Spesifikasi Perkerjan tiang Pancang

BAB 2 - STRUKTUR PEKERJAAN PONDASI TIANG PANCANG
PASAL 1 - UMUM 1.1. Persyaratan-Persyaratan Umum A. Kecuali ditentukan lain semua pekerjaan pada bab ini, seperti terlihat atau terperinci harus sesuai dengan persyaratan dari seluruh bagian dari kontrak dokumen. Pekerjaan ini meliputi pekerjaan setting out (penentuan titik posisi tiang dilapangan sesuai dengan gambar rencana), mobilisasi dan demobilisasi alat, pengadaan dan pemancangan tiang pancang beton bertulang termasuk percobaan beban pada tiang, penggalian setempat dan pemotongan kepala tiang. Panjang tiang yang dicantumkan pada gambar adalah sebagai petunjuk untuk kontraktor, tetapi kontraktor harus memutuskan panjang tiang yang sebenarnya yang diperlukan untuk mencapai persyaratan pemancangan. Laporan penyelidikan tanah dan percobaan pemancangan tiang pendahuluan akan diberikan pada Kontraktor pekerjaan pondasi. 1.2. Lingkup Pekerjaan A. Pekerjaan yang berhubungan : Kontraktor bertanggung jawab atas fasilitas-fasilitas yang berkepentingan untuk pekerjaan ini seperti jalan-jalan diproyek, tempat penumpukan tiang, galian pada setiap titik, perlindungan terhadap fasilitas-fasilitas yang telah ada seperti pipa air, kabel tilpon, kabel listrik, pipa gas, saluran-saluran umum dan fasilitas-fasilitas lainnya baik yang berada dilokasi proyek maupun dilokasi yang bersebelahan dengan proyek. B. Pekerjaan yang termasuk : Pekerjaan Pondasi Tiang Pancang ini harus terdiri dari hal-hal berikut : 1. 2. 3. 4. Penyediaan tiang pondasi dari beton precast Pengadaan perlengkapan termasuk tenaga kerja Pemancangan tiang pondasi. Percobaan pembebanan tiang

B.

TP-1

Spesifikasi Perkerjan tiang Pancang

5. 6. 1.3.

Penyerahan semua data seperti ditentukan dalam spesifikasi dan seperti yang diminta oleh Engineer. Pemotongan kelebihan panjang dari tiang.

Jaminan Mutu A. Standar-standar Semua bahan-bahan dan pengerjaan harus sesuai dengan standar-standar berikut : 1. 2. 3. 4. PBI 1971 SK SNI T-15-1991-03 SII 0192-83 ASTM A-416 : : : Peraturan Beton Indonesia Tata Cara Penghitungan Struktur Beton Untuk Bangunan Gedung. Mutu dan Cara Uji Elektroda Las Terbungkus Baja Karbon Rendah. : Standard Specification for Uncoated Seven Wire Stress Relieved Steel Strand for Prestress Concrete. : Standard Specification for Cold Drawn Steel Wire for Concrete Reinforcement. : Standard Test Method for Piles Under Static Axial Compressive Load. : Standard Test Method for Piles Under Lateral Loads. : Standard Test Method for Individual Piles Under Static Axial Tensile Load.

5. 6. 7. 8.

ASTM A-82 ASTM D-1143.81 (Reapproved 1987) ASTM D-3966.90 ASTM D-3689.90

B.

Jaminan Pabrik : Produksi harus secara teratur dan terus menerus serta pengiriman bahanbahan harus dari jenis yang sesuai seperti disyaratkan.

C. Jaminan Pekerja : 1. Pekerjaan pemancangan tiang ini harus dikerjakan oleh tenaga kerja dan pengawas yang berpengalaman dalam pemancangan tiang dari jenis yang diusulkan, sedemikian sehingga mampu untuk mencapai kapasitas tiang seperti yang disyaratkan pada berbagai macam kondisi tanah yang akan dijumpai. Kontraktor harus menyerahkan pernyataan tertulis kepada Engineer untuk menunjukkan bahwa pekerja yang akan terlibat dalam pekerjaan ini berpengalaman untuk pekerjaan demikian.

2.

D. Persyaratan Lapangan :
TP-2

Dalam hal diperlukan penyambung (follower). seperti yang telah disetujui oleh Engineer. menjadi tanggung jawab Kontraktor dan harus disingkirkan dari proyek. 5. metoda konstruksi. Urutan pemancangan tiang dalam satu kelompok harus sesuai dengan petunjuk "pengawas yang ditunjuk". jadwal kerja dan daftar perlengkapan kepada Engineer untuk TP-3 .4. 1. C. Kontraktor harus didukung oleh team supervisi yang dapat dipertanggung jawabkan yang dilengkapi dengan peralatan yang presisi dan sedikitnya dua orang memeriksa kelurusan dari setiap tiang selama pemancangan. 4. B. maka sepenuhnya menjadi tanggung jawab kontraktor. Sertification : Semua tiang pondasi yang dikirim ke proyek harus dilengkapi dengan sertifikat dari pabrik. Panjang tiang yang sebenarnya boleh dimodifikasi oleh Engineer setelah percobaan pembebanan tiang dan bilamana kondisi lapangan mensyaratkan perubahan demikian. Tiang-tiang pondasi harus dipancang sampai mencapai lapisan tanah keras atau sesuai dengan petunjuk "pengawas yang ditunjuk". Kontraktor bertanggung jawab untuk memancang tiang dengan ukuran dan jumlah seperti disyaratkan pada posisi seperti dinyatakan pada gambar denah lokasi tiang.5. Setiap perintah perubahan harus mendapat persetujuan tertulis dari Engineer. Kontraktor harus menyerahkan hal-hal berikut kepada Engineer. 3.Spesifikasi Perkerjan tiang Pancang 1. Gambar kerja : Kontraktor harus membuat dan menyerahkan gambar kerja. 1. Data Pabrik : Data produk dari pabrik tentang tiang harus diserahkan oleh Kontraktor untuk disetujui oleh Engineer. 2. Perubahan dan Penambahan A. Penyerahan Sedikitnya 2 (dua) minggu sebelum pekerjaan dimulai. B. A. Tiang-tiang yang rusak atau ditolak.

Panjang keseluruhan tiang harus dicantumkan dengan cat atau bahan lain yang disetujui.1. Kontraktor harus mengambil tindakan pencegahan yang diperlukan untuk mencegah kerusakan dari tiang pancang pada waktu pengangkutan. penyimpanan dan pemancangan.Spesifikasi Perkerjan tiang Pancang mendapat persetujuan. untuk dipilih dan disetujui oleh Engineer. Bahan-bahan tiang yang akan dipakai pada pekerjaan ini harus sesuai dengan persyaratan-persyaratan berikut : A. Penunjuk panjang harus diberikan pada interval setiap 1.41.0 m.5 MPa (Cylinder).6. Hasil pabrik yang dapat diterima.2.BAHAN-BAHAN/PRODUKSI 2. Tiang pancang harus ditumpuk pada tumpukan yang sesuai sehingga tidak terjadi kerusakan pada beton atau pengotoran dari permukaan. Kontraktor harus menyerahkan brosur-brosur dari beberapa pabrik yang menghasilkan jenis tiang yang sama dengan yang disyaratkan. 1. Tiang pancang harus dirawat dan disimpan sedemikian rupa sehingga tidak terjadi tegangan-tegangan yang melebihi rencana. D. C.5 m. Dimensi/Ukuran-ukuran : Jenis tiang yang dipakai adalah Tiang Beton Precast Prestress dengan ukuran 40cm x 40cm dan 35m x 35cm persegi dan panjang seperti ditunjukkan pada gambar-gambar struktur. Kondisi Kerja : A. 2. B. PASAL 2 . TP-4 . B. Bahan-bahan tiang. yang harus sudah dicapai pada waktu pemancangan. Beton Mutu beton minimum yang dipakai adalah fc' . Tumpukan harus ditempatkan pada posisi sesuai dengan petunjuk (gambar) atau telah disetujui oleh pengawas yang ditunjuk atau dalam posisi dimana kemungkinan terjadi tekanan dan deformasi sekecil mungkin. Pemberian tanda pada tiang pancang dicantumkan dengan cat pada tiap interval/jarak 0.

