kedua. Praktek sumpah palsu dalam kegiatan bisnis saat ini sering dilakukan. Firman Allah. “Siapa yang menipu kami. “Janganlah kalian melakukan bisnis najsya (seorang pembeli tertentu.

Sabda Nabi Saw. Segera melunasi kredit yang menjadi kewajibannya.R. adalah orang yang paling segera membayar hutangnya” (H. bukan barang yang haram. tidak monopoli. Semua bentuk bisnis tersebut dilarang Islam karena dapat merusak esensi hubungan sosial yang justru harus dijaga dan diperhatikan secara cermat. Keempatbelas. “Hai orangorang yang beriman. Ketujuhbelas. komoditi bisnis yang dijual adalah barang yang suci dan halal. tinggalkanlah sisa-sisa riba jika kamu beriman (QS. tanpa memberi kesempatan kepada orang lain. tidak boleh melakukan bisnis dalam kondisi eksisnya bahaya (mudharat) yang dapat merugikan dan merusak kehidupan individu dan sosial.R. Contoh yang sederhana adalah eksploitasi (penguasaan) individu tertentu atas hak milik sosial. kecuali dengan jalan bisnis yang berlaku dengan suka-sama suka di antara kamu” (QS. karena ia diduga keras. Ketigabelas. Keenambelas. Sabda Nabi Saw. mengolahnya menjadi miras. dsb. Muslim).com/2009/08/07/etika-bisnis-islam/ . seperti air. Hakim). “Hai orang-orang yang beriman. bahwa bisnis yang dilaksanakan bersih dari unsur riba. Jabir). Nabi Muhammad Saw bersabda. seperti anggur kepada produsen minuman keras. Misalnya. bisnis dilakukan dengan suka rela. anjing. udara dan tanah dan kandungan isinya seperti barang tambang dan mineral. minuman keras. Allah akan memberinya naungan di bawah naunganNya pada hari yang tak ada naungan kecuali naungan-Nya” (H.R. “Barang siapa yang menangguhkan orang yang kesulitan membayar hutang atau membebaskannya. Demikianlah sebagian etika bisnis dalam perspektif Islam yang sempat diramu dari sumber ajaran Islam. Tidak boleh menjual barang halal. ekstasi. Memberi tenggang waktu apabila pengutang (kreditor) belum mampu membayar. babi dan “patung-patung” (H. Keduabelas. Oleh karena itu Allah dan Rasulnya mengumumkan perang terhadap riba. Salah satu keburukan sistem ekonomi kapitalis ialah melegitimasi monopoli dan oligopoli. janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan cara yang batil. Firman Allah. 4: 29). Individu tersebut mengeruk keuntungan secara pribadi. Sumber: http://adilove58.wordpress. larangan melakukan bisnis senjata di saat terjadi chaos (kekacauan) politik. tanpa paksaan. Ini dilarang dalam Islam. “Sebaikbaik kamu. baik yang bersumber dari al-Qur’an maupun Sunnah. 2: 275). Pembayaran upah harus sesuai dengan kerja yang dilakuan. seperti babi. Kelimabelas. Kesebelas. Rasulullah memuji seorang muslim yang memiliki perhatian serius dalam pelunasan hutangnya. bangkai. Firman Allah. al-Baqarah:: 278) Pelaku dan pemakan riba dinilai Allah sebagai orang yang kesetanan (QS. “Sesungguhnya Allah mengharamkan bisnis miras.bahwa pembayaran upah tidak boleh ditunda-tunda.

Alois. 1991). Tasawuf Positif (Jakarta : Prenada Media. 2001). . yaitu (1) meninggalkan yang haram. h. Etika (Jakarta : Gramedia. 241 sebagaimana dikutip dalam Ibid. 31-32. Imam Ahmad bin Hanbal menyebutkan ada tiga tahap zuhud. 36-38. K. 2004). jld. II sebagaimana dikutip dalam M. Zuhud di Abad Modern (Yogyakarta : Pustaka Pelajar. Ibid. h. t. ke-2. cet. Donaldson. Survival at The Dawn of the 21st Century (New York : Warner Book. x Muhammad Umar al-Din. Filsafat Etika al-Ghazali (Lahore-Pakistan : Muhammad Ashraf Sh. Etika Bisnis Islami (Yogyakarta : Pustaka Pelajar. 2000).. 43-44. 185.. Th. (2) meninggalkan berlebih-lebihan dalam sesuatu yang halal. Dari Etika Bisnis ke Etika Ekobisnis (Jakarta : Grasindo. h. 1989). ix Ibid. Amin Syukur. 2000). h. h. Richard T.t.. 184. 1990). Madarij al-Salikin. Nugroho. Simon and Schuster Company. h.. A. vii Rafik Issa Beekun. Rafik Issa. dan (3) meninggalkan segala sesuatu yang memalingkan diri dari Allah.. 2003). Business Ethics (New Jersey : Prentice Ink A.1999). h.. -------------. Beekun.i Sudirman Tebba. 2004). Ibid. Bertens.). 182. 40-43. viii Ibid. h. vi v ***ooo0ooo*** DAFTAR PUSTAKA Alvin dan Heidi Toffler. 33-36. ii iv Rafik Issa Beekun. Etika Bisnis Islami (Yogyakarta : Pustaka Pelajar. cet. h.. Etika Bisnis…. Lihat Ibn al-Qayyim al-Jauziyah.. War and Anti-War.. De George. h. Pengantar Etika Bisnis (Yogyakarta : Kanisius. 39. 187-190. iii Untuk pembahasan lebih lengkap lihat Ibid. h. IV. The Ethics of The International Business (New York/Oxford : Oxford University Press..

dan Engel.1991). 1995). Zuhud di Abad Modern (Yogyakarta : Pustaka Pelajar. . terj. 31 tahun 1996. Syukur.Endro. Witteveen. Nopirin. dan Aburdence. “Krisis Kapitalis Global” dalam Kompas. Dampak Terintegrasinya Pasar Uang dan Modal terhadap Industri Perbankan Indonesia.1990). 42. Patricia. H. Global Human Resource and Development (New Jersey : Prentice Hall. h. 2000). Gunardi.. The Borderless World. 2003). J. 8 April 2002. Mega Trends 2000 (New York : Avon Book. ke-2. Tasawuf in Action : Spiritualisasi Diri di Dunia Yang Tak Lagi Ramah. Amin. Ohmae. Tasawuf Positif (Jakarta : Prenada Media. Tebba. No. 1999). cet. Eric. Michael J.. Power and Strategy in the Interlinked Economy (London : Harper Collins. Sudirman. Hiariej. Redefinisi Bisnis: Suatu Penggalian Etika Keutamaan Aristoteles (Jakarta : Pustaka Binaman Pressindo. John. ke-1. Dean W. Kenichi.. Naisbitt. Ati Cahayani (Jakarta : Serambi Ilmu Semesta. 2004). M. dalam Jurnal Unisia. Marquardt. cet.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful