P. 1
Uraian PRoses Unit Poli Finishing Polypropylene

Uraian PRoses Unit Poli Finishing Polypropylene

|Views: 192|Likes:

More info:

Published by: Hanuf Dimas Arie Prabowo on May 14, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/16/2015

pdf

text

original

Uraian PRoses Unit Purification Polypropylene Bahan baku kilang Polypropylene RU 3 Plaju berupa Raw-Propane Propylene (PP) berasal

dari FCCU (Fluid Catalytic Cracking Unit) Kilang Sungai Gerong yang dikirim melalui sitsem pemompaan masuk ke RawPP Spherical Tank (T-101). Selanjutnya Raw-PP ini dipompakan dengan Raw Propane Propylene Pump (P-101A/B) menuju DEA Extractor yang dikendalikan oleh flow controller (FC-201). Raw-PP dialirkan secara seri melalui 2 (dua) kolom Primary DEA Extraction (C-201) dan Secondary DEA Extraction (C-202), yang berisikan Pall Ring 1 ½” untuk memperluas luas permukaan kontak antara Raw-PP dengan DEA secara berlawanan arah (Counter Current). Make up DEA ditambahkan dari DEA drum dengan DEA Dilution and Transfer Pump (P-203). DEA yang telah diregenerasi diumpankan ke tiap kolom secara parallel memalui flow controller (FC-204 & FC-205), sehingga larutan DEA akan megekstrak hydrogen sulfida (H2S) dan karbon dioksida (CO2). Interface level dijaga pada 60-65 % dengan level control (LC-201) untuk mengurangi emulsi dan entraiment. DEA yang mengandung impuritis tersebut melalui DEA Interchanger (E202) dialirkan ke DEA Regenerator (C-203) pada tray ke 19. Untuk memisahkan kembali hydrogen sulfida (H2S) dan karbon dioksida (CO2) dengan proses stripping pada temperatur 120 oC dan tekanan 0,5 kg/cm2g, dengan media pemanas Steam 3S. Gas impurities dan hidrokarbon yang terikut dilewatkan DEA Regen. Condenser (E-203), dimana air akan terkondensasi dan masuk ke DEA Regen. Acumulator (V-203). Dari V-203 gas hidrokarbon dan impurities (Off Gas) dikeluarkan menuju flaring system melalui pressure control (PC-205). Sedangkan DEA yang telah diregenerasi dialirkan dari DEA Reboiler (E204) melalui E-202 menuju ke DEA Surge Tank (V-210) dipompakan kembali dengan DEA Feed Pump (P-202A/B) ke kolom DEA Extractor secara terus menerus, yang sebelumnya didinginkan di DEA Cooler (E201). Larutan 20% Oleyl Alcohol dalam isopropyl alcohol dibuat dalam Anti Foam Addition Tank (V-202) sebagai anti foam yang dapat diinjeksikan ke DEA Regenerator melalui Anti Foam Addition Pump (P-210). Hidrokarbon dari C-202 dialirkan ke DEA Settling Tank (V-204) untuk memisahkan larutan DEA yang terikut dalam hidrokarbon sebelum dialirkan ke Primary NaOH Extraction Non Regenerative (C-204). Pada C204 hidrokarbon dikontakkan dengan larutan NaOH 10% untuk mengekstrak mercaptan (RSH).

Selanjutnya Raw PP dialirkan menuju Secondary NaOH Extraction Regenerative (C-205) yang secara counter current kontak dengan larutan NaOH 10% yang dialirkan melalui flow control (FC-206). NaOH yang mengandung zat pengotor tersebut dialirkan ke NaOH Regenerator (C-206) yang diatur dengan level control (LC-207) untuk memisahkan kembali mercaptan (RSH) dengan proses stripping pada temperatur 120 o C dan tekanan 0,5 kg/cm2g. Sebagai media pemanas digunakan Steam 3S pada NaOH Reboiler (E-208). NaOH yang telah diregenerasi dari E208 dilewatkan NaOH Interchanger (E-205) dan didinginkan pada NaOH Cooler (E-206) menuju NaOH Storage Tank (V-206), yang kemudian dipompakan kembali ke kolom Secondary DEA Extraction (C-205) secara terus menerus dengan NaOH Feed Pump (P-207A/B). Gas impurities dan hidrokarbon yang terikut dilewatkan NaOH Regen. Condenser (E-207), dimana air akan terkondensasi dan masuk ke NaOH Regen. Accumulator (V-205) dan dikembalikan ke C-206 sebagai refluk. Temperatur refluk dijaga pada 80oC secara otomatis oleh TCV-240 untuk menurunkan mercaptan yang terlarut dalam refluk. Sedangkan gas hidrokarbon dan impurities (Off Gas) dari V-205 dikeluarkan menuju flaring system melalui pressure control (PC-211). Raw-PP yang keluar dari proses ekstraksi dan telah dihilangkan kadar sulfurnya, kemudian dimasukan ke Dryer melalui Sand Filter (S-201) untuk menghilangkan NaOH yang terikut hidrokabon. Dryer terdiri dari Coalescer (V-212) dan Absorber (V-213A/B) untuk menghilangkan kadar air dalam Raw-PP. Raw-PP yang telah dipisahkan dari zat pengotor disebut Treated-PP yang selanjutnya dialirkan menuju Buffer Storage Vessel (V-207) melewati pressure controller (PC-214) yang di setting pada 15 kg/cm2g. Dari Buffer Storage Vessel (V-207) Treated-PP diumpankan Treated-PP diumpankan oleh Depropanizer Feed Pump (P301A/B) menuju kolom pertama Depropanizer Column (C-302C) dengan melewati flow controller (FC-304) pada feed tray ke-86. Pada Depropanizer Column (C-302C/A/B) Propane Propylene akan terfraksionasi menjadi propane dan propylene dengan pemanasan melalui Depropanizer Reboiler (E-304) pada temperatur 70 – 75 oC dengan media pemanas Steam 3S. Temperatur dikendalikan dengan mengatur jumlah aliran steam dengan flow controller (FC-310). Uap propylene akan mengalir beturut-turut ke Depropanizer Column kedua (C-302A) dan menuju Depropanizer Column ketiga (C-302B). Selanjutnya uap propylene yang keluar sebagai hasil atas Depropanizer Column (C-302B) dikondensasikan melalui Depropanizer Condenser (E303A/B) yang kemudian ditampung dalam Depropanizer Reflux Accumulator (V-303). Tekanan operasi dalam kolom ini dijaga pada 20.5 kg/cm2g oleh pressure controller (PC-307A), sedangkan tekanan dalam

