INOVASI PEMBELAJARAN OLEH GURU PROFESIONAL DALAM ERA GLOBAL

Oleh I Made Sutama Jurusan PBSID, FBS, Undiksha e-mail address: damuh2003@yahoo.com ABSTRAK Karena dianggap penting, gagasan tentang inovasi pembelajaran disosialisasikan melalui berbagai forum kepada para guru. Namun respon yang mereka berikan kurang menggembirakan. Padahal, dalam era global, merupakan keharusan bagi guru untuk secara terus-menerus melakukan inovasi pembelajaran. Globalisasi telah melahirkan persaingan dalam berbagai bidang, termasuk bidang ketenagakerjaan. Kondisi ini menuntut kualitas SDM yang tinggi, sementara mutu pendidikan kita rendah. Oleh karena itu, tidak ada pilihan bagi guru kecuali melakukan inovasi pembelajaran. Gagasan tentang bagaimana anak belajar dan bagaimana pembelajaran harus dilaksanakan telah dikemukakan oleh para ahli. Namun, ada banyak varian tentang hal itu, bergantung pada paham yang mereka anut. Dihadapkan pada keadaan seperti itu, guru harus menemukan pembelajaran inovatif, melalui berbagai jenis penelitian, seperti penelitian pengembangan, evaluaif, dan penelitian terapan, terutama penelitian tindakan kelas. Penelitian oleh guru merupakan tuntutan profesionalitas seorang pendidik. Kata-kata kunci: inovasi pembelajaran, guru profesional, era global ABSTRACT Because of being considered as important, the idea of inovation in teaching and learning was socialized through various forums to teachers. But their responses were not satisfying. In the global era, doing inovative learning is a must for them. Globalization has resulted in competitiveness in many fields, including the field of manpower. Those conditions require high quality human resources, whereas our national education quality is low. For this reason, there is no other choice for the teachers, except to do inovation in teaching and learning processes. The ideas of how children learned and how the learning and teaching processes should be managed were proposed by many experts. But, there were a number of variants about it, depending on the view they hold. Being faced with such a condition, teachers should find inovative teaching and learning by conducting many kinds of reaseraches, such as design, evaluative, and applied researches, espicially classroom action research. For the teacher, doing research is a part of their professionalism. Key words: inovation of learning, professional teacher, global era. PENDAHULUAN

1

Berbagai kejadian di suatu belahan dunia dapat dengan cepat diketahui oleh masyarakat di belahan dunia yang lain melalui sarana teknologi informasi. Tenaga kerja Indonesia dalam berbagai bidang tidak lagi hanya bersaing dengan sesamanya. lebih-lebih setelah memasuki era global seperti sekarang. ada keengganan atau keterpaksaan pada sebagian guru untuk mengikuti perkembangan atau mendalami inovasi pembelajaran. Apa yang mereka tekuni selama ini seolah-olah sudah cukup dan tidak perlu diubah lagi. sebagai tindak lanjut penanganan para peserta sertifikasi yang tidak lolos lewat jalur portofolio. lahirlah globalisasi ketenagakerjaan.Seiring dengan upaya peningkatan mutu pendidikan. Berbagai forum diadakan untuk menyemaikan dan menyosialisasikan gagasan tentang inovasi pembelajaran dengan partisipan atau subjek sasaran para guru. Namun. di samping sarana penunjang pembelajaran. inovasi pembelajaran merupakan salah satu hal yang mendapat perhatian. 2008). Dengan sarana itu. di sisi lain. Globalisasi ketenagakerjaanakan menimpa berbagai bidang. merupakan suatu keharusan bagi guru untuk secara terus-menerus melakukan inovasi dalam rangka meningkatkan mutu dan hasil pembelajaran. termasuk pendidikan. Dari globalisasi bidang ketenagakerjaan ini timbullah suasana kompetitif yang berskala luas. yang mengikat bangsa-bangasa di dunia. dalam Diklat Sertifikasi Guru. Padahal. Untuk memenangkan persaingan ini. Orang dapat dengan cepat berpindah tempat dengan memanfaatkan sarana transportasi modern. Antartempat di berbagai belahan dunia seolah-olah tanpa jarak. umat manusia telah dibuat masuk ke dalam era global. . sumber daya manusia (SDM) Indonesia dituntut memiliki kualitas yang tinggi. Mobilitas umat manusia menjadi sangat tinggi. tetapi harus mulai bersaing dengan tenaga kerja pada bidang sejenis dari negara lain. PEMBAHASAN Era Global dan Inovasi Pembelajaran Oleh kemajuan teknologi. inovasi pembelajaran merupakan salah satu mata Diklat. Karena sarana teknologi informasi yang semakin maju pula. Setelah diikuiti oleh regulasi ketenagakerjaan yang sifatnya internasional. orang tidak perlu melakukan perjalanan dari berbagai tempat menuju tempat yang jauh untuk melakukan pertemuan. mereka dapat melakukan apa yang disebut dengan rapat virtual melalui fasilitas telepresence (Leksono. Era ini ditandai oleh sejumlah hal. Bahkan. Lebih-lebih dengan adanya aturan yang membolehkan kepemilikan saham oleh pihak asing sampai maksimal 49% pada “usaha” bidang pendidikan.

Hal terbaru yang dilakukan oleh sejumlah pakar pendidikan di Indonesia adalah pengembangan kurikulum transnasioanal Eropa-Asia untuk jenjang SMK. secara umum kondisi SDM Indonesia masih memprihatinkan.711 pada tahun 2006.800. Sumber lain untuk mendapatkan pengetahuan tentang pembelajaran inovatif adalah para 3 . pendidikan. dan standar hidup. Di antara pengalaman itu. Salah satu sumber adalah penglaman. Kelemahan lain yang ada pada pengalaman sebagai sumber pengetahuan adalah banyak pengetahuan yang diperoleh melalui pengalaman bergantung pada apa yang dapat diobservasi dan bagaimana hal itu diinterpretasikan. dan 0. Karena indeks itu dihasilkan melalui penilaian terhadap empat aspek yang dua di antaranya berkenaan dengan pendidikan. IPM Indonesia bergerak lambat (0. Dalam konteks ini. melek huruf. Kemajuan bangsa-bangsa di dunia diindekskan lewat apa yang disebut dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). peningkatan mutu pendidikan merupakan sesuatu yang mutlak perlu dilakukan.697 pada tahun 2005. 0. Sayangnya. Kita tahu bahwa tinggi rendah kualitas SDM suatu bangsa sangat bergantung pada kulaitas pendidikan bangsa itu. indeks itu dapat dianggap menggambarkan tingkat kemajuan pendidikan. sebagai pengetahuan. tentu banyak hal yang telah dialami oleh guru. yaitu: harapan hidup. sehingga menempatkan Indonesia pada posisi ke-108 dari 177 negara di dunia pada tahun 2007 . yakni secara terus-menerus melakukan inovasi pembelajaran. tetapi tidak demikian halnya bila situasi yang dihadapi itu betul-betul baru (Sutama. 2005). Dalam situasi yang sama. Dalam tiga tahun terakhir. pasti ada pengalaman tentang keberhasilan mengelola pembelajaran. pengalaman itu dapat diterapkan kembali. sebagaimana ampak pada ungkapan bahwa pengalaman adalah guru utama. sebagai manusia kita kadang-kadang salah dalam mengobservasi dan membuat interpretasi yang tidak akurat karena terlibat secara personal. yakni 0. Gagasan pembelajaran inovatif. wawasan pembelajaran pada diri guru juga harus terus diperluas. Selama bertugas mengelola pembelajaran di sekolah. Mendapatkan Gagasan Pembelajaran Inovatif Karena merupakan kemutlakan bagi guru untuk secara terus-menerus melakukan inovasi pembelajaran.Sementara era global menuntut kualitas SDM yang tinggi. IPM dihasilkan melalui penilaian terhadap empat aspek.728 pada tahun 2007) dan masih jauh dari indeks minimal negara yang digolongkan maju. bisa didapatkan melalui berbagai sumber. Oleh karena itu. ada sesuatu yang wajib dilakukan oleh guru.

Bruner. Sebagai contoh. Para pakar. Guru memberi stimulus. Yang terpenting menurut teori ini adalah masukan yang berupa stimulus dan keluaran yang berupa respon. Menurut teori ini. kalau ia telah menjadi lebih menghargai orang lain. memiliki keunggulan akademis dan intelektual. Namun perlu disadari bahwa teori pembelajaran dari pakar manapun tidak dapat dilepaskan dari teori belajar yang dianut. Guru mengamati respon siswa. seperti Piaget. dan Skinner. Guthrei. Teori Belajar Behavioristik dan Penerapannya dalam Pembelajaran Ada banyak pakar yang menganut paham behavioristik. Berdasarkan teroi ini. Penguatan berfungsi meningkatkan kemungkinan timbulnya respon yang diharapkan. Sementara. Menurut teori behavioristik. secara umum. dikembangkan langkah-langkah pembelajaran seperti di bawah ini. ada hal yang lebih penting dari sekadar hasil belajar yang berupa perubahan tingkah laku. Guru memberi penguatan. Guru menyajikan materi pelajaran. belajar merupakan perubahan tingkah laku yang dihasilkan melalui interaksi antara stimulus dan respon. Berdasarkan teori behavioristik tersebut. Guru menentukan tujuan pembelajaran. misalnya. seperti Thorndike. 2005) akan disajikan berikut ini.pakar. Watson. Guru mengidentifikasi pengetahuan awal siswa untuk menentukan materi pelajaran. Teori Belajar Kognitif dan Penerapannya dalam Pembelajaran Teori belajar kognitif dianut oleh pakar-pakar. Hull. Faktor lain yang dianggap penting adalah penguatan. dan Ausubel. gagasan teoretis para pakar tentang pembelajaran perlu diketahui. apa yang terjadi di antara stimulus dan respon dianggap tidak penting karena tidak dapat diamati. seseorang telah dianggap belajar kalau ia telah dapat menunjukkan perubahan tingkah laku. Oleh karena itu. Belajar merupakan perubahan persepsi dan pemahaman yang tidak selalu dapat terlihat sebagai tingkah laku yang tampak dan melibatkan . Tingkah laku seseorang ditentukan oleh persepsi serta pemahamannya tentang situasi yang berhubungan dengan tujuan belajarnya. seorang anak dapat dianggap telah belajar budi pekerti. Tentang beberapa teori belajar dan implementasinya dalam pembelajaran (Budiningsih.

pemecahan masalah. Guru memilih materi pelajaran dan menentukan topik-topik yang dapat dipelajari secara aktif. Menurut teori kontruktivistik. siswa perlu dilibatkan secara aktif dalam belajar. simulasi. seperti penelitian. Pengalaman atau informasi baru perlu dikaitkan dengan struktur kognitif yang telah dimiliki oleh siswa untuk menarik minat dan meningkatkan retensi. Prinsip-prinsip belajar yang dianut adalah berikut ini. Teori Belajar Konstruktivistik dan Penerapannya dalam Pembelajaran Teori belajar konstruktivistik berasal dari filsafat konstruktivisme yang pada awalnya digagas oleh Mark Baldwin (Sanjaya. pengetahuan merupakan konstruksi kognitif seseorang terhadap objek. Perbedaan individual antarsiswa perlu diperhatikan dalam rangka mencapai keberhasilan belajar. diskusi. maupun lingkungannya. secara terus-menerus mengalami reorganisasi karena adanyapemahaman-pemahaman baru. Pembelajaran perlu dirancang agar sesuai dengan perkembangan kognitif siswa. Dalam penerapan teori belajar kognitif. 2007). Pengetahuan. dengan demikian. pengalaman. kebebasan dan keterlibatan siswa secara aktif dalam proses belajar mengajar amat diperhitungkan agar aktivitas belajar menjadi lebih bermakna bagi siswa. Jadi. Proses belajar terjadi melalui pengaturan stimulus yang diterima dan menyesuaikannya dengan struktur kognitif yang telah dimiliki dan terbentuk dalam pikiran berdasarkan pemahaman dan pengalaman sebelumnya. Berikut ini ditampilkan langkah-langkah pembelajaran menurut Piaget. Siswa mengalami perkembangan kognitif melalui tahap-tahap tertentu sampai mencapai kematangan kognitif seperti orang dewasa. Guru menentukan tujuan pembelajaran. menurut teori kontruktivisik tidak dapat dipindahkan dari pikiran seseorang yang telah memilikinya (guru) ke pikiran orang lain yang 5 . Belajar memahami akan lebih bermakna daripada belajar menghafal. dsb. Gagasan antarpakar tentang implementasi teori kognitif dalam pembelajaran agak bervariasi. Agar proses asimilasi dan akomodasi pengetahuan dan pengalaman dapat terjadi. pengetahuan.proses berpikir yang sangat kompleks. Guru menentukan kegiatan belajar yang sesuai dengan topik. Guru melakukan penilaian proses dan hasil belajar.

(3) kecerdasan visual/ruang. (2) kecerdasan logika/matematik. ada sepuluh macam kecerdasan pada setiap individu dengan proporsi yang bervariasi. Menurut Gardner. Sementara itu. Belajar merupakan proses pembentukan pengetahuan yang dilakukan oleh siswa. Dalam menyiapkan pengajaran. Kesepuluh kecerdasan itu bekerja sama secara utuh dan terpadu. sesederhana kemampuan awal itu. ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Biasanya. Teori Kecerdasan Ganda dan Penerapannya dalam Pembelajaran Teori kecerdasan ganda diperkenalkan oleh Howard Gardner sejak 1983. (3) dengan observasi terhadap apa yang dilakukan siswa di kelas dan di luar kelas. (3) membuat skema kemungkinan kegiatan yang sesuai dengan topik dan inteligensi yang akan dikembangkan. (8) kecerdasan naturalis. dan (4) menyusun RPP. Langkah ketiga adalah melaksanakan pengajaran. (6) kecerdasan interpersonal. yaitu: (1) berfokus pada topik tertentu. tugas guru adalah menata lingkungan sehingga memberi peluang optimal bagi terjadinya proses belajar dan membantu agar proses rekonstruksi pengetahuan berjalan lancar. (2) dengan mencoba mengajar dengan inteligensi ganda dan mengamati respon siswa terhadap metode tersebut. 2004). Dengan demikian. (9) kecerdasan spiritual. Langkah pertama adalah mengenali inteligensi ganda siswa.belum memilikinya (siswa). Kesepuluh kecerdasan itu adalah (1) kecerdasan verbal/bahasa. Untuk menyelenggarakan pembelajaran berdasarkan teori intelligensi ganda. (5) kecerdasan musikal/ritmik. ada beberapa langkah yang perlu ditempuh (Suparno. kendali belajar dapat dikatakan sepenuhnya ada pada siswa. Oleh karena itu. Kecerdasan yang paling menonjol akan mengontrol kecerdasan lainnya dalam memecahkan masalah. Hal ini dapat dilakukan dengan berbagai cara. yaitu: (1) dengan tes. Langkah kedua adalah menyiapkan pengajaran. Semua kecerdasan itu dapat ditingkatkan atau dikembangkan. Tidak ada satuan kegiatan manusia yang hanya menggunakan satu macam kecerdasan. (2) mengidentifikasi aspek inteligensi yang mungkin dikembangkan. (7) kecerdasan intrapersonal. Sebelum aktivitas belajar dimulai. dan (10) kecerdasan eksistensial. Kemampuan awal itu akan mendasari proses rekonstruksi pengetahuan baru. (4) kecerdasan gerak tubuh. (4) dengan mengumpulkan dokumen yang dibuat oleh siswa. satu kecerdasan lebih menonjol/kuat dibandingkan kecerdasan lainnya. kemampuan itu harus dijadikan dasar pembelajaran. siswa sesungguhnya telah memiliki kemampuan awal. Pengajaran dilaksanakan dengan apa pun .

2005). Pendekatan ilmiah bersifat objektif. Peneltian dasar bertujuan untuk mengembangkan teori. evaluasinya pun harus lebih luas dan menyeluruh. sistematis. dan mengontrol. kita harus mampu mengkaji pendapat para ahli dan mengambil keputusan. Evaluasi perlu disesuaikan dengan tujuan dan cara pengajaran. memahami hubungan antarfenomena. dalam hal ini adalah tentang belajar. Jika guru melaksanakan pengajaran dengan teori inteligensi ganda. 2005). Penelitian dasar dilakukan bukan dengan maksud menerapkan hasilnya dalam situasi praktis. Penelitian sebagai Upaya Akhir Dari paparan tentang berbagai teori belajar pada bagian sebelumnya. Walaupun demikian. dan perasaan. Penjelasan dalam hal ini bermakna pengembangan dan pengujian teori tentang suatu fenomena.menerapkan berbagai strategi yang sesuai dengan aspek-aspek inteligensi yang akan dikembangkan. kontrol atas fenomena memberi informasi tentang hubungan sebab-akibat. dapat diketahui betapa bervariasinya pandangan para pakar tentang hal yang sama. yang praktiknya dipengaruhi oleh interaksi kompleks berbagai faktor. (2) penelitian terapan. memprediksi. dan (4) penelitian pengembangan. 7 . dan relatif tak terpengaruh oleh kepercayaan pribadi. Tujuan utama penelitian ilmiah adalah menjelaskan berbagai fenomena. Pendekatan ilmiah menggunakan metodologi yang handal yang dijadikan pijakan bagi pengambil keputusan. bagaimana pengkajian itu harus dilakukan. Akhirnya. Langkah terakhir adalah melakukan evaluasi. ada ruang bagi para pakar untuk saling tidak bersepakat tentang sesuatu (Sutama. yaitu: (1) penelitian dasar. (3) penelitian evaluatif. Penjelasan memberi informasi yang berkenaan dengan tiga tujuan praktis penelitian. pendapat. yaitu: mendeskripsikan. kedua fenomena itu harus dideskripsikan lebih dahulu. Deskripsi memberi pengetahuan fundamental tentang sebuah fenomena dan biasanya diperlukan untuk melakukan eksplanasi atau prediksi. bukan hanya menguji satu aspek inteligensi. Dalam bidang pendidikan. Prediksi sangat penting bagi guru karena ia secara konstan harus membuat keputusan prediktif. Ada beberapa jenis penelitian yang dapat dipilih untuk dilakukan oleh guru berdasarkan tujuannya. Dalam kondisi seperti itu. Sebelum suatu fenomena diprediksi berdasarkan fenomena yang lain. dapat diuji. Jawabannya adalah pengkajian harus dilakukan melalui penelitian dengan menerapkan pendekatan ilmiah. dan kemudian menggunakannya untuk memprediksi dan mempengaruhi perilaku (Sutama. Persoalannya adalah. suatu informasi yang sangat penting yang memberi penjelasan yang bermanfaat dalam berbagai situasi.

Produk dalam konteks pembelajaran bisa berupa model pembelajaran. 2006). atau media pembelajaran. 2006). lebih-lebih setelah dimulainya proses sertifikasi guru melalui portofolio. . Penelitian evaluatif diarahkan untuk mengambil keputusan tentang pelaksanaan suatu program: apakah program itu berjalan efektif atau sesuai standar pelaksanaan. Jika dilihat dari sisi tujuannya. atau situasi (Tantra. Hasilnya langsung dan segera dapat digunakan untuk mengambil keputusan pendidikan. isi. Kesepuluh karakteristik itu adalah berikut ini. proses. apakah suatu program baru dapat berjalan dengan baik. Pada banyak kasus. Peneliti memberi perlakuan yang berupa tindakan yang terencana untuk memecahkan masalah itu. buku ajar. baik di kalangan mahasiswa LPTK maupun guru. cara kerja. Masalah yang dipecahkan merupakan masalah praktis yang dihadapi peneliti dalam kehidupan profesi sehari-hari. Ada sepuluh karakteristik yang dimiliki oleh PTK (Syamsudin. penelitian evaluatif difokuskan pada masalah-masalah. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) di antara Jenis-jenis Penelitian PTK telah menjadi trend baru sejak akhir tahun 90-an sampai sekarang. Adanya langkah berpikir reflektif dari peneliti. Mungkin ada yang bertanya tentang di mana posisi PTK di antara jenis-jenis penelitian yang telah disampaikan sebelumnya. baik sebelum maupun sesudah pelaksanaan tindakan. seperti kurikulum mana yang mesti diterapkan. kompetensi. Dikatakan demikian karena PTK dilaksanakan untuk memecahkan masalah-masalah praktis yang dihadapi oleh guru di kelas. Penelitian pengembangan bertujuan mengembangkan suatu produk. Penelitian terapan memiliki sasaran menguji teori dan ide lain dalam latar pendidikan. sampai-sampai ada yang beranggapan bahwa untuk mengikuti sertifikasi lewat penilaian portofolio guru harus memiliki laporan PTK. model evluasi.kontribusinya secara tak langsung untuk situasi praktis tetap ada. modul. PTK adalah penelitian reflektif mandiri dan berdaur ulang yang dilakukan di dalam kelas dengan tujuan melakukan perbaikan terhadap system. PTK tergolong penelitian terapan. Fokusnya biasanya adalah masalahmasalah yang memerlukan pemecahan untuk mengembangkan praktik pendidikan. Langkah-langkah penelitian yang direncanakan selalu dalam bentuk siklus atau berdaur ulang.

Peneliti mengidentifikasi masalah yang dihadapinya dalam pembelajaran yang dilaksanakan di kelas. baik dengan sejawat. 2004. 9 . Suyanto dkk. seperti merancang skenario tindakan dan instrumen pendukung implementasi skenario itu. Evaluasi dilakukan terhadap keberhasilan pelaksanaan tindakan dengan berbagai cara. PTK dilakukan dengan melalui beberapa langkah. yakni peneliti melakukan evaluasi sendiri secara kontinyu untuk meningkatkan praktik. Dilakukan secara kolaboratif. yaitu: (1) perencanaan. Di antara beberapa alternatif pemecahan itu.Bersifat situasional kontekstual yang terkait dengan mendiagnosis dan memecahkan masalah dalam konteks tertentu. Langkah-langkah yang harus dilalui adalah berikut ini. 2006). Bersifat partisipatori. Jika kedelapan langkah di atas disederhanakan. yakni masing-masing anggota tim ikut mengambil bagian dalam pelaksanaan penelitiannya. Hasil evaluasi direfleksikan untuk memastikan perlu tidaknya modifikasi tindakan yang akan diterapkan pada siklus berikutnya dalam rangka mencapai indikator keberhasilan yang telah ditetapkan. (3) observasi dan evaluasi. Bersifat self-evaluative. maka sesungguhnya ada empat langkah penting dalam PTK. Setelah masalah yang akan ditangani ditetapkan. Berdasarkan hasil diagnosis penyebab timbulnya masalah. Bersifat on the spot yang didesain untuk menangani masalah konkret yang ada di tempat itu juga. dan (4) refleksi (Sukardi. peneliti merenungkan berbagai kemungkinan penyebab munculnya masalah itu. Berbagai persiapan dilakukan untuk melaksanakan tindakan itu. dilakukan kajian tentang berbagai alternative pemecahan masalah itu. maupun dengan dosen LPTK. kepala sekolah. dipilih satu sebagai tindakan yang akan diterapkan. (2) tindakan. Tindakan dilaksanakan sambil dilakukan observasi terhadap pelaksanaannya dan efeknya. Temuannya diterapkan segera.

Kompetensi profesional memiliki dua subkompetensi. PTK memang perlu lebih diakrabi oleh para guru. Berangkat dari tuntutan di atas. arus globalisasi telah pula merambah dunia pendidikan dengan berbagai implikasi dan dampaknya. sumber ketiga merupakan yang terbaik. dan penelitian ilmiah. Lebih dari seperempat abad yang lalu (1979 -1984). 2004). Guru profesional dituntut memiliki empat kompetensi. Untuk mengemban tugas itu. baik positif maupun negatif. . mengemukakan bahwa seorang guru prefesional harus mampu memenuhi sejumlah syarat. kompetensi profesional. tuntutan pengembangan SDM semakin tinggi. Dalam konteks ini. 2005). merupakan keharusan bagi guru profesional untuk melakukan penelitian. Dengan PTK. guru akan dapat mengatasi masalah-masalah praktis yang dihadap dalam pembelajaran di kelas sekaligus melakukan inovasi dalam pembelajaran. lebih-lebih dengan adanya tuntutan dimilikinya kompetensi profesional oleh seorang guru. para pakar. 2007). Itulah sebabnya guru perlu melakukan penelitian. Untuk memenuhi tuntutan itu.Jika dilihat dari tujuan pelaksanaan dan karakteristiknya. Indikator subkompetensi kedua ini adalah menguasai langkah-langkah penelitian dan kajian kritis untuk memperdalam pengetahuan atau materi bidang studi. yang satu di antaranya adalah mampu menjadi guru-peneliti (teacher-researcher) (Sumarsono. Gagasan pembelajaran inovatif dapat diperoleh dari berbagai sumber. PENUTUP Memasuki era global. guru secara terus-menerus perlu melakukan inovasi dalam melaksanakan pembelajaran. yaitu: kompetensi kepribadian. Guru profesional adalah orang yang memiliki kemampuan dan keahlian khusus dalam bidang keguruan sehinga ia mampu melaksanakan tugas dan fungsinya sebagai guru dengan kemampuan optimal (Kunandar. yaitu: pengalaman.Dari ketiga sumber itu. yaitu menguasai substansi keilmuan terkait bidang studi dan menguasai struktur dan metode keilmuan. kompetensi pedagogik. lebih-lebih dalam era global. Penelitian bagi Guru Profesional dalam Era Global Sebagaimana disadari bersama. melalui P2LPTK. dan kompetensi sosial (Republik Indonesia. tugas dan peranan guru sebagai ujung tombak dunia pendidikan sangat penting. guru dituntut untuk lebih profesional. pemerintah.

2005. 2006. Kualitatif. Sanjaya. Leksono. Sumarsono. Tantra. Asri. 2006. 026 (44): 1. Ninok. Republik Indonesia. 2004. Jakarta: Depatemen Pendidikan Nasional RI. dan R&D. Guru Profesional: Implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dan Persiapan Menghadapi Sertifikasi Guru. Jakarta: Bumi Aksara. Metodologi Penelitian Pendidikan (Buku Ajar Tidak Diterbitkan). Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Belajar dan Pembelajaran. Sutama. Kunandar. 2007.Jakarta: Penerbit Rineka Cipta. Konsep Dasar dan Karakteristik Penelitian Tindakan Kelas (PTK) (Makalah Tidak Diterbitkan). Jakarta: Kencana. Suparno. Rapat Virtual dan Cara Kerja Modern. Sukardi. Suyanto.DAFTAR PUSTAKA Budiningsih. Wina. Metodologi Penelitian Tindakan Kelas (Makalah Tidak Diterbitkan). Paul. Metode Penelitian Pendidikan Bahasa.2004. Kasihani K. Bandung: Penerbit Alfabeta. 2008. Teori Inteligensi Ganda dan Aplikasinya di Sekolah. Metodologi Penelitian Pendidikan: Kompetensi dan Praktiknya. Sugiyono. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. dkk. Metode Penelitian Kuantitatif. I Made. 2005. Syamsudin AR dan Damaianti. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. 2005. 2004. 2006. 11 . Dalam KOMPAS. Otonomi Pendidikan. 2007. Dewa Komang. Vismaia S. Yogyakarta: Penerbit Kanisius. 2006. Jakarta: Komisi Pendidikan KWI.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful