OPTIMALISASI PELAKSANAAN PROYEK DENGAN METODE PERT DAN CPM

(Studi Kasus Twin Tower Building Pasca Sarjana Undip)

SKRIPSI
Diajukan sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan Program Sarjana (S1) pada Program Sarjana Fakultas Ekonomi Universitas Diponegoro

Disusun oleh : EKA DANNYANTI NIM. C2A 006 052

FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG 2010

PERSETUJUAN SKRIPSI

Nama Penyusun Nomor Induk Mahasiswa Fakultas/Jurusan Judul Skripsi

: : : :

Eka Dannyanti C2A006052 Ekonomi/Manajemen OPTIMALISASI PELAKSANAAN PROYEK DENGAN METODE PERT DAN CPM (Studi Kasus Twin Tower Building Pasca Sarjana Undip)

Dosen Pembimbing

:

Drs. Budi Sudaryanto, MT

Semarang, 17 Desember 2010 Dosen Pembimbing

Drs. Budi Sudaryanto, MT NIP. 131469443

ii

PENGESAHAN KELULUSAN UJIAN

Nama Penyusun Nomor Induk Mahasiswa Fakultas/Jurusan Judul Skripsi

: : : :

Eka Dannyanti C2A006052 Ekonomi/Manajemen OPTIMALISASI PELAKSANAAN PROYEK DENGAN METODE PERT DAN CPM (Studi Kasus Twin Tower Building Pasca Sarjana Undip)

Telah dinyatakan lulus ujian pada tanggal :

27 Desember 2010

Tim Penguji : 1. Drs. Budi Sudaryanto, MT ( )

2. Drs. Sugiono, MSIE

(

)

3. Dra. Retno Hidayati, MM

(

)

iii

tiru. Dengan ini saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa dalam skripsi ini tidak terdapat keseluruhan atau sebagian tulisan orang lain yang saya ambil dengan cara menyalin atau meniru dalam bentuk rangkaian kalimat atau simbol yang menunjukkan gagasan atau pendapat atau pemikiran dari penulis lain. adalah hasil tulisan saya sendiri. dan/atau tidak terdapat bagian atau keseluruhan tulisan yang saya salin. Bila kemudian terbukti bahwa saya melakukan tindakan menyalin atau meniru tulisan orang lain seolaholah hasil pemikiran saya sendiri. menyatakan bahwa skripsi dengan judul: Optimalisasi Pelaksanaan Proyek dengan Metode PERT dan CPM (Studi Kasus Twin Tower Building Pasca Sarjana Undip). berarti gelar dan ijasah yang telah diberikan oleh universitas batal saya terima. atau yang saya ambil dari tulisan orang lain tanpa memberikan pengakuan penulis aslinya. baik disengaja maupun tidak. C2A 006 052 iv . Semarang. 17 Desember 2010 Yang membuat pernyataan. Apabila saya melakukan tindakan yang bertentangan dengan hal tersebut di atas. Eka Dannyanti. dengan ini saya menyatakan menarik skripsi yang saya ajukan sebagai hasil tulisan saya sendiri ini.PERNYATAAN ORISINALITAS SKRIPSI Yang bertanda tangan dibawah ini saya. (Eka Dannyanti) NIM. yang saya akui seolah-olah sebagai tulisan saya sendiri.

83 pada alternatif subkontrak. Hal tersebut akan mengakibatkan keterlambatan. sehingga kegiatan proyek tidak efisien. crashing v . dan meningkatnya biaya pelaksanaan. Metode PERT-CPM dapat digunakan untuk mengatur waktu penyelesaian proyek dengan lebih efisien dan efektif. manajemen proyek. pengendalian. Kata kunci : perencanaan. Waktu kerja manajemen proyek dibatasi oleh jadwal yang ditentukan sehingga pimpinan yang terlibat dalam proyek harus dapat mengantisipasi perubahan kondisi yang terjadi. (ii) kerja lembur.217. menurunnya kualitas. dan (iii) subkontrak. Percepatan durasi dilakukan pada pekerjaanpekerjaan yang ada di lintasan kritis dan jumlah pemendekkan durasi tiap pekerjaan pada masing-masing alternatif disamakan.086. Hasil penelitian menunjukkan durasi optimal proyek adalah 150 hari dengan biaya total proyek sebesar Rp21. metode PERT-CPM. (i) penambahan tenaga kerja.ABSTRAK Proses perencanaan hingga pengendalian proyek selama pelaksanaan pekerjaan konstruksi merupakan kegiatan penting dari suatu proyek. Keberhasilan atau kegagalan dari suatu proyek dapat disebabkan perencanaan yang tidak matang serta pengendalian yang kurang efektif.636. Untuk dapat mengurangi dampak keterlambatan dan pembengkakan biaya proyek dapat diusulkan proses crashing dengan tiga alternatif pengendalian.

decreasing of quality. and increasing performing cost. (i) additional workforces/labours. Acceleration of duration is done on the activities at the critical path and total days that given on each alternative is equaled. Keywords : planning. three alternatives methods can be drawn. (ii) working overtime. As the consequences of these impacts suffered project delay. and (iii) subcontracting. PERT-CPM method.217. so that the project activity is inefficient. crashing vi . Result showed that subcontracting alternative figured out the optimal time to finish the project which is 150 days with projects total cost Rp21. project management.83. so the manager of project shall get to anticipate condition changing. Project management working time drew the line by given schedule. In order to reduce the impact of the project delay and cost overruns.ABSTRACT Planning until controlling process during construction work are important activity of a project. Success or failing of the project caused by not maximal planning and insufficiently effective controlling. controlling.636.086. PERT-CPM method can be utilized to manage project working time become more efficient and effective.

penulis mendapat bantuan dan dukungan dari berbagai pihak sehingga skripsi ini dapat terselesaikan. terima kasih atas waktu dan diskusi kecilnya yang sangat membantu penulis dalam proses penyusunan skripsi. dan Bapak I Made Bayu Dirgantara SE. Penulis menyadari bahwa dalam proses hingga akhir penulisan skripsi ini. papa dan mama tercinta. 2. R. Djoko Sampurno. Bapak Drs. dan kesabarannya selama ini. SU. bimbingan. penulis ingin menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada : 1. MM. Dr. terima kasih atas kasih sayang. Sugeng Hariyadi dan Rahayu Wulantresna. Dalam kesempatan ini. Bapak Y. Bapak Drs. doa. selaku dosen pembimbing penulis. dukungan. selaku dosen wali yang telah banyak membantu dalam perjalanan pendidikan jenjang S1 penulis di Universitas Diponegoro.KATA PENGANTAR Bismillahirrahmannirrahim Puji dan syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT atas rahmat dan tuntunan-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi berjudul “Optimalisasi Pelaksanaan Proyek Dengan Metode PERT – CPM (Studi Kasus : Twin Tower Building Pasca Sarjana Universitas Diponegoro)”. Budi Sudaryanto. Sugiarto PH. 3. waktu. dan pengertiannya dan mohon maaf apabila banyak kesalahan yang dilakukan penulis. dengan segala kerendahan hati. vii . 4. nasehat. Terima kasih atas segala bantuan. MT.

10. Hanung. Santi. terima kasih telah membuat empat tahun terakhir ini begitu bermakna dan mungkin untuk tahun-tahun selanjutnya. Dita. Rizza. viii . Project yang telah banyak membantu dalam penyusunan skripsi. untuk semua canda tawa. terima kasih telah menjadi tempat berbagi. H. bergembira. dan kepolosan yang mampu menghadirkan senyum. berkeluh kesah. Segenap dosen Fakultas Ekonomi Universitas Diponegoro dan seluruh staf tata usaha serta perpustakaan. Ibu Kus. terima kasih atas waktu dan data yang diberikan. segenap staf PT.5. 12. Faiz. terima kasih atas ilmu bermanfaat yang telah diajarkan dan segala bantuan selama proses penyusunan skripsi. semoga yang telah kita lewati bersama bisa menjadi kisah klasik untuk masa depan. Achdes. Ekkyta. Kak Ekantallo. Ray Agung S P. celoteh ringan. Tata. Chabachib. dan staf proyek pembangunan Twin Tower Building Pasca Sarjana Undip. Msi. serta kesediaanya menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan penulis. 7. Denny. selaku Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Diponegoro Semarang. memberi dukungan. dan menghapus keputusasaan. selaku pengajar privat Ms. 8. Bapak Dr. Titut. Linta. doa. Fitrah. Ila. Unggul. Phyna. 11. 6. 9. Teman-teman Manajemen 2006. membangkitkan semangat. Febby. Erik. Edo. M. Rizke. Niken. Anggi. Rully. dan perhatian. Akt. Sahabat-sahabat tercinta. Dwi Indrawan (alm) dan Tri Yoga Nugraha. Hutama Karya. April.

untuk petualangan seru 45 hari di lereng Merbabu. 17 Desember 2010 Penulis Eka Dannyanti NIM. Agung. Widya. C2A 006 052 ix . Abror. Rena. Tita. 13. 14. Semarang. Serta berbagai pihak yang telah membantu proses penyusunan skripsi ini yang tidak dapat disebutkan satu per satu. Dengan segala kerendahan hati. dan Yani. Dani. Ari. Takas. Mas Huda. Alan. Vaya. Zie. Mas Hendri. Dity. Kiki. dan masih banyak lagi yang tidak bisa disebutkan satu per satu. Angga. Mas Lutfi. Nyutnyut. Mba Ika. Resha. Rizka. Oleh karena itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun guna terciptanya kesempurnaan skripsi ini. Hima.Dinda. Teman-teman KKN BaturSuperTeam. Ajeng. Semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi pihak-pihak yang membacanya. penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari kesempurnaan mengingat keterbatasan pengetahuan yang penulis peroleh hingga saat ini. Arif. Alhamdulillahirobil’alamin.

....................................................................................1 Variabel Penelitian......... ................................................3 Kerangka Pemikiran ........................................ ................................... xii DAFTAR GAMBAR .............................................................................1.. 51 4............................................................................. xv BAB I PENDAHULUAN 1...................................................................... 5 1..................................................................................... .....................2 Rumusan Masalah...... 42 3.........4 Metode Analisis ................... 37 BAB III METODE PENELITIAN 3............. x ...............................DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL....................................................... 39 3......... 39 3.......................2 Jenis dan Sumber Data......... 31 2........1......................2........................................................................................................................................2... 7 BAB II TELAAH PUSTAKA 2.1 Latar Belakang Masalah ........................................................5 Sistematika Penulisan .2 Metode PERT...................4..................................................................................4.............................................................. 39 3... 6 1......................1 Jenis Data........1...............................1 Variabel Penelitian dan Definisi Operasional ............ 47 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN...............................................................1 Landasan Teori.......... 41 3............................ 31 2..1 Deskripsi Obyek Penelitian..............................................5 Perbedaaan PERT dan CPM ............. v ABSTRACT................................................................ iii PERNYATAAN ORISINALITAS SKRIPSI..................................... 41 3................... i PERSETUJUAN SKRIPSI............ 8 2.................... ............................2 Definisi Operasional .1 Metode CPM.................................................1......... 1 1....... iv ABSTRAK ....................................... 13 2.................................. 42 43 3................. xiv DAFTAR LAMPIRAN.. 3.............................3 Tujuan Penelitian .......................................................2 Manajemen Proyek ............................................................................1............4 Kegunaan Penelitian ........................................................3 CPM.................................................................... x DAFTAR TABEL......................... 45 3.. 8 2....................1. ii PENGESAHAN KELULUSAN UJIAN.................................................. 16 2....................................1 Proyek.............................. ...........................1 Proyek Pembangunan Twin Tower Building Pasca ....................2 Penelitian Terdahulu ..........7 Analisis Optimasi..1... 30 2. 26 2................. 36 2.........1....................... 4..........................6 Durasi Proyek ................................. 6 1...................................... vi KATA PENGANTAR.............2 Sumber Data ...............1................ vii DAFTAR ISI ....................................3 Metode Pengumpulan Data..........................1...........4 PERT .....................

........................... Hutama Karya Persero ..... 51 4................................................. 92 5.......Sarjana Undip.................................. 53 4........... 73 4...................................................................................... 93 5....................................2 Keterbatasan .....3 Saran .........................................1...... 66 4............. 59 4................ 64 4........................................................ 60 4......................3 Lingkup Pekerjaan Proyek Twin Tower Building Pasca Sarjana Undip .1........................ 61 4....... 76 4...... A-1 xi ....................................................3 Interpretasi Hasil............. 66 4... 95 LAMPIRAN-LAMPIRAN.................................................. 93 DAFTAR PUSTAKA . 87 BAB V PENUTUP 5...........1........1................2.............................2 Struktur Organisasi Proyek Twin Tower Building Pasca Sarjana Undip ..........1.................. Hutama Karya Persero.1 Penyusunan Jaringan Kerja (Network Planning) ..... Hutama Karya (Persero) Sebagai Kontraktor Pelaksana.............2 Analisis Data ......... 62 4...2.....5 PT...3 Percepatan Durasi Proyek atau Project Crashing .........7 Struktur Organisasi PT......................................................6 Lingkup Usaha PT...................4 Visi Misi Program Pasca Sarjana ............1 Kesimpulan ............................1.................2 Lintasan Kritis (Critical Path) .......................................2....

....... Rangkuman Penelitian Terdahulu .........................2 Daftar Aktivitas Utama.... Standar Deviasi.... 78 Tabel 4...... dan Biaya Proyek Pembangunan Twin Tower Building.......... 71 72 75 Tabel 4................... Analisa Harga Satuan Pekerjaan “Pondasi ....1 Halaman 14 36 Perbedaan Manajemen Proyek dengan Manajemen Klasik................. 77 Tabel 4.. 78 Tabel 4....1 Tabel 2...10 Tabel 4.......... 83 Tabel 4.... Waktu Paling Mungkin...8 Daftar Kegiatan Kritis dengan Waktu dan Biaya Normal serta Dipercepat dengan Alternatif Penambahan Tenaga Kerja.................11 Perhitungan Upah Lembur.......... Waktu Pesimis..................... 82 Tabel 4........... 67 Tabel 4......................7 Kebutuhan Tenaga Kerja pada Pekerjaan “Pondasi .......5 Varians dan Standar Deviasi Proyek Keseluruhan...........................................................3 Tabel 4............................6 Kebutuhan Tenaga Kerja pada Pekerjaan “Pondasi ................... 81 82 Tabel 4... Daftar Aktivitas Utama pada Lintasan Kritis............13 Daftar Kegiatan Kritis dengan Waktu dan Biaya Normal serta Dipercepat dengan Alternatif Kerja Lembur .......................................................9 Perbandingan Keadaan Sebelum dan Sesudah Crashing dengan Alternatif Penambahan Tenaga Kerja ...12 Kebutuhan Jam Kerja pada Pekerjaan “Pondasi ...... Kebutuhan Jam Kerja pada Pekerjaan “Pondasi ............ dan Varians Kegiatan ......Galian tanah pondasi batu belah” dengan Durasi Normal.........4 Tabel 4..DAFTAR TABEL ` Tabel 2................Galian tanah pondasi batu belah” dengan Durasi Dipercepat ...... 84 Tabel 4............Galian tanah pondasi batu belah”................2 Tabel 4..........................................Galian tanah pondasi batu belah” dengan Durasi Dipercepat ... Waktu Optimis......Galian tanah pondasi batu belah” dengan Durasi Normal .....................14 Perbandingan Keadaan Sebelum dan Sesudah Crashing dengan Alternatif Jam Kerja Lembur... 85 xii .......... Durasi.. Daftar Aktivitas Utama.............. 80 Tabel 4......

...... xiii .....................16 Daftar Pekerjaan yang Disubkontrakkan .................Tabel 4..15 Tabel 4................ Perbandingan Keadaan Sebelum dan Sesudah Crashing dengan Subkontrak ...............17 Perbandingan Keadaan Sebelum dan Sesudah Crashing.................................... 86 87 91 Tabel 4.......

.........................12 Empat Parameter Model CPM..........2 Struktur Organisasi PT..... Gambar 2........ Gambar 2........ Gambar 2.......8 Perbandingan Dua Pendekatan Menggambarkan Jaringan Kerja..........................4 Kegiatan A dan B merupakan pendahulu kegiatan C dan D........ 54 65 69 30 33 38 23 25 29 22 21 19 19 20 20 11 xiv ........................ Gambar 2......................... B dan C mulai dan selesai pada kejadian yang sama.. Hutama Karya (Persero) ..DAFTAR GAMBAR Halaman Gambar 2.............1 Hubungan Keperluan Sumber Daya Terhadap Waktu dalam Siklus Proyek ................................................ Gambar 4... B............10 Tiga Macam Taksiran Waktu pada Distribusi Beta.....3 Potongan Jaringan Kerja pada Komponen Pekerjaan Persiapan... Gambar 4................................ Nilai Tengah.6 Gambar yang salah bila kegiatan A.............................7 Kegiatan A.................................................... Gambar 2..... Gambar 2.............. Gambar 4......... m...................9 Notasi yang Digunakan pada Node Kegiatan ...............13 Kerangka Pemikiran Teoritis ................................................... a................ Gambar 2........ dan C mulai dan selesai pada kejadian yang sama .................. Gambar 2..........................................2 Kegiatan A pendahulu kegiatan B & kegiatan B pendahulu kegiatan C.......... dan b dalam Distribusi Beta ..3 Kegiatan A dan B merupakan pendahulu kegiatan C ....... Gambar 2.................................................1 Struktur Organisasi Proyek Twin Tower Building Pasca Sarjana Undip ..................................11 Expected Value.............5 Kegiatan B merupakan pendahulu kegiatan C dan D ........................... Gambar 2....... Gambar 2................................. Gambar 2...................................

................................... EF..........DAFTAR LAMPIRAN Halaman Lampiran A1 Daftar Komponen Aktivitas Proyek dengan Metode CPM ...... D-1 Lampiran B2 Lampiran C Lampiran D Lampiran E Jaringan Kerja (Network Planning) dengan Metode PERT..................................... Daftar Aktivitas Proyek pada Lintasan Kritis ... Lampiran A3 Keterangan Waktu ES......... K-1 xv ............................................................ LS............. H-1 Lampiran F Project Summary Report dengan Alternatif Jam Kerja Lembur . Surat Keterangan Penelitian .. G-1 Project Summary Report dengan Alternatif Penambahan Tenaga Kerja ........... Lampiran B1 Daftar Komponen Aktivitas Proyek dengan Metode PERT ................................................... A-1 B-1 C-1 Lampiran A2 Jaringan Kerja (Network Planning) dengan Metode CPM .............................. dan LF Tiap Kegiatan . E-1 F-1 Project Summary Report dengan Durasi Normal .............. I-1 J-1 Lampiran G Lampiran H Project Summary Report dengan Alternatif Subkontrak ..

yakni manajemen 1 . Banyak kemajuan yang harus dikejar. Pembangunan tersebut berupa pembangunan fisik proyek. ketinggalan ini diusahakan harus dikejar dengan pembangunan di segala bidang. industri besar atau kecil. jaringan telekomunikasi. Demi kelancaran jalannya sebuah proyek dibutuhkan manajemen yang akan mengelola proyek dari awal hingga proyek berakhir. Berkaitan dengan masalah proyek ini maka keberhasilan pelaksanaan sebuah proyek tepat pada waktunya merupakan tujuan yang penting baik bagi pemilik proyek maupun kontraktor. jembatan. terutama di negara yang sedang berkembang. artinya proyek harus diselesaikan sebelum atau tepat pada waktu yang telah ditentukan. Proyek pada umumnya memiliki batas waktu (deadline). dan teknologi yang makin canggih. hal ini dilakukan dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyatnya. pembangunan gedung. dan lain-lain.BAB I PENDAHULUAN 1. jalan tol.1 Latar Belakang Penelitian Tuntutan pembangunan di segala bidang semakin dirasakan. Proyek dapat diartikan sebagai kegiatan yang berlangsung dalam jangka waktu yang terbatas dengan mengalokasikan sumber daya tertentu dan dimaksudkan untuk menghasilkan produk atau deliverable yang kriteria mutunya telah digariskan dengan jelas (Soeharto. tenaga kerja. Semakin maju peradaban manusia. 1999). semakin besar dan kompleks proyek yang dikerjakan dengan melibatkan penggunaan bahan-bahan (material).

perusahaan harus bisa seefisien mungkin dalam penggunaan waktu di setiap kegiatan atau aktivitas. ditinjau dari segi waktu dan biaya serta mencapai efisiensi kerja. sehingga kegiatan proyek tidak efisien. informasi. Hal ini dapat dilakukan bila ada konsep perencanaan yang matang dan didasarkan pada data. karena itu perlu ditangani dengan perhitungan yang cermat dan teliti. Dalam kaitannya dengan waktu dan biaya produksi. Manajemen proyek mempunyai sifat istimewa. karena hal ini dapat merugikan kedua belah pihak baik dari segi waktu maupun biaya. n.d). dan pengalaman. Keberhasilan ataupun kegagalan dari pelaksanaan sering kali disebabkan kurang terencananya kegiatan proyek serta pengendalian yang kurang efektif. Keterlambatan penyelesaian proyek sendiri adalah kondisi yang sangat tidak dikehendaki. 1997). Pada pembangunan sebuah gedung misalnya. Bidang manajemen proyek tumbuh dan berkembang karena adanya kebutuhan dalam dunia industri modern untuk mengkoordinasi dan mengendalikan berbagai kegiatan yang kian kompleks. Suatu proyek dikatakan baik jika penyelesaian proyek tersebut efisien. dimana waktu kerja manajemen dibatasi oleh jadwal yang telah ditentukan (Hartawan. diperlukan adanya penanganan manajemen penjadwalan kerja yang baik. Kebutuhan . Perubahan kondisi yang begitu cepat menuntut setiap pimpinan yang terlibat dalam proyek untuk dapat mengantisipasi keadaan. serta menyusun bentuk tindakan yang diperlukan. kemampuan. sehingga biaya dapat diminimalkan dari rencana semula. menurunnya kualitas pekerjaan. dan membengkaknya biaya pelaksanaan. hal ini akan mengakibatkan keterlambatan.2 proyek. baik manusia maupun alat (Badri.

Dalam mengestimasi waktu dan biaya di sebuah proyek maka diperlukan optimalisasi. Universitas Diponegoro membangun gedung baru untuk program pasca sarjana. Program pasca sarjana Universitas Diponegoro.3 sumber daya untuk masing-masing aktivitas proyek bisa berbeda. karena ada kalanya dimana sumber daya tidak diberdayakan sedangkan biaya tetap keluar. sehingga ada kemungkinan terjadi fluktuasi kebutuhan sumber daya. bertugas menyelenggarakan progam magister dan doktor lintas ilmu. Pada tahapan perencanaan proyek. akibatnya perkiraan waktu penyelesaian suatu proyek tidak bisa dipastikan akan dapat ditepati. Perencanaan kegiatan-kegiatan proyek merupakan masalah yang sangat penting karena perencanaan kegiatan merupakan dasar untuk proyek bisa berjalan dan agar proyek yang dilaksanakan dapat selesai dengan waktu yang optimal. Proyek . Realita di lapangan menunjukkan bahwa waktu penyelesaian sebuah proyek bervariasi. Dalam usaha meningkatkan kualitas pendidikan pasca sarjana. sebagai unsur pelaksana akademik. Optimalisasi biasanya dilakukan untuk mengoptimalkan sumber daya yang ada serta meminimalkan risiko namun tetap mendapatkan hasil yang optimal. diperlukan adanya estimasi durasi waktu pelaksanaan proyek. Selain ketepatan perkiraan waktu. penegasan hubungan antar kegiatan suatu proyek juga diperlukan untuk perencanaan suatu proyek. Tingkat ketepatan estimasi waktu penyelesaian proyek ditentukan oleh tingkat ketepatan perkiraan durasi setiap kegiatan di dalam proyek. yang disebut dengan biaya tetap (fixed cost). Fluktuasi kebutuhan ini akan berpengaruh terhadap anggaran.

000. atau dapat dikatakan . Perusahaan seringkali mendapatkan masalah dalam waktu penyelesaian proyek karena waktu penyelesaian tidak sesuai dengan waktu yang telah disepakati sebelumnya.. Proyek pembangunan ini dilakukan untuk melengkapi sarana dan prasarana yang telah ada sehingga dapat menunjang usahanya untuk menjadi salah satu universitas riset terbaik di Indonesia. PT. pekerjaan arsitektur.4 pembangunan Twin Tower Building (TTB) Pasca Sarjana Universitas Diponegoro dilaksanakan selama 175 hari kerja dengan anggaran biaya Rp. Hutama Karya merupakan perusahaan jasa kontraktor yang mengerjakan proyek pembangunan gedung pasca sarjana Universitas Diponegoro. PT. diantaranya memperburuk image perusahaan yang terkesan tidak mampu menyelesaikan proyek sesuai kontrak yang telah disepakati. Hutama Karya belum menggunakan metode diagram network dalam merencanakan waktu dan biaya yang dibutuhkan. Aktivitas proyek pembangunan Twin Tower Building (TTB) Pasca Sarjana Universitas Diponegoro meliputi empat aktivitas besar.060. Selain itu perusahaan akan mengeluarkan biaya yang lebih banyak dengan tidak tepatnya waktu penyelesaian proyek. yakni kegiatan persiapan. Dalam menjalankan usahanya. Selama ini perusahaan dalam menentukan waktu dan biaya yang dibutuhkan hanya berdasarkan pengalaman.000. 21. proyek memiliki perkembangan yang buruk sehingga implementasi proyek tidak seperti yang direncanakan. Hal ini akan berdampak buruk bagi perusahaan. Dalam suatu kondisi pemilik proyek bisa saja menginginkan proyek selesai lebih awal dari rencana semula atau karena faktor eksternal seperti misalnya faktor cuaca. pekerjaan struktur. dan pekerjaan mekanikal elektrikal.

2 Rumusan Masalah Berdasarkan uraian di atas. 2010). Untuk mengembalikan tingkat kemajuan proyek ke rencana semula diperlukan suatu upaya percepatan durasi proyek walaupun akan diikuti meningkatnya biaya proyek. Oleh karena itu diperlukan analisis optimalisasi durasi proyek sehingga dapat diketahui berapa lama suatu proyek tersebut diselesaikan dan mencari adanya kemungkinan percepatan waktu pelaksanaan proyek dengan metode PERT (Project Evaluation and Review Technique) dan CPM (Critical Path Method . Proyek pembangunan Twin Tower Building Pasca Sarjana Undip direncanakan selesai pada tanggal 23 Juli 2010 dengan 175 hari kerja (PT. 2010). dan pengecatan. . yakni perbaikan elektrikal. Pada tanggal 23 Juli 2010 penyelesaian proyek baru mencapai 85%.Metode Jalur Kritis). namun dalam pelaksanaannya proyek mengalami keterlambatan. maka masalah pokok penelitian ini antara lain terdapat perbedaan umur pelaksanaan proyek dengan umur rencana proyek yang telah ditetapkan. Hutama Karya (Persero). plumbing. Pada bulan Agustus 2010. Hutama Karya (Persero). dimana pekerjaan arsitektur dan pekerjaan mekanikal elektrikal gedung belum selesai sepenuhnya (PT.5 kemajuan proyek lebih lambat. 1. pekerjaan proyek dinyatakan selesai dan dilakukan peresmian gedung. namun masih banyak perbaikan di sana sini. Proyek mengalami keterlambatan karena penggunaan waktu dan biaya yang tidak optimal dalam proses pelaksanaannya.

1. b. Berapa total biaya proyek Twin Tower Building (TTB) Pasca Sarjana Universitas Diponegoro dengan durasi proyek optimal? 1. . Menentukan jaringan kerja atau network proyek Twin Tower Building (TTB) Pasca Sarjana Universitas Diponegoro. Menganalisis waktu yang optimal untuk menyelesaikan proyek Twin Tower Building (TTB) Pasca Sarjana Universitas Diponegoro. b. Menganalisis perkiraan biaya untuk proyek Twin Tower Building (TTB) Pasca Sarjana Universitas Diponegoro yang waktu penyelesaiannya dipercepat. c.6 Permasalahan yang dihadapi antara lain : a.3 Tujuan Penelitian Adapun tujuan dari penelitian ini antara lain untuk : a. Mengetahui kegiatan mana yang harus bekerja keras diselesaikan agar jadwal dapat terpenuhi. Bagaimana bentuk jaringan kerja atau network proyek pembangunan Twin Tower Building (TTB) pasca sarjana Universitas Diponegoro? b. Berapa durasi optimal proyek Twin Tower Building (TTB) Pasca Sarjana Universitas Diponegoro? c. Menyelesaikan proyek tepat waktu sehingga penggunaan anggaran menjadi efisien dan tidak terjadi pemborosan.4 Kegunaan Penelitian Adapun kegunaan dari penelitian ini antara lain untuk : a.

Bab II. 1. kegunaan penelitian. penentuan jenis sampel. Tinjauan Pustaka.7 c.5 Sistematika Penulisan Bab I. Mempraktekkan tehnik penjadwalan di dunia nyata dengan melihat keadaan di lapangan yang begitu rumit dan saling mempengaruhi. dan metode analisis. Pendahuluan. metode pengumpulan data. Metode Penelitian. Hasil dan Pembahasan. bab ini menguraikan deskripsi tentang bagaimana penelitian akan dilaksanakan dengan menjelaskan variabel penelitian dan definisi operasional. Bab V. Bab IV. Penutup. bab ini memuat latar belakang masalah dan rumusan penelitian serta memuat tujuan penelitian. . jenis dan sumber data. Bab III. bab ini menguraikan tentang deskripsi objek penelitian melalui gambaran umum dan proses penginterpretasian data yang diperoleh untuk mencari makna dan implikasi dari hasil analisis. dalam bab ini terdapat sub bab dan landasan teori dari penelitian terdahulu yang memaparkan teori-teori yang berhubungan dengan masalah yang diteliti serta beberapa penelitian yang dilakukan oleh peneliti-peneliti sebelumnya. bab ini berisi kesimpulan dan saran atas hasil penelitian yang dilakukan. dan sistematika penulisan.

1 Landasan Teori 2. 2002). dengan alokasi sumber daya tertentu dan dimaksudkan untuk menghasilkan produk atau deliverable yang kriteria mutunya telah digariskan dengan jelas. yaitu. Proyek dapat didefinisikan sebagai suatu rangkaian kegiatan yang hanya terjadi sekali. Munawaroh (2003) menyatakan proyek merupakan bagian dari program kerja suatu organisasi yang sifatnya temporer untuk mendukung pencapaian tujuan organisasi. .1 Proyek Pengertian Proyek Proyek dalam analisis jaringan kerja adalah serangkaian kegiatankegiatan yang bertujuan untuk menghasilkan produk yang unik dan hanya dilakukan dalam periode tertentu (temporer) (Maharesi.1. 2.8 BAB II TELAAH PUSTAKA 2. Menurut Subagya (2000) : Proyek adalah suatu pekerjaan yang memiliki tanda-tanda khusus sebagai berikut. Merupakan suatu kesatuan pekerjaan yang dapat dipisahkan dari yang lain. dengan memanfaatkan sumber daya manusia maupun non sumber daya manusia. dimana pelaksanaannya sejak awal sampai akhir dibatasi oleh kurun waktu tertentu (Tampubolon. h. 1. 2004) Menurut Soeharto (1999. Waktu mulai dan selesainya sudah direncanakan.2) : Kegiatan proyek dapat diartikan sebagai satu kegiatan sementara yang berlangsung dalam jangka waktu terbatas.

proyek dibatasi oleh jadwal. precedence. . Dalam Meredith dan Mantel (2006) dikatakan bahwa ”The project is complex enough that the subtasks require careful coordination and control in terms of timing.” Menurut Yamit (2000). hal tersebut karena sifatnya yang dinamis. Memiliki tujuan tertentu berupa hasil kerja akhir. serta memiliki siklus yang pendek. Merupakan kegiatan nonrutin.9 3. dan mutu yang harus dipenuhi – dibedakan dari kegiatan operasional. dengan kata lain setiap pekerjaan yang dimulai pada waktu tertentu dan direncanakan selesai atau berakhir pada waktu yang telah ditetapkan disebut proyek. Ciri-ciri Proyek Berdasarkan pengertian proyek di atas. anggaran biaya. setiap pekerjaan yang memiliki kegiatan awal dan memiliki kegiatan akhir. Dalam proses pelaksanaannya. Heizer dan Render (2005) menjelaskan bahwa proyek dapat didefinisikan sebagai sederetan tugas yang diarahkan kepada suatu hasil utama. b. multikegiatan dengan intensitas yang berubah-ubah. baik macam maupun volumenya. Menurut Akbar (2002) : Kegiatan proyek – dalam proses mencapai hasil akhirnya dibatasi oleh anggaran. non-rutin. Sifatnya sementara karena siklus proyek relatif pendek. d. jadwal. ciri-ciri proyek antara lain : a. dan mutu hasil akhir. c. tidak berulang-ulang. e. and performance. Biasanya volume pekerjaan besar dan hubungan antar aktifitas kompleks. Keperluan sumber daya berubah. cost.

perakitan. e. dan konstruksi. c. tetapi laporan akhir. g. pengadaan. Proyek Engineering-Konstruksi Terdiri dari pengkajian kelayakan. Proyek Penelitian dan Pengembangan Bertujuan untuk melakukan penelitian dan pengembangan dalam rangka menghasilkan produk tertentu. Proyek Radio-Telekomunikasi Bertujuan untuk membangun jaringan telekomunikasi yang dapat menjangkau area yang luas dengan biaya minimal. manufaktur. meliputi pengembangan produk. d. Proyek Konservasi Bio-Diversity Proyek konservasi bio-diversity merupakan proyek yang berkaitan dengan usaha pelestarian lingkungan. uji coba fungsi dan operasi produk yang dihasilkan. Proyek Engineering-Manufaktur Dimaksudkan untuk membuat produk baru.10 Jenis-jenis Proyek Menurut Soeharto (1999). Proyek Pelayanan Manajemen Proyek pelayanan manajemen tidak memberikan hasil dalam bentuk fisik. f. proyek dapat dikelompokkan menjadi : a. desain engineering. misalnya merancang sistem informasi manajemen. Proyek Kapital Proyek kapital merupakan proyek yang berkaitan dengan penggunaan dana kapital untuk investasi. b. .

material atau peralatan (Soeharto.11 Tahap Siklus Proyek Kegiatan-kegiatan dalam sebuah proyek berlangsung dari titik awal. dana.1. salah satu sistematika penahapan yang disusun oleh PMI (Project Management Institute) terdiri dari tahap-tahap konseptual. kemudian jenis dan intensitas kegiatannya meningkat hingga ke titik puncak. . Kegiatan-kegiatan tersebut memerlukan sumber daya yang berupa jam-orang (man-hour). 1999 Menurut Soeharto (1999). Gambar 2.1 Hubungan Keperluan Sumber Daya Terhadap Waktu dalam Siklus Proyek Sumber daya l ua per Ke u ns er mb a day Siklus proyek Waktu KONSEPTUAL PP/DEFINISI IMPLEMENTASI TERMINASI OPERASI • Sasaran • Lingkup Kerja • Kelayakan • Rencana • Anggaran • Jadwal • Perangkat • Peserta • Mobilisasi • Engineering • Pengadaan • Konstruksi • Pengendalian • Pra komisi • Start up • Demobilisasi • Penutupan Sumber : Manajemen Proyek : Dari Konseptual Sampai Operasional. 1999). seperti ditunjukkan dalam Gambar 2. turun. dan berakhir.

tahap implementasi terdiri dari kegiatan desain-engineering yang rinci dari fasilitas yang hendak dibangun. Tahap Konseptual Dalam tahap konseptual. dokumen rencana strategis dan operasional proyek. dan terminasi. spesifikasi teknik. Tahap Terminasi Kegiatan pada tahap terminasi antara lain mempersiapkan instalasi atau . d. b.12 perencanaan dan pengembangan (PP/Definisi). dan garis besar kriteria mutu proyek. menyiapkan perangkat (berupa data. dilakukan penyusunan dan perumusan gagasan. menyusun perencanaan dan membuat keputusan strategis. dan pengkajian kelayakan. Deliverable akhir pada tahap ini adalah produk atau instalasi proyek yang telah selesai. a. Tahap PP/Definisi Kegiatan utama dalam tahap PP/Definisi adalah melanjutkan evaluasi hasil kegiatan tahap konseptual. jadwal induk. dan instalasi atau konstruksi. c. serta memilih peserta proyek. dan komersial). Deliverable akhir pada tahap ini adalah dokumen hasil analisis lanjutan kelayakan proyek. Deliverable akhir pada tahap ini adalah dokumen hasil studi kelayakan. Tahap Implementasi Pada umumnya. analisis pendahuluan. engineering. manufaktur atau pabrikasi. pengadaan material dan peralatan. dokumen anggaran biaya. implementasi.

I.2 Manajemen Proyek Pengertian Manajemen Proyek H. memimpin. serta memenuhi keinginan para stake holder. yaitu lingkup. PMI (Project Management Institute) (dikutip oleh Soeharto. dan jaminan. Deliverable akhir pada tahap ini adalah instalasi atau produk yang siap beroperasi dan dokumen pernyataan penyelesaian masalah asuransi. 1999) : . Berikut ini perbedaan manajemen proyek dengan manajemen klasik menurut D. jadwal. Cleland dan W. mengorganisir. Tahap Operasi atau Utilitas Dalam tahap ini. klaim. Berbeda dengan definisi H. dan mengendalikan sumber daya perusahaan untuk mencapai sasaran jangka pendek yang telah ditentukan. e. melihat dari wawasan manajemen. 2.13 produk beroperasi (uji coba).1. Kerzner (dikutip oleh Soeharto. 1999). Kerzner (dikutip oleh Soeharto. kegiatan proyek berhenti dan organisasi operasi mulai bertanggung jawab atas operasi dan pemeliharaan instalasi atau produk hasil proyek. mengemukakan definisi manajemen proyek sebagai berikut : Manajemen proyek adalah ilmu dan seni yang berkaitan dengan memimpin dan mengkoordinir sumber daya yang terdiri dari manusia dan material dengan menggunakan tehnik pengelolaan modern untuk mencapai sasaran yang telah ditentukan.R. penyelesaian administrasi dan keuangan lainnya. dan biaya. mutu. King (dikutip oleh Soeharto. bahwa manajemen proyek adalah merencanakan. 1999). 1999) menyatakan.

mencapai tujuan. kelompok dengan kelompok.14 Tabel 2. Merupakan dasar hubungan pokok dalam struktur organisasi. Tanggung jawab sepadan dengan wewenang. ada tujuan yang sama dan ada juga yang berbeda. dan wewenang terpelihara.1 Perbedaan Manajemen Proyek dengan Manajemen Klasik Wawasan proyek Fenomena (Manajemen Proyek) Lini-staf dikotomi. Wawasan Fungsional (Manajemen Klasik) Fungsi lini mempunyai tanggung jawab tunggal untuk mencapai sasaran. dengan bawahan. Hubungan atasan Manajer ke spesialis. Kegiatan manajemen proyek berlangsung dalam jangka pendek. Terus-menerus dalam jangka panjang sesuai umur instalasi dan produk. tanggung jawab lebih besar dari otoritas resmi. Sumber : Manajemen Proyek : Dari Konseptual Sampai Operasional. Kerja sama untuk Joint venture para peserta. penentuan waktu penyelesaian kegiatan ini merupakan salah satu kegiatan awal yang sangat penting dalam proses perencanaan karena penentuan waktu tersebut akan menjadi dasar . ditambah adanya arus kegiatan horisontal. tanggung jawab. Tidak cukup waktu untuk mencapai optimasi operasional proyek. Struktur piramida. Manajer lini merupakan pimpinan tunggal dari kelompok yang bertujuan sama. Wewenang dan Terdapat kemungkinan tanggung jawab. integritas. Optimasi dapat diusahakan maksimal. Kegiatan utama organisasi dilakukan menurut hirearki vertikal. Jangka waktu. Unsur-unsur rantai hubungan vertikal tetap ada. Kelompok dalam organisasi dengan tujuan tunggal. Manajer proyek mengelola. dalam manajemen proyek. menyilang lini fungsional untuk mencapai sasaran. 1999 Menurut Siswanto (2007). Kesatuan komando. Hirearki lini-staf serta wewenang dan tanggung jawab tetap ada sebagai fungsi penunjang.

b. Perusahaan mengawasi sumber daya. Penyusunan jadwal (scheduling). dan sumber organisasi yang lain. Penjadwalan. mendefinisikan proyek. Handoko (1999:98) menyatakan tujuan manajemen proyek adalah sebagai berikut: a. dan organisasi tim-nya. kebutuhan sumber daya manusia (manpower planning). b. Tepat waktu (on time) yaitu waktu atau jadwal yang merupakan salah satu sasaran utama proyek. dan anggaran. Perusahaan juga merevisi atau mengubah rencana dan menggeser atau mengelola kembali sumber daya agar dapat memenuhi kebutuhan waktu dan biaya. keterlambatan akan mengakibatkan kerugian. c. yaitu : a. uang. Fase ini mencakup penetapan sasaran. b. 2005). Proses pengendalian (controlling). Pengendalian. dan bahan untuk kegiatan khusus dan menghubungkan masing-masing kegiatan satu dengan yang lainnya. yaitu a. Fase ini menghubungkan orang. kualitas. c. Perencanaan. Manajemen Proyek meliputi tiga fase (Heizer dan Render. kehilangan kesempatan produk memasuki pasar. seperti penambahan biaya. anggaran (budgeting). . biaya. Tepat spesifikasi (on specification) dimana proyek harus sesuai dengan spesifikasi yang telah ditetapkan. Tepat anggaran (on budget) yaitu biaya yang harus dikeluarkan sesuai dengan anggaran yang telah ditetapkan.15 bagi perencanaan yang lain.

Jaringan Kerja Network planning (Jaringan Kerja) pada prinsipnya adalah hubungan ketergantungan antara bagian-bagian pekerjaan yang digambarkan atau divisualisasikan dalam diagram network. jumlah waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan berbagai tahap suatu proyek dianggap diketahui dengan pasti. Simbol-simbol yang digunakan dalam menggambarkan suatu network . yakni metode untuk merencanakan dan mengawasi proyekproyek merupakan sistem yang paling banyak dipergunakan diantara semua sistem lain yang memakai prinsip pembentukan jaringan. CPM merupakan analisa jaringan kerja yang berusaha mengoptimalkan biaya total proyek melalui pengurangan atau percepatan waktu penyelesaian total proyek yang bersangkutan.CPM). sehingga dapat dijadikan dasar untuk melakukan pekerjaan selanjutnya dan dapat dilihat pula bahwa suatu pekerjaan belum dapat dimulai apabila kegiatan sebelumnya belum selesai dikerjakan.1.16 2.3 CPM Pengertian CPM Menurut Levin dan Kirkpatrick (1972). demikian pula hubungan antara sumber yang digunakan dan waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan proyek. Dengan demikian dapat dikemukakan bagian-bagian pekerjaan yang harus didahulukan. Dengan CPM. metode Jalur Kritis (Critical Path Method . CPM adalah model manajemen proyek yang mengutamakan biaya sebagai objek yang dianalisis (Siswanto. 2007).

2005) : a. tak perlu menggunakan skala. mewakili sebuah kegiatan atau aktivitas yaitu tugas yang dibutuhkan oleh proyek. peralatan. Kegiatan di sini didefinisikan sebagai hal yang memerlukan duration (jangka waktu tertentu) dalam pemakaian sejumlah resources (sumber tenaga. b. Dummy di sini berguna untuk membatasi mulainya kegiatan seperti . menyatakan kegiatan semu atau dummy activity. Sebuah kejadian mewakili satu titik dalam waktu yang menyatakan penyelesaian beberapa kegiatan dan awal beberapa kegiatan baru. Kepala anak panah menunjukkan arah tiap kegiatan. Titik awal dan akhir dari sebuah kegiatan karena itu dijabarkan dengan dua kejadian yang biasanya dikenal sebagai kejadian kepala dan ekor. Kegiatan-kegiatan yang berawal dari saat kejadian tertentu tidak dapat dimulai sampai kegiatan-kegiatan yang berakhir pada kejadian yang sama diselesaikan. yang menunjukkan bahwa suatu kegiatan dimulai pada permulaan dan berjalan maju sampai akhir dengan arah dari kiri ke kanan. Baik panjang maupun kemiringan anak panah ini samabsekali tidak mempunyai arti. c. (lingkaran kecil/simpul/node). Jadi.17 adalah sebagai berikut (Hayun. Kejadian (event) didefinisikan sebagai ujung atau pertemuan dari satu atau beberapa kegiatan. material. (anak panah terputus-putus). biaya). Suatu kejadian harus mendahulukan kegiatan yang keluar dari simpul/node tersebut. mewakili sebuah kejadian atau peristiwa atau event. Setiap anak panah memiliki peranan ganda dalam mewakili kegiatan dan membantu untuk menunjukkan hubungan utama antara berbagai kegiatan. (anak panah/busur).

Bedanya dengan kegiatan biasa ialah bahwa kegiatan dummy tidak memakan waktu dan sumbar daya. maka hubungan antara kegiatan tersebut dapat di lihat pada gambar 2. jadi waktu kegiatan dan biaya sama dengan nol. c. 2005) : a.18 halnya kegiatan biasa. Jika kegiatan A harus diselesaikan dahulu sebelum kegiatan B dapat dimulai dan kegiatan C dimulai setelah kegiatan B selesai. merupakan kegiatan pada lintasan kritis. Diagram hanya memiliki sebuah saat paling cepat dimulainya kejadian (initial event) dan sebuah saat paling cepat diselesaikannya kejadian (terminal event). Nama suatu aktivitas dinyatakan dengan huruf atau dengan nomor kejadian. hanya boleh digambarkan satu anak panah. Dalam penggunaannya. panjang dan kemiringan dummy ini juga tak berarti apa-apa sehingga tidak perlu berskala. b. simbol-simbol ini digunakan dengan mengikuti aturan-aturan sebagai berikut (Hayun. Adapun logika ketergantungan kegiatan-kegiatan itu dapat dinyatakan sebagai berikut : a. Aktivitas harus mengalir dari kejadian bernomor rendah ke kejadian bernomor tinggi. d. Di antara dua kejadian (event) yang sama.2. (anak panah tebal). d. .

maka dapat di lihat pada gambar 2. Gambar 2.19 Gambar 2. 2006 b.4. Jika kegiatan A dan B harus dimulai sebelum kegiatan C dan D maka dapat di lihat pada gambar 2. Jika kegiatan A dan B harus selesai sebelum kegiatan C dapat dimulai.2 Kegiatan A pendahulu kegiatan B & kegiatan B pendahulu kegiatan C A B C Sumber : Operations Management.4 Kegiatan A dan B merupakan pendahulu kegiatan C dan D . Gambar 2. 1999 c.3.3 Kegiatan A dan B merupakan pendahulu kegiatan C A C B Sumber : Manajemen Proyek : Dari Konseptual Sampai Operasional.

1999 Fungsi dummy ( ) di atas adalah memindahkan seketika itu juga (sesuai dengan arah panah) keterangan tentang selesainya kegiatan B. 1999 d. Jika kegiatan A dan B harus selesai sebelum kegiatan C dapat dimulai. tetapi D sudah dapat dimulai bila kegiatan B sudah selesai.20 A B C D Sumber : Manajemen Proyek : Dari Konseptual Sampai Operasional. maka dapat dilihat pada gambar 2. Gambar 2.5 Kegiatan B merupakan pendahulu kegiatan C dan D A Dummy C B D Sumber : Manajemen Proyek : Dari Konseptual Sampai Operasional.5. .

maka masing-masing harus digambarkan dummy seperti pada gambar 2. Jika kegiatan A.7.6 Gambar yang salah bila kegiatan A. Gambar 2. . maka kita tidak boleh menggambarkannya seperti pada gambar 2. 1999 1 2 Untuk membedakan ketiga kegiatan itu.6. dan C mulai dan selesai pada lingkaran kejadian yang sama.B.21 e. B dan C mulai dan selesai pada kejadian yang sama A B C Sumber : Operation Research Model-model Pengambilan Keputusan.

titik menunjukkan kegiatan. sedangkan pada AOA.22 Gambar 2. Pada pendekatan AON. B. dan C mulai dan selesai pada kejadian yang sama 2 A 1 C 3 atau B 4 2 A 1 C 3 B 4 Sumber : Operation Research Model-model Pengambilan Keputusan. panah menunjukkan kegiatan.7 Kegiatan A. .8 mengilustrasikan kedua pendekatan tersebut. 1999 Menurut Heizer dan Render (2005). Gambar 2. ada dua pendekatan untuk menggambarkan jaringan proyek. yaitu kegiatan-pada-titik (activity-on-node – AON) dan kegiatan-pada-panah (activity-on-arrow – AOA).

23 Gambar 2. LS dan LF ditentukan selama backward pass. terdiri atas forward pass dan backward pass. ES dan EF ditentukan selama forward pass. digunakan dua proses two-pass. ES (earliest start) adalah waktu terdahulu suatu . 2004 Lintasan Kritis Heizer dan Render (2005) menjelaskan bahwa dalam dalam melakukan analisis jalur kritis.8 Perbandingan Dua Pendekatan Menggambarkan Jaringan Kerja Sumber : Principles of Operations Management.

EF (earliest finish) merupakan waktu terdahulu suatu kegiatan dapat selesai. kemudian jumlah waktu slack (slack time) dapat ditentukan.……… (2..4) Setelah waktu terdahulu dan waktu terakhir dari semua kegiatan dihitung.24 kegiatan dapat dimulai.1) EF = ES + Waktu kegiatan ………………………. (2.6) . Slack adalah waktu yang dimiliki oleh sebuah kegiatan untuk bisa diundur. 2005)..5) atau Slack = LF – EF ………………………………….3) LS = LF – Waktu kegiatan …………………………………. tanpa menyebabkan keterlambatan proyek keseluruhan (Heizer dan Render. (2. LS (latest start) adalah waktu terakhir suatu kegiatan dapat dimulai sehingga tidak menunda waktu penyelesaian keseluruhan proyek. Slack = LS – ES …………………………………. dengan asumsi semua pendahulu sudah selesai.…………………….…………………….. ES = Max {EF semua pendahulu langsung}…………………….…………………….2) LF = Min {LS dari seluruh kegiatan yang langsung mengikutinya}…… (2.…………. (2. (2. LF (latest finish) adalah waktu terakhir suatu kegiatan dapat selesai sehingga tidak menunda waktu penyelesaian keseluruhan proyek..

Lintasan kritis (Critical Path) melalui aktivitas-aktivitas yang jumlah waktu pelaksanaannya paling lama. Menurut Badri (1997).Metode Jalur Kritis) dikenal dengan adanya jalur kritis. Jalur kritis terdiri dari rangkaian kegiatan kritis. lintasan kritis adalah lintasan yang paling menentukan waktu penyelesaian proyek secara keseluruhan.1997). manfaat yang didapat jika mengetahui lintasan kritis adalah sebagai berikut : .25 Gambar 2. Jadi. digambar dengan anak panah tebal (Badri.9 Notasi yang Digunakan pada Node Kegiatan Nama Kegiatan atau Simbol Mulai Terdahulu A ES LS EF LF Selesai Terdahulu Mulai Terakhir Selesai 2 Terakhir Lamanya Kegiatan Sumber : Operations Management : Manajemen Operasi. dimulai dari kegiatan pertama sampai pada kegiatan terakhir proyek (Soeharto. 2005 Dalam metode CPM (Critical Path Method . 1999). yaitu jalur yang memiliki rangkaian komponen-komponen kegiatan dengan total jumlah waktu terlama.

Menurut Yamit (2000). Proyek dapat dipercepat penyelesaiannya. atau disebut juga kegiatan kritis. Penundaan pekerjaan pada lintasan kritis menyebabkan seluruh pekerjaan proyek tertunda penyelesaiannya. . d. c.1. bila pekerjaan-pekerjaan yang ada pada lintasan kritis dapat dipercepat. Pengawasan atau kontrol dapat dikontrol melalui penyelesaian jalur kritis yang tepat dalam penyelesaiannya dan kemungkinan di trade off (pertukaran waktu dengan biaya yang efisien) dan crash program (diselesaikan dengan waktu yang optimum dipercepat dengan biaya yang bertambah pula) atau dipersingkat waktunya dengan tambahan biaya lembur.4 PERT PERT atau Project Evaluation and Review Technique adalah sebuah model Management Science untuk perencanaan dan pengendalian sebuah proyek (Siswanto. Ini memungkinkan bagi manajer/pimpro untuk memindahkan tenaga kerja. b. Time slack atau kelonggaran waktu terdapat pada pekerjaan yang tidak melalui lintasan kritis. alat. 2007). 2. Kegunaan jalur kritis adalah untuk mengetahui kegiatan yang memiliki kepekaan sangat tinggi atas keterlambatan penyelesaian pekerjaan. dan biaya ke pekerjaan-pekerjaan di lintasan kritis agar efektif dan efisien.26 a. Apabila kegiatan keterlambatan proyek maka akan memperlambat penyelesaian proyek secara keseluruhan meskipun kegiatan lain tidak mengalami keterlambatan.

dalam PERT digunakan distribusi peluang berdasarkan tiga perkiraan waktu untuk setiap kegiatan. maka PERT direkayasa untuk menghadapi situasi dengan kadar ketidakpastian (uncertainty) yang tinggi pada aspek kurun waktu kegiatan (Soeharto. . dan waktu pesimis dinyatakan oleh huruf b. waktu realistis oleh huruf m. 1999).27 Teknik PERT (Project Evaluation and Review Technique) adalah suatu metode yang bertujuan untuk mengurangi adanya penundaan. waktu pesimis adalah suatu perkiraan waktu yang lain yang mempunyai kemungkinan sangat kecil untuk dapat direalisasikan. kemungkinan terjadinya juga hanya satu kali dalam 100. Teknik ini memungkinkan dihasilkannya suatu pekerjaan yang terkendali dan teratur. serta mengkoordinasikan berbagai bagian suatu pekerjaan secara menyeluruh dan mempercepat selesainya proyek. Bila CPM memperkirakan waktu komponen kegiatan proyek dengan pendekatan deterministik satu angka yang mencerminkan adanya kepastian. maupun gangguan produksi. kemungkinan terjadinya hanya satu kali dari 100. Perkiraan waktu optimis biasanya dinyatakan oleh huruf a. dan waktu realistis. Levin dan Kirkpatrick (1972) menjelaskan bahwa waktu optimis adalah perkiraan waktu yang mempunyai kemungkinan yang sangat kecil untuk dapat dicapai. sedangkan waktu realistis atau waktu yang paling mungkin adalah waktu yang berdasarkan pikiran estimator. Menurut Heizer dan Render (2005). antara lain waktu optimis . waktu pesimis . karena jadwal dan anggaran dari suatu pekerjaan telah ditentukan terlebih dahulu sebelum dilaksanakan.

dan b bagi masing-masing kegiatan. . dan m. b. maka data demikian akan berguna untuk bahan pembanding dan banyak membantu mendapatkan hasil yang lebih meyakinkan. maka beberapa hal perlu diperhatikan dalam menentukan angka estimasi. Estimator perlu mengetahui fungsi dari a. m. m. c. Dari kurva distribusi (gambar 2. Kurva waktu yang menghasilkan puncak kurva adalah m. jangan sampai dipengaruhi atau dihubungkan dengan target kurun waktu penyelesaian proyek. Di dalam proses estimasi angka-angka a.28 Menurut Soeharto (1999). Bila tersedia data-data pengalaman masa lalu (historical record). b.10) dapat dijelaskan arti a. Kurva a dan b terletak di pinggir kanan kiri dari kurva distribusi. dan b dalam metode PERT. dan b dalam hubungannya dengan perhitungan-perhitungan dan pengaruhnya terhadap metode PERT. mengingat besarnya pengaruh angka-angka a. diantaranya : a. m. yang menandai batas rentang waktu kegiatan.

10 Tiga Macam Taksiran Waktu pada Distribusi Beta Sumber : Operations Research Jilid 2. sedangkan jumlah waktu yang paling mungkin (m) adalah 4 kali lebih besar dari dua peristiwa lainnya (gambar 2. b. Angka te adalah angka rata-rata jika kejadian tersebut dikerjakan berulang dalam jumlah besar. yaitu a.29 Gambar 2. Dalam menentukan angka te dipakai asumsi bahwa kemungkinan terjadinya peristiwa optimis (a) dan pesimis (b) adalah sama. dihubungkan menjadi satu angka yang disebut te atau kurun waktu yang diharapkan. 2007 Ketiga angka perkiraan waktu tadi. .11). m.

a. sedangkan pada CPM hanya memiliki satu jenis . PERT digunakan pada perencanaan dan pengendalian proyek yang belum pernah dikerjakan.30 Gambar 2. dan b dalam Distribusi Beta Sumber : Operations Research Jilid 2. terlama serta terlayak. b. Pada PERT digunakan tiga jenis waktu pengerjaan yaitu yang tercepat. waktu dan biaya setiap unsur kegiatan telah diketahui oleh evaluator. Nilai Tengah.1. sedangkan CPM digunakan untuk menjadwalkan dan mengendalikan aktivitas yang sudah pernah dikerjakan sehingga data.11 Expected Value.5 Perbedaan PERT dan CPM Pada prinsipnya yang menyangkut perbedaan PERT dan CPM adalah sebagai berikut : a. 2007 2. m.

keadaan lapangan. Dalam PERT anak panah menunjukkan tata urutan (hubungan presidentil). 2.1. 2006). 2.1. sedangkan pada CPM menekankan tepat biaya.31 informasi waktu pengerjaan yaitu waktu yang paling tepat dan layak untuk menyelesaikan suatu proyek. serta keterampilan tenaga kerja yang melaksanakan pekerjaan proyek. sedangkan optimasi (optimalisasi) diartikan sebagai pengoptimalan. sebab dengan penyingkatan waktu maka biaya proyek turut mengecil. sedangkan pada CPM tanda panah adalah kegiatan.7 Analisis Optimasi Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia. c. . metode kerja (construction method).6 Durasi Proyek Durasi proyek adalah jumlah waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan seluruh pekerjaan proyek (Maharany dan Fajarwati. yaitu analisis dan optimasi. Analisis (analisis data) diartikan sebagai penelaahan dan penguraian atas data hingga menghasilkan simpulansimpulan. Maharany dan Fajarwati (2006) menjelaskan bahwa faktor yang berpengaruh dalam menentukan durasi pekerjaan adalah volume pekerjaan. perbuatan untuk menghasilkan yang paling baik. d. pengertian analisis optimasi dipecah menjadi dua. Pada PERT yang ditekankan tepat waktu. cara. yaitu proses.

yaitu a. Dalam penelitian ini. Waktu penyelesaian yang dipercepat atau waktu cepat (Wc) d.32 Maharany dan Fajarwati (2006) menjelaskan bahwa analisis optimasi merupakan suatu proses penguraian data-data awal dengan menggunakan suatu metode sebelumnya. sehingga waktu penyelesaian total dapat dikurangi disebut sebagai crashing proyek (Heizer dan Render. Kondisi yang diobservasi model CPM antara lain kondisi penyelesaian proyek secara normal dan kondisi penyelesaian proyek yang dipercepat. analisis optimasi diartikan sebagai suatu proses penguraian durasi proyek untuk mendapatkan percepatan durasi yang paling baik (optimal) dengan menggunakan berbagai alternatif ditinjau dari segi biaya. Biaya penyelesaian yang dipercepat atau biaya cepat (Bc) . Waktu penyelesaian normal atau waktu normal (Wn) b. 2005). model CPM menurunkan empat macam parameter. dari dua kondisi yang diobservasi. Proses memperpendek waktu kegiatan dalam jaringan kerja untuk mengurangi waktu pada jalur kritis. Menurut Siswanto (2007). Biaya penyelesaian normal atau biaya normal (Bn) c.

-. Setelah dilakukan percepatan waktu dengan .375. artinya dengan mengetahui berapa slope atau sudut kemiringannya.000. Menurut Soeharto (1995).33 Gambar 2.12 Empat Parameter Model CPM Biaya Bc Sifat linear pada biaya percepata n dan cost Bn slope ∆B ∆W Wc Wn Waktu Sumber : Operations Research Jilid 2. menemukan waktu optimal penyelesaian proyek fly over selama 184 hari dengan biaya Rp 700. 2007 Garis yang menghubungkan kedua titik ( ) disebut kurva waktu-biaya. maka bisa dihitung berapa besar biaya untuk mempersingkat waktu satu hari.2 Penelitian Terdahulu Metode analisis pada penelitian ini merujuk pada penelitian yang dilakukan oleh Anggara Hayan (2005) dalam “Perencanaan dan Pengendalian Proyek dengan Metode PERT-CPM : Studi Kasus Fly Over Ahmad Yani. jika diketahui bentuk kurva waktu-biaya suatu kegiatan. 2. Karawang”.

dapat diketahui bahwa percepatan durasi pada pembangunan gedung laboratorium SD Model Kabupaten Kuningan adalah 42 hari atau 24% dari durasi normal dengan pengurangan total biaya proyek sebesar Rp 22. Penelitian yang dilakukan oleh Retno Maharesi (2002) dalam ”Penjadwalan Proyek dengan Menggabungkan Metode PERT dan CPM”.837.370.20% dari total biaya proyek normal.02. Jika terjadi reevaluasi kegiatan atau waktu yang dijadwalkan.34 menggunakan jaringan kerja. menyatakan bahwa problem penjadwalan aktivitas proyek dapat diminimalkan dengan memaksimalkan peggunaan informasi yang relevan untuk estimasi durasi waktu setiap kegiatan. Percepatan waktu ini membuat umur proyek menjadi lebih efisien.118. maka hasil dari metode CPM juga harus dievaluasi kembali. Penelitian ini hanya membahas pembangunan gedung laboratorium saja yang berdasarkan hasil analisis biaya total proyek minimalnya sebesar Rp 1. Berdasarkan hasil analisis. umur proyek berkurang selama 43 hari.86 dan durasi optimal 125 hari untuk lembur 4 jam dan 133 hari untuk lembur 2 jam dengan biaya proyek minimal Rp 1.583. Volume pekerjaan yang harus dilakukan dalam implementasi penggabungan kedua metode (PERT dan CPM) ini sulit.838.612. Penelitian terdahulu terhadap studi waktu optimal dilakukan oleh Leny Maharany dan Fajawati (2006) yang berjudul ”Analisis Optimasi Percepatan Durasi Proyek dengan Metode Least Cost Analysis”.605. namun dengan perkembangan teknologi komputasi diharapkan dapat dengan mudah diatasi. Proses evaluasi dan review dilakukan melalui kontrol pada nilai probabilitas kesuksesan jadwal di setiap event yang rendah nilainya.82 atau 1.688. .

35

Penelitian dengan metode PERT dan CPM, dilakukan oleh Ari Sandyavitri (2008) dalam ”Pengendalian Dampak Perubahan Desain Terhadap Waktu dan Biaya Pekerjaan Konstruksi”. Pemendekan durasi dilakukan dengan empat alternatif cara, yaitu dengan cara lembur, kerja bergantian, penambahan tenaga kerja baru, dan dengan pemindahan sebagian tenaga kerja dari kegiatan lain. Metode pemendekan durasi dilakukan pada kegiatan-kegiatan di lintasan kritis. Berdasarkan hasil perhitungan, didapatkan peningkatan biaya sebesar Rp 65.509.817,- akibat pemendekan durasi pelaksanaan pekerjaan dari 68 hari menjadi 53 hari dengan alternatif kerja bergantian (shift). Berbeda dengan penelitian yang dilakukan oleh Teguh Yudha Kusumah dan Silvia Kusuma Wardhani (2008) dalam “Optimasi Waktu dan Biaya pada Jaringan Kerja CPM dan PDM”, proses crashing pada jaringan kerja CPM maupun PDM menghasilkan titik optimum yang sama yaitu pada 159 hari dengan total biaya Rp 7.456.529.283,90. Proses crashing dilakukan dengan tiga alternatif cara, yaitu penambahan jam kerja, penambahan tenaga kerja, dan penambahan moulding (cetakan) untuk precast. Studi kasus pada penelitian ini adalah proyek pembangunan Rusunawa di Kabupaten Karanganyar yang direncanakan akan selesai dalam waktu 180 hari kerja dengan biaya yang diperlukan sebesar Rp 7.471.680.502,74.

36

Tabel 2.2 Rangkuman Penelitian Terdahulu Peneliti dan Tahun Penelitian Anggara Hayan, 2005 Judul Tehnik Analisis Temuan Penelitian

Retno Maharesi, 2002

Leny Maharany dan Fajawati, 2006

Waktu optimal penyelesaian proyek fly over selama 184 hari dengan biaya Rp 700.375.000,-. Umur proyek berkurang selama 43 hari. Percepatan waktu ini membuat umur proyek menjadi lebih efisien. Penjadwalan PERT, CPM Proses evaluasi dan Proyek dengan review dilakukan Menggabungkan melalui kontrol pada Metode PERT dan nilai probabilitas CPM kesuksesan jadwal di setiap event yang rendah nilainya. Jika terjadi reevaluasi kegiatan atau waktu yang dijadwalkan, maka hasil dari metode CPM juga harus dievaluasi kembali. Analisis Optimasi Least Cost Diketahui bahwa Percepatan Durasi Analysis percepatan durasi pada Proyek dengan pembangunan gedung Metode Least Cost laboratorium SD Model Analysis Kabupaten Kuningan adalah 42 hari atau 24% dari durasi normal dengan pengurangan total biaya proyek sebesar Rp 22.370.583,82 atau 1,20% dari total biaya proyek normal.

Perencanaan dan PERT, CPM Pengendalian Proyek dengan Metode PERTCPM : Studi Kasus Fly Over Ahmad Yani, Karawang

37

Peneliti dan Tahun Penelitian Ari Sandyavitri, 2008

Judul

Tehnik Analisis PERT, CPM

Temuan Penelitian

Pengendalian Dampak Perubahan Desain Terhadap Waktu dan Biaya Pekerjaan Konstruksi

Berdasarkan hasil perhitungan, didapatkan peningkatan biaya sebesar Rp 65.509.817,akibat pemendekan durasi pelaksanaan pekerjaan dari 68 hari menjadi 53 hari. Proses crashing pada jaringan kerja CPM maupun PDM menghasilkan titik optimum yang sama, yaitu terletak pada 159 hari dan biaya proyek sebesar Rp 7.456.529.283, 90.

Teguh Yudha Kusumah dan Silvia Kusuma Wardhani, 2008

Optimasi Waktu dan Biaya pada Jaringan Kerja Critical Path Method (CPM) dan Preceden Diagram Method (PDM)

CPM, PDM

Sumber: Dari berbagai penelitian terdahulu 2.3 Kerangka Pemikiran Perencanaan dan pengendalian proyek merupakan pengaturan aktivitasaktivitas melalui koordinasi waktu dalam menyelesaikan keseluruhan pekerjaan dan pengalokasian sumber daya pada masing-masing aktivitas, agar keseluruhan pekerjaan dapat diselesaikan dengan waktu dan biaya yang efisien. Manajemen proyek menetapkan dan mengkoordinasikan tujuan proyek serta merencanakan dan mengendalikan sumber daya untuk mencapai efisiensi pelaksanaan proyek. Tujuan proyek biasanya dinyatakan dalam bentuk penghematan waktu dan biaya produksi.

2010 .38 Gambar 2.13 Kerangka Pemikiran Teoritis Sumber : Dikembangkan untuk penelitian.

yaitu durasi proyek. sedangkan variabel independennya. 2006). 3. sedangkan variabel dependen adalah tipe variabel yang dijelaskan atau dipengaruhi oleh variabel independen.1 Variabel Penelitian dan Definisi Operasional Metode Penelitian merupakan suatu cara yang dilakukan dalam proses penelitian yaitu memperoleh fakta-fakta dan prinsip-prinsip dengan sabar.1 Variabel Penelitian Variabel secara umum dibagi menjadi dua.1. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah variabel waktu optimal proyek sebagai variabel dependen.2 Definisi Operasional Dalam mempermudah proses penganalisaan maka tiap variabel akan didefinisikan secara operasional. Definisi operasional merupakan penjabaran satu variabel penelitian ke dalam indikator-indikator yang terperinci.39 BAB III METODE PENELITIAN 3. . dan rencana anggaran biaya. hubungan ketergantungan antar kegiatan proyek.1. yaitu variabel independen dan variabel dependen. hatihati. Variabel independen merupakan tipe variabel yang menjelaskan atau mempengaruhi variabel lain. 3. dan matematis untuk mewujudkan kebenaran (Ferdinand.

yang merupakan penjabaran perencanaan proyek menjadi urutan langkah-langkah kegiatan untuk mencapai sasaran. Waktu optimal proyek Waktu dalam hal ini adalah lamanya suatu rangkaian ketika proses berlangsung. aspek biaya diperhitungkan dengan membuat hubungan biaya dan waktu (duration) untuk setiap aktifitas yang dilakukan. Durasi proyek Durasi proyek adalah jumlah waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan seluruh pekerjaan proyek. Hubungan ketergantungan antar kegiatan proyek Hubungan ketergantungan antar kegiatan proyek terkait dengan kegiatan mana yang harus didahulukan atau dikerjakan dan dapat dilihat pula bahwa suatu kegiatan belum dapat dimulai apabila kegiatan sebelumnya belum selesai dikerjakan. . c. d.40 Definisi operasional dari variabel penelitian adalah sebagai berikut : a. Dalam mengerjakan suatu proyek. supervisi dan lain-lain. Biaya dalam hal ini hanya biaya langsung saja. Rencana anggaran biaya proyek Biaya proyek adalah anggaran yang dikeluarkan untuk pelaksanaan proyek. b. tidak termasuk biaya administrasi. dalam hal ini merupakan penggunaan dana untuk melaksanakan pekerjaan dalam kurun waktu tertentu. Waktu optimal proyek adalah jumlah waktu penyelesaian proyek yang terbaik atau waktu yang relatif singkat.

1994). dan data lain yang berhubungan dengan permasalahan penelitian. dan menafsirkan data yang diperoleh (Hadi. 1999). data tidak dinyatakan dalam bentuk angka. . Dalam penelitian ini diperlukan data mengenai kegiatan proyek dan hubungan ketergantungan antar kegiatan. data perkiraan kebutuhan tenaga kerja proyek. Data Kualitatif. khususnya pengujian hipotesis yang dirumuskan sebelumnya dengan menggunakan metode statistika untuk mengukur dan membuktikan penelitian (Sugiyono.1 Jenis Data Jenis data dalam penelitian ini berupa : a. Data Kuantitatif.2 Jenis dan Sumber Data 3. jadwal pelaksanaan proyek. merupakan data yang hanya dapat diukur secara tidak langsung.41 3. b. tetapi diuraikan dengan cara memberikan pengertian. Hubungan ketergantungan sangat diperlukan karena dengan diketahuinya hubungan ketergantungan ini maka kegiatan yang harus didahulukan dapat dikerjakan dan dapat dijadikan dasar untuk melakukan kegiatan selanjutnya dan dapat dilihat pula bahwa suatu kegiatan belum dapat dimulai apabila kegiatan sebelumnya belum selesai dikerjakan. Dalam penelitian ini data yang diperlukan adalah data mengenai waktu kegiatan. yaitu data dengan menggunakan pengukuran-pengukuran dan pembuktian-pembuktian.2. biaya proyek. penerangan.

2. diamati. metode pengumpulan data dimaksudkan untuk memperoleh bahan-bahan yang relevan. Data sekunder diperoleh dari Biro Statistik. 3. dokumen-dokumen perusahaan atau organisasi.42 c. penelitian dilakukan pada proyek pembangunan Twin Tower Building (TTB) 6 Lantai Pasca Sarjana Universitas Diponegoro dan mengambil bahan penelitian dari schedule (jadwal) pelaksanaan proyek dan rencana anggaran biaya (RAB) proyek.3 Metode Pengumpulan Data Dalam melakukan penelitian. Dalam suatu penelitian ilmiah. 2005). Data Sekunder. surat kabar dan majalah. . 2005). d. ataupun publikasi lainnya (Marzuki. data yang dikumpulkan akan digunakan untuk memecahkan masalah yang ada sehingga data tersebut harus benar-benar dapat dipercaya dan akurat. Data tersebut diperoleh dari kontraktor pelaksana. akurat. merupakan data yang diperoleh secara langsung dari sumbernya. dan terpercaya. Data Primer. Biasanya sudah dalam bentuk publikasi seperti data yang diperoleh dari situasi-situasi internet dan data lainnya yang berhubungan langsung dengan objek yang diteliti sebagai sumber perhitungan sehingga menjadi data yang siap digunakan. 3. merupakan data yang bukan diusahakan sendiri pengumpulannya oleh peneliti. dan di catat untuk pertama kalinya (Marzuki.2 Sumber Data Dalam penelitian ini.

Optimalisasi waktu dan biaya yang akan dilakukan adalah mempercepat durasi proyek dengan penambahan biaya yang seminimal mungkin. b. maupun pendapat responden) (Subiyanto. majalah. terminologi proses crashing adalah dengan . internet. 2008) c. Studi Pustaka Pengumpulan data yang dilakukan dengan membaca buku-buku literatur. 2000). Observasi Observasi adalah pengamatan dan pencatatan secara teliti dan sistematis atas gejala-gejala (fenomena) yang sedang diteliti (Soeratno dan Arsyad. Menurut Kusumah dan Wardhani (2008). 3. Salah satu cara untuk mempercepat durasi proyek dalam istilah asingnya adalah crashing. jurnal-jurnal. dan penelitian terdahulu yang berkaitan dengan penelitian yang sedang dilakukan. fakta. Wawancara Wawancara sebagai tehnik pencarian dan pengumpulan informasi dilakukan dengan mendatangi secara langsung kepada para responden untuk dimintai keterangan mengenai sesuatu yang diketahuinya (bisa mengenai suatu kejadian.43 Metode pengumpulan data yang dipergunakan pada penelitian ini adalah: a. Umur rencana proyek biasanya lebih pendek daripada umur pelaksanaan proyek.4 Metode Analisis Keadaan yang dihadapi disini adalah adanya perbedaan umur pelaksanaan proyek dengan umur rencana proyek yang telah ditetapkan.

Cara-cara tersebut misalnya : a. Melaksanakan kerja lembur d. Menambah ketersediaan material Hal tersebut tentunya akan menambah biaya. Menambah atau mengganti peralatan e. Estimasi waktu penyelesaian suatu proyek dapat diketahui dengan cara : a. Ada beberapa cara untuk mempercepat suatu kegiatan.44 mereduksi durasi suatu pekerjaan yang akan berpengaruh terhadap waktu penyelesaian proyek. Menambah sumber daya manusia c. dalam hal ini optimalisasi waktu dibatasi oleh peningkatan biaya maksimal 1% dari total biaya pembangunan Twin Tower Building (TTB) 6 Lantai Pasca Sarjana Universitas Diponegoro. Penambahan biaya ini akan memberikan suatu besaran perbedaan biaya akibat percepatan waktu sesuai dengan banyak waktu percepatannya. Single duration estimate atau perkiraan waktu (durasi) tunggal untuk setiap kegiatan (pendekatan CPM) . Proses crashing dipusatkan pada kegiatan yang berada pada lintasan kritis. Perubahan hubungan logika ketergantungan antar kegiatan b. Percepatan durasi dapat dilakukan pada kegiatan-kegiatan yang dilalui oleh lintasan kritis. Tehnik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan pendekatan PERT dan CPM. sehingga didapat alternatif terbaik sesuai dengan kondisi kontraktor pelaksana.

45 b.4. Triple duration estimate. Jumlah sumber daya yang tersedia tidak merupakan kendala. kemudian pada tahap berikutnya. Menurut Soeharto (1999).1 Metode CPM Menurut Heizer dan render (2006). dalam menganalisis proses crashing digunakan asumsi berikut : a. Sumber daya ini dapat berupa tenaga kerja. CPM membuat asumsi bahwa waktu kegiatan diketahui pasti. . diadakan pengkajian lebih lanjut untuk memperpendek kurun waktu. Bila diinginkan waktu penyelesaian lebih cepat. maka sumber daya akan bertambah. yaitu cara perkiraan waktu yang didasarkan atas tiga jenis durasi waktu. Ini berarti dalam menganalisis program mempersingkat waktu. material peralatan. 3. b. waktu pesimis (b). atau bentuk lainnya yang dapat dinyatakan dalam sejumlah dana. namun terdapat perbedaan mendasar antara keduanya. yaitu waktu optimis (a). prinsip penyusunan jaringan kerja pada metode PERT dan CPM adalah sama. Pada CPM dipakai cara “deterministik”. dan waktu realistis (m) (pendekatan PERT). misalnya dengan menambah biaya atau time cost trade-off atau crash program. yaitu memakai satu angka estimasi. yaitu terletak pada konsep biaya yang dikandung CPM yang tidak ada di dalam metode PERT. alternatif yang akan dipilih tidak dibatasi oleh tersedianya sumber daya. Jadi. disini kurun waktu untuk menyelesaikan pekerjaan dianggap diketahui. Menurut Agustini dan Rahmadi (2004). hingga hanya diperlukan satu faktor waktu untuk tiap kegiatan.

semua jalur harus dilewati. Mengidentifikasi jalur kritis (critical path) dan float pada jaringan kerja. Untuk menyelesaikan proyek. dan jalur terpanjang itu disebut jalur kritis. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut : a. . langkah selanjutnya adalah melakukan percepatan proyek. 1999) : a. d. c. Jalur terpanjang yang melewati. harus ditentukan jumlah waktu yang dibutuhkan berbagai jalur tersebut. Menentukan waktu percepatan dan menghitung biaya tambahan untuk percepatan setiap kegiatan. Memberikan perkiraan kurun waktu bagi masing-masing kegiatan yang dihasilkan dari penguraian lingkup proyek. Menyusun kembali komponen-komponen pada butir 1. menjadi mata rantai dengan urutan yang sesuai logika ketergantungan. Jika aktivitas pada jalur terpanjang itu ditunda. menguraikan. b.46 Sistematika dari proses penyusunan jaringan kerja (network) adalah sebagai berikut (Soeharto. Jalur ( path ) merupakan serangkaian aktivitas berhubungan yang bermula dari node awal ke node penyelesaian/ akhir. Setelah jalur kritis diketahui. menentukan total watu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan proyek. Mengkaji dan mengidentifikasi lingkup proyek. Oleh karena itu. maka seluruh proyek akan mengalami keterlambatan. Untuk menentukan waktu penyelesaian proyek. memecahkannya menjadi kegiatan-kegiatan atau kelompok kegiatan yang merupakan komponen proyek. maka harus diidentifikasi apa yang disebut jalur kritis. Aktivitas jalur terpanjang merupakan aktivitas jalur kritis.

Ulangi langkah kedua dan berhenti melakukan upaya percepatan apabila terjadi pertambahan lintasan kritis. c. Apabila terdapat lebih dari satu lintasan kritis. d. Hitung biaya keseluruhan akibat percepatan untuk mengetahui total biaya proyek yang dikeluarkan. kebutuhan sumber . Usahakan agar tidak terjadi penambahan atau pemindahan jalur kritis apabila diadakan percepatan durasi pada salah satu kegiatan. Biaya yang dihitung adalah biaya langsung. e. maka upaya percepatan dilakukan serentak pada semua aktivitas yang berada pada lintasan kritis. penentuan waktu penyelesaian kegiatan merupakan salah satu kegiatan awal yang sangat penting karena penentuan waktu tersebut akan menjadi dasar bagi penyusunan jadwal. maka waktu penyelesaian keseluruhan tidak akan berkurang. f. Mempercepat waktu penyelesaian proyek dengan mengutamakan kegiatan kritis yang memiliki slope biaya terendah.4.2 Metode PERT Dalam manajemen proyek. Aspek biaya dalam penjadwalan proyek diperhitungkan karena adanya hubungan ketergantungan antara durasi waktu dengan biaya. Upaya percepatan dihentikan apabila aktivitas-aktivitas pada lintasan kritis telah jenuh seluruhnya (tidak mungkin ditekan lagi). anggaran.47 b. Apabila upaya percepatan dilakukan pada aktivitas-aktivitas yang tidak berada pada lintasan kritis. 3. Susun kembali jaringan kerjanya.

serta dasar bagi proses pengendalian (Siswanto. tetapi juga digunakan untuk memperbaiki efisiensi pengerjaan proyek-proyek segala ukuran. 2007). Menurut Handoko (1999). menggunakan taksiran-taksiran waktu untuk menentukan waktu penyelesaian suatu kegiatan agar lebih realistik. PERT menggunakan unsur probability. Digunakan asumsi bahwa waktu penyelesaian kegiatan bervariasi dan bergantung pada banyak faktor. penentuan waktu yang tidak akurat akan dapat mengganggu proses manajemen selanjutnya. disebutkan bahwa PERT. triple duration estimate merupakan dasar perhitungan untuk PERT yang mempunyai asumsi dasar bahwa suatu kegiatan dilakukan berkali-kali. maka actual time akan membentuk distribusi beta dimana optimistic (waktu optimis) dan pessimistic duration (waktu pesimis) merupakan buntut (tail). Oleh karena itu. tetapi juga dalam hal pengkoordinasian dan pengendalian kegiatan-kegiatan. Dalam Siswanto (2007). dan sumber organisasi lainnya. sedangkan most likely duration (waktu realistis) adalah mode dari distribusi beta tersebut. penekanan diarahkan kepada usaha mendapatkan kurun waktu yang paling baik (ke arah yang lebih akurat). Menurut Hayan (2005). Pada PERT. PERT mengatasi masalah variabilitas waktu aktivitas saat melakukan penjadwalan proyek. Dalam Heizer dan Render (2006). PERT bukan hanya berguna untuk proyek-proyek raksasa yang memerlukan waktu tahunan dan ribuan pekerja. Metode PERT digunakan dalam penelitian ini karena PERT memegang peranan yang sangat penting bukan hanya dalam hal peningkatan akurasi penentuan waktu kegiatan. melalui distribusi beta. Kemudian diasumsikan pendekatan dari durasi rata-rata yang disebut expected return (te) dengan rumus .48 daya manusia.

3) V(te) = varians kegiatan . 1999). maka jalur kritis dapat diidentifikasi.. dirumuskan sebagai berikut : Deviasi standar kegiatan : S = 1 (b − a ) 6 ……………………………………… (3. (3. (3.2) S a b = deviasi standar kegiatan = waktu optimis = waktu pesimis Untuk variasi kegiatan dirumuskan : Varians kegiatan : 2 V (te ) = S = b−a 6 2 …..49 sebagai berikut : Te = a + 4m + b 6 te a m b ………………………………………. Pada jalur kritis berlaku slack = 0 (Soeharto.…………………………………. Besarnya ketidakpastian tergantung pada besarnya angka a dan b.1) = expected duration = waktu optimis = waktu realistis = waktu pesimis Dengan menggunakan konsep te. Rentang waktu pada tiga angka estimasi PERT menandai derajat ketidakpastian dalam estimasi kurun waktu.

.......(3.......4) = angka kemungkinan mencapai target = target jadwal = jumlah waktu kegiatan kritis = deviasi standar kegiatan Angka z merupakan angka probabilitas yang persentasenya dapat dicari dengan menggunakan tabel distribusi normal kumulatif z.......................50 S a b = deviasi standar kegiatan = waktu optimis = waktu pesimis Untuk mengetahui kemungkinan mencapai target jadwal dapat dilakukan dengan menghubungkan antara waktu yang diharapkan (TE) dengan target T(d) yang dinyatakan dengan rumus : T ( d ) − TE S z T(d) TE S z= ...................... .....

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful