P. 1
Pengujian Tablet Obat Tradisional

Pengujian Tablet Obat Tradisional

|Views: 568|Likes:
Published by Eryca Wardhani

More info:

Published by: Eryca Wardhani on May 14, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/12/2013

pdf

text

original

PENGUJIAN TABLET OBAT TRADISIONAL HARI : JUMAT 20 APRIL 2012 NAMA KELOMPOK : 1. ELI WULANDARI 2.

ERMY SUVIA MOTIQ 3. ERYCA AYU WARDHANI 4. FAHMI ARDHIANZAH 5. FERTY ENDAH IKASARI 1. Pendahuluan A. Latar belakang. Perkembangan obat tradisional dikalangan masyarakat saat ini semakin banyak diminati, terutama obat tradisional yang praktis. Tetapi saat ini banyak industri obat tradisional nakal yang dengan sengaja memasukkan campuran obat sintetis ke dalam obat tradisional, sehingga ketika masyarakat mengkonsumsi obat tradisional tersebut akan cepat merasa sembuh padahal masyarakat tidak mengetahui bahaya kandungan obat tradisional yang mereka konsumsi memiliki kandungan campuran dari obat sintetis. Jika obat tradisional tersebut jika dikonsumsi dalam jangka panjang akan mendapatkan dampak negatif bagi kesehatan. Dalam dunia farmasi pembuatan dan peracikan sedian obat tradisional antara lain bisa berupa rajangan, kapsul, tablet, serbuk, pil, dan cairan. Tujuannya adalah untuk mempermudah konsumen mengkonsumsi obat tradisional tersebut. Obat tradisional adalah obat jadi atau obat berbungkus yang berasal dari tumbuh-tumbuhan, hewan, mineral, atau sediaan galenisnya atau campuran dari bahan-bahan tersebut yang belum mempunyai data klinis dan digunakan dalam usaha pengobatan berdasarkan pengalaman. Obat tradisonal yang bermutu harus aman dan manjur untuk mengobati penyakit konsumen. Bahan-bahan yang paling banyak digunakan untuk menyusun campuran obat tradisional adalah simplisia nabati berupa seluruh tanaman atau bagian tanaman baik yang segar ataupun yang telah dikeringkan. Dari pengertian obat tradisional diatas seharusnya kandungan dari obat tradisional tidak boleh adanya campuran dari obat sintetis.

zat pembasah atau zat lain yang cocok. Tablet bersalut adalah tablet yang disebut dengan zat penyalut yang cocok untuk maksud dan tujuan tertentu. kedua permukaannya rata atau cembung. zat pengikat. Organoleptik 2. Dapat mengidentifikasi OT yang mengandung BKO yaitu asam mefenamat 2. Zat gizi. kedua permukaannya rata atau cembung. Tablet adalah sediaan obat tradisional padat kompak. dalam bentuk tabung pipih. (pedoman pengujian mutu obat tradisional / 11) B. (pedoman pengujian mutu obat tradisional / 11) Obat tradisonal yang berbentuk tablet harus dibuat dari ekstrak atau ekstrak dengan pengering. zat pengikat. zat pembasah atau zat lain yang cocok. Tablet bersalut adalah tablet yang disebut dengan zat penyalut yang cocok untuk maksud dan tujuan tertentu. Dapat melakukan uji mutu fisik OT sediaan tablet pil kita pada sampel yang digunakan 2. Uji Kemasan 3. mengandung suatu jenis obat atau lebih dengan atau tanpa zat tambahan. dalam bentuk tabung pipih. Dasar teori Tablet adalah sediaan obat tradisional padat kompak. silindris atau bentuk lain. mengandung suatu jenis obat atau lebih dengan atau tanpa zat tambahan. zat pelican. Tujuan Adapun tujuan dari analisa ini adalah sebagai berikut : 1. yang dibuat secara kempa cetak. Zat gizi. Keseragaman bobot .Dalam praktikum ini kita menggunakan sampel berupa tablet obat tradisional. zat pelican. yang dibuat secara kempa cetak. zat pengembang. zat pengembang. silindris atau bentuk lain. kebenaran komposisi 4. pengujian yang dilakukan ialah ( pedoman pengujian mutu obat tradisional / 2): 1.

obat sintesis Uji mutu sediaan tablet ( pedoman pengujian mutu obat tradisional / 2) 1. Keseragaman bobot Bobot dari sediaan obat tradisional dapat menunjukkan banyaknya simplisia penyusunan salam sediaan tersebut. Pemanis buatan 10. Wakyu hancur Senyawa dapat diserap oleh tubuh apabila senyawa tersebut dapat terdapat dalam bentuk larutan. penandaan. Pewarna 9. bau. Organoleptis Uji organoleptis meliputi pengujian terhadap bentuk. dan tanda.5. Keseragaman bobot dapat digunakan untuk menilai kandungan simplisia yang menyusun sediaan obat tradisional. rasa. Perbedaan yang ada dengan normal dapat menunjukkan perbedaan mutu dari contoh yang diuji 3. warna. cemaran logam berat 8. tablet dan kapsul 4. sehingga pasa ssdiaan padat tertentu diperlukan waktu untuk menjadikannya dalam bentuk partikel kecil yang larut atau dalam bentuk suspensi. bobot. Uji kemasan Uji kemasan untuk menilai mengenai kemasan.tanda lain yang dapat dilihat dengan mata biasa 2. Pengujian waktu hancur dilakukan terhadap sediaan obat tradisional bentuk pil. Cemaran bakteri ( bentuk pil ) 7. pil. Wakyu hancur ( FI) 6. Keseragaman bobot dapat diuji pada obat tradisonal bentuk serbuk.kapsul dan tablet . volume contoh yang diuji.

Keseragaman bobot Dari 20 tablet . . tidak lebih dari 2 tablet yang masing-masing bobotnya menyimpang dari bobot rata-ratanya lebih besar dari harga yang ditetapkan dalam kolom A dan tidak satu tabletpun yang bobotnya menyimpang dari bobot rata-ratanya lebih besar dari harga yang ditetapkan dalam kolom B.5. 8. yang tertera pada daftar berikut . dihitung sebagai logam Pb 7. Hg dan As dan sebagai cemaran logam secara total diperhitungkan sebagai logam Pb. Untuk konfirmasi atau penegasan dapat digunakan cara kromatografi lapis tipis. spektrofotonetri. Cemaran bakteri 6. Obat sintesis Pengujian obat sintesis dalam obat tradisional dapat dilakukan dengan reaksi kimia seperti reaksi warna. Kadar air Kandunagan air yang berlebihan pada bahan obat tradisional akan mempercepat pertumbuhan mikroba. reaksi pengendapan dan lain. dan juga dapat mempermudah terjadinya hidrolisa terhadap kandungab kimianya sehingga dapat mengakibatkan penurunan mutu dari obat tradisional. Oleh karena itu batas kandungan air pada suatu simplisia/ obat tradisional sebaiknya dicantumkan dalam suatu urauan yang menyangkut persyaratan dari suatu simplisa/ obat tradisional.lain. kromatografi gas atau cara lain yang sesuai Uji yang digunakan menurut keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 661/MENKES/SK/VII/1994 yaitu meliputi : 1. Pusat Pemeriksaan Obat dan Makanan memberikan persyaratan sementara logam berat pada sediaan obat tradisional tidak boleh lebih besar dari 50 bpj. cemaran logam berat Uji cemaran logam dapat dilakukan pada semua bentuk sediaan obat tradisional dan terutama uji logam Pb.

Bobot rata-rata Penyimpangan terhadap bobot isi ratarata A 15 % 10 % 7. Kemudian ditimbang sebelum dan sesudah 60 kali putaran maka berat yang hilangpun dihitung ketahanan terhadap kehilangan. 2. Timbang 20 tablet sekaligus hitung bobot rata-rata. Angka kapang khamir.5 % 5% B 30 % 20 % 15 % 10 % 25 mg atau kurang 26 mg sampai 150 mg 151 mg sampai 300 mg 300 mg atau lebih Timbang tablet satu persatu. Waktu hancur Tidak lebih dari 20 menit untuk tablet tidak bersalut dan tidak lebih dari 60 menit untuk tablet bersalut.256 ) 7. Kadar air. Tidak lebih dari 104 5. Angka lempeng total. Tidak lebih dari 103 6. Wadah dan Penyimpanan Dalam wadah tertutup baik : disimpan pada suhu kamar. Prosedur . Uji Kerapuhan Alat untuk mengukur kerapuhan tablet disebut friability taster dengan cara melepaskan tablet dan jatuh dalam alat pengukur dan diputar selama 60 kali putaran. 3. ditempat kering dan terlindung dari sinar matahari. ( Ansel. Tidak lebih dari 10% 4. menunjukkan tablet tersebut untuk bertahan terhadap goresan ringan/kerusakan dalam penanganan pengemasan dan pengepakan. 3.

