TEKNIK PENYADAPAN KARET

Pengertian Penyadapan Tanaman karet merupakan tanaman yang menghasilkan getah. Tanaman ini dipanen dengan cara disadap, yaitu menyayat atau mengiris kulit batang dengan cara tertentu, dengan maksud untuk memperoleh lateks atau getah.kulit batang yang disadap adalah modal utama berproduksinya tanaman karet. Kesalahan dalam penyadapan akan membawa akibat yang sangat merugikan baik bagi pohon itu sendiri maupun bagi produksinya. Kesalahan dalam penyadapan, seperti pemborosan pemakaian kulit dan kerusakan kulit dan lain-lain akan berdampak pada pemendekan umur ekonomis tanaman, penurunan produksi sehingga mengakibatkan kerugian perusahaan. Syarat-syarat penyadapan yang baik : 1. Dapat memberikan hasil karet kering yang tinggi baik per pohon maupun per hektar 2. 3. 4. Hemat dalam penggunaan kulit Mudah dilaksanakan dan efisien tenaga serta biaya Mempertimbangkan kesehatan tanaman dan stabilitas produktivitas dalam

jangka panjang Komposisi umur tanaman menghasilkan karet yang standart (25 tahun sadap) dengan sifat produksinya sebagai berikut : Table 4.1 Komposisi Umur TM Dengan Sifat Produksinya Umur Tanaman (tahun) 6 - 12 tahun 13 - 18 tahun 19 - 23 tahun 24 - 27 tahun › 27 tahun Kelas Taruna Muda Dewasa Tua Tua renta 10 Tidak potensial Standart Luas (%) 23 20 17 13 Sifat Produksi Belum potensi Potensial Sangat potensial Kurang potensial

Sumber : Pedoman Budidaya Pengelolaan Karet (1997) Macam Sadapan

maka sadapan karet dibedakan menjadi 5 macam. Pemberian tanda totolan pada ketinggian 150 cm dari pertautan okulasi dengan menghadap ke arah jalan. Sadap tusuk (Puncture Tapping) Sadap ke arah bawah (Down Ward Tapping) Sadap ke arah atas (Up Ward Tapping). sadap ke arah atas biasa dan sadap ke arah atas ATS (Alternate Tapping Sistem) d. Pada pohon yang lilit batangnya mencapai 45 cm atau lebih diberi tanda 2 totolan dan 35 – 45 diberi tanda 1 totolan. yaitu : a. c. b. dengan tujuan untuk menginventarisasi jumlah pohon yang lilit batangnya telah memenuhi criteria matang sadap. Pengukuran lilit batang terakhir dilakukan pada bulan Agustus. Umur 5 – 6 tahun Lilit batang pada ketinggian 100 cm dari pertautan okulasi minimal 45 cm Jumlah tanaman karet dalam 1 blok/areal tanaman yang sama dengan lilit batang minimal 45 cm telah mancapai minimal 60% dari populasi d. Waktu buka sadap baru Pelaksanaan buda sadapan pertama dilakukan pada bulan oktober. b. Ketebalan kulit pada ketinggian 100 cm untuk daerah subur telah mencapai 7 mm.Berdasarkan cara dan arah penyadapan. yaitu saat setelah lewat masa gugur daun. Sadap kombinasi arah atas dan bawah bersamaan Sadap mati/cacah runcah (CCRC) Pola Dasar Sadapan Kriteria Matang Sadap Tanaman karet dapat disadap apabila telah memenuhi kriteria matang sadap. Pembagian hanca Pembagian hanca pada tanaman TM 1 dilaksanakan pada akhir masa TBM dengan cara sebagai berikut : . b. e. Pengukuran lilit batang Pengukuran lilit batang dilakukan pada ketinggian 100 cm dari pertautan okulasi pada setiap pohon. Persiapan TM 1 a. yaitu : a. c. c. sedang daerah kurang subur telah mencapai 6 mm.

tegak lurus ke arah bawah sepanjang 10 – 15 cm . 1) Pelaksanaan proyeksi bidang sadap Sekali dalam setahun bersama-sama pada waktu penyusunan RKAP Setiap kondisi sadapan per tahun tanam Setiap posisi/kondisi sadapan agar diberi warna yang berlainan Pembuatan garis/mal sadap Pada areal datar.1) 2) Lilit batang 35 cm keatas dihitung sampai dengan jumlah 500 pohon Setiap hanca disisipkan 500 pohon walaupun pada kenyataannya yang disadap kurang dari 500 pohon.5 cm Cara pembuatan mal sadap : Kemiringan 40o Dibuat garis muka dan belakang Menggunakan blak/mal sadap Kelengkapan peralatan di pohon Sebulan sebelum pelaksanaan bukaan sadap baru. 2) a) b) c) e. 1) Proyeksi Bidang Sadap Setiap blok/tahun tanama dibuat proyeksi bidang sadapan yang ditempatkan Nama penyadap agar dipasang disetiap blok hanca untuk memudahkan pada tempat yang strategis di pinggir jalan. garis sadap mengarah ke gawangan sehingga letak mangkok sadap ada di luar barisan tanaman 2) Pada areal bertekstur kontur. ketinggian dari tanah 2 m Setiap setengah hanca diberi warna merah dan setengah hanca selebihnya deberi gelang warna putih 5) control d. Akan tetapi pada akhir TM 1 yang disadap akan mencapai 500 pohon dengna pertimbangan agar tidak selalu merubah hanca. perlu dipasang peralatan sarana sadap disetiap pohon. garis sadap searah dengan gars kontur sehingga letak mengkok sadap berada dalam barisan tanaman 3) 4) a) b) c) f. 3) 4) Setiap batas hanca diberi tanda gelang 5 cm. yaitu : 1) Membuat got alur lateks dari titik terendah geris sadap teratas. Jumlah garis sadap 3 daun dengan jarak antar garis 1. Warna dasar putih sedangkan garis dan tulisan warna merah. sehingga mudah dilihat.

1) Seri kulit D : kulit berbenjol-benjol sangat tipis disadap mati Seri kulit C : kulit berbenjol agak tipis untuk disadap ATS atau Upward Tebal kulit Ketebalan kulit untuk pohon dengan pertumbuhan normal adalah 7 mm dan pada pohon di tanah tandus 6 mm 2) Pada renewed bark pemulihan kulit pertama dalam 7 tahun dapat mencapai 7 mm. yaitu : 1) Seri kulit A : kulit perawan atau kulit pulihan purna (licin dan tidak berbenjol) untuk sadap bawah normal 2) Seri kulit B : kulit pulihan agak berbenjol. Tinggi Bukaan Sadap Baru Tinggi bukaan sadap baru adalah 130 cm diukur dari pertautan okulasi sampai titik terendah alur sadap. kurang rata dan kurang sempurna untuk sadap normal 3) Tapping 4) b. sedang untuk pemulihan kedua 8 tahun . Tinngi bukaan susulan tatap disamakan dengan ketinggian 130 cm. Seri kulit Kulit pohon karet yang disadap dibagi menjadi 4 kulit.2) Pemasangan talang sadap 10 cm dari ujung bawah alur sadap dengan kemiringan 40o 3) Pemasangan mangkok tetesan yang dipaku/diikat di pohon. c. Kemiringan/Sudut Sadap Sudut sadap ditetapkan 40o terhadap horizontal baik untuk sadap bawah maupun sadap atas dengan tujuan : a. Memperpanjang laur sadap agar produksi bisa lebih optimal Memperlancar/mempercepat aliran lateks Untuk penyadapan selanjutnya dengan sadap atas dapat dihindarkan adanya bark island yang tersisa tidak di sadap Kulit Pohon a. dengan jarak 10 cm dari talang sadap. b.

Oleh karena itu menyadap dangkal.3) Secara ekonomis tebal kulit pohon harus mencapai 7 mm. Kedalaman Sadapan Untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Pedoman pada sadapan dengan ½ SD2 yaitu disadap 2 hari sekali.5 mm dari kambium. Konsumsi Kulit Konsumsi kulit untuk bidang sadap bawah diukur secara vertikal pada bidang sadap. satu hari sadap dua hari istirahat (disadap 3 hari sekali). masalah menejemen pemakaian kulit harus medapatkan perhatian khusus. Sebagai tolok ukur intensitas sadap sesuai kesepakatan bersama untuk 1SD1 = 400% c. . menunjukkan hari sadap S (Spiral) D (Day) b. pemulihan kulit yang tipis tidak menguntungkan. Symbol sadapan = keratin sadapan sepanjang 1 spiral dengan susut 40o = hari. Rumus Sadapan a. Karena pada kedalaman tersebut terdapat pembuluh lateks paling banyak. Menunjukkan tingkat kekuatan/beban sadapan dan dinyatakan dalam % b. Karena kulit pohon merupakan modal utama bagi usaha budidaya tanaman karet. Tingkat konsumsi kulti ditentukan oleh sistem sadap yang digunakan. Intensitas Sadap a. ½S D3 ↓ Pedoman = angka pertama di depan S menunjukkan jumlah atau panjang keratan = angka di belakang D menunjukkan hari sadap (rotasi sadap) = tanda panah menunjukka arah sadapan Contoh : ½ S↓d3 Artinya : satu irisan sadap dengan panjang ½ spiral. Penyadpan dengan penggunaan kulit yang baik dan teratur akan dapat mewujudkan umur ekonomis pohon karet yang optimal. penyadapan dilakukan dengan kedalaman 1 – 1. yaitu 1. intensitasnya ½ x ½ x 400% = 100%.5 mm dari kambium hanya dapat menghasilkan 48% dari produksi maksimum.

b. Keahlian penyadap. e. tidak dibenarkan jika diletakkan di tanah b. menyadap pada keadan gelap lebih mudah terkena kayu Kesehatan penyadap Penyadap yang mengadap terlalu pagi serta dalam suasana yang lembab. Teknik Penyadapan Proses/Urutan Penyadapan Urutan pekerjaan dalam menyadap pohon karet khususnya sadap ke bawah. yaitu : a. c. c. Keluarnya lateks ipengaruhi oleh tekanan sel pembuluh lateks dan sel-sel parenkim disekitar pembuluh lateks.5 mm dari cambium b. Mengambil scrap dan dikumpulkan Menempatkan letak talang 10 cm di bawah alur sadap terendah Membuat garis belakang Melakukan pengadapan dengan langkah menyotok bagian alur sadap teratas Memasang mengkok Mengarahkan agar getah mengalir tidak menyimpang dari mangkok Pohon awal yang disadap adalah dimulai dari pohon awal yang distimulansia pertama kali. Pelaksanaan Buka Sadap Baru a. . Diupayakan agar kedudukan pisau sadap pada panel sadap telah tepat untuk menghindari luka kayu.Waktu Penyadapan Semakin pagi pelaksanaan penyadapan. Perlu dipertimbangkan tentang : a.5 mm dari kambium dan sudah menghasilkan lateks c. Waktu penyadapan dimulai dan dapat diselesaikan sepagi mungkin (disesusikan dengan kondisi iklim/musim). g. d. Sadapan diteruskan scara bertahap sampai mencapai garis sadap teratas (dilakukan sebanyak ±5 kali) dengan kedalaman 1. Lump mangkok diambil dan dimasukkan ember plastic. produksi yang dihasilkan makin tinggi karena tekanan turgor tanaman masih tinggi. f. Tekanan turgor ini dipengaruhi oleh suhu udara. Irisan sadap pertama dimulai dari batas 1 cm diatas garis sadap paling atas dengan kedalaman sadap 4. kemungkinan terserang penyakit lebih besar. h.

gerakan memutar badan dan langkah kaki berjalan mundur setapak mengikuti lingkaran pohon karet dan arah miringnya sadapan. Jari tangan kiri.5. selain kelingking dan ibu jari ditempelkan pada punggung pisau sadap untuk membantu mengendalikan pisau baik untuk menyadap maupun untuk mengatur kedalaman irisan yang menentukan jumlah liter lateks yang dikeluarkan c.1 Metode Sadapan Sadap Biasa (konvensional) Sistem sadap konvensional adalah sistem sadap yang dilakukan dengan mengiris kulit secara menual untuk memotong pembuluh lateks. 4.6. c. bagian ujung sidap dengan mata pisau bagaian atas untuk memudahkan duduk pisau pada bidang sadapan dan selanjutnya penyadapan dilakukan dari kiri atas ke kanan bawah dengan menggerakkan pisau yang diatur oleh reflek pergelangan tangan dan kemudian diarahkan jari tangan kiri e. Sebelum dilakukan penyadapan pada bidang sadapan. mata pisau diangkat keatas memotong sedikit bidang sadap untuk menambah keluarnya lateks. sehingga terjadi pembuangan kulit. pada saat mata pisau dibatas selokan bawah. Tangkai pisau dipegang dengan jari tangan kanan tepat pada pertengahan sehingga terdapat keseimbangan berat untuk memudahkan pengendalian penyadapan b. berat badan bertumpu pada kaki kiri yang berada diposisi depan dan kaki kanan bertumpu pada ujung kaki yang diletakkan disebelah tumit kaki kiri dengan jarak ± 1 genggam d. Pada akhir penyadapan. Penyadap berdiri disamping bidang sadap.6 4. Gerakan kaki mengikuti jalannya pisau ke arah kanan bawah samapai melingkar menurut pohon. Teknik ini mengakibatkan kelelahan pada pohon yang dapat menimbulkan : a.2 Gerakan Penyadapan Ke Bawah Gerakan-gerakan dasar penyadapan dilakukan dengan gerakan yang kompak antara gerakan kedua tangan yag memegang pisau sadap. Berkurangnya aktivitas metabolisme Berkurangnya pertumbuhan tanaman Mudah menimbulkan penyakit akibat terputusnya saluran . bertumpu pada kadua kaki. b. Berikut langkah-langkahnya : a.4. kaki kiri berjalan mundur setapak bergantian dengan kaki kanan dan posisi badan menyesuaiakan dengan membongkok mengikuti posisi bidang sadap f.

4 Standard Konsumsi Kulit Per Sadapan pemakaian kulit 1 bulan 1 tahun 1/2 SD4 1. yaitu sadapan ke arah bawah.. bentuk alur sadap adalah ke arah bawah dan arah sadap untuk SKB adalah ke arah bawah 5) Konsumsi kulit.Sadapan konvensional ini dibagi menjadi 2 macam. sudut sadapan 40o terhadap horizontal kemiringan alur sadap mulai titik tertinggi di sebelah kiri atas samapai pada bagian terendah kanan bawah 3) Panjang irisan dan kedalaman sadap. a. Sadap ke arah bawah (SKB) Sadapan ini dilaksanakan mulai TM 1 sampai dengan tanaman mencapai umur sadap ke 17 dengan arah sadapan ke bawah menggunakan pisau sadap biasa.5 mm dari kambium. Dengan semakin tingginya letak sadapan maka konsumsi kulit diperlonggar dengan pertimbangan penyadapan lebih sulit. sadapan ke arah atas yang terdiri dari SKA biasa dan SKA-ATS.3 16 cm 1/2 SD3 1. Sadap ke Arah Atas (SKA) Pemakaian kulit untuk bidang atas 2 mm. semakin jarang frekuensi sadapan konsumsi kulit per sadapan cenderung lebih tebal. standart pemakaian kulit untuk setiap sistem sadap berbeda. karena pada posisi tersebut terdapat susunan jaringan lateks terbanyak dengan harapan dapat menghasilkan lateks yang maksimal 4) Bentuk alur dan arah sadap. Berikut norma sadap untuk SKB : 1) Tinggi bukaan sadap. tinggi bukaan sadap adalah 130 cm diukur dari pertautan okulasi sampai titik terendah alur sadap 2) Sudut sadapan.5 18 cm Sumber : Pedoman Budidaya Pengelolaan Karet (1997) sistem sadap per sadapan b. Berikut kriteria sadap atas : 1) 2) 3) Sadapan dilakukan ketika tanaman telah mencapai umur sadapan ke 18 Rata-rata memiliki lilit batang 70 cm pada ketinggian 150 cm Ketebalan kulit mencapai 9 – 10 mm .5 mm 1. Jumlah pohon per hanca untuk sadapan atas 75% dari jumlah pohon per hanca untuk sadapan SKB dan semakin tinggi bidang sadap jumlah pohon per hanca semakin sedikit. panajang irisan sadapan maksimal adalah ½ spiral dengan kedalaman irisan sadapan diupayakan 1 – 1.7 mm 1. Table 4.

Sadap Cacah Runcah (CCRC)/sadap mati Sadap mati diberlakukan untuk tanaman yang sudah memasuki umur sadap 24 tahun menjelang dongkel dengan bentuk sadapan spiral (1 bidang sadapan atas dan bawah).5 mm 4.2 yang bergantian dengan bidang B1.0 cm 48 280-220 Sumber : Pedoman Budidaya Pengelolaan Karet (1997) c. blok A merah.5% GAS 15.9 cm 23 420-350 135-178 cm 2.0 mm 2.8 cm 34 380-300 239-273 cm 4.1 cm 27 400-300 205-239 cm 4.4) Sudut kemiringan sama dengan sadapan lain yaitu 40o dengan arah penyadapan dimulai dari titik terendah sebelah kanan pada bidang H0.Et 2. SKA menggunakan pisau sadap biasa untuk menyadap. sehingga norma sadpan harus benar-benar konsisten.5 cm 43 340-280 › 300 cm 5.6 mm 1.5 Konsumsi Kulit SKA Tingggi Bidang Sadap Pemakaian Kulit ph/hc Sadapan Bulan Tahun 130-155 cm 2. 4.5 mm 3.5% SAS 30 disadap bulan Januari-Juni.2 SKA bukan merupakan sadapan mati melainkan sudah masuk pada sistem sadap eksploitasi.9 cm 23 420-358 178-205 cm 3. sadap bawah disadap bulan JuliDesember dengan sistem sadap ½ S↓D3. blok B biru. bidang sadap atas disadap dengan sistem sadam ½ S↑D4 + ET. blok C kuning.2. Batas setengah hanca diberi tanda gelang cat merah dan putih 4) Nama penyadap ditulis untuk menubuhkan rasa bangga dan memudahkan kontrol pengawasan .1 cm 40 360-280 274-299 cm 5. 1) 2) 3) Sarana Sadapan Blok/hanca SKB SKA = 400-500 pohon yang dapat disadap = 300-375 pohon yang dapat disadap Batas hanca ditandai dengan gelang cat. Table 4.0 mm 3.7 a.6 mm 1.0 mm 2.

Upaya untuk meningkatkan KKK dengan cara sebagai berikut : a. Mangkok plastik. katajaman pisau sadap dikontrol setiap kali melakukan rol. jika mangkok hilang menjadi tanggung jawab penyadap.8. Lump lateks dipisahkan sejak dari kebun Kebersihan sarana sadapan dan pelaksanaan sadapan Dilakukan pengambilan contoh KKK per penyadap Dihindarkan kemungkinan tercampunya lateks dengan air Kedalaman sadapan diusahakan 1 mm dari kambium Meningkatkan pengambilan scrap dan lump mengkok secepatnya dengan sistem pembelian dengan harga yang menarik. d. Menggunakan antikoagulan untuk kulit pulihan. dibuat 3 bulan sekali sebanyak 3 daun dengan lebar tergantung sisitem sadap. d. mangkok ini berfungsi untuk menampung tetes lanjut.1 Usaha.2 Pemeliharaan Tanaman . 4. 4. e.Usaha Dalam Pencapaian Target Produksi Waktu Penyadapan Sadapan diusahakan selesai sedini mungkin kolot segera setelah lateks tidak menetes lagi. Paku sadap. Mal sadap. j.8.8 4. g. fungsi dari talang sadap ini adalah untuk mengalirkan lateks ke mangkok sadap. i. Pisau sadap dan batu asah. e. sebagai alat kontrol konsumsi kulit dan kemiringan sadpan. SKA digunakan untuk tanaman yang mamiliki umur sadap 18 tahun keatas. Talang sadap. c. b. Mangkon aluminium. c. f. diperlukan untuk areal dengan produksi tinggi. h.b. disesuaikan dengan jumlah pohon yang disadap ditambah dengan 5% untuk cadangan. Volume mangkok 300 cc. pengambilan lateks harus benar-benar bersih karena pengambilan tanpa menggunkan palet dapat mengakibatkan kehilangan produksi 1520%. Pemeriksaan mangkok dilakukan 1 bulan sekali. Ember sadap dan bull ukuran 30 liter Palet dari pelepah pisang. diperlukan untuk tempat menggantungnya mangkok sadap. f. Selama bulan potensial penyadap per hari ditambah 16% pohon yang harus disadap semua dengan benar. Peralatan sadap lainnya adalah keranjang mangkon sebagai tempat mangkok setelah pengambilan lateks.

Pemeliharaan tanaman yang intensif. a. Pada saat tanaman mencapai fase flush yaitu fase pembentukan daun baru maka tanaman tidak disadap terlebih dahulu. d.3 Eksploitasi Stimulansia Stimulansia yang digunakan dalam ekploitasi tanaman karet ini adalah menggunakan bahan aktif hormone Ethephone yang terkandung dalam merk dagang bernama ethrel. 1) Manfaat penggunaan etefon Tenaga penyadap lebih sedikit Konsumsi kulit dalam penyadapan lebih kecil. Intensitas sadapan menggunakan ½ SD3. c. Ethephone disini berfungsi sebagai anti koagulasi. Tujuan penggunaan ethephone Tujuan penggunaan hormone ini adalah untuk mmpertahankan produksi dengan menurunkan frekuensi sadapan hingga biaya penyadapan menjadi lebih murah. Persyaratan pohon yang dapat diberi anti koagulasi Daun sudah berwarna hijau tua setelah masa gugur daun Kondisi pohon sehat. 1) Cara kerja ethephone Etefon melepaskan gas etylen ke dalam jaringan kulit tanaman yang berfungsi sebagai agensia anti penyumbatan pembuluh lateks 2) 3) Menstabilkan lutoid dengan jalan meningkatkan permeabilitas membrannya Berfungsi sebagai anti koagulan sehingga memperpanjang waktu pengaliran lateks dengan menunda tersumbatnya pembuluh lateks dan memperlebar areal drainase lateks. tingkat serangan BB ‹ 8% Dilakukan pemupukan yang mencukupi KKK minimal 27% Umur tanaman minimal 18 tahun dengan penyadapan pada kulit pulihan. 1) 2) e. 1) 2) 3) 4) 5) b. Prasyarat penggunaan etefon Selain pertimbangan kesehatan tanaman perlu diperhatikan pula KKK lateks tidak turun labih dari 2% dari standart 27% . 4. pemupukan dan pengendalian penyakit yang dilakukan secara rutin tepat waktu.8. Masa istirahat berkisar antara 2 minggu.

f. Dengan sistem aplikasi groove dilakukan 2 minggu sekali. Apabila produksi lebih rendah dari angka tersebut di atas disbanding hanca kontrol penggunaan perlu ditinjau kembali karena pengurasan produksi sudah dianggap berlebihan . WR 101.5g/pohon/aplikasi. Untuk klon karet yang memiliki metabolisme tinggi. PR 261. Berikut keterangan respon klon terhadap etefon : 1) 2) 3) Respon baik : RRM 600. 1) Pengendalian penggunaan anti koagulan Pembuatan hanca kontrol yang disadap sistem ½ SD2 tanpa anti koagulan. carier minyak sawit konsentrasi yang digunakan adalah 2. carier air dan konsentrasi 2. PR 25.2) Produk yang dicapai tidak melampaui 115% disbanding produksi hanca kontrol sistem ½ SD2 3) 4) Tanaman tidak dalam mondisi gugur daun Untuk sistem sadap SKB digunakan dosis 0. 707. PR1107. Aplikasi 1 bulan sekali dengan sistem Scrap. AVROS 2037. PRIM 712 dan BPM 24 Respon rendah : RRIM 501. h. maka : 1) 2) 3) Produktivitas menurun. Respon klon terhadap penggunaan etefon Penggunaan stimulansia hanya disarankan untuk klon karet yang memiliki metabolisme rendah samapai sedang.5 – 5 %. Jika kultur teknis tanaman kurang baik. Penggunaan etefon dianggap efktif dan efisien apabila produksi areal sebesar 115% dari prouksi hanca kontrol. 701. g.5% 5) Untuk sistem sadap SKA digunakan dosis 1g/pohon/aplikasi. Dampak negatif penggunaan etefon dalam jangka panjang. sehingga konsumsi kulit perisisan boros 4) 5) Perkembangan lilit batang terhambat Persentase pohon BB meningkat yang mengakibatkan kerusakan akibat angin meningkat. sehingga umur ekonomis pendek KKK menurun Kemiringan alur sadap dan kekeringan alur sadap meningkat. respon terhadap etefon kurang baik. PR 255 dan Tjir 1 Respon sedang : GT1.

yaitu : a. b.10. e. c.9 Penentuan Target Produksi Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penentuan target produksi. 4. Klasifikasi TM Klon yang ditanam Umur tanaman Intensitas dan sistem sadap Proyeksi bidang sadap Produksi 5 tahun terakhir Produksi tiap bulan Pemeliharaan tanaman dan pemupukan Gangguan pertumbuhan daun Cara menghitung target produksi : 1) 2) Jumlah pohon yang bisa disadap per Ha Sistem sadap yang digunakan. f. Gram perpohon per hari sadap. perlu uji petik pada bulan potensial dan potensial. g. h. Hari sadap D3 = 113 hari sadap efektif dan D4 = 85 hari sadap efektif selama setahun 3) GTT. d.10 Eksploitasi yang dilakukan di Kebun Kali Sanen 4. i. lalu diambil rata-ratanya kurang Ketarangan : P A d GTT = protas per hektas per tahun = populasi pohon produktif per hektas = jumlah hari sadap efektif per tahun = potensi produksi pohon 4.2) Etefon hanya dilakukan pada pohon-pohon yang memiliki KKK 27% dan berumur sadap minimal 18 tahun.1 Stimulansia Ethrel .

Tanaman yang akan diperlakukan menggunakan stimulant sebaiknya memenuhi persyaratan sudah berumur sekitar 15th. sehingga untuk mengatasinya dilakukan sistem sadap double cutting. Pertimbangan penggunaan LET 200 ini adalah untuk mengoptimalkan produksi lateks.10.10.2 Double Cutting Double cutting ini merupakan sistem eksploitasi yang melakukan penyadapan/pengirisan pada dua bidang sadap.2 mengalami penurunan.3 LET 200 LET 200 merupakan merk dagang yang dipakai untuk stimulansia gas dengan bahan dasar gas etylen.2 dan ½ S↓D3 pada panel B1. kondisi tanaman sehat dengan daun tidak meranggas.2 dengan rumus sadapan ¼ S↑D3 pada panel H0. . Sistem kerja dari stimulansia LET 200 ini sama seperti stimulansia ethrel yaitu memperlama waktu penyumbatan pembuluh lateks sehingga memperpanjang waktu pengaliran lateks yang sehingga dapat menghasilkan produksi lateks dengan volume tinggi. 4. 4. tidak mengalami kering alur sadap dan status hara tanaman baik. hal ini dikarenakan untuk syarat double cutting irisan ¼ S minimal membentuk panjang irisan sadap 15 cm. umur tanaman. Perlakuan ini diterapkan berdasarkan pertimbangan produksi yang dicapai di Kebun kali Sanen setelah mencapai panel B1. yaitu bidang kulit pulihan kedua B1.2 dan bidang perawan pada H0.Pengertian stimulansia Ethrel dan prasyarat penggunaannya serta tujuan dan dampak dari penggunaannya telah dijelaskansebelumnya pada sub pokok bahasan mengenai eksploitasi stimulansia di atas. Namun harus memperhatikan beberapa syarat penggunannya sesuai dengan factor yang mempengaruhi efektivitas kerja stimulant gas etylen yaitu jenis klon. Perlakuan Double Cutting ini hanya boleh dilakukan pada saat musim basah saja ketika daun tanaman karet ditdak mengalami gugur.2. potensi produksi dan kesehatan tanaman serta pelaksanaan aplikasi stimulant. Pertimbangan lainnya adalah dilakukan pada tanaman yang telah mencapai umur 18th dengan asumsi telah mencapai lilit batang 60cm.

Pertimbangan yang lain adalah untuk mentertibkan konsumsi kulit dan alur sadapan karena penyadapan dilakukan dengan menggunakan tangga. Pertimbangan untuk menggunakan sistem ini adalah untuk memaksimalkan produksi yang bisa didapat pada kulit perawan yang letaknya berada di percabangan sehingga dapat memperlama umur ekonomis tanaman sebelum dongkel.10.4 Sistem Sadap Senar Sistem sadap senar ini di Kebun Kali Sanen diterapkan pada tanaman kaet yang telah mencapai masa sadap mati. sehingga konsumsi kulit lebih dapat terkontrol dibandingkan dengan sadapan sebelum menggunakan senar. Selain itu optimalisasi ini dipacu dengan tingginya harga karet saat ini. sehingga pemanfaatan kulit karet semakin dioptimalkan untuk menghasilkan produksi yang tinggi sehingga bisa mendatangka keuntungan yang besar bagi perusahaan.4. Penggunaan senar ini dimaksudkan untuk mengurangi kehilangan lateks akibat getah tanah dan lateks yang kering sebagai scrab. .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful