P. 1
PERKAWINAN PADA KUDA

PERKAWINAN PADA KUDA

3.0

|Views: 1,745|Likes:
Published by Brasilia Septya Ayu

More info:

Published by: Brasilia Septya Ayu on May 14, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/13/2013

pdf

text

original

PERKAWINAN PADA KUDA

Kuda merupakan hewan yang bersifat nomadik dan bersemangat tinggi. Dalam keadaan liar efisiensi reproduksi kuda dapat mencapai 90 % atau lebih tetapi dalam kondisi domestic dengan adanya campur tangan manusia tingkat efisiensi reproduksinya sangat menurun. Hal itu disebabkan oleh kurangnya kesempatan latihan fisik, penyakit serta manajemen pemeliharaan yang belum baik. Seekor kuda betina dara akan mencapai pubertas pada umur 12 sampai 15 bulan, tetapi lebih baik dikawinkan setelah mencapai umur 2 tahun karena kuda betina yang dikawinkan pada umur yang muda tingkat kebuntingannya rendah. Siklus estrus seekor kuda betina rata-rata 21 hari dengan kisaran waktu antara 10 sampai 37 hari. Periode birahinya rata-rata 4 sampai 6 hari. Tanda-tanda birahi kuda meliputi gelisah, ingin ditemani kuda lain, urinasi berulang kali serta pembengkakan dan pergerakan vulva. Saat kawin ovulasi terjadi pada saat-saat akhir periode estrus. Telur yang dihasilkan dapat hidup selama 6 jam sedangkan sperma pejantan dapat bertahan hidup sekitar 30 jam dalam saluran reproduksi betina. Rata-rata masa kebuntingan kuda 335 hari dengan kisaran 315 sampai 350 hari. Pemeriksaan kebuntingan dapat dilakukan dengan melakukan palpasi rectal sekitar 60 hari setelah kawin. Tanda-tanda awal kelahiran berupa membesarnya ambing, otot-otot vulva berelaksasi, ligamentum pelvis berelaksasi, menjauhi kuda lain (menyendiri ), gelisah.

Sistem Reproduksi kuda Perilaku kawin kuda sangat berbeda dari hewan lain. Kuda bertanggung jawab atas segalah sesuatu dalam reproduksi, termasuk periode kehamilan, laktasi, kelahiran dan siklus estrus. Kuda memiliki dua ovarium dari 7-8 cm panjangnya. Seorang peternak kuda harus mengetahui siklus reproduksi ternak kudanya. Kuda betina dan kuda jantan pasangan satu sama lain pada waktu tertentu dan kesempatan. Perilaku perkawinan kuda menunjukkan bahwa mereka tidak biasanya pasangan dalam lingkungan sosial. Kuda-kuda membutuhkan banyak ruang terbuka untuk pasangan.

keuntungan diharapkan dapat diperoleh oleh peternak dalam jumlah yang memadai. Dalam penangkaran. tanpa adanya reproduksi. Karena lingkungan yang terkendali. menjadi lebih sulit bagi kuda-kuda untuk kawin. Agar dapat diperoleh efisiensi reproduksi yang baik. Namun. Selain itu. pasangan ini dipilih dengan melihat kualitas dan sifat bahwa kuda telah. Ini juga bisa menjadi salah satu alasan untuk ragu dalam pemeliharaan dengan breeds lainnya. Kuda adalah binatang sulit untuk mengelola. diperlukan menejemen infertilitas kuda yang baik. kadang-kadang kegagalan menejemen pengelolaan reproduksi masih juga dialami oleh peternak.Perkembangbiakan kuda sangat berbeda dari perkawinan mereka. maka pasangan dipilih dengan sangat hati-hati. menejemen infertilitas pada ternak kuda merupakan bagian yang amat penting dalam suatu usaha peternakan kuda. Dalam lingkungan alam. Persis seperti anjing. Sifat-sifat kuda dalam kombinasi dari sifat-sifat kuda betina itu adalah apa yang membuat pasangan ideal untuk terjadi. sehingga mereka sering menderita kerugian yang cukup besar. mereka tidak salib berkembang biak. Walaupun negara-negara yang sudah maju teknik peternakannya. Gambar Kuda Sedang Melakukan Proses Perkawinan Manajemen Reproduksi pada Kuda Keberhasilan reproduksi pada kuda merupakan hal yang patut diperhatikan oleh pemilik kuda. ketika kuda yang dibesarkan. mungkin diperlukan waktu beberapa hari untuk satu pasang kuda untuk kawin. karena kesalahan pengelolaan reproduksi dapat mendorong terjadinya penurunan kesuburan pada ternak kuda yang bersangkutan. Oleh karena itu. salah satu ciri klasik dari hewan kuda adalah bahwa ketika diperbolehkan untuk kawin pada mereka sendiri. kuda bisa kawin dengan mudah. Dengan produktivitas kuda yang tinggi. Kerugian ini adalah sebagai akibat langsung dari kesalahan dalam pengelolaan reproduksi. mustahil produksi ternak kuda dapat diharapkan mencapai maksimal. sehingga produksi ternak kuda dapat dicapai setinggi-tingginya. Hanya kuda pasangan dalam keturunan mereka. Ada beberapa jenis kuda dan berbagai macam warna di dalamnya. .

sehingga cukup kadarnya di dalam darah. baik sifat yang berasal dari induknya maupun berasal dari pejantannya.Dalam pengelolaan reproduksi ternak kuda yang baik. Dalam menanggulangi suatu kasus gangguan reproduksi pada ternak khususnya pada sapi perah. karena kerja yang kurang profesional. Oleh karena itu. c. d. Produksi yang secara langsung dapat dinikmati peternak adalah benyaknya kuda yang lahir dan kualitas kuda yang baik dan berkualitas. Tidak menderita penyakit khususnya penyakit menular kelamin. kegiatan yang dilakukan yaitu antara lain : 1. Sanitasi kandang yang baik. Pemberian pakan yang berkualitas baik dan cukup. sehingga dapat menghasilkan keuntungan yang besar. Tidak menderita gangguan keseimbangan hormon khususnya hormone reproduksi. e. Faktor menejemen pengelolaan itu meliputi : a. program kesehatan reproduksi yang efektif dapat menghasilkan efisiensi reproduksi yang lebih baik sehingga lebih meningkatkan pendapatan peternak yang berlipat daripada sebelumnya. dan biaya operasional IB dapat ditekan serendah-rendahnya. perlu kiranya dibuat suatu menejemen kesehatan reproduksi pada suatu peternakan kuda. Tidak menderita kelainan anatomi alat kelamin yang bersifat menurun. adalah untuk memperoleh produksi ternak kuda yang sebanyak-banyaknya sehingga diperoleh keuntungan yang setinggitingginya bagi pemilik ternak kuda. suatu kasus kemajiran sering terjadi sebagai akibat kesalahan manusia. apakah itu karena peternak pemiliknya mencoba mengadakan pertolongan tanpa pengetahuan yang memadai atau oleh kecerobohan petugas peternakan dalam melaksanakan program kesehatan reproduksi pada ternak induk. Lingkungan serasi yang mendukung perkembangan kuda. banyak faktor produksi yang harus mendapat perhatian. usaha yang perlu digalakkan adalah melaksanakan program kesehatan reproduksi Dalam program kesehatan reproduksi. yang diberikan secara tidak terlalu . Tujuan dari menejemen infertilitas yang baik pada ternak kuda. Demikian pula biaya pemeliharaan. Dengan harapan. b. f. biaya pengobatan gangguan reproduksi. Suatu kenyataan yang memprihatinkan adalah. Meningkatkan keterampilan dan kesadaran beternak bagi para peternak antara lain adalah dengan cara memberikan penyuluhan yang intensif tentang teknik peternakan pada kelompokkelompok peternak. memberi latihan dan pendidikan secara bertahap tentang pencegahan atau teknik penanggulangan gangguan reproduksi secara dini.

jumlah perkawinan untuk satu kebuntingan. Meningkatkan kesadaran peternak dengan memberi contoh di lapangan. Kekurangan pakan dalam jangka waktu lama pada kuda dara dapat menghambat timbulnya dewasa kelamin. 4. dan rata-rata umur kuda dara yang bunting. 2. Selain data reproduksi yang dicatat. kuda induk yang bunting dari hasil pemeriksaan. bahwa daya reproduksi yang baik tanpa ada kasus. yang terdiri dari: a.mendalam. induk kuda yang sudah tiga kali di kawinkan atau di IB tidak menjadi bunting. Berdasar evaluasi data yang diperoleh. dan dipakai untuk menentukan baik tidaknya efisiensi reproduksi pada kelompok ternak tersebut. dibandingkan dengan nilai baku yang normal untuk masing-masing pengukuran. tinggi badan. Pemeriksaan itu meliputi pemeriksaan melalui eksplorasi rektal. Penilaian terhadap prestasi reproduksi induk. berat badan. Selanjutnya akan meningkatkan produktivitas ternak mereka. gejala birahi. Pemeriksaan secara tetap tiap bulan pada ternak kuda betina oleh petugas kesehatan reproduksi. Semua ini tergantung pada kemampuan peternak akan hasil latihan dan pendidikan yang telah diperoleh seperti siklus birahi. Hasilnya dicatat. Pelaksanaan perubahan pengelolaan reproduksi menuju keuntungan yang lebih baik. angka kebuntingan. dan lain-lain. kemajiran dapat meningkatkan efisiensi reproduksi. sedangkan induk yang sedang laktasi akan membutuhkan ransum yang lebih banyak daripada kuda betina yang sedang tumbuh. Ransum yang kekurangan energi (karbohidrat) dapat menimbulkan penurunan kesuburan dan gangguan reproduksi. misalnya adanya siklus birahi yang abnormal. cara pertolongan kelahiran. sedangkan pada kuda induk dapat menyebabkan siklus birahi yang tidak normal dan anestrus karena terjadinya atropi ovarium. dan lain-lain. keluarnya kotoran dari alat kelamin. pengobatan pada tiap induk yang menderita gangguan reproduksi. Dalam kegiatan ini petugas mengadakan evaluasi tentang data reproduksi yang telah diperoleh. Oleh karena itu. sekurang-kurangnya dua kali setahun “anakan kuda” atau kuda dara harus diukur kecepatan pertumbuhan badannya. ransum pakan. program vaksinasi. perbaikan didasarkan kepada adanya persoalan yang dihadapi kelompok ternak. ditentukan perubahan-perubahan pengelolaan reproduksi yang mungkin terjadi pada ternak tersebut. deteksi birahi. pengelolaan kuda dara. Dalam pengelolaan yang baru pada ternak. . seperti jarak antar melahirkan. penanganan anakan kuda. waktu antara melahirkan sampai bunting kembali. Disamping itu dicatat pula data tentang prestasi reproduksi. Ransum pakan induk yang sedang laktasi atau menyusui anak. praktek beternak yang baik. berarti memberi keuntungan dan pendapatan yang lebih tinggi. dan lain-lain. prosentase induk yang birahi setelah 60 hari melahirkan. Ransum yang diberikan pada induk kuda dipakai selain untuk proses reproduksi seperti untuk memelihara kebuntingan juga untuk laktasi dan pertumbuhan badan. 3. induk yang sedang bunting dan laktasi akan membutuhkan ransum yang lebih banyak daripada ransum untuk induk yang sedang laktasi.

Sebaliknya. indium. “anakan kuda” dengan ransum hijauan makanan ternak yang cukup dan 1 kg biji-bijian dapat mencapai pubertas pada umur 15 bulan. Kuda import yang ada di Indonesia. Vitamin-vitamin yang dibutuhkan untuk membantu perkembangan dan siklus reproduksi sangat penting agar terhindar dari infertilitas. ferrum. mangan. Ransum yang berimbang artinya mengandung energi. rumput yang dihasilkan juga langka mineral. misalnya vitamin A. Udara yang terlalu panas setelah inseminasi buatan dapat menghambat proses pembuahan sel telur. Di daerah tropis dimana suhu udaranya panas sepanjang tahun. atau bila pembuahan dapat terjadi. Selama musim panas angka kebuntingan akan menurun pada induk kuda yang dipelihara di luar kandang. Hasil penelitian Thatcher (1986) pada kuda memberikan informasi tentang pengaruh suhu udara yang tinggi terhadap prestasi reproduksi.D. pemberian pakan yang berlebihan dalam waktu yang lama sehingga menimbulkan kegemukan (obesitas). diberikan dalam bentuk balok mineral yang dapat dijilat oleh induk kuda jika kekurangan dalam tubuhnya. Keadaan ini ada hubungannya dengan suhu uterus yang meningkat karena udara di luar yang panas sehingga akhirnya dapat mempengaruhi sel telur atau embrio dan menurunkan angka pembuahan. lingkungannya disesuaikan dengan asalnya. Thatcher melaporkan bahwa sesungguhnya induk kuda yang sedang laktasi. vitamin. protein. cuper. Kadar Ca dibutuhkan sedikit lebih banyak dari P di dalam ransum. kuda yang ada di Indonesia pengaruh suhu lingkungan tidak terlalu mempengaruhi daya reproduksi. Bagi suatu daerah yang tanahnya kekurangan mineral jarang. dapat mengganggu proses reproduksi seperti metritis atau retensi plasenta. sangat sensitif terhadap pengaruh suhu udara yang panas. Vitamin-vitamin ini dapat ditambahkan melalui pakan. sehingga induk hewan harus disediakan mineral jarang ini dalam ransum Pada akhir-akhir ini pemberian mineral jarang.E. Pada ternak kuda. B dan lainlain. harus hidup di udara yang dingin sehingga proses reproduksi dapat berjalan normal. Kondisi lingkungan yang kurang serasi. Sumber energi dapat dicukupi dari hijauan makanan ternak yang memadai. sangat dibutuhkan oleh tubuh untuk proses reproduksi. Bagi induk yang sedang bereproduksi dibutuhkan ransum yang berimbang agar kesuburannya tetap terjaga baik. Kebutuhan mineral jarang (trace element) seperti cobalt. Dibutuhkan kadar protein 17%-18% dalam ransum untuk induk kuda yang sedang laktasi. misalnya. selenium. b. . K. Mineral sangat dibutuhkan oleh tubuh seperti Calcium (Ca) dan Posfor (P). dan mineral yang cukup dan keseimbangan yang baik.Sama halnya dengan kekurangan pakan. produktivitas dan daya reproduksi kuda sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan khususnya suhu udara. dapat disusul dengan kematian embrio dini. Jika sebaliknya yaitu kadar P lebih banyak dari Ca. juga dapat mengakibatkan penurunan kesuburan pada induk kuda tersebut sampai kepada kemajiran.

Induk kuda lebih sering disiram dengan air. Harus dihindari adanya sinar matahari langsung pada tubuh induk kuda. selain itu juga dapat menyebabkan penurunan volume dari yang mengalir ke alat reproduksi. Penelitian dengan mengukur hormon reproduksi. Usaha menanggulangi suhu yang tinggi khususnya pada peternakan kuda yang berada di dataran rendah dapat dilakukan dengan menanam pohon pelindung di sekitar kandang dan di lapangan penggembalaan. Dinding kandang tidak mengarah ke timur dan barat. Oleh karena itu. bahkan tidak tampak sama sekali. Bila atap terbuat dari bahan metal. Suhu yang panas juga dapat menyebabkan penurunan kadar hormon reproduksi seperti FSH dan LH. Kandang agar dibuat sedemikian rupa. disertai lendir yang kental dan bersih yang menggantung keluar dari alat kelamin. tetapi mengarah ke utara dan selatan. Menurut peneliti ini.Suhu udara yang panas juga dapat meningkatkan jumlah kasus birahi tenang atau birahi yang tidak dapat dideteksi pada induk kuda. Atap kandang dibuat dari bahan yang tidak menyerap panas. Birahi tenang ditandai adanya ovulasi pada ovarium. pada permukaan bawah atap sebaiknya dicat warna hitam agar panas sinar matahari dapat diserap dengan baik. deteksi birahi dapat dilakukan tiga kali sehari pada waktu pagi. Untuk memperoleh hasil yang lebih baik. orang sering mengatakan hal yang salah. sehingga menyebabkan perubahan lingkungan uterus yang lebih panas dan menambah kemungkinan kematian embrio. tetapi tidak langsung mengenai tubuh kuda. kebengkakan dan alat kelamin luar yang hangat. Namun kadang-kadang tanda-tanda birahi ini tidak dapat dilihat dengan jelas. dan menjelang malam. tanda-tanda birahi pada ternak khususnya pada induk kuda adalah adanya kemerahan. Di Eropa pangamatan birahi dengan memantau kuda dengan kamera yang diarahkan ke kuda (dikandang) untuk menghindari kuda-kuda yang mudah stress. dapat meningkatkan produksi susu dan daya reproduksi dapat lebih baik. Deteksi birahi kurang baik. sehingga adanya ventilasi menyebabkan pergerakan angin dapat terjadi dengan leluasa dalam kandang. menunjukkan bahwa induk yang sedang laktasi dihadapkan pada suhu udara yang panas dapat mengganggu siklus birahi. Dengan pengamatan birahi . Bila kuda induk selalu ada dalam kandang maka dapat digolongkan sebagai kuda induk yang menderita birahi tenang. c. Induk kuda yang ditempatkan di kandang yang didinginkan suhunya. Penanggulangan suhu udara yang tinggi ini juga berlaku untuk ternak-ternak yang lain. tanpa diikuti oleh gejala birahi secara klinis yang jelas. untuk menurunkan suhu tubuh. dan diikuti dengan tingkah laku homoseks dan suara berisik pada betina tersebut. tengah hari. suhu yang panas dapat menurunkan best lahir anakan kuda” dan best plasentanya disamping memperpanjang involusi uteri dan menurunkan aktivitas ovarium dari induk pasca melahirkan. apalagi bila hanya dilakukan sekali dalam sehari. Deteksi birahi yang hanya dilakukan didalam kandang sering kali hasilnya nihil. seperti birahi tenang dikatakan disebabkan oleh deteksi birahi yang tidak baik. Seperti telah diketahui. khususnya bila udara terlalu panas.

Mengeluarkan induk dari kandang kelapangan. karena dapat menghasilkan keuntungan yang besar bagi peternak bila terjadi kebuntingan pada waktu yang tepat. sangat berguna bagi kesehatan induk karena selain dapat memperbaiki nafsu makan. Feromone suatu bahan kimiawi yang dihasilkan oleh pejantan diduga dikeluarkan melalui urine. Gejala birahi yang lebih mudah dikenal bila induk kuda berada bersama-sama di luar kandang atau di lapangan penggembalaan. Dalam hal ini peranan saraf-saraf mata. Dianjurkan oleh peneliti ini agar perbandingan pejantan dengan betina 1:20. agar dapat mendorong timbulnya birahi kembali pada waktu yang lebih cepat. menghasilkan hal-hal sebagai berikut (Anonimous.59%. pendengar pada betina sangat besar. atau oleh kelenjar keringat. Sebaliknya. Kinder dan Zalesky menganjurkan untuk menempatkan pejantan di tengah-tengah kuda betina di lapangan penggembalaan khususnya kuda betina yang baru melahirkan. walaupun singkat waktunya. Barang kali gejala birahi macam ini tidak dapat dilihat bila induk kuda berada di dalam kandang. selanjutnya melalui udara dapat diterima oleh saraf pencium hewan betina. Penelitian yang dilakukan di Amerika Serikat oleh Kinder dan Zalesky pada tahun 1985 membuktikan bahwa keberadaan kuda pejantan di dalam lingkungan kelompok kuda betina dapat mempengaruhi kegiatan reproduksi pada betina-betina tersebut. bila induk kuda dikeluarkan sekali dalam sehari. juga memperbaiki daya cerna perut. Sifat homoseks ini merupakan tanda yang paling baik pada kuda betina sewaktu birahi. IB pertamatau pengawinan alami baru dapat dilakukan pada umur 3-4 tahun.sebanyak tiga kali dalam sehari. hasil deteksi birahi mencapai 69.4%. Oleh karena itu. dan dapat membantu penyumbatan ambing pada waktu prows melahirkan. Setelah melebihi . waktu perkawinan yang salah cenderung menyebabkan gangguan reproduksi karena dapat menunda kebuntingan. d. dapat dilakukan pada birahi pertama yang muncul pada umur 15-18 bulan. Menentukan waktu yang tepat untuk dikawinkan. sedang bagi kuda-kuda dara yang kurang baik pemeliharaannya. Hubungan antara pejantan dengan betina induk dalam suatu lapangan penggembalaan dapat meningkatkan derajat dari gejala birahi pada betina. 1981): bila kuda betina tidak dikeluarkan sama sekali dari kandang. dan bila induk dikeluarkan dua kali sehari.000 ekor induk kuda. hasil deteksi birahi hanya mencapai 64%. induk sebaiknya dikeluarkan dari kandang bersama dengan induk kuda milik peternak lain agar gejala homoseksualitas atau saling menaiki dapat segera dilihat. feses. Khusus untuk induk yang baru melahirkan. dianjurkan agar dipilih induk yang telah lebih dari tiga hari pasca melahirkan. Waktu perkawinan yang tepat bagi hewan betina merupakan faktor penting. Waktu inseminasi buatan pertama atau pengawinan alami pertama pada kuda dara yang balk pemeliharaannya. seluruh kasus birahi dapat dideteksi secara baik sehingga inseminasi buatan atau pengawinan secara alami dapat dilakukan tepat pada waktunya. pencium. Berdasar hasil penelitian ini. Penelitian di Amerika Serikat selama musim dingin mengenai deteksi birahi terhadap 60. yaitu berdiri diam jika dinaiki betina lain atau berusaha menaiki betina lain. mengakibatkan adanya respon perilaku birahi pada kuda betina melalui mekanisme hormonal. deteksi birahi mencapai 70.

Kuda betina dara yang belum dikawinkan pada umur 4 tahun. Setelah melahirkan. Dilaporkan oleh Rendell (1986). bila induk kuda dikawinkan berulang kali. pencemaran dari berbagai jasad renik pada uterus tetap dapat terjadi. bahwa 90% dari induk kuda yang melahirkan. Ini berarti penundaan waktu IB setelah hari ke 90 pasca melahirkan tidak mempengaruhi angka kebuntingan e. Bakteri nonspesifik lain yang dapat berada di dalam uterus adalah streptococcus. Kasus kelahiran yang tidak normal seperti distokia. Ini disebabkan kelahiran kuda umumnya terjadi di kandang. Kuda dara yang dapat melahirkan “anakan kuda” pertama pada umur 2 tahun. pada waktu melahirkan. retensi plasenta.umur 4 tahun pada kuda dara. di mana kirakira 90% dari induk akan menunjukkan gejala birahi yang normal pada periode ini. Corine bacterium piogenes yang banyak terdapat di alam bebas termasuk di lantai kandang.coli dan. kelahirannya terjadi dipadang penggembalaan yang sanitasinya lebih baik daripada di kandang. Bakteri-bakteri ini dapat menimbulkan terjadinya peradangan pada uterus bila jumlahnya cukup besar. merupakan penyebab yang lain dari infeksi uterus. Uterus membutuhkan waktu 3-6 minggu untuk proses involusi yaitu kembalinya uterus kepada keadaan normal setelah melahirkan. Pengelolaan terhadap uterus pasca melahirkan. Pengawinan atau IB yang dilakukan pada 40-60 hari pasca melahirkan dapat menghasilkan angka kebuntingan sampai 80%. perkawinan cenderung menyebabkan penurunan prestasi reproduksi. tidak pernah menjadi bunting walaupun birahinya jelas dan siklus birahinya berjalan secara normal. sedang pada kuda yang tidak dikandang. atau dapat menyebabkan induk menderita kawin berulang artinya. cenderung terjadi siklus birahi yang tidak teratur atau terbentuknya kista ovarium dan gangguan reproduksi yang lain. E. stafiloccocus. Kejadian infeksi uterus. atau pneumovagina merupakan penyebab infeksi terbesar pada uterus. Sanitasi lingkungan khususnya kandang. . bakteri masih dapat ditemukan dalam uterus 10 hari setelah melahirkan. akan mempunyai masa laktasi dan jangka waktu bereproduksi lebih lama dibanding dengan kuda dara yang melahirkan “anaan kuda ” pertama pada umur 4 tahun atau lebih. Bakteri ini akan cepat berkembang dalam rongga uterus diikuti oleh keluarnya kotoran dari alat kelamin induk hewan. sangat menentukan tingkat pencemaran uterus setelah melahirkan. Walaupun proses kelahiran berjalan secara normal. pasca melahirkan pada kuda cukup tinggi. Demikian pula alat-alat yang dipakai dalam pertolongan kelahiran yang tidak bebas hama. Kesuburan induk pada periode 3-6 minggu masih sangat rendah dan kesuburan akan kembali normal setelah 40-60 hari pasca melahirkan. induk akan menunjukkan gejala birahi kembali antara minggu kedua sampai minggu ke sepuluh. walaupun uterus belum mengalami involusi secara normal. Hasil ini akan sama baiknya bila pengawinan atau IB dilakukan pada periode 80-90 hari pasca melahirkan. merupakan bakteri nonspesifik yang paling sering menyebabkan infeksi pada uterus. pseudomonas aeroginosa.

Pemakaian obat secara berturut-turut dalam waktu lama mungkin tidak ekonomis karena dapat mengembangkan jenis bakteri yang tahan terhadap obat tersebut. Pemberian obat untuk infeksi uterus biasa dilakukan dengan intra uterina karena pengobatan secara parenteral membutuhkan dosis yang lebih tinggi. umur induk kuda. Akhir-akhir ini antibiotika berspektrum luas telah banyak dipakai sebagai pengobatan intrauteri. disamping alat-alat yang dipakai untuk pertolongan kelahiran harus dalam keadaan bebas hama (stern).com/Indonesian/disease-prevention/geneticdisorders/genetic/reproduction/Horse-Reproduction-System. seperti sensitivitas bakteri terhadap obat yang diberikan. karena banyak faktor yang mempengaruhi.com/2009/05/manajemen-reproduksi-pada-kuda/print . stres karena keadaan keliling dan faktor pengelolaan. atau klorheksadin telah banyak dipakai untuk pengobatan infeksi uterus pada kuda. dalam usaha menghindari residu antibiotika pada air susu penderita terhadap anaknya.html Sumber: Diolah dari berbagai sumber dan http://komunitas-dokterhewan. Resiko lainnya adalah gangguan terhadap pertahanan tubuh yang ada secara alami.com http://duniaveteriner. cara pemberian obat. berbagai kemoterapeutika seperti larutan indium. Hasil pengobatan terhadap infeksi uterus sangat bervariasi. Kombinasi pengobatan antara intrauteri dan parenteral dapat juga dilakukan terhadap infeksi uterus.com/2011/03/perkawinan-pada-kuda.scumdoctor.Pencegahan terjadinya infeksi uterus yang terbaik adalah dengan menyelenggarakan sanitasi yang tinggi dari kandang. Infeksi uterus biasanya diobati dengan berbagai antibiotika atau kemoterapeutika.blogspot. Oleh karena itu. Namun perlu diingat bahwa pengobatan dengan antibiotika mempunyai resiko bila diikuti oleh resistensi bakteri atau adanya residu pada daging dan air susu. tergantung macamnya jasad renik yang menginfeksi. dosis obat. status gizi.blogspot.html http://semarangridinghorse. REFERENSI http://www. natrium hipoklorit. lamanya pengobatan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->