kertas perkamen dan pinset Siapkan timbangan analitik Ambil tablet dengan pinset. Komposisi : curcumae rhizome 10%.Etil asetat Plat silica gel Kertas saring Penandaan : SMJ Khasiat : mengobati asam urat.methanol P.a. rheumatic. a. zingiberis rhizome 20%. nyeri otot. dan menambah stamina dan tenaga.asam asetat glacial P. letakkan di kertas perkamen masukkan ke dalam timbangan analitik. Penentuan keseragaman bobot • • • Siapkan tablet 20. menurunkan kolesterol. panax ginseng 10%. Alat dan Bahan ALAT Kurs porselen Timbangan analitik Oven Desikator Sendok tanduk Mortar Stumper Pinset + kuas Beaker glass 100 ml Beaker glass 400 ml ALAT Alat Uji Waktu hancur Alat Uji Kerapuhan Alat Uji kekerasan Chamber + tutup Jangka sorong Batang pengaduk Gelas ukur 100 ml Gelas ukur 10 ml Labu Ukur 25 ml Labu Ukur 50 ml BAHAN Asam mefenamat murni Tablet Pil kita Kloroform P. zingiberis aromaticae 15%. ( tablet ditimbang 1/1 ) . royal jelly 15%. masuk angin. pegel linu. bahan lain s.d 100%.

25 % dengan Perhitungan kadar air Bobot akhir ( c ) – bobot awal (b ) x 100 % Bobot awal ( b ) Dimana : a = berat sampel mula-mula (gr) b = berat sampel setelah dipanaskan pertama c = berat sampel setelah dipanaskan kedua • • • • • c. kemudian ditimbang Dioven selama 2 jam dalaam suhu 100 0.b.2 g ( a ) Dimasukkan kedalam kurs porselen.1050C Diambil dan didinginkan dalam deksikator selama 30 menit Ditimbang. dicata hasilnya ( c ) prosedur diulang sampai selisih tidak lebih dari 0. Penetapan Kadar Air ( Kadar air tidak boleh lebih dari 10% ) • • • • Digerus sample pada mortar dengan stumper Diambil sampel 1. Waktu hancur • • Masukkan 6 tablet dalam keranjang Turun naikkan keranjang dalam cairan pencelup dengan frekuensi 29-32 kali naik turun per menit. dicatat hasilnya ( b ) Dioven selama 1 jam dalam suhu 100 0.1050C Diambil dan didinginkan dalam deksikator selama 30 menit Ditimbang. .

Kerapuhan • Siapkan 20 tablet setelah ditimbang ditimbangan analitik • Bersihkan alat uji kerapuhan Fiability Taster’ • Nyalakan alat tersebut • Masukkan tablet ke dalamnya sampai 100 kali putaran • Kemudian setelah selesai matikan mesin • Timbang lagi di timbangan analitik • Catat hasil yang diperoleh e. ulangi pengujian kemudian ulangi lagi menggunakan 6 tablet dengan cara penuntun. hal 216) Kekerasan tablet diukur dengan menggunakan alat yang dibuat Hardness Taster Siapkan Hardness Taster. Uji BKO Fenilbutazon .• Tablet dinyatakan hancur jika tidak ada bagian tablet yang tertinggal di atas kasa. Uji Kekerasan ( IMO. syarat tidak boleh lebih dari 10 kg/cm3 dan tidak boleh kurang dari 3 kg/cm3. d. Tidak lebih dari 20 menit untuk tablet tidak bersalut dan tidak lebih dari 60 menit untuk tablet bersalut • Jika tidak memenuhi syarat ini. • • Ukur kekerasan tablet Catat hasil yang diperoleh f. kecil fragmen yang berasal dari zat penyalut kecil dinyatakan lain.

Dengan metode KLT menggunakan eluen n-heksan : etil asetat (3:7) dan plat KLT berupa silica gel 254. .

4.71 3. 16. 15.7284 0. 8.59 No 11.23 3.7554 0.7542 0.84 1.7794 0. 13. 6.35 0.23 10.43 3.17 0.7439 0.33 1. 3.7684 0.14 3.7672 0. 17. Berat 0.98 1.7393 0.7570 0.01 0.37 0. 7. Keseragaman bobot No Berat (g) 1. 20.7595 0.7732 % 1.7636 0. 0.69 2. 2. 4.7640 0. Kerapuhan 20 tablet ditimbang .7543 0.7632 0.7302 0. 5. 0. 14. 12. 9.7570 0.29 1.7543 g c. Organoleptis Bentuk Warna Bau Rasa Kemasan : tablet : orange : khas : pahit : 1 bungkus Satuan kemasan : 1 bungkus 2 tablet b.50 0. 18.19 0.7479 0. 19.87 0 1. Hasil a.7299 % 0.7498 Rata-rata : 0.36 1.

4465 g 0.1069 g II = 26. 7215 g Karena syarat yang ditentukan harus kurang dari 0. d.1256 g Kosong + isi sebelum di oven = 26.75 kg. e. Kekerasan Tablet 1 = 5 kg Tablet 2 = 3. Kadar air Serbuk = 5.75 % tidak memenuhi syarat .005 g Kosong = 21. Sehingga tablet memenuhi syarat.0672 g .1680 g Sesudah : 14.1306 g Kosong + isi setelah di oven = I = 26.8% sehingga sampel dengan hasil kekerasan 4.Sebelum : 15.5 kg Tablet 3 = 1 kg Tablet 4 = 4 kg Tablet 5 = 4 kg Rata rata kekerasan adalah 3.

661/Menkes/SK/VII/1994 tentang persyaratan Obat Tradisional untuk sedian tablet. g. . Waktu hancur Tidak dilakukan karena sampel tablet terlalu besar dan tidak bisa masuk pada alat. Perhitungan : Kadar air syarat tidak boleh lebih dari 10 %.25 %. Sampel memenuhi syarat sebesar 0.775 Hasilnya Standart : - Sampel : Pembahasan : Dalam praktikum ini digunakan untuk pengujian obat tradisional sediaan tablet apakah dalam pembuatannya sudah sesuai standart kesehatan Menurut Keputusan Menkes RI No. f.47 %.Selisih penimbangan syarat kurang dari 0. KLT Standart yang digunakan adalah fenilbutazon seharusnya harga Rf 0.

Sedangkan kadar airnya diperoleh 0. Dari hasil yang diperoleh dan dibandingkan dengan tabel A dan B sampel obat tradisional memenuhi syarat keseragaman bobot.25%.84.775 hasil praktikum tidak nampak dikarenakan konsentrasi fenilbutazon kurang pekat sehingga tidak memberikan hasil noda. Untuk fenilbutazon standart seharusnya nampak noda dengan Rf 0.Awalnya dilakukan uji keseragaman bobot sampel dari tablet ditimbang 20 tablet dan dihitung.47 %. Hasil yang diperoleh noda untuk fenilbutazon tidak tampak sedangkan pada sampel nampak noda dengan Rf 0. standartnya yang ditetapkan tidak kurang dari 10 % Dan uji tablet yang terakhir dilakukan untuk menentukan apakah tablet obat tradisional ini mengandung bahan sintesis atau murni bahan alam sehingga perlu dilakukan uji bahan kimia obat fenilbutazon pada sampel dan digunakan fenilbutazon tablet sebagai standart dengan metode KLT. Pada uji waktu hancur tidak dilakukan karena tablet terlalu besar sehingga tidak dapat masuk dalam alat jadi tidak bisa dipastikan apakah tablet tersebut memenuhi syarat ataupun tidak. . tablet memenuhi persyaratan dikarenakan persyaratan standart penimbangan untuk kadar air tablet sebesar < 0. digunakan pelarut etanol dan eluaen n heksan dan etil asetat. Uji kadar air tablet dengan menggunakan tablet yang sudah digerus didapat hasil persentase penimbangan sebesar 0.091%.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->