Depropanizer Reflux Accumulator (V-303) dijaga pada 20.1 kg/cm2g oleh pressure controller (PC-307B). Propylene cair dari Depropanizer Accumulator (V-303) dipompakan kembali ke bagian atas kolom dengan Depropanizer Reflux Pump (P305A/B) melalui flow controller (FC-307) berdasarkan level controller (LC-306) scara cascade. Dan sebagian propylene cair dengan kemurnian yang tinggi dialirkan berdasarkan analyzer (AC-301) dan didinginkan pada Depropanizer OVH Product Cooler (E-306A/B) dan (E-307A/B) sebagai produk propylene, yang kemudian dialirkan ke Propylene Storage Tank (T-102/3/4). Refluk ratio minimum antara refluk dengan produk dipertahankan pada 20. Refluk propylene cair dari Depropanizer Column (C-302B) dikembalikan ke Depropanizer Column (C-302A) dengan Depropanizer Reflux Pump (P304A/B) berdasarkan level controller (LC-305), dan selajutnya dikembalikan ke Depropanizer Column (C-302C) dengan Depropanizer Reflux Pump (P-306A) berdasarkan level controller (LC-1304). Sedangkan produk bottom (fraksi propane dan yang lebih berat) sebagai hasil bawah distilasi dialirkan dan didinginkan pada Depropanizer Bottom Cooler (E-305) menuju Propane Storage Tank (V-500) atau dikembalikan ke Stabilizer III FCCU Kilang Sungai Gerong melalui Depropanizer Bottom Pump (P-303A/B) berdasarkan level controller (LC1303). URAIAN PROSES POLIMERISASI DAN FINISHING Propylene dari Propylene Storage Tank (T-102/3/4) dialirkan melalui Propylene Feed Pump (P-102A/B) menuju seksi seksi Impurities Propylene Removal dengan aliran yang diatur oleh flow controller F2001, masuk ke Light Ends Stripper System (C-2001) untuk menghilangkan kandungan ethane, methane, carbone monoxide, dan carbone diaoxide dalam propylene. Kondisi operasi Light Ends Stripper adalah : • Tekanan 24 kg/cm2g • Temperatur Top 40 oC o • Temperatur Bottom 70 C Dari bottom Light End Stripping System, propylene dialirkan dan dinginkan pada Cooler (E-2003) menuju Dehydrator (D-2019A/B) yang dapat beroperasi secara seri maupun paralel untuk menghilangkan moisture H2O dalam propylene. Selanjutnya propylene dilewatkan melalui COS Absorber (D-2001A/B) yang juga dapat beroperasi secara seri maupun paralel untuk menghilangkan kadar carbonil sulfida (COS)

dan kemudian Arsine Removal (D-2002) untuk menghilangkan kadar arsinenya. Pada seksi Persiapan Katalis (Section 100) sejumlah Main Catalyst sebagai katalis utama, AT-Catalyst sebagai Co-Catalyst, OF-Catalyst sebagai elektron donor dan Hexane sebagai pelarut dipersiapkan dengan proses sbb : Persiapan Main Catalyst Sejumlah tertentu N-Hexane, Co-Catalyst dan Main Catalyst dimasukkan kedalam Pretreatment Drum (D-2101), dan diaduk dengan pengaduk (Mixer) sehingga terbentuk slurry, dan kemudian diamsuk sejumlah tertentu gas propylene sehingga terjadi Prepolymerization antara propylene vapor dengan Catalyst tersebut pada temperatur dibawah 25 oC dan tekanan 0,5 kg/cm2g oleh sealing Nitrogen. Dengan bantuan tekanan Nitrogen selanjutnya Main Catalyst dialirkan dari Pretreatment Drum (D-2101) menuju Holding Drum (D-2102) dan melarutkannya dengan N-Hexane sampai level yang ditentukan. Kemudian katalis yang berbentuk slurry tersebut diumpankan menuju 1st Reactor (D-2201) melalui Feed Drum (D2103) dengan menggunakan Feed Pump (P-2103A/B). 2. Persiapan Co-Catalyst Sejumlah tertentu N-Hexane diamasukan kedalam Holding Drum (D2014) dengan Hexane Feed Pump (P-2107), kemudian sejumlah CoCatalyst dialirkan dari Container menuju Holding Drum (D-2104) dengan tekanan nitrogen, sampai konsentrasi 0,88 mol-Cat/liter solution. Selanjutnya Co-Catalyst diumpankan menuju 1st Reactor (D2101) dengan Feed Pump (P-2104A/B). 3. Persiapan Elektron Donor Cyclohexyl-methyl-dimethoxy-silane dimasukkan secara langsung kedalam Holding Drum (D-2105) tanpa diencerkan dengan N-Hexane, kemudian diumpankan menuju 1st Reactor (D-2101) dengan Feed Pump (P-2105A/B). Selanjutnya propylene cair dari seksi Impurities Removal dialirkan menuju Propylene Vaporizing Drum (D-2210) kemudian diumpankan menuju 1st Reactor (D-2201) dengan menggunakan Propylene Feed Pump (P-2109A/B), selain dialirkan menuju Condensate Drum (D-2208) dan Propylene Recycle Pump (P-2203A/B). Sebagian aliran propylene yang menuju 1st Reactor (D-2201) dialirkan ke Fine Particle Sparator (MA-2211) dan propylene akan kontak dengan slurry yang keluar dari D2201, selanjutnya propylene mengandung katalis dan fine powder polymer dikembalikan ke D-2201.Propylene cair dan gas juga digunakan untuk flushing rotating equipment dan catalyst feed line. Sedangkan gas

hydrogen dari Hydrogen Plant dinjeksikan menuju 1st Reactor (D-2201) melalui Control Valve. Panas reaksi yang timbul akibat reaksi polimerisasi fase cair dalam 1st Reactor (D-2201) dikontrol oleh Evaporation-Condenser Reflux System, disamping juga dilengkapi dengan Jacket Cooling Water System. Temperatur reaktor dikontrol pada 70 oC berdasarkan kombinasi kedua sistem tersebut. Gas propylene yang keluar dari D-2201 didinginkan di 1st Reactor Overhead Condenser (E-2201), cairan propylene yang terkondensasi dialirkan ke Reactor sedangkan Recycle gas disirkulasikan kembali ke Reactor dengan menggunakan 1st Reactor Circulation Gas Blower (K2201A/B). Slurry yang keluar dari 1st Reactor dialirkan kedalam Fine Particle Sparator (MA-2211) sehingga akan kontak dengan recycle propylene, untuk melepaskan sedikit katalis dan fine powder yang terkandung dalam slurry. Selanjutnya slurry meninggalkan MA-2211 dan menuju 2nd Reactor (D-2203) berdasarkan perbedaan tekanan Reaktor (2nd Reactor 17 kg/cm2g). Gas Propylene (Polymer fluidization gas) difluidisasikan dari bagian bawah 2nd Reactor dengan menggunakan 2nd Reactor Circulation Gas Blower (K-2203). Laju alir gas dikontrol dengan mengatur putaran dari K2203 tersebut, hingga kecepatan linier gas dalam fluidized bed dijaga pada 22 cm/sec. Gas sirkulasi dari 2nd Reactor didinginkan di 2nd Reactor Circulation Gas Cooler (E-2203) untuk mengontrol temperatur polymerisasi. Sebagian dari gas sirkulasi tersebut dialirkan menuju Propylene Scrubber (C-2201) untuk menjaga tekanan di D-2203 konstan. Kemudian gas dikondensasikan pada C-2201 Overhead Condenser (E-2208) dan sebagian besar propylene yang terkondensasi dipompakan ke C-2201 sebagai scrubbing liquid dengan menggunakan Propylene Scrubber Feed Pump (P-2208A/B), juga sebagian dikembalikan untuk suction P2209A/B. Propylene dari bagian bawah C-2201 dialirkan kembali ke 1st Reactor dengan menggunakan Propylene Feed Pump (P-2203A/B), sementara uap yang tidak terkondensasi dialirkan menuju 1st dan 2nd Reactor dengan menngunakan Recycle Hydrogen Compressor (K-2208). Produk polymer dari reaksi polimerisasi didalam 2nd Reactor (D-2203) dikeluarkan secara intermittent dengan squence control sytem menuju Recycle Gas Sparator (D-2206) pada tekanan 0,15 – 0,5 kg/cm2g dengan

menggunakan Powder Transfer Blower (K-2201A/B). Gas transfer disirkulasikan kembali dari D-2206 menuju K-2210A/B. Gas Propylene yang tidak bereaksi didalam D-2206 mengalir secara Cocurrent dengan tepung polymer, dan dikembalikan ke 2nd Reactor dengan menngunakan Recycle Gas Compressor (K-2206). Unutk mencegah akumulasi inert gas didalam proses, maka sebagian kecil gas dialirkan menuju Low pressure Flare System. Selanjutnya dari D-2206 tepung polymer dialirkan menuju Powder Heater (M-2301) melalui Rotary Valve (ZV-2227). Produk tepung polymer dari D-2206 dikeluarkan secara gravitasi kedalam Powder Heater (M-2301) dan mengalami pemanasan awal untuk menghindari kondensasi steam pada Steaming Drum (MA-2302). Didalam M-2301 dan MA-2302 tepung tersebut dipisahkan dari Hexane (traces) sebelum dialirkan menuju Pelletizing Section (Section 500). Vent gas dari M-2301 disaring di bag filter (MS-2310) kemudian dikeluarkan menuju Flare dengan menggunakan Waste Gas Blower (K-2901), sedangkan Vent gas dari MA-2302 dibuang ke atmosfir. Dari Steaming Drum (MA-2302) tepun polymer yang kering dialirkan secara kontinyu menuju Powder Hopper (TK-2501) dengan menggunakan Powder Transfer Blower (K-2501A/B). Untuk mencegah degradasi Polymer akibat oksidasi, maka digunakan gas nitrogen untuk pengalirannya. Nitrogen gas yang keluar dari bagian atas TK-2501 melewati Powder Hopper Bag Filter (MS-2502) untuk memeisahkan tepungnya, selanjutnya menuju K-2501A/B. Sejumlah stabilizer dengan resep tertentu ditambahkan pada tepung polymer untuk setiap jenis produksi Polypropylene yang dihasilkan. Stabilizer tersebut ditimbang secara otomatis dan dimasukan kedalam Pelletizer (Z-2501). Stabilizer padatan dimasukan kedalam Stabilizer Mixer (ZA-2509), diaduk selama waktu tertentu, kemudian dialirkan dan disimpan pada Stabilizer Hopper (TK-2502) dengan pengaduk ringan, pada tekanan atmosfir (nitrogen). Dari TK-2502 dialirkan secara otomatis kedalam Stabilizer Measuring Feeder (ZW-2504) dan diumpankan menuju Pelletizing System. Khusus DB-Stabilizer digunakan DB-Stabilizer Hopper (TK-2508) dan DB Stabilizer Measuring Feeder (ZW-2505). Sedangkan AH-Stabilizer dimasukkan kedalam AH-Stabilizer Feed Drum (D-2503) dan dipompakan secara kontinyu menuju Pelletizing System dengan menggunakan AH-Stabilizer Feed Pump (P-2511A/B). Tepung polypropylene dalam TK-2501 dialirkan kedalam Powder Measuring Feeder (ZW-2503) dan diumpankan langsung menuju Pelletizing System. Tepung polypropylene dan stabilizer dicampur

didalam Pelletizer (Z-2501), selanjutnya diextrude melalui cetakan (die plate) dan dipotong menjadi pellets dengan alat potong (cutter) yang dilengkapi dengan cooling water system. Dengan menggunakan media Pellet Cooling Water (CWP). Pellet dibawa menuju Pellet Screen (ZS2506) dan melalui Pellet Dryer (M-2501) menuju Pellet Vibrating Screen untuk memisahkan pellet dari air dan over atau under size. Pellet yang on-size selanjutnya ditampung dalam Pellet Hopper (TK-2504) dan dialirkan ke melalui Tranfer Pellet (K-2502A/B). Pellet Silo adalah tempat penampungan produk polytam (polypropylene) sebelum dikantongi yang terdiri dari 4 Buah Silo kapasitas 90 Ton, 16 Buah silo kapasitas 30 Ton dan1 Buah silo untuk keperluan transfer dan blending. Setelah diblending dan dilakukan pemeriksaan oleh Bagian Laboratorium, pellet selanjutnya dialirkan menuju Bagging Plant melalui Rotary Feeder dan Blower. Pada Bagging Plant, pellet akan dikantongi secara automatis dengan berat 25 kg per karung dan diberi nomor Lot, baru kemudian ditampung di gudang (Ware house) dan siap untuk dijual atau dikirim ke konsumen. Uraian proses pada seksi utilitas sbb :  Waste and Flare Gas Vent Gas yang dikeluarkan dari berbagai seksi dikompresikan dan dikeluarkan menuju Flare dengan menggunakan Waste Gas Blower (K-2901). Vent gas yang mengandung cooling water atau brine dari safety valve heat exchanger yang tidak bisa dibakar pada Flare Stack, dikumpulkan didalam Vent Seal Drum (D-2902) dan di-venting ke atmosfir melalui Vent Stack. Flare gas dari Safety Valve dan blowdown line dikumpulkan didalam Flare Knockout Drum (D-2901A/B), dan setelah dipisahkan dari cairannya vent gas tersebut dibakar di Flare Stack. D-2901 dilengkapi dengan steam trace untuk menguapkan cairan dalam drum.

Refrigetion System Refrigerant digunakan pada Vent Condenser, Heat Exchanger, MC Preparation Drum dan Hexane Drum. Brine (BR) didinginkan sampai 0oC dengan menggunakan Refrigerator (K-2911) dan dipompakan menuju peralatan tersebut dengan mengunakan Brine Pump (P2911A/B), dan disirkulasikan kembali

Seal Oil System

Seal oil disirkulasikan untuk melumasi dan mendinginkan double type mechanical seals dari rotaing equipment. Seal oil sytem terbagi atas 3 (tiga) tingkatan berdasarkan tekanan kerjanya , yaitu Low Pressure Seal Oil, Middle Pressure Seal Oil Pressure, dan High Pressure Seal Oil. Seal oil tersebut dipompakan untuk pemakaianya di unit dengan menggunakan Low Pressure Seal Oil Pump (P2921A/B), Middle Pressure Seal Oil Pump (P-2922A/B), dan High Pressure Seal Oil Pump (P-2923A/B).

Steam dan Condensate High pressure steam (40 kg/cm2g) di flash untuk mendapatkan Low pressure steam (3 kg/cm2g). Sisa condensate dan low pressure steam condensate dikumpulkan didalam Steam Condensate Drum (D2932). Water Cooling water (CW) untuk keperluan pabrik disirkulasikan dari bagian Utilitas melalui perpipaan. Demikian juga Process Water (PW) didapatkan dari bagian Utilitas melalui perpipaan. Sebagain PW ditampung kedalam Hot Water Tank (TK-2941) dipanaskan dengan steam (3S) menjadi Hot Water (HW) yang dipompakan kedalam Jacket 1st Reactor dengan menggunakan Hot Water Pump (P-2941) untuk keperluan start-up Reactor. Hot Water juga digunakan untuk persiapan dan umpan AH-Stabilizer menuju Pelletizing system. Untuk keperluan tersebut digunakan Hot Water Drum (D-2941) dan Hot Water Pump (P-2942A/B). Indirect Cooling Water (CWI) digunakan untuk 2nd Reactor Circulation Gas Cooler (E-2203) pada saat start-up, dan disirkulasikan dengan menggunakan CWI Circulation Pump (P-2943A/B). Temperature CWI dikontrol oleh CWI Cooler (E-2941) dan Low pressure steam (3S).

Nitrogen Gas Nitrogen dari Nitrogen Plant atau bagian Utilitas dengan tekanan 5 kg/cm2g (5N) diturunkan menjadi 2 kg/cm2g (2N) dan 1 kg/cm2g (1N) melalui control valve. Pada saat regenerasi molecular sieve di Propylene Dyhydrator (D-2019A/B), gas Nitrogen (5N) diapanaskan oleh Regeneration Gas Heater (E-2951) untuk regenerasi, setelah meregenerasi molecular sieve, gas tersebut didinginkan di Regenration Gas Cooler (E-2952) dan di venting ke atmosfir. 5N juga digunakan untuk pembuatan Process Nitrogen (PN). Sejumlah PN dimasukan kedalam suction K-2206 untuk melancarkan aliran tepung polymer. High pressure nitrogen (50N) digunakan untuk keperluan maintenance, misalnya test bocoran peralatan (leak test).

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->