bright seven wire. Persiapan A. Peralatan Pemancangan 1. Cara pemancangan yang dipakai harus tidak menyebabkan kerusakan pada bentuknya. jadwal pemancangan dan prosedur kerjanya termasuk mesin pancang dan peralatan yang akan digunakan di lapangan.3. Percobaan-percobaan ataupun biaya tambah lainnya sehubungan dengan pemakaian dari bahan-bahan tersebut diatas adalah sepenuhnya tanggung jawab Kontraktor. Sebelum pekerjaan dimulai. PASAL 3 . Hammer (pemukul) harus dipilih yang sesuai untuk type tiang pancang dan sifat dari kekuatan tiang pancang tersebut. 3. Penulangan dan prestressing strands : 1. Kondisi lapangan harus diperiksa untuk meyakinkan apakah memungkinkan untuk penempatan peralatan pemancangan. Seminggu sebelum dimulainya pekerjaan Kontraktor harus mengajukan usulan mengenai urutan rencana pemancangan yang harus diatur sedemikian rupa sehingga tidak akan saling mengganggu.PELAKSANAAN 3.1. 2. Prestressing strands harus "uncoated. D. pencegah karat dan semua bahan lain yang tidak disyaratkan disini. perlengkapan las. pelaksanaan pemancangan dan percobaan beban. TP-5 . Bahan-bahan lain yang harus disediakan Penggunaan bahan-bahan khusus : Kontraktor harus mendapatkan persetujuan tertulis dalam penggunaan bahan khusus seperti bahan tambahan.Spesifikasi Perkerjan tiang Pancang C. stress relieved 270 ksi "sesuai ASTM A-416". Spiral harus dibentuk dari "cold drawn bright steel wire" sesuai ASTM A82 atau φ 6 mm U-24. 2. 2. Kotraktor harus mengajukan data lengkap dari peralatan yang akan dipergunakan.

Untuk perubahan demikian tidak ada biaya tambah.35 type). F. 3. 1. C. "Hammer" harus mempunyai persyaratan minimum : berat ram 3500 kg (Kobe . Persetujuan demikian tidak membebaskan Kontraktor dari tanggung jawabnya untuk pemancangan tiang yang lancar dan bermutu tinggi. atau mencoba untuk memindahkan atau membentuk tiang-tiang yang terpancang diluar posisi sebenarnya baik pada waktu maupun setelah pemancangan. D. Semua kerusakan.Spesifikasi Perkerjan tiang Pancang B. E.2. keterlambatan dan tambahan biaya yang disebabkan karena pemilihan metode harus ditanggung oleh Kontraktor. TP-6 . Setiap koordinat tiang harus mendapat persetujuan dari pengawas yang ditunjuk sebelum mulai pemancangan. perlengkapan. Pengawas yang ditunjuk dapat meminta perubahan urutan pemancangan dari waktu ke waktu apabila dianggap perlu. Dalam pemilihan "driving diesel hammer" haruslah dari berat yang memadai agar tidak merusak tiang. Kontraktor harus mencegah pergeseran/pergerakan dari tiang yang sudah terpancang selama tiang-tiang selanjutnya dipancang ataupun karena fasilitas-fasilitas lainnya. Pemancangan tiang harus dilakukan dalam suatu operasi yang menerus dan tidak terganggu. Tiang pancang ditempatkan pada posisi yang tepat sesuai dengan urutan kerja yang telah direncanakan. H. jadwal dan tahapan/urutan harus mendapat persetujuan dari Engineer. Kontraktor harus memancang tiap tiang pancang tepat pada ordinat yang telah ditentukan pada dokumen pelaksanaan. Metoda pemancangan. Kontraktor tidak diijinkan mendongkrak. Pemancangan Tiang A. Kontraktor harus berusaha agar semua perlengkapan siap pakai untuk menjamin pemancangan tiang tepat pada lokasinya selama pemancangan. Untuk memancang tiang harus dipakai suatu alat pukul dari jenis disel (a diesel hammer type). Alat pukul (Hammer) dan penghentian pemancangan tiang. G.

Pengukuran langsung dari set dan rebound harus memberikan kapasitas tiang yang ekivalen dengan beban kerja yang disyaratkan. Test untuk mutu tiang. Pemeriksaan naiknya kembali suatu tiang akibat pemancangan tiang didekatnya (heave check). (Pile Integrated Test) atau test sejenis yang disetujui oleh Engineer harus dilakukan. B. Tiang-tiang harus dipancang secara akurat. Tiang-tiang harus dipancang sampai mencapai kedalaman yang ditunjukkan didalam gambar struktur atau dengan final set yang disetujui dimana tidak lebih dari 20 mm untuk 10 pukulan terakhir. Periksa "heave" dengan mengukur panjang dan dengan mencatat elevasi pada masing-masing tiang segera setelah selesai pemancangan. Set harus ditentukan dilapangan. Set haruslah dibuktikan dengan dua TP-7 2.T. Apabila pada waktu pemancangan suatu tiang. Toleransi yang diijinkan untuk ketidak tepatan lokasi dan ketidak kelurusan adalah 75 mm dan 1/80. 1. lanjutkan pemeriksaan heave dan lanjutkan pemancangan sampai pengawas yang ditunjuk menyatakan bahwa pile heave teratasi. Penilaian dari kapasitas daya dukung. pada lokasi yang tepat. pada garis yang benar baik secara lateral maupun longitudinal seperti ditunjukkan pada gambar. Lakukan suatu "heave check" pada pemancangan kelompok tiang yang pertama. D. maka tidak boleh dipaksa untuk meluruskannya kembali kecuali dengan persetujuan tertulis dari pengawas yang ditunjuk. 3. Bila ujung (tip) tiang mengalami "heave" lebih dari 6 mm dari posisi asli. P. Periksa ulang elevasi-elevasi dan panjang setelah semua tiang pada suatu kelompok selesai dipancang. Tiang-tiang harus dipancang sampai mencapai "final set" yang diijinkan oleh pengawas yang ditunjuk. 4.I. Apabila ada tiang yang berubah bentuk atau bengkok. . jumlah pukulan sangat tinggi (lebih dari 2000) atau apabila tiang dicurigai retak atau patah. tiang tersebut harus dipukul lagi. C. 3.Spesifikasi Perkerjan tiang Pancang 2. Tiang-tiang harus diarahkan selama pemancangan dan bila perlu harus dibantu/diganjal untuk dapat menjaga posisi yang benar. Bila dijumpai pile heave. dan pada kelompok yang dipilih seperti ditunjukkan pada gambar.

Posisi-posisi tiang dan ketidak lurusan harus didata oleh Kontraktor dan diserahkan kepada pengawas yang ditunjuk pada waktu berlangsungnya pekerjaan dan persetujuan akhir diberikan oleh pengawas yang ditunjuk dalam waktu tiga hari sesudah tiang yang terakhir selesai dipancang. Pendataan pemancangan tiang. set dan rebound dari setiap tiang harus mengikuti persetujuan Engineer. Sampai persetujuan tersebut diberikan. kecuali atas resiko Kontraktor sendiri. Pemancangan. G. percobaan atau oleh sebab lain atau salah letak atau gagal pada waktu percobaan beban. Data-data laporan harus meliputi hal-hal berikut : 1. 3. 6. Nama proyek Nomor tiang Tanggal pemancangan Cuaca Set. 8. Posisi-posisi tiang. Tiang-tiang yang rusak atau salah tempat. F. Apabila suatu tiang rusak pada waktu pemancangan. Kontraktor disyaratkan untuk mengadakan penambahan tiang pada posisi yang ditentukan oleh Engineer sedemikian sehingga akhirnya dihasilkan daya dukung yang sama. 4. 5. tak ada perlengkapan yang boleh dipindahkan. 9. Nilai konstanta yang akan dipakai untuk memodifikasi rumus akan ditaksir oleh Soil Engineer setelah tiang pertama selesai dipancang dan setelah grafik rebound/set diperoleh. E.Spesifikasi Perkerjan tiang Pancang percobaan. Kontraktor harus mengambil data dari setiap tiang yang dipancang dan dilengkapi parap pengawas yang ditunjuk pada masing-masing data. rebound dan tinggi jatuh (ram height) pada 10 pukulan terakhir (last ten blow) Dalamnya pemancangan dari level tanah Level tanah Panjang tiang Jenis alat pukul (Hammer Type) TP-8 . Data pemancangan setiap tiang harus diserahkan kepada pengawas yang ditunjuk dan tembusan (copy)nya harus disimpan oleh Kontraktor. setiap hari. 2. 7.

kontraktor harus segera melanjutkan dengan memeriksa level dan mencatat posisi-posisi tiang secara detail dan akurat serta membandingkan dengan posisi yang dicantumkan pada gambar denah tiang. Apabila pemancangan suatu tiang dimulai. 3. Semua informasi lain seperti disyaratkan oleh Engineer. Waktu/saat mulai dan waktu selesainya pemancangan 12. Stek tulangan tiang setelah pemotongan kepala tiang (panjang minimum 40 diameter) harus dalam keadaan bersih. Metoda pengukuran set dan rebound harus disetujui oleh Engineer. Detail dari sambungan harus terdiri dari : a. lurus dan baik. Kepala Tiang 1. Kepala tiang setelah dipotong harus dibersihkan dengan sikat kawat. Jumlah pukulan dan rata-rata set tiap 0. kepala tiang harus tepat sesuai dengan 2. sebagai pengikat ke-pur (pile cap). Kontraktor atau Pabrik pembuat tiang harus menyerahkan sistim sambungan tiang untuk disetujui Engineer sebelum pemasangan di lapangan. jumlah dan jenisnya (kalau ada sambungan). Batas pemotongan petunjuk/gambar. c. maka harus dilakukan sampai selesai dan mencapai set yang disyaratkan (kecuali waktu penyambungan). I. Tinggi jatuh yang sebenarnya (actual ram stroke) 14. Setelah pemancangan selesai. 4. Record diatas harus menunjukkan satu seri pengukuran set selama seluruh proses pemancangan. Setelah pemancangan selesai dilaksanakan Kontraktor wajib untuk memotong kelebihan panjang tiang pancang sedemikian rupa sehingga panjang stek tulangan setelah pemotongan kepala tiang minimum 40 diameter tulangan tiang pancang terbesar. 11. Kontraktor harus menyediakan surveyor dilapangan untuk pekerjaan tersebut. b. H. Sambungan yang dipakai. Sistim sambungan yang akan dipakai Detail pengelasan dan mutu dari bahan pengelasan Prosedur pengelasan TP-9 2.5 m 13.Spesifikasi Perkerjan tiang Pancang 10. . Sambungan tiang dan pengelasan : 1.

Spesifikasi Perkerjan tiang Pancang d. Kwalifikasi/kecakapan tukang las. TP-10 .

Waktu yang disyaratkan untuk pemancangan Jumlah pukulan Kedalaman pemancangan Nilai pemancangan akhir Nilai rebound Daya dukung akhir yang diijinkan Laporan percobaan beban Denah (lay out) tiang dan toleransinya. 5. pencatatan dan pengukuran dari percobaan beban termasuk penyediaan. metoda. 4. 3. 3. Kontraktor harus menempatkan tenaga kerja yang berpengalaman untuk pelaksanaan pengamatan dan pencatatan hasil percobaan. f. Percobaan Pembebanan Tiang Pancang A. Umum 1. Hal-hal berikut harus termasuk juga di dalam laporan : 1. Antara pemancangan tiang yang akan ditest dan percobaan pembebanan pada tiang tersebut harus ada jangka waktu paling sedikit 2 (dua) minggu untuk mengembalikan kondisi tanah akibat pemancangan tiang kepada keadaan semula. Pemancangan tiang yang berdekatan dengan tiang percobaan harus ditunda selama adanya percobaan pembebanan tiang. sebuah laporan yang tepat harus segera disiapkan dan diserahkan rangkap 6 (enam) kepada pengawas yang ditunjuk. Ringkasan pekerjaan (sketsa. 5. Laporan tentang pukulan (blows) Laporan harian pekerjaan dan laporan pemeriksaan : a. Percobaan beban harus dilakukan pada 20 buah tiang terpakai untuk TP-11 2. b. c.3. e. Suatu percobaan pembebanan tiang harus dimaksudkan sebagai percobaan pada tiang tunggal. Selama pelaksanaan percobaan beban. d. Laporan dan pemeriksaan pekerjaan pondasi tiang. bahan dan semua perlengkapan yang diperlukan untuk pelaksanaan. tanggal waktu mengerjakan.Spesifikasi Perkerjan tiang Pancang J. Pada waktu selesainya pekerjaan pondasi tiang. 2. 4. Kontraktor harus menyediakan tenaga kerja yang berpengalaman. 3. . dll). penyusunan kentledge yang digunakan dan pembongkaran kembali setelah percobaan pembebanan selesai.

2. hydraulic pump dan pressure gauge harus dikalibrasikan sebelum percobaan dilakukan. Semua percobaan pada tiang-tiang terpakai harus diikuti dengan PIT (Pile Integrity Test) seperti disyaratkan pada 3. 5. 7. 6. Standard Percobaan Pembebanan Pada Tiang Terpakai 1. Ukuran dari plat baja tidak boleh lebih kecil dari ukuran pile cap dan juga tidak boleh lebih kecil dari ukuran jack yang digunakan. Jack dan alat lainnya termasuk hydraulic ram. Beban lateral penuh pada tiang terpakai harus 200% dari beban rencana (design load) lateral pada tiang atau seperti disyaratkan oleh Engineer pada gambar dalam hal diperlukan dan harus dilakukan sesuai dengan ASTM D 3966-81.Spesifikasi Perkerjan tiang Pancang percobaan beban vertikal dan 2 buah tiang terpakai untuk percobaan beban tarik yang dipilih oleh Engineer. Beban axial tekan penuh pada tiang terpakai haruslah 2 (dua) kali beban rencana (design load) dari sebuah tiang sesuai dengan ASTM D 1143-81 (standard test) atau seperti yang disyaratkan oleh Engineer pada gambar dalam hal diperlukan. Perlengkapan Pembebanan 1. B. Beban tarik axial penuh pada tiang terpakai haruslah 2 (dua) kali beban rencana tarik atau seperti disyaratkan Engineer pada gambar dalam hal diperlukan dan harus dilakukan sesuai dengan ASTM D 3689-83.4. 3. 6. Jack hidraulic harus ditempatkan sentris pada tiang/pile cap. Beban percobaan didapat dari reaksi kentledge melalui jack hidraulis yang besarnya melebihi dari beban percobaan dan ditempatkan pada platform sebagaimana harusnya. dengan pembebanan bertahap (cyclic loading). C. Plat baja dengan ketebalan yang cukup untuk menerima beban ditempatkan secara sentris diatas pile cap untuk dapat menyalurkan beban percobaan secara sempurna kepada tiang. 3. 2. Beban kentledge terdiri dari blok-blok beton dengan ukuran sama. Tiang yang dipakai untuk percobaan beban haruslah dari bahan dan ukuran yang sama dengan tiang-tiang terpakai dan harus dipancang dengan peralatan yang sama jenisnya serta dengan prosedur dan metoda yang sama. 4. TP-12 .

Semua reference beam dan kawat-kawat (wires) harus ditunjang secara terpisah dengan penunjang yang cukup kaku dan ditanamkan ditanah pada jarak bersih tidak kurang dari 2. Selain mistar levelling boleh juga dipakai sebuah mistar yang dipasang pada tiang atau pur (pile caps). 4. 6. Laporan kalibrasi harus disertakan pada semua alat-alat percobaan pembebanan yang membutuhkan kalibrasi sebelum percobaan beban dilakukan. Alat Pengukuran Penurunan 1. 7. Metoda pengukuran penurunan dari tiang harus dilakukan dengan sistim dimana 4 dial gauge ditempatkan dengan jarak yang sama pada keliling tiang dan sistim pendukung dengan memakai mistar.25 mm.Spesifikasi Perkerjan tiang Pancang D. 5. Skala ukur untuk pembacaan pada mistar harus dipilih yang sanggup untuk pembacaan sampai keakuratan mencapai 0. Dial gauges harus mempunyai kemampuan gerak sampai 50 mm dan keakuratan sampai 0. Dua buah dial gauge tambahan harus dipasang pada reference beam secara tegak lurus untuk memantau kemungkinan terjadinya pergerakan lateral dari ujung tiang.5 m dari tiang percobaan. Pembacaan harus dilakukan dengan sistim seperti disyaratkan di F dari Bab dan pasal ini.5 mm. TP-13 . 3. 2.

bila setelah 12 jam settlement yang terjadi > 0. 24 jam.25 mm per jam (max. maka beban ditahan selama max. 2 jam). 1 jam 1 jam 1 jam 24 jam 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 50 Cycle 1 25 0 50 75 100 Cycle 2 75 50 0 50 100 125 150 Cycle 3 125 100 50 0 50 100 150 175 200 Cycle 4 25 26 27 28 150 100 50 0 TP-14 .beban ditahan selama minimum 1 jam dan sampai settlement < 0. 12 jam. Percobaan pembebanan vertikal harus sesuai dengan syarat berikut : Percobaan pembebanan 4 (empat) cycle untuk tiang dengan beban tekan axial sesuai dengan ASTM D-1143-81. Prosedur Pembebanan 1.25 mm per jam.Spesifikasi Perkerjan tiang Pancang E. A jam 20 menit 20 menit 20 menit A A 20 menit 20 menit 20 menit 20 menit 20 menit A A 20 menit 20 menit 20 menit 20 menit 20 menit 20 menit 20 menit A B = beban ditahan selama min. Prosedur Pembebanan : Langkah 1 2 Cycle beban dalam % dari beban kerja 0 25 Lamanya penahanan beban A .

maka beban harus diturunkan perlahan-lahan dan hati-hati dengan suatu tingkatan tidak lebih dari 20% dari beban kerja permenit sampai penurunan mencapai < 0. 2. Prosedur pembebanan : Langkah 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 Cycle beban dalam % dari beban kerja 0 25 50 25 0 50 75 100 50 0 50 100 125 150 75 0 50 100 150 170 180 190 200 150 100 50 0 Lamanya Penahanan Beban 10 10 10 10 10 15 20 10 10 10 10 20 20 10 10 10 10 10 20 20 20 60 10 10 10 10 Jadwal pembacaan Pergerakan lateral (dalam menit) 0-5-10 0-5-10 0-5-10 0-5-10 0-5-10 0-5-10-15 0-5-10-15-20 0-5-10 0-5-10 0-5-10 0-5-10 0-5-10-15-20 0-5-10-15-20 0-5-10 0-5-10 0-5-10 0-5-10 0-5-10 0-5-10-15-20 0-5-10-15-20 0-5-10-15-20 0-10-20-30-40-50-60 0-5-10 0-5-10 0-5-10 0-5-10 TP-15 . Kemudian mengikuti langkah B sampai akhir dari prosedur.Spesifikasi Perkerjan tiang Pancang Bila kegagalan terjadi sebelum mencapai 200% dari beban rencana.25 mm per jam. Percobaan pembebanan lateral axial harus dilakukan dalam 4 cycles sesuai dengan ASTM D 3966-90.

25 mm per jam (max. 1 jam 20 menit 20 menit 20 menit A A 20 menit 20 menit 20 menit 20 menit 20 menit A A 20 menit 20 menit 20 menit 20 menit 20 menit 20 menit 20 menit A B = Beban ditahan selama min. Prosedur pembacaan 1.Spesifikasi Perkerjan tiang Pancang 3. 1 jam 1 jam 1 jam 1 jam 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 50 Cycle 1 25 0 50 75 100 Cycle 2 75 50 0 50 100 125 150 Cycle 3 125 100 50 0 50 100 150 175 200 Cycle 4 25 26 27 28 150 100 50 0 F. Percobaan pembebanan tarik axial harus dilakukan dalam 4 cycles sesuai dengan ASTM D 3689-90 Prosedur Pembebanan : Langkah 1 2 Cycle beban dalam % dari beban kerja 0 25 Lamanya Penahanan Beban A = Beban ditahan selama minimum 1 jam dan sampai pergerakan keatas dari tiang < 0. 2 jam). Percobaan Pembebanan Vertikal Pembacaan dilakukan sebagai berikut : Sebelum dan sesudah penambahan beban Sebelum dan sesudah penurunan beban Setiap 10 menit TP-16 . maka beban ditahan selama 24 jam. 12 jam.25 mm per jam. bila setelah 12 jam pergerakan keatas dari tiang adalah > 0.

c. terdiri dari : 1. Percobaan Pembebanan Lateral Pembebanan dilakukan sebagai berikut : Sebelum dan sesudah penambahan beban Sebelum dan sesudah penurunan beban Setiap 5 menit Pada pembebanan 200% beban rencana. 6. d. pembacaan dilakukan sebagai berikut : Setiap 10 menit selama 2 jam pertama Selanjutnya setiap 1/2 jam selama 10 jam. Selanjutnya setiap 1 jam. 3. dll. Grafik load-settlement Grafik load-time Grafik time-settlement Kesimpulan dari hasil percobaan. pembacaan dilakukan sebagai berikut : Setiap 1 jam selama 4 jam pertama Setiap 2 jam sesudahnya sampai 8 jam. - Pada pembebanan akhir (0% beban rencana). 4. b. 2. Kriteria kegagalan dari standar percobaan pembebanan pada tiang : TP-17 . pembacaan dilakukan setiap 10 menit. 2. Selanjutnya setiap 4 jam. 5. H. G. Nama proyek dan lokasi Laporan penyelidikan tanah dan catatan pelaksanaan pemancangan tiang percobaan Sertifikat dari kalibrasi peralatan Catatan pembebanan yang meliputi : a. Laporan Percobaan Pembebanan Laporan hasil percobaan dikirim kepada pengawas yang ditunjuk untuk persetujuan.Spesifikasi Perkerjan tiang Pancang - Pada pembebanan 200% beban rencana. tanggal percobaan waktu pembacaan beban percobaan pembacaan dial gauge.

penggantian atau penambahan tiang dan persiapan perhitungan-perhitungan serta gambargambar fondasi yang disebabkannya akan dibebankan kepada Kontraktor. PIT (The Pile Integrity Test) Test Integrity tiang harus dilakukan dengan metoda sonic dengan memakai alat test Integrity untuk tiang.Spesifikasi Perkerjan tiang Pancang 1. Biaya dari percobaan pembebanan tambahan.4. Percobaan pembebanan tidak boleh diteruskan jika terjadi ketidak stabilan kentledge. Jika terjadi kerusakan atau/dan kegagalan pada tiang dalam percobaan pembebanan maka Kontraktor harus mengganti tiang tersebut dengan tiang yang lain sesuai dengan petunjuk dari Perencana atas biaya Kontraktor. 3. 2. Kegagalan pada tiang terpakai. TP-18 . penurunan permanent melampaui 6 mm. kerusakan dari pile cap ataupun kerusakan lainnya yang dapat memberikan hasil yang tidak sebenarnya. 3. I. Semua percobaan-percobaan pada tiang-tiang terpakai harus dilakukan dengan pile integrity test. Pergerakan lateral maximum melampaui 10 mm pada percobaan lateral. Lingkup percobaan : Percobaan-percobaan tiang : 1. Kegagalan dari percobaan tiang dianggap telah terjadi apabila penurunan (settlement) yang terjadi waktu dibebani adalah lebih dari 25 mm. atau bila beban dihilangkan. A. Untuk percobaan pembebanan vertikal pada tiang. Untuk percobaan pembebanan lateral pada tiang.

Pile Integrity testing harus dilaksanakan oleh perusahaan spesialis yang mengerjakan test demikian. Percobaan integrity pada tiang manapun dapat dilakukan sedikitnya 7 (tujuh) hari setelah tiang dipancang. Persiapan percobaan : 1. Percobaan sesungguhnya dilapangan harus dilakukan oleh Engineer (bukan teknisi) yang sudah berpengalaman untuk melakukan testing dengan sedikitnya 1 (satu) tahun pengalaman dalam percobaan dinamic dari tiang-tiang. 3. 2. Apabila ada bagian (segmen) dari tiang yang didapati retak pada tahapan manapun dari percobaan diatas. beton yang terkelupas dan siap untuk keperluan percobaan. Pengkondisian signal dan pengadaan power harus mempunyai kemampuan yang sangat tinggi terhadap rasio kebisingan agar tidak mengganggu signal. C. Untuk penempatan dari perlengkapan untuk percobaan/testing pada kepala tiang. TP-19 . Data harus dapat dibaca ditempat/dilapangan setidaknya dapat diperoleh evaluasi mutu dari data pendahuluan. Perlengkapan test. Percobaan integrity harus dilakukan dengan memakai perlengkapan untuk memperoleh data secara digital. 3.Spesifikasi Perkerjan tiang Pancang 2.2. Pelaksanaan percobaan dan interprestasi : 1. bebas dari air. B. 2. setiap bagian tiang harus ditest sebelum penyambungan dan segera setelah satu bagian tiang dipancang juga setelah percobaan lateral dan tarik. Untuk tiang-tiang yang disambung. 1. 4. bagian yang retak atau rusak harus diganti dengan yang utuh (masih baik) dan ditest ulang sesuai dengan A. di atas. kepala tiang harus bersih. D. Data harus disimpan sedemikian sehingga proses lanjutan atau tambahan dengan analisa gelombang dapat dilakukan. 2.

Apabila penampilan ujung atau tiang meragukan.Spesifikasi Perkerjan tiang Pancang 3. dimensi tiang dan metoda konstruksi harus diberikan kepada perusahaan spesialis bila disyaratkan untuk menginterprestasikan hasil percobaan. 5. Engineer boleh. memerintahkan penggalian suatu tiang secara penuh untuk mencocokkan kriteria yang ditolak atau dapat diterima. Apabila mayoritas dari tiang-tiang memberikan hasil yang meragukan.A). laporan harus termasuk juga : a. 1. Kesimpulan dari keutuhan masing-masing tiang yang ditest. 2. TP-20 .D. Tiang-tiang yang meragukan dapat ditindak lanjuti dengan percobaan dynamic (P. b. F. percobaan pembebanan static (Static Load Testing) etc. ujung tiang harus dipotong lebih jauh dan ditest ulang.T. Tindakan usaha perbaikan. 2. 4. Interprestasi dari data-data harus dilakukan oleh Engineer yang berpengalaman dengan sedikitnya 2 (dua) tahun pengalaman dalam percobaan dynamic dari tiang. E. G. data dari waktu terhadap simpangan kecepatan rata-rata (average amplified velocity vs time record).I. 2. Kriteria hasil test yang dapat diterima dan ditolak : 1. Tiang-tiang yang ditolak harus dipindahkan. Dapat diterima atau ditolaknya tiang-tiang yang ditest harus didasarkan dari kesimpulan laporan yang dikeluarkan oleh perusahaan yang melaksanakan P. Laporan ahir harus diserahkan kepada Engineer dalam waktu 10 hari setelah percobaan selesai. Untuk setiap tiang yang ditest. Laporan : 1. atas kebijaksanaannya. Detail-detail lengkap dari kondisi tanah.

Pembersihan : Kontraktor harus memindahkan dan membongkar semua puing. tanah. kelebihan beton.3. . keluar dari lokasi atau proyek seperti ditunjukkan oleh pengawas yang ditunjuk tanpa biaya tambahan.5.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful