P. 1
UGD Anak Dan Balita4

UGD Anak Dan Balita4

|Views: 71|Likes:
Published by Basten

More info:

Published by: Basten on May 14, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/12/2012

pdf

text

original

KATA PENGANTAR

Hallo gank!!!! Salam sejahtera dalam nama Tuhan kita Yesus Kristus atas berkat dan tuntunanya sehingga makalah ini dapat selesai di susun. Saya selaku pembuat pembuat makalah ini mengucapkan terima kasih kepada semua teman-teman Satgana Unai yang selalu mendukung, memberikan arahan-arahan, serta masukan sehingga makalah ini dapat selesai dengan baik. Saya berhapap materi p3k ini dapat bermanfaat bagi semua rekan-rekan Satgana Unai untuk di baca dan di praktekkan dalam setiap kegiatan-kegiatan Satgana khususnya bila terjadi hal-hal yang kita tidak inginkan terjadi dan kita terapkan juga dalam kehidupan kita kepada orang yang membutuhkan pertolongan baik itu di lingkungan kampus, rumah dan di lingkungan masyarakat luas. Mungkin materi ini belum lengkap dan masih banyak kekurangan-kekurangan di dalamnya, mohon di maklumi, mungkin generasi sealnjutnya akan membuat yang lebih baik lagi. Akhir kata, semoga buku ini dapat bermanfaat buat kita semua, “Buatlah komitmen dalam hidupmu untuk berkorban/menolong demi keselamatan dan kebahagiaan orang yang ada di sekelilingmu”. SATGANA!!!

BOS JEMI

-0-

Daftar Isi Kata Pengantar……………………………………………………………………………….0 Daftar Isi………………………………………………………………………………………1 Pendahuluan……………………………………………………………………………...…..3 Kotak P3K………………………………………………………………………………….….3 Pertolongan Pertama pada Kecelakaan………………………………………………….....4 a. P3K bagi pasien yang berhenti bernafas……………………………………….4 b. P3K bagi korban sengatan listrik……………………………………………….5 c. P3K bagi pasien yang menderita pendarahan parah………………………….5 d. Pertolongan pertama mengurangi shok………………………………………...6 e. P3K patah tulang…………………………………………………………………7 f. Pembalut dan pembalutan………………………………………………………10 g. Gigitan hewan, Sengatan Serangga dan Racun dari Tumbuh-tumbuhan. …………………………………………………………………………………….17 h. Memar …………………………………………………………………………...22 i. Laserasi atau Luka Parut ……………………………………………………...23 j. Pingsan…………………………………………………………………………..24 k. Tersedak………………………………………………………………………...24 l. LUKA DAN GORESAN……………………………………………………....24

m. Terpotong atau Teriris………………………………………………………....25 n. Pendarahan………………………………………………………………………25 o. Luka Bakar………………………………………………………………………25 p. Mimisan atau Perdarahan Hidung. …………………………………………..26 q. Benda asing……………………………………………………………………..28 r. Keracunan………………………………………………………………..…….29

s. Teknik pengangkatan korban…………………………………………….…..30 t. Tenggelam…………………………………………………………………….…31 u. Mountain sickness………………………………………………………….......32

-1-

A. PENDAHULUAN

Ketrampilan Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (PPPK) merupakan salah satu kegiatan yang memberikan bekal peserta didik dalam hal pengalaman ,kewajiban diri untuk mengamalkan kasi Allah,kepeduliannya terhadap masyarakat/orang lain, kepeduliannya terhadap usaha meningkatkan citra di masyarakat. Ketrampilan Pertolongan Pertama pada Kecelakaan

merupakan seperangkat ketrampilan dan pengetahuan kesehatan yang praktis dalam memberikan bantuan pertama kepada orang lain yang sedang mengalami musibah, antara lain pada pasien yang berhenti bernafas,pendarahan parah,shok,patah tulang, dll. Ketrampilan Pertolongan Pertama pada Kecelakaan dan Pengetahuan Praktis tentang Kesehatan merupakan alat pendidikan bagi para penolong sesuai selaras dengan perkembangannya agar mampu menjaga kesehatan dirinya dan keluarga serta lingkunganny, dan mempunyai kemampuan yang mantap untuk menolong orang lain yang mengalami kecelakaan. Pertolongan pertama pada kecelakaan sangat penting dalam penatalaksanaan kesehatan. tidak adanya kemampuan/skill dalam melakukan pertolongan pertama dapat mengakibatkan menjadi lebih parah, apalagi jika penatalaksanaannya tidak tepat dan lambat. Kecelakaan merupakan peristiwa tidak terduga yang menimpa seseorang. Peristiwa tersebut terjadi begitu saja, tidak direncanakan, tidak mengenal waktu, tidak mengenal tempat, dan tidak memilih siapa yang akan mendapatkannya. Kecelakaan dapat berakibat fatal, menimbulkan cacat tubuh atau bahkan tidak meninggalkan bekas sama sekali. Hal ini sangat tergantung dari faktor penyebab, peristiwa itu sendiri, dan daya tahan korban. Penanganan yang tepat dan cepat menentukan keberhasilan penanganan kecelakaan. Jika penanganan tidak tepat dan lambat kondisi pasien dapat menjadi semakin parah. Sebaliknya, jika penatalaksanaan dilakukan dengan cepat dan tepat dapat mencegah kematian atau perburukan kondisi korban. Kecelakaan di linkungan baik itu di jalan raya, di gunung dan di mana pun tempat kita berada cukup tinggi, seperti jatuh dari tangga/pohon, tersayat pisau/pecahan gelas; tersiram air/minyak panas, kemasukan benda asing ke dalam hidung/telinga, salah minum obat, dan sebagainya. Untuk melakukan pertolongan pertama, peralatan dan obat-obatan sangat terbatas sehingga untuk melakukan pertolongan

-2-

pertama diperlukan pengetahuan dan keterampilan sederhana yang tidak memperparah kondisi korban. Selain itu, diperlukan ketepatan dalam menentukan kapan dirujuk ke rumah sakit.

Kecelakaan dapat dikelompokan menjadi 2 kelompok besar:   murni kecelakaan ( trauma fisik, panas, kimia, dll) kedaruratan medik ( umumnya karena penyakit yang diderita seperti kejang, tidak sadar,

ngamuk, dan sebagainya Tidak jarang terjadi korban kecelakaan dengan multiple injury, sehingga mempersulit bagi penolong. Pada keadaan demikian ini berlaku skala prioritas. Terpenting adalah menjaga system saluran pernapasan dan detak jantung berfungsi dengan baik, sehingga kita masih dapat menyelamatkan nyawa korban. Pada kecelakaan massal seperti kecelakaan pesawat terbang, tanah longsor, kebanjiran dan sebagainya maka dikenal adanya Samaritan law, yaitu penolong berhak menilai korban yang masih layak untuk ditolong dengan kemungkinan harapan hidup masih tinggi, setelah meraka teratasi, barulah korban-korban yang berikutnya. Hal ini tergantung juga dari jumlah personil penolong. Setiap usaha pertolongan berarti diawali dengan niat yang baik, sehingga untuk menghasilkan hasil yang baik diperlukan ketrampilan serta pengetahuan yang cukup agar tidak terjadi kesalahan dalam bertindak. Tidak jarang di Emergency suatu Rumah Sakit tertentu para korban yang sudah kita tolong justru sudah meninggal, hal ini berarti kita tidak berhasil. Paling tidak usaha kita sudah maksimal disertai dengan kecermatan saat-saat kita menolong korban, tetapi tidak juga berhasil maka bukan berarti kita gagal, tetapi memang proses perjalanan kehidupan sudah sampai waktunya.

a) KOTAK P3K Keadaan darurat bisa terjadi kapan saja dan di mana saja. Karenanya sediakanlah selalu kotak P3K (Pertolongan Pertama pada Kecelakaan) dimanapun Anda beraktivitas. Di rumah, di kantor, di mobil, ataupun pada saat melakukan camping. Hal ini berguna untuk meminimalisir rasa sakit yang dialami korban. Apa saja yang sebaiknya Anda miliki di dalam kotak P3K:  Obat sakit kepala dan demam, seperti aspirin, paracetamol, ataupun acetaminophen (untuk anak-anak). Siapkan juga thermometer untuk mengukur suhu tubuh.

-3-

         

Obat luka akibat terkena benda tajam dan luka bakar, seperti perban, plester, dan betadine. Obat diare dan pencegah dehidrasi, seperti oralit. Obat batuk dan flu, baik untuk batuk kering dan berdahak. Obat maag. Obat alergi, terutama yang mengandung antihistamin. Minyak/balsem penghangat, misalnya minyak angin, minyak kayu putih, minyak tawon, atau minyak telon. Bedak/lotion penghilang gatal. Cotton bud untuk membersihkan luka kecil. Antiseptik dan antibiotik. Sabun antiseptik dan alkohol sebagai pembersih luka.

B. PERTOLONGAN PERTAMA PADA KECELAKAN (P3K)

a. P3K bagi pasien yang berhenti bernafas Kalau seseorang tiba-tiba napasnya berhenti, apapun latar belakangnya, harus segera dilakukan nafas buatan. Cara yang paling praktis dan efisien untuk menyelamatkan nyawa orang tersebut adalah dengan jalan : meniupkan nafas ke paru-paru korban.
-4-

Langkah-langkah pertolongan dengan napas buatan dari mulut ke mulut/hidung sebagai berikut : 1) Kepala korban diletakkan dengan posisi dagu mendongak ke atas 2) Rahang ditarik sampai mulut terbuka 3) Penolong membuka mulut lebar-lebar dan ditempelkan ke mulut korban rapat-rapat dan pencet hidung atau tutup hidung korban dengan pipi, atau dapat juga dengan jalan tutup mulut korban rapat-rapat selanjutnya penolong menempelkan mulutnya ke hidung korban dan meniupnya. 4) Tiup ke mulut/hidung korban, kepada : a) Orang dewasa secara teratur dan kuat ditiupkan 12 kali tiupan pada setiap menit. b) Anak-anak ditiupkan 20 kali tiap menit. c) Bila nafas belum ada maka segera lakukan CPR

b. P3K bagi korban sengatan listrik 1) Penolong hendaknya berdiri di atas karet, karton, papan, atau karpet yang dalam keadaan kering 2) Gunakan tongkat kering/papan kering untuk menarik atau mendorong kawat beraliran listrik yang menempel pada tubuh korban 3) Setelah kontak dengan aliran listrik tiada lagi, selanjutnya segera dilakukan nafas buatan sampai bantuan medis datang

c. P3K bagi pasien yang menderita pendarahan parah 1) Luka hendaknya ditutup kain kasa kompres yang steril, selanjutnya kain kasa kompres tersebut ditekan kuat-kuat dengan tangan sampai pendarahan berhenti. 2) Untuk menutup luka biasa juga menggunakan bahan yang bersih lainnya, misalnya kasa steril, saputangan bersih lainnya, handuk atau sobekan sprei yang semuanya sudah dicuci dan disetrika. 3) Kalau tidak tersedia peralatan yang steril, jangan ragu-ragu lagi menggunakan baju kotor atau tangan telanjang untuk menekan bagian yang luka agar darah tidak terus menerus mengucur karena kehilangan darah dari tubuh korban lebih berbahaya daripada resiko infeksi.

-5-

4) Luka yang sudah berdarah tidak boleh dibersihkan karena pendarahan akan membersihkan luka itu sendiri, yang boleh dibersihkan adalah kulit di sekitar luka, dengan air sabun atau air ledeng biasa atau air yang sudah dimasak. 5) Pada semua kasus pendarahan serius, penderita selalu diancam shok, untuk itu diselimuti dan letakkan penderita pada posisi yang paling menyenangkan dan semua yang mengikat pada tubuh harus dilepaskan termasuk ikat pinggang.

d. Pertolongan pertama mengurangi shok Setiap kecelakaan, kebakaran, keracunan yang parah, sering kali disertai dengan shok baik ringan atau parah, bahkan sampai fatal, karena shok merupakan reaksi tubuh yang ditandai oleh melambatnya atau terhentinya peredaran darah dan berakibat penurunan persediaan darah pada organ-organ penting. Tanda-tanda Shok a) Denyut nadi cepat tapi lemah b) Merasa lemas c) Muka pucat d) Kulit dingin, kerinagt dingin di kening dan telapak tangan, kadang-kadang pasien menggigil e) Merasa haus f) Merasa mual g) Nafas tidak teratur h) Tekanan darah sangat rendah Pertolongan Pertama Mengurangi Shok antara lain dilakukan dengan cara : a) Menghentikan pendarahan b) Meniadakan hambatan-hambatan pada saluran nafas c) Memberi nafas buatan d) Menyelimuti dan meletakkan penderita pada posisi yang paling menyenangkan Langkah – langkah Pelaksanaan Pertolongan Pertama Mengurangi Shok : a) Baringan korban dengan posisi kepala sama datar atau lebih rendah dari tubuh, dengan tujuan untuk menambah aliran darah ke jantung dan otak. b) Bila kaki tidak patah, tungkai dapat ditinggikan 30-45 cm di atas posisi kepala.
-6-

c) Selimuti pasien dan hindarkan dari lantai serta udara dingin d) Usahakan pasien tidak melihat lukanya e) Pasien/penderita yang sadar, tidak muntha dan tidak mengalami luka di perut, dapat diberi larutan shok yang terdiri dari : 1 sendok teh garam dapur ½ sendok teh tepung soda kue 4-5 gelas air dan bisa juga ditambah air kelapa/kopi kental/teh

f) perlakukan pasien dengan lemah lembut, sebab rasa nyeri akibat penanganan yang kasar bisa menjerumuskan korban pada shok yang lebih parah. g) Cepat-cepat panggil dokter

e. P3K Patah Tulang 1) Tanda-tanda patah tulang a) Penderita tidak dapat menggerakkan bagian yang luka b) Bentuk bagian yang terkena tampak tidak normal c) Ada rasa nyeri kalau digerakkan d) Kulit tidak terasa kalau disentuh e) Pembengkakkan dan warna biru di sekitar kulit yang luka 2) Pedoman umum pertolongan pertama terhadap patah tulang a) Pada umumnya patah tulang tidak pernah sebagai kasus darurat yang membutuhkan pertolongan segera, kecuali demi penyelamatan jiwa korban. Sebaiknya jangan menggerakkan atau mengganggu penderita, tunggu saja sampai dokter atau ambulans datang. b) Kalau korban harus dipindahkan dari tempat yang membahayakan, pindahkan korban dengan cara menarik tungkai atau ketiaknya, sedang tarikannya harus searah dengan sumbu panjang badan c) Kemudian lakukan memeriksa apakah ada luka-luka lainnya : hentikan pendarahan serius yang terjadi usahakan korban terhindar dari hambatan pernapasan upayakan lalu lintas udara tetap lancer
-7-

-

jika diperlukan buatlah nafas buatan jangan meletakkan bantal di bawah kepala, tapi letakkanlah di kiri kanan kepala untuk menjaga agar leher tidak bergerak

d) Kalau bantuan medis terlambat, sedang penderita harus diangkat, jangan mencoba memperbaiki letak tulang. e) Pasanglah selalu pembelat (bidai) sebelum menggerakkan atau mengangkat penderita. 3) Macam-macam patah tulang dan pertolongan pertamanya

a) Patah lengan bawah Pergelangan Tangan(gb 1)

   

Letakkan perlahan-lahan lengan bawah tersebut ke dada hingga lengan membentuk sudut 90 derajat dengan lengan atas, sedang telapak tangan rata di dada Siapkan 2 pembelat ( bidai ) yang dilengkapi dengan kain pengempuk, satu untuk membelat bagian dalam, sedang yang lain untuk membelat bagian luar Usahakan pembelat merentang dari siku sampai ke punggung jemari Aturlah gendongan tangan ke leher sedemikian rupa sehingga ketinggian ujung-ujung jari hanya 7,5-10 cm dari sik

-8-

Patah tulang lengan Atas (siku ke bahu) (gb 2)     Letakkan tangan perlahan-lahan ke samping tubuh dalam posisi sealamiah mungkin Letakkan lengan bawah di dada dengan telapak tangan menempel perut Pasang satu pembelat (bidai) yang sudah berlapis bahan empuk di sebelah luar lengan dan ikatlah dengan 2 carik kain di atas dan di bawah bagian yang patah Buatlah gendongan ke leher, tempelkan ke lengan atas yang patah ke tubuh dengan handuk atau kain yang melingkari dada dan belatan (bidai)
-9-

c) Patah Tulang Lengan Bawah Letakkan pembelat (bidai) berlapis di bawah telapak tangan, dari dekat siku sampai lewat ujung jemari.

d) Patah Tulang di paha      Patah tulang di paha sangat berbahaya, tanggulangi shok dulu dan segera panggil dokter Luruskan tungkai dan tarik ke posisi normal Siapkan 7 pembalut panjang dan lebar Gunakan 2 pembelat papan lebar 10-15 cm yang dilapisi dengan kain empuk Panjang pembelat untuk bagian luar harus merentang dari ketiak sampai lutut, sedangkan pembelat untuk bagian dalam sepanjang dari pangkal paha sampai ke lutut.

f. Pembalut dan pembalutan 1) Pembalut Macam-macam pembalut :       Pembalut kasa gulung Pembalut kasa perekat Pembalut penekan Kasa penekan steril (beraneka ukuran) Gulungan kapas Pembalut segi tiga (mitella)

- 10 -

2) Pembalutan (gb 3)       Pembalutan segitiga pada kepala, kening Pembalutan segitiga untuk ujung tangan atau kaki Pembungkus segitiga untuk membuat gendungan tangan Membalut telapak tangan dengan pembalut dasi Pembalutan spiral pada tangan Pembalutan dengan perban membentuk angka 8 ke tangan atau pergelangan tangan yang cidera. 3) Bahan Untuk Perban Bahan yang diperlukan untuk membalut, antara lain salep, bubuk luka, plester, bahan penyerap (kasa atau kapas), kertas tissue, bahan tidak mudah menyerap (kertas khusus, kain taf, sutera), bahan elastis (spons, kapas).

- 11 -

4) Jenis – jenis Pembalutan

1.Perban segi tiga (Mitella) Perban segi tiga dibuat dari kain belacu atau kain muslin, perbannya dibuat segitiga sama kaki yang puncaknya bersudut 900 . Panjang dasar segitiga kira-kira 125 cm dan kedua kakinya masing-masing 90 cm. Buatlah terlebih dahulu kain segi empat dengan sisi 90 cm lalu lipat dua atau digunting pada garis diagnonalnya. 2.Balut segi tiga untuk kepala Untuk luka kepala dapat dipakai perban segi tiga. Dasar segi tiga dilipat selebar 5 cm 2 kali. Letakkan bagian tengah lipatan itu diatas dahi. Bagian yang mengandung lipatan diletakkan sebelah luar. Ujung puncak segi tiga ditarik ke belakang kepala sehingga puncak kepala tertutup kain segi tiga. Kedua ujung lipatan tadi dililitkan ke belakang kepala lalu kembali ke dahi dan dibuat simpul di dahi. 3.Balut segi tiga untuk bahu Guntingan ujung puncak segitiga tegak lurus pada dasar sepanjang 25 cm. Kedua ujung yang baru dibuat dililitkan secara longgar ke leher, lalu diikat ke belakang. Dasar segi tiga ditarik sehingga bagian bahu yang cedera tertutup. Lalu kedua ujung dasar segi tiga dililitkan ke lengan dan diikat. 4.Balut segi tiga untuk dada Gunting puncak segitiga tegak lurus pada dasarnya sepanjang 25 cm. Ikatlah kedua ujung puncak itu secara longgar dibelakang leher, sehingga dasar segi tiga berada di depan dada. Lipatlah dasar segi tiga beberapa kali sesuai dengan kebutuhan lalu ujung dasar tadi diikat di punggung. 5.Balut segi tiga untuk pantat Gunting puncak segi tiga tegak lurus pada dasar sepanjang 25 cm. Ikatlah kedua ujung puncak itu melingkari paha yang cedera. Buatlah beberapa lipatan pada dasar segi tiga, lalu kedua ujungnya diikatkan melingkar di pinggang. 6.Balut segi tiga untuk tangan Bila seluruh telapak tangan akan dibalut, dapat dipakai perban segi tiga. Letakkan dasar segitiga pada telapak tangan. Ujung puncak segitiga di lilitkan ke punggung tangan, sehingga seluruh jari – jari tertutup, lalu kedua ujung dasar segi tiga dililitkan beberapa
- 12 -

kali pada pergelangan tangan dan diikat. Bila segi tiga terlalu besar, buatlah beberapa lipatan pada dasar segi tiga.

5) Cara Membuka Pembalut/Perban Buka simpul perban, bila sulit, gunting saja. Tangan kanan memegang ujung perban. Bukalah gulungan dengan memindahkan perban itu ke kiri, lalu kembali lagi ke kanan dan ke kiri lagi. Begitu seterusnya sampai seluruh pembalut terlepas. Untuk membuka perban kotor pergunakan 2 buah pinset. Bila perban itu telah kotor atau tidak ingin dipakai lagi, lebih baik digunting dengan memakai gunting perban. Dengan demikian, perban lebih cepat terlepas. 6) Jenis – Jenis Perban Menurut Bahannya         Perban kasa dibuat dari benang yang dianyam jarang – jarang, sering dipakai untuk membalut pada anggota badan. Perban planel :Kain berbulu dipakai sebagai perban penekan pada pertolongan pertama. Perban kambrik:Terbuat dari benang kasar pemakaian-nya sama dengan kasa. Perban trikot :Sering dipakai untuk membuat perban ransel. Perban katun dan linen:Dipakai dalam keadaan darurat, sebagai pembalut, penekan dan penarik Perban elastis:Dipakai untuk balutan penekan pada keseleo atau salah urat (luksasio dan sprain) atau untuk membalut anggota gerak yang telah diamputasi. Perban cepat:Dipakai untuk pertolongan pertama pada kecelakaan, dalam peperangan pada luka tembak atau patah terbuka. Perban gips

7) Cara – cara Membalut 1.Cara – cara khusus membalut perban kepala a) Perban kepala fasela galenika Cara memakainya adalah sebagai berikut : Letakkan kain persegi itu diatas kepala dengan kedua ujung mengarah ke masing – masing telinga.

- 13 -

Ikatkanlah dengan peniti atau plester pita tengah dibawah dagu. Pita depan diikat ke belakang kepala, sedangkan pita belakang diikat ke dahi. b) Perban kepala cara Fascia sagitalis Perban kepala cara sagitalis memakai pembalut berkepala tiga atau disebut juga perban T. Perban ini dipakai untuk luka di kepala. Mula – mula perban berkepala dua diletakkan pada dahi, lalu kedua ujung dililitkan ke belakang kepala. Ujung tengah perban juga diletakkan ke belakang. Setelah dihimpit dengan kedua ujung perban yang datang dari samping, kembalikan lagi ujung perban tengah ke depan. Demikian pula kedua ujung samping dililitkan kembali ke depan kepala sehingga mengimpit lagi ujung perban tengah. Demikianlah seterusnya sampai semua perban terpakai. c) Perban kepala dengan cara pita silang (Fascia nodosa) Dengan memakai perban berkepala dua. Bila kedua ujung perban telah sampai diatas salah satu telinga silangkanlah kedua perban itu lalu masing – masing ujung membalut dahi dan belakang kepala. Setelah kedua ujung sampai diatas telinga yang lain, dibuat pula silang, diatur menuju ke bawah dagu, bertemu kembali di atas telinga pertama, dan seterusnya. d) Perban penutup kepala (Fascia kapitalis atau mitra hippokrates) Sebaiknya dilakukan oleh dua orang. Dipakai sebagai perban penutup atau pelindung luka kepala yang luas. Satu orang berulang – ulang melingkarkan perban. Mulai dari dahi terus ke belakang sambil menghimpit perban kedua yang diletakkan berulang – ulang di atas kepala oleh orang kedua dari arah depan kepala ke belakang kepala. Balutan digeser sedikit demi sedikit ke kiri dan ke kanan. 2.Cara – cara membalut mata a) Membalut satu mata (Monokulus) Dipakai untuk menutupi atau menekan luka pada mata dan sekitarnya. Buatlah lingkaran perban di sekitar dahi dan belakang kepala beberapa kali. Lalu secara berangsur-angsur dililitkan sedikit demi sedikit ke mata yang cedera dan belakang kepala, sehingga seluruh mata tertutup. Usahakan agar lapisan perban terbawah tidak menutup mata yang sehat
- 14 -

b) Membalut kedua mata (Binoukulus) Cara ini dipakai untuk menutupi atau menekan mata, misalnya pada operasi katarak. Caranya : Mulailah seperti membalut satu mata. Setelah melingkarkan lapisan perban terakhir disekitar depan dan belakang kepala, teruskan dengan melingkari mata yang lain dengan cara yang sama, tetapi dengan arah sebaliknya. Ujung perban terakhir dilekatkan dengan sepotong plester. c) Perban telinga cara koroner Balutlah perban melingkar dahi dan belakang kepala beberapa kali, lalu berangsur – angsur diarahkan ke arah telinga yang sakit. Lakukan balutan perban itu terus sampai seluruh telinga tertutup. Usahakan lapisan perban terakhir berada di lingkaran dahi lalu dilekatkan dengan plester.

3) Perban pada anggota gerak badan berbentuk bulat panjang Untuk melakukan perban pada leher, lengan atas dan paha dapat dibalut dengan 2 cara yaitu : a.Membalut biasa (Dolobra currens) b.Membalut pucuk rebung (Dolobra reversa) Setiap kali membalut harus diperhatikan agar : a.Perban saling menutupi lapis demi lapis. b.Gulungan perban tidak boleh bergeser, walaupun saling bekerja. c.Lilitkan perban harus cukup kencang.

4) Membalut persendian Untuk membalut persendian dipakai : a.Cara balut silang (Spica) b.Cara balut penyu (testudo) Ad. 1 Cara balut silang pergelangan tangan Mulailah dengan melilitkan perban beberapa kali pada pergelangan tangan, lalu arahkan perban ke distal melilit punggung tangan dan telapak tangan. Masukkan lilitan diantara ibu jari dan jari telunjuk, miring pada punggung tangan menuju pergelangan tangan. Lilitkan satu kali lalu ulangi pekerjaan itu sambil menggeser perban sedikit demi sedikit

- 15 -

sehingga seluruh pergelangan tangan terbalut. Ad. 2 Membalut sendi siku cara penyu keluar (Testudo cubiti Reversa)      Bengkokkan sedikit siku yang akan dibalut. Balutkan perban beberapa kali pada pertengahan siku. Arahkan lilitan perban bergantian ke proksimal dan ke distal. Lanjutkan lilitan perban ke lengan atas dan ke lengan bawah berulang – ulang sampai seluruh sendi siku terbalut.

Ujung lilitan perban terakhir dilekatkan dengan plester.

5)Cara-cara Membalut kaki (Membalut seluruh kaki)  Misalkan kaki kiri ingin dibalut, mulailah perban dari bagian punggung kaki menuju ke ujung jari – jari lalu ke telapak kaki. Peganglah dengan tangan kiri ujung perban yang ada di punggung. Dengan tangan kanan lilitkan perban untuk menutup jari – jari kaki dengan cara tadi. Bergantian ke lateral dan medial. Geserlah sedikit demi sedikit ke arah tengah jari – jari sehingga seluruh jari terbalut. Di telapak kaki, arah balutan melintang, sedangkan telapak kaki arahnya miring.  Kemudian lilitkan perban melintang punggung dan telapak kaki sehingga ujung – ujung perban tadi terhimpit. Buatlah lilitan perban sebanyak 3 lilitan sambil menggeser ke arah pergelangan kaki.   Sewaktu lilitan ke empat berada di punggung kaki, perban diarahkan di telapak kaki sekitar tumit. Kemudian dililitkan ke pergelangan kaki, terus ke punggung kaki lagi. Ulangi lagi balutan seperti tadi beberapa kali, sampai seluruh kaki terbalut. Akhiri balutan pada pergelangan kaki.

6). Gips dan Pemasangannya. Cara membuat gips spalk (Bidai gips) Bila terjadi patah proximal, maka panjang gips spalk adalah dari pangkal jari sampai ke lengan atas kira – kira 2 jari dibawah lipatan ketiak. Lengan harus ditekuk sampai 900 dengan telapak tangan agak diputar ke dalam (supinasi). Pergelangan tangan lurus dengan tulang lengan bawah. Pada patah tulang tungkai bawah (Fraktur tibia dan fibula), gips spalk dan sirkuler harus dipasang mulai ujung jari sampai 2 – 3 cm dibawah sendi paha. Posisi kaki dan tungkai bawah
- 16 -

dibuat sudut 900 sedangkan lutut agak ditekuk membuat sudut kira – kira 1700. Pada patah tulang kaki dan tumit gips sirkuler dipasang mulai dari ujung jari sampai kira – kira 2 – 3 cm dibawah sendi lutut saja. Setelah diketahui panjangnya ukuran spalk, bukalah gulungan gips perban dan letakkan dimeja sepanjang ukuran yang diinginkan. Untuk anggota gerak atas, cukup dibuat 6 lapis, sedangkan untuk tungkai dibuat 8 – 10 lapis. Setelah lapisan gips spalk selesai dibuat, basahkan lalu letakkan ke anggota gerak yang akan di gips. Sebelum di gips anggota gerak harus di reposisi dengan kain trikot atau kapas berlemak. Setelah dipasang gips spalk, dibalut dengan perban kasa.

g) Gigitan hewan, Sengatan Serangga dan Racun dari Tumbuh-tumbuhan. Kejadian gigitan/sengatan dari hewan maupun tumbuhan dapat terjadi . Mulai dari hewan kecil, seperti tungau, pinjal, lebah, nyamuk, kaki seribu, kelabang, sampai ular, anjing. Akibat yang nyata terlihat adanya perlukaan pada kulit dan adanya tanda peradangan ( merah bengkak, sakit/nyeri ). Pada kondisi yang lebih buruk dapat terjadi kekakuan / kelumpuhan bagian yang terluka. Khusus pada gigitan ular yang beracun ada dua lubang bekas masuknya taring ular berbisa. Cara mengatasi gigitan hewan ( anjing, kucing, kera ) korban ditenangkan luka dicuci dengan air bersih dan sabun, beri antiseptik balut, dan rujuk ke rumah sakit. Bila ada perdarahan hentikan perdarahan dengan cara seperti luka potong atau luka sayat. Jika luka karena sengatan serangga, segera lepas serangga dari tempat gigitannya, dengan menggunakan minyak pelumas, atau terpentin atau minyak cat kuku. Setelah terlepas (kepala dan tubuh serangga) luka dibersihkan dengan sabun dan diolesi calamine atau krim antihistamin. Bila tersengat lebah, ambil sengatnya dengan jarum halus, bersihkan dan oleskan krim antihistamin atau kompres es bagian yang tersengat. Bila menunjukkan adanya tanda-tanda membahayakan, seperti kepala berputar-putar, mual-muntah, pucat apalagi sampai sesak napas, segera rujuk ke rumah sakit. Sementara, penanganan gigitan ular beracun dengan melakukan torniquet antara bekas gigitan dengan jantung, istirahatkan bagian yang tergigit, seperti kita menangani patah tulang. Rujuk ke rumah sakit. Jangan melakukan sayatan silang dan menghisap darah dari luka sayatan tersebut, sebab selain membahayakan diri bagi yang menghisap darah, juga akan menimbulkan luka infeksi pada korban.

- 17 -

1. Digigit Ular          Diam, posisi duduk Tanda ular berbisa, ada 2 taring di bekas gigitan Tanda ular tidak berbisa, bekas gigitan biasa Prinsip penolongan mencegah bisa ular mengalir naik ke jantung Diikat dengan kencang Luka yang kena gigitan ditoreh lebar biar darah yang kena bisa ular keluar Tidak boleh diisap dengan mulut Tiap ½ jam sekali ikatan dilonggarkan agar udara lancar Segera dibawa ke RS/puskesmas terdekat

Satu JANGAN PANIK ! Dua Amankan posisi penolong dan korban Terutama dari bahaya lain seperti gigitan ular itu “lagi”, lokasi yang curam, dll. Jika diri sendiri yang tergigit, ambil posisi yang aman, jauhi ular. Tiga Imobilisasi pasien dan Lakukan pembalutan elastisdi atas luka gigitan untuk menghentikan dan memperlambat laju bisa menuju ke jantung Empat Tenangkan korban, jangan banyak melakukan aktifitas/gerakan yang menguras tenaga dan mempercepat detak jantung Lima Kenali ular yang menggigit (LANGKAH VITAL dan PENTING !) Jika dapat mengenali ular, sesuaikan tindakan pertolongan sesuai dengan karakter efek bisa nya terhadap manusia. Ingat perbedaan berbisa rendah dan berbisa tinggi ! ….dan yang utama….. - Jika luka gigitan terdapat dua titik yang nyata, berarti berbisa tinggi - Jika luka gigitan membentuk huruf U dengan jumlah luka nayak berarti tidak berbisa - Jika tidak dapat mengenali jenis ular, anggap bahwa itu ular yang berbisa tinggi dan
- 18 -

Selanjutnya, usahakan untuk menghafalkan ciri – ciri ular itu dan jika perlu, bunuh ular tersebut untuk di bawa ke bagian medis . Enam Lakukan tindakan pertolongan pertama

Penanganan gigitan ular tidak berbisa. Hanya akan menimbulkan luka sobek atau luka lecet dan gatal. - Lepaskan pembalut elastis - Cuci luka dengan air dan sabun atau pembersih luka (Revanol) - Beri obat antiseptik. - Jika perlu, tutup luka dengan kain kassa atau biarkan tetap terbuka agar cepat kering Ingat ! ular tidak perlu dibunuh………… Penanganan gigitan ular berbisa menengah Akan mengakibatkan pembengkakan pada daerah sekitar luka, perubahan warna, dan jika kondisi tubuh tidak fit, akan terasa demam panas – dingin sekitar 2 s.d. 7 hari. - Lepaskan pembalut - Cuci luka dengan pembersih luka yang ada (revanol) - Beri antiseptik - Jika perlu, tutup luka dengan kain kassa atau biarkan tetap terbuka agar cepat kering - Usahakan korban beristirahat sebentar
- 19 -

- Beri makanan atau minuman berkalori dan berprotein tinggi - Beri vitamin tambahan Ingat ! ular tidak perlu dibunuh………… Bila tergigit ular jenis raksasa, ular pyhton Mengakibatkan pendarahan terbuka dan luka sobek. - Posisikan bagian luka di atas dari posisi jantung untuk mencegah pendarahan, lebih baik dalam posisi berbaring - Hentikan Pendarahan ! dengan melakukan prosedur penanganan pendarahan terbuka atau dapat pula dengan teknik torniquet.     Ingat ! - ular ini tidak beracun tetapi akan tetap berbahaya jika korban kehilangan banyak darah. - saat melepas gigitan dari korban, jangan paksakan dengan menarik kepala ular, tapi mulut harus dibuka ! Perhatikan juga belitan ular. - tidak perlu membunuh ular jenis ini kecuali……………………….. Bila tergigit ular yang berbisa tinggi Efeknya berbeda beda sesuai jenis racun yang terkandung di dalam bisa ular. Efek gigitan pada umumnya : o Pembengkakan pada luka, diikuti perubahan warna o Rasa sakit di seluruh persendian tubuh o Mulut terasa kering o Pusing, mata berkunang – kunang o Demam, menggigil o Efek lanjutan akan muntah, lambung dan liver (hati) terasa sakit, pinggang terasa pegal, akibat dari usaha ginjal membersihkan darah. Istirahatkan dan tenangkan korban Upayakan untuk evakuasi ke rumah sakit dengan tetap memperhatikan pendarahan agar tidak terbuka lagi. Beri makanan atau minuman berkalori dan berprotein tinggi Beri vitamin tambahan

- 20 -

Penanganan jika tergigit dengan efek di atas:     Posisikan bagian yang terluka lebih rendah dari posisi jantung Ikat diatas luka sampai berkerut. Setiap 10 menit, kendorkan 1 menit Buat luka baru dengan kedalam sekitar 1 cm dengan pisau, cutter, silet (yang disterilkan atau tidak, tergantung situasi). Buat luka pada mulai dari bagian atas, melalui lubang luka akibat taring. INGAT ! irisan luka baru jangan horisontal tetapi vertikal.

Keluarkan darah sebanyak mungkin dengan cara mengurut kearah luka baru. korban akan terasa sangat kesakitan, sehingga perlu dilakukan dengan hati – hati tetapi tetap berlanjut. Saat mengurut, ikatan dapat dikendorkan. Upaya pengeluaran dapat dibantu dengan alat khusus “snake bite”, alat suntik (tanpa jarum), batang muda pohon pisang, teknik menggunakan tali senar, dll…. tidak dianjurkan melakukan proses pengeluaran darah dan racun dengan menyedot melalui mulut. Karena itu sangat beresiko pada si penolong karena racun dapat mengkontaminasi mulut, gigi, gusi bahkan tertelan hingga lambung dan usus.

- 21 -

Proses itu dilakukan berulang –ulang hingga darah berwarna merah kehitaman dan berbuih keluar semua dan berganti dengan darah berwarna merah segar.

Evakuasi korban. Bawa ke ahli ular untuk penanganan pengeluaran bisa ular lebih lanjut atau dapat pula dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan suntikan antivenom yang tepat. Usahakan mendapatkan antivenom monovalen sesuai karakter bisa ular yang menggigit (haemotoxin atau neurotoxin)

 

Informasikan pada dokter bila korban elergi terhadap obat tertentu, identifikasi. Perawatan merupakan hal yang penting. Usahakan untuk selalu berkonsultasi agar luka cepat kering.

INGAT ! Tidak semua efek gigitan berbisa tinggi seperti diatas. Jika yang diserang hanya syaraf, maka tidak terjadi pembangkakan, demam, pusing, muntah dll. Penanganan gigitan ular welang, ular weling, ular laut, ular pudak seruni membutuhkan teknik khusus karena spesifikasi racunnya berbeda. Tujuh      Jangan beri minuman beralkohol Korban tetap berusaha untuk sadar Berikan semua jenis makanan dan minuman yang bergizi Jangan bergerak berlebihan, istirahat yang cukup Jika perlu, segera evakuasi ke rumah sakit

h) Memar Memar terjadi karena trauma/benturan benda keras. Jatuh ke lantai terbentur meja tembok. Tanda yang terlihat adanya benjolan pada bagian yang terantuk, kadang disertai wama kebiruan ( dapat muncul esok hari ). Benjol dan kebiruan disebabkan karena pembuluh darah pada bagian yang terkena benturan pecah dan darah masuk kejaringan sekitarnya. Cara mengatasinya jika tidak ada luka langsung dikompres dingin pada bagian yang terbentur. Hal ini untuk mencegah bertambah banyak darah yang merembes ke jaringan. Pengompresan juga akan mengurangi udema (pembengkakan). Pada hari berikut dilihat kondisi pembengkakan berkurang atau tidak. Pada periode ini penatalaksanaan ditujukan untuk mengurangi/menghilangkan
- 22 -

pembengkakan. Cara yang digunakan dengan memberikan kompres panas selama 3-5 menit, untuk melebarkan pembutuh darah setempat, setelah itu dikompres dingin selama 1-2 menit. Hal ini dilakukan 4 - 5 kali sehari sampai bengkak menghilang. Hal yang perlu diperhatikan saat melakukan kompres panas yakni suhu panas jangan sampai menimbulkan luka bakar. Kompres panas dapat menggunakan air panas dalam kantong atau dengan obat pemanas kulit ( salep/ krim / balsam ). Penggunaan obat yang ditempatkan pada kulit perlu diperhatikan efeknya.

Memar dapat terjadi di semua bagian tubuh. Untuk memar yang terjadi di sekitar mata, misalnya terkena tinju. Cara penatalaksanaan sama yakni dalam 24 jam pertama diberikan kompres dingin, selanjutnya kompres panas dingin berganti-ganti. Hal yang perlu diperhatikan adalah penyebab dan kondisi memar mata yang dapat menimbulkan penyulit, misal tulang dasar kepata retak atau tulang sekitar bola mata retak/patah. Untuk memastikan biasanya diawali dengan melihat ukuran trauma, ada tidaknya gangguan penglihatan. Jika diduga terjadi keadaan semacam ini maka harus segera dirujuk ke rumah sakit.

i) Laserasi atau Luka Parut Luka parut disebabkan karena benda keras yang merusak permukaan kulit, misalnya karena jatuh saat berlari. Permukaan kulit yang rusak mengakibatkan terjadi perdarahan. Banyaknya perdarahan tergantung dari lokasi luka, dalam dan luas luka. Luka parut di kepala ( misal terantuk ) umumnya minimbulkan perdarahan lebih banyak dibanding di tempat lain. Cara mengatasi luka parut, bila ada perdarahan dihentikan terlebih dahulu dengan cara menekan bagian yang mengeluarkan darah dengan kasa steril atau saputangan/kain bersih. Kemudian cuci dan bersihkan sekitar luka dengan air dan sabun. Luka dibersihkan dengan kasa steril atau benda lain yang cukup bersih. Perhatikan pada luka, bila dijumpai benda asing ( kerikil, kayu, atau benda lain ) keluarkan. Bila ternyata luka terlalu dalam, rujuk ke rumah sakit. Setelah bersih dapat diberikan anti-infeksi lokal seperti povidon iodine atau kasa anti-infeksi.

- 23 -

j) Pingsan Pingsan adalah suatu keadaan seseorang kehilangan kesadarannya. Hal ini sering terjadi karena kondisi fisik ataupun mental tidak baik.         Baringkan di tempatyang teduh dan segar Jika muka merah kepala ditinggikan. Bila muka pucat, biarkan tidurterlentang tanpa bantal Kepala dimiringkan supaya bila penderita muntah, muntahnya bias keluar dan tidak mengganggu pernafasan. Isi mulut haarus dikeluarkan seperti makanan, dan gigi palsu. Pakaian dilonggarkan Diselimuti agar tidak kedinginan Jangan berikan makanan atauminuman kepada penderita Bila belum sadar segera bawa ke rumah sakit terdekat

k) Tersedak - 1 tangan kiri di perut korban - Korban agak ditundukkan - Tepuk punggung korban pake buku-buku jari atau tanggal menggepal di tekan di ulu hati - Lakukan beberapa kali sampai benda yang tersedak bisa keluar Jangan dilakukan pada korban tidak sadar.

l) LUKA DAN GORESAN Hidrogen Peroksida, Iodin, Alkohol, dan Obat merah Jika luka tidak terbuka, iodin memang obat paling OK untuk membunuh bakteri. Oleh karena itulah, dokter menggunakan larutan ini untuk membersihkan daerah yang akan dibedah. Tapi ketika ada luka terbuka, menurut ahli kulit Robert Kirsner, juru bicara American Academy of Dermatology, Iodin, Hidrogen Peroksida dan alkohol justru akan meracuni sel kulit, dan memperlambat penyembuhan. Reaksi kimia yang terjadi tidak hanya membersihkan luka, tapi juga membunuh sel yang sehat. Tahu kan rasa pedih akibat alkohol? Hal itu terjadi karena sel yang sehat juga ikut mati. Menggunakan iodin pada luka terbuka akan membunuh bakteri, tapi tidak membersihkan luka.
- 24 -

"Yang Anda butuhkan adalah melindungi jaringan yang masih bagus, tetapi Iodin tidak melakukan hal itu. Obat merah juga membunuh bakteri, tapi obat ini mengandung merkuri (air raksa), yang merupakan zat beracun, jadi malah tidak dianjurkan, bahkan sekarang mulai dihindari. Lalu bagaimana? Yang cukup mengejutkan, membersihkan luka tidaklah terlalu sulit: "Cara paling efektif membersihkan luka dan sekaligus menjaga kerusakan pada jaringan yang sehat adalah dengan membersihkan luka yang ada dengan air mengalir," kata Van Rooyen. Bilas dengan air mengalir sampai semua kotoran berhasil dilepaskan dari lujka. Jika Anda khawatir pembalut luka yang Anda gunakan lengket, coba gunakan salep antibakteri yang mengandung bacitracin atauneomycin untuk melumasi daerah luka.

m)Terpotong atau Teriris Terpotong adalah bentuk lain dari perlukaan yang disebabkan oleh benda tajam, bentuk lukanya teratur dan dalam, perdarahan cukup banyak, apalagi kalau ada pembuluh darah arteri yang putus terpotong. Cara mengatasinya pertama, menangani perdarahan terlebih dahulu yakni dilakukan dengan menekan bagian yang mengeluarkan darah dengan menggunakan kasa steril atau kain yang bersih. Bila ada pembuluh nadi yang ikut terpotong, dan cukup besar, dilakukan pembalutan torniquet. Pembalutan dilakukan dengan menempatkan tali/ikat pinggang/saputangan pada bagian antara luka dan jantung secara melingkar, kemudian dengan menggunakan sepotong kayu/ballpoint tali/ikat pinggang/saputangan tadi diputar sampai lilitannya benar-benar kencang. Tujuan cara ini untuk menghentikan aliran darah yang keluar dari luka. Setelah itu, luka ditutup dan rujuk ke rumah sakit. Pembebatan torniquet dilakukan pada lengan atas atau paha. Pembebatan di tempat lain tidak akan efektif. Pada luka yang teriris dioles anti infeksi kemudian ditutup kasa steril.

n) PERDARAHAN Torniket Dulu sekali, semua orang yang pernah dilatih P3K belajar bahwa cara menghentikan pendarahan adalah menggunakan torniket. Sekarang malah diketahui bahwa cara ini merusak! "Hanya keadaan yang sangat ekstrem memperbolehkan cara ini," kata Pattavina. Torniket, ternyata dapat
- 25 -

meningkatkan kemungkinan kerusakan jaringan atau bahkan dapat menyebabkan kehilangan bagian tubuh, karena banyak cara lain untuk memperlambat aliran darah dan sekaligus menyelamatkan nyawa, tanpa harus beresiko merusak bagian tubuh, torniket adalah pilihan yang paling paling paling paling akhir!

Lalu Bagaimana? Coba tekan langsung luka tersebut. Ini adalah metode yang direkomendasikan oleh Palang Merah, dan sekaligus merupakan solusi yang terbaik, kata VanRooyen. Letakkan kain lembut yang bersih di atas luka dan tekan. Jangan lepaskan kain, walaupun jika sudah dipenuhi darah. Jika dibutuhkan, tumpuk lagi dengan kain baru. Metode ini akan mengurangi aliran darah ke luka. Cara ini akan menghentikan pendarahan dan mempercepat penyumbatan luka, tapi masih akan tetap menyuplai darah ke daerah yang lain, kata VanRooyen. Jika metode ini dirasa masih kurang, dapat dibantu dengan menekan arteri utama di lengan atau paha.

o) Luka Bakar Luka Bakar sering terjadi di antaranya terkena api, tersiram air panas, minyak panas, sampai kuah masakan yang panas. Berat ringan luka bakar sangat tergantung pada luas dan dalam luka bakar tersebut. Luka bakar dibedakan atas, luka bakar kering umumnya karena api, sengatan listrik, logam panas; luka bakar karena cairan panas, air mendidih, uap panas, minyak panas, dll; luka bakar karena zat kimia, asam pekat, alkali pekat, dll. Tanda-tanda luka bakar sesuai tingkat keparahannya, yakni luka bakar ringan rasa panas dan nyeri, kemerah-merahan pada bagian yang terkena panas, kadang-kadang ada pembengkakan. Luka bakar sedang cirinya bagian yang terkena lebih dalam dari permukaan kulit, rasa panas dan nyeri lebih hebat, selain kemerahan juga timbul gelembung yang berisi cairan. Luka bakar berat cirinya jaringan yang terkena lebih dalam sampai jaringan di bawah kulit, tampak ada jaringan yang mati ( kehitaman ). Hal yang perlu diperhatikan selain kedalaman luka bakar juga luas permukaan kulit yang terkena trauma panas. Semakin luas permukaan kulit yang terkena semakin membahayakan jiwa korban.

Penatalaksanaan luka bakar tergantung pada tingkat keparahannya. Luka bakar ringan
- 26 -

Derajat ringan jika luas kurang dari 50% atau derajat sedang dengan dengan luas kurang dari 15 % atau derajat berat kurang dari 2%. Bagian yang terkena panas dikompres dengan air dingin atau dialiri air dingin. Bila terlalu luas segera rujuk kerumah sakit. Bagian yang melepuh jangan dipecah, tetapi ditutupi. Tidak dianjurkan mengolesi luka bakar dengan odol/kamfer, keadaan ini justru akan memperberat kondisi luka bakar dan akan menambah penderitaan, sebab saat membersihkan akan terasa sakit. Luka Bakar Sedang. Derajat ringan dengan luas lebih dari 50%, derajat sedang dengan luasc15-30%, atau derajat berat dengan luas lebih dari 2 % perlu segera dirujuk ke rumah sakit dengan menutupi bagian yang terkena panas. Luka bakar berat. Lebih parah dan lebih luas dari kondisi luka bakar sedang, segera rujuk ke rumah sakit yang lengkap. Obat-obatan yang diperlukan pada luka bakar, terutama bila permukaan kulit terbuka, adalah anti infeksi yang diberikan secara oles/topikal untuk mencegah kemungkinan terinfeksi. Hal lain yang perlu diperhatikan karena dapat mengancam korban luka bakar adalah kehilangan cairan tubuh (dehidrasi), karena permukaan kulit yang rusak, infeksi, cacat tubuh karena adanya jaringan parut akibat luka bakar (kontraktur). Untuk luka bakar karena zat kimia perlu penatalaksanaan khusus, secara umum luka bakar dialiri air dingin lebih lama ( 20 - 30 menit ), tutup dengan kain halus, dan rujuk ke rumah sakit. Mentega atau margarin. Biasanya luka bakar yang ada, langsung diolesi mentega atau margarin, katanya untuk mengurangi sakit. Ternyata bahaya lho! Menurut VanRooyen, Mentega bagus untuk melapisi luka, tapi malah dapat membuat infeksi dan mentega adalah lingkungan yang bagus untuk pertumbuhan bakteri.

Lalu bagaimana? Siram luka dengan air dingin yang mengalir untuk mengurangi panas yang ada dan mengakhiri proses kerusakan yang ada. "Air yang ada juga akan membersihkan daerah luka, mengurangi resiko infeksi, dan sekaligus mengurangi sakit," kata VanRooyen. Lalu, bungkus luka dengan

- 27 -

perban steril, dan jaga agar tetap bersih dan kering. Jika muncul benjolan, jangan dipecahkan, cairan di dalam benjolan itu steril, dan cairan itu ternyata adalah perban alami bagi luka bakar

p) Mimisan atau Perdarahan Hidung. Kejadian ini sering terjadi pada anak-anak, baik karena dikorek-korek atau karena hal lain (demam). Cara mengatasi yang paling mudah dengan mendudukkan anak agak menunduk, cuping hidung kanan kiri dipencet bersamaan, dan bernapas melalui mulut. Tunggu sampai 10 menit. Bila darah masih keluar, segera rujuk ke rumah sakit. Penggunaan cara tradisional dengan daun sirih, dapat membantu menghentikan perdarahan karena daun sirih mengandung zat yang menyempitkan pembuluh darah.

q)Benda asing Benda asing adalah benda yang tidak biasa di dalam tubuh, seperti duri menusuk dan tertinggal dalam kulit, biji-bijian yang dimasukkan ke dalam hidung telinga, telinga kemasukan serangga, dan saluran napas tersumbat makanan. Kejadian yang sering dijumpai adalah anak-anak yang memasukkan benda asing ke lubang hidung. Cara mengatasinya, bila benda asing tidak terlalu besar, diusahakan untuk bersin. Caranya dengan mencium bubuk merica. Jika dengan cara tersebut tidak berhasil segera dirujuk ke rumah sakit. Jangan mengkorek atau menyemprot dengan air karena hal ini dapat memperparah keadaan atau benda asing semakin dalam. Jika ditemukan benda asing di telinga, misalnya serangga harus dikeluarkan dengan meneteskan minyak mineral (gliserin/parafin cair) atau obat tetes telinga, kemudian miringkan dan amati benda asing tersebut keluar atau tidak. Bila tidak keluar, jangan melakukan tindakan apapun sebab dapat merusak saluran atau selaput kendang telinga. Benda asing di mata, prinsip jangan menggosok-gosok kelopak mata. Bila ada darah segera rujuk ke rumah sakit. Bila debu yang halus, dapat dilakukan dengan membalik kelopak mata, dengan ujung kapas atau saputangan yang dibasahi ambil debu yang ada di mata. Dapat juga dilakukan dengan gelas pencuci mata, atau dengan mengaliri air bersih. Bila benda asing menancap pada selaput lendir bola mata,
- 28 -

segera rujuk kerumah sakit. Benda asing dikulit, misal duri, bila ujung duri masih teraba cabut dengan alat penjepit yang telah dibersihkan/disucihamakan. Bila halus, duri bambu/kaktus/ulat bulu, dapat dengan cara menempelkan plester pada kulit yang tercancap duri halus, kemudian plester dicabut dengan cepat. Lakukan berulang-ulang sampai duri/bulu halus tercabut semua. Bila Benda asing masuk ke dalam tenggorokan, sehingga menyumbat saluran nafas, perlu dilakukan tindakan yang cepat dan segera. Pada bayi dengan cara mengangkat kedua kaki dan tepuk punggungnya. Pada anak-anak, dengan cara tengkurupkan pada lutut, atau kursi yang dibalik tepuk punggungnya. Pada anak yang besar atau dewasa dengan metode Heimlich. Bila tidak berhasil segera rujuk ke rumah sakit. Duri ikan yang tercancap ditenggorokan dapat diatasi dengan menelan bakpao, atau nasi/ketan yang dikepal kemudian ditelan. Bila tidak berhasil rujuk ke rumah sakit.

q) Keracunan. Keracunan dapat terjadi karena makanan/minuman misal keracunan singkong, bongkrek, jengkol, minuman lapen atau karena zat kimia seperti baygon, pemutih, racun tikus, dan lainnya. Keracunanan makanan dan minuman ditandai dengan gangguan saluran cerna, mual, muntah, sampai diare, kepala berputar-putar, pada keadaan yang berat dapat terjadi gangguan gangguan pernapasan dan dapat meninggal dunia, misalnya kejadian keracunan bongkrek di daerah Banyumas. Khusus untuk keracunan karena makan jengkol, ditandai dengan gangguan saluran kemih, berupa nyeri dan air seni sedikit. Cara mengatasi secara umum, bila baru terjadi dan korban masih sadar, dengan mengeluarkan bahan makanan dari lambung dengan memacu muntah. Caranya dengan mengorek tenggorokan dengan jari. Bila tidak sadar segera rujuk ke rumah sakit, apalagi telah muncul tanda kebiruan (sianotis) pada daerah-daerah ujung jari dan bibir. Untuk mengatasi keracunan kimiawi diperlukan penatalaksanaan khusus dan hanya dilakukan di rumah sakit. Akan sangat menolong bila korban yang dirujuk ke rumah sakit disertai dengan zat racun yang diminum/dimakan. Beberapa cara tradisional yang dilakukan dengan minum air kelapa muda dan sebagainya. Hal ini dapat dilakukan bila korban sadar. Jangan sekali-kali memasukkan makanan-minuman melalui mulut pada keadaan pasien tidak sadar.Sirup Ipecac. Misalnya ada anak kecil yang menelan sesuatu yang beracun, seringkali kita akan menggunakan sirup ipecac atau berusaha membuat anak tersebut memuntahkan apapun yang dia telan terakhir. Hal ini ternyata tidak selalu berhasil, karena tidak selalu semua racun
- 29 -

yang ada dapat dibuang dari tubuh. bahkan 40-50% racun yang tertelan masih terserap tubuh. Cara memuntahkan ini juga ternyata hanya menyebabkan dehidrasi, sehingga dokter susah untuk memberikan pertolongan selanjutnya. Apalagi, jika racun yang tertelan sifatnya kaustik, misalnya: soda api, malah akan membakar kerongkongan dua kali, ketika tertelan dan memuntahkan

LaluBagaimana? Cara yang terbaik adalah menggunakan arang aktif (misalnya dalam norit). Ketika ditelan, obat ini akan membantu menyerap bahan yang tertelan tadi dan akan membantu segera mengeluarkan dari tubuh. Pertolongan ini harus dilakukan secepatnya. coba cari Norit dalam bentuk bubuk, dan bukan dalam kapsul. Karena dalam bentuk kapsul diperlukan sekitar 50 butir untuk mendapatkan manfaat yang ada, demikian kata Henry Spiller, direktur Kentucky Regional Poison Center. O ya! jangan lupa, segera hubungi ambulans agar pasien dapat segera mendapat pertolongan yang layak, karena langkah di atas hanyalah pertolongan pertama!

r) Teknik pengangkatan korban Sangatlah penting pada saat memindahkan korban,anda tidak boleh menambah rasa sakit korban. Anda juga akan menambah rasa tidak nyaman korban.Masing-masing kasus akan menentukan sendiri kebutuhannya,dan secara garis besarnya dibagi dalam beberapa kategori seperti dibawah ini :

1. Pasien yang tidak sadar. Harus ditranspotasikan pada permukaan yang datar,idealnya pada tandu,tetapi dapat dimana saja asal datar cukup besarnya. Penanganan harus segera diberikan dan jalan napas tidak boleh tertutup,untuk itu pad saat menempatkan ke alat angkut (tandu) harus dimonitor jalan napasnya. Jika mungkin pasangkan sabuk pengaman untuk memastikan korban tidak akan jatuh. Bisa juga dengan tali. Tetapi perlu dingat jangan terlalu kuat dalam menikat.Pastikan anda memonitor pernapasan korban selama perpindahan dan harus siap selalu melakukan pernapasan CPR(RJP),setiap saat. Hati-hati dengan pasien ini,pemeriksaan yang teliti harus dibuat sebelum dan selama transpotasi.Pastikan hal-hal yang sudah dikerjakan,jika anda ragu-ragu telepon 5460066
- 30 -

dan ambulan akan datang dalam waktu singkat untuk membantu anda.

2. Pasien yang sadar tetapi tidak bisa bergerak.Pasien ini memerlukan pertolongan,namun mungkin juga dapat membantu anda. Perlu diingat bahwa transpotasi yang aman sangat pentingdan anda harus melaksanakan semua yang penting diperlukan untuk membantu. Hal ini tergantung dari kasusnya sendiri.Mungkin pasiennya perlu diangkat menggunakan cara seperti diatas,atau ia tidak memerlukantandu untuk mengangkatnya dan hanya memerlukan kursi dengan tehnik pengangkatan dengan posisi duduk.Jika anda sendiri dan merasa yakin bahwa pasien tidak terlalu serius,fireman liftin tehnik mungkin dapat digunakan,namun demikin,jika pasien sadar dan tidak terlalu parah akan lebih baik jika anda meminta pertolongan dan menunggu pertolongan datang.

3 Pasien sadar dan dapat bergerak.Pasien dapat berjalan sendiri,tetapi dibantu dengan menyangga bahu atau lengannya.Pasien ini harus selalu didampingi karena kemungkinan akan jatuh dan menimbulkan cedra yang parah.

Pelu diingat untuk mengistirahatkan patah tulang sebelum memindahkan pasien dan jika pasiensadar,terangkan kepada pasien prosedur/langkah yang akan kita lakukan.

s) Tenggelam Kasus tenggelam merupakan kasus yang sering terjadi pada wilayah perairan seperti di Indonesia, terutama daerah sungai atau pantai. Perlu diketahui adanya perbedaan media air sebagai sumber persoalan; air asin atau air tawar. Tetapi pada prinsipnya dalam P3K kasus tenggelam adalah sesegera mungkin mengangkat korban tenggelam ke permukaan air atau daratan. Hal ini tentu akan dilakukan oleh orang yang sangat terlatih dalam hal berenang, sehingga penolongpun tidak menjadi korban berikutnya. Setelah korban tenggelam ini dapat di keluarkan dari air maka mengusahakan untuk membebaskan fungsi pernapasan; dan mengeluarkan air yang sudah terminum dengan cara merangsang terjadinya refleks muntah (bagi pasien sadar), sedangkan bagi korban tak sadar/ koma kita harus menghindari terjadinya aspirasi( masuknya air dalam saluran napas) serta sesegera mungkin dibawa ke fasilitas kesehatan yang memadai. Kegawatan pada korban tenggelam adalah terjadinya kegagalan fungsi pernapasan
- 31 -

akibat masuknya cairan(air tawar/ asin) ke dalam jaringan paru yang dapat menyebabkan gangguan fungsi respirasi. Semakin cepat diketahui/ ditolong korban tenggelam maka semakin lebih baik dan mudah untuk penanganan selanjutnya.

u. Mountain sickness Hypothermia Biasanya suhu tubuh Kita normal dan tetap pada suhu +/-37,5 derajat Celsius. Kalau panas, tubuh kita akan mengeluarkan keringat untuk mengurangi panas tersebut, dan kalau dingin kita menggigil untuk memanaskan tubuh. Hypothermia adalah penurunan suhu tubuh (kedingingan) dari suhu normal, dan apabila kalau tidak cepat mengatasi situasi tersebut di gunung bisa berakibat fatal. Percayalah...! setiap tahun di Indonesia, anak pendaki meninggal karena hypothermia,.... jangan sampai Kamu atau teman lain menjadi korban dan kemudian tewas. Sebagai pendaki, Anda harus paham tentang hypothermia. Cara Mencegah Memakai pakaian yang berlapis untuk mengontrol suhu tanpa banyak mengeluarkan keringat, jangan duduk/berbaring langsung diatas tanah/batu, dan gunakan topi bulu domba kalau dingin, karena kebanyakan panas tubuh hilang dari kepala. Saat mendaki atau berjalan kembali kita bisa mengurangi lapisan pakaian sehingga tidak mengeluarkan banyak keringat (jika pakaian jadi basah... panas tubuh akan hilang lebih cepat). Saat berhenti, sebaiknya kembali menambah pakaian (berlapis) SEBELUM tubuh mulai menjadi dingin atau suhu tubuh menurun. (jangan tunggu tubuh menjadi dingin atau suhu tubuh menurun, karena badannya harus membutuhkan energi untuk mengembalikan panas tubuh). 1. Hindarkan kulit dari air. 2. Makan makanan tambahan sesering mungkin yang berkalori tinggi, misalnya gula-gula, coklat, dll. 3. Siap membawa cukup pakaian gunung, peralatan, tenda dan makanan.

- 32 -

4. Celana "jeans" (seperti Levis) tidak cocok untuk mendaki, karena jeans yang basah akan lebih berat dan lama keringnya. 5. Bawahlah termos untuk menyimpan air panas agar pada saat perjalanan atau beristirahat kita tidak repot lagi untuk menyiapkannya. 6. Melakukan paking ransel sehingga kalau hujan pakaian, SB dan alat penting tetap tidak menjadi basah. (Misalnya memakai polybag2 dalam ransel) 7. Simpan bahan bakar kompor dalam botol yg kuat dan aman agar tidak terjadi bocor pada saat melakukan perjalanan di gunung. Kalau memakai botol Aqua saja, dua botol kecil lebih terjamin dibanding satu botol besar. 8. Kalau rencananya pulang pergi dalam waktu satu hari... membawah cukup persiapan untuk bermalam dengan aman. (misalnya 'flysheet' tenda, survival bag, makanan darurat). Siapa tahu akan terjadi sesuatu saat perjalanan yang mengharuskan kita untuk bermalam atau membutuhkan perlindungan.

- 33 -

Harus berani menghentikan kegiatan demi mengatasi hypothermia daripada melanjutkan perjalanan. Hypothermia bisa dan akan membunuh bagi yg tidak paham dan siap. Kalau Anda pendaki, Anda tidak ada alasan untuk menjadikan korban menderita hypothermia berat yang dapat mengakibatkan kematian (tewas).
- 34 -

- 35 -

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->